• 0
aRai

[OpenTip 10-11 September 2016] Taman Wisata Alam Gn. Papandayan

Question

[OpenTrip] 2D1N CamCer di Taman Wisata Alam Gunung Papandayan - Garut

Lokasi yang dituju:
1. Kawah Papandayan
2. Pondok Salada
3. Hutan Mati
4. Ghober Hoet
5. Tegal Alun (Bunga abadi Edelweis)
6. Curug Orok (Bonus masa promo)

Biaya 400.000,- IDR/orang (minimal 12 orang)

Titik Kumpul : Sabtu 10 September 2016 Jam 07:00 di Terminal Guntur, Garut

Biaya termasuk :
- Kendaraan antar jemput
- Simaksi/Perijinan Pendakian Gunung Papandayan
- Perlengkapan Kemping (Tenda, SB, Matras, Alat Masak)
- Team Leader
- Makan 3x (Siang, Malam, Sarapan)
- Air Mineral
- Kopi
- Senyuman
- Bonus ke Curug Orok / Air Terjun Bayi (Promo)
- Tiket masuk wisata
- Asuransi
- Dokumentasi

Biaya yang tidak termasuk :
- Transportasi menuju titik kumpul
- Makan diluar fasilitas
- Keperluan pribadi
- Biaya lain diluar yang disebutkan di atas

Java Trip adalah jasa pelayanan wisata yang berasal dari Garut (warga lokal) yang mengedepankan kenyamanan, keamanan dan mengutamakan pelayanan peserta dengan kekeluargaan.

Info lebih lanjut bisa menghubungi
aRai
0818-578-438 (WhatsApp/Sms/Telpon)
0812-98011792 (Telpon/Sms)
5C734D56 (BBM)

DSC_0638.JPG

panorama-gunung-papandayan.jpg

gunung-papandayan.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

3 answers to this question

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By Hanzo Urang Ciwidey
      Izin Admin buat FR lagi meskipun ya ini perjalanan ane 3 bulan yang lalu 
       
      Berawal dari salah satu ajakan dari Hima kampus untuk menjadi petunjuk arah jalan-jalan one day trip menyelusuri cianjur selatan selama 1 hari full maka pada awal tahun 2015 ane sepakat berangkat bareng hima kampus untuk menelusuri cianjur selatan memakai motor dengan jarak yang di tempuh sekitar 200km pulang pergi.
       
      Berangkat : ciwidey-parigi-pantai jayanti-rancabuaya

       
      pulang : rancabuaya - cisewu - pangalengan - ciwidey

       
      07:00
       
      pagi2 ane langsung siap2 nyiapin motor untuk menunggu teman-teman Hima dari Bandung yang berangkat jam 5 shubuh dari sana "untuk menanggulangi macet di karenakan liburan tahun baru area ciwidey dan sekitarnya pasti macet parah".
       
      Ciwidey di pagi hari

       

       
      teman2 dari kampus sudah pada dateng

       
      Setengah jam kemudian setelah dari Hima kampus sampai di meet point dan mengecek persiapan kita dari bensin dan perlengkapan lainya kita pun berangkat, jarak yang dilalui memang termasuk unik awal-awal kita memasuki dataran tinggi melewati Perkebunan teh rancabali sampai ke perbatasan Kabupaten Bandung dan Cianjur lalu di lanjut melalui hutan-hutan kecil dan lembah2 yang di kelilingi oleh banyak air terjun sehingga kerap jalan yang kita lalui ini suka disebut jalan seribu air terjun.
       
      Armada + peralatan tempur   

       
      Kebun Teh Rancabali

       

       

       
      Pondok Datar  "pemandanganya lebih keren dari tebing keraton"   

       

       

       

       
      tugu perbatasan Kab Bandung dan Kab Cianjur "selamat datang ke jalur 1000 air terjun

       
      Air terjun dimana-mana     
       

       

       

       
      Curug Ceret "air terjun yang persis di pinggir jalan"   

       

       
       
       
      mungkin karena teman2 ane yang dari Hima kampus belum terbiasa perjalanan jauh maka kita pun beristirahat dahulu di salah satu warung baso di pinggir jalan sambil mengisi energi karena setelah jalur 1000 air terjun abis perjalanan berlanjut ke turunan hingga sampai pantai jayanti.
      Istirahat dlu bray 



       
      Perjalanan di lanjut banyak turunan bray

       
       
       
      Jam 11 pas akhirnya kita sampai juga di Cidaun kampung pesisir di cianjur selatan yang lebih terkenal dengan pantai Jayanti cuman sayang peran dari pemerintah sepertinya belum optimal sehingga fasilitas di pantai ini bisa disebut kurang memadai.
       
      Pantai Jayanti

       

       

       

       
       
       
      hanya 1 jam setengah kita di pantai jayanti ini karena tujuan utama ke rancabuaya maka perjalanan pun dilanjutan dengan menyulusuri pantai kita menuju rancabuaya , jalan yang lurus dengan disisi kanan jalan adalah pantai di sepanjang jalan menemani kita dengan jarak tempuh dari pantai jayanti ke rancabuaya selama 30 menit dan kita juga harus melintasi kabupaten cianjur karena rancabuaya masuk ke Kabupaten Garut
       

       

       

       
      Sampai juga di rancabuaya

       

       

       

       
      tidak terasa waktu sudah menunjukan sore hari.... supaya tidak kemalaman di jalan maka dengan berat hari kita pun harus berangkat pulang kali ini untuk pulang kita tidak mengambil jalan yang sama tapi jalan ke arah cisewu jam 4 kita sudah packing sudah siap2 sudah pulang.
       
