Jump to content
Forum Jalan2.com - Silahkan Berbagi & Bertanya Tentang Tujuan Wisata Anda
  • agoda-hemat.png

Hasdevi Agrippina Dradjat

Menelusuri Genting, Destinasi Wisata Menyenangkan di Malaysia

Recommended Posts

Genting Highlands atau Tanah Tinggi Genting adalah puncak gunung dari kawasan pegunungan Titiwangsa di Malaysia. Tempat ini juga merupakan tempat resort terkenal dengan nama yang sama.

Genting Highlands sudah lama menjadi salah satu destinasi wisata tujuan favorit para wisatawan. Tidak mengherankan banyak wisatawan datang dan berkunjung ke Genting karena ingin menyaksikan sendiri keindahan wisata yang ditawarkan oleh Genting.

Genting sendiri terletak di antara dua negara bagian Malaysia. Negara bagian tersebut adalah Pahang dan Selangor. Untuk mencapai Genting, waktu yang diperlukan adalah sekitar 1 jam sejak dari Kuala Lumpur.

Apakah kamu penasaran dan ingin segera mengetahui destinasi wisata apa sajakah di Genting yang dapat kamu sambangi? Pada kesempatan kali ini, kita akan membahasnya dalam menelusuri Genting, destinasi wisata yang menyenangkan di Malaysia berikut ini.

 

Perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Genting

1.png

Dari Kuala Lumpur menuju Genting via Belajar Sampai Tua

 

Ketika sudah memutuskan ingin menjelajahi Genting, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mencari transportasi terbaik untuk mencapai Genting.

Nah, salah satu alternative yang biasanya seringkali dijadikan sebagai pilihan berkendara dari Kuala Lumpur menuju Genting adalah dengan menaiki bus.

 

2.JPG

Menaiki Bus Menuju Genting via Prediksi Bola

 

Salah satu jenis transportasi yang tentunya dapat dijadikan pilihan adalah bus. Perjalanan dengan menaiki bus sangat terjangkau dan nyaman sehingga banyak orang memilih untuk menaiki bus.

Kamu dapat menaiki bus dengan tulisan “Go Genting” yang biasanya berwarna merah. Kamu dapat menaiki bus ini dari KL Sentral maupun Pudu Sentral.

Untuk masalah kursi, nomor kursi sendiri sudah tercantum di tiket sehingga kamu tidak perlu khawatir akan kehabisan nomor kursi bus. Jika kamu menaiki bus dengan tulisan “Go Genting” ini, kamu juga sudah mendapatkan tiket untuk menaiki fasilitas skyway.

Fasilitas skyway sendiri merupakan kereta gantung. Fasilitas ini disuguhkan semacam rekreasi menaiki kereta gantung.

Kereta gantung ini cenderung cukup tinggi karena bahkan konon seolah-olah terasa seperti sudah berada di awan.

Biaya yang harus kamu keluarkan adalah sekitar 60 ringgit per orang. Tiket ini memang sudah termasuk dengan tiket untuk menaiki cable car. Bahkan kamu juga dapat mencoba untuk memasuki outdoor theme park.

Tetapi, jika kamu tidak ingin menaiki cable car, kamu dapat memilih alternative lainnya. Alternatif lain tersebut adalah kamu dapat membeli tiket bus tanpa cable car. Nah, nanti begitu sampai di Genting, kamu dapat membeli tiket sendiri. Harga tiket untuk bolak-balik adalah sekitar 12.8 ringgit.

 

Mengunjungi Pusat Wisata di Genting dengan Cable Car

3.jpg

Mengunjungi Genting via Cibuka

 

Selanjutnya, kamu dapat memulai petualanganmu ketika berada di Genting. Kamu dapat mencoba untuk mengunjungi pusat wisata di Genting dengan menggunakan cable car.

Menggunakan Genting Skyway ini merupakan salah satu alternative transportasi yang digemari terutama jika kamu ingin menyaksikan pemandangan dari atas bukit.

Genting Highland cable car ini merupakan kereta gantung tercepat dan terpanjang yang terdapat di Asia Tenggara. Pemandangan berupa pegunungan yang indah dengan hawa dingin akan langsung terasa begitu kamu menyambangi tempat ini.

Cable car di Genting merupakan cable car yang terpanjang di Asia. Cable car ini memiliki panjang sekitar 4 kilometer. Biasanya, waktu yang diperlukan untuk menempuh perjalanan dari perjalanan one way adalah sekitar 20 menit. Jika kamu menempuh perjalanan return, waktu yang dibutuhkan adalah sekitar 40 menit.

Nah, kalau kamu menggunakan fasilitas bus, biasanya bus tersebut akan berhenti di salah satu stasiun cable car ini. Selanjutnya, kamu akan dapat melanjutkan perjalanan ke Genting dengan menggunakan cable car.

Namun, sebagai saran, sebaiknya kamu membeli tiket return saja ketika membeli tiket untuk cable car ini. Hal ini dikarenakan kalau kamu membeli tiket one way, berarti kamu harus membeli tiket untuk pulang.

Nah, biasanya terjadi antrian yang sangat panjang terutama pada hari Sabtu dan Minggu sehingga sebaiknya kamu sudah mempersiapkan diri dengan membeli tiket return. Menaiki cable car di Genting tentu akan menjadi pengalaman yang menyenangkan karena kamu dapat melihat pemandangan hutan tropis di sekitar pegunungan Genting.

Suhu di tempat ini berkisar antara 14 hingga 25 derajat celcius. Fasilitas wisata ditempat ini berupa 5 gedung pertunjukan, 5 hotel berbintang, lapangan golf, taman bermain yang mewah, restoran, dan satu-satunya Kasino legal yang ada di Malaysia.

 

Mengunjungi Amusement Park di Resort World Genting Highlands

5.jpg

Seru-seruan di Genting via Gamaantara

 

Selanjutnya, inilah dia destinasi wisata di Genting yang dapat kamu jadikan sebagai pilihan. Destinasi wisata ini adalah Amusement Park di Genting.

Untuk Amusement Park sendiri dibagi menjadi dua jenis yaitu indoor dan outdoor. Pada bagian indoor, terdapat banyak sekali hiburan yang menarik. Bagian indoor ini berada di hotel First World yang merupakan hotel terbesar ketiga di seluruh dunia.

 

Menyambangi Ice World

Salah satunya adalah Ice World. Kawasan Ice World ini cenderung sangat dingin sekali dengan suhu yang mencapai minus 10 derajat celcius.

 

6.jpg

Ice World via RW Genting

 

Ice World sendiri tempatnya tidak begitu besar, tetapi kamu dapat mencoba untuk bermain lempar-lemparan salju ketika menyambangi tempat ini. Selain itu, kamu juga bisa mencoba untuk meluncur dengan menggunakan ban.

Ketika menyambangi Ice World, kamu dapat melihat istana es batu. Suasananya mirip seperti ketika salju di negara dengan empat musim walaupun agak berbeda.

Di sini, kamu dapat melihat salju buatan yang ditumpuk-tumpuk dan dijadikan seperti mainan dan juga bentuk bangunan. Selain itu, ada pula salju yang disemprotkan dari bagian atas.

Karena berbentuk salju buatan, sehingga ketika mesinnya sedang macet, saljunya pun akan cepat mencair dan membuat karpet menjadi basah.

Nah, tetapi ketika kamu berada di tempat ini, kamu tidak diperbolehkan untuk membawa kamera ataupun berfoto dengan ponsel. Akan ada fotografer resmi yang memfotomu, dan kamu diperbolehkan untuk membawa hasil jepretan ini setelah kamu membayar sejumlah uang pada pihak fotografer resmi tersebut.

 

Replika Menara Eiffel, Big Ben dan juga Venesia

7.jpg

Replika Venesia via Docgelo

 

Ini dia salah satu keunikan lainnya yang terdapat di Genting. Masih berlokasi di Resort World Genting Highlands, kamu dapat menemukan berbagai spot menyenangkan lainnya.

Di tempat ini, kamu dapat menemukan replika menara Eiffel, jam Big Ben, bahkan juga replika sekoci Venesia. Ya, kamu bisa berfoto di replika Eiffel, maupun jam Big Ben tersebut.

Nah, bagi kamu yang ingin merasakan seperti apa rasanya menaiki sekoci dan merasakan seperti seolah-olah berada di Venesia, kamu dapat mencoba menyambangi tempat ini. Di sini, tersedia beberapa sekoci yang digerakkan dengan menggunakan mesin dan akan membawamu mengelilingi sungai buatan di sini. Sungai buatan juga terdapat di bagian indoor room.

 

Genting Skyland Venture

8.jpg

Ferris Wheel via Flickr

 

Genting masih menawarkan berbagai spot wisata lainnya yang dapat kamu sambangi. Nah, kali ini ada Genting Skyland Venture.

Di tempat ini, kamu dapat masuk ke dalam ruangan yang dilengkapi dengan kipas angin dengan kecepatan tinggi. Selain itu, kamu dapat merasakan melayang tanpa adanya gravitasi.

Di tempat ini, kamu juga dapat menyaksikan atau juga mencoba atraksi lainnya seperti ferris wheel dan juga roller coaster. Ya, rasakanlah sensasi mencoba ferris wheel dan roller coaster di dalam ruangan sehingga tentu saja terasa berbeda.

 

Sekilas Mengenai Permainan Judi di Genting

Kawasan Genting menyediakan sebuah area kasino yang dikelola oleh Genting Group. Nah, di tempat ini merupakan satu-satunya arena legal untuk permainan kasino atau judi yang terdapat di Malaysia.

Bagi kamu yang penasaran ataupun berminat ingin mencoba bermain judi di Genting, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan. Pastikan kamu mengenakan pakaian yang rapi seperti kemeja dengan dasi. Selain itu, kamu bisa juga mengenakan batik jika kamu ingin.

