Sign in to follow this  
Vara Deliasani

Getting Around Kyoto by Bus

18 posts in this topic

Salah satu transportasi yang paling murah di Kyoto adalah bus. Buat yang pertama kali ke Jepang, terutama Kyoto, mungkin akan sedikit bingung dengan cara naik bus di Kyoto serta nomor bus yang menuju tempat wisata utama seperti Kiyomizudera, Kinkakuji, Gion, dll. Untuk memudahkan teman-teman berikut  hal-hal yang perlu diketahui sebelum menjelajah Kyoto dengan bus.

 

How to Ride:

Naik bus dari pintu belakang, lalu turun dari pintu depan ya. Pada saat nama halte tujuan tertera dilayar langsung tekan tombol yang tersedia di dalam bus, agar bus berhenti di halte yang kita tuju.

 

Cara membaca petunjuk tujuan dan nomor bis :

bus_dest_sign.png

sumber : http://www2.city.kyoto.lg.jp/

 

Tarif :

Jenis tarif terbagi 2, tarif flat dan tarif yang sesuai dengan jarak. Untuk tarif flat seperti keterangan pada gambar di atas nomor bus menggunakan latar belakang putih. Sedangkan bus denga  tarif flat rata2 menggunakan backgound nomor berwarna orange atau biru.

Metode pembayaran bisa dilakukan dengan uang tunai. IC Card (Suica, ICOCA, dll) dan menggunakan one day pass.

 

Pembayaran :

Pembayaran dilakukan pada saat turun dari bus di payment box yang terletak di samping supir. Bentuknya kira-kira seperti ini:

 icuntinnbako.png

sumber : http://www2.city.kyoto.lg.jp/

Keterangan Gambar:
(1):Fare charging port

(2):bill slot (change 1,000yen)

(3):coin slot (change 500yen,100yen,50yen)

(4):Card ticket slot

(5):coin outlet(for change)

(6):IC card reader

(7):display

 

Pembayaran Cash :

Payment box hanya menerima uang koin pecahan 50, 100, 500. Masukan uang pas ke dalam dalam payment box (keterangan gambar 1). Harus uang pas yaa karena mesin tidak menyediakan kembalian. Jika menggunakan uang lembaran 1000 Yen bisa ditukarkan terlebih dahulu di cash change machine (keterangan gambar 2). Nanti uang hasil tukerannya akan keluar di coin outlet (keterangan gambar no 5)

Khusus untuk bus dengan tarif non flat bayar sesuai dengan tarif yang tertera di layar.

 

Pembayaran dengan IC Card :

Tempelkan kartu di IC Card Reader (keterangan gambar no 6). Saldo dikartu akan dipotong sesuai dengan biaya perjalanan.

 

Pembayaran dengan Bus Pass :

Jika menggunakan pass untuk bus dengan tarif flat maka pada saat penggunaaan pertama kali masukin pass ke slot bus pass (keterangan gambar 4). Untuk naik berikutnya tinggal tunjukan pass ke supir pada saat turun.

Yang perlu diperhatikan jika menggunakan pass ini untuk bus dengan tarif non flat maka setiap naik ambil boarding tiket di pintu masuk lalu saat turun serahkan boarding ticket dan masukan kembali bus pass ke slot 4, mengingat jika tujuan berada diluar area pass maka akan dikenakan biaya tambahan. 

Jenis-jenis bus pass :

  • The Kyoto City Bus & Kyoto Bus One-Day Pass seharga 500 yen untuk dewasa dan 250 Yen untuk anak-anak. Dengan pass ini bisa naik bus di Kyoto sampai puas selama 1 hari. Pass dapat digunakan untuk naik bus dengan tarif flat dengan bebas. Untuk bus dengan tarif non flat akan dikenakan biaya tambahan sesuai dengan jarak.
  • The Kyoto Sightseeing Pass  seharga 1.200 Yen (1 day pass) dan 2.000 Yen (2 day pass). Pass ini mengcover seluruh Municipal Subway trains dan hampir seluruh bus yang dikelola oleh Kyoto Bus company.
  • The Traffica Kyoto Card merupakan kartu prepaid seharga 3000 yen. Dengan kartu ini kita akan mendapatkan diskon 10% di seluruh Municipal Subway trains dan hampir seluruh bus yang dikelola oleh Kyoto Bus company. Jadi mirip IC Card tapi memberikan diskon tiap naik bus dan subway.
  • Atau bisa menggunakan Kansai Thru Pass seperti yang pernah di review oleh @deffa

 

Contoh Itinerary di Kyoto dengan menggunakan bus :

 

Contoh :

Dari Kyoto Station menuju Kiyomizudera : Naik dari halte Kyoto Station, pilih bus nomor 100 turun di halte Kiyomizu-ichi

Dari Kiyomizudera menuju Ginkakuji : Naik dari halte Kiyomizu-ichi, pilih bus no 100 menuju ke Ginkakuji-mae. Turun di halte Ginkakuji.

Dari Ginkakuji menuju ke Kinkakuji : Naik bus no 102 atau 204 dari Halte Ginkakuji, turun di halte Kinkakuji.

Ginkakuji ke Gion : Naik bus no 100 atau 203, turun di halte Gion.

 

Lebih lengkap bisa cek tabel di bawah ini..

 

kyoto.png

sumber : Bus Navi

 

 

 

Nah sekarang udah ga bingung lagi kan? Selamat menjelajah Kyoto dengan Bus!! :melambai

 

 

 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Bagus banget nih blognya! Thank you @Vara Deliasani uda diajarin nih jadi ga terlalu keliatan kaya org "oon" juga pas coba naik busnya hehehe.

mau tanya kalau utk pembayaran dg Bus Pass utk tarif yang Non Flat itu kita ambil tiket boarding di pintu masuk, itu naik dulu ke bus baru ambil tiketnya atau sebelum naik ke bus utk ambil tiketnya ? 

Share this post


Link to post
Share on other sites
35 minutes ago, Vara Deliasani said:

ini lg nulis soal pass yang kemarin gw tanyain.. udah dapet infonya. Nanti gw share, siapa tau ada yg butuh juga

oh ya PASS itu juga gue belum pernah pake bisa buat referensi :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 minute ago, Wilen said:

Bagus banget nih blognya! Thank you @Vara Deliasani uda diajarin nih jadi ga terlalu keliatan kaya org "oon" juga pas coba naik busnya hehehe.

mau tanya kalau utk pembayaran dg Bus Pass utk tarif yang Non Flat itu kita ambil tiket boarding di pintu masuk, itu naik dulu ke bus baru ambil tiketnya atau sebelum naik ke bus utk ambil tiketnya ? 

@Wilen naik dl. ada didalem bus kalo ga salah. Ada di deket pintu masuk.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Kalau dari kansai airport ke kyoto naik bus bisa 1x atau harus berganti ganti bus?

Karena didepan hostelnya ada halte bus.  Nama hostelnya Gion Guesthouse yururi. Daerah higashiyama-ku Rinkacho 434-4, higashiyama ward.

Karena tiba di kix jam 15.30. Belum urusan imigrasi dll, saya kira membutuhkan waktu sekitar 3 jam di bandara kix. Nah saya berencana hari itu hanya airport ke guesthouse saja. Besok paginya saya baru jalan2 ke fushimi inari dan daerah wisata kyoto lainnya serta kobe.

Sebaiknya transport apa yg harus saya pilih ya?

Terimakasih

Share this post


Link to post
Share on other sites
26 minutes ago, lili_fx said:

Kalau dari kansai airport ke kyoto naik bus bisa 1x atau harus berganti ganti bus?

Karena didepan hostelnya ada halte bus.  Nama hostelnya Gion Guesthouse yururi. Daerah higashiyama-ku Rinkacho 434-4, higashiyama ward.

Karena tiba di kix jam 15.30. Belum urusan imigrasi dll, saya kira membutuhkan waktu sekitar 3 jam di bandara kix. Nah saya berencana hari itu hanya airport ke guesthouse saja. Besok paginya saya baru jalan2 ke fushimi inari dan daerah wisata kyoto lainnya serta kobe.

Sebaiknya transport apa yg harus saya pilih ya?

Terimakasih

@lili_fx bisa naik Osaka Airport Limousine --> detail + jadwalnya disini , habis itu turun di halte Sanjo Keihan, lalu jalan sekitar 10 - 15 menit ke Guesthouse. untuk lebih pastinya tanya waktu naik bus ...berhenti di halte Sanjo Keihan atau kagak

Share this post


Link to post
Share on other sites
47 minutes ago, lili_fx said:

Kalau dari kansai airport ke kyoto naik bus bisa 1x atau harus berganti ganti bus?

Karena didepan hostelnya ada halte bus.  Nama hostelnya Gion Guesthouse yururi. Daerah higashiyama-ku Rinkacho 434-4, higashiyama ward.

