• agoda-hemat.png

Titi Setianingsih

Surga Tersembunyi itu ada di Kepulauan Derawan Kalimantan Timur

29 posts in this topic

Selamat sore JJ’er,,,!

Dulu, saya pikir Derawan itu hanya satu pulau besar yang masuk wilayah Kalimantan Timur. Ternyata Derawan itu salah satu pulau di Kepulauan Derawan Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Kabupaten Berau dibagi menjadi 3 Kecamatan yaitu Pulau Derawan, Maratua dan Biduk2. Labuhan Cermin masuk ke wilayah kecamatan Biduk2. Dan jumlah pulau2 kecil di Kabupaten Berau itu ada 31 pulau,,,naaaahhh bingung kan mau menjelajah ke pulau mana dulu ?

 

Biasanya trip ke Pulau Derawan hanya di sekitar Pulau Derawan itu sendiri, yaitu Pulau Derawan, Pulau Maratua, Pulau Kakaban dan Pulau Sangalaki. Masing2 pulau ini berdekatan satu sama lainnya, paling hanya sekitar 1 jam ditempuh dengan menggunakan speed boat. Sedang pulau2 lainnya bisa dijangkau via darat, bisa juga dari Tarakan.

So, Silahkan pilih2 sendiri kemana destinasi yang akan dituju, masing2 punya kesukaan yang berbeda, kalau yang suka backpeckeran tentu akan tertantang untuk mencapai ke pulau2 terpencil sekalipun.

007594800_1439706402-20150816-pulau_sangalaki-peta.jpg

Nah, pada kesempatan kemarin (tgl 5 – 7 Agustus 2016), kami bisa menikmati pulau2 di sekitar Derawan yang saya sebutkan tadi. Kami para Ibu yang hobby travelling pilih ambil open trip, dengan investasi 5,3 juta rupiah sudah bisa menikmati trip 3D2N dengan fasilitas tiket pesawat Jakarta – Derawan PP, homestay, guide, mobil avanza untuk antar jemput ke bandara, juga antar ke dermaga penyeberangan serta makan selama dalam perjalanan, plus Asuransi  pula.

Selengkapnya seperti ini itinerarynya :

Tgl 4 Agustus 2016.

Kurang lebih jam 18.30 WIB kami berangkat ke Balikpapan dengan menggunakan pesawat Lion, kurang lebih jam 21.00an WITA kami sampai di Bandara Sepinggan Balikpapan. Kami singgah semalam di Balikpapan karena semalam itu sudah tidak ada lagi penerbangan ke Berau. Kami dijemput mobil avanza untuk menuju Homestay, sesudah masing2 dapat kunci kamar, kami lanjutkan untuk makan malam di luar homestay dan menggunakan mobil ananza itu lagi tetapi kami bayar sewa sendiri. Hanya Rp. 50.000,- sewa mobil menuju tempat makan dan pulang diantar kembali homestay.

13912910_10207037021712316_6465447718250307938_n.jpg

 

13925139_10207037013672115_6956921650645100796_n.jpg

 

13876397_10208522501254447_1871103859055928701_n.jpg

 

13895346_10208522501774460_5065305076646368537_n.jpg

13891899_10207037015592163_4571851805800841026_n.jpg

Tgl 5 Agustus 2016.

Jam 09.00 kami melanjutkan penerbangan ke Berau dengan menggunakan Garuda, terbayang bakal dapat makan niih,,,makanya kami tidak sarapan terlebih dahulu. Ternyata karena penerbangannya singkat kurang lebih 1 jam, jadi kami hanya mendapatkan snack saja, tapi sudah lumayan buat pengganjal perut kami yang sudah kelaparan. Apalagi sebelum keberangkatan kami sudah sempat selfie2an puas2. Yaaa,,,,bandara Sepinggan memang sudah cantik sekali, di setiap sudut ruang tunggu ada spot2 bagus untuk foto, siapa yang melewatkan kesempatan emas berselfie to ?

 

13876582_10206173108320955_8312027031936349141_n.jpg

13923602_10208522510934689_5875006904883954986_o.jpg

13962488_10206173107880944_8128851808957971146_n.jpg

Setiba di Bandara Kalimarau Berau kamipun masih sempat selfie2an, apalagi ketika 1 armada penjemputnya belum datang, kami lari2an kesana kemari untuk ambil spot yang bagus, beda dengan bandara Sepinggan, bandara kalimarau masih kecil dan sepi.

 

13912619_10207037016552187_8872519223897671304_n.jpg

 

13882606_10207037923094850_8605048907499367928_n.jpg

Untuk menuju Tanjung Batu sebagai pelabuhan tempat kami menyebrang ke Pulau Derawan memakan waktu kurang lebih 3 jam dengan jalanan yang sudah beraspal, namun ada beberapa wilayah yang jalanannya sudah berlobang-lobang. Dan sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan yang mengenaskan, pohon2 pada kering akibat terbakar, entah oleh api atau oleh teriknya matahari ? memang siang itu sangat terik, bayangkan pohon2an yang setiap harinya kena sengatan sinar matahari, pastilah akan terbakar karenanya.

20160805_134202.jpg

20160805_134230.jpg

Dan di tengah2 perjalanan kami ketemu dengan warung persinggahan, tempat makan siang kami. Sangat banyak menu yang disediakan, karena pemilik warung itu orang Sulawesi Selatan makanya kebanyakan menunya menu Sulsel macam Coto Makassar dan Soup Konro lengkap dengan burasanya.

 

13895551_10207037018672240_8715234787872188104_n.jpg

Selepas makan kami lanjutkan perjalanan, dan sangat lega ketika sudah membaca plang bertuliskan Tanjung Batu, pertanda sebentar lagi akan sampai ke dermaga penyeberangan.

Untuk menyeberang kami menggunakan speed boat, katanya siy 1 jam penyeberangan, tapi setelah di rasa2 kayaknya lebih, karena kami sampai ke homestay hampir masuk waktu shalat Ashar. Naik speed boat begitu cepatnya, kapal terguncang hebat kena terpaan ombak, sehingga selama perjalanan kami tidak bisa ambil foto,,,,beda ketika melakukan pelayaran di daerah Labuhan Bajo, karena menggunakan kapal kayu maka kami dengan leluasa bisa ambil foto kiri kanan.

 

13921027_10207037922134826_7220352647167806077_n.jpg

Begitu sandar di dermaga pulau Derawan,,,hanya ada satu kata yang terucap….WOW…!! Subhanallah,,,indaaaah bangeeeddd lautnya, pantainya, air lautnya yang sangat jernih, bangunan2 homestay maupun resort yang sangat artistic,,,seperti mimpi saja. Kami sampai tidak menyadari sengatan matahri yang ada ketika itu.

Pilihan berwisata di Derawan selain untuk menyelam, snorkeling, melihat proses bertelur penyu, juga menikmati pantai yang bersih dan indah. Sepanjang pantai bersih dan tidak ada sampah. Fasilitas komunikasi di Kepulauan Derawan sudah baik, jadi gak akan mati gaya disini.

13886974_10207055273848608_1226071649303113783_n.jpg

13887085_10206165447729445_6110678794437570678_n.jpg

13934608_10206165469009977_8471413999662047540_n.jpg

Selepas shalat Ashar kami berjalan menuju pinggir pantai, apalagi yang mau di cari kalau bukan sunset ? Kurang lebih 15 menit kami berjalan, sesekali berhenti2 karena di sepanjang jalan banyak toko2 souvenir dan warung makanan sehingga sampai pinggir pantaipun sudah Nampak cahaya jingga. Tapi karena hadir pula si mendung tipis, maka sunset pun Nampak kurang sempurna.

 

13886902_10206165446969426_1406771393072709521_n.jpg

 

13892162_10206165446409412_2974151019715310197_n.jpg

13886291_10206165445489389_5898366456815652359_n.jpg

13924996_10206165443449338_8562410784390496999_n.jpg

Kami lebih banyak menikmati angin dan pelangi diujung langit sebelah tenggara, hhmmmmm Ibu2 Pelangi di mana2 disambut pelangi. Ini juga ada payung pelangi raksasa di jalanan menuju pantai,,,,,amaziiing,,,!

 

13938499_10207037019952272_3035541408033904606_n.jpg

Selesai foto2 kamipun tinggalkan pantai supaya kebagian shalat maghrib, namun ada diantara teman kami yang berbelok ke resort2 sekitar untuk ber-foto2, ambil sensasi dengan tebar foto resort, sedangkan yang sebenarnya kami menginap di homestay,,,olala ada2 sajaaaahh,,,!!

Ketika masing2 sudah dekat dengan homestay, guide infokan kalau sebentar malam makan malam di Rumah makan yang sempat terlewati tadi, kemudian sehabis ngumpul mau diadakan briefing untuk acara hoping island esoknya.

 

20160805_193046.jpg

20160805_193330.jpg

Menu makan malamnya seafood dan ayam goreng, karena ada teman kami yang alergi sea food jadi request makanan non seafood. Menurut saya masakannya enak, banyak diantara teman kami yang tambooo cieeekkkk,,,,!

Hari itu ada info dari beberapa sosial media kalau galaksi Bimasakti akan terlihat di langit dengan menampilkan gugusan bintang2nya, tapi rasa capai yang lumayan membuat kami untuk enggan mengintip keluar kamar, hanya ada bintang2 biasa yang sempat kami lihat. Begitu juga rencana mengintip penyu bertelur akhirnya tidak jadi karena info guide jam 23,00 belum ada yang muncul juga penyunya. Dan ketika kami sudah merebahkan badan, tiba2 handphone saya bunyi, dan rupanya ada info dari kamar lain kalau ada penyu muncul berdua di depan kamarnya. Heran,,,lelah sangat menguasai kondisi tubuh saya, sehingga kedatangan penyu itupun tidak kami pedulikan. 