      Perjalanan pulang

       

       
      Perbatasan Kab Garut - Kab Bandung "pangalengan"

       
      Kabut bray

       
      dan akhirnya setelah kurang lebih 9 jam berkendara (tidak termasuk berhenti dan main di lokasi) ane pun sampai kembali ke rumah pada jam 8 malam pengalaman yang tidak terlupakan karena dengan motor ane yang kapasitas tangki cuman 2 liter dan harus beberapa kali isi bensin tapi liburan di awal tahun 2015 sangat puas.
       
      kapan2 kalau ada yang mau one day trip lagi ane siap nemenin 
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       








    • By kjadventure
      Lokasi : Gunung Merbabu, Jawa Tengah
      Tanggal : 10 - 11 Desember 2016
      Biaya : IDR 500.000
      Meeting Point Semarang
      Pendakian Gunung Merbabu via Suwanting & Selo merupakan jalur pendakian terindah gunung merbabu. Di kedua jalur ini terhampar luas sabana yang akan memanjakan mata para pendaki dan juga bisa menjadi objek photography karena memiliki pemandangan yang menakjubkan. Selain itu melalui jalur ini dapat dilihat beberapa gunung diantaranya Gunung Merapi, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Prau, Gunung Lawu
      FASILITAS
      INCLUDE
      - Transport Semarang – Basecamp Suwanting
      - Transport Basecamp Selo - Semarang
      - Tenda Kapasitas 4 orang (Sharing tenda)
      - Alat Masak per tenda
      - Guide
      - Logistik Pendakian
      - Souvenir KJAdventure
      - Porter Tim
      - Makan selama pendakian
      EXCLUDE
      - Perlengkapan pribadi
      - Makan di luar camping
      - Porter pribadi
      SYARAT & KETENTUAN
      - Meeting Point Stasiun Tawang/Poncol Semarang (untuk yang naik kereta)
      - Meeting Point di Jatingaleh (untuk yang naik bus)
      - Calon Peserta diwajibkan membayar uang muka 50% (Rp 225.000) maksimal H+2 setelah pendaftaran
      - Pelunasan masksimal H-7 sebelum berangkat
      - Calon Peserta yang sudah transfer DP akan langsung tercatat sebagai peserta
      - Peserta yang sudah transfer dan mundur sebelum hari H, maka biaya yang sudah di transfer tidak dapat dikembalikan tetapi dapat digantikan dengan peserta lain.
      - Peserta yang sudah transfer dan mundur pada hari H. maka biaya yang sudah di transfer tidak dapat dikembalikan dan dianggap hangus.
      - Apabila ada pembatalan dari pihak kami akan dikembalikan 100%
      - Jika ada Force Majeure seperti bencana alam, politik dan lain-lain di luar kemampuan kedua belah pihak yang dapat mengganggu atau membatalkan kegiatan akan dibicarakan secara musyawarah.
      - Jika ada Force Majeure dan hasil musyawarah adalah dibatalkannya kegiatan, maka uang akan dikembalikan kecuali uang untuk transportasi.
      - Tidak menerima booking tanpa DP
      - Peserta dianggap mengerti dan menyetujui semua ketentuan di atas
      PENDAFTARAN
      - Informasi kuota peserta ke :
      CALL/SMS/WA :0821-1074-9949
      SMS/WA : 0857-8111-6493
      BBM : 584DDCF8/7E7013C7
      - Kirim SMS/WA/BBM pendaftaran dengan format :
      Pendakian Gunung Merbabu
      Nama :
      No HP :
      Domisili :
      Meeting Point :
      Email :
      - Pembayaran DP minimal 50% ke Rekening Bank BCA 0354177214 a/n Muhamad Kamal maksimal H+2 setelah pendaftaran
      - Bukti pembayaran kirim melalui SMS/WA ke no 0857-8111-6493/0821-1074-9949
      - Peserta akan dinyatakan fix ikut apabila sudah melunasi pembayaran
      - Apabila peserta tidak jadi ikut, pembayaran tidak dapat dikembalikan tetapi dapat digantikan oleh orang lain
      ITINERARY
      Hari 1, Sabtu
      05.00 – 06.30 : Kumpul di Meeting Point Stasiun Poncol/Tawang Semarang
      06.30 – 09.00 : Perjalanan ke Desa Suwanting
      09.00 – 10.00 : Repacking dan pengurusan perijinan pendakian
      10.00 – 10.30 : Basecamp – Pos Ojek
      10.30 – 11.00 : Pos Ojek – Pos 1(Lembah Lempong)
      11.00 – 11.30 : Pos 1(Lembah Lempong) – Lembah Gosong
      11.30 – 12.00 : Lembah Gosong – Lembah Cemoro
      12.00 – 13.30 : Lembah Cemoro – Pos 2(Shelter Bendera)
      13.30 – 17.00 : Pos 2(Shelter Bendera) – Dampo Awang
      17.00 – 17.30 : Dampo Awang – Pos 3 (Camp Area)
      17.30 – 00.00 : Mendirikan tenda, masak, istirahat
      Hari 2, Minggu
      03.30 – 04.00 : Persiapan Summit Attack
      04.00 – 07.00 : Summit Attack
      07.00 – 09.00 : Puncak Kentheng Songo & Triangulasi
      09.00 – 10.00 : Puncak – Sabana 2
      10.00 – 10.30 : Sabana 2 – Pos 3
      10.30 – 11.30 : Pos 3 – Sabana 1
      11.30 – 13.30 : Sabana 1 – Pos 2
      13.30 – 14.00 : Pos 2 – Pos 1
      14.00 – 17.00 : Pos 1 – Basecamp Selo
      17.00 - 19.30 : Bersih bersih dan istirahat
      19.30 – 23.00 : Basecamp Selo – Semarang, Disarankan untuk mencari tiket kereta dengan keberangkatan diatas jam 23.00 WIB.
      *NOTE : Itinerary menyesuaikan kondisi di lapangan
      PERLENGKAPAN
      Perlengkapan Tim
      - Tenda (Sudah disediakan)
      - Alat Masak + Bahan Bakar (Sudah disediakan)
      Perlengkapan Pribadi
      - Tas Carrier
      - Geiter
      - Kostum Treking (Baju & Celana Lapangan)
      - Jaket Gunung (WAJIB)
      - Sleeping Bag (WAJIB)
      - Matras Biasa / Matras Aluminium (WAJIB)
      - Jas Hujan / Ponco (WAJIB)
      - Sepatu Outdor (WAJIB MENGGUNAKAN SEPATU)
      - Sendal Gunung
      - Kupluk / Topi / Slayer / Buff (WAJIB)
      - Pakaian Ganti (Baju, Celana, Dalaman) (WAJIB)
      - Sarung Tangan & Kaos Kaki (WAJIB)
      - Alat Makan (Piring, Gelas, Sendok, Garpu, dll) (WAJIB)
      - Botol Minum (WAJIB)
      - Obat-Obatan Pribadi (WAJIB)
      - Alat Bersih-Bersih(tisu dll) (WAJIB)
      - Senter / Headlamp (WAJIB)
      - Baterai Cadangan (WAJIB)
      - Trash Bag Sedang (WAJIB)
      - Masker
      - Trekking Pole
      * Perlengkapan yang ada keterangan WAJIB harus dibawa demi keamanan dan kenyamanan peserta
      LOGISTIK
      Logistik Tim
      - Sudah disediakan
      Logistik Pribadi
      - Buah-Buahan seperti pear, apel, pisang dll
      - Cemilan seperti tango,oreo,silverqueen,coki-coki dll
      - Air Minum (minimal 1.5 liter)
      CP :
      > 0821-1074-9949 TELP/SMS/WA
      > 0857-8111-6493 TELP/SMS/WA
      BBM : 584DDCF8/7E7013C7
      Untuk tiket kereta disarankan
      1. JKT - SMG : Tawang Jaya 23:00 - 05:52
      2. SMG - JKT : Matarmaja 02:50 - 09.45
      http://www.backpackerindonesia.com/node/120090
      https://www.triptrus.com/trip/menikmati-sabana-gunung-merbabu
       

