deffa

My Best Moments 5 Days in Seoul : Part 5 (The Garden of Morning Calm)

82 posts in this topic

Hola Deffa Here !!!

Wow gak nyangka panjang juga ya cerita perjalanan ke Seoul saya 11-15 Maret 2016 kemarin, sekarang udah masuk Part 5. Tapi bagi kalian yang baru mengikuti cerita perjalanan saya ini, ada baik nya membaca dari awal ya klik link berikut :

My Best Moments 5 Days in Seoul : Part 1

My Best Moments 5 Days in Seoul : Part 2

My Best Moments 5 Days in Seoul : Part 3 (Nami Island)

My Best Moments 5 Days in Seoul : Part 4 (Petite France)

Jika kalian sudah membaca sampai ke Part 4, kalian pasti sudah tahu kalau cerita kali ini masih sambungan dari Hari ke 4 saya di Seoul 14 maret 2016, yang mengexplore Namiseom yaitu Nami Island - Petite France - The Garden of Morning Calm. Karena ketiga tempat wisata ini berada dalam satu daerah dan bisa di tempuh dalam one day trip.

Jadi jika kalian mau mencoba explore rute yang sama lebih baik baca dari Part 3 sampai Part 5 ini ya. Dan saran saya baca dengan seksama karena banyak info yang berguna loh :D

IMG_20160314_175830.jpg

DAY 4 : 14 Maret 2016

Itinerary Day 4 :

  1. Gapyeong Station
  2. Nami Island
  3. Petite France
  4. The Garden of Morning Calm
  5. Makan Malam Sam Gye Tang
  6. Dongdaemun Night Market

Setelah selesai kunjungan dari Petite France saya langsung menuju Halte Bus nya yang berada di depan Petite France dan kembali menggunakan Shuttle Bus dengan harga tiket 6000 Won untuk one day. Jadi bisa di gunakan sepuas nya selama satu hari naik bus keliling Namiseom

Quote

Saya memutuskan menggunakan Shuttle Bus karena tiket seharga 6000 won itu bisa di gunakan untuk naik bus selama 1 hari penuh, jadi karena destinasi saya hari ini mengelilingi sekitar Namiseom, ini sangat efisien, dan lagi rute bus nya juga ke beberapa tempat wisata utama di Namiseom. Tapi kalian harus perhatikan jadwal Shuttle Bus Tour ini ya

Beli tiket bus nya langsung di dalam Bus nya ke Supir Bus nya ya 

Dari Petite France itu sekitar 45 menit ke Garden of Morning Calm berikut jadwal bus nya yang perlu kalian perhatikan ya. Cara lain untuk ke sini ya menggunakan Taksi harga nya sekitar 3000 won one way trip

IMG_2965.JPG 

GARDEN OF THE MORNING CALM

Berdasarkan saran dari @uphe jika mau berkunjung kesini di sarankan sore hari menjelang gelap karena akan keren sekali, nanti kalian akan tahu jawabannya ya. Nah saya tiba disini sekitar pukul 17.00 WIT. 

Bus pun berhenti di Halte khusus nya, FYI ini adalah titik terakhir dari Shuttle Bus. Lalu rute kembali bus nya akan mengikuti rute sebelum nya alias mutar lagi. 

Menuju gerbang dari The Garden of Morning Calm disini terdapat Gallery dan juga Ticket Counter. Harga Tiket Masuk Garden of the Morning Calm bervariasi antara Weekend dan Weekdays. Kebetulan saya tiba weekdays :

  • Harga Tiket untuk Weekdays 8000 Won
  • Harga Tiket untuk Weekend 9000 Won

IMG_3241.JPG

Karena di sebelah Ticket Office ini ada sebuah ruang Gallery jadi saya sempatkan untuk mampir sejenak. Disini tersedia beberapa foto dari Garden ini, lokasi-lokasi yang di pilih untuk tempat foto sangat bagus untuk di ikuti

IMG_3242.JPGIMG_3244.JPG

Tiket yang sudah di beli juga di lengkapi buklet dan juga peta dari Garden ini, agar kita bisa tahu arah jalan yang di lalui. Karena ukuran garden ini cukup besar loh. Seperti ini lah map nya

IMG_3240.JPGgarden.jpg

Setelah masuk ke gerbang kita akan bertemu dengan Ikon dari Garden of the Morning Calm ini, harus foto disini loh karena ini salah satu spot wajib. Btw saya mendapatkan pengalaman yang gak enak di spot ini.

IMG_3245.JPGIMG_3248.JPG

Kebetulan saya tiba di sini bersamaan dengan Rombongan Turis Cina Mainland. Well kalian pasti sudah bisa tebak donk kenapa ? Yap mereka tidak mau antri bahkan hanya untuk foto saja. Padahal saya baru mulai foto karena giliran saya, sudah di suruh minggir dengan tanda tangan seorang Ibu yang mengisyaratkan "minggir gue mau foto".  

Well namanya juga Turis Cina Mainland, they really don't have etiquette. Ya ini kesekian kali nya saya ber "urusan" dengan turis Cina Mainland. Advice hindari lah jalur kalian dengan mereka deh, lebih baik cari aman saja daripada jengkel dan acara jalan-jalan kalian gak enak

CLOUD BRIDGE

Ok move on lepas dari logo Garden tersebut kita akan bertemu dengan sebuah jembatan yang menghubungkan daerah Ticket Office dan Main Garden nya, terbuat dari kayu dan campuran kabel baja sangat kokoh juga kesan elegan. Di bawah nya harus nya terdapat air sungai yang mengalir, namun karena peralihan musim dingin ke semi, air sungai nya surut. Nama jembatannya Cloud Bridge

IMG_3251.JPGIMG_3252.JPG

EDEN GARDEN

Selepas dari jembatan tersebut saya menuju ke jalan ke arah kiri dan bertemu sebuah taman kecil yang cukup cantik bernama Eden Garden. Taman tematik ini terdapat beberapa bunga raksasa buatan yang di bentuk menarik ada yang berupa bunga raksasa atau pun berbentuk hati. Spot yang bagus untuk foto

Spoiler

IMG_3254.JPGIMG_3256.JPGIMG_3257.JPG

FLOWER HOUSE

Lalu jalan lagi ke arah selatan kita akan bertemu dengan satu area yang disebut Flower House, sebernarnya disini berupa Kafe dan Restoran serta Toko Souvenir. Namun saya tidak masuk karena lebih tertarik dengan karya seni yang terdapat di luar nya. Terdapat sebuah arsitektur berbentuk Hati yang banyak di tempelkan dengan se carik kertas semacam Wish List. Ternyata di hampir semua tempat wisata di Seoul ini pasti ada tempat Wish List seperti ini ya

IMG_3259.JPG

KOREAN THEME GARDEN

Melanjutkan perjalanan kembali ke arah barat, oh ya pintu masuk garden ini berada di sebelah timur ya jika dilihat dari map. Kita akan bertemu sebuah taman yang cukup asik menurut saya karena terdapat kursi untuk bersantai dan juga spot foto yang bagus, kesan Taman ala Korea nya dapat disini. Disebut dengan Korean Theme Garden.

Spoiler

IMG_3260.JPGIMG_20160314_175755.jpgIMG_3261.JPG

Asik ya santai duduk disini sambil minum kopi mungkin, pokok nya relax banget disini. Jika seharian sudah explore area Gapyeong ini dengan berjalan kaki mungkin buru-buru. Disini bisa sedikit bersantai. Dan tiba-tiba seluruh taman berubah jadi berwarna-warni. Ternyata lampu kecil yang berada di setiap bunga dan taman disini di nyalakan karena sudah mulai gelap sekitar pukul 17.30 WIT. Ingat kata teman saya di atas kalau sore adalah waktu yang pas, dia mengisyaratkan tentang ini

IMG_20160314_180047.jpgIMG_20160314_180053.jpg

J's COTTAGE GARDEN

Mengikuti jalan yang ada ke arah barat, kembali saya di suguhkan dengan sebuah taman yang kini sudah berwarna-warni dan berkelap-kelip karena cahaya dari lampu hias nya. Sebuah taman yang bernama J's Cottage Garden ini mempunyai arsitektur yang di desain menjadi seperti bola-bola atau bentuk bulat dan terdapat pohon-pohon yang juga di hias dengan lampu, menggantung kan bola bola hias juga. Cantik sekali kan

Spoiler

IMG_20160314_180314.jpgIMG_20160314_180254.jpgIMG_20160314_180120.jpgPANO_20160314_180223.jpg

MORNING CALM WALK

Kali ini berjalan ke arah Timur namun dari peta berada di sisi utara atau sisi Timur Laut, akan bertemu dengan jalan yang cukup panjang disebut Morning Calm Walk. Di isi dengan sebuah lapangan yang terdapat jaring-jaring berupa lampu hias. Lalu di area utama nya terdapat sebuah arsitektur berupa Kereta Kencana ala Cinderella yang juga di hiasi dengan lampu 