Tgl 6 Agustus 2016.

Pagi hari yang mendung, sehingga sunrise pagi itu berlalu begitu saja. Teman satu kamar yang sudah pergi keluar kamar duluan mendadak kembali cepat2 karena katanya mentari tak nampak. Ya sudah,,,kami urungkan niatan pergi ke pantai, dan kami nikmati sarapan pagi di homestay dengan menu nasi kuning khas Derawan (lupa namanya). Ada juga tetangga sebelah yang antar sukun goreng,,,hhmmmm,,,dipadu dengan kopi panas yang dibuat sendiri di depan kamar menjadikan sukun itu tambah nikmat.

Jam 08.00 kami sudah harus kumpul di dermaga untuk mulai hoping island menuju ke 3 pulau tetangga. Tujuan pertama menuju Pulau Maratua, kami mau foto2 cantik di resort yang ada di tengah laut, resort yang sering muncul di promo2 Kepulauan Derawan. Ternyata resort tersebut adanya di Laut Sulawesi (terlihat di ipad, dia membuat album foto2 saya dengan hastag Celebes Sea). 

Eh ternyata speedboat kami lebih dulu sandar di Danau Aji Mangku, kemudian untuk menuju danau kami melewati jembatan kayu yang akhirnya nembus ke hutan2, jalanannya masih penuh dengan karang2 dan perdu, untungnya kondisi ini tidak terlalu lama, hanya beberapa menit berjalan kami sudah sampai ke danau yang dituju. Awalnya kami bingung, hanya seperti inikah penampakan danau Aji Mangku ? Kecil dan kotor airnya ? ini kata kami yang tidak ikut lompat ke danaunya, tapi kata yang sudah lompat ke danau, airnya nampak jernih, berwarna kebiruan dan sangat dalam, dengan pemandangan di kiri kanannya seperti goa / terdapat stalaktit dan stalakmit. Untuk menuju goa mereka kudu berenang ke dalam, nanti akan ketemu mulut goa dan akhirnya keluar ke daratan. Nah untuk yang gak berani lompat maka bisa langsung menuju goa dengan berjalan kaki sebentar akan ketemu goa air ini.

13880238_10206165441169281_1335575906803711679_n.jpg

13886918_10206165441529290_2245487116425679393_n.jpg

13882076_10207037028952497_2014058233870401842_n.jpg

Saya termasuk keduanya, tidak melompat ke danau dan tidak berjalan ke goa, dikarenakan terburu-buru menuju boat karena gerimis turun,,hiks.

Berikutnya kami menuju Danau Laguna Kehe Daing (kami hanya menyebutnya Danau Laguna saja). Ketika saya googling, danau ini lebih dekat dengan Pulau Nunukan yang berbatasan dengan Malaysia. Hhhhmmm gak nyangka kalau saya sudah berkeliaran sampai sini. Di sebelah danau ini juga ada goanya, yang disebut Goa Ikan, goa ini akan terlihat kalau air surut, ketika kami kesini air laut sedang pasang sehingga Goa Ikan tidak nampak sama sekali. Seandainya nampak, kita bisa masuk ke dalam goa dan tembus ke pantai dimana boat disandarkan.

20160806_115200.jpg

13938469_10207037028232479_7362895494424531474_n.jpg

20160806_115422.jpg

Berikutnya, kami menuju Resort Maratua, resort cantik di tengah laut dan pantainya penuh dengan pasir putih nan elok. Tak banyak yang dapat kami ceritakan disini, keindahannya akan nampak dengan nyata di foto2 kami.

20160806_105533.jpg

13902745_10207037034952647_5526647012307847742_n.jpg

20160806_105313.jpg

13900171_10206165439249233_8823195126487192609_n.jpg

20160806_105034.jpg


Dari pulau Maratua kami lanjut ke Pulau Kakaban, kurang lebih 30 menit menggunakan speed boat. Di sini daratannya lumayan jauh, sehingga dari boat yang bersandar kami harus menyeberangi air laut yang lumayan jauh, kemudian nyambung dengan jembatan kayu menuju pulau. Dan ombak lumayan besar ketika boat kami sandar, sehingga kami kudu berpegangan tangan dengan teman2 supaya tidak jatuh tersapu ombak. Tapi apa daya, ada juga teman kami yang jatuh sehingga tasnya basah dan handphone rusak karena kemasukan air.

13876454_10208522096084318_6937077755673157843_n.jpg

20160806_131850.jpg

20160806_132348.jpg

Untuk menuju danau kami harus melewati tangga2 dari kayu, menerobos hutan, naik dan turun, lumayan bikin capai. Kyu yang kita lewati cukup licin karena baru saja turun hujan/gerimis, menjadikan kami kudu pegangan kayu di kiri kanan anak tangga tersebut. Karena mendung maka air danau kelihatan tidak jernih, walau begitu ubur2nya masih kelihatan jelas. Yaaa inilah kelebihan Danau Kakaban, yaitu adanya komunitas ubur2  yang relatif banyak baik ukuran besar dan kecil dan sudah tidak menyengat pula. Kenapa ubur2 di danau Kakaban tidak menyengat ? Ceritanya panjang, yaitu karena ubur2nya yang beradaptasi dengan lingkungan dimana ia hidup. Air danau disini itu air payau, airnya berasal dari air hujan dan resapan air laut, sehingga airnya sudah tidak asin lagi.

13906775_10208522118604881_1074875318349776314_n.jpg

13873062_10208522157725859_968402360298237748_n.jpg

13882564_10206169182182804_1162502889666531366_n.jpg

13873253_10208522156125819_4694585126178657316_n.jpg

Dan ubur2 disini jadi sangat sensitif, gampang mati jika kita tidak hati2 memasuki danau tersebut. Ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan di danau ini, demi untuk menjaga keutuhan komunitas ubur2, diantaranya tidak boleh nyebur langsung ke danau / lompat karena dapat mengagetkan ubur2 sehingga bisa mati, tidak boleh menggunakan kaki katak karena dikhawatirkan akan menghantam ubur2 sehingga bisa menyebabkan kematian juga, apalagi pakai perahu, tentu sangat dilarang.

13901532_10207018397926733_3674620884582509874_n.jpg

20160806_142413.jpg

13934928_10208522149645657_7102018323130654956_n.jpg

Begitu nyemplung ke air sepertinya gak pada mau naik ke darat, memang air danaunya tidak gatal kok, walau kelihatan keruh. Untuk yang suka snorkling bisa juga menikmatinya disini, bahkan ada juga spot snorkling yang sangat bagus yaitu yang disebut Palung Kakaban, tapi namanya juga palung, harap hati2 jangan sampai kita hilang didalam. Itulah sebabnya kami tidak diajak kesana mengingat yang datang kebanyak para pemula snorkling. Tapi chalengge kami juga cuma satu kok, mau foto dan berenang sama ubur2,,,jd begitu sudah dapat foto rasanya sudah cukup puas. Dan segera kami sudahi kegembiraan bersama ubur2 untuk kemudian makan siang di sekitar dermaga.

13876567_10208522140525429_5237410880240357046_n.jpg

Sehabis makan dan bersih2 sampah yang ada, kami lanjutkan perjalanan menuju Pulau Sangalaki, sebuah pulau sebagai tempat hidupnya penyu sisik hijau dan penyu hitam, disana ada juga penangkarannya.

Dengan baju basah2 kami bertahan, sisa explore 1 pulau lagi untuk hari itu, Pulau Sangalaki yang terkenal dengan keindahan divingnya. Para diver dar mancanegara biasanya mengincar spot2 tertentu misalnya spot Pari Manta yang lebarnya bisa mencapai 5,5 meter, bayangkan betapa kerennya. Untuk menikmati snorkling dan diving biasanya mereka menginap di resort2 yang ada di pulau Sangalaki. Tapi jumlah resort juga hanya sedikit, karena area ini lebih banyak disediakan untuk konservasi penyu saja. Dan kami termasuk yang hanya menikmati keunikan tukik2 penyu yang masih ada di penangkaran. Lucu sekali mereka, dan menurut yang jaga disitu, mereka memunguti anak2 penyu yang baru menetas untuk kemudian ditampung ke dalam sebuah bak air, menunggu mereka kuat sedikit baru dilepas kembali ke laut. Cerita anak penyu sangat memilukan, jika proses penetasannya alami, maka begitu dia baru menetas dan akan kembali ke laut maka para predator sudah siap2 menghadang untuk memangsanya. Makanya setiap malam petugas di Badan konservasi penyu ini keliling ke pantai untuk mengintip para penyu bertelur sekaligus menangkapi anak2 penyu yang beru menetas dan menyelamatkannya. Predator yang sering ada di pantai ini adalah biawak, kalau dulu manusia juga sering mengambil telor2 penyu untuk dijual dan dikonsumsi, sekarang sudah tidak lagi karena undang2nya sudah jelas.

