deffa

My Best Moments 5 Days in Seoul : Part 5 (The Garden of Morning Calm)

82 posts in this topic

Hola Deffa Here !!!

Wow gak nyangka panjang juga ya cerita perjalanan ke Seoul saya 11-15 Maret 2016 kemarin, sekarang udah masuk Part 5. Tapi bagi kalian yang baru mengikuti cerita perjalanan saya ini, ada baik nya membaca dari awal ya klik link berikut :

My Best Moments 5 Days in Seoul : Part 1

My Best Moments 5 Days in Seoul : Part 2

My Best Moments 5 Days in Seoul : Part 3 (Nami Island)

My Best Moments 5 Days in Seoul : Part 4 (Petite France)

Jika kalian sudah membaca sampai ke Part 4, kalian pasti sudah tahu kalau cerita kali ini masih sambungan dari Hari ke 4 saya di Seoul 14 maret 2016, yang mengexplore Namiseom yaitu Nami Island - Petite France - The Garden of Morning Calm. Karena ketiga tempat wisata ini berada dalam satu daerah dan bisa di tempuh dalam one day trip.

Jadi jika kalian mau mencoba explore rute yang sama lebih baik baca dari Part 3 sampai Part 5 ini ya. Dan saran saya baca dengan seksama karena banyak info yang berguna loh :D

IMG_20160314_175830.jpg

DAY 4 : 14 Maret 2016

Itinerary Day 4 :

  1. Gapyeong Station
  2. Nami Island
  3. Petite France
  4. The Garden of Morning Calm
  5. Makan Malam Sam Gye Tang
  6. Dongdaemun Night Market

Setelah selesai kunjungan dari Petite France saya langsung menuju Halte Bus nya yang berada di depan Petite France dan kembali menggunakan Shuttle Bus dengan harga tiket 6000 Won untuk one day. Jadi bisa di gunakan sepuas nya selama satu hari naik bus keliling Namiseom

Quote

Saya memutuskan menggunakan Shuttle Bus karena tiket seharga 6000 won itu bisa di gunakan untuk naik bus selama 1 hari penuh, jadi karena destinasi saya hari ini mengelilingi sekitar Namiseom, ini sangat efisien, dan lagi rute bus nya juga ke beberapa tempat wisata utama di Namiseom. Tapi kalian harus perhatikan jadwal Shuttle Bus Tour ini ya

Beli tiket bus nya langsung di dalam Bus nya ke Supir Bus nya ya 

Dari Petite France itu sekitar 45 menit ke Garden of Morning Calm berikut jadwal bus nya yang perlu kalian perhatikan ya. Cara lain untuk ke sini ya menggunakan Taksi harga nya sekitar 3000 won one way trip

IMG_2965.JPG 

GARDEN OF THE MORNING CALM

Berdasarkan saran dari @uphe jika mau berkunjung kesini di sarankan sore hari menjelang gelap karena akan keren sekali, nanti kalian akan tahu jawabannya ya. Nah saya tiba disini sekitar pukul 17.00 WIT. 

Bus pun berhenti di Halte khusus nya, FYI ini adalah titik terakhir dari Shuttle Bus. Lalu rute kembali bus nya akan mengikuti rute sebelum nya alias mutar lagi. 

Menuju gerbang dari The Garden of Morning Calm disini terdapat Gallery dan juga Ticket Counter. Harga Tiket Masuk Garden of the Morning Calm bervariasi antara Weekend dan Weekdays. Kebetulan saya tiba weekdays :

  • Harga Tiket untuk Weekdays 8000 Won
  • Harga Tiket untuk Weekend 9000 Won

IMG_3241.JPG

Karena di sebelah Ticket Office ini ada sebuah ruang Gallery jadi saya sempatkan untuk mampir sejenak. Disini tersedia beberapa foto dari Garden ini, lokasi-lokasi yang di pilih untuk tempat foto sangat bagus untuk di ikuti

IMG_3242.JPGIMG_3244.JPG

Tiket yang sudah di beli juga di lengkapi buklet dan juga peta dari Garden ini, agar kita bisa tahu arah jalan yang di lalui. Karena ukuran garden ini cukup besar loh. Seperti ini lah map nya

IMG_3240.JPGgarden.jpg

Setelah masuk ke gerbang kita akan bertemu dengan Ikon dari Garden of the Morning Calm ini, harus foto disini loh karena ini salah satu spot wajib. Btw saya mendapatkan pengalaman yang gak enak di spot ini.

IMG_3245.JPGIMG_3248.JPG

Kebetulan saya tiba di sini bersamaan dengan Rombongan Turis Cina Mainland. Well kalian pasti sudah bisa tebak donk kenapa ? Yap mereka tidak mau antri bahkan hanya untuk foto saja. Padahal saya baru mulai foto karena giliran saya, sudah di suruh minggir dengan tanda tangan seorang Ibu yang mengisyaratkan "minggir gue mau foto".  

Well namanya juga Turis Cina Mainland, they really don't have etiquette. Ya ini kesekian kali nya saya ber "urusan" dengan turis Cina Mainland. Advice hindari lah jalur kalian dengan mereka deh, lebih baik cari aman saja daripada jengkel dan acara jalan-jalan kalian gak enak

CLOUD BRIDGE

Ok move on lepas dari logo Garden tersebut kita akan bertemu dengan sebuah jembatan yang menghubungkan daerah Ticket Office dan Main Garden nya, terbuat dari kayu dan campuran kabel baja sangat kokoh juga kesan elegan. Di bawah nya harus nya terdapat air sungai yang mengalir, namun karena peralihan musim dingin ke semi, air sungai nya surut. Nama jembatannya Cloud Bridge

IMG_3251.JPGIMG_3252.JPG

EDEN GARDEN

Selepas dari jembatan tersebut saya menuju ke jalan ke arah kiri dan bertemu sebuah taman kecil yang cukup cantik bernama Eden Garden. Taman tematik ini terdapat beberapa bunga raksasa buatan yang di bentuk menarik ada yang berupa bunga raksasa atau pun berbentuk hati. Spot yang bagus untuk foto

Spoiler

IMG_3254.JPGIMG_3256.JPGIMG_3257.JPG

FLOWER HOUSE

Lalu jalan lagi ke arah selatan kita akan bertemu dengan satu area yang disebut Flower House, sebernarnya disini berupa Kafe dan Restoran serta Toko Souvenir. Namun saya tidak masuk karena lebih tertarik dengan karya seni yang terdapat di luar nya. Terdapat sebuah arsitektur berbentuk Hati yang banyak di tempelkan dengan se carik kertas semacam Wish List. Ternyata di hampir semua tempat wisata di Seoul ini pasti ada tempat Wish List seperti ini ya

IMG_3259.JPG

KOREAN THEME GARDEN

Melanjutkan perjalanan kembali ke arah barat, oh ya pintu masuk garden ini berada di sebelah timur ya jika dilihat dari map. Kita akan bertemu sebuah taman yang cukup asik menurut saya karena terdapat kursi untuk bersantai dan juga spot foto yang bagus, kesan Taman ala Korea nya dapat disini. Disebut dengan Korean Theme Garden.

Spoiler

IMG_3260.JPGIMG_20160314_175755.jpgIMG_3261.JPG

Asik ya santai duduk disini sambil minum kopi mungkin, pokok nya relax banget disini. Jika seharian sudah explore area Gapyeong ini dengan berjalan kaki mungkin buru-buru. Disini bisa sedikit bersantai. Dan tiba-tiba seluruh taman berubah jadi berwarna-warni. Ternyata lampu kecil yang berada di setiap bunga dan taman disini di nyalakan karena sudah mulai gelap sekitar pukul 17.30 WIT. Ingat kata teman saya di atas kalau sore adalah waktu yang pas, dia mengisyaratkan tentang ini

IMG_20160314_180047.jpgIMG_20160314_180053.jpg

J's COTTAGE GARDEN

Mengikuti jalan yang ada ke arah barat, kembali saya di suguhkan dengan sebuah taman yang kini sudah berwarna-warni dan berkelap-kelip karena cahaya dari lampu hias nya. Sebuah taman yang bernama J's Cottage Garden ini mempunyai arsitektur yang di desain menjadi seperti bola-bola atau bentuk bulat dan terdapat pohon-pohon yang juga di hias dengan lampu, menggantung kan bola bola hias juga. Cantik sekali kan

Spoiler

IMG_20160314_180314.jpgIMG_20160314_180254.jpgIMG_20160314_180120.jpgPANO_20160314_180223.jpg

