• agoda-hemat.png

Sign in to follow this  
Tarmizi Arl

YUK KELILING UJUNG BARAT SAMPAI TIMUR SARAWAK, MALAYSIA (BAGIAN 2)

10 posts in this topic

Baca bagian 1artikel ini disini

Setelah berkeliling di Kuching, Sri Aman, dan Sarikei, sekarang kita menuju Kota Sibu. Sebuah kota sungai yang terkenal sebagai Kota Tiongkoknya Malaysia.

 

4. Sibu

Perjalanan dari Kuching menuju Sibu menggunakan Bus akan memakan waktu sekitar 6 jam. Tarif bus Kuching-Sibu sendiri ialah sekitar RM 50 dimana bus umumnya tersedia di sore hingga malam hari dari Terminal Kuching Sentral. Namun jika kalian dari kota ke tiga yang kita bahas yaitu Sarikei, maka perjalanan bus hanya sekitar 1 jam dan tiket hanya sebesar RM 10 saja.

Kota Sibu berpenduduk sekitar 163.000 jiwa. Kota ini juga menjadi pusat aliran Sungai Rajang yang merupakan sungai terpanjang di Malaysia. Meskipun bukan ibukota negara bagian, tetapi Sibu cukup maju dengan pemanfaatan hasil alamnya. Di kota ini juga ada bandara sendiri yang memudahkan pengunjung dari kota lain di Malaysia untuk mengunjunginya.

Seperti yang sudah diungkap di awal, Sibu ibarat Kota Tiongkok nya Malaysia, jadi jangan heran jika dimana-mana dijumpai banyak warga Tionghoa. Meskipun memang di kota-kota lain di Malaysia sendiri banyak orang Tionghoa, tetapi nuansa yang sangat kental ada di Kota Sibu ini.

Keunikan Sibu tidak hanya soal warga etnis Tionghoanya, disini juga ada objek-objek wisata menarik untuk disambangi seperti Kuil Tua Pek Kong dan Pagodanya, Sibu Heritage Centre, Medical Museum, Pasar Malam Sibu, Sibu Central Market, Dataran Sibu, Fort Emma, dan Rumah Panjang Bawang Assan Iban.

Kuil Tua Pek Kong mungkin menjadi satu yang paling populer dan wajib dikunjungi, bahkan Kuil ini bisa dikatakan sebagai ikon bagi Kota Sibu. Di bangun sejak tahun 1870, Kuil ini nampak sangat menarik dengan arsitektur khas Tiongkoknya. Di tambah lagi dengan keberadaan pagoda yang sangat besar dan berbentuk unik, menjadikan Kuil Tua Pek Kong tak pernah sepi dari kunjungan wisatawan.

 1 hassan1663.blogspot com.jpg

Nampak Kuil Tua Pek Kong dan Pagodanya via hassan1663.blogspot.com

Tertarik ke museum? Mungkin museum satu ini cukup menarik karena terbilang tidak banyak dijumpai di kota lain yaitu Museum Medis. Ya, Museum ini menyimpan koleksi beragam peralatan medis tua dengan segala sejarahnya. Banyak hal yang mungkin belum kita tahu tentang perkembangan kedokteran yang bisa kita ketahui setelah mengunjungi Museum satu ini.

 1 blog.sarawakborneotour com.JPG

Medical Museum via http://blog.sarawakborneotour.com

Berwisata budaya juga bisa kamu lakukan dengan mengunjungi pasar tradisional. Pasar Sentral Sibu bisa menjadi pilihannya. Mirip dengan KL Central Market, pasar ini menjadi ruang bagi sekitar 1.000 gerai. Berbagai hal dagangan bisa dijumpai disini termasuk jika kamu mencari souvenir untuk buah tangan.

 1 tripadvisor com au.jpg

Sibu Central Market via tripadvisor.com.au

Selanjutnya ialah Sibu Heritage Centre. Sebagai mana namanya Sibu Heritage Centre ini menjadi lokasi untuk kita mengenal peninggalan dari Sibu dan termasuk perkembangannya menjadi seperti saat ini. Bisa dikatakan ini merupakan museum yang banyak mengulas kesejarahan Sibu serta benda bukti sejarahnya. Namun selain itu, kamu yang ingin berbelanja souvenir juga bisa melakukannya disini karena di lantai bawah terdapat gerai yang khusus menjual berbagai kerajinan khas Sibu.