20160806_160904.jpg

20160806_163400.jpg

20160806_161922.jpg20160806_162005_001.jpg

20160806_163550.jpg

20160806_164127.jpg

Jika dituruti barangkali melihat sunset disini akan bagus, tapi seharian melaut rasanya badan sudah capai sekali, sehingga kamipun langsung menuju boat kami yang jauh di tengah lautan. Yaaa,,,air laut di tepian sangat dangkat, boat kami kandas karenanya, sehingga untuk menuju boatpun serasa loyo,,,hampir 1 km jalannya,,,huffffff

Tanggal 7 Agustus 2016

Perjalanan pulang ke Jakarta via Tarakan, kurang lebih 3 jam kami kudu bergelut dengan ombak di lautan (lagi), yang suaranya sangat menggelegar jika menerpa dinding boat, begitu dahsyatnya kekuatan air. Begitu sampai di dermaga / pelabuhan Tengkayu Kota Tarakan, kami dijemput mobil elf untuk menuju pusat oleh2 khas Tarakan. Kami singgah di Toko Nirwana yang ada di Jl  Yos Sudarso no.9 Tarakan. Berbagai snack tersedia disini juga ikan pepija, udang kering, dodol rumput laun, amplang bandeng yang ternyata super lembut dan renyah beda dengan amplang lainnya yang kalau dimakan bunyi pletak2. Juga beraneka varians cokelat, kebanyakan kalau yang ini produk dari malaysia, seperti oats misalnya. Harganya standard beda tipis dengan harga di Jakarta.  

.facebook_1471580610174.jpg

.facebook_1471580597234.jpg

Setelah kira2 sudah cukup bawaan masing2, kami lanjutkan perjalanan ke tempat makan siang, saya tidak nanya ke pemilik resto ini, tapi dari namanya kok seperti orang Jawa Tengah ? Dan masakannya juga beraneka macam masakan Nusantara, ada olahan ayam, ikan baik bakar maupun goreng, namanya Rumah Makan Sundari. Di rumah makan inipun kami sempat menumpang shalat Dzuhur, yang punya sangat ramah begitu juga karyawannya, pokoknya recomended yaaaa JJ'er,,,,! Oh yaaaa,,,lokasinya ada di sekitar Jl Mulawarman yaaa,,

.facebook_1471580582643.jpg

Kami di Tarakan seperti di buru2, karena ada salah satu teman kami yang kebagian tiket pesawat sore, jadi jalan2nya marathon, untungnya di Tarakan jalanan lengang, jadi hanya singgah sebentar2 sudah dapat banyak destinasi, dan walaupun kota Tarakan merupakan kota yang terluas di Kaltara (saat ini masuk Kalimantan Utara ya ?) namun tempat wisatanya tergolong sedikit jadi dalam waktu sekejap habislah sudah, kecuali yang punya waktu lama2 bisalah dinikmati keindahannya dengan sepuasnya.

Seperti ketika kami singgah di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan, jika diturutin barangkali kami kepengin mengelilingi seluruh area mangrove, karena suasana disini teduh dan sejuk jadi terdapat kedamaian disini, bayangkan setelah kami panas2an di boat dan didalam kota Tarakan ? begitu masuk hutan mangrove maknyeeeeezzzzzzz,,,adeeem bener. Dan yang terutama bikin penasaran itu karena berharap ketemu sama Bekantan, monyet langka dan satu2nya di Indonesia ya ada disini. Wajahnya kayak manusia bule, hidungnya panjang khusus yang jantan dan menutupi mulutnya, sangat lucu kan ? Setalah kami berkeliling cukup jauh barulah kedengaran ada suara dahan tergoyang, pastilah itu Bekantan.

13892320_10206164338901725_4642682638492754281_n.jpg

.facebook_1471579966841.jpg

Dan benar, setelah didekati ternyata hanya ada 1 ekor Bekantan jantan, 2 lainnya betina, perhatian kami tentu tertuju pada yang jantan, karena bentuknya yang unik itu. Dia duduk manis di dahan pohon, kemudian berjalan ke tangga2 yang sengaja dibuat untuk tempat bermain para monyet. Kami tidak tahu apakah monyet ini jahat atau tidak ? Yang jelas kami tidak mau mereka terusik, jadi dengan sembunyi2 kami ikuti mereka dan ambil fotonya.

.facebook_1471580020778.jpg

.facebook_1471579995570.jpg

.facebook_1471580566719.jpg .facebook_1471580497932.jpg

Ekor Bekantan ini lebih panjang dari badannya, saking mirip bule itulah, makanya orang sana menyebut monyet ini "monyet walanda/belanda". Sungguh kaya negara kami tercinta ya ? Dan karena siang hari maka air laut sedang surut, sehingga akar2 pohon mangrove ini pada kelihatan, menambah artistiknya hutan ini. Jika diamati maka banyak sekali binatang2 kecil yang ada di akar2 pohon ini, biota laut yang patut dilestarikan. Juga ada satwa2 lainnya seperti jenis2 burung dan monyet biasa.

tarakan1.jpg

Kemudian, di Tarakan juga ada rumah adat Dayak Tidung, baru tahu setelah di tarakan, ternyata Suku Dayak masih ter-bagi2 lagi menjadi banyak rumpun, kalau di data katanya lebih dari 400an rumpun, namun orang tahunya Suku Dayak saja kan ? Nah kalau Suku Dayak Tidung ini pada akhirnya menurut sejarah memeluk Agama Islam, sehingga untuk supaya mudah membedakannya mereka lebih memilih disebut sebagai Suku Tidung saja, walaupun nenek moyang mereka sama2 orang Dayak.

13879277_10206165405688394_7962868368728391684_n.jpg

13920657_10206165405888399_1911495014750863688_n.jpg

13920580_10206165283285334_686001058248211148_n.jpg

Rumah ini sudah kelihatan modern ya ? Katanya sudah dipadukan dengan jenis rumah adat Dayak rumpun lainnya. Disini kalau hari Minggu sebenernya ada pentas seni berupa tarian2 adat, yang ditayangkan jam 17, tapi apa daya karena ada teman kami yang akan terbang jam 17 maka kami tidak bisa menunggunya. Kami habiskan waktunya di toko souvenir khas Tarakan yang gallerynya ada di sisi sebelah kiri rumah adat ini. Disitu tersedia berbagai kain, tas, gantungan kunci, mandau dll khas milik Suku Dayak.

tarakan2.jpg

tarakan3.jpg

tarakan.jpg

Untuk yang kepingin ngopi juga tersedia cafe di rumah adat bagian tengah, dan tersedia juga makanan kecil seperti singkong dan pisang khas Tarakan.

Selesai sudah jalan2 kami kali ini, tepat pukul 16 WITA kami tinggalkan rumah Adat Baloy namanya, dan langsung menuju Bandara Juwata Kota Tarakan. Dan rupanya perburuan oleh2 juga belum selesai sampai disini karena ternyata di dalam bandara ada kios Kepiting Soka yang sering jadi incaran para Travellers juga rupanya. Harganya tidak terlalu mahal, kurang lebih Rp. 100.000an per kotak tergantung isinya yang berapa ekor.

13882381_10206165286485414_4194101714836118598_n.jpg

13882650_10206165286845423_8670852681030711901_n.jpg

Sampai disini dulu JJ'er sharing cerita tentang Kepulauan Derawan, semoga bisa menginspirasi teman2 untuk menuju kesini.

Salam Jalan2 Indonesia.....!!

 

Foto by :

Titi S Soeparno

Anisa Rahmadi

Tantin Krissanti

Najla Tour

007594800_1439706402-20150816-pulau_sangalaki-peta.jpg

Desktop.ini

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 8/16/2016 at 4:59 PM, Titi Setianingsih said:

Jam 09.00 kami melanjutkan penerbangan ke Berau dengan menggunakan Garuda, terbayang bakal dapat makan niih,,,makanya kami tidak sarapan terlebih dahulu. Ternyata karena penerbangannya singkat kurang lebih 1 jam, jadi kami hanya mendapatkan snack saja, tapi sudah lumayan buat pengganjal perut kami yang sudah kelaparan.

Hahaha... Iya, biasanya flight 2 jam an ke atas baru dapat makan.

On 8/16/2016 at 4:59 PM, Titi Setianingsih said:

13887085_10206165447729445_6110678794437570678_n.jpg

Duuh.. pengen buru buru cuti buat maen aer deh :tersipu

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, Titi Setianingsih said:

@HarrisWang

kapan2 aq juga mau ke Malaka,,,nanti nyontek itinnya ya mas

Siap bu, tapi kayaknya bakalan ada 1 hari yang nyantai nyantai doang, ga siapin rute karna mau ketemu sama teman disana, cuma mau ngopi ngopi atau main ke rumahnya  :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
5 hours ago, eka wibisono said:

Hmm..menarik jg obyek ya yg diliat mbak @Titi Setianingsih..... tp lumayan lama jg perjalanannya....hehehe. Gak ada acara kulineran makanan khas mbak?

Ada pas sarapan Cik Eka, pas pesen makanan khas ibu warungnya gak jualan...lupa lagi namanya yg terbuat dr bulu babi... 