Karena tiba di kix jam 15.30. Belum urusan imigrasi dll, saya kira membutuhkan waktu sekitar 3 jam di bandara kix. Nah saya berencana hari itu hanya airport ke guesthouse saja. Besok paginya saya baru jalan2 ke fushimi inari dan daerah wisata kyoto lainnya serta kobe.

Sebaiknya transport apa yg harus saya pilih ya?

Terimakasih

naik Kereta juga masih bisa kok @lili_fx kereta sampai pukul 23.00 kok :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, deffa said:

naik Kereta juga masih bisa kok @lili_fx kereta sampai pukul 23.00 kok :D 

pake hankyuu pass bisa ya kak ? saya rencana di kyoto tgl 23-24, kobe 25. 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By akmalbahtiar
      Berikut ini adalah tips untuk mengurangi dan menyembuhkan sakit kepala:
      1. Upaya memulihkan sakit kepala dengan meneguk air putih
      Salah satu penyebab sakit kepala adalah karena kekurangan cairan di tubuh. Dan kita juga tentu telah memahami bahwa air ialah asupan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. olehnya itu, misalnya anda terserang sakit kepala, lekaslah mengonsumsi air putih. Setelah itu rutinlah mengonsumsi air putih 8 - 10 gelas per harinya agar anda bebas dari sakit kepala.
      2. Mengatasi sakit kepala dengan mengonsumsi kentang
      Selain diakibatkan oleh kekurangan cairan, sakit kepala juga dapat diakibatkan oleh hilangnya kandungan elektrolit semacam kalium. Nah, untuk menanganinya tentu kita wajib meningkatkan mengkonsumsi makanan yang tinggi kandungan kalium yakni salah satunya kentang. Sebaiknya kentang yang akan dikonsumsi, dimasak lewat cara dibakar pada kulitnya, atau direbus (bukan digoreng).
      3. Menyembuhkan sakit kepala lewat buah pisang
      Buah pisang mempunyai banyak khasiat, untuk mengetahui apa saja khasiat buah pisang silahkan baca artikel "17 Manfaat Buah Pisang Bagi Kesehatan Kita". Selain kaya akan potasium ternyata pisang juga memiliki kandungan magnesium yang mampu memiliki khasiat meredakan migrain. Nah, kalau sakit kepala menimpa, anda dapat memakan buah pisang untuk mengurangi rasa sakit di kepala.
      4. Mengatasi sakit kepala dengan es batu
      Tahukan anda, ternyata es batu juga dapat kita dimanfaatkan untuk mengobati rasa sakit pada kepala. Caranya praktis, kita hanya butuh mengkompreskan es batu dengan perlahan di atas kepala anda yang dirasa nyeri. Es batu bisa menyebabkan mati rasa pada area kepala yang terasa sakit, sehingga also known as mengurangi rasa sakit kepala.
      5. Mengatasi sakit kepala lewat makanan/minuman yang mengandung mint
      Nah, ini lebih cocok jika sakit kepala yang anda alami dikarenakan oleh maag karena melewatkan makan mengakibatkan perut menjadi mual dan sakit kepala. Metode Dianjurkan untuk mengobatinya yaitu dengan mengkonsumsi makanan/minuman yang memiliki kandungan mint di antaranya teh pappermint dsb.
      6. Mengatasi sakit kepala dengan Kopi
      Masih ingatkah Anda dengan ungkapan "sesuatu yang berlebihan itu tidak baik?" nah, begitu juga dengan kopi, kalau kita menyeruput kopi dengan jumlah wajar (tidak lebih dari 2-3 cangkir/hari), ternyata kopi juga dapat jadi obat ketika anda merasakan sakit kepala. Sebab kandungan kafein di dalam kopi 40 % lebih efektif dalam mengatasi sakit kepala. Tapi ingat, berlebihan minum kopi juga bisa menjadi penyebab sakit kepala lagi, jadi konsumsilah kopi tidak lebih dari 2-3 cangkir each harinya.
      7. Mengurangi sakit kepala dengan biji wijen
      Kandungan vitamin E pada biji wijen dapat membantu menormalkan estrogen pada tubuh, sehingga dapat mencegah migrain. Selain itu. biji wijen juga banyak mengandung magneisum yang juga mampu mencegah sakit kepala. Selain biji wijen, makanan seperti kacang-kacangan, minyak zaitun, dandelion, gandum, dan kentang manis, juga banyak memiliki kandungan magnesium.
      8. Mengatasi sakit kepala lewat memakan Ikan
      Mengkonsumsi ikan pun dapat membantu mengobati sakit kepala terutama untuk ikan yang beemak misalnya ikan salmon, makarel atau tuna yang kaya akan omega -3 dan lemak esensial yang bisa mencegah rasa neyeri yang dapat menimbulkan migrain.
      9. Meringankan sakit kepala melalui buah semangka
      Semangka merupakan jenis buah-buahan yang kaya akan air, jadi dapat anda gunakan buat mengatasi sakit kepala yang diakibatkan oleh dehidrasi.
      10. Mengobati sakit kepala dengan streching
      Streching merupakan gerakan peregangan (senam). Sakit kepala mampu disebabkan oleh otot-otot yang tegang, jadi kalau anda sakit kepala, cobalah untuk melakukan olahraga senam, atau bisa juga dengan melakukan yoga.
      11. Menghilangkan sakit kepala dengan tidur secara rutin
      Apakah Anda tahu bahwa terlalu banyak tidur adalah salah, walaupun tidak cukup tidur juga tidak baik, karena tidur itu harus normal. Orang tidak bisa produktif selama seharian penuh, karena manusia bukan robot. Usahakan anda mendapatkan waktu tidur yang cukup misal 7-8 jam agar anda terhindar dari yang namanya sakit kepala.
      12. Hindari dalam keadaan tertekan
      Seringkali sakit kepala juga diakibatkan oleh otot-otot atau urat syaraf yang tegang, dalam salah satu penyebabnya sebab terbebani fikiran yang akhirnya mengakibatkan kondisi psikis tertekan dan sakit kepala. Jadi disarankan, jangan terlalu sibuk dengan pekerjaan. Luangkan waktu anda buat rileks dan bersantai.
      13. Meringankan sakit kepala dengan biji alpukat
      kalau yang mengakibatkan sakit kepala Anda diakibatkan oleh demam, Anda bisa membuat pengompres alami dari biji alpukat. Caranya siapkan dua biji buah alpukat kemudian parut. Setelah itu campur dengan sedikit air, lalu tempel di dahi selama sekitar 1-2 jam atau setiap Anda tidur di malam hari.
      SUMBER
    • By gustavo