1 heritage centre.JPG 

Sibu Heritage Centre via commons.wikimedia.org

Alun-alun kota nampaknya tak salah jika dikunjungi. Di Sibu, ada kawasan bernama Dataran Sibu. Uniknya, nuansa Chinese sangat kental terasa dan kabarnya memang dataran ini dibuat oleh kaum Tionghoa untuk menghadirkan nuansa Chinese di Sibu sebagai pengobat rindu mereka. Tak hanya itu, beberapa patung angsa juga menghiasi sekitaran pelataran yang menjadi simbolisasi atmosfer Sungai swan di Tiongkok.

 1 hassan1663.blogspot.co ida.jpg

Dataran Sibu via hassan1663.blogspot.co.id

Sebagai kota yang di dominasi Warga keturunan Tionghoa, akan menjadi kesulitan tersendiri bagi kaum Muslim dalam mencari masakan yang Halal di Sibu. Namun ada satu tempat paling populer dan biasa dikunjungi warga dan pendatang muslim yaitu Kampung Bandong atau Bandung. Ya, memang namanya Bandung seperti nama kota di Jawa. Bagi kalian yang pernah ke Malaysia mungkin tahu bahwa kuliner berakhiran Bandung cukup banyak dijumpai seperti Mie Bandung dan Es Bandung. Mungkin itulah yang menjadi simbol tentang kehalalan dan menjadi nama tempat ini dikenal.

Nyatanya memang Kampung Bandung ini memang menjadi lokasi berkumpulnya warga Melayu. Saat malam hari menjadi waktu teramai sembari mereka mencari dan menikmati makanan khas Melayu yang dijamin Halal.

1 bandung.jpg 

Kampung Bandung via hassan1663.blogspot.co.id

 

5. Bintulu

Petualangan berkeliling Sarawak selanjutnya ialah dengan singgah ke Kota Bintulu. Jika dari Kuching, Tarif Bus ialah RM 70 dimana Bus tersedia sejak jam 7 pagi hingga 10 malam dari Kuching Sentral. Sedangkan jika perjalanan kamu merupakan lanjutan dari Kota Sibu, maka Bus tersedia dari Terminal Bus sejak pagi hingga tengah malam. Tarif nya sendiri hanya sekitar RM 25 dengan lama perjalanan sekitar 3,5 jam.

Bintulu dikenal sebagai kota energi dengan anadalan utama dari perminyakan, gas alam, dan batubara. Namun dalam beberapa tahun belakang, Bintulu juga semakin dikenal sebagai kota wisata. Bahkan banyak orang menyebut Bintulu sebagai Little Hongkong karena beberapa karakter yang mirip dengan Hongkong.

Berpenduduk hanya sekitar 115.000 jiwa, Bintulu tidak ramai namun hidup dalam nuansa kotanya. Penduduknya sendiri sama seperti kebanyakan Kota di Malaysia yaitu dihuni oleh beragam etnis. Namun, Bintulu didominasi oleh Penduduk etnik lokal bernama suku Melanau, lalu disusul etnik Tionghoa, India, dan termasuk suku-suku di Indonesia seperti Bugis dan Jawa.

Seperti yang sudah disinggung diatas, Bintulu kini dikenal juga sebagai destinasi wisata. Berkunjung ke Bintulu bagi wisatawan bukanlah hal yang akan membosankan karena terdapat beberapa objek menarik dan variatif untuk di singgahi seperti Kuil Kuan Yin Tong, Taman Nasional Similajau, Promenade/Taman Tepi Sungai Bintulu, Pantai Tanjung Batu, Kampung Jepak, Taman Tumbina, Pasar Malam, dan lainnya.

Kuil Kuan Yin Tong menjadi salah satu objek wisata menarik di Bintulu. Kuil Tiongkok satu-satunya di Bintulu ini berada di jalan Sultan Iskandar Road km 2. Daya tarik dari kuil ini ialah arsitekturnya yang sangat detil dan didukung nuansa di kawasan sekitarnya yang juga mendukung atmosfer Tiongkok yang hendak dihadirkan.

