Sign in to follow this  
Tarmizi Arl

MASIH RAGU MAU WISATA KE LAOS? TENGOKLAH LUANG PRABANG ! PERPADUAN MANIS DARI SEJARAH, BUDAYA, DAN ALAM

7 posts in this topic

Di artikel sebelumnya, sudah dipaparkan destinasi-destinasi menarik yang ada di ibukota negara Laos, Vientiane. Ibukota yang relatif sepi untuk ukuran ibukota negara ini memang bukanlah tujuan wisata utama ketika turis berada di Laos. Vientiane seakan hanya menjadi tempat singgah atau transit untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke destinasi utama.

Masih banyak juga nampaknya yang ragu untuk menjadikan Laos sebagai negara tujuan wisata. Selain memang belum populer, akses dan transportasi kesana juga masih kurang memanjakan termasuk untUk urusan tiket pesawat. Tetapi, Laos nyatanya tetap diburu oleh beberapa turis yang memang tahu dan justru memang mencintai petualangan. Beberapa lokasi di negara yang tidak memiliki pantai ini juga memiliki pesonanya sendiri yang orisinil, salah satunya ialah Kota Luang Prabang, kota kuno warisan budaya yang menjadi andalan wisata di sana.

Sebelum melangkah lebih jauh mengenal wisata Laos, kamu juga bisa membaca artikel berikut ini untuk memberi gambaran hal-hal umum yang harus kamu tahu seputar Laos.

 

1.Mengenal Luang Prabang, Kota Warisan Dunia UNESCO

 1a.jpg

Pemandangan Luang Prabang dari ketinggian via findinglivingstone.com

Bisa dikatakan bahwa Luang Prabang adalah salah satu tujuan wisata paling populer di Laos. Banyak turis mancanegara yang sengaja datang ke Laos dan menjadikan Luang Prabang sebagai destinasi utamanya. Lantas apa uniknya Luang Prabang ini?

Luang Prabang merupakan daerah yang dulunya pernah menjadi ibukota Kerajaan Laos yang pertama. Sejarahnya yang panjang dan kaya ini membuat Luang Prabang sejak tahun 1995 dinobatkan menjadi Kota Warisan Dunia UNESCO. Kota tua dengan alam perbukitan nampak berpadu sangat manis di Luang Prabang.

 1b.jpg

Salah satu sudut jalan komersil di Luang Prabang via virginiavagabonds.wordpress.com

Kalau boleh dikatakan, Luang Prabang sangat nyaman untuk ditinggali. Jajaran rumah bergaya campuran arsitektur Perancis dan tradisional Laos tertata teratur di sepanjang jalan. Kondisi jalannya juga banyak yang rapih dan bersih, nampak seperti sudah begitu tertata sejak awal pembangunannya. Rasa religi juga masih sangat kuat dengan keberadaan kuil-kuil Buddha nya yang tersebar. Kebanyakan pula kuil-kuil ini adalah kuil-kuil yang sudah sangat tua sehingga cukup bisa memberikan kesan kuno. Akan lumrah juga berjalan dan berpapasan dengan para biksu yang tengah beraktivitas. Turis berambut pirang juga banyak tersebar disana. Sejalan dengan perkembangan wisata itu, menjamur pula bar atau restoran di beberapa sudut kota. Jadilah Luang Prabang sedikit mirip dengan Bali-nya Indonesia tetapi dengan cita rasa yang berbeda.

 

2. Cara ke Luang Prabang

Berjarak sekitar 400 km arah Utara dari Vientiane, Luang Prabang bisa dituju dengan menggunakan pesawat maupun jalur darat. Melalui jalur udara, Luang Prabang bisa dituju dari Kota Vientiane maupun dari kota lain di luar Laos seperti Bangkok, Chiang Mau, Hanoi, Jinghong Yunan dan Siem Reap. Bandara Internasional Luang Prabang sendiri hanya berjarak sekitar 5 km Timur Laur dari pusat kota.

Sedangkan jika memilih jalur darat juga tak perlu merasa khawatir. Sudah banyak armada bus yang melayani perjalanan ke Luang Prabang. Kamu yang di Vientiane bisa langsung menuju Northern Bus Terminal. Selain di terminal, juga bisa memesan tiket di Lasi Ticketing, Jalan Francois Ngin. Jika kamu menginap di hostel atau sejenisnya, kamu juga bisa bertanya di sana karena biasanya mereka juga menyediakan tiket bus ini.

