Jump to content
Forum Jalan2.com - Silahkan Berbagi & Bertanya Tentang Tujuan Wisata Anda
  • agoda-hemat.png

twindry

One day trip ke Singkawang dan Mimi Land Beach

Recommended Posts

Kali ini saya mau menceritakan piknik seharian dari Pontianak ke Singkawang dan sekitarnya waktu liburan lebaran beberapa saat yang lalu. Perjalanan kami berangkat dari Pontianak dengan anggota berjumlah 6 orang + 1 supir. Seharusnya 9 orang yang berangkat, tapi karena satu dan lain hal jadilah sisa kami ber 6 yang berangkat pada hari H nya. Kami sewa mobil Avanza Rp 800.000,- (all in supir, uang makan supir, BBM) sharing cost. Ini sudah termasuk murah karena kami dapatnya menjelang lebaran dan kebetulan yang punya mobil saudaranya salah satu yang berangkat bersama kami. :hiking

Kami berangkat dari Pontianak sekitar jam 04:30. Perjalanan kami lumayan cepat karena masih pagi sehingga jalanan masih lengang. Kami sampai di Sui Pinyuh jam 05:30. Singgah untuk buang air dan minum teh ato kopi hangat sebelum melanjutkan perjalanan (Note: Sui Pinyuh merupakan sebuah kota kecil tempat persinggahan bagi pengendara yang mau menuju ke kota lain dari Pontianak ataupun sebaliknya). Saya minum secangkir teh hangat seharga Rp 3.500 / gelas. Lumayan murah untuk harga luar kota :D.

DSC_0376.JPG

suasana warung kopi tempat persinggahan kami di Sui Pinyuh

DSC_0377.JPG

This is our team :D saya tukang poto :foto2

Setelah istirahat sekitar 30 menit, badan hangat dan kelar urusan WC, kami melanjutkan perjalanan. Daerah yang berikutnya kami lewati adalah kota Mempawah. Sebenarnya Mempawah juga bisa di jadikan tempat tujuan wisata karena kota Mempawah sendiri sudah bisa melihat ke arah laut. Jarak dari Sui Pinyuh - Mempawah mungkin sekitar 30 menitan. Kami tidak singgah di Mempawah karena memang masih pagi juga.

DSC_0415.JPG

pemandangan laut di Mempawah. Foto dari dalam mobil

Karena jalanan pagi yang masih lengang sehingga mobil melesat dengan cepat, tiba-tiba saja kami sudah di kota Singkawang. Saya liat jam dan ternyata baru jam 07:30. Kami singgah sebentar di toko bakmie milik saudara anggota kami. Kebetulan dia orang singkawang juga. Duduk sebentar lalu perut mulai lapar. Karena toko bakmie teman kami belum siap, kami putuskan untuk makan Bakmie Loncat. Mendengar namanya saya mengira bakmie nya bakal special, dan ternyata . . . :tercengang biasa aja dan rasanya pun masih kalah dengan bakmie yang ada di kota Pontianak. Di sebelahnya bakmie loncat ini ada Bakmie Lompat. Mungkin bisa di coba kalo trip berikutnya ke sana. Siapa tau rasanya ngak mengecewakan. Bakmie Loncat ini letaknya dekat dengan pintu masuk Mall Singkawang. Seporsi bakmie loncat ini + teh es Rp17.000. Kelar urusan perut, kami melanjutkan perjalanan. Rencananya kami mau melihat-lihat salah satu spot prewed nya orang-orang Pontianak, yakni Danau Biru. Danau biru adalah bekas lokasi penambangan emas dan kini menjadi salah satu spot prewed outdoor nya orang Pontianak. Setelah kami cek GPS, seharusnya Danau Biru tidak sulit untuk di temukan karena masih berada di daerah kota Singkawang. Setelah tanya arah dengan penjual bakmie, lalu kami pun melanjutkan perjalanan. :hiking

DSC_0378.JPG

yang ini adalah toko bakmie saudaranya temen saya. di sebelahnya ada kelenteng kecil

DSC_0379.JPG

DSC_0380.JPG

DSC_0383.JPG

suasana toko bakmie loncat

DSC_0381.JPG

ini dia bakmie nya. Rasanya biasa banget (note: mengandung pork ya)

DSC_0382.JPG

ini view dari depan bakmie loncat

Sekitar jam 08:00 kami pun melanjutkan perjalanan mencari lokasi Danau Biru. Menurut GPS kami harus melalui pusat kota Singkawang dan saya pun mulai merasa ngak enak. Bukan karena mabuk perjalanan, tapi pusat kota Singkawang yang membuat saya agak khawatir. Pusat kota Singkawang sangat memusingkan seperti labirin karena di pusat kota arah kendaraan yang masuk dan keluar hanya satu arah. Jadi kalo salah belok ngak tau harus belok ke mana lagi untuk kembali. Jadi saran saya harus bawa supir yang lumayan tau jalan di kota Singkawang agar ngak sesat. Begitu sampai di pusat kota Singkawang akan ada pemandangan yang membuat kita agak terkejut. Mesjid terbesar dan vihara terbesar letaknya bersebelahan. :oke Kata temen saya dua tempat ibadah ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Jadi salut banget buat masyarakat kota Sigkawang. Vihara maupun kelenteng bertebaran di setiap sudut kota Singkawang baik itu yang berukuran kecil maupun besar. Malah saya cuman menemukan 2 mesjid saja di sepanjang jalan yang kami lewati sedangkan vihara dan kelenteng jumlahnya ngak terhitung.

Mesjid-Raya-di-Singkawang.jpg

ini mesjid ama vihara di tengah pusat kota singkawang (source : google)

Setelah mengikuti apa kata GPS, kami pun keluar dari pusat kota Singkawang menuju ke daerah Roban, Singkawang. Jalan yang kami lalui pun semakin kecil daaaaannnn... eng ing eng. sinyal mulai menipis. :ngeri Alhasil GPS pun mulai kacau dan kami pun tersesat. Setelah mencari ke sana sini akirnya ketemu rumah penduduk dan katanya kami sudah kelewatan lumayan jauh. Setelah mutar balik, akhirnya kami berada di rute yang benar dan akhirnya menemukan lokasi Danau Biru. Lokasinya ada di daerah Roban dengan mengikuti arah jalan aspal (ada persimpangan antara jalan aspal dan berpasir. Ikuti jalan aspal) dan melewati Tempat Pembuangan Akhir. begitu melewati TPA, sudah ada plang menuju ke Danau Biru. Karena Danau Biru dekat dengan TPA, yaaaahh.. begitulah. Bau-bau sampah masih kerasa tapi tidak begitu menyengat. Setelah sampai di Danau Biru, kami pun shock dengan keadaan sekitar. Gersang dan kering sodara sodaraaaaaaaaa. :muntah Mungkin karena ekspektasi kami yang terlalu tinggi sehingga kami merasa kecewa sekali. Tidak ada apa-apa di danau biru kecuali pemandangan gunung, kolam yang sudah mengering yang di sebut dengan danau, dan daerah sekitar yang gersang. Mungkin karena sudah lama tidak hujan makanya danau agak kering. Kami di danau biru hanya foto-foto sebentar. Mungkin sekitar 30 menit sudah masuk ke mobil karena panas dan gersang sekali.

Note: Jika saat ke danau biru dan kondisi danau tidak kering seperti pada saat kami pergi, jangan sekali2 mencoba berenang ato mandi. Sudah ada spanduk dari polsek Singkawang yang melarang pengunjung untuk mandi karena sudah banyak yang tenggelam dan tidak terselamatkan. Padahal saya liat danau tidak terlalu dalam dan air lumayan jernih. Entah apa penyebab orang2 tenggelam di danau ini. :ngeri

DSC_0390.JPG

undakan kecil untuk turun ke danau

DSC_0384.JPGDSC_0385.JPGDSC_0386.JPGDSC_0387.JPGDSC_0389.JPGDSC_0388.JPG

foto sekeliling danau dari bawah. entah kenapa di sini menjadi spot favorit orang2 prewed. padahal panas dan gersang banget

