deffa

My Best Moments 5 Days in Seoul : Part 5 (The Garden of Morning Calm)

81 posts in this topic

Hola Deffa Here !!!

Wow gak nyangka panjang juga ya cerita perjalanan ke Seoul saya 11-15 Maret 2016 kemarin, sekarang udah masuk Part 5. Tapi bagi kalian yang baru mengikuti cerita perjalanan saya ini, ada baik nya membaca dari awal ya klik link berikut :

My Best Moments 5 Days in Seoul : Part 1

My Best Moments 5 Days in Seoul : Part 2

My Best Moments 5 Days in Seoul : Part 3 (Nami Island)

My Best Moments 5 Days in Seoul : Part 4 (Petite France)

Jika kalian sudah membaca sampai ke Part 4, kalian pasti sudah tahu kalau cerita kali ini masih sambungan dari Hari ke 4 saya di Seoul 14 maret 2016, yang mengexplore Namiseom yaitu Nami Island - Petite France - The Garden of Morning Calm. Karena ketiga tempat wisata ini berada dalam satu daerah dan bisa di tempuh dalam one day trip.

Jadi jika kalian mau mencoba explore rute yang sama lebih baik baca dari Part 3 sampai Part 5 ini ya. Dan saran saya baca dengan seksama karena banyak info yang berguna loh :D

IMG_20160314_175830.jpg

DAY 4 : 14 Maret 2016

Itinerary Day 4 :

  1. Gapyeong Station
  2. Nami Island
  3. Petite France
  4. The Garden of Morning Calm
  5. Makan Malam Sam Gye Tang
  6. Dongdaemun Night Market

Setelah selesai kunjungan dari Petite France saya langsung menuju Halte Bus nya yang berada di depan Petite France dan kembali menggunakan Shuttle Bus dengan harga tiket 6000 Won untuk one day. Jadi bisa di gunakan sepuas nya selama satu hari naik bus keliling Namiseom

Quote

Saya memutuskan menggunakan Shuttle Bus karena tiket seharga 6000 won itu bisa di gunakan untuk naik bus selama 1 hari penuh, jadi karena destinasi saya hari ini mengelilingi sekitar Namiseom, ini sangat efisien, dan lagi rute bus nya juga ke beberapa tempat wisata utama di Namiseom. Tapi kalian harus perhatikan jadwal Shuttle Bus Tour ini ya

Beli tiket bus nya langsung di dalam Bus nya ke Supir Bus nya ya 

Dari Petite France itu sekitar 45 menit ke Garden of Morning Calm berikut jadwal bus nya yang perlu kalian perhatikan ya. Cara lain untuk ke sini ya menggunakan Taksi harga nya sekitar 3000 won one way trip

IMG_2965.JPG 

GARDEN OF THE MORNING CALM

Berdasarkan saran dari @uphe jika mau berkunjung kesini di sarankan sore hari menjelang gelap karena akan keren sekali, nanti kalian akan tahu jawabannya ya. Nah saya tiba disini sekitar pukul 17.00 WIT. 

Bus pun berhenti di Halte khusus nya, FYI ini adalah titik terakhir dari Shuttle Bus. Lalu rute kembali bus nya akan mengikuti rute sebelum nya alias mutar lagi. 

Menuju gerbang dari The Garden of Morning Calm disini terdapat Gallery dan juga Ticket Counter. Harga Tiket Masuk Garden of the Morning Calm bervariasi antara Weekend dan Weekdays. Kebetulan saya tiba weekdays :

  • Harga Tiket untuk Weekdays 8000 Won
  • Harga Tiket untuk Weekend 9000 Won

IMG_3241.JPG

Karena di sebelah Ticket Office ini ada sebuah ruang Gallery jadi saya sempatkan untuk mampir sejenak. Disini tersedia beberapa foto dari Garden ini, lokasi-lokasi yang di pilih untuk tempat foto sangat bagus untuk di ikuti

IMG_3242.JPGIMG_3244.JPG

Tiket yang sudah di beli juga di lengkapi buklet dan juga peta dari Garden ini, agar kita bisa tahu arah jalan yang di lalui. Karena ukuran garden ini cukup besar loh. Seperti ini lah map nya

IMG_3240.JPGgarden.jpg

Setelah masuk ke gerbang kita akan bertemu dengan Ikon dari Garden of the Morning Calm ini, harus foto disini loh karena ini salah satu spot wajib. Btw saya mendapatkan pengalaman yang gak enak di spot ini.

IMG_3245.JPGIMG_3248.JPG

Kebetulan saya tiba di sini bersamaan dengan Rombongan Turis Cina Mainland. Well kalian pasti sudah bisa tebak donk kenapa ? Yap mereka tidak mau antri bahkan hanya untuk foto saja. Padahal saya baru mulai foto karena giliran saya, sudah di suruh minggir dengan tanda tangan seorang Ibu yang mengisyaratkan "minggir gue mau foto".  

Well namanya juga Turis Cina Mainland, they really don't have etiquette. Ya ini kesekian kali nya saya ber "urusan" dengan turis Cina Mainland. Advice hindari lah jalur kalian dengan mereka deh, lebih baik cari aman saja daripada jengkel dan acara jalan-jalan kalian gak enak

CLOUD BRIDGE

Ok move on lepas dari logo Garden tersebut kita akan bertemu dengan sebuah jembatan yang menghubungkan daerah Ticket Office dan Main Garden nya, terbuat dari kayu dan campuran kabel baja sangat kokoh juga kesan elegan. Di bawah nya harus nya terdapat air sungai yang mengalir, namun karena peralihan musim dingin ke semi, air sungai nya surut. Nama jembatannya Cloud Bridge

IMG_3251.JPGIMG_3252.JPG

EDEN GARDEN

Selepas dari jembatan tersebut saya menuju ke jalan ke arah kiri dan bertemu sebuah taman kecil yang cukup cantik bernama Eden Garden. Taman tematik ini terdapat beberapa bunga raksasa buatan yang di bentuk menarik ada yang berupa bunga raksasa atau pun berbentuk hati. Spot yang bagus untuk foto

Spoiler

IMG_3254.JPGIMG_3256.JPGIMG_3257.JPG

FLOWER HOUSE

Lalu jalan lagi ke arah selatan kita akan bertemu dengan satu area yang disebut Flower House, sebernarnya disini berupa Kafe dan Restoran serta Toko Souvenir. Namun saya tidak masuk karena lebih tertarik dengan karya seni yang terdapat di luar nya. Terdapat sebuah arsitektur berbentuk Hati yang banyak di tempelkan dengan se carik kertas semacam Wish List. Ternyata di hampir semua tempat wisata di Seoul ini pasti ada tempat Wish List seperti ini ya

IMG_3259.JPG

KOREAN THEME GARDEN

Melanjutkan perjalanan kembali ke arah barat, oh ya pintu masuk garden ini berada di sebelah timur ya jika dilihat dari map. Kita akan bertemu sebuah taman yang cukup asik menurut saya karena terdapat kursi untuk bersantai dan juga spot foto yang bagus, kesan Taman ala Korea nya dapat disini. Disebut dengan Korean Theme Garden.

Spoiler

IMG_3260.JPGIMG_20160314_175755.jpgIMG_3261.JPG

Asik ya santai duduk disini sambil minum kopi mungkin, pokok nya relax banget disini. Jika seharian sudah explore area Gapyeong ini dengan berjalan kaki mungkin buru-buru. Disini bisa sedikit bersantai. Dan tiba-tiba seluruh taman berubah jadi berwarna-warni. Ternyata lampu kecil yang berada di setiap bunga dan taman disini di nyalakan karena sudah mulai gelap sekitar pukul 17.30 WIT. Ingat kata teman saya di atas kalau sore adalah waktu yang pas, dia mengisyaratkan tentang ini

IMG_20160314_180047.jpgIMG_20160314_180053.jpg

J's COTTAGE GARDEN

Mengikuti jalan yang ada ke arah barat, kembali saya di suguhkan dengan sebuah taman yang kini sudah berwarna-warni dan berkelap-kelip karena cahaya dari lampu hias nya. Sebuah taman yang bernama J's Cottage Garden ini mempunyai arsitektur yang di desain menjadi seperti bola-bola atau bentuk bulat dan terdapat pohon-pohon yang juga di hias dengan lampu, menggantung kan bola bola hias juga. Cantik sekali kan

Spoiler

IMG_20160314_180314.jpgIMG_20160314_180254.jpgIMG_20160314_180120.jpgPANO_20160314_180223.jpg

MORNING CALM WALK

Kali ini berjalan ke arah Timur namun dari peta berada di sisi utara atau sisi Timur Laut, akan bertemu dengan jalan yang cukup panjang disebut Morning Calm Walk. Di isi dengan sebuah lapangan yang terdapat jaring-jaring berupa lampu hias. Lalu di area utama nya terdapat sebuah arsitektur berupa Kereta Kencana ala Cinderella yang juga di hiasi dengan lampu 

IMG_20160314_180820.jpgIMG_20160314_180929.jpg

ROAD TO HEAVEN

Setelah dari Morning Calm Walk itu, ke arah utara ada sebuah taman yang unik namanya yaitu Road to Heaven. Jalan nya sedikit menanjak dan di kiri kanan terdapat taman lampu yang berbentuk hati dengan ornamen sayap dan juga ada yang berbentuk seperti jamur. Ada juga spot foto seperti frame hati. Seakan ingin mengesankan perjalanan ke surga, beberapa taman di depan nya juga bertema demikian

IMG_20160314_180948.jpgIMG_20160314_181154.jpg

HEAVEN GARDEN

Masih lanjutan dari Road to Heaven tadi kita akan bertemu dengan taman tematik bernama Heaven Garden, masih bertemakan surga namun di tambahkan ornamen seperti ala Sinterklas, dimana terdapat kereta Sinterklass lengkap dengan rusa penarik nya

IMG_20160314_181404.jpg

MOONLIGHT GARDEN

Nah di ujung paling utara dari komplek The Garden of Morning Calm ini kalian akan menemukan sebuah Gereja Kecil atau Chapel yang cantik berwarna putih, mungkin di sebut White Chapel dalam sebuah taman yang dinamakan Moonlight Garden. Seakan menambahkan kesan Surga nya, di kiri kanan Chapel ini terdapat seperti 2 malaikat yang menjaga. Saya kurang tahu apakah White Chapel ini bisa di masuki, karena saya tidak masuk

IMG_20160314_181436.jpg

MORNING PLAZA

Turun dari area Road to Heaven tersebut ke arah selatan mengikuti jalan kita akan bertemu dengan Morning Plaza. Sepanjang jalan ini kita akan melihat banyak payung berlampu hias yang di gantung cantik. Disini sebuah lapangan yang di dalam nya terrdapat beberapa arsitektur unik dan lucu berupa hewan, di antara nya beruang mirip Teddy Bear namun versi raksasa dan juga Angsa yang membentuk hati. Di lengkapi juga dengan lampu hias. 