 2.JPG

Sleeping Bus Vientiane – Luang Prabang via titryfrilyani.blogspot.co.id

Armada malam tipe vip sleeping bus Vientiane – Luang Prabang dijual seharga sekitar 150.000-180.000 kip, itu juga sudah termasuk kupon satu kali makan Poh, seperti bihun kuah di seuah kedai. Biasanya bus akan tiba di kedai ini untuk istirahat sekitar jam 1 malam, sedangkan bus sendiri berangkat dari terminal sekitar jam 8 malam. Perjalanan dari Vientiane ke Luang Prabang akan memakan waktu sekitar 12 jam alias tiba sekitar jam 8 pagi.

 

3. Transportasi Umum di Luang Prabang

Setibanya di Terminal Luang Prabang, kalian bisa naik tuk tuk untuk menuju pusat kota atau lokasi tujuan. Tuk tuk di Luang Prabang sama seperti di kota lain di Laos atau d Thailand. Tuk Tuk menjadi sarana angkutan umum yang populer dan banyak digunakan oleh warga lokal karena tersebar hampir di semua penjuru kota.

 3aa.jpg

Tuk tuk Luang Prabang via asia-aventura.com

Tetapi jika ingin biaya yang jauh lebih murah, berjalanlah sedikit keluar terminal dan kalian bisa menemukan E-Bus, sebuah layanan transportasi umum yang ramah lingkungan alias nol emisi. Namanya memang bus, tetapi bentuknya berupa bajaj atau tuk tuk yang dimodifikasi sehingga nampak lebih modern. E Bus ini bisa menampung sekitar 4 orang. Warna E Bus berbeda-beda sesuai jalur yang akan dilaluinya, persis sistem angkot di Indonesia. Tarifnya sendiri sangat bersahabat yaitu 3.000 kip per orangnya untuk tujuan pusat kota jika menggunakan ticket dan 5.000 kip jika menggunakan uang tunai. Perlu diingat bahwa sistem pembayaran tunai bukan dengan membayar di supirnya, tetapi harus dimasukkan ke dalam box yang sudah disediakan.

 3a.jpg

E-Bus ala Luang Prabang via blog.feldenkrais-main-kinzig.de

Seperti yang sudah diungkap diatas, warna E-Bus menandakan jalur yang dilalui. Jalur yang dilaluinya sendiri melintasi objek-objek menarik di sana, sehingga sangat bisa dijadikan pilihan jika kamu tidak berencana menyewa kendaraan. Waktu operasi E-Bus ini ialah sejak jam 7 pagi hingga 7 malam. Durasi perlintasannya sendiri ialah sekitar 10 menit sekali untuk E-Bus jalur hijau dan kuning yang keduanya beroperasi di pusat kota, dan 60 menit sekali untuk jalur merah yang melintasi area pusat kota hingga pinggiran.

 3b.jpg

Peta jalur lintasan E-Bus sesuai warnanya via laogreengroup.com

 

4. Tak Bat, Tradisi Sedekah Pagi untuk Biksu

Inilah salah satu tradisi yang unik dan menarik yang bisa dilihat di Luang Prabang. Tradisi keagamaan Buddha Theravada ini dilaksanakan setiap harinya sejak jam 5:30 pagi sampai sekitar jam 6:15 pagi. Pada tradisi ini, para biksu akan berjalan tanpa alas kaki menggunakan pakaian khas biksu warna oranye.

Dilakukan hampir diseluruh jalanan kota Luang Pranbang, banyak wisatawan yang sudah menunggu sejak pukul 5 subuh. Di saat yang sama, sudah banyak pedagang yang menggelar lapak untuk dijual baik kepada warga lokal maupun turis. Tapi barang dagangan yang biasanya berupa nasi ketan, kue beras, dan aneka buah-buahan ini dijual bukan untuk diri sendiri melainkan untuk nantinya diberikan kepada para biksu yang berbaris melintas.