      Salam semuanya..salam jalanjalan...
      Sorry nih masih newbe. Saya mau berbagi tentang tips berlibur di Universal Studio Singapore. Karena kalau kita awam disini bisa sangat merugikan dan membuat waktu berlibur kita tidak efektif dan efisien. (hahahaha..liburan aja pake bahasa birokrasi...)
      Pertama-tama yang harus diketahui adalah how to get there.
      Universal Studio ini letaknya di sebuah pulau yang terpisah dari Singapore. Namanya Sentosa Island. Yang dibangun khusus untuk tempat berlibur warga Singapore. Sekedar informasi manajemen Sentosa Island ini sama dengan yang mengelola Genting High Land di Malaysia.
      Untuk ke USS, pastinya harus nyebrang. Caranya? Ada 3 jenis. pertama bisa dengan monorail biaya 3 SGD. Dengan Kereta Gantung. Ini agak mahal biayanya. Atau jalan kaki lebih tepatnya dengan travelator bayar 1SGD. Waktu itu saya milih naik monorail. Selain cepat juga cukup murah karena itu biaya pulang pergi.
      Nah setelah sampai di Sentosa tepatnya di pemberhentian kereta pertama langsung deh turun menuju area Universal Studio. Berikut tipsnya agar liburan kalian di Universal Studio lebih maksimal.
      1. Sediakan waktu satu hari full untuk di Universal Studio. Bisa dibilang arenanya sangat luas dengan berbagai atraksi yang rasanya tidak mungkin habis disambangi dalam waktu satu hari. Buka dari jam 10 dan ditutp dengan pesta kembang api pada jam 8 malam.
      2. Beli tiket online. ada kebijakan di USS untuk membatasi jumlah pengunjung di hari libur agar tidak terlalu ramai. Jadi gak usah khawatir berdesak-desakan seperti ancol. Nah rugi kan udah jauh-jauh ke sana eh..gak kebagian tiket karena udah full.
      3. datang lebih pagi. Selain bagi kalian yang belum membeli tiket online juga untuk menghindari antrean. meskipun bukanya jam 10, tapi orang sudah mengantre di pintu masuk dari jam 9. Dan panjangnya gak main-main meskipun pintu masuknya sangat banyak.
      4. Siapkan peta USS. Karena peta ini sangat berguna untuk mengetahui lokasi wahana plus mengetahui jadwal pertunjukan. Di beberapa wahana memang ada jadwal pertunjukannya. Bahkan ada waktu untuk jumpa fans segala. Misalnya jumpa optimus prime. Ini orang yang make kostum optimus tapi kayak beneran. Bisa juga ketemu replikanya marilyn monroe.
      5. Kunjungi wahana paling favorit terlebih dahulu. Hal ini penting untuk menghindari antrean yang panjang. Wahana paling diminati di USS tentu saja Transformer the Raid. Begitu gerbang dibuka langsung ngibrit ke arena ini. Karena dijamin semua orang akan mengarah ke sana. Wuiiih pokoknya kayak huru hara deh begitu gerbang dibuka. Soalnya kalau terlambat sedikit siap-siap anter selama 2 jam..hehehehehe. Begitu masuk ke transformer the raid pilih tempat duduk paling depan. Karena itu tempat duduk paling asyik untuk menikmati petualangan. Untuk roler costernya gak usah ngantre karena gak banyak yang punya nyali buat wahana ini...hahahaha( saya coba keduanya).
      6. Siapkan satu botol minuman kosong. Bisa dibawa dari rumah bisa juga beli satu minuman botol di USS tapi jangan dibuang botolnya. Karena dijamin mengelilingi USS akan membuat kalian kehausan. Kalau haus tinggal ke toilet karena di depan toilet di USS ada tap water gratis...segeeeerrrr. Kalau mau bawa payung juga boleh. meskipun beberapa wahana dilarang membawa tas nanti boleh dititip di locker (bayar).
      7. Tiket jangan dibuang. Karena kalau kalian bosan atau kepingin nyari makan di luar USS kalian bisa keluar dari USS dan balik lagi dengan menunjukkan tiketnya. Tapi kayaknya gak bakal keluar deh karena di sana sudah ada food center-nya. makanannya enak dan tidak terlalu mahal.
      8. Bawa uang secukupnya. Ini penting buat kalian yang mau icip icip makanan khas USS seperti Turkey Leg yang legendaris itu. Wajib dicoba nih meskipun agak mahal (12 SGD).
      9. Jaga stamina. Karena dipastikan kalian akan sangat capek berkeliling dan mencoba seluruh wahana yang ada.
      10. Jangan takut untuk mencoba seluruh wahana yang ada. AKan sangat rugi kalau kita sudah masuk ke USS tapi cuma nyoba beberapa wahana doang. Roler costernya meskipun tampak mengerikan tapi gak aslinya gak begitu seram. Tips-nya pertama naik yang biru...setelah itu naik apapun dijamin pasti berani....hehehehe
      Nah itu aja tips-nya..nanti kalau ada yang nanya-nanya ditambah lagi...
      Selamat merencanakan liburan ya...
      Salam JalanJalan
      Gustavo
    • By rhiennee
      Pulau ini merupakan pulau yang masih berada di provinsi Kepulauan Riau. Dan tempat ini juga menajadi salah satu destinasi wisata. Lokasi dari pulau ini hanya dapat ditempuh dengan jalur laut. Kurang lebih terletak 6 km dari Tanjung pinang, yang juga menjadi ibukota kepulauan Riau. Apabila dari pulau Batam jaraknya sekitar 35 km. menuju kesana lebih enak, apabila dimulai dari Batam dan juga mungkin dari Pekanbaru. Buat masyarakat di Kepulauan Riau nama pulau ini sangatlah terkenal dan menjadi objek wisata yang wajib dikunjungi.
       

       
      Mata pencaharian penduduk Pulau Penyengat bekerja sebagai seorang nelayan. Karena mereka merupakan keturunan  etnis Melayu dan bahasa sehari-harinya menggunakan bahasa melayu. Untuk penunjuk jalan di pulau ini pun menggunakan dua bahasa, yakni Bahasa arab gundul dan juga Bahasa Indonesia. 
       
      Di pulau ini juga jarang terjadi kriminalitas. Karena disana pergaulan antara pemuda dan pemudinya masih sangat dijaga ketat. Dan warga disana juga masih menjunjung tinggi nilai kesopanan dan agama.
       
      Di Pulau Penyengat juga terdapat masjid raya Sultan Riau yang akan menyapa anda pada saat sampai di Pulau Penyengat. Dan masjid ini juga menjadi  objek wisata utama yang ditawarkan di Pulau Penyengat. Masjid ini sendiri dibangun pada tahun1832 dan sampai sekarang ini masih berdiri dengan kokoh. Warna masjid ini sangat khas, yaitu kuning.
       

       
      Di pulau penyengat selain terdapat masjid juga ada beberapa tempat lain yang selalu dikunjungi  para wisatwan yakni makam-makam raja Riau beserta keluarganya. Dan salah satunya adalah makam Engku Puteri Permaisuri Sultan Mahmud. Makam ini sendiri berada di daerah Dalam Besar. Disana terdapat pula makam Raja Abdullah, Raja Ahmad, Raja Aisyah Permaisuri, dan juga Raja Ali Haji. Pulau Penyengat  sendiri dahulu dibangun oleh Raja Mahmud, yang merupakan suami dari  Engku Puteri. Sultan Mahmud sendiri menjadikan Pulau Penyengat sebagai mahar pernikahannya dengan Engku Puteri yang memiliki nama asli Raja Hamidah. 
       
      Disana dulu juga terdapaat benteng pertahanan, tetapi yang ada cuman tinggal beberapa meriam dan parit yang menjadi pertahanan melawan Belanda. Disana juga masih ada sebuah gudang untuk menyimpan mesiu. Anda dapat mengelilingi objek wisata ini dengan sekedar berjalan kaki, karena luasnya sekitar 2 km persegi saja.apabila anda tidak suka berjalan kaki anda dapat menggunakan becak motor yang disewakan disana dengan harga sewa 20.000 rupiah. Dan sudah dapat mengantar anda untuk berkeliling di Pulau Penyengat tanpa rasa lelah. Disana juga diseidiakan makanan khas pulau penyengat yaitu ikan bakar.
       

       
      Apabila anda memilih lewat dari Pekanbaru, maka akan dua alternatif transportasi yaitu udara dan laut. Disana ada beberapa maskapai penerbangan yang menyediakan penerbanagan dengan jalur bandara sultan syarif kasim Pekanbaru menuju ke Bandara Di Tanjungpinang. Untuk jarak tempuhnya sendiri sekitar 1 jam 10 menit. Kemudian dari bandara di Tanjungpinang anda dapat melanjutkan perjalanan ke pusat kota tanjungpinang dengan menggunakan taksi dengan biaya sekitar 50.000 sampai 60.000 rupiah.
       
      Apabila anda lebih memilih menggunakan  jalur laut, tentu akan memakan durasi waktu yang panjang. Dari Pekanbaru anda harus menaiki kapal ferry, untuk menuju kabupaten Meranti membutuhkan waktu sekitar 5 jam perjalanan.  Kabupaten Meranti merupakan pintu gerbang menuju ke Kepulauan Riau. Kemudian dari pulau tersebut dilanjutkan perjalanan menuju pulau Batam. Kemudian anda harus kembali naik kapal ferry untuk menuju Tanjungpinang dan akan memakan waktu sekitar 1 jam. Cukup lama bukan?
       
      Untuk menuju Pulau Penyengat, anda juga bisa mulai dari Batam, dari  kota manapun anda berasal anda langsung terbang menuju Bandara Hang Nadim di Batam. Dari sana anda langsung dapat naik kapal ferry untuk menuju ke Tanjungpinang. Dari Tanjungpinang anda dapat melanjutkan perjalanan dengan menaiki perahu kecil yang bernama Pompong untuk menuju pulau Penyengat. Harga untuk menaiki pompong cukup murah sekitar 5.000 – 10.000 rupiah per orang dan akan memakan waktu tempuh sekitar 15 menit. Apabila anda menyewa kapal tersebut  biayanya sekitar 80.000 per kapalnya dan langsung bisa membawa anda pulang-pergi.
       
      Apabila anda sudah tiba  di Penyengat, anda tidak usah heran, karena disana tidak terdapat kendaraan roda empat. Transportasi yang ada disana hanyalah bemor atau becak motor , anda dapat menyewanya dengan harga Rp 20.000. Anda langsung bisa berkeliling pulau dengan menggunakan becak motor ini..
       