Spoiler

IMG_20160314_181815.jpgIMG_20160314_181927.jpgIMG_20160314_181907.jpg

CONIFER GARDEN (Miniature Garden Rail)

Jika di Nami Island terdapat Wish Love Alley atau Lorong untuk menggantung kan kertas permohonan cinta, nah di The Garden of Morning Calm ini juga ada yang mirip namun beda nya ini berupa Garden Rail atau Lorong Taman yang di hiasi lampu tentu nya bernama Conifer Garden. Cantik sekali apalagi warna lampu nya dominan Pink dan Putih, menambahkan kesan romantis nya

 IMG_20160314_182121.jpgIMG_20160314_182400.jpg

Setelah dari sini saya menyudahi kunjungan saya di The Garden of Morning Calm ini dengan rute yang hampir sama melewati Cloud Bridge lagi, namun kali ini beberapa tempat yang awal nya belum menyala lampu nya sekarang sudah menyala, menjadi semakin cantik. Ini foto-foto tambahan nya ketika lampu sudah nyala

Spoiler

IMG_20160314_182718.jpgIMG_20160314_182739.jpgIMG_20160314_182919.jpg

Karena sudah sekitar pukul 18.30 WIT jadi Shuttle Bus hanya bisa sampai ke Cheongpyeong Terminal saja, karena Last Bus dari Garden ini yaitu pukul 19.30 WIT dan Last Bus yang menuju ke Gapyeong Terminal itu 18.00 WIT. Jadi saya hanya sampai ke Cheongpyeong Station saja. Kalian harus perhatikan ya jam keberangkatan shuttle bus nya agar tidak ketinggalan

xIMG_2966.JPG.c80114cad271610f31f05fba31

Tiba di Cheongpyeong Station, ini sebenarnya satu station sebelum Gapyeong Station jadi lebih dekat ke arah Seoul dan lebih dekat ke The Garden of Morning Calm seh. 

Cara untuk kembali dari Nami Island / Petite France / The Garden of Morning Calm ke Seoul menggunakan Subway :

  1. Naik Subway dari Station Gapyeong atau Cheongpyeong Station
  2. Turun di Sangbong Station
  3. Ganti ke Line sesuai tujuan kalian (untuk saya ke dongdaemun line 7)
  4. Harga one way ini 1250 won di cover oleh T-Money
  5. Perjalanan sekitar 1 - 1,5 jam

SAMGYETANG in DONGDAEMUN

Ya selepas tiba di Dongdaemun Historical & Cultural Park Station atau DDP saya memutuskan untuk mencari restoran yang menyajikan satu makanan khas korea yang disebut Samgyetang. Saya pilih di DDP ini agar dekat dengan penginapan saya jadi kalau pulang tidak jauh. Akhirnya saya tanya ke @mega_yoora dimana tempat makan Sam Gye Tang yang enak dan gak mahal dan dapatlah satu nama tempatnya masih di daerah DDP ini karena namanya menggunakan tulisan Hangeul jadi saya kurang tahu, tapi lokasi nya di belakang dari Lotte Fitin Fashion Mall

IMG_20160314_222554.jpg

Di belakang dari Lotte Fashion Mall ini memang ada banyak restoran, satu restoran yang bikin saya menarik adalah karena ada menu Samgyetang nya disana dan harga nya juga tidak standar jadi saya pilih disini

IMG_20160314_221236.jpg IMG_20160314_212301.jpg

Selain Samgyetang 13.000 Won saya juga memesan Kalguksu Chicken 7000 Won. Ok Samgyetang adalah sup ayam Ginseng Korea, sup ini berisi satu ekor ayam muda dan juga terdapat nasi yang di masukkan ke dalam badan ayam nya, jadi ketika kita membelah ayam terdapat nasi di dalam nya. Rasa nya segar dan hangat di tenggorokan karena ada ginseng nya, mungkin perbedaan lidah, yang di Seoul ini kurang asin sedangkan yang di Indonesia saya rasa pas asin nya :D

IMG_20160314_213204.jpg

Sedangkan Kalguksu Chicken adalah masakan berupa mie yang mempunyai kaldu ayam. Cukup sederhana seh hanya Mie Kaldu Ayam namun rasa nya ya berbeda dengan Mie Instan Kaldu Ayam.

IMG_20160314_213139.jpg

Ya tidak lupa juga Kimchi dkk nya menyertai, overall saya suka rasa makanan nya walaupun Samgyetang nya harus saya tambah garam lagi. Dengan total harga 20.000 Won. Ini makan malam terakhir saya di Seoul jadi ingin yang berkesan heheheh

IMG_20160314_213926.jpg

DONGDAEMUN NIGHT MARKET

Satu hal lagi karena ini malam terakhir di Seoul saya masih penasaran dengan Dongdaemun Night Market, karena katanya tiap malam ada night market di sekitar dongdaemun ini. Akhirnya saya cari juga dan ternyata memang banyak sekali yang berjualan di pinggir jalan di area trotoar dengan membuka seperti Warung Tenda. Dagangannya mostly makanan, fashion dan kebutuhan sehari-hari.

Saya mendapatkan Dongdaemun Night Market ini di dekat DDP Station exit 5, saya rasa di exit lain juga ada. Saya hanya beli satu baju untuk Anjing Kecil saya Filo seharga 10.000 Won.

IMG_20160314_223702.jpg

Dan saya pun pulang ke penginapan di Yakorea Hostel Dongdaemun dekat Cheonggu Station hanya beda 1 Station dari DDP ini. Dan mulai packing karena besok pagi nya saya harus flight pagi menggunakan Air Asia ke Kuala Lumpur - Bandung.

DAY 5 : 15 Maret 2016

Flight saya pukul 09.35 WIT jadi saya sudah berangkat dari penginapan sekitar pukul 05.00 WIT. Nah disini malapetaka lagi terjadi seperti yang saya alami ketika berangkat dari Bandung - KL lalu KL - Osaka di cerita sebelum nya yaitu Last Minute Call. Oh ya saya mendapatkan tiket Promo Air Asia ini sekitar 1.3 jutaan dari Air Asia Carnival tahun lalu

Mungkin karena masih ngantuk saya jadi kurang fokus untuk memperhatikan arah tujuan dari Subway yang harus saya naiki. Saya dari Cheonggu Station yang harus nya naik Line 6 ke Gongdeok Station, saya malah ke arah sebalik nya yaitu Samgakji Station. Makin menjauh dari bandara.

Saya pun tertidur di Subway itu mungkin sekitar 30 menitan saya baru ngeh kalau salah arah dan langsung bergegas balik arah menuju ke Bandara Incheon yang harus nya dari Cheounggu Station Line 6, turun di Gongdeok Station, lalu naik Arex All-Stop Train ke Incheon. Jadi saya sudah wasting time sekitar 30 menitan dan di tambah lagi jalan balik arah sekitar 45 menit lebih.

Tiba di Bandara Incheon pun langsung lari dan bergegas, untung di bagian imigrasi tidak lama. Walaupun tiba di Gate sudah Last Minute Call, masih keburu naik pesawat. Dan pas saya mencetak Hat-Trick 3 kali berturut-turut dalam satu kali trip menghadapi Last Minute Call :P 

Sekian cerita perjalanan saya selama 5 hari di Seoul, kesan saya Seoul sangat menyenangkan, lebih murah dari Jepang tentunya dan perlu waktu yang lebih untuk explore tempat wisatanya agar bisa menikmati.

Semoga cerita perjalanan saya ini berguna bagi kalian yang juga mau ke Seoul, saran saya baca dari awal ya agar bisa mengikuti. Link nya ada di bagian atas. Silahkan di Share jika berkenan :D

PENGELUARAN THE GARDEN of MORNING CALM

pengeluaran garden.jpg

 

Baca Juga : 3 Hari di Osaka itu Seru Loh

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
56 minutes ago, kyosash said:

sepertinya suasana malam di Garden of Morning Calmnya lebih bagus yah, btw Samgyetang kelihatan-nya mantap tuh  

setuju nih sama om @kyosash jadi lampion garden kalo malem udah ga morning calm :D

Gile sampe part 5.. dasyattt waahahaha.

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, min0ru said:

setuju nih sama om @kyosash jadi lampion garden kalo malem udah ga morning calm :D

Gile sampe part 5.. dasyattt waahahaha.

