freaksthriller

[Catper] Menapaki Gunung Artapela Bandung Berdua Bersama Istri

17 posts in this topic

IMG_20161003_100236.jpg


Meski cuaca tak bersahabat saat itu, hampir 5 menit sekali Mendung Hujan reda berkabut silih berganti,
tapi tetap kindahanNya tidak pernah pudar...

Mungkin masih sedikit asing memang ditelinga para pendaki tentang keberadaan gunung yang satu ini.
Artapela merupakan Gunung tropis yang tidak aktif yang berada di daerah Kertasari yang berbatasan dengan kecamatan Pangalengan Bandung Jawa Barat. Dengan ketinggian sekitar 2194 mdpl, gunung Artapela kini menjadi salah satu gunung baru yang mulai popular dan mulai banyak didaki oleh para pendaki Indonesia.

Sebenarnya sudah beberapa bulan terakhir ini kita sudah merencakanan untuk pergi ketempat ini, tapi karena terhambat waktu akhirnya tanggal 1 Oktober 2016 kemarinlah kita bisa kesana, maklum salah satu dari kita seorang pekerja yang hanya mempunyai 2 hari libur dalam 1 minggu, maka dari itu gunung ini cocok untuk liburan akhir pekan dan tanpa harus mengambil cuti.

Perjalanan dimulai jam 07:00 pagi dari Kopo Bandung Selatan, kita menggunakan motor melalui Balaendah – Ciparay, dari situ kita lanjutkan ke arah Pacet Sukapura jaraknya -+17 km dari Ciparay. Setelah sampai di Desa Sukapura, ada pertigaan menuju kampong Argasari, disanalah pos pendakian Artapela berada. Sesampai di pos pendakian -+Jam 09:00 ternyata disana juga ada rombongan dari Jakarta, dan kitapun mengisi formulir registrasi & perijinan, dengan Retribusi jasa lingkungan Rp. 5.000 /orang, parkir motor Rp. 10.000 permotor/malam. Setelah istirahat sebentar di Pos sekitar jam 09:30 kitapun mulai berangkat, sebelum pergi kitapun di beri pengarahan seperti masalah sampah, api unggun dan lain sebagainya.

Oh ya untuk jalur yang bisa kita lalui ini ada 2, melalui jalur Seven Field (kebun 7) dan melalui Datar Jamuju, bedanya jalur seven field ini lumayan menanjak hampir tidak ada bonus (kata seorang petugas), dan jalur Jamuju relatif lebih landai, kitapun memutuskan naik lewat Datar Jamuju dan turun lewat Seven Field.
Jangan khawatir masalah arah, meski minim patok/tanda petunjuk, kita bisa menanyakan kepada petani sekitar di sepanjang perjalanan, karena jalur pendakian ini hampir sepenuhnya melewati bukit-bukit perkebunan sayuran, baru kali ini kita mendaki tapi hampir tidak memasuki hutan. :D
Kalau masih takut tersesat / atau ngedaki nya malam bisa sewa porter/guide, katanya sudah tersedia jasa porter.

DSCF1674.jpg

Disepanjang perjalanan kita disuguhkan oleh pemandangan perkebunan Petani yang menggarap lahan PTPN VIIIDSCF1670.jpg
Para Petani yang biasa mengangkut hasil kebun menggunakan motor

Dijalan kita pun melewati rombongan dari Jakarta tadi yang sedang beristirahat, dan yang kita temuin hanya 1-2 pendaki saja yang sedang turun. Hampir disepanjang perjalanan tidak ada pohon untuk berteduh dari teriknya matahari atau hujan, yang ada hanya saung-saung petani yang bisa kita jadikan tempat peristirahatan sejenak. Oh iya disini banyak sekali wortel dan kentang baik yang dikebun atau yang berserakan dijalan, mungkin berjatuhan dari motor pengangkut hasil kebun. Karena tergiur kitapun  meminta sedikit kentang dan wortel yang bersekaran dijalan itu kepada salah seorang petani, dan mereka sangat baik bahkan menawarkan yang lainnya, hehe
Ingat… jangan memetik sembarangan dan tanpa izin!
(Soalnya pas diatas puncak lumayan banyak juga sisa-sisa kentang & wortel.)

Ketika rasa lelah saat berjalan di tengah hujan dan kebun yang berada di ketinggian sembari ngemil  wortel yang rasanya manis, wuih…nikmatnya seperti makan buah-buahan yang dari kulkas, seolah memberi kesegaran kembali. haha…

IMG_20161003_013750.jpg

IMG_20161003_014844.jpg

Ketika terdiam sesaat terjatuh dlm rasa lelah setelah naik turun melewati beberapa bukit perkebunan, dgn cuaca yg mendung hujan reda silih berganti dan menyaksikan kabut tipis diikuti kabut pekat dari kejauhan, tiba2 seekor burung elang terbang di pohon yg ia hinggapi yg tidak terlalu jauh dri tempat kita terdiam, tak ingin ku sia-siakan untuk mengabadikan moment ini dengan alat ala kadarnya, meski burung itu hampir masuk kedalam kabut.
Moment itu cukup membuat kita kembali bersemangat utk menanti apa yg akan alam dan sang pencipta suguhkan...

Sebelum sampe dipuncak kita sedikit memasuki area hutan, meski pepohonan disana sudah hampir rata di tebang oleh warga sekitar, terlihat juga tempat pemotongan kayu, menurut info kerusakan kawasan hutan lindung petak 39 telah mencapai puncaknya sejak 2015, berawal dari kebakaran hutan yang terjadi pada musim kemarau kala itu bulan September 2015. Entah terbakar atau di bakar kondisinya semakin memprihatinkan.
Sekitar jam 13:00 kitapun sampai puncak dan disuguhkan kabut tebal, hujan dan badai angin, memaksa kita harus sesegara mungkin mendirikan tempat berlindung di dekat pepohonan, saat itu hampir tidak terlihat orang atau tenda lain, seolah-olah puncak itu hanya milik kita berdua. Hehe
Setelah itu kitapun mengisi perut  dengan oatmeal, memasak mie instan dan tidak lupa membuat  kopi untuk dinikmati ditengah cuaca seperti itu.

Setelah 30-60menitan badai itu berlalu, orang-orang mulai terlihat berdatangan, tak dikira akan sebanyak itu yang datang, mengingat perkataan petugas  di pos yang mengatakan kalau kemarin itu yang mendaki hanya dua orang. Tidak mau ketinggalan tempat yang strategis untuk melihat sunrise & citylights, kitapun bergegas pindah tempat.

IMG_20161002_063257_HDR.jpg


Sore hari setelah pindah tempat

Sore menjelang malam, berhubung cuaca tidak mendukung dengan kabut yang datang dan pergi hampir tiap beberapa menit sekali, saat itu kita habiskan di tenda, memasakpun hanya di vestibule saja.
Oatmeal pun dilahap, dan Kentang yang tadi dalam perjalanan minta ke petani kita goreng dengan sosis & cireng yang kita beli dipasar bawah, tentunya saos & mayonnaise sebagai pelengkap menjadi santapan kita dikala malam itu, sungguh nikmat rasanya.
Setelah itu kitapun bersantai sejenak didepan tenda menggelar matras, ditemani secangkir kopi dan susu menikmati keheningan malam dan memandang citylights yang selalu tertutup kabut yang membuat kita tidak puas dengan cuaca kala itu, akhirnya setelah beberapa menit tepat jam 21:00 kitapun bergegas tidur.