      Rencanakan liburan anda ke Pulau Penyengat!!!
    • By Melyy
      Hi, Semua...
      Salam kenal..
      Saya berencana untuk ke japang akhir tahun ini.
      8 hari disana, flight dari jakarta ke osaka, pulang dari tokyo.. Any recomendation untuk hotel/hostel, transport, dll?
      Thanks a lot :)
    • By ko Acong
      Catatan Perjalan Sibocah Tua Nakal
      D.01  Sore BDO KuL  KANSAI AIrport
      D 02. pagi  Mendarat  Di Kansai airport
      Melihat situasi sekeliling Bandara .   mecari tahu tentang Wifi Rental ,  ternyata Banyak berbagai kios resmi Menawarkan Rental  /  sistim Wifi .  dan Harganya Komplit Rata2 diatas Rp 9 RATUSAN ribu
      Soal petunjuk arah,  banyak dan cukup dimengerti  “sekelas ko Acong”
      Setelah cukup  cari si eksit  sebelah kiri !!! ngudut dulu  sambil melihat situasi diluar Hall airpot             dan kutemukan Stasiun kereta ,  to  Osaka dll juga platform bus nya.  
      Beres ngudut,  lanjut menuju  stasiun sinkansen.     lansung disuguhkan robot penjual tiket (mesin )
      Nah lu,  gimanana cara  belinya.    dengan “sekelas ko Acong “ langsung cari antrian orang banyak pasti itu bantuan ,,  ternyata benar,  orang sedang beli /  tanya2  antrilah saya disana,   pas ujung antrian disortir.  Keperluannya  --- dikemukakanlah masalah saya , langsung dicatat pointnya dikertas,   oleh mereka  sampe loket,   di infokan bahwa saya sebaiknya pake bus .   1 murah-- 2 lebih cepat--- 3 karena bawa koper.  jadi langsung tujuan ( tidak perlu Pindah2 Line Kereta )  dan dianjurkan Beli ICOCA   sebesar 2000 yen.  dengan Saldo 1500 yen--- 500 buat jaminan  dan biaya kartu
      Balik lagi saya ke pltfom bus no 4  .saya mau tujuan yang dekat ke hotel  /  dotonbori> sinsabashi Area  adalah NAMBA  sts, .  beli tiket Bus 1300 yen .  Dikarenakan  kebiasaan “ ” saya bila mau masuk Negara yang belum diketahui ,   selalu Menghapal Diluar Kepala,   sekeliling Gedung.   minimal 2 minggu ke H  terus dipelajari,   seperti anak2 mau ujian Akhir ,  singkat cerita.  jos langsung sampe area hotel………. nah disinilah sedikit ada trobel >>>>>><<<<<< nyasar namun saya selalu , di damping aplikasi dari Booking.com     ada alamat bhs local , dan Google map otomatis .   namun saya nga bisa mengerti , sampe sekarang tentang google map nya .  tapi selalu Dan Selalu  dapat  dewa penolong ( KWII JIN ) lewat penduduk local setempat.   secara saya BUDDHA   
      Hotel pertama  saya  Grand Sauna  Sinshabashi Cabin Hotel  di jl.? Sangat dekat dengan area ( doton bori / Shinsabasi  dan  Namba) Area Center  Publik  / Wisata  2 hari pun cukup untuk area ini diselingi kunjungan  ke OSAKA castel  wajib   di Area Tani Machi bisa pake  subway,  oh inilah gunanya  ICOCA  dari namba ke tanimachi PP di potong 220 Yen  setelah puas main siang  malam  OH YA PERJALANAN SAYA DI DAMPINGI JUGA DENGAN XL PASS RP 200.000.- Untuk 7 Hari Siungal sangat Bagus Didukung Soft bank Japan Di gunung Sekalipun  kuota lumayan perharinya untuk Google Map Washap dan Fesbuk Lebih Dari Cukup  dengan kirim2 foto saja video belum pernah coba  
       
      D.03 besoknya  setelah pulang dari, Osaka castel  langsung Cek out  Menuju Kyoto,   dengan Bus  dari NAMBA lagi >>>>ke Kyoto stasiun ,  sebesar 430 yen    65 menit perjalanan Pake Keihin Bus yang Murmer  
      Setelah Tiba Di Kyoto  bus sts ,  nyebrang menuju  Kyoto railway sts .   pilih kereta line  Karasuma  ke gojo ….. shijo  nah shijo lah,  Area ke Hotel Saya .  begitu Keluar  dari Subwah,  saya Disuguhi MALL yang BUesaaar Daimaru   Dilihat Saldo Di kurangi  130 yen
      Bengong deh saya,  harus cari si eksit mana .  untung tidak panic seperti kebiasaan saya (panik saya jadi bodoh)  segera Ku Buka pendamping Saya.   aplikasi  Booking.com  ternyata  sangat membantu lansung, diarahkan  dan keluar pas Hotel  ( yang Tidak saya sadari dan baru tahu setelah nyasar dulu,  dan dianter Nenek2  yang jauh Lebih tua dari saya  } yang Dituju dan Streetnya WOW  street No Satu Di Kyoto  Shijo
      Sore pun menuju Malam,  saya kurang menyenangi  SI Emall   jadi main sekeliling , dan  menghapal area pulang lagi menikmati ,  onsen  trus istirahat di  ”Ryokan”  dan beli voucher  segala minuman dari hotel
       