Yoi kalo malam mungkin jadi Garden of Light :D 

hhahay masih terus seh ini tar perintil2 nya :P 

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, deffa said:

yo yo ama pasangan ye liat aja nuansa nya\ dah romantis gitu hahah :P 

Cloud Bridge nya juga OK punya tuh. Pas musim yang ada airnya bisa ngegalau tuh sejem dua jam disitu hahahaha

Asal jangan bawa pancingan aja hahaha

Share this post


Link to post
Share on other sites
10 minutes ago, HarrisWang said:

Cloud Bridge nya juga OK punya tuh. Pas musim yang ada airnya bisa ngegalau tuh sejem dua jam disitu hahahaha

Asal jangan bawa pancingan aja hahaha

hahaha sama kita gue pas pertama kali kesini ngeliat itu jembatan ke bayang "Mancing Mania Mantap" hahhaha

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, twindry said:

akhirnya kelar  akakak...mantap euy. btw nama nya morning calm tapi kok lbh bagus di malam ya?  :bingung

tapi kalau pas Musim Semi bunga bermekaran emang bagus pas morning seh 

itu yang poto2 di gallery contoh nya :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, deffa said:

tapi kalau pas Musim Semi bunga bermekaran emang bagus pas morning seh 

itu yang poto2 di gallery contoh nya :D 

Untung turis mainland ngga separah yang di Jepang kemarin, yang ampe masuk kolam ambil air suci di kuil Kiyomizudera hahaha

Kalau brutal juga, itu lampu lampu bisa di petik satu satu buat koleksi hahahaha

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, HarrisWang said:

Untung turis mainland ngga separah yang di Jepang kemarin, yang ampe masuk kolam ambil air suci di kuil Kiyomizudera hahaha

Kalau brutal juga, itu lampu lampu bisa di petik satu satu buat koleksi hahahaha

wah kalo itu seh udah parah dah

tapi emang turis mainland yang gue temuin kemarin ya gitu deh tipikal banget

gue seh udah nyangka bakalan rese mereka jadi ya gak mau ribut panjang ngalah aja deh

Share this post


Link to post
Share on other sites
14 minutes ago, deffa said:

wah kalo itu seh udah parah dah

tapi emang turis mainland yang gue temuin kemarin ya gitu deh tipikal banget

gue seh udah nyangka bakalan rese mereka jadi ya gak mau ribut panjang ngalah aja deh

Mak gw aja pas di Beijing, gw baek baek dong antri di tengah desak desakan ribuan orang masuk gate Tiananmen Square, eh, gw cuma 3 kali ngedip, mak gw udah jauh di depan HAHAHAHAHAHA.

Sempat merah muka gw, mau nangis karna kepisah dari emak *ehh :bingung

Share this post


Link to post
Share on other sites
4 minutes ago, deffa said:

itu di baca dulu Mon FR nya

kan including lampu hias tar ngerti deh :D 

Udah gw baca mod.

kan sama ini juga sering muncul d drama korea. jadi gw paham.

cuma bahasa'y kaya ambigu aja yg td itu.

ahahahahahaha...

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, mone said:

Udah gw baca mod.

kan sama ini juga sering muncul d drama korea. jadi gw paham.

cuma bahasa'y kaya ambigu aja yg td itu.

ahahahahahaha...

iya kan terang kalo gelap

nah Lampu Hias nya akan Terang banget kalau pas Gelap Malam gitu mon :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Wah asik bacanya dari part-1.. terkenang-kenang Korea.. hahaaa.

Banyak yg belum didatangi juga... bisa nih buat panduan kalo ke Korea lagi, hehehee...

Thanks for sharing :senyum

Share this post


Link to post
Share on other sites
22 hours ago, Ester_V said:

Wah asik bacanya dari part-1.. terkenang-kenang Korea.. hahaaa.

Banyak yg belum didatangi juga... bisa nih buat panduan kalo ke Korea lagi, hehehee...

Thanks for sharing :senyum

 

21 hours ago, deffa said:

@Ester_V

halo ester thx dah baca

pernah ke korea ya waktu itu kemana aja mungkin bisa di tulis juga pengalamannya

Seru bacanya!

Aku cuma ke Seoul Jeju aja.. masih pengen balik lagi,. heheheee

Okeh, ntar aku coba nulis, sekalian napak tilas, xixixiiii

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, Ana Nakahara said:

Kalau pulang uda lewat dari jam 6 malam trus ga ke buru bus gmana tuh mas? apa ada alternatif kendaraan? soalnya kalau malam jam 7 an baru bagus pemandangannya.

@Ana Nakahara paling taksi dan biasanya one way 3000 won harganya 

29 minutes ago, Ester_V said:

 

Seru bacanya!

Aku cuma ke Seoul Jeju aja.. masih pengen balik lagi,. heheheee

Okeh, ntar aku coba nulis, sekalian napak tilas, xixixiiii

@Ester_V wah saya malah belum pernah ke jeju ayo tulis donk mba :D 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 17/6/2016 at 10:25 AM, deffa said:

iya kan terang kalo gelap

nah Lampu Hias nya akan Terang banget kalau pas Gelap Malam gitu mon

Semoga next korea bisa sempet kesini. Jadi biar bisa pamer foto kaya momod.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By val_3373
      Hi Jalan2er,
      Ini membagikan secuil pengalaman saat berkunjung ke Croatia tahun ini dari perjalanan ke Eropa. Setelah mendapat cuti dan tiket , kamilalu membuat itinerari yang diperlukan untuk bertualamgam di eropa dan coatia menjadi salah satu pilihannya karena jatuh hati pada saat browsing tempat wisata di Croatia. Saya tidak pergi ke Zagreb salah satu kota cantik do Croatia tetapi yang menjadi incaran saya yaitu PLITVICE National Park yang sangat indah banget

      Photo ini diambil dari google dan gara2 photo ini maka itinerari berubah dari rencana awal hanya menjelajahi Eropa barat melenceg jauh menuju Croatiaa walaupun cuma 1 hari hahahahahaaaa.. Indah banget kan , siapa yang ngga jadi mupeng
      Plitvice berada di croatia tengah dan berjaraj tempuh sekitar 2.5 jam dari Kota Zagreb dan ada bus dari Zabreb menuju Plitvice dan berhenti tepat di pintu masuk Plitvice, Kalau saya ke Plitvice dengan mobil sewaan dari Budapest dan menginap di homestay sekitar Plitvice seharga Euro 80/kamar
      Harga tiket masuk ke Plitvice berubah sesuai dengan waktu kedatangan kita, harga termahal pada saat bulan July-Agustus yaitu sebesar 180 Kuna (mata uang Coatia) setara dengan Euro 24. dan karena saya berkunjung di bulan Juni, harga tiket masuk 110 Kuna sekitar Euro 15l Ada 2 pintu masuk menuju Plitvice yaitu Entrance 1 (Higher Lake) dan entrance 2 (lower lake). Papan petunjuk menuju Plitvice sangat kecil sehingga yang berangkat dengan mobil pribadi harus berjalan pelan2 untuk dapat melihat papan petunjuknya.Di dalam Taman National disediakan boat dan bus untuk menjelajahinya dan juga jalur trekking bagi yang suka tantangan. Maksud hati hanya sebentar di Plitvice untuk melihat view seperti gambar diatas  dan photo2 sebentar setelah itu menuju ke tempat wisata lain di croatia tetapi karena kami masuk dari Entrance 2 (lower lake ) dan tidak mengerti kami terjebak di dalam selama 4.5 jam trekking naik turun yang cukup melelahkan tertapi terbayarkan dengan pemandangan yang dilalui selama trekking tetapi view dari atas tidak kami dapat hiks..hiks.. hiks...  untuk mendapat view seperti atas kita harus masuk melalui entrance 1. Seandainya masuk dari Entrance 2, seharusnya langsung menuju station Bus dan naik Bus menuju Station 1. Walaupun akhirnya kami bisa juga ke station 1 tapi sudah kehabisan tenaga untuk trekking lagi hahahahahahaa.. akhirnya diputuskan untuk menyerah saja karena kaki sudah sangat pegal
      Berikut photo2 yang kami dapatkan selama trekking :

      oh  ya sebelum rekking siapan air minum karena selama jalur trekking tidak tersedia yang toko/warung hahahahaa....
      Setelah Plitvice rencana selanjutnya menuju sebuah danau yang bisa dipakai untuk berenang karena di Plitvice kita tidak bisa berenang tetapi apa daya begitu keluar dari Plitvice jalanan macet karena ada kecelakaan berhubung jalanan menuju plitvice sempit dan hanya bisadilalui 2 kendaraan saja,maka antrian panjang sekali dan kami tertahan sekitar 3 jam dijalanan tanpa bergerak dan rencana ke danau batal karena kami harus mengejar flight selanjutnya. Belum puas rasanya untuk explore Croatia dan berjanji untuk datang lagi ke Plitvice dan Croatia..
      Semoga FR ini bisa membantu temen2 yang ada rencana ke Croatia
      Salam Jalan2..
       
       


    • By Tarmizi Arl
      PANDUAN WISATA DI KUCHING, MALAYSIA VIA PONTIANAK
      Hai Traveler...
      Pasti semua tau dengan Kucing kan? Hewan pemalas tapi menggemaskan. Nah, ternyata hewan yang sudah jadi sahabat manusia sejak zaman Mesir kuno ini menjadi inspirasi nama kota di negara bagian Sarawak, Malaysia. Kuching (dengan ‘h’ ditengah kata) adalah ibukota Sarawak, Malaysia. Banyak versi tentang asal nama Kuching, seperti karena dahulu banyaknya Kucing di wilayah ini, sampai versi yang katanya Kuching berakar dari bahasa mandarin yang berarti pelabuhan. Apapun itu, yang pasti memang kota ini menjadkan hewan Kucing menjadi maskotnya.
       
      Buat kalian yang berencana mencari alternatif perjalanan baru di Malaysia, maka Kota Kuching dapat menjadi tujuan wisata kalian. Karena di Kota yang dilalui sungai Sarawak ini, menyediakan beragam objek wisata andalan yang sangat menarik. Tahun lalu (tepatnya April 2014) saya berkesempatan datang ke Kota ini. Namun, perjalanan yang saya pilih ialah dengan singgah sejenak di Pontianak, Kalbar. Tentunya kalian dapat menikmati sejenak Sang Kota Khatuliswa, sebelum berlanjut ke Kuching.
       
