• agoda-hemat.png

Sign in to follow this  
Lyn

Rumah yang terbalik

17 posts in this topic

Rumah yang biasa kita tau rata-rata segitiga di atas dan kotaknya di bawah. Tapi gimana kalau di balik? Tukang kayu bernama Gerhard asal Jerman beserta teman-temannya membuat sebuah rumah yang terbalik. Rumah itu di buat di lahan bekas kebun binatang dan atapnya di perkuat oleh baja. Semua yang ada di dalam rumah ini terbalik. Mulai dari bak cuci, meja makan, toilet, dan semua benda yang ada di ruangan itu.

article-1257869-08B6DEE0000005DC-787_634x379.jpg

article-1257869-08B6EB98000005DC-675_306x477.jpg

article-1257869-08B6DF67000005DC-756_306x477.jpg

article-1257869-08B6DFCD000005DC-440_634x534.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

pernah nonton juga liputan waktu keluarga Gonzales liburan dimana gitu...saya lupa nama daerahnya di Indonesia juga ada, cuma yang membedakan atapnya bukan dari baja melainkan dari kayu ya seperti rumah pada umumnya saja

Share this post


Link to post
Share on other sites

ngak banget d,ngeliatnya jadi mual..hahaha

hahaha iya bikin pusing

pernah nonton juga liputan waktu keluarga Gonzales liburan dimana gitu...saya lupa nama daerahnya di Indonesia juga ada, cuma yang membedakan atapnya bukan dari baja melainkan dari kayu ya seperti rumah pada umumnya saja

ada ya di indonesia? gak pernah denger hehe

haha...ada2 aja orang bikin begitu. ini jadi jadi sebuah karya seni ya.

hahah tapi kayaknya gak bisa utk di tempatin ya :D

haha iya kalau udah kayak gini sih cuma bisa diliatin aja

kayaknya bakal pusing yah?

hahaha...

dulu maen ke rumah miring aja udah agak puyeng-puyeng.

gimana kalo bener2x terbalik rumahnya.

hahaha.......

pasti lah ini bukan miring lagi udah kebalik hahaha

Share this post


Link to post
Share on other sites

ialah pasti untuk seni,

kalau tinggalin tidur di lantai loh. terus berharap barang yang diatas ga jatuh kebawah waktu tidur he2

haha iya ya serem juga sih kalau lagi did

alam tiba-tiba peralatan yang nempel di atas lepas semua gara-gara gravitasi, tapi mereka ada lah solusinya sndiri buat ngecegah hal semacam itu :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Hahah, rumah buat apaan sih ini? itu isi2 jamban ga ada yang keluar kan ya? haha septiptenk masih tetep di tanah donk? wkwkwk.. rasanya ini cuma pameran seni aja ya, itu semua perabotan sudah ditempel ke lantainya sedemikian rupa.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Hahah, rumah buat apaan sih ini? itu isi2 jamban ga ada yang keluar kan ya? haha septiptenk masih tetep di tanah donk? wkwkwk.. rasanya ini cuma pameran seni aja ya, itu semua perabotan sudah ditempel ke lantainya sedemikian rupa.

bener juga ya kalau yang di jamban keluar bahaya wkwk iya ini emang sekedar buat seni aja kok, gak mungkin juga ada yang bisa tinggal di sini hahaha

Share this post


Link to post
Share on other sites

wih.. waktu masih kecil saya suka tuh ngebayangin jalan-jalan di rumah tapi secara terbalik. Jadi jalannya di bagian atas, bukan di lantai. Tapi dulu waktu ngebayangin gitu, kan brarti kalau kita ke luar rumah, itu uda kaya jurang semua tuh.. kan terbalik, jd langitnya yg jd jurang wkwkw.. *nostalgila masa kecil*

Share this post


Link to post
Share on other sites

wih.. waktu masih kecil saya suka tuh ngebayangin jalan-jalan di rumah tapi secara terbalik. Jadi jalannya di bagian atas, bukan di lantai. Tapi dulu waktu ngebayangin gitu, kan brarti kalau kita ke luar rumah, itu uda kaya jurang semua tuh.. kan terbalik, jd langitnya yg jd jurang wkwkw.. *nostalgila masa kecil*