      04 Besok pagi mulai nih  pertempuran  , menuju  berbagai lokasi wisata , saya pilih yang susah dulu.   yaitu ke  Jalur  Nijo  temple trus  Sampe Ke  Ujiga Jinja,  yang BANYAK SEKAL, I  yang Pake Pakaian         Ala Geisha .  Dan sempat Minta Foto,   ke sepasang  anak muda  sedang  naik Beca , si ganteng tea      Pake oneday pas 500 yen Sapuasna,   pass Bus   Sore Menuju  Ke  Ciater Rasa Kyoto Namanya nga Tau yang ada kera japan  ?  mungkin ONSEN ? Sore Ke malam  pulang Ke Hotel sembari  Lihat2 isi mall Namun .  Perasaan saya  SAKIIIITTTT di hatiku !!!n ibu Ibu  Kalo Di Shijo Dori   banyak tawaran oleh2     dari baju  /  elektronik /  mainan / tentunya Makanan  snack,  yang aduhai  dengan bonus koper2 bagus pembelanjaan nilai tertentu  . ……….tapi saya tak mampu beli ,  mengingat kekuatan fisik saya membawa barang ,  yang mana saya masih banyak kota,  dan destinasi yang wajib dikunjungi
      05 Besok Pagi , Saya Siap Ke onsen  Century  hotel ,  dan Mandi . …semasa menikmati Onsen Terjadilah Sesuatu inimah HOK KIE Para  “man”  semua---- datang  Suara  gaduh ternya  4 orang perempuan Seperti nya Dari RRTn  dalam keadaan  Bugil beneran bugil losss ,  masuk mau Mandi Onsen juga  nah hokkie yang yak terduga .  hahaha rasain lu,  main nyelonong.    Beres  mandi saya  langsung cekout,   titip koper di lobby buat siang nanti di ambil 
      Dan pertempuran… ingatan saya mulai di uji lagi.   untuk ke kuil  Fushimi  dan Kenara.  Hari ini saya pake ICOCA….>>> yang menghabiska saldo sampe Hotel lagi 470 yen.  untuk 2 tempat ini
      Rincian Pengeluaran selama Di kansai > Oasaka > Kyoyo cekout
      Kansai Namba Bus          Rincian Pengeluaran selama Di kansai > Oasaka > Kyoyo cekout
      Kansai Namba Bus                                1300 yen       
      Icoca                                                        2000 yen
      Bus Ke Kyoto                                            430 yen
      Kyoto Ke Shijo                                              saldo Icoca 220 Yen 
      Subway Ke Osaka Caste                              Saldo Icoca 220 yen  
      Pa ss untuk bus Kyoto one day             500 yen
      Saldo Icoca Fushimi dan Nara                      Saldo Icoca 470 Yen
       Makan selama 4 day @ 1500x4 hari     6000 yen           Lebih Dari Cukup   apalagi campur 711  dan bekal
      Total selama Kansai lepas Kyoto          10230 Yen  + grand sauna cabin hotel 2700 yen + century  hotel 2 nit 81000 yen     total Jendral  21.030 yen
      Kira2 jam 16.00 Mendekati  Fujiyama,  Terlihat kurang Jelas View nya  duduk pas bangku jejeran Kiri dari Kyoto  (kalo dari Tpkyo minta jejeran Kanan ) siang Pake HIKARI Sinkansen no reserved   11560 yen (Bila tak ngerti beli pake Mesin  “Seperti saya “  Cari TIKET OFFICE    Lantai Gedung Hijau !!  Biasanya Berbeda Tinggal Tanya Petugas)  menuju Odawara pake Hikari change di Stsiun Koda? Lupa ganti kereta  turun pintu kanan  Dan Sudah Ditunggu Kereta Odawara ,   namun terjadi kesalahan tidak lihat kebawah spesifikasi tiket/ jenis no reserve.   saya naik  green car.  jadi merasakan greencar juga ,  tak disengaja  satu gerbong  . hanya saya  penumpangnya.   namun nga berapa lama,  diperiksa kondektur  dan dimarahi ,  pake bhs local  biarlah  nga  apa2  saya yang salah,  digiring lah ke gerbong seharusnya  dengan tatapan muka penumpang lainnya  ,  malu aku tapi.  biarlah bukan melalukan kejahatan disengaja ini  )  tiket masih tetap   Sampe Keluar  Stasiun Odawara   Tiket Free .  mencari hotel lumayan nyasar  sekitaran,   dan beruntung lagi “ kwi jin”  mendekat via anak sekolah smp dia mungkin memperhatikan.   Sebelumnya  dia sendiri menanyakan uncle? blab bla ?   Ah Pokoe ngerti , Cepat2 saya Cari Print Hotel  Dan diperlihatkannya  Ke  anak tersebut,  mengerti langsung Menyataka  Mau Anter sampe Hotel
      Namun saya perhatikan Anak  itu  Tidak Sampe Pintu Lokasi  Masih  jarak 10 meter,,,,, dan menjauh Dari saya sambil menunjuk itu SAMURAI GUEES HOASE ….. Good boy anak yang tanpa Pamrih  semoga Karma Baik selalu Untukmu Nak .  Samurai Ryokan Gaya Jadul 2700 Yen
      06. Saya menuju Ke Sts Odawara Beli Tosan Pass 2 day 4000 yen,   menuju Fuji san Dll Dimulai Naik Kereta  Romance car dari Odawara  menuju ke>>>> yumoto hakone sts  >>>>  ganti  yumoto ke Gora   >>>>ganti naik Cabel Train  menuju sts Sounsan >>> Ganti Bus Menuju>>> Kawah Tosan owakudoni Yang Masih Aktip ,  Dengan gemuruh Suara Bagai Pesawat Mau ”   Take OF   “ tak lupa Beli Telur Hitam Yang Enak , Khas Dilumuri  Lumpur Kawah.     Anteng tuh Perut Habiskan 4 Telur ,,,,  lanjut pake Rop way Menuju Kawaguciko,   lanjut naik perahu legendaries ala “ bajak laut”   untuk melihat Fuji san Dari Danau Namun saya hari ini , Kurang Beruntung   Karena Hujan besar dan Kabut Turun ,  Haduh jauh jauh impian sejak kecil mulai bisa  membaca  dan Lihat sampul buku jaman itu,  selalu ada gambar salah satunya Fujiyama dan popular waktu itu lagu Titik Sandhora  DESTINASI UTAMA SAYA KE JAPAN HANYA FUJIYAMA   haaaa gatot nih , sepertinya impianku ,     pulang lah saya menyusuri jalur tadi pagi dan langsung menuju  TOKYO   dengan rasa lunglai tak bersemangat    untuk ekplor hakone beli Tiket Shinkansen to Tokyo 1165 yen >>  Ganti Jr Line yamamoto>> Ganti lagi Narita Line Yang Dikelola JR juga   dari Tokyo Ke Minami senju Tiket Free dari Shinkansen 
      Langsung menuju Hotel   Karena tak kuat menahan badai.  anginnya Dingin . seperti biasa sampe titik Area  nga bisa cari lokasi Hotel,   langsung Minta Bantuan dan Dianter Yang Pulang Lari olah raga,  Menuju Hotel FUKUDAYA  5400 yen  mana badan penat namun nga bias mandi onsen karena jadwal mandinya masih untuk perempuan ,  dan untuk lelaki harus lewat jam 20.30 .  masuk kamar online kekinian lupa tertidur tanpa mandi 
      07.besok pagi  bangun mau mandi , eh belum boleh harus nunggu jam 20.30 ….. 2 hari deh nga mandi  hanya cuci muka dengan persaan malu,   menuju setasiun  WOW  ternyata  pas jam kantor pasti berdesakan,  dan ternyata  cewe2  cantikpun  sepertinya jarang mandi pagi ?  dan lebih bau dari saya mantelnya ……asyik PD lagi deh saya ,  langsung menuju Shibuya   dan lainnya pake iCoca ,  sampe sore menjelang malam   , dan kurasakan lagi sensasi rebutan masuk ke kereta subway Hachiko  Tokyo Govermen Building /  dan lain2 . Pulang Ke Hotel   kali ini kutunggu sd jam 8.30 malam , langsung dapat giliran mandi pertama,,,, tak ada orang lain   begitu beres dihanduk , datang bergantian yang mau mandi bersama   tentunya,  ah berhasil mandi juga setalah lewat dari    ‘50 jam      ‘  nga mandi  langsung naik ke kamar mau ngudut curi2,  buka jendela,  waduuuuh  anginnya dingin.   jadi puasa roko deh  
      Buka pemanas setel 30 degree teteup terasa dingin.  tapi ok juga bisa tidur
      D.08. esok pagi terbangunkan , oleh sinar terang sekali  matarahari terbit >   niat mau ke goji temple asakusa kubatalkan ,  saya cari informasi tentang   Gunung Fuji  Kata bos Hotel Feri nice Today
      Langsung  kejar ke Tokyo sts…. walo berdesakan di kereta namun penuh semangat  dan saya mempertimbangkan bila naik mromance car dari Tokyo takuy  kesiangan  gonta ganti moda  mending pake JR Bus Hightway menuju Kaweaguciko Sts  Bayar 1800      ternyata keputusan saya dilancarkan oleh TUHAN YME  begitu diperjalanan , muncul pemandangan yang di idamkan , tak tahan begitu sampe fujimount Station ,  Minta turun .  namun masih Kurang Puas.  eh terlihat Kereta Jadul yang Mewah menuju  Kawaguciko  120 yen..  dengan pemandanga lebih Bagus,   namun tetep masih Kurang Puas karena waktu kecil selalu melihat….. Fujiyama berbatasan dengan air  …..di sampul  Coklat jilid buku tulis saya waktu SD ,  Kucari informasi  untuk Menuju  Kawaguciko   oh ternya harus jalan kaki 15 menit dulu semua pemandangan tertutup,,  oleh bangunan hotel walo sudah sampe danau sekalipun.   tapi ada 1 feri sedang menerima penumpang ,  saya Tanya petugas ,  nga nyambung bahasanya .  ok  saya tunggu penumpang yang sudah naik .  nanti juga bakal turun  piker sata ,  nah mereka 30 menit kemudian merapat , dan penumpang pada turun.  kutanya turis asing How to  go  ? Fujiyama mount situris nunjuk ferri ,  dan mengacungkan jempol
      Langsung deh beli ke mesin tiket ferri ,  tersebut 930 yen,   naik ke ferri begitu jalan waoooo muncul tu https://www.youtube.com/watch?v=msa0D6g_cVE Fujiyama di pinggiran bangunanan , makin lama makin jelas bentuk Rupanya . itulah gunung ya selama ini ku ingin jumpai ,   
      ahhh seolah olah deh   ,, nga bis di jabarkan ..  senangya saya .  
       Sinar terang Digunung  saat itu,  terpuaskan Hatiku Bertemu,   saat saat berlalu 50 tahun lalu tak terasa berjumpa  denganmu ,   penampakanmu takkan hilang,   pada penampakanmu  , sinar matahari yang terang jadi saksi,  pertemuan kita
       Terima Kasih. Thien Akung  TUHAN YME  
       