      Mari kita berangkat !
       
      Hari 1
       
      Pilih lah perjalan sepagi mungkin dari kota kalian menuju Pontianak. Tentu saja agar lebih puas berkeliling Pontianak. Harga tiket promo jika kalian menggunakan pesawat dari jakarta ialah sekitar Rp450.000-Rp700.000.
      Pukul 09.00 pagi kami sampai di Bandara Supadio, Pontianak. Sebelum hari makin siang, langsung saja menuju agen Bus Damri untuk membeli tiket Bus Malam Pontianak-Kuching. Agen penjualan tiketnya sendiri berada di Jl.Pahlawan No.226/3 (0561-744859) atau di Jl.Sultan Hamid (0561-7076849). Dari stasiun kalian bisa naik taksi untuk menuju kota yang berjarak sekitar 15 km dari bandara.
      Sesampainya di Agen Damri, silahkan langsung membeli tiket Bus Malam ke Kuching dengan biaya Rp200.000,- . Jadwal keberangkatan ialah jam 9 malam. Dan biasanya di kantor agen ini juga banyak taksi yang menawarkan diri untuk mengantar kalian ke Terminal nanti malam. Ya, karena Terminal sendiri berada pinggir kota, jadi akan sulit jika tidak menggunakan jasa mobil taksi seperti ini. Tarif yang mereka tawarkan sekitar Rp150.000/mobil dan silahkan tawar menawar  untuk mendapat kesepakatan harga. Taksi akan menjemput kita di agen ini sekitar jam 7 malam atau sesuai kesepakatan saja dimana bertemunya.
      Setelah tiket aman, kalian bisa mencoba mencoba mendatangi beberapa tempat wisata di Pontianak seperti Tugu Khatulistiwa dan Keraton Kadriah.
       
       
      Tugu Khatulistiwa (kiri) dan Keraton Kadriah (kanan)
      (sumber gambar : www.flickr.com dan www.haikudeck.com)
       
      Tugu Khatulistiwa sendiri berada di Jl. Khatuliswa. Disini terdapat museum khatulistiwa yang banyak membahas tentang garis imajiner bumi. Termasuk sejarah tugu khatulistiwa ini sendiri. Sekedar info, waktu terbaik datang kesini kabarnya ialah pada 21-23 maret atau 21-23 september, karena saat itu matahari tepat lurus diatas khatulistiwa alias tak ada bayangan di sini.
      Sedangkan Keraton Kadriah berada di jalan Tritura. Sekitar 9 km dari Tugu. Keraton ini menjadi saksi keberadaan kesultanan Pontianak dengan aristektur khas rumah adat Pontianak.
       
      Selepas berkeliling Pontianak, malam hari segeralah menuju Terminal Antar Lintas Batas Negara (ALBN) yang berada di Jl.Trans kalimantan.
       

      Terminal Bus Antar negara, Pontianak
       
      Sesampainya di terminal ini mungkin kalian sedikit kaget karena Terminalnya cukup besar untuk ukuran terminal, bahkan sudah mirip bandara. Fasilitasnya juga lengkap ditambah dengan kondisi yang tidak begitu crowded membuat kita cukup nyaman berada di terminal internasional ini.
       
      Pukul 21.00 bus pun berangkat, dan kalian bisa menikmati perjalanan malam ini dengan cara terbaik yaitu istirahat.
       
      Hari 2
       
      Ketika azan Subuh Berkumandang, kami sampai di Entikong yang menjadi Perbatasan Indonesia-Malaysia. Disini kalian akan diminta untuk turun dari bus dan mengantri di loket buat Cap Paspor. Ya... sedikit memakan waktu sih, karena antrian ternyata cukup panjang.
      Pukul 06.00 Bus kembali berangkat, dan langsung menuju Ke Kuching selama 2,5 jam kedepan.
      Sesampainya di Kuching, kalian akan di drop di Kuching Sentral. Terminal ini juga terkesan sangat modern. Disini kalian bisa bebersih karena toiletnya yang laik guna. Diterminal ini ada beragam loket Armada Bus jika kalian hendak melanjutkan perjalanan ke berbagai kota di serawak, termasuk hingga ke Brunei. Dan ada juga money changer jika kebetulan belum sempat tukar uang ringgit dari indonesia.
       

      Kuching Sentral
       
      Keluar dari terminal, kalian akan menemui sebuah loket Taksi resmi. Pembayaran taksi semua diatur langsung di loket, jadi kalian tinggal sebutkan tujuan lengkap dan akan keluar tarif yang ada. Kebetulan kami menginap di Hostel Saramo di Jl.Abell, dan kami kena biaya RM30 (sekitar Rp105.000) untuk menuju hostelnya.
      Hostel ini kami pilih karena tarifnya yang murah dan dekat dengan Kuching waterfront. Untuk kamar double bed hanya seharga RM50/hari (sekitar Rp175.000,-), dengan fasilitas AC,TV, dan Wifi.
       

      Fasilitas di dalam kamar Hostel
       
      Setelah istirahat sejenak di Hostel, Pukul 13.00 Kami keluar untuk berkeliling kuching. Tujuan utama kami ialah Monumen Kuching / Cat Statue.
       
      1. Monumen Kuching
       
      Selama di Kuching, kalian akan menemui banyak kucing, namun hanya berupa patung-patung yang menghiasi sudut kota.
      Monumen Kuching yang berada di persimpangan Jalan Tunku Abdul Rahman menjadi Statue utama yang menjadi landmark kota ini. Lokasinya cukup dekat dari hostel kami. Monumen ini seperti melambangkan satu keluarga Kucing. Ayah, ibu, dan anak-anaknya. Nampak seperti keluarga bahagia. Namun mereka tidak ikut program KB kerana anaknya ada 7 (kalo gaksalah itung).
       

      Monument Kuching
      (sumber gambar : www.cuti.my)
       
      Lanjut kembali ke tujuan berikutnya. Kami lakukan semua trip hari ini dengan berjalan kaki, karena memang lokasinya tidak begitu berjauhan dan tentunya kalian dapat lebih menikmati beragam atraksi wisata disini.
       
      2. Pink Mosqe / Kuching City Mosque
       
      Kuching City Mosque ini merupakan masjid besar di Kuching, dan juga terkenal dengan sebutan Pink Mosque karena warna utama nya ialah merah muda. Sangat eyecatching dari kejauhan. Masjid yang didepannya ada pemakaman ini, berada di Jalan market. Untuk kalian yang Muslim, jangan sia-siakan untuk sholat di sini.
       

      Pink Mosque
      (sumber  gambar : www.slowtrav.com)
       
      Selepas ashar, kami melanjutkan perjalanan kaki kami kembali ke arah timur yaitu untuk menikmati Kuching waterfront. Ya... tentu saja untuk menikmati berjalan di pinggiran sungai seperti ini, sore hingga malam hari adalah waktu yang tepat.
       
      3. Kuching Waterfront
       
      Kuching waterfront layaknya seperti pusat wisata di sini. Bagaimana tidak, sepanjang sekitar 1 km pinggir sungai sarawak ini dijadikan jalur wisata yang tertata dengan baik. Terdapat pedagang seperti pedagang kaki lima di indonesia namun dalam versi rapi dan tertata. Mereka menjual beragam aksesoris untuk cindramata, pakaian, bahkan makanan/minuman. Mereka umumnya baru membuka lapak saat sore hingga tengah malam.
       
       
      waterfront
       
      Suasana waterfront ini semakin indah karena tepat disisi sebrangnya, terdapat bangunan Gedung Dewan Sarawak. Gedung berwarna emas ini menjadi latar yang sangat indah ketika kita bersantai di waterfront.
       

      Gedung dewan sarawak
       
      Lampu-lampu jalan dan bangunan mulai menyala, yang artinya malam menjemput. Suasana waterfront pun akan semakin semarak dengan lampu-lampu nya dan mulai ramai dengan pengunjung. Begitupun Gedung Dewan Serawak yang terang menyala semakin menambah semarak suasana malam Kota Kuching.
       

       
      Suasana Malam waterfront
      (sumber  gambar : isadora)
       
      Untuk makan malam, kami memilih untuk meyebrangi sungai Sarawak ke Foodcourt yang ada di sebrang waterfront. Untuk menyebrang, kalian cukup membayar 5 sen saja untuk naik perahu per sekali jalan. Dalam waktu satu menit kita sudah sampai di sisi lain tepi sungai sarawak.
       

      Perahu Sungai sarawak
       
      4. Foodcourt Tepi Sungai
       
      Foodcourt ini pun menjadi penunjang konsep waterfront Kota kuching, karea lokasinya juga persis di tepi sungai. Dari sini, kalian bisa melihat pemandangan gedung-gedung bertingkat di Pusat kota Kuching.
       
      Di foodcourt ini, kalian akan menemui beragam counter makanan yang menjual beragam jenis makanan. Dari yang khas malaysia, hingga menu-menu dari bermacam negara, termasuk indonesia seperti mie kocok bandung.
      Harganya pun standar seperti harga foodcourt di mal mal indonesia, jadi jangan khawatir dengan biaya makan disini.

      Food court
      (sumber gambar : www.syarliz.blogspot.com)
       
      Sudah puas dan kenyang, kami pun kembali naik perahu dan berjalan kaki lagi menuju Hostel untuk beristirahat.
       
      Hari 3
       
                  Hari ketiga dapat kalian manfaatkan untuk menjelajahi kuching lebih dalam. Tujuan wisata utama kami di hari ketiga ini ialah Cat Museum. Tapi, ssebelum menuju sana, kami manfaatkan untuk singgah dulu ke Fort Margherita.
       
