Sign in to follow this  
Followers 0

Museum Benteng Heritage ~ Museum Sejarah Peranakan Tionghoa


10 posts in this topic

Posted

Rekan-rekan sekalian, apabila kita berjalan-jalan ke Tangerang, Banten, ada satu museum yang menarik untuk kita kunjungi. Namanya adalah Museum Benteng Heritage. Lokasinya berada di Jl Cilame No. 20, Pasar Lama, Tangerang. Tempatnya berada di jalan yang cukup ramai karena ada pasar, jadi katanya lebih enak ke sana kalau lagi sore hari. Posisi museum ini sendiri letaknya di belakang Kelenteng Boen Tek Bio. Jadi emang lokasinya juga lokasi yg chinese banget nich.

Di museum ini, rekan-rekan sekalian bisa liat berbagai macam cerita tentang perjalanan peranakan Chinese di Indonesia, mulai dari jamannya Cheng Ho. Selain itu, dapat juga dilihat berbagai macam artefak dan peninggalan dari jaman dulu.

Ada yang sudah pernah ke tempat ini?

384885_182371468528428_1056624069_n.jpg

377077_182371268528448_1588981691_n.jpg

382776_182371081861800_1342488368_n.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

Posted

ini deketttt banget sama rumah ane, tapi ane sendiri blm pernah ke sana  :bingung

Share this post


Link to post
Share on other sites

Posted

@ikankering @Nata Harianto minggu kemarin gue kesini, untuk lokasi karena dekat pasar ya jadi agak becek dan rada kotor...tapi ini museum bagus, waktu ke dalam kita akan dapet guide yang menjelaskan perkembangan dan benda2 cina yang ditemukan di sekitar tangerang, termasuk budaya cina.  

Share this post


Link to post
Share on other sites

Posted

@Mirza Fachrurrachman

wah pernah kesini mas mungkin bisa di share cerita2nya :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Posted

@deffa wah kalo share cerita udah banyak lupanya nih mod, wkwkwkwk.....

 

Tapi intinya mah, ke tempat ini worth banget untuk dikunjungi

 

1. ke Museum ini akan dapat pengetahuan tentang budaya cina (khususnya cina tangerang atau cina benteng) yang sangat menarik. Kalo ramean, kita bisa juga pesen makan siang ke pihak museum dan bisa makan siang didalam museum tsb.

2. Lokasinya di pasar lama, disini banyak banget jajanan enak, jadi kalo yang suka kulineran pasti terpuaskan disini, nah buat ibu-ibu, namanya juga pasar bisa sekalian belanja-belanja kebutuhan sehari-hari disini.

3. Dekat dengan klenteng Boen Tek Bio, nah bisa lihat deh tuh bangunan unik tempat ibadah dan pusat kegiatan Boen Tek Bio yang unik.

4. Coba datang menjelang imlek ataupun pada saat perayaan besar etnis tionghoa seperti Peh Cun (bulan 5 kalender imlek) dijamin ramai.

 

Minusnya cuman satu, lingkungan sekitar museum agak kotor karena ya lokasinya di pasar apalagi kalo ujan...

Share this post


Link to post
Share on other sites

Posted

@deffa kalo banyak nggak nya sih aku ga tau mod, tapi memang kawasan pasar lama ini istilahnya kaya "kampung cina" gitu banyak keturunan tionghoa yang tinggal disini. kawasan ini juga terkenal sama jajanan nya, secara mereka terkenal masakan nya enak2 :D

 

@Mirza Fachrurrachman kemaren aku kesini mas pas ada event festival cisadane 10-14 juni trus mampir kesini bentar, pulangnya wisata kuliner di sepanjang jalan pasar lama kisamaun :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Posted

@LastBreath

oo iyayay dimana2 kalo ada pecinan itu pasti kulineran y :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Posted

@LastBreath wah ga ngajak-ngajak...