    • By Rawoniste
      Banyak yg enggan liburan ke pantai santolo,rancabuaya,sayang heulang dll karena akses jalan yg jelek. Itu sih dulu, sekarang sudah bagus lah. Yah meskipun saya sendiri belum pernah kesana ketika byk yg bilang jalannya jelek ,segimana jelek ? Tdk tau juga. 
      Start dari ciwidey bareng sodara yg sudah menunggu disana. Let's go !
      Jam 9 siang baru berangkat, rada molor jg karena menunggu saya yg telat dr bandung 
      Sudah pada tau kan kalo dr arah ciwidey, jalurnya masuk melalui tempat wisata andalan ciwidey yaitu arah ke kawah putih ranca upas patengan.
      Sepanjang jalan kita disuguhi pemandangan kebun teh dan bukit2 yg menyegarkan mata. Eits dan jurang2 jg beserta kabut tipis. Hati2 saja bawa kendaraannya guys.
      Nyampe ke pelabuhan jayanti sekitar jam 12an kurang. Setelah lihat2 sekitar pelabuhan yg sepi dr kunjungan orang, kita pun beli ikan Segar yg dijual sekitar pesisir . setelah dapat langsung saja mlipir kesebelahnya untuk dibakarin ato di goreng .meskipun tempat nya alakadarnya tapi bakaran ikan nya enak beud...Kenyang dan murah. Kaenya total makan gak nyampe 200k , masih ada sisa bakaran ikan yg tidak habis. Bungkusssss..... 

      Sibuknya Nelayan di pelabuhan jayanti.

      Sepi banget .....
      Saya rekomendasikan makan disini saja kalo suka seafood drpd nyari tempat lain.
      Beres sholat dhuhur , kami pun meluncur ke pantai rancabuaya. Nah kalo disini lumayan rame pengunjung. Kamipun Turun apalagi buat poto2.