 4.jpg

Tradisi Tak Bak di Luang Prabang via asiatravel.services

Ya, warga lokal akan duduk berbaris di tepi jalan untuk secara suka rela memberikan sedekahnya kepada para biksu sebagai sebuah ritual harian. Hal ini karena memang Biksu dalam ajaran Buddha Theravada dilarang untuk bertani dan bahkan memasak sendiri sehingga satu-satunya cara untuk hidup ialah dengan mengumpulkan sumbangan baik makanan ataupun uang.

Tradisi ini sudah berlangsung ratusan tahun dan menjadi keunikan tersendiri bagi Luang Prabang. Meskipun memang hampir di semua penjuru bisa ditemui prosesi ini, tetapi satu lokasi paling banyak dan ramai ialah di Sakkarin Road. Hal ini karena disana banyak terdapat kuil dan sekolah biksu.

Perlu diingat, meskipun memang sudah menjadi atraksi wisata, tetapi harus juga menjaga tata krama. Bagaimanapun hal ini ialah sebuah ritual keagamaan, jangan sampai antusiasme kita sebagai turis justru mengganggu. Ketidaknyamanan karena perilaku turis ini juga bahkan kabarnya sempat dikeluhkan oleh warga dan biksu.

 

5. Pasar Malam Luang Prabang, Keramaian di Penghujung Hari

 5.jpg

Luang Prabang Night Market via bestpricevn.com

Mendengar kata Pasar Malam, mungkin tampak terlalu biasa saja. Ya, memang Pasar Malam bukan sesuatu yang teramat unik tetapi tak ada salahnya juga untuk dijadikan pilihan. Pasar Malam di Luang Prabang bisa dikatakan sebagai atraksi wisata wajib ketika ada di Luang Prabang. Ratusan pedagang berkumpul di sepanjang Jalan Sisavangvong.

Pasar Malam yang mulai bergeliat sejak jam 5 sore hingga menjelang tengah malam ini selain tempat berkumpul warga, tetapi juga menjadi lokasi paling diburu wisatawan untuk menghabiskan malam. Hal ini karena selain memang ramai dan meriah, juga karena barang yang dijajakan sangat beragam. Setidaknya ada dua zonasi barang yaitu zona untuk souvenir dan zona lainnya khusus makanan lokal. Jadi, sudah terbayang bagaimana cocoknya pasar malam sepanjang sekitar 1 km ini bisa memanjakan wisatawan. Jangan lupa untuk melakukan tawar menawar karena bisa saja kamu mendapatkan harga hingga setengah dari penawarannya.

 

6. Gua Pak Ou, Gua Buddha di Tepi Sungai Mekong

 6.jpg

Pemandagan dari Bagian Bibir Gua via www.motolao.com

Luang Prabang juga dilalui oleh aliran Sungai Mekong. Di sepanjang aliran sungai ini banyak hal-hal menarik yang bisa dijumpai, salah satunya sebuah Gua yang didalamnya terdapat ribuan patung Buddha. Lokasinya yang tepat di tepi sungai inilah yang membuatnya jauh lebih menarik dan berbeda.

Hal menarik lainnya dari gua Pak Ou ialah pengalaman ketika menuju kesana. Hal itu karena kita harus menggunakan perahu menyusuri sungai mekong sekitar 1 sampai 2 jam pelayaran atau sekitar 25 km dari pusat Kota Luang Prabang. Tarif perahu ke gua ini sendiri ialah sebesar 50.000 kip per orang. Selama perjalanan suasana khas daratan Indochina akan kental terasa.

Sesampainya di depan gua, pengunjung harus membayar lagi tiket masuknya jika ingin memasuki bagian dalam gua. Tarifnya ialah sebesar 20.000 kip.  Gua ini sendiri terdiri dari dua bagian yaitu bagian bawah yang dinamai Tham Ting serta bagian atas yang berada di puncak bukit yang dinamai Thang Phum. Keduanya bisa dilalui dengan menaiki tangga, tentu untuk menuju Thang Phum perlu pengorbanan lebih karena akan lebih banyak anak tangga yang didaki.

