freaksthriller

field report [Catper] Menapaki Gunung Artapela Bandung Berdua Bersama Istri

16 posts in this topic

IMG_20161003_100236.jpg


Meski cuaca tak bersahabat saat itu, hampir 5 menit sekali Mendung Hujan reda berkabut silih berganti,
tapi tetap kindahanNya tidak pernah pudar...

Mungkin masih sedikit asing memang ditelinga para pendaki tentang keberadaan gunung yang satu ini.
Artapela merupakan Gunung tropis yang tidak aktif yang berada di daerah Kertasari yang berbatasan dengan kecamatan Pangalengan Bandung Jawa Barat. Dengan ketinggian sekitar 2194 mdpl, gunung Artapela kini menjadi salah satu gunung baru yang mulai popular dan mulai banyak didaki oleh para pendaki Indonesia.

Sebenarnya sudah beberapa bulan terakhir ini kita sudah merencakanan untuk pergi ketempat ini, tapi karena terhambat waktu akhirnya tanggal 1 Oktober 2016 kemarinlah kita bisa kesana, maklum salah satu dari kita seorang pekerja yang hanya mempunyai 2 hari libur dalam 1 minggu, maka dari itu gunung ini cocok untuk liburan akhir pekan dan tanpa harus mengambil cuti.

Perjalanan dimulai jam 07:00 pagi dari Kopo Bandung Selatan, kita menggunakan motor melalui Balaendah – Ciparay, dari situ kita lanjutkan ke arah Pacet Sukapura jaraknya -+17 km dari Ciparay. Setelah sampai di Desa Sukapura, ada pertigaan menuju kampong Argasari, disanalah pos pendakian Artapela berada. Sesampai di pos pendakian -+Jam 09:00 ternyata disana juga ada rombongan dari Jakarta, dan kitapun mengisi formulir registrasi & perijinan, dengan Retribusi jasa lingkungan Rp. 5.000 /orang, parkir motor Rp. 10.000 permotor/malam. Setelah istirahat sebentar di Pos sekitar jam 09:30 kitapun mulai berangkat, sebelum pergi kitapun di beri pengarahan seperti masalah sampah, api unggun dan lain sebagainya.

Oh ya untuk jalur yang bisa kita lalui ini ada 2, melalui jalur Seven Field (kebun 7) dan melalui Datar Jamuju, bedanya jalur seven field ini lumayan menanjak hampir tidak ada bonus (kata seorang petugas), dan jalur Jamuju relatif lebih landai, kitapun memutuskan naik lewat Datar Jamuju dan turun lewat Seven Field.
Jangan khawatir masalah arah, meski minim patok/tanda petunjuk, kita bisa menanyakan kepada petani sekitar di sepanjang perjalanan, karena jalur pendakian ini hampir sepenuhnya melewati bukit-bukit perkebunan sayuran, baru kali ini kita mendaki tapi hampir tidak memasuki hutan. :D
Kalau masih takut tersesat / atau ngedaki nya malam bisa sewa porter/guide, katanya sudah tersedia jasa porter.

DSCF1674.jpg

Disepanjang perjalanan kita disuguhkan oleh pemandangan perkebunan Petani yang menggarap lahan PTPN VIIIDSCF1670.jpg
Para Petani yang biasa mengangkut hasil kebun menggunakan motor

Dijalan kita pun melewati rombongan dari Jakarta tadi yang sedang beristirahat, dan yang kita temuin hanya 1-2 pendaki saja yang sedang turun. Hampir disepanjang perjalanan tidak ada pohon untuk berteduh dari teriknya matahari atau hujan, yang ada hanya saung-saung petani yang bisa kita jadikan tempat peristirahatan sejenak. Oh iya disini banyak sekali wortel dan kentang baik yang dikebun atau yang berserakan dijalan, mungkin berjatuhan dari motor pengangkut hasil kebun. Karena tergiur kitapun  meminta sedikit kentang dan wortel yang bersekaran dijalan itu kepada salah seorang petani, dan mereka sangat baik bahkan menawarkan yang lainnya, hehe
Ingat… jangan memetik sembarangan dan tanpa izin!
(Soalnya pas diatas puncak lumayan banyak juga sisa-sisa kentang & wortel.)

Ketika rasa lelah saat berjalan di tengah hujan dan kebun yang berada di ketinggian sembari ngemil  wortel yang rasanya manis, wuih…nikmatnya seperti makan buah-buahan yang dari kulkas, seolah memberi kesegaran kembali. haha…

IMG_20161003_013750.jpg

IMG_20161003_014844.jpg

Ketika terdiam sesaat terjatuh dlm rasa lelah setelah naik turun melewati beberapa bukit perkebunan, dgn cuaca yg mendung hujan reda silih berganti dan menyaksikan kabut tipis diikuti kabut pekat dari kejauhan, tiba2 seekor burung elang terbang di pohon yg ia hinggapi yg tidak terlalu jauh dri tempat kita terdiam, tak ingin ku sia-siakan untuk mengabadikan moment ini dengan alat ala kadarnya, meski burung itu hampir masuk kedalam kabut.
Moment itu cukup membuat kita kembali bersemangat utk menanti apa yg akan alam dan sang pencipta suguhkan...

Sebelum sampe dipuncak kita sedikit memasuki area hutan, meski pepohonan disana sudah hampir rata di tebang oleh warga sekitar, terlihat juga tempat pemotongan kayu, menurut info kerusakan kawasan hutan lindung petak 39 telah mencapai puncaknya sejak 2015, berawal dari kebakaran hutan yang terjadi pada musim kemarau kala itu bulan September 2015. Entah terbakar atau di bakar kondisinya semakin memprihatinkan.
Sekitar jam 13:00 kitapun sampai puncak dan disuguhkan kabut tebal, hujan dan badai angin, memaksa kita harus sesegara mungkin mendirikan tempat berlindung di dekat pepohonan, saat itu hampir tidak terlihat orang atau tenda lain, seolah-olah puncak itu hanya milik kita berdua. Hehe
Setelah itu kitapun mengisi perut  dengan oatmeal, memasak mie instan dan tidak lupa membuat  kopi untuk dinikmati ditengah cuaca seperti itu.

Setelah 30-60menitan badai itu berlalu, orang-orang mulai terlihat berdatangan, tak dikira akan sebanyak itu yang datang, mengingat perkataan petugas  di pos yang mengatakan kalau kemarin itu yang mendaki hanya dua orang. Tidak mau ketinggalan tempat yang strategis untuk melihat sunrise & citylights, kitapun bergegas pindah tempat.

IMG_20161002_063257_HDR.jpg


Sore hari setelah pindah tempat

Sore menjelang malam, berhubung cuaca tidak mendukung dengan kabut yang datang dan pergi hampir tiap beberapa menit sekali, saat itu kita habiskan di tenda, memasakpun hanya di vestibule saja.
Oatmeal pun dilahap, dan Kentang yang tadi dalam perjalanan minta ke petani kita goreng dengan sosis & cireng yang kita beli dipasar bawah, tentunya saos & mayonnaise sebagai pelengkap menjadi santapan kita dikala malam itu, sungguh nikmat rasanya.
Setelah itu kitapun bersantai sejenak didepan tenda menggelar matras, ditemani secangkir kopi dan susu menikmati keheningan malam dan memandang citylights yang selalu tertutup kabut yang membuat kita tidak puas dengan cuaca kala itu, akhirnya setelah beberapa menit tepat jam 21:00 kitapun bergegas tidur.

Jam 02:00 subuh saya terbangun dan melihat keluar, ternyata kabut sudah tidak ada, pemandangan citylights pun terlihat jelas dan hanya ada satu rombongan tenda di atas belakang tenda kita yang sedang asik pada bernyanyi diiringi suara gitar, Gila men bawa-bawa gitar ke atas gunung!  
Karena saat malam kurang puas dengan cuaca, akhirnya sayapun menggelar matrass di depan tenda sembari menunggu matahari terbit (meski masih lama hehe)

IMG_20161003_143429.jpg


Pemandangan Citylights dari tenda kami

Saat menikmati citylights dgn secangkir kopi dan sebatang rokok, dari kejauhan salah satu gunung tampak menyala, terpancar warna merah seperti bara api yg mengepulkan cahaya keatas, dalam hati kubertanya-tanya
"wahh apakah itu...?"
menurut salah satu warga sekitar, kepulan cahaya merah seperti bara api itu berasal dari kawah gunung papandayan…
Benarkah? entahlah...

Tidak lama kemudian ada 2 orang yang seperti sedang berpatroli melewati tenda kami, berhubung persediaan air yang kita bawa makin menipis hanya cukup untuk sarapan pagi saja, kitapun menanyakan pada mereka, ternyata mereka bukan petugas tapi warga sekitar yang berasal dari pangalengan, kata mereka ada sumber air dijalur via pangalengan yang tidak begitu jauh dari puncak, oh oke… sayapun menanyakan masalah jalur via pangalengan yang masih sangat minim info, orang-orang yang mendaki lewat pangalengan pun katanya mereka hanya menitipkan kendaraannya di Pos Satpam, tanpa ada perijinan yang legal.

Yup.. memang kemarin kita hanya membawa air cuman 3L karena menurut petugas pos disini tersedia air, memang agak sedikit bau karena air yang tidak terkena sinar matahari ceunah, tetapi kalau dipasak masih aman katanya.

Sekitar jam 05:00 pagi, langit mulai membiru diiringi sedikit demi sedikit cahaya matahari yang masih tersipu malu untuk menampakan dirinya, sebelum menikmati itu semua kitapun bergegas untuk sholat terlebih dahulu, setelah itu kitapun keluar tenda, ternyata diluar sudah banyak orang yang sedang mengabadikan moment dengan berfoto ria, kitapun bergegas mencari spot untuk menikmatinya.

IMG_20161006_080418.jpg


Kedamaian itu ada di Alam

IMG_20161002_222647.jpg


Ketika menyaksikan keagungan sang pencipta, ditemani orang tercinta

Setelah cukup puas berjalan-jalan menikmati pagi yang lumayan cerah saat itu kitapun kembali ke tenda untuk membuat sarapan, dan saya mencari air ke jalur pangalengan. Saat berjalan sedikit kebawah ternyata jalur pangalengan masih terlihat rimbun pepohonannya, ketika saya sedikit memasuki hutan ternyata ada orang disana memberi tahu kalo mau ngambil air ke belakang puncak saja tinggal ikutin jalur itu terus kebawah  dan sayapun kembali untuk kearah itu (ya…yang pasti-pasti aja deh hhe)
Setelah itu saya kembali ke tenda ternyata Nasi goreng, sosis + saos & mayonnaise nya sudah siap disantap untuk sarapan kala itu. Hmmm… yummi :D

Tak terasa waktu menunjukan pukul 10:00 dan kitapun mulai beres2 untuk pulang, tak lama kemudian tiba-tiba kabut pekat datang diikuti hujan, yang memaksa kita menunda kepulangan dan berteduh didalam tenda. Sekitar jam 11:30an hujanpun mulai reda dan kitapun kembali beres2 packing, setelah semua beres sekitar jam 12an kitapun turun meski kabut masih menyelimuti, beberapa lama kemudian hujan  kembali turun dan kitapun meneruskan perjalanan memakai jas hujan, diperjalanan kita bertanya ke salah satu petani yang akan segera pulang “kalau jalur Seven Field (kebun 7) itu kemana?” ternyata mereka tidak tahu dengan nama itu hehe, katanya ada juga jalur yang muter agak landai (mungkin yang dimaksud yang kemarin kita lewati jalur datar jamuju) dan jalur yang langsung turun terus tapi agak curam (mungkin yang dimaksud jalur Seven field) itu hehe kitapun bergegas ke jalur yang langsung turun agak curam itu.
Hampir disepanjang perjalanan kita di guyur hujan, dengan cuaca yang sedikit berkabut mendung hujan reda silih berganti membuat jalur sangat berbahaya, berjalan menurun di tengah-tengah ketinggian perkebunan dengan tanah merah/tanah gembur yang basah membuat jalur menjadi sangat licin sayapun hampir 4 kali terjatuh dibuatnya, kitapun kadang merayap ketika melewati turunan yang curam karena hampir tidak ada pegangan ditengah-tengah perkebunan seperti itu, tidak seperti di hutan meski licin banyak tepian dahan atau akar yang bisa dijadikan pegangan.
Kala itu kita berjalan hampir sangat lambat, menguras tenaga, memang semua gunung mempunyai rintangan yang berbeda-beda, masing-masing mempunyai ciri khas nya tersendiri.

