min0ru

Liburan Hemat ke Lombok

20 posts in this topic

Akhir bulan lalu saya liburan hemat ke lombok. Yup hemat ala backpacker / flashpacker kali yah :p. Pada perjalanan ini saya dapat tiket promo dari citilink loh, tiketnya seharga Rp. 980.000 untuk pulang pergi dari Soekarno-Hatta Intl Airport. Kira-kira jam 06.00 WIB saya sudah sampai dibandara dan langsung check in tanpa bagasi karena cuma bawa ransel gendong aja. Sayangnya promo yang saya dapatkan ini transit selama 1 jam di Surabaya (gpplah yang penting promo :p) Keberangkatan ini lancar tanpa delay, ngga seperti perjalanan saya ke Malang yang delay hampir 3 jam :geram

Liburan Hemat ke Lombok

Kira-kira jam 11.30 itu saya sudah tiba di LOP (Lombok Airport) begitu turun pesawat langsung cari counter DAMRI yang berada persis setelah pintu otomatis keluar dari ruang kedatangan. Harga tiket DAMRI untuk sampai kota Mataram adalah Rp. 25.000 sedangkan jika mau sampai Senggigi Rp. 35.000. Berbeda dengan DAMRI di Jakarta yang dengan kondisi apa pun (penuh atau tidak penuh) tetap berangkat, DAMRI di Lombok nunggu sampai penuh! baru jalan dan saya menghabiskan 1 jam untuk nunggu bus itu penuh :(. Saya naik yang sampai Senggigi lalu makan siang di warung soto pinggir jalan karena darurat sudah kelaparan banget ; makan soto ayam 2 mangkok + es teh manis + aqua botol + krupuk 3 seharga Rp. 55.000 :D.

Liburan Hemat ke Lombok

Dari situ nyambung ke pelabuhan ferry bangsal yang berjarak kurang lebih 30-40 menit dari senggigi dengan menggunakan taksi burung biru alias bluebird seharga Rp. 80.000. Sebenarnya ada cara lebih hemat untuk ke pelabuhan bangsal dari kota mataram dengan naik semacam angkot gitu tetapi lama harus menunggu sampai penuh baru berangkat dan menurut saya sangat membuang waktu. Oh ya biasanya taksi tidak boleh masuk sampai kedalam pelabuhan tetapi beruntungnya waktu saya datang diperbolehkan untuk masuk sampai kedalam. Buat kalian yang nanti akan mengalami larangan masuk ini ga usah kuatir, jalan kaki cuma 6-10 menit aja dari depan gerbang pelabuhan kira-kira 300 meter atau naik delman yang disebut cidomo kalau di Lombok yang harganya Rp. 25.000 – 30.000 aja.

Well kira-kira jam 15.00 saya sampai di pelabuhan bangsal dan membeli tiket kapal umum Rp. 20.000 untuk sekali jalan menuju ke Gili Trawangan. Alternatif untuk ke Gili Trawangan bisa juga dengan kapal cepat seharga Rp. 80.000 cuma 15 menit katanya, tapi saya memilih kapal umum (nunggu penuh baru berangkat). Ngga sampai 5 menit nunggu sudah mau berangkat aja nih kapal yang saya tumpangi dan perjalanan ke Gili Trawangan hanya memakan waktu 40 menit aja.

Liburan Hemat ke Lombok

Sesampainya di Gili Trawangan saya pun langsung menuju ke penginapan karena badan sudah cukup lelah eh ternyata jalannya jauhhhh dan agak menanjak menuju penginapan :P kira-kira 15-20 menit jalan kaki dari pelabuhan GilTraw. Sampai penginapan mandi dan leyeh-leyeh dulu sebentar dan menjelang sunset baru keluar lagi naik sepeda.

Liburan Hemat ke LombokLiburan Hemat ke Lombok

Lokasi kekinian untuk melihat sunset adalah Ombak Sunset yang ada ayunannya itu loh tapi sayangnya hari itu saya kurang beruntung karena ada awan tebal yang menutupi matahari terbenam :(. Yoweslahhh lanjutkan muterin pulau dan akhirnya berhenti di The Exile Bar and Resto lanjut nikmatin sisaan sunset yang malah warna orangenya keluar dan bagus. Beer disini Rp. 30.000 / botol sedangkan snack kayak chicken wing Rp. 40.000-an ya harga yang standartlah ya. :makan

Liburan Hemat ke Lombok

Lanjut dari The Exile saya coba lanjut lagi gowes sepeda dan menemukan pasar malam yang isinya makanan semua! wah surgaaaa buat perut buncit saya ini :p. Bentuknya sih sederhana ya hanya gerobak-gerobak besar dengan pilihan makanan yang sangat bervariasi mulai dari ikan, ayam, udang, sate, martabak, pancake dan masih banyak lagi dengan harga yang relatif murah Rp. 10.000 – Rp. 50.000.