Jam 02:00 subuh saya terbangun dan melihat keluar, ternyata kabut sudah tidak ada, pemandangan citylights pun terlihat jelas dan hanya ada satu rombongan tenda di atas belakang tenda kita yang sedang asik pada bernyanyi diiringi suara gitar, Gila men bawa-bawa gitar ke atas gunung!  
Karena saat malam kurang puas dengan cuaca, akhirnya sayapun menggelar matrass di depan tenda sembari menunggu matahari terbit (meski masih lama hehe)

IMG_20161003_143429.jpg


Pemandangan Citylights dari tenda kami

Saat menikmati citylights dgn secangkir kopi dan sebatang rokok, dari kejauhan salah satu gunung tampak menyala, terpancar warna merah seperti bara api yg mengepulkan cahaya keatas, dalam hati kubertanya-tanya
"wahh apakah itu...?"
menurut salah satu warga sekitar, kepulan cahaya merah seperti bara api itu berasal dari kawah gunung papandayan…
Benarkah? entahlah...

Tidak lama kemudian ada 2 orang yang seperti sedang berpatroli melewati tenda kami, berhubung persediaan air yang kita bawa makin menipis hanya cukup untuk sarapan pagi saja, kitapun menanyakan pada mereka, ternyata mereka bukan petugas tapi warga sekitar yang berasal dari pangalengan, kata mereka ada sumber air dijalur via pangalengan yang tidak begitu jauh dari puncak, oh oke… sayapun menanyakan masalah jalur via pangalengan yang masih sangat minim info, orang-orang yang mendaki lewat pangalengan pun katanya mereka hanya menitipkan kendaraannya di Pos Satpam, tanpa ada perijinan yang legal.

Yup.. memang kemarin kita hanya membawa air cuman 3L karena menurut petugas pos disini tersedia air, memang agak sedikit bau karena air yang tidak terkena sinar matahari ceunah, tetapi kalau dipasak masih aman katanya.

Sekitar jam 05:00 pagi, langit mulai membiru diiringi sedikit demi sedikit cahaya matahari yang masih tersipu malu untuk menampakan dirinya, sebelum menikmati itu semua kitapun bergegas untuk sholat terlebih dahulu, setelah itu kitapun keluar tenda, ternyata diluar sudah banyak orang yang sedang mengabadikan moment dengan berfoto ria, kitapun bergegas mencari spot untuk menikmatinya.

IMG_20161006_080418.jpg


Kedamaian itu ada di Alam

IMG_20161002_222647.jpg


Ketika menyaksikan keagungan sang pencipta, ditemani orang tercinta

Setelah cukup puas berjalan-jalan menikmati pagi yang lumayan cerah saat itu kitapun kembali ke tenda untuk membuat sarapan, dan saya mencari air ke jalur pangalengan. Saat berjalan sedikit kebawah ternyata jalur pangalengan masih terlihat rimbun pepohonannya, ketika saya sedikit memasuki hutan ternyata ada orang disana memberi tahu kalo mau ngambil air ke belakang puncak saja tinggal ikutin jalur itu terus kebawah  dan sayapun kembali untuk kearah itu (ya…yang pasti-pasti aja deh hhe)
Setelah itu saya kembali ke tenda ternyata Nasi goreng, sosis + saos & mayonnaise nya sudah siap disantap untuk sarapan kala itu. Hmmm… yummi :D

Tak terasa waktu menunjukan pukul 10:00 dan kitapun mulai beres2 untuk pulang, tak lama kemudian tiba-tiba kabut pekat datang diikuti hujan, yang memaksa kita menunda kepulangan dan berteduh didalam tenda. Sekitar jam 11:30an hujanpun mulai reda dan kitapun kembali beres2 packing, setelah semua beres sekitar jam 12an kitapun turun meski kabut masih menyelimuti, beberapa lama kemudian hujan  kembali turun dan kitapun meneruskan perjalanan memakai jas hujan, diperjalanan kita bertanya ke salah satu petani yang akan segera pulang “kalau jalur Seven Field (kebun 7) itu kemana?” ternyata mereka tidak tahu dengan nama itu hehe, katanya ada juga jalur yang muter agak landai (mungkin yang dimaksud yang kemarin kita lewati jalur datar jamuju) dan jalur yang langsung turun terus tapi agak curam (mungkin yang dimaksud jalur Seven field) itu hehe kitapun bergegas ke jalur yang langsung turun agak curam itu.
Hampir disepanjang perjalanan kita di guyur hujan, dengan cuaca yang sedikit berkabut mendung hujan reda silih berganti membuat jalur sangat berbahaya, berjalan menurun di tengah-tengah ketinggian perkebunan dengan tanah merah/tanah gembur yang basah membuat jalur menjadi sangat licin sayapun hampir 4 kali terjatuh dibuatnya, kitapun kadang merayap ketika melewati turunan yang curam karena hampir tidak ada pegangan ditengah-tengah perkebunan seperti itu, tidak seperti di hutan meski licin banyak tepian dahan atau akar yang bisa dijadikan pegangan.
Kala itu kita berjalan hampir sangat lambat, menguras tenaga, memang semua gunung mempunyai rintangan yang berbeda-beda, masing-masing mempunyai ciri khas nya tersendiri.

Dipertengahan jalan ada seorang petani menggunakan motor berhenti seperti sedang menunggu seseorang, ketika kita hampiri dan menanyakan arah jalan, petani itu berkata “biar cepat ikuti saja pertengahan tiang listrik sutet itu yang berada di tengah-tengah perkebunan, jangan ikuti jalur motor ini, karena berputar jauh” dan setelah itu petani itu pergi… kitapun mengikuti petunjuk petani itu, beberapa saat kemudian ada lagi petani yang sedang duduk di saung seperti sedang menunggu seseorang, belum kita hampiri petani itu pergi, berhubung kondisi agak lelah kitapun meminta izin untuk berteduh dan beristirahat di saungnya sambil berteriak, dan petani itu mengatakan “Iya sok aja, itu disitu ada pisang, habiskan aja leubar” oke pak makasih, jawabku. Ternyata disaung itu ada dua ikat pisang, ahhaaa…. Dapet Rezeki nomplok, hehe… entah karena lelah, dingin atau apalah itu tapi ketika melahap pisang itu rasanya hmmm… nikmanya, kalau dibandingin nih sama pisang yang paling enak di supermarket, wah jauh…lebih enak pisang alami ini! Hehe
Dan sepertinya petani/warga sekitar terlihat sangat welcome, dengan sengaja mereka menunggu kita hanya untuk memberi petunjuk, mengingat ketika itu hampir semua petani sudah pulang.

