• agoda-hemat.png

deffa

My Best Moments 5 Days in Seoul : Part 5 (The Garden of Morning Calm)

82 posts in this topic

Hola Deffa Here !!!

Wow gak nyangka panjang juga ya cerita perjalanan ke Seoul saya 11-15 Maret 2016 kemarin, sekarang udah masuk Part 5. Tapi bagi kalian yang baru mengikuti cerita perjalanan saya ini, ada baik nya membaca dari awal ya klik link berikut :

My Best Moments 5 Days in Seoul : Part 1

My Best Moments 5 Days in Seoul : Part 2

My Best Moments 5 Days in Seoul : Part 3 (Nami Island)

My Best Moments 5 Days in Seoul : Part 4 (Petite France)

Jika kalian sudah membaca sampai ke Part 4, kalian pasti sudah tahu kalau cerita kali ini masih sambungan dari Hari ke 4 saya di Seoul 14 maret 2016, yang mengexplore Namiseom yaitu Nami Island - Petite France - The Garden of Morning Calm. Karena ketiga tempat wisata ini berada dalam satu daerah dan bisa di tempuh dalam one day trip.

Jadi jika kalian mau mencoba explore rute yang sama lebih baik baca dari Part 3 sampai Part 5 ini ya. Dan saran saya baca dengan seksama karena banyak info yang berguna loh :D

IMG_20160314_175830.jpg

DAY 4 : 14 Maret 2016

Itinerary Day 4 :

  1. Gapyeong Station
  2. Nami Island
  3. Petite France
  4. The Garden of Morning Calm
  5. Makan Malam Sam Gye Tang
  6. Dongdaemun Night Market

Setelah selesai kunjungan dari Petite France saya langsung menuju Halte Bus nya yang berada di depan Petite France dan kembali menggunakan Shuttle Bus dengan harga tiket 6000 Won untuk one day. Jadi bisa di gunakan sepuas nya selama satu hari naik bus keliling Namiseom

Quote

Saya memutuskan menggunakan Shuttle Bus karena tiket seharga 6000 won itu bisa di gunakan untuk naik bus selama 1 hari penuh, jadi karena destinasi saya hari ini mengelilingi sekitar Namiseom, ini sangat efisien, dan lagi rute bus nya juga ke beberapa tempat wisata utama di Namiseom. Tapi kalian harus perhatikan jadwal Shuttle Bus Tour ini ya

Beli tiket bus nya langsung di dalam Bus nya ke Supir Bus nya ya 

Dari Petite France itu sekitar 45 menit ke Garden of Morning Calm berikut jadwal bus nya yang perlu kalian perhatikan ya. Cara lain untuk ke sini ya menggunakan Taksi harga nya sekitar 3000 won one way trip

IMG_2965.JPG 

GARDEN OF THE MORNING CALM

Berdasarkan saran dari @uphe jika mau berkunjung kesini di sarankan sore hari menjelang gelap karena akan keren sekali, nanti kalian akan tahu jawabannya ya. Nah saya tiba disini sekitar pukul 17.00 WIT. 

Bus pun berhenti di Halte khusus nya, FYI ini adalah titik terakhir dari Shuttle Bus. Lalu rute kembali bus nya akan mengikuti rute sebelum nya alias mutar lagi. 

Menuju gerbang dari The Garden of Morning Calm disini terdapat Gallery dan juga Ticket Counter. Harga Tiket Masuk Garden of the Morning Calm bervariasi antara Weekend dan Weekdays. Kebetulan saya tiba weekdays :

  • Harga Tiket untuk Weekdays 8000 Won
  • Harga Tiket untuk Weekend 9000 Won

IMG_3241.JPG

Karena di sebelah Ticket Office ini ada sebuah ruang Gallery jadi saya sempatkan untuk mampir sejenak. Disini tersedia beberapa foto dari Garden ini, lokasi-lokasi yang di pilih untuk tempat foto sangat bagus untuk di ikuti

IMG_3242.JPGIMG_3244.JPG

Tiket yang sudah di beli juga di lengkapi buklet dan juga peta dari Garden ini, agar kita bisa tahu arah jalan yang di lalui. Karena ukuran garden ini cukup besar loh. Seperti ini lah map nya

IMG_3240.JPGgarden.jpg

Setelah masuk ke gerbang kita akan bertemu dengan Ikon dari Garden of the Morning Calm ini, harus foto disini loh karena ini salah satu spot wajib. Btw saya mendapatkan pengalaman yang gak enak di spot ini.

IMG_3245.JPGIMG_3248.JPG

Kebetulan saya tiba di sini bersamaan dengan Rombongan Turis Cina Mainland. Well kalian pasti sudah bisa tebak donk kenapa ? Yap mereka tidak mau antri bahkan hanya untuk foto saja. Padahal saya baru mulai foto karena giliran saya, sudah di suruh minggir dengan tanda tangan seorang Ibu yang mengisyaratkan "minggir gue mau foto".  

Well namanya juga Turis Cina Mainland, they really don't have etiquette. Ya ini kesekian kali nya saya ber "urusan" dengan turis Cina Mainland. Advice hindari lah jalur kalian dengan mereka deh, lebih baik cari aman saja daripada jengkel dan acara jalan-jalan kalian gak enak

CLOUD BRIDGE

Ok move on lepas dari logo Garden tersebut kita akan bertemu dengan sebuah jembatan yang menghubungkan daerah Ticket Office dan Main Garden nya, terbuat dari kayu dan campuran kabel baja sangat kokoh juga kesan elegan. Di bawah nya harus nya terdapat air sungai yang mengalir, namun karena peralihan musim dingin ke semi, air sungai nya surut. Nama jembatannya Cloud Bridge

IMG_3251.JPGIMG_3252.JPG

EDEN GARDEN

Selepas dari jembatan tersebut saya menuju ke jalan ke arah kiri dan bertemu sebuah taman kecil yang cukup cantik bernama Eden Garden. Taman tematik ini terdapat beberapa bunga raksasa buatan yang di bentuk menarik ada yang berupa bunga raksasa atau pun berbentuk hati. Spot yang bagus untuk foto

Spoiler

IMG_3254.JPGIMG_3256.JPGIMG_3257.JPG

FLOWER HOUSE

Lalu jalan lagi ke arah selatan kita akan bertemu dengan satu area yang disebut Flower House, sebernarnya disini berupa Kafe dan Restoran serta Toko Souvenir. Namun saya tidak masuk karena lebih tertarik dengan karya seni yang terdapat di luar nya. Terdapat sebuah arsitektur berbentuk Hati yang banyak di tempelkan dengan se carik kertas semacam Wish List. Ternyata di hampir semua tempat wisata di Seoul ini pasti ada tempat Wish List seperti ini ya

IMG_3259.JPG

KOREAN THEME GARDEN

Melanjutkan perjalanan kembali ke arah barat, oh ya pintu masuk garden ini berada di sebelah timur ya jika dilihat dari map. Kita akan bertemu sebuah taman yang cukup asik menurut saya karena terdapat kursi untuk bersantai dan juga spot foto yang bagus, kesan Taman ala Korea nya dapat disini. Disebut dengan Korean Theme Garden.