DSC_0391.JPGDSC_0392.JPGDSC_0423.JPGDSC_0424.JPG

foto gak jelas sebelum kepanasan

Waktu udah menunjukkan jam 10:00 dan cuaca di sekitar danau biru udah mulai terik sekali. Karena masih keawalan jika kami langsung ke pantai, maka kami putuskan main-main dan ngadem ke Mall Singkawang. Untuk ukuran mall lebih kecil dari Mega Mall A Yani Pontianak dan masih banyak kios2 yang belum terisi. Food court juga kosong. :tercengang Alhasil kami rencananya mau tidur di XXI tapi bioskop belum buka. Setelah keliling akhirnya makan siang di KFC (jalan jauh2 ke singkawang malah makan KFC) :ngeledek. Setelah makan tidak terasa waktu udah tengah hari. Kami pun memutuskan untuk langsung ke pantai karena sudah tidak ada tujuan lagi. Setelah berunding mau ke pantai bajau atau mimi land, akhirnya kami memutuskan untuk ke mimi land. :hikingPerjalanan dari Singkawang ke pantai mimi land sekitar 60 menit. Pukul 13:00 kami sudah tiba di pantai dan mobil2 pun sudah banyak yang parkir di area parkir. Seteleh mencari tempat parkir, berikutnya adalah cari tempat ngadem di pantai. Setelah keliling semua kursi dan meja sudah terisi penuh. Mau gelar tikar juga tidak ada tempat lagi. Setelah mutar2 akhirnya ketemu 1 spot tepat di belakang tempat bilas dan pas untuk kami ber 7 plus bisa gelar tikar juga. :santai Matahari waktu itu masih sangat terik sehingga teman2 saya memutuskan untuk bermain kartu domino. Karena saya sudah kepanasan dan pusing, jadi selagi mereka main saya asyik tidur dan bangun2 udh pukul 14:00 lewat. :tersipuCuaca mulai mendung ketika pukul 15:00 dan saya mempunyai firasat gak bakal bisa nge liat sunset dan ternyata firasat saya benar. Sewaktu mau pulang kami mencari2 sunset sampai ke daerah Mempawah tapi karena mendung dan berawan jadinya matahari tidak kelihatan. Hanya kelihatan sinarnya saja. Sayang sekali trip kali ini ngak bisa lihat sunset ternyata. :terharu

Saya kira suasana mimi land hampir sama kayak di Bali. Ada pantai dan ramai orang jualan di pinggir2 jalan, ada photobooth pula. Tidak banyak yang bisa di lakukan di pantai2 di daerah Singkawang sebenarnya. Cuman pantai dan beberapa wahana permainan. Itu doank. Tapi lumayan buat rekreasi bareng teman ato keluarga di waktu liburan kayak gini. Kami juga sempat merasakan wahana kora2 dan satu lagi apa itu namanya yang muter2 kenceng. HTM untuk mimi land Rp20.000 / orang dan HTM untuk setiap wahana adalah Rp10.000 / orang.

Note: area mimi land ini berbukit. jadi hati2 kalo parkir mobil. jangan ampe mundur ke bawah. :facepalm

DSC_0393.JPG

welcome to the jungle ehhh.. mimi land

DSC_0428.JPG

sebenarnya di sepanjang jalan masuk kita di sambut dengan patung2 zodiak. tapi yang ke foto sama saya cuman si Libra karena baru sadar

DSC_0394.JPG

parkiran motor tepat di sebelah gerbang

DSC_0395.JPG

kolam renang di dekat parkiran mobil :berenang

DSC_0396.JPG

jalan kaki dari area parkiran karena penuh. kolam renangnya tepat ada di sebelah kanan saya

DSC_0397.JPG

kolam renangnya nampak ketika mau jalan ke arah pantai

DSC_0398.JPG

nah ini pemandangan setelah melewati kolam renang. BEACH!!! nah wahana yang itu apa namanya ya? seru banget. muter2 kenceng. kalo yg berani melek pas main bisa liat view laut loh

DSC_0399.JPG

sebelah wahana muter2 itu ada ini nih. Kora2. asik juga main yang ini

DSC_0400.JPG

jalan lurus dikit ada kuda lumping buat anak2

DSC_0401.JPG

jalan terus ketemu food street kayak gitu. rameeeee banget

DSC_0402.JPG

wahana depan food street. kami ngak coba yang ini karena kayaknya kurang asik :ngeledek

DSC_0403.JPG

DSC_0405.JPG

DSC_0404.JPG

food street, photo booth, ama pemandangan di depan food street

DSC_0406.JPG

di ujung food street ada kolam buat anak2

DSC_0407.JPG

jalan ke arah pantai di depan kolam anak ada wahana ini. cara mainnya kayak naik sepeda kalo ngak salah

DSC_0408.JPG

jalan kembali ke arah area parkir tapi di area pantai ada flying fox. naiknya dari atas bukit di atas. ini post untuk turunnya. kami ngak coba karena antriannya ngak abis2. rame banget

DSC_0409.JPGDSC_0410.JPG

menu makanan dan minuman salah satu kios yang jualan di food street tadi. Harga sih lumayan ok lah untuk harga tempat wisata

Note: Hati2 dengan yg tidak ada tag harga. Harganya bisa 2-3 kali lipat dari harga normal

DSC_0411.JPG

view kelapa dari tempat kami gelar tikar

DSC_0412.JPG

view pantai

DSC_0413.JPG

view tempat nongkrong di depan food street dari arah pantai

DSC_0414.JPG

DSC_0419.JPG

jam 3 sore udah mulai mendung

DSC_0422.JPG

kalo belok kanan itu lah arah ke villa dan tempat main flying fox. kata temen saya view dari villa nya bagus banget

DSC_0416.JPG

Gaya dulu sebelum kora2 mulai :tersipu

Selesai main dan waktu menunjukkan jam 5 sore. Rencana kami mau menunggu sunset tapi karena mendung jadi kami memutuskan untuk pulang. Kami pun akhirnya melanjutkan perjalanan pulang ke Pontianak dan singgah di Sui Pinyuh untuk makan malam. Di sini kami singgah tepat di depan SPBU karena di depan SPBU sui pinyuh merupakan area toko makan dan toko oleh-oleh. Oleh2 khas sui pinyuh biasanya adalah terasi dan buah2an yang rasanya agak asam (saya ngak tau namanya apa). Saya pun memesan nasi ayam. (Note: nasi ayam mengandung pork ya. Jadi kalo ke Pontianak dan sekitarnya jangan kira nasi ayam itu isinya ayam doank). Seporsi nasi ayam + teh es hanya Rp27.000. Sangat murah untuk ukuran porsi luar kota. Selesai makan kami pun melanjutkan perjalanan pulang ke Pontianak. Lumayan lama karena begitu nyampe di Pontianak di sambut macet sewaktu mau nyebrang dari jembatan landak dan jembatan kapuas. Sampai di rumah sudah jam 10 malam. Yapp.. demikian FR saya ke Singkawang selama 1 harian. Semoga bermanfaat. :melambai

DSC_0426.JPG

Nasi ayam (maap kalo posting poto2 mengandung pork)

DSC_0427.JPG

Ini dia toko makan yang di maksud di Sui Pinyuh. Ruameeeeeee banget. Sebelahnya yang jual2 oleh2 khas Sui Pinyuh

Note: Kalo ke Singkawang hati2 dengan makanannya. Agak susah untuk mencari makanan halal. Sebaiknya tanya dulu sebelum memesan. Kalo di daerah Sui Pinyuh saya rasa masih agak gampang nyari makanan halal, dan di daerah luar kota kalo makan nasi padang jangan ambil ayam. JANGAN!!! Harga seporsi nasi padang kalo pake ayam bisa2 30-40rb seporsi dan rasanya pun biasa saja. Mending ambil perkedel ato bakwan secukupnya. Oleh sebab itu sebaiknya nyari supir yang agak tau jalan2 di Singkawang agar lebih mudah mencari makan.

Share this post


Link to post
Share on other sites
2 minutes ago, HarrisWang said:

Dekat dekat kampungnya teman saya nih, di Pemangkat :tersipu

Danaunya gersang ya, dan memang belum di kelola atau memang dibiarin gitu aja ya. hehehe

Nice share.

