• agoda-hemat.png

Sign in to follow this  
Tarmizi Arl

YUK KELILING SABAH, NEGERI DI BAWAH ANGIN (BAGIAN 2)

8 posts in this topic

Baca juga bagian 1 artikel ini disini

Seusai kita membahas Kota Kinabalu dan Beaufort di bagian 1, sekarang kita menuju kota-kota lain di Sabah yang bisa menjadi pilihan singgah menikmati suasana lain dari Malaysia. Ketiga, kita menuju kota Belud, kota yang berjarak 70 km Timur Laut dari ibukota Sabah di Kota Kinabalu.

 

3. Kota Belud

Bernama Belud, kota ini bukan berarti punya sejarah dengan hewan belud. Nama belud sendiri bermakna ‘bukit’ karena memang di sekeliling kota ini berupa perbukitan.

Berpenduduk hanya sekitar 93.000 jiwa, keberagaman etnis juga nampak terlihat di Belud yaitu warga etnis lokal, Melayu, dan Tionghoa. Kota Belud bisa dituju dari Kinabalu dengan menggunakan bus dari Terminal Padang Merdeka. Tarif bus sendiri sekitar RM 10 dengan lama perjalanan sekitar 2 jam.

Kota Belud bukanlah kota wisata andalan, namun kalian tetap bisa mengeksplore beberapa hal yang ada disana seperti berwisata budaya dan alam di Kampung Tambulion dan Kampung Buah Pandai hingga berwisata bahari di Pantai Rang Bulan.

Kampung Tambulion berada di sisi timur kota. Di kampung ini, nuansa perdesaan akan sangat kental terasa. Hamparan sawah padi yang luas membantang menjadi salah satu pemandangan favorit wisatawan. Dikelilingi perbukitan termasuk latar Gunung Kinabalu, Tambulion cocok bagi kamu yang suka mengeksplore nuansa alam desa. Satu lagi yang menarik di desa ini ialah adanya jembatan kayu panjang yang berada di atas sungai. Yang membuat jembatan itu menarik ialah karena dimensinya yang panjang namun ramping sehingga akan menjadi tantangan atau adrenalin sendiri bagi yang melaluinya.

 3 imgrum net.jpg
Kampung Tambulion (foto @sharifputra via imgrum.net)

Berbeda dengan kampung Tambulion yang didominasi lanskap persawahan dan perbukitan, jika kalian ingin mengeksplore perkampungan tepi laut, maka Kampung Buah Pandai bisa menjadi pilihannya. Pesona alam khas pantai akan sangat kental dirasa. Apalagi air lautnya yang cukup tenang akan membuatmu merasa nyaman dan mungkin tak tahan untuk tidak berenang.

Sedangkan jika memang ingin berwisata pantai, kamu bisa menyambangi Pantai Rang Bulan. Pantai yang berada di teluk Usukan ini memiliki hamparan pasir putih berpadu lautnya yang biru jernih. Karena masih sangat minim kunjungan wisatawan, maka nuansa tenang bak di pantai pribadi akan bisa kamu rasakan. Kamu juga bisa melihat dan berinteraksi dengan kehidupan nelayan disana untuk menambah pengalaman menarik di Belud.

3 eudorapriscilla.blogspot.jpg

Pantai Rang Bulan via eudorapriscilla.blogspot.co.id

4. Kudat

Berada di daratan paling utara dari Pulau Kalimantan, rasanya Kudat bisa menjadi pilihan untuk dikunjungi sebagai pengalaman baru berwisata. Kudat sendiri merupakan kota sebagai pusat pemerintahan dari divisi Kudat itu sendiri. Dari Kota Kinabalu yang berjarak sekitar 176 km ini, untuk menuju Kudat bisa menggunakan Bus dari Terminal Padang Merdeka dengan tujuan Kota Marudu yang merupakan salah satu kota di divisi Kudat. Tarif bus sendiri ialah sekitar RM 20-25.

Tidak ada angkutan massal yang tersedia di Kudat, sehingga kamu yang ingin berkeliling kota harus menggunakan taksi atau menyewa kendaraan baik mobil ataupun motor. Jika kamu pergi berombongan, bisa menggunakan Taksi van yang punya kapasitas lebih besar yaitu hingga 8 penumpang. Taksi ini biasa mangkal di Kampung Air.

Membahas tempat wisata, Kudat juga sebenanrnya tidak begitu populer sebagai lokasi wisata, namun tetap saja memiliki banyak hal yang bisa dieksplore seperti wisata budaya di Kampung Sumangkap- Kampung Pembuang Gong, Kampung Adat Bavanggazo, Perkebunan Lebah Madu Gombizau, Pantai Kelambu, serta Tanjung Simpang Managayu sebagi titik terujung Borneo.