Spoiler

IMG_3260.JPGIMG_20160314_175755.jpgIMG_3261.JPG

Asik ya santai duduk disini sambil minum kopi mungkin, pokok nya relax banget disini. Jika seharian sudah explore area Gapyeong ini dengan berjalan kaki mungkin buru-buru. Disini bisa sedikit bersantai. Dan tiba-tiba seluruh taman berubah jadi berwarna-warni. Ternyata lampu kecil yang berada di setiap bunga dan taman disini di nyalakan karena sudah mulai gelap sekitar pukul 17.30 WIT. Ingat kata teman saya di atas kalau sore adalah waktu yang pas, dia mengisyaratkan tentang ini

IMG_20160314_180047.jpgIMG_20160314_180053.jpg

J's COTTAGE GARDEN

Mengikuti jalan yang ada ke arah barat, kembali saya di suguhkan dengan sebuah taman yang kini sudah berwarna-warni dan berkelap-kelip karena cahaya dari lampu hias nya. Sebuah taman yang bernama J's Cottage Garden ini mempunyai arsitektur yang di desain menjadi seperti bola-bola atau bentuk bulat dan terdapat pohon-pohon yang juga di hias dengan lampu, menggantung kan bola bola hias juga. Cantik sekali kan

Spoiler

IMG_20160314_180314.jpgIMG_20160314_180254.jpgIMG_20160314_180120.jpgPANO_20160314_180223.jpg

MORNING CALM WALK

Kali ini berjalan ke arah Timur namun dari peta berada di sisi utara atau sisi Timur Laut, akan bertemu dengan jalan yang cukup panjang disebut Morning Calm Walk. Di isi dengan sebuah lapangan yang terdapat jaring-jaring berupa lampu hias. Lalu di area utama nya terdapat sebuah arsitektur berupa Kereta Kencana ala Cinderella yang juga di hiasi dengan lampu 

IMG_20160314_180820.jpgIMG_20160314_180929.jpg

ROAD TO HEAVEN

Setelah dari Morning Calm Walk itu, ke arah utara ada sebuah taman yang unik namanya yaitu Road to Heaven. Jalan nya sedikit menanjak dan di kiri kanan terdapat taman lampu yang berbentuk hati dengan ornamen sayap dan juga ada yang berbentuk seperti jamur. Ada juga spot foto seperti frame hati. Seakan ingin mengesankan perjalanan ke surga, beberapa taman di depan nya juga bertema demikian

IMG_20160314_180948.jpgIMG_20160314_181154.jpg

HEAVEN GARDEN

Masih lanjutan dari Road to Heaven tadi kita akan bertemu dengan taman tematik bernama Heaven Garden, masih bertemakan surga namun di tambahkan ornamen seperti ala Sinterklas, dimana terdapat kereta Sinterklass lengkap dengan rusa penarik nya

IMG_20160314_181404.jpg

MOONLIGHT GARDEN

Nah di ujung paling utara dari komplek The Garden of Morning Calm ini kalian akan menemukan sebuah Gereja Kecil atau Chapel yang cantik berwarna putih, mungkin di sebut White Chapel dalam sebuah taman yang dinamakan Moonlight Garden. Seakan menambahkan kesan Surga nya, di kiri kanan Chapel ini terdapat seperti 2 malaikat yang menjaga. Saya kurang tahu apakah White Chapel ini bisa di masuki, karena saya tidak masuk

IMG_20160314_181436.jpg

MORNING PLAZA

Turun dari area Road to Heaven tersebut ke arah selatan mengikuti jalan kita akan bertemu dengan Morning Plaza. Sepanjang jalan ini kita akan melihat banyak payung berlampu hias yang di gantung cantik. Disini sebuah lapangan yang di dalam nya terrdapat beberapa arsitektur unik dan lucu berupa hewan, di antara nya beruang mirip Teddy Bear namun versi raksasa dan juga Angsa yang membentuk hati. Di lengkapi juga dengan lampu hias. 

Spoiler

IMG_20160314_181815.jpgIMG_20160314_181927.jpgIMG_20160314_181907.jpg

CONIFER GARDEN (Miniature Garden Rail)

Jika di Nami Island terdapat Wish Love Alley atau Lorong untuk menggantung kan kertas permohonan cinta, nah di The Garden of Morning Calm ini juga ada yang mirip namun beda nya ini berupa Garden Rail atau Lorong Taman yang di hiasi lampu tentu nya bernama Conifer Garden. Cantik sekali apalagi warna lampu nya dominan Pink dan Putih, menambahkan kesan romantis nya

 IMG_20160314_182121.jpgIMG_20160314_182400.jpg

Setelah dari sini saya menyudahi kunjungan saya di The Garden of Morning Calm ini dengan rute yang hampir sama melewati Cloud Bridge lagi, namun kali ini beberapa tempat yang awal nya belum menyala lampu nya sekarang sudah menyala, menjadi semakin cantik. Ini foto-foto tambahan nya ketika lampu sudah nyala

Spoiler

IMG_20160314_182718.jpgIMG_20160314_182739.jpgIMG_20160314_182919.jpg

Karena sudah sekitar pukul 18.30 WIT jadi Shuttle Bus hanya bisa sampai ke Cheongpyeong Terminal saja, karena Last Bus dari Garden ini yaitu pukul 19.30 WIT dan Last Bus yang menuju ke Gapyeong Terminal itu 18.00 WIT. Jadi saya hanya sampai ke Cheongpyeong Station saja. Kalian harus perhatikan ya jam keberangkatan shuttle bus nya agar tidak ketinggalan

xIMG_2966.JPG.c80114cad271610f31f05fba31

Tiba di Cheongpyeong Station, ini sebenarnya satu station sebelum Gapyeong Station jadi lebih dekat ke arah Seoul dan lebih dekat ke The Garden of Morning Calm seh. 

Cara untuk kembali dari Nami Island / Petite France / The Garden of Morning Calm ke Seoul menggunakan Subway :

  1. Naik Subway dari Station Gapyeong atau Cheongpyeong Station
  2. Turun di Sangbong Station
  3. Ganti ke Line sesuai tujuan kalian (untuk saya ke dongdaemun line 7)
  4. Harga one way ini 1250 won di cover oleh T-Money
  5. Perjalanan sekitar 1 - 1,5 jam

SAMGYETANG in DONGDAEMUN

Ya selepas tiba di Dongdaemun Historical & Cultural Park Station atau DDP saya memutuskan untuk mencari restoran yang menyajikan satu makanan khas korea yang disebut Samgyetang. Saya pilih di DDP ini agar dekat dengan penginapan saya jadi kalau pulang tidak jauh. Akhirnya saya tanya ke @mega_yoora dimana tempat makan Sam Gye Tang yang enak dan gak mahal dan dapatlah satu nama tempatnya masih di daerah DDP ini karena namanya menggunakan tulisan Hangeul jadi saya kurang tahu, tapi lokasi nya di belakang dari Lotte Fitin Fashion Mall

IMG_20160314_222554.jpg

Di belakang dari Lotte Fashion Mall ini memang ada banyak restoran, satu restoran yang bikin saya menarik adalah karena ada menu Samgyetang nya disana dan harga nya juga tidak standar jadi saya pilih disini

IMG_20160314_221236.jpg IMG_20160314_212301.jpg

Selain Samgyetang 13.000 Won saya juga memesan Kalguksu Chicken 7000 Won. Ok Samgyetang adalah sup ayam Ginseng Korea, sup ini berisi satu ekor ayam muda dan juga terdapat nasi yang di masukkan ke dalam badan ayam nya, jadi ketika kita membelah ayam terdapat nasi di dalam nya. Rasa nya segar dan hangat di tenggorokan karena ada ginseng nya, mungkin perbedaan lidah, yang di Seoul ini kurang asin sedangkan yang di Indonesia saya rasa pas asin nya :D

IMG_20160314_213204.jpg

Sedangkan Kalguksu Chicken adalah masakan berupa mie yang mempunyai kaldu ayam. Cukup sederhana seh hanya Mie Kaldu Ayam namun rasa nya ya berbeda dengan Mie Instan Kaldu Ayam.

IMG_20160314_213139.jpg

Ya tidak lupa juga Kimchi dkk nya menyertai, overall saya suka rasa makanan nya walaupun Samgyetang nya harus saya tambah garam lagi. Dengan total harga 20.000 Won. Ini makan malam terakhir saya di Seoul jadi ingin yang berkesan heheheh

IMG_20160314_213926.jpg

DONGDAEMUN NIGHT MARKET

Satu hal lagi karena ini malam terakhir di Seoul saya masih penasaran dengan Dongdaemun Night Market, karena katanya tiap malam ada night market di sekitar dongdaemun ini. Akhirnya saya cari juga dan ternyata memang banyak sekali yang berjualan di pinggir jalan di area trotoar dengan membuka seperti Warung Tenda. Dagangannya mostly makanan, fashion dan kebutuhan sehari-hari.