Setelah beberapa saat beristirahat, kitapun melanjutkan perjalanan meski hujan rintik-rintik, sayangnya untuk perjalanan pulang kita tidak sempat untuk mengabadikan moment (foto) bahkan tidak sempat untuk memikirkannya, karena hampir sepanjang perjalanan kita diguyur hujan. Setelah beberapa saat akhirnya kitapun sampai di basecamp Sekitar pukul 15:30, hmm menghabiskan 3,5jam perjalanan, itu sama halnya ketika pergi kemarin (gubrag) ternyata sama saja.
Beres laporan, kitapun beristirahat sebentar menelonjorkan kaki di sebuah Sekolahan tempat diparkirnya kendaraan kita, tepat dibelakang basecamp itu, sambil jajan baso tahu dan ternyata si mang baso nya itu yang kemarin nongkrong dibasecamp nunjukin arah jalur, dan kitapun ngobrol ternyata Artapela ini mulai ramai didaki sejak 6 bulan yang lalu, bahkan surat perizinan resmi dari perhutani nya pun baru 3 bulan yang lalu.

Jam menunjukan pukul 16:00 hujan pun semakin deras, tidak mau berlama-lama disini, setelah berpamitan kitapun memutuskan untuk pulang ditengah dinginnya cuaca itu. Beberapa saat menjelang masuk ke Baleendah ternyata disana sudah banjir saat kita coba melewatinya ternyata banjir itu cukup dalam, diperkirakan hampir sepaha lebih orang dewasa, motor kitapun tenggelam hampir setengahnya, untung saja banjirnya tidak terlalu jauh dan kalau kita teruskan melewati jalan itu banyak daerah banjir yang lebih parah dari sini “kata warga sekitar”, kitapun memutuskan untuk kembali dan lewat jalur banjaran, meski cukup jauh memutar untuk sampai di Kopo, gara-gara itupun kita pulang kerumah kemaleman yang tadinya ingin cepat sampai dirumah…ehh malah kemaleman…
Tapi Alhamdulillah masih bisa diberi keselamatan sampai rumah.

Must to try dah gann....pokoknya!

 

:travel

IMG_20161003_221350.jpg

Sebenarnya sih disini terdapat juga Danau Aul yang melegenda, tapi sayang dikarenakan cuaca yang tidak mendukung dan entah dimana keberadaan Danau itu kurang jelas infonya, jadi kita tidak pergi kesana.

IMG_8967.JPG


Danau Aul, Pict by Google

 

Quote

 

Untuk Rincian biaya pengeluarannya :


Bensin Motor : Rp. 15.000
Retribusi Jasa Lingkungan Rp. 5.000,-/orang
Parkir motor Rp. 10.000,- permotor/malam 
Total : 30 Rebu sajah... (diluar logistik)

 

backpackermate


Instagram @backpackermate

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Keren jg yah pemandangan nya.

Saya sendiri baru tau ini gunung, kakak saya istrinya orang kertasari .gak pernah bilang ada pendakian disana he he he.  Tp wajar jg karena baru mulai rame sekarang ini kan  

Danau Aul beda yah dgn situ cisanti ? 

BTW nice share 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Tapi Dari namanya sendiri artapela  dan aul serasa dimana gitu padahal didataran sunda. Kalo ke daerah pacet nya saya sering tapi sampe Vila hampir hadapan dengan water boom . 

 

Iya sih kalo masyarakat kampung itu lebih welcomed gampang diminta pertolongan, saya waktu abg an mau ke kertasari naik umum, karena kesorean di turunin di lembur awi (yg katanya msh angker waktu itu ) antara mau pulang lg ato lanjut ahirnya lanjut , Dan itu jauhhhh... Bgt ke kertasari nya. Tiba2 ada Mobil buntung,saya stop ... Eh berrnti dan nanya mau kemana Dan knp malam2 disini. Setelah cerita ahirnya dianterin sampe depan Rumah , gak mau dibayar pula hehehe he .

Saya jg baru tau itu nama daerah angker,setelah sodara cerita . warga sana saja gak ada yg berani lewat magrib lewat Sana Hahahaha .

Tp sekarang udah gak ada bekasnya ITU lembur awi 

Share this post


Link to post
Share on other sites

karena ortu saya ada yang asli Pangalengan jadi saya pernah dengar tentang gunung ini

walaupun belum pernah mencoba kesana

kalau di lihat waktu pendakian nya start jam 09.30, tiba di puncak pukul 13.00 sama seperti mendaki Papandayan ya

dan nampak nya trek nya juga sudah ada berupa jalan yang di gunakan warga setempat ya, thx info nya @freaksthriller

Share this post


Link to post
Share on other sites
10 minutes ago, kyosash said:
20 hours ago, Rawoniste said:

Tapi Dari namanya sendiri artapela  dan aul serasa dimana gitu padahal didataran sunda. Kalo ke daerah pacet nya saya sering tapi sampe Vila hampir hadapan dengan water boom . 

 

Iya sih kalo masyarakat kampung itu lebih welcomed gampang diminta pertolongan, saya waktu abg an mau ke kertasari naik umum, karena kesorean di turunin di lembur awi (yg katanya msh angker waktu itu ) antara mau pulang lg ato lanjut ahirnya lanjut , Dan itu jauhhhh... Bgt ke kertasari nya. Tiba2 ada Mobil buntung,saya stop ... Eh berrnti dan nanya mau kemana Dan knp malam2 disini. Setelah cerita ahirnya dianterin sampe depan Rumah , gak mau dibayar pula hehehe he .

Saya jg baru tau itu nama daerah angker,setelah sodara cerita . warga sana saja gak ada yg berani lewat magrib lewat Sana Hahahaha .

Tp sekarang udah gak ada bekasnya ITU lembur awi 

wah kalo saya ini baru pertamakali ke ciparay-pacet, pdhal msh dibandung2 jg wkwkwkw... jd utk perjalanan ane pake gps utk sampe di pos pendakian artapelanya.

pengalaman seru tuh untung ga terjadi hal2 mistis yg anehkan ya? hehe, itu mksdnya udah ga ada bekasnya gmn? lembur awi?

iya memang hampir rata2, tapi entah perasaan sya warga kampung sini "sangat" welcomenya

 

27 minutes ago, deffa said:

karena ortu saya ada yang asli Pangalengan jadi saya pernah dengar tentang gunung ini

walaupun belum pernah mencoba kesana

kalau di lihat waktu pendakian nya start jam 09.30, tiba di puncak pukul 13.00 sama seperti mendaki Papandayan ya

dan nampak nya trek nya juga sudah ada berupa jalan yang di gunakan warga setempat ya, thx info nya @freaksthriller

saya jg hampir sering buat sekedar jalan2 ke daerah pangalengan apalagi kertasarinya udh jelas tau , tdinya mau pergi via pangalengan tpi berhubung info nya yg msh blom jelas jd saya ambil jalur pacet.

iya klo utk waktu perjalanan hampir samalah sama papandayan, yaa itung2 nyari suasana baru hehe 

11 minutes ago, kyosash said:

mantap nih view pegunungan-nya, nice share :salut 

ok om ;)

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

@freaksthriller dulu waktu lewat kebon awi itu horror bgt ,kiri kanan pohon awi (Bambu) tinggi2 mobil jarang lewat, rumah penduduk jauh, gelap gulita pokoknya. Dulu Blum ada angkot hanya Mobil elf butut yg jam2an sampe jam5 . sekarang area kebon awi nya itu udah di babat habis ,udah diambil alih manusia "kerajaan" cetan nya Hahahaha jd udah gak serem lg 

Share this post


Link to post
Share on other sites
15 hours ago, maipura said:

wah... ada lagi gunung yang sepertinya menarik untuk di coba..
tapi kalau naek kendaraan umum ada gk ya?