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, Titi Setianingsih said:

kalau lewat Berau paket 5,3 juta mas Deffa. Tahun depan Maya dkk mau ambil paket via Tarakan, cuma 4,....juta, aq lupa pastinya berapa

hoo lebih murah dari tarakan ya

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By braska
      Foto diambil dari Tokyo Tower - (k)
      Hallo semua,
      Tahun ini saya berkesempatan mengunjungi Tokyo beberapa kali. Kebanyakan bersama teman2 (thx untuk teman2 II dan IV) dan beberapa kali dengan partner. Banyak yang bertanya ke saya tentang itinerary selama di Tokyo, jadi saya pikir lebih baik saya buatkan dalam satu Thread yang nantinya tinggal di share URL nya.
      Thread ini akan saya buat dalam beberapa tahap, dan diharapkan sudah bisa selesai sebelum bulan Desember 2018 berakhir.
      Beberapa pokok bahasan yang akan diulas dalam Thread ini antara lain
      I Persiapan
      II Itinerary
      III Kereta di Tokyo
      IV Shopping
      V Tempat Wisata Gratis
      VI Tempat Wisata Berbayar
      VII FAQ
      PERNYATAAN :
      FOTO
      Semua Foto yang tidak ada tanda dalam Thread ini berarti di ambil dari Google dan Screenshot, sedangkan foto yang bertanda merupakan hasil jepretan dari 
      (i) I Edy S
      (a) Adhitya A W
      (k) R CJatmiko
      WEBSITE
      Saya tidak memiliki kepentingan apapun dengan website yang ada dalam thread ini. Moderator dapat menghapus link jika di perlukan
      MUSIM
      Yang di bahas dalam Thread ini hanya untuk keberangkatan pada Musim Dingin di Tokyo dan sekitarnya, anda dapat tetap membaca thread ini dengan melakukan beberapa penyesuaian jika ingin bepergian di Musim lain.
      STYLE
      Khusus Perjalanan ke Tokyo, perjalanan saya bukan perjalanan Backpacker, saya selalu membawa Koper, naik penerbangan Full Service, Tinggal di Hotel, tetapi mencari harga paling murah yang bisa di dapatkan  
       
      I Persiapan
      Saya selalu menikmati Tokyo (sama halnya dengan saya menyukai Bangkok) Kota ini sangat hidup, penuh dengan budaya Jepang yang kental di satu sisi dan teknologi modern di sisi lain. Khusus untuk Musim dingin, saya menyukainya karena
      1. Musim dingin tidak ada di Indonesia, 2. Tidak terlalu berkeringat, 3. Ada banyak foto indah yang bisa di peroleh di musim dingin, 4. Salju, 5. Harga Tiket dan Hotel lebih murah...(ya, bandingkan jika anda pergi ke Jepang untuk melihat Sakura mekar) Jika kalian ingin mencoba musim dingin di Tokyo ayo kita mulai persiapannya.
      1. Passport dan Visa
      Untuk keluar negeri tentu saja kita harus mempunyai Passport dan untuk bisa ke Jepang kita juga harus mempunyai Visa. Ada banyak cara membuat passport yang bisa di temui di Google karena itu saya tidak akan mengulas lebih lanjut. Silakan masuk ke www.google.co.id lalu ketikkan "cara membuat e paspor" dan kalian akan menemukan lebih dari 100.000 tautan.
      Yang ingin saya sampaikan disini adalah BUATLAH E-PASSPORT, jangan membuat Passport biasa. Membuat passport biasa untuk bepergian ke Jepang sangatlah menyusahkan, karena artinya kita harus mengurus Visa. Sedangkan jika menggunakan E Passport kita tinggal mengurus Visa Waiver.
      Berikut saya tunjukkan perbandingannya :

      Dari perbandingan di atas terlihat kan, mempunyai E Passport berarti anda mengurangi keribetan mengurus Visa, jika visa di tolak anda terpaksa harus merelakan tiket pesawat PP dan (mungkin) hotel yang hangus. Sebaliknya jika anda mempunyai E Passport anda tinggal mengurus Visa Waiver terlebih dahulu baru melakukan pemesanan tiket pesawat, hotel, dll sesudah Visa Waiver di kabulkan. Anda juga bisa melewatkan ketakutan yang paling banyak di bicarakan orang saat membuat Visa "HARUS PUNYA DUIT MINIMAL SEKIAN PULUH JUTA", karena penguruan Visa Waiver hanya memerlukan E Passport anda. 
      Peluang untuk mendapatkan Visa Waiver juga sangat besar, jika anda orang baik2 tidak punya catatan kriminal, tidak pernah ditangkap di Jepang, maka saya bisa bilang Anda pasti dapat Visa Waiver.
      Cara mengurus visa waiver Jepang bisa di dapatkan dengan mengetikkan "cara membuat visa waiver jepang" di Google.
       
      2. Tiket
      Saya bukan orang yang anti dengan penerbangan Low Cost, pada dasarnya saya malah lebih sering menggunakan Maskapai Low Cost ketimbang Full Service, tapi mari saya tunjukkan kenapa saya lebih memilih penerbangan Full Service untuk pergi ke Tokyo
      Maskapai Low Cost hampir selalu menggunakan transit flight dari Jakarta ke Tokyo. Efeknya sangat berbahaya, saya sudah 2x mengalami kejadian tidak mengenakkan. Waktu transit biasanya hanya 1,5 - 2 jam. Akibatnya jika penerbangan dari Jakarta delay maka (hampir) dapat dipastikan (walaupun kita tidak ketinggalan pesawat menuju Tokyo) tidak cukup waktu untuk memindahkan bagasi kita. Kejadian paling parah yang saya alami adalah berada di musim dingin tanpa jaket tebal (yang tertinggal di Kuala Lumpur). Saat itu perlu 2 hari untuk bagasi saya sampai di hotel. Alhasil liburan sudah tidak lagi menyenangkan, dan saya harus rela kehilangan suara selama 2 minggu karena terkena radang tenggorokan (kupluk, syal dan semua baju ganti ada dalam koper di bagasi). Sekarang  bagaimana jika waktu transitnya lama, misal 16 jam. Anda mau tidak mau harus mengeluarkan uang lagi untuk membayar hotel di lokasi transit. Tentu saja ada pilihan untuk tidur di bandara. Tapi sebagaimana telah saya tuliskan di atas style perjalanan saya bukan backpacker. Jam kedatangan dan keberangkatan Maskapai Low Cost sering mengakibatkan anda kehilangan 1 hari di Hotel. Begini contohnya : Jika anda Tiba di Tokyo Pukul 23.00 maka sesudah proses imigrasi, pengambilan bagasi, transportasi dll maka kemungkinan anda akan tiba di hotel Pukul 01.00. Waktu Check in hotel biasanya adalah pukul 14.00 sehingga mau tidak mau anda telah kehilangan 1 hari di hotel yang telah anda bayar. Selain itu waktu keberangkatan juga seringkali jadi masalah. Maskapai Low Cost sering berangkat di jam-jam malam seperti 23.50, padahal waktu Check Out hotel Tokyo adalah 11.00 akibatnya ada waktu lebih dari 12 jam luntang lantung tanpa tempat istirahat. Ada biaya tambahan untuk bagasi di penerbangan Low Cost. Biasanya berkisar 400 - 700 ribu tergantung beratnya. Berarti kalau PP bawa bagasi maka ada tambahan biaya sekitar 1 juta dari harga tiket. Penerbangan ke Tokyo memakan waktu lama, direct flight saja bisa lebih dari 7 jam. Lalu di pesawat kita mau ngapain? duduk, diem, merenung dan tidur? jika anda memilih untuk mengisi perut maka ada biaya lagi yang harus di keluarkan untuk pemesanan makanan.  Ok, jadi kita akan memilih penerbangan full service yang menyediakan makanan dan minuman, entertainment flight, jarak antar kursi yang lapang, jam penerbangan yang tepat dengan kebutuhan, free bagasi, dan semua fasilitas lain yang tidak di dapatkan di penerbangan low cost. Mahal dong? Jawabnya TERGANTUNG. 
      Ini contoh penawaran maskapai low cost

      Dan ini tiket yang saya beli 

       
      Saya terbang menggunakan JAL yang masuk dalam daftar 5 Star Airlines. Bagasi 46 kg FREE, Full Service, dengan Jam kedatangan 15.45 dan Jam keberangkatan 17.45. Harga yang saya dapatkan lebih murah daripada maskapai Low Cost.
      Jadi bagaimana caranya? Saya menggunakan SkyScanner (silakan Googling). Dengan SkyScanner kita dapat melihat kapan, maskapai mana, dan website mana yang memberikan tiket paling murah. Tentu saja jika kita membeli dari jauh2 hari kita memiliki lebih banyak pilihan harga yang mungkin dapat berubah. Oh ya, sekali kita melakukan pencarian lewat SkyScanner maka saat membuka email, googling dan menggunakan media sosial iklan yang ditampilkan biasanya adalah iklan harga tiket yang paling murah. Rajin2lah mengecek harga tiket lewat SkyScanner karena FYI, harga tiket JAL biasanya 16juta sekali jalan. Harga 7,3juta PP saya dapatkan menggunakan Fasilitas "Dapatkan Info Harga" yang ada di situs SkyScanner. Fasilitas ini memungkinkan kita mendapatkan harga terbaru dari rute yang kita tuju.
      Sekedar tambahan, Tiket penerbangan dari Jakarta - Paris PP untuk Maret 2019 saya dapatkan dengan harga lebih murah daripada tiket ke Jepang. Lagi2 dengan SkyScanner.
       
