Sign in to follow this  
Followers 0
Vara Deliasani

Getting Around Kyoto by Bus

18 posts in this topic

Salah satu transportasi yang paling murah di Kyoto adalah bus. Buat yang pertama kali ke Jepang, terutama Kyoto, mungkin akan sedikit bingung dengan cara naik bus di Kyoto serta nomor bus yang menuju tempat wisata utama seperti Kiyomizudera, Kinkakuji, Gion, dll. Untuk memudahkan teman-teman berikut  hal-hal yang perlu diketahui sebelum menjelajah Kyoto dengan bus.

 

How to Ride:

Naik bus dari pintu belakang, lalu turun dari pintu depan ya. Pada saat nama halte tujuan tertera dilayar langsung tekan tombol yang tersedia di dalam bus, agar bus berhenti di halte yang kita tuju.

 

Cara membaca petunjuk tujuan dan nomor bis :

bus_dest_sign.png

sumber : http://www2.city.kyoto.lg.jp/

 

Tarif :

Jenis tarif terbagi 2, tarif flat dan tarif yang sesuai dengan jarak. Untuk tarif flat seperti keterangan pada gambar di atas nomor bus menggunakan latar belakang putih. Sedangkan bus denga  tarif flat rata2 menggunakan backgound nomor berwarna orange atau biru.

Metode pembayaran bisa dilakukan dengan uang tunai. IC Card (Suica, ICOCA, dll) dan menggunakan one day pass.

 

Pembayaran :

Pembayaran dilakukan pada saat turun dari bus di payment box yang terletak di samping supir. Bentuknya kira-kira seperti ini:

 icuntinnbako.png

sumber : http://www2.city.kyoto.lg.jp/

Keterangan Gambar:
(1):Fare charging port

(2):bill slot (change 1,000yen)

(3):coin slot (change 500yen,100yen,50yen)

(4):Card ticket slot

(5):coin outlet(for change)

(6):IC card reader

(7):display

 

Pembayaran Cash :

Payment box hanya menerima uang koin pecahan 50, 100, 500. Masukan uang pas ke dalam dalam payment box (keterangan gambar 1). Harus uang pas yaa karena mesin tidak menyediakan kembalian. Jika menggunakan uang lembaran 1000 Yen bisa ditukarkan terlebih dahulu di cash change machine (keterangan gambar 2). Nanti uang hasil tukerannya akan keluar di coin outlet (keterangan gambar no 5)

Khusus untuk bus dengan tarif non flat bayar sesuai dengan tarif yang tertera di layar.

 

Pembayaran dengan IC Card :

Tempelkan kartu di IC Card Reader (keterangan gambar no 6). Saldo dikartu akan dipotong sesuai dengan biaya perjalanan.

 

Pembayaran dengan Bus Pass :

Jika menggunakan pass untuk bus dengan tarif flat maka pada saat penggunaaan pertama kali masukin pass ke slot bus pass (keterangan gambar 4). Untuk naik berikutnya tinggal tunjukan pass ke supir pada saat turun.

Yang perlu diperhatikan jika menggunakan pass ini untuk bus dengan tarif non flat maka setiap naik ambil boarding tiket di pintu masuk lalu saat turun serahkan boarding ticket dan masukan kembali bus pass ke slot 4, mengingat jika tujuan berada diluar area pass maka akan dikenakan biaya tambahan. 

Jenis-jenis bus pass :

  • The Kyoto City Bus & Kyoto Bus One-Day Pass seharga 500 yen untuk dewasa dan 250 Yen untuk anak-anak. Dengan pass ini bisa naik bus di Kyoto sampai puas selama 1 hari. Pass dapat digunakan untuk naik bus dengan tarif flat dengan bebas. Untuk bus dengan tarif non flat akan dikenakan biaya tambahan sesuai dengan jarak.
  • The Kyoto Sightseeing Pass  seharga 1.200 Yen (1 day pass) dan 2.000 Yen (2 day pass). Pass ini mengcover seluruh Municipal Subway trains dan hampir seluruh bus yang dikelola oleh Kyoto Bus company.
  • The Traffica Kyoto Card merupakan kartu prepaid seharga 3000 yen. Dengan kartu ini kita akan mendapatkan diskon 10% di seluruh Municipal Subway trains dan hampir seluruh bus yang dikelola oleh Kyoto Bus company. Jadi mirip IC Card tapi memberikan diskon tiap naik bus dan subway.
  • Atau bisa menggunakan Kansai Thru Pass seperti yang pernah di review oleh @deffa

 

Contoh Itinerary di Kyoto dengan menggunakan bus :

 

Contoh :

Dari Kyoto Station menuju Kiyomizudera : Naik dari halte Kyoto Station, pilih bus nomor 100 turun di halte Kiyomizu-ichi

Dari Kiyomizudera menuju Ginkakuji : Naik dari halte Kiyomizu-ichi, pilih bus no 100 menuju ke Ginkakuji-mae. Turun di halte Ginkakuji.

Dari Ginkakuji menuju ke Kinkakuji : Naik bus no 102 atau 204 dari Halte Ginkakuji, turun di halte Kinkakuji.

Ginkakuji ke Gion : Naik bus no 100 atau 203, turun di halte Gion.

 

Lebih lengkap bisa cek tabel di bawah ini..

 

kyoto.png

sumber : Bus Navi

 

 

 

Nah sekarang udah ga bingung lagi kan? Selamat menjelajah Kyoto dengan Bus!! :melambai

 

 

 

 

deffa, Wilen and Jalan2 like this

Share this post


Link to post
Share on other sites

hooo... ya ya.. i see i see. tandain dulu. siapa tau bisa pergi ke sana :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Btw saya pernah salah pas di NARA make Bus

PASMO gak bisa di pakai 

tapi untung nya pas supir nya baik jadi gak papa bayar langsung aja pake coin heheh

thx info nya bagus ini @Vara Deliasani

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 minute ago, deffa said:

thx info nya bagus ini @Vara Deliasani

Makasih @deffa :kesengsem

iya yah kalo di Nara ga bisa pake Pasmo ya? Gw baru tau..

ini lg nulis soal pass yang kemarin gw tanyain.. udah dapet infonya. Nanti gw share, siapa tau ada yg butuh juga

Share this post


Link to post
Share on other sites

Bagus banget nih blognya! Thank you @Vara Deliasani uda diajarin nih jadi ga terlalu keliatan kaya org "oon" juga pas coba naik busnya hehehe.

mau tanya kalau utk pembayaran dg Bus Pass utk tarif yang Non Flat itu kita ambil tiket boarding di pintu masuk, itu naik dulu ke bus baru ambil tiketnya atau sebelum naik ke bus utk ambil tiketnya ? 

Share this post


Link to post
Share on other sites
35 minutes ago, Vara Deliasani said:

ini lg nulis soal pass yang kemarin gw tanyain.. udah dapet infonya. Nanti gw share, siapa tau ada yg butuh juga

oh ya PASS itu juga gue belum pernah pake bisa buat referensi :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 minute ago, Wilen said:

Bagus banget nih blognya! Thank you @Vara Deliasani uda diajarin nih jadi ga terlalu keliatan kaya org "oon" juga pas coba naik busnya hehehe.

mau tanya kalau utk pembayaran dg Bus Pass utk tarif yang Non Flat itu kita ambil tiket boarding di pintu masuk, itu naik dulu ke bus baru ambil tiketnya atau sebelum naik ke bus utk ambil tiketnya ? 

@Wilen naik dl. ada didalem bus kalo ga salah. Ada di deket pintu masuk.

Share this post


Link to post
Share on other sites

mantap, dulu cuma 1/2 hari di kyoto gak sempet liat banyak hehe.. ntar kalo balik kyoto lagi mau keliling2 :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
13 minutes ago, Jalan2 said:

mantap, dulu cuma 1/2 hari di kyoto gak sempet liat banyak hehe.. ntar kalo balik kyoto lagi mau keliling2  

makasih mas..  ayo mas  cobain muter2 kyoto naik bis :senyum

Jalan2 likes this

Share this post


Link to post
Share on other sites

memang bagus muterin Kyoto naik bus, bisa pake Kyoto Bus Pass murah 500 yen bisa seharian :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Kalau dari kansai airport ke kyoto naik bus bisa 1x atau harus berganti ganti bus?

Karena didepan hostelnya ada halte bus.  Nama hostelnya Gion Guesthouse yururi. Daerah higashiyama-ku Rinkacho 434-4, higashiyama ward.

Karena tiba di kix jam 15.30. Belum urusan imigrasi dll, saya kira membutuhkan waktu sekitar 3 jam di bandara kix. Nah saya berencana hari itu hanya airport ke guesthouse saja. Besok paginya saya baru jalan2 ke fushimi inari dan daerah wisata kyoto lainnya serta kobe.

Sebaiknya transport apa yg harus saya pilih ya?

Terimakasih

Share this post


Link to post
Share on other sites
26 minutes ago, lili_fx said:

Kalau dari kansai airport ke kyoto naik bus bisa 1x atau harus berganti ganti bus?

Karena didepan hostelnya ada halte bus.  Nama hostelnya Gion Guesthouse yururi. Daerah higashiyama-ku Rinkacho 434-4, higashiyama ward.

Karena tiba di kix jam 15.30. Belum urusan imigrasi dll, saya kira membutuhkan waktu sekitar 3 jam di bandara kix. Nah saya berencana hari itu hanya airport ke guesthouse saja. Besok paginya saya baru jalan2 ke fushimi inari dan daerah wisata kyoto lainnya serta kobe.

Sebaiknya transport apa yg harus saya pilih ya?

Terimakasih

@lili_fx bisa naik Osaka Airport Limousine --> detail + jadwalnya disini , habis itu turun di halte Sanjo Keihan, lalu jalan sekitar 10 - 15 menit ke Guesthouse. untuk lebih pastinya tanya waktu naik bus ...berhenti di halte Sanjo Keihan atau kagak

Share this post


Link to post
Share on other sites
47 minutes ago, lili_fx said:

Kalau dari kansai airport ke kyoto naik bus bisa 1x atau harus berganti ganti bus?

Karena didepan hostelnya ada halte bus.  Nama hostelnya Gion Guesthouse yururi. Daerah higashiyama-ku Rinkacho 434-4, higashiyama ward.

Karena tiba di kix jam 15.30. Belum urusan imigrasi dll, saya kira membutuhkan waktu sekitar 3 jam di bandara kix. Nah saya berencana hari itu hanya airport ke guesthouse saja. Besok paginya saya baru jalan2 ke fushimi inari dan daerah wisata kyoto lainnya serta kobe.

Sebaiknya transport apa yg harus saya pilih ya?