 

pemangkat masih kira2 sejam-an lah dari singkawang. jalannya udh agak rusak sekarang kalo ke pemangkat

danaunya emang dibiarin gitu aja. belum di kelola dengan serius sama pemerintah. plangnya aja cuman plang kecil biasa aja

Share this post


Link to post
Share on other sites
7 minutes ago, deffa said:

@twindry

oo danau biru nya mirip danau kaolin nya belitung ya

memang seh pasti nuansa biru nya ini bagus untuk background photo prewed :D 

mungkin kalo pas musim hujan danaunya ke isi ama air mod :D udh lama ngak hujan di sini. makanya kering

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 minute ago, twindry said:

mungkin kalo pas musim hujan danaunya ke isi ama air mod  udh lama ngak hujan di sini. makanya kering

oo i see ya kalau danau begini mah lebih baik jangan di pake renang lah :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
3 minutes ago, deffa said:

oo i see ya kalau danau begini mah lebih baik jangan di pake renang lah :D 

entah ada apa ampe di larang ama polisi setempat. padahal itu air jerniiiihh banget ampe ke dasar2 dan nampak ngak dalem2 amat :ngeri

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 minute ago, twindry said:

entah ada apa ampe di larang ama polisi setempat. padahal itu air jerniiiihh banget ampe ke dasar2 dan nampak ngak dalem2 amat :ngeri

kalau bekas penambangan seh biasanya air nya terkontaminasi dengan zat2 tertentu bro jadi gak baik bagi kesehatan

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 minute ago, deffa said:

kalau bekas penambangan seh biasanya air nya terkontaminasi dengan zat2 tertentu bro jadi gak baik bagi kesehatan

bukan itu masalahnya mod :D masalahnya itu spanduk berbau horor. katanya jangan sampe ada korban lain yg sia2 lagi. soalnya banyak yang mati tenggelam dan lama baru ketemunya

2 minutes ago, HarrisWang said:

Ntar keluar keluar jadi Smurf Mod, biru biru gitu hahahahaha

plus nyusut jadi liliput :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, twindry said:

bukan itu masalahnya mod :D masalahnya itu spanduk berbau horor. katanya jangan sampe ada korban lain yg sia2 lagi. soalnya banyak yang mati tenggelam dan lama baru ketemunya

oo gitu ya mungkin aja seh pokok nya ya kalau berenang di danau jangan lah apalagi kalau dah ada korban :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites

halooo, mau tanya sy ada rencana ke pontianak bulan depan (jan'17). Mau dong diinfo rental mobil n penginapan yg murmer. Rencana jalan2 hanya 2hr aja sih dan salah satunya mau ke p. simping. thanks yaa

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, ritz said:

halooo, mau tanya sy ada rencana ke pontianak bulan depan (jan'17). Mau dong diinfo rental mobil n penginapan yg murmer. Rencana jalan2 hanya 2hr aja sih dan salah satunya mau ke p. simping. thanks yaa

@ritz

sebelumnya udah tau jalan belum ya ke sananya? kalo belum saya saranin sih pakai travel aja soalnya sinyal rada susah kalo udah di singkawang. katanya yang sinyal agak kuat di sana sih kartu 3. kemarin sempat nekat juga modal GPS nyari tempat wisata. alhasil sesat :D 

kalo penginapan coba cari hotel gajah mada, hotel alvara, hotel orchard gajah mada. itu yang hotelnya ada di pusat kota pontianak. kalo di sini rata2 hotel. kalo penginapan / hostel gitu kualitasnya kurang bagus. untuk rental nanti saya infoin lagi ya :D masih ditanyain

Share this post


Link to post
Share on other sites
42 minutes ago, ritz said:

@twindry : belum tau jalan kesana, ini pertama x kesana sh, ambil wiken juga.. bisikin travel terpercanya dong.. tq yaaa

coba nanti di bandingin harga2nya. di tawar juga :D biasa di hotel juga nawarin sih. siapa tau lebih murah. biasanya harga udah include makan siang si supir + BBM mobil nya sih. coba aja ntar di tanya2. kalo di pontianak istilahnya taxi bukan travel :D 

Antya (0561) 762059 – 741994, (0562) 635888 – 634585

Mitra (0561) 766321 – 582846,(0562) 688037

Rahadi(0561) 737744, (0562) 625567

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
7 minutes ago, deffa said:

oh ya ya, lu ngerayain ke sana bro?

gk kuat bro. h-2 udh rame. h-1 ke sana bakal ngemper dan buat masuk ke dalam kotanya bakal jalan kaki ber kilo2 jauhnya. rumah2 di pusat kota jadi penginapan dadakan. bagi yg rumahnya ada ruangan kosong dijadiin penginapan :D pontianak ada juga sih. cmn hanya parade naga doank gk ada tatungnya

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, twindry said:

gk kuat bro. h-2 udh rame. h-1 ke sana bakal ngemper dan buat masuk ke dalam kotanya bakal jalan kaki ber kilo2 jauhnya. rumah2 di pusat kota jadi penginapan dadakan. bagi yg rumahnya ada ruangan kosong dijadiin penginapan :D pontianak ada juga sih. cmn hanya parade naga doank gk ada tatungnya

wih berkah bagi yang tinggal di Singkawang berarti ya :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, deffa said:

wih berkah bagi yang tinggal di Singkawang berarti ya :D 

yoi. setaun sekali berkahnya. denger2 pak presiden juga ke singkawang ntar. bakal lebih rame lagi nih

Share this post


Link to post
Share on other sites

  • Similar Content

    • By braska
      Foto diambil dari Tokyo Tower - (k)
      Hallo semua,
      Tahun ini saya berkesempatan mengunjungi Tokyo beberapa kali. Kebanyakan bersama teman2 (thx untuk teman2 II dan IV) dan beberapa kali dengan partner. Banyak yang bertanya ke saya tentang itinerary selama di Tokyo, jadi saya pikir lebih baik saya buatkan dalam satu Thread yang nantinya tinggal di share URL nya.
      Thread ini akan saya buat dalam beberapa tahap, dan diharapkan sudah bisa selesai sebelum bulan Desember 2018 berakhir.
      Beberapa pokok bahasan yang akan diulas dalam Thread ini antara lain
      I Persiapan
      II Itinerary
      III Kereta di Tokyo
      IV Shopping
      V Tempat Wisata Gratis
      VI Tempat Wisata Berbayar
      VII FAQ
      PERNYATAAN :
      FOTO
      Semua Foto yang tidak ada tanda dalam Thread ini berarti di ambil dari Google dan Screenshot, sedangkan foto yang bertanda merupakan hasil jepretan dari 
      (i) I Edy S
      (a) Adhitya A W
      (k) R CJatmiko
      WEBSITE
      Saya tidak memiliki kepentingan apapun dengan website yang ada dalam thread ini. Moderator dapat menghapus link jika di perlukan
      MUSIM
      Yang di bahas dalam Thread ini hanya untuk keberangkatan pada Musim Dingin di Tokyo dan sekitarnya, anda dapat tetap membaca thread ini dengan melakukan beberapa penyesuaian jika ingin bepergian di Musim lain.
      STYLE
      Khusus Perjalanan ke Tokyo, perjalanan saya bukan perjalanan Backpacker, saya selalu membawa Koper, naik penerbangan Full Service, Tinggal di Hotel, tetapi mencari harga paling murah yang bisa di dapatkan  
       
      I Persiapan
      Saya selalu menikmati Tokyo (sama halnya dengan saya menyukai Bangkok) Kota ini sangat hidup, penuh dengan budaya Jepang yang kental di satu sisi dan teknologi modern di sisi lain. Khusus untuk Musim dingin, saya menyukainya karena
      1. Musim dingin tidak ada di Indonesia, 2. Tidak terlalu berkeringat, 3. Ada banyak foto indah yang bisa di peroleh di musim dingin, 4. Salju, 5. Harga Tiket dan Hotel lebih murah...(ya, bandingkan jika anda pergi ke Jepang untuk melihat Sakura mekar) Jika kalian ingin mencoba musim dingin di Tokyo ayo kita mulai persiapannya.
      1. Passport dan Visa
      Untuk keluar negeri tentu saja kita harus mempunyai Passport dan untuk bisa ke Jepang kita juga harus mempunyai Visa. Ada banyak cara membuat passport yang bisa di temui di Google karena itu saya tidak akan mengulas lebih lanjut. Silakan masuk ke www.google.co.id lalu ketikkan "cara membuat e paspor" dan kalian akan menemukan lebih dari 100.000 tautan.
      Yang ingin saya sampaikan disini adalah BUATLAH E-PASSPORT, jangan membuat Passport biasa. Membuat passport biasa untuk bepergian ke Jepang sangatlah menyusahkan, karena artinya kita harus mengurus Visa. Sedangkan jika menggunakan E Passport kita tinggal mengurus Visa Waiver.
      Berikut saya tunjukkan perbandingannya :

      Dari perbandingan di atas terlihat kan, mempunyai E Passport berarti anda mengurangi keribetan mengurus Visa, jika visa di tolak anda terpaksa harus merelakan tiket pesawat PP dan (mungkin) hotel yang hangus. Sebaliknya jika anda mempunyai E Passport anda tinggal mengurus Visa Waiver terlebih dahulu baru melakukan pemesanan tiket pesawat, hotel, dll sesudah Visa Waiver di kabulkan. Anda juga bisa melewatkan ketakutan yang paling banyak di bicarakan orang saat membuat Visa "HARUS PUNYA DUIT MINIMAL SEKIAN PULUH JUTA", karena penguruan Visa Waiver hanya memerlukan E Passport anda. 
      Peluang untuk mendapatkan Visa Waiver juga sangat besar, jika anda orang baik2 tidak punya catatan kriminal, tidak pernah ditangkap di Jepang, maka saya bisa bilang Anda pasti dapat Visa Waiver.
      Cara mengurus visa waiver Jepang bisa di dapatkan dengan mengetikkan "cara membuat visa waiver jepang" di Google.
       