      3. Hotel
      Rata-rata hotel di Jepang memiliki kamar yang kecil tapi harga yang "besar". Tokyo pun termasuk. Harga properti di Tokyo yang sangat mahal membuat Tarif Hotel juga tinggi untuk ukuran Indonesia. Walaupun demikian tetap saja jika bersedia susah sedikit masih ada kamar2 kapsul dan dormitory yang berharga di bawah 500ribu permalam. 
      Menyesuaikan style jalan-jalan, saya memberikan beberapa kriteria untuk memilih Hotel di Tokyo.
      Carilah hotel yang dekat dengan stasiun kereta. Kereta adalah transportasi nomor 1 di Tokyo. Dalam kondisi cuaca yang dingin akan lebih baik jika Hotel dekat dengan stasiun kereta sehingga kita tidak perlu berlama2 diluar. Hotel yang dekat dengan stasiun kereta juga memudahkan anda untuk menepati jadwal itinerary. Bawaan anda cenderung banyak, karena musim dingin membuat pakaian yang harus disiapkan berlapis2. Jika mendapatkan kamar hotel yang terlalu kecil maka anda akan kesulitan sendiri dalam meletakkan koper dan barang belanjaan Pastikan hotel anda memiliki sistem penghangat ruangan yang baik dan air panas yang mengalir 24 jam non stop. Saya tidak bisa membayangkan jika di tengah suhu 0 derajat lalu harus mandi pagi dengan air yang tidak terlalu panas karena sistem air panas dipakai beramai-ramai. Akan lebih baik jika Hotel menyediakan sarapan pagi. Buat anda yang terbiasa mengisi perut di pagi hari, tentu akan runyam jika harus jalan dulu mencari sarapan di tengah udara dingin. Hotel di sekitaran Tokyo memang lebih mahal daripada yang mengarah ke luar kota. Tetapi anda akan lebih mudah menentukan jalur tujuan jika berada di dalam kota. Dalam beberapa kesempatan, saya selalu memilih hotel yang sama untuk tempat menginap. Hotel Villa Fontaine Hatchobori. Hotel ini merupakan salah satu hotel dari jaringan Villa Fontaine yang tersebar di seantero Jepang. Saya memilih hotel ini karena semua kriteria yang saya sebutkan di atas dapat diakomodir. Harganya pun menurut saya termasuk murah. Sekitar 1,2 juta permalam, yang kalau di share bersama teman sekitar 600 ribuan permalam (sudah include sarapan), ukuran kamarnya juga sedikit lebih besar dari ukuran kamar di daerah Shinjuku dengan harga yang lebih mahal.
      Hotel ini hanya sekitar 1 menit jalan kaki dari Stasiun Kayabacho (uniknya Hotel Villa Fontaine Kayabacho justru sedikit lebih jauh dari stasiun Kayabacho, jadi jangan sampai salah hotel). Stasiun Kayabacho hanya berjarak 3 stasiun dari Ginza, 2 stasiun dari Otemachi, 3 stasiun dari Akihabara, bahkan hanya 5 stasiun dari Ueno dimana kita bisa melanjutkan perjalanan dengan Shinkansen. Posisinya sangat strategis.

      Suasana luar hotel - (a)

      Lobby - (a)

      Lift - (a)

       
      4. Pakaian
      Tidak bisa dielakkan Pakaian Musim Dingin pasti lebih tebal dan berlapis dibandingkan jika kita ke Jepang di musim panas. Suhu udara di Tokyo sepanjang musim dingin berkisar di angka -2 sampai 7 derajat celcius. Demi kenyamanan anda saya menyarankan untuk menggunakan 3-5 lapis baju. Tentu saja hal ini bergantung dari ketahanan tubuh anda terhadap udara dingin. Berikut list pakaian yang perlu dibawa :
      Kupluk Syal Long John Jaket / Sweater / Vest Mantel / Jaket Salju Celana Panjang (bahan cordoray lebih bagus) / Celana Insulated Sarung tangan Jika ada rencana untuk bermain salju saya sarankan dari awal bawalah celana insulated, celana ini memiliki beberapa lapisan, bagian paling luar memiliki jenis parasut sehingga tidak mudah kemasukan air, dan bagian paling dalam merupakan lapisan yang menghangatkan kaki. Hindari bermain salju dengan celana jeans, karena dapat merembes dan membasahi kaki. Oh ya, harga barang2 di atas sangat bervariasi tetapi ada beberapa lapak di tokopedia yang menjual Perlengkapan musim dingin dengan harga sangat murah tetapi kualitasnya bagus. Sebagai contoh saya mendapatkan mantel dengan harga 400 ribuan dan celana insulated dengan harga 100 ribuan. Nyaman saat di gunakan. Coba saja di searching.

       
      5. Komunikasi
      Sebenarnya Tokyo adalah kota yang ramah Wifi, kira-kira kalau diterjemahkan banyak Free Wifi bertebaran dimana-mana, di dalam bus, di tempat2 wisata, di stasiun kereta, dan pastinya di hotel. Hal ini memudahkan anda untuk berkomunikasi baik via media sosial maupun aplikasi chatting. Fasilitas free wifi ini dapat di peroleh dengan melakukan sign in ke salah satu jaringan wifi yang akan meminta anda untuk mengklik tautan yang di kirimkan ke email anda. Biasanya anda akan mendapat kesempatan 5 menit free yang dapat digunakan untuk membuka email dan mengklik tautan untuk mengkonfirmasi penggunaan free wifi.
      Walaupun demikian saya tidak menyarankan anda untuk bergantung pada fasilitas Free Wifi. Saya tetap menyarankan untuk mempergunakan jaringan komunikasi sendiri. Ada beberapa alternatif yang bisa anda lakukan :
      Beli SIM Card di Jepang  Beli SIM Card dari Indonesia Sewa Paket Wifi Bagi yang berangkat dalam rombongan, saya lebih menganjurkan untuk menyewa paket Wifi. Dalam 1 router biasanya bisa dikoneksikan untuk 6-8 alat. Sehingga jika di share biaya sewanya jadi lebih murah. Contoh untuk router unlimited 4G yang saya sewa dari QL Liner (via Klook.com) saya hanya perlu membayar Rp 115.000 per hari. Alat ini dapat dipergunakan untuk 14 alat sekaligus. Sehingga jika di share biaya ke 7 orang (masing2 mempergunakan 2 alat), 1 orang hanya perlu membayar Rp 16.500 per hari. Harga ini jauh lebih murah daripada membeli SIM Card dari Indonesia atau membeli di Jepang. Tetapi wajib diingat, kelemahan Wifi adalah jika pembawa router terpisah lebih dari 10 meter maka teman2nya yang lain tidak lagi mendapat sinyal. Kemudian jika alat hilang atau rusak ada denda yang lumayan besar sekitar 42.000 yen. Selain itu jangan lupa untuk membawa Power Bank sebab jika router kehabisan batrei maka komunikasi anda juga akan terputus.
       
      Jika anda memilih menggunakan SIM Card maka anda akan terhindar dari keribetan menenteng router kemana2. Selain itu anda tidak perlu harus selalu berada di dekat router untuk melakukan komunikasi. Kapan saja anda ingin menghubungi teman, atau upload instagram dapat dilakukan langsung.
      Untuk SIM card tidak ada salahnya anda melihat2 di website GlobalKomunika, mereka memberikan banyak pilihan paket SIM Card (Paket Data SAJA). Dengan membeli SIM Card langsung dari Indonesia anda bisa langsung mengaktifkan HP Anda saat berada di Bandara Narita / Haneda. Sayangnya ada batasan Quota 4G yang harus anda perhatikan saat memilih menggunakan SIM Card. Untuk SIM Card seharga Rp 195.000 anda bisa mendapatkan Quota 4G sebanyak 3GB untuk waktu 8 hari. Setelah itu jika Quota habis maka kecepatan akan turun menjadi 2G. Jadi jangan terlalu sering melakukan Video Call atau berselancar di Youtube jika anda menggunakan SIM Card. Jika anda memutuskan menggunakan SIM Card harap di baca baik2 petunjuk penggunaannya (sudah disertakan bersama SIM Card), karena tidak semua HP secara otomatis melakukan pengaturan APN.

       
      6. Tiket Wisata
      Kepada siapapun yang ingin ke Jepang saya selalu menyarankan untuk mempersiapkan Itinerary dengan sebaik-baiknya. Sejak awal pastikan tempat-tempat yang ingin anda tuju. Lalu lakukan survey untuk melihat apakah tempat2 tersebut membutuhkan tiket masuk. Kenapa hal ini penting : karena banyak tempat wisata di Tokyo yang memberikan Harga Tiket lebih murah saat pemesanan di lakukan di awal ketimbang saat anda datang dan membeli langsung di loket. Selain itu anda dapat menghemat waktu untuk melewatkan antrian orang2 yang ingin membeli tiket pada waktu bersamaan.
      Beberapa tempat wisata bahkan TIDAK MENJUAL TIKET DI TEMPAT. Jika anda ingin mengunjungi Fujiko F Fujio Museum, atau Ghibli Museum maka anda harus melakukan pemesanan dari sebulan sebelumnya. Karena jika anda langsung datang ke tempat tersebut tanpa memiliki tiket maka bersiaplah untuk kecewa. Anda tidak akan bisa masuk.
      Ada banyak situs yang menjual tiket wisata secara online, saya secara pribadi lebih sering memesan lewat Klook. Silakan lakukan pengecekan apakah Tiket tempat wisata yang ingin anda tuju tersedia di website mereka. Tapi sekali lagi lebih baik anda membeli tiket lewat online karena harga yang di dapat sering lebih murah daripada membeli langsung, sekaligus memastikan rencana liburan anda tidak berantakan karena gagal mendapat tiket.
       