Dipertengahan jalan ada seorang petani menggunakan motor berhenti seperti sedang menunggu seseorang, ketika kita hampiri dan menanyakan arah jalan, petani itu berkata “biar cepat ikuti saja pertengahan tiang listrik sutet itu yang berada di tengah-tengah perkebunan, jangan ikuti jalur motor ini, karena berputar jauh” dan setelah itu petani itu pergi… kitapun mengikuti petunjuk petani itu, beberapa saat kemudian ada lagi petani yang sedang duduk di saung seperti sedang menunggu seseorang, belum kita hampiri petani itu pergi, berhubung kondisi agak lelah kitapun meminta izin untuk berteduh dan beristirahat di saungnya sambil berteriak, dan petani itu mengatakan “Iya sok aja, itu disitu ada pisang, habiskan aja leubar” oke pak makasih, jawabku. Ternyata disaung itu ada dua ikat pisang, ahhaaa…. Dapet Rezeki nomplok, hehe… entah karena lelah, dingin atau apalah itu tapi ketika melahap pisang itu rasanya hmmm… nikmanya, kalau dibandingin nih sama pisang yang paling enak di supermarket, wah jauh…lebih enak pisang alami ini! Hehe
Dan sepertinya petani/warga sekitar terlihat sangat welcome, dengan sengaja mereka menunggu kita hanya untuk memberi petunjuk, mengingat ketika itu hampir semua petani sudah pulang.

Setelah beberapa saat beristirahat, kitapun melanjutkan perjalanan meski hujan rintik-rintik, sayangnya untuk perjalanan pulang kita tidak sempat untuk mengabadikan moment (foto) bahkan tidak sempat untuk memikirkannya, karena hampir sepanjang perjalanan kita diguyur hujan. Setelah beberapa saat akhirnya kitapun sampai di basecamp Sekitar pukul 15:30, hmm menghabiskan 3,5jam perjalanan, itu sama halnya ketika pergi kemarin (gubrag) ternyata sama saja.
Beres laporan, kitapun beristirahat sebentar menelonjorkan kaki di sebuah Sekolahan tempat diparkirnya kendaraan kita, tepat dibelakang basecamp itu, sambil jajan baso tahu dan ternyata si mang baso nya itu yang kemarin nongkrong dibasecamp nunjukin arah jalur, dan kitapun ngobrol ternyata Artapela ini mulai ramai didaki sejak 6 bulan yang lalu, bahkan surat perizinan resmi dari perhutani nya pun baru 3 bulan yang lalu.

Jam menunjukan pukul 16:00 hujan pun semakin deras, tidak mau berlama-lama disini, setelah berpamitan kitapun memutuskan untuk pulang ditengah dinginnya cuaca itu. Beberapa saat menjelang masuk ke Baleendah ternyata disana sudah banjir saat kita coba melewatinya ternyata banjir itu cukup dalam, diperkirakan hampir sepaha lebih orang dewasa, motor kitapun tenggelam hampir setengahnya, untung saja banjirnya tidak terlalu jauh dan kalau kita teruskan melewati jalan itu banyak daerah banjir yang lebih parah dari sini “kata warga sekitar”, kitapun memutuskan untuk kembali dan lewat jalur banjaran, meski cukup jauh memutar untuk sampai di Kopo, gara-gara itupun kita pulang kerumah kemaleman yang tadinya ingin cepat sampai dirumah…ehh malah kemaleman…
Tapi Alhamdulillah masih bisa diberi keselamatan sampai rumah.

Must to try dah gann....pokoknya!

 

:travel

IMG_20161003_221350.jpg

Sebenarnya sih disini terdapat juga Danau Aul yang melegenda, tapi sayang dikarenakan cuaca yang tidak mendukung dan entah dimana keberadaan Danau itu kurang jelas infonya, jadi kita tidak pergi kesana.

IMG_8967.JPG


Danau Aul, Pict by Google

 

Quote

 

Untuk Rincian biaya pengeluarannya :


Bensin Motor : Rp. 15.000
Retribusi Jasa Lingkungan Rp. 5.000,-/orang
Parkir motor Rp. 10.000,- permotor/malam 
Total : 30 Rebu sajah... (diluar logistik)

 

backpackermate


Instagram @backpackermate

 

maipura, deffa and kyosash like this

Share this post


Link to post
Share on other sites

Keren jg yah pemandangan nya.

Saya sendiri baru tau ini gunung, kakak saya istrinya orang kertasari .gak pernah bilang ada pendakian disana he he he.  Tp wajar jg karena baru mulai rame sekarang ini kan  

Danau Aul beda yah dgn situ cisanti ? 

BTW nice share 

Share this post


Link to post
Share on other sites

iya om baru rame 6bln terakhir ini katanya, danau aul kayanya beda sma situ cisanti, soalnya danau aul punya kisahnya sendiri yg katanya sudah melegenda.

lumayan buat perjalanan singkat akhir pekan...

Share this post


Link to post
Share on other sites

Tapi Dari namanya sendiri artapela  dan aul serasa dimana gitu padahal didataran sunda. Kalo ke daerah pacet nya saya sering tapi sampe Vila hampir hadapan dengan water boom . 

 

Iya sih kalo masyarakat kampung itu lebih welcomed gampang diminta pertolongan, saya waktu abg an mau ke kertasari naik umum, karena kesorean di turunin di lembur awi (yg katanya msh angker waktu itu ) antara mau pulang lg ato lanjut ahirnya lanjut , Dan itu jauhhhh... Bgt ke kertasari nya. Tiba2 ada Mobil buntung,saya stop ... Eh berrnti dan nanya mau kemana Dan knp malam2 disini. Setelah cerita ahirnya dianterin sampe depan Rumah , gak mau dibayar pula hehehe he .

Saya jg baru tau itu nama daerah angker,setelah sodara cerita . warga sana saja gak ada yg berani lewat magrib lewat Sana Hahahaha .

Tp sekarang udah gak ada bekasnya ITU lembur awi 

Share this post


Link to post
Share on other sites

karena ortu saya ada yang asli Pangalengan jadi saya pernah dengar tentang gunung ini

walaupun belum pernah mencoba kesana

kalau di lihat waktu pendakian nya start jam 09.30, tiba di puncak pukul 13.00 sama seperti mendaki Papandayan ya

dan nampak nya trek nya juga sudah ada berupa jalan yang di gunakan warga setempat ya, thx info nya @freaksthriller

Share this post


Link to post
Share on other sites
10 minutes ago, kyosash said:
20 hours ago, Rawoniste said:

Tapi Dari namanya sendiri artapela  dan aul serasa dimana gitu padahal didataran sunda. Kalo ke daerah pacet nya saya sering tapi sampe Vila hampir hadapan dengan water boom . 

 

Iya sih kalo masyarakat kampung itu lebih welcomed gampang diminta pertolongan, saya waktu abg an mau ke kertasari naik umum, karena kesorean di turunin di lembur awi (yg katanya msh angker waktu itu ) antara mau pulang lg ato lanjut ahirnya lanjut , Dan itu jauhhhh... Bgt ke kertasari nya. Tiba2 ada Mobil buntung,saya stop ... Eh berrnti dan nanya mau kemana Dan knp malam2 disini. Setelah cerita ahirnya dianterin sampe depan Rumah , gak mau dibayar pula hehehe he .

Saya jg baru tau itu nama daerah angker,setelah sodara cerita . warga sana saja gak ada yg berani lewat magrib lewat Sana Hahahaha .

Tp sekarang udah gak ada bekasnya ITU lembur awi 

wah kalo saya ini baru pertamakali ke ciparay-pacet, pdhal msh dibandung2 jg wkwkwkw... jd utk perjalanan ane pake gps utk sampe di pos pendakian artapelanya.

pengalaman seru tuh untung ga terjadi hal2 mistis yg anehkan ya? hehe, itu mksdnya udah ga ada bekasnya gmn? lembur awi?

iya memang hampir rata2, tapi entah perasaan sya warga kampung sini "sangat" welcomenya

 

27 minutes ago, deffa said:

karena ortu saya ada yang asli Pangalengan jadi saya pernah dengar tentang gunung ini

walaupun belum pernah mencoba kesana

kalau di lihat waktu pendakian nya start jam 09.30, tiba di puncak pukul 13.00 sama seperti mendaki Papandayan ya

dan nampak nya trek nya juga sudah ada berupa jalan yang di gunakan warga setempat ya, thx info nya @freaksthriller

saya jg hampir sering buat sekedar jalan2 ke daerah pangalengan apalagi kertasarinya udh jelas tau , tdinya mau pergi via pangalengan tpi berhubung info nya yg msh blom jelas jd saya ambil jalur pacet.

iya klo utk waktu perjalanan hampir samalah sama papandayan, yaa itung2 nyari suasana baru hehe 

11 minutes ago, kyosash said:

mantap nih view pegunungan-nya, nice share :salut 

ok om ;)

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

@freaksthriller dulu waktu lewat kebon awi itu horror bgt ,kiri kanan pohon awi (Bambu) tinggi2 mobil jarang lewat, rumah penduduk jauh, gelap gulita pokoknya. Dulu Blum ada angkot hanya Mobil elf butut yg jam2an sampe jam5 . sekarang area kebon awi nya itu udah di babat habis ,udah diambil alih manusia "kerajaan" cetan nya Hahahaha jd udah gak serem lg 

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah... ada lagi gunung yang sepertinya menarik untuk di coba..
tapi kalau naek kendaraan umum ada gk ya?

Share this post


Link to post
Share on other sites
15 hours ago, maipura said:

wah... ada lagi gunung yang sepertinya menarik untuk di coba..
tapi kalau naek kendaraan umum ada gk ya?

Ada tapi gak tau sampe mana, angkot kuning naik di terminal ciparay 

On 10/10/2016 at 0:09 PM, Mulyati Asih said:

Viewnya bagus, kayaknya jarang yang ke sini atau saya aja yang baru tau.

Masih baru , Blum viral di medsos 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 10/10/2016 at 0:09 PM, Mulyati Asih said:

Viewnya bagus, kayaknya jarang yang ke sini atau saya aja yang baru tau.

udah mulai rame sejak Agustus kemarin jd hits :D, wktu sya kesana aja bnyak bgt yg ngecamp, cb aja cek di ig dgn hastag #artapela

On 10/21/2016 at 3:42 PM, maipura said:

wah... ada lagi gunung yang sepertinya menarik untuk di coba..
tapi kalau naek kendaraan umum ada gk ya?

must to try dah... :D

Naik kendaraan umum bisa deh sampe pasar sukapuranya, dari situ jalan kaki ke pos nya, 1-2km an klo ga salah

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 12/20/2016 at 10:29 AM, freaksthriller said:

udah mulai rame sejak Agustus kemarin jd hits :D, wktu sya kesana aja bnyak bgt yg ngecamp, cb aja cek di ig dgn hastag #artapela

must to try dah... :D

Naik kendaraan umum bisa deh sampe pasar sukapuranya, dari situ jalan kaki ke pos nya, 1-2km an klo ga salah

hoo... okelah, ntar kalau ada kesempatan disamperin..
masukin ke dalam daftar dulu.. he

Share this post


Link to post
Share on other sites

gara gara baca artikel ini jadi kepingin, dan alhamdulilah kesampean juga camping di gunung artapela. alhamdulilah cuaca juga bagus. oh iyahh buat semua yang ada disini salam kenal yah. :melambai

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 5/23/2017 at 3:48 PM, pikar said:

gara gara baca artikel ini jadi kepingin, dan alhamdulilah kesampean juga camping di gunung artapela. alhamdulilah cuaca juga bagus. oh iyahh buat semua yang ada disini salam kenal yah. :melambai

Di bikin FR nya kang . salam  kenal  jg. 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 5/23/2017 at 3:48 PM, pikar said:

gara gara baca artikel ini jadi kepingin, dan alhamdulilah kesampean juga camping di gunung artapela. alhamdulilah cuaca juga bagus. oh iyahh buat semua yang ada disini salam kenal yah. :melambai

ayo di share aja tulisan nya ke forum :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now