@deffa idem sama lastbreath, kurang tau juga sih dimana aja klenteng klenteng itu..

Share this post


Link to post
Share on other sites

Posted

@Mirza Fachrurrachman haha aku kesana soalnya hari kerja mas, lain kali mas, nunggu festival yang lain lagi :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now
Sign in to follow this  
Followers 0

  • Similar Content

    • Museum Geologi Bandung & Lembang Floating Market
      By areyuri

      Jakarta, 29 Maret 2015

      Kali ini mau share pengalaman jalan-jalan aku ke Bandung (lagi), hahaha... Semoga yang baca ga pada bosan. :D

      Kemarin, Sabtu 28 Maret 2015 aku pergi lagi ke Bandung bareng ehem, si Pacar :tersipu . Kali ini kita mulai jalan dari Jakarta jam 7 lewat dikit (still telat, tp ga parah lah). Acara pertama kita ke Museum Geologi Bandung.

      MUSEUM GEOLOGI BANDUNG

      Museum ini lokasinya di tengah kota banget, dekat Gedung Sate. Karena kita nyampe Bandung sekitar jam 10an, maka pak sopir kudu cari jalan muter-muter karena ada aturan 4 in 1 di Bandung itu loh. Pas kita nyampe di sana, lagi banyak anak-anak sekolah sekitar yang lagi study tour ke sana so kondisi lagi rame banget... (rasa-rasanya adalah barang 1 atau 2 foto bersama anak-anak sekolah ntu yang ada "penampakan" kami di situ - emang banci kamera banget dah, hahahahah).

      Seperti Bosscha yang kemarin, museum ini juga gedung tua, terdiri dari 2 lantai. Tiket masuk: Rp 3.000,- ajah per orang. ^^ Huhuy murah cihuy. :cintaindo

      Pas masuk kita disambut dengan replika fosil gajah super gwede. Don't know, maybe it was mammoth or something? Kita naik dulu ke lantai dua. Di lantai 2 ruang pameran koleksi ada di sebelah kanan dan di sebelah kiri. Di sebelah kiri, ada koleksi-koleksi barang-barang kerajinan yang berhubungan dengan hasil bumi (tanah, emas, dll). Ada juga rekaman yang dipertunjukkan yang memberikan penjelasan mengenai terjadinya bencana alam tsunami, dll. Ini sedikit koleksinya:

      blogentry-35813-0-73699000-1427628420_th blogentry-35813-0-36015300-1427628434_thblogentry-35813-0-14678100-1427628447_th

      Selain itu ada juga penjelasan mengenai terjadinya gunung meletus, dan ada juga sepeda motor, rice cooker, radio yang kena larva gunung merapi... kita harus agak nebak-nebak sih itu barang apaan aja, secara udah badly melted, jadi setengah macam acara kuis gitu lah hahaha.

      Ruangan di sebelah kanan isinya koleksi mineral seperti nikel, emas, tembaga, dan lain-lain. Ada TV touch screen besar yang berisi penjelasan mengenai macam-macam batu mulia, pembentukannya, penjelasan kenapa warnanya bisa beda-beda, dan lain-lainnya. Pokoknya jelas menarik banget penjelasannya dan sangat mendidik. ^^

      Turun ke lantai 1, ketemu lagi dengan si gajah. Di sebelah kiri ternyata ada lagi ruang yang isinya koleksi replika fosil. Di bagian luar yang pertama kita temuin itu showcase berisi replika fosil kerang-kerang prehistoric, terus fosil hewan-hewan seperti badak, kerbau dll.:

      blogentry-35813-0-27548100-1427629793_th

      Yang jadi pusat perhatian jelas replika fosil T-rex lah ya. Ternyata, T-Rex itu gweeeedeeee banget... akhirnya aku ngerti juga kenapa dinosaurus dan manusia maybe never meant to be co-existing after all. Sereeemmm ngebayangin ada hewan segede itu idup n jalan-jalan :ngeri