Saya mendapatkan Dongdaemun Night Market ini di dekat DDP Station exit 5, saya rasa di exit lain juga ada. Saya hanya beli satu baju untuk Anjing Kecil saya Filo seharga 10.000 Won.

IMG_20160314_223702.jpg

Dan saya pun pulang ke penginapan di Yakorea Hostel Dongdaemun dekat Cheonggu Station hanya beda 1 Station dari DDP ini. Dan mulai packing karena besok pagi nya saya harus flight pagi menggunakan Air Asia ke Kuala Lumpur - Bandung.

DAY 5 : 15 Maret 2016

Flight saya pukul 09.35 WIT jadi saya sudah berangkat dari penginapan sekitar pukul 05.00 WIT. Nah disini malapetaka lagi terjadi seperti yang saya alami ketika berangkat dari Bandung - KL lalu KL - Osaka di cerita sebelum nya yaitu Last Minute Call. Oh ya saya mendapatkan tiket Promo Air Asia ini sekitar 1.3 jutaan dari Air Asia Carnival tahun lalu

Mungkin karena masih ngantuk saya jadi kurang fokus untuk memperhatikan arah tujuan dari Subway yang harus saya naiki. Saya dari Cheonggu Station yang harus nya naik Line 6 ke Gongdeok Station, saya malah ke arah sebalik nya yaitu Samgakji Station. Makin menjauh dari bandara.

Saya pun tertidur di Subway itu mungkin sekitar 30 menitan saya baru ngeh kalau salah arah dan langsung bergegas balik arah menuju ke Bandara Incheon yang harus nya dari Cheounggu Station Line 6, turun di Gongdeok Station, lalu naik Arex All-Stop Train ke Incheon. Jadi saya sudah wasting time sekitar 30 menitan dan di tambah lagi jalan balik arah sekitar 45 menit lebih.

Tiba di Bandara Incheon pun langsung lari dan bergegas, untung di bagian imigrasi tidak lama. Walaupun tiba di Gate sudah Last Minute Call, masih keburu naik pesawat. Dan pas saya mencetak Hat-Trick 3 kali berturut-turut dalam satu kali trip menghadapi Last Minute Call :P 

Sekian cerita perjalanan saya selama 5 hari di Seoul, kesan saya Seoul sangat menyenangkan, lebih murah dari Jepang tentunya dan perlu waktu yang lebih untuk explore tempat wisatanya agar bisa menikmati.

Semoga cerita perjalanan saya ini berguna bagi kalian yang juga mau ke Seoul, saran saya baca dari awal ya agar bisa mengikuti. Link nya ada di bagian atas. Silahkan di Share jika berkenan :D

PENGELUARAN THE GARDEN of MORNING CALM

pengeluaran garden.jpg

 

Baca Juga : 3 Hari di Osaka itu Seru Loh

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
56 minutes ago, kyosash said:

sepertinya suasana malam di Garden of Morning Calmnya lebih bagus yah, btw Samgyetang kelihatan-nya mantap tuh  

setuju nih sama om @kyosash jadi lampion garden kalo malem udah ga morning calm :D

Gile sampe part 5.. dasyattt waahahaha.

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, min0ru said:

setuju nih sama om @kyosash jadi lampion garden kalo malem udah ga morning calm :D

Gile sampe part 5.. dasyattt waahahaha.

Yoi kalo malam mungkin jadi Garden of Light :D 

hhahay masih terus seh ini tar perintil2 nya :P 

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, deffa said:

yo yo ama pasangan ye liat aja nuansa nya\ dah romantis gitu hahah :P 

Cloud Bridge nya juga OK punya tuh. Pas musim yang ada airnya bisa ngegalau tuh sejem dua jam disitu hahahaha

Asal jangan bawa pancingan aja hahaha

Share this post


Link to post
Share on other sites
10 minutes ago, HarrisWang said:

Cloud Bridge nya juga OK punya tuh. Pas musim yang ada airnya bisa ngegalau tuh sejem dua jam disitu hahahaha

Asal jangan bawa pancingan aja hahaha

hahaha sama kita gue pas pertama kali kesini ngeliat itu jembatan ke bayang "Mancing Mania Mantap" hahhaha

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, twindry said:

akhirnya kelar  akakak...mantap euy. btw nama nya morning calm tapi kok lbh bagus di malam ya?  :bingung

tapi kalau pas Musim Semi bunga bermekaran emang bagus pas morning seh 

itu yang poto2 di gallery contoh nya :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, deffa said:

tapi kalau pas Musim Semi bunga bermekaran emang bagus pas morning seh 

itu yang poto2 di gallery contoh nya :D 

Untung turis mainland ngga separah yang di Jepang kemarin, yang ampe masuk kolam ambil air suci di kuil Kiyomizudera hahaha

Kalau brutal juga, itu lampu lampu bisa di petik satu satu buat koleksi hahahaha

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, HarrisWang said:

Untung turis mainland ngga separah yang di Jepang kemarin, yang ampe masuk kolam ambil air suci di kuil Kiyomizudera hahaha

Kalau brutal juga, itu lampu lampu bisa di petik satu satu buat koleksi hahahaha

wah kalo itu seh udah parah dah

tapi emang turis mainland yang gue temuin kemarin ya gitu deh tipikal banget

gue seh udah nyangka bakalan rese mereka jadi ya gak mau ribut panjang ngalah aja deh

Share this post


Link to post
Share on other sites
14 minutes ago, deffa said:

wah kalo itu seh udah parah dah

tapi emang turis mainland yang gue temuin kemarin ya gitu deh tipikal banget

gue seh udah nyangka bakalan rese mereka jadi ya gak mau ribut panjang ngalah aja deh

Mak gw aja pas di Beijing, gw baek baek dong antri di tengah desak desakan ribuan orang masuk gate Tiananmen Square, eh, gw cuma 3 kali ngedip, mak gw udah jauh di depan HAHAHAHAHAHA.

Sempat merah muka gw, mau nangis karna kepisah dari emak *ehh :bingung

Share this post


Link to post
Share on other sites
4 minutes ago, deffa said:

itu di baca dulu Mon FR nya

kan including lampu hias tar ngerti deh :D 

Udah gw baca mod.

kan sama ini juga sering muncul d drama korea. jadi gw paham.

cuma bahasa'y kaya ambigu aja yg td itu.

ahahahahahaha...

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, mone said:

Udah gw baca mod.

kan sama ini juga sering muncul d drama korea. jadi gw paham.

cuma bahasa'y kaya ambigu aja yg td itu.

ahahahahahaha...

iya kan terang kalo gelap

nah Lampu Hias nya akan Terang banget kalau pas Gelap Malam gitu mon :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Wah asik bacanya dari part-1.. terkenang-kenang Korea.. hahaaa.

Banyak yg belum didatangi juga... bisa nih buat panduan kalo ke Korea lagi, hehehee...

Thanks for sharing :senyum

Share this post


Link to post
Share on other sites
22 hours ago, Ester_V said:

Wah asik bacanya dari part-1.. terkenang-kenang Korea.. hahaaa.

Banyak yg belum didatangi juga... bisa nih buat panduan kalo ke Korea lagi, hehehee...

Thanks for sharing :senyum

 

21 hours ago, deffa said:

@Ester_V

halo ester thx dah baca

pernah ke korea ya waktu itu kemana aja mungkin bisa di tulis juga pengalamannya

Seru bacanya!

Aku cuma ke Seoul Jeju aja.. masih pengen balik lagi,. heheheee

Okeh, ntar aku coba nulis, sekalian napak tilas, xixixiiii

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, Ana Nakahara said:

Kalau pulang uda lewat dari jam 6 malam trus ga ke buru bus gmana tuh mas? apa ada alternatif kendaraan? soalnya kalau malam jam 7 an baru bagus pemandangannya.