      Disebut  pantai ranca buaya karena banyaknya karang2 yg berjejer diapit parit2 seperti gambar diatas.seolah2 seperti jajaran buaya yg lg berendam .
      Pantainya didominasi bebatuan karang dimana2.

      Sudut lain rancabuaya.

      Unik jg ada kubangan melingkar lingkar yah....
       
      Gak kerasa udah mulai sore.....,kita pun cabut ke tujuan utama pantai santolo.Suasana disana sangat ramai tdk ubahnya dgn pangandaran. Tetangga sodara jg byk bertebaran disana Hahaha ,sama2 lg piknik.
      Mulailah kami hunting penginapan. Alamak susah bgt, semua full booked 
      Tanpa putus asa kamipun berpencar hunting penginapan. Ahirnya dapat jg. 
      Yup pasilitas penginapan disana emng kurang banget, udah gitu serasa jaman di pangandaran beberapa puluh tahun yg lalu. Penginapan alakadarnya.
      250k hanya dapat gelaran kasur doang, tdk ada properties apa2 lg di kamar. Kamar mandipun di luar rame2.Erghhhhh.h
      Sehabis mandi Dan sholat magrib, kamipun jalan2 seputar area. Tetep rame bgt pengunjung yg lalulalang. Lapar..... Kamipun nyari2 makanan. Hiks rada susah jg ,byk yg sudah habis . drpd kelaparan kamipun masuk warung nasgor Dan Baso. Sepakat , makanan nya gak ada yg enak !! Kuciwa 
      Pagi2 kami sudah pada bangun dan main2 di pasir putihnya 

      Masih sepi karena pagi2 bgt kami ke sini.
      Lirik kesebelah weh ada pulau 
      Kamipun nyebrang kesini, airnya msh sedikit jadi jalan kaki saja. Eh baru saja nyampe disamperin orang disebrang. Kudu bayar naik perahu kalo ke sini. Dudulz deh bayar 2500/orang 
      Setelah melewati tempat souvenir dan area hutan kamipun nyampe ke pantainya.

      Sejauh mata memandang disuguhi hamparan karang yg seperti alun2 saja, begitu luas.karangnya bkn topical karang yg runcing2 jg aman jalan2 disini.
      Bisa rendaman disini.kaya di bathtube 

      Geser kekanan pemandangan pantai berubah seperti ini.

      Kalo kepanasan bisa berteduh sini .
      Geser kekiri merupakam dermaga tempat kapal2 nelayan.
      Coba lempar koin kesini, liat atraksi anak2 nyelam ngambil koin  
      Puas main di pulau ini,kami pun pulang .Kali ini kami naik perahu. Turun dr perahu gak ada yg nyamperin ato nagih ongkos. Kami pun melenggang pergi. Eh tiba2 dikejar orng lagi katanya Blum bayar Hahaha.  Tp orang nya beda lg .... Beuuuu...
      Sehabis Mandi Dan ngePopmie kamipun beranjak pergi menuju pantai sayang heulang.
      Parah kalo disini, meskipun deket tp benar2 tidak terawat ,jalanan rusak penginapan jg kosong2. Sepi jg.
      Tp tetep penasaran, kamipun turun. Wuih anginya kenceng bgt. Udah gitu byk pasir berterbangan. Diarea ini ada gundukan pasir mungkin Dr situ sumbernya.
      Pantainya masih didominasi karang2. Tanpa para abg yg camping di bibir pantai. Sepi jg disini.

      Beginilah pemandangan nya.

      Karang2 gede mendominasi dimana2.
      Gak lama2 disinI karena anginnya kenceng.
      Kamipun memutuskan pulang. makan ? Gak selera makan diwarung2 sini. Sodara saya bilang entar saja di perjalanan ada Rumah makan yg pernah disinggahi .
      Pulangnya kami lewat jalur pangalengan.Oalah yg ini ternyata lebih ektrem jalannya.baru saja keluar dr jalur utama langsung masuk jalan yg membelah atas bukit. Yay jurang kiri kanan. Blum selesai petualangan jurung langsung disuguhi jln yg kulak kelok .Sodara saya yg ce langsung mabuk Hahaha. Jalanya supermulus cuma sempit tp untung kendaraan gak ramai.
      Mana rumah makanya ? Sodara saya mulai panik. Yaelah itu RM sudah mendekati pangalengan. Jd kami kelaparan.  Ada yg udah gak mood ada yg semangat, ada jg yg masih mabuk. Bener2 buruk 
      Alhamdulilah ahirnya kami nyampe jg ke bandung menjelang isya. Puter dulu deh makan di cibiuk. Kali ini kita semua happy. 
       




    • By Berangan Trip Organizer
      Ranu Kumbolo adalah sebuah danau gunung di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Terletak di Pegunungan Tengger, di kaki Gunung Semeru, dan merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Ranu Kumbolo ada di jalur pendakian menuju puncak Semeru (Mahameru). Tempat ini biasa dijadikan sebagai bumi perkemahan dan tempat beristirahat sebelum mendaki ke puncak.
       