      Menuju Fort Magherita pukul 09.00, kami kembali menyebrang dengan perahu, karena benteng ini memang berada disisi utara Sungai sarawak. Selepas dari perahu, kalian akan berjalan kaki kearah barat sekitar setengah jam melalui jalan-jalan kecil perumahan.
       
      5. Fort Margherita
       
      Benteng yang dibangun tahun 1879 ini berada persis di timur Gedung Dewan. Lokasinya yang cukup terpencil, menjadikan benteng ini tidak banyak dikunjungi wisatawan. Selain itu memang benteng ini tidak begitu besar, dan tidak begitu banyak aktivitas yang bisa dilakukan selain untuk memuaskan hasrat berfoto ria.
       

      Fort Marghareta
      (sumber gambar : www.placeandsee.com)
       
       
      Perjalanan pun kami lanjutkan dengan harapan segera bertemu dengan jalan raya untuk mencari taksi. Namun ternyata cukup jauh jika berjalan kaki dari benteng ke jalan raya, sekitar 1,5 km. Jadi jika kalian tidak berminat berjalan kaki seperti kami, maka saya sarankan untuk menelpon taksi terlebih dahulu agar dijemput di Fort Margherita.
       
      Hampir setengah jam berjalan, sampailah kami di Sarawak State Government. Disini kami minta bantuan security untuk menelponkan kami taksi. Untungnya securitynya juga baik hati dan dengan senang hati mencarikan kami taksi.
      Setelah menanti,  taksi pun datang, dan membawaka kami ke Cat Museum dengan kesepekatan harga hanya RM20, cukup murah apalagi karena bisa share biaya sama teman trip.
       
      6. Cat Museum
       
      Muzium Kucing berada di atas perbukitan, sehingga kalian bisa melihat lanskap kota dari atas museum ini.
       

      Gedung Cat Museum
      (sumber gambar : www.comesarawak.blogspot.com)
       
      Tiket masuk nya GRATIS.. yakin? Hm... ternyata gak juga sih, karena jika kita bawa kamera hp kedalam maka kita kena biaya RM2, Camdig RM3, dan RM5 buat SLR . jadi ya tetep bayar itungannya karena kan sayang banget kalo masuk tapi gak foto-foto.
       
      Didalam Cat Museum ini jangan bayangkan ada kucing hidup kayak di pet shop. Museum ini berisi beragam hal tentang kucing seperti patung, lukisan, pernak pernik, dan beragam kisah dan sejarah kucing. Emang menarik? Bagi saya museum ini cukup menarik karena banyak hal baru yang akan kalian temui tentang kucing, apalagi setiap sisi dapat kalian manfaatkan untuk berselfie ria.
       

      Salah satu ruang di Museum Kucing
      (sumber gambar : www.sarawak.attractionmalaysia.com)
       
       
      Tak terasa, ternyata hampir 2 jam kami keliling museum ini. Selepas membeli oleh-oleh baju dan pernak pernik kucing yang dijual di museum ini, kami pun kembali ke Pusat kota. Lagi-lagi minta tolong security untuk menelpon taksi. Dan tujuan kami berikutnya ialah kawasan China Town
       
      7. China Town
       
      Selalu ada China town di kota-kota besar, termasuk Kuching yang multietnis ini. China Town di kota ini tidak begitu besar, namun cukup menjadi daya tarik wisata jika kalian berkesempatan datang ke Kuching.
       

      China Town
       
      Siang hari, kami putuskan untuk berkeliling Kuching dengan berjalan kaki kembali untuk menikmati bangunan-bangunan khas disini. Kotanya yang  kecil dan nyaman membuat kalian tak akan begitu lelah untuk berjalan kaki, apalagi objek wisata nya cukup berdekatan, seperti Klenteng Tua pek kong dan Chinesse History Museum.
       

      klenteng Tua pek kong
      (sumber gambar : www.sarawaktourism.com)
       
      8. Main Bazar
       
      Menjelang sore, kami sempatkan untuk mengunjungi Main bazar yang berada di sebrang jalan dari waterfront. Disini kalian bisa berbelanja souvenir khas sarawak. Selain itu terdapat juga kue khas Kek Lapis, atau kita biasa kenal dengan kue lapis.
       

      Main bazar
      (sumber gambar : www.airasia.com)
                 
      Malam hari terakhir di Kuching kami mencari tempat makan. Salah satu yang cukup terkenal ialah Top Spot Foodcourt. Foodcourt yang berada di atas gedung bertingkat ini, menjual beragam seafood yang menjadi andalannya. Namun dari segi biaya, dapat dikatakan cukup memasang harga yang tinggi disini. Jadi tidak disarankan untuk kalian yang mau berhemat. Tapi jangan khawatir, sebagaimana ibukota, untuk urusan makan malam, kalian tidak akan sulit mencarinya. Cobalah berkeliling main bazar dan sekitarnya, maka kalian tingal pilih rumah makan yang sesuai selera dan budget pastinya.
       
      Setelah perut terisi, kalian dapat manfaatkan sisa perjalanan dengan mengeskplor suasana malam Kota Kuching. Bangunan-bangunan tua disepanjang jalan dapat menjadi objek foto yang menarik karena sudah di tata dengan pencahayaan yang menarik.
       

      Old Court House
      (sumber gambar : isadora)
       
       
      Hari 4
       
                  Dihari terakhir di Kota Kuching ini, ada beberapa pilihan untuk kalian kembali ke tanah air. Seperti yang kami lakukan adalah mengambil penerbangan pagi tapi tidak langsung ke jakarta, melainkan ke Kuala Lumpur terlebih dahulu. Penerbangan ke Jakarta memang harus transit ke KLIA, dan untuk itulah kami memilih untuk memisahkan penerbangan. Penerbangan pagi jam 7 kami ambil agar jam 9 sudah sampai ke KL dan bisa berkeliling di KL hingga malam. Dan malam kalian bisa kembali ke Jakarta.
      Alternatif lain ialah kembali menggunakan bus pagi ke Pontianak. Atau jika memang tidak memiliki waktu, silahkan pilih penerbangan ke Jakarta dengan transit singkat di KLIA.
       

      Kuching Int Airport
      (sumber gambar : www.etawau.com)
       
       
      Begitulah Field report saya selama di Kuching, sebuah Kota yang sangat sesuai untuk kalian yang ingin menenangkan pikiran dari keriuhan kota besar seperti Jakarta.
      Happy Traveling !
    • By syahrulsiregar
      Persiapan
      Tiket
       
      Nah sebetulnya tiket dari GATF ini udah beli duluan sebelum insiden dibeliin tiket buat trip ke Sapporo kemarin. Alhamdulillah dapetnya open jaw tiket, masuk dari Tokyo keluar di Osaka. Karena kemaren udah kedinginan selama trip, kali ini berdoa supaya agak lebih anget dan sempet liat Sakura di hari2 terakhir d OSAKA karena tripnya masih maret 2-11.
      Udah sempet googling rute kereta dan memutuskan ga perlu beli JR pass karena perjalanan bakal searah pulang. Jadwal sakura dan bunga2 lain juga dipantau, plus cuaca dan suhu udara pastinya. Untuk liburan kali ini ga terlalu ambisius, jadi lebih santai dan ga padet.
      Gw pake willer untuk perjalanan dari Tokyo ke Kyoto, kebetulan lg diskon untuk kursi yang supergede. Jadi bisa hemat hotel semalem.
      Tiket USJ dan Disneysea juga udah dibeli di HIS, kebetulan deket kantor ada cabangnya.
      Beli Kansai pass buat selama di Kyoto dan Osaka.
      Pakaian
       
      Karena suhu diperkirakan masih aman rata-rata di 3 kota itu 10-15 derajat jadi kayaknya ga seheboh ke Sapporo yah. Tapi setelah ngobrol sama temen yang disana katanya suhu sih bisa segitu, tapi anginnya bisa nusuk banget, yang akhir nya membuat gw bawa semua perlengkapan ke Sapporo kemaren. Ternyata terbukti, pas disana, semuanya gw pake. Capek juga anginnya nusuk banget.
      Wifi
       
      Kalo Wifi gw pake Global Advance Communication total JPY6000 untuk 10 hari termasuk tax dan delivery. Dianter langsung ke kantor pos bandara. Tinggal ambil, dan balikin di kotak pos manapun. Jadi ga masalah walaupun ambilnya di Haneda dan balikin di Kansai. http://globaladvancedcomm.com/
      Penginapan
       
      Tokyo: Hostel Imano Tokyo Shinjuku.
      Hostel baru buka banget jadi masih bersih dan diskon pastinya. Memutuskan nginep di Shinjuku karena pengen jalan2 malem dan Shinjuku salah satu yang tetep rame walau udah malem.
      Kyoto: Piece hostel Kyoto
      Hostel terkenal di kalangan backpacker. Cuma beberapa menit dari stasiun Kyoto.
      Osaka: J-hoppers Osaka
       
       
      Apalagi yah, mmhh.. udah agak lama jadi udah gaak lupa juga…  nanti kalo ada pertanyaan, silakan di comment aja yah…
      Day1: CGK – HND
      Dapet flight malem (GA874) dan direct ke HND jadi pulang kantor masih sempet pulang bebersih dan berangkat ke bandara. Pesawat agak kosong. Mungkin karena belom peak season karena peralihan musim. Salju udah ngga ada, sakura belum mekar. Alhamdulillah bisa selonjoran dan minta snacknya yang semacam wrap gitu 2 biji. Bisa tidur nyenyak banget sampe dibangunin 2 jam sebelum landing, sarapan dibagikan.