 

wkwkw ada-ada aja ya, sekarang bayangan nya malah ada beneran :D

 

 

 

tapi keren yah... walaupun pusing tapi kocak liatnya... bisaan aja orang bikinnya

 

 

 

keren tapi bikin pusing :unsure:

 

 

ide orang bisaan aja ya :D

 

 

 

itu untuk dikunjungi atau dijadikan tempat tinggal ya...kalau untuk di jadikan tempat tinggal mmmmm...lumayan pusing juga melihatnya :D

 

tempat ini gak bisa ditinggalin kayaknya, jadi tempat wisata hehe

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Tripinto Tour
      Waktu liburan tak akan lengkap rasanya tanpa berkunjung ke tempat-tempat wisata. Nah, bagi Anda yang masih bingung akan menghabiskan waktu liburan Anda kemana, tidak ada salahnya Anda mencoba tempat wisata di Malang, karena di Malang sendiri memiliki destinasi wisata yang beragam pilihan, berikut ulasannya.
      Pantai Tiga Warna
      Pantai Tiga Warna ini masih jarang diekspos. Malang memiliki banyak sekali destinasi wisata pantai, nah pantai Tiga Warna ini adalah salah satunya. Lokasinya berada di kawasan hutan konservasi, dan untuk berkunjung ke sini Anda perlu melakukan reservasi terlebih dahulu, setidaknya seminggu sebelumnya, atau lebih baik satu bulan sebelumnya jika Anda berencana untuk menghabiskan akhir pekan di pantai ini guna memastikan tidak terlalu banyak pengunjung yang memadati area. Gradasi warna air laut dari biru ke hijau hingga putihnya pasirnya sangat mempesona. Terdapat konservasi Mangrove Clungup di tempat ini, yakni hutan bakau yang tepat ada di muaranya, di pertemuan antara laut dan sungainya
      Artikel Terkait
      Yuk Ketahui Beberapa Tips Wisata ke Bromo Malang Seperti Apa Saja Sih Objek Wisata Di Malang Rekreasi Di Malang Merupakan Pilihan Yang Tepat Saat Libur Panjang Gimana Sih Caranya Menuju Ke Batu Malang? Yuk Ketahui Rute Menuju Batu Malang Beberapa Tempat Wisata Favorit Di Malang Yang Belum Kamu Ketahui Kampung Warna Warni di Jodipan dan Tridi
      Wisata penuh warna yang bisa Anda nikmati di Malang adalah di Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Kampung Warna Warni Jodipan itu terletak di Jalan Temenggungan Ledok, Kesatrian, Kecamatan Blimbing, Malang, Jawa Timur, yakni sekitar 400 meter di sebelah selatan Stasiun Kereta Api Malang Kota Baru. Anda dapat naik angkot dengan kode ABG/ABH, AGJ/AJH, AMG/AMH atau MT dari stasiun untuk menuju ke kampung warna warni ini. Dengan turun di dekat Jembatan Brantas di Jalan Gatot Subroto, lalu kampung Warna Warni Jodipan sudah dapat terlihat dari jembatan dan akan membutuhkan waktu sekitar 5 menit dengan berjalan kaki dari tempat tersebut lalu menuju ke kampung aneka warna Jodipan dan Tridi. Setiba di sana, Anda juga bisa merasakan sensasi berjalan di atas jembatan kaca.
      Lembah Tumpang Resort
      Pernahkah Anda membayangkan bagaimana rasanya hidup di zaman kerajaan Sriwijaya ataupun Majapahit? Akankah Anda menjadi panglima besar perang atau hanya menjadi seorang prajurit biasa? Walau sekarang kita tidak mungkin bisa kembali ke zaman tersebut, kita dapat mendapatkan gambaran sekilas di Lembah Tumpang Resort.Lembah Tumpang Resort merupakan tempat wisata sekaligus resort yang mengangkat tema kerajaan Hindu Kuno. Anda dapat merasakan kemegahan dan elegansi zaman dahulu dari replika candi raksasa yang dikelilingi oleh danau, berbagai bangunan zaman purba serta arca tiruan yang mencapai 1800-an banyaknya! Spot-spot foto berbau Kerajaan Majapahit yang terdapat di sini akan membuat koleksi foto selfie Anda jauh berbeda dari yang lain! Jika Anda bukan pecinta foto, rasakan sensasi menjadi para adiwangsa dan putra putri raja dengan bermain di kolam yang dihiasi replikasi candi maupun ornamen kuno. Bagi yang ingin bermalam di kerajaan ini, Lembah Tumpang Resort juga menawarkan cottage dalam berbagai ukuran. Sekarang Anda dapat menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengenal sejarah kebanggaan negara sendiri!