       
      Setelah Puas penuh Kemenangan,   karena terlalu terlena , dan menurut perhitungan saya cukup Aman  untuk mengejar penerbangan pulang jam 23.20 boarding time 23.20 ---- jam 15,45 saya naik bus dari kawa guciko Ke Tokyo dengan pertimbangan 18.00 Tiba Di Tokyo Sts ,  Change  ICOCA 1000 Yen
      betul Tepat waktu namun ,  Trobel menghadang  Untuk Naik Kereta Ke Hotel 2x Ganti  sudah muncul 3 x Kereta tapi nga berhasil masuk ,   kalah berani sama local.  Akhirnya berani juga dengan gaya mereka
       tak perduli siapapun cewe ato cowo , pegang  seruduk  desak , sampe berhasil ke batas pintu
       alhasil saya tiba kembali ke Tokyo STS jam 20.00 yang seharusnya perhitungan saya harus 19.30 paling telat 
      Nah Disini Masalah nya terjadimau  Naik Shinkansen Jadwal 21.00 Ke Haneda naik bus 20.45 terakhir
      Saya mau beli Bus Saja,   biar Langsung Jos Bandara.  namun keberuntungan terjadi lagi petugas minta jadwal penerbangan saya,,,,  dan petugas menolak jual tiket ke saya ,  dengan Bhs Lokal yang sangat tidak saya ngerti ,  Beruntung Dibelakang Antrian Ada sepasang Anak muda mengajak Saya keluar Antrian
      Dan di memberikan Gambaran Pake Bahs Inggris (pokonya saya ngerti lagi deh ) Maksudnya dia menanyakan    tau kah situasi bandara Haneda   dan Bila Naik Bus itu 20.45 >>> sampe jam 22.00 saya jawab saya sudah punya Print Boarding  , Tapi Dia Bilang tidak Berlaku .  Harus Boarding Tiket Resmi jadi dia ngasih anjuran ,  altenatip pake subway ..dan monorel>>> ke bandara   dipastikan tiba Jam 21.00 dengan Catatan Uncle Must Run to Platfom  ok are yu ready  ? ya pasti saya jawab Ok,  eh Dia Justru mau Anterkan sampe Platform Yang dicari   Yamamoto line ke hamamatchuo ,  but uncle  go to Hamamatchou !! yu must run Againt !! Changge To Monorel Haneda.   hahaha Saya jawak OK . Thank Yu thankyu  dan Di Balas tak henti2nya Membungkuk  hahahahahahahaha senangnya lupa saya terlalu banyak Basa basi  karma Baik Semoga selalu padamu anak muda    
      Jumlah pengeluaran Seluruhnya Trip Bocah tua nakal Sebesar
      Total Kansai Osaka Kyoto                      21.030          
      Change ICOCA ke 2                                   1.000
      Shinkansen Ke Odawara                        11.560
      Samurai Guees Hauose                          2.700
      Hakone Pass                                             4.000
      Sinkansen Odawara Tokyo                     1.165
      Local Ferri                                                 930
      Change ICOCA terakhir  ke 3                 1.000
      Makan 4 Hari x @1500                           6.000
      Total Jendral Pengeluaran
      Perjalan  Sejak Mendarat Di Japan  HARGA REAL  1 kali Kunjungan fuji Yama  49.385
      Rate Yen 118   = RP 5.827.430 .   
       
       
      Biaya mengunjungi Fujiyama Yang Ke 2  3600 Yen PP sd Tokyo station  Saldo  ICOCA masih sisa 1610 yen Mengenai Sensasi Ryokan / ONSEN/ Destinasi Wisata / suka duka mencari jalur kereta / makanan akan di ulas terpisah lain waktu
      Mohon Maaf saya Tidak bias Cara Menulis  dan penempatan titik koma  juga terlalu panjang cerita saya
      Semua ini hanya menunjukan kebanggaan saya  telah berhasil menaklukan ketakutan saya yang biasa baca2 di komen  lainnya  saya pake sistim HAJAR SAJA KO ACONG ujar @Deffa
      Catt “  ”  Secara ko Acong low student Low teknologi Low International Speak
       


























































    • By Daniear
      Setelah melepas penat perjalanan tanpa putus dari Palu – Jakarta – Kuala Lumpur – Tokyo – Kyoto, hari kedua gue di Jepang dimulai. Seperti yang sudah diperkirakan, start hari kedua molor dari jadwal. Aslinya, sesuai rencana kami pingin jam 8 udah keluar dari penginapan, lanjut sarapan. Nyatanya?
      Jam 8.30 kami baru mulai jalan. Langit udah keliatan mendung. Duh, keknya bakal hujan. Telat dari jadwal tidak serta merta membuat kami segera bergegas. Kami justru tertarik buat foto di depan gang tempat penginapan Airbnb. Pas pagi gitu ternyata pemandangan rumah-rumahnya kece abis. Sebagai salah satu oleh-oleh yang mudah dikenang, kami foto-foto dulu.

      Jadwal sarapan kami skip. Rencana awal ke Kiyomizu kami swith dengan ke Arashiyama lebih dulu, karena lebih jauh. Gue mimpin perjalanan pagi itu ke stasiun Sanjo Keihan. Kami beli tiket seharga 210 yen untuk rute Sanjo Keihan ke Nijo. Dari Nijo gue pilih gunain fasilitas JR Pass, karena kebetulan ada kereta JR dari Nijo ke Saga Arashiyama.
      Pas turun di Nijo gue sempat bingung naik kereta lanjutan yang mana. Di tulisan ada kereta asing yang datang. Gue sebut asing karena nama kereta beda dengan yang ada di Hyperdia gue.  Daripada kesasar, gue bertanya pada 2 bidadari manis yang sedari tadi berdiri di depan gue.
      “Excuse me. Is it to SAGA ARASHIYAMA?”
      Dalam hitungan detik, 2 cewek depan gue langsung menoleh.
      KAWAIIII! Gilak, 2 cewek yang dari tadi cuman kelihatan rambutnya aja, ternyata manis-manis. Pantes aja pas berdiri di belakang mereka rasanya gue nemu arti kenyamanan, kesempurnaan cin … taaaaa. Ooo…oooowww #nyanyi
      Gue sengaja bertanya dengan menekankan kata Saga Arashiyama buat antisipasi kalau terjadi misskomunikasi kek kemari n sama sekumpulan aki-aki pas nyari penginapan. Tapi, kalau sama yang 2 ini, misal terjadi misskomunikasi, nggak papa juga sih, betah juga. Wkwkwkwk
      2 cewek kawai menjawab dengan antusias. “Yess! Yess!” sambil mengangguk dan tersenyum lebar. Makin kawaii deh.
      Akhirnya kami satu kereta dengan cewek-cewek tadi ke Saga Arashiyama. Perjalanan berlangsung kurang lebih 15 menit. Kami tiba di st Saga Arashiyama dan langsung disambut hujan! Horrayyyyy
      Karena konon hujan adalah lambang rezeki. Tapi kami sadar, kami nggak bawa payung. Zonk! Ditambah jacket yang gue pakai kali ini wool. Zonk kedua! Untungnya sepatu boots gue tahan air. Yes!
      Intensitas hujan masih gerimis ringan. Kami pun nekad jalan cepet ke arah yang dijelaskan oleh tourist information di stasiun.
      Di bawah langit mendung kami menyusuri jalan yang melewati rumah-rumah warga. Terdapat beberapa café, tempat makan, butik, bahkan toko buku di antara rumah-rumah. Seperti di Sanjo, jalanan di Arashiyama bersih banget.

      Setelah jalan sekitar sepuluh menit, kami tiba di pertigaan. Jika ke kiri, ke arah Tenryu-ji Temple dan sungai. Ke kanan ke Bamboo groove. Gue memutuskan ke Tenryuji dulu. Hujan turun lebih deras ketika itu. Setelah sempat foto-foto di depan pintu masuk, kami pun memutuskan untuk tidak masuk. Jadi baru foto di depannya saja kami sudah puas. Coba bayangkan, jauh-jauh ke Arashiyama, hujan pula, sampai di depan pintu Tenryu-ji malah nggak jadi masuk. Tapi, ya, mau gimana lagi, kami memang mudah puas dan mudah pula dipuaskan #eh

      Selanjutnya gue memimpin regu menuju bamboo groove. Hujan rintik-rintik masih terus mengguyur. Tapi gue nggak mau kalah sama semangkat para abang-abang penarik ricksaw alias becak manusia.
      Dan di bamboo groove itulah sepasang mataku beradu pandang dengan sepasang mata penuh keindahan. Senyum manis darinya langsung tersaji ketika tahu aku tengah menatapnya. Waktu serasa berjalan pelan dari detik ke detik. Semilir angina disertai titik air sama sekali tak membuatku mudah beralih pandangan.
      “Minta foto, Bang!” suara cempreng Krysna menyadarkanku. Bocah tengik itu menggodaku supaya gue ngajakin foto cewek barusan. Btw, cewek yang baru saja tersenyum padaku adalah cewek yang sama kutanya di stasiun tadi. Ternyata dia masih mengingatku.
      “Lu mau ngajakin mereka foto?” Tanya gue balik ke Krysna.
      Krysna menggeleng.
      Dasar cemen!
      Akhirnya gue pun memberanikan diri menghampiran 2 cewek kawaii asli Jepang itu. Dengan malu-malu tak tahu malu gue pun ngajakin foto bareng. Mereka pun tampak terkejut bahagia penuh suka cita pesta pora ketika menyambut ajakan gue. Kami pun ber-wefie ria beberapa jepret. Krysna ikutan. Baru akhirnya gue tending Krysna buat motion gue. Gue pun berpose di tengah dua cewek Jepang itu. Dan kejutannya, si cewek minta foto juga dengan kameranya. Ternyata diriku menarik juga *mengambil kesimpulan sepihak.
      Usai foto hatiku serasa melayang. Gue pun melompat-lompat menyusuri bamboo groove.


