min0ru

field report Liburan Hemat ke Lombok

19 posts in this topic

Akhir bulan lalu saya liburan hemat ke lombok. Yup hemat ala backpacker / flashpacker kali yah :p. Pada perjalanan ini saya dapat tiket promo dari citilink loh, tiketnya seharga Rp. 980.000 untuk pulang pergi dari Soekarno-Hatta Intl Airport. Kira-kira jam 06.00 WIB saya sudah sampai dibandara dan langsung check in tanpa bagasi karena cuma bawa ransel gendong aja. Sayangnya promo yang saya dapatkan ini transit selama 1 jam di Surabaya (gpplah yang penting promo :p) Keberangkatan ini lancar tanpa delay, ngga seperti perjalanan saya ke Malang yang delay hampir 3 jam :geram

Liburan Hemat ke Lombok

Kira-kira jam 11.30 itu saya sudah tiba di LOP (Lombok Airport) begitu turun pesawat langsung cari counter DAMRI yang berada persis setelah pintu otomatis keluar dari ruang kedatangan. Harga tiket DAMRI untuk sampai kota Mataram adalah Rp. 25.000 sedangkan jika mau sampai Senggigi Rp. 35.000. Berbeda dengan DAMRI di Jakarta yang dengan kondisi apa pun (penuh atau tidak penuh) tetap berangkat, DAMRI di Lombok nunggu sampai penuh! baru jalan dan saya menghabiskan 1 jam untuk nunggu bus itu penuh :(. Saya naik yang sampai Senggigi lalu makan siang di warung soto pinggir jalan karena darurat sudah kelaparan banget ; makan soto ayam 2 mangkok + es teh manis + aqua botol + krupuk 3 seharga Rp. 55.000 :D.

Liburan Hemat ke Lombok

Dari situ nyambung ke pelabuhan ferry bangsal yang berjarak kurang lebih 30-40 menit dari senggigi dengan menggunakan taksi burung biru alias bluebird seharga Rp. 80.000. Sebenarnya ada cara lebih hemat untuk ke pelabuhan bangsal dari kota mataram dengan naik semacam angkot gitu tetapi lama harus menunggu sampai penuh baru berangkat dan menurut saya sangat membuang waktu. Oh ya biasanya taksi tidak boleh masuk sampai kedalam pelabuhan tetapi beruntungnya waktu saya datang diperbolehkan untuk masuk sampai kedalam. Buat kalian yang nanti akan mengalami larangan masuk ini ga usah kuatir, jalan kaki cuma 6-10 menit aja dari depan gerbang pelabuhan kira-kira 300 meter atau naik delman yang disebut cidomo kalau di Lombok yang harganya Rp. 25.000 – 30.000 aja.

Well kira-kira jam 15.00 saya sampai di pelabuhan bangsal dan membeli tiket kapal umum Rp. 20.000 untuk sekali jalan menuju ke Gili Trawangan. Alternatif untuk ke Gili Trawangan bisa juga dengan kapal cepat seharga Rp. 80.000 cuma 15 menit katanya, tapi saya memilih kapal umum (nunggu penuh baru berangkat). Ngga sampai 5 menit nunggu sudah mau berangkat aja nih kapal yang saya tumpangi dan perjalanan ke Gili Trawangan hanya memakan waktu 40 menit aja.

Liburan Hemat ke Lombok

Sesampainya di Gili Trawangan saya pun langsung menuju ke penginapan karena badan sudah cukup lelah eh ternyata jalannya jauhhhh dan agak menanjak menuju penginapan :P kira-kira 15-20 menit jalan kaki dari pelabuhan GilTraw. Sampai penginapan mandi dan leyeh-leyeh dulu sebentar dan menjelang sunset baru keluar lagi naik sepeda.

Liburan Hemat ke LombokLiburan Hemat ke Lombok

Lokasi kekinian untuk melihat sunset adalah Ombak Sunset yang ada ayunannya itu loh tapi sayangnya hari itu saya kurang beruntung karena ada awan tebal yang menutupi matahari terbenam :(. Yoweslahhh lanjutkan muterin pulau dan akhirnya berhenti di The Exile Bar and Resto lanjut nikmatin sisaan sunset yang malah warna orangenya keluar dan bagus. Beer disini Rp. 30.000 / botol sedangkan snack kayak chicken wing Rp. 40.000-an ya harga yang standartlah ya. :makan

Liburan Hemat ke Lombok

Lanjut dari The Exile saya coba lanjut lagi gowes sepeda dan menemukan pasar malam yang isinya makanan semua! wah surgaaaa buat perut buncit saya ini :p. Bentuknya sih sederhana ya hanya gerobak-gerobak besar dengan pilihan makanan yang sangat bervariasi mulai dari ikan, ayam, udang, sate, martabak, pancake dan masih banyak lagi dengan harga yang relatif murah Rp. 10.000 – Rp. 50.000.