      Fifteen Celcius Skylounge
      Sesuai namanya, restoran yang satu ini selalu menyambut tamunya dengan cuaca dingin sekitar 15 celcius pada siang hari karena letaknya berada di sekitar 1000 mdpl. Fifteen Celcius Skylounge merupakan restoran yang berada di rooftop Amarta Hills Hotel dan Resort sehingga menawarkan panorama permadani hijau dari berbagai sudut. Di daerah outdoor restaurant ini, pemandangan perkebunan hijau yang tertanam rapi di kaki bukit Panderman dan wajah lereng Gunung Arjuno dapat kamu nikmati. Demikianlah pembahasan kita kali ini tentang tempat wisata di Malang yang seru dan penuh warna.
      Untuk informasi lainnya kunjungi website Kami di : https://www.tripinto.co.id
    • By spiderkw
      Kemarin ane ke yogya cobain tempat yg orang orang rekomen. Ternyata asik gan. Ngurangin stres dah. Bikin ga mau pulang. Tapi apa daya isi dompet nyuruh pulang. Ini penampakannya gan
      https://www.youtube.com/watch?v=Ct1DVod-7lQ&list=PLsbimu5COJspNcUvtxmMn6nGwVPMfa8C-&index=7&t=0s
    • By spiderkw
      Kemarin ane ke yogya cobain tempat yg orang orang rekomen. Ternyata asik gan. Ngurangin stres dah. Bikin ga mau pulang. Tapi apa daya isi dompet nyuruh pulang. Ini penampakannya gan
      https://www.youtube.com/watch?v=Ct1DVod-7lQ&list=PLsbimu5COJspNcUvtxmMn6nGwVPMfa8C-&index=7&t=0s
    • By bagus hadi
      METROPOLITAN – Pemerintah Desa Cikuda di Kecamatan Parung­panjang akan meningkatkan desti­nasi wisata. Salah satunya di Bukit Dago yang terletak di Kampung Ga­rugan, RT 05. Terlebih wilayah itu begitu ramai didatangi para pelancong dari berbagai daerah.
      Sekretaris Desa Cikuda Ridwan mengatakan, objek wisata itu dikun­jungi bukan hanya wisatawan lokal, namun banyak yang datang dari Ja­karta dan Tangerang.
      “Bukit Dago bisa menjadi wisata edu­kasi keluarga. Nantinya semua ini akan dikelola dengan baik oleh pemerintah desa,” kata Ridwan saat ditemui war­tawan koran ini, kemarin.
      Menurutnya, wisatawan banyak yang berkunjung, terutama di akhir pekan. Sebab, wisata tersebut tak jauh dari pusat kota dan berbatasan langsung dengan Kota Tangerang. “Kami akan terus meningkatkan potensi yang ada karena setiap akhir pekan pengunjung selalu mem­beludak,” bebernya.
      Ridwan mengungkapkan, ke depan pengelolan akan diambil alih Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dengan kepengurusan dari warga. “Wahana yang ada di sini akan terus ditambah demi mendongkrak ekonomi masy­arakat,” pungkasnya.(mul/c/yok/run)   SUMBER : http://www.metropolitan.id/2019/02/tingkatkan-potensi-wisata-desa-demi-warga/
    • By Disya
      Halo, saya Disya.
      Saya sudah menjadi anggota Jalan2 Inonesia di FB sejak tahun lalu dan membaca-baca share cerita perjalanan para anggota lain.
      Dan berhubung saya sedang mengerjakan skripsi, saya ingin minta tolong anda untuk membantu mengisi kuesioner skripsi pariwisata ini. Kuesioner ini ditujukan bagi wisatawan yang pernah beriwsata ke Luar negeri sebelumnya. Mohon dibantu untuk mengisi kuesioner ini dan semoga bermanfaat untuk kita semua.
      di klik link dibawah ini.
      https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSe3HaVr12xb1H8JcCg0vgp_XOH0BrKyjIIg7a-FlCr811bEBg/viewform
       
      Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.
    • By vie asano
      Tulisan kali ini terinspirasi dari thread yang dibuat momod Deffa yang berjudul Ask Maskapai Low Cost dari Tokyo Jepang ke Seoul Korea Selatan?. Sebetulnya pada thread tersebut mas Kyosash sudah memberi salah satu alternatif cara termurah untuk pergi ke Seoul. Namun saat mengulik lebih lanjut, ternyata pertanyaan sejenis cukup sering ditanyakan oleh wisatawan dari berbagai negara di banyak forum travelling. Setelah saya ingat-ingat, seorang rekan juga pernah bertanya hal yang sama beberapa waktu silam sehingga saya berkesimpulan cukup banyak juga yah wisatawan yang tertarik untuk melakukan kombo wisata ke Jepang dan Korea Selatan sekaligus.
      Nah, berhubung kemarin baru selesai menulis tentang aneka moda transportasi di Seoul dan lagi in the mood untuk menulis tentang transportasi, kali ini saya ingin berbagi beberapa hasil ulikan yang berkaitan dengan tema di atas, yaitu bagaimana caranya untuk pergi dari Tokyo/Jepang ke Seoul/Korea Selatan?. Yang akan saya informasikan bukan hanya aneka low cost atau budget airline saja, namun beberapa opsi yang bisa dilakukan untuk pergi ke dari Tokyo/Jepang ke Seoul/Korea Selatan. Mudah-mudahan bisa membantu teman-teman yang berminat untuk wisata ke dua negara tersebut yah.
      Cara pertama: Menggunakan penerbangan internasional
      Oke, sudah jadi rahasia umum jika salah satu cara termudah untuk pergi dari Jepang ke Korea Selatan adalah menggunakan pesawat terbang (ya masa mau berenang sih?). Tapi mungkin masih banyak yang bingung menentukan pilihan maskapai penerbangan, menentukan titik keberangkatan, maupun memperkirakan berapa biaya yang harus disiapkan, jadi saya akan fokus pada hal-hal tersebut.
      Dewasa ini, nggak sulit menemukan penerbangan yang menghubungkan kota-kota besar di Jepang dengan Korea Selatan. Dari Jepang, yang paling mudah adalah berangkat dari Tokyo (via Narita Airport) maupun dari Osaka (via Kansai International Airport). Jika kota tujuannya adalah Seoul, maka bandara tujuan yang terdekat dari Seoul adalah Incheon International Airport yang terdapat di Incheon dan Gimpo International Airport. Diperkirakan setiap harinya terdapat 49 penerbangan dari Tokyo ke Seoul, dengan perkiraan 218 penerbangan/minggunya.
      Lalu maskapai mana yang menjadi favorit untuk bepergian dari Tokyo/Jepang atau Osaka/Jepang ke Seoul/Korea Selatan atau Busan/Korea Selatan dan sebaliknya? Dan berapa perkiraan harga tiketnya? Berikut daftar beberapa list maskapai favorit yang bisa saya kumpulkan (note = untuk informasi harga, sebaiknya langsung cek ke link yang saya sertakan untuk mengetahui promo terkini karena harga dapat berubah sewaktu-waktu):
      Vanilla Air (klik disini), rate mulai dari ¥7500* untuk Tokyo (Narita) - Seoul (Incheon).
      Eastar Jet (klik disini), rate normal kira-kira ¥20000* untuk terbang dari Tokyo (Narita International Airport) ke Seoul (Incheon International Airport). Namun kadang-kadang ada promo harga tiket hanya ¥4000* hingga ¥9000* untuk Tokyo-Seoul lho (syarat dan ketentuan berlaku), jadi rajin-rajin saja cek website resmi Eastar Jet untuk promo terbaru.
      Fly Peach (klik disini), rate termurah termurah yang diketahui mulai dari JPY6280*, berangkat dari Osaka (Kansai International Airport) ke Seoul (Incheon International Airport).
      Asiana Airlines (klik disini), termasuk salah satu penerbangan yang paling banyak direkomendasikan bagi yang ingin bepergian dari Tokyo ke Seoul. Rate-nya standarnya kira-kira ¥26690* untuk roundtrip Tokyo (Narita International Airport) - Seoul (Incheon International Airport).
