septiniara

SEDIHNYA KELEBIHAN BAGASI

9 posts in this topic

Aku mau berbagi sedikit cerita sedih yang aku alami saat berada di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang. Cerita ini berawal saat aku mau check-in, nah seperti biasanya saat check-in pasti ada penanganan bagasi. Sedikit informasi, bagasi adalah barang bawaan penumpang yang berisi barang-barang kebutuhan penumpang yang akan digunakan selama dalam perjalanan, yang diijinkan oleh airline untuk diangkut dalam pesawat udara.

Secara umum bagasi penumpang pesawat udara terdiri atas dua kategori, yaitu bagasi yang terdaftar (Checked Baggage) dan bagasi yang tidak terdaftar (Unchecked Baggage). Checked Baggage merupakan barang bawaan penumpang yang harus ditimbang dan dimuat dalam compartment pesawat, dan akan diberikan nomor label pada saat penumpang melakukan check in. Sedangkan Unchecked Baggage adalah barang bawaan penumpang yang diijinkan untuk dibawa kedalam cabin pesawat yang mana bagasi cabin itu harus dapat diletakkan dibawah tempat duduk atau didalam rak (hatrack) diatas tempat duduk penumpang dengan batasan ukuran tas cabin L56 x W23 x H36cm, dengan jumlah dimensi tidak melebihi 115 cm dengan berat maksimum 7 kg. Bagasi diberi label dan menjadi tanggung jawab penumpang sendiri.

Nah, masalah ini terjadi pada bagasi terdaftar atau checked baggageku. Pada saat itu, yaitu 25 Mei 2014 aku akan melakukan penerbangan dari Medan menuju Denpasar dengan membawa barang yang bisa dikatakan cukup banyak. Nah, karena di Medan banyak barang yang murah mulai dari pakaian, makanan hingga barang elektronik akupun kalap berbelanja. Aku membawa 1 buah koper besar, tas ransel besar dan 1 buah kotak besar yang isinya sebagian besar adalah oleh-oleh.

Kapasitas bagasi terdaftar yang harusnya maksmimal 20kg tidak cukup untuk menampung semua barang bawanku.  Setelah ditimbang oleh petugas ternyata berat bagasi terdaftarku 34kg dan bagasi tidak terdaftar (kabin) 7kg. Bagasi kabinku pas, sementara bagasi terdaftarku kelebihan 14kg dan setiap kelebihan bagasi akan dikenakan biaya per kg nya. Masalah terbesarnya harga kelebihan bagasinya sangat mahal, aku harus membayar Rp. 55.000/kg, jadi bila ditotal 14kg dikali 55.000 aku harus menarik kocek yang cukup dalam untuk bagasi saja yaitu Rp. 770.000. Sedih rasanya, karena harga bagasi saja sudah setengah dari harga tiket yang saat itu sekitar Rp. 1.500.00.

Pengennya biar bagasinya dikirim lewat kargo aja biar lebih murah, yang kisarannya paling mahal cuma Rp. 25.000 aja kalau paket regulernya. Tapi karena saat packing, aku mencampur oleh-oleh dengan barang pribadi jadi tidak memungkinkan untuk kirim barang lewat kargo. Akhirnya dengan berat hati, aku membayar kelebihan bagasi yang harusnya bisa untuk beli yang lain. Wkwk setelah dipikir-pikir aku belanja banyak di Medan karena harganya murah malah menjadi mahal karena harus membayar ongkos kirim. Yasudahlah, masa lalu biar jadi pengalaman dan pembelajaran agar lebih mengefisienkan bagasi untuk penerbangan selanjutnya. Semoga kalian tidak meniru ya gess. Salam damai ^^

Share this post


Link to post
Share on other sites
14 minutes ago, HarrisWang said:

Btw ini naik apa? Tega amat tuh maskapai *ehh 

wkwk kayaknya kesalahannya ada di aku deh, gak mempertimbangkan dulu. Oh ia, aku pakai maskapai singa^

1 hour ago, kyosash said:

iya kalau jalan2, salah satu godaan-nya belanja banyak  , btw nice share :rate 

bener banget, apalagi mesti bagi oleh-oleh buat temen hehehe

54 minutes ago, deffa said:

@septiniara

biasanya kalau begitu lebih baik beli tambahan bagasi via online

kalau di tempat check in emang lebih mahal seh

nah, itu dia yang aku lupa. Soalnya udah keburu chek-in dan barang ditimbang hehe

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By Deeyan
      Hallo mau tanya dong.
      Aq kan beli bagasi air asia yg 20kg *krna pling rendah yg itu*, nah di koper aq bawa kopi excelso 5kg titipan temen yg disana, kira2 msti di declare atau lgsg cus aja??
      Trus klo koper sama ransel *males mau digendong sana sini, mmpung bagasi banyak*, niatnya mw aq wrapping di bandara sini, kira2 gppkah ntr di bandara beijingnya?? 
      Smpt nanya di page kenalan dan berhubung itu bkn page seharusnya jd sya pindah nanya kesini @ko Acong @Hartono Hasian mohon infonya, kali ada tmen yg jg senasib sepenanggungan. Niat backpack tp kena titip tmen.
    • By vie asano
      Saat naik pesawat terbang, biasanya satu hal yang dicemaskan oleh penumpang –selain masalah keselamatan penerbangan– adalah masalah bagasi. Ya, sudah jadi rahasia umum jika setiap kali membawa bagasi, penumpang akan dihadapkan dengan resiko bagasi hilang, baik hilang seluruhnya maupun hilang sebagian isinya (alias bagasi telah dibuka oleh pihak-pihak yang nggak peduli jika mencuri itu dosa).
       

      Ilustrasi kehilangan bagasi, via topreviewcentre 
       
      Pertanyaannya, ada nggak sih cara untuk mengamankan bagasi kita dari resiko hilang seluruhnya maupun hilang sebagian? Jawabannya, nggak ada cara yang benar-benar manjur untuk melindungi bagasi kita. Pencurian bagasi terjadi karena berbagai faktor, terutama faktor kesempatan. Jadi, yang bisa kita lakukan hanyalah memperkecil resiko hilangnya bagasi, maupun memperkecil resiko bagasi dibongkar oleh pihak lain.
       
      Beberapa tips yang layak untuk diperhatikan antara lain sebagai berikut:
       
      1. Hindari membawa bagasi, dan pilih tas/koper yang masuk dalam kabin.
       

      Ilustrasi koper di kabin, via thairath 
       
      Salah satu tips paling wahid untuk mencegah agar bagasi nggak hilang maupun dibongkar oleh orang lain, tentu saja dengan nggak memanfaatkan fasilitas bagasi. Sebisa mungkin, bawalah tas/koper yang bisa masuk dalam kabin. Jika nggak merasa punya keahlian untuk packing minimalis sehingga tetap harus meletakkan koper di bagasi, setidaknya tempatkan barang-barang berharga dan uang di dalam tas yang bisa masuk ke kabin dan awasi tas tersebut setiap saat.
       
      *             *             *
       
      2. Gunakan gembok tambahan, dan jika perlu, sabuk pengaman tas tambahan.
       

      Contoh sabuk pengaman tas, via aliexpress 
       
      Untuk mencegah agar koper dibuka orang lain, gunakan pengaman tambahan. Bisa berupa gembok untuk mengamankan kepala resleting, maupun sabuk tambahan untuk mengamankan koper. Untuk versi yang lebih murah, kalian bisa melilitkan lakban ke sekeliling tas/koper untuk menggantikan fungsi sabuk pengaman tas.
       
      *             *             *
       
      3. Jika ada budget lebih, bisa mempertimbangkan untuk membungkus tas dengan plastic wrap.
       

      Membungkus tas dengan plastic wrap, via nbcnews 
       
      Saat ini di berbagai bandara sudah banyak layanan membungkus koper/tas dengan plastic wrap. Jika kalian memiliki budget untuk itu, nggak ada salahnya kok mempertimbangkan layanan tersebut. Memang sih nggak menjamin jika koper/tas akan aman dari pencuri maupun pembobol, tapi setidaknya koper/tas kalian akan lebih sulit dibuka dibanding koper/tas yang tanpa pengaman sama sekali.
       