      Date :
      28 – 29 Mei 2016 Itinerary :
      Hari 1 (B, L, D)
      Pukul 07.00 peserta berkumpul di meeting point (Stasiun Malang). Setelah sarapan, kita akan berangkat menuju Ranupane, pintu gerbang pendakian Gunung Semeru. Diperkirakan pukul 12.00 tiba di Ranupane, makan siang terlebih dahulu, kemudian melakukan pendakian menuju Ranu Kumbolo. Pendakian sejauh 10 km akan ditempuh selama + 6 jam. Malam hari setibanya di Ranu Kumbolo, kita akan buka tenda dan menyiapkan api unggun.
      Hari 2 (B, L)
      Pagi hari bisa digunakan untuk melihat sunrise di Ranu Kumbolo. Setelah makan pagi, kita akan menuju tanjakan cinta dan padang rumput Oro-Oro Ombo. Sekitar pukul 10.00 kembali trekking menuju Ranupane selama + 4 jam. Sesampainya di Ranupane, makan siang terlebih dahulu, kemudian melakukan perjalanan kembali ke kota Malang. Diperkirakan pukul 19.00 sudah tiba di Malang, dan trip berakhir.
      (B = Breakfast, L = Lunch, D = Dinner)
      Price : Rp. 800.000/pax
      Quota : min. 10 pax
      Include :
      Transportasi Malang – Tumpang PP Jeep Tumpang – Ranupane PP Makan 5x Minum (air mineral, teh, kopi) Perizinan masuk kawasan TNBTS Guide Porter Perlengkapan camping (tenda, sleeping bag, matrass, kompor+nesting) Exclude :
      Transportasi ke/dari meeting point Hal-hal yang tidak disebutkan di atas Terms & Conditions :
      Konfirmasi keikutsertaan dengan mengirimkan DP sebesar Rp. 350.000 ke rek. Mandiri 1410013079603 (a/n Indra Yulianto). Harap konfirmasi setelah melakukan pembayaran. Jika terjadi pembatalan dari pihak peserta setelah pembayaran DP, maka DP dinyatakan hangus. Pelunasan dilakukan paling lambat 1 minggu sebelum hari keberangkatan. Apabila peserta terlambat datang di lokasi keberangkatan pada waktu yang telah ditentukan, maka peserta dianggap batal dan biaya yang telah dibayarkan dinyatakan hangus. Apabila destinasi tujuan tidak memungkinkan untuk dikunjungi karena bencana, cuaca yang tidak mendukung, penutupan tempat wisata, atau sebab lain di luar kendali kami, maka peserta tidak berhak meminta kompensasi atau pengembalian biaya yang telah dibayarkan. Apabila terjadi pembatalan dari pihak kami di luar sebab-sebab di atas, maka DP ataupun biaya yang telah dibayarkan oleh peserta akan dikembalikan 100%. Harga dan itinerary dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi setempat. Contact :
      Intan Primadewati
      Call/WhatsApp : +6281233843907 . +6287703039763
      Pin BB : 5368F674
      Indra Yulianto
      Call/WhatsApp : +6281286944675 . +6285645412245
      Pin BB : 75A0A51D
      Email : marketing@berangan.com
      Facebook : Berangan Trip Organizer
      Twitter : @berangan_trip
      Website : www.berangan.com
    • By Berangan Trip Organizer
      Ranu Kumbolo adalah sebuah danau gunung di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Terletak di Pegunungan Tengger, di kaki Gunung Semeru, dan merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Ranu Kumbolo ada di jalur pendakian menuju puncak Semeru (Mahameru). Tempat ini biasa dijadikan sebagai bumi perkemahan dan tempat beristirahat sebelum mendaki ke puncak.     Date : 28 – 29 Mei 2016 Itinerary :   Hari 1 (B, L, D)
      Pukul 07.00 peserta berkumpul di meeting point (Stasiun Malang). Setelah sarapan, kita akan berangkat menuju Ranupane, pintu gerbang pendakian Gunung Semeru. Diperkirakan pukul 12.00 tiba di Ranupane, makan siang terlebih dahulu, kemudian melakukan pendakian menuju Ranu Kumbolo. Pendakian sejauh 10 km akan ditempuh selama + 6 jam. Malam hari setibanya di Ranu Kumbolo, kita akan buka tenda dan menyiapkan api unggun.   Hari 2 (B, L)
      Pagi hari bisa digunakan untuk melihat sunrise di Ranu Kumbolo. Setelah makan pagi, kita akan menuju tanjakan cinta dan padang rumput Oro-Oro Ombo. Sekitar pukul 10.00 kembali trekking menuju Ranupaneselama + 4 jam. Sesampainya di Ranupane, makan siang terlebih dahulu, kemudian melakukan perjalanan kembali ke kota Malang. Diperkirakan pukul 19.00 sudah tiba di Malang, dan trip berakhir.   (B = Breakfast, L = Lunch, D = Dinner)   Price : Rp. 800.000/pax   Quota : min. 10 pax   Include : Transportasi Malang – Tumpang PP Jeep Tumpang – Ranupane PP Makan 5x Minum (air mineral, teh, kopi) Perizinan masuk kawasan TNBTS Guide Porter Perlengkapan camping (tenda, sleeping bag, matrass, kompor+nesting)   Exclude : Transportasi ke/dari meeting point Hal-hal yang tidak disebutkan di atas   Terms & Conditions : Konfirmasi keikutsertaan dengan mengirimkan DP sebesar Rp. 350.000 ke rek. Mandiri 1410013079603 (a/n Indra Yulianto). Harap konfirmasi setelah melakukan pembayaran. Jika terjadi pembatalan dari pihak peserta setelah pembayaran DP, maka DP dinyatakan hangus. Pelunasan dilakukan paling lambat 1 minggu sebelum hari keberangkatan. Apabila peserta terlambat datang di lokasi keberangkatan pada waktu yang telah ditentukan, maka peserta dianggap batal dan biaya yang telah dibayarkan dinyatakan hangus. Apabila destinasi tujuan tidak memungkinkan untuk dikunjungi karena bencana, cuaca yang tidak mendukung, penutupan tempat wisata, atau sebab lain di luar kendali kami, maka peserta tidak berhak meminta kompensasi atau pengembalian biaya yang telah dibayarkan. Apabila terjadi pembatalan dari pihak kami di luar sebab-sebab di atas, maka DP ataupun biaya yang telah dibayarkan oleh peserta akan dikembalikan 100%. Harga dan itinerary dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi setempat.   Contact :   Intan Primadewati
      Call/WhatsApp : +6281233843907 . +6287703039763
      Pin BB : 5368F674   Indra Yulianto
      Call/WhatsApp : +6281286944675 . +6285645412245
      Pin BB : 75A0A51D   Email : marketing@berangan.com
      Facebook : Berangan Trip Organizer
      Twitter : @berangan_trip Website : www.berangan.com
    • By Titi Setianingsih
      Selamat Siang Jalan2er,,,,!!
      Kedua kota itu sering saya lewati ketika hendak mudik ke Banyumas via jalur selatan, rasa2nya gak ada yang istimewa, namun kini sejak teman2 pada kecanduan jalan2, rasanya semua kota kepengin disinggahi. Biasanya yang kepengin singgah yang ada teman disana, tujuannya adalah untuk tempat bertanya dan tempat menginap jika perlu. Nah, Tasik sudah menjadi incaran lama saya, karena disana ada teman kuliah ketika di Purwokerto, bahkan sudah menjanjikan mau antar keliling dan nginap dirumahnya. Seiring berjalannya waktu, akhirnya baru kesampaian ke sana tanggal 6 - 7 Nopember 2015. Namun karena teman ada yang sakit dan ada juga yang sibuk, sayapun pergi bersama teman yang lainnya, untuk urusan jalan2 mah gak akan kehabisan teman, bahkan malah nolak2 dikarenakan quota udah penuh. Yah kemarin kami menggunakan mobil long elf yang hanya muat 18 orang, jadinya ada teman kami 3 orang yang tidak ke angkut. hiks,,,!