Sebelum memasuki arena kasino, pihak petugas akan mengecek terlebih dahulu dokumenmu. Setelah itu, jika diperbolehkan, barulah kamu dapat memasuki arena kasino.

Bagi warga negara Malaysia sendiri, hanya warga keturunan Tionghoa dan India yang diperbolehkan untuk masuk sementara warga Melayu tidak boleh sama sekali. Atau bagi kamu yang penasaran, kamu dapat mencoba untuk melihat seperti apakah suasana kasino tersebut. Namun, kamu tidak diperbolehkan untuk memotret seperti apa suasana di dalam kasino tersebut.

 

Outdoor Theme Park

9.jpg

Outdoor Theme Park via Skyscraper City

 

Selain menikmati indoor theme park, kamu juga bisa menyambangi outdoor theme park yang terdapat di Genting Highland ini. Suasana yang tercipta mirip seperti ketika berada di Dufan.

Kamu dapat mencoba menaiki berbagai jenis atraksi yang disajikan di sini. Tetapi, jangan lupa untuk mengenakan pakaian yang nyaman dan membuatmu hangat. Hal ini dikarenakan cuaca di Genting tergolong sangat dingin.

Bahkan, terkadang seringkali terjadi hujan. Sehingga sebaiknya kamu mengenakan jas hujan juga agar tidak terkena hujan. Beberapa jenis permainan yang dapat kamu nikmati di outdoor theme park ini seperti roller coaster dan masih banyak lainnya.

 

Shopping di Genting

10.jpg

Shopping via Asiawebdirect

 

Nah, bagi kamu yang menyukai kegiatan shopping, menyambangi Genting juga tidak ada salahnya. Ketika menyambangi Genting, kamu akan dapat melihat berbagai toko yang tentunya menyenangkan untuk disambangi. Berbelanja di sini pun menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan, bukan?

Pada bagian indoor, kamu dapat menemukan berbagai toko dengan brand internasional. Biasanya toko-toko ini selalu sale. Menyenangkan sekali, bukan?

Bagi yang baru pertama kali ke Genting biasanya akan merasa pusing. Hal ini karena banyak sekali jalan yang terhubung satu sama lainnya. Tetapi, untungnya petunjuk-petunjuk tersebut lumayan lengkap. Sehingga, kecil kemungkinan kamu akan merasa tersesat.

 

Menyambangi Kuil Chin Swee

11.jpg

Kuil Chin Swee via Cibuka

 

Bagi kamu yang ingin merasakan suasana lain yang berbeda dari yang ditawarkan oleh Genting Highlands Resort, kamu bisa mencoba untuk menyambangi kuil Chin Swee yang juga terletak di Genting ini.

Kuil ini memiliki pemandangan yang sangat indah. Untuk mencapai Chin Swee Temple ini, kamu dapat menaiki shuttle bus yang terdapat di depan lobi hotel Highland. Nah, shuttle bus ini ada setiap jam sekali dari pukul 9 pagi sehingga kamu dapat menyesuaikannya dengan jadwalmu.

Yang lebih menyenangkan lagi adalah shuttle bus ini tersedia secara gratis sehingga kamu dapat menaikinya tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun. Waktu tempuh yang kamu butuhkan adalah sekitar 10 menit.

Ketika menyambangi kuil ini, kamu dapat melihat interior kuil yang tampak megah dan indah. Di dalamnya terdapat ukiran naga dan ikan. Di dalam kuil ini terdapat tangga menuju ke atas sehingga kamu dapat melihat dengan luas orang yang sedang berdoa.

Letak kuil ini sendiri berada di lantai ke 7. Sementara itu, saat sedang baru sampai di lobi, kamu akan tiba di lantai 12. Kamu dapat mencoba mencicipi restoran vegetarian yang terdapat di sebelah kanan.

Selanjutnya, kamu dapat mencoba menaiki lantai untuk mencapai lantai 13 yang merupakan lantai tertinggi. Sesampainya di sana, kamu dapat melihat pemandangan yang luar biasa indah.

Kamu dapat melihat pemandangan patung Big Buddha dan juga patung Dewi Kwam Im. Nah, selama berada di atas, kondisi cuaca sangat dingin sehingga sangat disarankan untukmu mengenakan jaket.

Di tempat ini, terdapat sebuah tempat yang bernama journey to enlightment. Jalannya sendiri berada di samping patung Big Buddha.

Journey to enlightment adalah sebuah jalan mendaki ke atas untuk melihat bagaimana siksaan di alam neraka dari level satu sampai level delapan. Semua ilustrasi dalam bentuk patung yang seolah menggambarkan kalau di alam siksaan itu tidak ada yang menyenangkan. Roh-roh akan disiksa secara berulang-ulang.

Jika kamu ingin menyisihkan sekitar 20 ringgit, kamu dapat membeli papan kayu yang digantung di Wishes Tree. Di sana, setiap kayu akan dibakar setiap tanggal 1 dan 15 menurut tanggalan Cina. Selain itu, kayu-kayu ini juga akan didoakan.

 

Menikmati Makanan di Ming Ren Restaurant

12.jpg

Menikmati makanan di Ming Ren Restaurant via Titiw

 

Menyambangi Genting belum lengkap rasanya jika kamu belum melengkapinya dengan mencicipi kuliner di Genting. Nah, salah satunya kamu dapat mencoba menikmati kuliner di Ming Ren Restaurant.

Restoran ini memiliki lamb speciality dimana hampir seluruh kulinernya memang terbuat dari daging domba atau kambing. Nah, bahkan kamu dapat mencoba untuk mencicipi es krim yang juga berasal dari sari-sari domba. Es krim tersebut bernama Special Xinjiang Almond & Pistachio Ice Cream”. 

Beberapa jenis makanan yang dapat kamu cicipi ketika menikmati kuliner di restoran ini adalah udang tepung, yam soup, ikan asam manis dan nasi kuning. Selain itu, kamu juga dapat mencoba untuk mencicipi iga domba panggang dan juga sate lamb skewer dan disajikan dengan semacam tusukan konde.

Untuk dessert, kamu dapat mencoba untuk mencicipi jus stroberi dan juga papaya. Untuk masalah rasa, rasanya sendiri cenderung lembut seperti smoothies. Bagi kamu yang menyukai susu tentu akan merasa senang dalam mencicipinya.

Selain itu, kamu juga dapat mencoba untuk mencicipi jus jeruk dan wortel. Kamu juga dapat mencicipi Mint Almond Bean Curd Jelly. Puding tersebut adalah pudding mint yang terasa sangat nikmat.

 

Nah, itulah dia pembahasan mengenai menelusuri Genting, destinasi wisata yang menyenangkan di Malaysia. Genting rupanya merupakan salah satu destinasi wisata favorit yang mampu menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan untuk dapat datang menyambanginya.

Happy traveling!

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 6/17/2016 at 0:50 PM, deffa said:

Outdoor theme park nya udah selesai renovasi ya

katanya kemarin mau rubah jadi Fox Movie Land ?

Iya udah selesai mas.. wah saya kurang tahu kalau masalah itu :)

 

On 6/17/2016 at 1:02 PM, Jalan2 said:

dah lama banget gak ke genting, terakhir 2007. enak sih adem2, ada theme park nya juga

Hehe iya mas adem-adem gituuu ya :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Halo.mo nanya nih,skrg dr KLIA ke Genting semua bus berhenti di skyway Awana ya?nah kl yg bawa koper besar gmn ya?ngk blh masuk cable car.ada alternatif lain?ada yg tahu kl naik Grab/Uber dr KLIA2-Genting kena brp ya?thx

Share this post


Link to post
Share on other sites
10 hours ago, hardytanutama said:

Halo.mo nanya nih,skrg dr KLIA ke Genting semua bus berhenti di skyway Awana ya?nah kl yg bawa koper besar gmn ya?ngk blh masuk cable car.ada alternatif lain?ada yg tahu kl naik Grab/Uber dr KLIA2-Genting kena brp ya?thx

udah saya jawab ya PM nya :) 

Share this post


Link to post
Share on other sites
14 hours ago, chikapudding said:

@Hasdevi Agrippina Dradjathalo kakk.. salam kenal..

aku mau ke malay juga, pas lebaran nanti (27-30 juni) udah booking hotel di resort world genting first world hotel 2 malem (sisa malam terakhir cari hotel di KL)

lewat setahun gak akan berubah terlalu banyak lah yah? ahahha

Halo 

@chikapudding

2 minggu lalu saya baru dri Genting, semua wahana Outdoor dan Indoor nya lagi renovasi. Sisa cuma Kasino dan Snow World.

Di area ini juga ada temple yang bagus se arah ke genting jika kamu naik Cable Car nya turun dlu disana

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, deffa said:

Halo 

@chikapudding

2 minggu lalu saya baru dri Genting, semua wahana Outdoor dan Indoor nya lagi renovasi. Sisa cuma Kasino dan Snow World.

Di area ini juga ada temple yang bagus se arah ke genting jika kamu naik Cable Car nya turun dlu disana

wah? sungguhan lagi direnov semua kak @deffa?

sedih banget :terharu

Share this post


Link to post
Share on other sites

@deffa: Siap Kakak Deffa.

@chikapudding: saya baru balik kemarin ini. Theme Park di dalam gedung Genting World (yg ada patung liberty-nya) dah gak ada... yang di luar sedang di renov semua. Dan rasa2nya bisa lama lagi itu baru jadi. karena mereka baru bangun dasarnya doank.