      *             *             *
       
      4. Atau, bisa juga membeli cover pengaman khusus untuk tas.
       

      Koper yang sudah diberi cover tambahan, via lelong 
       
      Dewasa ini, sudah ada beberapa pengaman khusus untuk koper/tas. Misalnya saja, sarung/cover untuk menyelimuti koper/tas. Sama seperti pengamanan dengan plastic wrap, walau nggak menjamin 100% akan membuat koper/tas menjadi lebih aman, setidaknya kalian sudah berusaha membuat si pencuri/pembobol sedikit kesulitan untuk membuka koper/tas.
       
      *             *             *
       
      5. Koper yang mencolok relatif aman dari pencuri.
       

      Koper dengan motif yang mencolok, via 3d-pictures.picphotos 
       
      Sekilas, koper yang terlihat biasa kelihatannya akan lebih aman dari pencuri. Pada kenyataannya, koper yang biasa-biasa saja akan mudah tertukar dengan koper lainnya. Koper biasa pun lebih beresiko akan diambil oleh orang lain tanpa disadari oleh sang pemilik. Dan, saat pencuri membongkar koper yang biasa saja, aksi tersebut tidak terlalu menarik perhatian dibanding membongkar koper yang mencolok. Hikmah yang bisa diambil dari poin ini yaitu, sebaiknya pilihlah koper/tas yang mudah dikenali. Beri tanda khusus pada koper/tas kalian maupun pilih koper/tas dengan motif yang mencolok.  
       
      *             *             *
       
      6. Hindari menggunakan koper bermerek.
       

      Tas ber-merk berpotensi mengundang mereka yang berniat kurang baik, via programalahuella 
       
      Menggunakan koper ber-merk ibarat sebuah iklan yang berkata: “curi akuâ€. Ya, koper ber-merk jelas merupakan sebuah tantangan langsung bagi para pencuri untuk mengambil seluruh koper dan bukannya membongkar serta mengambil sebagian isinya, karena koper ber-merk akan laku dijual dengan harga lumayan. Jadi, sebaiknya gunakan koper maupun tas yang murah tapi nggak murahan ya.
       
      *             *             *
       
      7. Pilih koper/tas dengan pengaman resleting, atau pilih yang nggak pake resleting
       

      Contoh koper tanpa resleting, via traveling-kids 
       
      Sudah jadi rahasia umum jika salah satu cara mudah untuk membobol koper adalah dengan menusukkan sesuatu (seperti pulpen) ke resleting, dan resleting akan terbuka dengan mudah. Selanjutnya, tinggal menggeser-geser kepala resleting sehingga resleting akan menutup lagi. Untuk menghindari hal tersebut, pilih koper dengan resleting yang kuat. Sebaiknya, pilih juga yang ada pengaman kepala resleting sehingga sulit untuk digerakkan. Alternatif lainnya, cari koper yang resletingnya bisa disembunyikan, atau pilih koper tanpa resleting.
       
      *             *             *
       
      8. Jangan malas untuk antri di area pengambilan bagasi sedini mungkin
       

      Antri di pengambilan bagasi, via telegraph 
       
      Dengan tiba di area pengambilan bagasi sedini mungkin, akan mengurangi resiko bagasi akan diambil oleh pihak lain. Tentu saja itu nggak menjamin jika bagasi kalian akan aman dari resiko dibongkar oleh orang lain (khususnya sebelum bagasi dikirim ke area pengambilan bagasi).
       
      Tips lainnya yang juga bisa dipertimbangkan:
      1. Perhatikan detail prosedur klaim bagasi sebelum pergi.
       

      Ilustrasi pengambilan bagasi, via empowerednews 
       
      Setiap maskapai punya prosedur klaim bagasi yang hilang maupun rusak. Jangan malas mempelajari itu, karena biasanya ada keterangan tentang batas maksimal untuk melakukan klaim serta detail prosedur kompensasi penggantian bagasi yang hilang/rusak.
       
      *             *             *
       
      2. Sebisa mungkin, pilih direct flight alias penerbangan langsung.
       

      Ilustrasi penerbangan, via anayatouring 
       
      Teorinya, semakin sering kalian transit, apalagi berpindah penerbangan, maka semakin besar resiko bagasi akan hilang karena seringnya dipindahkan ke berbagai tempat. Dan tentu saja itu meningkatkan resiko lainnya, seperti resiko bagasi akan dibongkar oleh orang lain. Jadi, salah satu cara untuk meminimalkan potensi kehilangan bagasi, adalah dengan memilih penerbangan langsung.
       