      Tujuan kami ke Tasik dan Garut adalah ke Gunung Galunggung, Kampung Naga dan Candi Cangkuang. Sesuai urutan rutenya, kami ke Gunung Galunggung duluan, karena memang rencananya mau lihat sunrise disana. Kami sudah sampai pagi2 jam 04.30, langsung menuju TKP setelah sebelumnya shalat Subuh di tempat parkir, kebetulan warung makanan belum buka jadi kami bisa numpang shalat disitu.

      Untuk menuju Gunung Galunggung tidak terlampau sulit, karena sudah ada anak2 tangganya, bukan seperti layaknya sebuah pendakian, namun jumlah anak tangganya 510 buah, terbayang betapa tingginya ? Kalau sudah pernah ke G Bromo, maka tangga di G Galunggung adalah 2x nya. Whats ?? Bahkan ada lagi di tangga satunya, jumlahnya 650an anak tangga. Ya tak apa, pantang mundur lah kita.....

      Kami sempat istirahat beberapa kali, tapi teman2 yang lain mah sudah pada duluan naik, seperti biasa, saya selalu ada di paling akhir sampainya. Biar capai kami terhibur oleh pemandangan yang menghijau dikiri kanan tangga. Beberapa puluh menit kami menaiki tangga, namun Sang Mentari tak kunjung tiba, rupaya Sang Mendung masih menutupi cakrawala, sehingga sunrise pun tak bisa kami nikmati pagi itu.

      Agak kecewa memang, namun kekecewaan itu hilang seketika manakala kami lihat hijaunya kawah gunung Galunggung. Subhanallah, indah sekali, baru kali ini saya lihat kawah dari dekat. Oh tidak, sudah pernah lihat juga kawah Bromo, Kawah Sikidang, Kawah Putih dan Kawah Tangkuban Perahu. Namun kawah Gunung Galunggung lain dari pada yang lain, airnya berwarna hijau dan pepohonan masih tumbuh di sekelilingnya, jadi lebih mirip sebuah danau, kalau kawah2 yang lain biasanya gersang.

      Gunung Galunggung ini mempunyai ketinggian 2.167 mdpl, namun kawah ini posisinya masih di bawah, kurang lebih di ketinggian 1.000 mdpl. Meski gunungnya tidak besar namun letusan yang pernah terjadi sangat menggemparkan, terakhir letusan saya masih ingat ketika saya masih SMA yaitu tahun 1980an, abu yang di muntahkan Gunung Galunggung sampai ke daerah Banyumas, cukup tebal karena rambut kepala sempat kering tertutupi debu. Di gunung Galunggung kami hanya menikmati kawahnya saja, untuk yang lain bisa menikmati wisata pemandian air panas Cipanas yang lokasinya terlihat dari atas / dari kawah sini, nun jauh disana.