Liburan Hemat ke Lombok

Keesokan harinya saya sudah standby kembali didekat pelabuhan GilTraw karena ikutan island hopping 3 Gili (Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air) dengan snorkeling. Harga paketnya Rp. 100.000 per orang sudah termasuk kapal dan alat snorkeling. Paket 3 pulau ini dimulai jam 10.30 dan berakhir jam 15.00 dengan 3 spot snorkeling dan makan siang di Gili Air (kalau tidak salah jika dengan makan siang harganya menjadi Rp. 120.000).

liburan-hemat-ke-lombok10

Kondisi perairan di 3 Gili ini masih sangat bersih makanya ngga heran banyak sekali turis yang kesini untuk snorkeling bahkan diving. Banyak juga sekolah diving di Gili Trawangan ini. Dilokasi snorkeling terakhir, guide saya memberikan roti untuk makan ikan sehingga nanti ikan berkumpul disekitaran kita yang snorkeling dan bisa difoto-foto. Sore harinya saya coba mencari sunset tetapi masih juga ketemu awan yang tebal, alhasil melipir aja deh ke toko kebab, es krim gelato :P dan ditutup dengan makan malam dipasar malam.

Liburan Hemat ke LombokLiburan Hemat ke Lombok

Hari berikutnya setelah breakfast saya sudah bersiap menuju kembali ke Lombok dengan kapal umum yang kali ini tiketnya cukup Rp. 15.000 ga jelas kenapa lebih murah, mungkin yang lalu termasuk tiket wisata kali ya :p. Jam 10.00-an saya sudah merapat kembali ke pelabuhan bangsal dan naik siburung biru lagi menuju ke senggigi karena malam terakhir akan saya habiskan disenggigi. Dijalan menuju senggigi saya sempat mampir di 2 tempat yaitu warung ayam taliwang dan tempat oleh-oleh. Menurut saya pribadi, ayam taliwang yang begitu terkenal itu ternyata ngga seenak yang saya bayangkan atau mungkin saya makan diwarung yang kurang pas ya :). Oleh-oleh juga sama seperti diBali, Surabaya dan lainnya yang isinya cuma keripik, kacang, emping pedes, kerupuk dll dan menurut saya masih lebih murah belinya dicarrefour atau dihypermart ahahaha.:ngeledek

Hari terakhir ini saya habiskan hanya dihotel saja bersantai dan berenang plus mencoba spa 15 menit yang gratisan. :tersipu

Liburan Hemat ke Lombok

Hari keempat waktunya pulang kembali ke Jakarta, bawaan sudah banyak dan gamau repot jadinya langsung naik burung biru ke bandara dengan jarak tempuh 50 menit saja dan bayar Rp. 170.000 karena kalau naik damri mesti ke pool DAMRI Mataram lalu nunggu penuh lagi seperti membuang waktu dan tenaga. Sampai di Jakarta masih sore sekitar jam 15.00 dan tiba kembali dirumah masih jam 17.00, bisa istirahat dulu sebelum besoknya kerja lagi.

Estimasi pengeluaran selama dilombok:

  • Tiket Pesawat PP : Rp. 980.000
  • DAMRI LOP – Senggigi : Rp. 35.000
  • Taksi Senggigi – Bangsal : Rp. 80.000
  • Kapal Bangsal – Gili Trawangan : Rp. 20.000
  • Hotel di Gili Trawangan : Rp. 350.000 / 2 malam
  • Paket Snorkeling 3 Gili : Rp. 100.000
  • Kapal Gili Trawangan – Bangsal : Rp. 15.000
  • Taksi Bangsal – Senggigi : Rp. 150.000 (sudah termasuk mampir 2 tempat)
  • Hotel di Senggigi : Rp. 500.000 / malam
  • Taksi Senggigi – LOP : Rp. 170.000

Total : Rp. 2.400.000

Nahh kira-kira itu yang bisa saya sharing mengenai liburan hemat ke lombok versi saya. Pengeluaran untuk makan tidak saya sertakan karena tergantung selera tetapi ditulisan diatas sudah saya tuliskan perkiraan biaya untuk persekali makan. Pengeluaran diatas pun masih bisa ditekan lagi sehingga bisa lebih hemat seperti hotel dan transportasi. Silahkan disesuaikan dengan kantong masing-masing.

Cheers! :cintaindo

Share this post


Link to post
Share on other sites
22 minutes ago, Vara Deliasani said:

waaahhh okok.. jauh ga dari mana2?

Ga begitu jauh lah. gili kan kecil kak. dipinjemin sepeda gratis pula. reviewnya lagi gw ketik. hihi

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Tiket pesawatnya murahhhhh... Normalnya 1x terbang  yah 

Ada sewaan motor disana ? 

Btw poto yg diayunan itu ngantri kah ? Soalnya suka ada wisatawan yg kurang peka pose lama2 di spot, sunset nya keburu habis :ngakak

Share this post


Link to post
Share on other sites
21 hours ago, Rawoniste said:

Tiket pesawatnya murahhhhh... Normalnya 1x terbang  yah 

Ada sewaan motor disana ? 

Btw poto yg diayunan itu ngantri kah ? Soalnya suka ada wisatawan yg kurang peka pose lama2 di spot, sunset nya keburu habis :ngakak

Normalnya 1.3 - 1.5 PP

Sewaaan motor ada beberapa pilihan kok, tapi kebetulan saya sama sekali ngga sewa motor di lombok. kalau di GilTra sih paling canggih sepeda listrik, motor ga ada.

Ayunan antri sih tapi paling 1-2 orang aja kok karena ayunannya ada banyak.