5938f3ed59a8d_GW3.thumb.jpg.5d6bfab3bf2be754e0a2c17c6dbc11fc.jpg5938f3eee4e19_GW4.thumb.jpg.8df1084a36a88b8d1b20e158236dc8d3.jpg5938f3f035c50_GW5.thumb.jpg.d1e27835db716c8018b07ffad6844c07.jpg

Tapi Mall-nya Bagus Badai... panjang... ramai... banyak makanan di lantai dasarnya dan ada Malaysian Food Streetnya juga di lantai atas di sisi seberangnya First World Hotel. Sebagian penampakannya kira2 seperti ini :

5938f2d07d652_GW1.thumb.jpg.463caba7439468667950308a97f5f911.jpg

5938f2d13daa9_GW2.thumb.jpg.1e127862233c4b7b9cdc351f9f4c79f6.jpg

@hardytanutama: Iya, selama renovasi berlangsung, tidak ada bis besar yang sampai ke atas. Semua berhentinya di Awana Sky Station. Sky Cable Car-nya bisa dilihat di salah satu foto2 saya itu, Ini jalur Cable Car terbaru, ukurannya lebih besar, kalau menurut petugasnya bisa menampung max. s/d 10 orang, tapi kalo aku ukur2 sih paling mentok juga 8 orang udah sempit. Mungkin itu diukur dari Kapasitas berat penumpang kali ya. Mengenai Koper, saya rasa masuk sih, hny masalahnya koper Mas Hardy seberapa besar? Kemarin saya dan keluarga (total 5 orang) bawa ransel 3 + koper traveling yg kecil 1 dan 1 koper ukuran 20" serta 1 kursi roda traveling yg bisa dilipat, muat koq. Dan karena antriannya sedikit juga kali ya... jadi petugas2nya gak ada yg complain.

Mobil kecil masih bisa naik sih ke Gentingnya, tp maximalnya sampai dimana saya kurang tahu. Mengenai naik Grab : kalau dari Bukit BIntang kemarin saya coba2 search kenanya sekitar MYR 130 / way itu sudah sampai genting, tapi itu belum berikut tol ya. Nah kalo ditanya dari KLIA2 mungkin prepare lah 2x lipatnya ya... Saya juga kurang tau. Tapi kalau boleh saran sih enak naik bis dari KLIA2, nyaman koq. Aerobus, harganya MYR 35/orang/way.

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, chikapudding said:

terimakasih kakaka @deffa dan kakak @Luxia

kayaknya aku salah pilih waktu tamasya..

:bingung:bingung

@chikapudding: Gak juga, di sana banyak yg baru, Casino nya aja jadi guedeee buangett... dulu ada 5 tempat dlm 1 gedung itu kalo gak salah, sekarang disusutkan menjadi 2 doank. Terus Makanannya jg enak2, Trs masih ada snow world koq. Aku aja kemarin kurang puas hny nginap semalem doank, mo extend dah gak bisa... Harus balik lagi lah keknya... :bete

Share this post


Link to post
Share on other sites
2 minutes ago, chikapudding said:

ayo kak @Luxia bareng.. hahahha..

lumayan ada tour guide yg udah kesana.. ahhaha.. :terpesona #ngarep

hahaha... sayang yach Chika, jadwal kita berbeda... aku tgl 27 msh di Bintan. Rasanya kembali ke Jakarta dah tongpes lah, kagak sanggup lagi beli tiket ke KL :bingung

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 6/8/2017 at 2:03 PM, Luxia said:

@deffa: Siap Kakak Deffa.

@chikapudding: saya baru balik kemarin ini. Theme Park di dalam gedung Genting World (yg ada patung liberty-nya) dah gak ada... yang di luar sedang di renov semua. Dan rasa2nya bisa lama lagi itu baru jadi. karena mereka baru bangun dasarnya doank.

5938f3ed59a8d_GW3.thumb.jpg.5d6bfab3bf2be754e0a2c17c6dbc11fc.jpg5938f3eee4e19_GW4.thumb.jpg.8df1084a36a88b8d1b20e158236dc8d3.jpg5938f3f035c50_GW5.thumb.jpg.d1e27835db716c8018b07ffad6844c07.jpg

Tapi Mall-nya Bagus Badai... panjang... ramai... banyak makanan di lantai dasarnya dan ada Malaysian Food Streetnya juga di lantai atas di sisi seberangnya First World Hotel. Sebagian penampakannya kira2 seperti ini :

5938f2d07d652_GW1.thumb.jpg.463caba7439468667950308a97f5f911.jpg

5938f2d13daa9_GW2.thumb.jpg.1e127862233c4b7b9cdc351f9f4c79f6.jpg

@hardytanutama: Iya, selama renovasi berlangsung, tidak ada bis besar yang sampai ke atas. Semua berhentinya di Awana Sky Station. Sky Cable Car-nya bisa dilihat di salah satu foto2 saya itu, Ini jalur Cable Car terbaru, ukurannya lebih besar, kalau menurut petugasnya bisa menampung max. s/d 10 orang, tapi kalo aku ukur2 sih paling mentok juga 8 orang udah sempit. Mungkin itu diukur dari Kapasitas berat penumpang kali ya. Mengenai Koper, saya rasa masuk sih, hny masalahnya koper Mas Hardy seberapa besar? Kemarin saya dan keluarga (total 5 orang) bawa ransel 3 + koper traveling yg kecil 1 dan 1 koper ukuran 20" serta 1 kursi roda traveling yg bisa dilipat, muat koq. Dan karena antriannya sedikit juga kali ya... jadi petugas2nya gak ada yg complain.

Mobil kecil masih bisa naik sih ke Gentingnya, tp maximalnya sampai dimana saya kurang tahu. Mengenai naik Grab : kalau dari Bukit BIntang kemarin saya coba2 search kenanya sekitar MYR 130 / way itu sudah sampai genting, tapi itu belum berikut tol ya. Nah kalo ditanya dari KLIA2 mungkin prepare lah 2x lipatnya ya... Saya juga kurang tau. Tapi kalau boleh saran sih enak naik bis dari KLIA2, nyaman koq. Aerobus, harganya MYR 35/orang/way.

Thx.sy jg baru pulang dr sana.perasaan kok Genting skrg jd panas ngk kyk 4thn yl..

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 6/25/2017 at 2:53 PM, hardytanutama said:

Thx.sy jg baru pulang dr sana.perasaan kok Genting skrg jd panas ngk kyk 4thn yl..

Iya.. benar kalo itu. Agak kurang dingin sih. Cuma adem2 doank. :D

Share this post


Link to post
Share on other sites
11 minutes ago, deffa said:

wah saya kok kedinginan ya ada kabut pula wkwkwk @Luxia

@deffa: kalo kabut mah ada Def, tapi jika dibandingkan dengan 4 tahun yang lalu, memang dinginnya dah berkurang. Mungkin beda bulannya kali yah... :senyum