Ada tapi gak tau sampe mana, angkot kuning naik di terminal ciparay 

On 10/10/2016 at 0:09 PM, Mulyati Asih said:

Viewnya bagus, kayaknya jarang yang ke sini atau saya aja yang baru tau.

Masih baru , Blum viral di medsos 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 10/10/2016 at 0:09 PM, Mulyati Asih said:

Viewnya bagus, kayaknya jarang yang ke sini atau saya aja yang baru tau.

udah mulai rame sejak Agustus kemarin jd hits :D, wktu sya kesana aja bnyak bgt yg ngecamp, cb aja cek di ig dgn hastag #artapela

On 10/21/2016 at 3:42 PM, maipura said:

wah... ada lagi gunung yang sepertinya menarik untuk di coba..
tapi kalau naek kendaraan umum ada gk ya?

must to try dah... :D

Naik kendaraan umum bisa deh sampe pasar sukapuranya, dari situ jalan kaki ke pos nya, 1-2km an klo ga salah

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 12/20/2016 at 10:29 AM, freaksthriller said:

udah mulai rame sejak Agustus kemarin jd hits :D, wktu sya kesana aja bnyak bgt yg ngecamp, cb aja cek di ig dgn hastag #artapela

must to try dah... :D

Naik kendaraan umum bisa deh sampe pasar sukapuranya, dari situ jalan kaki ke pos nya, 1-2km an klo ga salah

hoo... okelah, ntar kalau ada kesempatan disamperin..
masukin ke dalam daftar dulu.. he

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 5/23/2017 at 3:48 PM, pikar said:

gara gara baca artikel ini jadi kepingin, dan alhamdulilah kesampean juga camping di gunung artapela. alhamdulilah cuaca juga bagus. oh iyahh buat semua yang ada disini salam kenal yah. :melambai

Di bikin FR nya kang . salam  kenal  jg. 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 5/23/2017 at 3:48 PM, pikar said:

gara gara baca artikel ini jadi kepingin, dan alhamdulilah kesampean juga camping di gunung artapela. alhamdulilah cuaca juga bagus. oh iyahh buat semua yang ada disini salam kenal yah. :melambai

ayo di share aja tulisan nya ke forum :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By ko Acong
      Bosan mengunjungi Japan Hanya tokyo kyoto osaka
      Perlu nih Piknik Denga suasana berbeda 360 derajat Cobalah destinasi anti mainstreem
      yaitu Alpine Route memang biaya agak mahal sikit
      namun kita akan Bahagia dengan pemandangan yang tiba2 berubah satu spot dan lainya
      dan disuguhi Udara yang super Bersih
       untuk menyusuri alpine route kita harus bayar terpisah dari tiket jr mau jr nasional jr west jr east
       yaitu harus bayar option tiket nya 9000 yen tinggal duduk manis
      atau eceranpun ada namun boros 3000 yen (12000 yen )
      Bagaimana cara  ke alpine Route
      dan ini jalur saya yang pasti berbeda dengan pemegang Jr Pas
      Dari Shinjuku Tokyo Pake Bus menuju  matsumoto 4500 yen  3 jam kurleb Wakltu tempuh  Highway Bus
      Tak lupa saya tukarkan  Turis pass  Matsumoto takayama Alpine  beli di turtravel kita seharga 17500 Yen
       dengan Rincian Jr pas mencakup  sinano omachi,  matsumoto .kiso fukushima, Ena , Nagoya , Gifu, Gero Takayama, Hida ,Toyama 
      Saya tidak beli Jr pas karena lebih murah   Rp 1.2 jutan pake paket ini  karena tidak ke Osaka  dan pulang Via Narita PP nya
      Piknik seputaram Alpine Takayama Matsumoto  ,bias mencapai Beberapa  Perfektur
      yang saya kunjungi mempergunakan Jr campur Optionak tiket Alpine berlaku 5 Hari  17500 YEN
      Sbb
      Matsumoto : sayakunjungi  Castel matsumoto salah saqtu yang terkenal Di japan
      Jinjo (lupa namanya dengan warna yang dominan Pinky
      Sala satu perguruan tinggi melegenda  Kaichi school museum
      Kami kochi  sungai yang jernih https://www.google.com/destination/map/topsights?q=ada+apa+di+matsumoto.&client=firefox-a&rls=org.mozilla:en-US:official&channel=fflb&site=search&output=search&dest_mid=/m/012xgc&sa=X&ved=2ahUKEwiJqOOR9pfbAhXYeX0KHe6hBnUQ69EBKAAwAHoECAEQLQ#trifp=skpm%3D/m/027qll0
      Narai juku / Kiso Valey :

      Desa kuno yang memegang peran penting untuk jalur Distribusi perdagangan  ke Tokyo Kyoto
      hasil pegunungan Takayama  dan desa seniman keramik juga serta ada satu Obat dewanya yang sangat manjur saying saya ngak bias bacanya
       https://translate.google.com/translate?hl=id&sl=en&u=https://www.japan-guide.com/e/e6080.html&prev=search
      Hida :
      Adalah kota kecil penghasil Kayu paling berkualitas  dengan ahli2 kayunya 
      Pemandangan sekeliling nya indah dengan  dilintasi sungai besar berasal pegunungan takayama
      Dan yang paling unik ada jalan yang berjejer rumah2 kuno dan ada selokan kecil yang isinya ribuan ikan koi besar2  untuk menandakan Bahwa terdampak Bom Atoom  jaman Hirosma  Nagasaki telah Clear dan Hida ini melaui selokan kecil berisi ikan koi gede2 menjadi terkenal seantero negrinya dan universal
      https://www.google.com/destination?q=ada+apa+di+hida+furukawa&client=firefox-a&rls=org.mozilla:en-US:official&channel=fflb&site=search&output=search&dest_mid=/m/02jbp_&sa=X&ved=2ahUKEwjY9Na3-JfbAhXaXCsKHe8bDX8Qri4wGXoFCAEQmQE#dest_mid=/m/02jbp_&tcfs=EhoaGAoKMjAxOC0wNi0wNhIKMjAxOC0wNi0xMA 
      https://www.infojepang.net/info-wisata-di-takayama/
      GERO ONSEN
       