IMG_20160314_180820.jpgIMG_20160314_180929.jpg

ROAD TO HEAVEN

Setelah dari Morning Calm Walk itu, ke arah utara ada sebuah taman yang unik namanya yaitu Road to Heaven. Jalan nya sedikit menanjak dan di kiri kanan terdapat taman lampu yang berbentuk hati dengan ornamen sayap dan juga ada yang berbentuk seperti jamur. Ada juga spot foto seperti frame hati. Seakan ingin mengesankan perjalanan ke surga, beberapa taman di depan nya juga bertema demikian

IMG_20160314_180948.jpgIMG_20160314_181154.jpg

HEAVEN GARDEN

Masih lanjutan dari Road to Heaven tadi kita akan bertemu dengan taman tematik bernama Heaven Garden, masih bertemakan surga namun di tambahkan ornamen seperti ala Sinterklas, dimana terdapat kereta Sinterklass lengkap dengan rusa penarik nya

IMG_20160314_181404.jpg

MOONLIGHT GARDEN

Nah di ujung paling utara dari komplek The Garden of Morning Calm ini kalian akan menemukan sebuah Gereja Kecil atau Chapel yang cantik berwarna putih, mungkin di sebut White Chapel dalam sebuah taman yang dinamakan Moonlight Garden. Seakan menambahkan kesan Surga nya, di kiri kanan Chapel ini terdapat seperti 2 malaikat yang menjaga. Saya kurang tahu apakah White Chapel ini bisa di masuki, karena saya tidak masuk

IMG_20160314_181436.jpg

MORNING PLAZA

Turun dari area Road to Heaven tersebut ke arah selatan mengikuti jalan kita akan bertemu dengan Morning Plaza. Sepanjang jalan ini kita akan melihat banyak payung berlampu hias yang di gantung cantik. Disini sebuah lapangan yang di dalam nya terrdapat beberapa arsitektur unik dan lucu berupa hewan, di antara nya beruang mirip Teddy Bear namun versi raksasa dan juga Angsa yang membentuk hati. Di lengkapi juga dengan lampu hias. 

Spoiler

IMG_20160314_181815.jpgIMG_20160314_181927.jpgIMG_20160314_181907.jpg

CONIFER GARDEN (Miniature Garden Rail)

Jika di Nami Island terdapat Wish Love Alley atau Lorong untuk menggantung kan kertas permohonan cinta, nah di The Garden of Morning Calm ini juga ada yang mirip namun beda nya ini berupa Garden Rail atau Lorong Taman yang di hiasi lampu tentu nya bernama Conifer Garden. Cantik sekali apalagi warna lampu nya dominan Pink dan Putih, menambahkan kesan romantis nya

 IMG_20160314_182121.jpgIMG_20160314_182400.jpg

Setelah dari sini saya menyudahi kunjungan saya di The Garden of Morning Calm ini dengan rute yang hampir sama melewati Cloud Bridge lagi, namun kali ini beberapa tempat yang awal nya belum menyala lampu nya sekarang sudah menyala, menjadi semakin cantik. Ini foto-foto tambahan nya ketika lampu sudah nyala

Spoiler

IMG_20160314_182718.jpgIMG_20160314_182739.jpgIMG_20160314_182919.jpg

Karena sudah sekitar pukul 18.30 WIT jadi Shuttle Bus hanya bisa sampai ke Cheongpyeong Terminal saja, karena Last Bus dari Garden ini yaitu pukul 19.30 WIT dan Last Bus yang menuju ke Gapyeong Terminal itu 18.00 WIT. Jadi saya hanya sampai ke Cheongpyeong Station saja. Kalian harus perhatikan ya jam keberangkatan shuttle bus nya agar tidak ketinggalan

xIMG_2966.JPG.c80114cad271610f31f05fba31

Tiba di Cheongpyeong Station, ini sebenarnya satu station sebelum Gapyeong Station jadi lebih dekat ke arah Seoul dan lebih dekat ke The Garden of Morning Calm seh. 

Cara untuk kembali dari Nami Island / Petite France / The Garden of Morning Calm ke Seoul menggunakan Subway :

  1. Naik Subway dari Station Gapyeong atau Cheongpyeong Station
  2. Turun di Sangbong Station
  3. Ganti ke Line sesuai tujuan kalian (untuk saya ke dongdaemun line 7)
  4. Harga one way ini 1250 won di cover oleh T-Money
  5. Perjalanan sekitar 1 - 1,5 jam

SAMGYETANG in DONGDAEMUN

Ya selepas tiba di Dongdaemun Historical & Cultural Park Station atau DDP saya memutuskan untuk mencari restoran yang menyajikan satu makanan khas korea yang disebut Samgyetang. Saya pilih di DDP ini agar dekat dengan penginapan saya jadi kalau pulang tidak jauh. Akhirnya saya tanya ke @mega_yoora dimana tempat makan Sam Gye Tang yang enak dan gak mahal dan dapatlah satu nama tempatnya masih di daerah DDP ini karena namanya menggunakan tulisan Hangeul jadi saya kurang tahu, tapi lokasi nya di belakang dari Lotte Fitin Fashion Mall

IMG_20160314_222554.jpg

Di belakang dari Lotte Fashion Mall ini memang ada banyak restoran, satu restoran yang bikin saya menarik adalah karena ada menu Samgyetang nya disana dan harga nya juga tidak standar jadi saya pilih disini

IMG_20160314_221236.jpg IMG_20160314_212301.jpg

Selain Samgyetang 13.000 Won saya juga memesan Kalguksu Chicken 7000 Won. Ok Samgyetang adalah sup ayam Ginseng Korea, sup ini berisi satu ekor ayam muda dan juga terdapat nasi yang di masukkan ke dalam badan ayam nya, jadi ketika kita membelah ayam terdapat nasi di dalam nya. Rasa nya segar dan hangat di tenggorokan karena ada ginseng nya, mungkin perbedaan lidah, yang di Seoul ini kurang asin sedangkan yang di Indonesia saya rasa pas asin nya :D

IMG_20160314_213204.jpg

Sedangkan Kalguksu Chicken adalah masakan berupa mie yang mempunyai kaldu ayam. Cukup sederhana seh hanya Mie Kaldu Ayam namun rasa nya ya berbeda dengan Mie Instan Kaldu Ayam.

IMG_20160314_213139.jpg

Ya tidak lupa juga Kimchi dkk nya menyertai, overall saya suka rasa makanan nya walaupun Samgyetang nya harus saya tambah garam lagi. Dengan total harga 20.000 Won. Ini makan malam terakhir saya di Seoul jadi ingin yang berkesan heheheh

IMG_20160314_213926.jpg

DONGDAEMUN NIGHT MARKET

Satu hal lagi karena ini malam terakhir di Seoul saya masih penasaran dengan Dongdaemun Night Market, karena katanya tiap malam ada night market di sekitar dongdaemun ini. Akhirnya saya cari juga dan ternyata memang banyak sekali yang berjualan di pinggir jalan di area trotoar dengan membuka seperti Warung Tenda. Dagangannya mostly makanan, fashion dan kebutuhan sehari-hari.

Saya mendapatkan Dongdaemun Night Market ini di dekat DDP Station exit 5, saya rasa di exit lain juga ada. Saya hanya beli satu baju untuk Anjing Kecil saya Filo seharga 10.000 Won.

IMG_20160314_223702.jpg

Dan saya pun pulang ke penginapan di Yakorea Hostel Dongdaemun dekat Cheonggu Station hanya beda 1 Station dari DDP ini. Dan mulai packing karena besok pagi nya saya harus flight pagi menggunakan Air Asia ke Kuala Lumpur - Bandung.

DAY 5 : 15 Maret 2016

Flight saya pukul 09.35 WIT jadi saya sudah berangkat dari penginapan sekitar pukul 05.00 WIT. Nah disini malapetaka lagi terjadi seperti yang saya alami ketika berangkat dari Bandung - KL lalu KL - Osaka di cerita sebelum nya yaitu Last Minute Call. Oh ya saya mendapatkan tiket Promo Air Asia ini sekitar 1.3 jutaan dari Air Asia Carnival tahun lalu

Mungkin karena masih ngantuk saya jadi kurang fokus untuk memperhatikan arah tujuan dari Subway yang harus saya naiki. Saya dari Cheonggu Station yang harus nya naik Line 6 ke Gongdeok Station, saya malah ke arah sebalik nya yaitu Samgakji Station. Makin menjauh dari bandara.

