freaksthriller

field report [Catper] Menapaki Gunung Artapela Bandung Berdua Bersama Istri

13 posts in this topic

IMG_20161003_100236.jpg


Meski cuaca tak bersahabat saat itu, hampir 5 menit sekali Mendung Hujan reda berkabut silih berganti,
tapi tetap kindahanNya tidak pernah pudar...

Mungkin masih sedikit asing memang ditelinga para pendaki tentang keberadaan gunung yang satu ini.
Artapela merupakan Gunung tropis yang tidak aktif yang berada di daerah Kertasari yang berbatasan dengan kecamatan Pangalengan Bandung Jawa Barat. Dengan ketinggian sekitar 2194 mdpl, gunung Artapela kini menjadi salah satu gunung baru yang mulai popular dan mulai banyak didaki oleh para pendaki Indonesia.

Sebenarnya sudah beberapa bulan terakhir ini kita sudah merencakanan untuk pergi ketempat ini, tapi karena terhambat waktu akhirnya tanggal 1 Oktober 2016 kemarinlah kita bisa kesana, maklum salah satu dari kita seorang pekerja yang hanya mempunyai 2 hari libur dalam 1 minggu, maka dari itu gunung ini cocok untuk liburan akhir pekan dan tanpa harus mengambil cuti.

Perjalanan dimulai jam 07:00 pagi dari Kopo Bandung Selatan, kita menggunakan motor melalui Balaendah – Ciparay, dari situ kita lanjutkan ke arah Pacet Sukapura jaraknya -+17 km dari Ciparay. Setelah sampai di Desa Sukapura, ada pertigaan menuju kampong Argasari, disanalah pos pendakian Artapela berada. Sesampai di pos pendakian -+Jam 09:00 ternyata disana juga ada rombongan dari Jakarta, dan kitapun mengisi formulir registrasi & perijinan, dengan Retribusi jasa lingkungan Rp. 5.000 /orang, parkir motor Rp. 10.000 permotor/malam. Setelah istirahat sebentar di Pos sekitar jam 09:30 kitapun mulai berangkat, sebelum pergi kitapun di beri pengarahan seperti masalah sampah, api unggun dan lain sebagainya.

Oh ya untuk jalur yang bisa kita lalui ini ada 2, melalui jalur Seven Field (kebun 7) dan melalui Datar Jamuju, bedanya jalur seven field ini lumayan menanjak hampir tidak ada bonus (kata seorang petugas), dan jalur Jamuju relatif lebih landai, kitapun memutuskan naik lewat Datar Jamuju dan turun lewat Seven Field.
Jangan khawatir masalah arah, meski minim patok/tanda petunjuk, kita bisa menanyakan kepada petani sekitar di sepanjang perjalanan, karena jalur pendakian ini hampir sepenuhnya melewati bukit-bukit perkebunan sayuran, baru kali ini kita mendaki tapi hampir tidak memasuki hutan. :D
Kalau masih takut tersesat / atau ngedaki nya malam bisa sewa porter/guide, katanya sudah tersedia jasa porter.

DSCF1674.jpg

Disepanjang perjalanan kita disuguhkan oleh pemandangan perkebunan Petani yang menggarap lahan PTPN VIIIDSCF1670.jpg
Para Petani yang biasa mengangkut hasil kebun menggunakan motor

Dijalan kita pun melewati rombongan dari Jakarta tadi yang sedang beristirahat, dan yang kita temuin hanya 1-2 pendaki saja yang sedang turun. Hampir disepanjang perjalanan tidak ada pohon untuk berteduh dari teriknya matahari atau hujan, yang ada hanya saung-saung petani yang bisa kita jadikan tempat peristirahatan sejenak. Oh iya disini banyak sekali wortel dan kentang baik yang dikebun atau yang berserakan dijalan, mungkin berjatuhan dari motor pengangkut hasil kebun. Karena tergiur kitapun  meminta sedikit kentang dan wortel yang bersekaran dijalan itu kepada salah seorang petani, dan mereka sangat baik bahkan menawarkan yang lainnya, hehe
Ingat… jangan memetik sembarangan dan tanpa izin!
(Soalnya pas diatas puncak lumayan banyak juga sisa-sisa kentang & wortel.)

Ketika rasa lelah saat berjalan di tengah hujan dan kebun yang berada di ketinggian sembari ngemil  wortel yang rasanya manis, wuih…nikmatnya seperti makan buah-buahan yang dari kulkas, seolah memberi kesegaran kembali. haha…

IMG_20161003_013750.jpg

IMG_20161003_014844.jpg

Ketika terdiam sesaat terjatuh dlm rasa lelah setelah naik turun melewati beberapa bukit perkebunan, dgn cuaca yg mendung hujan reda silih berganti dan menyaksikan kabut tipis diikuti kabut pekat dari kejauhan, tiba2 seekor burung elang terbang di pohon yg ia hinggapi yg tidak terlalu jauh dri tempat kita terdiam, tak ingin ku sia-siakan untuk mengabadikan moment ini dengan alat ala kadarnya, meski burung itu hampir masuk kedalam kabut.
Moment itu cukup membuat kita kembali bersemangat utk menanti apa yg akan alam dan sang pencipta suguhkan...

Sebelum sampe dipuncak kita sedikit memasuki area hutan, meski pepohonan disana sudah hampir rata di tebang oleh warga sekitar, terlihat juga tempat pemotongan kayu, menurut info kerusakan kawasan hutan lindung petak 39 telah mencapai puncaknya sejak 2015, berawal dari kebakaran hutan yang terjadi pada musim kemarau kala itu bulan September 2015. Entah terbakar atau di bakar kondisinya semakin memprihatinkan.
Sekitar jam 13:00 kitapun sampai puncak dan disuguhkan kabut tebal, hujan dan badai angin, memaksa kita harus sesegara mungkin mendirikan tempat berlindung di dekat pepohonan, saat itu hampir tidak terlihat orang atau tenda lain, seolah-olah puncak itu hanya milik kita berdua. Hehe
Setelah itu kitapun mengisi perut  dengan oatmeal, memasak mie instan dan tidak lupa membuat  kopi untuk dinikmati ditengah cuaca seperti itu.

Setelah 30-60menitan badai itu berlalu, orang-orang mulai terlihat berdatangan, tak dikira akan sebanyak itu yang datang, mengingat perkataan petugas  di pos yang mengatakan kalau kemarin itu yang mendaki hanya dua orang. Tidak mau ketinggalan tempat yang strategis untuk melihat sunrise & citylights, kitapun bergegas pindah tempat.

IMG_20161002_063257_HDR.jpg


Sore hari setelah pindah tempat

Sore menjelang malam, berhubung cuaca tidak mendukung dengan kabut yang datang dan pergi hampir tiap beberapa menit sekali, saat itu kita habiskan di tenda, memasakpun hanya di vestibule saja.
Oatmeal pun dilahap, dan Kentang yang tadi dalam perjalanan minta ke petani kita goreng dengan sosis & cireng yang kita beli dipasar bawah, tentunya saos & mayonnaise sebagai pelengkap menjadi santapan kita dikala malam itu, sungguh nikmat rasanya.
Setelah itu kitapun bersantai sejenak didepan tenda menggelar matras, ditemani secangkir kopi dan susu menikmati keheningan malam dan memandang citylights yang selalu tertutup kabut yang membuat kita tidak puas dengan cuaca kala itu, akhirnya setelah beberapa menit tepat jam 21:00 kitapun bergegas tidur.

Jam 02:00 subuh saya terbangun dan melihat keluar, ternyata kabut sudah tidak ada, pemandangan citylights pun terlihat jelas dan hanya ada satu rombongan tenda di atas belakang tenda kita yang sedang asik pada bernyanyi diiringi suara gitar, Gila men bawa-bawa gitar ke atas gunung!  
Karena saat malam kurang puas dengan cuaca, akhirnya sayapun menggelar matrass di depan tenda sembari menunggu matahari terbit (meski masih lama hehe)

IMG_20161003_143429.jpg


Pemandangan Citylights dari tenda kami

Saat menikmati citylights dgn secangkir kopi dan sebatang rokok, dari kejauhan salah satu gunung tampak menyala, terpancar warna merah seperti bara api yg mengepulkan cahaya keatas, dalam hati kubertanya-tanya
"wahh apakah itu...?"
menurut salah satu warga sekitar, kepulan cahaya merah seperti bara api itu berasal dari kawah gunung papandayan…
Benarkah? entahlah...

Tidak lama kemudian ada 2 orang yang seperti sedang berpatroli melewati tenda kami, berhubung persediaan air yang kita bawa makin menipis hanya cukup untuk sarapan pagi saja, kitapun menanyakan pada mereka, ternyata mereka bukan petugas tapi warga sekitar yang berasal dari pangalengan, kata mereka ada sumber air dijalur via pangalengan yang tidak begitu jauh dari puncak, oh oke… sayapun menanyakan masalah jalur via pangalengan yang masih sangat minim info, orang-orang yang mendaki lewat pangalengan pun katanya mereka hanya menitipkan kendaraannya di Pos Satpam, tanpa ada perijinan yang legal.

Yup.. memang kemarin kita hanya membawa air cuman 3L karena menurut petugas pos disini tersedia air, memang agak sedikit bau karena air yang tidak terkena sinar matahari ceunah, tetapi kalau dipasak masih aman katanya.

Sekitar jam 05:00 pagi, langit mulai membiru diiringi sedikit demi sedikit cahaya matahari yang masih tersipu malu untuk menampakan dirinya, sebelum menikmati itu semua kitapun bergegas untuk sholat terlebih dahulu, setelah itu kitapun keluar tenda, ternyata diluar sudah banyak orang yang sedang mengabadikan moment dengan berfoto ria, kitapun bergegas mencari spot untuk menikmatinya.