  • Similar Content

    • By denorra
      Halo jalan-jalaners! lama ajah ga sharing sharing dimari, hehehe
      Jadi 2 bulan lalu saya dapet beasiswa short course ke Belanda, eh kebetulan kok bisa dapet jadwal pembukaan keukenhof
      Saya sebenernya pernah maen ke tulip festival di melbourne. Tapiiiiiii, Tulip festival aslinya jauuuh lebih indaaaaaah. pasti temen2 yg pernah ke Keukenhof di Belanda paham, hihihi
      Sebagai avid admirer segala hal yang berhubungan sama kembang (yes I can take lotsa pics of them!), Pergi ke Keukenhof kek pergi ke surga *lebay ye
      Keukenhof adanya di kota kecil namanya Lisse, deket banget sama Leiden. Keukenhof buka kira kira 2 bulan, sekitaran maret dan april (cek website) pas musim semi
      Gimana cara kesana? Gampaaang! di Schipol ada counter khusus yang jual tiket sekaligus tiket busnya, 24,5 euro uda all in
      Keukenhof cantik abeeeeeeeeees...gamau pulaaaang:((. saya kasi foto2 aja langsung yaa












    • By depe
      Dear Teman2
      Mohon info nya homestay murah di pangalengan 
       
       
      TErima kasih
    • By elokelel

      Assalamualaikum semuanyaaa
      akhirnya memberanikan diri buat bikin FR jalan2 ke Seoul akhir April-Mei kemarin...selain berbagi pengalaman mudah-mudahan bisa sedikit membantu temen-temen yang nantinya pengen ke Korea Selatan dengan tanpa ikut Tour seperti saya ini...hihihi
      DAY 1 Jumat 29 Aprl 2016 : Hongdae
      Perjalanan dimulai,, saya start awal ke Korea Selatan sebenernya mampir ke Jepang dulu..waduhh klo inget ceritanya kenapa mesti ke Jepang dulu kaya membuka luka lama,,heheh tapi gapapa sih lumayan pengalaman yang ga terlupakan, saya dan temen-temen sebenernya rencana awal cuma pengen ke Korea Selatan aja, tiket udah di beli promo Air Asia PP, namun ditengah perjalanan Visa adik saya ditolak oleh Kedubes Korsel, jadilah saya dan adik harus putar otak gmana supaya Trip ini jadi dan bisa masuk Korsel, akhirnya setelah baca-baca beberapa Blog dan pengalaman orang2 memutuskan buat Visa Jepang dan masuk ke Korsel pake Visa Jepang, berhubung untuk pembuatan Visa Jepang harus punya tiket masuk dan keluar Jepang jadilah kita berdua (saya ikut ke Jepang karena ga mungkin ninggalin adik sendirian di Jepang) beli tiket KL-KANSAI-SEOUL dan mulai mengurus Visa Jepang. Alhamdulillah sesuai dengan pengalaman orang-orang juga ngurus Visa Jepang itu ga seribet ngurus Visa Korsel, malah petugas konsulat jepang di Bali sangat mambantu banget klo ada data yang kurang lengkap, kita diberi waktu untuk melengkapi terlebih dahulu.
      Jadi setelah Visa Jepang kita berdua di Approve ga lama kemudian selang 2 minggu ada perubahan kebijakan baru dari Korsel kalo mulai 1 Mei 2016 ga bisa lagi masuk ke Korsel pake Visa Jepang..langsung berderai air mata deh kita berdua,,,,hahahaha *lebay sedikit*
      setelah dihitung2 dan dipikir2 lagi akhirnya adik saya batal berangkat, karena pada waktu itu tiket bali dari Jepang juga udah mahal banget.,,,,mudah-mudahan dilain kesempatan adik saya bisa ke Korsel juga yaaaaa Amiiiiiiinnnnn
      Kansai-Seoul 
      Tanggal 29 April 2016 saya berangkat ke Seoul kewat Kansai International Airport naik Peach Airways...hikzzz rasanya ga mau ningglin Jepang secara cuma sebentar banget disana baru sempat Ke Osaka doank,,,sampai di Incheon kira-kira jam 14.00 waktu setempat, proses imigrasi kelar langsung cuzz naik Arex (Airport Ralrway Express) ke Uwa Guest House di daerah Hongdae, kenapa saya milih naik Arex daripada naik airport shuttle bus karena selain lebih murah (Arex 4000 won Bus 15.000 won) Arex juga berhenti di Statiun Subway Hongdae jadi ga perlu pindah kereta lagi...sampe di Hongdae kira2 jam 16.00 langsung check in dan mandi lanjut jalan2 seputaran Hongdae sampai malam (nyobain street food di Hongdae, makan kebab, window shopping) oia pas di tanggal saya dateng di Hongdae lagi ada Mapo Festival jadi banyak Performance2 di sepuratan Hongdae jadi lumayan tontonan gratis hehehehe...oia sedikit pengalaman ni karena saya solo traveler (temen2 masih di jeju) jadi pasti kemana-mana sendiri donk, dan waktu di Hongdae saya didatengin sama mbak-mbak korea gitu hehehe katanya anak kuliahan ngajak ngobrol ngalor ngidul, saya udah mulai ga enak perasaannya akhirnya mengakhiri pembicaraan takutnya itu penipuan soalnya menjurus ke diajak ke kosannya nyobain pake hanbok (pakaian tradisional korea) untungnya saya cepet nyadar dan langsung ngacirrrr...hehehe bukan bermaksud berprasangka buruk sih tapi karena jalan sendiri jadi lebih waspada aja
      berhubung hari itu saya capek banget habis flight belum sempet istirahat jadi langsung balik ke Guest House deh, lumayan yang tadinya ga bawa apa2 pulang2 bawa tentengan hahahahha..oia buat cewe2 yang suka belanja2 kosmetik kaya saya ini (hahahha) di Hongdae juga banyak toko2 kosmetik lo...dan setelah keluar masuk toko kosmetik di daerah Hongdae, Ihwa, dan Myengdong di Hongdae sama Ihwa paling banyak ngasi free sample, padahal belanjaannya paling cuma habis 4000 won donk... *hihihi
       
      oia kenapa saya milih nginep di Uwa Guest House soalnya review nya bagus, trus pas sampe sana memang sesuai bayangan banget, kamarnya enak walaupun dapet yang sekamar ber 6 tapi ga terlalu penuh, tempatnya lucu suasananya bagus, deket dari subway Hongdae (exit 2 atau 8) trs yang paling penting Stafnya baikkk banget, karena tau saya muslim jadi dia bantu saya nyari makanan halal di sekitaran guest house,,,,alhamdulillah. OIa saya bookingnya lewat Booking.com dan setelah booking dpt email konfirmasi lagi dari Uwa Guest Housenya plus petunjuk menuju Guest House dari Hongdae Station lengap disertai dengan gambar,,pokoknya ga bakal nyasar.

       
      Perkiraan Pengeluaran Hari ini : 
      Arex : 4150 won, Top Up T Money : 35.000 won, Guest House 2 malam 33.150 won, Makan Kebab 4.500 won, Belanja (lupa hehehe)
       
      DAY 2 Sabtu 30 April 2016 : YG Enetertainment, Ihwa Mural Village, Digital Media City, Haneul Park, Ehwa Women University
      hari ini dimulai dengan bangun kepagian...hehehe sebenernya bukan kepagian sih tapi kayanya emang di sini orang-orang baru mulai beraktivitas itu di atas jam 09.00 hahahaha saya yang jam 04.00 udah bangun jadi bingung sendiri mau ngapain, akhirnya siap-siap terus keluar Guest Housejam 07.00 menuju GS 25 nyari sarapan, jalanan masih sepiiiiiii banget. Berhubung masih jalan sendiri akhirnya memutuskan untuk nyari yang namanya Gedung YG Entertainment, oia sebelumnya maaf banget klo FR saya ini ga ngejelasin secara mendetail soal arah perjalanan soalnya di sana juga ngandelin Google Maps dan Apple Maps hehehe jadi begitu mau jalan baru nyari arah,,ga prepare sebelumnya, tapi alhamdulillah ga pake nyasar kok..jadi sambil sarapan sambil browsing arah menuju YG Entertainment, akhirnya nemu blog orang yang detail banget penjelasannya, jadi berbekal penjelasan dari blog itu berangkatlah saya menuju YG Entertainment 
      Hongdae-YG Entertainment (Subway Hongdae Station-Hapjeong Station cuma 1 stop) keluarnya  di exit berapa saya lupaaaa hahahaha..pokoknya sesuai ama petunjuk aja, (selama di sana saya pake aplikasi Subway Korea lengkap banget) terus jalan beberapa meter ngikutin petunjuk sampelah di Gedung YG Entertainment yang terkenal dikalangan penggemar Kpop itu hehehe...

      Foto-foto sebentar, karena jalan sendrian cuma ngandelin tongsis, eh ternyata lagi ada rame turis China di situ jadi ada yang bisa dimintain tolong fotoin deh hehehehe (foto-foto di upload belakangan yaaa)...karena masih sepi banget jadi di sana ga lama-lama juga, mau nungguin GD apa TOP keluar juga kayanya ga bakalan ada deh hahahah..akhirnya balik lagi menuju Ihwa Mural Village. 
      Ihwa Mural Village
      Seperti biasa saya sebelumnya udah nyari petunjuk arah ke Ihwa Mural Village dan nemu blog (thinkofseoul.blogspot.com) yang penjelasannya bagus banget, jadi dengan mengandalkan petunjuk jalan lagi berangkatlah saya ke Ihwa. Petunjuknya yang lengkap banget jadi memudahkan saya kemana-mana soalnya udah ada penjelasan naik subway turun station apa, trus ada petunjuk gambarnya juga,,hehehehe. Jadi sampe dengan selamat deh di Ihwa Mural Village, berhubung ini bukan destinasi mainstream kirain bakalan sepi dan bebas foto2 di Mural Village, eh ternyata lagi banyak anak sekolahan yang pada study tour (kayanya) jadi di sana rame banget,,,heheh spot-spot foto jadi antri...tapi emang Ihwa Mural Village ini soooooo cuteeeeeeee,salut deh sama penduduknya rumah mereka di gambarin segala macem,diwarnain, jadi keliatan lucu dan jadi tempat wisata sekarang, Ihwa Ini klo di Busan mirip Gamcheon Cultural Village kali ya...oia keluar dari subway station saya inget banget klo itu daerah kampus Seoul University of Medicine di daerah Daehakro,,gedungnya bagus deh arsitektur lama gitu,terus banyak teater juga disana, ada taman-taman yang nyaman banget...ahhh jadi kangen Seoul...di seputaran Ihwa Mural Village ini juga banyak cafe-cafe unik, tapi pada dasarnya Seoul ini isinya kayanya cafe semua...hehehe. Pokoknya klo ke Seoul wajib banget ini ya ke Ihwa  Mural Village.