Liburan Hemat ke Lombok

Keesokan harinya saya sudah standby kembali didekat pelabuhan GilTraw karena ikutan island hopping 3 Gili (Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air) dengan snorkeling. Harga paketnya Rp. 100.000 per orang sudah termasuk kapal dan alat snorkeling. Paket 3 pulau ini dimulai jam 10.30 dan berakhir jam 15.00 dengan 3 spot snorkeling dan makan siang di Gili Air (kalau tidak salah jika dengan makan siang harganya menjadi Rp. 120.000).

liburan-hemat-ke-lombok10

Kondisi perairan di 3 Gili ini masih sangat bersih makanya ngga heran banyak sekali turis yang kesini untuk snorkeling bahkan diving. Banyak juga sekolah diving di Gili Trawangan ini. Dilokasi snorkeling terakhir, guide saya memberikan roti untuk makan ikan sehingga nanti ikan berkumpul disekitaran kita yang snorkeling dan bisa difoto-foto. Sore harinya saya coba mencari sunset tetapi masih juga ketemu awan yang tebal, alhasil melipir aja deh ke toko kebab, es krim gelato :P dan ditutup dengan makan malam dipasar malam.

Liburan Hemat ke LombokLiburan Hemat ke Lombok

Hari berikutnya setelah breakfast saya sudah bersiap menuju kembali ke Lombok dengan kapal umum yang kali ini tiketnya cukup Rp. 15.000 ga jelas kenapa lebih murah, mungkin yang lalu termasuk tiket wisata kali ya :p. Jam 10.00-an saya sudah merapat kembali ke pelabuhan bangsal dan naik siburung biru lagi menuju ke senggigi karena malam terakhir akan saya habiskan disenggigi. Dijalan menuju senggigi saya sempat mampir di 2 tempat yaitu warung ayam taliwang dan tempat oleh-oleh. Menurut saya pribadi, ayam taliwang yang begitu terkenal itu ternyata ngga seenak yang saya bayangkan atau mungkin saya makan diwarung yang kurang pas ya :). Oleh-oleh juga sama seperti diBali, Surabaya dan lainnya yang isinya cuma keripik, kacang, emping pedes, kerupuk dll dan menurut saya masih lebih murah belinya dicarrefour atau dihypermart ahahaha.:ngeledek

Hari terakhir ini saya habiskan hanya dihotel saja bersantai dan berenang plus mencoba spa 15 menit yang gratisan. :tersipu

Liburan Hemat ke Lombok

Hari keempat waktunya pulang kembali ke Jakarta, bawaan sudah banyak dan gamau repot jadinya langsung naik burung biru ke bandara dengan jarak tempuh 50 menit saja dan bayar Rp. 170.000 karena kalau naik damri mesti ke pool DAMRI Mataram lalu nunggu penuh lagi seperti membuang waktu dan tenaga. Sampai di Jakarta masih sore sekitar jam 15.00 dan tiba kembali dirumah masih jam 17.00, bisa istirahat dulu sebelum besoknya kerja lagi.

Estimasi pengeluaran selama dilombok:

  • Tiket Pesawat PP : Rp. 980.000
  • DAMRI LOP – Senggigi : Rp. 35.000
  • Taksi Senggigi – Bangsal : Rp. 80.000
  • Kapal Bangsal – Gili Trawangan : Rp. 20.000
  • Hotel di Gili Trawangan : Rp. 350.000 / 2 malam
  • Paket Snorkeling 3 Gili : Rp. 100.000
  • Kapal Gili Trawangan – Bangsal : Rp. 15.000
  • Taksi Bangsal – Senggigi : Rp. 150.000 (sudah termasuk mampir 2 tempat)
  • Hotel di Senggigi : Rp. 500.000 / malam
  • Taksi Senggigi – LOP : Rp. 170.000

Total : Rp. 2.400.000

Nahh kira-kira itu yang bisa saya sharing mengenai liburan hemat ke lombok versi saya. Pengeluaran untuk makan tidak saya sertakan karena tergantung selera tetapi ditulisan diatas sudah saya tuliskan perkiraan biaya untuk persekali makan. Pengeluaran diatas pun masih bisa ditekan lagi sehingga bisa lebih hemat seperti hotel dan transportasi. Silahkan disesuaikan dengan kantong masing-masing.