       
    • By min0ru
      Pagi itu, saya dan keluarga mendarat di Kansai International Airport (Osaka) pukul 08.30 waktu setempat. Ini kali kedua saya mengunjungi negara yang kawaii ini dan kota pertama yang akan saya kunjungi adalah Takayama. Seusai mengambil bagasi, saya bergegas menuju ke JR Office untuk menukarkan JR Pass (Japan Railway Pass). Antrian ternyata cukup panjang mengular dan menghabiskan waktu lebih dari 30 menit sampai akhirnya saya mendapatkan JR Pass.
      Cara Menuju ke Takayama
      Karena saya menggunakan JR Pass, jadinya kami bisa langsung naik ke Shinkansen (kereta cepat). Dari Kansai International Airport (KIX) kami mengarah ke Shin-Osaka Station dahulu baru nyambung kereta lagi ke Nagoya Station sebelum akhirnya menggunakan Hida Train (JR) dan turun di Takayama Station.
      Jalan Sore di Takayama

      Sesampainya di Takayama, saya langsung bergegas menuju hotel karena memang sudah waktunya check-in, lagipula repot rasanya jika harus berjalan-jalan menggeret koper. Kami menginap di J-Hoppers Takayama yang jaraknya hanya 10 menit berjalan kaki dari Takayama Station.
      Saya bertanya kepada resepsionis hostel mengenai apa saja yang bisa dilihat di Takayama ini dan dijawab dengan sangat ramah olehnya. Jadi di Takayama ini ada bagian kota tuanya yang cukup ramai tapi hanya di akhir pekan dan banyak street food. Karena kami datang di hari biasa, jadi kami cukup manyun dan memutuskan untuk eksplorasi saja jalan-jalan di Takayama.
      Sebelumnya kami makan dulu di restoran ramen yang dipilih secara random karena cukup ramai. Rasanya pun cukup enak dan menghangatkan. Saat itu cuaca cukup dingin kalau tidak salah sekitar 5-10°C. Sayang banget karena kalap saya ngga sempet mengabadikan foto makanan maupun restorannya. 
      Berseberangan dengan restoran rame, ada sebuah jembatan kecil  untuk menyeberang sungai dan ada jalanan kecil di sisi sungai tersebut yang cukup cantik untuk berfoto. Jadilah ambil beberapa frame dulu ☺️. Ngga kerasa hari cepet banget gelap, suasana lampu bangunan tua satu persatu mulai menyalah membuat suasana malam itu makin cantik. Kebayang ngga sih bangunan tua yang kebanyakan berbahan kayu dihiasin lampu berwarna kuning atau lampion berwarna merah? 
      Malam itu kami kembali lebih cepat ke hostel, karena ngga banyak lagi tempat yang bisa dilihat dan memang tujuan ke Takayama ini hanya persinggahan untuk menuju ke Shirakawa-Go.
      Keindahan Desa Sejarah Shirakawa-Go (UNESCO's World Heritage Sites).

      Cara yang saya gunakan untuk menuju ke Shirakawa-Go dari Takayama adalah menggunakan tur yang di arrange oleh J-Hoppers Hostel. Kenapa saya memilih tur dari J-Hoppers? Karena harganya lebih murah ¥500 untuk orang yang menginap di J-Hoppers, kan lumayan 4 orang sudah jadi semangkok ramen. 

      Bus melaju dengan santai ke Shirakawa-Go, dalam waktu kurang dari 1 jam kami sudah tiba di situs bersejarah ini. Kami diberikan waktu bebas selama 2 jam di desa ini. Ngga pake lama, saya langsung ngacir turun dari bus dan cari spot buat pepotoan.


      Rumah-rumah di desa ini disebut Gasshō-style atau bebentuk seperti tangan sedang berdoa. Atapnya terbuat dari susunan jerami yang sangat kuat dari berbagai cuaca. Walaupun hanya terbuat dari jerami tetapi pada musim dingin tetap dapat menghangatkan dan sejuk saat musim panas.


      Senangnya saya liat sisaan salju yang masih terhampar luas dan tebal, pengen rasanya tambahin duren sama cendol trus sirup tjampolay~ *eh. 
    • By Dennis.Rio
      TOKYO 東京.....
      day 3
       
       
       
       
       
       
       
    • By Dennis.Rio
      POCKET WIFI di Jepang......
       
       
       
    • By ko Acong
      Bagi yang bosan di Kuala Lumpur boleh melipir ke Melaka cuma 2 jam perjalanan loh.
      Berapa uang yang saya habiskan selama main ke Malaka? Normalnya tiket pesawat PP 1 jutaan. Yang pasti tiket PP Indonesia-Kuala Lumpur kemarin saya dapat Rp 169.000 saja Malaysia Airlines Business Class (Promo).
      Mari kita hitung pengeluaran saya selama 2 malam 3 hari di Melaka:
      Tiket Bus, via Terminal BTS (Bandar Tasik Selatan) cukup 24 x 2 = 48 RM
      Jika langsung bus PP harganya 70 Rm, perbedaan waktu hanya 1 jam. Kelebihan transit di  BTS setiap 30 menit ada Bus. Kekurangannya, jika ketingalan jadwal bus harus buang waktu selama 3 jam.
      Hotel Saya Pake Hotel Hong https://goo.gl/maps/fhwLNd6fmzp
      yang terkenal buat Backpackers, karena serasa Hotel Keluarga ada di antar jemput di terminal bus dan ketika diantar mereka melepas kita satu persatu, sampai aman di terminal bus dan mengarahkan ke platform yang seharusnya. Terima kasih Ci Amey dan karyawan hotelnya yang bersih. Harga selama 2 malam kisaran Rp 550.000. 
      Tranportasi di Melaka semua ditempuh dengan berjalan kaki. Estimasi makan minum, cukup Rp. 100000 perhari, di tiap menu makanan perhari ada daging nya lumayan wah juga sih.
      Tinggal kita hitung oleh2 jajan yang aneh-aneh dan lainnya, jadi estimasi main di Melaka selama 2 hari:
      Bus 48 Rm = Rp 175.000 Hotel 2 malam = Rp 550.000 Biaya makan minum = Rp. 300000 Jumlah Rp 1.025.000.- sesuai Hitungan awal budget cukup 1 jutaan.
      Hehehe namun belum termasuk Cendol Musang King dan oleh-oleh Durian Jam San Shu Gong yang legenda, Wueeenak lembut banget. Nah bila mau lanjut main di Kuala Lumpur, cuma tinggal nambah hotelnya sekitar Rp 500.000 per malam.
      ____________________________________________________________________________________________________________