 

7. Wat Xieng Thong, Kuil Kota Emas

 7.jpg

Komplek Wat Xieng Thong via Villasaykhamhotel.com

Wat Xieng Thong yang berarti Kuil Kota Emas merupakan kuil kebanggan bagi Luang Prabang. Kuil ini dibangun tahun 1559 dan selesai satu tahun setelahnya dan menjadikannya sebagai Kuil tertua di Luang Prabang. Betapa penting dan berharganya Wat Xieng Thong karena kuil ini memiliki sejarah bagi biara atau tempat tinggal biksu di Laos, simbol semangat keagamaan, serta seni tradisional yang bisa terlihat dari arsitekturnya.

Kawasan kuil ini sendiri berupa sebuah komplek yang didalamnya tidak hanya terdapat bangunan kuil utama tetapi juga terdapat bangunan lain seperti sebuah tempat prosesi penguburan yang cukup besar dengan tinggi sekitar 12 meter. Selain itu, taman-taman di dalam komplek juga tertata rapih sehingga sangat nyaman untuk berlama-lama di sana.

 

8. Royal Palace, Museum Bekas Istana Raja

 8.jpg

Tampak Bangunan Museum Royal Palace Luang Prabang via laostours.co

Mengunjungi museum mungkin terdengar tidak begitu menarik, tetapi tak ada salahnya untuk mengarahkan kaki ke Sisavangvong Road untuk melihat kemegahan sebuah bangunan bekas Istana Raja. Haw Kham, begitulah nama lokal yang digunakan untuk menyebut Royal Palace ini. Dibangun tahun 1904 di era kolonial Perancis, sejak tahun 1995 istana yang berarsitektur percampuran seni Prancis Beaux yang tampak dari bagian badan bangunan dan gaya seni Laos yang tercermin di bagian atap ini difungsikan sebagai museum negeri.

Sebagaimana umumnya museum, Royal Palace ini menyimpan berbagai benda peninggalan dari masa ke masa kerajaan di Luang Prabang termasuk salah satu yang paling penting ialah sebuah patung Buddha legendaris pemberian Raja Khmer Phaya Sirichanta kepada Raja Fa Ngum. Patung ini dimanai Pha Bang yang konon menjadi asal inspirasi nama Luang Prabang itu sendiri. Patung Buddha yang berada di bagian dalam istana ini kabarnya terbuat dari campuran emas, perak, dan perunggu dengan tinggi 83 cm dan berat mencapai 54 kg.

Tidak hanya museum, di komplek istana ini juga disediakan ruang yang difungsikan untuk pertunjukan tari tradisional Laos. Pertunjukkan sendiri diselenggarakan setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Sabtu malam. Tentu hal ini bisa menjadi pilihan untuk bsia mendapatkan pengalaman melihat langsung kesenian daerah Luang Prabang.

 

9. Bukit Phu Shi, Terbaik untuk Memandang Alam

Setelah melihat keunikan budaya serta kekayaan sejarah, wisatawan masih akan dimanjakan dengan pesona alam Luang Prabang. Letak geografis Luang Prabang yang berupa perbukitan dan pegunungan menjadikan alam di sana sangat memanjakan mata. Udara yang cenderung sejuk juga membuat petualangan lebih terasa santai.

 9a.jpg

Jalur tangga ke puncak bukit via asiaforvisitors.com

Pilihan lokasi untuk melihat keindahan alam secara luas tentu saja dari lokasi di ketinggian, dan Luang Prabang sudah tentu memilikinya. Salah satu lokasi populer itu ialah Bukit Phu Shi atau Bukit Chamsy. Titik pendakian berada tepat di seberang Royal Palace sehingga tak perlu bingung mencarinya. Tiket masuknya sendiri ialah sebesar 30.000 kip. Biasanya, wisatawan mulai datang jam 3 sore karena untuk melihat matahari terbenam dari atas bukit tersebut.

 9b.jpg

Sunset dari atas bukit via pixelbip.com/mount-phousi-sunset

Pendakian ke puncak bukit tidak begitu sulit karena sudah dibangun jalur dan tangga massive. Setidaknya ada 328 anak tangga yang harus didaki untuk akhirnya tiba di puncak bukit setinggi sekitar 150 meter itu. Namun letih yang dirasa akan terbayar ketika sudah sampai di atas. Dari sana, terlihat jelas Sungai Mekong dan kota Luang Prabang serta barisan pegunungan yang seolah melindunginya. Apalagi memang saat sore hari ketika sunset, maka semua pemandangan itu berasa berkali kali lipat lebih cantik lagi.