      2. Tiket
      Saya bukan orang yang anti dengan penerbangan Low Cost, pada dasarnya saya malah lebih sering menggunakan Maskapai Low Cost ketimbang Full Service, tapi mari saya tunjukkan kenapa saya lebih memilih penerbangan Full Service untuk pergi ke Tokyo
      Maskapai Low Cost hampir selalu menggunakan transit flight dari Jakarta ke Tokyo. Efeknya sangat berbahaya, saya sudah 2x mengalami kejadian tidak mengenakkan. Waktu transit biasanya hanya 1,5 - 2 jam. Akibatnya jika penerbangan dari Jakarta delay maka (hampir) dapat dipastikan (walaupun kita tidak ketinggalan pesawat menuju Tokyo) tidak cukup waktu untuk memindahkan bagasi kita. Kejadian paling parah yang saya alami adalah berada di musim dingin tanpa jaket tebal (yang tertinggal di Kuala Lumpur). Saat itu perlu 2 hari untuk bagasi saya sampai di hotel. Alhasil liburan sudah tidak lagi menyenangkan, dan saya harus rela kehilangan suara selama 2 minggu karena terkena radang tenggorokan (kupluk, syal dan semua baju ganti ada dalam koper di bagasi). Sekarang  bagaimana jika waktu transitnya lama, misal 16 jam. Anda mau tidak mau harus mengeluarkan uang lagi untuk membayar hotel di lokasi transit. Tentu saja ada pilihan untuk tidur di bandara. Tapi sebagaimana telah saya tuliskan di atas style perjalanan saya bukan backpacker. Jam kedatangan dan keberangkatan Maskapai Low Cost sering mengakibatkan anda kehilangan 1 hari di Hotel. Begini contohnya : Jika anda Tiba di Tokyo Pukul 23.00 maka sesudah proses imigrasi, pengambilan bagasi, transportasi dll maka kemungkinan anda akan tiba di hotel Pukul 01.00. Waktu Check in hotel biasanya adalah pukul 14.00 sehingga mau tidak mau anda telah kehilangan 1 hari di hotel yang telah anda bayar. Selain itu waktu keberangkatan juga seringkali jadi masalah. Maskapai Low Cost sering berangkat di jam-jam malam seperti 23.50, padahal waktu Check Out hotel Tokyo adalah 11.00 akibatnya ada waktu lebih dari 12 jam luntang lantung tanpa tempat istirahat. Ada biaya tambahan untuk bagasi di penerbangan Low Cost. Biasanya berkisar 400 - 700 ribu tergantung beratnya. Berarti kalau PP bawa bagasi maka ada tambahan biaya sekitar 1 juta dari harga tiket. Penerbangan ke Tokyo memakan waktu lama, direct flight saja bisa lebih dari 7 jam. Lalu di pesawat kita mau ngapain? duduk, diem, merenung dan tidur? jika anda memilih untuk mengisi perut maka ada biaya lagi yang harus di keluarkan untuk pemesanan makanan.  Ok, jadi kita akan memilih penerbangan full service yang menyediakan makanan dan minuman, entertainment flight, jarak antar kursi yang lapang, jam penerbangan yang tepat dengan kebutuhan, free bagasi, dan semua fasilitas lain yang tidak di dapatkan di penerbangan low cost. Mahal dong? Jawabnya TERGANTUNG. 
      Ini contoh penawaran maskapai low cost

      Dan ini tiket yang saya beli 

       
      Saya terbang menggunakan JAL yang masuk dalam daftar 5 Star Airlines. Bagasi 46 kg FREE, Full Service, dengan Jam kedatangan 15.45 dan Jam keberangkatan 17.45. Harga yang saya dapatkan lebih murah daripada maskapai Low Cost.
      Jadi bagaimana caranya? Saya menggunakan SkyScanner (silakan Googling). Dengan SkyScanner kita dapat melihat kapan, maskapai mana, dan website mana yang memberikan tiket paling murah. Tentu saja jika kita membeli dari jauh2 hari kita memiliki lebih banyak pilihan harga yang mungkin dapat berubah. Oh ya, sekali kita melakukan pencarian lewat SkyScanner maka saat membuka email, googling dan menggunakan media sosial iklan yang ditampilkan biasanya adalah iklan harga tiket yang paling murah. Rajin2lah mengecek harga tiket lewat SkyScanner karena FYI, harga tiket JAL biasanya 16juta sekali jalan. Harga 7,3juta PP saya dapatkan menggunakan Fasilitas "Dapatkan Info Harga" yang ada di situs SkyScanner. Fasilitas ini memungkinkan kita mendapatkan harga terbaru dari rute yang kita tuju.
      Sekedar tambahan, Tiket penerbangan dari Jakarta - Paris PP untuk Maret 2019 saya dapatkan dengan harga lebih murah daripada tiket ke Jepang. Lagi2 dengan SkyScanner.
       
      3. Hotel
      Rata-rata hotel di Jepang memiliki kamar yang kecil tapi harga yang "besar". Tokyo pun termasuk. Harga properti di Tokyo yang sangat mahal membuat Tarif Hotel juga tinggi untuk ukuran Indonesia. Walaupun demikian tetap saja jika bersedia susah sedikit masih ada kamar2 kapsul dan dormitory yang berharga di bawah 500ribu permalam. 
      Menyesuaikan style jalan-jalan, saya memberikan beberapa kriteria untuk memilih Hotel di Tokyo.
      Carilah hotel yang dekat dengan stasiun kereta. Kereta adalah transportasi nomor 1 di Tokyo. Dalam kondisi cuaca yang dingin akan lebih baik jika Hotel dekat dengan stasiun kereta sehingga kita tidak perlu berlama2 diluar. Hotel yang dekat dengan stasiun kereta juga memudahkan anda untuk menepati jadwal itinerary. Bawaan anda cenderung banyak, karena musim dingin membuat pakaian yang harus disiapkan berlapis2. Jika mendapatkan kamar hotel yang terlalu kecil maka anda akan kesulitan sendiri dalam meletakkan koper dan barang belanjaan Pastikan hotel anda memiliki sistem penghangat ruangan yang baik dan air panas yang mengalir 24 jam non stop. Saya tidak bisa membayangkan jika di tengah suhu 0 derajat lalu harus mandi pagi dengan air yang tidak terlalu panas karena sistem air panas dipakai beramai-ramai. Akan lebih baik jika Hotel menyediakan sarapan pagi. Buat anda yang terbiasa mengisi perut di pagi hari, tentu akan runyam jika harus jalan dulu mencari sarapan di tengah udara dingin. Hotel di sekitaran Tokyo memang lebih mahal daripada yang mengarah ke luar kota. Tetapi anda akan lebih mudah menentukan jalur tujuan jika berada di dalam kota. Dalam beberapa kesempatan, saya selalu memilih hotel yang sama untuk tempat menginap. Hotel Villa Fontaine Hatchobori. Hotel ini merupakan salah satu hotel dari jaringan Villa Fontaine yang tersebar di seantero Jepang. Saya memilih hotel ini karena semua kriteria yang saya sebutkan di atas dapat diakomodir. Harganya pun menurut saya termasuk murah. Sekitar 1,2 juta permalam, yang kalau di share bersama teman sekitar 600 ribuan permalam (sudah include sarapan), ukuran kamarnya juga sedikit lebih besar dari ukuran kamar di daerah Shinjuku dengan harga yang lebih mahal.
      Hotel ini hanya sekitar 1 menit jalan kaki dari Stasiun Kayabacho (uniknya Hotel Villa Fontaine Kayabacho justru sedikit lebih jauh dari stasiun Kayabacho, jadi jangan sampai salah hotel). Stasiun Kayabacho hanya berjarak 3 stasiun dari Ginza, 2 stasiun dari Otemachi, 3 stasiun dari Akihabara, bahkan hanya 5 stasiun dari Ueno dimana kita bisa melanjutkan perjalanan dengan Shinkansen. Posisinya sangat strategis.

      Suasana luar hotel - (a)

      Lobby - (a)

      Lift - (a)

       
      4. Pakaian
      Tidak bisa dielakkan Pakaian Musim Dingin pasti lebih tebal dan berlapis dibandingkan jika kita ke Jepang di musim panas. Suhu udara di Tokyo sepanjang musim dingin berkisar di angka -2 sampai 7 derajat celcius. Demi kenyamanan anda saya menyarankan untuk menggunakan 3-5 lapis baju. Tentu saja hal ini bergantung dari ketahanan tubuh anda terhadap udara dingin. Berikut list pakaian yang perlu dibawa :
      Kupluk Syal Long John Jaket / Sweater / Vest Mantel / Jaket Salju Celana Panjang (bahan cordoray lebih bagus) / Celana Insulated Sarung tangan Jika ada rencana untuk bermain salju saya sarankan dari awal bawalah celana insulated, celana ini memiliki beberapa lapisan, bagian paling luar memiliki jenis parasut sehingga tidak mudah kemasukan air, dan bagian paling dalam merupakan lapisan yang menghangatkan kaki. Hindari bermain salju dengan celana jeans, karena dapat merembes dan membasahi kaki. Oh ya, harga barang2 di atas sangat bervariasi tetapi ada beberapa lapak di tokopedia yang menjual Perlengkapan musim dingin dengan harga sangat murah tetapi kualitasnya bagus. Sebagai contoh saya mendapatkan mantel dengan harga 400 ribuan dan celana insulated dengan harga 100 ribuan. Nyaman saat di gunakan. Coba saja di searching.