@Ana Nakahara paling taksi dan biasanya one way 3000 won harganya 

29 minutes ago, Ester_V said:

 

Seru bacanya!

Aku cuma ke Seoul Jeju aja.. masih pengen balik lagi,. heheheee

Okeh, ntar aku coba nulis, sekalian napak tilas, xixixiiii

@Ester_V wah saya malah belum pernah ke jeju ayo tulis donk mba :D 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 17/6/2016 at 10:25 AM, deffa said:

iya kan terang kalo gelap

nah Lampu Hias nya akan Terang banget kalau pas Gelap Malam gitu mon

Semoga next korea bisa sempet kesini. Jadi biar bisa pamer foto kaya momod.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By braska
      Foto diambil dari Tokyo Tower - (k)
      Hallo semua,
      Tahun ini saya berkesempatan mengunjungi Tokyo beberapa kali. Kebanyakan bersama teman2 (thx untuk teman2 II dan IV) dan beberapa kali dengan partner. Banyak yang bertanya ke saya tentang itinerary selama di Tokyo, jadi saya pikir lebih baik saya buatkan dalam satu Thread yang nantinya tinggal di share URL nya.
      Thread ini akan saya buat dalam beberapa tahap, dan diharapkan sudah bisa selesai sebelum bulan Desember 2018 berakhir.
      Beberapa pokok bahasan yang akan diulas dalam Thread ini antara lain
      I Persiapan
      II Itinerary
      III Kereta di Tokyo
      IV Shopping
      V Tempat Wisata Gratis
      VI Tempat Wisata Berbayar
      VII FAQ
      PERNYATAAN :
      FOTO
      Semua Foto yang tidak ada tanda dalam Thread ini berarti di ambil dari Google dan Screenshot, sedangkan foto yang bertanda merupakan hasil jepretan dari 
      (i) I Edy S
      (a) Adhitya A W
      (k) R CJatmiko
      WEBSITE
      Saya tidak memiliki kepentingan apapun dengan website yang ada dalam thread ini. Moderator dapat menghapus link jika di perlukan
      MUSIM
      Yang di bahas dalam Thread ini hanya untuk keberangkatan pada Musim Dingin di Tokyo dan sekitarnya, anda dapat tetap membaca thread ini dengan melakukan beberapa penyesuaian jika ingin bepergian di Musim lain.
      STYLE
      Khusus Perjalanan ke Tokyo, perjalanan saya bukan perjalanan Backpacker, saya selalu membawa Koper, naik penerbangan Full Service, Tinggal di Hotel, tetapi mencari harga paling murah yang bisa di dapatkan  
       
      I Persiapan
      Saya selalu menikmati Tokyo (sama halnya dengan saya menyukai Bangkok) Kota ini sangat hidup, penuh dengan budaya Jepang yang kental di satu sisi dan teknologi modern di sisi lain. Khusus untuk Musim dingin, saya menyukainya karena
      1. Musim dingin tidak ada di Indonesia, 2. Tidak terlalu berkeringat, 3. Ada banyak foto indah yang bisa di peroleh di musim dingin, 4. Salju, 5. Harga Tiket dan Hotel lebih murah...(ya, bandingkan jika anda pergi ke Jepang untuk melihat Sakura mekar) Jika kalian ingin mencoba musim dingin di Tokyo ayo kita mulai persiapannya.
      1. Passport dan Visa
      Untuk keluar negeri tentu saja kita harus mempunyai Passport dan untuk bisa ke Jepang kita juga harus mempunyai Visa. Ada banyak cara membuat passport yang bisa di temui di Google karena itu saya tidak akan mengulas lebih lanjut. Silakan masuk ke www.google.co.id lalu ketikkan "cara membuat e paspor" dan kalian akan menemukan lebih dari 100.000 tautan.
      Yang ingin saya sampaikan disini adalah BUATLAH E-PASSPORT, jangan membuat Passport biasa. Membuat passport biasa untuk bepergian ke Jepang sangatlah menyusahkan, karena artinya kita harus mengurus Visa. Sedangkan jika menggunakan E Passport kita tinggal mengurus Visa Waiver.
      Berikut saya tunjukkan perbandingannya :

      Dari perbandingan di atas terlihat kan, mempunyai E Passport berarti anda mengurangi keribetan mengurus Visa, jika visa di tolak anda terpaksa harus merelakan tiket pesawat PP dan (mungkin) hotel yang hangus. Sebaliknya jika anda mempunyai E Passport anda tinggal mengurus Visa Waiver terlebih dahulu baru melakukan pemesanan tiket pesawat, hotel, dll sesudah Visa Waiver di kabulkan. Anda juga bisa melewatkan ketakutan yang paling banyak di bicarakan orang saat membuat Visa "HARUS PUNYA DUIT MINIMAL SEKIAN PULUH JUTA", karena penguruan Visa Waiver hanya memerlukan E Passport anda. 
      Peluang untuk mendapatkan Visa Waiver juga sangat besar, jika anda orang baik2 tidak punya catatan kriminal, tidak pernah ditangkap di Jepang, maka saya bisa bilang Anda pasti dapat Visa Waiver.
      Cara mengurus visa waiver Jepang bisa di dapatkan dengan mengetikkan "cara membuat visa waiver jepang" di Google.
       
      2. Tiket
      Saya bukan orang yang anti dengan penerbangan Low Cost, pada dasarnya saya malah lebih sering menggunakan Maskapai Low Cost ketimbang Full Service, tapi mari saya tunjukkan kenapa saya lebih memilih penerbangan Full Service untuk pergi ke Tokyo
      Maskapai Low Cost hampir selalu menggunakan transit flight dari Jakarta ke Tokyo. Efeknya sangat berbahaya, saya sudah 2x mengalami kejadian tidak mengenakkan. Waktu transit biasanya hanya 1,5 - 2 jam. Akibatnya jika penerbangan dari Jakarta delay maka (hampir) dapat dipastikan (walaupun kita tidak ketinggalan pesawat menuju Tokyo) tidak cukup waktu untuk memindahkan bagasi kita. Kejadian paling parah yang saya alami adalah berada di musim dingin tanpa jaket tebal (yang tertinggal di Kuala Lumpur). Saat itu perlu 2 hari untuk bagasi saya sampai di hotel. Alhasil liburan sudah tidak lagi menyenangkan, dan saya harus rela kehilangan suara selama 2 minggu karena terkena radang tenggorokan (kupluk, syal dan semua baju ganti ada dalam koper di bagasi). Sekarang  bagaimana jika waktu transitnya lama, misal 16 jam. Anda mau tidak mau harus mengeluarkan uang lagi untuk membayar hotel di lokasi transit. Tentu saja ada pilihan untuk tidur di bandara. Tapi sebagaimana telah saya tuliskan di atas style perjalanan saya bukan backpacker. Jam kedatangan dan keberangkatan Maskapai Low Cost sering mengakibatkan anda kehilangan 1 hari di Hotel. Begini contohnya : Jika anda Tiba di Tokyo Pukul 23.00 maka sesudah proses imigrasi, pengambilan bagasi, transportasi dll maka kemungkinan anda akan tiba di hotel Pukul 01.00. Waktu Check in hotel biasanya adalah pukul 14.00 sehingga mau tidak mau anda telah kehilangan 1 hari di hotel yang telah anda bayar. Selain itu waktu keberangkatan juga seringkali jadi masalah. Maskapai Low Cost sering berangkat di jam-jam malam seperti 23.50, padahal waktu Check Out hotel Tokyo adalah 11.00 akibatnya ada waktu lebih dari 12 jam luntang lantung tanpa tempat istirahat. Ada biaya tambahan untuk bagasi di penerbangan Low Cost. Biasanya berkisar 400 - 700 ribu tergantung beratnya. Berarti kalau PP bawa bagasi maka ada tambahan biaya sekitar 1 juta dari harga tiket. Penerbangan ke Tokyo memakan waktu lama, direct flight saja bisa lebih dari 7 jam. Lalu di pesawat kita mau ngapain? duduk, diem, merenung dan tidur? jika anda memilih untuk mengisi perut maka ada biaya lagi yang harus di keluarkan untuk pemesanan makanan.  Ok, jadi kita akan memilih penerbangan full service yang menyediakan makanan dan minuman, entertainment flight, jarak antar kursi yang lapang, jam penerbangan yang tepat dengan kebutuhan, free bagasi, dan semua fasilitas lain yang tidak di dapatkan di penerbangan low cost. Mahal dong? Jawabnya TERGANTUNG. 
      Ini contoh penawaran maskapai low cost