MORNING CALM WALK

Kali ini berjalan ke arah Timur namun dari peta berada di sisi utara atau sisi Timur Laut, akan bertemu dengan jalan yang cukup panjang disebut Morning Calm Walk. Di isi dengan sebuah lapangan yang terdapat jaring-jaring berupa lampu hias. Lalu di area utama nya terdapat sebuah arsitektur berupa Kereta Kencana ala Cinderella yang juga di hiasi dengan lampu 

IMG_20160314_180820.jpgIMG_20160314_180929.jpg

ROAD TO HEAVEN

Setelah dari Morning Calm Walk itu, ke arah utara ada sebuah taman yang unik namanya yaitu Road to Heaven. Jalan nya sedikit menanjak dan di kiri kanan terdapat taman lampu yang berbentuk hati dengan ornamen sayap dan juga ada yang berbentuk seperti jamur. Ada juga spot foto seperti frame hati. Seakan ingin mengesankan perjalanan ke surga, beberapa taman di depan nya juga bertema demikian

IMG_20160314_180948.jpgIMG_20160314_181154.jpg

HEAVEN GARDEN

Masih lanjutan dari Road to Heaven tadi kita akan bertemu dengan taman tematik bernama Heaven Garden, masih bertemakan surga namun di tambahkan ornamen seperti ala Sinterklas, dimana terdapat kereta Sinterklass lengkap dengan rusa penarik nya

IMG_20160314_181404.jpg

MOONLIGHT GARDEN

Nah di ujung paling utara dari komplek The Garden of Morning Calm ini kalian akan menemukan sebuah Gereja Kecil atau Chapel yang cantik berwarna putih, mungkin di sebut White Chapel dalam sebuah taman yang dinamakan Moonlight Garden. Seakan menambahkan kesan Surga nya, di kiri kanan Chapel ini terdapat seperti 2 malaikat yang menjaga. Saya kurang tahu apakah White Chapel ini bisa di masuki, karena saya tidak masuk

IMG_20160314_181436.jpg

MORNING PLAZA

Turun dari area Road to Heaven tersebut ke arah selatan mengikuti jalan kita akan bertemu dengan Morning Plaza. Sepanjang jalan ini kita akan melihat banyak payung berlampu hias yang di gantung cantik. Disini sebuah lapangan yang di dalam nya terrdapat beberapa arsitektur unik dan lucu berupa hewan, di antara nya beruang mirip Teddy Bear namun versi raksasa dan juga Angsa yang membentuk hati. Di lengkapi juga dengan lampu hias. 

Spoiler

IMG_20160314_181815.jpgIMG_20160314_181927.jpgIMG_20160314_181907.jpg

CONIFER GARDEN (Miniature Garden Rail)

Jika di Nami Island terdapat Wish Love Alley atau Lorong untuk menggantung kan kertas permohonan cinta, nah di The Garden of Morning Calm ini juga ada yang mirip namun beda nya ini berupa Garden Rail atau Lorong Taman yang di hiasi lampu tentu nya bernama Conifer Garden. Cantik sekali apalagi warna lampu nya dominan Pink dan Putih, menambahkan kesan romantis nya

 IMG_20160314_182121.jpgIMG_20160314_182400.jpg

Setelah dari sini saya menyudahi kunjungan saya di The Garden of Morning Calm ini dengan rute yang hampir sama melewati Cloud Bridge lagi, namun kali ini beberapa tempat yang awal nya belum menyala lampu nya sekarang sudah menyala, menjadi semakin cantik. Ini foto-foto tambahan nya ketika lampu sudah nyala

Spoiler

IMG_20160314_182718.jpgIMG_20160314_182739.jpgIMG_20160314_182919.jpg

Karena sudah sekitar pukul 18.30 WIT jadi Shuttle Bus hanya bisa sampai ke Cheongpyeong Terminal saja, karena Last Bus dari Garden ini yaitu pukul 19.30 WIT dan Last Bus yang menuju ke Gapyeong Terminal itu 18.00 WIT. Jadi saya hanya sampai ke Cheongpyeong Station saja. Kalian harus perhatikan ya jam keberangkatan shuttle bus nya agar tidak ketinggalan

xIMG_2966.JPG.c80114cad271610f31f05fba31

Tiba di Cheongpyeong Station, ini sebenarnya satu station sebelum Gapyeong Station jadi lebih dekat ke arah Seoul dan lebih dekat ke The Garden of Morning Calm seh. 

Cara untuk kembali dari Nami Island / Petite France / The Garden of Morning Calm ke Seoul menggunakan Subway :

  1. Naik Subway dari Station Gapyeong atau Cheongpyeong Station
  2. Turun di Sangbong Station
  3. Ganti ke Line sesuai tujuan kalian (untuk saya ke dongdaemun line 7)
  4. Harga one way ini 1250 won di cover oleh T-Money
  5. Perjalanan sekitar 1 - 1,5 jam

SAMGYETANG in DONGDAEMUN

Ya selepas tiba di Dongdaemun Historical & Cultural Park Station atau DDP saya memutuskan untuk mencari restoran yang menyajikan satu makanan khas korea yang disebut Samgyetang. Saya pilih di DDP ini agar dekat dengan penginapan saya jadi kalau pulang tidak jauh. Akhirnya saya tanya ke @mega_yoora dimana tempat makan Sam Gye Tang yang enak dan gak mahal dan dapatlah satu nama tempatnya masih di daerah DDP ini karena namanya menggunakan tulisan Hangeul jadi saya kurang tahu, tapi lokasi nya di belakang dari Lotte Fitin Fashion Mall

IMG_20160314_222554.jpg

Di belakang dari Lotte Fashion Mall ini memang ada banyak restoran, satu restoran yang bikin saya menarik adalah karena ada menu Samgyetang nya disana dan harga nya juga tidak standar jadi saya pilih disini

IMG_20160314_221236.jpg IMG_20160314_212301.jpg

Selain Samgyetang 13.000 Won saya juga memesan Kalguksu Chicken 7000 Won. Ok Samgyetang adalah sup ayam Ginseng Korea, sup ini berisi satu ekor ayam muda dan juga terdapat nasi yang di masukkan ke dalam badan ayam nya, jadi ketika kita membelah ayam terdapat nasi di dalam nya. Rasa nya segar dan hangat di tenggorokan karena ada ginseng nya, mungkin perbedaan lidah, yang di Seoul ini kurang asin sedangkan yang di Indonesia saya rasa pas asin nya :D

IMG_20160314_213204.jpg

Sedangkan Kalguksu Chicken adalah masakan berupa mie yang mempunyai kaldu ayam. Cukup sederhana seh hanya Mie Kaldu Ayam namun rasa nya ya berbeda dengan Mie Instan Kaldu Ayam.

IMG_20160314_213139.jpg

Ya tidak lupa juga Kimchi dkk nya menyertai, overall saya suka rasa makanan nya walaupun Samgyetang nya harus saya tambah garam lagi. Dengan total harga 20.000 Won. Ini makan malam terakhir saya di Seoul jadi ingin yang berkesan heheheh

IMG_20160314_213926.jpg

DONGDAEMUN NIGHT MARKET

Satu hal lagi karena ini malam terakhir di Seoul saya masih penasaran dengan Dongdaemun Night Market, karena katanya tiap malam ada night market di sekitar dongdaemun ini. Akhirnya saya cari juga dan ternyata memang banyak sekali yang berjualan di pinggir jalan di area trotoar dengan membuka seperti Warung Tenda. Dagangannya mostly makanan, fashion dan kebutuhan sehari-hari.

Saya mendapatkan Dongdaemun Night Market ini di dekat DDP Station exit 5, saya rasa di exit lain juga ada. Saya hanya beli satu baju untuk Anjing Kecil saya Filo seharga 10.000 Won.

IMG_20160314_223702.jpg

Dan saya pun pulang ke penginapan di Yakorea Hostel Dongdaemun dekat Cheonggu Station hanya beda 1 Station dari DDP ini. Dan mulai packing karena besok pagi nya saya harus flight pagi menggunakan Air Asia ke Kuala Lumpur - Bandung.

DAY 5 : 15 Maret 2016

Flight saya pukul 09.35 WIT jadi saya sudah berangkat dari penginapan sekitar pukul 05.00 WIT. Nah disini malapetaka lagi terjadi seperti yang saya alami ketika berangkat dari Bandung - KL lalu KL - Osaka di cerita sebelum nya yaitu Last Minute Call. Oh ya saya mendapatkan tiket Promo Air Asia ini sekitar 1.3 jutaan dari Air Asia Carnival tahun lalu

Mungkin karena masih ngantuk saya jadi kurang fokus untuk memperhatikan arah tujuan dari Subway yang harus saya naiki. Saya dari Cheonggu Station yang harus nya naik Line 6 ke Gongdeok Station, saya malah ke arah sebalik nya yaitu Samgakji Station. Makin menjauh dari bandara.