       
      5. Komunikasi
      Sebenarnya Tokyo adalah kota yang ramah Wifi, kira-kira kalau diterjemahkan banyak Free Wifi bertebaran dimana-mana, di dalam bus, di tempat2 wisata, di stasiun kereta, dan pastinya di hotel. Hal ini memudahkan anda untuk berkomunikasi baik via media sosial maupun aplikasi chatting. Fasilitas free wifi ini dapat di peroleh dengan melakukan sign in ke salah satu jaringan wifi yang akan meminta anda untuk mengklik tautan yang di kirimkan ke email anda. Biasanya anda akan mendapat kesempatan 5 menit free yang dapat digunakan untuk membuka email dan mengklik tautan untuk mengkonfirmasi penggunaan free wifi.
      Walaupun demikian saya tidak menyarankan anda untuk bergantung pada fasilitas Free Wifi. Saya tetap menyarankan untuk mempergunakan jaringan komunikasi sendiri. Ada beberapa alternatif yang bisa anda lakukan :
      Beli SIM Card di Jepang  Beli SIM Card dari Indonesia Sewa Paket Wifi Bagi yang berangkat dalam rombongan, saya lebih menganjurkan untuk menyewa paket Wifi. Dalam 1 router biasanya bisa dikoneksikan untuk 6-8 alat. Sehingga jika di share biaya sewanya jadi lebih murah. Contoh untuk router unlimited 4G yang saya sewa dari QL Liner (via Klook.com) saya hanya perlu membayar Rp 115.000 per hari. Alat ini dapat dipergunakan untuk 14 alat sekaligus. Sehingga jika di share biaya ke 7 orang (masing2 mempergunakan 2 alat), 1 orang hanya perlu membayar Rp 16.500 per hari. Harga ini jauh lebih murah daripada membeli SIM Card dari Indonesia atau membeli di Jepang. Tetapi wajib diingat, kelemahan Wifi adalah jika pembawa router terpisah lebih dari 10 meter maka teman2nya yang lain tidak lagi mendapat sinyal. Kemudian jika alat hilang atau rusak ada denda yang lumayan besar sekitar 42.000 yen. Selain itu jangan lupa untuk membawa Power Bank sebab jika router kehabisan batrei maka komunikasi anda juga akan terputus.
       
      Jika anda memilih menggunakan SIM Card maka anda akan terhindar dari keribetan menenteng router kemana2. Selain itu anda tidak perlu harus selalu berada di dekat router untuk melakukan komunikasi. Kapan saja anda ingin menghubungi teman, atau upload instagram dapat dilakukan langsung.
      Untuk SIM card tidak ada salahnya anda melihat2 di website GlobalKomunika, mereka memberikan banyak pilihan paket SIM Card (Paket Data SAJA). Dengan membeli SIM Card langsung dari Indonesia anda bisa langsung mengaktifkan HP Anda saat berada di Bandara Narita / Haneda. Sayangnya ada batasan Quota 4G yang harus anda perhatikan saat memilih menggunakan SIM Card. Untuk SIM Card seharga Rp 195.000 anda bisa mendapatkan Quota 4G sebanyak 3GB untuk waktu 8 hari. Setelah itu jika Quota habis maka kecepatan akan turun menjadi 2G. Jadi jangan terlalu sering melakukan Video Call atau berselancar di Youtube jika anda menggunakan SIM Card. Jika anda memutuskan menggunakan SIM Card harap di baca baik2 petunjuk penggunaannya (sudah disertakan bersama SIM Card), karena tidak semua HP secara otomatis melakukan pengaturan APN.

       
      6. Tiket Wisata
      Kepada siapapun yang ingin ke Jepang saya selalu menyarankan untuk mempersiapkan Itinerary dengan sebaik-baiknya. Sejak awal pastikan tempat-tempat yang ingin anda tuju. Lalu lakukan survey untuk melihat apakah tempat2 tersebut membutuhkan tiket masuk. Kenapa hal ini penting : karena banyak tempat wisata di Tokyo yang memberikan Harga Tiket lebih murah saat pemesanan di lakukan di awal ketimbang saat anda datang dan membeli langsung di loket. Selain itu anda dapat menghemat waktu untuk melewatkan antrian orang2 yang ingin membeli tiket pada waktu bersamaan.
      Beberapa tempat wisata bahkan TIDAK MENJUAL TIKET DI TEMPAT. Jika anda ingin mengunjungi Fujiko F Fujio Museum, atau Ghibli Museum maka anda harus melakukan pemesanan dari sebulan sebelumnya. Karena jika anda langsung datang ke tempat tersebut tanpa memiliki tiket maka bersiaplah untuk kecewa. Anda tidak akan bisa masuk.
      Ada banyak situs yang menjual tiket wisata secara online, saya secara pribadi lebih sering memesan lewat Klook. Silakan lakukan pengecekan apakah Tiket tempat wisata yang ingin anda tuju tersedia di website mereka. Tapi sekali lagi lebih baik anda membeli tiket lewat online karena harga yang di dapat sering lebih murah daripada membeli langsung, sekaligus memastikan rencana liburan anda tidak berantakan karena gagal mendapat tiket.
       
       
    • By min0ru
      Pagi itu, saya dan keluarga mendarat di Kansai International Airport (Osaka) pukul 08.30 waktu setempat. Ini kali kedua saya mengunjungi negara yang kawaii ini dan kota pertama yang akan saya kunjungi adalah Takayama. Seusai mengambil bagasi, saya bergegas menuju ke JR Office untuk menukarkan JR Pass (Japan Railway Pass). Antrian ternyata cukup panjang mengular dan menghabiskan waktu lebih dari 30 menit sampai akhirnya saya mendapatkan JR Pass.
      Cara Menuju ke Takayama
      Karena saya menggunakan JR Pass, jadinya kami bisa langsung naik ke Shinkansen (kereta cepat). Dari Kansai International Airport (KIX) kami mengarah ke Shin-Osaka Station dahulu baru nyambung kereta lagi ke Nagoya Station sebelum akhirnya menggunakan Hida Train (JR) dan turun di Takayama Station.
      Jalan Sore di Takayama

      Sesampainya di Takayama, saya langsung bergegas menuju hotel karena memang sudah waktunya check-in, lagipula repot rasanya jika harus berjalan-jalan menggeret koper. Kami menginap di J-Hoppers Takayama yang jaraknya hanya 10 menit berjalan kaki dari Takayama Station.
      Saya bertanya kepada resepsionis hostel mengenai apa saja yang bisa dilihat di Takayama ini dan dijawab dengan sangat ramah olehnya. Jadi di Takayama ini ada bagian kota tuanya yang cukup ramai tapi hanya di akhir pekan dan banyak street food. Karena kami datang di hari biasa, jadi kami cukup manyun dan memutuskan untuk eksplorasi saja jalan-jalan di Takayama.
      Sebelumnya kami makan dulu di restoran ramen yang dipilih secara random karena cukup ramai. Rasanya pun cukup enak dan menghangatkan. Saat itu cuaca cukup dingin kalau tidak salah sekitar 5-10°C. Sayang banget karena kalap saya ngga sempet mengabadikan foto makanan maupun restorannya. 
      Berseberangan dengan restoran rame, ada sebuah jembatan kecil  untuk menyeberang sungai dan ada jalanan kecil di sisi sungai tersebut yang cukup cantik untuk berfoto. Jadilah ambil beberapa frame dulu ☺️. Ngga kerasa hari cepet banget gelap, suasana lampu bangunan tua satu persatu mulai menyalah membuat suasana malam itu makin cantik. Kebayang ngga sih bangunan tua yang kebanyakan berbahan kayu dihiasin lampu berwarna kuning atau lampion berwarna merah? 
      Malam itu kami kembali lebih cepat ke hostel, karena ngga banyak lagi tempat yang bisa dilihat dan memang tujuan ke Takayama ini hanya persinggahan untuk menuju ke Shirakawa-Go.
      Keindahan Desa Sejarah Shirakawa-Go (UNESCO's World Heritage Sites).