 9c.jpg

That Khomsi Tampak dari kejauhan via villasaykhamhotel.com

Di puncak bukit ini juga terdapat kuil dengan Stupa atau pagoda emas bernama That Chomsi. Warnanya yang emas dan tinggi membuatnya bisa dilihat dari bawah bukit dan hapir disemua sisi kota. Stupa ini dibangun tahun 1804 pada masa Raja Anourouth dan menjadi simbol keagamaan di Luang Prabang.

Pulangnya, selain bisa menggunakan jalur yang sama dengan saat naik, wisatawan juga bisa menggunakan jalur lain di arah timur laut. Di jalur ini akan ditemui sebuah gua peribadatan warga lokal dimana selain patung-patung Buddha, terdapat juga jejak kaki yang dipercaya sebagai jejak kaki Buddha.

 

10. Tat Kuang Si, Air Terjun dengan Kolam Bertingkat

Potensi wisata alam di Luang Prabang tak perlu diragukan lagi. Banyak spot disana yang menyajikan pesona dengan keunikannya masing-masing. Seperti yang satu ini, sebuah air terjun bertingkat bak terasering. Air terjun yang dikenal dengan nama Tat Kuang Si ini berada sekitar 29 km arah Barat Daya dari pusat kota Luang Prabang. Untuk mencapainya, selain bisa menggunakan tuk tuk, juga bisa memesan minivan yang banyak tersedia di agen perjalanan setempat.

Tarif tiket masuk kawasan wisata alam ini ialah sebesar 20.000 kip. Suasana alam hutan hujan tropis akan sangat kental dirasa ketika memasuki kawasan tersebut sebelum akhirnya setelah sekitar 15 menit berjalan akan disuguhkan dengan pemandangan air terjun yang memukau. Ailiran air yang bertingkat seolah memberik kesan dramatis dan sangat menarik untuk diabadikan dalam foto.

 10.jpg

Kolam bertingkat dari aliran air terjun Kuang Si via visit-laos.com

Kesegaran air bisa terlihat dari jernihnya pantulan air yang jatuh serta warna toska yang terpantul dari kolam di bawah air terjun menambah keindahan dari aliran air terjun ini. Sumber air sendiri berasal dari air terjun utama yang berada di puncak bukit dengan ketinggian sekitar 60 meter. Fasilitas wisata di sana juga sudah dikembangkan seperti adanya jembatan kayu yang tidak hanya fungsional tetapi juga nampak estetik. Wisatawan juga diperbolehkan untuk berenang di kolam bawah air terjun dan beberapa spot kolam bertingkat lainnya, tetapi ada juga satu area kolam yang diberi tanda terlarang untuk berenang karena dianggap keramat.

 

11. Air Terjun Tad Sae, Wisata Alam Bersama Gajah

Tak Kalah menariknya, berjarak hanya sekitar 16 km Tenggara dari Luang Prabang juga terdapat air terjun yang bernama Tad Sae. Menariknya dari air terjun ini ialah aliran airnya seringkali begitu luas sehingga menyapu banyak bagian dan membuat batang pepohonan berada didalam aliran air seolah-olah banjir.  Warna aliran airnya yang toska serta juga aliran yang bertingkat menjadikan pemandangan di area air terjun ini sangat indah dan menarik perhatian.

 11a.jpg

Aliran air terjun Tad Sae via tour-bin.com

Untuk dapat menuju Air terjun Tad Sae, wisatawan bisa menyewa tuk tuk seharga sekitar 150,000 kip pulang-pergi atau menyewa kendaraan baik minivan atau motor. Setelah sampai di titik awal yaitu di tepi sungai, perjalanan masih harus dilanjutkan dengan naik perahu seharga 10.000 kip menyusuri sungai dan sampai ke tujuan. Setelah sampai, barulah kita bisa berjalan sedikit menuju lokasi air terjun. Air terjunnya sendiri memang tidak tinggi, tetapi seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, memiliki dimensi yang luas menyapu daratan sehingga seolah seperti kolam atau banjir. Aliran airnya yang tenang membuat berenang disana juga terasa sangat aman.