Share this post


Link to post
Share on other sites

  • Similar Content

    • By Daniyah Isa
      Haay, saya baru muncul lagi neeh,
      Maaf jarang-jarang main ke tempat ini, tapi kalau setiap saya jalan, dan dirasa penting untuk dibagikan sebagai petunjuk, saya akan tinggalkan jejak di web ini hehhe.
      Selain sebagai kenang-kenangan, siapa tahu, ada yang lagi cari referesi destinasi perpelancongan. Tulisan ini saya co-past dari wordpress saya, let's check this out gengss....:
      Hayhay, ini adalah kedua kalinya saya menapaki kaki di Negeri Ziran, Malaysia.
      2017 lalu, saya memilih Melaka – Kuala Lumpur untuk pelancongan pertama saya. Cerita sebelumnya bisa di click : Melancong ke Negeri Ziran (Melaka-KL 29-31 Oct 2017)
      Baiklah, kali ini saya memilih perjalanan menuju Utara Malaysia, dari Kuala Lumpur ke Pulau Penang. Tulisan ini, pengalaman pribadi saya sewaktu menjelajah di sana, jadi cukup bisa dijadikan referensi bagi kalian yang ingin menapaki kaki di negeri Ziran.
      What are we doing in Kuala Lumpur and Penang ? Let’s check it out :
      1. Hunting Foto di Icon Kuala Lumpur
      Berkunjung ke Kuala Lumpur, rasanya tidak lengkap bila tidak mengunjungi gedung iconic Menara Kembar Petronas.
      How to get there ?
      Titik terpenting untuk berpergian di Malaysia adalah KL Sentral. KL Sentral merupakan stasiun pusat dan transit terbesar di Malaysia. Untuk menuju KL Sentral, sangat mudah bila dari Bandara KLIA atau KLIA2. Kalian dapat menaiki bus dengan tarif 12RM saja, atau bisa naik kereta KLIA Ekspres dengan tarif 55RM.
      Dari KL Sentral, ambil jalur LRT dengan tujuan KLCC Stesien. Ingat, di KL Sentral harus banyak tanya ya! Karena banyak jalur kereta di KL Sentral, tidak hanya kereta lokal saja, tapi kereta ke daerah lainya, bahkan bisa menuju Thailand dan Singapore.
      Bandara KLIA/KLIA2 ⇒ Bus (12RM) ⇒ KL Sentral
      Bandara KLIA/KLIA2 ⇒ KLIA Ekspres (55RM) ⇒ KL Sentral
      Begitu sampai di KL Sentral, kalian bisa ke Mesjid Jamek- Dataran Merdeka, Menara Petronas KLCC, Batu Caves, Bukit Bintang, Central Market.
      Untuk tujuan : Mesjid Jamek-Dataran Merdeka, Central Market, Menara Petronas KLCC, kalian bisa naik LRT arah Gombak.
      Mesjid Jamek-Dataran Merdeka KL Sentral – Mesjid Jamek by LRT
      Nampak depan Masjid Jamek, Kuala Lumpur by : @daniyahisa Saya sudah dua kali ke tempat ini, untuk singgah sementara dan sholat Jama’ah pastinya. Memasuki kawasan Mesjid Jamek, baik laki-laki maupun perempuan harus dalam keadaan menutup aurat, tidak boleh berbaju ketat juga ya !
      Sebelum memasuki Mesjid kita mengisi buku tamu, dan tersedia jubah sewaan, gratis. Karena memasuki kawasan menutup aurat.
      Central Market KL Sentral – Central Market by LRT
      Pintu Masuk Central Market, Pusat Oleh-Oleh Malaysia by : @daniyahisa Area Central Market untuk Selfie by: @daniyahisa Bagi kalian yang mau belanja oleh-oleh banyak buat keluarga di rumah, sudah tak usah tenggok kanan-kiri tempat belanja mana yang akan kalian kunjungi, Central Market adalah tempat paling pas untuk berbelanja oleh-oleh dan bisa kalian tawar semurah-murahnya loh !
      Kaos bergambar icon menara kembar, pajangan rumah, hingga coklat, semua ada di sini. Tapi tetap hati-hati yaa, jangan sampai khilaf sampai lupa ongkos pulang. hehehe
      Menara Petronas KL Sentral – KLCC by LRT
      Twin Towers Petronas malam haridi Kuala Lumpur by : @daniyahisa Nah, kalau ke Kuala Lumpur, Malaysia nggak lengkap rasanya kalau nggak foto di spot ini yaa ! Jadi nanti pas turun dari LRT, kalian akan berada di loby bawah sebuah Mall.
      Keluar dari lobby tersebut, menyebrang ke arah kiri, dan cobalah tenggok ke atas. Bisa terlihat Menara kembar Petronas KLCC tower menjulang tinggi. Kenapa saya minta menengok ke atas, karena sudah 2x ke tempat ini, tapi kurang yakin, gedungnya yang mana. heheheh.
      Bukit Bintang KL Sental – Bukit Bintang by Monorail
      Simpang jalan Bukit Bintang Malaysia by : @daniyahisa Monorail transportasi umum yang paling tepat menuju Bukit Bintang, jika titik awal kalian dari KL Sentral. Ada apa saja di Bukit Bintang ?
      Sungei Wang Plaza (Belanja) Jalan Alor (Kuliner) Oh iyah, untuk jalur monorail kalian harus berjalan melalui mall NU Sentral yang masih satu bangunan dalam KL Sentral. Mengapa Monorail ? Karena kalau naik LRT, harus transit dulu. Tapi kalau naik monorail, kalian tidak perlu transit, dan langsung sampai di Bukit Bintang, tepatnya di depan Sungai Wang Plaza.
      Sungei Wang Plaza by : Google Images Berbahagialah kalian para wanita, di Sungai Wang Plaza, lantai dasar, terdapat VNC dengan harga miring. Saya hanya menemukan itu sih, untuk brand lain, tidak dicari lagi. Sediakan uang, dan tenaga yaa ! bila kalian benar-benar ingin berbelanja, heheh.
      Di Sungai Wang Plaza, juga terdapat toko coklat yang bisa kalian beli dengan jumlah banyak. Tapi, saya sarankan, lebih baik beli di Central Market saja, harganya lebih bersaing.
      Kalian ingin kuliner ??? Jalan Alor tempatnya. Kalian perlu jalan sebentar untuk mencari makanan yang lebih variatif. Jalan Alor seperti pasar malam pada umumnya, pedagang mulai dari Chinese food, Thai Food, Arabian Food, atau makanan khas Melayu, semuanya ada di Jalan Alor.
      Wisata Jalan Alor by : Google Images Tempat ini ramai sekali, pedagang dan pejalan kaki harus saling berbagi, terlebih lagi kalau ada mobil yang ingin lewat.
      Mohon maaf untuk kedua tempat ini saya ambil dari Google Images, karena sangat waspada di tempat keramian. Sebelumnya sempat ketemu sesama orang Indonesia yang Passport, dan dompetnya hilang di Bukit Bintang. Waduh, jadi takut-takut gimana gitu kaan!
      Duh, hati-hati di tempat keramaian dimanapun kalian berada, tetap waspada. Jaga pasport, dompet, handphone, pokoknya barang-barang berharga.
      Batu Caves Batu Caves merupakan tempat ibadah umat Hindu keturunan India yang tinggal di Kuala Lumpur, Malaysia.
      Pedagang di halaman Batu Caves untuk umat Hindu beribadah by : @daniyahisa Tempat ini juga merupakan objek wisata andalan para travelers. Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan patung dewa berlapiskan emas, dengan bukit menjulang tinggi dibelakangnya.
      Patung Emas Iconic Batu Caves, Kuala Lumpur by : @daniyahisa Nampak dari ketinggian menuju gua di dalam Batu Caves by : @daniyahisa Patung Dewa Krisna dan Sapi di sisi kiri Batu Caves by : @daniyahisa Tempat ini memang sudah Hits! di time line IG yaa. Nah, mau ke sini ?
      Begini caranya jika kalian tidak menggunakan travel agent, alias ngebolang sendiri. Tetap, titik awalnya adalah KL Sentral :
      KL Sentral – Batu Caves
      Stasiun Akhir Batu Caves by : @daniyahisa Sekali perjalanan membutuhkan waktu 40 Menit, dan biaya 3.2RM (2018). Di tempat ini tidak dipungut biaya, alias gratis. Waah, senang kaan!
      2. Pulau Penang
      Setelah puas dan lelah berkutat di Kuala Lumpur, saya melanjutkan perjalanan ke sebuah Pulau yang terpisah dari daratan Malaysia, Pulau Penang. Pulau Penang terletak di sebelah utara Kuala Lumpur, membutuhkan waktu sekitar 4-5 Jam melalui jalur darat.
      How to get there ?
      Menuju ke Terminal Bersepadu Selatan (TBS) dengan titik awal KL Sentral, menggunakan kereta KLIA transit.
      KL Sentral – Terminal Bersepadu Selatan
      Biaya yang dibutuhkan sekitar 6 RM dengan lama waktu perjalanan sekitar 9 menit.
      Sampai di Terminal Bersepadu Selatan (TBS) langsung ke counter pembelian tiket bus. Beda banget loh terminalnya, pertama kali lihat terminal di Malaysia amazing banget ! padahal cuma terminal. Bersih, rapi, tertib, ada foodcourt, dan tempat oleh-oleh juga. Paling bikin amazed lagi, pembelian tiket di terminal ini benar-benar teratur. Setelah kita memilih bus dan jam keberangkatan, penumpang di data sesuai pasport bagi warga asing / IC number bagi warga Malaysia. Kalau di Jakarta, bisa dibilang seperti naik kereta keluar kota.
      Saya memilih bus seharga 33.80RM tujuan akhir Pulau Penang, terminal Sungai Ningbo. kenapa saya tebalin nama terminalnya ? biar nggak salah turun. karena kalau kalian turun di terminal Butterwoth, harus nyambung kapal very lagi. Better turun di terminal Sungai Ningbo, biar lewat Penang bridge (jembatan diatas laut menuju Pulau Penang).
      Untuk mempermudah kalian mengecheck jadwal bus, atau ingin memperkirakan harga, bisa dicheck secara online di :
      BUS KE PULAU PENANG
      Karena tenaga sudah cukup habis sewaktu di Kuala Lumpur, sampai di Pulau Penang, saya memutuskan hanya ke satu tempat wisata yang sangat wajib kalian kunjungi di Pulau Penang.
      Bukit Bendera Bukit Bendera atau Penang Hills by : @daniyahisa Bukit yang menjulang tinggi menghadap lautan Pulau Penang. Berada di atas Pulau ini, kalian akan disuguhkan pemandangan memanjakan mata. Perbukitan hijau berpadu dengan biru lautan luas dan biru langit. Wah, nggak bisa berucap deh pokoknya keren banget ! Cocok nih buat kalian penikmat senja, pecinta cakrawala.
      How to Get there ?
      KOMTAR – Bukit Bendera
      Titik awalnya adalah KOMTAR (Komplek Tun Abdul Razak) yang terletak di George Town. Sangat mudah untuk menuju titik ini, karena KOMTAR adalah menara iconic setinggi 60 lantai di Pulau Penang. Di paling atas menara KOMTAR, bisa befoto ria dengan lantai trasnparan loh ! hayoo, siapa berani ?
      Pemandangan Menara KOMTAR (menara bulat dari Hotel  by : @daniyahisa Di bawah Menara KOMTAR adalah terminal bus dalam kota. Kalian bisa naik bus dari terminal KOMTAR menuju Bukit Bendera seharga 2RM saja. Tak perlu khawatir, karena Bukit Bendera adalah tujuan akhir Bus tersebut, bisa bobo manis lah yaa di dalam bus.
      Bus Rapid Penang di pemberhentian akhir, Bukit Bendera by : @daniyaisa Sampai di Bukit Bendera, pengunjung dikenakan HTM 30RM PP termasuk kereta menuju atas bukit.
      Kereta Wisata PP 30 RM menuju ke atas Bukit Bendera Pintu Masuk Bukit Bendera, Penang Hill untuk mengantri tiket masuk by : @daniyahisa Pemandangan dari atas Bukit Bendera by : @daniyahisa Rel Kereta menuju stasiun akhir Bukit Bendera by : @daniyahisa Puas memandang lautan, langit dan daratan Malaysia yang terpisah dari sebrang, saya kembali ke Menara KOMTAR. Ada apa sih di dalam Menara iconic pulau Penang ini ? Ada berbagai mall di dalamnya. Kaos, pajangan lemari khas Pulau Penang, dan kue khas Penang. Selain kopi yang sering dicari sama para travelers, yang belum banyak orang ketahui kue khas penang, yaitu Kue Tambun.
      Biskuit Tambun khas Penang, Malaysia by : goole images Mirip seperti kue nastar dalam ukuran besar, rasa originalnya asin-asin gurih, dan masih banyak varian rasa lainya seperti keju, coklat, durian. Harganya murah kok hanya 5RM saja. Anyway, maaf yaa itu foto nyomot dari Google, karena yang punya sendiri sudah habis, hehehe.
      Ingat yaa, usahakan beli di Menara KOMTAR jika ingin harga lebih murah dan banyak. Atau kalau kalian punya banyak waktu di Penang, bisa cari pabrik yang sekaligus menyedikan cafenya, semacam Bakpia Pathok kalau ke Jogja. Kalau beli di Bandara, harganya bisa 3x lipat. Woow!!! Sayang banget kan, heheh.
      Okay, begitulah liburan singkat saya yang masih penasaran sama Kuala Lumpur dan menjelajah pulang dari Pulau Penang.
      Semoga terinspirasi yaa.
      Terima Kasih.
    • By ko Acong
      Bagi yang bosan di Kuala Lumpur boleh melipir ke Melaka cuma 2 jam perjalanan loh.
      Berapa uang yang saya habiskan selama main ke Malaka? Normalnya tiket pesawat PP 1 jutaan. Yang pasti tiket PP Indonesia-Kuala Lumpur kemarin saya dapat Rp 169.000 saja Malaysia Airlines Business Class (Promo).
      Mari kita hitung pengeluaran saya selama 2 malam 3 hari di Melaka:
      Tiket Bus, via Terminal BTS (Bandar Tasik Selatan) cukup 24 x 2 = 48 RM
      Jika langsung bus PP harganya 70 Rm, perbedaan waktu hanya 1 jam. Kelebihan transit di  BTS setiap 30 menit ada Bus. Kekurangannya, jika ketingalan jadwal bus harus buang waktu selama 3 jam.
      Hotel Saya Pake Hotel Hong https://goo.gl/maps/fhwLNd6fmzp
      yang terkenal buat Backpackers, karena serasa Hotel Keluarga ada di antar jemput di terminal bus dan ketika diantar mereka melepas kita satu persatu, sampai aman di terminal bus dan mengarahkan ke platform yang seharusnya. Terima kasih Ci Amey dan karyawan hotelnya yang bersih. Harga selama 2 malam kisaran Rp 550.000. 
      Tranportasi di Melaka semua ditempuh dengan berjalan kaki. Estimasi makan minum, cukup Rp. 100000 perhari, di tiap menu makanan perhari ada daging nya lumayan wah juga sih.
      Tinggal kita hitung oleh2 jajan yang aneh-aneh dan lainnya, jadi estimasi main di Melaka selama 2 hari:
      Bus 48 Rm = Rp 175.000 Hotel 2 malam = Rp 550.000 Biaya makan minum = Rp. 300000 Jumlah Rp 1.025.000.- sesuai Hitungan awal budget cukup 1 jutaan.
      Hehehe namun belum termasuk Cendol Musang King dan oleh-oleh Durian Jam San Shu Gong yang legenda, Wueeenak lembut banget. Nah bila mau lanjut main di Kuala Lumpur, cuma tinggal nambah hotelnya sekitar Rp 500.000 per malam.
      ____________________________________________________________________________________________________________