Saya pun tertidur di Subway itu mungkin sekitar 30 menitan saya baru ngeh kalau salah arah dan langsung bergegas balik arah menuju ke Bandara Incheon yang harus nya dari Cheounggu Station Line 6, turun di Gongdeok Station, lalu naik Arex All-Stop Train ke Incheon. Jadi saya sudah wasting time sekitar 30 menitan dan di tambah lagi jalan balik arah sekitar 45 menit lebih.

Tiba di Bandara Incheon pun langsung lari dan bergegas, untung di bagian imigrasi tidak lama. Walaupun tiba di Gate sudah Last Minute Call, masih keburu naik pesawat. Dan pas saya mencetak Hat-Trick 3 kali berturut-turut dalam satu kali trip menghadapi Last Minute Call :P 

Sekian cerita perjalanan saya selama 5 hari di Seoul, kesan saya Seoul sangat menyenangkan, lebih murah dari Jepang tentunya dan perlu waktu yang lebih untuk explore tempat wisatanya agar bisa menikmati.

Semoga cerita perjalanan saya ini berguna bagi kalian yang juga mau ke Seoul, saran saya baca dari awal ya agar bisa mengikuti. Link nya ada di bagian atas. Silahkan di Share jika berkenan :D

PENGELUARAN THE GARDEN of MORNING CALM

pengeluaran garden.jpg

 

Baca Juga : 3 Hari di Osaka itu Seru Loh

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
56 minutes ago, kyosash said:

sepertinya suasana malam di Garden of Morning Calmnya lebih bagus yah, btw Samgyetang kelihatan-nya mantap tuh  

setuju nih sama om @kyosash jadi lampion garden kalo malem udah ga morning calm :D

Gile sampe part 5.. dasyattt waahahaha.

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, min0ru said:

setuju nih sama om @kyosash jadi lampion garden kalo malem udah ga morning calm :D

Gile sampe part 5.. dasyattt waahahaha.

Yoi kalo malam mungkin jadi Garden of Light :D 

hhahay masih terus seh ini tar perintil2 nya :P 

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, deffa said:

yo yo ama pasangan ye liat aja nuansa nya\ dah romantis gitu hahah :P 

Cloud Bridge nya juga OK punya tuh. Pas musim yang ada airnya bisa ngegalau tuh sejem dua jam disitu hahahaha

Asal jangan bawa pancingan aja hahaha

Share this post


Link to post
Share on other sites
10 minutes ago, HarrisWang said:

Cloud Bridge nya juga OK punya tuh. Pas musim yang ada airnya bisa ngegalau tuh sejem dua jam disitu hahahaha

Asal jangan bawa pancingan aja hahaha

hahaha sama kita gue pas pertama kali kesini ngeliat itu jembatan ke bayang "Mancing Mania Mantap" hahhaha

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, twindry said:

akhirnya kelar  akakak...mantap euy. btw nama nya morning calm tapi kok lbh bagus di malam ya?  :bingung

tapi kalau pas Musim Semi bunga bermekaran emang bagus pas morning seh 

itu yang poto2 di gallery contoh nya :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, deffa said:

tapi kalau pas Musim Semi bunga bermekaran emang bagus pas morning seh 

itu yang poto2 di gallery contoh nya :D 

Untung turis mainland ngga separah yang di Jepang kemarin, yang ampe masuk kolam ambil air suci di kuil Kiyomizudera hahaha

Kalau brutal juga, itu lampu lampu bisa di petik satu satu buat koleksi hahahaha

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, HarrisWang said:

Untung turis mainland ngga separah yang di Jepang kemarin, yang ampe masuk kolam ambil air suci di kuil Kiyomizudera hahaha

Kalau brutal juga, itu lampu lampu bisa di petik satu satu buat koleksi hahahaha

wah kalo itu seh udah parah dah

tapi emang turis mainland yang gue temuin kemarin ya gitu deh tipikal banget

gue seh udah nyangka bakalan rese mereka jadi ya gak mau ribut panjang ngalah aja deh

Share this post


Link to post
Share on other sites
14 minutes ago, deffa said:

wah kalo itu seh udah parah dah

tapi emang turis mainland yang gue temuin kemarin ya gitu deh tipikal banget

gue seh udah nyangka bakalan rese mereka jadi ya gak mau ribut panjang ngalah aja deh

Mak gw aja pas di Beijing, gw baek baek dong antri di tengah desak desakan ribuan orang masuk gate Tiananmen Square, eh, gw cuma 3 kali ngedip, mak gw udah jauh di depan HAHAHAHAHAHA.

Sempat merah muka gw, mau nangis karna kepisah dari emak *ehh :bingung

Share this post


Link to post
Share on other sites
4 minutes ago, deffa said:

itu di baca dulu Mon FR nya

kan including lampu hias tar ngerti deh :D 

Udah gw baca mod.

kan sama ini juga sering muncul d drama korea. jadi gw paham.

cuma bahasa'y kaya ambigu aja yg td itu.

ahahahahahaha...

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, mone said:

Udah gw baca mod.

kan sama ini juga sering muncul d drama korea. jadi gw paham.

cuma bahasa'y kaya ambigu aja yg td itu.

ahahahahahaha...

iya kan terang kalo gelap

nah Lampu Hias nya akan Terang banget kalau pas Gelap Malam gitu mon :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Wah asik bacanya dari part-1.. terkenang-kenang Korea.. hahaaa.

Banyak yg belum didatangi juga... bisa nih buat panduan kalo ke Korea lagi, hehehee...

Thanks for sharing :senyum

Share this post


Link to post
Share on other sites
22 hours ago, Ester_V said:

Wah asik bacanya dari part-1.. terkenang-kenang Korea.. hahaaa.

Banyak yg belum didatangi juga... bisa nih buat panduan kalo ke Korea lagi, hehehee...

Thanks for sharing :senyum

 

21 hours ago, deffa said:

@Ester_V

halo ester thx dah baca

pernah ke korea ya waktu itu kemana aja mungkin bisa di tulis juga pengalamannya

Seru bacanya!

Aku cuma ke Seoul Jeju aja.. masih pengen balik lagi,. heheheee

Okeh, ntar aku coba nulis, sekalian napak tilas, xixixiiii

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, Ana Nakahara said:

Kalau pulang uda lewat dari jam 6 malam trus ga ke buru bus gmana tuh mas? apa ada alternatif kendaraan? soalnya kalau malam jam 7 an baru bagus pemandangannya.

@Ana Nakahara paling taksi dan biasanya one way 3000 won harganya 

29 minutes ago, Ester_V said:

 

Seru bacanya!

Aku cuma ke Seoul Jeju aja.. masih pengen balik lagi,. heheheee

Okeh, ntar aku coba nulis, sekalian napak tilas, xixixiiii

@Ester_V wah saya malah belum pernah ke jeju ayo tulis donk mba :D 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 17/6/2016 at 10:25 AM, deffa said:

iya kan terang kalo gelap

nah Lampu Hias nya akan Terang banget kalau pas Gelap Malam gitu mon

Semoga next korea bisa sempet kesini. Jadi biar bisa pamer foto kaya momod.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By anna22
       