      Untuk antisipasi terjadinya letusan, telah dibangun check dam untuk mengalirkan lahar dingin jika sewaktu-waktu muncul. Gunung Galunggung dijuluki Si Macan Tidur loh, harus kita jaga supaya jangan bangun,,,hiiii sereeemmmmm.
      Baiklah,,,,sudah beberapa lama ditunggu, namun mendung masih bertahan di angkasa, dengan berat hati kami tinggalkan Gunung galunggung. Untuk yang anak muda, ada juga kok jalur pendakiannya, tidak melalui tangga2 tapi seperti layaknya mendaki gunung, nah pulangnya bolehlah lewat tangga.
      Perjalanan kami lanjutkan menuju Kampung Naga. Kampung ini secara administratif berada di wilayah desa Neglasari, kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya. Lokasinya tidak jauh dari jalan raya yang menghubungkan kota Garut dengan kota Tasikmalaya. Kampung ini berada di lembah yang subur, di sebelah Barat Kampung Naga dibatasi oleh hutan keramat karena di dalam hutan tersebut terdapat makam leluhur masyarakat Kampung Naga. Di sebelah selatan dibatasi oleh sawah-sawah penduduk, dan di sebelah utara dan timur dibatasi oleh sungai Wulan / Ci Wulan yang sumber airnya berasal dari gunung Cikuray di daerah Garut.

      Jarak tempuh dari kota Tasikmalaya ke Kampung Naga kurang lebih 30 kilometer, sedangkan dari kota Garut jaraknya 26 kilometer. Untuk menuju Kampung Naga dari arah jalan raya Garut-Tasikmalaya harus menuruni anak tangga dari beton sampai ke tepi sungai Ciwulan dengan kemiringan sekitar 45 derajat dengan jarak kira-kira 500 meter. Kemudian melalui jalan setapak menyusuri sungai Ciwulan sampai kedalam Kampung Naga.

      Luas tanah Kampung Naga yang ada seluas satu hektare setengah, sebagian besar digunakan untuk perumahan, pekarangan, kolam, dan selebihnya digunakan untuk pertanian sawah yang dipanen satu tahun dua kali.

      Kurang lebih 45 menit kami sudah sampai di perkampungan warga, rumah2 penduduk masih asli tidak ada modernisasi apapun, dinding rumah terbuat dari anyaman bambu, atapnya dari daun nyiur dan sudah kering, halamannya terdapat batu2 bersusun dan diantara rumah2 dibatasi oleh jalan setapak dari tanah, tak terbayang jika hujan pasti sangat licin.
       

      Ketika kami kesana lagi musim panen nampaknya, hampir di setiap rumah warga terdapat padi yang tengah dijemur, juga ada beberapa hasil kebun seperti kapulaga dan lain2nya. Dan hampir di setiap rumah juga menjual souvenir2 khas Kampung Naga.


      Di balai warga tengah berlangsung pertemuan antara para wisatawan dengan warga setempat, berdialog seputar kebudayaan mereka, dan diakhiri dengan makan siang. Rombongan kami menunggu giliran mereka selesai, namun karena harin libur sehingga sangat banyak yang antri, akhirnya kami putuskan untuk berkunjung ke rumah salah satu warga, dan diakhiri dengan makan siang.

      Perjamuannya seperti layaknya masyarakat Jawa Barat, kami duduk di tikar dan makan prasmanan dengan menu Sunda, nasi, sambal lalap, ayam goreng, tahu goreng dan ikan asin. 

      Sesudah makan kami berpamitan dengan tuan rumah, dan kami lanjutkan menuju Candi Cangkuang di Garut.  Namun kami sempatkan untuk mandi di toilet dekat parkir, toiletnya lumayan bersih kok, kita hanya kasih uang kecil 4.000,- sudah bisa mandi sepuasnya.

      Candi Cangkuang adalah sebuah candi Hindu yang terdapat di Kampung Pulo wilayah Cangkuang, Kecamatan Leles Garut. Candi Cangkuang merupakan satu-satunya candi Hindu di daerah Sunda. Candi ini terletak bersebelahan dengan makam Embah Dalem Arief Muhammad, sebuah makam kuno pemuka agama Islam yang merupakan leluhur penduduk Desa Cangkuang.

      Yaaaaa,,,,dahulu kala di Jawa Barat ini memang berdiri Kerajaan Hindu ada Galuh Pakuan, Pajajaran dll, lama kelamaan kerajaan ini terdesak oleh kerajaan Islam yaitu Banten, sehingga masyarakatnya saat ini lebih banyak yang menganut Islam. (Barangkali ini salah satu jawaban, mengapa ada candi Hindu yang bersebelahan dengan makam Embah Dalem Arief Muhammad yang merupakan Pemuka Agama Islam). 


      Untuk menuju lokasi Candi Cangkuang kita terlebih dahulu menyeberangi Situ Cangkuang, hanya sebentar saja kurang lebih 10 menitan. Tiket masuk 4.000,- dan sewa perahu PP 80.000,- dengan maksimal penumpang 20 orang. Berhubung kami sudah sore nyampainya, maka tidak bisa berkeliling danau menggunakan perahu ini, jika siang bisa kita minta berkeliling dengan tambahan sewa 20.000. Pemandangan sekitar danau sangat indah, nampak Gunung Haruman nun jauh disana.