    • By Daniyah Isa
      Assalamualaikum 
      Salam kenal,
      Panggil saya, Nia
      Ini adalah pertama kalinya saya pergi ke LN dg mengurus semua keperluan sendiri. Biasanya, sdh terima beres dari kantor, karena memang ada urusan. Nah, destinasi yg saya pilih tdk jauh tp harus berkesan ! Melaka. Kota yg ditempuh dlm waktu 2 jam dari KLIA2. 
      Gimana caranya saya bisa sampai ke sana ? Inih dia, detailnya ;
      1. JKT-KLIA2
      Pesan tiket pesawat yg everyone can fly dari situs resmi. Lama waktu sekitar 2 jam, berangkat 10:10am sampai KLIA2 13:15pm.
      Di KLIA2, ikuti saja petunjuk arah yang ada, sambil ikuti arus kemana orang-orang pergi. Nanti, ada eskalator naik, lalu ada eskalator turun langsung ke tmpt imigrasi. Setelah keluar dari imigrasi, saya temukan mall dg counter-counter barang branded. Semacam Grand Indonesia, kalau di Jakarta.
      Buat yg terburu-buru sampai ke KL dg cepat, mgkn ada urusan meeting or apa, bisa lurus terus ke pintu keluar. Di samping pintu keluar ada loket pembelian tiket KL Ekspres, seharga 55RM dg waktu tempuh 33menit ke stasiun KL SENTRAL. Dari KL Sentral, bisa pilih kemana saja tujuan teman-teman yg mau dicapai. Ibarat di Jakarta nih, KL Sentral tuh Manggarai. 
      Tujuan wisata saya, dan teman saya adalah Melaka. Belajar dari blog dan bbrp artikel, butuh kendaraan bus utk sampai ke sana. Hanya bus saja, tdk ada kereta atau MRT yg menuju ke sana. Saya pun, turun lagi ke lantai G dg eskalator. Jangan takut kesasar ! Banyak petugas keamanan yg berjaga.
      Sampai di lantai paling dasar, ada sederet loket yang menjual tiket bus, taxi, sewa kereta (mobil). Langsung saja, membeli tiket bus Transnasional tujuan Melaka Sentral, seharga 24.10RM. Di tiket sudah tertera nomor tempat duduk, gate tempat menunggu. Wah, pokoknya tertib dan teratur! Meskipun busnya lebih bagusan DAMRI sih bagi saya, hehehe.
      2. Melaka dan Wisatanya 
      Selama 2 jam perjalanan dari KLIA2, sambil bengong-bengong liat pemandangan (apa bener gue di Malaysia? Ini mirip ke Ciawi yah ? Heheheh) yang membedakan tuh, sepanjang jalan lancar jaya. Mgkn supir bus kapalan nginjek gas, hehehe. Duh bahagia deh kalau Jakarta jalanannya kaya gini terus. Sampai tibalah saya di Melaka Sentral, ibaratnya Terminal Kp. Rambutan gituh. 
      Waduh, sepi banget ! Macam ga ada kehidupan. Bingung juga kan, mau ke hotel gimana ? Boro-boro kuota buat pesan taksi online, sinyal ajah ga dapat.
      Yaa, saya tanya ke petugas kebersihan, dan memang bus Panorama 17 tujuan Bangunan Merah, agak lama. Bukan karena macet yaa, ini karena jalanan di Melaka tuh Sehala (satu arah) jadi dia berputar dulu.
      Sejam menunggu, datanglah bus Panorama 17. Disinilah pengalaman dimulai, banyak yg Negor dan tanya "Indonesia ya ? Indonesianya mana ?" Agak bingung sih, ditanya begitu. Biasanya ditanya "Jawanya mana ?" Padahal sih, sama saja hehehe. 
      Saya menginap di hotel Hallmark Crown, 3H2M, seharga 147RM include Breakfest, free wifi. Wilayahnya dekat dengan mall Dataran Pahlawan, jalan kaki 10 menit lah. Jadi turun saja di Dataran Pahlawan, ongkos busnya 2RM saja. Hotelnya comfie banget ! Disetiap sudut ada galon. Jadi bisa refil sepuasnya, ditambah kulkasnya menyala dg sempurna. Wah, recomend deh!
      Saran utk teman-teman yg mau pesan hotel di Melaka, pesan di daerah sekitar Dataran Pahlawan (rate murah), Bangunan Merah, dan Jonker Street. Tiga tempat itu, sudah dekat banget kemana-mana. Jadi bisa jalan-jalan santai, foto-foto, interaksi sama penduduk lokal. Yg penting, rajin jalan kaki yaa, hehehe.
      Hari pertama saya mengunjungi Bangunan Merah, jalan kaki dari Hotel 15 menit. Melewati mall-mall Besar, dan rupanya ada carnaval becak hias, mobil hias dan barongsai. Jadi nggak berasa jauh dan capeknya.
      Di Melaka, ada yang saya lihat di maps Google itu jauh, ternyata dekatan. Menara Taming Sari, Bangunan Merah, Jonker Street dan River Cruise. Yang jauh, cuma Masjid Selat Melaka. Masjid Selat Melaka memang harus menggunakan taksi online, karena jaraknya terpisah dengan daratan Melaka kota dan masuk ke kompleks perumahan. 
      3.Kuliner dan Oleh-oleh Melaka
      Sempat bingung mau makan apa di Melaka. Hari pertama saya sampai di Melaka, sudah malam dan banyak yg tutup. Masa iyah sih, jauh-jauh ke Melaka, makanya McD? Nggak ada nasi lagi. Akhirnya mampir ke 7Eleven (horeee, Nemu 'sevel !) Beli nasi lemak instant dan mie instan. Lupa berapa harganya, tapi cukup menahan lapar. Serius deh, sebenarnya nggak lapar-lapar banget ! Cuma karena nggak mau masuk angin ajah.
      Terakhir perut diisi sama sandwich Subway yg beli di KLIA2. Hufh, gara-gara ngincer destinasi wisata jadinya lupa makan. 
      Hari kedua, masih hunting foto disekitar Bangunan Merah, Taming Sari, River Cruise. Cerah banget langit di Melaka, dan udaranya juga segar nggak ada polusi (kapan Jakarta begini ? Mungkin ga yah ?). Di samping Bangunan Merah, ada tangga menuju bukit. Diatasnya bangunan reruntuhan yang menghadap lautan lepas. Keren banget !!! Duduk-duduk saja sambil lihat pemandangan. 
      Oh Iyah, untuk beli oleh-oleh seperti gantungan kunci, kaos tulisan Melaka, tas Melaka, tempatnya di Medan Samudera. Tenang, ga jauh kok ! Ga perlu nyebrang. Dari Bangunan Merah, ambil sisi kanan dan lurus terus sampai lihat bangunan kapal pesiar. Nah di sana, yang paling murah ! Kaos dapat 10RM, gantungan kunci dapat 8RM, 6 gantungan kunci. Meski di Bangunan Merah juga ada lapak yang menjual, lebih baik beli di Medan Samudera, karena harganya lebih terjangkau. 
      Selain beli oleh-oleh, di tempat ini ada warteg Melayu loh ! Syukurlah, ada warteg juga. Awalnya sempat underestimate gitu. Makanannya mirip makanan warteg, dan ga lebih menarik dari warteg Jakarta. Karena Nggak enak sama Ibu penjualnya, yg tiba-tiba udah nyendokin nasi, mau ga mau dibeli. 
      Yaa sayur tumis kacang panjang dan ayam goreng jadi menu makan siang. Pas dimakan, enak ! Ini karena efek capek mungkin yaa. Minum air mineral, biar nggak makin haus. Tadinya sih mau makan nasi Briyani dan teh tarik, tapi dia hanya jual di hari Minggu. Seporsi makanan warteg Melayu cuma 6RM. Waah, amazing ! akhirnya bisa menghemat, heheheh.
      Lepas makan, lanjut belanja-belanja di sekitar Medan Samudera. Biasa, buat yang dirumah, mau dibeliin kaos dan gantungan kunci utk disebar, hehehe. Jalan lagi ke Bangunan Merah, baru ketemu kedai es cendol. Katanya sih, es cendol di Melaka itu khas banget. Yaudah, saya beli yang es cendol kacang merah. Rasanya ??? Waah, enak banget !!! Pass buat saya yang ga terlalu suka manis. Kuah santannya gurih, cendolnya segar dan kacang merahnya manis. 
      Wah, okeh banget lah ! Rencana kalau ngidam, maunya ngidam es cendol Melaka. Hahahah
      Menjelang sore, saya bersiap menuju Mesjid Selat Melaka. Menikmati sunset sambil menunggu waktu magrib. Magrib di Malaysia, setengah tujuh. Tapi langitnya seperti setengah enam, Jakarta. Waktu di Malaysia tuh cepat banget ! Mungkin ini planet Merkurius, satu menit tiga puluh detik. Semua terasa cepat.
      Saya dan teman-teman menuju Masjid Selat Melaka menggunakan taksi online. Sampai di sana, waah indah banget ! Lebih indah dari foto-foto Google. Garis cakrawala sudah menyapa di langit. Air laut biru bersih tanpa sampah. Saya berdiri di halaman belakang Masjid menatap langit sore. Diterpa angin laut, dan ada beberapa wisatawan lain berlalu-lalang. Sayang, lagi nggak sholat Magrib di sini. 
      Akhirnya cuma nunggu teman yang sholat Maghrib, sambil jaga sendal hahaha.
      Malam terakhir di Melaka, saya menuju rumah makan Eeji Ban Chicken, penjual makanan khas Melaka. Ada Rice Balls, Asam Pedas, Nasi Lemak, harganya pun terjangkau. Berkesan makan ditempat ini, karena rumah makan Eeji Ban recomend dari supir taksi online. 
      4. Check Out Melaka
      Hari terakhir di Melaka, saya merasa sedih banget ninggalin tempat ini. Padahal rumah ini kampung orang, negeri orang, huhuhu. Nggak mau repot karena tas udah beranak, jadinya saya dan teman-teman naik taksi online ke Melaka Sentral.
      Di Malaysia pada umumnya, jarang ada sirik-sirikan or persaingan. Contohnya di terminal Sentral Melaka. Tadinya mau naik bus Delima,  bus terkenal dikalangan blogger yg pernah kesana. Tapi sama kenek Delima, disuruh ke bus satunya lagi yg kurang eksis. But its OK ! Yg ptg sampai, heheheh.
      Dua jam perjalanan menuju terminal bus TBS (Terminal Bersepadu Selatan), amazing !!! Terminal Bus rasa Bandara Terminal 3. Bersih, tertib, rapi. Dibawahnya, ada stasiun menuju KL Sentral. 
      5. Sehari di Kuala Lumpur 
      Berhubung pesawat tengah malam, jadi siang masih bisa jalan-jalan sebentar di Kuala Lumpur. Hunting foto di KLCC, Dataran Merdeka dan jalan-jalan ke Mall *lagi. 
      Dari Terminal TBS, naik KL transit ke stasiun KL SENTRAL seharga 6.5RM. Dari KL SENTRAL, bisa ke Batu Caves, KLCC, Mesjid Jamek, KLIA2. Ada peta seperti peta yang ada di halte Transjakarta, di sana juga ada petugas yang membantu dan menanyakan "Can i help you ?" So, tak perlu takut tersesat. 
      Stamina udah low, meski cuma naik turun kendaraan umum tp cukup bikin lemas. Selain makan, kita juga butuh vitamin, kalau capek lebih baik istirahat.
      Di KL SENTRAL, ada loker penitipan dg kunci sensor wajah. Jadi kita ga perlu deh tengteng tas beranak kesana kemari. Harganya 20RM utk loker kecil dan 30RM utk loker besar. Sangat disarankan berpergian sama teman, biar segala biaya bisa ditanggung bersama. Tapi milih juga yaa, teman yang gimana buat diajak jalan jauh. Apalagi, ke LN yg jalan kakinya jauh-jauh.
      Baiklah, itu pengalaman pertama saya traveling ke Melaka, Malaysia. Saya sangat suka tempat itu, lebih indah dari yg saya bayangkan. Terutama yg hobi fotografi, ini banyak spot-spot bagus di Melaka. 
      Oh Iyah, makasih banyak buat Mba Vira. Mgkn dia jarang aktif di forum ini. Saya pun juga newbie. Ketemu jalan2.com karena random ajah, hehehe. Lagi bosen, drpd stalking sang EX atau baca berita hoaks, iseng-iseng cari soal Melaka. Tiba-tiba muncul situs ini, dan saya kenalan sama Mba Vira. Nggak ada sedikitpun curiga bakal gimana nnt disana, tinggal jalan ajah. Hehehe
      Nah buat teman-teman, semoga tulisan saya membantu dan jadi referensi kalau kalian mau ke sana. Ingat, No need bilang, barang ini murah atau mahal. Soalnya beda "Peradaban".
       