      *             *             *
       
      3. Pertimbangkan untuk membeli asuransi perjalanan yang meng-cover masalah kehilangan bagasi.
       

      Ilustrasi asuransi traveling, via livemint 
       
      Banyak yang berpendapat jika asuransi perjalanan itu nggak penting. Tapi, ada keuntungan tersendiri jika kalian membeli asuransi perjalanan, salah satunya adalah adanya kompensasi penggantian bagasi yang hilang/rusak. Memang nggak bisa mengganti seluruh kerugian jika bagasi kalian hilang/rusak, tapi adanya kompensasi setidaknya bisa menghibur hati dibanding marah-marah tanpa dapat apapun, bukan?
       
      *             *             *
       
      4. Buat catatan isi dalam koper/tas, minimal memotret isi koper/tas.
       

      Contoh memotret barang bawaan dalam tas, via whenonearth 
       
      Tindakan kecil ini ternyata cukup penting, lho. Dengan membuat daftar barang yang ada di dalam bagasi, minimal memotretnya, akan memudahkan kalian untuk melakukan klaim jika bagasi hilang/rusak.
       
      *             *             *
       
      5. Jangan sungkan memanfaatkan jasa pengiriman barang.
       

      Ilustrasi jasa kurir, via careers.van.fedex 
       
      Jika memang takut akan kehilangan bagasi, pertimbangkan untuk memilih mengirimkan koper menggunakan jasa profesional seperti FedEx dan UPS. Resikonya, tentu saja kalian harus siap dengan biaya kirim yang mungkin saja lebih mahal dari isi tas kalian.
       
      Last but not least,
      Jangan takut dengan resiko bagasi hilang maupun dibongkar orang ya, karena bagaimanapun kita hanya bisa berusaha meminimalkan resiko tersebut. Jika memang benar-benar takut bagasi hilang atau rusak, sebaiknya tinggalkan saja tas/koper kalian di rumah dan pergi nggak bawa apapun. Setuju?
       
      Semoga bermanfaat!
    • By deffa
      Hola Momod Here !!!
       
      Pasti kalian pernah denger atau ngalamin, bagasi di pesawat tertentu atau ketika tiba di bandara tertentu sudah robek / dibongkar 
      dan barang2 di dalam ada yang hilang. Lalu pihak maskapai / bandara tidak mau bertanggung jawab.
       
      Nah kali ini terjadi lagi di bandara Kuala Namu terhadap penumpang Lion Air. Menurut berita bandara ini sangat canggih se Indonesia namun tingkat pencurian bagasi penumpang nya paling tinggi juga se Indonesia. Dam beberapa surbey juga menunjukkan maskapai Lion Air yang paling sering bagasi penumpang nya dibobol. 
      Namun memang tidak cuma Lion Air dan Bandara Kuala Namu saja di maskapai lain seperti citilink dan bandara juanda juga pernah kejadian.
       
      Pengalaman pribadi saya bukan di bobol bagasi namun ketika 2010 manggung di Surabaya, flight Lion Air Jakarta - Surabaya. Kibor saya ke bawa ke Makassar. Akhirnya pihak maskapai kompensasi uang sekitar 300 ribu untuk saya sewa kibor dan kibor saya di jamin ketika pulang sudah ada di bandara Juanda.
      Inilah salah satui alasan kuat saya tidak pernah mau bawa koper untuk di bagasi, saya lebih prefer tas backpack di kabin
       
      Jadi disini apa yang salah ? Oknum / Bandara ? Maskapai ?
      apakah terjadi juga untuk bandara luar negeri atau maskapai luar negeri ?
       
      Jika kalian pernah punya pengalaman silahkan di sharing agar kita dapat sedikit waspada.
       

    • By alex13200
      Barang ini penting nih buat orang yang takut kehilangan bagasi mereka. Atau kalo isi bagasi barang yang berharga. Alat ini termasuk baru, karena baru akan di jual pada bulan April 2013.
       
      Jadi alat ini sebesar telapak tangan kita, jadi emang kecil dan pasti muat di bagasi apa aja.
      Jadi pertama kita daftarkan produk ini di website Trakdot dan masukin dalam bagasi yang kita ingin track. Nanti informasi dimana bagasi kita akan selalu di kirim, bisa melalui sms, atau melalui applikasi di ponsel kita. Kita juga bisa liat bagasi kita lagi di mana di situs trakdot.com. Kerennya lagi, akan ada alert kalo bagasi kita sudah deket.
       