      Itu hanya sebagian penerbangan antara Jepang-Korea yang bisa saya temukan, khusus untuk kategori budget airlines/low cost carrier. Jika masih kurang, dalam waktu dekat AirAsia Japan juga berencana membuka jalur penerbangan ke Seoul dan Busan lho, walau masih belum jelas kapan realisasinya. Untuk non-budget airlines, masih banyak maskapai lain yang bisa dipilih seperti Korean Air dan JAL.
      Cara kedua: Kombinasi antara kereta dan feri
      Cara populer kedua untuk mencapai Korea Selatan dari Jepang adalah menggunakan kombinasi jalur darat (via kereta) dan laut (feri express). Hanya saja, jika menggunakan feri, Anda tidak bisa langsung menuju ke Seoul karena semua feri merapat di Busan. Dari Busan, Anda tinggal naik kereta maupun bus untuk menuju ke kota tujuan selanjutnya (Seoul, Incheon, maupun kota lainnya).
      Ada banyak layanan feri dari Jepang menuju Korea, namun setidaknya 2 layanan berikut disebut-sebut sebagai yang paling populer:
      1. JR Kyushu Jet Ferry Beetle. Beetle ini merupakan ferry tercepat menuju Busan. Dari titik keberangkatan di Fukuoka Port International Terminal, Hakata, hanya diperlukan waktu kutang lebih 2 jam 55 menit untuk mencapai Busan. Feri ini beroperasi 4-5 kali dalam sehari, dan perkiraan biayanya kurang lebih ¥13000* untuk sekali jalan (atau ¥24000* pulang-pergi). Jika berangkat dari Tokyo, wisatawan bisa naik kereta shinkansen untuk mencapai stasiun Hakata (±6 jam perjalanan). Info tentang JR Beetle bisa lihat disini.
      2. Kampu Ferry Service. Berbeda dengan JR Beetle yang merupakan feri express, layanan feri ini adalah feri tradisional. Waktu tempuhnya pun jauh lebih lama dibanding JR Beetle karena bisa menghabiskan hingga 14 jam perjalanan. Harga tiketnya bervariasi antara Â¥9000*-12000* tergantung jenis kelasnya. Feri ini berangkat dari Shimonoseki, dan dibutuhkan waktu kira-kira 6,5 jam untuk mencapai Stasiun Shimonoseki dari Tokyo (menggunakan shinkansen).
      Menggunakan kombinasi feri+kereta mungkin kurang populer bagi budget traveller. Selain karena mahal (karena harus keluar uang untuk shinkansen+feri+Korail untuk mencapai Seoul), juga karena waktu tempuhnya lebih lama dibanding naik pesawat. Namun cara ini bisa jadi alternatif bagi wisatawan yang tertarik mencari pengalaman wisata yang lebih karena bisa merasakan kombinasi antara perjalanan darat dan laut. Oya, jika ingin lebih hemat, pertimbangkan untuk membeli JR Pass maupun KR Pass, sehingga biaya untuk naik shinkansen maupun Korail (shinkansen ala Korea) setidaknya sudah di cover oleh tiket terusan tersebut (jadi lebih hemat).
      Semoga informasinya bermanfaat.
      ***
      Udah sampai di Seoul dan bingung dengan moda transportasi disana? Baca ini yah:
      Never Lost in Seoul: Subway Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Subway Guide (2-end)
      Never Lost in Seoul: Bus Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Bus Guide (2-end)
      Never Lost in Seoul: Taxi Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Taxi Guide (2-end)
    • By vie asano
      Jika dibandingkan dengan Tokyo, Kyoto, dan Osaka, kota Shizuoka jelas bukanlah kota yang populer untuk dikunjungi oleh wisatawan asing. Kota yang terletak di antara Tokyo dan Nagoya ini memang lebih dikenal sebagai daerah pertanian, pelabuhan, serta industri dibanding sebuah kota tujuan wisata. Namun siapa sangka jika ternyata, bagi sebagian wisatawan, Shizuoka justru menjadi tempat yang wajib untuk dikunjungi saat berada di Jepang, khususnya bagi pecinta plastic model kit dan Mini 4 WD (pasti pernah nonton anime Dash! Yonkuro dan Let's Go! yang populer pada tahun 90-an dan awal 2000? kan). Itu karena Tamiya, pabrikan Mini 4WD, radio control, serta plastic model kit ternama, lahir dan berkembang di Shizuoka. Sampai saat ini kantor pusatnya pun masih terdapat di Shizuoka, begitu juga dengan museum-nya yang wajib dikunjungi oleh pecinta Tamiya setidaknya sekali untuk seumur hidup. Mau tahu detail lebih lanjutnya?
       