      Cara yang saya gunakan untuk menuju ke Shirakawa-Go dari Takayama adalah menggunakan tur yang di arrange oleh J-Hoppers Hostel. Kenapa saya memilih tur dari J-Hoppers? Karena harganya lebih murah ¥500 untuk orang yang menginap di J-Hoppers, kan lumayan 4 orang sudah jadi semangkok ramen. 

      Bus melaju dengan santai ke Shirakawa-Go, dalam waktu kurang dari 1 jam kami sudah tiba di situs bersejarah ini. Kami diberikan waktu bebas selama 2 jam di desa ini. Ngga pake lama, saya langsung ngacir turun dari bus dan cari spot buat pepotoan.


      Rumah-rumah di desa ini disebut Gasshō-style atau bebentuk seperti tangan sedang berdoa. Atapnya terbuat dari susunan jerami yang sangat kuat dari berbagai cuaca. Walaupun hanya terbuat dari jerami tetapi pada musim dingin tetap dapat menghangatkan dan sejuk saat musim panas.


      Senangnya saya liat sisaan salju yang masih terhampar luas dan tebal, pengen rasanya tambahin duren sama cendol trus sirup tjampolay~ *eh. 
    • By Dennis.Rio
      TOKYO 東京.....
      day 3
       
       
       
       
       
       
       
    • By Dennis.Rio
      POCKET WIFI di Jepang......
       
       
       
    • By ko Acong
      Bagi yang bosan di Kuala Lumpur boleh melipir ke Melaka cuma 2 jam perjalanan loh.
      Berapa uang yang saya habiskan selama main ke Malaka? Normalnya tiket pesawat PP 1 jutaan. Yang pasti tiket PP Indonesia-Kuala Lumpur kemarin saya dapat Rp 169.000 saja Malaysia Airlines Business Class (Promo).
      Mari kita hitung pengeluaran saya selama 2 malam 3 hari di Melaka:
      Tiket Bus, via Terminal BTS (Bandar Tasik Selatan) cukup 24 x 2 = 48 RM
      Jika langsung bus PP harganya 70 Rm, perbedaan waktu hanya 1 jam. Kelebihan transit di  BTS setiap 30 menit ada Bus. Kekurangannya, jika ketingalan jadwal bus harus buang waktu selama 3 jam.
      Hotel Saya Pake Hotel Hong https://goo.gl/maps/fhwLNd6fmzp
      yang terkenal buat Backpackers, karena serasa Hotel Keluarga ada di antar jemput di terminal bus dan ketika diantar mereka melepas kita satu persatu, sampai aman di terminal bus dan mengarahkan ke platform yang seharusnya. Terima kasih Ci Amey dan karyawan hotelnya yang bersih. Harga selama 2 malam kisaran Rp 550.000. 
      Tranportasi di Melaka semua ditempuh dengan berjalan kaki. Estimasi makan minum, cukup Rp. 100000 perhari, di tiap menu makanan perhari ada daging nya lumayan wah juga sih.
      Tinggal kita hitung oleh2 jajan yang aneh-aneh dan lainnya, jadi estimasi main di Melaka selama 2 hari:
      Bus 48 Rm = Rp 175.000 Hotel 2 malam = Rp 550.000 Biaya makan minum = Rp. 300000 Jumlah Rp 1.025.000.- sesuai Hitungan awal budget cukup 1 jutaan.
      Hehehe namun belum termasuk Cendol Musang King dan oleh-oleh Durian Jam San Shu Gong yang legenda, Wueeenak lembut banget. Nah bila mau lanjut main di Kuala Lumpur, cuma tinggal nambah hotelnya sekitar Rp 500.000 per malam.
      ____________________________________________________________________________________________________________