      Harganya $50 untuk satu alat ini, tapi kita juga harus bayar biaya aktivasi sebesar $9. Nanti setahun kita kena charge $13. Jadi bukan sekali beli udah bebas di pakai.
       
      Menurut saya ini berguna buat bisnes traveller yang sering keluar negeri dan yang pasti selalu di checked bagasinya. Kalau kita jarang berlibur sayang beli karena ada biaya per tahunnya.
       

    • By ulie
      Baggage atau bagasi bukan hal baru bagi jalan2ers.... tapi kita musti tahu hal ihwal tentang bagasi. Bagasi adalah barang bawaan, barang-barang milik pribadi penumpang.

      Bagasi dibagi menjadi 3 golongan, yaitu :
      Checked baggage (Bagasi terdaftar, dimuat ditempat khusus barang yang disebut cargo compartment)
      Unchecked baggage (Barang bawaan yang dibawa sendiri oleh penumpang kedalam kabin pesawat)
      Unaccompanied baggage/luggage (Barang bawaan penumpang yang dikirim atau diangkut sebagai kargo)

      Setiap airlines mempunyai persyaratan masing-masing mengenai bagasi yang akan diangkut, tetapi secara garis besarnya persyaratan-persyaratan itu adalah :

      1. Setiap Penumpang diizinkan untuk membawa ke dalam kabin pesawat satu buah tas standar dengan maksimum berat 7 kg dan ukuran 50x36x15cm. Tas yang melampaui berat dan/atau ukuran standar tersebut diperlakukan sebagai Bagasi yang Dititipkan dan harus dimasukkan ke dalam ruang bagasi pesawat.

      2. Sebagai tambahan, penumpang dapat membawa Bagasi yang Tidak Dititipkan, seperti tas tangan, tas wanita, jaket, payung, laptop, dan kamera, ke dalam kabin pesawat. Semua Bagasi yang tidak memenuhi standar di atas akan dikenakan biaya tertentu.

      3. Membebaskan biaya atas Bagasi yang Dititipkan sebanyak 20 kg per penumpang. Dikenakan biaya tambahan tertentu untuk penitipan Bagasi. Kepada Penumpang diberikan Tanda Identifikasi Bagasi. Berat maksimum Bagasi yang dititipkan adalah 20 kg - 32 kg per Bagasi dan diperbolehkan menitipkan lebih dari satu Bagasi.

      4. Dilarang keras membawa senjata api dan peluru kedalam kabin pesawat. Ada beberapa airlines yang menyediakan kotak khusus untuk penyimpanannya. Penumpang harus menunjukkan dokumen kepemilikan senjata api yang sah menurut hukum. Tanpa dokumen yang sah, senjata api tidak dapat dibawa. Penumpang yang membawa senjata api harus mengisi formulir “Senjata Api dan Peluru†yang tersedia di meja lapor. Ada biaya tertentu yang harus dibayar. Biaya tidak berlaku untuk anggota angkatan bersenjata atau petugas kepolisian yang berhak membawa senjata api.

      5. Senjata seperti senapan, pedang, pisau antik, dan benda-benda serupa lainnya atas kebijakan beberapa airlines masih dapat diterima sebagai Bagasi yang Dititipkan ke dalam ruang bagasi pesawat, akan tetapi tidak diizinkan dibawa ke dalam kabin pesawat. Barang-barang tersebut dikenakan biaya tertentu per barang.

      6. Barang-barang berbahaya (dangerous good) dilarang untuk dibawa dalam bagasi

      7. Korek api dan pemantik harus dibawa dalam Bagasi kabin dan tidak diperkenankan untuk meletakkannya dalam Bagasi yang Dititipkan.

      Apabila masih ragu-ragu tentang barang-barang apa saja yang dapat dibawa ke dalam kabin atau harus dimasukkan ke dalam ruang bagasi pesawat, hubungi petugas yang bersangkutan sebelum perjalanan atau tanyakan hal tersebut kepada petugas saat tiba di meja lapor diri.




      Nah jalan2ers, sekarang udh pada tahu kan macam2 bagasi...tinggal bagaimana kita memenejnya...

      sumber : http://natiket.com/