IMG_20161006_080418.jpg


Kedamaian itu ada di Alam

IMG_20161002_222647.jpg


Ketika menyaksikan keagungan sang pencipta, ditemani orang tercinta

Setelah cukup puas berjalan-jalan menikmati pagi yang lumayan cerah saat itu kitapun kembali ke tenda untuk membuat sarapan, dan saya mencari air ke jalur pangalengan. Saat berjalan sedikit kebawah ternyata jalur pangalengan masih terlihat rimbun pepohonannya, ketika saya sedikit memasuki hutan ternyata ada orang disana memberi tahu kalo mau ngambil air ke belakang puncak saja tinggal ikutin jalur itu terus kebawah  dan sayapun kembali untuk kearah itu (ya…yang pasti-pasti aja deh hhe)
Setelah itu saya kembali ke tenda ternyata Nasi goreng, sosis + saos & mayonnaise nya sudah siap disantap untuk sarapan kala itu. Hmmm… yummi :D

Tak terasa waktu menunjukan pukul 10:00 dan kitapun mulai beres2 untuk pulang, tak lama kemudian tiba-tiba kabut pekat datang diikuti hujan, yang memaksa kita menunda kepulangan dan berteduh didalam tenda. Sekitar jam 11:30an hujanpun mulai reda dan kitapun kembali beres2 packing, setelah semua beres sekitar jam 12an kitapun turun meski kabut masih menyelimuti, beberapa lama kemudian hujan  kembali turun dan kitapun meneruskan perjalanan memakai jas hujan, diperjalanan kita bertanya ke salah satu petani yang akan segera pulang “kalau jalur Seven Field (kebun 7) itu kemana?” ternyata mereka tidak tahu dengan nama itu hehe, katanya ada juga jalur yang muter agak landai (mungkin yang dimaksud yang kemarin kita lewati jalur datar jamuju) dan jalur yang langsung turun terus tapi agak curam (mungkin yang dimaksud jalur Seven field) itu hehe kitapun bergegas ke jalur yang langsung turun agak curam itu.
Hampir disepanjang perjalanan kita di guyur hujan, dengan cuaca yang sedikit berkabut mendung hujan reda silih berganti membuat jalur sangat berbahaya, berjalan menurun di tengah-tengah ketinggian perkebunan dengan tanah merah/tanah gembur yang basah membuat jalur menjadi sangat licin sayapun hampir 4 kali terjatuh dibuatnya, kitapun kadang merayap ketika melewati turunan yang curam karena hampir tidak ada pegangan ditengah-tengah perkebunan seperti itu, tidak seperti di hutan meski licin banyak tepian dahan atau akar yang bisa dijadikan pegangan.
Kala itu kita berjalan hampir sangat lambat, menguras tenaga, memang semua gunung mempunyai rintangan yang berbeda-beda, masing-masing mempunyai ciri khas nya tersendiri.

Dipertengahan jalan ada seorang petani menggunakan motor berhenti seperti sedang menunggu seseorang, ketika kita hampiri dan menanyakan arah jalan, petani itu berkata “biar cepat ikuti saja pertengahan tiang listrik sutet itu yang berada di tengah-tengah perkebunan, jangan ikuti jalur motor ini, karena berputar jauh” dan setelah itu petani itu pergi… kitapun mengikuti petunjuk petani itu, beberapa saat kemudian ada lagi petani yang sedang duduk di saung seperti sedang menunggu seseorang, belum kita hampiri petani itu pergi, berhubung kondisi agak lelah kitapun meminta izin untuk berteduh dan beristirahat di saungnya sambil berteriak, dan petani itu mengatakan “Iya sok aja, itu disitu ada pisang, habiskan aja leubar” oke pak makasih, jawabku. Ternyata disaung itu ada dua ikat pisang, ahhaaa…. Dapet Rezeki nomplok, hehe… entah karena lelah, dingin atau apalah itu tapi ketika melahap pisang itu rasanya hmmm… nikmanya, kalau dibandingin nih sama pisang yang paling enak di supermarket, wah jauh…lebih enak pisang alami ini! Hehe
Dan sepertinya petani/warga sekitar terlihat sangat welcome, dengan sengaja mereka menunggu kita hanya untuk memberi petunjuk, mengingat ketika itu hampir semua petani sudah pulang.

Setelah beberapa saat beristirahat, kitapun melanjutkan perjalanan meski hujan rintik-rintik, sayangnya untuk perjalanan pulang kita tidak sempat untuk mengabadikan moment (foto) bahkan tidak sempat untuk memikirkannya, karena hampir sepanjang perjalanan kita diguyur hujan. Setelah beberapa saat akhirnya kitapun sampai di basecamp Sekitar pukul 15:30, hmm menghabiskan 3,5jam perjalanan, itu sama halnya ketika pergi kemarin (gubrag) ternyata sama saja.
Beres laporan, kitapun beristirahat sebentar menelonjorkan kaki di sebuah Sekolahan tempat diparkirnya kendaraan kita, tepat dibelakang basecamp itu, sambil jajan baso tahu dan ternyata si mang baso nya itu yang kemarin nongkrong dibasecamp nunjukin arah jalur, dan kitapun ngobrol ternyata Artapela ini mulai ramai didaki sejak 6 bulan yang lalu, bahkan surat perizinan resmi dari perhutani nya pun baru 3 bulan yang lalu.

Jam menunjukan pukul 16:00 hujan pun semakin deras, tidak mau berlama-lama disini, setelah berpamitan kitapun memutuskan untuk pulang ditengah dinginnya cuaca itu. Beberapa saat menjelang masuk ke Baleendah ternyata disana sudah banjir saat kita coba melewatinya ternyata banjir itu cukup dalam, diperkirakan hampir sepaha lebih orang dewasa, motor kitapun tenggelam hampir setengahnya, untung saja banjirnya tidak terlalu jauh dan kalau kita teruskan melewati jalan itu banyak daerah banjir yang lebih parah dari sini “kata warga sekitar”, kitapun memutuskan untuk kembali dan lewat jalur banjaran, meski cukup jauh memutar untuk sampai di Kopo, gara-gara itupun kita pulang kerumah kemaleman yang tadinya ingin cepat sampai dirumah…ehh malah kemaleman…
Tapi Alhamdulillah masih bisa diberi keselamatan sampai rumah.

Must to try dah gann....pokoknya!

 

:travel

IMG_20161003_221350.jpg

Sebenarnya sih disini terdapat juga Danau Aul yang melegenda, tapi sayang dikarenakan cuaca yang tidak mendukung dan entah dimana keberadaan Danau itu kurang jelas infonya, jadi kita tidak pergi kesana.

IMG_8967.JPG


Danau Aul, Pict by Google

 

Quote

 

Untuk Rincian biaya pengeluarannya :


Bensin Motor : Rp. 15.000
Retribusi Jasa Lingkungan Rp. 5.000,-/orang
Parkir motor Rp. 10.000,- permotor/malam 
Total : 30 Rebu sajah... (diluar logistik)

 

backpackermate


Instagram @backpackermate

 

maipura, kyosash and deffa like this

Share this post


Link to post
Share on other sites

Keren jg yah pemandangan nya.

Saya sendiri baru tau ini gunung, kakak saya istrinya orang kertasari .gak pernah bilang ada pendakian disana he he he.  Tp wajar jg karena baru mulai rame sekarang ini kan  

Danau Aul beda yah dgn situ cisanti ? 

BTW nice share 

Share this post


Link to post
Share on other sites

iya om baru rame 6bln terakhir ini katanya, danau aul kayanya beda sma situ cisanti, soalnya danau aul punya kisahnya sendiri yg katanya sudah melegenda.

lumayan buat perjalanan singkat akhir pekan...

Share this post


Link to post
Share on other sites

Tapi Dari namanya sendiri artapela  dan aul serasa dimana gitu padahal didataran sunda. Kalo ke daerah pacet nya saya sering tapi sampe Vila hampir hadapan dengan water boom . 

 

Iya sih kalo masyarakat kampung itu lebih welcomed gampang diminta pertolongan, saya waktu abg an mau ke kertasari naik umum, karena kesorean di turunin di lembur awi (yg katanya msh angker waktu itu ) antara mau pulang lg ato lanjut ahirnya lanjut , Dan itu jauhhhh... Bgt ke kertasari nya. Tiba2 ada Mobil buntung,saya stop ... Eh berrnti dan nanya mau kemana Dan knp malam2 disini. Setelah cerita ahirnya dianterin sampe depan Rumah , gak mau dibayar pula hehehe he .

Saya jg baru tau itu nama daerah angker,setelah sodara cerita . warga sana saja gak ada yg berani lewat magrib lewat Sana Hahahaha .

Tp sekarang udah gak ada bekasnya ITU lembur awi 

Share this post


Link to post
Share on other sites

karena ortu saya ada yang asli Pangalengan jadi saya pernah dengar tentang gunung ini

walaupun belum pernah mencoba kesana

kalau di lihat waktu pendakian nya start jam 09.30, tiba di puncak pukul 13.00 sama seperti mendaki Papandayan ya

dan nampak nya trek nya juga sudah ada berupa jalan yang di gunakan warga setempat ya, thx info nya @freaksthriller

Share this post


Link to post
Share on other sites
10 minutes ago, kyosash said:
20 hours ago, Rawoniste said:

Tapi Dari namanya sendiri artapela  dan aul serasa dimana gitu padahal didataran sunda. Kalo ke daerah pacet nya saya sering tapi sampe Vila hampir hadapan dengan water boom . 

 

Iya sih kalo masyarakat kampung itu lebih welcomed gampang diminta pertolongan, saya waktu abg an mau ke kertasari naik umum, karena kesorean di turunin di lembur awi (yg katanya msh angker waktu itu ) antara mau pulang lg ato lanjut ahirnya lanjut , Dan itu jauhhhh... Bgt ke kertasari nya. Tiba2 ada Mobil buntung,saya stop ... Eh berrnti dan nanya mau kemana Dan knp malam2 disini. Setelah cerita ahirnya dianterin sampe depan Rumah , gak mau dibayar pula hehehe he .

Saya jg baru tau itu nama daerah angker,setelah sodara cerita . warga sana saja gak ada yg berani lewat magrib lewat Sana Hahahaha .