       
       
      Day2: HND – Kawaguchiko
      Mendarat dengan lancer dan aman di HND. Imigrasi agak ramai, kayaknya peak hour ya mendarat jam 8an waktu sana. Karena udah pernah pake waiver waktu ke jepang sebelumnya jadi lebih tenang deh. Cuma ditanya mau ngapain, berapa lama, nginep dimana sama bakal keluar dari mana, trus langsung dicap deh. Oiya setelah lolos imigrasi, langsung menuju kantor pos buat ambil WIFI.
      Karena udah dapet sarapan di pesawat, langsung ngacir ke Shinjuku buat naik Highway Bus ke Kawaguchiko. Milih naik bus karena tinggal duduk dan ga ribet ganti2 kereta. Dari stasiun Shinjuku lumayan susah nyari si terminal karena kalo ngebayangin terminal ya keluarnya terminal kampong rambutan dll yah. Ternyata lebih kayak shuttle travel bandung cuman ini bus gitu. Letaknya agak di belakang gedung2 dan banyak toko2 elektronik. Jadi musti spare waktu lumayan sih karena stasiunnya juga kan gede banget.

       
       
      Nah karena kelamaan di jalan dan cari lokasinya, akhirnya dapet bus yang agak siangan sedangkan ga berencana nginep di kawaguchiko, jadi waktu explore kawaguchikonya berkurang deh. Sambil nunggu buka HP cek google maps di sekitar situ ada apa aja. Eh akhirnya nyamper taman2 deket situ. Dan ternyata deket sama gedung Tokyo Metropolitan Government Buliding yang atasnya bisa liat Tokyo dari ketinggian. Tapi ga sempet naik jadi cuma liat2 sekitarnya aja.

       

       
      Sempet beli kopi trus jalan ke taman. pas disana ada yang lg latian biola. aslik, angin sepoi2 sejuk, matahari anget, gemerisik daun, biola, sama kesendirian. pas banget.. (buat bunuh diri).

      30 menit sebelum schedule balik ke terminal dan naik pas waktunya. Busnya anget (penting!). Oiya ada kejadian lucu waktu naik bis ini. Jadi kan gw solo trip nih (I know, sad, right!) kebetulan kursi bisnya 2-2 gitu. Pas gw duduk, gw liat ada couple gitu naik, ternyata mereka kepisah duduknya. Yang cowok sebelahan ama kakek2, yang cewek sebelahan ama gw. Agar supaya ga nambah kesenduan perjalanan bis ini, dan supaya ada lope2 di udara sepanjang perjalanan nanti, gw tawarin buat tukeran ama si cowok. *im good, thank you*
       

       
      Oiya di luar suhunya sih 12C tapi anginnya lebih dingin lagi (ga kebayang suhu perasaan gw yah). Sepanjang perjalanan ketiduran. *pelor*. Kebangun pas udah deket dan orang2 heboh bediri motion si fuji. Alhamdulillah ga mendung jadi bisa liat Gunung Fuji dengan sangat jelas. Akhirnya turun di stasiun kawaguchiko. Dan anginnya super dingin. Sempet menggigil dan gemeretak gigi gw.
       

       
      Seperti yang udah banyak ditulis yah jadi busnya ada 2 jalur, yang merah dan hijau. Tapi karena gw ga punya terlalu banyak waktu, jadi memutuskan jalur yang lebih pendek. Kalo ga salah yang merah deh. Ikutan keliling si bus. Sempet turun di beberapa halte buat jalan2. Sepertinya emang bukan waktu yang tepat buat liburan yah, secara pemandangan memang lagi aneh. Belum semi banget tapi udah ga salju. Tapi enaknya kawaguchiko jadi sepi banget. Dan gunung Fujinya tampak jelas.
       


       
      Setelah keliling-keliling ga berasa udah mau malem, dan karena makin sepi, akhirnya memutuskan buat balik aja ke stasiun sambil nunggu bus terakhir ke Tokyo. Anginnya makin dingin dan stasiun makin sepi. Aslik serem banget di jalan kayak ga ada orang sama sekali, gelap, lalu kebayang hantu2 jepang di film2.
      Pas waktunya, si bus datang dan membawa kita balik ke Tokyo. Sampe Tokyo (Shinjuku) langsung jalan kaki ke penginapan Imano Tokyo, hostel baru buka banget waktu itu. Check in dan istirahat karena besok pagi rencana seharian ke Disneysea.
       
       
      Bersambung... ke 
       

    • By Gulali56
      Showa Memorial Park atau Showa Kinen Koen adalah taman yang terletak di kota Tachikawa sekitar sejam dari kota Tokyo. Taman ini dibangun tahun 1983 untuk menghormati 50tahun masa kekaisaran Showa atau Kaisar Hirohito. Taman ini sangat luas, yaitu sekitar 160hektar yang terdiri dari berbagai macam fasilitas olahraga, wahana permainan air, ruang alam terbuka, museum dan danau.
      Taman ini salah satu spot untuk menikmati sakura di musim semi, menikmati keindahan dedaunan menguning di musim gugur maupun winter illumination di musim salju .Untuk musim panas, ada tambahan wahana permainan Rainbow pool dengan tambahan biaya masuk.

      Taman ini memiliki beberapa pintu masuk, gerbang yang paling mudah diakses transportasi publik adalah gerbang Nishi-Tachikawa yang memiliki direct access ke pintu station Nishi-Tachikawa (JR Chuo Line) . Dan gerbang Tachikawa yang dapat diakses dengan 20menit jalan kaki dari Tachikawa Station. Gerbang yang kedua ini lebih populer karena memiliki view air mancur yang cantik.

      Berhubung saya kemari untuk memenuhi bucket list bersepeda di luar negeri (lebay alay) yang selalu gagal karena entah temen barengan gak bisa naik sepeda ataupun pas pergi sendiri saya nya gak pede sepedaan sendirian . Jadilah saya ke Nishi-Tachikawa gate untuk menghemat energi untuk jalan kaki , karena gerbang ini dekat dengan penyewaan sepeda.

      Biaya masuk taman untuk dewasa adalah 410yen, anak dibawah 15thn : 80yen dan orang tua 210yen. Yang harus beli di semacam loket atm.
      Ini view dari Nishi-Tachikawa gate:


       
      Harga sewa sepeda di sini:
      Usia dibawah 16thn : sewa seharian 310yen, sewa 3jam 260yen dengan overtime 30yen/30menit
      Usia 16thn keatas: sewa seharian 520yen, sewa 3jam 410yen dengan overtime 70yen/30menit.

      Saya dan teman saya memilih sewa 3jam sebesar 410yen. Waktu 3jam disini cukup untuk bersepeda santai mengelilingi taman, foto spot di beberapa tempat, makan siang dan balik lagi ke spot awal. Tapi kalau memang bawa anak kecil , saya sarankan ambil yang sewa seharian, karena sayang banget tidak menikmati area bermain khusus anak yang sudah termasuk di biaya masuk taman. Untuk anak batita yang masih muat di kursi boncengan khusus anak kecil disini tidak ada tambahan biaya.
      Cara beli tiket nya menggunakan vending machine tapi jangan kuatir ada keterangan bahasa inggris nya walau minim. Saya klik tombol biru muda 820 yen (2tiket adult for rent up to 3hr) lalu masukan uang yang diminta. 
      Setelah beli tiket , kita bisa memilih berbagai jenis sepeda. Kasi tiket nya ke paman2 penjaga sepeda yang cuma bisa Inggris "3hour back here, 3hour back here".
       


      (oiya yang sepeda tandem ini berarti sewanya untuk 2orang dewasa, misal 2x410yen utk sewa 3jam)
      Saya pilih sepeda balap yang ada speed gear nya jadi bisa mengontrol berat ringan kayuhan. Semua sepeda ada keranjang sepedanya jadi bisa taro barang bawaan disitu.
      Yang unik dari sepeda disini, sudah ada built in gembok nya. Kunci bisa ditarik kalau posisi penguncinya sudah benar. Dan dikunci ada nomer sepeda yang juga tertempel di bagian keranjang sepeda in case lupa sepedanya yang mana.

      Di taman ini, aman buat yang rada oleng kalau bersepeda (kyk saya makanya pas di Amsterdam gak pede sewa sepeda), karena selain jalur nya khusus sepeda, arahnya pun searah. Tapi tetep sih harus hati-hati, apalagi ketemu turis yang berhenti seenak udel demi berfoto di spot kece atau ber-boomerang dulu di instastory (a.k.a saya dan teman saya).

      Berhubung jalur khusus sepeda (dan malas buka peta), terkadang kita jadi tidak tahu berada dimana, karena view pejalan kaki beda. Kunci nya harus 'aware' tiap kali ada spot parkir sepeda, artinya dibalik jalan itu ada objek wisata tertentu.

       
      Di dalam taman ini banyak food stall, minimarket  maupun vending machine di spot-spot tertentu,jadi jangan takut kelaparan pas meng-explore taman ini,  tapi kalau mau irit mending bawa bekal dan duduk-duduk dibangku taman ataupun berpiknik ria dilapangan rumput nya.




      (churros seharga 300yen) ~ pecinta churros 


      (yang gundukan putih ini semacam bounce ball gitu bahannya, sebenarnya khusus buat anak kecil tapi biasanya org dewasa ikutan naik untuk ngejagain batita nya) ada satu area bisa utk anak usia sd.


      (ala-ala Machu Pitcchu)

      (track sepeda )

      (yang merah itu plosotan , orang dewasa juga muat)
       
      Sekian hasil bersepeda 3jam di Showa Memorial Park. Gegara belagu gak pake jaket, malamnya saya masuk angin dan besoknya cuma muter2 sekitar hostel... 
      Jadi be prepare ya kalau berencana bersepeda disini.
      Saya jadi kangen pengen balik lagi habis nulis artikel ini. 
       