       
      The end
       
      Eh, eh, belum selesai. Meski bahagia belum berarti selesai, ya. Oke, lanjut.
      Setelah mengelilingi bamboo groove kami menuju restoran Yoshiya untuk makan siang. Hujan masih turun. Satu hal yang gue kagumi dari Jepang, masyarakatnya meski hujan tetap olahraga. Ini dibuktikan dengan beberapa kali gue nemuin orang Jepang lagi lari-lari nggak kenal cuaca. Mau mendung, hujan, siang, sore, tetep olahraga. Ganbatte!
      Yoshiya Muslim Restoran ada di tepi sungai terkenal di Arashiyama. Gue dapat rekomendasi restoran halal itu dari aplikasi Halal Navi dan Halal Gourmet Japan. Ada beberapa menu halal yang disediain. Semacam lunch set gitu. Enak, sih. Tapi sedikit lebih mahal kalau dibandingin sama bento Familymart (yaiyalah).

      Karena hujan yang makin deras, kami memutuskan balik ke penginapan di Sanjo dulu.
      ***
      Setelah ganti jaket yang tahan air dan bawa paying dari penginapan, kami lanjut jalan kaki menuju Kiyomizudera. Berdasarkan google maps sih, jarak jalan kaki kami sekitar 2 km menuju tkp. Lumayan jauh sih. Ditambah hujan. Tapi justru saat hujan itulah kami menemukan banyak keindahan. Tsaaah
      Sepatu Bobby dan Krysna ternyata nggak tahan air banget. Alhasil, agak basah-basahan lah ya.
      Dan di balik semua perjuangan itu, keindahan di mulai saat kami melewati Hokan-ji Temple dan Yasaka Shrine. Lanjut kami melihat betapa indahnya Sanen zaka dan Ninen zaka. Jadi intinya, Kiyomizudera hanya sebagai tambahan aja. Keindahannya dilahap abis di sepanjang jalan menuju dan dari sana. Indah banget nuansa kiri-kanan jalan yang dipenuhi bangunan-bagunan tradisional, baik café, toko, maupun rumah. Feel like … amazing!

      Yaudahlah, ya, bagian ini susah dideskripsikan dengan kata-kata. Lewat foto aja (meski sebagian nge-blur)









       
      Gue bikin post di blog juga nih : http://alfiandaniear.blogspot.co.id/2017/02/7-hal-yang-bikin-kamu-pingin-ke-jepang.html
      Panggil para idola:
      @deffa
      @Andrizki
      @Vara Deliasani
      @HarrisWang
      @Monfi
      @kyosash
      @twindry
      @Ikamarizka
       
    • By Daniear
      Sebelumnya mohon maaf, karena kisah ini terlambat dari jadwalnya. Mohon maklum, kerjaan padat menyergap seusai balik dari Jepang. Aaaah, jadi pingin liburan lagi, wkwkwwk
      Berbekal JR Pass nan sakti, gue pun menyusun perjalanan yang anti rugi. Maksudnya, selama bisa pakai JR Pass, ngapain musti bayar tiket lagi. Kalau bisa nyicip gratis, ngapain musti beli *Halah.
      Namun prinsip itu harus berhadapan dengan realitas yang cukup mencengangkan di Kyoto (apa pula bahasa gue barusan). Ya, intinya jalur yang di-cover JR Pass di Kyoto sangat terbatas. Tempat wisata utama yang dekat stasiun JR mungkin hanya Fushimi Inari (JR Inari) dan Arashiyama (JR Saga Arashiyama). Sementara penginapan yang kami pilih di Sanjo. Mau nggak mau kami musti beli tiket kereta di jalur Keihan dari Kyoto Station ke Sanjo Keihan untuk sampai di penginapan. Mungkin kalian penasaran, ngapain juga gue musti nginep di Sanjo.
      Ehem, beginilah ceritanya. Berbekal advice dari insidekyoto.com, salah satu wilayah yang nginep-able di Kyoto adalah Sanjo. Waii?? *Why. Karena banyak tujuan wisata yang dekat dari area ini. Sebut saja Gion, Kamo River, Sannen-zaka, Ninen-zaka, Kiyomizudera. Semua itu bisa ditempuh dengan jalan kaki. Ya, kecuali kalau kalian tipikal manjanya keterlaluan dan males jalan kaki, bus akan sedia menawarkan tumpangan berbayar.
      Karena dari Kyoto ke Sanjo nggak ada JR line, untuk menghemat perjalanan kami memutuskan langsung ke Fushimi Inari dari Kyoto Station pada hari pertama kedatangan kami di Kyoto.
       
      Kyoto Station  
       
      Jadi, begitu Shinkansen Hikari yang kami tumpangi tiba di Kyoto Station, hal pertama yang gue cari adalah coin locker. Berat cuy bawa carier 60 L kemana-mana. Setelah nekad memohon petunjuk ke petugas station (yang kebetulan kagak ngerti bahasa Inggris) dengan bahasa tubuh kami pun menemukan loker.
      Setelah beres kami segera meluncur ke platform di mana kereta JR Nara Line berada. Oh, iya, begitu dapat koneksi internet di Jepang, jangan lupa untuk install app Hyperdia (entah sejak kapan, app-nya hanya bisa di-instal di Jepang. Versi web-nya masih bisa dibuka di Indonesia, sih, buat cek-cek rute di itinerary).
      Kereta yang kami tumpangi ini akan melewati statsiun Tofukuji dan tiba di Inari. Perjalanan berlangsung sangat cepat. Hanya 5 menit. Begitu tiba di Inari station kami disambut masa yang cukup padat. Tak jauh di seberang jalan, gerbang utama Fushimi Inari sudah terlihat.
       
      Gate Fushimi Inari  

      Sabtu siang itu pengunjung cukup ramai. Sebelum memutuskan masuk, kami mencari makan siang dulu (ehem, rapelan sama sarapan sebenernya) di Daily Yamazaki, semacam convenience store. Karena nggak ada tempat duduk di sekitar situ, kami pun memilih makan di balik patung rubah di depan gerbang. Sungguh pilihan lokasi yang mencolok dan mengundang perhatian. 
       
      Makan di balik patung ini  
       
       
       
       
      Tak jauh dari lokasi inilah terjadi adegan salah grepe *eh! Adegan salah sapa oleh sekumpulan turis dari Thailand (denger bahasanya yang canggih luar biasa gue langsung mengenali kebangsaan mereka). Jadi ceritanya si Bobby dikira salah seorang teman dari mereka, karena emang agak mirip sih mukanya. Jadilah mereka cengar-cengir setiap ketemu kami.  *Dih
       
      Punten!  
       
      Sepertinya hari itu Fushimi Inari akan dipakai untuk upacara. Gue nebak begitu karena kuil utama udah rapi dan pendetanya juga kek lagi siap-siap, ditambah petugas-petugas yang beredar di sekitar kuil. Entah kenapa, ketika melihat penampakan pendeta dengan topi tingginya itu aura magis langsung terasa. Untuk mengalihkan rasa itu gue segera melihat arah lain.
       
      Wajahmu mengalihkan duniaku, Mbak :)  
       
      Sesuai rencana bersama, kami memutuskan untuk tidak mendaki hingga puncak. Jadilah kita foto-foto di antara tori-tori merah nan indah itu. 
       
       
      Tuh, rame, kan *nggak tahu diri ngganggu yang ngantri jalan  
      Tori  
      Foto ala ala dulu  
      Pose siapa yang lebih sukses?  
      Baru dapat beberapa meter kita milih jalur memutar. Dan balik. Ya, gitu doang sih.
       