Tp sekarang udah gak ada bekasnya ITU lembur awi 

wah kalo saya ini baru pertamakali ke ciparay-pacet, pdhal msh dibandung2 jg wkwkwkw... jd utk perjalanan ane pake gps utk sampe di pos pendakian artapelanya.

pengalaman seru tuh untung ga terjadi hal2 mistis yg anehkan ya? hehe, itu mksdnya udah ga ada bekasnya gmn? lembur awi?

iya memang hampir rata2, tapi entah perasaan sya warga kampung sini "sangat" welcomenya

 

27 minutes ago, deffa said:

karena ortu saya ada yang asli Pangalengan jadi saya pernah dengar tentang gunung ini

walaupun belum pernah mencoba kesana

kalau di lihat waktu pendakian nya start jam 09.30, tiba di puncak pukul 13.00 sama seperti mendaki Papandayan ya

dan nampak nya trek nya juga sudah ada berupa jalan yang di gunakan warga setempat ya, thx info nya @freaksthriller

saya jg hampir sering buat sekedar jalan2 ke daerah pangalengan apalagi kertasarinya udh jelas tau , tdinya mau pergi via pangalengan tpi berhubung info nya yg msh blom jelas jd saya ambil jalur pacet.

iya klo utk waktu perjalanan hampir samalah sama papandayan, yaa itung2 nyari suasana baru hehe 

11 minutes ago, kyosash said:

mantap nih view pegunungan-nya, nice share :salut 

ok om ;)

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

@freaksthriller dulu waktu lewat kebon awi itu horror bgt ,kiri kanan pohon awi (Bambu) tinggi2 mobil jarang lewat, rumah penduduk jauh, gelap gulita pokoknya. Dulu Blum ada angkot hanya Mobil elf butut yg jam2an sampe jam5 . sekarang area kebon awi nya itu udah di babat habis ,udah diambil alih manusia "kerajaan" cetan nya Hahahaha jd udah gak serem lg 

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah... ada lagi gunung yang sepertinya menarik untuk di coba..
tapi kalau naek kendaraan umum ada gk ya?

Share this post


Link to post
Share on other sites
15 hours ago, maipura said:

wah... ada lagi gunung yang sepertinya menarik untuk di coba..
tapi kalau naek kendaraan umum ada gk ya?

Ada tapi gak tau sampe mana, angkot kuning naik di terminal ciparay 

On 10/10/2016 at 0:09 PM, Mulyati Asih said:

Viewnya bagus, kayaknya jarang yang ke sini atau saya aja yang baru tau.

Masih baru , Blum viral di medsos 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 10/10/2016 at 0:09 PM, Mulyati Asih said:

Viewnya bagus, kayaknya jarang yang ke sini atau saya aja yang baru tau.

udah mulai rame sejak Agustus kemarin jd hits :D, wktu sya kesana aja bnyak bgt yg ngecamp, cb aja cek di ig dgn hastag #artapela

On 10/21/2016 at 3:42 PM, maipura said:

wah... ada lagi gunung yang sepertinya menarik untuk di coba..
tapi kalau naek kendaraan umum ada gk ya?

must to try dah... :D

Naik kendaraan umum bisa deh sampe pasar sukapuranya, dari situ jalan kaki ke pos nya, 1-2km an klo ga salah

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 12/20/2016 at 10:29 AM, freaksthriller said:

udah mulai rame sejak Agustus kemarin jd hits :D, wktu sya kesana aja bnyak bgt yg ngecamp, cb aja cek di ig dgn hastag #artapela

must to try dah... :D

Naik kendaraan umum bisa deh sampe pasar sukapuranya, dari situ jalan kaki ke pos nya, 1-2km an klo ga salah

hoo... okelah, ntar kalau ada kesempatan disamperin..
masukin ke dalam daftar dulu.. he

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now

  • Similar Content

    • By Titi Setianingsih
      Selamat sore JJ’er,,,,,!! Hay hay,,,,apa kabaar ???? Boleh sharing ya tentang Lombok ?
       Tanggal 17 Nopember 2016 hari Kamis malam kami berangkat ke Lombok menggunakan pesawat Lion ambil penerbangan malam jam 20.10. Sesampainya Bandara Praya Lombok kami rental mobil Avanza Rp. 150.000,- untuk menuju  M Hotel di Jalan Rajawali No.10, Cakranegara Barat, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Kami ber4 dengan pesawat dan jam penerbangan yang sama, sedang yang lainnya malah sudah sampai dari siang, jadi mereka bisa jalan2 dulu ke tempat2 lainnya. Tahu Lombok kan ? Wisatanya super duper banyak,,,,,sudah kesekian kalinya saya ke Lombok masih dengan destinasi yang berbeda dan belum habis juga di explore. Itulah sebabnya, kali ini kami datang kembali dengan ambil judul “Reuni Gathnas KJJI IX Lombok”, dan tempat2 yang dituju beda dengan yang pernah didatangi setahun yang lalu. Emejiiing…


      HhHhhmmmm,,,M Hotel lumayan juga loh JJ’er, cucok sama harganya yang sekitar 300.000 untuk yang stansard, tapi fasilitas didalam kamar cukup memuaskan kok, bersih.
      Hari Pertama, 18 Nopember 2016
      Pagi hari jam 07.00 kami start dari hotel untuk menuju destinasi hari pertama, terlebih dahulu kami sarapan Nasi Balap Puyung, makanan khas Lombok yang sangat terkenal itu. Lokasinya ada di Jl Raya Puyung Jonggat, dan masuk gang kecil, warungnya sangat sederhana. Disinilah Nasi Balap Puyung Inaq Esun merupakan nasi balap yang asli, sehingga meski untuk menuju ke warungnya masuk2 lorong orang gak peduli, karena rasa biasanya lebih enak dibanding nasi2 balap lainnya.
       Nasi balap merupakan nasi bungkus, berupa nasi putih dengan menu ayam suwir bumbu pedas dan kering kentang, tapi pedasnya luar biasa. Satu bungkus dengan harga 15.000 bisa buat berdua, karena lumayan banyak porsinya. Enak loh, cucok di lidah saya yang dari Jawa. Recommended !
       Gili Petelu
      Gili Petelu merupakan tujuan pertama jalan2 kami di Lombok, alamatnya di Sekaroh, Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Dari Mataram kurang lebih 2,5 jam, dan per-tama2 kita menuju ke Pelabuhan Tanjung Luar untuk sewa perahu. Yaaaa,,,,naik perahu lagi kita,,,,Lombok memang kagak ada matinya untuk urusan gili2, berbagai macam gili yang ada belum sempat terkunjungi semua. Ini Gili ke 4 di Lombok yang akan kami kenali dan nikmati.





       Cuaca sangat panas, anginpun kencang, namun semuanya tidak kami rasakan, hanya keindahan alamnya saja yang masih ter-bayang2, kenangan itu sungguh indah,,,,


      Sayang disayang, begitu sampai di Gili Petelu, ombak masih terasa besar, terbukti teman kami yang jago berenangpun kepayahan, dalam renangnya dia terbawa arus terus, tak mampu menahannya, hingga akhirnya awak kapalpun menyarankan untuk pindah tempat demi keamanan kami. Jadi disini kami hanya bisa main2 air sebentar lalu naik ke perahu lagi untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pantai Tanjung Cumi.



       Pantai Tanjung Cumi/Sumur Laut
       Nah kalau di pantai ini airnya sangat hijau dan dasar lautnya hampir kelihatan karena airnya sangat jernih juga dingin. Saking tergiurnya dengan air laut yang jernih inipun saya beranikan untuk nyebur,,,,lengkap dengan peralatan snorklingnya. Benar saja, karang2nya sangat indah,,,,begitu juga ikan2nya pada berseliweran berwarna warni, sayangnya gak siap kamera underwater, jadi Cuma mata saja yang bisa menikmatinya.
      Dan disini juga ada Sumur Laut katanya, ada temen kami yang berani mencari dimana Sumur Lautnya, katanya didalamnya dihuni oleh ular ? Benar atau tidak, yang jelas teman kami penasaran dan sambil bawa gopro diapun melesat ke bawah untuk ambil foto sumur laut.
      Ternyata memang ada, bentuknya lubang kecil di dasar laut, tapi siapa yang tahu kedalaman sumurnya ? Tentu gak ada yang berani lama2 berada disini,,,,




      Cukup lama di pantai ini, disamping snorkeling juga ada yang hanya sekedar main2 pelampung atau bersampan kesana kemari. Biar kelihatannya mudah tapi bagi yang gak bisa berenang akan sangat menakutkan, karena kalau tidak bisa menjaga keseimbangan badan akan kecebur pastinya,,,,hahahahah pengalaman pribadi. Ngiri lihat teman2 yang pada asyek ber-foro2 di atas pelampung berbentuk kerang raksasa,,,jadi seperti Putri Mutiara saja,,,
      Ketika jelang makan siang, kami lanjutkan perjalanan menuju Pantai Pink / Pantai Tangsi
      Pantai Pink / Pantai Tangsi
      Masih di desa Sekaroh, Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat pantai Pink ini berada. Pantai Pink warna pasirnya memang pink, hal ini disebabkan karena karang dan ganggang yang ada didalam laut ini pink, sehingga serpihan2 karang yang terbawa ke pantai berwarna pink. Nama aslinya sebenernya Pantai Tangsi, tapi sebutan topnya Pantai Pink, makanya orang suka keliru dengan Pantai Pink yang di NTT.
      Pantainya memang indah, keren dan wow kalau dilihat dari atas bukit, garis pantainya sangat jelas, lengkungannya menambah cantik pantai ini. Tapi panasnya luar biasa, jangan lupa pakai topi lebar atau payung yaaa JJ’er…




      Di samping2 pantai juga banyak spot2 menarik seperti ayunan, gubug2 buat berteduh dan bisa sekalian buat makan siang disini. Kami kebetulan sudah bawa bekal nasi kotak, jadi langsung buka bekalnya dan menuju gubug2 untuk makan. Paling2 kami beli air kelapa muda di warung tersebut dan cemilan2 lainnya supaya orang warung tidak marah gubugnya kami pakai buat makan.
      Sebenernya disini bisa buat snorkeling juga, tapi mungkin teman2 sudah pada kelelahan sewaktu snorkeling di Pantai Tanjung Cumi makanya begitu nyampai di pantai langsung berlari ke daratan untuk persiapan makan yang didahului foto2 cantek,,,
      Hanya ada 1 teman saya yang sebelum perahu sandar sudah duluan nyemplung ke laut dan berenang sampai ke pinggir pantai, hebat sekali dia,,,
      Ibu2nya juga gak hilang akal, rupanya mereka bawa bekal buah2an dan sambal, jadi sesudah makan kami langsung ngrujak,,,bisa dibayangkan seperti apa kenyangnya perut kami ????
      Sehabis makan kami melanjutkan berperahu menuju destinasi selanjutnya yaitu Pantai Pink 2
      Pantai Sebui / Pink 2
      Pantai Sebui sering disebut sebagai Pantai Pink 2 karena pasir disana juga berwarna pink. Disini kami hanya bermain pasir dan air, tidak snorkeling, mungkin sudah pada capai ya ? Jadi waktu yang ada Cuma buat foto2 wefie dan sambil menunggu sunset di Pulau Pasir.
      Pasirnya bagus, halus dan bersih, jadi kamipun tidak sungkan2 untuk ber-guling2an. Temen2 yang belum kena air kami paksa turun bahkan kami siram2 dengan air laut supaya basah. Gak lucu kan kalau seharian mainan di laut jadi manusia perahu kok baju masih kering kerontang ?