       
    • By deftones12
      DAY 6
      Karena menjadi hari terakhir liburan, agenda hari ini super santai. Biasanya jam 9 udah check out dari hotel, kali ini saya minta driver datang jam 12.
      Tapi jam 9 saya tetap keluar hotel, karena kita gak dapat sarapan gratis di hotel. Saya menyusuri Jalan Petitenget sambil mengagumi kafe-kafe dan butik lucu di kiri-kanan jalan. Oya, buat tambahan informasi, si Dash Hotel Seminyak ini dekat banget sama Deus Ex Machina dan Biku yang suka masuk daftar tempat makan wajib di Seminyak.
      Tapii….tujuan utama saya buat sarapan adalah….Revolver Espresso.
      Jatuh cinta banget sejak pertama kali nyobain kopi di sini waktu liburan tahun lalu. Revolver ini emang termasuk salah satu coffee shop terhits di Bali, simply because kopinya emang enak, IMO. Harga makanan dan minumannya juga masih standar, malah banyak kafe di Jakarta yang lebih mahal. Menu rekomendasi saya sih Silencer, yaitu granola dengan frozen yogurt blueberry atau acai berry dan potongan buah. Segaarrr dan kenyang!


       
      La Joya Biubiu
       
      Sebenarnya agenda utama kita di hari terakhir ini ya di La Joya Biubiu ini. Gak lain dan gak bukan adalah untuk SPA!
      Penasaran aja sih, udah beberapa kali ke Bali tapi belum pernah ngerasain spa cantik macam di majalah-majalah
      La Joya Biubiu sendiri merupakan resort dekat Pantai Balangan. Jadi perjalanan ke sini lumayan jauh dan macet ya, secara aksesnya emang cuma satu jalan doang. Apalagi waktu itu jatuhnya di hari Sabtu, makin banyak lah mobil dan bus wisata yang melewati jalan itu.
      Lokasi La Joya Biubiu lumayan ngajak blusukan sih….tapi view-nya emang keren banget!


      Hanya, yang bikin kita kaget adalah tempat spanya yang lumayan terbuka. Jadi area spa itu ada di dekat kolam renang. Walaupun berada di dalam gazebo tertutup, tapi orang-orang bebas berkeliaran di dekat situ sih, jadi bisa liat kita yang lagi pasrah di atas meja pijat.
      Tapi, overall, spanya oke. Gak sampai mind-blowing, tapi tetap lebih worth it dibandingkan spa di tempat-tempat spa biasa. Apalagi, ternyata rate Balinese message nya juga gak sampai Rp 200.000, sama dengan rate di beberapa hotel bintang 3 di Seminyak. Padahal pemandangan yang ditawarkan itu mahal banget
       
      Pantai Gunung Payung


      Setelah segar dipijat, kita pun beranjak ke tujuan berikutnya, yaitu Pantai Gunung Payung. Pantai ini letaknya tetanggaan sama Pantai Pandawa yang lebih dulu populer. Tapi, karena belum terlalu banyak yang tau soal pantai ini (yang jelas lebih sedikit daripada yang tau soal Pantai Pandawa), jadi suasananya masih sepi dan tenang.
      Tapi mungkin tahun depan bakal lain ceritanya. Karena waktu kita ke sana, udah mulai terlihat pembangunan yang sepertinya proyek hotel atau lapangan golf. Akses ke Pantai Gunung Payung juga terus diperbaiki supaya pengunjung bisa mencapai pantai dengan lebih mudah. Biaya retribusinya sendiri sekitar Rp 13 ribu per wisatawan lokal.
      Agak salah sih mengunjungi pantai ini setelah spa. Karena kita harus turun naik tangga yang jumlahnya lumayan lah bikin ngos-ngosan jadi pegel lagi deh….
      Tapi, gak masalah, karena pemandangan pantainya cantik banget. Kebalikan dengan tempat-tempat wisata lain yang kami kunjungi sebelumnya, di Pantai Gunung Payung ini hampir semua pengunjungnya adalah wisatawan lokal, walaupun jumlahnya gak banyak. Mereka udah ambil posisi untuk santai sambil nunggu sunset.
      Karena tadinya kita sempat berencana rendezvous dengan teman yang lagi di Finn’s Beach Club, kita gak lama-lama di Pantai Gunung Payung. Ternyata rencana itu gagal. Jadi nyesel gak nungguin sunset di pantai
       