      Karena jalan yang cukup menanjak dan cukup bikin kaki pegel-pegel jadi mesti siap-siap pake sepatu yang nyaman yaa..Puas di Ihwa Mural Village, lanjut ke tujuan berikutnya tadinya mau langsung ke Haneul Park, Dari Ihwa maik Subway harusnya turun di World Cup Stadium, tapi di perjalanan, malah bablas ke Digital Media City hehehehe,
      Digital Media City
      DMC ini sebenernya daerah perkantoran gitu, bukan tujuan wisata juga, cuma saya penasaran banget karena di sana ada Gedung CJ E&M, SBS, MBC, TVN..hahahah semuanya Gedung Stasiun TV, soalnya saya kan hobby banget noton Drama Korea, Variety Shownya juga jadi kali-kali aja ke sana lagi ada syuting apa gitu kek,hehehe soalnya Running Man kan sering syuting di Gedung SBS, yah walaupun ga liat syutingnya paling ngga ngerasain feelnya ehehehehe..nah kalo ke DMC ini karena tujuan dadakan banget saya ga sempet brwosing dan murni ngikutin petunjuk arah yang ada aja,,di Seoul soalnya cukup lengkap kok petunjuknya...dan alhamdulilah ga pake nyasar. Karena gedung perkantoran dan pas kesana pas jam makan siang jadi rame banget pegawai2 yang pada makan siang,,,hehehe ada yang bawa bekel trus makan di taman di deket gedung (aduhh saya jatuh cinta sama taman2 disini) ada yang makan di resto seputaran gedung...hehehe dan sinyal makan saya pun beraksi, tp ga makan di restoran sih karena cuma sendiri jadi ngandelin GS 25 atau 7 11 aja,,
      Oia disini saya ngerasain banget klo jalan pasti diliatin orang,,,ahhahahaha klo di Hongdae dan Ihwa mungkin orang-orang udah biasa kali ya liat traveler, nah di DMC yang bukan tujuan wisata pastinya mereka bingung ni.,,,,siapaaaa yaa cewe berkerudung biru jalan-jalan sendirian hahahahha...tapi udh biasa lah diliatin, disini jilbab yang saya pake sering banget jadi pertanyaan..ga di subway, ga dimana-mana klo diajak ngobrol orang sini yang bisa pake bahasa Inggris pasti deh nanyanya jilbab :)

      Baiklahh setelah puas keliling DMC...lanjut perjalanan ke Haneul Park (naik Subway dari DMC ke World Cup Stadium station cuma 1 stop kayanya)
      Haneul Park
      Perjalanan kali ini lagi-lagi terinspirasi acara variety show korea 1 night 2 days...mereka pernah ke Haneul Park ini dan pemandangannya luar biasaaaa...tamannya klo musim-musim tertentu gitu kaya padang ilalang,,,jadi kita kaya jalan menyusuri ilalang2..bagus buat foto-foto..makanya saya saranin klo ke sini jangan sendirian kaya saya...hahaha ga ada yang motoin cuuyyyyyy...hahaha ini juga tempat wisata anti mainstream yang wajib dikunjungi kalo ke Seoul ya...udah banyak reviewnya di blog-blog kok jadi ga susah juga menuju ke sananya...Keluar dari World Cup Stadium station kamu tinggal ikutin petunjuk ke arah rangkaian taman World Cup Stadium...ini sumpah deh luassss banget tamannyaaaaa...bisa-bisa kita nyasar kalo ga liat petunjuk terlebih dahulu,,,saya juga ngandelin petunjuk dari blog yaaa..biar ga bingung karena di sini banyak banget taman-tamannya... kalo masih bingung juga letak Haneul Park dimana kalian bisa langsung liat bukit yang di atasnya ada kincir anginnya...nah disitulah letak Haneul Park,,,jangan keder dulu ya liatnya..tempatnya emang tinggi...dan menuju ke sana ada 300 anak tangga yang harus dilewatin,,hahaha saya ga mau kalah sama ajumma ajumma korea yang meskipun udah tua tapi masih semangat banget hiking ke atas.Untuk yang ga mau capek-capek naik tangga ada bis juga kok menuju ke Haneul Park 2000 won sekali jalan sebenernya bukan bus juga sih..mobilnya kaya mobil golf tapi lebih gede, belinya di mesin tiket otomatis. Jadi setelah melewati 300 lebih anak tangga akhirnya saya sampai juga ke Haneul Park..sampe di atas pemandangannya bagus banget bisa liat Seoul dan Han River dari atas,,,anginnya lumayan kenceng. Berhubung hari udah lumayan sore...jadi saya memutuskan untuk ga lama2 di Haneul Park, dan emang waktu itu kaki udah pegel banget karena salah pake sepatu T_T

      Ehwa Women University
      Setelah dari Haneul park,,balik lagi ke Hostel buat mandi dan siap-siap buat perjalanan berikutnya. Berhubung ini malem minggu pasti daerah Hongdae penuh sesak sama anak2 muda yang mau hang out,,,heheheh, karena ga mau terlalu rame akhirnya saya malah milih jalan2 di seputaran Ehwa Women University aja sekalian, dari stasiun Hongdae ke Stasiun Ehwa uni juga cuma 1 stop aja....di Ehwa ini banyak juga toko2 kosmetik dan baju2 lucu pokoknya surga buat yg hobby belanja 
      Capek jalan2 di Ehwa keluar masuk toko kosmetik heheheh akhirnya pulang dengan membawa sakit lutut yang luar biasa akhirnya mampir ke apotek beli salep pain killer,,,hihihihi Sampe Guest House packing-packing karena besok udah pindah lagi ke daerah Euljiro, ketemu sama temen2 yang dari Busan (akhirnyaaaa besok ga jalan2 sendirian lagi) :)

       
      DAY 3 Minggu, 1 Mei 2016  : EVERLAND THEME PARK
      Bangun pagi-pagi banget karena semangat mau ketemu temen2 yang dari Busan...hehehehe...Waktu check out dari Uwa Guest House ternyata dibawah masih sepi banget...jadinya cuma ninggalin kunci aja di resepsionis,,,,ahhh ga bisa pamitan sama yang lainnya....mudah2an ada kesempatan mampir ke sini lagi...
      Jalan ke subwaystation sambil bawa belanjaan yang berat repot juga yaaakkk hahaha...untungnya jalannya ga terlalu jauh...sampai di Hongdae Station ternyata masih sepi banget juga jadi ga rebutan masuk subwaynya alhamdulillah....ga lama turun di Euljiro 3 udah dijemput sama temen yang sudah sampe Seoul subuh tadi dari Busan naik Mugunghwa....ahhhh senangnya jalan-jalan sendiriannya udah selesai...
      Langsung menuju Gedung Apartemen di daerah Euljiro yang udah kita sewa di airbnb.com ini pertama kalinya nyobain airbnb,,,dan alhamdulillah sesuai dengan perkiraan, gedung apartemennya emang tergolong agak tua, tapi di dalem nyaman banget, semua kebutuhan ada komplit,,kasurnya nyaman, TV gede banget, mesin cuci, microwave dll. Jadi klo mau masak makanan sendiri bisa banget...
      Setelah haha hihiii sebentar sama temen2 kita memutuskan untuk segera menuju Everland karena letak Everland yang lumayan jauh (kira2 1 jam). Kita ke Everland pake subway aja dong...hehehehe ada pilihan transportasi lainnya juga menuju Everland, kaya shuttle bus atau taksi, tapi demi menghemat biaya kita milih pake subway aja, walaupun harus turun naik beberapa stasiun....Sampai di daerah Yong in kita ganti kereta menuju Everland, klo ini keretanya lumayan kecil yah mirip2 kereta dari Vivo Citu ke Sentosa Island lah,,isinya orang-orang yang mau liburan ke Everland semua ni kayanya...hehehhe
      Akhirnya sampai juga di Everland...asiikkkkk...kita sebelumnya udah beli ticket everland di trazy.com lumayan banget dapet potongan diskon dari harga normal....masuk kawasan everland langsung ambil peta dan siap2 berpetualangan naik wahana-wahana....saya jelas langsung menuju T-Express (Roller Coaster Kayu) yang antriannya 2 jam sendiri,,,karena temen-temen ga ada yang berani akhirnya antri sendirian...hahahahha...tapi pokoknya jangan sampai ngelewatin T-Express ini lah yaaa kalo udah sampe Everland....3 menit yang bikin jantung copot dan suara habis...
      Kawasan Everland ini luas banget pemirsa...jadi ada kaya kereta gantung sendiri yang menghubungkan kawasan 1 dan kawasan lainnya,,,kalo jalan kaki bisa bikin gempor, berhubung ini hari Minggu jadi everland lagi rame banget kita ga sempet naik wahana-wahana semuanya,,yang penting saya udah cukup puas naik T-Express, sisanya kita foto-foyto di kebun bunganya,,,,oia di dalem Everland ini ada Line Store juga lhooo..bisa foto bareng Brown dan Cony :)
      Semakin sore udara di Yong in makin ga bersahabat, dingiiiinnnn banget, jadi kita memutuskan untuk ngeskip parade karena bakalan malem banget sampe Seoulnya sementara kita ngejar subway terakhir...jadi kita balik lagi ke Seoul sekitar jam 7an.... disepanjang jalan menuju seoul semuanya sukses ketiduran di subway hehehehehe

       
      DAY 4 Senin, 2 Mei 2016 : Gwanghwamun Square, Bukchon Hanok Village, Dongdaemun 
       
    • By Ahook_
      Tanggal 13 Mei 2017.

      Dari Lhasa berpindah ke Chengdu lewat jalur darat dengan menumpang kereta api yang menempuh 44 jam perjalanan. Bisa baca disini.

      Kemaren itu, aku juga sempat galau, ingin lebih cepat sampai di Chengdu dengan memakai pesawat terbang agar bisa nyambung ke Jiu Zhai Guo. Setelah pikir, kalau mau mencoba jalur kereta api Lhasa ke Chengdu di lain kesempatan, tentu akan sangat sulit lagi. Karena, bagiku, trip ke Tibet, cukup sekali dalam seumur hidup deh. Karena itu, aku baru beli tiket kereta api Lhasa – Chengdu 1 minggu sebelum berangkat dari Jakarta.

      Aku menghabiskan 2 malam 3 hari di Chengdu dari sisa perjalanan yang aku mulai dari Bali ke Nepal kemudian Tibet. Entahlah, entah cukup atau tidak 3 hari itu. Yang jelas, aku maksimalkan 3 hari itu di Chengdu, notabene adalah ibukota dari provinsi Si Chuan. Sebenarnya ya, kota Chengdu itu diluar dari ekpektasi aku, diluar dari dugaanku. Yang menurutku sih hanya sebuah kota kecil saja, ternyata, yang ada malah lebih dari sebuah kota modern.

      2 malam di Chengdu, aku nginap di Mrs. Panda Hostel, yang terletak di Lin Jiang Middle Road. Aku pesan via agoda.com seperti biasanya, dan baru aku pesan dihari terakhir aku di Lhasa, Tibet. Keputusan untuk nginap disini boleh dikatakan sangat tepat. Letaknya yang strategis, dekat banget dengan stasiun bus Xin Nan Men dan Metro Line Xin Nan Men. Jalan kaki sekitar 5 sampai 10 menitan. Tetanggaan doang.

      Kalau mau ke Jinli Street atau ke Wu Hou temple, bus stop 182 juga dekat kok. Tidak perlu pindah bus, langsung sampai ditujuan. Paling penting adalah ketika harus ke airport, tinggal jalan kaki saja, sekitar 20 menitan lah. Kamu bisa dapatkan petunjuk arah ini di mading hostel.

      Aku bayar Rp 338.231,- untuk 2 malam di Mrs. Panda Hostel, private room dengan kamar mandi diluar. Tidak ada sarapan pagi, ada AC, Wifi yang kadang lancar, kadang lemot, padahal mereka ada beberapa ID. Ada air minum gratis. Staffnya, erhm… cewe- cewe kece sih, kebanyakan sih ramah, kecuali ada 1, ntah bosnya atau managernya, bukan tidak ramah, tapi agak jutek kelihatannya. Bisa Bahasa Inggris. Hostel ini, banyak bule dan orang Jepang. Beberapa turis lokal dari kota lain juga ada. Tempatnya sih adem,  nyaman dan bersih. Okey-lah. Tempat nongkrongnya juga ada, santai banget. Seperti biasa, setelah check out, kamu boleh titip tas kamu. 

      Aku kalau ada kesempatan ke Chengdu, aku akan balik nginap disini saja. Mau kemana – mana gampang dan dekat, termasuk ke shopping center, pusat keramaian di Chengdu. Jalan kaki sekitar 20 menit atau kamu bisa naik Metro Line, 1 kali stop saja.
      With Love,
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---Semoga Semua Mahluk Hidup Berbahagia---
       
       
    • By Gulali56
      Libur Waisak 2017 lalu, saya dan kakak saya ke Seoul. Terus terang trip kali ini saya kurang semangat, karena awal 2017, saya didiagnosa penyakit kronis yang cukup menghabiskan uang tabungan saya dan harus control ke RS tiap 2minggu sekali  Akan tetapi berhubung tiket dan hotel sudah dibayar di 2016, jadilah saya tetap pergi berlibur.
      Utk trip kali ini, saya sama sekali gak ambisius. Tiap hari baru keluar hotel jam 10pagi,semua alarm dimatikan agar istirahat cukup setiap harinya untuk menghindari  tambah sakit. Itinerary pun merupakan itinerary 3tahun yang lalu yg tidak saya cek/update lagi, karena saya lbh fokus cari data resto yg worth it saya makan dengan pantangan makan saya yg seabrek.
      Day 1:Kamis, 11 Mei 2017
      Jam 8.30 pagi saya tiba di bandara Incheon menggunakan pesawat Garuda hasil promo Garuda Travel fair Oktober 2016. First impression saya adalah airport nya nothing special malah mirip Soetta terminal 3 yg baru,.Yg pasti cuaca ternyata masih dingin menggigit dan saya dan kakak saya underdress alias cuma bawa cardigan tipis dan scarf seadanya.
      Stlh kelar imigrasi yang cukup panjang dan mengambil bagasi, kami segera mencari minimarket utk membeli T-money dan top up. Hrg kartu 6,000 won dan berdasarkan itungan kasar top up 30,000 won cukup utk seminggu.