      Saya mencoba beranikan diri bermain sampan, tapi gak mau ke tempat yang dalam, yaaa,,,masih belum bisa bersahabat dengan air rupanya, masih saja takut tenggelam dan terbawa arus.
      Begitulah ceritanya, sehingga ketika mentari sudah condong ke barat, kamipun bergegas menuju Pulau Pasir untuk mengejar sunset,,,
      Pulau Pasir
      Pulau ini hanya timbul kalau air dalam keadaan surut, diperkirakan kalau sore sudah timbul pasirnya. Keunikan pulau Pasir hampir ada di setiap kepulauan, dan itu selalu dicari oleh wisatawan, karena biasanya di Pulau Pasir banyak terdapat bintang laut yang terdampar.  Benar saja, ada beberapa bintang laut yang kami temukan, kami mainin sebentar dan kami lepas kembali supaya tidak mati karena kelamaan kena udara.
      Pulau Pasir disini memiliki kekhasan tersendiri, pasirnya ber-gurat2 seperti sisik ikan, saying kalau diinjak akan rusak lukisan alamnya. Tapia pa boleh buat, bermain pasir dan ber-lari2an juga merupakan permainan yang mengasyikan, sampai lupa umur kalau sudah ketemu dengan teman2…
      Dan acara disini memang khusus untuk menikmati sunset, sayang sunsetnya tidak terbentuk sempurna, tidak ada telor mata sapi jingga di ufuk barat, karena awan kelabupun ikut hadir mengiringi mentari ke peraduan malam. Kami hanya puas foto2 siluet,,,,,dan sesudahnya kembali ke Pelabuhan Tanjung Luar.
      Kurang lebih 2,5 jam lagi kami baru akan sampai ke Mataram, dan…..gak sabar rasanya pingin buru2 menikmati ayam Taliwang, makanan khas Lombok yang kami rindukan.
      Ayam Taliwang Irama 3
      Resto ini ada di Jl Ade Irma Suryani No 10 Monjok Mataram Lombok, semuanya ada 3 resto, walau begitu konon keaslian rasanya masih dijaga. Terbukti dari sejak berdirinya tahun 1982 masih bertahan dan bahkan makin bertambah ramai. Bahkan pernah memenangkan Taliwang Champion di tahun 2015.  Kami ambil tempat yang lesehan, supaya santai dan lega. Menu yang special ayam bakar, sambal beberuk dan pelecing kangkung. Temen lain ada yang pesan sop bebalung atau sop iga, dan minumannya juga beraneka tapi yang special itu kelapa muda madu.
      Kebanyakan dari teman2 pesannya ayam, dan ketika costnya dibagi rata masing2 kena Rp. 80.000,- menurut saya harga yang standard karena ayamnya 1 ekor, pokoknya nendang banged deeh,,,,
      Setelah kenyang, kami balik hotel dan zzzzzzzzz…..(jangan lupa shalat yaaaa,,,).
      Hari Kedua, 19 Nopember 2016
      Hari ini rencana perjalanannya cukup panjang, yaitu ke Pulau Paserang dan Pulau Kenawa di Sumbawa Barat. Kami harus menyeberang pulau melalui Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur, kemudian dengan menggunakan kapal ferry sekitar 2 jam menuju Pelabuhan Poto Tano di Sumbawa Barat.
      Iya benar, Pulau Paserang itu ada di desa Poto Tano dan Kecamatan Poto Tano juga. Dari pelabuhan Poto Tano masih harus berlayar dengan perahu nelayan sekitar 30 menit menuju Pulau Paserang.
      Perjalanan panjang ini terhibur dengan adanya hiburan organ tunggal di kapal, teman2 kami ikut nyanyi dan joget2 bareng penumpang yang lainnya, suasana jadi berubah ceria,,,ini rahasianya rupanya, kata orang2 lebih baik ambil seat di kelas ekonomi saja karena aka nada hiburannya, dari pada di dalam kamar sumpek dan malah makin pusing. Benar juga ya ?
      Pulau Paserang
      Pulau Paserang terletak di kawasan Gili Balu Kabupaten Sumbawa Barat, masih di Nusa Tenggara Barat, pulau ini tidak berpenghuni jadi memang khusus untuk tujuan wisata. Bulan Oktober kemarin suasana pulau masih kering, rumput2an terlihat cokelat dan gersang, banyak debu disana sini, sehingga kalau kita sedang berjalanpun debu pada beterbangan.
      Kita bisa main snorkeling sebenarnya, tapi tujuan kali ini kami kepengin trecking menuju bukit yang ada di Pulau Paserang sehingga bisa melihat pemandangan pantai dan pulau2 di sekitarnya dari ketinggian. Jadi siapkan fisik untuk nanjak niihhhh,,,,pelan2 sajalah nanti juga bakal nyampai. Sepanjang perjalanan penuh dengan padang sabana, sangat bagus untuk berfoto, juga latar cottage2 disekitarnya yang masih dalam proses pembangunan menambah eksotiknya pulau ini.
      Listrik belum ada yaa,,,jadi pastikan power bank kita full baterei supaya tidak mati gaya disana. Jalanan menuju puncak bukit sudah bagus, batu tersusun dengan rapih sehingga kita tinggal ikuti saja jalan setapak itu,,,,dan sampailah ke tempat yang dituju. Silahkan foto2 selfie sepuasnya, tapi harap hati2 karena dibawah kita merupakan tebing yang curam dan dibawah kita air laut.






      Karena Pulau Paserang tidak berpenghuni maka tak akan ada warung yang jual makanan, kamipun sudah siapkan bekal nasi kotak untuk makan siang. Tapi untuk numpang shalat masih bisa, karena di cottage2 yang sedang dibangun ada penjaganya.
      Selesai shalat kami lanjutkan perjalanan menuju Pulau Kenawa.
      Pulau Kenawa
      Kurang lebih 45 menit – 1 jam kami berada di atas perahu, menyusuri lautan, dengan pemandangan kiri kanan yang begitu indah, pulau2 kecil berwarna coklat, padang2 rumputnyapun coklat, semuanya akibat hujan yang belum kunjung tiba, walau di lain tempat sebenernya sudah musim hujan. Gersang tapi indah, sangat ironis.
      Kami berniat melihat sunset di Pulau Kenawa, yang kata orang indahnya luar biasa, karena ketika di puncak bukit kita bisa melihat garis pantai di sekeliling pulau, sedang kita tepat di atas bukit yang paling tinggi, dan jika cuaca bagus, mentari jingga akan tepat berada di depan kita,,,,,
      Begitu dermaga panjang terlihat di kejauhan sana, pertanda sudah akan berlabuh perahu kami, dan bukit yang menjulang sudah terlihat pula, salah satu icon Pulau Kenawa, Subhanallah indahnya, karena ternyata di Bukit itu sudah agak menghijau. Namun karena mentari masih agak tinggi, maka sebagian teman2 da yang memanfaatkan waktunya untuk snorkeling ada pula yang langsung nanjak ke bukit pelan2 sambil foto2 sepanjang jalan.
      Oh yaaaa,,,hari itu tgl 19 Nopember 2016, Admin dan Momod KJJI yang kece (Mas Deffa Utama) sedang mengakhiri masa lajangnya di Bandung, dan kami yang ada disini tidak bisa menyaksikan langsung resepsinya, maka dengan berat hati kami hanya bisa kirim ucapan lewat video singkat, dan ada juga yang kirim ucapan via rangkaian bunga papan. Gak papa yaaaa Mas Deffa,,,yang penting kami masih ingat kalian meski jauh dimata tp di hati dekat,,,,Happy wedding Deffa & Jeanette,,,!!
      Well, sekarang saatnya mendaki bukit,,,meski di langit sebelah barat Nampak awan menggantung, tapi kami tetap semangat mendaki, berharap ketika sampai di puncak mentari berani menampakan sinar jingganya, dan melambaikan tangan untuk mengucapkan selamat malam,,,,
      Lumayan lama kami ber-main2 di pulau Kenawa, dan ketika sudah gelap kamipun turun, untuk menuju Pelabuhan Poto Tano menuju Lombok. Sebelumnya kami makan2 dan minum2 dulu di warung2 yang ada di sekitarnya. Iyaaa,,,disini sudah banyak warung2 bahkan listrik juga ada, kami bisa ngecharge handphone dengan sewa Rp. 10.000,- hingga baterai full.
      Dan kurang lebih 30 menit kami sudah sampai kembali di Pelabuhan Poto Tano, setelah ini kami berjuang kembali ditengah rasa kantuk yang melanda, untuk berlayar kembali menuju Pelabuhan Kayangan Lombok. Hhhhmmmm,,seru sekali petualangan hari ini…!
      Hari Ketiga, 20 Nopember 2016
      Air Terjun Benang Stokel
      Hari ini kami explore Lombok Tengah, tepatnya Desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah. Disini banyak terdapat air terjun karena topografinya pegunungan, yaitu dekat dengan Gunung Rinjani. Dan desa ini merupakan Geopark Rinjani, pintu masuknyapun dari pos pendakian Gunung Rinjani. Tapi kami enggak mau nanjak gunung laah, Rinjani gunung yang sangat tinggi, saya pribadi gak akan mampu mencapainya.
      Kenapa disebut Benang Stokel ? Katanya airnya seperti untaian benang ? Benarkah ? Itu yang bikin penasaran, karena kalau lihat di TV kok bagus sekali, air tercurah dengan lembutnya, ada 2 air terjun yang bersebelahan disini. Yang satunya (yang kecil) bahkan bisa memancarkan sinar pelangi jika pas matahari bersinar cerah.
      Letak air terjun Benang Stokel tidak terlalu berat dicapainya, kurang lebih berjalan selama 20 menitan sudah sampai ke lokasi. Pengunjung kali inipun tidak terlalu ramai jadi cukup puas menikmati serpihan airnya, lembut dan dingin. Kami tidak bermain air disini, hanya foto2 saja karena kolam yang terbentuk dibawah air terjun tidak nyaman untuk ber-main2.