11 hours ago, Ari Iqbal Putra Nugraha said:

bisa recommend ini buat yang pengen / pemula ngetrip kesana bang @min0ru hehe :senyum

Bener, saya juga pemula. :salut

Share this post


Link to post
Share on other sites
4 hours ago, she sarah said:

terimakasih udah share pengalamannya... saya juga selalu menunggu tiket promo batam lombok... pengen banget kesana...

wah ada mba @she sarah apa kabar neh

emang nya ada Batam - Lombok direct? mending via Singapore aja mba banyak promo nya :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By ko Acong
      Bosan mengunjungi Jepang hanya Tokyo - Kyoto - Osaka? Perlu nih piknik dengan suasana berbeda 360 derajat. Cobalah destinasi anti mainstream yaitu Alpine Route memang biaya agak mahal sedikit, namun kita akan bahagia dengan pemandangan yang tiba2 berubah dari satu spot dan lainya dan disuguhi udara yang super bersih.
      Untuk menyusuri Alpine Route kita harus bayar terpisah dari tiket JR, mau itu JR Pass, JR West ataupun JR East yaitu harus bayar option tiket nya 9000 yen, lalu tinggal duduk manis. Atau mau eceran pun ada namun akanboros 3000 yen (total 12.000 yen ).
      Bagaimana cara ke Alpine Route?
      Ini adalah jalur saya yang pasti berbeda dengan pemegang JR Pass. Dari Shinjuku Tokyo, naik Highway Bus menuju Matsumoto seharga 4500 yen selama kurang lebih 3 jam waktu tempuhnya.
      Tak lupa saya tukarkan Tourist Pass Matsumoto - Takayama - Alpine,  beli di Travel Agent di Indonesia seharga 17.500 Yen. Dengan Rincian JR Pass mencakup: Shinan-omachi - Matsumoto - Kiso Fukushima - Ena - Nagoya - Gifu - Gero - Takayama - Hida - Toyama. 
      Saya tidak beli JR Pass karena akan lebih hemat sebesar Rp 1.2 jutaan dengan Tourist Pass ini,  karena tidak ke Osaka dan pulangnya Via Narita.
      Piknik seputaran Alpine - Takayama - Matsumoto bisa mengunjungi beberapa Prefektur. Yang saya kunjungi menggunakan JR campur dengan pilihan saya yaitu Tourist Pass, berlaku untuk 5 Hari seharga 17.500 yen.
      Berikut destinasi yang saya kunjungi.
      Matsumoto:
       Saya kunjungi Kastil Matsumoto, salah satu yang terkenal di Jepang. Jinjo (lupa namanya dengan warna yang dominan pink) Salah satu perguruan tinggi melegenda Kaichi School Museum Kami kochi  sungai yang jernih: http://www.kamikochi.or.jp/ Narai Juku / Kiso Valley:
      Desa kuno yang memegang peranan penting untuk jalur distribusi perdagangan  Tokyo ke Kyoto, dari hasil pegunungan Takayama dan desa seniman keramik, serta ada satu Obat dewanya yang sangat manjur sayang saya nggak bisa bacanya: https://www.japan-guide.com/e/e6080.html
      Hida:
      Sebuah kota kecil penghasil kayu paling berkualitas dengan ahli-ahli kayunya. Pemandangan sekeliling nya indah dengan dilintasi sungai besar berasal dari pegunungan di Takayama. Dan yang paling unik ada jalan yang berjejer, serta rumah-rumah kuno dengan ada selokan kecil yang isinya ribuan ikan koi besar-besar, ini untuk menandakan bahwa dampak Bom Atom jaman Hiroshima - Nagasaki telah clear. Daerah ini menjadi terkenal karena Ikan Koi tersebut.
      https://www.google.com/destination?dest_mid=/m/02jbp_#dest_mid=/m/02jbp_&tcfs=EhoaGAoKMjAxOC0wNi0wORIKMjAxOC0wNi0xMw
      https://www.infojepang.net/info-wisata-di-takayama/
      Gero Onsen
      http://video.metrotvnews.com/kokoronotomo/5b2E9mMN-jalan-jalan-di-gero-onsen-gassho-mura
      Kota wisata yang mempunyai sungai dan onsen umum, sayang saya datang nya kepagian, coba kalau nginap di Gero atau agak sore, tentu mataku berbinar-binar dengan onsen yang nyampur cewek cowok hihihih, jangan omes ya tradisi mandi bareng di onsen merupakan suatu kehormatan bagi tradisi lokal yang menjadikan kita termasuk satu keluarga besar saat itu.
      Semuanya berdekatan dengan Prefektur Gifu, hanya dengan 17.5000 Yen kita bisa mengunjungi tempat-tempat ini semua. Bisa dari Tokyo atau dari Osaka, tentunya berbeda-beda tipe JR Pass nya. Jika ingin nyaman beda sedikit pegang lah JR Pass.
      Perjalanan Ko Acong nano nano rasanya, kurang afdol jika tanpa kendala dan berbagai hambatan, secara “si bocah tua nakal“ (yang tidak bisa Bahasa Asing, Gaptek dan segala kekurangannya).
      Kendala pertama yang menghambat perjalanan saya selama 5 hari adalah teledor nya saya dikala menukar Tourist Pass tidak dibaca. Saya beli tiket terusan Tourist Pass Alpine - Takayama - Matsumoto sudah betul, namun petugas di JR Tokyo lalai salah menempelkan ke kartu yang JR West Pass. Nah, kendalanya pas mau digunakan ditolak oleh petugas di lapangan, satu petugas ke petugas lainya tetap ditolak, sampai lebih dari 5 orang. Waduh apa daya saya sekarang secara saya bawa uang benar-benar dibatasi mutlak hanya 20.000 yen untuk uang saku selama seminggu. 
      Begitu lunglai pas lirik ada Japan Tourist Information, nah saya coba deh kesana. "Please help me talk Bahasa?????" Bengong tuh semua. Aduh kumaha atuh ieu teh wot hepen cantik. Keluar deh seorang atasannya sambil bawa HP gede sebesar buku. Mulai dia taktik tuk eh keluar suara Indonesia "apa yang bisa kami bantu?"
      Saya jawab tapi tetap ngak nyambung pake input suaranya. Nah, disini bodoh tapi pandai (bawaan sejak lahir) nya si bocah tua nakal, secara saya pernah utak atik Translate Bahasa. Ku ketik juga via abjad dan BINGO nyambung deh walau lama mereka tetap sabar.
      Sudah tahu masalahnya, langsung bikin maklumat sakti untuk kepala stasiun. Bla bla bla mohon untuk membantu  Lao ye (bos tua). Hal ini yang salah adalah Pihak JR Tokyo dan ada Catatan Contact Person Pejabat JR Pusat.
      Walau udah beres, namun tetap ada saja tiap ganti prefektur kendala terjadi lagi. Saya keluarkan jurus nakal nya sampai kepala stasiun berkenan keluar kandang nya dengan gunakan Google translate, suara dikencangkan dan heboh kan hehehehe si bocah tua nakal punya mainan baru.