      Dan ini tiket yang saya beli 

       
      Saya terbang menggunakan JAL yang masuk dalam daftar 5 Star Airlines. Bagasi 46 kg FREE, Full Service, dengan Jam kedatangan 15.45 dan Jam keberangkatan 17.45. Harga yang saya dapatkan lebih murah daripada maskapai Low Cost.
      Jadi bagaimana caranya? Saya menggunakan SkyScanner (silakan Googling). Dengan SkyScanner kita dapat melihat kapan, maskapai mana, dan website mana yang memberikan tiket paling murah. Tentu saja jika kita membeli dari jauh2 hari kita memiliki lebih banyak pilihan harga yang mungkin dapat berubah. Oh ya, sekali kita melakukan pencarian lewat SkyScanner maka saat membuka email, googling dan menggunakan media sosial iklan yang ditampilkan biasanya adalah iklan harga tiket yang paling murah. Rajin2lah mengecek harga tiket lewat SkyScanner karena FYI, harga tiket JAL biasanya 16juta sekali jalan. Harga 7,3juta PP saya dapatkan menggunakan Fasilitas "Dapatkan Info Harga" yang ada di situs SkyScanner. Fasilitas ini memungkinkan kita mendapatkan harga terbaru dari rute yang kita tuju.
      Sekedar tambahan, Tiket penerbangan dari Jakarta - Paris PP untuk Maret 2019 saya dapatkan dengan harga lebih murah daripada tiket ke Jepang. Lagi2 dengan SkyScanner.
       
      3. Hotel
      Rata-rata hotel di Jepang memiliki kamar yang kecil tapi harga yang "besar". Tokyo pun termasuk. Harga properti di Tokyo yang sangat mahal membuat Tarif Hotel juga tinggi untuk ukuran Indonesia. Walaupun demikian tetap saja jika bersedia susah sedikit masih ada kamar2 kapsul dan dormitory yang berharga di bawah 500ribu permalam. 
      Menyesuaikan style jalan-jalan, saya memberikan beberapa kriteria untuk memilih Hotel di Tokyo.
      Carilah hotel yang dekat dengan stasiun kereta. Kereta adalah transportasi nomor 1 di Tokyo. Dalam kondisi cuaca yang dingin akan lebih baik jika Hotel dekat dengan stasiun kereta sehingga kita tidak perlu berlama2 diluar. Hotel yang dekat dengan stasiun kereta juga memudahkan anda untuk menepati jadwal itinerary. Bawaan anda cenderung banyak, karena musim dingin membuat pakaian yang harus disiapkan berlapis2. Jika mendapatkan kamar hotel yang terlalu kecil maka anda akan kesulitan sendiri dalam meletakkan koper dan barang belanjaan Pastikan hotel anda memiliki sistem penghangat ruangan yang baik dan air panas yang mengalir 24 jam non stop. Saya tidak bisa membayangkan jika di tengah suhu 0 derajat lalu harus mandi pagi dengan air yang tidak terlalu panas karena sistem air panas dipakai beramai-ramai. Akan lebih baik jika Hotel menyediakan sarapan pagi. Buat anda yang terbiasa mengisi perut di pagi hari, tentu akan runyam jika harus jalan dulu mencari sarapan di tengah udara dingin. Hotel di sekitaran Tokyo memang lebih mahal daripada yang mengarah ke luar kota. Tetapi anda akan lebih mudah menentukan jalur tujuan jika berada di dalam kota. Dalam beberapa kesempatan, saya selalu memilih hotel yang sama untuk tempat menginap. Hotel Villa Fontaine Hatchobori. Hotel ini merupakan salah satu hotel dari jaringan Villa Fontaine yang tersebar di seantero Jepang. Saya memilih hotel ini karena semua kriteria yang saya sebutkan di atas dapat diakomodir. Harganya pun menurut saya termasuk murah. Sekitar 1,2 juta permalam, yang kalau di share bersama teman sekitar 600 ribuan permalam (sudah include sarapan), ukuran kamarnya juga sedikit lebih besar dari ukuran kamar di daerah Shinjuku dengan harga yang lebih mahal.
      Hotel ini hanya sekitar 1 menit jalan kaki dari Stasiun Kayabacho (uniknya Hotel Villa Fontaine Kayabacho justru sedikit lebih jauh dari stasiun Kayabacho, jadi jangan sampai salah hotel). Stasiun Kayabacho hanya berjarak 3 stasiun dari Ginza, 2 stasiun dari Otemachi, 3 stasiun dari Akihabara, bahkan hanya 5 stasiun dari Ueno dimana kita bisa melanjutkan perjalanan dengan Shinkansen. Posisinya sangat strategis.

      Suasana luar hotel - (a)

      Lobby - (a)

      Lift - (a)

       
      4. Pakaian
      Tidak bisa dielakkan Pakaian Musim Dingin pasti lebih tebal dan berlapis dibandingkan jika kita ke Jepang di musim panas. Suhu udara di Tokyo sepanjang musim dingin berkisar di angka -2 sampai 7 derajat celcius. Demi kenyamanan anda saya menyarankan untuk menggunakan 3-5 lapis baju. Tentu saja hal ini bergantung dari ketahanan tubuh anda terhadap udara dingin. Berikut list pakaian yang perlu dibawa :
      Kupluk Syal Long John Jaket / Sweater / Vest Mantel / Jaket Salju Celana Panjang (bahan cordoray lebih bagus) / Celana Insulated Sarung tangan Jika ada rencana untuk bermain salju saya sarankan dari awal bawalah celana insulated, celana ini memiliki beberapa lapisan, bagian paling luar memiliki jenis parasut sehingga tidak mudah kemasukan air, dan bagian paling dalam merupakan lapisan yang menghangatkan kaki. Hindari bermain salju dengan celana jeans, karena dapat merembes dan membasahi kaki. Oh ya, harga barang2 di atas sangat bervariasi tetapi ada beberapa lapak di tokopedia yang menjual Perlengkapan musim dingin dengan harga sangat murah tetapi kualitasnya bagus. Sebagai contoh saya mendapatkan mantel dengan harga 400 ribuan dan celana insulated dengan harga 100 ribuan. Nyaman saat di gunakan. Coba saja di searching.

       
      5. Komunikasi
      Sebenarnya Tokyo adalah kota yang ramah Wifi, kira-kira kalau diterjemahkan banyak Free Wifi bertebaran dimana-mana, di dalam bus, di tempat2 wisata, di stasiun kereta, dan pastinya di hotel. Hal ini memudahkan anda untuk berkomunikasi baik via media sosial maupun aplikasi chatting. Fasilitas free wifi ini dapat di peroleh dengan melakukan sign in ke salah satu jaringan wifi yang akan meminta anda untuk mengklik tautan yang di kirimkan ke email anda. Biasanya anda akan mendapat kesempatan 5 menit free yang dapat digunakan untuk membuka email dan mengklik tautan untuk mengkonfirmasi penggunaan free wifi.
      Walaupun demikian saya tidak menyarankan anda untuk bergantung pada fasilitas Free Wifi. Saya tetap menyarankan untuk mempergunakan jaringan komunikasi sendiri. Ada beberapa alternatif yang bisa anda lakukan :
      Beli SIM Card di Jepang  Beli SIM Card dari Indonesia Sewa Paket Wifi Bagi yang berangkat dalam rombongan, saya lebih menganjurkan untuk menyewa paket Wifi. Dalam 1 router biasanya bisa dikoneksikan untuk 6-8 alat. Sehingga jika di share biaya sewanya jadi lebih murah. Contoh untuk router unlimited 4G yang saya sewa dari QL Liner (via Klook.com) saya hanya perlu membayar Rp 115.000 per hari. Alat ini dapat dipergunakan untuk 14 alat sekaligus. Sehingga jika di share biaya ke 7 orang (masing2 mempergunakan 2 alat), 1 orang hanya perlu membayar Rp 16.500 per hari. Harga ini jauh lebih murah daripada membeli SIM Card dari Indonesia atau membeli di Jepang. Tetapi wajib diingat, kelemahan Wifi adalah jika pembawa router terpisah lebih dari 10 meter maka teman2nya yang lain tidak lagi mendapat sinyal. Kemudian jika alat hilang atau rusak ada denda yang lumayan besar sekitar 42.000 yen. Selain itu jangan lupa untuk membawa Power Bank sebab jika router kehabisan batrei maka komunikasi anda juga akan terputus.
       