Terimakasih

naik Kereta juga masih bisa kok @lili_fx kereta sampai pukul 23.00 kok :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, deffa said:

naik Kereta juga masih bisa kok @lili_fx kereta sampai pukul 23.00 kok :D 

pake hankyuu pass bisa ya kak ? saya rencana di kyoto tgl 23-24, kobe 25. 

Share this post


Link to post
Share on other sites
46 minutes ago, lili_fx said:

pake hankyuu pass bisa ya kak ? saya rencana di kyoto tgl 23-24, kobe 25. 

Hankyu Pass kalau ngeliat rute nya gak bisa langsung dari Bandara KIX karena gak ada Hankyu Line nya: http://www.hankyu.co.jp/global/en/

kalau sudah di Osaka nya bisa ke Kyoto pake itu @lili_fx

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now
Sign in to follow this  
Followers 0

  • Similar Content

    • By rhiennee
      Pulau ini merupakan pulau yang masih berada di provinsi Kepulauan Riau. Dan tempat ini juga menajadi salah satu destinasi wisata. Lokasi dari pulau ini hanya dapat ditempuh dengan jalur laut. Kurang lebih terletak 6 km dari Tanjung pinang, yang juga menjadi ibukota kepulauan Riau. Apabila dari pulau Batam jaraknya sekitar 35 km. menuju kesana lebih enak, apabila dimulai dari Batam dan juga mungkin dari Pekanbaru. Buat masyarakat di Kepulauan Riau nama pulau ini sangatlah terkenal dan menjadi objek wisata yang wajib dikunjungi.
       

       
      Mata pencaharian penduduk Pulau Penyengat bekerja sebagai seorang nelayan. Karena mereka merupakan keturunan  etnis Melayu dan bahasa sehari-harinya menggunakan bahasa melayu. Untuk penunjuk jalan di pulau ini pun menggunakan dua bahasa, yakni Bahasa arab gundul dan juga Bahasa Indonesia. 
       
      Di pulau ini juga jarang terjadi kriminalitas. Karena disana pergaulan antara pemuda dan pemudinya masih sangat dijaga ketat. Dan warga disana juga masih menjunjung tinggi nilai kesopanan dan agama.
       
      Di Pulau Penyengat juga terdapat masjid raya Sultan Riau yang akan menyapa anda pada saat sampai di Pulau Penyengat. Dan masjid ini juga menjadi  objek wisata utama yang ditawarkan di Pulau Penyengat. Masjid ini sendiri dibangun pada tahun1832 dan sampai sekarang ini masih berdiri dengan kokoh. Warna masjid ini sangat khas, yaitu kuning.
       

       
      Di pulau penyengat selain terdapat masjid juga ada beberapa tempat lain yang selalu dikunjungi  para wisatwan yakni makam-makam raja Riau beserta keluarganya. Dan salah satunya adalah makam Engku Puteri Permaisuri Sultan Mahmud. Makam ini sendiri berada di daerah Dalam Besar. Disana terdapat pula makam Raja Abdullah, Raja Ahmad, Raja Aisyah Permaisuri, dan juga Raja Ali Haji. Pulau Penyengat  sendiri dahulu dibangun oleh Raja Mahmud, yang merupakan suami dari  Engku Puteri. Sultan Mahmud sendiri menjadikan Pulau Penyengat sebagai mahar pernikahannya dengan Engku Puteri yang memiliki nama asli Raja Hamidah. 
       
      Disana dulu juga terdapaat benteng pertahanan, tetapi yang ada cuman tinggal beberapa meriam dan parit yang menjadi pertahanan melawan Belanda. Disana juga masih ada sebuah gudang untuk menyimpan mesiu. Anda dapat mengelilingi objek wisata ini dengan sekedar berjalan kaki, karena luasnya sekitar 2 km persegi saja.apabila anda tidak suka berjalan kaki anda dapat menggunakan becak motor yang disewakan disana dengan harga sewa 20.000 rupiah. Dan sudah dapat mengantar anda untuk berkeliling di Pulau Penyengat tanpa rasa lelah. Disana juga diseidiakan makanan khas pulau penyengat yaitu ikan bakar.
       

       
      Apabila anda memilih lewat dari Pekanbaru, maka akan dua alternatif transportasi yaitu udara dan laut. Disana ada beberapa maskapai penerbangan yang menyediakan penerbanagan dengan jalur bandara sultan syarif kasim Pekanbaru menuju ke Bandara Di Tanjungpinang. Untuk jarak tempuhnya sendiri sekitar 1 jam 10 menit. Kemudian dari bandara di Tanjungpinang anda dapat melanjutkan perjalanan ke pusat kota tanjungpinang dengan menggunakan taksi dengan biaya sekitar 50.000 sampai 60.000 rupiah.
       
      Apabila anda lebih memilih menggunakan  jalur laut, tentu akan memakan durasi waktu yang panjang. Dari Pekanbaru anda harus menaiki kapal ferry, untuk menuju kabupaten Meranti membutuhkan waktu sekitar 5 jam perjalanan.  Kabupaten Meranti merupakan pintu gerbang menuju ke Kepulauan Riau. Kemudian dari pulau tersebut dilanjutkan perjalanan menuju pulau Batam. Kemudian anda harus kembali naik kapal ferry untuk menuju Tanjungpinang dan akan memakan waktu sekitar 1 jam. Cukup lama bukan?
       
      Untuk menuju Pulau Penyengat, anda juga bisa mulai dari Batam, dari  kota manapun anda berasal anda langsung terbang menuju Bandara Hang Nadim di Batam. Dari sana anda langsung dapat naik kapal ferry untuk menuju ke Tanjungpinang. Dari Tanjungpinang anda dapat melanjutkan perjalanan dengan menaiki perahu kecil yang bernama Pompong untuk menuju pulau Penyengat. Harga untuk menaiki pompong cukup murah sekitar 5.000 – 10.000 rupiah per orang dan akan memakan waktu tempuh sekitar 15 menit. Apabila anda menyewa kapal tersebut  biayanya sekitar 80.000 per kapalnya dan langsung bisa membawa anda pulang-pergi.
       
      Apabila anda sudah tiba  di Penyengat, anda tidak usah heran, karena disana tidak terdapat kendaraan roda empat. Transportasi yang ada disana hanyalah bemor atau becak motor , anda dapat menyewanya dengan harga Rp 20.000. Anda langsung bisa berkeliling pulau dengan menggunakan becak motor ini..
       
      Rencanakan liburan anda ke Pulau Penyengat!!!
    • By Melyy
      Hi, Semua...
      Salam kenal..
      Saya berencana untuk ke japang akhir tahun ini.
      8 hari disana, flight dari jakarta ke osaka, pulang dari tokyo.. Any recomendation untuk hotel/hostel, transport, dll?
      Thanks a lot :)
    • By ko Acong
      Catatan Perjalan Sibocah Tua Nakal
      D.01  Sore BDO KuL  KANSAI AIrport
      D 02. pagi  Mendarat  Di Kansai airport
      Melihat situasi sekeliling Bandara .   mecari tahu tentang Wifi Rental ,  ternyata Banyak berbagai kios resmi Menawarkan Rental  /  sistim Wifi .  dan Harganya Komplit Rata2 diatas Rp 9 RATUSAN ribu
      Soal petunjuk arah,  banyak dan cukup dimengerti  “sekelas ko Acong”
      Setelah cukup  cari si eksit  sebelah kiri !!! ngudut dulu  sambil melihat situasi diluar Hall airpot             dan kutemukan Stasiun kereta ,  to  Osaka dll juga platform bus nya.  
      Beres ngudut,  lanjut menuju  stasiun sinkansen.     lansung disuguhkan robot penjual tiket (mesin )
      Nah lu,  gimanana cara  belinya.    dengan “sekelas ko Acong “ langsung cari antrian orang banyak pasti itu bantuan ,,  ternyata benar,  orang sedang beli /  tanya2  antrilah saya disana,   pas ujung antrian disortir.  Keperluannya  --- dikemukakanlah masalah saya , langsung dicatat pointnya dikertas,   oleh mereka  sampe loket,   di infokan bahwa saya sebaiknya pake bus .   1 murah-- 2 lebih cepat--- 3 karena bawa koper.  jadi langsung tujuan ( tidak perlu Pindah2 Line Kereta )  dan dianjurkan Beli ICOCA   sebesar 2000 yen.  dengan Saldo 1500 yen--- 500 buat jaminan  dan biaya kartu
      Balik lagi saya ke pltfom bus no 4  .saya mau tujuan yang dekat ke hotel  /  dotonbori> sinsabashi Area  adalah NAMBA  sts, .  beli tiket Bus 1300 yen .  Dikarenakan  kebiasaan “ ” saya bila mau masuk Negara yang belum diketahui ,   selalu Menghapal Diluar Kepala,   sekeliling Gedung.   minimal 2 minggu ke H  terus dipelajari,   seperti anak2 mau ujian Akhir ,  singkat cerita.  jos langsung sampe area hotel………. nah disinilah sedikit ada trobel >>>>>><<<<<< nyasar namun saya selalu , di damping aplikasi dari Booking.com     ada alamat bhs local , dan Google map otomatis .   namun saya nga bisa mengerti , sampe sekarang tentang google map nya .  tapi selalu Dan Selalu  dapat  dewa penolong ( KWII JIN ) lewat penduduk local setempat.   secara saya BUDDHA   
      Hotel pertama  saya  Grand Sauna  Sinshabashi Cabin Hotel  di jl.? Sangat dekat dengan area ( doton bori / Shinsabasi  dan  Namba) Area Center  Publik  / Wisata  2 hari pun cukup untuk area ini diselingi kunjungan  ke OSAKA castel  wajib   di Area Tani Machi bisa pake  subway,  oh inilah gunanya  ICOCA  dari namba ke tanimachi PP di potong 220 Yen  setelah puas main siang  malam  OH YA PERJALANAN SAYA DI DAMPINGI JUGA DENGAN XL PASS RP 200.000.- Untuk 7 Hari Siungal sangat Bagus Didukung Soft bank Japan Di gunung Sekalipun  kuota lumayan perharinya untuk Google Map Washap dan Fesbuk Lebih Dari Cukup  dengan kirim2 foto saja video belum pernah coba  
       
      D.03 besoknya  setelah pulang dari, Osaka castel  langsung Cek out  Menuju Kyoto,   dengan Bus  dari NAMBA lagi >>>>ke Kyoto stasiun ,  sebesar 430 yen    65 menit perjalanan Pake Keihin Bus yang Murmer  
      Setelah Tiba Di Kyoto  bus sts ,  nyebrang menuju  Kyoto railway sts .   pilih kereta line  Karasuma  ke gojo ….. shijo  nah shijo lah,  Area ke Hotel Saya .  begitu Keluar  dari Subwah,  saya Disuguhi MALL yang BUesaaar Daimaru   Dilihat Saldo Di kurangi  130 yen
      Bengong deh saya,  harus cari si eksit mana .  untung tidak panic seperti kebiasaan saya (panik saya jadi bodoh)  segera Ku Buka pendamping Saya.   aplikasi  Booking.com  ternyata  sangat membantu lansung, diarahkan  dan keluar pas Hotel  ( yang Tidak saya sadari dan baru tahu setelah nyasar dulu,  dan dianter Nenek2  yang jauh Lebih tua dari saya  } yang Dituju dan Streetnya WOW  street No Satu Di Kyoto  Shijo
      Sore pun menuju Malam,  saya kurang menyenangi  SI Emall   jadi main sekeliling , dan  menghapal area pulang lagi menikmati ,  onsen  trus istirahat di  ”Ryokan”  dan beli voucher  segala minuman dari hotel
       