      Fr Alpine2018.docx













    • By Dantik
      Hari 1, 5 Mei 2018 : Athena
      Hari 2, 6 Mei 2018
      Pagi ini kami berangkat dari Athena menuju Roma menggunakan Ryan Air. Perjalanan selama 2 jam berjalan tepat waktu. Ryan Air adalah budget airlines yang cukup ketat dalam masalah kabin bagasi. Hanya diperbolehkan satu tas jinjing atau backpack yang muat dibawah kursi jika tidak membeli kabin bagasi.
      Mendarat di bandara Roma Ciampino, ada 3 pilihan transportasi dari bandara menuju kota. Pertama menggunakan taksi tarif flat 30 euro. Kedua menggunakan airport shuttle bus tarif 5-6 euro. Dan yang terakhir menggunakan bus + metro tarif 1.50 euro.
      Kami menggunakan pilihan ketiga yaitu dari Ciampino Airport menggunakan bus 520 turun di Cinecitta. Kemudian naik Metro A turun di Termini Station. Metrebus tiket 24 jam harga 7 euro.

       
      1.Santa Maria Maggiore
      Dari Termini Station kami mulai mengeksplore kota Roma. Pertama kami menuju Santa Maria Maggiore, sudah mulai terlihat antrian masuk gereja pada saat itu.


      2.San Giovanni
      Kemudian kami pergi ke San Giovanni menggunakan Metro A dari Vittorio Emanuele Station turun di San Giovanni Station.

      3.Colosseo
      Dari San Giovani kami pergi ke Colosseo menggunakan Tram 3. Di sini terlihat banyak sekali wisatawan, terlihat juga antrian yang panjang. Banyak orang yang menawarkan jasa Skip The Line untuk masuk ke Colosseum. Ada 3 objek wisatawan yang bisa kita lihat di sini. Pertama Coloseum itu sendiri, kedua Arch of Constantine, dan yang ketiga Roman Forum.

      4.Piramide
      Dari Coloseum kami pergi ke Piramide menggunakan Tram 3 yang sama turun di Porta S. Paolo. Mungkin ga banyak orang yang tau kalau di Roma itu ada Piramida juga.

      5.Circo Massimo
      Dari Piramide kami kembali ke Circo Massimo menggunakan Tram 3 arah balik turun di Aventino. Circo Massimo ini adalah lahan luas yang dulunya dipakai untuk arena sirkus seperti pacuan kuda dll. Kemarin saya lihat di sini kalau sore banyak juga yang jogging. Sebelah Circo Massimo adalah Palatine Hill.

      6.Bocca della Verita
      Dari Circo Massimo kami mulai berjalan menuju Bocca della Verita. Ternyata banyak orang mengantri untuk berfoto di Bocca della Verita. Bocca della Verita nama lainnya adalah Mouth of Truth. Konon katanya jika kita memasukan tangan kita ke dalam mulut batu kuno ini dan ketahuan berbohong, maka batu ini akan menggigit tangan kita sampai putus. Sayang, kami tidak sempat mengambil foto batu itu karena antrian yang panjang.

      7.Isola Tiberina
      Dari Bocca della Verita kami berjalan lagi menuju Isola Tiberina. Isola Tiberina adalah sebuah pulau kecil di tengah sungai Tiber. Di pulau ini ada gereja San Bartolomeo dan juga taman untuk duduk-duduk di pinggir sungai.


      8.Palazzo Farnese
      Setelah makan es krim di sini kami naik Bus 280 ke Palazzo Farnese.

      9.Campo dè Fiori
      Dari Palazzo Farnese ini kami berjalan ke Campo dè Fiori. Di sini banyak sekali orang berjualan, mungkin seperti pasar kaget kali yah.

      10.Capitoline Museums & Piazza Venezia
      Lalu kami berjalan lagi ke Capitoline Museums & Piazza Venezia melalui jalan Botteghe Oscure. Ini adalah tempat terakhir yang kami kunjungi sebelum kami berangkat ke Terminal Bus Tiburtina untuk melanjutkan perjalanan kami ke Venice dengan bus malam.