      Kami menginap di area Hongdae yang terhubung dengan Airport Express (AREX) +/- 56menit dengan biaya 4,150 won.
      Review hotel di disini 
      Kelar proses check in dan serah terima egg (sebutan mobile wifi disana) kami istirahat dan mandi2 dulu baru sore nya keluar hotel dan mulai meng-explore Hongdae.
      Berhubung google maps tdk akurat di Korea (krn org Korea menggunakan Naver), jadi walopun py internet, kami mengandalkan peta kertas hasil ngembat di airport dan hotel.
      Area Hongdae yang paling rame, terletak di sekitar exit 9, berhubung gak yakin kalo lewat station harus tap kartu/tdk (Note :stlh hari ke-2 baru confirm antar exit/entrance dlm station tdk perlu masuk platform berbyr) jadi kami menyusuri jalan besar dari exit 3. Untung sukses gak pakai nyasar. Malah ketemu Kakao store dan museumnya. Berhubung saya familiarnya chatting platform kyk Whatsapp dan Line, terus terang gak paham karakter2nya, tapi store nya cukup lucu utk ajang foto2.

      Ketemu Daiso store yang terletak dijalan di balik Kakao store. Daiso di Korea ini mnrt kabarnya putus afiliasi dengan Daiso jepang, shg bukan toko 1 harga. Harga termurah 1,000 won. Saya nemu topi seharga 3,000 won disini. Dari segi koleksi , masih seruan Daiso jpn, plus lbh murah di Jepang yg cuma 100 yen semua brg. Oiya di Korea, jarang dikasi plastik kantongan, unlike di Jepang yg super royal, jadi siap2 aja ribet kalo belanja kebanyakan kyk saya. Mo beli kantongan , entah ngomong nya apa.
      Dpn exit 9 ada tukang2 jualan tteokbokki ,gimbap, dan odeng seharga 2500 won/pcs nya. Rata2 org sana ngemilnya di tmpt jualannya skalian mencari kehangatan dari kompor dan tempat rebus2annya. Kita cobain tteokbokki  1porsi dan dikasi minuman panas di gelas kecil. Entah apaan, rasanya kyk kaldu/kuah daging mungkin kuah dari rebus2an ya. Lumayan utk netral-in pedesnya tteokbokki.

      Berhubung tujuan awalnya mo dinner di dakgalbi di Yoogane, kita jalan lagi muter2 gak ketemu2. Akhirnya cari tourist information yg dkt exit 9, ternyata Yoogane persis diblkg gedung tourist information. Yg which is memang dari awal kita udh ngira resto nya dijalan itu, tp mata kurang awas diantara semua papan nama bertulisan korea.
      Di area depan  Yoogane  ini ternyata area yg digunakan utk street performance di Hongdae. Ada yg nyanyi solo dan ada group dancer, dengan jarak satu sama lain cuma 3meteran shg suara musik saling bercampur baur. Dan penonton terbagi2. Yg paling rame tentunya penonton group dancer, byk groupie yg masih berseragam sekolah teriak2 bikin org tambah penasaran. Jujur sih kalo diliat baik2 gak cakep2 cuman nge dance nya semangat dan kompak ala2 group2 K-pop di tv.. seru liat animo-nya.

      Yoogane (요가네) Dakgalbi, 163-11 Donggyo-dong, Mapo-gu, Seoul
      Hongik MRT Exit 9: lgsg belok kiri dari pintu exit, lurus, sampai ketemu toko H&M di sblh kiri, lalu belok kiri lagi. Restonya sktr 10meteran dari belokan. Kalo mata udh siwer, cari tourist information di dkt belokan H&M aja..
      Dakgalbi adlh daging ayam yg dimasak dengan bumbu  kimchi rasa pedas manis. Hrg seporsinya  8,000 won dan wajib beli porsi sendiri2 dgn alasan porsinya gak cukup buat berdua. cmiiw di Korae itu rata2 hrs pesen minimal 2 porsi semeja, jadi beruntunglah yg pergi ber-3.

      Kita pesen 2 porsi dakgalbi (8,000won x 2) dgn topping mozzarella cheese (2,500won) dan nasi 1 (1,000won). Meja penuh dengan free banchan, yaitu side dish nya Korea yg isinya kimchi berbagai rasa, dan botol air dingin 2lt. Serba gede yak. Sempet kesel krn berasa byk bgt. Tp ternyata abis juga.Hahaa…
      Selesai makan ternyata di luar masih rame street performance tadi, malah ketambahan ada yg jualan juga. Besok org2 ini gak pada sekolah/kerja ya? Heran. Mana makin malem, anginnya makin dingin.
      Krn sudah hampir jam 10 mlm, kami segera balik ke hotel utk istirahat.
      Day 2:Jumat, 12 Mei 2017
      Hari ini kami ke istana Gyeongbokgung. Keluar hotel baru jam 10pagi stlh sarapan dulu sekedarnya dikasi hotel yaitu muffin coklat, potongan apel, dan irisan jeruk. Somehow sih selama menginap disana cukup2 aja yg dikasi dari hotel utk tamu2nya. Mungkin kebetulan dpt tamu2 yg makan sekedarnya gak ada tamu2 maruk tebel muka.
      Dari platform Gyeongbokgung Stn, menuju istananya melalui underground yg nyambung berkepanjangan sampai keluar di exit 5. Agak semi cepet2 krn kami ngejar free tour berbhs inggris di jam 11.

      Ternyata hari ini adlh hari field trip di Seoul alias istananya penuh nuh sama anak2 sekolahan ber group2. Sisi baiknya dpt diskon 500 won dari hrg nomal tiket 3000 won. Dan serunya bisa foto2 sama anak2 ini yg pada niat2 pakai hanbok (baju tradisional korea).
      Agak susah konsen mendengarkan celotehan tour guide, krn kakak saya rempong minta di foto sama rombongan anak2 ber hanbok ini yg kyk nya tiap kesempatan hrs bergaya berlatar blkg mrk.
      Kelar tour dan kelar foto, kita segera kembali ke stasiun Gyeongbokgung utk mencari exit 2. Menuju restoran tradisional korea berupa samgeytang alias ayam ginseng. Dari exit 2 cukup lurus ikutin arah exit sambil liatin nama gang di sblh kiri. Yg cukup melegakan di Seoul ini masih mencantumkan tulisan latin nya jadi gak tll susah nyarinya.
      Stlh antri sktr 15menitan, kami berhasil mendapat seat. Restonya ternyata cukup luas, tp kalau dari luar tdk keliatan.

      Kami pesen 1 porsi samgeytang ( 15,000won) dan pajeon (15,000 won). Pajeon itu dadar telur ala Korea dgn topping seafood. Ayam ginseng nya sendiri mirip2 ayam rebusan buatan saya..wkwkwk.. krn saya dirmh ngurangin garam dan anti msg. Dgn kata lain hambar. Utk menambah rasa memang hrs racik sendiri dgn blackpepper dan garam yg disediain.  Overall sih.. ini makanan 2 biji mehong bgt… wkwkwk,mending gw ndiri yg masak.
      Yah namanya jg cari pengalaman ya.Berhubung resto ini laku bgt, rata2 org makan disini jg gak berlama2, vini vidi vici, abis makan lgsg ambil nomer meja, lalu ke kasir utk bayar.
      Gyeongbokgung Palace ~ 09:00-16:30.Tuesday closed.
      English tour: 11:00, 13:30, 15:30. Tour starts in front of Gyeongbokgung Information Center inside the Heungnyemun Gate. Tour duration: 1.5hr. No need to register first.
      Station:  of Gyeongbokgung Station (Subway Line 3) exit 5.
      Lunch at : Tosokchon Samgeytang (土俗村人參雞湯).
      Open:10:00am to 22:00pm. Address:  Jahamun-ro 5-gil, Jongno-gu, Seoul
      Station:  of Gyeongbokgung Station (Subway Line 3) exit 2. Lurus terus (170m) sampai belokan kiri gang ro 5-gil.
      Kelar makan siang, kami ke N Seoul Tower, maksud hati mo naik cable car tp ngelindur salah baca malah salah turun station yg menuju Namsan Park nya dan dengan sotoy nya jalan terus ditamannya sampai akhirnya nyerah dan balik lagi ke stasiun awal utk cari halte shuttle bus ke N seoul tower. Berhasil dpt Namsan Tour bus no.2 dari depan Chungmoro Stn entah exit brp krn kebalik2 semua bacanya.

      Krn lama nyasar dan akhirnya kelar foto2 di N seoul ,sudah hampir jam 7mlm. Pdhal rencana hari ini mo muter2 Myeongdong beli titipan kosmetik org2 yg seabrek2 .
      Dari Namsan tower kami naik bus Namsam tour no.05 dan turun di halte Myeongdong. Berhubung dikejar wkt tutup toko, kita skip dinner tp ngemil doank. Seriusan.. saya gak ngerti knp org mau2an aja terima titipan seabrek2 tanpa mark up hrg cuma ambil persenan tax free nya doank (ngomong ke diri sendiri) ya capek, ya berat ,ya ngabisin wkt yg bisa digunakan utk kuliner yg terkenal di Myeongdong ini.
      Kelar belanja pesanan udh jam 10mlm sudah mulai tutup2, saking udh capeknya, maksud hati mo ambil resto halal makanan middle east, tp salah lantai krn kebawa mba2 yg narikin tamu di gedung yg sama tp beda lantai ke Chinese restaurant. Sisi baiknya makanannya enak buat org yg telat makan kyk kita.

      Kami pesen bulgogi di hotplate. Harga 8000 won. Enak panas2 diudara dingin. Sorry foto blur krn uap panas dari hotplate nya dan keburu laper buat ngecek foto 

      Day 3: Sabtu, 13 Mei 2017
      Kali ini kami ke Suwon, luar kota Seoul. Berhubung berangkat dari Seoul udh kesiangan krn pake acara keabisan paket data dari wifi egg , jadinya mengandalkan (fakir)  free wifi di Korea yg bertebaran di stasion dan tourist information.
      Krn kepala udh pusing, instead ke objek wisata yg terkenal di Suwon yaitu fotress nya, malah ke Korean folk village nan gak jelas krn tertarik shuttle bus yg gratisan depan stasiun Suwon.

      Korean Folk Village ini asli gak jelas, tp buat penggemar K-drama yg historical, ini suka dipakai syuting film. K-drama terbaru yg saya inget ada syuting disini adalah Hwarang : The poet warrior Youth.  Tp berhubung saya itu gak ngefans2 amat,habisan tokoh utamanya mirip mantan (halah jadi curcol) jadinya gak excited2 juga.
      Tiket masuknya mayan mahal 15,000 won. Tp kelebihan folk village di sini ketimbang di Seoul, memang natural menyatu dgn alam gak ada gedung modern sama sekali. Sayangnya menjelang sore ujan deres,padahal model jalannya tanah2 , jadi akhirnya lari2 kembali ke tempat shuttle bus nunggu last bus ke Suwon Station.
      Dari Suwon kami ke Lotte world Tower krn kakak saya harus bgt beli sesuatu di Hard Rock Café Seoul.

       
      Di Lotte World Tower ada bangunan tertinggi di Seoul dan baru dibuka observation deck nya April bulan lalu. Berhubung tiket masuknya muahal bgt yaitu 27,000 won, jd cukup foto2 dari luar aja.
      Pas cari makan ,mendadak dia nyadar kalo makan mahal2 mulu 2hari kmrn, dan maksa mo murah tapi halal. Ya wasalam cuma stuck ngemil2 gimbap dan roti.