Mau melihat Gong terbesar di dunia? Kamu wajib mengunjungi Kampung Sumangkap yang berada sekitar 40 km arah selatan dari pusat kota Sudat karena disana ada Gong berukuran raksasa. Kampung ini sendiri memang dikenal sebagai produsen gong terutama yang bermotif khas setempat. Gong sendiri menjadi salah satu alat musik penting dalam kesenian suku Rungus sehingga tak heran jika produksi Gong di kampung ini bisa kalian lihat setiap harinya.

Menyambangi Kampung Sumangkap tidak hanya soal melihat proses pembuatan gong, tetapi mengenal lebih dalam kebudayaan setempat. Bagi kamu yang datang secara berombongan, pihak pengelola kampung juga tak segan akan menyuguhkan kesenian tradisional sebagai bentuk hiburan. Tiket masuknya sendiri ialah sebesar RM 5 untuk dewasa dan RM 3 untuk anak-anak. Kegiatan wisata dimulai dari jam 8:30 pagi hingga 5:30 sore.

4 sabahtourism com.jpg 

Kampung Sumangkap Gong Factory via sabahtourism.com

Jika kamu tertarik melihat rumah adat yang sangat tua nan kuno, Kampung Bavanggazo sangat direkomendasikan. Di sana, terdapat rumah-rumah adat khas Borneo yang biasa dikenal sebagai Rumah Panjang atau Long house. Menariknya, rumah-rumah tersebut terlihat sangat etnik karena penggunaan bahan kayu dan bahan alam lainnya yang secara total menyelimutinya. Bahkan ada satu rumah berukuran lebih besar dengan arsitektur yang cukup rumit namun tetap berdiri kokoh.

 4 borneosandakan com.jpg

Kampung Bavanggazo via borneosandakan.com

Bersantai di pantai juga bisa menjadi pilihan dalam pelesiran di Kudat. Ada satu pantai yang populer karena keindahannya yaitu Pantai Kelambu. Berada di 35 km arah Barat Laut Kota Kudat, Pantai Kelambu terbilang masih sepi kunjungan. Apalagi sangat minim penunjuk arah membuat tidak banyak wisatawan luar yang tahu lokasinya.

Meskipun mungkin akan menyulitkan dan melalui jalanan yang tidak mulus untuk tiba di lokasi, keindahan alam  yang tersaji di pantai Kelambu akan langsung membayar itu semua. Pasir pantai yang terhampar luas, biru nan jernihnya laut, serta sebuah bukit sebagai latar di tengah lautan akan membuat siapa saja terpanah.

 4 sabah.attractionsinmalaysia com.jpg

Pantai Kelambu via sabah.attractionsinmalaysia.com

Tujuan yang tak boleh terlewat ialah titik terujung Utara Pulau Kalimantan yang berada di kawasan Tanjung Simpang Mangayau. Lokasinya sendiri berada di 23 km dari Kota Kudat. Tanjung ini menjadi lokasi pertemuan Laut Tiongkok Selatan dan Laut Sulu serta yang paling menarik ialah disanalah garis lintang paling utara dari daratan utama Pulau Kalimantan.

Beberapa meter dari titik darat terujung, terdapat sebuah monumen yang dinamai The Bonze Globe. Monumen itu menjadi simbol monumental titik terujung dari Borneo atau The Tip of Borneo. Wajib rasanya kamu yang datang ke sana untuk berfoto di monumen tersebut.

 4 youtb.jpg

Kawasan Tanjung Simpang Mangayu via youtube.com

5. Sandakan

Beralih ke pesisir Timur Sabah, Kota Sandakan bisa menjadi pilihan peleseri berikutnya. Kota berpenduduk sekitar 157.000 jiwa ini terbilang cukup padat aktivitas, apalagi disini menjadi pelabuhan utama untuk ekspor minyak, tembakau, kopi, hingga kayu. Tak heran pula, di Sandakan banyak dijumpai pabrik dan menjadi urat nadi kehidupannya.

Kehidupan kepariwisataan di Sandakan juga cukup bergeliat. Selain lokasinya yang menarik karena berada di garis pantai, tetapi juga di Sandakan mempunyai sentuhan sejarah yang panjang sehingga menjadikannya memiliki banyak juga peninggalan sejarah yang menarik untuk dikunjungi.

