1 post in this topic

Ahaaa....!!! Ada kegiatan menarik , pelepasan anak penyu atau tukik masih diminati wisatawan domestik dan mancanegara di Pantai Sukamade, Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.Sebuah kegiatan konservasi alam,yaitu penangkaran penyu yang memiliki kebiasaan alami bertelur di habitat Pantai Sukamade, yakni penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu slengkrah (Lepidochelys Olivaceae), penyu blimbing (Dermochelys coriaceae)

Perjalanan ke Meru Betiri memang sangat jauh dan medannya berat karena jalan yang rusak parah dan benar benar adventure tapi ternyata sebanding dengan kesenangannya. “Kami bisa melepas tukik langsung.Sepanjang 27 km, jalur masih berupa tanah dan batu-batuan. Selain itu belum ada jembatan yang memudahkan lalu lintas. Pengguna jalan harus melintasi empat sungai, tiga diantaranya dangkal, satu yang terakhir sedalam 1 meter. Untuk itu, kendaraan jeep adalah salah alternatif terbaik menuju kesana.

Tapi semua petualangan akan terbayar lunas begitu memasuki gerbang Taman Nasional Meru Betiri,Suasana hutan hujan tropis dengan pohon pohin besar dan wangi hutan yang khas,serta suasana sejuk,melintasi sungai yang mengalir jernih dan sebuah pesona Surga tersembunyi yaitu teluk hijau atau lebih terkenal sebagai Green Bay.

Naa .....ayo kita berlibur ke Sukamade dan menyaksikan si Penyu besar naik ke laut dan bertelur hingga melepas tukik.Akan jadi pengalaman yang paling seru dan berkesan kan.

Info lebih lanjut http://javaindoecotourism.com/category/sukamade-turtle-beach/

Regards,

Wisnu

post-154-0-55584700-1355125613_thumb.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By brightdidi
      Halo temen-temen semua
       
      Salam kenal, saya pendatang baru di forum ini. Tinggal di Banyuwangi, Jawa Timur
       
      Kalo aja nanti ada yang main ke Banyuwangi, monggo mampir-mampir, mau singgah juga boleh, tapi ya gitu seadanya
       
      Karena kuliah sambil kerja jadi mungkin gak terlalu bisa nemenin jalan-jalan, cuma kalo perlu info terkait Banyuwangi insyaallah bisa bantu semampunya
       
      Sekian perkenalan dari saya, terima kasih
    • By ncepaholic
      Salam Jalan-jalan
       

       
      Salam dari newbie neh, mencoba berbagi dengan kakak-kakak senior di forum ini. Sebenernya ada beberapa pengalaman perjalanan yang ingin dibagi di forum ini, tapi untuk 1st Topic yang mau aku share dulu adalah pengalamanku ketika (jeng..jreng...) *sound dramatis    menikmati sensasi melihat penyu bertelur di Pantai Sukamade. Semoga berkenan buat kakak-kakak di forum.
       
       
      Perjalanan ini aku lakukan sekitar  bulan Januari 2012, memaksa cuti dari pekerjaan panjang yang bikin penat dan jujur sebenernya destinasi ini diputuskan secara spontan hehehe, kebetulan waktu itu aku masih tugas di Mamuju. Kronologis singkatnya pas dihari aku awal cuti sebelum terbang  dr Mamuju ke Surabaya aku kontak temen2 "PALOMA" (Pasukan Lali Omah.red) di sby kalo aku mau trip dan minta ditemeni tapi belum tau ke mana, pokoknya yang siap dan mau berangkat mohon segera kumpul dan ketika aku sdh landing d sby harus kudu cuusss berangkat (arogan ye...hahaha)  . Benar saja setibanya aku di Sby 7 orang Paloma (sekitar 0,3% dri total jumlah Paloma  :) ) sudah siap di bandara. Singkat cerita kami langsung bergegas menaiki mobil (pinjaman   ) meninggalkan Suroboyo.   Sekitar 10 menit perjalanan kita masih berdebat tentang destinasi sampai pada akhirnya kami sepakat untuk ke Banyuwangi, dan kalau tidak salah di sekitar daerah Jember setelah browsing-browsing baru kami sepakati bahwa kami harus coba ke SUKAMADE (jujur belum tau akses untuk ke tempat itu)
       