      04 Besok pagi mulai nih  pertempuran  , menuju  berbagai lokasi wisata , saya pilih yang susah dulu.   yaitu ke  Jalur  Nijo  temple trus  Sampe Ke  Ujiga Jinja,  yang BANYAK SEKAL, I  yang Pake Pakaian         Ala Geisha .  Dan sempat Minta Foto,   ke sepasang  anak muda  sedang  naik Beca , si ganteng tea      Pake oneday pas 500 yen Sapuasna,   pass Bus   Sore Menuju  Ke  Ciater Rasa Kyoto Namanya nga Tau yang ada kera japan  ?  mungkin ONSEN ? Sore Ke malam  pulang Ke Hotel sembari  Lihat2 isi mall Namun .  Perasaan saya  SAKIIIITTTT di hatiku !!!n ibu Ibu  Kalo Di Shijo Dori   banyak tawaran oleh2     dari baju  /  elektronik /  mainan / tentunya Makanan  snack,  yang aduhai  dengan bonus koper2 bagus pembelanjaan nilai tertentu  . ……….tapi saya tak mampu beli ,  mengingat kekuatan fisik saya membawa barang ,  yang mana saya masih banyak kota,  dan destinasi yang wajib dikunjungi
      05 Besok Pagi , Saya Siap Ke onsen  Century  hotel ,  dan Mandi . …semasa menikmati Onsen Terjadilah Sesuatu inimah HOK KIE Para  “man”  semua---- datang  Suara  gaduh ternya  4 orang perempuan Seperti nya Dari RRTn  dalam keadaan  Bugil beneran bugil losss ,  masuk mau Mandi Onsen juga  nah hokkie yang yak terduga .  hahaha rasain lu,  main nyelonong.    Beres  mandi saya  langsung cekout,   titip koper di lobby buat siang nanti di ambil 
      Dan pertempuran… ingatan saya mulai di uji lagi.   untuk ke kuil  Fushimi  dan Kenara.  Hari ini saya pake ICOCA….>>> yang menghabiska saldo sampe Hotel lagi 470 yen.  untuk 2 tempat ini
      Rincian Pengeluaran selama Di kansai > Oasaka > Kyoyo cekout
      Kansai Namba Bus          Rincian Pengeluaran selama Di kansai > Oasaka > Kyoyo cekout
      Kansai Namba Bus                                1300 yen       
      Icoca                                                        2000 yen
      Bus Ke Kyoto                                            430 yen
      Kyoto Ke Shijo                                              saldo Icoca 220 Yen 
      Subway Ke Osaka Caste                              Saldo Icoca 220 yen  
      Pa ss untuk bus Kyoto one day             500 yen
      Saldo Icoca Fushimi dan Nara                      Saldo Icoca 470 Yen
       Makan selama 4 day @ 1500x4 hari     6000 yen           Lebih Dari Cukup   apalagi campur 711  dan bekal
      Total selama Kansai lepas Kyoto          10230 Yen  + grand sauna cabin hotel 2700 yen + century  hotel 2 nit 81000 yen     total Jendral  21.030 yen
      Kira2 jam 16.00 Mendekati  Fujiyama,  Terlihat kurang Jelas View nya  duduk pas bangku jejeran Kiri dari Kyoto  (kalo dari Tpkyo minta jejeran Kanan ) siang Pake HIKARI Sinkansen no reserved   11560 yen (Bila tak ngerti beli pake Mesin  “Seperti saya “  Cari TIKET OFFICE    Lantai Gedung Hijau !!  Biasanya Berbeda Tinggal Tanya Petugas)  menuju Odawara pake Hikari change di Stsiun Koda? Lupa ganti kereta  turun pintu kanan  Dan Sudah Ditunggu Kereta Odawara ,   namun terjadi kesalahan tidak lihat kebawah spesifikasi tiket/ jenis no reserve.   saya naik  green car.  jadi merasakan greencar juga ,  tak disengaja  satu gerbong  . hanya saya  penumpangnya.   namun nga berapa lama,  diperiksa kondektur  dan dimarahi ,  pake bhs local  biarlah  nga  apa2  saya yang salah,  digiring lah ke gerbong seharusnya  dengan tatapan muka penumpang lainnya  ,  malu aku tapi.  biarlah bukan melalukan kejahatan disengaja ini  )  tiket masih tetap   Sampe Keluar  Stasiun Odawara   Tiket Free .  mencari hotel lumayan nyasar  sekitaran,   dan beruntung lagi “ kwi jin”  mendekat via anak sekolah smp dia mungkin memperhatikan.   Sebelumnya  dia sendiri menanyakan uncle? blab bla ?   Ah Pokoe ngerti , Cepat2 saya Cari Print Hotel  Dan diperlihatkannya  Ke  anak tersebut,  mengerti langsung Menyataka  Mau Anter sampe Hotel
      Namun saya perhatikan Anak  itu  Tidak Sampe Pintu Lokasi  Masih  jarak 10 meter,,,,, dan menjauh Dari saya sambil menunjuk itu SAMURAI GUEES HOASE ….. Good boy anak yang tanpa Pamrih  semoga Karma Baik selalu Untukmu Nak .  Samurai Ryokan Gaya Jadul 2700 Yen
      06. Saya menuju Ke Sts Odawara Beli Tosan Pass 2 day 4000 yen,   menuju Fuji san Dll Dimulai Naik Kereta  Romance car dari Odawara  menuju ke>>>> yumoto hakone sts  >>>>  ganti  yumoto ke Gora   >>>>ganti naik Cabel Train  menuju sts Sounsan >>> Ganti Bus Menuju>>> Kawah Tosan owakudoni Yang Masih Aktip ,  Dengan gemuruh Suara Bagai Pesawat Mau ”   Take OF   “ tak lupa Beli Telur Hitam Yang Enak , Khas Dilumuri  Lumpur Kawah.     Anteng tuh Perut Habiskan 4 Telur ,,,,  lanjut pake Rop way Menuju Kawaguciko,   lanjut naik perahu legendaries ala “ bajak laut”   untuk melihat Fuji san Dari Danau Namun saya hari ini , Kurang Beruntung   Karena Hujan besar dan Kabut Turun ,  Haduh jauh jauh impian sejak kecil mulai bisa  membaca  dan Lihat sampul buku jaman itu,  selalu ada gambar salah satunya Fujiyama dan popular waktu itu lagu Titik Sandhora  DESTINASI UTAMA SAYA KE JAPAN HANYA FUJIYAMA   haaaa gatot nih , sepertinya impianku ,     pulang lah saya menyusuri jalur tadi pagi dan langsung menuju  TOKYO   dengan rasa lunglai tak bersemangat    untuk ekplor hakone beli Tiket Shinkansen to Tokyo 1165 yen >>  Ganti Jr Line yamamoto>> Ganti lagi Narita Line Yang Dikelola JR juga   dari Tokyo Ke Minami senju Tiket Free dari Shinkansen 
      Langsung menuju Hotel   Karena tak kuat menahan badai.  anginnya Dingin . seperti biasa sampe titik Area  nga bisa cari lokasi Hotel,   langsung Minta Bantuan dan Dianter Yang Pulang Lari olah raga,  Menuju Hotel FUKUDAYA  5400 yen  mana badan penat namun nga bias mandi onsen karena jadwal mandinya masih untuk perempuan ,  dan untuk lelaki harus lewat jam 20.30 .  masuk kamar online kekinian lupa tertidur tanpa mandi 
      07.besok pagi  bangun mau mandi , eh belum boleh harus nunggu jam 20.30 ….. 2 hari deh nga mandi  hanya cuci muka dengan persaan malu,   menuju setasiun  WOW  ternyata  pas jam kantor pasti berdesakan,  dan ternyata  cewe2  cantikpun  sepertinya jarang mandi pagi ?  dan lebih bau dari saya mantelnya ……asyik PD lagi deh saya ,  langsung menuju Shibuya   dan lainnya pake iCoca ,  sampe sore menjelang malam   , dan kurasakan lagi sensasi rebutan masuk ke kereta subway Hachiko  Tokyo Govermen Building /  dan lain2 . Pulang Ke Hotel   kali ini kutunggu sd jam 8.30 malam , langsung dapat giliran mandi pertama,,,, tak ada orang lain   begitu beres dihanduk , datang bergantian yang mau mandi bersama   tentunya,  ah berhasil mandi juga setalah lewat dari    ‘50 jam      ‘  nga mandi  langsung naik ke kamar mau ngudut curi2,  buka jendela,  waduuuuh  anginnya dingin.   jadi puasa roko deh  
      Buka pemanas setel 30 degree teteup terasa dingin.  tapi ok juga bisa tidur
      D.08. esok pagi terbangunkan , oleh sinar terang sekali  matarahari terbit >   niat mau ke goji temple asakusa kubatalkan ,  saya cari informasi tentang   Gunung Fuji  Kata bos Hotel Feri nice Today
      Langsung  kejar ke Tokyo sts…. walo berdesakan di kereta namun penuh semangat  dan saya mempertimbangkan bila naik mromance car dari Tokyo takuy  kesiangan  gonta ganti moda  mending pake JR Bus Hightway menuju Kaweaguciko Sts  Bayar 1800      ternyata keputusan saya dilancarkan oleh TUHAN YME  begitu diperjalanan , muncul pemandangan yang di idamkan , tak tahan begitu sampe fujimount Station ,  Minta turun .  namun masih Kurang Puas.  eh terlihat Kereta Jadul yang Mewah menuju  Kawaguciko  120 yen..  dengan pemandanga lebih Bagus,   namun tetep masih Kurang Puas karena waktu kecil selalu melihat….. Fujiyama berbatasan dengan air  …..di sampul  Coklat jilid buku tulis saya waktu SD ,  Kucari informasi  untuk Menuju  Kawaguciko   oh ternya harus jalan kaki 15 menit dulu semua pemandangan tertutup,,  oleh bangunan hotel walo sudah sampe danau sekalipun.   tapi ada 1 feri sedang menerima penumpang ,  saya Tanya petugas ,  nga nyambung bahasanya .  ok  saya tunggu penumpang yang sudah naik .  nanti juga bakal turun  piker sata ,  nah mereka 30 menit kemudian merapat , dan penumpang pada turun.  kutanya turis asing How to  go  ? Fujiyama mount situris nunjuk ferri ,  dan mengacungkan jempol
      Langsung deh beli ke mesin tiket ferri ,  tersebut 930 yen,   naik ke ferri begitu jalan waoooo muncul tu https://www.youtube.com/watch?v=msa0D6g_cVE Fujiyama di pinggiran bangunanan , makin lama makin jelas bentuk Rupanya . itulah gunung ya selama ini ku ingin jumpai ,   
      ahhh seolah olah deh   ,, nga bis di jabarkan ..  senangya saya .  
       Sinar terang Digunung  saat itu,  terpuaskan Hatiku Bertemu,   saat saat berlalu 50 tahun lalu tak terasa berjumpa  denganmu ,   penampakanmu takkan hilang,   pada penampakanmu  , sinar matahari yang terang jadi saksi,  pertemuan kita
       Terima Kasih. Thien Akung  TUHAN YME  
       