    • By Daniyah Isa
      Assalamualaikum 
      Salam kenal,
      Panggil saya, Nia
      Ini adalah pertama kalinya saya pergi ke LN dg mengurus semua keperluan sendiri. Biasanya, sdh terima beres dari kantor, karena memang ada urusan. Nah, destinasi yg saya pilih tdk jauh tp harus berkesan ! Melaka. Kota yg ditempuh dlm waktu 2 jam dari KLIA2. 
      Gimana caranya saya bisa sampai ke sana ? Inih dia, detailnya ;
      1. JKT-KLIA2
      Pesan tiket pesawat yg everyone can fly dari situs resmi. Lama waktu sekitar 2 jam, berangkat 10:10am sampai KLIA2 13:15pm.
      Di KLIA2, ikuti saja petunjuk arah yang ada, sambil ikuti arus kemana orang-orang pergi. Nanti, ada eskalator naik, lalu ada eskalator turun langsung ke tmpt imigrasi. Setelah keluar dari imigrasi, saya temukan mall dg counter-counter barang branded. Semacam Grand Indonesia, kalau di Jakarta.
      Buat yg terburu-buru sampai ke KL dg cepat, mgkn ada urusan meeting or apa, bisa lurus terus ke pintu keluar. Di samping pintu keluar ada loket pembelian tiket KL Ekspres, seharga 55RM dg waktu tempuh 33menit ke stasiun KL SENTRAL. Dari KL Sentral, bisa pilih kemana saja tujuan teman-teman yg mau dicapai. Ibarat di Jakarta nih, KL Sentral tuh Manggarai. 
      Tujuan wisata saya, dan teman saya adalah Melaka. Belajar dari blog dan bbrp artikel, butuh kendaraan bus utk sampai ke sana. Hanya bus saja, tdk ada kereta atau MRT yg menuju ke sana. Saya pun, turun lagi ke lantai G dg eskalator. Jangan takut kesasar ! Banyak petugas keamanan yg berjaga.
      Sampai di lantai paling dasar, ada sederet loket yang menjual tiket bus, taxi, sewa kereta (mobil). Langsung saja, membeli tiket bus Transnasional tujuan Melaka Sentral, seharga 24.10RM. Di tiket sudah tertera nomor tempat duduk, gate tempat menunggu. Wah, pokoknya tertib dan teratur! Meskipun busnya lebih bagusan DAMRI sih bagi saya, hehehe.
      2. Melaka dan Wisatanya 
      Selama 2 jam perjalanan dari KLIA2, sambil bengong-bengong liat pemandangan (apa bener gue di Malaysia? Ini mirip ke Ciawi yah ? Heheheh) yang membedakan tuh, sepanjang jalan lancar jaya. Mgkn supir bus kapalan nginjek gas, hehehe. Duh bahagia deh kalau Jakarta jalanannya kaya gini terus. Sampai tibalah saya di Melaka Sentral, ibaratnya Terminal Kp. Rambutan gituh. 
      Waduh, sepi banget ! Macam ga ada kehidupan. Bingung juga kan, mau ke hotel gimana ? Boro-boro kuota buat pesan taksi online, sinyal ajah ga dapat.
      Yaa, saya tanya ke petugas kebersihan, dan memang bus Panorama 17 tujuan Bangunan Merah, agak lama. Bukan karena macet yaa, ini karena jalanan di Melaka tuh Sehala (satu arah) jadi dia berputar dulu.
      Sejam menunggu, datanglah bus Panorama 17. Disinilah pengalaman dimulai, banyak yg Negor dan tanya "Indonesia ya ? Indonesianya mana ?" Agak bingung sih, ditanya begitu. Biasanya ditanya "Jawanya mana ?" Padahal sih, sama saja hehehe. 
      Saya menginap di hotel Hallmark Crown, 3H2M, seharga 147RM include Breakfest, free wifi. Wilayahnya dekat dengan mall Dataran Pahlawan, jalan kaki 10 menit lah. Jadi turun saja di Dataran Pahlawan, ongkos busnya 2RM saja. Hotelnya comfie banget ! Disetiap sudut ada galon. Jadi bisa refil sepuasnya, ditambah kulkasnya menyala dg sempurna. Wah, recomend deh!
      Saran utk teman-teman yg mau pesan hotel di Melaka, pesan di daerah sekitar Dataran Pahlawan (rate murah), Bangunan Merah, dan Jonker Street. Tiga tempat itu, sudah dekat banget kemana-mana. Jadi bisa jalan-jalan santai, foto-foto, interaksi sama penduduk lokal. Yg penting, rajin jalan kaki yaa, hehehe.
      Hari pertama saya mengunjungi Bangunan Merah, jalan kaki dari Hotel 15 menit. Melewati mall-mall Besar, dan rupanya ada carnaval becak hias, mobil hias dan barongsai. Jadi nggak berasa jauh dan capeknya.
      Di Melaka, ada yang saya lihat di maps Google itu jauh, ternyata dekatan. Menara Taming Sari, Bangunan Merah, Jonker Street dan River Cruise. Yang jauh, cuma Masjid Selat Melaka. Masjid Selat Melaka memang harus menggunakan taksi online, karena jaraknya terpisah dengan daratan Melaka kota dan masuk ke kompleks perumahan. 
      3.Kuliner dan Oleh-oleh Melaka
      Sempat bingung mau makan apa di Melaka. Hari pertama saya sampai di Melaka, sudah malam dan banyak yg tutup. Masa iyah sih, jauh-jauh ke Melaka, makanya McD? Nggak ada nasi lagi. Akhirnya mampir ke 7Eleven (horeee, Nemu 'sevel !) Beli nasi lemak instant dan mie instan. Lupa berapa harganya, tapi cukup menahan lapar. Serius deh, sebenarnya nggak lapar-lapar banget ! Cuma karena nggak mau masuk angin ajah.
      Terakhir perut diisi sama sandwich Subway yg beli di KLIA2. Hufh, gara-gara ngincer destinasi wisata jadinya lupa makan. 
      Hari kedua, masih hunting foto disekitar Bangunan Merah, Taming Sari, River Cruise. Cerah banget langit di Melaka, dan udaranya juga segar nggak ada polusi (kapan Jakarta begini ? Mungkin ga yah ?). Di samping Bangunan Merah, ada tangga menuju bukit. Diatasnya bangunan reruntuhan yang menghadap lautan lepas. Keren banget !!! Duduk-duduk saja sambil lihat pemandangan. 
      Oh Iyah, untuk beli oleh-oleh seperti gantungan kunci, kaos tulisan Melaka, tas Melaka, tempatnya di Medan Samudera. Tenang, ga jauh kok ! Ga perlu nyebrang. Dari Bangunan Merah, ambil sisi kanan dan lurus terus sampai lihat bangunan kapal pesiar. Nah di sana, yang paling murah ! Kaos dapat 10RM, gantungan kunci dapat 8RM, 6 gantungan kunci. Meski di Bangunan Merah juga ada lapak yang menjual, lebih baik beli di Medan Samudera, karena harganya lebih terjangkau. 
      Selain beli oleh-oleh, di tempat ini ada warteg Melayu loh ! Syukurlah, ada warteg juga. Awalnya sempat underestimate gitu. Makanannya mirip makanan warteg, dan ga lebih menarik dari warteg Jakarta. Karena Nggak enak sama Ibu penjualnya, yg tiba-tiba udah nyendokin nasi, mau ga mau dibeli. 
      Yaa sayur tumis kacang panjang dan ayam goreng jadi menu makan siang. Pas dimakan, enak ! Ini karena efek capek mungkin yaa. Minum air mineral, biar nggak makin haus. Tadinya sih mau makan nasi Briyani dan teh tarik, tapi dia hanya jual di hari Minggu. Seporsi makanan warteg Melayu cuma 6RM. Waah, amazing ! akhirnya bisa menghemat, heheheh.
      Lepas makan, lanjut belanja-belanja di sekitar Medan Samudera. Biasa, buat yang dirumah, mau dibeliin kaos dan gantungan kunci utk disebar, hehehe. Jalan lagi ke Bangunan Merah, baru ketemu kedai es cendol. Katanya sih, es cendol di Melaka itu khas banget. Yaudah, saya beli yang es cendol kacang merah. Rasanya ??? Waah, enak banget !!! Pass buat saya yang ga terlalu suka manis. Kuah santannya gurih, cendolnya segar dan kacang merahnya manis. 
      Wah, okeh banget lah ! Rencana kalau ngidam, maunya ngidam es cendol Melaka. Hahahah
      Menjelang sore, saya bersiap menuju Mesjid Selat Melaka. Menikmati sunset sambil menunggu waktu magrib. Magrib di Malaysia, setengah tujuh. Tapi langitnya seperti setengah enam, Jakarta. Waktu di Malaysia tuh cepat banget ! Mungkin ini planet Merkurius, satu menit tiga puluh detik. Semua terasa cepat.
      Saya dan teman-teman menuju Masjid Selat Melaka menggunakan taksi online. Sampai di sana, waah indah banget ! Lebih indah dari foto-foto Google. Garis cakrawala sudah menyapa di langit. Air laut biru bersih tanpa sampah. Saya berdiri di halaman belakang Masjid menatap langit sore. Diterpa angin laut, dan ada beberapa wisatawan lain berlalu-lalang. Sayang, lagi nggak sholat Magrib di sini. 
      Akhirnya cuma nunggu teman yang sholat Maghrib, sambil jaga sendal hahaha.
      Malam terakhir di Melaka, saya menuju rumah makan Eeji Ban Chicken, penjual makanan khas Melaka. Ada Rice Balls, Asam Pedas, Nasi Lemak, harganya pun terjangkau. Berkesan makan ditempat ini, karena rumah makan Eeji Ban recomend dari supir taksi online. 
      4. Check Out Melaka
      Hari terakhir di Melaka, saya merasa sedih banget ninggalin tempat ini. Padahal rumah ini kampung orang, negeri orang, huhuhu. Nggak mau repot karena tas udah beranak, jadinya saya dan teman-teman naik taksi online ke Melaka Sentral.
      Di Malaysia pada umumnya, jarang ada sirik-sirikan or persaingan. Contohnya di terminal Sentral Melaka. Tadinya mau naik bus Delima,  bus terkenal dikalangan blogger yg pernah kesana. Tapi sama kenek Delima, disuruh ke bus satunya lagi yg kurang eksis. But its OK ! Yg ptg sampai, heheheh.
      Dua jam perjalanan menuju terminal bus TBS (Terminal Bersepadu Selatan), amazing !!! Terminal Bus rasa Bandara Terminal 3. Bersih, tertib, rapi. Dibawahnya, ada stasiun menuju KL Sentral. 
      5. Sehari di Kuala Lumpur 
      Berhubung pesawat tengah malam, jadi siang masih bisa jalan-jalan sebentar di Kuala Lumpur. Hunting foto di KLCC, Dataran Merdeka dan jalan-jalan ke Mall *lagi. 
      Dari Terminal TBS, naik KL transit ke stasiun KL SENTRAL seharga 6.5RM. Dari KL SENTRAL, bisa ke Batu Caves, KLCC, Mesjid Jamek, KLIA2. Ada peta seperti peta yang ada di halte Transjakarta, di sana juga ada petugas yang membantu dan menanyakan "Can i help you ?" So, tak perlu takut tersesat. 
      Stamina udah low, meski cuma naik turun kendaraan umum tp cukup bikin lemas. Selain makan, kita juga butuh vitamin, kalau capek lebih baik istirahat.
      Di KL SENTRAL, ada loker penitipan dg kunci sensor wajah. Jadi kita ga perlu deh tengteng tas beranak kesana kemari. Harganya 20RM utk loker kecil dan 30RM utk loker besar. Sangat disarankan berpergian sama teman, biar segala biaya bisa ditanggung bersama. Tapi milih juga yaa, teman yang gimana buat diajak jalan jauh. Apalagi, ke LN yg jalan kakinya jauh-jauh.
      Baiklah, itu pengalaman pertama saya traveling ke Melaka, Malaysia. Saya sangat suka tempat itu, lebih indah dari yg saya bayangkan. Terutama yg hobi fotografi, ini banyak spot-spot bagus di Melaka. 
      Oh Iyah, makasih banyak buat Mba Vira. Mgkn dia jarang aktif di forum ini. Saya pun juga newbie. Ketemu jalan2.com karena random ajah, hehehe. Lagi bosen, drpd stalking sang EX atau baca berita hoaks, iseng-iseng cari soal Melaka. Tiba-tiba muncul situs ini, dan saya kenalan sama Mba Vira. Nggak ada sedikitpun curiga bakal gimana nnt disana, tinggal jalan ajah. Hehehe
      Nah buat teman-teman, semoga tulisan saya membantu dan jadi referensi kalau kalian mau ke sana. Ingat, No need bilang, barang ini murah atau mahal. Soalnya beda "Peradaban".
       








       
    • By seyakasamira
      Lalala-yeyeye..Setelah menunggu selama 7 Bulan lamanya, akhirnya nemu juga 5 orang korban lain (*eh?!) yang bersedia nge-trip bareng ke sini..uwowww jd terharu sayaa..  so, langsung saja..
      Day 1.
      Kita berangkat hari Jumat tgl 26 Sept'14, naik pesawat TriganaAir dari Jakarta menuju PangkalanBun. Sesampainya disana langsung dijemput oleh Tour Guide kami (Pak Andreas dari Yobel Tour), dan kita dicarterin taxi untuk menuju pelabuhan Kumai dengan jarak tempuh yg lumayan singkat yaitu 30 menit saja..Da..engingjrennggg... langsung terkesima dengan kapal yang akan kita kendarai selama 3 hari 2 malam mendatang..huhuhu..ga nyangka kapalnya oke banget,bersih dan ga se-prihatin yg saya bayangkan (mulai norak).
       