       
      Itulah itinerary hari pertama kami di Roma. Kami menggunakan Metrebus tiket 24 jam harga 7 euro untuk semua transportasi kami dalam satu hari.
      Dari Terminal Bus Tiburtina kami menggunakan Bus Center ke Venice harga tiket 21 euro.
    • By Dantik
      Hello guys!
      Udah lama nih ga bikin FR. Mumpung masih seger biar ga lupa kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya di Yunani.
      Hari 1, 5 Mei 2018
      Penerbangan langsung dari Singapore – Athens memakan waktu 12 jam. Setelah sampai di Athens ada 3 pilihan transportasi dari bandara ke kota. Pertama menggunakan taksi tarif flat sekitar 38 euro, kedua menggunakan Metro 3 tarif 10 euro, ketiga menggunakan Bus X95 tarif 6 euro. Kami menggunakan Bus X95 Airport – Syntagma Square 6 euro, perjalanan sekitar 45 mnt tergantung arus lalu lintas. Kami menginap di daerah Syntagma Square.
      1.The Athenian Trilogy
      Tujuan pertama adalah The Athenian Trilogy yaitu National Library, University of Athens dan Academy of Athens. 3 neoklasik bangunan di Jalan Panepistimiou tidak jauh dari tempat kami menginap.

      2.National Archaeological Museum
      Kemudian National Archaeological Museum. Dari National Library bisa mengggunakan Trolley Bus 2,4,5,11,15. National Archaeological Museum adalah museum arkeologi yang terpenting di dunia. Tempat artefak Yunani diantaranya Patung Zeus dan Kuda dengan Joki yang terkenal itu. Tiket masuk 10 euro.

      3.Syntagma Square
      Kemudian dari National Archaelogical Museum kami kembali ke Syntagma menggunakan Trolley Bus yang sama. Di Syntagma Square kami melihat pergantian prajurit di depan Gedung Parlemen (The Tomb of The Unknown Soldier). Pergantian prajurit yang berlangsung sekitar 15 menit setiap jamnya.

      4.National Garden dan Zappeion
      Setelah itu kami berjalan melewati National Garden dan Zappeion.

      5.Panathenaic Stadium
      Kemudian menuju Panathenaic Stadium. Di Panathenaic Stadium ini kami hanya foto dari luar.

      6.Temple of Olympian Zeus
      Dari Panathenaic Stadium kami berjalan ke Temple of Olympian Zeus. Di sini kami membeli tiket kombinasi Acropolis sebesar 30 euro mencakup Temple of Olympian Zeus, Acropolis, Roman Forum and Tower of the Winds, Hadrian's Library, Ancient Agora dan Kerameikos.

      Beberapa meter dari Temple of Olympian Zeus berdiri Arch of Hadrian.
      7.Plaka
      Dari Arch of Hadrian kami menuju Acropolis. Melewati Melina Merkouri , Monument of Lysicrates / Plaka. Di sini banyak menjual souvenir dan tempat makan.

      8.Acropolis
      Dari Plaka kami menuju Acropolis. Sayang, kami tidak ke Acropolis Museum karena sudah terlanjur masuk ke pintu masuk bagian tenggara Acropolis. Masuk menggunakan tiket kombinasi yang sudah kami beli.
      Acropolis adalah tempat yang wajib dikunjungi jika kita berada di Athena. Acropolis yang berada di atas bukit melewati beberapa bagian yaitu The Ancient Theatre of Dionysos, The Stoa of Eumenes, The Odeion of Herodes Atticus.

      Setelah melewati itu semua dari pintu tenggara, akhirnya kami berada di pintu gerbang Acropolis. Propylaea merupakan pintu utama Acropolis. Di sebelah kanan Propylaea kita akan melihat kuil Athena Nike.

      Setelah masuk di sebelah kiri kita akan melihat Erechtheion. Di sebelah kanan kita akan melihat Parthenon, kuil yang terbesar dan paling termasyur di Acropolis.

      Dari Acropolis kami keluar dari pintu barat melewati bukit Areiospagos menuju Ancient Agora.
      9.Roman Forum and Tower of the Winds
      Sayang, Roman Forum and Tower of the Winds sudah tutup pukul 15:00. Jadi kami hanya bisa melihat dari luar. 

      10.Hadrian's Library
      Sayang, Hadrian's Library juga sudah tutup pukul 15:00. Jadi kami hanya bisa melihat dari luar. 

      11.Ancient Agora dan Temple of Hephaestus
      Untungnya Ancient Agora belum tutup hingga pukul 20:00. Ancient Agora adalah contoh yang paling terkenal dari agora Yunani kuno dan terletak di barat laut Acropolis. Di dalam Ancient Agora ini terdapat Temple of Hephaestus dan Stoa of Attalos.

      12.Kerameikos
      Dari Ancient Agora kami buru-buru ke Kerameikos ternyata sudah tidak bisa masuk lagi karena sudah mau tutup. Cuma bisa lihat dari luar, hiks...

      Kami kembali ke penginapan melewati Thession Station, Monastiraki Sq. / Flea Market.
      Kami menginap di Small Funny World Athens Hostel, dekat dengan jalan Ermou. Berada di tengah antara Syntagma dan Monastiraki.