      Beberapa minggu pulang dari Korea sekitar akhir November 2017, gw diultimatum sama ortu untuk tidak ke Jepang atau Korsel lagi. Lebih baik umroh atau ke negara lain. Padahal gw masih penasaran dengan musim semi di Jepang. Ya udahlah gw coba melancarkan taktik dengan mengajak ortu gw untuk jalan2 ke Jepang di musim semi 2018. Kebetulan gw agak lowong di akhir bulan April, begitu pula dengan Ibu yg sudah santai dengan pekerjaannya. Nemulah harga tiket JAL pp jakarta-narita Tokyo 5,3 jt. Menurut gw sih udah lumayan harganya, full service airlines sekaligus direct flight. Cuman memang jam keberangkatannya hanya dapat yang pagi. Ya udahlah yaaa....
      Di bulan Desember tiket pun terbeli. Setelah itu sambil menunggu urus visa (krn masih pake paspor biasa), gw pun mulai membuat itinerary dan setelah fix lanjut mencicil pesan penginapan. 
      Ortu gw bilang perjalanan ke Jepang ini inginnya sekali aja jadi gw puter otak gimana caranya bisa mendatangi tempat2 yang ok di jepang pada waktu yang tepat pula. Kebanyakan tempat2 yang didatangi berupa taman bunga dan tidak ketinggalan tentunya Tateyama Kurobe Alpine Route. 
      Oleh karena itu, pemilihan tanggal 18-27 April ini banyak dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya rute Tateyama sudah dibuka, ada festival sakura besar di Hirosaki (pengen banget kesini dari dulu), taman bunga ashikaga dan hitachi seaside juga sedang mekar, dan belum dimulainya golden week. 
      Hmmm panjang yaaa cerita awal mulanya, boleh diskip kok hehe langsung baca yg di bawah ini saja ya ^^
      18 April
      Flight jam 6.15 pagi dari Soetta Terminal 2D. Sampai di Narita jam 4 sore. Cek Imigrasi aman dan lancar tanpa tanya jawab. Setelah itu, sambil ortu istirahat, solat dan bersih2, gw ngurus sim card khusus paket data internet yang sudah dipesan melalui Klook (8 hari 4G/3 GB = Rp. 280.000). Lanjut ke JR office untuk tuker voucher JR pass walaupun baru akan aktivasi di tanggal 20. (Voucher JR pass udah dibeli di Indonesia pesan di Bobobobo). Sekalian juga beli Tateyama Kurobe Alpine Ticket seharga 9000 yen. Setelah itu beli pasmo(seperti e-money utk naik kereta, bis, beli sesuatu di vending machine, bayar di minimart, atau bayar loker)buat ortu dan isi ulang pasmo gw yg lama. 
      Setelah urusan ini itu beres, sebelum ke Shinjuku Express Bus Terminal, kami makan terlebih dahulu di Tentei Tempura dan Soba (halal certified) di lantai 4 terminal 2. Setelah perut terisi, kami ke lantai bawah untuk naik kereta menuju Shinjuku. Sebenarnya banyak pilihan kereta, tapi gw milih yang murah walaupun lama toh gak ngejar waktu juga sih hehe
      Sekitar jam 8.30 malam, sampailah di Shinjuku setelah transfer dr Nippori. Tadinya pengen mampir ke Tokyo Metropolitan Government Building, tapi ortu masih jetlag kayaknya jadi lgsg aja menunggu di terminal. Nah gw kan gak betah ya anaknya, jadi pas ngelihat ada Don Quijito, setelah memastikan waktu dan tempat naik sleeper bus ke Osaka nanti, gw pun minta izin untuk jalan2 sebentar. Bapak gw akhirnya ikut. 
      Oiya kenapa kami lgsg ke Osaka, dan menggunakan bus malam??? Selain efektif dan efisien yaitu, juga memberikan pengalaman sleeper bus ke ortu. Ternyata mereka senang karena baru pertama kali naik bis seperti itu. 
      Tepat jam 23.30, bus pun datang yang ternyata gak penuh2 amat. Setiap 2 jam sekali, bus pasti akan berhenti di rest area sekitar 20 menit untuk mempersilahkan penumpang ke toilet.
      19 April
      Tepat jam 7 pagi, sampailah kami di Willer terminal Umeda Sky Building. Setelah cuci muka dan ke toilet, kami lanjut ke penginapan untuk titip koper. Dari Umeda Sky Building, jalan kaki ke Osaka Station. Disana saya sempat ke information center untuk membeli Osaka Amazing Pass 1 day yang akan digunakan seharian ini (2500 yen) baik untuk tiket masuk lokasi wisata maupun osaka subway.
      Pilihan penginapan adalah Osaka Guesthouse Nest (selain dekat JR station =teradacho st, ada pilihan kamar untuk 3-4 orang, harga sesuai kantong juga ). 

      Setelah titip koper, kami lanjut ke Osaka Castle. Sebelum naik ke atas Castle, kami makan bekal dulu di tempat duduk yg ada di halaman depan castle. Harga tiket masuk sudah tercover OAP juga ya...



      Perjalanan dilanjutkan ke Osakako Station  untuk menuju Tempozan Giant Ferris Wheel dan Santa Maria Cruise. Ini juga sama tercover OAP. 

      Menjelang sore, kami memutuskan ke Matsuri Halal Restaurant. Sebenarnya ingin ke tempat lain, tapi terlalu jauh sedangkan kami sudah lapar. Kalau menurut kami sih rasa dan harga kurang sepadan. Rasanya biasa saja kalau dibandingkan makanan halal di resto lain yaa tapi balik lagi tergantung selera loh


      Malamnya kami ke daerah Sinsekai untuk ke Tsutenkaku Tower. Sama ini juga tercover OAP. Tadinya mau lanjut ke Namba Dotonburi tapi ortu udah ga sanggup dan mengingat juga besok akan ke Kyoto pagi2 jadilah akhirnya kami pulang ke penginapan dan istirahat.
      20 April 
      Jam 7 pagi setelah sarapan perbekalan di penginapan, kami menuju Kyoto. Hari ini JR pass sudah mulai diaktifkan. Tujuan pertama di Kyoto adalah Bamboo Forest Arashiyama. Disini kami berhenti di Jr saga arashiyama st krn pakai kereta Jr. Sekitar jam 9 sudah sampai dan kebetulan belum terlalu ramai. 1,5 jam kemudian saat kami akan kembali ke station, tiba2 makin banyak orang dan terutama anak2 sekolah ternyata banyak yang sedang study tour. 

      Di Kyoto ada penyesalan saya yaitu membeli 1 day Kyoto Bus Pass karena kami tidak memaksimalkan penggunaannya. Apalagi harganya sudah naik yaitu 600 yen huhu. Kami hanya memakai sekitar 460 yen aja. 

      Perjalanan dilanjutkan ke Kinkakuji (kuil emas). Ini juga tempatnya ramai dikunjungi orang. Dan cuaca sangat bersahabat bahkan cenderung panas terik. Inginnya minum terus. Mengingat belum makan siang, gw pun mencari resto halal terdekat dan nemu Ayam-Ya yang dekat Karasuma. Ini sebuah keputusan tepat, selain enak harganya juga bersahabat dan yang serve itu 2 perempuan Indonesia jadi nyaman untuk nanya2 menu (berhubung ortu gw suka agak bingung milih menu makan). Ada tempat solatnya pula. 

      Setelah kenyang, kami menuju Fushimi Inari Shrine dengan menggunakan kereta JR juga. 


      Untuk masuk kesini gratis dan kalau sanggup bisa sampai ke atas. Tapiiii ya kami ga sanggup jadi hanya foto2 di dekat gerbang torii saja. Udah cukup puas lah. Sama disini juga ramai dengan turis. 
      Tadinya gw merencanakan ke Nishiki Market dan Gion. Tapi ortu sudah tidak sanggup dan lelah. Pada akhirnya gw putuskan kembali ke Osaka dengan mampir ke Dotonburi sebelum pulang ke penginapan. 
      21 April

      Pagi sekitar jam 7, kami check out karena harus pindah kota, yaitu ke Kanazawa. Tercover dengan JR pass naik Thunderbird sekitar 3 jam. Sesampainya di Kanazawa kira2 jam 12an, kami check in di Good Neighbors Hostel yang hanya sekitar 5-7 menit jalan kali dari JR kanazawa station. Selain dekat, disini juga ada kamar khusus ber-3 dengan shared bathroom dan toilet. Ternyata bisa lgsg check in. Setelah istirahat sebentar, jam 1 an, kami pergi ke Kenrokuen Garden. Oiya sebenarnya saya sempat merencanakan ke Shirakawa Go, tapi tampaknya akan sangat melelahkan apalagi besok kami akan berpergian seharian jadi harus menghemat tenaga. Ya sudah akhirnya jalan2 di sekitar Kanazawa dengan 1 day city bus pass (500 yen). 

      Kira2 2 jam kami berkeliling di dalam Kenrokuen Garden ini (tiket masuk 300 yen). Dan masih ada bunga sakura tipe Kikuzakura. Lumayaaan..disini sempet nyoba eskrim berlapis emas karena tahun lalu penasaran hehe mumpung ada yang bantuin ngabisin beli deh walaupun muahaaal hiks 
      Perjalanan lanjut ke Omicho Market. Makan siangnya Seafood dan Vegetable Tempura. Pulangnya beli strawberry yang segar dan manis. 
      Nah ortu udah nyerah nih dan pengen pulang aja istirahat sedangkan gw pengen banget ke 21st Contemporary art Museum (karena tahun lalu mau kesini tapi tutup). Ya udah akhirnya gw jalan sendiri. Tapi gw cuman lihat exhibition yang di luar aja termasuk kolam renang yg terkenal itu karena gratis (haha). Tadinya mau lanjut ke daerah Chaya District (samurai district) tapi entah kenapa rasanya cape banget dan super ngantuk, sehingga gw memutuskan pulang. Waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore. 