Saya pun tertidur di Subway itu mungkin sekitar 30 menitan saya baru ngeh kalau salah arah dan langsung bergegas balik arah menuju ke Bandara Incheon yang harus nya dari Cheounggu Station Line 6, turun di Gongdeok Station, lalu naik Arex All-Stop Train ke Incheon. Jadi saya sudah wasting time sekitar 30 menitan dan di tambah lagi jalan balik arah sekitar 45 menit lebih.

Tiba di Bandara Incheon pun langsung lari dan bergegas, untung di bagian imigrasi tidak lama. Walaupun tiba di Gate sudah Last Minute Call, masih keburu naik pesawat. Dan pas saya mencetak Hat-Trick 3 kali berturut-turut dalam satu kali trip menghadapi Last Minute Call :P 

Sekian cerita perjalanan saya selama 5 hari di Seoul, kesan saya Seoul sangat menyenangkan, lebih murah dari Jepang tentunya dan perlu waktu yang lebih untuk explore tempat wisatanya agar bisa menikmati.

Semoga cerita perjalanan saya ini berguna bagi kalian yang juga mau ke Seoul, saran saya baca dari awal ya agar bisa mengikuti. Link nya ada di bagian atas. Silahkan di Share jika berkenan :D

PENGELUARAN THE GARDEN of MORNING CALM

pengeluaran garden.jpg

 

Baca Juga : 3 Hari di Osaka itu Seru Loh

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
56 minutes ago, kyosash said:

sepertinya suasana malam di Garden of Morning Calmnya lebih bagus yah, btw Samgyetang kelihatan-nya mantap tuh  

setuju nih sama om @kyosash jadi lampion garden kalo malem udah ga morning calm :D

Gile sampe part 5.. dasyattt waahahaha.

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, min0ru said:

setuju nih sama om @kyosash jadi lampion garden kalo malem udah ga morning calm :D

Gile sampe part 5.. dasyattt waahahaha.

Yoi kalo malam mungkin jadi Garden of Light :D 

hhahay masih terus seh ini tar perintil2 nya :P 

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, deffa said:

yo yo ama pasangan ye liat aja nuansa nya\ dah romantis gitu hahah :P 

Cloud Bridge nya juga OK punya tuh. Pas musim yang ada airnya bisa ngegalau tuh sejem dua jam disitu hahahaha

Asal jangan bawa pancingan aja hahaha

Share this post


Link to post
Share on other sites
10 minutes ago, HarrisWang said:

Cloud Bridge nya juga OK punya tuh. Pas musim yang ada airnya bisa ngegalau tuh sejem dua jam disitu hahahaha

Asal jangan bawa pancingan aja hahaha

hahaha sama kita gue pas pertama kali kesini ngeliat itu jembatan ke bayang "Mancing Mania Mantap" hahhaha

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, twindry said:

akhirnya kelar  akakak...mantap euy. btw nama nya morning calm tapi kok lbh bagus di malam ya?  :bingung

tapi kalau pas Musim Semi bunga bermekaran emang bagus pas morning seh 

itu yang poto2 di gallery contoh nya :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, deffa said:

tapi kalau pas Musim Semi bunga bermekaran emang bagus pas morning seh 

itu yang poto2 di gallery contoh nya :D 

Untung turis mainland ngga separah yang di Jepang kemarin, yang ampe masuk kolam ambil air suci di kuil Kiyomizudera hahaha

Kalau brutal juga, itu lampu lampu bisa di petik satu satu buat koleksi hahahaha

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, HarrisWang said:

Untung turis mainland ngga separah yang di Jepang kemarin, yang ampe masuk kolam ambil air suci di kuil Kiyomizudera hahaha

Kalau brutal juga, itu lampu lampu bisa di petik satu satu buat koleksi hahahaha

wah kalo itu seh udah parah dah

tapi emang turis mainland yang gue temuin kemarin ya gitu deh tipikal banget

gue seh udah nyangka bakalan rese mereka jadi ya gak mau ribut panjang ngalah aja deh

Share this post


Link to post
Share on other sites
14 minutes ago, deffa said:

wah kalo itu seh udah parah dah

tapi emang turis mainland yang gue temuin kemarin ya gitu deh tipikal banget

gue seh udah nyangka bakalan rese mereka jadi ya gak mau ribut panjang ngalah aja deh

Mak gw aja pas di Beijing, gw baek baek dong antri di tengah desak desakan ribuan orang masuk gate Tiananmen Square, eh, gw cuma 3 kali ngedip, mak gw udah jauh di depan HAHAHAHAHAHA.

Sempat merah muka gw, mau nangis karna kepisah dari emak *ehh :bingung

Share this post


Link to post
Share on other sites
4 minutes ago, deffa said:

itu di baca dulu Mon FR nya

kan including lampu hias tar ngerti deh :D 

Udah gw baca mod.

kan sama ini juga sering muncul d drama korea. jadi gw paham.

cuma bahasa'y kaya ambigu aja yg td itu.

ahahahahahaha...

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, mone said:

Udah gw baca mod.

kan sama ini juga sering muncul d drama korea. jadi gw paham.

cuma bahasa'y kaya ambigu aja yg td itu.

ahahahahahaha...

iya kan terang kalo gelap

nah Lampu Hias nya akan Terang banget kalau pas Gelap Malam gitu mon :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Wah asik bacanya dari part-1.. terkenang-kenang Korea.. hahaaa.

Banyak yg belum didatangi juga... bisa nih buat panduan kalo ke Korea lagi, hehehee...

Thanks for sharing :senyum

Share this post


Link to post
Share on other sites
22 hours ago, Ester_V said:

Wah asik bacanya dari part-1.. terkenang-kenang Korea.. hahaaa.

Banyak yg belum didatangi juga... bisa nih buat panduan kalo ke Korea lagi, hehehee...

Thanks for sharing :senyum

 

21 hours ago, deffa said:

@Ester_V

halo ester thx dah baca

pernah ke korea ya waktu itu kemana aja mungkin bisa di tulis juga pengalamannya

Seru bacanya!

Aku cuma ke Seoul Jeju aja.. masih pengen balik lagi,. heheheee

Okeh, ntar aku coba nulis, sekalian napak tilas, xixixiiii

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, Ana Nakahara said:

Kalau pulang uda lewat dari jam 6 malam trus ga ke buru bus gmana tuh mas? apa ada alternatif kendaraan? soalnya kalau malam jam 7 an baru bagus pemandangannya.

@Ana Nakahara paling taksi dan biasanya one way 3000 won harganya 

29 minutes ago, Ester_V said:

 

Seru bacanya!

Aku cuma ke Seoul Jeju aja.. masih pengen balik lagi,. heheheee

Okeh, ntar aku coba nulis, sekalian napak tilas, xixixiiii

@Ester_V wah saya malah belum pernah ke jeju ayo tulis donk mba :D 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 17/6/2016 at 10:25 AM, deffa said:

iya kan terang kalo gelap

nah Lampu Hias nya akan Terang banget kalau pas Gelap Malam gitu mon

Semoga next korea bisa sempet kesini. Jadi biar bisa pamer foto kaya momod.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By mariakuntarti
      Hari 1
      Perjalanan dimulai dari jakarta menuju KLIA (kuala lumpur ) naik Malindo air lalu pindah bandara dari KLIA ke KLIA2 untuk Naik Airasia menuju Changsha. Untuk pindah bandara dari KLIA - KLIA2 ada bus gratis yang bisa ditanyakan pada petugas bandara atau bisa juga naik kereta berbayar.
      Sampai di Changsha, karena terjadi delay sudah jam 12 malam lewat, lalu aku naik bus bandara  (Airport bus to Civil Aviation Hotel ) seharga CHY 15.5 / orang karena tujuan utamaku adalah stasiun kereta "Changsha Railway Station" . Dari pemberhentian airport bus Civil Aviation hotel menuju stasiun kereta cukup berjalan kaki saja.
      Rencana awal adalah aku akan menginap semalam di hotel sekitar stasiun tetapi karena pesawat delay dan ada kereta ke Zhangjiajie jam 04:30 pagi maka aku putuskan langsung ke stasiun untuk beli tiket kereta . Loket untuk beli tiket buka 24 jam, jadi setelah beli tiket aku istirahat di dalam ruang tunggu stasiun. Tiket yang aku dapatkan adalah tiket hardseat seharga CHY 83.5/ orang (untuk kelas tempat tidur sudah habis tiketnya)
      Note : siapkan pasport untuk beli tiket kereta, siapkan juga kertas dengan tulisan mandarin nama stasiun yang akan dituju untuk memudahkan pembelian tiket
      Dibawah ini adalah foto stasiun keretanya . Dari pemberhentian airport bus sudah kelihatan, jalan kaki juga dekat.
      satunya lagi adalah foto didalam stasiun kereta ..bagus dan megah.. tahun ini WC distasiun sudah tidak bau lho dan bersih