       
      Itulah itinerary hari pertama kami di Athena. Menurut kami Athena bisa dikunjungi dalam satu hari. Karena area yang cukup kecil berada di tengah kota sehingga mudah dijangkau dengan berjalan kaki.
      Hari 2, 6 Mei 2018 : Roma
    • By itsmeu
      안녕하세요~~ (Annyeong haseyo, Hello)
       
      Pertama-tama,Alhamdulillah, finally, akhirnya meu menjejakkan kakinya di Korea Selatan. Setelah nabung nabung, momok visa yang menakutkan akhirnya guys, aku berangkat juga ke salah satu country goals akooh, secara basicnya ak emang anak yg doyan korea-an baik kpop/drama dr jaman full house.
      Tanpa banyak curcol lagi...FR yg sudah aku janjikan pas nulis thread malaka...check it out...
       Jadinya tanggal 28 April – 5 Mei 2018 kemarin aku dan 2 tmnku berangkat ke negeri gingseng.
      Tiket pesawat Air Asia: PP 3.78jt + bagasi 1 (20kg) = 4.28 jt
      Lokasi penginapan: BB Hostel Hongdaeline (KW hongdaeline) : 380000 won/seminggu (private bathroom,kamar isi ber3 aja)
      Sebelumnya ak kasih dulu summary itin 1 minggu di Seoul:
      28/04: Nginep di Incheon T2
      29/04: Gyeongbokgung Palace, Bukchon Hanok Village
      30/04: Ewha University dan sekitarnya, Namdaemun Market, Namsan Tower
      01/05: Nami Island, King sejong statue, kyobo bookstore, cheonggyecheon stream, Myeongdong
      02/05: Itaewon, Myeongdong dst
      03/05: Napak tilas Kpop lol (Entertainment company,kroad star, Gangnam), seoul national univ (SNUFestival)
      04/05: Pendakian gunung Acha (Achasan), DDP, Lotte mart pusat, Seullo, Hongdae street, Hangang river
      05/05: Jimjilbang/Sauna, BT21 Hongdae store dan sekitarnya, ewha lagi, siap siap perjalanan pulang
      Jujur ini itin sebenernya full banget hahaha karena ternyata jalan kaki di korea itu jauh-jauh dan di indo kebiasaan dimanjain abang ojol...kaki bengkak tapi hati bahagia no problemo
      to be continue~~
    • By ko Acong

      Berapa Biaya perjalanan saya selama seminggu sejak sari Bandung - Japan - Bandung? Berikut rinciannya:
      Tiket Pesawat CGG - Narita - CGK PP: Rp. 2.420.000,- Bus Bandung - Jakarta PP: Rp. 230.000,- Turispass Matsumoto Alpine Takayama  @17500 yen: Rp. Rp 2.275.000.- Bus Narita - Matsumoto @11.000 yen: Rp. 1.430.000.- Hostel Cabin dan Hotel 5 malam x 500.000.-: Rp 2.500.000.- (Gratisss tis dari Voucher Agoda) Bus Narita - Matsumoto seharusnya PP @12000 yen: Rp. 1.560.000,- Uang saku buat makan  minum kopi ngemil dan tiket masuk berbayar, bawa Cash 20000 yen sisa 3850 yen, terpakai 16150 yen: Rp 2.100.000.-  
      Jika tranportasinya di campur ala saya: Bus 1.430.000 + Matsumoto alpine Turispass Rp. 2.275.000 = Rp. 3.705.000 (hemat Rp 1.015.000.-)
      Note: Ada yang kasih tiket Narita - Tokyo bus, lumayan irit 2000 yen atau Rp 260.000)  
       
      Total pengeluaran Pasti semuanya Trip Tokyo, Matsumoto, Narai, Hida, Gero, Gifu, Ena, Toyama, Nagano, Nagoya, Takayama dan masih bisa ke tempat lainya adalah:
      Simulasi bila pake JR Pass perbedaannya: 27000 Yen
      Tiket Opsional Alpine Route: 9300 Yen
      Jumlah 27000 - 9300 = 36300 yen (Rp 4.720.000.-)























    • By Gulali56
      Jadi ceritanya saya ke Bali dapet promo Traveloka discount 100rb utk pesawat domestik. Gara2 gagal mulu dpt tiket murah di tahun ini, akhirnya saya memutuskan solo traveling domestic aja sekalian cari jodoh #eh..
      Rata-rata orang Indonesia ke Bali itu se-rombongan jadi bisa share cost sewa kendaraan atau kalau pergi sendiri or berdua pun pastilah sewa motor, moda transportasi termurah dan tercepat.
      Nah apa jadinya kalau ke Bali sendiri aja, mau ketempat jauh-jauh kemahalan utk sewa mobil, plus gak bisa nyetir motor kayak saya.
      Walaupun Blue bird taxi, Grab/Uber dan Gojek sudah masuk Bali, ternyata mrk itu hanya bisa beroperasi di wilayah tertentu saja (mostly seputaran Kuta-Legian-Seminyak). Dan yang pasti di Ubud dilarang.
      Padahal saya tiap kali ke Bali , kudu wajib ke Bebek Bengil cabang Ubud.  Khan pusing tuh.
      Setelah browsing kanan kiri , justru dari Traveloka juga lah ketemu alternatif bus hop on hop off di Bali. YAY..
      Namanya Kura Kura Bus. Perusahaan bus ini masih tergolong baru di Bali, baru 5 tahunan, sehingga gak banyak yang tau. 
      Jangkauan area bus nya masih sekitar yang umum2 must-to-do spot di Bali . 