      Kami pun tidur cepat karena besok pagi sekali harus berangkat. 
      22 April 

      Bertepatan dengan hari Minggu, jam 6 pagi kami sudah keluar penginapan. Oiya tiket kereta cepat ke Toyama sudah reserve seat sehari sebelumnya. Lamanya hanya sekitar 25 menit. Kenapa ke Toyama? Karena ini adalah salah satu titik awal perjalanan Tateyama Kurobe Alpine Route. Kalau ga dari Toyama ya sebaliknya Nagano.
      Dari stasiun Toyama, kami menuju ke Dentetsu Toyama station yang hanya berjalan kaki ke gedung sebelah. Dari sini, tiket pass yang sudah dibeli sebelumnya diaktifkan (jadi nanti sampai Nagano station ga usah bayar apa2 lagi). Disini kami menukarkan voucher dan mendapatkan 1 pass yang tidak boleh hilang karena harus selalu ditunjukkan sebelum menaiki transportasi tertentu. 
      Ga usah bingung ketika disini ya karena mmg lagi dibuka rutenya jadi segala petunjuk jelas begitu pula dengan petugasnya helpful banget. Jadi gak akan mungkin kesasar heee
      Berikut gw kasih gambaran perjalanan ya ya: 
      Dentetsu Toyama-Tateyama (naik kereta lokal sekitar 1 jam, sebaiknya sih dapet duduk ya karena lumayan juga lama) 
      Tateyama-Bijodaira (Tateyama Cable Car). Gak lama sih ini. 
      Bijodaira-Murodo atau snow wall (Highland Bus) jadi di perjalanannya itu makin lama makin naik dan berkelak kelok, kanan kiri itu hutan dengan tumpukan salju. Lamanya naik bus ada 15 menit. Jujur gw agak mabok sih hahaha karena berkelok2nya agak esktrem dan busnya pelan.

      Begitu sampai di Murodo, kami berjalan kaki di sepanjang jalan dengan dinding salju yang saat itu paling tinggi 17 meter. Bisa juga jalan melalui jalanan berlapis salju (tapi karena gw masih trauma jatuh di tahun lalu, yg baca FR gw pada tau lah yaaa) gw pun memilih jalan di aspal heuheu. 


      Di tempat perberhentian Murodo itu ada 3 lantai, ada restoran, waiting room, jual oleh2, dan di lantai 3 paling atas ada observation desk yang ternyata menuju bukit gitu, jadi bisa main2 salju disini nih. Orang2 yg mau snow boarding juga lewat sini. Daan saat gw mau foto dengan hamparan salju, gw berpegangan erat ke tangan Bapak saking takutnya jatoh h
      Oiya jangan terlena main disini ya kawan, karena kita harus melanjutkan perjalanan. 
      Murodo-Daikanbo (Tateyama Tunnel Trolley Bus) ini menarik sih karena trolley bus ini melewati lorong yang panjang. Berhubung terminal Daikanbo ini kecil dan orangnya banyak, kami langsung ke Kurobedaira.
      Daikanbo-Kurobedaira (Tateyama Ropeway) ini kereta gantung cukup ngeri sih secara di bawahnya itu lembah/jurang.  Mana dipenuh2in gitu pas naik. Tapi untung tidak terlalu lama. Disini kami sempat ke observation deck untuk melihat pemandangan sekitar. 
      Kurobedaira-Kurobeko (Kurobe Cable car) nah dari sini jalan kaki melewati Kurobe Dam. Besar banget sih dan anginnya itu loh lumayan dingiin. Agak jalan kaki tapi diselingi foto2 juga. 

      Kurobe Dam - Ogizawa (Kanden Tunnel Trolley Bus) disini terminal untuk naik bus menuju Nagano. Karena masih termasuk pass, kami naik Alpico Express Bus ke Nagano JR station. Sekitar 1 jam perjalanan. 

      Sampai di Nagano Station, kami kembali ke Kanazawa menggunakan shinkansen sekitar 1 jam perjalanan. 
      Fyi: Tateyama Kurobe Alpine ini cukup menguras tenaga. Ada tempat2 yang harus jalan dan menanjak. Bawa makanan atau cemilan karena restoran ramai. Untuk yang muslim bisa juga bawa bekal saja karena sulit mencari halal food disana.
      23 April

      Hari ini kami pindah kota lagi menuju Aomori. Aomori itu letaknya di utara Jepang dan termasuk Tohoku Region. Untuk ke Aomori, kami harus naik shinkansen, yaitu Kanazawa-Omiya. Omiya-Shin Aomori. Nah waktu transfer di Omiya ini mepet banget cuman 6 menit, mana ada drama salah platform lgi jadilah ketinggalan kereta. Akhirnya reserve seat lagi untuk keberangkatan kereta selanjutnya yaitu 1 jam kemudian. (Kalau jalan sama ortu, gw harus selalu reserve seat). Tapi jadinya duduk agak pisah2, ya sudahlah ga apa2 yg penting cepet nyampe. Total perjalanan sekitar 5 jam. 
      Jam 1an sampailah kami di Shin-Aomori. Berhubung kami menginap dekat Aomori Station, jadi kami naik kereta lokal sekitar 6 menit. Disini kami menginap 1 malam di Iroha Ryokan yang hanya sekitar 5 menit jalan kaki dr station. Berhubung Ryokan, ya ala2 penginapan khas Jepang yang beralaskan tatami. Meski kecil, Ryokan ini bersih dan cukup lengkap. Di dalam kamar sudah disediakan cemilan, teh, kopi,air panas,handuk, dan kimono untuk tidur. Overall, ortu gw seneng banget sih nginep disini hehehe karena berasa seperti di film2 Jepang, sayang cuman semalam. 
      Setelah check in dan solat, kami lgsg berangkat lagi menuju Hirosaki. Sebenarnya ada beberapa jenis kereta, salah satunya kereta dengan waktu tempuh cukup cepat yaitu 30 menit. Tapiii waktunya tidak pas sehingga kami naik kereta lokal sekitar 45 menit (Aomori-Hirosaki). 
      Sesampainya di Hirosaki st., mampir dulu ke Information Center untuk ambil peta Hirosaki Park. Berhubung sedang festival, ada bus lgsg menuju salah satu gate, harga tiketnya 100 yen. Perjalanan naik bus sekitar 10 menit. 

      Begitu sampai di Hirosaki Park, kami piknik dulu makan siang eh sore deng tepatnya di taman yang telah disediakan. Lalu dilanjutkan dengan berkeliling taman yang luas termasuk ke Hirosaki Castle. Untuk masuk kawasan castle ada tiket masuk yaitu 300 yen. 

      Tempatnya luas banget sih dan saran saya lebih baik dateng kesini dari siang menuju malam karena ada light up illumination menjelang malam dan juga ada pasar malam. Yang saya lihat sih kebanyakan turis lokal seperti anak2 sekolah. Turis asingnya agak jarang. Kalaupun ada kebanyakan dari China dan Korea. 


      Akhirnya sekitar jam 7 malam, kami kembali ke penginapan. Seruuu, kalau disuruh ngulang kesana lagi pas musim semi, gw mau2 aja sih hahahaha

      24 April
      Seperti biasa kami check out pagi karena hari ini akan ke Tokyo, yaitu kota terakhir. Selama 3 malam 4 hari kami akan di Tokyo. Perjalanan ditempuh sekitar 4 jam. Oiya di Aomori ini terkenal dengan buah Apelnya. Untuk oleh2 bisa beli jus apel atau makanan olahan dari Apel. Jus apelnya enaaaak banget sampe Ibu saya beli beberapa botol kecil sebagai oleh2 hahahahaha
      Di Tokyo kami menginap dengan airbnb di daerah Ryogoku. Ini juga cukup nyaman dan ok tempatnya. Hostnya cepat tanggap. Berhubung akan sampai jam 1 sedangkan waktu check ini baru jam 3, tadinya niat titip koper tapi wa si host, ternyata boleh check in lebih awal..yeaay. 
      Nah sebelum ke Ryogoku pasti transfer di Akihabara. Kebetulan ada Coco Curry Halal di dekat station ini. Yaa kami melipir dulu sekalian makan siang. Enaaaaknyaaa (sorry ya yg baca ini lagi puasa hehehe)
      Sorenya hanya gw dan Bapak yang jalan karena Ibu makin parah flu dan batuknya sehingga memutuskan istirahat aja di kamar. 
      Untuk menghabiskan waktu sore dan malam, gw ngajak Bapak ke Shibuya, Harajuku dan terakhir Odaiba. Oiya jalan sama ortu itu kudu sabar dan jangan bikin mereka kelaperan! 
      25 April
      Pas bangun pagi ini, seperti biasa gw cek accuweather dan ternyata hari itu akan hujan seharian. Agak bimbang sih pergi atau enggak ke Hitachi Seaside Park. Gw pun gambling dengan berpikir mungkin kalau udah agak siangan hujannya berhenti. Untuk kesini, naik kereta dari Ueno sekitar 1,5 jam berhenti di Katsuta Station. Lalu dilanjutkan naik bus sekitar 15 menit. Ternyata oh ternyata... selama disana masih hujan disertai angin. Mana gw ga pake jaket, jadi walaupun pake payung tetep basahlah baju, celana, sepatu. Mana ada acara pake kepisah pula dengan ortu 
      Jadi ceritanya untuk menuju miharashi hill yg terdapat hamparan bunga nemophila (baby blue eyes), ada 2 cara yaitu dengan cara berjalan kaki sekitar 15 menit atau naik shuttle bis tapi bayar 300 yen sekali jalan. Nah gw lebih milih jalan dengan alasan ingin lihat taman lainnya sedangkan ortu naik bus itu. Kami pun sepakat untuk bertemu di dekat toilet (sambil menunjukkan peta). 