      Jika anda memilih menggunakan SIM Card maka anda akan terhindar dari keribetan menenteng router kemana2. Selain itu anda tidak perlu harus selalu berada di dekat router untuk melakukan komunikasi. Kapan saja anda ingin menghubungi teman, atau upload instagram dapat dilakukan langsung.
      Untuk SIM card tidak ada salahnya anda melihat2 di website GlobalKomunika, mereka memberikan banyak pilihan paket SIM Card (Paket Data SAJA). Dengan membeli SIM Card langsung dari Indonesia anda bisa langsung mengaktifkan HP Anda saat berada di Bandara Narita / Haneda. Sayangnya ada batasan Quota 4G yang harus anda perhatikan saat memilih menggunakan SIM Card. Untuk SIM Card seharga Rp 195.000 anda bisa mendapatkan Quota 4G sebanyak 3GB untuk waktu 8 hari. Setelah itu jika Quota habis maka kecepatan akan turun menjadi 2G. Jadi jangan terlalu sering melakukan Video Call atau berselancar di Youtube jika anda menggunakan SIM Card. Jika anda memutuskan menggunakan SIM Card harap di baca baik2 petunjuk penggunaannya (sudah disertakan bersama SIM Card), karena tidak semua HP secara otomatis melakukan pengaturan APN.

       
      6. Tiket Wisata
      Kepada siapapun yang ingin ke Jepang saya selalu menyarankan untuk mempersiapkan Itinerary dengan sebaik-baiknya. Sejak awal pastikan tempat-tempat yang ingin anda tuju. Lalu lakukan survey untuk melihat apakah tempat2 tersebut membutuhkan tiket masuk. Kenapa hal ini penting : karena banyak tempat wisata di Tokyo yang memberikan Harga Tiket lebih murah saat pemesanan di lakukan di awal ketimbang saat anda datang dan membeli langsung di loket. Selain itu anda dapat menghemat waktu untuk melewatkan antrian orang2 yang ingin membeli tiket pada waktu bersamaan.
      Beberapa tempat wisata bahkan TIDAK MENJUAL TIKET DI TEMPAT. Jika anda ingin mengunjungi Fujiko F Fujio Museum, atau Ghibli Museum maka anda harus melakukan pemesanan dari sebulan sebelumnya. Karena jika anda langsung datang ke tempat tersebut tanpa memiliki tiket maka bersiaplah untuk kecewa. Anda tidak akan bisa masuk.
      Ada banyak situs yang menjual tiket wisata secara online, saya secara pribadi lebih sering memesan lewat Klook. Silakan lakukan pengecekan apakah Tiket tempat wisata yang ingin anda tuju tersedia di website mereka. Tapi sekali lagi lebih baik anda membeli tiket lewat online karena harga yang di dapat sering lebih murah daripada membeli langsung, sekaligus memastikan rencana liburan anda tidak berantakan karena gagal mendapat tiket.
       
       
    • By min0ru
      Pagi itu, saya dan keluarga mendarat di Kansai International Airport (Osaka) pukul 08.30 waktu setempat. Ini kali kedua saya mengunjungi negara yang kawaii ini dan kota pertama yang akan saya kunjungi adalah Takayama. Seusai mengambil bagasi, saya bergegas menuju ke JR Office untuk menukarkan JR Pass (Japan Railway Pass). Antrian ternyata cukup panjang mengular dan menghabiskan waktu lebih dari 30 menit sampai akhirnya saya mendapatkan JR Pass.
      Cara Menuju ke Takayama
      Karena saya menggunakan JR Pass, jadinya kami bisa langsung naik ke Shinkansen (kereta cepat). Dari Kansai International Airport (KIX) kami mengarah ke Shin-Osaka Station dahulu baru nyambung kereta lagi ke Nagoya Station sebelum akhirnya menggunakan Hida Train (JR) dan turun di Takayama Station.
      Jalan Sore di Takayama

      Sesampainya di Takayama, saya langsung bergegas menuju hotel karena memang sudah waktunya check-in, lagipula repot rasanya jika harus berjalan-jalan menggeret koper. Kami menginap di J-Hoppers Takayama yang jaraknya hanya 10 menit berjalan kaki dari Takayama Station.
      Saya bertanya kepada resepsionis hostel mengenai apa saja yang bisa dilihat di Takayama ini dan dijawab dengan sangat ramah olehnya. Jadi di Takayama ini ada bagian kota tuanya yang cukup ramai tapi hanya di akhir pekan dan banyak street food. Karena kami datang di hari biasa, jadi kami cukup manyun dan memutuskan untuk eksplorasi saja jalan-jalan di Takayama.
      Sebelumnya kami makan dulu di restoran ramen yang dipilih secara random karena cukup ramai. Rasanya pun cukup enak dan menghangatkan. Saat itu cuaca cukup dingin kalau tidak salah sekitar 5-10°C. Sayang banget karena kalap saya ngga sempet mengabadikan foto makanan maupun restorannya. 
      Berseberangan dengan restoran rame, ada sebuah jembatan kecil  untuk menyeberang sungai dan ada jalanan kecil di sisi sungai tersebut yang cukup cantik untuk berfoto. Jadilah ambil beberapa frame dulu ☺️. Ngga kerasa hari cepet banget gelap, suasana lampu bangunan tua satu persatu mulai menyalah membuat suasana malam itu makin cantik. Kebayang ngga sih bangunan tua yang kebanyakan berbahan kayu dihiasin lampu berwarna kuning atau lampion berwarna merah? 
      Malam itu kami kembali lebih cepat ke hostel, karena ngga banyak lagi tempat yang bisa dilihat dan memang tujuan ke Takayama ini hanya persinggahan untuk menuju ke Shirakawa-Go.
      Keindahan Desa Sejarah Shirakawa-Go (UNESCO's World Heritage Sites).

      Cara yang saya gunakan untuk menuju ke Shirakawa-Go dari Takayama adalah menggunakan tur yang di arrange oleh J-Hoppers Hostel. Kenapa saya memilih tur dari J-Hoppers? Karena harganya lebih murah ¥500 untuk orang yang menginap di J-Hoppers, kan lumayan 4 orang sudah jadi semangkok ramen. 

      Bus melaju dengan santai ke Shirakawa-Go, dalam waktu kurang dari 1 jam kami sudah tiba di situs bersejarah ini. Kami diberikan waktu bebas selama 2 jam di desa ini. Ngga pake lama, saya langsung ngacir turun dari bus dan cari spot buat pepotoan.


      Rumah-rumah di desa ini disebut Gasshō-style atau bebentuk seperti tangan sedang berdoa. Atapnya terbuat dari susunan jerami yang sangat kuat dari berbagai cuaca. Walaupun hanya terbuat dari jerami tetapi pada musim dingin tetap dapat menghangatkan dan sejuk saat musim panas.


      Senangnya saya liat sisaan salju yang masih terhampar luas dan tebal, pengen rasanya tambahin duren sama cendol trus sirup tjampolay~ *eh. 
    • By Dennis.Rio
      TOKYO 東京.....
      day 3
       
       
       
       
       
       
       
    • By Dennis.Rio
      POCKET WIFI di Jepang......
       