Cheers! :cintaindo

deffa and Dimaz like this

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 minute ago, deffa said:

@min0ru

sedap itu hotel yang infinity pool di senggigi apa namanya bro?

Svarga Resort kalo ga salah deh. :senyum

Share this post


Link to post
Share on other sites
22 minutes ago, Vara Deliasani said:

waaahhh okok.. jauh ga dari mana2?

Ga begitu jauh lah. gili kan kecil kak. dipinjemin sepeda gratis pula. reviewnya lagi gw ketik. hihi

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
58 minutes ago, min0ru said:

Svarga Resort kalo ga salah deh. :senyum

ok noted 

leh uga tuh :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Tiket pesawatnya murahhhhh... Normalnya 1x terbang  yah 

Ada sewaan motor disana ? 

Btw poto yg diayunan itu ngantri kah ? Soalnya suka ada wisatawan yg kurang peka pose lama2 di spot, sunset nya keburu habis :ngakak

Share this post


Link to post
Share on other sites
21 hours ago, Rawoniste said:

Tiket pesawatnya murahhhhh... Normalnya 1x terbang  yah 

Ada sewaan motor disana ? 

Btw poto yg diayunan itu ngantri kah ? Soalnya suka ada wisatawan yg kurang peka pose lama2 di spot, sunset nya keburu habis :ngakak

Normalnya 1.3 - 1.5 PP

Sewaaan motor ada beberapa pilihan kok, tapi kebetulan saya sama sekali ngga sewa motor di lombok. kalau di GilTra sih paling canggih sepeda listrik, motor ga ada.

Ayunan antri sih tapi paling 1-2 orang aja kok karena ayunannya ada banyak.

11 hours ago, Ari Iqbal Putra Nugraha said:

bisa recommend ini buat yang pengen / pemula ngetrip kesana bang @min0ru hehe :senyum

Bener, saya juga pemula. :salut

Rawoniste likes this

Share this post


Link to post
Share on other sites

terimakasih udah share pengalamannya... saya juga selalu menunggu tiket promo batam lombok... pengen banget kesana...

min0ru likes this

Share this post


Link to post
Share on other sites
4 hours ago, she sarah said:

terimakasih udah share pengalamannya... saya juga selalu menunggu tiket promo batam lombok... pengen banget kesana...

wah ada mba @she sarah apa kabar neh

emang nya ada Batam - Lombok direct? mending via Singapore aja mba banyak promo nya :D 

min0ru likes this

Share this post


Link to post
Share on other sites
11 hours ago, Rawoniste said:

@min0ru mas tiket island hoping nya beli ti tempat ato bookingan dulu ? 

Bisa beli on the spot kok mas. 

Share this post


Link to post
Share on other sites
16 hours ago, Rawoniste said:

@min0ru mas tiket island hoping nya beli ti tempat ato bookingan dulu ? 

banyak kok penyedia jasa island hoping di sepanjang Gili Trawangan ataupun di Lombok nya :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now

  • Similar Content

    • By Daniear
      "Jadi, menurut Mbak sebaiknya gue ngambil promo itu atau nggak?”
      Perempuan di depanku – yang kumintai pertimbangan – tiba-tiba menghentikan kesibukannya. Selama beberapa saat ia merapikan hijab lebarnya, yang membuatku teringat Mamah Dedeh. Gerakannya sungguh sama persis. Tak perlu menunggu lama, kata-kata mutiara itu muncul dari mulutnya.
      “Kamu itu masih muda. Nikmati penghasilanmu untuk mencapai tujuan-tujuanmu. Seandainya gue masih single dan belum punya buntut …” Perempuan itu merenung selama beberapa saat. Matanya menerawang ke langit-langit ruang kerja. Mungkin dia sedang meratapi nasibnya yang penuh dengan tanggung jawab sebagai seorang Ibu muda yang jauh dari suami. Apalagi belakangan ini suaminya dikabarkan sedang suka jajan --  *eh, eh, malah menggunjing.
      Kembali ke Mbaknya.
      “Gue pasti akan mengambil promo itu!” ucapnya mantap.
      Akhirnya hari itu gue memantapkan hati pada satu pilihan. Gue akan ambil promo tiket ke Jepang! FYI, mbak-mbak tadi merupakan senior kantor yang sudah berpengalaman beberapa kali mengejar Oppa Suju saat ia masih perawan ting-ting ke LN (info nggak penting).
      Sisa hari itu gue lupakan urusan kantor, gue gerilya meyakinkan beberapa rekan sejawat untuk bergabung di trip gue. Not bad, 2 berhasil dijaring masuk ke tim sebelum promo berakhir malam itu. Sebetulnya bisa 3 sih. Cuman, yang ketiga urung karena gagal mendapat restu dari mertua *halah
      Begitulah awal mula gue memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Jepang pertama kalinya seumur hidup gue. Jadi, pas beli tiket pun belum kepikiran mau kemana aja, sementara pengetahuan gue tentang Jepang cuman sebatas Shinchan dan kisah-kisah mesumnya. Duh!
       