      Butuh perjuangan ekstra untuk menuju pantai ini, tapi sensasinya luar biasa . Sebelum masuk ke Pantai Sukamade kita akan melewati 2 Pantai, pertama Pantai Rajekwesi yang merupakan pantai sekaligus dermaga para nelayan di Desa Sarongan ini. Pantai ini terletak dekat dengan Balai Desa Sarongan. Yang kedua adalah Green Bay, atau Teluk Hijau. Pantai ini sudah masuk di wilayah Taman Nasional Merubetiri. Pantai yang sangat indah dengan warna air yang biru kehijauan. Sukamade sendiri  terletak di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Tepatnya di wilayah Taman Nasional Merubetiri dan juga salah satu Diamonds Triangle di Banyuwangi, setelah Pantai G-Land dan Kawah Ijen. Perjalanan menuju Sukamade kita akan disuguhi pemandangan Kebun Coklat milik PTPN XII. Karena kami menggunakan mobil (bukan jeep) jadi desa terakhir yang bisa kami jangkau adalah Sumbersuko, dan untuk ke Sukamade masih sekitar 10 Km lagi dengan jalan menanjak terjal berbatu dan licin. Biasanya memang ada truck pengangkut sayur dan buah2an yang bisa ditumpangi masyarakat dari Sukamade-Sumbersuko PP tapi waktu itu kami datang telat sehingga tidak bisa numpang (tapi pulang dari Sukamade kami bisa numpang bercampur tumpukan Pisang dan sayur). Akhirnya kami memutusakan untuk mengojek dari Sumbersuko ke Sukamade dan jalurnya memang wow   banget (klo penasaran silahkan aja browsing jalur Sukamade). Setelah sekitar 1 jam perjalanan akhirnya kami tiba di perkampungan (afdeling kalo di istilah perkebunan) yang masih dalam wilayah kerja PTPN XII. Dari situ kami melanjutkan perjalanan sekitar 5 Km lagi menuju Sukamade dengan sekali menyebrang sungai menggunakan getek. Akhirnya tiba juga kami di (Unit Pengelolaan Konservasi Penyu) Sukamade dan menyewa sebuah Pondok sederhana 3 kamar sekitar 150ribu per malam. 
       
      Nah, sekarang apa sih asyiknya pantai yang untuk menuju kesini aja naudzubillah susahnya. Kami langsung ngobrol2 dengan petugas UPKP dan mereka bilang malam ini kita bisa langsung ke pantai untuk menyaksikan langsung penyu bertelur (itu juga kalau pas dapet momennya, kalau ga pas ya cuma lihat pantai di tengah kegelapan malam aja). Wahh sepertinya asyik...tanpa ba..bi..bu..mengikuti langkah para petugas UPKP yang memang sedang bertugas (sambil berdoa semoga malam ini kami bisa dapat momen itu). Sampai di pantai kami diinstruksikan untuk silent mulai dari hape, mulut kami, bahkan pergerakan kami juga harus senyap (macam tentara begitu) karena jika tidak penyu2 yang akan bertelur akan terganggu sehingga batal bertelur dan kembali ke laut. Kira2 30 menit kami menyusuri pantai kami menemukan jejak penyu menuju pantai untuk bertelur dan WAALLAHH...kami menemukannya. 
       
      Ini neh penyunya 
         
       
       
      Ini telur-telurnya   
       
       
       
       
      nyu..penyuu ayo senyum kita poto bareng dulu  
       
      sensasi menikmati penyu yang sedang bertelur ini luar biasa...sumpah terbayar lunas semua usaha yang tadi sudah dikeluarkan untuk menuju tempat ini. Penyu- penyu yang biasa mendarat untuk bertelur di pantai sepanjang 3 km ini adalah jenis-jenis penyu Hijau (Chelonia mydas), Penyu Lekang (Lepydochelys olivacea), Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), dan Penyu Belimbing (Dermochelys coracea) yang kini makin jarang terlihat. Ternyata penyu bisa dikatakan makhluk yang susah untuk beranak pinak, lihat saja untuk tempat bertelurnya, si penyu harus memilih ditempat yang jauh, tersembunyi, dan terlindung agar tidak dimangsa oleh predatornya termasuk kita MANUSIA. Telur penyu sendiri membutuhkan waktu 2 bulan untuk menetas menjadi anak penyu (tukik) sebelum kemudian mereka menuju laut, namun ganasnya kehidupan laut menyebabkan kemungkinan hidup tukik menjadi penyu dewasa hanya 1 banding seribu. Akhirnya saya pun secara pribadi setuju kenapa akses menuju tempat ini dibiarkan susah, menurut saya karena susah akan membuat orang malas datang kemari dan akan meperkecil kemungkinan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab mengambil atau bahkan mencuri telur-telur penyu tersebut. Jadi buat rekan-rekan yang hanya berniat mengkonsumsi telur penyu salah besar jika kalian datang ke tempat ini. Saya salut dengan para petugas UPKP yang dengan setia membantu konservasi penyu ini. Setiap malam mereka harus menyisir pantai untuk memerikas penyu yang bertelur kemudian mengambil telur-telur tersebut dan memindahkan ke penangkaran untuk melindungi dari serangan predator baik hewan maupun manusia. Setelah menetas menjadi tukik mereka melepaskan bayi-bayi penyu itu ke laut dengan harapan bisa melanjutkan kehidupan mereka sampai dewasa dan menambah populasi mereka yang semakin berkurang.     
       