      Oiya disini ada Ghibli store juga kyk di Jpn, dan ada bus kucing dari film Totoro. Sayang mahal2 merchandise nya. Di jpn aja mahal bgt apalagi di Korea . Gak kebayang hrg merchandise nanti exhibition Ghibli di Jakarta. Entah brp kali lipat nya.
      Akhirnya balik ke Hongdae area dan tetep kekeuh mo muter2 cari resto halal nan murah. Berhubung saya udh mo collapse akhirnya maksa makan kebab yg jualan tdk  jauh dari exit 9. Krn sudah jam 10mlm ,tinggal daging ayam. Tp setidaknya bisa makan.

      Sblhnya ada jualan churros yg saya beli juga. Krn kalo capek kesel lapar, harus byk makan.
      Day 4: Minggu,14 Mei 2017
      Hari minggu ini kami ke Insadong krn stlh itu berencana mo ke istana Changdeokgung & Secret Garden Huwon yg dkt Insadong.
      Keluar dari exit 6 Anguk station, tinggal lurus saja sudah keliatan tourist information dan jalan yg mengingatkan saya kyk jalan di pasar baru Jakarta.
      Sblm belanja2 kami memutuskan foto2 di sebrang jalan yg kebetulan ada dinding batu yg mirip lokasi syuting K-drama Goblin. Wkwkwk . Sbnrnya mo lanjut ke lokasi syuting Goblin yg terletak di universitas perempuan dkt situ tp baca2 gara2 fans Goblin yg makin rusuh foto2 di area skolahan, akhirnya ditutup utk umum. Ah sayang sekali.

      Beli oleh2 sebnrnya diInsadong agak mahalan, tp sempetnya kesini ya suds dijalanin aja. Dan krn beli banyak, kakak saya susah beli dikit, dpt diskon nya lumayan juga.

      Di Insadong ini kami nyobain bubur korea  yg porsinya gede bgt. Plus beli bibimbap. Sekalian istirahat sblm memulai jalan kaki ke Changdeokgung. Dari exit Anguk tadi tinggal jalan menuju arah kebalikan dari Insadong. Sepanjang jalan sesekali byk org2 yg rental hanbok yg menuju arah istana jg. Liat2 sih memang semakin jauh dari istana, hrg sewanya lbh murah.
      Krn temen saya nyaranin ke secret garden, jadi saya ambil tiket terusan istana dan secret garden seharga 8,000 won.
      Masuk ke Huwon secret garden ini ada tour guide nya. Masuknya harus sesuai jam.. Tp basically tiap 30menit skali ada , cuman hrs liat yg tour English nya kpn. Kebetulan saya beli kedptn tur bhs Korea, berhubung dtgnya 15menit sblm tur dimulai, kita mikirnya lsg masuk aja toh gak bakal ngerti juga ,yg jaga juga gak bs bhs inggris jadi gak komen apa2 liat kita nyelonong stlh cek tiket, eh malah ketemu tur jam sblmnya yg bhs inggris.

      Well… ternyata kalo denger saran org tuh hrs specific. Harus tanya balik, kapan dia kesananya. Terus terang sih taman ini lbh mirip hutan kecil. Dan krn musim spring borderline summer, warna dedaunan nya standar ijo aja gak variatif. Sedangkan temen saya yg nyaranin itu dtgnya pas Autumn yg daunnya warna warni. So be prepared. Unless pas Autumn, mending skip aja. Wkwkw.. Plus jalan nya naik turun dan cukup luas (namanya jg hutan ).
      Krn blm sore2 amat, jadi kami pergi ke Gangnam.Kembali mengikuti saran temen, krn ga ada ide apa yg diliat di Gangnam, jadi minta yg beneran iconic. Jadilah kami ke K-star road utk melihat beruang2 Gangnamdol. Sbg bukan penggemar K-pop ini sbnrnya gak penting, tp setidaknya beruang2nya lucu.  Yg saya agak familiar sih cuma EXO dan CNBLUE yg kebetulan temen saya yg tadi nyaranin itu, hobinya nge post di socmed nya tt group ini. Pernah sekali 2kali denger di tv lagu2nya. Kalo nama2 nya jgn harap. Area ini disebut luxury road of Cheongdam, memang beda sih, dari keluar platform Station Apgujeong Rodeo Stn, sudah spt mall, rapih dan berkesan mewah. Dimana2 eskalator. Unlike stasiun2 standar lainnya. Area K-star road ini memang full deretan butik2 mewah kelas LV, dll .Tiap brand, py gedung sendiri2 walaupun cuman 2-3lantai.

      Kami berhasil berfoto dgn semua beruang yg kalo diitung sepanjang 1.5km. Krn kaki udh mo patah kebanyakan jln dari pagi, akhirnya balik ke stasiun naik bis. Bis di korea itu jauh/dkt 1,200won untungnya kalo disambung naik kereta (dlm jeda wkt 30menit) T-money hanya mengurangi 50won , krn start harga tiket kereta 1,250won. Walau setiap nama halte jarang ada tulisan latin, setidaknya di peta bus, dikasi tau halte mana saja yg ber-akses stasiun.
      Saya dan kakak saya ini adalah org2 yg suka belanja ke supermarket lokal, biasa kita cari snack local dgn harga yg relative lbh murah drpd beli snack di minimarket 24jam. Berdasarkan info org hotel kami, supermarket murah terdekat dari Hongdae adlh HomePlus yg terletak satu station dari Hongik University station. Yaitu Hapjeong. Berhubung staf hotel nya lupa exit berapa terpaksa kami cari2 sendiri sedptnya exit, untungnya dia sempet kasi tau nama gedungnya krn kami sampai sana sudah hampir jam 9mlm. Ternyata later on dari station Hapjeong ada akses lsg yaitu exit 10. Sedihnya hari itu entah knp supermarketnya tutup , tanya spg kosmetik (krn skalian mampir ke toko yg ada) dia nya susah nerangin knp jam 9 supermarketnya tutup. Dibilang hari libur ya masa supermarket hari minggu tutup. Aneh bgt. Msh misteri. Anyway akhirnya kita pulang ke Hongdae, cari makan mlm.
      Berhubung byk area blm ter eksplore, jadinya asal aja jalan2. Nemu resto ini gambarnya biri2.. semestinya tdk mengandung babi.

      Krn tll nyelimpit2 lokasinya. Resto ini waiternya gak faham inggris. Hahaha keluar deh buku “touch it” yg dibagiin di station2. Intinya cuma nanya ini sapi apa babi, sambil nunjuk gambar sapi dan babi. Ternyata kambing.hahahaha… ya iyalah logonya aja biri2.
      Mo minta nasi ga ada gambar nasi. Untungnya rice masih ngerti. Tetep aja ujug2 hasil orderan, lbh2 pesen, krn gak ngerti cancel nya..
      Intinya kita makan sate kambing yg 2x lipat harga sate pak Jono Pejompongan dengan model pembakaran dimeja masing2. Uniknya rak2 utk bakar satenya bergerak terus shg sate2 dibolak balik scr otomatis dgn rak itu. Pengalaman pengalaman..
      Day 5: Senin,15 Mei 2017
      Hari ini ke Nami island, kunjungan wajib first timer org ke Seoul. Berhubung males searching cara beli tiket intercity train, jadi naik kereta biasa yg perjalannya hampir 2jam. Brgkt dari hotel baru jam 8pagi. Tiba di Gapyeong station,org2 pada antri shuttle bus , berhubung gak minat ke lokasi lain kecuali ke Nami. jadinya kita lgsg naik taxi yg jejer2 dpn station. Cukup bilang Nami. Lgsg diantar dan tarif argo nya cuma 3800won.

      Nami ini kata org2 bagusnya pas autumn dan winter, jadi kalo spring deket2 summer gini ya so so aja. Kata kakak saya mirip tebing Keraton di Bandung. Hahahah ngenyek bgt. Pdhal justru dia yg nonton film Winter Sonata dan nge fans bgt, saya sih blank.  

      Tadi awalnya pas liat petanya bakal mikir capek bgt keliling pulau ini sampai rencana mo naik unicef train yg muter2 di area pulau. Etaunya 2,5jam kelar. Udh pake acara duduk ngaso segala. Rencana mo makan siang disini batal , krn males pasti mahal, kita langsung balik . Taxi balik ke station pas 4000 won dan taxinya banyak mangkal di dpn gate masuk parkiran dermaga.
      Kali ini kami naik Intercity train (ITX) , beli tiketnya di mesin dgn satpam cuma nunjuk2 doank. Suwe nya, kakak saya krn grogian, malah masukin pecahan 50,000 won pdhal harga tiket  ber 2 cuma 10,000 an. Akhirnya ketilep deh di mesin.Hahah pdhal jam brgktnya mepet. Panik2 manggil information centre. In between lost in translation, berhasil jg duitnya dikeluarin stlh mesinnya dibuka. Dan kereta tiba 3menit kemudian.

      ITX ini enak. Hemat wkt 40menitan dari kereta biasa dan bisa tidur krn udh jelas jam berhentinya distation2 tertentu saja dan jamnya tepat.
      ITX ini turun di stasiun Yongsan di Seoul. Berhubung bingung kalo model tiket kertas gini gmn caranya mo nyambung ke kereta biasa,akhirnya pusing keluar gate tiket aja skalian. Maksud hati keluar station biar skalian bisa pake T-money lagi. Liat station Yongsan station besar, iseng nanya information centre apa ada supermarket besar disini. Ternyata ada. Horeee…
      Emart ini rada rada bingungin krn 2 lantai. Lbh bingung lagi dgn system trolley nya krn kekunci dgn trolley2 lainnya . Pk google translate gak mudeng juga. Untung dibantu sama ajumma customer yg kesian liat kita, dan kasi kita duit logam 100won utk ngelepas rantai trolley.. Ooo….

      Disini kita agak kalap liat makanan ready to eat yg murah2 jadinya lupa ke lantai satunya lagi. Pdhal saya rencana mo beli panci Happycall segala.Hahaha..
      Nasi instant disini harganya 680 won per bowl.Tinggal dimasukin ke microwave 2-3menit. Gagal translate lagi. Makan ready to meat nya dari yakitori maupun potongan ayam2 goreng berbagai rasa.Beli cookies2 lucu2 walo agak mahal dan ngabisin tempat di koper, yg penting lucu2. Intinya puas abis belanja di supermarket. Ini yg membuat saya selalu memasukan jadwal ke supermarket lokal di setiap Negara yg dikunjungin.hihihi..
      Susahnya di supermarket ini gak ada kantong plastic sama sekali tp dikasi kardus2 urus sendiri. Salah 1 yg wajib di beli tentunya banana milk yg lbh murah 50won ketimbang di minimarket.

      Pulang ke hotel utk memakan hasil belanjaan di supermarket, baru deh keliling terakhir di area Hongdae. Ketemu hongik university dan area food stall yg ramean, sayangnya gak buka tiap hari keliatannya night market di dkt sekolahan ini.

      Kelar juga deh jalan2 di Seoul di trip ini 
      Besok pagi sudah balik ke Indonesia.
       
       
    • By Ahook_
      Tanggal 4 Mei 2017.
      Aku sengaja naik kereta api ke Chengdu dari Lhasa. Perjalanan yang ditempuh sekitar 46 jam – an itu menyuguhkan pemandangan alam yang luar biasa. Terlebih ketika kereta baru mulai melaju sampai ketika kereta masih berada diatas ketinggian 2.000 m.
      Aku sempat ragu untuk mengambil rute ini, bukan karena lamanya perjalanan, lebih kepada banyaknya review yang mengatakan, semacam neraka saat ingin ke toilet. Iyalah, sepanjang 46 jam itu, yang menghabiskan 2 malam 3 hari, sudah pasti harus bolak- balik ke toilet. Kita tahu sama tahu saja, bagaimana prilaku orang lokal terhadap kebersihan yang satu ini. Nilainya NOL BESAR.