       http://video.metrotvnews.com/kokoronotomo/5b2E9mMN-jalan-jalan-di-gero-onsen-gassho-mura
      satu kota  wisata sungai dan onsen umum saying saya dating nya kepagian coba kalo nginap di Gero atao agak sore kemalam tentu mataku berbinar2-binar dengan onsen bareng  nyampur cewe cowo disana  huhuiii jangan Omes ya tradisi mandi bareng  /onsen merupakan suatu kehormatan bagi tradisi local bahwa kita termasuk satu keluarga besar saat itu
      semuanya berdekatan dengan Perfektur Gifu Hanya dengan 175000 Yen  kita bias mengunjungi mtempat tempat ini semua  bias dari Tokyo atau dari Osaka  tentunya berbeda beda JR nya  ingin nyaman beda sikit pegang lah JR pass ingin irit  intip cara sibocah tua nakal mengirit  http://video.metrotvnews.com/kokoronotomo/5b2E9mMN-jalan-jalan-di-gero-onsen-gassho-mura
      Perjalanan Ko Acong nano nano rasanya  tanpa kendalal dan berbagai hambatan terjadi tak sukses namanya  secara “ sibocah tua nakal “  (yang tidak bisa Bhs asing Gadget Low  dan segala kekurangannya }
      Kendala pertama yang menghambat perjalananb saya 5 Hari
      Sbb  : teledor nya saya dikala nukar Turis pass tidak dibaca 
      Saya beli tiket terusan pass Alpine Takayama Matsumoto  sudah Betul
      Namun petugas di JR Tokyo Lalai salah menempelkan ke Kartu Jr west Pass
      Nah kendala pas mau digunakan ditolak oleh petugas lapangan  satu petugas ke  petugas lainyaq tetap ditolak lebih dari 5 orang  waduh apa daya saya sekarang secara saya bawa uang benar2 Dibatas Mutlak hanya 20000 yen untu uang saku selama seminggu 
      Begitu lunglai pass lirik ada japan turis informasi  nah saya coba deh 
      Plis help mi talk Bahasa ????? bengong tuh semua 
      Aduh kumaha atu ieu the wot hepen cantik
      Keluar deh seorang atasannya sambil bawa Hp gede sebesar buku
      Mulai dia taktik tuk eh keluar  suara Indonesia   apa yang bisa kami bantu
      Saya jawab apa macam persoalannya  masih ngak nyambung pake Suara inputnya
      Nah disini bodoh tapi pandai (bawaan sejak lahir ) nya sibocah tua nakal secara saya pernah utak atik Tranlate Bhs ku ketik juga via Abjad  BINGO nyambung deh walo lama mereka sabar
      Sudah tau masalahnya  langsuk bikin Maklumat sakti untuk kepala setasiun  bla blab la mohon untuk Membantu  Lao ye #bos tua ---ini yang salah adalah Pihak JR Tokyo dan ada Catt CP pejabat Jr pusat
      Namun tetap  ada saja tiap ganti perfektur kendala terjadi  saya keluarkan jurus  nakal nya sampe kepala stasiun berkenan keluar kandang nya  dengan pake Googele tralate suara dikencangkan  heboh kan hehehehe swibocah tua nakal punya mainan baru








      Fr Alpine2018.docx













    • By itsmeu
      안녕하세요~~ (Annyeong haseyo, Hello)
       
      Pertama-tama,Alhamdulillah, finally, akhirnya meu menjejakkan kakinya di Korea Selatan. Setelah nabung nabung, momok visa yang menakutkan akhirnya guys, aku berangkat juga ke salah satu country goals akooh, secara basicnya ak emang anak yg doyan korea-an baik kpop/drama dr jaman full house.
      Tanpa banyak curcol lagi...FR yg sudah aku janjikan pas nulis thread malaka...check it out...
       Jadinya tanggal 28 April – 5 Mei 2018 kemarin aku dan 2 tmnku berangkat ke negeri gingseng.
      Tiket pesawat Air Asia: PP 3.78jt + bagasi 1 (20kg) = 4.28 jt
      Lokasi penginapan: BB Hostel Hongdaeline (KW hongdaeline) : 380000 won/seminggu (private bathroom,kamar isi ber3 aja)
      Sebelumnya ak kasih dulu summary itin 1 minggu di Seoul:
      28/04: Nginep di Incheon T2
      29/04: Gyeongbokgung Palace, Bukchon Hanok Village
      30/04: Ewha University dan sekitarnya, Namdaemun Market, Namsan Tower
      01/05: Nami Island, King sejong statue, kyobo bookstore, cheonggyecheon stream, Myeongdong
      02/05: Itaewon, Myeongdong dst
      03/05: Napak tilas Kpop lol (Entertainment company,kroad star, Gangnam), seoul national univ (SNUFestival)
      04/05: Pendakian gunung Acha (Achasan), DDP, Lotte mart pusat, Seullo, Hongdae street, Hangang river
      05/05: Jimjilbang/Sauna, BT21 Hongdae store dan sekitarnya, ewha lagi, siap siap perjalanan pulang
      Jujur ini itin sebenernya full banget hahaha karena ternyata jalan kaki di korea itu jauh-jauh dan di indo kebiasaan dimanjain abang ojol...kaki bengkak tapi hati bahagia no problemo
      to be continue~~
    • By ko Acong

      Berapa Biaya perjalanan saya selama seminggu sejak sari Bandung - Japan - Bandung? Berikut rinciannya:
      Tiket Pesawat CGG - Narita - CGK PP: Rp. 2.420.000,- Bus Bandung - Jakarta PP: Rp. 230.000,- Turispass Matsumoto Alpine Takayama  @17500 yen: Rp. Rp 2.275.000.- Bus Narita - Matsumoto @11.000 yen: Rp. 1.430.000.- Hostel Cabin dan Hotel 5 malam x 500.000.-: Rp 2.500.000.- (Gratisss tis dari Voucher Agoda) Bus Narita - Matsumoto seharusnya PP @12000 yen: Rp. 1.560.000,- Uang saku buat makan  minum kopi ngemil dan tiket masuk berbayar, bawa Cash 20000 yen sisa 3850 yen, terpakai 16150 yen: Rp 2.100.000.-  
      Jika tranportasinya di campur ala saya: Bus 1.430.000 + Matsumoto alpine Turispass Rp. 2.275.000 = Rp. 3.705.000 (hemat Rp 1.015.000.-)
      Note: Ada yang kasih tiket Narita - Tokyo bus, lumayan irit 2000 yen atau Rp 260.000)  
       
      Total pengeluaran Pasti semuanya Trip Tokyo, Matsumoto, Narai, Hida, Gero, Gifu, Ena, Toyama, Nagano, Nagoya, Takayama dan masih bisa ke tempat lainya adalah:
      Simulasi bila pake JR Pass perbedaannya: 27000 Yen
      Tiket Opsional Alpine Route: 9300 Yen
      Jumlah 27000 - 9300 = 36300 yen (Rp 4.720.000.-)























    • By Dantik
      Hello guys!
      Udah lama nih ga bikin FR. Mumpung masih seger biar ga lupa kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya di Yunani.
      Hari 1, 5 Mei 2018
      Penerbangan langsung dari Singapore – Athens memakan waktu 12 jam. Setelah sampai di Athens ada 3 pilihan transportasi dari bandara ke kota. Pertama menggunakan taksi tarif flat sekitar 38 euro, kedua menggunakan Metro 3 tarif 10 euro, ketiga menggunakan Bus X95 tarif 6 euro. Kami menggunakan Bus X95 Airport – Syntagma Square 6 euro, perjalanan sekitar 45 mnt tergantung arus lalu lintas. Kami menginap di daerah Syntagma Square.
      1.The Athenian Trilogy
      Tujuan pertama adalah The Athenian Trilogy yaitu National Library, University of Athens dan Academy of Athens. 3 neoklasik bangunan di Jalan Panepistimiou tidak jauh dari tempat kami menginap.