       
      Setelah Puas penuh Kemenangan,   karena terlalu terlena , dan menurut perhitungan saya cukup Aman  untuk mengejar penerbangan pulang jam 23.20 boarding time 23.20 ---- jam 15,45 saya naik bus dari kawa guciko Ke Tokyo dengan pertimbangan 18.00 Tiba Di Tokyo Sts ,  Change  ICOCA 1000 Yen
      betul Tepat waktu namun ,  Trobel menghadang  Untuk Naik Kereta Ke Hotel 2x Ganti  sudah muncul 3 x Kereta tapi nga berhasil masuk ,   kalah berani sama local.  Akhirnya berani juga dengan gaya mereka
       tak perduli siapapun cewe ato cowo , pegang  seruduk  desak , sampe berhasil ke batas pintu
       alhasil saya tiba kembali ke Tokyo STS jam 20.00 yang seharusnya perhitungan saya harus 19.30 paling telat 
      Nah Disini Masalah nya terjadimau  Naik Shinkansen Jadwal 21.00 Ke Haneda naik bus 20.45 terakhir
      Saya mau beli Bus Saja,   biar Langsung Jos Bandara.  namun keberuntungan terjadi lagi petugas minta jadwal penerbangan saya,,,,  dan petugas menolak jual tiket ke saya ,  dengan Bhs Lokal yang sangat tidak saya ngerti ,  Beruntung Dibelakang Antrian Ada sepasang Anak muda mengajak Saya keluar Antrian
      Dan di memberikan Gambaran Pake Bahs Inggris (pokonya saya ngerti lagi deh ) Maksudnya dia menanyakan    tau kah situasi bandara Haneda   dan Bila Naik Bus itu 20.45 >>> sampe jam 22.00 saya jawab saya sudah punya Print Boarding  , Tapi Dia Bilang tidak Berlaku .  Harus Boarding Tiket Resmi jadi dia ngasih anjuran ,  altenatip pake subway ..dan monorel>>> ke bandara   dipastikan tiba Jam 21.00 dengan Catatan Uncle Must Run to Platfom  ok are yu ready  ? ya pasti saya jawab Ok,  eh Dia Justru mau Anterkan sampe Platform Yang dicari   Yamamoto line ke hamamatchuo ,  but uncle  go to Hamamatchou !! yu must run Againt !! Changge To Monorel Haneda.   hahaha Saya jawak OK . Thank Yu thankyu  dan Di Balas tak henti2nya Membungkuk  hahahahahahahaha senangnya lupa saya terlalu banyak Basa basi  karma Baik Semoga selalu padamu anak muda    
      Jumlah pengeluaran Seluruhnya Trip Bocah tua nakal Sebesar
      Total Kansai Osaka Kyoto                      21.030          
      Change ICOCA ke 2                                   1.000
      Shinkansen Ke Odawara                        11.560
      Samurai Guees Hauose                          2.700
      Hakone Pass                                             4.000
      Sinkansen Odawara Tokyo                     1.165
      Local Ferri                                                 930
      Change ICOCA terakhir  ke 3                 1.000
      Makan 4 Hari x @1500                           6.000
      Total Jendral Pengeluaran
      Perjalan  Sejak Mendarat Di Japan  HARGA REAL  1 kali Kunjungan fuji Yama  49.385
      Rate Yen 118   = RP 5.827.430 .   
       
       
      Biaya mengunjungi Fujiyama Yang Ke 2  3600 Yen PP sd Tokyo station  Saldo  ICOCA masih sisa 1610 yen Mengenai Sensasi Ryokan / ONSEN/ Destinasi Wisata / suka duka mencari jalur kereta / makanan akan di ulas terpisah lain waktu
      Mohon Maaf saya Tidak bias Cara Menulis  dan penempatan titik koma  juga terlalu panjang cerita saya
      Semua ini hanya menunjukan kebanggaan saya  telah berhasil menaklukan ketakutan saya yang biasa baca2 di komen  lainnya  saya pake sistim HAJAR SAJA KO ACONG ujar @Deffa
      Catt “  ”  Secara ko Acong low student Low teknologi Low International Speak
       


























































    • By Daniear
      Setelah melepas penat perjalanan tanpa putus dari Palu – Jakarta – Kuala Lumpur – Tokyo – Kyoto, hari kedua gue di Jepang dimulai. Seperti yang sudah diperkirakan, start hari kedua molor dari jadwal. Aslinya, sesuai rencana kami pingin jam 8 udah keluar dari penginapan, lanjut sarapan. Nyatanya?
      Jam 8.30 kami baru mulai jalan. Langit udah keliatan mendung. Duh, keknya bakal hujan. Telat dari jadwal tidak serta merta membuat kami segera bergegas. Kami justru tertarik buat foto di depan gang tempat penginapan Airbnb. Pas pagi gitu ternyata pemandangan rumah-rumahnya kece abis. Sebagai salah satu oleh-oleh yang mudah dikenang, kami foto-foto dulu.

      Jadwal sarapan kami skip. Rencana awal ke Kiyomizu kami swith dengan ke Arashiyama lebih dulu, karena lebih jauh. Gue mimpin perjalanan pagi itu ke stasiun Sanjo Keihan. Kami beli tiket seharga 210 yen untuk rute Sanjo Keihan ke Nijo. Dari Nijo gue pilih gunain fasilitas JR Pass, karena kebetulan ada kereta JR dari Nijo ke Saga Arashiyama.
      Pas turun di Nijo gue sempat bingung naik kereta lanjutan yang mana. Di tulisan ada kereta asing yang datang. Gue sebut asing karena nama kereta beda dengan yang ada di Hyperdia gue.  Daripada kesasar, gue bertanya pada 2 bidadari manis yang sedari tadi berdiri di depan gue.
      “Excuse me. Is it to SAGA ARASHIYAMA?”
      Dalam hitungan detik, 2 cewek depan gue langsung menoleh.
      KAWAIIII! Gilak, 2 cewek yang dari tadi cuman kelihatan rambutnya aja, ternyata manis-manis. Pantes aja pas berdiri di belakang mereka rasanya gue nemu arti kenyamanan, kesempurnaan cin … taaaaa. Ooo…oooowww #nyanyi
      Gue sengaja bertanya dengan menekankan kata Saga Arashiyama buat antisipasi kalau terjadi misskomunikasi kek kemari n sama sekumpulan aki-aki pas nyari penginapan. Tapi, kalau sama yang 2 ini, misal terjadi misskomunikasi, nggak papa juga sih, betah juga. Wkwkwkwk
      2 cewek kawai menjawab dengan antusias. “Yess! Yess!” sambil mengangguk dan tersenyum lebar. Makin kawaii deh.
      Akhirnya kami satu kereta dengan cewek-cewek tadi ke Saga Arashiyama. Perjalanan berlangsung kurang lebih 15 menit. Kami tiba di st Saga Arashiyama dan langsung disambut hujan! Horrayyyyy
      Karena konon hujan adalah lambang rezeki. Tapi kami sadar, kami nggak bawa payung. Zonk! Ditambah jacket yang gue pakai kali ini wool. Zonk kedua! Untungnya sepatu boots gue tahan air. Yes!
      Intensitas hujan masih gerimis ringan. Kami pun nekad jalan cepet ke arah yang dijelaskan oleh tourist information di stasiun.
      Di bawah langit mendung kami menyusuri jalan yang melewati rumah-rumah warga. Terdapat beberapa café, tempat makan, butik, bahkan toko buku di antara rumah-rumah. Seperti di Sanjo, jalanan di Arashiyama bersih banget.

      Setelah jalan sekitar sepuluh menit, kami tiba di pertigaan. Jika ke kiri, ke arah Tenryu-ji Temple dan sungai. Ke kanan ke Bamboo groove. Gue memutuskan ke Tenryuji dulu. Hujan turun lebih deras ketika itu. Setelah sempat foto-foto di depan pintu masuk, kami pun memutuskan untuk tidak masuk. Jadi baru foto di depannya saja kami sudah puas. Coba bayangkan, jauh-jauh ke Arashiyama, hujan pula, sampai di depan pintu Tenryu-ji malah nggak jadi masuk. Tapi, ya, mau gimana lagi, kami memang mudah puas dan mudah pula dipuaskan #eh

      Selanjutnya gue memimpin regu menuju bamboo groove. Hujan rintik-rintik masih terus mengguyur. Tapi gue nggak mau kalah sama semangkat para abang-abang penarik ricksaw alias becak manusia.
      Dan di bamboo groove itulah sepasang mataku beradu pandang dengan sepasang mata penuh keindahan. Senyum manis darinya langsung tersaji ketika tahu aku tengah menatapnya. Waktu serasa berjalan pelan dari detik ke detik. Semilir angina disertai titik air sama sekali tak membuatku mudah beralih pandangan.
      “Minta foto, Bang!” suara cempreng Krysna menyadarkanku. Bocah tengik itu menggodaku supaya gue ngajakin foto cewek barusan. Btw, cewek yang baru saja tersenyum padaku adalah cewek yang sama kutanya di stasiun tadi. Ternyata dia masih mengingatku.
      “Lu mau ngajakin mereka foto?” Tanya gue balik ke Krysna.
      Krysna menggeleng.
      Dasar cemen!
      Akhirnya gue pun memberanikan diri menghampiran 2 cewek kawaii asli Jepang itu. Dengan malu-malu tak tahu malu gue pun ngajakin foto bareng. Mereka pun tampak terkejut bahagia penuh suka cita pesta pora ketika menyambut ajakan gue. Kami pun ber-wefie ria beberapa jepret. Krysna ikutan. Baru akhirnya gue tending Krysna buat motion gue. Gue pun berpose di tengah dua cewek Jepang itu. Dan kejutannya, si cewek minta foto juga dengan kameranya. Ternyata diriku menarik juga *mengambil kesimpulan sepihak.
      Usai foto hatiku serasa melayang. Gue pun melompat-lompat menyusuri bamboo groove.