    • By Daniyah Isa
      Assalamualaikum 
      Salam kenal,
      Panggil saya, Nia
      Ini adalah pertama kalinya saya pergi ke LN dg mengurus semua keperluan sendiri. Biasanya, sdh terima beres dari kantor, karena memang ada urusan. Nah, destinasi yg saya pilih tdk jauh tp harus berkesan ! Melaka. Kota yg ditempuh dlm waktu 2 jam dari KLIA2. 
      Gimana caranya saya bisa sampai ke sana ? Inih dia, detailnya ;
      1. JKT-KLIA2
      Pesan tiket pesawat yg everyone can fly dari situs resmi. Lama waktu sekitar 2 jam, berangkat 10:10am sampai KLIA2 13:15pm.
      Di KLIA2, ikuti saja petunjuk arah yang ada, sambil ikuti arus kemana orang-orang pergi. Nanti, ada eskalator naik, lalu ada eskalator turun langsung ke tmpt imigrasi. Setelah keluar dari imigrasi, saya temukan mall dg counter-counter barang branded. Semacam Grand Indonesia, kalau di Jakarta.
      Buat yg terburu-buru sampai ke KL dg cepat, mgkn ada urusan meeting or apa, bisa lurus terus ke pintu keluar. Di samping pintu keluar ada loket pembelian tiket KL Ekspres, seharga 55RM dg waktu tempuh 33menit ke stasiun KL SENTRAL. Dari KL Sentral, bisa pilih kemana saja tujuan teman-teman yg mau dicapai. Ibarat di Jakarta nih, KL Sentral tuh Manggarai. 
      Tujuan wisata saya, dan teman saya adalah Melaka. Belajar dari blog dan bbrp artikel, butuh kendaraan bus utk sampai ke sana. Hanya bus saja, tdk ada kereta atau MRT yg menuju ke sana. Saya pun, turun lagi ke lantai G dg eskalator. Jangan takut kesasar ! Banyak petugas keamanan yg berjaga.
      Sampai di lantai paling dasar, ada sederet loket yang menjual tiket bus, taxi, sewa kereta (mobil). Langsung saja, membeli tiket bus Transnasional tujuan Melaka Sentral, seharga 24.10RM. Di tiket sudah tertera nomor tempat duduk, gate tempat menunggu. Wah, pokoknya tertib dan teratur! Meskipun busnya lebih bagusan DAMRI sih bagi saya, hehehe.
      2. Melaka dan Wisatanya 
      Selama 2 jam perjalanan dari KLIA2, sambil bengong-bengong liat pemandangan (apa bener gue di Malaysia? Ini mirip ke Ciawi yah ? Heheheh) yang membedakan tuh, sepanjang jalan lancar jaya. Mgkn supir bus kapalan nginjek gas, hehehe. Duh bahagia deh kalau Jakarta jalanannya kaya gini terus. Sampai tibalah saya di Melaka Sentral, ibaratnya Terminal Kp. Rambutan gituh. 
      Waduh, sepi banget ! Macam ga ada kehidupan. Bingung juga kan, mau ke hotel gimana ? Boro-boro kuota buat pesan taksi online, sinyal ajah ga dapat.
      Yaa, saya tanya ke petugas kebersihan, dan memang bus Panorama 17 tujuan Bangunan Merah, agak lama. Bukan karena macet yaa, ini karena jalanan di Melaka tuh Sehala (satu arah) jadi dia berputar dulu.
      Sejam menunggu, datanglah bus Panorama 17. Disinilah pengalaman dimulai, banyak yg Negor dan tanya "Indonesia ya ? Indonesianya mana ?" Agak bingung sih, ditanya begitu. Biasanya ditanya "Jawanya mana ?" Padahal sih, sama saja hehehe. 
      Saya menginap di hotel Hallmark Crown, 3H2M, seharga 147RM include Breakfest, free wifi. Wilayahnya dekat dengan mall Dataran Pahlawan, jalan kaki 10 menit lah. Jadi turun saja di Dataran Pahlawan, ongkos busnya 2RM saja. Hotelnya comfie banget ! Disetiap sudut ada galon. Jadi bisa refil sepuasnya, ditambah kulkasnya menyala dg sempurna. Wah, recomend deh!
      Saran utk teman-teman yg mau pesan hotel di Melaka, pesan di daerah sekitar Dataran Pahlawan (rate murah), Bangunan Merah, dan Jonker Street. Tiga tempat itu, sudah dekat banget kemana-mana. Jadi bisa jalan-jalan santai, foto-foto, interaksi sama penduduk lokal. Yg penting, rajin jalan kaki yaa, hehehe.
      Hari pertama saya mengunjungi Bangunan Merah, jalan kaki dari Hotel 15 menit. Melewati mall-mall Besar, dan rupanya ada carnaval becak hias, mobil hias dan barongsai. Jadi nggak berasa jauh dan capeknya.
      Di Melaka, ada yang saya lihat di maps Google itu jauh, ternyata dekatan. Menara Taming Sari, Bangunan Merah, Jonker Street dan River Cruise. Yang jauh, cuma Masjid Selat Melaka. Masjid Selat Melaka memang harus menggunakan taksi online, karena jaraknya terpisah dengan daratan Melaka kota dan masuk ke kompleks perumahan. 
      3.Kuliner dan Oleh-oleh Melaka
      Sempat bingung mau makan apa di Melaka. Hari pertama saya sampai di Melaka, sudah malam dan banyak yg tutup. Masa iyah sih, jauh-jauh ke Melaka, makanya McD? Nggak ada nasi lagi. Akhirnya mampir ke 7Eleven (horeee, Nemu 'sevel !) Beli nasi lemak instant dan mie instan. Lupa berapa harganya, tapi cukup menahan lapar. Serius deh, sebenarnya nggak lapar-lapar banget ! Cuma karena nggak mau masuk angin ajah.
      Terakhir perut diisi sama sandwich Subway yg beli di KLIA2. Hufh, gara-gara ngincer destinasi wisata jadinya lupa makan. 
      Hari kedua, masih hunting foto disekitar Bangunan Merah, Taming Sari, River Cruise. Cerah banget langit di Melaka, dan udaranya juga segar nggak ada polusi (kapan Jakarta begini ? Mungkin ga yah ?). Di samping Bangunan Merah, ada tangga menuju bukit. Diatasnya bangunan reruntuhan yang menghadap lautan lepas. Keren banget !!! Duduk-duduk saja sambil lihat pemandangan. 
      Oh Iyah, untuk beli oleh-oleh seperti gantungan kunci, kaos tulisan Melaka, tas Melaka, tempatnya di Medan Samudera. Tenang, ga jauh kok ! Ga perlu nyebrang. Dari Bangunan Merah, ambil sisi kanan dan lurus terus sampai lihat bangunan kapal pesiar. Nah di sana, yang paling murah ! Kaos dapat 10RM, gantungan kunci dapat 8RM, 6 gantungan kunci. Meski di Bangunan Merah juga ada lapak yang menjual, lebih baik beli di Medan Samudera, karena harganya lebih terjangkau. 
      Selain beli oleh-oleh, di tempat ini ada warteg Melayu loh ! Syukurlah, ada warteg juga. Awalnya sempat underestimate gitu. Makanannya mirip makanan warteg, dan ga lebih menarik dari warteg Jakarta. Karena Nggak enak sama Ibu penjualnya, yg tiba-tiba udah nyendokin nasi, mau ga mau dibeli. 
      Yaa sayur tumis kacang panjang dan ayam goreng jadi menu makan siang. Pas dimakan, enak ! Ini karena efek capek mungkin yaa. Minum air mineral, biar nggak makin haus. Tadinya sih mau makan nasi Briyani dan teh tarik, tapi dia hanya jual di hari Minggu. Seporsi makanan warteg Melayu cuma 6RM. Waah, amazing ! akhirnya bisa menghemat, heheheh.
      Lepas makan, lanjut belanja-belanja di sekitar Medan Samudera. Biasa, buat yang dirumah, mau dibeliin kaos dan gantungan kunci utk disebar, hehehe. Jalan lagi ke Bangunan Merah, baru ketemu kedai es cendol. Katanya sih, es cendol di Melaka itu khas banget. Yaudah, saya beli yang es cendol kacang merah. Rasanya ??? Waah, enak banget !!! Pass buat saya yang ga terlalu suka manis. Kuah santannya gurih, cendolnya segar dan kacang merahnya manis. 
      Wah, okeh banget lah ! Rencana kalau ngidam, maunya ngidam es cendol Melaka. Hahahah
      Menjelang sore, saya bersiap menuju Mesjid Selat Melaka. Menikmati sunset sambil menunggu waktu magrib. Magrib di Malaysia, setengah tujuh. Tapi langitnya seperti setengah enam, Jakarta. Waktu di Malaysia tuh cepat banget ! Mungkin ini planet Merkurius, satu menit tiga puluh detik. Semua terasa cepat.
      Saya dan teman-teman menuju Masjid Selat Melaka menggunakan taksi online. Sampai di sana, waah indah banget ! Lebih indah dari foto-foto Google. Garis cakrawala sudah menyapa di langit. Air laut biru bersih tanpa sampah. Saya berdiri di halaman belakang Masjid menatap langit sore. Diterpa angin laut, dan ada beberapa wisatawan lain berlalu-lalang. Sayang, lagi nggak sholat Magrib di sini. 
      Akhirnya cuma nunggu teman yang sholat Maghrib, sambil jaga sendal hahaha.
      Malam terakhir di Melaka, saya menuju rumah makan Eeji Ban Chicken, penjual makanan khas Melaka. Ada Rice Balls, Asam Pedas, Nasi Lemak, harganya pun terjangkau. Berkesan makan ditempat ini, karena rumah makan Eeji Ban recomend dari supir taksi online. 
      4. Check Out Melaka
      Hari terakhir di Melaka, saya merasa sedih banget ninggalin tempat ini. Padahal rumah ini kampung orang, negeri orang, huhuhu. Nggak mau repot karena tas udah beranak, jadinya saya dan teman-teman naik taksi online ke Melaka Sentral.
      Di Malaysia pada umumnya, jarang ada sirik-sirikan or persaingan. Contohnya di terminal Sentral Melaka. Tadinya mau naik bus Delima,  bus terkenal dikalangan blogger yg pernah kesana. Tapi sama kenek Delima, disuruh ke bus satunya lagi yg kurang eksis. But its OK ! Yg ptg sampai, heheheh.
      Dua jam perjalanan menuju terminal bus TBS (Terminal Bersepadu Selatan), amazing !!! Terminal Bus rasa Bandara Terminal 3. Bersih, tertib, rapi. Dibawahnya, ada stasiun menuju KL Sentral. 
      5. Sehari di Kuala Lumpur 
      Berhubung pesawat tengah malam, jadi siang masih bisa jalan-jalan sebentar di Kuala Lumpur. Hunting foto di KLCC, Dataran Merdeka dan jalan-jalan ke Mall *lagi. 
      Dari Terminal TBS, naik KL transit ke stasiun KL SENTRAL seharga 6.5RM. Dari KL SENTRAL, bisa ke Batu Caves, KLCC, Mesjid Jamek, KLIA2. Ada peta seperti peta yang ada di halte Transjakarta, di sana juga ada petugas yang membantu dan menanyakan "Can i help you ?" So, tak perlu takut tersesat. 
      Stamina udah low, meski cuma naik turun kendaraan umum tp cukup bikin lemas. Selain makan, kita juga butuh vitamin, kalau capek lebih baik istirahat.
      Di KL SENTRAL, ada loker penitipan dg kunci sensor wajah. Jadi kita ga perlu deh tengteng tas beranak kesana kemari. Harganya 20RM utk loker kecil dan 30RM utk loker besar. Sangat disarankan berpergian sama teman, biar segala biaya bisa ditanggung bersama. Tapi milih juga yaa, teman yang gimana buat diajak jalan jauh. Apalagi, ke LN yg jalan kakinya jauh-jauh.
      Baiklah, itu pengalaman pertama saya traveling ke Melaka, Malaysia. Saya sangat suka tempat itu, lebih indah dari yg saya bayangkan. Terutama yg hobi fotografi, ini banyak spot-spot bagus di Melaka. 
      Oh Iyah, makasih banyak buat Mba Vira. Mgkn dia jarang aktif di forum ini. Saya pun juga newbie. Ketemu jalan2.com karena random ajah, hehehe. Lagi bosen, drpd stalking sang EX atau baca berita hoaks, iseng-iseng cari soal Melaka. Tiba-tiba muncul situs ini, dan saya kenalan sama Mba Vira. Nggak ada sedikitpun curiga bakal gimana nnt disana, tinggal jalan ajah. Hehehe
      Nah buat teman-teman, semoga tulisan saya membantu dan jadi referensi kalau kalian mau ke sana. Ingat, No need bilang, barang ini murah atau mahal. Soalnya beda "Peradaban".
       