      Logo Tamiya pada gedung Tamiya Head Office, via youtube 
       
      Tentang Tamiya Head Office di Shizuoka
       

      Gedung Tamiya Head Office, via tarletans32.rssing 
       
      Semenjak perusahaan Tamiya didirikan di Shizuoka pada tahun 1946, berbagai produk keluaran Tamiya (seperti plastic model kit, Mini 4 WD, mainan radio control, dan lain-lain) sukses dipasarkan ke berbagai negara termasuk Indonesia. Penggemar Tamiya pun membentuk berbagai komunitas yang tumbuh pesat dimana-mana. Demi mengapresiasi dan mengakomodasi para penggemar yang antusias untuk melihat lebih dekat aneka produk Tamiya di tempat kelahirannya, Tamiya Head Office pun membuka kantornya bagi siapa saja yang ingin berkunjung untuk melihat-lihat. Asyiknya, mengunjungi Tamiya Head Office ini tidak dipungut biaya. Kalian bebas mengelilingi setiap sudutnya (kecuali untuk area tertentu yang terlarang untuk publik), dan juga diijinkan untuk mengambil foto selama tidak ada tanda larangan terpampang di area tersebut.
       
      Yang bisa kalian temukan di tempat ini.
      Sejak baru masuk ke area kantor, kalian akan terpukau dengan area lobby-nya. Di area lobby ini kalian dapat melihat berbagai display aneka mesin yang bersejarah, seperti mesin FQ, Lotus 102 B, dan Tyrrell P34. Display berbagai model mobil Mini 4WD yang pernah dikeluarkan oleh Tamiya juga ditampilkan di area lobby yang sekaligus merangkap sebagai showroom ini. Penggila Mini 4WD dilarang melewatkan area ini jika nggak ingin menyesal!
       

      Sebagian Mini 4WD yang dipajang di area lobby, via gigazine 
       
      Salah satu hal menarik yang dipajang di area lobby dan showroom ini adalah mesin untuk mencetak berbagai model kit. Mau tahu bagian yang paling kerennya? Beberapa produk yang dicetak dari mesin ini dibagikan gratis sebagai souvenir untuk pengunjung lho. Kalian bisa sekaligus merakit aneka plastic model yang baru didapat di spot yang telah disediakan. Oya, di area lobby ini juga terdapat beberapa diorama berukuran besar.
       