       
      The end
       
      Eh, eh, belum selesai. Meski bahagia belum berarti selesai, ya. Oke, lanjut.
      Setelah mengelilingi bamboo groove kami menuju restoran Yoshiya untuk makan siang. Hujan masih turun. Satu hal yang gue kagumi dari Jepang, masyarakatnya meski hujan tetap olahraga. Ini dibuktikan dengan beberapa kali gue nemuin orang Jepang lagi lari-lari nggak kenal cuaca. Mau mendung, hujan, siang, sore, tetep olahraga. Ganbatte!
      Yoshiya Muslim Restoran ada di tepi sungai terkenal di Arashiyama. Gue dapat rekomendasi restoran halal itu dari aplikasi Halal Navi dan Halal Gourmet Japan. Ada beberapa menu halal yang disediain. Semacam lunch set gitu. Enak, sih. Tapi sedikit lebih mahal kalau dibandingin sama bento Familymart (yaiyalah).

      Karena hujan yang makin deras, kami memutuskan balik ke penginapan di Sanjo dulu.
      ***
      Setelah ganti jaket yang tahan air dan bawa paying dari penginapan, kami lanjut jalan kaki menuju Kiyomizudera. Berdasarkan google maps sih, jarak jalan kaki kami sekitar 2 km menuju tkp. Lumayan jauh sih. Ditambah hujan. Tapi justru saat hujan itulah kami menemukan banyak keindahan. Tsaaah
      Sepatu Bobby dan Krysna ternyata nggak tahan air banget. Alhasil, agak basah-basahan lah ya.
      Dan di balik semua perjuangan itu, keindahan di mulai saat kami melewati Hokan-ji Temple dan Yasaka Shrine. Lanjut kami melihat betapa indahnya Sanen zaka dan Ninen zaka. Jadi intinya, Kiyomizudera hanya sebagai tambahan aja. Keindahannya dilahap abis di sepanjang jalan menuju dan dari sana. Indah banget nuansa kiri-kanan jalan yang dipenuhi bangunan-bagunan tradisional, baik café, toko, maupun rumah. Feel like … amazing!

      Yaudahlah, ya, bagian ini susah dideskripsikan dengan kata-kata. Lewat foto aja (meski sebagian nge-blur)









       
      Gue bikin post di blog juga nih : http://alfiandaniear.blogspot.co.id/2017/02/7-hal-yang-bikin-kamu-pingin-ke-jepang.html
      Panggil para idola:
      @deffa
      @Andrizki
      @Vara Deliasani
      @HarrisWang
      @Monfi
      @kyosash
      @twindry
      @Ikamarizka
       
    • By Daniear
      Sebelumnya mohon maaf, karena kisah ini terlambat dari jadwalnya. Mohon maklum, kerjaan padat menyergap seusai balik dari Jepang. Aaaah, jadi pingin liburan lagi, wkwkwwk
      Berbekal JR Pass nan sakti, gue pun menyusun perjalanan yang anti rugi. Maksudnya, selama bisa pakai JR Pass, ngapain musti bayar tiket lagi. Kalau bisa nyicip gratis, ngapain musti beli *Halah.
      Namun prinsip itu harus berhadapan dengan realitas yang cukup mencengangkan di Kyoto (apa pula bahasa gue barusan). Ya, intinya jalur yang di-cover JR Pass di Kyoto sangat terbatas. Tempat wisata utama yang dekat stasiun JR mungkin hanya Fushimi Inari (JR Inari) dan Arashiyama (JR Saga Arashiyama). Sementara penginapan yang kami pilih di Sanjo. Mau nggak mau kami musti beli tiket kereta di jalur Keihan dari Kyoto Station ke Sanjo Keihan untuk sampai di penginapan. Mungkin kalian penasaran, ngapain juga gue musti nginep di Sanjo.
      Ehem, beginilah ceritanya. Berbekal advice dari insidekyoto.com, salah satu wilayah yang nginep-able di Kyoto adalah Sanjo. Waii?? *Why. Karena banyak tujuan wisata yang dekat dari area ini. Sebut saja Gion, Kamo River, Sannen-zaka, Ninen-zaka, Kiyomizudera. Semua itu bisa ditempuh dengan jalan kaki. Ya, kecuali kalau kalian tipikal manjanya keterlaluan dan males jalan kaki, bus akan sedia menawarkan tumpangan berbayar.
      Karena dari Kyoto ke Sanjo nggak ada JR line, untuk menghemat perjalanan kami memutuskan langsung ke Fushimi Inari dari Kyoto Station pada hari pertama kedatangan kami di Kyoto.
       
      Kyoto Station  
       
      Jadi, begitu Shinkansen Hikari yang kami tumpangi tiba di Kyoto Station, hal pertama yang gue cari adalah coin locker. Berat cuy bawa carier 60 L kemana-mana. Setelah nekad memohon petunjuk ke petugas station (yang kebetulan kagak ngerti bahasa Inggris) dengan bahasa tubuh kami pun menemukan loker.
      Setelah beres kami segera meluncur ke platform di mana kereta JR Nara Line berada. Oh, iya, begitu dapat koneksi internet di Jepang, jangan lupa untuk install app Hyperdia (entah sejak kapan, app-nya hanya bisa di-instal di Jepang. Versi web-nya masih bisa dibuka di Indonesia, sih, buat cek-cek rute di itinerary).
      Kereta yang kami tumpangi ini akan melewati statsiun Tofukuji dan tiba di Inari. Perjalanan berlangsung sangat cepat. Hanya 5 menit. Begitu tiba di Inari station kami disambut masa yang cukup padat. Tak jauh di seberang jalan, gerbang utama Fushimi Inari sudah terlihat.
       
      Gate Fushimi Inari  

      Sabtu siang itu pengunjung cukup ramai. Sebelum memutuskan masuk, kami mencari makan siang dulu (ehem, rapelan sama sarapan sebenernya) di Daily Yamazaki, semacam convenience store. Karena nggak ada tempat duduk di sekitar situ, kami pun memilih makan di balik patung rubah di depan gerbang. Sungguh pilihan lokasi yang mencolok dan mengundang perhatian. 
       
      Makan di balik patung ini  
       
       
       
       
      Tak jauh dari lokasi inilah terjadi adegan salah grepe *eh! Adegan salah sapa oleh sekumpulan turis dari Thailand (denger bahasanya yang canggih luar biasa gue langsung mengenali kebangsaan mereka). Jadi ceritanya si Bobby dikira salah seorang teman dari mereka, karena emang agak mirip sih mukanya. Jadilah mereka cengar-cengir setiap ketemu kami.  *Dih
       
      Punten!  
       
      Sepertinya hari itu Fushimi Inari akan dipakai untuk upacara. Gue nebak begitu karena kuil utama udah rapi dan pendetanya juga kek lagi siap-siap, ditambah petugas-petugas yang beredar di sekitar kuil. Entah kenapa, ketika melihat penampakan pendeta dengan topi tingginya itu aura magis langsung terasa. Untuk mengalihkan rasa itu gue segera melihat arah lain.
       
      Wajahmu mengalihkan duniaku, Mbak :)  
       
      Sesuai rencana bersama, kami memutuskan untuk tidak mendaki hingga puncak. Jadilah kita foto-foto di antara tori-tori merah nan indah itu. 
       
       
      Tuh, rame, kan *nggak tahu diri ngganggu yang ngantri jalan  
      Tori  
      Foto ala ala dulu  
      Pose siapa yang lebih sukses?  
      Baru dapat beberapa meter kita milih jalur memutar. Dan balik. Ya, gitu doang sih.
       
      Inari Station  
      Timetable  
       
      Kami pun balik ke Kyoto Station. Selain Hyperdia, app yang sangat membantu tentu saja google map, Kyoto metro map. Tambahan bagi yang muslim, ada Halal Navi, Halal Gourmet Japan, yang bisa jadi navigator buat nyari rekomendasi tempat makan yang udah ada sertifikat halalnya.
      Setelah ngambil barang di loker, kami pindah ke kereta Keihan. Dari Kyoto Station ke Sanjo Keihan perlu transit sekali di Karasuma Oike. Harga tiket total 260 yen. Kejadian konyolnya adalah, gue salah memasukkan kertas receipt (bukan karcis) ke gate. Ya jelas nggak mau buka dong. Gue coba sekali lagi. Sama juga. Akhirnya munculah seorang kakek-kakek berhati malaikat yang memberitahu gue kalau yang gue masukin salah. Gue pun memasukkan kertas lain, yang mana lebih kecil dari kertas pertama. Dan berhasil. Yaelah, karcisnya ternyata yang kecil. Untung kagak gue buang.
      Sebelum naik kereta gue sempat bertanya pada seorang gadis Jepang, apakah kereta yang kami tumpangi benar ke arah Karasuma Oike (sebetulnya ini adalah modus nyepik).
      “Neng, ini kereta ke Karasuma Oike?” Tanya gue sambil merapikan sarung yang melingkar di pundak.
      Si eneng tampak kaget dengan pertanyaan gue. Diselipkannya anak rambutnya di belakang telinga. “Eh, iya, A’. Aa bade kemana?”
      “Ndak jauh, kok. Cuman ke Sanjo.” *berubah logat.
      “Ati-ati, ya, Mas.” *ikutan nggak konsisten.
      Ya, dialog di atas hanya rekaan belaka. Setelah gue Tanya beginilah reaksi sebenarnya:
      Si gadis yang cantik itu pun mengangguk. Bahkan dia masih melihat ke gue ketika dia turun duluan di stasiun Shijo. Entah apa maksud tatapan itu. Tatapan berat untuk berpisah, tatapan ingin meminta ID Line, atau yang paling masuk akal tatapan kasihan gue bakal salah stasiun.
      Tiba di Sanjo Keihan ternyata bukan sebuah kelegaan. Gue yang baca direction dari host Airbnb ngerasa lost banget karena gerbang keluar stasiun yang di foto dengan yang gue lalui kok beda. Gue sadar kalau salah keluar gerbang, tapi di mana gerbang yang di gambar lebih bikin gue bingung. Gue pun usul buat masuk ulang, cari jalan keluar lain. Tentunya pilihan ini sangat menyiksa Bobby, karena dia yang satu-satunya bawa koper harus nenteng naik turun tangga. Begitu gue nemu jalan keluar lain, kami ikuti, sampai keluar … zonk! Tetep beda. Malah pintu keluar itu cuman beberapa meter dari pintu keluar yang pertama.
      Sempet buntu sampai akhirnya kami berjalan ke Family Mart. Krysna yang menguasai bahasa Jepang dasar berusaha berkomunikasi dengan dua orang kakek-kakek. Dan jawaban sang kakek membuat Krysna menganga!
      Yaiyalah, si dua kakek itu menjawab dengan sanga cepat dan heboh, panjang. Krysna pun nggak mudeng sama sekali dengan apa yang dikatakan sang kakek.
      Gue akhirnya ikut nimbrung setelah gue inget lokasi penginepan di dekat studio dance.
      “Dansa! Dansa!” seru gue sambil membuat gerakan ala ala.
      Eh, si kakek ternyata nangkep. Dari omongannya gue nangkep kata “hoteru” yang mungkin artinya hotel. Dia juga nunjuk arah. Kami pun ngikutin arah itu dan … tara!!! Gambar yang ada di peta akhirnya tampak. Setelah jalan 5 menitan tibalah kami di rumah milik Madame Hanano.
       