      Ternyata halte shuttle bus itu beda dengan arah kedatangan gw dan ada 2 toilet. Jadilah gw mencari2 dan bahkan sempat balik lagi ke pintu masuk sambil menunggu. Akhirnya gw memutuskan naik shuttle bus karena kemungkinan mereka nunggu dekat situ. Eeeh bener aja pas gw nyampe, mereka lagi duduk sambil foto2. Sempet khawatir gmn kalau sampe hilang huaaaa Alhamdulillaaah

      Nah tadinya kan setelah dari Hitachi Seaside Park, kami akan ke Ashikaga Flower Park. Tapi karena basah dan kedinginan dan kayaknya sama aja bohong kalau cuacanya ga mendukung. Akhirnya kami memutuskan pulang. Tapi sebelumnya pas di Ueno kami menyempatkan ke Ameyoko Market untuk beli cemilan dan makan malam. Sekalian pengen nyoba juga halal kebab dan ayam panggang. Herannya pas di Ueno, cuaca cerah dong. Kzl.

      Pesan moral: percayalah pada perkiraan cuaca di Jepang. Kalau memang hujan besar jangan memaksakan diri untuk berkegiatan di luar karena jadinya percuma kurang menikmati.
      26 April
      Di dalam itinerary yg gw buat, harusnya hari ini ke Kawaguchiko, tapi setelah berunding, kami memutuskan ke Ashikaga Flower Park apalagi hari ini diperkirakan cuaca cerah. 
      Ini keputusan yang sangat tepat karena ortu gw seneng banget ke taman bunga ini. Gw juga sih secara udah pernah ke Kawaguchiko, kalau kesini kan belum hehehe. 
      Untuk kesini jg sama, gw naik kereta dari Ueno ke Oyama lalu dilanjutkan dengan JR Ryomo Line menuju Ashikaga Flower Park Station. Tinggal jalan kaki 3 menit deh. Agak jauh sih ini dari tokyo, total 2 jam lah. 
      Enaknya dari pagi kesini jadi belum terlalu ramai, tapi sebenarnya bisa juga sore menjelang malam karena ada light up illumination. Harga tiket masuknya bervariasi tergantung banyaknya bunga yang sedang mekar. Saat itu harga tiketnya 1000 yen/orang. 

      Sebenarnya tempat ini lumayan luas dan banyak arena untuk duduk2 santai sambil makan siang. Ada juga restoran tapi karena kurang tahu ada halal atau tidak, kami sih bawa bekal. Seru juga makan bekal dengan pemandangan bunga warna warni. Wangi pula. Saking wanginya banyak lebah, tapi tenang aja mereka gak menyengat kok asal kita gak ganggu. 

      Bunga utama disini adalah Wisteria, ada warna putih, ungu, kuning, dan pink. Saat kami datang, yg sedang mekar adalah warna putih dan ungu. Ada 1 pohon wisteria yang paling tua dan besar loh. 

      Bagi pecinta bunga wajib sih kesini!!! Kebanyakan yang kesini orang tua, agak jarang lihat yang muda mudi hehehe. Jangan lupa mencicipi eskrim khas yg konon katanya terbuat dari bunga wisteria ungu. 

      Pulang dari sana, setelah mengantar Ibu ke apartemen, gw dan Bapak lgsg lanjut jalan lagi. Tujuannya sih belanja karena besok hari terakhir huhuhu. Sebelumnya sempat mampir ke Sensoji Temple dan Asakusa. 

      27 April
      Ini hari terakhir kami di Jepang. Meski penerbangan masih jam 6 sore, kami memutuskan hanya ke Tokyo Camii sekalian Bapak solat jumat disana. Jadilah kami leyeh2 dan baru check out jam 10. Sebelum ke Tokyo Camii, kami ke Nippori station untuk titip koper karena nantinya kami naik kereta dari Nippori untuk ke Narita. 

      Kami sampai di Tokyo Camii jam 11an dan ternyata waktu solat jumat baru mulai jam 12.45. Dan saat solat jumat tidak ada tempat menunggu untuk wanita. Alhasil saya dan Ibu kembali lagi ke Yoyogi-Uehara St untuk menunggu sambil makan bekal. Agak mepet sih pulangnya karena gw milih naik kereta biasa untuk ke Narita. Untungnya kami sudah web check in sehingga tinggal print boarding pass (secara mandiri) dan setelah itu drop bagasi. Cumaaan pas di imigrasi antriii daaaan gate kami jauuuh sekali, jadi gak sempet tuh yg namanya last minute shopping di airport. Kagak sempet, baru duduk 1 menit udah lgsg dipanggil boarding hahahaha
      Yuup sekian FR Jepang kali ini. Panjang yaaa moga2 ga pegel dan bosan bacanya hehehe. As usual kalau ada yang mau ditanyakan silahkan yaa komen atau dm juga boleh :)
       
      Apps berguna selama trip:
      -Japan Travel by Navitime. Selain menunjukkan waktu keberangkatan kereta dengan tepat, saat reserve seat shinkansen atau kereta express, bisa sambil menunjukkan ini ke petugas. Sayangnya harus ada konektivitas internet. Tapi kalau udah sebelumnya masuk ke pencarian akan tersimpan kok atau screenshoot aja.
      -Google Maps. Penting bagi yang suka nyasar dan pengen cari tempat tertentu. Akurat kok ini kalau di Jepang. 
      -google translate. Kalau mau nanya2 ke orang lokal. Atau menerjemahkan tulisan jepan.
      -Muslim Pro. Bagi yang muslim, untuk arah kiblat dan waktu solat. 
      -traveloka, booking.com, airbnb. Untuk pesan2 penginapan, tiket pesawat
      Website penting dan berguna:
      -www.japan-guide.com. Ini sih sumber no 1 bagi gw. 
      -www.halalmedia.jp. Untuk tahu resto halal dan tempat solat. 
      -forum jalan2. Ini juga penting karena banyak info keren dan menarik. 
      Note: foto2 disini diambil dengan kombinasi kamera hp dan kamera mirrorless