      2.National Archaeological Museum
      Kemudian National Archaeological Museum. Dari National Library bisa mengggunakan Trolley Bus 2,4,5,11,15. National Archaeological Museum adalah museum arkeologi yang terpenting di dunia. Tempat artefak Yunani diantaranya Patung Zeus dan Kuda dengan Joki yang terkenal itu. Tiket masuk 10 euro.

      3.Syntagma Square
      Kemudian dari National Archaelogical Museum kami kembali ke Syntagma menggunakan Trolley Bus yang sama. Di Syntagma Square kami melihat pergantian prajurit di depan Gedung Parlemen (The Tomb of The Unknown Soldier). Pergantian prajurit yang berlangsung sekitar 15 menit setiap jamnya.

      4.National Garden dan Zappeion
      Setelah itu kami berjalan melewati National Garden dan Zappeion.

      5.Panathenaic Stadium
      Kemudian menuju Panathenaic Stadium. Di Panathenaic Stadium ini kami hanya foto dari luar.

      6.Temple of Olympian Zeus
      Dari Panathenaic Stadium kami berjalan ke Temple of Olympian Zeus. Di sini kami membeli tiket kombinasi Acropolis sebesar 30 euro mencakup Temple of Olympian Zeus, Acropolis, Roman Forum and Tower of the Winds, Hadrian's Library, Ancient Agora dan Kerameikos.

      Beberapa meter dari Temple of Olympian Zeus berdiri Arch of Hadrian.
      7.Plaka
      Dari Arch of Hadrian kami menuju Acropolis. Melewati Melina Merkouri , Monument of Lysicrates / Plaka. Di sini banyak menjual souvenir dan tempat makan.

      8.Acropolis
      Dari Plaka kami menuju Acropolis. Sayang, kami tidak ke Acropolis Museum karena sudah terlanjur masuk ke pintu masuk bagian tenggara Acropolis. Masuk menggunakan tiket kombinasi yang sudah kami beli.
      Acropolis adalah tempat yang wajib dikunjungi jika kita berada di Athena. Acropolis yang berada di atas bukit melewati beberapa bagian yaitu The Ancient Theatre of Dionysos, The Stoa of Eumenes, The Odeion of Herodes Atticus.

      Setelah melewati itu semua dari pintu tenggara, akhirnya kami berada di pintu gerbang Acropolis. Propylaea merupakan pintu utama Acropolis. Di sebelah kanan Propylaea kita akan melihat kuil Athena Nike.

      Setelah masuk di sebelah kiri kita akan melihat Erechtheion. Di sebelah kanan kita akan melihat Parthenon, kuil yang terbesar dan paling termasyur di Acropolis.

      Dari Acropolis kami keluar dari pintu barat melewati bukit Areiospagos menuju Ancient Agora.
      9.Roman Forum and Tower of the Winds
      Sayang, Roman Forum and Tower of the Winds sudah tutup pukul 15:00. Jadi kami hanya bisa melihat dari luar. 

      10.Hadrian's Library
      Sayang, Hadrian's Library juga sudah tutup pukul 15:00. Jadi kami hanya bisa melihat dari luar. 

      11.Ancient Agora dan Temple of Hephaestus
      Untungnya Ancient Agora belum tutup hingga pukul 20:00. Ancient Agora adalah contoh yang paling terkenal dari agora Yunani kuno dan terletak di barat laut Acropolis. Di dalam Ancient Agora ini terdapat Temple of Hephaestus dan Stoa of Attalos.

      12.Kerameikos
      Dari Ancient Agora kami buru-buru ke Kerameikos ternyata sudah tidak bisa masuk lagi karena sudah mau tutup. Cuma bisa lihat dari luar, hiks...

      Kami kembali ke penginapan melewati Thession Station, Monastiraki Sq. / Flea Market.
      Kami menginap di Small Funny World Athens Hostel, dekat dengan jalan Ermou. Berada di tengah antara Syntagma dan Monastiraki.

      Itulah itinerary hari pertama kami di Athena. Menurut kami Athena bisa dikunjungi dalam satu hari. Karena area yang cukup kecil berada di tengah kota sehingga mudah dijangkau dengan berjalan kaki.
       
       
       
       
    • By Gulali56
      Jadi ceritanya saya ke Bali dapet promo Traveloka discount 100rb utk pesawat domestik. Gara2 gagal mulu dpt tiket murah di tahun ini, akhirnya saya memutuskan solo traveling domestic aja sekalian cari jodoh #eh..
      Rata-rata orang Indonesia ke Bali itu se-rombongan jadi bisa share cost sewa kendaraan atau kalau pergi sendiri or berdua pun pastilah sewa motor, moda transportasi termurah dan tercepat.
      Nah apa jadinya kalau ke Bali sendiri aja, mau ketempat jauh-jauh kemahalan utk sewa mobil, plus gak bisa nyetir motor kayak saya.
      Walaupun Blue bird taxi, Grab/Uber dan Gojek sudah masuk Bali, ternyata mrk itu hanya bisa beroperasi di wilayah tertentu saja (mostly seputaran Kuta-Legian-Seminyak). Dan yang pasti di Ubud dilarang.
      Padahal saya tiap kali ke Bali , kudu wajib ke Bebek Bengil cabang Ubud.  Khan pusing tuh.
      Setelah browsing kanan kiri , justru dari Traveloka juga lah ketemu alternatif bus hop on hop off di Bali. YAY..
      Namanya Kura Kura Bus. Perusahaan bus ini masih tergolong baru di Bali, baru 5 tahunan, sehingga gak banyak yang tau. 
      Jangkauan area bus nya masih sekitar yang umum2 must-to-do spot di Bali . 

      Untuk harga tiket nya cukup ekonomis one way rata-rata dibandrol Rp 20ribu kecuali ke Ubud Rp 80rb.
      Selain itu juga ada day pass nya. Untuk 1 hari (Rp 100.000), 3hari (Rp 150,000) dan 7 hari (Rp 250,000) . 
      Berhubung saya butuhnya ke Ubud, jadilah saya ambil day pass 3 hari, biar ekonomis. Beli via website nya jadi Rp 135,000.
       
      Saya menginap di Seminyak Square hotel yang terletak persis disamping Seminyak Village yang juga merupakan halte stop 2 jalur Kura Kura Bus line 3 dan 4.
      Karena saya ceritanya mau makan siang di Bebek Bengil, saya ambil keberangkatan dari DFS (terminal pusat) yang jam 11 pagi.
      Ambil line 4 dari Seminyak Village yang jam 09.56 AM. Karena bus pertama , bus nya on time.
      Sampai di DFS jam 10.40-an liat-liat T-galeria Mall dulu sekalian numpang ngadem dan ke wc.

      Bis line 5 ke Ubud , teng brgkt jam 11  dari DFS.
      Halte stop: Alaya Ubud Resort
      Terletak persis disamping resto Bebek Bengil.