      blogentry-35813-0-24461600-1427629814_th

      Agak masukan dikit, ada lagi ruang mengenai evolusi manusia. Isinya fosil-fosil manusia. Aku ga tau apa itu replika atau asli, tapi info aja untuk mata tidak terlatih milik saya ini, itu sih kelihatan so real hehehe. Ini mungkin bagian favorit aku kali ya... aku paling suka lihat skeleton, entah kenapa ya. Ini beberapa fotonya:

      blogentry-35813-0-86310300-1427629982_th blogentry-35813-0-50491700-1427629996_th

      Setelah itu ada 1 ruangan lagi yang menunjukkan fosil tumbuhan (kayu yang sudah jadi fosil), dan lain-lain. Lagi-lagi, tangan manusia itu emang paling merusak. Aku prihatin lihat ada fosil kayu yang ditulisin nama pakai tip-ex. Heran banget ya ada aja orang-orang ga bisa menghargai benda bersejarah seperti itu. Bener-bener deh. :murka

      Yah - eniwei. Kita ada kali 2 jam-an di situ. Abis itu ngesot pergi kita untuk makan siang di famous Lembang Floating Market. :jogging

      LEMBANG FLOATING MARKET

      Pas nyampe sini, di pintu masuk disuruh bayar dulu tiket. Rp 20.000,- per orang. Nah tiket ini bisa ditukerin dengan minuman di dalem. Saran aja sih yang berkunjung ksini, mendingan tukernya nanti aja di tempat makannya. Emang bisa sih dituker di depan, cuma ternyata ada juga kog tempat tukar tiket dengan minuman di dalem nanti di tempat makanannya. Kan lumayan sambil makan bisa minum gratis, hehehehe...

      Masuk dari situ, kita langsung ketemu danau yang lumayan gede (mungkin ukuran kurang lebih sama dengan yang di Dusun Bambu). Ke sebelah kiri, lurus terus kita bakalan ketemu tempat jual lukisan, pendopo-pendopo, terus joglo ukuran kecil (bisa direservasi buat yang niat bikin acara kantor di situ), terus ikutin jalan kita akan ketemu floating marketnya. Belinya di sini harus pake koin, harus tuker dulu koinnya. Emang sih sekali tuker koin ya harus diabisin (ga bisa tukar uang lagi di loket), tapi masing-masing penjualnya ada kembalian kog.

      Cari tempat agak susah di sini, karena rameeeee banget. Jadi keknya harus duduk bareng-bareng orang sapa aja deh.. kita kebetulan dapat tempat semeja sama mas dan mbak2 dari Bali yang dateng jauh-jauh ke Bandung buat nonton basket. Jadi ngobrol2 deh.. mayan tambah temen :D

      Makanannya banyak macamnya, tapi buat aku harganya relatif mahal karena porsinya kecillllll. Tp unik sih, dan lumayan enak lah rasanya... Kita makan lontong kuah (Rp 20.000,-) , aku beli tutut (harga Rp 15.000,- - buat yang nggak tau ini apaan, ini adalah KEONG kecil. Aku sama pacarku baru pertama kali itu makan tutut, tapi untung kita berdua suka rasanya, hihihihi), sate kelinci isi 10 + lontong (Rp 30.000,-), sama terakhir Takoyaki gurita isi 4 (Rp 20.000,-), sama air putih 2 (@ Rp 5.000,-). Aku lupa foto sih saking ramenya n kburu laper jadi kerjaan makaaan mulu wkwkwkwkw :makan Ini foto penjualnya di boat gitu lah:

      blogentry-35813-0-28517100-1427631125_th blogentry-35813-0-14776100-1427631200_th

      Yang recommended utk dicoba sih mungkin tutut-nya sama sate kelincinya kali yaaa (walaupun mahal hehehehe)..