    • By Dantik
      Hari 1, 05 Mei 2018 : Athena
      Hari 2, 06 Mei 2018 : Roma Day 1
      Hari 3, 07 Mei 2018 : Venice
      Hari 4, 08 Mei 2018 : Roma Day 2
      Hari 5, 09 Mei 2018 : Roma Day 3
      Hari 6, 10 Mei 2018
      Setelah bermalam di Athena karena penerbangan kami ke Santorini transit di Athena beberapa jam, tibalah kami di Santorini. Perjalanan hanya sekitar 50 menit dari Athena ke Santorini.
      Setelah tiba di Santorini kami dijemput oleh staff penginapan kami, karena kami meminta extra layanan penjemputan. Kami menginap di Antonia Apartments, penginapan ini menyediakan layanan antar-jemput bandara dengan harga yang wajar yaitu 5 euro sekali jalan/orang. Mereka juga menawarkan paket one day tour dll.
      Antonia Apartments menurut kami penginapan yang recomended karena pelayanan yang memuaskan, bersih, nyaman dan yang terpenting adalah lokasi yang strategis. Dari sini tidaklah susah jika kita ingin mencari makan atau ke Terminal Bus Fira karena berada di tengah-tengah pusat Fira.

      Itinerary hari pertama kami di Santorini adalah berjalan kaki dari Fira ke Firostefani. Sebelumnya kami pergi ke Kamari Beach menggunakan bus umum dari Terminal Bus Fira. Rencana kami ingin menyewa kendaraan bermotor disini, sayang tidak bisa karena tidak mempunyai SIM Internasional maka tidak ada pilihan selain menggunakan Bus.

       
      1. Kamari Beach

      Kamari Beach adalah pantai dengan pasir hitam, dibalik tebing yang tinggi itu terdapat Perisa Beach yang juga berpasir hitam.
      Setelah dari Kamari Beach kami kembali lagi ke Terminal Bus Fira, kemudian kami mulai berjalan kaki menuju Firostefani.
      2. Hypapante Cathedral

      Walking tour di Santorini bisa menjadi pilihan yang bagus jika kalian tidak menyewa kendaraan bermotor, atau yang hanya ingin menikmati Santorini dengan berjalan di sepanjang kaldera sambil melihat pemandangan laut. Tetapi medannya yang menanjak & menurun cukup menguras tenaga, pastikan kita selalu membawa minum. Tempat pertama yang kami lewati adalah Hypapante Cathedral.
      3. Donkey trail & walkway entrance/exit

      Bagi yang ingin hiking bisa mencoba donkey trail & walkway entrance/exit yaitu 588 anak tangga dengan zig-zag trails.
      4. Catholic Church

      Catholic Church yang berada di tepat sebelah cable car.
      5. Firostefani

      Firostefani adalah salah satu gereja yang paling banyak difoto dari Santorini.
      Inilah itinerary kami hari pertama di Santorini. 
    • By vie asano