      Showa Memorial Park
      Address: 3173, Midoricho,Tachikawa-shi
      Open: 9:30 to 17:00 (March to October) , 9:30 to 18:00 (weekends and holidays between April and September) ,9:30 to 16:30 (November to February).
      Closed: December 31, January 1 and the 4th Monday of February and the following day
      Access: 20 min. walk from JR Tachikawa Station to the Tachikawa Gate. 0 min from JR Nishi-Tachikawa Station to Nishi-Tachikawa Gate.
      Admission: adult 410yen. Children: 80yen
      Website: http://www.showakinen-koen.jp/guide-english/facility-english/
       
       


    • By Gulali56
      Festival Tori no Ichi adalah festival yang dirayakan oleh rakyat Jepang setiap bulan November untuk mendoakan kesejahteraan dan keberuntungan untuk tahun depan. Biasanya dalam setahun, festival ini dirayakan 2 atau 3 kali berdasarkan perhitungan kalender China (tori = ayam). Untuk tahun 2017, Tori no Ichi jatuh pada tanggal 6, 18 dan 30 November.
      Di Tokyo sendiri, ada beberapa lokasi shrine dan temple yang cukup ramai merayakan festival ini. Yang paling ramai terletak di area Asakusa dan Shinjuku.
      Kebetulan tanggal 18 November 2017 kemarin saya menginap di Asakusa, sehingga dapat menikmati keramaian festival ini yang hanya beberapa menit dari lokasi hostel saya menginap.
      Parade di Asakusa sendiri mulai dari depan hotel Richmond yang bersebelahan dengan Don Quijote di Asakusa, bukan parade yang besar. Tapi cukup menarik di lihat. Parade nya dimulai tepat jam 11.45 sesuai jadwal yang ditempel di poster-poster.




      Selesai mengabadikan parade. Saya pun berjalan kaki menuju 2 lokasi Tori no Ichi di Asakusa, yang hanya berjarak 1.5km dari Don Quijote.
       
      1. Ootori Shrine | 鷲神社
      Address: 3-18-7 Senzoku, Taito, Tokyo
      Access: 15 min. walk from Tawaramachi Station on the Tokyo Metro Ginza Line, 7 min. walk from Iriya Station on the Tokyo Metro Hibiya Line

       
      2. Chokoku-ji Temple | 長国寺
      Address: 3-19-16 Senzoku, Taito, Tokyo
      Access: 10 min. walk from Iriya Station or Minowa Station on the Tokyo Metro Hibiya line

      Berdasarkan google maps seperti ini.

      Tidak susah mencari kedua lokasi yang merayakan festival ini, karena disekitar temple dan shrine akan digelar para penjual makanan, snack, dan permainan tradisional dan semakin dekat temple/shrine akan banyak kumpulan penjual Kumade.



      Inilah yang namanya Kumade, yang paling khas dari festival Tori no Ichi.

      Semacam jimat dari dekorasi bamboo untuk menarik keberuntungan dan kesejahteraan kita ditahun depan. Harganya dimulai dari 1,000 yen untuk ukuran sekecil tangan. Dan yang paling heboh bisa mencapai harga jutaan yen.  Kumade sendiri biasanya didekor sedemikian rupa dengan symbol-simbol penarik keberuntungan seperti Maneki neko (si kucing pembawa keberuntungan), Koban (koin oval emas), karung beras, topeng wanita yang melambangkan kebahagiaan dan kemakmuran, warna-warna terang dan kuning yang artinya pembawa keuntungan untuk bisnis, dll . Karena Kumade ini adalah buatan tangan, setiap penjual memiliki design yang berbeda-beda .

      Tradisi nya, setiap tahun orang-orang akan mengembalikan Kumade tahun lalu ke temple/shrine dan membeli Kumade baru untuk tahun depan. Dan tradisinya, Kumade yang baru harus lebih besar dan lebih mahal dari Kumade sebelumnya. Niscaya semakin besar Kumade nya, semakin besar keberuntungan yang didapat. Karena nya kalau mau ikutan beli, belilah dari yang kecil sehingga tahun depan bisa beli yang sedikit lebih besar dan begitu seterusnya.

      Salah satu yang menarik perhatian dalam membeli Kumade adalah Tejime. Yaitu ritual para penjual bertepuk tangan dan berseru-seru setiap kali Kumade terjual. Si pembeli pun ikutan bertepuk tangan mengikuti si penjual.  Ritual ini menandakan  Kumade telah sah dibeli dan diharapkan mendatangkan keberuntungan di tahun depan.
      Ketika pulang, Kumade pun harus dibawa menghadap ke depan agar semua keberuntungan ‘nempel’ ke si empunya Kumade.
      Puas mengitari shrine dan temple di Asakusa, saya pun mencoba ke lokasi berikutnya yaitu di Shinjuku.
      Shinjuku Hanazono Shrine | 花園神社
      Address: 5-17-3 Shinjuku, Tokyo
      Access: 3 min. walk from exit E2 of Shinjuku-sanchome Station on the Tokyo Metro Marunouchi and Fukutoshin lines or the Toei Shinjuku line. 7 min. walk from Shinjuku Station on the JR, Odakyu and Keio lines.


      Kalau saya perhatikan, Shinjuku ini lebih banyak pengunjung western nya. Dari segi besarnya shrine dan antrian orang-orang yang berdoa , lebih banyakan di Shinjuku ini. Hebatnya orang Jepang, antriannya sangat tertib dan dibantu oleh petugas yang memberhentikan antrian setiap kali antrian berada di perempatan jalan, baik jalan raya maupun jalan orang lalu lalang. Antrian ini bisa ber blok blok lho saking panjangnya.
      Tetapi kalau saya pribadi lebih suka jalan-jalan di shrine dan temple seputaran Asakusa, harga makanan pun lebih murah. Untuk waktu nya. Festival ini dimulai dari tengah malam sampai satu harian penuh. Antara siang dan malam, terus terang atmosfer nya beda-beda. Kalau malam, lampion di shrine dan temple akan menyala sehingga suasana semakin meriah. Berhubung (lagi2) kamera HP saya made in Taiwan pabrikan indo, tidak ada sinar matahari ya semakin challenge mengabadikannya. Jadi saya lebih prefer mendatangi festival ini disiang hari.
       