      Jadi begitu selesai foto, kami lanjutkan perjalanan menuju Air Terjun Benang Kelambu yang kebetulan ada di desa yang sama.
      Air Terjun Benang Kelambu
      Untuk menuju kesini bisa jalan kaki sebenernya, dan jalanan juga sudah bagus karena sudah dibuat tangga2 dari batu. Temen2 banyak yang jalan kaki, saya tergoda oleh tukang ojek yang mangkal di ujung anak tangga,,,dan jujur badan saya memang juga sudah capai. Ya sutralah, order 2 motor untuk saya dan anak saya, kalau dari Pos depan sewa ojeknya 30.000 PP berhubung saya naiknya sesudah dari Benang Stokel jadi saya tawar 25.000 PP.
      Biarpun naik ojek perlu dipiawaian juga loh, karena dibawa melalui jalanan yang agak jelek, naik dan turun, ojek yang saya naiki pun hamper guling karena jalanannya tanah yang licin. Untung abang Ojeknya masih bisa menahannya untuk tidak guling, meski harus berkorban sandal jepitnya yang putus.
      Duuuhhhh,,,deg2an juga niihhhh,,,tapi memang hanya sebentar naik ojeknya, begitu sampai di parkiran kami masih harus berjuang untuk menuruni anak tangga yang lumayan banyak, hhhmmmmm kebayang nanti pulangnya bakalan nanjak….don’t give up !






      Dari jauh Nampak air terjun yang halus2 bagai tirai kelambu, pantas sana namanya Air Terjun Benang Kelambu. Airnya sangat dingin,,,,bbbrrrrrr,,,,gak berani mainan air saya, teman2 yang lain juga hanya beberapa saja yang nyebur di kolam di bawah air terjun. Memang lebih bagus ini, tempatnya luas dan nyaman untuk duduk2 memandangi gemulainya air terjun ini. So sweet,,,,,
      Jika tidak ada teman yang harus diantar ke bandara siang ini, mungkin kami akan lama2 di tempat ini, untuk memanjakan mata dan pikiran dan menghilangkan penat2,,,,iyaaahhhh Jakarta bikin penat, jalanan yang macet dan bising bisa bikin stress, begitu di tempat ini rasanya plooooong,,,,,,suwwweerrrrrr deeehhh,,,!!
      Maka sesudah makan siang di warung2 di sekitar air terjun, kamipun antar teman menuju bandara. Sebelum sampai bandara kami sempatkan singgah di toko oleh2 khas Lombok.
      Bukit Meresse
      Masih di Lombok Tengah, dari Bandara Praya kurang lebih 1 jam, teman kami yang pulang duluan hanya 1, yang lainnya kebanyakan ambil penerbangan malam untuk menuju Jakartanya, sehingga sisa waktu sore ini kami masih ada waktu buat explore Bukit Merese. Lokasinya persis berseberangan dengan Pantai Tanjung Ann, dari atas bukit Merese akan Nampak juga Batu Payung, iconnya Pantai Tanjung Ann. Istimewanya di bukit ini adalah sunsetnya yang luar biasa indah, juga view pantai dan bukit2 yang ada disekitarnya Nampak artistic dan eksotik, banyak orang bilang tempat ini sangat romantic bagi pasangan yang sedang bercinta, entahlah benar atau tidak. Tapi memang, setelah melalui tracking yang lumayan berat, rasa2nya pegal2 kaki gak terasa lagi, apalagi setelah sunset tiba, Subhanallah,,,,jingganya sangat menawan, baru percaya kalau tempat ini sangat romantic.




      Rupanya,,,,,kebersamaan kami, ex Member Gathnas IX KJJI berakhir disini. Di akhir acara barulah terasa kalau kami sangat dekat, sangat akrab, ber-sama2 menikmati perjalanan yang mengasyikan ini. Semuanya tergambar di foto2 kami yang lucu dan seru. Terima kasih KJJI,,,,,berkat kalian kami ada, semoga persaudaraan ini terjalin selamanya,,,,aamiin.
      Ke Jakarta akhirnya kami kan kembali,,,,!! Trip ini terlaksana dengan apik berkat saudara kami di Lombok Mas Dimas dan Mas Dhan, serta komandan kami Kakak Ven2,,,thanks yaa semuanya,,,!!
      Salam Jalan2 Indonesia…!!
      PS : waduuuhhhhhh,,,gak bisa aplod foto niihhhh Mod...kunoan nyaakkk ????
       
    • By Dewi Calico
      안녕하세요..
      Finally aku bisa mendaki bukit, melewati lembah dan menikmati suara aliran sungai serta kicauan burung.
      Merasakan hangat sinar matahari pagi dan dimanjakan oleh pemandangan yang luar biasa menakjubkan.
      Inilah suasana lain dari Ubud.
      Ubud tidak hanya sekedar sawah.
      Ada tempat lain yang menyajikan pesona alam Ubud yang memanjakan mata.

      Campuhan Ridge Walk.
      Jalan setapak yang menawarkan keindahan bukit, sungai dan ilalang hijau yang menggoda.
      Panjang Ridge Walk ini sekitar 2 KM.

      Pagi itu aku bergegas bangun kemudian mandi dan dandan.
      Aku sangat bersemangat dari Kuta menuju Ubud.
      Sekitar jam 8 pagi aku sudah di Ubud.
      Aku menuju ke Campuhan Ridge Walk untuk menikmati pagi yang masih segar dengan sinar matahari yang hangat.
      Perjalanan dimulai dari pintu masuk dengan jalan bercabang (lurus & dan ambil kanan dengan tulisan Campuhan Ridge Walk).
      Ambil jalan kanan.
      Melewati jembatan dengan sungai berbatu dengan air yang cukup deras.
      Pohon-pohon rindang menambah udara semakin segar.
      Setelah melewati jembatan maka akan tampak Pura.
      Jalan terus mengikuti Jalan setapak, jalanan sempit dan sedikit licin karena mungkin malam harinya telah hujan.

      Disinilah kesabaranku diuji.
      Aku hampir menyerah karena belum terlihat bukit yang penuh keindahan, semua terasa biasa saja dan hanya semak belukar yang aku lihat.
      Tapi aku melihat para Bule Bule yang masih bersemangat, oke Dewi ayo lanjut sampai menemukan Bukit yang Indah.
      Bukankah jika tidak mencoba maka tidak akan tau seperti apa hasilnya.
      Oke berjalan naik naik dan terus naik mendaki bukit.


      Perjuangaku tidak sia-sia.
      Mulai terlihat jalanan setapak yang berliku seperti ular yang seksi.
      Kanan kini ditumbuhi Ilalang Hijau.
      Beberapa pohon kelapa menjulang tinggi menambah spot istimewa Campuhan Ridge Walk.

      Berjalan disepanjang Campuhan Ridge Walk sangat menyenangkan.
      Sangat bersih.
      Suara air sungai memanjakan telinga.
      Ilalang hijau memanjakan mata.
      Bertemu dengan orang orang disepanjang jalan yang memberikan senyum dan menyapa dengan penuh keramahan semakin membuat aku bahagia.
      Aaaaaaahhhh Thank TUHAN ini sangat luar biasa.


      Which one yang cocok untuk aku, Trekking or Jogging??
      Banyak yang Jogging, entah mereka punya tenaga yang banyak seperti di punggung mereka ada energi mesin pesawat atau pun pabrik batu bara haha.
      Aku hanya berjalan pelan, kadang berhenti karena lelah.
      Dan lebih banyak mengambil Foto hahaha.



      Alam disini masih sangat terjaga, di ujung Ridge Walk ada semacam Hotel dan juga Cafe.
      Untuk yang ingin menikmati Campuhan Ridge Walk.
      Ada beberapa hal yang aku sarankan:
      1. Pakailah sepatu yang nyaman (misalkan kalian ingin foto Prewed, tetap pakailah sepatu untuk sampai di atas bukit dan baru deh dandan yang cantikk ala Princess). Please jangan sok cantik pakai wedgest atau heels, bisa bisa terpeleset haha.
      2. Pakai Baju yang nyaman, menyerap keringat dan jangan terlalu ketat hahaha.
      3. Pakai celana yang nyaman, jangan terlalu ketat juga karena saat mendaki akan memerlukan langkah yang mantab dan tidak menyakiti (**maaf) paha dan selangkangan.
      4. Menggunakan Lotion ber SPF dan Foundation ber SPF. karena semakin siang maka matahari akan semakin menembus kulit.
      5. Bawa Topi dan Kacamata hitam jika cahaya matahari terlalu silau.
      6. Wajib membawa Air Minum, minimal 1 botol kecil air mineral kemasan 300ml.
      7. Penting gak penting tapi Tissue juga perlu untuk mengelap keringat.
      8. Jika membawa tas, lebih baik Ransel. Tak perlu kebanyakan gaya membawa tas ala Princess karena akan melelahkan dan ribet.
      Selamat menikmati keindahan Campuhan Ridge Walk.
      Tiket masuk Gratis (FREE).
      Alamat:
      Jalan Raya Ubud No. 35, Ubud, Kelusa, Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali 80571
      Happy Traveling.
      Salam Dewi Calico.
      IG: Deelittlestep
      FP: dee little step
      Blog: www.dewicalico.blogspot.com

       
    • By Dewi Calico
      안녕하세요...
      Saat berkunjung ke Ubud belum sah jika belum melihat sawah.
      Sawah memang hampir di seluruh Indonesia ada sawah.
      Bahkan di belakang rumahku juga ada sawah hahaha.
      Tapi sawah di Ubud itu unik dengan sistem Sawah Terasering.
      Sawah yang berundak-undak dengan pesona alam ubud yang sejuk.