      Masih tentang Seoul. Pada tulisan ini, saya sudah menulis informasi global tentang kota Seoul dan apa saja yang bisa ditemukan disana. Dan pada tulisan ini saya sudah berbagi informasi seputar Touris Information Center di seluruh Seoul, termasuk dengan tourist information desk. Mungkin masih yang belum saya tulis (karena jumlah pusat informasi wisata di Seoul memang cukup banyak), namun mudah-mudahan cukup membantu teman-teman yang berencana main-main ke Seoul.
      Walau jumlah pusat informasi wisata di Seoul cukup banyak dan tersebar di berbagai distrik, saya yakin nggak semua punya waktu untuk sengaja main ke tempat-tempat tersebut. Alasannya bervariasi, mulai dari males, bingung cari tempatnya, dan lain sebagainya. Nah, bagi yang memang malas sengaja mampir ke kantor pusat informasi wisata, Seoul menawarkan fasilitas lain yang disebut mobile tourist offices. Penasaran?
      Mobile tourist offices merupakan sebutan tak resmi untuk staff di pusat informasi wisata Seoul yang bekerja di luar ruangan. Mereka tidak sekedar duduk manis di balik meja dan melayani aneka pertanyaan dari wisatawan, namun mereka sengaja berdiri maupun lalu lalang di berbagai tempat yang mencolok dan banyak dilalui oleh wisatawan. Tak sulit untuk menemukan staff mobile tersebut, karena mereka mengenakan jaket atau rompi merah terang dengan logo "i" di jaketnya.
      Apa jasa yang ditawarkan oleh para staff mobile berjaket merah tersebut? Para staff tersebut memiliki kemampuan berbahasa asing yang baik. Ada yang bisa bahasa Inggris, China, Jepang, hingga bahasa lainnya. Tentunya nggak semua staff bisa multibahasa ya, namun rata-rata menguasai minimal bahasa Inggris. Para staff mobile tersebut akan membantu Anda yang memiliki pertanyaan mengenai berbagai obyek wisata, membantu Anda untuk melakukan reservasi hotel dan mengurus tiket kereta maupun pesawat (minimal mengarahkan Anda untuk pergi ke pusat informasi turis yang memiliki peralatan lebih lengkap), dan bahkan melayani Anda yang sekedar ingin tanya jalan. Mereka juga memiliki kemampuan sebagai pemandu wisata yang dapat menunjukkan berbagai spot menarik di Seoul lho (untuk lebih jelasnya bisa menghubungi nomor telepon berbagai pusat informasi turis yang ada di tulisan ini). Mau tahu dimana saja bisa bertemu dengan si kerudung merah, eh, petugas berjaket merah ini? Berikut lokasinya:
      Myeongdong
      Area: Myeongdong Unesco Building, Myeongdong Theater, M Plaza, Stasiun Myeongdong
      Jam operasional: 09.30-19.30
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Namdaemun Market
      Area: Jungang-ro, Namdaemun Tourist Information Center, Sungyemun, Samick Fashion Town
      Jam operasional: 09.30-18.30
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Sinchon (Ewha Womans University)
      Area: Stasiun Sinchon Railway, pintu masuk Ewha University, Exit 2 di Stasiun Ehwa University, Bistro Bucks, Sinchon Police Station
      Jam operasional: 10.00-19.00
      Bahasa: Jepang, Cina
      Itaewon
      Area: Exit 1 di Stasiun Itaewon, International Arcade, Itaewon Shop, Itaewon 119 Safety Center
      Jam operasional: 10.00-19.00
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Dongdaemun
      Area: Dongdaemun, Shinpyunghwa Fashion Town, Doosan Tower, Good Morning City, Dongdaemun History and Culture Park
      Jam operasional: 12.00-20.00
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Insadong
      Area: Pintu masuk Insadong, Insadong Street, Ssamziegil, Gallery Miho, Angukdong Intersection
      Jam operasional: 10.00-19.00
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Gwanghwamun
      Area: Gwanghwamun Information Center, Deoksugung, Seoul Plaza, Gwanghwamun Square, Sejong Center for the Performing Arts
      Jam operasional: 09.30-18.30
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Bukchon
      Area: Gahoe-dong Community Service Center, Jeongdok Public Library, World Jewellery Museum, Bukchon Eight View, Bukchon Fifth View, Donmi Pharmacy, Seoul Museum of Chicken Art
      Jam operasional: 09.00-18.00
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Hongdae
      Rute: Watson Mister Donut, Trick Eye Museum, Etude House Watson
      Jam operasional: 12.00-20.00
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Samcheongdong
      Rute: Samcheong Police Station, Samcheong-ro, Samcheong-dong Resident Center, Dolgaedan-gil Entrance, Bukchon-ro 15-gil Vicinity
      Jam operasional: 09.00-18.00
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Sinsadong Garosu-gil
      Rute: Fossil Korea, Zara, Kraze Burger, H&M, Mango Six, J-Tower, Holistic, Diesel
      Jam operasional: 10.00-19.00
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Kira-kira di spot itulah Anda bisa menemukan mobile tourist officer resmi dari pusat informasi wisata di Seoul. Jadi kalau lihat ada orang-orang berbaju merah yang stand by maupun keliling-keliling di area tertentu, jangan sungkan untuk tanya-tanya (jika ada yang mau ditanyakan). Sebagai penutup, saya lampirkan informasi lokasi Kedutaan Besar Indonesia di Seoul, plus nomor yang bisa dihubungi sekiranya ada masalah saat sedang jalan-jalan di Seoul. Berikut daftarnya:
      Kedutaan Besar Indonesia
      Alamat: 55, Yeouido-dong, Yeongdeungpo-gu, Seoul
      Telp: +82-2-783-5675-7
      Tourism Call/Complaint Centers
      -Untuk komplain secara umum tentang Seoul, hubungi Dasan Call Center di 02-120, ext.9 atau +82-2-120 ext.9 jika menelepon dari luar Korea.
      -Untuk komplain tentang masalah wisata/pariwisata, hubungi Tourist Information Center di 1330, atau +82-2-1330 jika menelepon dari luar Korea.
      Komplain juga bisa dilayangkan melalui email, lho. Jika ingin komplain sehubungan dengan perjalanan wisata maupun wisata di Seoul, bisa layangkan email ke: tourcom@knto.or.kr dengan mencantumkan detail kejadian (seperti subjek laporan, waktu kejadian, lokasi, dan detail lainnya yang relevan). Sedangkan jika ingin komplain hal-hal yang berhubungan dengan transportasi, bisa kirim email ke: happyride@seoul.go.kr. Jangan lupa lengkapi laporan dengan detail kejadian seperti nomor plat kendaraan, waktu kejadian, lokasi, dan sebagainya.
      Semoga informasinya bermanfaat.
    • By Awen
      Menjejakkan kaki di kaki Pengunungan Himalaya (Annapurna Base Camp 4130)
      “NAMASTE” Nepal 13-26 Jun 2018 
      Ini bukanlah mimpi tapi kenyataan buat seorang yang bukan pendaki dan bukan trekker. Bulan Juni bukanlah waktu terbaik untuk trekking karena sudah masuk di musim hujan. karena kami adalah kuli dan untuk cuti panjang sangat susah akhirnya memutuskan di Libur Lebaran  yang pastinya harga tiket lebih mahal. Jauh hari sudah cari tiket semua di otakatik mana yang kasih promo dan termurah, sebenarnya paling murah naik Malindo tapi karena ingin terbang di waktu hari masih terang akhirnya memutuskan menggunakan AA dan sampai beli kursi dekat jendela demi keinginan melihat jajaran Himalaya dari langit apa daya ternyata yang ada kabut.
       Rencana awal Routenya : Phokara ke Hille by Jeep -  baru start trekking menuju ke Poon hill lanjut ke ABC. di tengah jalan kami memutuskan ke ABC saja dan sisa hari akan kami gunakan keliling  kota  Phokara dan Khatmandu.
      13 Jun : Jakarta - Kualalumpur
      14 Jun : Kualalumpur – Khatmandu
       tiba di airport langsung menuju mesin  VOA, sangat mudah dan ada juga petugas yang memandu, kalau mau tukar uang jangan di dalam bandara karena ada biaya potongan atau tukar sedikit saja nanti kekurangannnya bisa tukar di tamel. Selesai Imigrasi langsung keluar cari taxi  menuju NTB (Nepal Tourism Board) urus ACAP dan TIMS selesai semua dari NTB jalan kaki sampai Thamel itung-itung  latihan, dan ternyata kota ini berdebu bangat,  mencari tempat makan jadi rada susah. sampai di hostel check in langsung keluar cari Pole dan liat2 sekitar Thamel.
      15 Jun : Khatmandu ke Phokara,
      naik bus brangkatnya jam 7 pagi,  mangkalnya di Jl.Kantipath  Persis di depan Yellow Pagoda Hotel, busnya banyak tinggal milih mau naik yg mana, tiba Phokara sekitar pukul 15:00, dari terminal bus jaki lagi menuju Hotel Diplomat check in dan ngobrol-ngobrol dengan pemiliknya atas saran bapaknya  kami merobah Route yang awal nya ke Poonhill menjadi Ke ABC Dan kami memesan Jeep di Hotel sampai ke Kimche dan diingatknan pagi  jam 6:00  sudah harus siap.
      16 Jun : Pagi Jam 6:00 Jeep sudah nongol depan hotel
      Perjalanan di mulai dari jalan lurus, lama2 meliuk-liuk  Sopir Jeep nya  baik awalnya kita ke Kimche tapi disaranin sama Pak Sopirnya sampai ke  Ke pemberhentian terakhir Jeep itu di MOTKIU dekat new bridge. Berhenti dulu di Birethanti TIMS Check Post & ACAP Check Post, lapor diri sah di catat tanggal masuknya  dan benar benar serius menanganinya. Ajung jempol. lanjut lagi naik Jeep kurang lebih 1,5 jam an dengan jalanan yang cukup menantang, ngeri ngeri sedap kata orang Medan Sopir disini wajib ahli dan lihai,  melebihi supir medan :-) . Tiba di MOTKIU @ 10:00 disini jeep banyak mangkal yang menunggu trekker yg sudah turun dan menuju ke Phokara, auranya makin semangat  ranselnya mulai Di gendong saking semangatnya 10kg kagak berasa wkwkwkwk.  target hari ini sampai Chomrong  ternyata lewat sampai Sinuwa.  Tangga-tangga yang mematikan itu terlewati sudah di temani hujan.
       Trekking berawal dari sini:       Motkiu - New Bridge - Jhinu - Chomrong - Sinuwa -------> Nginap
      17 Jun : Sinuwa – Bamboo - Dovan - Himalaya --------> Nginap
      Tiba di Himalaya di sambut hujan deras juga, pesan makan bersih2,   Naik ketempat tidur ritual pakai alat2 anti dingin dan minyak, conterpain Hari masih sore udah    sembunyi di bawah selimut. Makin malam mulai terasa keanehan, Kami tidak bisa memejamkan mata, adanya jadi stress sendiri, jadinya ngobrol dan Mencoba mengingat perjalanan satu hari ini ternyata kami waktu makan siang di Bambo. Minum black tea 1 pot bisa jadi mungkin karena itu atau gejala AMS yg hinggap.      
      18 Jun : Himalaya - Deurali - MBC -------> Nginap
      Untuk mengurangi beban barang2  yg tidak diperlukan ke atas kami titipkan di penginapan,  Deurali setengah perjalanan saya mulai mengalami mual, mencoba mengatur nafas dan  Mengalihkan rasa sakitnya dengan menghitung langkah 1, 2 , 3,…. Sampai akhirnya   Lihat tulisan MBC dan disini saya mengeluarkan air mata, bahagia liat plang tapi mualnya mulai nga karuan, mau mencapai plang itu liat ke atas masih banyak tangganya, teman jalan ku dah di atas sambil teriak nyemangati,  mulai menapaki tangganya tanpa liat kiri dan kanan akhirnya nyampe, sesat rasa sakit hilang karena rasa bahagia campur aduk hahaha, Sebenarnya masih cukup waktu untuk lanjut ke ABC tapi dengan pertimbangan rasa mual dan nafsu makan yg sudah mulai ngaco dan cuaca mulai mendung kami putuskan nginap di MBC. Sore hari pas jam makan pada teriak liat ada Sunset semua kabur ke luar pada cari kamera dari sini keliatan bias sinarnya hanya di ujung saja dan di rekam di otak. Yang stay di ABC pasti melihat dan menikmati keindahannya secara sempurna.
      19 Jun : MBC - ABC - MBC -  Deurali - Himalaya -----> Nginap
       Jam 3 pagi sudah bangun sarapan Sop Garlic dan Ginger tea untuk stamina Atas saran dari quide nya opung doli dan opung boru dari Korea, dan menolong kami penunjuk jalan awal di pagi subuh menuju ABC kurang lebih 2 jam an Pagi yang dingin  rasanya jari ku dah beku lupa bawa sarung tangan mmm rasakanlah jariku menderita. Akhirnya Liat Papan “Namaste Annapurna Base Camp 4130” –  teriak bahagia kegirangan dan berhasillllllll, Beberapa jam jalan keliling dan menikmati area Annapurna Base Camp baru turun lagi  ke MBC dengan  mual  nga hilang, akhirnya mabok…..Tiba di MBC rapi2 dan makan siang terus melanjutkan perjalanan  Rencana target sampai Dovan tapi akhirnya nginap Himalaya. Disini kami ramai karena bareng turun dengan teman teman  sebangsa dan setanah air  Indonesia yang ktemu di atas sambil ngobrol dengan cerita seru dan kocak kami semua  nginap di Himalaya
      20 Jun : Himalaya - Dovan - Bamboo - Chomrong ----------> nginap
      Setiap pagi selalu semangat energi masih penuh turunnya pengen lari-lari, Beban berkurang karena kita sewa porter 1 hari sampai Chomrong jadi jalannya lebih cepat          
      21 Jun : Chomrong - Jhinu - New Bridge - Motkiu - Phokara.
      Horeee jeepnya dah kliatan kita salaman semua dah sampai di Motkiu hahaha, makan siang lanjut naik jeep dan Lapor diri bahwa kita sudah keluar. Perjalanan trekking usai dengan bahagia dan selamat. Selama di perjalanan. Banyak ktemu orang dari berbagai  negara yg naik dan turun walaupun musim hujan, yg semuanya setiap berpapasan selalu saling sapa "Namaste" dan menyemangati.
      * Jadi berapa  lama kah waktu di butuhkan ke ABC ?
         Tergantung kecepatam jalan, stamina, cuaca,
      * kami 6 hari naik dan turun, sebelum sore dah berhenti karena takut kabut dan hujan
      Persiapannnya:
       -  Asuransi sangat penting buat jaga2 halhal yg tidak diinginkan.
          Kemarin disana ada dari Indonesia kena AMS tingkat serius dijemput Heli di Deurali untungnya pake asuransi klo nga? Sipastikan mihillll
       -  Obat-obatan, P3K minyak telon, kayu putih, conterpain, sun protection
       - Jacket anti dingin, anti hujan, anti badai sampai ber layer
       - Sepatu trekking, kaos kaki, sarung tangan, kupluk, buff, masker, Pole, Senter
       - Baju gunakan yg ringan gampang kering, kalau nga mau belang2  dan kulit gosong pakailah lengan panjang
      - HP, camera, klo nga nampang ntar dibilang hoax hehehe
      - makanan ringan mengganjal perut menambah energi, permen,
         Biayanya :
      - VOA usd 25 untuk 15 hari
      - TIMS 2000 / ACAP dah naik Jadi 2300
      - Bus Khatmandu - Phokara 700 / Phokara - Khatmandu 600
      - Jeep 2000 Return
      - Biaya makan dan penginapan  semakin naik semakin mahal , Lewat chomrong semua berbayar air panas buat mandi, wifi, air minum,  Yg berhubungan dengan charger an      Tidak menjual air mineral yg sdh dikemas, jadi bawa lah botol minum   di atas bisa diisi 1 ltr sekitar 100-110, airnya sejuk dan nikmat. Biaya makan dan nginap  selama 6         hari : 15,030 untuk 2 orang  Klo nginap di ABC akan lebih mahal lagi dan disana tidak  diperkenankan  untuk charger Hp, Camera, powerbank dll
      - Biaya porter kemarin dari Himalaya ke Chomrong Ransel 2000 / untuk 2 orang
      22 - 26  Juni kami keliling Phokara, Bhaktapur dan Khatmandu
       