      Saya tiba di Bebek Bengil jam 12.45.
      Kelar makan siang dan leyeh2 dulu di bale-bale resto ngilangin pegel2,  baru deh saya menanti bus berikutnya utk ke Puri Lukisan Museum jam 14.20
      Halte stop : Puri Lukisan Museum 
      Halte ini cocok utk yang mau ke Museum Blanco, Bukit Campuhan ataupun ke Babi Guling Bu Oka.
      Berhubung saya blm pernah ke Bukit Campuhan, jadilah saya kemari. Jalan pelan2 ke Museum Blanco dulu biar matahari gak terlalu terik.
      Apa daya krn saya gak tertarik masuk ke Museum Blanco, akhirnya saya jam 3 sore nanjak ke Bukit Campuhan , matahari berasa ada 3 biji alias masih panas pol.

      sisi bagusnya jam segini masih sepi, sisi gak bagusnya saking panasnya saya sendiri ampe ogah berhenti2 buat foto.

      Terus terang saya gak tll impress sama bukit Campuhan ini, saya malah langsung fokus ke Cafe dan Spa Karsa yang merupakan resto dan spa kecil samping pematang sawah setelah melewati Bukit gak penting ini. Sori to say ye.. Mungkin krn ga ada yg motoin, dan saya bukan tipe yg niat2 amat selfie kalo kepanasan . Terus ngapain kemari ye..

      Setelah menghabiskan satu kelapa dan foto2 di sawahnya sampai mati gaya krn matahari mulai terbenam saya pun memutuskan balik ke halte bus utk mengejar bus terakhir jam 18.55.
      Kesimpulan dari trekking dadakan ini, 2km uphill itu ditempuh +/- sejam tp pas pulang bisa +/- 30menitan..
      Karena takut ketinggalan bus, saya udh nongkrong dari sejam seblmnya di cafe seberang halte sambil ngopi2 dan numpang ke wc.

      Basically jam 18.55 itu udh gelap bgt sampai takut ketinggalan bus karena  gak keliatan.  Untungnya saya udh reserved via web, jadi nya supir bus nya sih udh tau bakal ada penumpang yg nungguin, scr saya cuma satu2nya penumpang mlm itu.

      Jam 08.30 malam akhirnya sampai juga di terminal DFS.
      Karena sudah gak kuat bermacet2 di area Seminyak, saya sambung naik gojek ke hotel. Tp nasib dapet tukang ojek org jawa alias nyasar2 muluk jd scr waktu gak beda jauh dgn misalnya saya pake Kura kura bus.. kesel... 
      Kelebihan Kura Kura Bus:
      + cukup ekonomis utk area  yang gak bisa dijangkau oleh kendaraan online.
      + bis ber-AC, ada free wi-fi dari telkomsel dan ada colokan listrik buat nge-charge selama mati gaya di bis.
      + memiliki aplikasi dan website informatif dengan pilihan bhs yang beragam dari Indonesia, Inggris, Jepang, Rusia, Korea, China
      + CS memiliki bhs inggris dan jepang yang cukup memadai .
       
      Kekurangan:
      - memakan waktu yang sangat lama apabila harus pindah line. Contoh dari seminyak village mau ke Ubud, dari  line 4 harus ke DFS utk pindah ke Line 5. Total perjalanan jadi 3jam misal dibandingkan dgn naik kendaraan direct ke tujuan yang hanya 1-1.5jam.
      - halte bis ke-2,dst biasanya hanya palang di pinggir jalan dan tidak ada tempat parkir sehingga bis tidak bisa menunggu lama
       - belum menjangkau area2 di utara Bali, ataupun area Canggu yang mulai jadi tujuan wajib turis
      - interval bis utk Ubud line 2 jam sekali, sehingga kurang flexible 
      - Aplikasi utk memonitor bis sangat tergantung gps bis maupun provider yang kadang angot2an..
       
      Kesimpulannya bis ini lumayan oke utk solo traveler yang mau ke area Nusa Dua, Jimbaran maupun Ubud.
      Sedangkan kalau tinggal /explore di area Legian-kuta-Seminyak,  lebih murah dan cepat naik ojek online saja.
       
      Kura Kura Bus
      http://kura2bus.com/
      Interval bus:
      a. Line 1 : every 90 minutes, 10 rounds per day
      b. Line 2 : every 90 minutes, 9 rounds per day
      c. Line 3 : every 20 minutes, 38 rounds per day
      d. Line 4 : every 45 minutes, 17 rounds per day
      e. Line 5 : every 2 hours, 5 rounds per day
       
       
       
       
    • By chrizz_msweb
      Raja Ampat adalah salah satu tempat wisata bahari terbaik di dunia. Menurut CNN Travel, Raja Ampat adalah tempat diving terbaik nomor lima di dunia. Untuk menuju Raja Ampat, jalur nya dari Jakarta lumayan jauh. Dari Jakarta, penerbangan harus melewati Makassar, lalu dilanjutkan ke bandara Domine Eduard Osok di  Sorong. Dari Sorong, terdapat dua pilihan, yaitu langsung terbang menggunakan pesawat kecil ke Waisai, atau dengan menggunakan perahu. Jarak dari bandara Sorong ke pelabuhan sekitar 10 menit dengan taksi. Untuk penginapan, biasanya turis menginap di salah satu dari empat pulau : Waigeo, Gam, Kri, dan Arborek. Pemilik penginapan bisa diminta menjemput kita di Waisai.  Dalam trip ini, saya menginap di pulau Gam. Harga penginapan di sini sekitar 700 ribu per malam termasuk makan 3x. Kebanyakan penginapan di sini sudah termasuk dengan makan karena agak susah mencari warung atau restoran di Raja Ampat. Listrik juga agak susah, genset hanya menyala dari sore sampai tengah malam.

      Penginapan di pulau Gam dan kebanyakan penginapan lain berupa gubuk yang menjorok ke laut. Dari depan kamar, bisa langsung loncat ke air untuk snorkeling. Bahkan kadang saya melihat ikan hiu dan Lion Fish lewat persis di depan kamar, tidak perlu jauh jauh ke tengah laut. Jangan khawatir dengan hiu, hiu yang lewat adalah hiu kecil yang justru langsung kabur begitu ada seseorang masuk ke air. Saya tidak mendapatkan foto hiu di sini, mereka kabur sangat cepat. Foto Lion Fish saya dapatkan hanya di depan kamar. Sedangkan Mooray sekitar 20 meter dari penginapan.

      Kegiatan yang saya lakukan tiap hari adalah freediving. Saya jarang melihat orang diving di sini, hanya di sekitar dermaga Arborek. Mungkin diving dilakukan di lokasi tersendiri. Dermaga di Arborek cukup ramai, tidak seperti di Gam. Banyak yang berenang di pantai, baik turis lokal ataupun asing. Banyak juga anak-anak warga lokal yang berenang dan bermain kano.
      Pengalaman baru yang saya dapatkan di Raja Ampat adalah berburu foto Manta. Kenapa saya sebut berburu ? Karena untuk melihat Manta ternyata tidak mudah. Guide kita mengatakan hal tersebut karena ikan Manta tersebut tidak sedang makan, jadi mereka bergerak terus. Di sekitar Manta Point, kita berputar2 dahulu mencari ikan Manta. Setelah menemukan Manta, tidak bisa langsung masuk ke air, namun perahu harus cepat-cepat ke depan Manta tersebut, masuk ke air perlahan-lahan, baru menunggu Manta tersebut lewat. Kalau ikan Manta nya ternyata berubah arah, kita harus cepat cepat naik ke perahu lagi, lalu ke depan ikan Manta lagi, lalu turun lagi. Hal ini dilakukan berkali-kali sampai dapat. Agak melelahkan memang. Namun kita mendapatkan bonus. Saat sedang asik berburu Manta,  tiba2 ada lumba-lumba yang lewat. Langsung kapten kapal mematikan mesin agar lumba-lumba tersebut tak takut mendekat. Bahkan mereka sampai menempel2 ke kapal seperti sedang memeriksa.