      Kami tidak lama di candi Cangkuang, hanya bisa ber-putar2 di sekitar candi dan ber-foto2, kebetulan guide lokal juga tidak ada, dan museum tempat arca2 pecahan candi cangkuang serta peninggalan Embah Dalem Arief Muhammad juga sudah tutup.
      Bagaimana gessss,,,????? Diantara 3 tempat ini mana yang paling menarik ? Jika penasaran ayooo jalan2 menimati Indonesia,,,,,!!!
       
      Salam Jalan2 Indonesia,,,,,!!!
       
       
       
       
       
       
    • By Gendrenk
      Badan terasa pegal-pegal, terutama dibagian kaki dan punggung dan sedikit terasa pusing. Mungkin ini gejala mountain sickness pikir gue. Setelah mendengarkan cerita horor dan mistis tentang beberapa gunung di Indonesia semalam, gue pun memutuskan untuk tidur karena badan yang terasa begitu melelahkan. Agak sedikit kecewa saat ga bisa mendengarkan dan berkumpul bersama peserta yang lain semalam, pasti bakal seru banget kalo bisa ngariung bareng mereka dan bercerita tentang keseruan kisah ceritanya mereka masing-masing.
      Ketika tidurpun gue ga bisa tertidur dengan pulas, gue harus terbangun beberapa kali karena udara yang begitu dingin. Berbaring menghadap kanan, lalu ke kiri hingga akhirnya berbalik ke kanan lagi. Gue terus mengubah posisi tidur gue hingga beberapa kali hingga mendapatkan posisi yang nyaman. Malam itu terasa begitu dingin ditambah sedikit mencekam karena cerita horor semalam.
       
      Tapi sudahlah, itu sudah berakhir, kini saatnya bangun dan bergegas summit untuk menikmati Sun Rise dipuncak Argo Dumilah Gunung Lawu. Kini pukul 04.40, gue masih terbaring seraya menyingkirkan sleeping bag yang masih melekat di badan. Perlahan tapi pasti gue pun mulai bangkit dan merapihkan sleeping bag lalu melipatnya. Terdengar suara seseorang yang sedang membangun temannya untuk segera bangun, ada pula suara langkah kaki yang terseret dan ada pula suara ribut dari mereka yang sedang prepare packing carrier. Ya, diwarung tersebut, diwarung mbok Yem memang biasa dijadikan para pendaki untuk tidur. Mereka memilih untuk tidur didalam warung daripada mendirikan tenda diluar.
       
       
      Baiklah, rekan-rekan peserta acara Eat Sleet Hike sepertinya sudah berkumpul diluar dan bersiap untuk summit. Kami melakukan summit menuju Argo Dumilah sekitar pukul 05.00, dan udara begitu terasa dingin. Karena pagi itu masih begitu gelap, akhirnya kami summit dengan menggunakan headlamp. Jarak Argo Dalem, tepatnya dari warung Mbok Yem menuju puncak utama yaitu Argo Dumilah sekitar 15 menit. Mungkin akan lebih cepat bagi kalian yang memiliki stamina kuat dan mungkin akan lebih lama jika kalian sering berhenti diperjalanan saat summit.
       
      Setiba di puncak Argo Dumilah gue kaget, ternyata disana sudah ada puluhan orang yang berdesakan di tugu puncak yang saat itu semua mata tertuju pada arah yang sama, yaitu timur. Sepertinya mereka menanti Sunrise disini, banyak dari mereka yang berfoto dan bervideo. Ada yang berfoto sambil memegang secerca kertas dengan bertuliskan nama seseorang atau pun pesan. Dan gue pun ga mau ketinggalan kesempatan ini, gue langsung menyalip beberapa orang yang sedang asik berfoto didepan gue untuk bisa berdiri ditempat tinggi dan menyaksikan bagaimana "Matahari", sang bintang tata surya ini menampakkan cahayanya dipagi ini. Sedikit demi sedikit, mata yang menatap lurus ke timur ini melihat cahaya kuning kemerah-merahan dibalik awan-awan yang bergumpal. Oh sungguh pemandangan yang akan sangat sayang kalo ga diabadiin. Gue berniat membuat video sunrise gunain hape, gue rogoh hape gue dikantong dan gue coba buka kuncinya dan ternyata susah banget karena hape gue touch screen dan gue sedang memakai sarung tangan. Alhasil gue harus membuka sarung tangan gue dulu, dan jari-jari gue rasanya mau beku karena dingninnya udara pagi itu. Sial, waktu gue mau rekam eh hape gue malah mati. Yaudah deh ga jadi aja.
       
       
      Setelah gue dan rekan-rekan yang lain menikmati sunrise, kami pun memilih melihat pemandangan dari sekitar puncak. Rombongan kami terpisah dengan rombongan 2. Gue bingung mau ngapain lagi, indahnya pemandangan ini membuat gue terpana dan puas banget. Rasanya, kata-kata pun ga bisa menggambarkan bagaimana indahnya apa yang gue liat pagi ini. Matahari, Gunung dan Langit.