       
       
       

       


       
                         
       
       
        
    • By Ahook_
      Tanggal 9 Juni 2018.
      Trip Canada dimulai dari penerbangan Jakarta - Singapore, kemudian lanjut ke Xiamen dan berakhir di Vancouver. Bisa baca juga, butuh visa transit Cina jika lewat Xiamen. Perjalanan yang melelahkan. Belum lagi, setelah landed di Vancouver, harus ngemper semalam dulu di bandara untuk melanjutkan penerbangan ke Calgary besok paginya. Karena tujuan utama dari awal perjalanan ini adalah Waterton, terus harus melakukan perjalanan darat sekitar 3 jam. Jika ditotal, 48 jam deh, aku baru benar- benar tiba di tujuan.
      Oh ya, jika mau tukar uang Canada Dollar, lebih baik tukar dari Indonesia. Atau bayar pakai kartu kredit saja. Jangan pernah tukar di airport, rate macam leher kerasa digorok.

       
      Sekitar 2 minggu pertama di Canada, kami sewa mobil untuk mengitari Alberta sampai British Columbia. Kami itu bertiga, salah satunya, skydworld, satunya lagi, Henny. Pakai jasa rental mobil Avis. Ada GPS dalam mobil, jadi gampang banget mau kemana- mana. Hasil dari GPS selama pemakaian, akurat kok.  Overall sih okey. Setir di Canada itu gampang- gamapang susah sih. Setirnya ada disebelah kiri, dan aku pertama kalinya setir mobil dengan posisi setir sebelah kiri. Awalnya sih gugup dan gagok. Lama - kelamaan juga jadi biasa. Pastikan saja, mobil selalu berada dijalur sebelah kanan. Total harga sewa mobil sekitar 8 juta, sudah termasuk GPS dan asuransi. Sedangkan sepanjang perjalanan, bensin habis sekitar 3 juta.

      Setelah proses administrasi beres dan mobil sudah ditangan, kami langsung berangkat ke Waterton. Sepanjang perjalanan, menurutku agak menoton. Lansung saja, aku bandingkan dengan New Zealand, rasanya jauh lebih indah dan bagus, terutama dibagian Selatan New Zealand. Baru kerasa alamnya ketika sekitar 1 jam sebelum sampai Waterton. 
      Waterton.
      Begitu checked in, hal pertama yang dilakukan adalah tidur dan tidur sepuasnya. Tidur sampai besok pagi. Belum lagi, harus adaptasi perbedaan waktu antara Canada dengan Indonesia. Lelah. Fisik sempat drop tidak karuan selama 3 hari. Kecapekan. 

      Waterton itu termasuk National Park. Jadi berbayar. Kemaren itu kami bayar 31,2 CND untuk 2 orang dan 2 hari. Ada baiknya beli annual pass, karena bisa dipakai di seluruh National Park yang ada di Canada. Informasi ini kami peroleh dari Chris, seorang teman yang baik nan cantik, tapi setelah berada di Calgary. Kan, ketemunya sama Chris baru di Calgary.

      Waterton Lake view.
      Selama di Waterton, ya aku main- main disekitaran saja. Menikmati sungai di belakang hotel, menikmati air terjun mini, paling jauh, ya ke perbatasan US. Dan yang paling okey adalah main ke Prince of Wales Hotel. Viewnya langsung ke Lake Waterton, view-nya dapat banget. Sayangnya, tidak berkesempatan bermalam disana. Mahal, sudah pasti. Hahahahaha... Yang jadi highlight di Waterton, anginnya kencang banget. Terutama saat di Prince Of Wales Hotel, berdiri saja, macam bisa diseret angin. Ini serius. Dan otomatis, dingin.

      Prince Of Wales Hotel.
      Kami menginap 2 malam di Bayshore Inn. Tidak ada sarapan gratis. Free wifi. Hotelnya cukup okey. Kamarnya lega dengan ranjang gede. Punya tv yang tidak pernah di-nyalain. Kamar mandi ada bathtub dan shower, pasti, ada air panas. Bersih. Pemandangan menyenangkan dari pintu belakang kamar, langsung sungai gitu. Arusnya deras banget, harusnya sih airnya dingin. Ada pemanas ruangan. Tidak menyediakan air minum botol, tidak seperti kebanyakan hotel di Asia. Jadi, semua hotel yang di Canada, harusnya seperti begini aturan mainnya.
      Sepanjang perjalanan di Canada, ( sepertinya ) aku tidak pernah beli air minum, kecuali juice dalam kemasan kotak. Minum, dari air kran loh. Yang buat aneh adalah housekeeping-nya, masak ya, bersihkan kamar setengah hati. Ranjang satunya diberesin, hasilnya 95 persen kelar. Satunya lagi, sama sekali tidak diberesin. Ada beberapa gelas plastik bekas pakai di atas meja juga tidak dibuang. Oneng juga si mbak- mbaknya. Asumsinya, mungkin tidak tempel beberapa Canada Dollar diatas tempat tidur kali ya. Parah! Hotel ini ada tempat parkir ya dan bebas parkir.

      Belakang kamar hotel.
      Kalau bingung mau main ke mana selama di Waterton, tinggal ke receptionist saja. Hahaha.. Aku pikir sih, 3 hari full adalah paling banyak. Tapi entahlah, kalau kamu suka, bisa saja stay lebih lama. Eittss, sebagai negara yang identik dengan beruang. Jadi saat berkeliaran di Waterton, harus waspada, bisa saja kamu ketemu beruang. Baca petunjuknya di penginapan kamu, trik menghadapi beruang itu gimana, ini serius.

      Sekitaran hotel.
      Kalau kamu suka camping, menurut Chris, jika tidak salah dengar, Waterton juga tempat orang- orang camping sih. Cuma, ada temannya, yang pegangin tendanya semalaman karena anginnya super kencang. Lah iya lah, wong aku tidur didalam kamar saja, suara gemuruh angin diluaran sana sudah macam lagi perang. 

      Air terjun.