      Inari Station  
      Timetable  
       
      Kami pun balik ke Kyoto Station. Selain Hyperdia, app yang sangat membantu tentu saja google map, Kyoto metro map. Tambahan bagi yang muslim, ada Halal Navi, Halal Gourmet Japan, yang bisa jadi navigator buat nyari rekomendasi tempat makan yang udah ada sertifikat halalnya.
      Setelah ngambil barang di loker, kami pindah ke kereta Keihan. Dari Kyoto Station ke Sanjo Keihan perlu transit sekali di Karasuma Oike. Harga tiket total 260 yen. Kejadian konyolnya adalah, gue salah memasukkan kertas receipt (bukan karcis) ke gate. Ya jelas nggak mau buka dong. Gue coba sekali lagi. Sama juga. Akhirnya munculah seorang kakek-kakek berhati malaikat yang memberitahu gue kalau yang gue masukin salah. Gue pun memasukkan kertas lain, yang mana lebih kecil dari kertas pertama. Dan berhasil. Yaelah, karcisnya ternyata yang kecil. Untung kagak gue buang.
      Sebelum naik kereta gue sempat bertanya pada seorang gadis Jepang, apakah kereta yang kami tumpangi benar ke arah Karasuma Oike (sebetulnya ini adalah modus nyepik).
      “Neng, ini kereta ke Karasuma Oike?” Tanya gue sambil merapikan sarung yang melingkar di pundak.
      Si eneng tampak kaget dengan pertanyaan gue. Diselipkannya anak rambutnya di belakang telinga. “Eh, iya, A’. Aa bade kemana?”
      “Ndak jauh, kok. Cuman ke Sanjo.” *berubah logat.
      “Ati-ati, ya, Mas.” *ikutan nggak konsisten.
      Ya, dialog di atas hanya rekaan belaka. Setelah gue Tanya beginilah reaksi sebenarnya:
      Si gadis yang cantik itu pun mengangguk. Bahkan dia masih melihat ke gue ketika dia turun duluan di stasiun Shijo. Entah apa maksud tatapan itu. Tatapan berat untuk berpisah, tatapan ingin meminta ID Line, atau yang paling masuk akal tatapan kasihan gue bakal salah stasiun.
      Tiba di Sanjo Keihan ternyata bukan sebuah kelegaan. Gue yang baca direction dari host Airbnb ngerasa lost banget karena gerbang keluar stasiun yang di foto dengan yang gue lalui kok beda. Gue sadar kalau salah keluar gerbang, tapi di mana gerbang yang di gambar lebih bikin gue bingung. Gue pun usul buat masuk ulang, cari jalan keluar lain. Tentunya pilihan ini sangat menyiksa Bobby, karena dia yang satu-satunya bawa koper harus nenteng naik turun tangga. Begitu gue nemu jalan keluar lain, kami ikuti, sampai keluar … zonk! Tetep beda. Malah pintu keluar itu cuman beberapa meter dari pintu keluar yang pertama.
      Sempet buntu sampai akhirnya kami berjalan ke Family Mart. Krysna yang menguasai bahasa Jepang dasar berusaha berkomunikasi dengan dua orang kakek-kakek. Dan jawaban sang kakek membuat Krysna menganga!
      Yaiyalah, si dua kakek itu menjawab dengan sanga cepat dan heboh, panjang. Krysna pun nggak mudeng sama sekali dengan apa yang dikatakan sang kakek.
      Gue akhirnya ikut nimbrung setelah gue inget lokasi penginepan di dekat studio dance.
      “Dansa! Dansa!” seru gue sambil membuat gerakan ala ala.
      Eh, si kakek ternyata nangkep. Dari omongannya gue nangkep kata “hoteru” yang mungkin artinya hotel. Dia juga nunjuk arah. Kami pun ngikutin arah itu dan … tara!!! Gambar yang ada di peta akhirnya tampak. Setelah jalan 5 menitan tibalah kami di rumah milik Madame Hanano.
       
      Tirai depan rumah yang menyambut kami  
      Secarik pesan dari sang host  
      Ruang tamu tempat Misae dan Shinchan bercengkerama  

       
      Area rumah yang kami sewa benar-benar bersih. Rumahnya kecil tapi bersih banget. Terdiri dari dua lantai. Lantai satu berupa ruang tamu, dapur, kamar mandi. Yang gue suka, pintu gesernya Jepang banget. Naik ke lantai dua ada 3 kasur yang udah disediain buat kami. Masih sisa satu ranjang tingkat sih sebenernya. Jadi kalau kebetulan trip ber-5, rumah ini keknya masih bisa, deh. Lebih hemat lagi pembagiannya. Gue yang nggak sabar liat futon langsung nyobain tidur. Gilak! Anget banget. Nyaman banget. Jadilah khayalan live as a Japanese untuk dua malam di Kyoto ini terkabul.
      Karena belum makan malem, kami segera beberes untuk berangkat ke Gion. Tujuan kami adalah Gion Naritaya Ramen Halal.
      Di tengah dinginnya malam kami menjelajah gang-gang di area Sanjo menuju Gion. Google map always on.
      Meski cuman jalan kaki, gue excited banget. Ngelihat rumah-rumah dan bangunan yang gue lalui. Pas-pasan sama masyarakat local yang keknya baru pulang kerja. Ngelewatin kedai dan bar-bar Jepang. It’s not a dream!
      Dulu waktu kecil gue punya mimpi buat ke Jepang. Begitu beranjank dewasa mimpi itu kek hilang, karena gue mulai realistis. Gimana caranya gue ke Jepang coba? Eh, hari itu mimpi gue ternyata bisa tercapai. Yeah, gue pun sadar, terkadang realistis dan pesimis itu beda tipis. Seharusnya gue tetapin niat yang kuat dan nyari cara gimana buat mencapai mimpi gue. *motivator mode on
      Tibalah kami di Gion Naritaya Ramen. Kedainya lucuk, Jepang banget (yaiyalah, di Jepang). Di sebelah Gion Naritaya Ramen ada Gion Naritaya Yakiniku (yang ini special jualan daging yakiniku gitu). Sesuai rencana kami milih makan ramen malam itu.
       
       

      Daftar Menu
       
      Begitu masuk kedai kami disajikan ruangan yang terbilang sempit. Tapi sempitnya justru membuat semakin nikmat. Ada beberapa pengunjung berhijab yang gue perkirakan berasal dari negeri tetangga, negeri jiran. Ada satu penjaga kedai, merangkap sebagai koki, mas-mas Jepang yang masih muda banget.
      Malm itu gue memesan shoyu ramen + fried chicken. Harganya 1000 yen.
      Sambil bergunjing tentang pengunjung lain di meja sebelah, karena gue melihat “penampakan”,*Mohon untuk tidak ditiru, pesanan yang kami tunggu pun datang. Waaahhh!
       
      Shoyu Ramen  
      Spicy Ramen Ramen Mamen  
      Enyak! Pas banget dingin-dingin musim dingin gini, makan yang anget-anget, berkuah anget, di kedai anget. Anget banget! *Wkwkwkwk
      Review makanannya, jujur ini pertama kali gue makan ramen di Jepang. Sensasi yang pertama yang gue rasain adalah fresh. Kenapa? Karena lidah gue sama sekali nggak mencap adanya rasa micin macam makan mie instan atau ramen yang dijual di beberapa kedai ala-ala Indonesia (mungkin mereka pakai ramen instan). Ramennya terasa lembut. Kuah shoyu nya juga sedap. Irisan ayam bakarnya pas banget. Mateng dan lembut. Dan yang jadi juara menurut gue adalah ayam gorengnya! Potongan kecil-kecil bikin bumbunya meresap, sedaaap! Sampai kami mutusin buat pesen lagi ayamnya, he he.
      Makan malam pertama kali kami di Jepang ditutup dengan secangkir green tea hangat khas Jepang. Ditambah air putih gratisan. Kami pun meninggalkan kedai dengan suka cita.
      “Hoi, bayar dulu!!!!” teriak si penjaga kedai.
      Mungkin itu yang terjadi seandainya kami terlalu menikmati suasana dan meninggalkan kedai tanpa bayar. Untungnya kami belum khilaf.
      Setelah menimbang-nimbang kami memutuskan melanjutkan perjalanan ke Minna Kyoto Store. Si Bobby ngajak buat cek jaket winter. Doi belum sempet beli di Indonesia. Kami pun berjalan kaki menyusuri jalan-jalan Gion ke arah Kamo River.
      Udara malam itu dingin banget. Tapi suasana sekitar bikin gue tetap gigih berjalan. Gue bisa melihat Starbucks nan legendaris (karena sering mejeng di berbagai foto ketika searching tentang Kyoto). Starbucks itu berada pas di tepi Kamo River, terlihat klasik.
      Di Minna Store kami cek jaket di Uniqlo Jepang dan membandingkannya dengan harga di Indonesia. Emang iya, sih, di sana lebih murah disbanding di Indonesia untuk barang yang sama. Gue pun beli neck warmer yang cuman 500 yen, karena gue belum bawa syal.
      Usai dari Minna kami mampir ke minimarket kecil nggak jauh dari sana. Gue lupa apa nama minimarketnya. Yang pasti di situ gue nemu air mineral paling murah yang gue temuin selama di Jepang. Bayangin 52 yen udah dapet 2 liter?!
      Dan … malam itu harus ditutup dengan drama. Gue kebelet buang hajat! *Malu
      Dengan panik gue masuk lagi ke Minna Kyoto Store, nyari-nyari di mana toilet. Akhirnya nemu di saat yang tepat di lantai dasar. Fuuuuh.
      Malam itu kami mengakhiri petualangan hari pertama. Sebelum tidur gue sempet nyobain shower yang dinginnya naudzubillah. Kami nggak mungkin lupa nyalain pemanas ruangan. Kehangatan seketika menyeruak. 
       
      Kasur di lantai 2 yang menyajikan kehangatan  
      Sampai jumpa hari kedua :)
       
      Sebelumnya:
       
      Mention:
      @deffa
      @HarrisWang
      @kyosash
      @twindry
      @Vara Deliasani
      @Andrizki
      @Ikamarizka