      Untuk harga tiket nya cukup ekonomis one way rata-rata dibandrol Rp 20ribu kecuali ke Ubud Rp 80rb.
      Selain itu juga ada day pass nya. Untuk 1 hari (Rp 100.000), 3hari (Rp 150,000) dan 7 hari (Rp 250,000) . 
      Berhubung saya butuhnya ke Ubud, jadilah saya ambil day pass 3 hari, biar ekonomis. Beli via website nya jadi Rp 135,000.
       
      Saya menginap di Seminyak Square hotel yang terletak persis disamping Seminyak Village yang juga merupakan halte stop 2 jalur Kura Kura Bus line 3 dan 4.
      Karena saya ceritanya mau makan siang di Bebek Bengil, saya ambil keberangkatan dari DFS (terminal pusat) yang jam 11 pagi.
      Ambil line 4 dari Seminyak Village yang jam 09.56 AM. Karena bus pertama , bus nya on time.
      Sampai di DFS jam 10.40-an liat-liat T-galeria Mall dulu sekalian numpang ngadem dan ke wc.

      Bis line 5 ke Ubud , teng brgkt jam 11  dari DFS.
      Halte stop: Alaya Ubud Resort
      Terletak persis disamping resto Bebek Bengil.



      Saya tiba di Bebek Bengil jam 12.45.
      Kelar makan siang dan leyeh2 dulu di bale-bale resto ngilangin pegel2,  baru deh saya menanti bus berikutnya utk ke Puri Lukisan Museum jam 14.20
      Halte stop : Puri Lukisan Museum 
      Halte ini cocok utk yang mau ke Museum Blanco, Bukit Campuhan ataupun ke Babi Guling Bu Oka.
      Berhubung saya blm pernah ke Bukit Campuhan, jadilah saya kemari. Jalan pelan2 ke Museum Blanco dulu biar matahari gak terlalu terik.
      Apa daya krn saya gak tertarik masuk ke Museum Blanco, akhirnya saya jam 3 sore nanjak ke Bukit Campuhan , matahari berasa ada 3 biji alias masih panas pol.

      sisi bagusnya jam segini masih sepi, sisi gak bagusnya saking panasnya saya sendiri ampe ogah berhenti2 buat foto.

      Terus terang saya gak tll impress sama bukit Campuhan ini, saya malah langsung fokus ke Cafe dan Spa Karsa yang merupakan resto dan spa kecil samping pematang sawah setelah melewati Bukit gak penting ini. Sori to say ye.. Mungkin krn ga ada yg motoin, dan saya bukan tipe yg niat2 amat selfie kalo kepanasan . Terus ngapain kemari ye..

      Setelah menghabiskan satu kelapa dan foto2 di sawahnya sampai mati gaya krn matahari mulai terbenam saya pun memutuskan balik ke halte bus utk mengejar bus terakhir jam 18.55.
      Kesimpulan dari trekking dadakan ini, 2km uphill itu ditempuh +/- sejam tp pas pulang bisa +/- 30menitan..
      Karena takut ketinggalan bus, saya udh nongkrong dari sejam seblmnya di cafe seberang halte sambil ngopi2 dan numpang ke wc.

      Basically jam 18.55 itu udh gelap bgt sampai takut ketinggalan bus karena  gak keliatan.  Untungnya saya udh reserved via web, jadi nya supir bus nya sih udh tau bakal ada penumpang yg nungguin, scr saya cuma satu2nya penumpang mlm itu.

      Jam 08.30 malam akhirnya sampai juga di terminal DFS.
      Karena sudah gak kuat bermacet2 di area Seminyak, saya sambung naik gojek ke hotel. Tp nasib dapet tukang ojek org jawa alias nyasar2 muluk jd scr waktu gak beda jauh dgn misalnya saya pake Kura kura bus.. kesel... 
      Kelebihan Kura Kura Bus:
      + cukup ekonomis utk area  yang gak bisa dijangkau oleh kendaraan online.
      + bis ber-AC, ada free wi-fi dari telkomsel dan ada colokan listrik buat nge-charge selama mati gaya di bis.
      + memiliki aplikasi dan website informatif dengan pilihan bhs yang beragam dari Indonesia, Inggris, Jepang, Rusia, Korea, China
      + CS memiliki bhs inggris dan jepang yang cukup memadai .
       
      Kekurangan:
      - memakan waktu yang sangat lama apabila harus pindah line. Contoh dari seminyak village mau ke Ubud, dari  line 4 harus ke DFS utk pindah ke Line 5. Total perjalanan jadi 3jam misal dibandingkan dgn naik kendaraan direct ke tujuan yang hanya 1-1.5jam.
      - halte bis ke-2,dst biasanya hanya palang di pinggir jalan dan tidak ada tempat parkir sehingga bis tidak bisa menunggu lama
       - belum menjangkau area2 di utara Bali, ataupun area Canggu yang mulai jadi tujuan wajib turis
      - interval bis utk Ubud line 2 jam sekali, sehingga kurang flexible 
      - Aplikasi utk memonitor bis sangat tergantung gps bis maupun provider yang kadang angot2an..
       
      Kesimpulannya bis ini lumayan oke utk solo traveler yang mau ke area Nusa Dua, Jimbaran maupun Ubud.
      Sedangkan kalau tinggal /explore di area Legian-kuta-Seminyak,  lebih murah dan cepat naik ojek online saja.
       