      Pemandangan sepanjang perjalanan.
      Sungguh disayangkan, Cina begitu hebat dalam hal apapun, tapi kalah telak tentang kebersihan toilet. Sudah menjadi rahasia umum, jika kamu akan mendapatkan zonk besar ketika masuk ke toilet. Aroma yang super menyengat akan menyambutmu. Dimanapun itu, termasuk sepanjang trip aku di Tibet, beberapa kali mendapatkan zonk yang tidak bisa dihindari. Karena itu, lebih baik carilah toilet alam. Itu lebih manusiawi.
      Rasa keingintahuan aku lebih besar dibandingkan dengan keraguan dan kekhawatiran akan joroknya isi toilet didalam kereta. Masa bodoh-lah. Akhirnya seminggu sebelum berangkat dari Jakarta, aku menghubungi travel agent yang mengurus perjalananku selama di Tibet, untuk membantuku membeli tiket kereta. Kenapa tidak beli online sendiri saja?
      Ya, kamu bisa online kok. Kemaren itu, waktu sudah mepet, terus jika beli online, kamu tidak bisa pilih tempat tidur. Artinya, itu secara sistem akan menentukan. Nasib baik saja, jika kamu bisa menempati bagian bawah. Kenapa harus bawah? Jelas, bagian bawah itu lebih leluasa, lebih lega, punya jendela besar, colokan listrik juga dekat dan tidak perlu memanjat.
      Setahu aku, ada pilihan untuk 4 orang dan untuk 6 orang, baik soft sleeper maupun hard sleeper, kemudian ada pilihan tempat duduk juga. Bayangi saja sendiri, kalau harus duduk selama 46 jam. Aku sendiri pilih 1 kamar isi 4 orang. Dan berdoa sekuat tenaga supaya tidak sekamar dengan orang lokal, hahaha… takut saja, kalau dia tiba- tiba bisa kencing atau eek dalam kamar. Mati gak loe kalau sampai seperti itu? Berempat juga tidak terlalu berisik jika memang harus sekamar dengan mereka. 
      Karena bantuan travel agent, aku pastikan mereka untuk membeli tiket tempat duduk bagian bawah. Bantuan itu bukan tanpa pamrih, harga tiket keretaku lebih mahal dibandingkan dengan jika beli secara online. Ya sudahlah.
      Ketika baru memasuki ruang tunggu, ya ampun, satu ruangan penuh isinya penduduk lokal, sebagian besar dari mereka adalah dari kampung gitu. Dari cara berpakaian kan bisa ditebak. Alamak, semoga saja selama 46 jam itu, aku tidak mendapatkan pengalaman seperti yang banyak orang alami.
      Kereta berangkat jam 18.20 waktu setempat, jam 17.45, penumpang baru dipersilahkan masuk ke kereta. Deg- deg- an menemaniku mencari gerbong dan nomor kamar yang tertera ditiket. Okey, interior-nya okey, bersih, tidak bau, ada wastafel, ada colokan listrik, TIDAK ADA WIFI. Disediakan air minum, aku sih bilang bersih, ada air panasnya juga.

      Tempat aku menghabiskan 44 jam selama perjalanan.
      Setelah taruh tas, hal pertama yang aku lakukan selanjutnya adalah periksa toilet. Halah… belum dibuka. Selama kereta tidak jalan, toilet tidak boleh digunakan. Kemudian, aku menanti datangnya teman sekamar lainnya, sisa 2 orang yang menempati bagian atas. Tidak muncul- muncul juga sampai kereta jalan. Yiha… artinya, malam pertama bebas. Tidur bisa nyenyak dan khawatir hal- hal aneh akan terjadi.
      Baru setelah hari kedua, entah dari stasiun mana dari kota apa, naiklah satu mama muda bawa anaknya yang berumur sekitar 3 tahun, ketok- ketok pintu. Yups, mereka menempati tempat tidur bagian atas. Pikiranku mulai kacau, mampus, bawa anak kecil lagi. Bisa- bisa, emaknya suruh anaknya pipis saja di kamar. Ya, gimana dong, sudah terlanjur baca review negatif, wajar dong kalau aku sampai parno sebegitunya.
      Dari mereka naik, menjadi teman sekamar, hingga mereka turun entah di stasiun apa keesokan harinya, tidak terjadi satu hal aneh apapun. Mereka lebih banyak berada diluar kamar, makan juga diluar, ngobrol dengan orang lokal lainnya. Mama muda ini lumayan bersih, ya, sopan juga, beretika baik. Entah mungkin dia malu karena sekamar dengan turis atau entah apa, atau mungkin dia pembawaannya seperti itu, bersih dan berbeda dengan teman- teman senegaranya.

      Koridor, bisa duduk santai menikmati pemandangan..
      Dari Lhasa, kereta berangkat tepat jam 18.20, kemudian aku harus transit di stasiun Xi Ning, bagi yang ingin melanjutkan perjalanan, kalau aku jelas, ke Chengdu. Pindah kereta, gerbong dan nomor kamar juga tetap sama seperti tiket yang telah dibeli. Jadi tidak perlu rebutan. Aku pindah kereta tepat setelah 21 jam perjalanan dari Lhasa.
      Selama perjalanan, kereta berhenti dibeberapa stasiun untuk menurunkan penumpang dan ambil penumpang baru lagi. Setelah mama muda itu turun, tidak berapa lama, naiklah satu anak muda tanpa bawa apapun.

      Ya inilah...
      Karena khawatir toiletnya banyak zonk, aku hanya banyak minum, makan pop mie dan ngemil biskuit. Tidak berani beli nasi yang dijual di kereta, pedas semua. Kalau sampai sakit perut, bisa berabe. Kalau cuma kencing saja, ya sudahlah, paling tahan napas, jangan lihat ke bawah.
      Tentang zonk yang ada di toilet, bahkan ada yang bahas, dia menemukan banyaknya zonk bertebaran diluar toilet, kenapa? Mungkin karena tidak tahan lagi, didalam toilet masih ada orang, mau tidak mau, ya eek diluar toilet. Kebayang gak sih kamu? Ini cerita orang.

      Pintu kedua, toilet.
      Yang aku alami,
      Bersyukur banget, semuanya tidak separah itu. Mendapati teman sekamar yang bersih dan tidak berisik, anaknya juga tidak rewel, tidak kencing sembarangan, tidak  buang sampah sembarangan. Toiletnya juga tidak seperti yang dialami traveler lainnya.
      Memang, ada toilet yang baunya minta ampun, tapi tidak ada zonk, ada toilet yang ada zonk-nya, tapi bukan dalam jumlah yang luar biasa, semacam muncratan atau sisa-an karena flush-nya tidak berfungsi dengan baik. Kayak seperti flush di toilet pesawat gitu. Ada juga toilet yang tidak bau dan tidak ada zonk-nya sama sekali. Jadi aku bilang, aku cukup beruntung selama 46 jam perjalanan dari Lhasa ke Chengdu dengan menumpang kereta api. Tidak ada pengalamanan seseram itu, tidak ada zonk diluar toilet. Bisa tidur nyenyak 2 malam berturut- turut, bisa kerjakan laporan dan bisa menulis artikel seperti sekarang ini.
      Cina itu hebat,
      Entah sudah berapa puluh kali kereta ini melewati terowongan, artinya, entah sudah berapa puluh kali kereta ini menembus gunung. Mereka sanggup membuat perjalanan ini menjadi perjalanan tidak terlupakan. Tidak heran, kenapa banyak traveler yang bilang, tidak salahnya untuk mencoba rute ini. Karena memang, semuanya telah diperhatikan dengan baik oleh pemerintah. Dari view yang akan disuguhkan, dari tata letak kamar tidurnya dengan desain jendelanya yang bisa mendapatkan pemandangan alam semesta yang indahnya sudah tidak bisa tertandingi lagi.

      Pemandangan sepanjang perjalanan.
      Aku,
      Puas banget dengan keputusanku mengambil rute ini. Pengalaman sekali dalam seumur hidup. Cukup sekali dalam seumur hidupku. Harga tiket kereta lebih mahal dari tiket pesawat Lhasa – Chengdu. Tapi pengalamannya, apa yang didapatkannya, jauh berbeda antara naik kereta dengan naik pesawat. Sama seperti, ketika dari Kathmandu, Nepal ke Lhasa, pengalaman itu juga cukup sekali dalam seumur hidupku. Pemandangan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata- kata ketika pilot menurunkan secara perlahan pesawat sampai berada sekitar 2000 m diatas pegunungnan Himalaya. Memang, ketika itu, tidak terlalu jelas, karena sebagian besar gugusan gunung Himalaya tertutup awan tebal. Tapi, kami semua, semua penumpang pesawat itu, bisa melihat dari dekat, puncak Everest.
      Darahku berdesir kencang, senang, seru dan tegang bercampur aduk menjadi satu. Kebayang, pesawat diturunkan secara perlahan, badan pesawat terasa sekali diguncang angin. Sambil jeprat- jepret, doa juga terus dipanjatkan. Hahahah…
      Begitu juga, saat pesawat mulai meninggalkan gugusan gunung tertinggi didunia itu dan mulai terbang naik ke ketinggian normal, apa yang didapatkan tidak kalah dengan pemandangan dari Himalaya. Terlebih lagi, ketika mulai memasuki wilayah Tibet, sungguh luar biasa Tuhan, sungguh tiada ada tandingan-Nya lagi. Tuhan sungguh maha besar. Tuhan, Sang Pencipta.
      Aku semakin tegang, saat pilot mengumumkan kalau pesawat akan segara mendarat di Lhasa. Serius, aku tegang. Biasanya kan kalau sudah diumumkan demikian, ya pesawat tinggal ambil posisi lurus dan semakin menurun. Ini tidak….
      Pesawat harus manuver dulu, pesawat dimiringkan dulu ke kiri, terus ke kanan, ya kek gitu, untuk menghindari gunung – gunung yang mengelilingi Lhasa, ya baru kemudian perlahan turun sambil badan pesawat masih dimiringkan sesuai dengan lapangan yang ada. Hingga pada akhirnya, badan pesawat benar- benar dalam posisi lurus ( entahlah, kalau istilah penerbangannya apa ), baru kemudian pesawat mendarat dengan sempurna, dengan panjang runway yang tidak seberapa itu.

      Pemandangan sepanjang perjalanan.
      Dengan demikian,
      Jalur penerbangan dari Kathmandu ke Lhasa yang diyakini sebagai penerbangan tercantik didunia dan jalur darat kereta api dari Lhasa ke Chengdu yang diyakini menjadi jalur kereta api yang menyuguhkan pemandangan alam super indah dan sebagai jalur kereta api tertinggi didunia hingga saat ini, aku telah mengalaminya. Ya, sekali lagi, cukup sekali dalam seumur hidupku. Jika punya kesempatan kedua, berarti bonus.

      Pemandangan barisan Himalaya, dari atas pesawat dari Kathmandu ke Lhasa, 
      Dan,
      Ternyata, aku sampai di Chengdu 2 jam lebih cepat dari jadwal. Artinya, hanya 44 jam saja dari Lhasa ke Chengdu. Setelah melewati beberapa gerbong kereta saat mau keluar, aku baru sadar, orang- orang yang aku temui ketika masih di ruang tunggu di Lhasa Railway Station itu ada digerbong yang pakai tempat duduk atau 4/6 hard sleeper. Itulah sebabnya, apa yang sering aku baca tentang zonk itu tidak aku alami separah itu. Karena tidak satu gerbong bareng mereka.
       
      With Love,
       
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---
    • By paulsn23
      Sedikit sharing jalan jalan ke Sing dan Malay buat yang ingin tambah pengetahuan sebelum berangkat ke negeri tersebut.
      Yang utama di Singapura agan tidak akan tersesat karena petunjuk jalan jelas dan di bagikan peta gratis, dan kalau tersesat cari saja stasiun MRT pasti aman.