      Border US- CANADA.
      Transit satu malam di Calgary. 
      Sebelum langsung ke Banff, kami menginap satu malam dulu di Calgary. Kami nginap di Nuvo Suites. Okey, penginapan ini termasuk salah satu yang terbaik sepanjang trip Canada. Terletak di tengah kota, sebenarnya, kalau tanpa mobil-pun mau kemana- mana juga bisa. Ada transportasi umum. 
      Soal Nuvo Suites, memang best. Lihat saja di foto. Bisa muat 4 orang. Ada dapur dalam kamar, jadinya kamu bisa masak- masak. Apalagi seberang, sudah ada grocery. Free wifi, free sarapan yang lumayan. Dapat slot parkir gratis, tapi di blok yang berbeda. Tidak terlalu jauh sih. Jalan kaki bisa sampai juga. Kamar mandi shower ada air panas. 

      Calgary view.
      Di Calgary, diajak Chris jalan- jalan. Main ke Factory outlet untuk menghabiskan isi dompet, terus makan eskrim di Village Ice Cream. Kata Chris, eskrim ini wajib loh, karena lokal banget. Dan benar saja, pas ke sana, ramai. Kemudian ke spot keren untuk lebih kota Calgary dari atas, aduh lupa namanya, cari di google lagi, kok gak muncul nama tempatnya. Tempatnya sih asik, pemandangan, tempat foto- foto-lah. Dan malam itu berakhir dengan makan bersama di salah satu restoran rekomendasi dari Chris juga. Intinya ya, si Chris, soal kuliner memang juara. 
      Memang, tidak banyak tempat yang didatangi selama di Calgary, sebagaimana sebuah kota. Keesokan harinya, setelah checked out, sudah bersiap menuju ke Banff. Nah tungguin postingan selanjutnya ya tentang Banff. 
      With Love,
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---
    • By Cayadi Budidarma
      DAY 4 TOYAMA - KYOTO
      Hari ini bangun agak siang , karena habis cape hari sebelumnya pulang sampai hotel jam 11 malam .
      Begitu bangun , siap-siap semua barang , dan langsung check out dari hotel. Langsung menuju TOYAMA station yang letaknya tidak jauh dari hotel kami menginap.
      Tiket shinkansen sudah ditangan , karena sudah reservasi dari malam sebelumnya , dan lagi-lagi saya harus reservasi ulang karena kami tiba di station 1 jam lebih awal dari schedule tiket. Dan memang di perbolehkan , jadi tanpa banyak basa-basi atau omelan dari pihak penjaga tiket counter , langsung kami menuju peron shinkansen yang menuju ke KYOTO.
       
       
      Seperti biasa , sesampainya di Kyoto Station , langsung saya buka google maps untuk mencari hotel yang sudah kami booking sebelumnya di agoda. Yaitu Hotel DAIWA ROYNET HOTEL KYOTO HACHIJOGUCHI selama 3 malam . Letaknya tak jauh ( 8 menit an jalan kaki ) dari exit Hachijoguchi Kyoto Station yang sangat besar. Ada banyak exit di KYOTO station ini , jadi sebelum mencari hotel sebaiknya cari tahu dulu exit mana yang terdekat dari hotel kalian.
      Seperti biasa titip koper , dan kami dapat kabar baik bahwa kamar kami di upgrade ke yang lebih besar...horeeee...thanks Daiwa Roynet Hachijoguchi !
      Hari pertama di kyoto , saya langsung menuju Kiyomizudera dengan naik bus nomor 101 dari depan Kyoto Station ( central exit ) , dan turun di GOJOZAKA. Semua perjalanan bus saya memakai pasmo card. Masuk dari pintu tengah , ketika turun lalu tap pasmo dan keluar dari depan . Dari GOJOZAKA bus stop , kami berjalan kaki mendaki ke kuil Kiyomizudera. Kami ambil jalur kiri untuk mendaki .
      Kuil Kiyomizudera berada paling atas , dan kita harus bayar tiket masuk untuk masuk ke dalamnya. Sayang kuil ini sedang dalam restorasi , jadi tertutup oleh kain dari luar. Jadi tidak terlalu amazing bagi saya penampakan luar dari kuil Kiyomizudera ini .

      Beberapa saat dari sana , kami turun berjalan sambil menikmati toko-toko di sepanjang perjalanan dan mencoba street food yang banyak dijajakan .
      Setelah dari kuil Kiyomizudera , kami berjalan kaki menuju GION , dan sampai GION sekitar jam 1730 . Masih terang . Di Japan jam 19 pun masih terang loh .... mulai gelap sekitar 1930 . Dan saat mulai agak gelap baru tampak beberapa GEISHA / MAIKO keluar berjalan cepat masuk / keluar dari salah satu tempat makan di sekitar GION.

       
      Bagi saya GION tidak banyak hal menarik untuk dilihat , hanya saat-saat pada saat GEISHA / MAIKO saja menampakan diri , para touris terlihat heboh mengabadikan mereka, walau mereka tampaknya tidak perduli dan berjalan sangatcepat untuk menghindari para paparazi :) termasuk saya .
      Sepulangnya dari GION , kami berjalan kaki menuju GION Shirakawa untuk sekedar menghabiskan malam dan menikmati malam di KYOTO , dan kami cukup puas melihat aliran sungai yang indah dan bersih di daerah yang dipenuhi restoran-restoran ini. Dan setelahnya , kami berjalan kaki ke station subway terdekat dan kembali ke KYOTO station ( hotel )

       
       
      DAY 5  ARASHIYAMA ( KYOTO ) & PHILOSOPHER'S WALK
      Perjalanan hari ini ke Arashiyama . Naik kereta JR SAGANO , berhenti di SAGA ARASHIYAMA station. Exit station langsung belok kanan ke arah Togetsu bridge.
      Disebelah Saga Arashiyama ada Saga Torokko Station untuk naik SAGANO SCENIC RAILWAY. Saya memutuskan untuk langsung dulu ke Togetsu bridge. Berjalan melewati perumahan2 serta toko-toko , dan juga sempat melihat ada OWL cafe di lt2 salah satu gedung pertokoan .

       
      Tak lama sekitar 20 menitan kami sampai di togetsu bridge dan berfoto-foto dari pinggir sungai dan jembatan.Menurut saya Arashiyama ini sangat indah di sekitar togetsu bridge ini, sehingga saya dan keluarga agak lama menghabiskan waktu untuk sekedar duduk-duduk sambil menikmati cemilan2 dan udara sejuk di sana.

      Setelah puas nongkrong dan berfoto , kami lanjutkan menyeberangi jembatan togetsu dan langsung ke kanan untuk mendaki Iwatayama Monkey Forest dengan membeli tiket naik.
      Hiking sampai dengan tempat monyet tidak begitu susah, sekitar 20 menit jalan santai kita bisa sampai ke puncaknya . Disana kita bisa menikmati pemandangan Kyoto dari atas serta memberi makan monyet-monyet dari dalam rumah yang sudah disediakan dengan membeli pakan monyet di sana.

       
      Puas bermain di monkey forest sekitar 1 jam lebih kami kembali turun , dan sesampainya di bawah , pinggir sungai dekat togetsu bridge saya melihat ada yang menawarkan Hozugawa river cruise . Lalu saya putuskan untuk membeli tiket nya ...bagus menurut saya view nya jadi saya pikir ya sudah lah..sudah kepalang ke Arashiyama nikmati saja sebisa mungkin
      River cruise yang kami naik ini hanya sekitar 30 menit sd 1 jam , dan hanya menyusuri sungai yang tenang arusnya  dan berputar kembali ke tempat semula kita naik. Beda dengan River cruise yang jika kita naik dari Kameoka loh ya...Kalau dari Kameoka saya lihat lebih ekstrem dan menyusuri arus yang lumayan deras ( mirip-mirip arung jeram ) dan perjalanan sekitar 2 jam .
      Ini lebih seru keliataannya untuk teman-teman yang berjiwa adventure sebenarnya , namun karena saya beserta anak-anak kecil saya putuskan untuk naik yang arus nya tenang saja.
      Untuk harga tiketnya tentunya juga berbeda jauh antara keduanya.
      Di tengah perjalanan juga ada sebuah perahu yang menawarkan cemilan untuk kita yang sedang di dalam perahu..cukup unik.
      Pemandangan sekitar sungai juga cukup indah.
       
       

      Nah, sesudah kami turun perahu , kami lanjut ke arah hutan bambu yang sering kita lihat di FR di sini . Banyak turis di hutan bambu ini dibandingkan dengan spot lainnya . Menurut saya sih hutan bambu ini ya biasa saja ..namun karena begitu ngetop nya maka kami singgah juga hehehe.

       
      Jauh lebih bagus pemandangan sungai sekitar togetsu bridge dan river cruise.
       