      Jadi awak kapal terdiri dari 1 orang kapten kapal, 1 orang crew kapal, 1 orang juru masak, dan Pak Andreas sbg Tour Leadernya. Kapal yg populer dinamakan kapal kelotok (karena bunyinya klotok..klotok..klotok) ini cukup luas buat kami ber 6 plus 4 orang awak kapal. Ada 2 dek, dek bawah itu untuk aktivitas awak kapal (buat nahkodanya, tempat menyimpan kasur2 tamu, tempat masak, dll). Dek atas disediakan untuk tamu. Fasilitasnya juga Ok bgt, kamar mandi pakai shower dan ada closet duduk, disediakan meja makan, ada balkon dengan 2 kursi leyeh2 untuk berjemur (what?berjemur??udah ky areng ginih -____- ! ) Oiya, jangan sedih..kita dapat 3x makan dan 2x snack dalam 1 hari. dan masakannya sungguhlah berlimpah dan super yummy..





       
      Di hari pertama ini kita langsung menuju Tanjung Harapan untuk lihat feeding time nya orangutan. Trekking masuk hutan sekitar 1 km dan sesampai di tempat feeding cuaca mulai mendung dan turunlah hujan. Eh, ternyata disana sudah menunggu beberapa rombongan tourist yg mau lihat proses feeding time ini. Dan dikarenakan wisata tanjung puting ini lebih populer atau diminati tourist luar, maka pemandangan disini adalah bule bule semua   . Disini kita menunggu ?-/+ 30 menit hingga orangutan yg masih ngumpet pada mau turun dari atas pohon menghampiri "panggung" yg berisi pisang2. Beruntung kita bisa melihat orangutan yg muncul dikarenakan kalau hujan biasanya mereka prefer leyeh2 di atas pohon (macam manusia yg kalo hujan lebih senang nedekem di rumah). Uwoww, beda lho rasanya ngelihat orangutan di ragunan/taman safari dengan orangutan disini. Kalo disini ada perasaan degdegan kalo mereka melintas dengan tubuh besarnya itu. Dikarenakan orangutan liar belum terbiasa disentuh oleh manusia (tdk sperti kbon binatang di jakarta), maka juga ada anjuran jangan sembarangan memberi makan orangutan, jangan berdiri diantara orangutan jantan dan betina, jangan bersuara terlalu keras/ribut yg akan mengganggu ketenangan orangutan dan beberapa rambu2 lainnya.







       
      Diperjalanan pulang, ketika melintasi sungai sekonyer kita bisa melihat sekawanan bekantan di kiri dan kanan pepohonan, kalau beruntung bisa melihat buaya pula. Dan saya beruntung melihat buaya dengan mata merahnya sedang mengincar mangsa.
      Malam harinya kita ber candle light dinner dengan lauk ikan nila bakar, tumis kangkung, tempe goreng, uhmm apa lagi ya lupa hehehe dan ditutup dengan dessert potongan buah mangga. Bener2 beruntung dapet chef yg jago masak.  Setelah kenyang, kapal menuju tempat dimana kita bisa melihat kunang2 dimana-mana..woww ga bisa dilukiskan dengan kata2 kita lihat pemandangan sejuta bintang dan kunang2 yg seprti pohon natal di kiri kanan kita..(sayang ga bisa ke photo). suasana malam hari disana sangat sunyi dan syahdu. Hanya ada suara jangkrik dan serangga2 lain yg bersahut2an dan Anyway kita tidur disediakan kasur beserta kelambu..Thanks God we had a marvellous momment and unforgettable experiences.
       
      Day2.
      Yang biasanya pagi2 di jakarta dibangunin sama kokok ayam, eh jangan sedihh disini kita subuh2 dibangunin sama suara bekantan jejeritan yg sedang bersendagurau..woww so sweet bgt ga sih dibangunin suara monyet.. hehehe..Setelah sarapan nasi goreng ikan asin yang banyaknya naujubilah (tapi abis dan kenyang) dan ngeteh2 cantik, maka berangkatlah kita menuju Pondok Tanggui dan dilanjutkan ke Camp Leakey. Di Pondok Tanggui trekkingnya seru, byk spot2 lucu buat foto2, nemu tumbuhan kantong semar, rayap, akar liana, dll tapi sayang setelah menunggu selama 1 jam, orangutannya ga ada yang mau turun di tempat feeding. Mungkin karena masih pagi dan byk bgt wisatawan yg berkunjung kesana jadi mereka malu-malu mau gitu kali ye..







       
      Perjalanan dilanjutkan ke Camp Leakey, pusat rehabilitasinya orangutan. Perjalanan lumayan jauh sekitar 8 km, namun pemandangannya mulai berubah, pohon2 lebih rindang, kiri kanan bisa lihat burung kingfisher, lihat buaya dan biawak berenang, pokoknya settingannya mirip film annaconda deh ngeri-ngeri sedap gitu heheheh.. dan air sungai berubah menjadi lebih jernih dan berwarna hitam. Warna hitam dikarenakan dasar tanahnya gambut namun bening sekali. Sampai bisa ngaca dan hasil fotonya mengagumkan bgt,krn pohon2 yg terpantul di air seperti ada reflection effectnya.  Begitu menginjakkan kaki disini, kita disambut oleh kedatangan Siswi, orangutan betina dewasa yang dari kecil sudah diasuh disini. Dikarenakan hujan, dia mulai ngumpet2 nyari tempat berlindung dan menutupi kepalanya dengan mencabut2 dahan2 yg ditumbuhi banyak daun. Uwoww lutunaaa.. Perjalanan ternyata masih panjang. Pak Andreas mengarahkan untuk ambil jalur masuk hutan sambil lihat2 tumbuhan endemik yang ada di hutan sini,jadi sekitar 1,5 km untuk sampai ke tempat feedingnya orang utan. Beruntung bisa lihat beberapa orangutan,uwa-uwak,squirel yg ke "atas panggung" buat ambil makanan. Yang menyenangkan lihat proses feeding ini adalah, kita jadi tahu gimana cara manggil orangutan supaya turun, gimana liat proses mereka bergelayutan dari pohon ke pohon, gimana cara mereka mengupas pisang dan memasukkan ke mulut, gimana cara ibu orangutan memberi makan anaknya, gimana mimik muka/ekspresi mereka mengendap2 atau mencuri makan lalu kabur, dan banyak lagi tingkah laku kocak lainnya. Adapula kedatangan babihutan yang ikut meramaikan suasana. Setelah sekitar 2 jam muncullah orangutan yg kita tunggu2 yaitu Tom, the king of Camp Leakey. Ya, si Tom ini penguasanya. Selayaknya raja, binatang lain akan mundur atau menyingkir ketika rajanya datang dan membiarkan si raja menghabiskan makanan yg disediakan. Jika ada orangutan dewasa disekitar sana yang dirasa mengancam kedudukannya, serta merta akan terjadi baku hantam disana. Hampir saja kami melihat proses baku hantam itu, yaitu ketika Ponorogo (salah satu orangutan dewasa ) terbirit2 dikejar oleh Tom karena lebih dahulu mengambil jatah makanannya. Namun sayang tidak terkejar dan Tom kembali duduk di singgasanannya sambil minum susu. Ya, makanan yg disediakan oleh Ranger hutan (petugas yg memberi makan orangutan) itu biasanya adalah pisang, tebu, dan susu dancow. wow. hehehe..Perjalanan trekking pulang, kita dihampiri juga oleh orangutan remaja bernama Gajah Mada. Serem ya namanya, tapi ternyata unyu2 gitu penampilannya hihihi..

      siswi

      the team
      Tom
      Gajah Mada
       
      Day 3.
      The Last Day, pagi2 seperti biasa kita dibangunkan oleh sekawanan bekantan, namun kali ini pemandangannya bekantan lagi pada lompat-lompat main air, ceritanya mau nyebrang pohon melintasi sungai, cuman ada aja jatoh2nya di sungai.. LUCU BGT, tapi ga sempet kefoto saking terseponanya. Oia, karena kita malam itu kapal berlabuh di pinggir rawa2 masih dekat Camp Leakey, maka paginya pun kita juga dibangunkan oleh kikikan burung kingfisher, iya kikikkan bukan kicauan karena ternyata suaranya macam kuntilanak yg lagi ngikik. hiiiii...
      Sepanjang perjalanan pulang ke pelabuhan kumai, puas2in berjemur (literally berjemur, panas sih untung byk angin dan hewan kece) demiii menikmati pemandangan yang sebentar lagi akan kami tinggalkan huhuhu..
      Jam 12 siang kami sampai di bandara pangkalan bun dan belum siap move on untuk menghadapi hiruk pikukknya jakarta
       
×
×
  • Create New...