      Yah, demikian pengalaman liburan 6 hari saya ke Bali Utara dan Timur kemarin. Semoga bisa menambah rekomendasi tempat-tempat menarik buat yang lagi rencana liburan ke sana yaaa ^^
    • By Sari Suwito
      Kota Kinabalu atau biasa disebut KK dulunya dikenal dengan nama Jesselton. Maka tak heran jika pelabuhan tempat kami mendarat dari Labuan bernama Jesselton Point. Jesselton diambil dari nama gubernur dari Inggris yang pernah berkuasa disini yaitu Sir Charles Jessel. Oh ya, sewakatu kapal sudah mendekati pelabuhan dari dari atas kapal sudah tampak pemandangan yang menggugah selera, yaitu deretan tempat makan sea food di tepi laut. Hmmmm...jadi lapar.
      Meninggalkan pelabuhan Jesselton Point, bus berjalan melalui jalan yang berada di tepi pantai dimana sedang berlangsung pembangunan entah resort/mall. Tak lama kemudian kami memasuki wilayah Kota Kinabalu mulai tampak kemacetan di sepanjang jalan menuju ke hotel Winner, tempat kami menginap di daerah Jalan Pasar Baru – Kampung Air.  Di bawah ini view dari hotel tempat saya menginap.

       
      Setelah check ini dan beberes, sekitar jam 7 malam kami keluar untuk makan malam di Pasar Malam Sinsuran.  
       

       
      Pasar malam Sinsuran ini dekat dari penginapan kami jadi cukup berjalan kaki saja. Suasana pasar malam Sinsuran lumayan ramai pengunjung apalagi di jam makan malam seperti ini. Kedai makan lumayan berjubel. Aneka makanan bisa kita temukan disini, seperti: nasi campur, sea food, ayam panggang, ikan panggang, aneka camilan dan aneka minuman. Di Kota Kinabalu merasa sedikit lega karena makanan lumayan lebih murah dibandingkan di Brunei Darussalam.  Beli cendol di Brunei Darussalam harganya $1, di Kota Kinabalu cendol harganya RM 1. Kalo di kurs rupiah harga cendol di Brunei 3x lipat harga cendol di Kota Kinabalu. Hahaha...

      Salah satu gerai tempat kami makan malam

       
      Sudah selesai makan, tapi masih lapar mata, jadi jajan chicken wing dulu deh.

      Bagi yang mau shopping di sepanjang perjalanan dari Pasar Malam Sinsuran menuju hotel tempat kami menginap juga ada pasar malam yang menjual pakaian, aksesories dll.
                                                                                                   
      Hari kedua
      Setelah sarapan pagi kami pun berangkat menuju obyek wisata di kawasan luar Kota Kinabalu. Sekitar 1,5 jam perjalanan melintasi jalan yang menanjak, sampailah kami di Pekan Nabalu, Kota Belud. Ini merupakan salah satu spot untuk melihat gunung Kinabalu. Tapi sayang sekali sewaktu kami sampai lokasi ternyata gunung Kinabalu tertutup kabut yang lumayan tebal. Belum rejeki dech…

       

      Seperti obyek wisata pada umumnya, disini terdapat banyak gerai yang menjual aneka camilan, buah-buahan dan cenderamata. 
      Setelah menunggu beberapa saat ternyata kabutnya tak kunjung hilang. Jadi kami pun memilih untuk  melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya.
       
      Fish Spa di Sungai Moroli
      Tagal Sungai Moroli, Kampung Luanti Baru, Ranau ini merupakan pemenang  Malaysia River Care Award 2006. Tagal dalam Bahasa  Kadazan Dusun berarti “dilarang memancing” di aliran sungai Moroli. Sungai sepanjang 54 km ini dihuni oleh banyak ikan yang ukurannya lumayan besar. Untuk menjaga ekosistem sungai, maka penduduk dilarang memancing, menjala ataupun menangkap ikan sepanjang tahun. Hanya di bulan Mei penduduk diberi kesempatan untuk mengambil ikan dari sungai Moroli. 
       

       
      Di lokasi ini kita bisa fish spa langsung masuk ke dalam aliran sungai. Tetapi sayangnya saat itu air sungai sedang keruh karena tadi malam hujan. Untuk keselamatan pengunjung, aliran sungai dikasih pita pembatas agar pengunjung tetap berada di tepian sungai.
      Sebelum masuk ke aliran sungai kita bisa membeli pakan ikan terlebih dahulu. Jadi nanti begitu masuk ke dalam air sungai kita bisa taburkan pakan ikan di dekat kaki kita, maka ikan akan bergerombol di sekitar kaki. Nah disaat itu ikan juga akan mematuk kaki…hiiii geliii….
       

      Satu hal yang perlu diperhatikan adalah kita dilarang memegang ikan ataupun mengangkat ikan keluar dari air. 
      Sudah cukup ber-fish spa? Saatnya istirahat dengan menikmati camilan cempedak goreng,pisang goreng ataupun aneka durian yang di jual di kedai bagian depan fish spa. Harga durian mulai dari RM 6/kg.

      Dari Tagal, Kampung Luanti Baru kami melanjutkan perjalanan menuju Dataran Sayur Kundasang.

      Dataran Sayur Kundasang
      Kundasang adalah sebuah kota di distrik Ranau, Sabah. Kawasan ini dihuni oleh suku dusun asli yang merupakan salah satu kelompok penduduk asli Sabah. Daerah ini meliputi daerah pegunungan dan lembah dengan panorama yang indah. Selain itu Kundasang juga merupakan penghasil sayuran dan buah-buahan. Kita bisa membeli hasil pertanian warga Kundasang di Dataran Sayur Kundasang. Dataran sayur Kundasang ini kalau di Indonesia mirip lah seperti pasar buah dan sayur Brastagi. 

       

      Dataran sayur Kundasang terletak di pertigaan jalan, menempati area yang lumayan luas. Disini terdapat ratusan gerai yang menjual aneka sayuran dan buah-buahan. Jadi jangan heran kalau kita bakalan lapar mata ketika melihat aneka buah-buahan disini. Saya pun membeli aneka buah potong dan durian mini yang dalamnya berwarna kuning agak orens gitu.
       

      Di pertigaan jalan dan jalan lingkar yang tak jauh dari dataran sayur Kundasang terdapat dua icon sawi putih dan kol bulat sebagai symbol daerah ini merupakan daerah penghasil sayuran. Mirip di Brastagi juga sih ini. Hehehe…
       

      Sebetulanya di daerah Mesilau, Kundasang  juga terdapat Desa Dairy Farm (peternakan sapi perah), tapi kami saat itu tidak berkunjung kesana. 
      Dari Dataran Sayur Kundasang kami langsung kembali menuju Kota Kinabalu dan ternyata sepanjang perjalanan menuruni pegunungan Kinabalu cuaca hujan lebat. Kami akhirnya sampai di Kota Kinabalu sudah menjelang malam. 
       
      Hari ketiga
      Setelah sarapan pagi, merupakan waktunya free and easy. Saya berjalan-jalan di Sunday morning market lorong Pasar Baru yang berada di belakang hotel Winner, isinya ya para pelapak yang berjualan pakaian bekas / baru dan aneka aksesories. Dari sini saya berjalan menuju daerah Pasar Besar Kinabalu, saya masuk ke mall yang berlokasi di seberang Pasar Besar Kinabalu, karena masih pagi jadi belum banyak kedai yang buka, disini saya pun hanya melihat-lihat ke salah satu kedai yang menjual produk aksesories mutiara laut. Harganya lumayan mahal sih, jadi saya pun cuma melihat-lihat saja. 
      Keluar dari mall ini saya berjalan menuju ke food court Pasar Besar Kota Kinabalu, food court terletak di lantai 2. Pasar ini merupakan pasar basah (seperti pasar inpres gitu kalau di Indonesia) menjual aneka sayuran dan kebutuhan sehari-hari. Dan di bagian belakang pasar ini juga pasar ikan jadi jangan heran kalau disini suasananya ya bau amis ikan. Hehehe… 

      Walaupun begitu saya sempat memesan ABC (air buah campur) semacam es buah gitu deh. Ya ampun satu mangkuk isinya banyak banget, saya sampe ga habis.  

      Dari Pasar Besar Kinabalu kita bisa berjalan ke arah kiri, disini terdapat Philipino Market. Di pasar ini dijual aneka ikan asin, garam dan produk hasil laut lainnya. Walaupun begitu ada yang jual pakaian dan cendera mata juga koq. 
      Dari Philpino Market saya langsung kembali ke hotel untuk bersiap-siap check out.
      Setelah check out dari hotel kami makan siang di salah satu restaurant dalam perjalanan menuju ke Masjid Negeri Sabah untuk sholat Dzuhur. 
       