    • By Rawoniste
      Tanggal 20 Oktober kemaren saya explore sekitaran Banyuwangi. Tujuan utama snorkling di pulau menjangan. Gara2 baca FR nya mbak Ika, Saya jadi semangat. Tidak bisa berenang bukan alasan untuk tidak mencoba kan ? Hahahaha. Ini pertama kalinya saya mencoba snorkeling jadi ngeri2 sedap .
      Perjalanan Naik kereta api Hari kamis sore nyampe di statsiun Gubeng jam 6 pagi. Karena Jemputan ke Banyuwangi jam 11 malam, Saya exploration Surabaya dulu. Saya pun berangkat ke Pantai Kenjeran Naik Grab . Ternyata ini tempat sudah hilang pamor bersaing dengan tempat wisata lainnya. Padahal kalo saya bayangkan ketika habis di bangun, pastinya ramai sekali. Karena difasilitasi dgn baik oleh pengembang. Pantai nya emng tidak Ada indah2nya . Saya pun mulai menjelajah sudut2nya. Panasnya udara Surabaya tidak menyurutkan Saya untuk jalan2 disini. Cukup supprise jg, ternyata banyak kelenteng Dan bangunan nuansa china disini. Masih terawat Dan Masih dipake buat sembahyang . 
      Ada patung dewi kwan in persis di bibir pantai, tapi harus masuk kelenteng dulu. 
      Ada patung dewa china 4 muka, Ada jg bangunan gede yang seperti Pagoda (Saya jadi ingat, ini bangunan tempat menyekap siluman ular putih di film white snake ) 
      Lapaaar..... clingak clinguk sepanjang jalan banyak yg jusl Lontong kupang .Apaan itu ? Saya pun mendekat. Oh ternyata itu lontong yg diguyur dgn kuah butek kupang cilik (kerang) lumayan lah cuma 8k, sayapun pesen lontong balap jg 10k, sate kerang 8K
      Ada Atlantis land yang sepertinya tutup, jg Ada komplek waterboom yg sepertinya lagi renovasi jg. 
      Teman saya ngebet renang, geser sedikit ketemu kenjeran water park. Tiket cuma 10k 
      Cape main disini, Saya pun pesan grab lagi untuk pulang ke penginapan.  Karena hanya transit doang, Saya pun nyari yang semurah2 mungkin sekedar buat istirahat Dan Mandi sejenak  hahaha. Tidak salah transit di Loxy Inn jln Embong Kenongo. Karena meskipun murah cuma 135k kamar nya bersih, tidak kecium bau2. Kamar Mandi share tapi bersih Dan tidak bau jg. Free wifi Dan free kopi/teh sepuasnya . Ada dapur jg yg bisa dipake . Deket dengan Tunjungan Plaza tinggal jalan saja. 
      Mandi, istirahat sejenak, pesen go food karena udah males gerak lagi, jam 10 malam Saya cabut ke statsiun Gubeng sebagai titik mepo 
      Selama perjalanan Saya tidur saja di jok belakang , jauh jg surabaya-banyuwangi itu. Kurleb 7 jam 
      Itin nya ternyata tdk sesuai jadwal, tapi bodo amat karena cuma ngerubah kunjungan saja. 
      Kunjungan pertama adalah Taman Nasional Baluran Savanna Bekol. Keren kalo di kunjungi di musim kemarau karena rumput kering nya itu serasa afrika sekali. Ya disini bisa puas2in poto bagi penggemar selfie, tidak Ada yg bisa di explore lebih jauh Demi keamanan. Konon suka Ada macan jg. Cukup keren view nya !! 
      Disini disediakan pondok penginapan jg. 
      Ada yang unik dari Baluran ini, ketika di perjalanan yang sepanjang jalan kering kerontang,Ada spot yang sangat kontras ! Semua tumbuhan Dan pohon disana hijau lebat .hah ? Katanya dibawah tanah Ada aliran sungainya. Mini hutan inj disebut evergreen. Kalo dipoto via drone bakal kliatan kontras nya. 
      Puas poto2 disini Saya menuju ke watu dodol. Tempat untuk menyebrang ke pulau menjangan tsb. Horeeee...
      Kesiangan jg sebenarnya, karena jam 12an baru snorkling nya. Kebayang Kan panas nya. Tapi siapa takut semua pada semangat. Oles sunblock tebal2 tapi tetep hasilnya gosong hahahaha. 
      Byurrr...... Karena pemula Dan tidak bisa renang jg meskipun pake pelampung, Saya tidak bisa leluasa . Cuma "nangkuban" saja gak sampe nyelam. Mungkin suatu saat nanti saja dah . Kitapun pindah2 spot , Ada spot yg cukup ngeri karena ombaknya lumayan gede. Saya tidak berani turun .
      Puas snorkeling, Kita merapat ke pulau menjangan nga. Makan Siang disana. Dan tampak menjangan2 kluyuran bahkan Ada yang main di Pantai segala.
      Mari pulang..... Menjelang sore angin Makin kenceng Dan OMG ombak nya mulai gede. Sampe pada basah kuyup semuanya "disapu" ombak 
      Abis bersih2, istirahat .... Yey makan lagi! Entah kenapa selama trip in Saya males bgt buat makan, bawa cemilan dari rumah 90% dihabisin teman saya. Tapi beruntung sehat2 saja. 
      Jam 7an, Kitapun menuju penginepan . Diperjalanan guide ngajak berkunjung ke festival coffin Osing Kemiren, Saya ok saja karena percuma tidur jg, soalnya jam 11 malam udah harus bangun untuk hiking ke gunung ijen. 
      Berada di pinggiran ini festival rame sekali dgn pengunjung , Desa Osing dijadikan desa wisata budaya. Meskipun tidak sekeren desa penglipuran di Bali. Tapi jejak rumah traditional nya masih ada dempetan dgn rumah modern. 
      Peran serta masyarakat sangat tinggi, mereka gelar tikar, kursi Dan meja dikeluarkan sbg tempat nongkrong pengunjung. Kita tinggal nyari tempat kosong, duduk2 Dan tadaaaa..... Makanan langsung di sediakan tentunya kopi jg. Semuanya gratis. Saya cukup kaget jg waktu lihat cemilan2nya itu, lha di Bandung jg banyak yg seperti itu, Mana yg ciri khas nya ? Tidak Ada sama sekali! Cuma beda nama saja x yah. Ada lepeut,ciu,tape ketan,Dan yg gak saya tau namanya. Tapi semuanya tidak asing. Barulah tour leader Saya nyeletuk konon dulu Raja Pajajaran "menaklukan" wilayah ini , jadi budaya sundanya emng kental . Termasuk pakaian jg, emak2 msh Ada yg pake kebaya, laki2 pake pangsi hitam . Oh begitu.... 
      Beres ngopi gratis kita cabut penginapan Dan akan di jemput jam 11:30 .
      Lumayan lah tidur sejam sampe stel alarm 
      Di Mobil Saya berusaha lanjut tidur lagi, tapi ya begitulah 
      Nyampe Paltuding sbg titip pertama pendakian, udah rame banget Kaya pasar malam. Loket baru dibuka jam 2 malam. Jadi tidak boleh ada yg masuk termasuk para penambang belerang jg. 
      Minum teh hangat dulu, ke toliet dulu yg antriannya bikin kebabayan hahahaha.
      Hayuuu nanjak! 
      Eh buseet dari spot awal langsung nanjakkkkk tidak Ada yang datar samasekali. Ini baru ngeh kalo pas turun. Karena suasana gelap waktu naik Secara jam 2an hiking nya jadi tidak begitu nyata.(untung nya nanjak gel2an) 
      Jalannya lebarr Mobil jg bisa masuk udah seperti jalan raya saja, cuma tidak beraspal . Sepanjang jalan banyak yang nawarin ojek angkut , bkn ojek yg sebenarnya itu gerobak yg di dorong. Gak tau bayar berapa karena ada jg yg tidak kuat nanjak yg pada ahirnya Naik ojek tsb. Hiking kurleb 2 jam sampe lah pada ujung kawah, Saya pun turun ke bibir kawah tempat si api biru tersebut. Banyak yang urung turun karena mereka mikir naiknya gimana , takut tidak kuat . Jalan curam berbatu2, desekan Dan papasan jg dgn penambang belerang. Harus hati2 ! Yey ahirnya bisa lihat blue fire jg, rada kurang bagus karena tebalnya asap belerang mengaburkan warna birunya. Puas memandang blue fire, Saya pun cabut. Berangsur2 terang padahal baru jam 4an subuh tanpak birunya kawah samar2. (Kirain tdk Ada danau kawah nya) Saya pun ahirnya nunggu sampe terang buat take poto. 
      Kameran HP tidak berkutik ngambil gambar blue fire hahahaha. Biarin lah yang penting bisa lihat dgn Mata kepala sendiri. 
      Puas poto2 Saya pun turun buat pulang.
      Nyampe penginepan bersih2, packing Dan akan dijemput jam 10an. 
      Nyampe Surabaya jam 8an malam, Saya pun balik pengiepan loxy inn lagi . Pesen go food .... Tidur pulas banget. 
      Bangun tidur nyari sarapan, googling yg deket bubur 3 rasa, eh pas didatangin bubur nya Blum ready, pesen telor jg tdk Ada. Serius nig yg jualan ? 
      Karena jam kepulangan KA jam 7 malam, udah males jg keluyuran di luar yang panasnya bikin meleleh. Kita ngeMall saja di Tunjungan. Backpac Dan dus2 oleh2 dititip dulu di penginapan. Gede jg yah Tunjungan Plaza yang sekarang. Terakhir kesini Masih kecil. Karena Jalan di mall jg tetep kringetan, ahirnya ngadem saja di XXI nonton film Geostrom . Baru jam 3an ngapain lagi yah, pas jalan liat resto TaWan Dan yg kebayang Bubur nya itu. Kitapun mampir situ cuma pesen bubur 1 mangkok di bagi 2 plus teh doang Hahahahaha,  soalnya antara lapar ato ngak, numpag nongkrong doang sampe jam 5. 











    • By val_3373
      Hi Jalan2ers
       
      Kali ini ingin membagikan sedikit pengalaman sewaktu jalan2 ke Eropa bulan July 2017 kemaren, kalau dibuat dalam 1 FR puanjang banget deh hahahahaha karena aku pergi selama 21 hari..... Jadi kali ini aku ingin membagikan pengalaman saat ke Itali. Saat bicara tentang Itali, yang muncul pasti Roma, Venezia(Venice), Milan, Pisa tapi kali ini aku ngga akan membahas kota2 tersebut walaupun aku juga pergi ke sana. Aku ingin membagikan pengalamabn pada saat berkunjung ke Cinque Terre. Ada yang sudah pernah mendengar nama Cinque terre?
      Cinque Terrre adalah 5 desa yang berada di Itali Utara yang sangat indah yaitu Riomaggiore, Manarola. Corniglia ,Vernazza dan Monterosso. Sebenernya untuk ke Cinque Terre bisa dengan menggunakan kereta api melalui kota La Spezia, dikarenakan kami sudah menyewa mobil dari Roma untuk 5 hari selama di Itali jadi kami memtuskan untuk ke Cinque Terre dengan bawa mobill sendiri. Sangat tidakdisarankan untuk membawa monil sendiri karena jalanan yang sempit, terjal dan penh jurang. saat kami pergi saja kabut turun sangat cepat sehigga jarang pandang sangat terbatas, hampir tidak bisa melihat jalan sama sekali sedangkan samping kiri/kana adalah jurang yang terjal, huft lumayan spot jantung juga hahahahahaa. Selain itu spae parkir juga terbatas di tiap desa dan kita harus berjalan cukup jauh dari tempat parkiran ke tengah desanya. Jika naik kereta api bisa langsung sampai di tengah desa.
      Dikarenakan cuaca yang tidak mendukung, maka kami hanya bisa pergi ke 3 desa saja yaitu Monterosso, Vernazza dan Riomaggiore. Perlu stamina yang cukup baik untuk ke sini karena kita akan trekking naik turun  melewatin bangunan/rumah yang berwarna warni di sini.
       
      Monterosso adalah desa pertama yang kamikunjungi, daerahnya landai sehingga tidak terlalu menguras energi untuk ke sini. Lami hanya mengeluarkan uang sebesar Euro 15 untuk biaya parkir selama 2 jam di sini.

       
      2. Vernazza
      Perjalanan dari Monterosso ke Vrnazza dengan menggunakan mobil sekitar 30 menit dikarenakan jalanan yang sempit dan terjal serta kabut sudah mulai turun dan sangat pekat karena cuaca hujan gerimis saat itu.
      dari tempat parkir mobil, kita harus berjalan kaki selama 15 memit dengan jalanan yang menurun tajam... hahahaha perginya enak karena menurun pulangnya lumayan menanjak. Desa ini lumayan naik turun tidak seperti monterosso yang landai, sehingga lumayan menguras energi sehingga kami memutuskan untuk menikmatin makan siang di sini yaitu Pizza... hahahahhaa . Setelah kenyak, kami meneruskan perjalanan ke desa selanjutnya....

      3. Riomaggiore
      Dari Vernazza ke Riomaggiore memakan waktu sekitar 45 menit, kabut semakin tebal dan sudah mulai gelap sehingga kami sangat berhati2. Riomaggori lebih besar dibandingkan dengan 2 desa yang sebelumnya dan tersedia gedung untuk parkir mobil. desa ini sangat terjal sehingga trekkingnya lumayan menguras tenaga, naik turun melalui lorong2 sempit rumah2 warna warni

       
      dikarenakan cuaca yang tidak mendukung karena kabut di jalanan semakin tebal, maka kami memutuskan hanya berkunjung ke 3 desa saja.. jadi ada alasan untuk kembali berkunjung ke Cinque Terre... hehehehehee
      Salam jalan2...