      Aku menikmati hamparan sawah di pagi hari.
      Warna hijau adalah warna utama, sangat memanjakan mata.
      Sawah Terasering ini seolah hasil Mahakarya yang luar biasa.
      Sawah yang sudah turun temurun dari nenek moyang dengan sistem terasering dan masih sangat terjaga.
      Tidak lekang oleh jaman dan tak tergeser oleh bangunan modern.
      Aku berharap tidak ada bangunan modern yang menggeser sawah sawah ini sampai kapan pun.
      Karena memang salah satu keistimewaan dari Ubud adalah Sawah.

      Di tempat ini juga ada Cafe Cafe yang menawarkan berbagai menu.
      Jadi yang ingin makan sambil menikmati view sawah di Ubud bisa datang di Tegalalang.
      Tapi aku tidak mencoba Cafe itu.
      Aku hanya memfoto sawah-sawah.
      Jika ingin berjalan-jalan di sawah juga bisa.
      Tapi aku tidak melakukan itu karena tanah becek setelah hujan hahaha.
      Aku datang saat pagi jadi belum terlalu ramai.
      Jika sudah siang hari mungkin akan sangat ramai dan padat pengunjung.

      Untuk menikmati pemandangan sawah tidak dikenakan biaya (FREE).
      Alamat Tegalalang Rice Terrace:
      Jl.Tegallalang, Banjar Ceking, Gianyar, Tegallalang, Denpasar, Bali 80561
      Happy Traveling.
      Salam Dewi Calico.
      IG: Deelittlestep
      FP: dee little step
      Blog: www.dewicalico.blogspot.com
    • By Santi Fitrianingsih
      Belanja oleh oleh yuk di Auckland…..Nah ini penting …..
       
      Hai….just share mungkin bisa berguna…..hmm…. untuk oleh-oleh, di Auckland pusat kota, saya agak jarang temukan, (atau saya yang kurang eksplor yah, abis waktu mepet), ada 2 tempat yang saya temukan, dekat dengan hotel sky tower, di Victoria street ke arah pertokoan/menuju supermarket countdown Auckland Metro ada 1 toko souvenir, lalu ke arah pelabuhan tadi di dekat  Ferry Building (saya lupa di Queen street atau Albert street) ada 1 lagi nah yang ini agak besar. (harusanya di mall juga ada yah di pertokoan pinggir2nya, tapi saya ngga liat) 

      Jujur menurut saya untuk oleh2 seperti gantungan kunci, tas dll harga agak mahal karena di NZ semua barang begini import, made in china (kata yang jualnya), sedangkan yang murah adalah hasil bumi. Jadi selama di NZ nikmatilah makanan, daging, snack kacang kiloan macadamia, almond, sayur dan buah-buahan tentunya seperti apel, anggur, cherry, apricot dll apalagi kl musim, 3 dollar sekilo , dan daging. (walaupun masih lebih murah Thailand ya JJJ)
      Ada yang sering makan steak, nah new zealand meat kan ueeenaaaak tuh dan kalau di Indonesia  mahal, jadi saran saya sempatkan untuk memborong daging untuk dibawa ke Indonesia, karena murah, JJJ pergilah ke countdown supermarket, ngga usah ke pasar tradisionalnya, pilih daging, dari potongan steak, sosis, maupun daging slice yang buat roti (smoke ham), mau sapi, ayam,domba sapi maupun yang lain. Mintalah petugas disana untuk double wrap packingan dagingnya. Lalu belilah tas belanja countdown seharga 2-4 dollar, dalamnya ada aluminium foil, sesampai di hotel masukan ke freezer 1 malam, dan besoknya siap dibawa. Untuk kali ini saya beli 4 kilo daging masuk bagasi dan aman, lolos sampai Indo dengan mulus. Daging NZ yang saya beli sapi, segala bentuk, daging steak saya beli ngga sampai 15 dollar perkilonya tapi begitu dimasak berasa makan wagyu…..hahaha, enaaaaakk, teksturnya beda kali yeee (sapi luar negri J), smoke hamnya juga beda ga wangi asap n kenyal, enak banget, bisa langsung makan (nah kl mau irit makanan atau bingung makan pagi, bisa beli roti slice sama ham (buat makan pagi atau buat teman instant noodle)) , belum sosisnya, smoke ham n chicken…..semua di jamin aman. Pesta daging deh hihihihi….. Tips : untuk masak steak, bumbunya hanya garam dan merica, lalu tumis pake minyak zaitun, beri sedikit butter dan 1 tangkai rosemary, 4 menit setiap sisi daging dan steak medium rare pun di depan mata……berasa makan steak hotel….hahahah. lalu rasakan juicy dagingnya. Yuuuummm…
       
       
       
      Hmmm ada satu brand NZ namanya wild kiwi, saya sih suka, toko souvenir kaos buatannya rapih, ada pernak perniknya juga, boleh nih, buat koleksi pribadi or mu ngasih orang, agak mahal dikit, untuk di Auckland saya ngga ketemu, harusnya ada menurut google map, saya dapat hoodie wild kiwi waktu di Waitomo cave, ada juga di bandara (harganya sama).
      Alternatif blanja oleh-oleh, selain ke toko souvenir, dan borong daging, pergilah ke hypermart, kl di Auckland ada The Warehouse, nah biasanya mereka banyak promo, sesuai namanya di sini mau cari apa ajah ada, kalo beruntung bisa dapat barang dengan harga setengah harga di Indonesia, kemarin pas kesana mainan anak artikel tertentu lagi potongan harga 60%, only for 2 days, jadi saya hunting deh, 5 pieces anting seharga 3.5 dollar (cucok buat ngasih laaah), perlengkapan dapur lucu lucu mulai dari 2 dollar. Baju anak dewasa, kaos kaki, piyama lucu2,  stationery, coklatpun banyak promo….Nah ibu-ibu yang mau blanja monggo, jd ngga melulu harus ke toko souvenir buat oleh2, hehehehe. Tapi kalau  yang ini ngga ada tulisan New Zealand nya yah….JJ
      Oh iyah, sewaktu saya jalan sempat melihat penginapan untuk backpacker, ada Nomads Auckland Backpackers Hostel, Queen Street Backpakers, Surf n Snow Backpakers. Untuk referensinya saya ngga tau, bisa check di agoda atau booking.com. Untuk makanan kalau mau murah, biasanya ada beberapa kios di daerah pertokoan ato di supermarket kalau sudah siang ato sore makanan di diskon (sepertinya di semua negara juga sebagian besar ada diskon kalo sudah sore ato malem).
      hmmm, apa lagi yah, saya hanya sempat eksplor Auckland sedikit, semoga tulisaan ini bermanfaat.
      Next time ada berkat bisa kesana lagi, agak lama dan pengen keliling NZ pake campervan, doain yaaah, abis seru baca-baca yang pake campervan, no wonder mereka masak di campervan, abis murah daging dan sayuran, laper makan buah juga murah. J
      Terimakasih sudah membaca.
      Fell free to ask
      Mpit.
       
       
    • By Santi Fitrianingsih
      Jalan-jalan 12  jam di  Auckland, NZ (half day)
      Pagi bangun (ngga mau rugi dong), langsung cus jalan sekitar hotel. Kali ini agak dimanjakan dengan hotel di tengah kota, Sky Tower Hotel, terletak di pusat kota di Victoria Street (West) dan Federal Street, Auckland, kita book hotelnya pake booking.com. Jadi kalau mau keliling kota tinggal jalan kaki, walaupun yah kudu siap-siap gempor kakinya (tapi lebih ngga rela kalau harus bayar taksi ….. hehehe.)
      Auckland termasuk kota kecil, hanya kantor-kantor yang buka jam 8 atau 9, aktivitas toko dimulai pukul 10 atau 11, hanya supermarket seperti countdown atau mungkin juga warehouse yang biasanya buka jam 8 (atau kadang ada yang jam 7.30)…. Soooo…..seakan ga mau rugi (memang sih), kita pagi-pagi sudah keluar dari hotel, lihat keindahan kota Auckland ceritanya.
      Yuuuk……walhasil ….sepi dan masih pada toetoep…hahaha…..apalagi toko makanan belum ada yang buka, untung udah di ganjel makanan instant. Resto disini kebanyakan buka jam 11.00, pas mau lunch. Tujuan kali ini jalan menyusuri toko sampai ke pelabuhan, santai, just killing time nugguin yang rapat selesai….hehehehe….karena hari ini cerah n cukup berangin, suhupun 18 derajat, jd ngga gitu terasa cape apalagi keringetan jalan agak jauh…..hehehe. Weather please be nice to me.
      City map nya ada, termasuknya gampang, tapi baru ketemu pas udah didekat pelabuhan. Jd kita mengandalkan google map dari hotel yang ternyata tinggal lurus JJJ. Untuk balik ke hotel lagi gampang, sesuai nama hotelnya, kita menuju ke towernya ajah yang menjulang dan keliatan dari mana-mana, hahahaha.