       3 newbi mulai menghadapi kerasanya perjuangan hidup mereka 
       
       
       

      ini bukan penyiksaan ya
      ini para petugas UPKP     
      sedang membersihkan
      parasit di cangkang penyu         
       
      Di (Unit Pengelolaan Konservasi Penyu) Sukamade terdapat penangkaran penyu dan kami senang bisa turut berpatispasi sedikit dalam usaha konservasi penyu ini.
       
       
       
         
       
       
       
       
         
      Konservasi Penyu Sukamade
       
       
       
      dan perjalanan diakhiri dengan bernarsis ria bersama 
       

       
       
       
      Salam lestari,   "Jalan-jalanlah sebelum jalan-jalan itu dilarang"
    • By Mulyati Asih
      Umumnya pantai yang kita temui adalah landai, tapi jangan samakan dengan Teluk Hijau. Dari namanya ini berarti lautan yang menjorok ke daratan, sudah dapat dibayangkan adanya tebing-tebing yang menjadi pembatas pantai. Teluk hijau tak kalah indah dengan pantai-pantai lainnya, air nya jernih dan berwarnah hijau. Terlihat batu karang menghiasi pantai yang berpasir putih dan lembut. 
       
      Teluk Hijau masuk dalam kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Taman Nasional Meru Betiri merupakan perwakilan ekosistem mangrove, hutan hujan dataran rendah di Jawa. Sebagai Taman Nasional ada banyak flora dan fauna yang dilindungi dan dilestarikan di sini. Teluk Hijau merupakan salah satu garis pantai selatan di bagian timur pulau jawa. Untuk menemukan Teluk Hijau saya harus menuju desa Sarongan Kecamatan Pasanggrahan Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur.
       
      Desa Pesanggrahan adalah pemukiman penduduk terakhir menuju Teluk Hijau, sehingga kita bisa menitipkan kendaraan kita pada salah satu penduduk desa. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki karena medannya menanjak, berjalan di jalan setapak berbatu yang belum diaspal. Sepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan hutan dengan habitat pohon langka. 
       
       

      Trakking menuju Teluk Hijau
       
       

      Papan Penunjuk Jalan
       
       

      Papan penunjuk jalan
       
       
      Dari papan penunjunjuk jalan yang ada dipinggir jalan saya harus menerobos masuk ke hutan, Masuk melalui jalur berbukit menembus hutan sejauh kurang lebih 1 KM dan menuruni tebing.
       

      Teluk Hijau dari atas tebing
       
       

       
      Berjalanlah terus mengikuti papan penunjuk jalan sampailah saya pada area terbuka dengan pantai berbatu, jangan salah bukan itu pantai Teluk Hijau tapi berjalanlah terus menyusuri batu-batu di pantai di balik pepohonan yang menjulur ke pantai di sanalah Teluk Hijau.
       
      Tak sia-sia menempuh perjalanan jauh dan melelahkan jika akhirnya menemukan pantai landai dengan hamparan pasir putih yang lembut. Sesuai namanya airnya berwarna hijau.
       
       
       
       

       
       
      Tampak karang-karang cantik  menghiasi pantai.
       
       

       
       

       
       

       
       

       
       
      Di salah satu sudut tebing terdapat air tawar dari pegunungan mengalir melalui tebing membentuk air terjun kecil setinggi 8 meter. Irama air yang mengalir menjatuhi pasir putih menambah sensasi keasikan berada di Teluk Hijau.
       

       
       

       
       
      Aktivitas yang dapat dilakukan di pantai ini adalah berenang, bermain pasir atau hanya sekedar duduk-duduk di tepi pantai di bawah pohonan rindang. Berada di pantai memandang laut hijau dengan hamparan pasir putih,   tebing-tebing berwarna hijau, hembusan angin dari atas tebing serta gemericik air terjun menjadikan hati terasa damai dan segala penat terurai.