      Tirai depan rumah yang menyambut kami  
      Secarik pesan dari sang host  
      Ruang tamu tempat Misae dan Shinchan bercengkerama  

       
      Area rumah yang kami sewa benar-benar bersih. Rumahnya kecil tapi bersih banget. Terdiri dari dua lantai. Lantai satu berupa ruang tamu, dapur, kamar mandi. Yang gue suka, pintu gesernya Jepang banget. Naik ke lantai dua ada 3 kasur yang udah disediain buat kami. Masih sisa satu ranjang tingkat sih sebenernya. Jadi kalau kebetulan trip ber-5, rumah ini keknya masih bisa, deh. Lebih hemat lagi pembagiannya. Gue yang nggak sabar liat futon langsung nyobain tidur. Gilak! Anget banget. Nyaman banget. Jadilah khayalan live as a Japanese untuk dua malam di Kyoto ini terkabul.
      Karena belum makan malem, kami segera beberes untuk berangkat ke Gion. Tujuan kami adalah Gion Naritaya Ramen Halal.
      Di tengah dinginnya malam kami menjelajah gang-gang di area Sanjo menuju Gion. Google map always on.
      Meski cuman jalan kaki, gue excited banget. Ngelihat rumah-rumah dan bangunan yang gue lalui. Pas-pasan sama masyarakat local yang keknya baru pulang kerja. Ngelewatin kedai dan bar-bar Jepang. It’s not a dream!
      Dulu waktu kecil gue punya mimpi buat ke Jepang. Begitu beranjank dewasa mimpi itu kek hilang, karena gue mulai realistis. Gimana caranya gue ke Jepang coba? Eh, hari itu mimpi gue ternyata bisa tercapai. Yeah, gue pun sadar, terkadang realistis dan pesimis itu beda tipis. Seharusnya gue tetapin niat yang kuat dan nyari cara gimana buat mencapai mimpi gue. *motivator mode on
      Tibalah kami di Gion Naritaya Ramen. Kedainya lucuk, Jepang banget (yaiyalah, di Jepang). Di sebelah Gion Naritaya Ramen ada Gion Naritaya Yakiniku (yang ini special jualan daging yakiniku gitu). Sesuai rencana kami milih makan ramen malam itu.
       
       

      Daftar Menu
       
      Begitu masuk kedai kami disajikan ruangan yang terbilang sempit. Tapi sempitnya justru membuat semakin nikmat. Ada beberapa pengunjung berhijab yang gue perkirakan berasal dari negeri tetangga, negeri jiran. Ada satu penjaga kedai, merangkap sebagai koki, mas-mas Jepang yang masih muda banget.
      Malm itu gue memesan shoyu ramen + fried chicken. Harganya 1000 yen.
      Sambil bergunjing tentang pengunjung lain di meja sebelah, karena gue melihat “penampakan”,*Mohon untuk tidak ditiru, pesanan yang kami tunggu pun datang. Waaahhh!
       
      Shoyu Ramen  
      Spicy Ramen Ramen Mamen  
      Enyak! Pas banget dingin-dingin musim dingin gini, makan yang anget-anget, berkuah anget, di kedai anget. Anget banget! *Wkwkwkwk
      Review makanannya, jujur ini pertama kali gue makan ramen di Jepang. Sensasi yang pertama yang gue rasain adalah fresh. Kenapa? Karena lidah gue sama sekali nggak mencap adanya rasa micin macam makan mie instan atau ramen yang dijual di beberapa kedai ala-ala Indonesia (mungkin mereka pakai ramen instan). Ramennya terasa lembut. Kuah shoyu nya juga sedap. Irisan ayam bakarnya pas banget. Mateng dan lembut. Dan yang jadi juara menurut gue adalah ayam gorengnya! Potongan kecil-kecil bikin bumbunya meresap, sedaaap! Sampai kami mutusin buat pesen lagi ayamnya, he he.
      Makan malam pertama kali kami di Jepang ditutup dengan secangkir green tea hangat khas Jepang. Ditambah air putih gratisan. Kami pun meninggalkan kedai dengan suka cita.
      “Hoi, bayar dulu!!!!” teriak si penjaga kedai.
      Mungkin itu yang terjadi seandainya kami terlalu menikmati suasana dan meninggalkan kedai tanpa bayar. Untungnya kami belum khilaf.
      Setelah menimbang-nimbang kami memutuskan melanjutkan perjalanan ke Minna Kyoto Store. Si Bobby ngajak buat cek jaket winter. Doi belum sempet beli di Indonesia. Kami pun berjalan kaki menyusuri jalan-jalan Gion ke arah Kamo River.
      Udara malam itu dingin banget. Tapi suasana sekitar bikin gue tetap gigih berjalan. Gue bisa melihat Starbucks nan legendaris (karena sering mejeng di berbagai foto ketika searching tentang Kyoto). Starbucks itu berada pas di tepi Kamo River, terlihat klasik.
      Di Minna Store kami cek jaket di Uniqlo Jepang dan membandingkannya dengan harga di Indonesia. Emang iya, sih, di sana lebih murah disbanding di Indonesia untuk barang yang sama. Gue pun beli neck warmer yang cuman 500 yen, karena gue belum bawa syal.
      Usai dari Minna kami mampir ke minimarket kecil nggak jauh dari sana. Gue lupa apa nama minimarketnya. Yang pasti di situ gue nemu air mineral paling murah yang gue temuin selama di Jepang. Bayangin 52 yen udah dapet 2 liter?!
      Dan … malam itu harus ditutup dengan drama. Gue kebelet buang hajat! *Malu
      Dengan panik gue masuk lagi ke Minna Kyoto Store, nyari-nyari di mana toilet. Akhirnya nemu di saat yang tepat di lantai dasar. Fuuuuh.
      Malam itu kami mengakhiri petualangan hari pertama. Sebelum tidur gue sempet nyobain shower yang dinginnya naudzubillah. Kami nggak mungkin lupa nyalain pemanas ruangan. Kehangatan seketika menyeruak. 
       
      Kasur di lantai 2 yang menyajikan kehangatan  
      Sampai jumpa hari kedua :)
       
      Sebelumnya:
       
      Mention:
      @deffa
      @HarrisWang
      @kyosash
      @twindry
      @Vara Deliasani
      @Andrizki
      @Ikamarizka
    • By deffa
      Hola Momod Here !!!
       
      Dikarenakan Singapura ini masih menjadi tujuan favorit wisata luar negri untuk pertama kali
      jadi pasti MRT menjadi salah satu topik utama jika berkunjung ke Singapura
       
      Nah kali ini saya mau berbagi tips dan tata cara menggunakan salah satu moda transportasi andalan Singapura tersebut
      akan saya bagi jadi beberapa bagian ya silahkan di simak 
       
      Cara Baca Map MRT
      Ok pertama kali sebelum naik MRT nya minimal kalian harus paham dengan Map MRT Singapura ini
      Sebenernya gak terlalu sulit juga, tapi bagi yang kurang sense of directon dan gak bisa baca map
      bakalan jadi rumit, ini adalah method (cara) yang biasa saya pakai biar gak bingung :

       
      Selalu cek dan aware posisi kalian berada saat itu dimana, bisa dilihat kiri kanan pasti ada pertanda nama jalan / plang toko yang ada alamatnya dll Setelah ketemu posisi kalian baru lah baca map dan perhatikan Stasiun MRT terdekat, misal kalian berada di Bugis Junction berarti lebih dekat dengan Stasiun MRT Bugis  Tentukan tujuannya misal kalian dari Bugis mau ke Marina Bay MRT Singapura ini terdiri dari beberapa Line (Jalur) Utama dibedakan dengan warna (Red, Purple, Green, Circle Line (Yellow), Downtown Line / Blue) Di line (jalur) tersebut perhatikan ujung awal dan akhir, misal Green Line awal nya adalah Pasir Ris dan akhirnya adalah Joo Koon  Nah jika kita mau ke Marina Bay dari Bugis, berarti kita akan melalui dua line (jalur) karena Marina Bay itu berada di Red Line sedangkan Bugis berada di Green Line, logikanya kita harus turun dan ganti kereta di suatu tempat kan. Nah perhatikan pada Map ada stasiun2 yang dua jalur bersebelahan seperti stasiun City Hall atau Raffless Place berikut. Disinilah kita turun dan ganti kereta ke Red Line Marina Bay.                                                 Nah hal diatas itu berlaku untuk beberapa Interchange Station (Transit Station) seperti di Tanah Merah, Dhoby Ghaut, Jurong East, Outram Park, Serangoon dll  
      Jenis Tiket MRT
      Nah setelah kita sedikit paham dengan cara baca map MRT sekarang kita coba untuk membeli tiket MRT.
      Tiket MRT ada 3 Jenis yaitu Singapore Tourist Pass, Ez-Link Card, Single Trip Ticket. Kita akan bahas satu persatu ya
       
      Singapore Tourist Pass
      Singapore Tourist Pass adalah kartu khusus bagi wisatawan untuk menggunakan semua moda transportasi umum (MRT, BUS) sesuai dengan pilihan lama kunjungan. 

       
      Cara mendapatkannya bisa mengunjungi counter Tiket MRT di beberapa daerah berikut :
      Changi Airport, Orchard, Chinatown, City Hall, Raffless Place, Ang Mo Kio, Harbor Front, Lavender, Bugis, Bayfront
       
      Harga nya dari 1 hari 10 SGD, 2 hari 16 SGD, 3 hari 20 SGD
       
      Untuk info lengkapnya bisa cek web resmi nya di sini
       
      Ez-Link Card
      Kartu Ez-Link ini berfungsi hampir sama dengan Singapore Tourist Pass dimana kalian bisa menggunakan di semua moda transportasi umum singapura. Namun beda nya menggunakan saldo (semacam pulsa) jadi kita harus isi dlo (Top Up) baru bisa di gunakan. Namun untuk kartu baru sudah terisi saldo.