      Kura Kura Bus
      http://kura2bus.com/
      Interval bus:
      a. Line 1 : every 90 minutes, 10 rounds per day
      b. Line 2 : every 90 minutes, 9 rounds per day
      c. Line 3 : every 20 minutes, 38 rounds per day
      d. Line 4 : every 45 minutes, 17 rounds per day
      e. Line 5 : every 2 hours, 5 rounds per day
       
       
       
       
    • By chrizz_msweb
      Raja Ampat adalah salah satu tempat wisata bahari terbaik di dunia. Menurut CNN Travel, Raja Ampat adalah tempat diving terbaik nomor lima di dunia. Untuk menuju Raja Ampat, jalur nya dari Jakarta lumayan jauh. Dari Jakarta, penerbangan harus melewati Makassar, lalu dilanjutkan ke bandara Domine Eduard Osok di  Sorong. Dari Sorong, terdapat dua pilihan, yaitu langsung terbang menggunakan pesawat kecil ke Waisai, atau dengan menggunakan perahu. Jarak dari bandara Sorong ke pelabuhan sekitar 10 menit dengan taksi. Untuk penginapan, biasanya turis menginap di salah satu dari empat pulau : Waigeo, Gam, Kri, dan Arborek. Pemilik penginapan bisa diminta menjemput kita di Waisai.  Dalam trip ini, saya menginap di pulau Gam. Harga penginapan di sini sekitar 700 ribu per malam termasuk makan 3x. Kebanyakan penginapan di sini sudah termasuk dengan makan karena agak susah mencari warung atau restoran di Raja Ampat. Listrik juga agak susah, genset hanya menyala dari sore sampai tengah malam.

      Penginapan di pulau Gam dan kebanyakan penginapan lain berupa gubuk yang menjorok ke laut. Dari depan kamar, bisa langsung loncat ke air untuk snorkeling. Bahkan kadang saya melihat ikan hiu dan Lion Fish lewat persis di depan kamar, tidak perlu jauh jauh ke tengah laut. Jangan khawatir dengan hiu, hiu yang lewat adalah hiu kecil yang justru langsung kabur begitu ada seseorang masuk ke air. Saya tidak mendapatkan foto hiu di sini, mereka kabur sangat cepat. Foto Lion Fish saya dapatkan hanya di depan kamar. Sedangkan Mooray sekitar 20 meter dari penginapan.

      Kegiatan yang saya lakukan tiap hari adalah freediving. Saya jarang melihat orang diving di sini, hanya di sekitar dermaga Arborek. Mungkin diving dilakukan di lokasi tersendiri. Dermaga di Arborek cukup ramai, tidak seperti di Gam. Banyak yang berenang di pantai, baik turis lokal ataupun asing. Banyak juga anak-anak warga lokal yang berenang dan bermain kano.
      Pengalaman baru yang saya dapatkan di Raja Ampat adalah berburu foto Manta. Kenapa saya sebut berburu ? Karena untuk melihat Manta ternyata tidak mudah. Guide kita mengatakan hal tersebut karena ikan Manta tersebut tidak sedang makan, jadi mereka bergerak terus. Di sekitar Manta Point, kita berputar2 dahulu mencari ikan Manta. Setelah menemukan Manta, tidak bisa langsung masuk ke air, namun perahu harus cepat-cepat ke depan Manta tersebut, masuk ke air perlahan-lahan, baru menunggu Manta tersebut lewat. Kalau ikan Manta nya ternyata berubah arah, kita harus cepat cepat naik ke perahu lagi, lalu ke depan ikan Manta lagi, lalu turun lagi. Hal ini dilakukan berkali-kali sampai dapat. Agak melelahkan memang. Namun kita mendapatkan bonus. Saat sedang asik berburu Manta,  tiba2 ada lumba-lumba yang lewat. Langsung kapten kapal mematikan mesin agar lumba-lumba tersebut tak takut mendekat. Bahkan mereka sampai menempel2 ke kapal seperti sedang memeriksa.

      Binatang laut unik yang saya temukan adalah Spider Jellyfish dan Hammerhead Fish. Saya tidak pernah melihat dua binatang itu di tempat lain.
      Yang paling terkenal di Raja Ampat adalau pulau Wayag. Bila melihat iklan wisata Raja Ampat di televisi atau di papan iklan, itu adalah pulau Wayag. Ada bukit yang cukup tinggi di Wayag yang dari sana bisa melihat gugusan pulau unik sekitar Wayag. Sayang lokasi nya sangat jauh dan biaya nya mahal. Saya memutuskan tidak ke Wayag untuk menghemat waktu dan biaya. Gantinya, kita ke pulau Pianemo. Pianemo disebut juga little Wayag, terdapat bukit juga yang bisa melihat kepulauan sekeliling, walaupun tidak setinggi Wayag.
      Selain kaya akan alam bawah laut, di raja Ampat juga terdapat binatang darat yang cukup unik. Ada Kuskus yang mencuri makanan yang kami letakkan di luar kamar. Saya juga melihat kadal, kepiting, dan laba-laba yang ukurannya lebih besar dari yang biasa ada di tempat lain.
       
      Foto lengkap: https://chrizz-photography.blogspot.co.id/2018/05/keindahan-bawah-laut-raja-ampat.html