       
    • By seyakasamira
      Lalala-yeyeye..Setelah menunggu selama 7 Bulan lamanya, akhirnya nemu juga 5 orang korban lain (*eh?!) yang bersedia nge-trip bareng ke sini..uwowww jd terharu sayaa..  so, langsung saja..
      Day 1.
      Kita berangkat hari Jumat tgl 26 Sept'14, naik pesawat TriganaAir dari Jakarta menuju PangkalanBun. Sesampainya disana langsung dijemput oleh Tour Guide kami (Pak Andreas dari Yobel Tour), dan kita dicarterin taxi untuk menuju pelabuhan Kumai dengan jarak tempuh yg lumayan singkat yaitu 30 menit saja..Da..engingjrennggg... langsung terkesima dengan kapal yang akan kita kendarai selama 3 hari 2 malam mendatang..huhuhu..ga nyangka kapalnya oke banget,bersih dan ga se-prihatin yg saya bayangkan (mulai norak).
       
      Jadi awak kapal terdiri dari 1 orang kapten kapal, 1 orang crew kapal, 1 orang juru masak, dan Pak Andreas sbg Tour Leadernya. Kapal yg populer dinamakan kapal kelotok (karena bunyinya klotok..klotok..klotok) ini cukup luas buat kami ber 6 plus 4 orang awak kapal. Ada 2 dek, dek bawah itu untuk aktivitas awak kapal (buat nahkodanya, tempat menyimpan kasur2 tamu, tempat masak, dll). Dek atas disediakan untuk tamu. Fasilitasnya juga Ok bgt, kamar mandi pakai shower dan ada closet duduk, disediakan meja makan, ada balkon dengan 2 kursi leyeh2 untuk berjemur (what?berjemur??udah ky areng ginih -____- ! ) Oiya, jangan sedih..kita dapat 3x makan dan 2x snack dalam 1 hari. dan masakannya sungguhlah berlimpah dan super yummy..





       
      Di hari pertama ini kita langsung menuju Tanjung Harapan untuk lihat feeding time nya orangutan. Trekking masuk hutan sekitar 1 km dan sesampai di tempat feeding cuaca mulai mendung dan turunlah hujan. Eh, ternyata disana sudah menunggu beberapa rombongan tourist yg mau lihat proses feeding time ini. Dan dikarenakan wisata tanjung puting ini lebih populer atau diminati tourist luar, maka pemandangan disini adalah bule bule semua   . Disini kita menunggu ?-/+ 30 menit hingga orangutan yg masih ngumpet pada mau turun dari atas pohon menghampiri "panggung" yg berisi pisang2. Beruntung kita bisa melihat orangutan yg muncul dikarenakan kalau hujan biasanya mereka prefer leyeh2 di atas pohon (macam manusia yg kalo hujan lebih senang nedekem di rumah). Uwoww, beda lho rasanya ngelihat orangutan di ragunan/taman safari dengan orangutan disini. Kalo disini ada perasaan degdegan kalo mereka melintas dengan tubuh besarnya itu. Dikarenakan orangutan liar belum terbiasa disentuh oleh manusia (tdk sperti kbon binatang di jakarta), maka juga ada anjuran jangan sembarangan memberi makan orangutan, jangan berdiri diantara orangutan jantan dan betina, jangan bersuara terlalu keras/ribut yg akan mengganggu ketenangan orangutan dan beberapa rambu2 lainnya.







       
      Diperjalanan pulang, ketika melintasi sungai sekonyer kita bisa melihat sekawanan bekantan di kiri dan kanan pepohonan, kalau beruntung bisa melihat buaya pula. Dan saya beruntung melihat buaya dengan mata merahnya sedang mengincar mangsa.
      Malam harinya kita ber candle light dinner dengan lauk ikan nila bakar, tumis kangkung, tempe goreng, uhmm apa lagi ya lupa hehehe dan ditutup dengan dessert potongan buah mangga. Bener2 beruntung dapet chef yg jago masak.  Setelah kenyang, kapal menuju tempat dimana kita bisa melihat kunang2 dimana-mana..woww ga bisa dilukiskan dengan kata2 kita lihat pemandangan sejuta bintang dan kunang2 yg seprti pohon natal di kiri kanan kita..(sayang ga bisa ke photo). suasana malam hari disana sangat sunyi dan syahdu. Hanya ada suara jangkrik dan serangga2 lain yg bersahut2an dan Anyway kita tidur disediakan kasur beserta kelambu..Thanks God we had a marvellous momment and unforgettable experiences.
       
      Day2.
      Yang biasanya pagi2 di jakarta dibangunin sama kokok ayam, eh jangan sedihh disini kita subuh2 dibangunin sama suara bekantan jejeritan yg sedang bersendagurau..woww so sweet bgt ga sih dibangunin suara monyet.. hehehe..Setelah sarapan nasi goreng ikan asin yang banyaknya naujubilah (tapi abis dan kenyang) dan ngeteh2 cantik, maka berangkatlah kita menuju Pondok Tanggui dan dilanjutkan ke Camp Leakey. Di Pondok Tanggui trekkingnya seru, byk spot2 lucu buat foto2, nemu tumbuhan kantong semar, rayap, akar liana, dll tapi sayang setelah menunggu selama 1 jam, orangutannya ga ada yang mau turun di tempat feeding. Mungkin karena masih pagi dan byk bgt wisatawan yg berkunjung kesana jadi mereka malu-malu mau gitu kali ye..







       
      Perjalanan dilanjutkan ke Camp Leakey, pusat rehabilitasinya orangutan. Perjalanan lumayan jauh sekitar 8 km, namun pemandangannya mulai berubah, pohon2 lebih rindang, kiri kanan bisa lihat burung kingfisher, lihat buaya dan biawak berenang, pokoknya settingannya mirip film annaconda deh ngeri-ngeri sedap gitu heheheh.. dan air sungai berubah menjadi lebih jernih dan berwarna hitam. Warna hitam dikarenakan dasar tanahnya gambut namun bening sekali. Sampai bisa ngaca dan hasil fotonya mengagumkan bgt,krn pohon2 yg terpantul di air seperti ada reflection effectnya.  Begitu menginjakkan kaki disini, kita disambut oleh kedatangan Siswi, orangutan betina dewasa yang dari kecil sudah diasuh disini. Dikarenakan hujan, dia mulai ngumpet2 nyari tempat berlindung dan menutupi kepalanya dengan mencabut2 dahan2 yg ditumbuhi banyak daun. Uwoww lutunaaa.. Perjalanan ternyata masih panjang. Pak Andreas mengarahkan untuk ambil jalur masuk hutan sambil lihat2 tumbuhan endemik yang ada di hutan sini,jadi sekitar 1,5 km untuk sampai ke tempat feedingnya orang utan. Beruntung bisa lihat beberapa orangutan,uwa-uwak,squirel yg ke "atas panggung" buat ambil makanan. Yang menyenangkan lihat proses feeding ini adalah, kita jadi tahu gimana cara manggil orangutan supaya turun, gimana liat proses mereka bergelayutan dari pohon ke pohon, gimana cara mereka mengupas pisang dan memasukkan ke mulut, gimana cara ibu orangutan memberi makan anaknya, gimana mimik muka/ekspresi mereka mengendap2 atau mencuri makan lalu kabur, dan banyak lagi tingkah laku kocak lainnya. Adapula kedatangan babihutan yang ikut meramaikan suasana. Setelah sekitar 2 jam muncullah orangutan yg kita tunggu2 yaitu Tom, the king of Camp Leakey. Ya, si Tom ini penguasanya. Selayaknya raja, binatang lain akan mundur atau menyingkir ketika rajanya datang dan membiarkan si raja menghabiskan makanan yg disediakan. Jika ada orangutan dewasa disekitar sana yang dirasa mengancam kedudukannya, serta merta akan terjadi baku hantam disana. Hampir saja kami melihat proses baku hantam itu, yaitu ketika Ponorogo (salah satu orangutan dewasa ) terbirit2 dikejar oleh Tom karena lebih dahulu mengambil jatah makanannya. Namun sayang tidak terkejar dan Tom kembali duduk di singgasanannya sambil minum susu. Ya, makanan yg disediakan oleh Ranger hutan (petugas yg memberi makan orangutan) itu biasanya adalah pisang, tebu, dan susu dancow. wow. hehehe..Perjalanan trekking pulang, kita dihampiri juga oleh orangutan remaja bernama Gajah Mada. Serem ya namanya, tapi ternyata unyu2 gitu penampilannya hihihi..

      siswi

      the team
      Tom
      Gajah Mada
       
      Day 3.
      The Last Day, pagi2 seperti biasa kita dibangunkan oleh sekawanan bekantan, namun kali ini pemandangannya bekantan lagi pada lompat-lompat main air, ceritanya mau nyebrang pohon melintasi sungai, cuman ada aja jatoh2nya di sungai.. LUCU BGT, tapi ga sempet kefoto saking terseponanya. Oia, karena kita malam itu kapal berlabuh di pinggir rawa2 masih dekat Camp Leakey, maka paginya pun kita juga dibangunkan oleh kikikan burung kingfisher, iya kikikkan bukan kicauan karena ternyata suaranya macam kuntilanak yg lagi ngikik. hiiiii...
      Sepanjang perjalanan pulang ke pelabuhan kumai, puas2in berjemur (literally berjemur, panas sih untung byk angin dan hewan kece) demiii menikmati pemandangan yang sebentar lagi akan kami tinggalkan huhuhu..
      Jam 12 siang kami sampai di bandara pangkalan bun dan belum siap move on untuk menghadapi hiruk pikukknya jakarta