       
       
    • By farinalee
      Hai hai hai..
      Adakah yang ingin berlibur ke Korea di musim dingin bulan Januari?? Aku berencana solo traveling ke Korea di bulan Januari antara tanggal 3-14 Jan 2019
      Kalau ada yang mau barengan bisa hubungi aku di id line: farinamu atau PM aja. Diutamakan cewek ya, tapi cowok juga gpp 
      Aku suka dengan pemandangan dan suka pergi ke toko stationary seperti Kyobo, juga sedikit tau tentang drama dan kpop kalau ada yang sama interest nya bole gabung yah..
    • By ko Acong
      Bagi yang bosan di Kuala Lumpur boleh melipir ke Melaka cuma 2 jam perjalanan loh.
      Berapa uang yang saya habiskan selama main ke Malaka? Normalnya tiket pesawat PP 1 jutaan. Yang pasti tiket PP Indonesia-Kuala Lumpur kemarin saya dapat Rp 169.000 saja Malaysia Airlines Business Class (Promo).
      Mari kita hitung pengeluaran saya selama 2 malam 3 hari di Melaka:
      Tiket Bus, via Terminal BTS (Bandar Tasik Selatan) cukup 24 x 2 = 48 RM
      Jika langsung bus PP harganya 70 Rm, perbedaan waktu hanya 1 jam. Kelebihan transit di  BTS setiap 30 menit ada Bus. Kekurangannya, jika ketingalan jadwal bus harus buang waktu selama 3 jam.
      Hotel Saya Pake Hotel Hong https://goo.gl/maps/fhwLNd6fmzp
      yang terkenal buat Backpackers, karena serasa Hotel Keluarga ada di antar jemput di terminal bus dan ketika diantar mereka melepas kita satu persatu, sampai aman di terminal bus dan mengarahkan ke platform yang seharusnya. Terima kasih Ci Amey dan karyawan hotelnya yang bersih. Harga selama 2 malam kisaran Rp 550.000. 
      Tranportasi di Melaka semua ditempuh dengan berjalan kaki. Estimasi makan minum, cukup Rp. 100000 perhari, di tiap menu makanan perhari ada daging nya lumayan wah juga sih.
      Tinggal kita hitung oleh2 jajan yang aneh-aneh dan lainnya, jadi estimasi main di Melaka selama 2 hari:
      Bus 48 Rm = Rp 175.000 Hotel 2 malam = Rp 550.000 Biaya makan minum = Rp. 300000 Jumlah Rp 1.025.000.- sesuai Hitungan awal budget cukup 1 jutaan.
      Hehehe namun belum termasuk Cendol Musang King dan oleh-oleh Durian Jam San Shu Gong yang legenda, Wueeenak lembut banget. Nah bila mau lanjut main di Kuala Lumpur, cuma tinggal nambah hotelnya sekitar Rp 500.000 per malam.
      ____________________________________________________________________________________________________________