      Day 1.
      Kebetulan ane dapat tiket pagi ( air asia ) jam 7.25 wib dimana sampai di Changi pukul 10.35, setiba di changi terminal T1 langsung menuju pengurusan Imigrasi ( sedikit tips pengalaman ane cari petugasnya yg chinese atau melayu jangan India- jutek orangnya ).
      Setelah selesai langsung menuju ke terminal T2 ( jangan lupa ambil brosur dan peta singapura gratis bisa di ambil sebelum atau sesudah imigrasi ) mengunakan monorail gratis karena stasiun MRT ada di terminal T2 ( petunjuk jalan jelas sekali ).
      Setelah sampai langsung beli tiket MRT lewat mesin tiket, Ane sengaja beli tiket standart karena perhitungannya ane tidak lebih sing$15  total pakainya, silahkan agan buat itenary dulu sebelum berangkat dan bisa tahu berapa habisnya naik MRT buka saja web: http://journey.smrt.com.sg/journey/mrt_network_map/ atau https://gothere.sg/maps
      Kalau agan lebih dari sing$20 silahkan beli tiket langganan di loketnya harga tiket langganan $12 terdiri dari $5 harga kartu ( tidak bisa refund ) dan $7 yg bisa di gunakan. dan bisa di topup minimal $10. Dan satu lagi kejelakan kartu langganan minimal harus ada saldo $3.
      Dan kalau dalam satu hari pemakaian lebih dari $10 silahkan menggunakan tiket touristpass, kelebihan tiket langganan dan tourist adalah tidak perlu antri beli tiket. Tapi ngga perlu khawatir setiap stasiun banyak sekali mesin penjual tiketnya kalau lagi antri coba cari mesin di tempat lain jangan terpaku sama satu lokasi.
      Ini youtube cara beli tiket standart ane ambil punya youtube orang lain
      ( untuk anak kecil di bawah 5 th gratis naik MRT tetapi harus di mintakan tiket free di loket > bisa di pakai selama kita di singapura ).
      Tujuan kita adalah chinatown karena sudah sewa apartemen di daerah chinatown, sewa apartemen lebih murah dari pada hotel. MRT dari changi berakhir di tanah merah semua penumpang harus turun, turunlah sebelah kiri kereta untuk jurusan Joo Koon karena kalau kanan mrt menuju pasir ris.
      Dari changi menuju china town 2 perlu ganti kereta pertama turun di stasiun bugis ganti kereta warna biru tujuan akhir china town. yang ke dua turun di outram park ganti kereta warna ungu tujuan Punggol. Untuk cara ganti kereta juga gampang sekali, ketika sampai stasiun interchange turunlah dan cari petunjuk menuju jalur kereta berikutnya, jangan sampai keluar stasiun nanti beli tiket lagi.
      Setelah sampai di stasiun Chinatown kita menuju pintu keluar D karena kita menginap di apartemen People park Center kalau pintu C menuju people park complek, kebersihan lebih baik center pengalaman ane di people park complek kamarnya kecil kecil unggulnya turun langsung foodcourt. Kalau center menyebrang jalan dulu.
      Ane meninap di apartemen milik Uncle wong orang Indonesia yang sudah lama tinggal di Sing silahkan telp/sms/ whatsapp +6596752143. Beliau juga bisa menyediakan tiket USS. garden by dan lainnya dengan harga lebih murah dari pada beli langsung atau online. Menuju apartemenya keluar stasiun langsung belok kiri 20m belok kanan langsung ada lift.
      Setelah urusan selesai selesai dengan apartemen pukul 13:00 kita menuju foodcourt people park complek untuk isi perut. Setelah isi perut kita menuju stasiun Raffles place untuk jalan jalan di patung singa yang terkenal itu. Untuk caranya bisa di pelajari di web yang di atas tadi sekalian biayanya berapa. Di stasiun raffles cari pintu keluar Battery road setelah keluar belok kanan dan susurilah sungai menuju jembatan ( hotel fullerton).
      Patung merlion ada di sebelah timur jembatan. Setelah berfoto ria kita berencana jalan kaki menikmati kota singapura sambil jalan jalan menyusuri sungai menuju Garden by the bay, arahnya dari merlion kita naik tangga menuju jalan terus belok kanan melewati jembatan. Sesampai ujung jembatan turun tangga lagi dan menyusuri sungainya ( jangan lupa sempatin membeli es potong, pengalaman ane kadang harga ngga sama anatara penjual es potong ).
      Dan ketika turun sebelah kanan itu gedung esplanade . Sayangnya kita tidak bisa melewati track F1 karena sedang ada persiapan F1 bulan september, akhirnya kita memutar dan menuju jembatan helix bridge http://www.wisatasingapura.web.id/2012/02/07/the-helix-bridge/ . Setelah melewati jembatan antik tersebut kita belok kiri menuju ke Garden By the bay.
      Ini keterangan lebih lanjut garden by : . Tiket kita beli lewat uncle wong seharga sing$23 kalau beli langsung seharga $28.
      Setelah puas di Garden by kita jalan menuju stasiun Bayfront untuk pulang ke china town, rencananya mau lihat pertunjukan sinar laser tapi karena capai rencananya bubar. Sampai china town pukul 8 malam langsung makan malam dan beli souvenir untuk oleh oleh, untuk beli oleh oleh di china town pengalaman ane kalau di mall people park complek harganya lebih mahal.
      Saran ane nyebrang saja lewat jembatan penyebrangan turun langsung banyak penjual cindera mata, jangan langsung beli satu toko tetapi bandingkan dulu harganya biasanya lokasi toko lebih masuk harganya lebih murah sedikit.
      Terus istirahat tidur dulu di sambung besok, oh ya untuk jalan jalan kali ini kita tidak pergi ke Orchad road atau bugis karena waktu terbatas dan dulu sudah pernah kesana ( orchad itu seperti Malioboro Yogya kepunyaan Singapura).

      Day 2
      Rencana hari ini kita wisata di USS dan sekitarnya. Malam langsung ke Malaysia
      Kita cek out apartemen dan menitip tas ke uncle wong karena ngga mungkin kita wisata sambil bawa tas dan koper, kita titip dan janji kalau jam 9 malam kita ambil tas tersebut. Setelah turun kita menuju stasiun MRT chinatown naik kereta unggu tujuan harbourfront > setelah turun mrt kita naik lantai 3 untuk naik monorail ke Sentosa.
      Kalau kita punya tiket langganan mrt bisa di pakai tuh untuk monorail dengan harga $3 tapi kalau tiket standar harga $4. Kita naik Monorail turun di stasiun Waterfront dan jalan jalan menuju USS > dan berfoto ria di depan bola dunia simbol USS sambil menunggu pintu di buka. Tiket USS kita beli juga di uncle wong dengan harga $65,
      harga $65 termasuk voucher makan $5 dan untuk beli souvenir $5. kalau kita beli langusng harga $73.
      Tips di USS:
      Usahakan antri di USS paling depan tepat jam 10:00 pintu di buka biasanya banyak orang akan lari menuju wahana transformer karena wahana tersebut paling antri, kalau sudah terlanjur antri banyak pilih wahana ini sore sekalian dimana antriannya sudah sedikit. Kemudian masuk wahana mummy, kalau masuk wahana ini tas harus di titip di loker loker kalau di bawah 30 menit simpan tasnya gratis, tetapi kalau lebih dari 30 menit kena biaya.
      Setelah itu antri masuk wahana Canopy flyer biasanya sudah antri agak panjang makanya usahakan urutan no 3 masuk wahananya. Oh ya untuk wahana Galatica sudah di tiadakan meskipun masih ada bangunannya, info yg saya dapat karena di ketemukan keretakan di wahana tersebut. Kemudian masuk wahana shrek 4 dimensi, tetapi jangan lupa sambil melihat jadwal pertunjukan water world. kalau ngga salah pukul 12:15 mulai di bukanya.Dan pilih tempat duduk
      di daerah dry. Kalau ingin kena cipratan air pilih splash, kalau ingi basah ya pilih wet saja > tapi jangan nyesel kalau di guyur air di wilayah ini.
      Kalau sudah wahana tersebut silahkan agan pilih sendiri wahana lainnya sambil foto foto dengan karakter macam macam.
      Kalau di USS  kalau tidak ingin basah basahan jangan masuk wahana Jurassic Park Rapids Adventure, permainan ini panjang antrinya juga bagi ane kurang menarik.
      Setelah puas di USS jam 17:00 kita keluar lokasi dan menuju pantai unruk main skyline and luge. Untuk wahana ini usahakan beli paket family kalau sendiri sendiri jauh lebih mahal. Pengalaman ane tahun lalu karena keluarga cuman 4 orang ane beli famili ber 8 sehingga bisa 2 kali menikmati wahana ini.
      Setelah selesai dan sedikit istirahan kita menuju stasiun monorail beach untuk tujuan  vivo city untuk pulang.
      Di Sentosa itu sebetulnya masih banyak lokasi wahana lain tahun lalu khusus sentosa ane 2 hari full di sini. silahkan lihar web: http://www.rwsentosa.com/language/en-US/Homepage/Attractions .

      Kemudian kita naik MRT ungu menuju chinatown untuk ambil tas juga beli sedikit roti di sana untuk bekal di jalan. Kemudian kita menuju Golden mile complex untuk naik bus menuju malaysia ( genting Higland ).
      Perjalanan ke golden mile kita naik kereta biru tujuan busgis tetapi turun di stasiun promanade gantti mrt warna kuning tujuan harbour front, tetapi kita turun di nicole highway ( cuman 1 stasiun jaraknya dari promanade ) > kemudian kita jalan menuju golden mile complek. Di tempat ini banyak sekali makanan Thailand jadi agan bisa makan malam di sini.
      Kita telah pesan tiket bus via online http://www.easybook.com/ . Kita memilih bus paling murah adalah Srimaju, tempat duduknya luas dan nyaman kita ambil pukul perjalanan 23.30 > kita tetap harus menukar voucher online dengan tiket fisik di counternya.
      Sebenarnya ada cara lebih murah lagi untuk naik busnya, karena kita banyak anggota dan bawa anak kecil makanya kita tetap naik bus dari sini dengan harga $30 sing.
      Cara yang murah: agan bisa menuju ke johor bahru dengan naik bus SBS 170, Causeway link CW1 atau CW2 dari terminal Queen street dekat bugis menuju terminal Larkin johor bahru seharga sing $1.3 . dari sana silahkan bus yang agan pilih juga bisa beli online di web easybook tadi. harga johor ke kualalumpur atau genting hanya RM30-35. Cuma kalau rombongan besar agak susah karena ketika di penyebrangan imigrasi woodlands ramai sekali dan bisa ketinggalan bus.
      Tetapi kalau bus langsung di golden mile > penyebrangannya lewat Tuas chek Poin dan tidak ramai, ketika ane cek imigrasi hanya bus ane saja yang ada jadi lebih cepat.

      Day 3
      Bus yang kita tumpangi masuk genting sekitar pukul 05.00 di mushrom terminal dari sana ada bus jemputan menuju firstword hotel. Setelah do lobi hotel agan bisa titip tas ( khusus yang menginap saja ) kemudian jalan jalan di sekitar hotel.
      Ane seharian istirahat dan jalan jalan full di genting dan saran ane kalau mau meninap di firstword pesan online lewat webnya genting: ane ada pengalaman ngga enak lewat web lainnya A**** ( kasus ini hanya untuk firstworld saja karena lainnya ok kok ).

      Day ke 4
      Kita sudah pesan mobil untuk menjemput dari genting menuju kualalumpur harga nya jemputan RM200 tour dalam kota Rm55, agan bisa hubungi alex +60192086090 > kita start jam 9 menuju kualalumpur dam sekalian tour di batu cave, istana negara kemudia Kl tower dan menuju apartemen di bukit bintang tempat kita menginap: http://value4backpacker.com/
      Kemudian kita janjian sama driver untuk menjemput kami di petali jam 8 menuju i city shah alam biaya ke sana RM280, setelah masuk apartemen jam 12:00 kita makan siang di belakang mall fahenreit ( tempat apartemen ) kita menuju halte bus gratis menuju petronas : http://www.malaysia-traveller.com/KL-City-Bus.html
      Disana silahkan foto foto, kalau agan menginap lebih 1 malam agan kalau bawa anak anak bisa masuk ke petronas mengunjungi petrosaint di sana bagusa sekali untuk pengetahuannnya bisa di bilang saint park singapore kalah bagus.
      Setelah dari sana kita menuju ke pasar seni / petaling street china town bisa pakai LRT atau bus gratis lagi. Di petaling kita menikmati ikan bakar portugis lokasinya perempatan di teras hongleong bank belakang penjual es mata kucing.
      Kemudian di jemput alex menuju syah alam ke i city, setelah dari sana pulang ke partemen tidur..

      Day ke 5
      Bangusn pagi siap siap ke bandara sebelum jam 12 kita belanja di mall di bukit bintang atau sungai wang. jam 12 siang menuju bandara KLIA 2....

      Ok ini sebagian share jalan jalan di Singapura dan malaysia..