2 kuil.jpg

Kuil Kuan Yin Tong (photo by david.l.quayle via http://picssr.com)

Menikmati nuansa alam hijau juga bisa dilakukan di Bintulu. Terdapat Taman Nasional Similajau yang berada di kawasan Bintulu tepatnya sekitar 30 km dari pusat kota. Taman Nasional di area seluas 8.996 hektar tersebut menjadi rumah bagi 3 tipe tanaman yaitu pesisir, hutan belukar, dan hutan campuran. Selain itu, pengunjung juga bisa melihat aneka satwa dari 24 jenis mamalia dan 185 spesies burung.

 2  malaysia.travel.jpg

Taman Nasional Similajau via malaysia.travel

Ingin bersantai di tepian laut? Bintulu punya kawasan promenade yang ditata sebagai taman rekreasi dengan pemandangan laut sebagai andalannya. Apalagi ketika senja, dari promenade ini akan tampak sunset yang indah dengan perona jingganya.

 2 malaysia.panduanwisata id.jpg

Bintulu Promenade via malaysia.panduanwisata.id

Pesona pantai juga bukan hal mustahil ditemui di Bintulu. Lokasinya yang berbatasan langsung dengan Laut Tiongkok Selatan menjadikan Bintulu memiliki garis pantainya tersendiri. Meskipun tidak memiliki pasir putih yang terhampar luas, tetapi Pantai Tanjung Batu tetap saja menarik perhatian dari lanskap alaminya. Pepohonan rindang menaungi dataran rumput bisa dijadikan lokasi terbaik untuk bersantai menatap laut lepas. Ombak lautnya yang tenang juga menjadikan suasananya nampak menenangkan terutama ketika senja sembari melihat matahari tenggelam.

 2 panoramio com.jpg

Pantai Tanjung Batu via panoramio.com

Wisata budaya nampaknya tak boleh dilewatkan dari Sarawak. Kekayaan dan keunikan unsur kebudayaan di tanah Borneo ini pantas diapresiasi dan dikenal. Di Bintulu ada satu lokasi perkampungan yang terkenal sebagai kampung wisata yaitu Kampung Jepak.

Berusia tua, Kampung Jepak dihuni oleh penduduk asli yang disebut Vaie Segan. Kampung ini juga dikenal sebagai kampung nelayan karena memang berada di muara laut dan penduduknya banyak berprofesi sebagai nelayan. Di rumah-rumah panggung penduduknya sendiri, pengunjung bahkan bisa menyaksikan aktivitas kenelayaan warganya seperti menjala di depan rumah.

2 wikimapia.jpg 

Kampung Jepak via wikimapia.org

Masih mau menikmati suasan segar pepohonan? Kamu bisa menyambangi Taman Tumbina. Taman ini merupakan kawasan kebun raya dan kebun binatang yang tentunya menghadirkan aneka flora nan fauna. Dengan suasana yang sangat alami namun tertata, pengunjung diajak menikmati atmosfer alam tropis sembari belajar banyak hal.

 2 panoramio om.jpg

Taman Tumbina via panoramio.com

Kala malam nampaknya wisata kuliner ialah pilihan terbaik. Kamu wajib mengunjungi Pasar Malam Bintulu yang buka setiap malam di setiap harinya. Di sana menjadi lokasi favorit warga dan wisatawan untuk berkumpul karena berjajar ratusan penjual makanan dari yang khas nan tradisional hingga yang bercita rasa barat.

 

6. Miri

Sampailah kita di Kota terakhir dalam perjalanan berkeliling Sarawak. Kota ini berada di ujung Timur Laut Sarawak yang berbatasan langsung dengan Negara Brunei Darussalam. Miri menjadi kota terbesar ke dua di Sarawak setelah Kuching dengan penduduk sekitar 235.000 jiwa.

Dari Kuching yang berjarak sekitar 798 km, perjalanan darat dengan bus akan memakan waktu hingga 11-12 jam. Tarif bus sendiri ialah sebesar RM 80 dimana bus tersedia dari jam 7 pagi hingga 10 malam. Sedangkan cara tercepat ialah dengan jalur udara karena Miri juga punya bandaranya sendiri.