      Binatang laut unik yang saya temukan adalah Spider Jellyfish dan Hammerhead Fish. Saya tidak pernah melihat dua binatang itu di tempat lain.
      Yang paling terkenal di Raja Ampat adalau pulau Wayag. Bila melihat iklan wisata Raja Ampat di televisi atau di papan iklan, itu adalah pulau Wayag. Ada bukit yang cukup tinggi di Wayag yang dari sana bisa melihat gugusan pulau unik sekitar Wayag. Sayang lokasi nya sangat jauh dan biaya nya mahal. Saya memutuskan tidak ke Wayag untuk menghemat waktu dan biaya. Gantinya, kita ke pulau Pianemo. Pianemo disebut juga little Wayag, terdapat bukit juga yang bisa melihat kepulauan sekeliling, walaupun tidak setinggi Wayag.
      Selain kaya akan alam bawah laut, di raja Ampat juga terdapat binatang darat yang cukup unik. Ada Kuskus yang mencuri makanan yang kami letakkan di luar kamar. Saya juga melihat kadal, kepiting, dan laba-laba yang ukurannya lebih besar dari yang biasa ada di tempat lain.
       
      Foto lengkap: https://chrizz-photography.blogspot.co.id/2018/05/keindahan-bawah-laut-raja-ampat.html
       






    • By anna22

      Hi,
      Tanggal 18 - 27 April 2018 kemarin, gw dan kedua ortu baru aja trip ke Jepang. Untuk FR detilnya nanti ya karena lagi sortir foto2 dulu. Tapi di tulisan ini, gw akan kasih sedikit gambaran tempat-tempat yang dikunjungi selama disana.
      18 April - Penerbangan pagi, sampai di Narita Sore, malamnya menuju Shinjuku Express Bus Terminal. Jam 11 malam naik sleeper bus menuju Osaka.
      19 April - Menginap di Osaka 2 malam. Sampai Osaka, jalan2 menggunakan Osaka Amazing Pass for 1 day. Yang pada akhirnya tercapai adalah Osaka Castle, naik Giant Tempozan Ferris Wheel, Santa Maria Cruise, dan Tsutenkaku. Sempat makan di Matsuri (halal restaurant).
      20 April - ke Kyoto. Pertama menuju Arashiyama Bamboo Forest, lanjut ke Kinkakuji, dan Fushimi Inari Shrine. Sempat makan di Ayam-Ya (Halal Ramen). Malamnya mampir ke daerah Dotonburi Namba sebelum kembali ke Guesthouse.
      21 April - Menuju Kanazawa sebagai base menginap selama 2 malam. Pengennya di Toyama, tapi hotel-hotelnya mahal. Siangnya jalan-jalan di Kenrokuen Garden, makan siang di Omicho Market, dan sorenya ke Contemporary 21st century Art Museum.
      22 April - 1 hari dihabiskan di Tateyama Kurobe Alpine Route. Berawal dari Toyama, berakhir di Nagano, semuanya tercover oleh Tateyama Kurobe Option Ticket (9000 yen). Dari Nagano kembali ke Kanazawa (sekitar 1 jam menggunakan kereta cepat.
      23 April - pagi-pagi check out naik shinkansen menuju Aomori. Sampai ryokan di Aomori sekitar jam 2 siang. Jam 3 berangkat ke Hirosaki Station (45 menit) untuk menuju Hirosaki Park. Di tanggal 21 April s.d. 6 Mei 2018 sedang diadakan sakura festival. Disini tamannya buka sampai malam dan ada seperti pasar malam juga, mirip pasar malam di Indonesia lho, ada penjual makanan, permainan, rumah hantu, sampai pertunjukan motor (itu lho yang motornya bisa muter2 di dalam tong, tau kan? hehehehe).
      24 April - Check out untuk menuju Tokyo. Menginap di tokyo 3 malam (airbnb daerah Ryogoku). Sampai sekitar jam 11 siang, tapi mampir di Akihabara (stasiun transit) untuk makan Coco Curry Halal (enaaaak). Jam 1 bisa early check in. Sore-nya keluar jalan menuju Shibuya, Harajuku, dan Odaiba.
      25 April - Awalnya ingin ke Hitachi Seaside Park lalu ke Ashikaga Flower Park, tapi hari ini hujaaaaaan disertai angin. Jadilah kami hanya ke Hitachi Seaside park, tapi gatot sih secara hujan dan dingin serta gloomy parah. Baju dan sepatu basah. Sorenya lgsg balik aja ke Tokyo, tapi mampir ke Ueno-Ameyoko Market (karena emang akan transit di sini) untuk beli halal kebab dan ayam panggang.
      26 April - Akhirnya di hari ini menuju ke Ashikaga Flower Park. Cuaca pun mendukung. Disini juga sedang ada festival jadi bunga2nya sedang mekar. Yang utama adalah Bunga Wisteria. Sorenya dilanjutkan berbelanja di daerah Asakusa sekalian mampir ke Kaminarimon dan Sensoji Temple.
      27 April - Flight pulang ke Jakarta sebenarnya jam 6 sore. Tapi orang tua sudah kehabisan tenaga sehingga diputuskan hanya ke Tokyo Camii sekalian Papa Solat Jumat. Jadi check out jam 10, titip koper di Nippori, lanjut ke Yoyogi Uehara Station, merupakan station terdekat. Berhubung tidak ada tempat menunggu, gw dan Mama menunggu di station. Jam 2 siang langsung saja kami kembali ke Nippori St untuk ambil koper dan langsung ke Narita Airport.
      Melihat tempat-tempat diatas, mungkin ada yang kurang familiar dan bertanya-tanya "kenapa ga kesana, kenapa ga kesini?". Jadi perjalanan dengan orang tua itu harus disesuaikan juga dengan preferensi mereka, nah ortu gw suka dengan taman, bunga, dan pemandangan serta terutama tidak terlalu menguras fisik. Sayangnya di tengah-tengah perjalanan, Mama kena flu dan batuk. kemudian kakinya juga sakit (krn mmg sudah bawaan). Jadi pada akhirnya itinerary disesuaikan dan diubah sesuai kondisi tersebut.
      Saya pakai JR pass dgn ordinary type 7 days, osaka amazing pass, kyoto bus 1 day pass, Kanazawa bus 1 day pass, Tateyama Kurobe Alpine Option Ticket, dan PASMO.
      Nah untuk detil lebih lanjut serta foto2 nanti yaaa menyusul. Sekian.
      Terima kasih sudah membaca :)