    • By Daniyah Isa
      Assalamualaikum 
      Salam kenal,
      Panggil saya, Nia
      Ini adalah pertama kalinya saya pergi ke LN dg mengurus semua keperluan sendiri. Biasanya, sdh terima beres dari kantor, karena memang ada urusan. Nah, destinasi yg saya pilih tdk jauh tp harus berkesan ! Melaka. Kota yg ditempuh dlm waktu 2 jam dari KLIA2. 
      Gimana caranya saya bisa sampai ke sana ? Inih dia, detailnya ;
      1. JKT-KLIA2
      Pesan tiket pesawat yg everyone can fly dari situs resmi. Lama waktu sekitar 2 jam, berangkat 10:10am sampai KLIA2 13:15pm.
      Di KLIA2, ikuti saja petunjuk arah yang ada, sambil ikuti arus kemana orang-orang pergi. Nanti, ada eskalator naik, lalu ada eskalator turun langsung ke tmpt imigrasi. Setelah keluar dari imigrasi, saya temukan mall dg counter-counter barang branded. Semacam Grand Indonesia, kalau di Jakarta.
      Buat yg terburu-buru sampai ke KL dg cepat, mgkn ada urusan meeting or apa, bisa lurus terus ke pintu keluar. Di samping pintu keluar ada loket pembelian tiket KL Ekspres, seharga 55RM dg waktu tempuh 33menit ke stasiun KL SENTRAL. Dari KL Sentral, bisa pilih kemana saja tujuan teman-teman yg mau dicapai. Ibarat di Jakarta nih, KL Sentral tuh Manggarai. 
      Tujuan wisata saya, dan teman saya adalah Melaka. Belajar dari blog dan bbrp artikel, butuh kendaraan bus utk sampai ke sana. Hanya bus saja, tdk ada kereta atau MRT yg menuju ke sana. Saya pun, turun lagi ke lantai G dg eskalator. Jangan takut kesasar ! Banyak petugas keamanan yg berjaga.
      Sampai di lantai paling dasar, ada sederet loket yang menjual tiket bus, taxi, sewa kereta (mobil). Langsung saja, membeli tiket bus Transnasional tujuan Melaka Sentral, seharga 24.10RM. Di tiket sudah tertera nomor tempat duduk, gate tempat menunggu. Wah, pokoknya tertib dan teratur! Meskipun busnya lebih bagusan DAMRI sih bagi saya, hehehe.
      2. Melaka dan Wisatanya 
      Selama 2 jam perjalanan dari KLIA2, sambil bengong-bengong liat pemandangan (apa bener gue di Malaysia? Ini mirip ke Ciawi yah ? Heheheh) yang membedakan tuh, sepanjang jalan lancar jaya. Mgkn supir bus kapalan nginjek gas, hehehe. Duh bahagia deh kalau Jakarta jalanannya kaya gini terus. Sampai tibalah saya di Melaka Sentral, ibaratnya Terminal Kp. Rambutan gituh. 
      Waduh, sepi banget ! Macam ga ada kehidupan. Bingung juga kan, mau ke hotel gimana ? Boro-boro kuota buat pesan taksi online, sinyal ajah ga dapat.
      Yaa, saya tanya ke petugas kebersihan, dan memang bus Panorama 17 tujuan Bangunan Merah, agak lama. Bukan karena macet yaa, ini karena jalanan di Melaka tuh Sehala (satu arah) jadi dia berputar dulu.
      Sejam menunggu, datanglah bus Panorama 17. Disinilah pengalaman dimulai, banyak yg Negor dan tanya "Indonesia ya ? Indonesianya mana ?" Agak bingung sih, ditanya begitu. Biasanya ditanya "Jawanya mana ?" Padahal sih, sama saja hehehe. 
      Saya menginap di hotel Hallmark Crown, 3H2M, seharga 147RM include Breakfest, free wifi. Wilayahnya dekat dengan mall Dataran Pahlawan, jalan kaki 10 menit lah. Jadi turun saja di Dataran Pahlawan, ongkos busnya 2RM saja. Hotelnya comfie banget ! Disetiap sudut ada galon. Jadi bisa refil sepuasnya, ditambah kulkasnya menyala dg sempurna. Wah, recomend deh!
      Saran utk teman-teman yg mau pesan hotel di Melaka, pesan di daerah sekitar Dataran Pahlawan (rate murah), Bangunan Merah, dan Jonker Street. Tiga tempat itu, sudah dekat banget kemana-mana. Jadi bisa jalan-jalan santai, foto-foto, interaksi sama penduduk lokal. Yg penting, rajin jalan kaki yaa, hehehe.
      Hari pertama saya mengunjungi Bangunan Merah, jalan kaki dari Hotel 15 menit. Melewati mall-mall Besar, dan rupanya ada carnaval becak hias, mobil hias dan barongsai. Jadi nggak berasa jauh dan capeknya.
      Di Melaka, ada yang saya lihat di maps Google itu jauh, ternyata dekatan. Menara Taming Sari, Bangunan Merah, Jonker Street dan River Cruise. Yang jauh, cuma Masjid Selat Melaka. Masjid Selat Melaka memang harus menggunakan taksi online, karena jaraknya terpisah dengan daratan Melaka kota dan masuk ke kompleks perumahan. 
      3.Kuliner dan Oleh-oleh Melaka
      Sempat bingung mau makan apa di Melaka. Hari pertama saya sampai di Melaka, sudah malam dan banyak yg tutup. Masa iyah sih, jauh-jauh ke Melaka, makanya McD? Nggak ada nasi lagi. Akhirnya mampir ke 7Eleven (horeee, Nemu 'sevel !) Beli nasi lemak instant dan mie instan. Lupa berapa harganya, tapi cukup menahan lapar. Serius deh, sebenarnya nggak lapar-lapar banget ! Cuma karena nggak mau masuk angin ajah.
      Terakhir perut diisi sama sandwich Subway yg beli di KLIA2. Hufh, gara-gara ngincer destinasi wisata jadinya lupa makan. 
      Hari kedua, masih hunting foto disekitar Bangunan Merah, Taming Sari, River Cruise. Cerah banget langit di Melaka, dan udaranya juga segar nggak ada polusi (kapan Jakarta begini ? Mungkin ga yah ?). Di samping Bangunan Merah, ada tangga menuju bukit. Diatasnya bangunan reruntuhan yang menghadap lautan lepas. Keren banget !!! Duduk-duduk saja sambil lihat pemandangan. 
      Oh Iyah, untuk beli oleh-oleh seperti gantungan kunci, kaos tulisan Melaka, tas Melaka, tempatnya di Medan Samudera. Tenang, ga jauh kok ! Ga perlu nyebrang. Dari Bangunan Merah, ambil sisi kanan dan lurus terus sampai lihat bangunan kapal pesiar. Nah di sana, yang paling murah ! Kaos dapat 10RM, gantungan kunci dapat 8RM, 6 gantungan kunci. Meski di Bangunan Merah juga ada lapak yang menjual, lebih baik beli di Medan Samudera, karena harganya lebih terjangkau. 
      Selain beli oleh-oleh, di tempat ini ada warteg Melayu loh ! Syukurlah, ada warteg juga. Awalnya sempat underestimate gitu. Makanannya mirip makanan warteg, dan ga lebih menarik dari warteg Jakarta. Karena Nggak enak sama Ibu penjualnya, yg tiba-tiba udah nyendokin nasi, mau ga mau dibeli. 
      Yaa sayur tumis kacang panjang dan ayam goreng jadi menu makan siang. Pas dimakan, enak ! Ini karena efek capek mungkin yaa. Minum air mineral, biar nggak makin haus. Tadinya sih mau makan nasi Briyani dan teh tarik, tapi dia hanya jual di hari Minggu. Seporsi makanan warteg Melayu cuma 6RM. Waah, amazing ! akhirnya bisa menghemat, heheheh.
      Lepas makan, lanjut belanja-belanja di sekitar Medan Samudera. Biasa, buat yang dirumah, mau dibeliin kaos dan gantungan kunci utk disebar, hehehe. Jalan lagi ke Bangunan Merah, baru ketemu kedai es cendol. Katanya sih, es cendol di Melaka itu khas banget. Yaudah, saya beli yang es cendol kacang merah. Rasanya ??? Waah, enak banget !!! Pass buat saya yang ga terlalu suka manis. Kuah santannya gurih, cendolnya segar dan kacang merahnya manis. 
      Wah, okeh banget lah ! Rencana kalau ngidam, maunya ngidam es cendol Melaka. Hahahah
      Menjelang sore, saya bersiap menuju Mesjid Selat Melaka. Menikmati sunset sambil menunggu waktu magrib. Magrib di Malaysia, setengah tujuh. Tapi langitnya seperti setengah enam, Jakarta. Waktu di Malaysia tuh cepat banget ! Mungkin ini planet Merkurius, satu menit tiga puluh detik. Semua terasa cepat.
      Saya dan teman-teman menuju Masjid Selat Melaka menggunakan taksi online. Sampai di sana, waah indah banget ! Lebih indah dari foto-foto Google. Garis cakrawala sudah menyapa di langit. Air laut biru bersih tanpa sampah. Saya berdiri di halaman belakang Masjid menatap langit sore. Diterpa angin laut, dan ada beberapa wisatawan lain berlalu-lalang. Sayang, lagi nggak sholat Magrib di sini. 
      Akhirnya cuma nunggu teman yang sholat Maghrib, sambil jaga sendal hahaha.
      Malam terakhir di Melaka, saya menuju rumah makan Eeji Ban Chicken, penjual makanan khas Melaka. Ada Rice Balls, Asam Pedas, Nasi Lemak, harganya pun terjangkau. Berkesan makan ditempat ini, karena rumah makan Eeji Ban recomend dari supir taksi online. 
      4. Check Out Melaka
      Hari terakhir di Melaka, saya merasa sedih banget ninggalin tempat ini. Padahal rumah ini kampung orang, negeri orang, huhuhu. Nggak mau repot karena tas udah beranak, jadinya saya dan teman-teman naik taksi online ke Melaka Sentral.
      Di Malaysia pada umumnya, jarang ada sirik-sirikan or persaingan. Contohnya di terminal Sentral Melaka. Tadinya mau naik bus Delima,  bus terkenal dikalangan blogger yg pernah kesana. Tapi sama kenek Delima, disuruh ke bus satunya lagi yg kurang eksis. But its OK ! Yg ptg sampai, heheheh.
      Dua jam perjalanan menuju terminal bus TBS (Terminal Bersepadu Selatan), amazing !!! Terminal Bus rasa Bandara Terminal 3. Bersih, tertib, rapi. Dibawahnya, ada stasiun menuju KL Sentral. 
      5. Sehari di Kuala Lumpur 
      Berhubung pesawat tengah malam, jadi siang masih bisa jalan-jalan sebentar di Kuala Lumpur. Hunting foto di KLCC, Dataran Merdeka dan jalan-jalan ke Mall *lagi. 
      Dari Terminal TBS, naik KL transit ke stasiun KL SENTRAL seharga 6.5RM. Dari KL SENTRAL, bisa ke Batu Caves, KLCC, Mesjid Jamek, KLIA2. Ada peta seperti peta yang ada di halte Transjakarta, di sana juga ada petugas yang membantu dan menanyakan "Can i help you ?" So, tak perlu takut tersesat. 
      Stamina udah low, meski cuma naik turun kendaraan umum tp cukup bikin lemas. Selain makan, kita juga butuh vitamin, kalau capek lebih baik istirahat.
      Di KL SENTRAL, ada loker penitipan dg kunci sensor wajah. Jadi kita ga perlu deh tengteng tas beranak kesana kemari. Harganya 20RM utk loker kecil dan 30RM utk loker besar. Sangat disarankan berpergian sama teman, biar segala biaya bisa ditanggung bersama. Tapi milih juga yaa, teman yang gimana buat diajak jalan jauh. Apalagi, ke LN yg jalan kakinya jauh-jauh.
      Baiklah, itu pengalaman pertama saya traveling ke Melaka, Malaysia. Saya sangat suka tempat itu, lebih indah dari yg saya bayangkan. Terutama yg hobi fotografi, ini banyak spot-spot bagus di Melaka. 
      Oh Iyah, makasih banyak buat Mba Vira. Mgkn dia jarang aktif di forum ini. Saya pun juga newbie. Ketemu jalan2.com karena random ajah, hehehe. Lagi bosen, drpd stalking sang EX atau baca berita hoaks, iseng-iseng cari soal Melaka. Tiba-tiba muncul situs ini, dan saya kenalan sama Mba Vira. Nggak ada sedikitpun curiga bakal gimana nnt disana, tinggal jalan ajah. Hehehe
      Nah buat teman-teman, semoga tulisan saya membantu dan jadi referensi kalau kalian mau ke sana. Ingat, No need bilang, barang ini murah atau mahal. Soalnya beda "Peradaban".