      Mesin pencetak plastic model, via gigazine 
       
      Spot lain yang sayang untuk dilewatkan adalah area museum. Display berbagai produk yang pernah dikeluarkan oleh Tamiya dipajang disini. Jika selama ini kalian terlalu familiar dengan aneka plastic model maupun mobil-mobilan berbahan plastik yang dikeluarkan oleh Tamiya, di museum ini kalian akan mengetahui jika pada awalnya Tamiya mengeluarkan aneka produk modeling berbahan kayu, tepatnya model miniatur kapal perang dari kayu. Barulah sejak tahun 1950-an Tamiya bergerak dalam bidang plastic model mengikuti perkembangan tren penggunaan plastik.
       

      Contoh miniatur kapal Yamato skala 1/800 produksi pertama Tamiya, via gigazine 
       
      Setelah selesai mengelilingi area lobby, showroom, maupun museum, berkunjunglah ke toko resmi Tamiya yang ada di lantai 2. Kalian yang mengaku sebagai kolektor Tamiya pasti akan lupa waktu saat berada di toko resmi ini. Berbagai aksesoris produk-produk Tamiya –mulai dari stiker maupun cat warna- hingga T-Shirt resmi bisa kalian beli di area ini, begitu juga dengan aneka produk limited edition yang susah ditemukan di tempat lain. Terkadang ada juga produk tertentu yang di diskon dengan harga super miring lho.
       

      Pembeli memadati area toko, via gigazine 
       
      Di bagian atap, kerap dilakukan demonstrasi berbagai produk yang dikeluarkan oleh Tamiya. Demonstrasi ini boleh diikuti oleh siapa saja, dewasa maupun anak-anak. Jika sekedar ingin menonton maupun menikmati pemandangan di area sekitar gedung pun boleh.
       

      Suasana di atap, via gigazine 
       
      Sebagai penutup, dan sebagai tambahan informasi, di area lantai 3 merupakan area tempat proses kreatif desain dilakukan. Mengingat vitalnya proses desain bagi sebuah perusahaan seperti Tamiya, pengunjung dilarang mengambil foto di area tersebut.
       
      Cara menuju ke Tamiya Head Office di Shizuoka.
      Jika berangkat dari Tokyo, kalian bisa naik shinkansen Hikari (60 menit) dan Kodama (90 menit) dan turun di Stasiun Shizuoka. Jangan pilih shinkansen Nozomi karena tidak berhenti di Stasiun Shizuoka. Biayanya kira-kira 5830 yen* (untuk unreserved seat) dan 6350 yen* (untuk reserved seat) dan di cover oleh JR Pass. Dari Stasiun Shizuoka, cara termudah adalah dengan naik taksi hingga ke Tamiya Head Office (10 menit, 1200 yen*).
       
      Sedangkan jika naik kereta biasa, biayanya kira-kira 3020-3350 yen* dengan lama perjalanan kurang lebih 3 jam. Turunlah di Stasiun Higashi-Shizuoka, dan dilanjutkan dengan naik bis yang menuju Oshika Eigyo-sho (naik dari terminal 8 dari pintu utara stasiun). Turun di Oshika Eigyo-sho, dan lanjutkan dengan berjalan kaki selama 5 menit menuju persimpangan terdekat. Kantor Tamiya langsung terlihat dari persimpangan.
       

      Peta lokasi Tamiya Head Office, via tamiya 
       
      Detail teknis lainnya.
      Alamat: 3-7, Ondabara, Suruga Ward, Shizuoka, prefektur Shizuoka
      Telp: +81 54-283-0002
      Jam operasional: Senin-Jumat, rata-rata pukul 09.00-16.30 (tutup saat hari libur nasional). Untuk Tamiya Shop, tutup saat libur musim panas dan libur musim dingin.
      Google maps: < klik > 
      Website resmi: < klik > 
      Pendaftaran tur: < klik > Formulir dalam bahasa Jepang, namun kalian dapat menggunakan google translate untuk menerjemahkannya.