      Masjid Negeri Sabah
      Masjid ini terletak di Jalan Tunku Abdul Rahman, Sembulan, Kota Kinabalu. Masjid ini mulai dibangun pada tahun 1970 dan selesai sepenuhnya pada tahun 1975.
      Struktur bangunan masjid ini merupakan perpaduan konsep timur tengah dan modern. Kubahnya yang megah berdesain pola sarang lebah berwarna keemasan menandakan kecemerlangan Islam di negeri Sabah. Di bagian kiri dan kanan terdapat 16 tiang berkubah kecil berwarna emas. Di lilitan setiap tiang ini dihiasi dengan potongan ayat suci Al Quran dengan tinta warna emas. Masjid ini memiliki satu menara setingi 215 kaki yang konsepnya diilhami oleh masjid di Istanbul dan Isfahan, melambangkan ketinggian dan kemuliaan Islam.   

      Masjid Negeri Sabah
      Masjid ini mempunyai serambi yang luas sehingga mampu memuat sekitar lima ribu jamaah. Tempat sholat perempuan terletak di lantai dua, bisa memuat hingga lima ratus jamaah. Masjid ini juga menyediakan ruangan untuk memandikan jenazah (masih jarang kita temui di Indonesia). 
      Masjid Negeri Sabah ini memiliki halaman dan area parkir yang luas, dan ketika saya berkunjung kesana di bagian belakang masjid sedang ada pembangunan (mungkin) sarana pendukung masjid.
      Setelah selesai sholat Dzhuhur di Masjid Negeri Sabah untuk mengisi waktu sebelum menuju Bandara Kota Kinabalu, kami mampir ke Imago. 
       
      IMAGO Shopping Mall
      Imago the mall terletak di  KK Times Square, merupakan salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Kota Kinabalu. Disini terdapat outlet produk-produk fashion branded dan restaurant franchise. Makanya tak heran jika banyak warga Brunei Darussalam yang datang ke Kota Kinabalu untuk shopping, khususnya di musim liburan sekolah atau ketika mall-mall mengadakan great sale karena tentu saja harganya lebih murah dibandingkan di Brunei. Disini juga terdapat kedai yang menjual oleh-oleh dan cenderamata. Waktu itu saya membeli magnet kulkas harga RM 4/pcs. Di lantai lower ground juga terdapat foodcourt, harganya lumayan ramah di kantong.

      Ketika saya kesini, sedang ada pertunjukan Kulintangan. Para penari juga mengajak pengunjung untuk memainkan kulintangan. 

       
      Saya menonton sampai pertunjukan selesai, kemudian di akhir pertunjukan ikut berfoto dengan salah satu penarinya.

       
      Sekitar jam empat sore kami meninggalkan imago untuk kemudian menuju ke Bandara Kota Kinabalu. Oh ya, kalau cuaca cerah Gunung Kinabalu bisa terlihat dari bagian depan Bandara lho. 

      Flight saya sebetulnya jam 8 malam, tetapi akhirnya pesawat kena delay sampai jam setengah sebelas malam, sepertinya dikarekan terjadi masalah teknis dengan pesawatnya. Jadi kami tiba di Kuala Lumpur sekitar jam setengah satu pagi.
       
      PS: Sebetulnya masih banyak lagi obyek wisata di Kota Kinabalu, tapi sayang karena keterbatasan waktu jadi belum sempat expolore pulau-pulau cantiknya. Bahkan saya pun belum sempat explore kotanya. Semoga suatu saat nanti ada kesempatan untuk kembali ke Kota Kinabalu.
       
    • By Sari Suwito
      Melanjutkan tulisan sebelumnya setelah dua hari di Brunei, kami akan melanjutkan perjalanan ke Kota Kinabalu (Malaysia).
      Pagi-pagi kami sudah bersiap-siap untuk check out hotel kemudian kami menuju ke Terminal Feri Serasa di Muara. Jarak  menuju ke Terminal Feri Serasa sekitar 25 km, ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit. Oh ya,selain terminal ferry penumpang disini juga terdapat terminal peti kemas, jadi selama perjalanan kita akan sering berpapasan dengan truck container sehingga perjalanan jadi agak lambat.
      Ketika kami sampai terminal feri Serasa karena bus yang kami sewa ukuran besar jadi tidak bisa masuk ke halaman terminal, terpaksa deh kami turun di depan pintu gerbang dan membawa koper masing-masing. 
       

      Karena tidak sempat sarapan di hotel maka kami pun akhirnya sarapan di cafe yang berada di sebelah pintu kedatangan terminal feri Serasa. 
      Note: Kalau mau  naik transportasi umum /bus dari Bandar Seri Begawan bisa naik bus nomer 39 menuju ke Terminal Muara, lalu dari Terminal Muara lanjut naik bus nomer 33 menuju Terminal Feri Serasa. Ongkos bus $1 per trip.
      Sekitar jam 9 kami bersiap untuk masuk ke dalam ferry. Oh ya untuk masuk ke dalam ferry ini kita melewati imigrasi Brunei secara kami akan melakukan perjalanan menuju ke Labuan (Malaysia) yang kemudian dilanjutkan ke Kota Kinabalu. Saat itu imigrasi lengang karena hanya ada satu ferry yang akan berangkat. Setiap penumpang disuruh buka koper untuk dilihat isinya satu persatu, segala tempat kosmetik, underware organizer, handbag, semua diperiksa. Mungkin juga dikarenakan disini tidak ada mesin x-ray. 
      Setelah selesai proses imigrasi kami pun menuju ke dermaga ferry. Kami menaiki Ferry Shuttle Hope untuk menuju Labuan. Awak kapal akan menyambut kita dan menanyakan barang bawaan akan dibawa naik atau ditinggal di bawah saja? Kalau di tinggal dibawah makan petugas akan menempatkan koper kita di bagian ujung kapal dekat pintu turun dari kapal ferry. Setelah menyerahkan koper, saya naik ke lantai dua ferry.

       
      Harga ket ferry Shuttle Hope adalah $15/orang dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 40 menit. Saya memilih duduk di dalam ruangan ber-AC di lantai 2 dan ternyata ACnya dinginnya minta ampun. Oh ya sebelum ferry berlayar, di TV ditayangkan doa naik kapal terlebih dahulu. Mungkin ini sudah menjadi SOP Brunei Ferry ya, biar perjalanannya aman dan lancar.

       
      Begitu ferry sudah berlayar dari atas ferry kita bisa menikmnati angin sepoi-sepoi di geladak atau bisa juga duduk manis di ruang utama sambil nonton film box office yang diputar di TV. Di dalam ferry juga terdapai kedai makanan, kalau lapar bisa beli snack dan minuman. Di kapal ini juga terdapat toilet yang lumayan bersih, di lantai dua bagian belakang kapal.
      Seteleh beberapa saat kapal berlayar kita akan menyaksikan pemandangan begitu banyak kilang minyak di lautan Brunei, gimana negara ini ga kaya ya, itu kilang minyak di laut banyak bangeett. 
      Saya juga melihat beberapa kapal besar yang dilengkapi dengan alat berat atau crane serta helipad. Baru kali ini saya lihat kapal segede itu. Hahaha…
       
       

       
      Sekitar jam 11an, kapal ferry sudah mendekati dermaga Labuan. Dari atas ferry sudah kelihatan deh gedung terminal ferry wilayah persekutuan Labuan. 
       

       
      Setelah turun dari kapal ferry kami langsung menuju ke gedung terminal ferry lalu menuju ke mesin x-ray untuk scan barang bawaan kita kemudian menuju counter imigrasi Malaysia untuk chop paspor. Setelah selesai chop paspor kami berjalan menuju ke rumah makan untuk makan siang. Kami makan di rumah makan yang berada di depan Terminal Feri Antarbangsa Labuan sekitar 300 meter kali kami berjalan di bawah  rintik hujan.

       
      Setelah selesai makan kami segera menuju ke Terminal Feri Antarbangsa Labuan. Terminal ferry Labuan ini lumayan ramai, di bagian depan terdapat banyak stand yang menjual aneka barang dan souvenier. Karena sudah dekat dengan jadwal keberangkatan kapal, jadi kami tak perlu menunggu di boarding room, kami langsung menuju ke kapal yang sudah bersandar di dermaga. 

       
      Kami naik kapal LBN Express Tiga untuk tujuan ke Kota Kinabalu, kapal ini mempunyai dua kelas, yaitu kelas ekonomi dan kelas eksekutif. Untuk kelas eksekutif harga tiket RM 44/orang. Perjalanan menuju Kota Kinabalu memakan waktu sekitar 3,5 jam. Jadi bisa tidur dulu deh di dalam kapal, karena ini kapalnya seperti speed boat jadi kita ga bisa berdiri di geladak kapal, cukup menikmati pemandangan dari balik jendela saja. Tapi kalau kita duduk di kelas ekonomi, ga bisa deh lihat pemandangan luar karena posisi berada di lantai bawah.
      Sekitar jam setengah lima, akhirnya sampailah kami di terminal ferry Jesselton Point. Setelah semua peserta sudah turun dari kapal ferry kami pun segera keluar terminal. Rupanya bus sudah menunggu kami di sebelah kanan pintu keluar Jesselton point, setelah semua peserta naik bus, kami pun berangkat untuk menuju hotel tempat kami menginap di kawasan Lorong Pasar Baru, Kampung Air. 
       

       
      **Sebetulnya bisa juga naik bus dari Bandar Seri Begawan menuju Kota Kinabalu, tetapi jadwal keberangkatannya hanya  satu kali setiap harinya yaitu sekitar jam 8 pagi. Lama perjalanan sekitar 8 jam (kalau ga salah ya).  Kalau ada budget lebih ya paling cepat naik pesawat. Hehehe...
       
       
    • By Muhammad Rizal Firdaus
      Kemarin ane bareng istri baru ke KL pake tiket dan hotel promo....

      Di bawah ada link vlognya, monggo ditonton...
      Jangan lupa like & subsribenya ya 
       
       
×
×
  • Create New...