 11b.jpg

Menunggang Gajah di aliran air terjun via onetravelasia.com

Hal menarik yang bisa dilakukan ialah menunggangi anak gajah. Ya, di sana juga terdapat jasa naik gajah yang akan berjalan melalui aliran air. Pengalaman seperti ini tentu sangat berbeda dan unik untuk dicoba apalagi bagi turis mancanegara.

 

12.  Beragam Pilihan Tempat Bersantai

Sebagai kota tujuan wisata, menjamur berbagai pilihan tempat untuk berkumpul dan bersantai dari mulai restoran, cafe, atau bar. Kebanyakan pengelola juga memberikan atmosfer yang kuat, ada yang memanfaatkan bekas bangunan kolonial, memberikan nuansa modern, atmosfer tradisional, hingga yang menyajikan nuansa alam khas hutan tropis.

 12.jpg

Salah satu area outdoor di Utopia Bar via podroze-zycia.com

Jika diminta menyebutkan salah satu yang paling populer, Utopia Bar adalah jawabannya. Keunikan dari Bar satu ini ialah outdoor area dengan dek kayu yang dijadikan sebagai tempat bersantai. Lanskap alam hijau dan aliran Sungai Nam Khan menjadi pemandangan yang tersaji di depan mata. Lokasinya yang lebih tinggi dari daratan sekitarnya, menjadikan pengunjung bisa lebih leluasa menatap dan angin sejuk juga seakan tanpa halangan untuk menghampiri.

Lokasi Utopia Bar ini memang tidak berada di tepi jalan utama. Pengunjung harus melalui jalan kecil dari Jalan Utama Kingkitsarath. Namun karena jauh dari jalan utama inilah yang membuat Bar ini berasa lebih privat.

 

13. Mencicipi Ragam Kuliner. Ups ! Hanya ada satu Restoran Halal di Sana

Kuliner khas Laos terutama Luang Prabang cukup beragam. Makanan pokoknya memang beras ketan, tetapi ada banyak masakan lain yang bercita rasa khas. Beberapa bahkan merupakan peninggalan kolonial Perancis. Baguette salah satunya. Makanan ini ialah roti isi khas Perancis dengan isian telur dan daging dengan ukuran cukup besar. Selain banyak dijumpai di gerai pinggir jalan, biasanya hotel atau penginapan di sana juga menjadikan roti ini sebagai menu sarapan.

 13a.jpg

Bauguette, roti isi khas Luang Prabang peninggalan kolonial Prancis via asiatripblog.com

Sedangkan bagi kalian yang muslim, Laos mungkin sedikit menyulitkan untuk mencari kuliner Halal. Tetapi sulit bukan berarti tidak bisa, kan?. Termasuk di Luang Prabang, kalian harus ekstra berhati-hati memilih menu. Tentu harus menghindari daging-dagingan karena mereka juga cukup akrab menggunakan daging babi.

 13b.jpg

Larb, menu khas Luang Prabang via asiatripblog.com

Satu menu makanan tradisional yang terbilang aman ialah Larb, sajian salad berupa campuran sayur dan daging seperti ayam dan ikan. Tetapi beberapa larb juga menggunakan daging babi, jadi harus tetap berhati-hati. Menu makanan ini mirip rujak sayur dengan cita rasa pedas dan aroma wangi yang khas. Penjualnya juga banyak bisa ditemui di sepanjang jalan atau restoran.

 13c.jpg

What That Restaurant (photo by Badiq PER via google map)

Dari sekian banyak restoran di Luang Prabang, ada satu tempat makan halal. Namanya Wat That Restauran. Restoran ini dimiliki oleh seorang pria Malaysia dan istrinya yang merupakan orang lokal. Mereka menyediakan aneka makanan cita rasa Laos tetapi dijamin kehalalannya. Lokasinya juga tak sulit ditemukan, yaitu di sebuah gang dari Jalan Khem Khong.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Thanks for sharing. postingan yang bagus, saya baru saja kembali dari laos, saya dapat menjawab pertanyaan apa pun, silakan bertanya kepada saya.

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, vietzay said:

Thanks for sharing. postingan yang bagus, saya baru saja kembali dari laos, saya dapat menjawab pertanyaan apa pun, silakan bertanya kepada saya.

ok thansk info nya

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this