      Lalu sekedar lewat sambil berjalan balik ke arah Saga Arashiyama station , kami pun akhirnya masuk ke Saga Torokko station, dan mencoba pula naik Sagano Scenic Railway.
      Menurut saya juga loh ya....view dari sagano train ini juga kalah dibandingkan sekitar sungai togetsu bridge, karena kereta begitu cepat berjalan dan keluar masuk terowongan . Jadi feel untuk menikmati nya belum sampai ON sudah masuk terowongan lagi. Itu aja kami dapat tempat di gerbong yang terbuka . FYI tempat duduk di gerbong terbuka ini terbatas ( hanya 1 gerbong ). Jika kita berada di gerbong tertutup akan lebih tidak enak lagi untuk menikmati pemandangan di luar .
      Mungkin jika kita pergi saat autumn atau sakura , sagano scenic railway ini akan terasa beda ( lebih bagus ) , namun jika saat summer seperti saya , harga tiket tidak sebanding dengan kepuasannya . Mending nongkrong di pinggir sungai togetsu bridge !
      Setelah sekitar 20 menit sampai di Kameoka Torokko Station.

       
      Keluar Kameoka Torokko station kita harus berjalan kaki menuju Umahori Station sekitar 15 menit. Ikuti saja penunjuk arah yang diberikan.
      Nah di sini pemandangan agak lumayan, dan berjalan kaki dari Kameoka ke Umahori JR station juga merupakan kenikmatan tersendiri ...

       
      Dari Umahori station ini kami langsung menuju Philosopher's walk. Start awal dari Nanenji Temple menyusuri full Philisopher path ke arah Ginkakuji temple agak jauh ternyata . Sekitar 1 jam rasanya jalan santai . Jalanan ini tidak begitu besar , menyusuri kali kecil ,dan di sekitarnya kiri kanan adalah komplek perumahan mewah orang Kyoto. Rumah nya besar-besar dengan taman bernuansa jepang dan beberapa mobil mewah seperti jaguar terparkir .
      Kami start sekitar jam 17 lewat dan sampai di ujung jalan ( GINKAKUJI sudah tutup saat itu ) sekitar jam 1830. Puas berjalan , kami mencari JR station terdekat dan ternyata sangat jauh
      Kami sudah mencoba ingin naik bus untuk kembali ke Kyoto station namun jadwal bus tercantum terakhir sekitar jam 1830 kalau tidak salah ..jadi sambil jalan santai dan menikmati pemandangan , kami berjalan melewati Kyoto University dan akhir nya menemukan JR station untuk kembali ke Kyoto station.


       

       
    • By Ahook_
      Tanggal 28 Oktober 2016
       
      Akhirnya, sampai juga di Brunei Darussalam. Iya Brunei, tidak salah.. Memang, ada beberapa teman yang sempat bingung, ketika tahu aku mau ke Brunei. Ngapain? Hehh… ngapain ya? Aku sendiri tidak paham. Hahaha… Ya datang sajalah, aku yakin pasti ada yang dilihat, apapun itu. Sudah aku bilang, traveling itu bukanlah tentang tujuannya, tetapi lebih ke prosesnya. 
       
      Tapi, hanya 1 sih, penasaran. Serius, karena penasaran. Brunei, negara kecil nan kaya raya itu, bagaimana sih isi dalamnya? Apakah sampai jalan raya juga terbuat dari emas? #inilebaybanget. Begitulah adanya, selain ingin memperjuangkan mimpi keliling ASEAN. Terwujud sudah… 

      Jalan utama di Bandar Seri Begawan.
      Okey, trip Brunei termasuk trip yang minim persiapan. Baru mulai mencari informasi 2 hari sebelum berangkat dari Jakarta. Parahnya, tidak terlalu ada review yang mengulas Brunei dan isinya. Adapun, lebih banyak mengulas tempat yang wajib dikunjungi.
       
      Tentang transportasi umum, ya memang, seperti yang aku baca dari travelblogger yang sudah menapakkan jejak kakinya ke sini dulu. Hampir semua memaparkan, transportasi Brunei masih kurang. Lebih baik datang ber-group sehingga bisa sharing cost untuk urusan tranportasi buat sewa mobil biar lebih mudah mau kemana- mana. 
       
      Transportasi umum di Brunei cuma ada bus, taxi sapu dan taxi. Selama trip di Brunei, aku mengandalkan bus. Sekali naik bayar 1 dollar, terserah, mau bayar pakai Dollar Brunei atau Dollar Singapore. ( Tidak tahu kenapa, mereka menerima Dollar Singapore, katanya sih, rate-nya sama). 
       
      Kuantitas bus di Brunei, jumlahnya sedikit, mungkin disesuaikan dengan jumlah penduduk yang ada. Untuk mendapatkan bus, kamu butuh energi besar dan kesabaran penuh dalam menunggu bus lewat. Kalau dari review-an, mereka sih, bilang, bisa menunggu 1 jam –an, tuh bus baru nongol. Karena murah, ya mau tidak mau, harus menunggu. Tidak ada pilihan. Kecuali kamu punya kerabat, atau naik taxi yang harganya selangit. 
       
      Dan aku, termasuk yang cukup beruntung. Tidak perlu mengunggu terlalu untuk sebuah bus. Dari airport, aku menghabiskan waktu 10 menit saja. Okey, kamu keluar dari pintu utama, kemudian jalan terus sampai diperbatasan trotoar, lalu belok kiri. Jalan sampai ke ujung, nah disana ada plang bertuliskan tempat tunggu bus. 
       
      Bayar 1 Dollar, kamu akan diantarkan ke Bandar Seri Begawan, pusat kotanya. Lama perjalanan sekitar 30 menit-an. Entah karena jumlah penduduk yang sedikit atau apa, sepanjang perjalanan, sepi banget. Mobil yang lalu lalang juga tidak banyak. Motor, malah tidak kelihatan sama sekali. Bus berhenti di setiap halte. Hampir setiap halte, tidak ada penumpang. 
       

      Bus 1 Dollar...
      Model bus-nya tidak mencerminkan kekayaan yang dimiliki Brunei. Hahaha… Parah sih tidak, ya cuma standart saja. Tempat duduknya yang alakadar. Informasi yang aku himpun, #jiaahhh… yang memakai bus di Brunei adalah pendatang, mereka yang datang merantau meninggalkan keluarga dikampung. Sedangkan, orang lokal Brunei, kesehariannya ya pakai mobil pribadi. Tidak heran. Bahkan setiap anggota keluarga, masing- masing punya mobilnya tersendiri. Begitupun, tidak macet. 
       
      Selama di Brunei, aku naik bus kemana- mana. Sekali lagi, tidak seperti yang dialami traveler lainnya, aku tidak perlu menunggu bus sampai berjam. Paling lama ya itu, 10 menitan. Pokoknya setiap kali naik, bayar 1 Dollar, kecuali aku ke Hotel Empire, bayar 2 Dollar. 

      Dalam bus...
      Setiap bus itu punya jalurnya. Tidak perlu khawatir, kalau lupa bus nomor berapa ke tujuan kamu, tinggal tanya saja sama petugas yang ada diterminal. Atau, biasanya, kan dari tempat penginapan ada informasinya juga. 
       
      Dari sekian kali aku naik bus, hanya sekali saja, supir dan kondekturnya pendatang dari Malaysia. Sisanya, orang Indonesia. Jadi, pendatang jumlahnya lumayan. Dan kebanyakan kerjanya ya sebagai supir dan kondektur bus, kerja di restoran ataupun tempat jualan lainnya. 

      Terminal Bus Bandar..
      Aku tidak punya pengalaman naik taxi sapu. Tapi jangan sesekali naik taxi deh. Mahal banget. Dan itu terjadi sama aku. Nyesek banget. Ternyata ada Car Free Day di Brunei. Di kasih tahu, kalau Sulthan hari ini dijadwalkan ikut CFD disekitaran Bandar. Alhasil, semua jalan di blok. Aku tidak bisa ke airport pagi- pagi. Tidak ada bus yang operasional. Mati gak loe? Tidak ada pilihan lain, terpaksa pakai banget naik taxi. Ada argo sih, tapi supir taxinya menawarkan 20 Dollars untuk sekali jalan. Buset gak tu. Pakai bus hanya 1 Dollar loh. Tawarlah, kemudian sepakat 15  Dollars. Sakit banget ketika mau bayar. Ya ampun, itu sudah biaya makan dan naik bus kemana – mana buat seharian, dan itupun sudah bisa makan enak loh. Parah..  

      Bus stop di Gadong..
      Oh ya, semua terminal bus ada di Bandar, sebutan untuk Bandar Seri Begawan. Semua bus akan bermuara ke situ, kalau kamu pergi dari objek wisata ke objek lainnya, ada kemungkinan, kamu harus kembali ke terminal Bandar kemudian pindah bus lainnya. 
       
      Tungguin postingan tentang Brunei-nya ya....!!!
       
      With Love,
       
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---semoga semua mahluk hidup berbahagia---