Bila dari Bintulu, perjalanan akan memakan waktu sekitar 3 jam. Bus juga tersedia 4 kali sehari di jam 7:30, 8:30, 9:30 pagi dan 10 malam dimana tarif bus sendiri ialah sebesar RM 25.

Miri memiliki andalan wisata alam karena di kawasan ini punya topografi yang beragam. Keberadaan Gunung Mulu menjadi salah satu pusat perhatian wisata Miri karena memiliki keunikan dari bebatuan kapur yang menjulang bagai stalakmit di puncak gunung. Goa-goa alami juga tersebar dan menjadikan Gunung Mulu yang juga merupakan Taman Nasional ini sangat mengundang kunjungan pecinta alam.

 3 wikpedia.jpg

Barisan batu kapur di Gunung Mulu via wikipedia.org

Selain gunung, pantai juga menjadi salah satu objek wisata menarik di Miri. Luak Espalande adalah satu lokasi tepi pantai yang populer dikunjungi warga Miri. Berjarak hanya 5 km dari Pusat kota, Luak Esplanade terkenal karena pesona sunsetnya. Jajaran penjual makanan tepi pantai juga menambah kelengkapan untuk dapat berlama-lama disana.

3 caridestinasi com.jpg

Luak Esplanade via caridestinasi.com

Selain Luak Esplanade, masih ada Pantai Sibuti, Pantai Hawaii, Pantai Tanjung Lobang, Pantai Bungai, dan Pantai Peliau yang bisa kamu kunjungi di Miri.

Nuansa taman kota yang unik juga bisa kamu temui ketika bertandang ke Miri City Fan. Lokasinya berada di Jalan Merpati di tengah Kota Miri. Kawasan ini merupakan komplek taman kota dengan konsep perpaduan taman islam dan botanical garden. Tak heran jika pola simetris menjadi bentuk utamanya dengan sentuhan air dari kolam di sisi sisinya.

borneoinsidersguide com.jpg 

Miri City Fan via borneoinsidersguide.com

Masih ingin berpergian? Miri masih punya tempat menarik lain seperti peternakan buaya, Pusat Kerajinan Miri, Kuil Sang Ching Tian, Bukit Canada, Council Negeri Memorial, Bukit Lambir, dan lain sebagainya.

Share this post


Link to post
Share on other sites
3 minutes ago, deffa said:

wah batu kapur nya unik tuh

lo udah explore kuching lom @twindry

kuching udah hampir semua mod :D sisa taman sahabat yg ngak sempet pergi karna jauh. gua explore kuching pake jalan kaki. wkwkwk.. gempor thu kaki bener2

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 minute ago, twindry said:

kuching udah hampir semua mod :D sisa taman sahabat yg ngak sempet pergi karna jauh. gua explore kuching pake jalan kaki. wkwkwk.. gempor thu kaki bener2

emang nya deketan ?

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, deffa said:

emang nya deketan ?

yo'i. deket2 semua. apalagi gua kmrn nginap di daerah china town nya. dari china town ke waterfront cuman 5 menit. ke patung kuchingnya kira2 1 km aja. di sana juga banyak mal2 betebaran. trus ada museum apa gitu di dekat china town itu. peta spot2 wisata di kuching juga gua masih simpen sampe nomor supir taxi juga masih simpan wkwkwk

Share this post


Link to post
Share on other sites
25 minutes ago, twindry said:

yo'i. deket2 semua. apalagi gua kmrn nginap di daerah china town nya. dari china town ke waterfront cuman 5 menit. ke patung kuchingnya kira2 1 km aja. di sana juga banyak mal2 betebaran. trus ada museum apa gitu di dekat china town itu. peta spot2 wisata di kuching juga gua masih simpen sampe nomor supir taxi juga masih simpan wkwkwk

hhooo enak lah kalo dekat2 gitu

tulis FR nya hahaha 

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, deffa said:

hhooo enak lah kalo dekat2 gitu

tulis FR nya hahaha 

utang dulu mod :D udah lama itu. lupa2 ingat. wkwkw.. ntar tunggu sempat saya bongkar2 lagi harta2 peninggalan ke kuching kemarin

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this