    • By ko Acong
      Bosan mengunjungi Jepang hanya Tokyo - Kyoto - Osaka? Perlu nih piknik dengan suasana berbeda 360 derajat. Cobalah destinasi anti mainstream yaitu Alpine Route memang biaya agak mahal sedikit, namun kita akan bahagia dengan pemandangan yang tiba2 berubah dari satu spot dan lainya dan disuguhi udara yang super bersih.
      Untuk menyusuri Alpine Route kita harus bayar terpisah dari tiket JR, mau itu JR Pass, JR West ataupun JR East yaitu harus bayar option tiket nya 9000 yen, lalu tinggal duduk manis. Atau mau eceran pun ada namun akanboros 3000 yen (total 12.000 yen ).
      Bagaimana cara ke Alpine Route?
      Ini adalah jalur saya yang pasti berbeda dengan pemegang JR Pass. Dari Shinjuku Tokyo, naik Highway Bus menuju Matsumoto seharga 4500 yen selama kurang lebih 3 jam waktu tempuhnya.
      Tak lupa saya tukarkan Tourist Pass Matsumoto - Takayama - Alpine,  beli di Travel Agent di Indonesia seharga 17.500 Yen. Dengan Rincian JR Pass mencakup: Shinan-omachi - Matsumoto - Kiso Fukushima - Ena - Nagoya - Gifu - Gero - Takayama - Hida - Toyama. 
      Saya tidak beli JR Pass karena akan lebih hemat sebesar Rp 1.2 jutaan dengan Tourist Pass ini,  karena tidak ke Osaka dan pulangnya Via Narita.
      Piknik seputaran Alpine - Takayama - Matsumoto bisa mengunjungi beberapa Prefektur. Yang saya kunjungi menggunakan JR campur dengan pilihan saya yaitu Tourist Pass, berlaku untuk 5 Hari seharga 17.500 yen.
      Berikut destinasi yang saya kunjungi.
      Matsumoto:
       Saya kunjungi Kastil Matsumoto, salah satu yang terkenal di Jepang. Jinjo (lupa namanya dengan warna yang dominan pink) Salah satu perguruan tinggi melegenda Kaichi School Museum Kami kochi  sungai yang jernih: http://www.kamikochi.or.jp/ Narai Juku / Kiso Valley:
      Desa kuno yang memegang peranan penting untuk jalur distribusi perdagangan  Tokyo ke Kyoto, dari hasil pegunungan Takayama dan desa seniman keramik, serta ada satu Obat dewanya yang sangat manjur sayang saya nggak bisa bacanya: https://www.japan-guide.com/e/e6080.html
      Hida:
      Sebuah kota kecil penghasil kayu paling berkualitas dengan ahli-ahli kayunya. Pemandangan sekeliling nya indah dengan dilintasi sungai besar berasal dari pegunungan di Takayama. Dan yang paling unik ada jalan yang berjejer, serta rumah-rumah kuno dengan ada selokan kecil yang isinya ribuan ikan koi besar-besar, ini untuk menandakan bahwa dampak Bom Atom jaman Hiroshima - Nagasaki telah clear. Daerah ini menjadi terkenal karena Ikan Koi tersebut.
      https://www.google.com/destination?dest_mid=/m/02jbp_#dest_mid=/m/02jbp_&tcfs=EhoaGAoKMjAxOC0wNi0wORIKMjAxOC0wNi0xMw
      https://www.infojepang.net/info-wisata-di-takayama/
      Gero Onsen
      http://video.metrotvnews.com/kokoronotomo/5b2E9mMN-jalan-jalan-di-gero-onsen-gassho-mura
      Kota wisata yang mempunyai sungai dan onsen umum, sayang saya datang nya kepagian, coba kalau nginap di Gero atau agak sore, tentu mataku berbinar-binar dengan onsen yang nyampur cewek cowok hihihih, jangan omes ya tradisi mandi bareng di onsen merupakan suatu kehormatan bagi tradisi lokal yang menjadikan kita termasuk satu keluarga besar saat itu.
      Semuanya berdekatan dengan Prefektur Gifu, hanya dengan 17.5000 Yen kita bisa mengunjungi tempat-tempat ini semua. Bisa dari Tokyo atau dari Osaka, tentunya berbeda-beda tipe JR Pass nya. Jika ingin nyaman beda sedikit pegang lah JR Pass.
      Perjalanan Ko Acong nano nano rasanya, kurang afdol jika tanpa kendala dan berbagai hambatan, secara “si bocah tua nakal“ (yang tidak bisa Bahasa Asing, Gaptek dan segala kekurangannya).
      Kendala pertama yang menghambat perjalanan saya selama 5 hari adalah teledor nya saya dikala menukar Tourist Pass tidak dibaca. Saya beli tiket terusan Tourist Pass Alpine - Takayama - Matsumoto sudah betul, namun petugas di JR Tokyo lalai salah menempelkan ke kartu yang JR West Pass. Nah, kendalanya pas mau digunakan ditolak oleh petugas di lapangan, satu petugas ke petugas lainya tetap ditolak, sampai lebih dari 5 orang. Waduh apa daya saya sekarang secara saya bawa uang benar-benar dibatasi mutlak hanya 20.000 yen untuk uang saku selama seminggu. 
      Begitu lunglai pas lirik ada Japan Tourist Information, nah saya coba deh kesana. "Please help me talk Bahasa?????" Bengong tuh semua. Aduh kumaha atuh ieu teh wot hepen cantik. Keluar deh seorang atasannya sambil bawa HP gede sebesar buku. Mulai dia taktik tuk eh keluar suara Indonesia "apa yang bisa kami bantu?"
      Saya jawab tapi tetap ngak nyambung pake input suaranya. Nah, disini bodoh tapi pandai (bawaan sejak lahir) nya si bocah tua nakal, secara saya pernah utak atik Translate Bahasa. Ku ketik juga via abjad dan BINGO nyambung deh walau lama mereka tetap sabar.
      Sudah tahu masalahnya, langsung bikin maklumat sakti untuk kepala stasiun. Bla bla bla mohon untuk membantu  Lao ye (bos tua). Hal ini yang salah adalah Pihak JR Tokyo dan ada Catatan Contact Person Pejabat JR Pusat.
      Walau udah beres, namun tetap ada saja tiap ganti prefektur kendala terjadi lagi. Saya keluarkan jurus nakal nya sampai kepala stasiun berkenan keluar kandang nya dengan gunakan Google translate, suara dikencangkan dan heboh kan hehehehe si bocah tua nakal punya mainan baru.








      Fr Alpine2018.docx













    • By Dantik
      Hari 1, 5 Mei 2018 : Athena
      Hari 2, 6 Mei 2018
      Pagi ini kami berangkat dari Athena menuju Roma menggunakan Ryan Air. Perjalanan selama 2 jam berjalan tepat waktu. Ryan Air adalah budget airlines yang cukup ketat dalam masalah kabin bagasi. Hanya diperbolehkan satu tas jinjing atau backpack yang muat dibawah kursi jika tidak membeli kabin bagasi.
      Mendarat di bandara Roma Ciampino, ada 3 pilihan transportasi dari bandara menuju kota. Pertama menggunakan taksi tarif flat 30 euro. Kedua menggunakan airport shuttle bus tarif 5-6 euro. Dan yang terakhir menggunakan bus + metro tarif 1.50 euro.
      Kami menggunakan pilihan ketiga yaitu dari Ciampino Airport menggunakan bus 520 turun di Cinecitta. Kemudian naik Metro A turun di Termini Station. Metrebus tiket 24 jam harga 7 euro.

       
      1.Santa Maria Maggiore
      Dari Termini Station kami mulai mengeksplore kota Roma. Pertama kami menuju Santa Maria Maggiore, sudah mulai terlihat antrian masuk gereja pada saat itu.


      2.San Giovanni
      Kemudian kami pergi ke San Giovanni menggunakan Metro A dari Vittorio Emanuele Station turun di San Giovanni Station.

      3.Colosseo
      Dari San Giovani kami pergi ke Colosseo menggunakan Tram 3. Di sini terlihat banyak sekali wisatawan, terlihat juga antrian yang panjang. Banyak orang yang menawarkan jasa Skip The Line untuk masuk ke Colosseum. Ada 3 objek wisatawan yang bisa kita lihat di sini. Pertama Coloseum itu sendiri, kedua Arch of Constantine, dan yang ketiga Roman Forum.

      4.Piramide
      Dari Coloseum kami pergi ke Piramide menggunakan Tram 3 yang sama turun di Porta S. Paolo. Mungkin ga banyak orang yang tau kalau di Roma itu ada Piramida juga.

      5.Circo Massimo
      Dari Piramide kami kembali ke Circo Massimo menggunakan Tram 3 arah balik turun di Aventino. Circo Massimo ini adalah lahan luas yang dulunya dipakai untuk arena sirkus seperti pacuan kuda dll. Kemarin saya lihat di sini kalau sore banyak juga yang jogging. Sebelah Circo Massimo adalah Palatine Hill.

      6.Bocca della Verita
      Dari Circo Massimo kami mulai berjalan menuju Bocca della Verita. Ternyata banyak orang mengantri untuk berfoto di Bocca della Verita. Bocca della Verita nama lainnya adalah Mouth of Truth. Konon katanya jika kita memasukan tangan kita ke dalam mulut batu kuno ini dan ketahuan berbohong, maka batu ini akan menggigit tangan kita sampai putus. Sayang, kami tidak sempat mengambil foto batu itu karena antrian yang panjang.

      7.Isola Tiberina
      Dari Bocca della Verita kami berjalan lagi menuju Isola Tiberina. Isola Tiberina adalah sebuah pulau kecil di tengah sungai Tiber. Di pulau ini ada gereja San Bartolomeo dan juga taman untuk duduk-duduk di pinggir sungai.


      8.Palazzo Farnese
      Setelah makan es krim di sini kami naik Bus 280 ke Palazzo Farnese.

      9.Campo dè Fiori
      Dari Palazzo Farnese ini kami berjalan ke Campo dè Fiori. Di sini banyak sekali orang berjualan, mungkin seperti pasar kaget kali yah.

      10.Capitoline Museums & Piazza Venezia
      Lalu kami berjalan lagi ke Capitoline Museums & Piazza Venezia melalui jalan Botteghe Oscure. Ini adalah tempat terakhir yang kami kunjungi sebelum kami berangkat ke Terminal Bus Tiburtina untuk melanjutkan perjalanan kami ke Venice dengan bus malam.