       
      Cara mendapatkannya bisa mengunjungi counter Tiket MRT di semua Stasiun dan juga di 7-Eleven. Cara Top Up (Isi Saldo) juga di lakukan di sana
       
      Harga nya dari 10 SGD - 12 SGD
       
      Untuk info lengkapnya bisa cek web resmi nya di sini
       
      Single Trip Ticket
      Hampir sama dengan Ez-Link Card 
      Kartu yang ini bisa digunakan untuk beberapa kali perjalanan, total 1 kartu bisa 6 kali di Top Up. 

       
      Cara mendapatkannya bisa mengunjungi counter Tiket MRT di semua Stasiun dan juga di Ticket Vending Machine di tiap Stasiun juga

       
      Harganya tergantung jarak dari Stasiun yang akan di tempuh start dari 0.20 SGD - 10 SGD
       
      Untuk info lengkapnya bisa cek web resmi nya di sini
       
      Cara Menggunakan MRT
      Nah kali ini kita masuk ke tata cara menggunakan MRT pertama kali.
      Mungkin bagi kalian yang pernah naik Bus Transjakarta cara ini tidak akan terlalu aneh, namun bagi yang belum pernah pasti kebingungan dengan sistem nya :
       
      Ketika masuk ke Stasiun MRT ada 2 pilihan beli tiket yaitu manual dengan berbicara dengan petugas Ticket  Counter atau otomatis dengan menggunakan Ticket Vending Machine (Jika menggunakan Singapore Tourist Pass / Ez-Link Card langsung baca ke no 4) Jika kalian pilih Manual ke Ticket Counter sebutkan tujuan kalian dan berapa orang dalam bahasa English misal kalian dari Bugis mau ke Marina Bay "Marina Bay please for 1 person" maka akan diperoleh harga 1.30 SGD Jika kalian pilih Otomatis ke Ticket Vending Machine ini berupa Touch Screen, langsung sentuh layar pilihan bahasa English, lalu keluar map MRT tinggal sentuh di tulisan Marina Bay, lalu pilih jumlah orang nya, kemudian keluar nominal yang harus di bayarkan 1.30 SGD :  Jika kalian membayar dengan uang kertas 2 SGD atau 1 SGD x 2 masukkan uang kertasnya ke sini, lalu uang kembalian akan jatuh di bawah nya
      Jika kalian membayar dengan campuran uang kertas dan logam (1 SGD uang kertas dan 0.30 SGD uang logam), masukkan uang logam nya ke sini.
      Lalu Single Trip Ticket nya akan keluar dari sini
      Karena Single Trip Ticket bisa digunakan sampai 6 kali, kalian bisa Top Up lagi saldo nya dengan menaruh kartu tersebut disini, dan ulangi langkah nya dari awal
       
      4.  Langsung menuju ke Ticket Gate untuk tap (sentuh) kartu nya ke salah satu slot seperti ini

       
      5. Lalu menuju ke MRT Ram dimana tempat kalian naik Kereta MRT nya, tapi perlu di perhatikan biasanya MRT Ram ini terdiri dari dua sisi bahkan ada yang bertingkat seperti di Dhoby Ghaut dan City Hall nah perhatikan baik2 petunjuk arah nya sehingga kalian tidak salah ambil MRT

       
      6. Selama di dalam MRT perhatikan dengan baik petunjuk ini dan juga suara dari pemberitahuan setiap kali berhenti di stasiun, karena itu adalah petunjuk kalian untuk dimana harus turun sesuai dengan tujuan kalian

       
      Tips :
      Selalu pergunakan Smartphone kalian dan aktifkan internet nya karena Google Maps sangat membantu Jangan ragu dan malu untuk bertanya ke siapapun yang ada  Semua kartu di atas hanya untuk 1 Orang saja, jadi TIDAK BISA 1 kartu di pakai berdua atau lebih Ok demikian lah Tata Cara Menggunakan MRT Singapura yang mungkin berguna buat kalian yang baru pertama kali menggunakan MRT. Oiya cara ini juga berguna untuk MRT di negara lain seperti Kuala Lumpur Malaysia, Bangkok Thailand, Taiwan dll. Karena prinsip nya sama saja
    • By vie asano
      Sudah ada banyak tips dan trik tentang caranya melakukan perjalanan bersama keluarga. Namun biasanya, fokus kata ‘keluarga’ disini lebih kepada ‘bagaimana caranya melakukan perjalanan bersama anak-anak’, mulai dari tips agar liburan keluarga berjalan seru (baca: Tips Agar Liburan Keluarga Berjalan Seru), tips untuk menghindari mabuk perjalanan (baca: Resiko Mabuk Perjalanan Bisa Ditekan Menggunakan Tips dan Trik Ini), tips packing untuk family trip (baca: Packing Tips for Family Trip (1) dan Packing Tips for Family Trip (2)) hingga tips jika bertemu dengan penumpang kecil di dalam pesawat (baca: Random Tips Buat Kalian yang Berencana Terbang Bareng Bayi dan Anak-anak).
      Tapi, keluarga kan nggak melulu berisi anak-anak saja. Lantas, ada nggak tips untuk melakukan trip bersama orang tua – terutama yang sudah berusia lanjut?
      Bagi sebagian traveller – khususnya traveller muda – orang tua (dalam artian ‘orang lanjut usia’, atau untuk mudahnya disebut sebagai ‘lansia’ saja) mungkin ada dalam daftar terakhir tipe partner yang akan dipilih untuk menemani acara traveling. Lansia biasanya identik dengan aktifitas rumahan, dan jarang bepergian ke tempat jauh. Apalagi jika lansia tersebut memiliki keterbatasan fisik maupun masalah kesehatan. Wah, terdengar sebuah hambatan untuk melakukan aktifitas traveling yang seru, kan?
      Tapi hey, nggak semua lansia itu suka diam di rumah, lho. Sekalipun mungkin kondisi fisik dan kesehatan nggak se-prima traveller muda, bukan berarti semua lansia hanya suka bepergian di dalam kota saja. Sebagian lansia masih memiliki semangat ala Indiana Jones dan Lara Croft untuk menaklukkan dunia mengunjungi berbagai tempat di dunia. Jadi, kenapa traveller muda harus memaksa meninggalkan lansia di rumah? Kenapa kalian nggak sesekali mencoba mengajak mereka bertualang dan bersenang-senang?

      Ilustrasi, via praktijkbuonappetito
      Namun tentu saja ada beberapa hal yang perlu kalian perhatikan sebelum mengajak lansia melakukan traveling bersama. Ada juga beberapa hal yang perlu kalian siapkan sejak dini untuk membantu melancarkan aktifitas bersama lansia. Singkat kata, langsung simak saja aneka tips untuk melakukan traveling bareng orang tua, kakek nenek, atau siapapun yang jauh lebih tua dari kalian. Sebelum itu, simak dulu sisi positif dan konsekuensinya bepergian bareng lansia.
      *             *             *             *             *
      Sisi Positif Bepergian Bersama Lansia
      - Pernah mendengar istilah ‘kenyang makan asam garam kehidupan’? Begitu juga yang terjadi jika bepergian bersama lansia. Sekalipun mungkin kondisi fisik mereka tidak seprima traveller muda, namun orang yang lebih tua bisa jadi mengetahui berbagai tips dan tips traveling yang belum diketahui oleh traveller muda. Dengan melakukan traveling bersama, kalian bisa belajar banyak dari orang tua tentang hal-hal diluar keseharian kalian. 
      - Jika kalian mengunjungi destinasi yang pernah dikunjungi oleh lansia bertahun silam, bisa jadi kalian akan mendengarkan kisah-kisah yang belum tentu akan kalian temukan dalam leaflet wisata. Seru kan?
      - Traveling bersama bisa menambah momen kebersamaan antara kalian dengan orang tua, apalagi kalau selama ini kalian punya banyak kesibukan sendiri dan jarang meluangkan waktu untuk kumpul-kumpul.
      Konsekuensinya:
      - Konsekuensi yang paling utama tentu saja masalah daya tahan fisik dan juga kesehatan yang berbeda dengan traveller muda (walau nggak semua orang muda punya daya tahan tubuh yang prima). Kalian harus bisa meredam egoisme untuk membuat itinerary sesuka hati.
      - Bepergian dengan lansia pun bisa berpotensi meningkatkan gesekan di antara kalian, apalagi jika selama ini kalian punya banyak cara pandang yang berbeda tentang beberapa hal. Misalnya saja, orang tua mungkin akan melotot saat melihat kalian mengenakan bikini di pantai. Atau mungkin marah-marah melihat kalian nggak tega menawar barang saat akan membeli oleh-oleh di pasar tradisional. Tapi hey, semua hal bisa dinegosiasikan kan? Jadi jangan dulu takut untuk bepergian bersama lansia ya!
      *             *             *             *             *
      Tips dan Trik Traveling Bareng Lansia
      Mari Mulai dari Itinerary, Karena Itinerary Adalah Segalanya

      Ilustrasi, via bordeauxclassictour
      - Umumnya lansia memiliki daya tahan fisik yang berbeda dengan anak muda. Karenanya, realistislah dalam menyusun itinerary. Daripada memaksakan diri mengunjungi 10 tempat dalam sehari, lebih baik kalian fokus memilih 1-2 tempat saja yang mungkin dapat meninggalkan kesan lebih dibanding tempat lainnya.
      - Kondisi setiap lansia memang bisa berbeda satu dengan lainnya. Namun, untuk menghindari lansia jadi terlalu lelah dan berpotensi menyebabkan penurunan kondisi fisik, bijaklah dalam menyusun waktu wisata. Apalagi lansia biasanya bergerak lebih lambat dari anak muda, jadi kalian betul-betul harus mempertimbangkan tempo wisata. Idealnya, kalian bisa mulai jalan-jalan beberapa saat sebelum makan siang, dan di antara makan siang hingga makan malam. 
      - Kenali dengan baik obyek wisata yang kalian pilih, apalagi jika kalian bepergian dengan lansia yang memiliki daya tahan fisik yang kurang baik. Pilihlah obyek wisata yang mudah dijangkau dengan kendaraan, atau mudah di akses dengan berjalan kaki, dan memiliki akses yang baik (jalannya tidak licin, curam, dll dsb).
      - Sedangkan jika bepergian dengan lansia yang mengalami kesulitan bergerak, nggak ada salahnya memastikan apakah kalian bisa meminjam kursi roda di obyek wisata tersebut atau tidak – kecuali jika kalian membawa kursi roda sendiri dari rumah. Begitu juga saat berada di bandara, cari tahu dimana kalian dapat meminjam kursi roda (dan bagaimana cara pengembaliannya).
      - Jangan egois! Kalian mungkin senang melakukan petualangan di alam bebas dan menantang adrenalin, seperti rafting dan bungee jumping. Tapi jika bepergian bersama lansia, pastikan kalian memilih obyek wisata yang dapat kalian nikmati bersama. Caranya, diskusikan setiap usulan itinerary yang kalian ajukan, dan jangan ragu untuk mendengarkan feedback dari mereka ya!
      - Ada baiknya pilih destinasi wisata yang nggak terlalu ramai. Lansia biasanya kurang menyukai keramaian, apalagi jika mereka memiliki kondisi fisik yang kurang baik. Selain itu, tempat ramai juga biasanya kurang nyaman karena harus berdesakan dengan banyak orang, dan lebih rentan akan pencopetan. Namun sekali lagi, konsultasikan setiap itinerary yang kalian usulkan untuk dirundingkan bersama-sama. Siapa tahu lansia yang akan kalian ajak traveling bersama malah menyukai suasana ramai seperti kota, dibanding menyepi di keheningan pegunungan.
      - Jelilah dalam menentukan waktu wisata. Pertimbangkan masalah cuaca di destinasi tujuan wisata kalian, dan hindari bepergian pada periode liburan (di daerah tersebut) untuk menghindari suasana liburan yang terlalu ramai dan malah membuat nggak nyaman. Secara umum, hindari bepergian di tengah kondisi cuaca ekstrem dan tidak menentu, serta hindari bepergian saat high season dan peak season.
      - Bingung menentukan destinasi yang mungkin akan disukai oleh lansia? Kalian bisa mempertimbangkan untuk memasukkan museum dan kuil-kuil dalam itinerary wisata. Tentunya, pilihlah tempat yang mudah di akses oleh lansia ya!
      - Alternatif lainnya, kalian bisa mempertimbangkan untuk mengikuti cruise singkat, asalkan lansia tidak punya mabuk laut ya.
      - Tips lainnya, kalian bisa menanyakan pada lansia, apakah ada tempat kenangan yang ingin dikunjungi di destinasi wisata atau tidak (khususnya jika mereka pernah ke tempat itu sebelumnya). Sesekali menyenangkan orang tua itu bagus lho!
      *             *             *             *             *
      Sebelum Bepergian