Mencapai Sandakan juga bukan hal sulit. Di sana sudah ada bandaranya sendiri yang melayani penerbangan dari berbagai kota terutama KL dan Kinabalu. Sedangkan jika ingin menggunakan Bus, tersedia cukup banyak armada yang melayaninya dari berbagai kota di Sabah. Jika dari Kinabalu, Bus tersedia dari Terminal Utara dengan perjalanan sekitar 5-6 jam. Tarif busnya sendiri ialah sekitar RM 43.

Berwisata di Sandakan seperti yang sudah diungkap sebelumnya cukup menyenangkan karena terbilang varatif. Kuil Puu Gih Jih bisa menjadi salah satu yang dikunjungi pertama kali. Kuil ini selain arsitekturnya yang menarik dan mencolok sebagaimana kebanyakan kuil, tetapi juga menarik untuk disambangi karena berada di atas perbukitan. Karenanya, dari lokasi kuil ini, pemandangan alam sekitarnya sangat memukau termasuk panorama Teluk Sandakan yang nampak terhampar luas menjadi latar pemandangan dari dalam kuil.

 5 goodearthsabah com.JPG

Kuil Tiongkok Puu Gih Jih via goodearthsabah.com

Berwisata sejarah seperto yang sudah disinggung diawal juga menjadi andalan wisata dari Sandakan.  Bangunan peninggalan abad ke 19 yaitu Gereja St Michael and All Angels, Sandakan Memorial Park , serta Museum Rumah Agnes Keith adalah 3 diantaranya.

Gereja St. Michael and All Angels menarik perhatian karena bentuk arsitekturnya yang akan membawa kita ke dimensi lain seolah tidak berada di dataran asia. Batu bata yang terekspose dengan dominasi warna kelabu membuat gereja ini nampak kuat kesan kunonya. Apalagi memang gereja ini merupakan gereja tertua di Sabah.

 5 wikii.jpg

Gereja St. Michael and All Angels via wikimedia.org

Sedangkan Sandakan Memorial Park bisa menjadi pilihan lain untuk merasakan sensasi berbeda dari wisata. Di sini merupakan tempat peringatan atau dedikasi bagi para tahanan Australia dan Inggris yang menjadi korban peperangan di Sandakan tahun 1945. Memorial Park ini selain terdapat sebuah tugu peringatan, juga terdapat museum kecil yang juga menjadi tempat informasi seputar Perang Dunia II.

 5 wikipedia.jpg

Sandakan Memorial Park via wikipedia.org

Dan satu lagi peninggalan sejarah yang menarik yaitu sebuah rumah peninggalan seorang penulis Inggris bernama Agnes Keith atau yang bernama asli Agnes Newton. Sekarang, rumah ini dijadikan museum dengan segala furnitur dan perabotan asli yang menjadi galerinya. Museum ini sendiri buka setiap hari dari jam 9 pagi hingga 5 sore dengan tarif hanya RM 2 untuk pemegang kartu MyKad dan RM15 untuk umum.

 5 sayangsabah com.jpg

Agnes Keith House Museum via sayangsabah.com

Satu objek wisata paling populer yang ada di Sandakan yaitu Sepilok, sebuah tempat rehabilitasi orang utan. Lokasinya sendiri berada hanya 26 km dari pusat kota Sandakan tepatnya di Jalan Labuk. Dengan tiket seharga RM 30 untuk wisatawan mancanegara dan RM 5 untuk wisatawan lokal, pengunjung akan diajak berinteraksi dengan orang utan, hewan asli Kalimantan tersebut.

 5 w.jpg

Gerbang masuk Sepilok, via wikimedia.org

Selanjutnya ke kota mana lagi? Tunggu bagian 3 artikel ini ya...

Share this post


Link to post
Share on other sites

the bonze globe :D whist list kayaknya ini. cuman takutnya ke pelosok negeri orang itu scamming :ngeri brani gak brani juga kalo ke sana. kalo temen jalannya rata2 cowo sih enak. lah kalo rombongannya ciwik2 :bingung mikir2 juga. wakakaka

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 8/26/2016 at 3:43 PM, twindry said:

the bonze globe :D whist list kayaknya ini. cuman takutnya ke pelosok negeri orang itu scamming :ngeri brani gak brani juga kalo ke sana. kalo temen jalannya rata2 cowo sih enak. lah kalo rombongannya ciwik2 :bingung mikir2 juga. wakakaka

scamming di Malaysia mah masih aman lah nge hindari nya 

bahasanya masih bahasa kita juga hehehe

Share this post


Link to post
Share on other sites
21 hours ago, deffa said:

scamming di Malaysia mah masih aman lah nge hindari nya 

bahasanya masih bahasa kita juga hehehe

takutnya ginjal gua ilang sebelah abis poto2 :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this