      Nah ini yang sebelah kanan adalah pelabuhannya, Auckland Ferry Terminal……

      Ini yang di bawah adalah Ferry Building-nya, bagus bener yah

      Di belakang Ferry building ada The Cloud, gedung sebaguna yang terletak di Queen’s Wharf. Sangat menyenangkan berada di sini, duduk dan memandang pelabuhan bersih, dengan kapal2 pesiar besar. Banyak burung2 camar sliweran juga J 
       
      ini the cloud dari 2 sisi yang berbeda, bentuk nya sesuai namanya, seperti awan, bergulung gulung, hehehehe JJJ
      Sekarang waktunya menuju tempat yang satunya lagi, Albert Park. Taman cantik yang berada berdekatan dengan Universitas of Auckland…..transportnya, jalan kaki lagi J, sambil cuci mata liat liat toko, ada yang lucu,,,bole brentiii. Viuuh, sampai juga, enjoy the park for a while…… Kalau ke taman di luar negri kenapa menyenangkan yah? Rapi, bersih, asri, dan aman, banyak burung-burung tapi ga kotor, bisa nemu tupai juga disini….buat olahraga bisa, mau duduk-duduk ngobrol or sekedar baca buku bisa…..semoga taman taman di Indonesia juga bisa begini.

      Albert Park, ini salah satu sisi taman, bunganya sebenarnya ga special, di Indonesia juga ada, tapi di atur rapih, dan bersih.

      Salah satu landmark University of Auckland, clock tower, foto diambil dari pinggir Albert Park.
      Waktu  terasa sangat cepat di New Zealand karena rata-rata toko buka jam 10 dan sudah tutup jam 5 atau ada juga yang jam 7. Tapi karena langit masih terang, yah saya jalan terus sampe gelap n sepi.
      Hmmm, apa lagi yah, oiyah mengeksplor Aucklandbisa juga dengan menyewa mobil, SIM kita vald disana, dan harus ikutin rambu lalulintas, karena banyak sekali tempat tempat cantik yang terletak di suburban nya, krn keterbatasan waktu saya hanya sempat eksplor Auckland sedikit, semoga tulisaan ini bermanfaat.
      Next time ada berkat bisa kesana lagi, agak lama dan keliling NZ pake campervan, doain yaaah, abis seru baca-baca yang pake campervan, no wonder mereka masak di campervan, abis murah daging J
      Terimakasih
      Feel free to ask.
      Mpit.
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
    • By Titi Setianingsih
      Hallow,,,,,apa kabar JJ’er ?? Lagi2, ketika saya dapat undangan married dari teman yang mantu, langsung terpikir untuk sekalian jalan2 kemana ya,,?? Kali ini undangannya di Purwokerto tanggal 6 Nopember 2016, langsung otak berputar, kira2 bisa jalan2 kemana saja dan mau ajak berapa orang ? Karena untuk urusan nginap rencananya akan nginap dirumah saya di Banyumas, jadi teman2 yang diajak itu prioritas teman yang mau diajak susah. Maklum, kamar Cuma ada 3, tentu tidak bisa untuk menampung 15 orang, jadi ada sebagian yang tidur lesehan di karpet atau sofa didepan TV. Dan untuk mencari 15 tentu mudah bagi saya, tinggal buka kontak whattsap dan broadcast ajakan mudik bareng,,,,blast,,,jawaban mereka singkat, cukup 3 huruf OKE.
      Well, kami ber11 berangkat bareng dari Jakarta menggunakan kereta api ekonomi Senja Utama Jogya menuju Purwokerto, tiket 185.000, ada juga yang berangkat dari Malang, dan meeting point di Stasiun Purwokerto.  Peserta dari Purwokerto juga ada yang mau gabung, jadi sesudah ngumpul di Stasiun Purwokerto kami lanjutkan menuju Rumah teman saya, Lina, di Karangklesem Purwokerto. Sewa mobil avanza dari Stasiun sampai Karang Klesem seharga 60.000. Dirumah Lina kami numpang mandi dan sarapan, karena kebetulan dirumahnya ada warung makannya juga. Sehabis sarapan barulah cuss menuju Rumah saya di Banyumas untuk jemput 3 orang lagi yang dari Malang dan Jakarta.  Kami rental mobil elf dari Purwokerto.

      Sehabis menurunkan barang2 / tas masing2, kami langsung melakukan perjalanan menuju Kebumen, hari pertama full untuk explore pantai dan bukit2 di sekitar Kebumen, selengkapnya sebagai berikut :
      Hari Pertama (5 Nopember 2016) : explore Kebumen
      1.      Pantai Menganti
      Pantai Menganti beralamatkan di desa Karangduwur, Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Berhubung kami menggunakan rental mobil, jadi kurang tahu dari mana kemananya, tapi kalau kita menuju arah Kebumen petunjuknya sudah lengkap, dan masyarakat di sekitarnya juga ramah2 jadi tidak mungkin tersesat, yang penting kita tidak salah menyebut nama pantainya, karena di Kebumen sangat banyak pantai2 yang dikelola oleh masing2 desa.
      Yang saya ingat jalanan menuju ke Pantai Menganti berkelok-kelok dan nanjak, jadi pastikan kendaraannya fit dan sopirnya handal. Lumayan juga dari Banyumas kurang lebih 2 jam baru sampai ke Kebumen, dan cuaca disana sangat terik jadi sangat bagus buat foto2 tapi bagi yang tidak tahan panas harus sedia topi lebar atau payung.

      Mobil tidak bisa sampai ke pinggir pantai persis, ada perkiran khusus di tempat dimana kendaraan wisatawan berada. Ya,,untuk menuju Mercusuar atau Tanjung Karangbata kami menggunakan mobil khusus yang disediakan secara gratis oleh pengelola, tapi kami kasih tips utk sopir 20.000 laah, karena jaraknya lumayan jauh dan nanjak. Kalau sudah sampai di lokasi ini, barulah Nampak ikon Pantai Menganti, deretan perahu nelayan yang berjajar di pinggir pantai, pasirnya yang putih, gubuk2 yang banyak bertebaran di pinggir pantai, karang2 dan laut selatan yang berombak, dan sangaaaat indah,,,,dan sudah dilengkapi dengan jembatan yang dihiasi bunga2 menambah cantiknya pemandangan di pantai ini. Jadi malas beranjak dari tempat ini deh,,,,,







      Tapi ketika lapar sudah memanggil, kamipun meninggalkan tempat ini dan menuju parkiran untuk makan siang di pinggir pantai, kami lesehan di atas tikar yang sudah disiapkan dari Rumah, juga menu makan siang special dari Ceff Lina,,,sedaap sekali,,,Alhamdulillah hanya dengan 200.000 kami bisa makan sepuasnya ber 15.


      HTM 15.000 per orang yaaaa….
      2.      Pantai Watu Bale / Tebing Tampomas
      Masih di kecamatan Ayah lokasi Pantai Watu Bale ini, tepatnya di desa Pasir, beruntung dapat sopir yang sabar, kami sempat berputar sekali karena sudah kejauhan jalannya, dan seperti yang saya bilang tadi, penduduk di sekitar sini ramah2 jadi dengan modal Tanya akhirnya kamipun sampai ke lokasi yang di cari.
      Dari lapangan parkir mobil, sudah terdengar deburan ombak Pantai Selatan, menderu-deru persis seperti yang diceritakan orang2. Batu2 di pantai ini sangat banyak, pasirnya hitam dan panas luar biasa. Kami hanya bisa menikmati keindahannya dari jauh, dan se-kali2 berfoto ketika ombak sedang ber-gulung2 serta main ayunan ditemani angin yang semilir. Diujung timur sana Nampak Tebing Titanic,,,,,pasti bagus, tapi kami sudah kecapean sesudah dari Pantai Menganti, kami gak ada yng berani nanjak menuju Tebing Titanic,,,,aahhh terlewatkan foto2 cantek di Tebing Titanicnya, kami hanya bisa foto dengan latar Tebing Titanic di kejauhan,,,may be next time akan kesini lagi deh…




      HTM 5.000 per orang, dan parkir mobil 5.000 juga.
      3.      Pantai Sawangan
      Pernah lihat postingan foto pantai dengan tulisan I  L  U ? Saya lihat di facebook KJJI, dan ketika baca hastagnya ternyata di Pantai Sawangan Kebumen, akhirnya kami cari juga hari itu. Dan dengan menunjukkan foto tadi, dapat jugalah Pantai I L U nya, ternyata kawasan itu bernama Pantai Sawangan. Jalan masuk masih tanah dan sempit, tapi ketika warga bilang mobil bisa masuk maka kamipun nekat masuk. Beruntung juga ketika hari itu tidak hujan sehingga jalanan tidak becek, dan gak berapa lama sampai juga di Pantai Sawangan.
      Ternyata juga banyak spot disini, lembah, bukit, lapangan luas buat camping, goa, laut, air terjun dan  hammock. Bisa dibayangkan, ke tempat ini butuh waktu yang lama supaya semua spot bisa dilihat semuanya. 





      Dari sekian banyak spot yang ada, kami hanya bisa menikmatinya beberapa saja, yaitu Pantai I L U dan Bukit Sumber Angin. Keduanya masih masuk wilayah Kecamatan Ayah.
      Kedua lokasi ini berdekatan, bahkan bersebelahan, tapi untuk menuju kesini kita harus tracking kurang lebih 30 menit dan sedikit nanjak, tapi capainya tidak terasa kok, karena kita bisa melihat pemandangan yang sangat cantik,,,
      HTM 5.000 rupiah saja dan kita sudah diberi pendamping satu orang, dia yang akan menceritakan tempat2 yang kita lewati dan bisa juga dimintai tolong untuk foto2 serta bawakan tas kita. Anehnya begitu kami turun kembali, si Bapak tidak mau di kasih tips. Katanya cukup promosikan saja tempat ini ke temen2nya supaya makin banyak yang mengenal Bukit Sawangan. Saya jawab : tentu saja pak,,,setelah kami sampai di Jakarta akan saya promosikan tempat ini ya,,,nanti tambah ngetop pak…









      Begitulah akhirnya di sela2 kesibukan kantor sayapun paksa untuk menyelesaikan FR ini…
      Hari Kedua (6 Nopember 2016) : Explore Purwokerto
      1.      Telaga Sunyi
      Telaga Sunyi masih masuk kawasan wisata Baturaden, salah satu wisata yang sangat terkenal di Kota Purwokerto, arahnya menuju Gunung Slamet karena lokasinya memang di kaki Gunung Slamet.
      Karena daerah pegunungan, maka  banyak sekali terdapat curug2 di sekitar Baturaden. Berhubung tgl 6 Nopember 2016 adalah hari penting saya (kondangan) maka destinasi yang diambil dengan pertimbangan mudah dijangkau supaya keduanya dapat, kondangan dan jalan2.  Dan teman2 juga tidak keberatan, senang sekali kalau punya teman yang mudah kompromi.
      Untuk menuju Telaga Sunyi kita arahkan kendaraan kita menuju Baturaden yang lewat jalur utama, kemudian begitu sampai Baturaden kita arahkan lagi ke kanan kearah wana wisatanya, dan kalau sudah sampai gerbang wanawisata kitapun masih belok ke kanan kearah Telaga Sunyi (petunjuknya jelas kok). Ikuti jalannya dan lokasi ada di kiri jalan. HTM 10.000 dan parker mobil 5.000.