      Di sekitar situ ada juga tempat untuk naik boat kecil (mau pake dayung atau genjot kaki biar betis bohay sampe duduk bermalas-malasan aja karena udah ada yang ditarik mesin, semua ada).

      Abis makan kita balik ke tempat masuk, terus jalan lagi lihat-lihat ke sebelah kanan. Nah di sini nih, ada penangkaran kelinci (errr,,, aku ama pacarku berasa dosa juga jangan2 yang kita makan barusan anaknya kelinci-kelinci imut inih :unsure:). Banyak anak-anak kasih makan wortel ke kelinci-kelinci ini. Mungkinkah kalau udah gede kelinci-kelinci ini akan pindah rumah ke booth sate di sebelah sana? *ampun pikjah banget aku! Hahahaha*

      Jalan dikit lagi, kita ketemu,,, eh ... kolam soang? Apa angsa? Kita ga bisa bedain sih :blink: . Kalau mau kasih makan soangnya, bisa beli makanannya harganya Rp 5.000,- per plastik kecil. Kolam soangnya deket sama kandang burung isinya burung-burung kecil yang lucu ^^ Warnanya macam-macam, ada biru, kuning, hijau, dll. Cantiknya.... :kesengsem

      Abis itu karena langit geleeeep banget akhirnya kita mutusin balik aja ke mobil... kayaknya waktu itu udah sekitar jam setengah 4an. Eh pas banget, mobil nyampe, kita naik, dia hujan..... pakai lebat pulak. <_<

      Setelah itu kita jalanlah ke Taman Hutan Raya Juanda guna mengunjungi... GOA JEPANG n GOA BELANDA. Dan kita nyampe sih.... cumannnnn pas nyampe situ, seperti kemaren... hujaaaan deraaaaassssss. N ga berenti2. :facepalm Entah ya kenapa tiap kali kesini, selaluuuuu aja hujan. Huhuhuhuhuhu keseeeeeel. Pengen banget lihat tu Goa2. Hix. Walhasil keulang lagi deh kita cuman duduk aja di mobil ngeliatin orang-orang berpakaian rapi, batik, gaun dll datang silih berganti, diterpa hujan deras. Ternyata oh ternyata ada yang lagi kawinan di D'Pakar (resto yang di Blog aku kemarin udah direview yaa). Nah mereka bikin shuttle buat guests mereka di situ. Ribet amat ya? Niat neh yang bikin kawinan. Tapi kesian sih hujan badai gitu mana tempatnya terbuka banget lagi. Kalau mikir itu jadi berasa untung aku ma cowokku cuma lagi duduk di mobil ga kehujanan :santai .

      Ampe sore jam 6 kurang tu hujan nggak berenti, ga mengecil. Akhirnya karena udah kepepet waktu kita pun terpaksa cabut ke De Stone (yap, AGAIN. Apparently si bos jatuh cinta sama saungnya, jadi kita balik lagi ksini).

      Nyampe di situ jam 6an. Waktu yang pas karena langit bersih habis hujan, jadi lampu-lampu kota kelihatan lebih jelas. Simply beautiful. :kesengsem

      Di sini kita kali ini ngemilnya agak berat... ga yakin sih ini ngemil apa termasuk makan berat ya? Hahahahaha,,, Pacarku pesen capcay (sepiring gede, tanpa nasi), aku pesen Mixed Bruschetta. Untuk minum kita pesan Hot Lemon, Side Car (cocktail kahlua + lemon) n single shot Baileys. Closingnya White Wine by Glass (lebih enak Red Winenya).

      blogentry-35813-0-19308900-1427632657_th

      Perfect closing for a really pleasant weekend. :senyum

      See you on another secret trip of mine! ^^

      P.S.: Ada lagi gak sih yang tau wisata alam yg ga pake trekking di sekitar Lembang n Bandung? Kita keknya udah kunjungin hampir semua nih.. T.T Share yooo. :D

      Areyuri@2015