      Ilustrasi, via weibo
      - Jika lansia yang akan kalian ajak bepergian memiliki kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan lebih dulu pada dokter apakah yang bersangkutan dapat diajak untuk bepergian selama beberapa hari (sebutkan dengan detail durasi wisata, kalau perlu jelaskan tentang destinasi yang akan dikunjungi). Jangan lupa tanyakan apa saja ‘do’s’ dan ‘don’t’ yang harus diperhatikan selama masa traveling.
      - Sedangkan jika lansia tersebut diwajibkan mengatur pola makan karena satu dan lain hal (misalnya: terkena penyakit diabetes atau darah tinggi), ada baiknya kalian berkonsultasi pada dietisian mengenai menu yang aman disantap saat traveling. Mintalah daftar pantangan makanan yang harus dihindari selama wisata.
      - Oh ya, kalian juga bisa langsung membuat janji konsultasi dengan dokter sekembalinya dari aktifitas traveling.
      - Bekali diri dengan obat-obatan, terutama obat-obatan yang dibutuhkan oleh lansia (yang memiliki kondisi kesehatan tertentu). Bawalah obat-obatan itu dalam tas yang dapat masuk kabin, supaya mudah diambil sekiranya kalian tiba-tiba memerlukannya.
      - Nggak ada salahnya juga berbekal snack, khususnya yang disukai oleh lansia.
      - Jika perlu, survey lah lebih dulu berbagai fasilitas kesehatan di sekitar lokasi wisata yang akan kalian kunjungi.
      - Untuk menghindari kondisi salah jalan yang akan membuat kalian tersesat, nggak ada salahnya membekali diri dengan peta (online maupun offline). Nggak ada salahnya juga men-download beberapa aplikasi yang mungkin akan kalian butuhkan untuk melancarkan aktifitas traveling, seperti Waze, Google Maps, dan lain-lain.
      - Jangan lupa mengurus asuransi perjalanan sebelum kalian berwisata ya!
      - Dan, pastikan kartu kredit kalian bisa digunakan selama berwisata. Sekalipun nggak semua tempat menerima kartu kredit, namun setidaknya kalian dapat merasa lebih tenang jika terjadi kondisi darurat yang membutuhkan biaya secepatnya.
      *             *             *             *             *
      Masalah Packing

      Ilustrasi, via tuliptel
      - Biasanya lansia lebih mudah cemas mengenai banyak hal, dan akhirnya packing lebih banyak dari seharusnya. Apalagi jika mereka termasuk jarang bepergian. Untuk menghindari hal tersebut, nggak ada salahnya kalian membantu saat packing, sehingga kalian bisa memberikan saran barang apa saja yang perlu dibawa dan apa saja yang harus ditinggal.
      - Nggak ada salahnya membawa sebuah selimut tipis, apalagi jika kalian bepergian saat cuaca kurang bersahabat.
      - Bawalah perlengkapan yang dapat membantu meningkatkan kenyamanan selama di perjalanan. Misalnya saja, bantal leher yang dapat dipompa, penutup mata, dan penutup telinga.
      *             *             *             *             *
      Random Tips Seputar Transportasi

      Ilustrasi, via eluniversal
      - Beberapa moda transportasi biasanya menawarkan diskon khusus untuk lansia yang telah melampaui usia minimal tertentu. Nggak ada salahnya kalian mencari tahu tentang diskon khusus tersebut, namun jangan bete kalau ternyata nggak menemukan yang kalian cari ya!
      - Jika memungkinkan, pilih penerbangan non-stop (direct flight). Kalian mungkin memang akan duduk lebih lama di pesawat. Tapi jika bepergian bersama lansia, akan lebih melelahkan jika kalian harus transit beberapa kali untuk pindah penerbangan.
      - Beberapa penerbangan memberikan opsi khusus bagi lansia maupun penyandang disabilitas (biasanya saat melakukan pemesanan tiket), sehingga pihak maskapai dapat langsung membantu saat kalian boarding atau setelah di dalam pesawat. Nggak ada salahnya kalian memastikan ketersediaan opsi tersebut saat melakukan pembelian tiket pesawat.
      - Bijaklah dalam memilih jam penerbangan. Saat masih muda, kalian mungkin nggak masalah pergi menggunakan penerbangan termalam yang (biasanya) menawarkan harga tiket lebih murah. Namun penerbangan malam mungkin saja akan mengurangi kenyamanan lansia yang (mungkin saja) telah memiliki pola istirahat yang teratur.
      *             *             *             *             *
      Seputar Akomodasi

      Ilustrasi, via euroweeklynews
      - Biasanya, traveller muda (khususnya budget traveller) suka memilih penginapan yang agak jauh dari pusat keramaian karena harganya yang relatif lebih murah dibanding penginapan sejenis lainnya. Hanya saja, jika kalian berwisata bersama lansia, sebaiknya pertimbangkan memilih akomodasi yang mudah dijangkau oleh transportasi. Tujuannya agar sewaktu-waktu kalian bisa dengan mudah kembali ke penginapan.
      - Pilih akomodasi yang ramah untuk lansia. Definisi ramah disini terutama dari segi fasilitas. Misalnya saja, pilih penginapan/hotel yang memiliki lift (jika akomodasi itu lebih dari satu lantai). Lebih baik lagi jika kalian bisa memilih kamar yang dilengkapi dengan kamar mandi dalam kamar, sekalipun harganya mungkin lebih mahal dibanding kamar tanpa kamar mandi. Tips ini terutama berlaku jika kalian menginap bukan di hotel besar, atau mungkin menginap di hotel-hotel tradisional seperti ryokan (hotel tradisional Jepang).
      - Oya, pilih juga kamar yang dilengkapi dengan penyejuk udara, untuk menjamin agar lansia dapat beristirahat dengan nyaman.
      *             *             *             *             *
      Tips Random Lainnya

      Ilustrasi, via amac
      - Bepergian bersama lansia bukan berarti kalian harus bersama mereka 24/7. Agar kalian tetap bisa menikmati liburan yang kalian inginkan, nggak ada salahnya merencanakan aktifitas kecil untuk kalian nikmati sendiri. Misalnya saja, lanjut kongkow di club malam setelah selesai aktifitas wisata bersama orang tua. Atau, bisa juga kalian memiliki plan B aktifitas sendiri untuk berjaga-jaga seandainya sewaktu-waktu orang tua memutuskan untuk beristirahat di hotel saja dibanding pergi jalan-jalan.
      - Jika memungkinkan, ajak juga anggota keluarga lainnya untuk berwisata bersama. Umumnya lansia akan jauh lebih senang dan merasa lebih aman jika melakukan wisata bersama anggota keluarga lainnya.
      - Jika bepergian bersama keluarga besar, kalian nggak harus selalu pergi bersama-sama sebagai rombongan setiap saat. Seandainya di antara anggota keluarga besar memiliki beberapa ide wisata yang sulit dikompromikan (misalnya karena perbedaan selera), nggak ada salahnya sesekali membagi group menjadi beberapa kelompok. Masing-masing kelompok bisa bergantian untuk menyesuaikan diri dengan itinerary yang nyaman bagi orang tua.
      - Akui saja, jika orang tua kebanyakan sensitif dengan hal-hal tertentu. Misalnya saja, dengan cara kalian berpakaian (terutama jika kalian masih sangat muda). Untuk menjaga suasana traveling tetap terasa menyenangkan, sebaiknya hindari melakukan hal-hal yang mungkin akan menjadi bahan perselisihan. Sebagai contoh, alih-alih memaksakan diri mengenakan bikini lucu yang sebetulnya sudah kalian siapkan untuk liburan, kalian bisa mengenakan one piece yang relatif lebih sopan. Kalian tetap bisa berenang, namun nggak bikin orang tua deg-degan.
      *             *             *             *             *
      Dan, Mungkin Inilah Tips Paling Ultimate yang Perlu Kalian Ketahui

      Ilustrasi, via myageingparent
      Setelah membaca uraian di atas, bisa jadi kalian mungkin malah akan berpikir kalau bepergian bareng lansia itu merepotkan. Tapi, hey, ingatlah satu hal ini.
      Lansia pun dulunya pernah muda. Begitu juga kalian, suatu saat nanti akan menjadi lansia juga (jika umur memungkinan). Jadi, jangan pernah menganggap lansia itu merepotkan, karena kelak akan tiba giliran kalian untuk merepotkan orang lain. Anggap saja traveling bersama lansia (entah itu orang tua maupun kakek-nenek) sebagai bentuk latihan kalian jika kelak diajak traveling oleh anak cucu saat usia tak lagi muda. Lagipula, traveling bareng lansia bisa menjadi kenangan indah, yang akan menjadi harta karun sampai kapanpun juga.
      Jadi, kapan kalian akan mulai mengajak orang tua atau kakek-nenek traveling bareng?
      *             *             *             *             *
      Note:
      Foto diambil dari berbagai sumber (lihat caption) tanpa adanya editan selain proses resizing.