      Hawa dingin sangat terasa, anginnyapun basah, siap2 saja menggigil, walau begitu teman kami ada yang penasaran dengan kejernihan airnya, merekapun lompat ke telaga,,,,bbbeeerrrrrrrr
      Memang bisa untuk berenang bahkan snorkeling sebenernya telaga ini, Cuma pengelola belum menyediakan alat snorkeling, jadi yang bisa berenang hanya bisa menikmati renang2 saja, tapi hati2 ya, kata mereka arusnya sangat deras, teman saya hamper kebawa arus, jadi yang gak bisa berenang jangan coba2 untuk nyebur,,,
      Yang gak bisa berenang bisa menikmati indahnya hutan pinus di sekitar telaga Sunyi,,,,cukup bahagia dengan bercanda dan berwefie.  
      2.      Curug Bayan
      Curug Bayan juga masih di kawasan Baturaden, posisinya jika dari Purwokerto, sebelum masuk Baturaden ada jalan kekiri, ikuti terus jalannya menuju Kalipagu. Kalipagu adalah jalur pendakian Gunung Slamet. Sebenernya kami mau menuju Curug Jenggala yg lagi ngehits, tapi krn hari Minggu jalanan menuju kesana full sehingga mbl elf tdk bisa masuk, bisanya hanya menggunakan ojek atau jalan kaki 45 menit. Teman2 tidak bersedia jalan akhirnya kami singgah di Curug Bayan ini karena lokasinya pas di jalan menuju Curug Jenggala. Hmmm masih ada PR ke Curug Jenggala niih…



      Curug Bayan sangat imut, tidak terlalu tinggi tapi airnya cukup deras sehingga terbentuk kolam yang cukup luas, bisa untuk berendam atau berenang. Hati2 karena batunya sangat licin. Di sekitar Curug Bayan terdapat cottage yang bisa dipakai untuk menginap jika akhir pekan. Sangat cocok untuk wisata keluarga karena tempatnya tidak nanjak, begitu parker langsung sudah sampai curug. Bagi saya kurang menantang,,,biar sudah lansia lebih senang destinasi yang ada treckingnya….
      HTM 4.000 dan parker mobil 5.000 yaaaa,,,
      3.      Small Word
      Dari arti katanya, mempunyai arti Miniatur Dunia, jadi berbagai keajaiban dunia ada disini dalam bentuk miniaturnya. Lokasinya ada di desa Ketenger, dari Curug Bayan tadi kita ambil lurus saja kemudian ketemu pertigaan kekiri sampailah ke desa Ketenger, posisi ada di kanan jalan. Jadi yang belum bisa menikmati tempat2 terkenal di dunia bisa menikmatinya di Kota Purwokerto.
      Small Word merupakan wahana rekreasi sekaligus edukasi, miniatur bangunan terkenal dari seluruh dunia ada disini beserta keterangannya, seperti  Kincir Angin khas Belanda dengan bunga tulip yang khas, Patung Merlion, Twin Tower, Big Ben, Colosseum, Angkorwatt, Menara Eiffel, Kinkakuji, Taman Bunga Sakura, Opera House Sidney dan banyak lainnya.









       


      Bangunan khas Indonesia juga ada seperti Rumah Tradisional dari daerah Sumatera dan Papua dengan rumah Honai, Tugu Monas, Patung Soedirman dan ada Miniatur Bundaran HI juga.
      HTM 15.000 dengan parker mobil 5.000 bisa dinikmati hingga jam 22.00 jika wiken. Wisata ini termasuk baru jadi belum rindang, kalau kita datang di siang hari bisa2 kepanasan, semoga kalau pas kesini lagi suasana akan lebih adem sehingga bisa ber-lama2 menikmati miniature dunia sambil berafirmasi agar suatu saat bisa kesana beneran…aamiin
      JJ’er…selesai sudah wisata kami selama 2 hari di Kebumen dan Purwokerto, dalam 2 hari kami hanya menghabiskan biaya 315.000 untuk keperluan sewa mobil elf, tiket masuk wisata, tips sopir, makan. Penginapan free karena nginap di Rumah saya to ? Jika ada yang kepengin tidur nyaman di hotel, di Banyumas juga sudah ada hotel di sebelah selatan alun2 Banyumas dengan rate per kamar sekitar 300.000-an.



      Sampai sini dulu yaaaa cerita jalan2nya,,,sampai jumpa di cerita lainnya.
      Salam Jalan2 Indonesia,,,!!
       
    • By Fauzan Ammary
      Waktu SMP dulu saya pernah nonton sebuah siaran di Trans TV yang ngabahas soal jalan-jalan di Maroko, waktu itu di liatin mulai dari Laut, Selat Gibraltar, Gunung Bersalju sampai ke Padang Pasir. Di otak saya bilang, keren ya bisa ada gurun sama padang pasir dalam satu negara, akhirnya sebagai anak kecil saya berandai pergi ke Maroko, tak lain hanya untuk merasakan naek onta di padang passar dan merasakan nginap di camp ala suku berber di Sahara. Dan ternyata mimli itu menjadi kenyataan waktu saya umur 23 tahun, nggk pernah kebayang sebelumnya, tapi ternyata terjadi ehehehe.
      So here we go my trip to Merzouga.
      Saya mengambil penerbangan dari Barcelona menunju Marrakech, harganya waktu itu skitar 40an euro, hampir 750ribu, karena winter jadi harganya agak mahal, destinasi yang makin selatan harga pasti mahal, dan yang ke utara pasti murah. 

      Penerbangan waktu di tempuh sekitar dua jam menggunakan maskapan Vueling, atau semacam maskapai low cost di Spanyol punya pemerintah. 

      yeah tiba di Marrakech 

      untuk Maroko sendiri rata-rata turis menuju Marrakech, kalau di Indonesia semacam Bali lah, pintu masuk lain itu Casablanca, kalau di Indonesia kayak Jakarta, pusat bisnis. Dari Marrakech sendiri jarak tempuh ke Merzouga itu sekitaran 12 jam naek mobil, tapi enaknya jalannya semuanya bagus, dan banyak yang jalan lurus, tapi di kiri kanan jalanannya gersang banget. Banyak banget orang yang duduk di pinggir jalan untuk naek transport antar daerah, jadi biasanya mereka nunggu di pinngir jalan buat angkutan tadi, mereka bisa nunggu seharian karena jam angkutan tadi nggk pasti, dan sayangnya suma satu kali sehari. Padang di jalan kita papasan sama onta yang nyebrang, seperti gambar ini

      perjalanannya cukup menarik menurut saya karena saya belum pernah merasakan yang kiri kanan bukit2 tandus, beda banget sama di Indo yang jalanannya kiri kanan pasti ijo. Saya cukup bersemangat ketika udah ngeliat dari kejauhan tumpukan gurun pasir. Dan sebenarnya Merzouga ini posisinya dekat banget dengan Aljazair, diperbatasan gitu, tapi hubungan Maroko dan Aljazair itu cukup tegang karena ada kasus West Sahara, jadi perbatasan kedja negara di tutup.
      tiba di lokasi untuk ngecamp, kita dipilih untuk di tentukan bakal naik onta yang mana, karena kalau onta yang agar aktif perempuan suka takut, berat badan juga memengaruhi pemilihan ontanya, jadi kita di pilihin siapa yang naek duluan dan sebagainya, naek onta awalnya takut karena cukup tinggi, apalagi pas proses berdiri dan duduk.. Dari tempat naik onta untuk menuju camp membutuhkan waktu sekitar 20-30 menit, dan suhunya panasnya minta ampun. 

      tiba di camp, kita langsung milih tenda untuk menginap, setelah itu saya naek ke gundukan pair, dan ternyata sangat melelahkan, karena pasirnya bergerak, bisa naek satu langkah turun dua langkah, kita harus naek ke sisi yang keras dan harus cepat, kalau nggk nanti bisa géra lagi passer, capek banget sumpah, tetapi sesampainya di atas, pemandangannya worth banget.

      saya menunggu sunset samba ngobrol bersama para peserta tour, karena saya ikut tour, dan harganya cukup bersahabat, sekitar 1,5-1,7jt untuk 3 hari dan 2 malam. 
      pas sunset keren banget, sumpah.

      setalah sunset kita turun ke camp untuk makan malam di dalam tenda, setelah itu ada sesi api unggun samba ngobrol, suhunya sangat dingin, saya lebih tertarik untuk naek ke atas bukit pasir dan menikmati bintang-bintang yang jumlah tak bisa terhitung, indahnya minta ampun, saya di jelasin berbagai rasi bintang, benar-benar peaceful. benar-benar luar biasa, saya ngebayangin jaman dulu orang lintasin gurun make navigasi bintang, keren banget.
      btw seperti ini tempat kita tidur

      setelah melewati waktu tidur, kita bersiap untuk perjalanan kembali menaiki onta, ceritanya kita sunrise di atas onta ahahha

      tiba di parkiran mobil, kita bersiap melalui perjalanan 12 jam menuju kembali marrakech.
      Sepanjang perjalanan banyak pengembala domba seperti di cerita-cerita nabi gitu. Dan kebetulan ada satu yang pasukan yang lagi nyebrang, nih, ehehe

      Perjalanan saya untuk memenuhi mimpi masa kecil saya akhirnya terpenuhi, suatu saat saya berharap bisa balik kesini lagi :) 
      Semoga teman2 Forum Jalan2.com juga bisa dapat kesempatan ke Merzouga