       
      Itulah itinerary hari pertama kami di Roma. Kami menggunakan Metrebus tiket 24 jam harga 7 euro untuk semua transportasi kami dalam satu hari.
      Dari Terminal Bus Tiburtina kami menggunakan Bus Center ke Venice harga tiket 21 euro.
    • By Dantik
      Hello guys!
      Udah lama nih ga bikin FR. Mumpung masih seger biar ga lupa kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya di Yunani.
      Hari 1, 5 Mei 2018
      Penerbangan langsung dari Singapore – Athens memakan waktu 12 jam. Setelah sampai di Athens ada 3 pilihan transportasi dari bandara ke kota. Pertama menggunakan taksi tarif flat sekitar 38 euro, kedua menggunakan Metro 3 tarif 10 euro, ketiga menggunakan Bus X95 tarif 6 euro. Kami menggunakan Bus X95 Airport – Syntagma Square 6 euro, perjalanan sekitar 45 mnt tergantung arus lalu lintas. Kami menginap di daerah Syntagma Square.
      1.The Athenian Trilogy
      Tujuan pertama adalah The Athenian Trilogy yaitu National Library, University of Athens dan Academy of Athens. 3 neoklasik bangunan di Jalan Panepistimiou tidak jauh dari tempat kami menginap.

      2.National Archaeological Museum
      Kemudian National Archaeological Museum. Dari National Library bisa mengggunakan Trolley Bus 2,4,5,11,15. National Archaeological Museum adalah museum arkeologi yang terpenting di dunia. Tempat artefak Yunani diantaranya Patung Zeus dan Kuda dengan Joki yang terkenal itu. Tiket masuk 10 euro.

      3.Syntagma Square
      Kemudian dari National Archaelogical Museum kami kembali ke Syntagma menggunakan Trolley Bus yang sama. Di Syntagma Square kami melihat pergantian prajurit di depan Gedung Parlemen (The Tomb of The Unknown Soldier). Pergantian prajurit yang berlangsung sekitar 15 menit setiap jamnya.

      4.National Garden dan Zappeion
      Setelah itu kami berjalan melewati National Garden dan Zappeion.

      5.Panathenaic Stadium
      Kemudian menuju Panathenaic Stadium. Di Panathenaic Stadium ini kami hanya foto dari luar.

      6.Temple of Olympian Zeus
      Dari Panathenaic Stadium kami berjalan ke Temple of Olympian Zeus. Di sini kami membeli tiket kombinasi Acropolis sebesar 30 euro mencakup Temple of Olympian Zeus, Acropolis, Roman Forum and Tower of the Winds, Hadrian's Library, Ancient Agora dan Kerameikos.

      Beberapa meter dari Temple of Olympian Zeus berdiri Arch of Hadrian.
      7.Plaka
      Dari Arch of Hadrian kami menuju Acropolis. Melewati Melina Merkouri , Monument of Lysicrates / Plaka. Di sini banyak menjual souvenir dan tempat makan.

      8.Acropolis
      Dari Plaka kami menuju Acropolis. Sayang, kami tidak ke Acropolis Museum karena sudah terlanjur masuk ke pintu masuk bagian tenggara Acropolis. Masuk menggunakan tiket kombinasi yang sudah kami beli.
      Acropolis adalah tempat yang wajib dikunjungi jika kita berada di Athena. Acropolis yang berada di atas bukit melewati beberapa bagian yaitu The Ancient Theatre of Dionysos, The Stoa of Eumenes, The Odeion of Herodes Atticus.

      Setelah melewati itu semua dari pintu tenggara, akhirnya kami berada di pintu gerbang Acropolis. Propylaea merupakan pintu utama Acropolis. Di sebelah kanan Propylaea kita akan melihat kuil Athena Nike.

      Setelah masuk di sebelah kiri kita akan melihat Erechtheion. Di sebelah kanan kita akan melihat Parthenon, kuil yang terbesar dan paling termasyur di Acropolis.

      Dari Acropolis kami keluar dari pintu barat melewati bukit Areiospagos menuju Ancient Agora.
      9.Roman Forum and Tower of the Winds
      Sayang, Roman Forum and Tower of the Winds sudah tutup pukul 15:00. Jadi kami hanya bisa melihat dari luar. 

      10.Hadrian's Library
      Sayang, Hadrian's Library juga sudah tutup pukul 15:00. Jadi kami hanya bisa melihat dari luar. 

      11.Ancient Agora dan Temple of Hephaestus
      Untungnya Ancient Agora belum tutup hingga pukul 20:00. Ancient Agora adalah contoh yang paling terkenal dari agora Yunani kuno dan terletak di barat laut Acropolis. Di dalam Ancient Agora ini terdapat Temple of Hephaestus dan Stoa of Attalos.

      12.Kerameikos
      Dari Ancient Agora kami buru-buru ke Kerameikos ternyata sudah tidak bisa masuk lagi karena sudah mau tutup. Cuma bisa lihat dari luar, hiks...

      Kami kembali ke penginapan melewati Thession Station, Monastiraki Sq. / Flea Market.
      Kami menginap di Small Funny World Athens Hostel, dekat dengan jalan Ermou. Berada di tengah antara Syntagma dan Monastiraki.

       
      Itulah itinerary hari pertama kami di Athena. Menurut kami Athena bisa dikunjungi dalam satu hari. Karena area yang cukup kecil berada di tengah kota sehingga mudah dijangkau dengan berjalan kaki.
      Hari 2, 6 Mei 2018 : Roma
    • By itsmeu
      안녕하세요~~ (Annyeong haseyo, Hello)
       
      Pertama-tama,Alhamdulillah, finally, akhirnya meu menjejakkan kakinya di Korea Selatan. Setelah nabung nabung, momok visa yang menakutkan akhirnya guys, aku berangkat juga ke salah satu country goals akooh, secara basicnya ak emang anak yg doyan korea-an baik kpop/drama dr jaman full house.
      Tanpa banyak curcol lagi...FR yg sudah aku janjikan pas nulis thread malaka...check it out...
       Jadinya tanggal 28 April – 5 Mei 2018 kemarin aku dan 2 tmnku berangkat ke negeri gingseng.
      Tiket pesawat Air Asia: PP 3.78jt + bagasi 1 (20kg) = 4.28 jt
      Lokasi penginapan: BB Hostel Hongdaeline (KW hongdaeline) : 380000 won/seminggu (private bathroom,kamar isi ber3 aja)
      Sebelumnya ak kasih dulu summary itin 1 minggu di Seoul:
      28/04: Nginep di Incheon T2
      29/04: Gyeongbokgung Palace, Bukchon Hanok Village
      30/04: Ewha University dan sekitarnya, Namdaemun Market, Namsan Tower
      01/05: Nami Island, King sejong statue, kyobo bookstore, cheonggyecheon stream, Myeongdong
      02/05: Itaewon, Myeongdong dst
      03/05: Napak tilas Kpop lol (Entertainment company,kroad star, Gangnam), seoul national univ (SNUFestival)
      04/05: Pendakian gunung Acha (Achasan), DDP, Lotte mart pusat, Seullo, Hongdae street, Hangang river
      05/05: Jimjilbang/Sauna, BT21 Hongdae store dan sekitarnya, ewha lagi, siap siap perjalanan pulang
      Jujur ini itin sebenernya full banget hahaha karena ternyata jalan kaki di korea itu jauh-jauh dan di indo kebiasaan dimanjain abang ojol...kaki bengkak tapi hati bahagia no problemo
      to be continue~~
    • By ko Acong

      Berapa Biaya perjalanan saya selama seminggu sejak sari Bandung - Japan - Bandung? Berikut rinciannya:
      Tiket Pesawat CGG - Narita - CGK PP: Rp. 2.420.000,- Bus Bandung - Jakarta PP: Rp. 230.000,- Turispass Matsumoto Alpine Takayama  @17500 yen: Rp. Rp 2.275.000.- Bus Narita - Matsumoto @11.000 yen: Rp. 1.430.000.- Hostel Cabin dan Hotel 5 malam x 500.000.-: Rp 2.500.000.- (Gratisss tis dari Voucher Agoda) Bus Narita - Matsumoto seharusnya PP @12000 yen: Rp. 1.560.000,- Uang saku buat makan  minum kopi ngemil dan tiket masuk berbayar, bawa Cash 20000 yen sisa 3850 yen, terpakai 16150 yen: Rp 2.100.000.-  
      Jika tranportasinya di campur ala saya: Bus 1.430.000 + Matsumoto alpine Turispass Rp. 2.275.000 = Rp. 3.705.000 (hemat Rp 1.015.000.-)
      Note: Ada yang kasih tiket Narita - Tokyo bus, lumayan irit 2000 yen atau Rp 260.000)  
       
      Total pengeluaran Pasti semuanya Trip Tokyo, Matsumoto, Narai, Hida, Gero, Gifu, Ena, Toyama, Nagano, Nagoya, Takayama dan masih bisa ke tempat lainya adalah:
      Simulasi bila pake JR Pass perbedaannya: 27000 Yen
      Tiket Opsional Alpine Route: 9300 Yen
      Jumlah 27000 - 9300 = 36300 yen (Rp 4.720.000.-)