       
      Jujur, satu-satunya pertimbangan memilih Jepang adalah harga, he he. Gue dapat promo MH sekitar 3,6 sekian atau hampir 3,7 jutaan CGK-NRT PP. Harga yang menurut gue udah murah banget karena dulu pernah ngecek buat sekali jalan aja kalau pas harga normal nggak dapet segitu. Ditambah ini dari maskapai premium (lupakan kisah tragis yang menimpa MH dulu). Lumayan, harga segitu udah termasuk bagasi 30 kg + makan.
      Gue dan temen gue, Krysna dan Bobby yang ikutan punya waktu empat bulanan untuk mempersiapkan diri menuju hari keberangkatan. Hal pertama yang gue lakuin adalah à mendesak Krysna buat segera bikin paspor. Ya, ceritanya dia beli tiket ke Jepang tapi belum punya paspor. Nekad!
      Sementara itu gue, yang secara sepihak menobatkan diri sebagai manajer perjalanan, mulai browsing tentang lokasi-lokasi yang wajib dikunjungi, transportasi, hingga makan selama di sana. Mulai teranglah perkiraan budget yang diperlukan. Ini pulalah yang menjadi penyebab awal gue bisa terdampar di forum jalan2.com. Banyak input dari suhu-suhu di sini terutama bro Deffa dan sis Vara yang mau share itinerary-nya. *salim
      Prioritas pertama yang muncul untuk dikunjungi setelah riset adalah Shirakawa go (kisah lengkap sampai ke desa ini sungguh menguras hati dan keringat, tapi terbayar dengan turunnya salju saat gue tiba di sana *dadah dadah ke Vara). Karena suka Harry Potter, USJ Osaka jadi destinasi wajib prioritas selanjutnya. Sisanya kurang lebih hampir sama kek destinasi umum yang dikunjungi di Kyoto, Osaka, maupun Tokyo.
      Selanjutnya kesibukan kantor mengalihkan persiapan gue selama dua bulan. Sadar-sadar udah November, di mana gue segera kerahkan pasukan buat apply visa. Kami bertiga beda tempat buat apply lagi karena KTP beda wilayah, fuuuh. Gue apply di Surabaya, Krysna di Makassar dan Bobby di Jakarta. Karena Lokasi kami di pedalaman Sulawesi (red: Palu), gue usul supaya kita pakai jasa travel aja. Mahal dikit sih, tapi gak semahal tiket PP ke lokasi apply. Gue kontak TX travel di Surabaya, Jakarta dan Makassar. Dapet sekitar 450 ribu.
       
      Paspor cek! Visa cek!
       
      Selanjutnya hunting JR Pass. Jadi JR Pass ini semacam kartu sakti untuk keliling Jepang menggunakan kereta peluru Shinkansen. FYI, harga tiket Shinkansen dari Tokyo ke Kyoto bisa mencapai jutaan rupiah. Transportasi mahal emang jadi issue untuk para pelancong yang datang ke Jepang. Sebenernya masih ada opsi lain untuk transport antar kota. Salah satunya bus malam. Dari segi harga emang lebih murah, tapi tentu jangka waktu tempuhnya lebih lama. Kalau dengan Shinkansen cukup 2 hingga 3 jam, dengan bus bisa sampe 8 jam.
      So, kenapa gue milih JR Pass aja? Pertama, gue bisa nyobain Shinkansen sepuasnya selama 7 hari (kecuali jenis Mizuho dan Nozomi, 2 Shinkansen tercepat). Kedua, gue bisa naik kereta dari perusahaan JR dan beberapa kereta lokal yang di-cover sepuasnya juga selama 7 hari. Jadi nggak perlu beli tiket lagi. Harganya? Emang lumayan mahal sih. Kalau pakai kurs yen sekitar 29.000 yen.
       

      KRL Tanah Abang   Shinkansen
       
      Bicara soal kereta di Jepang emang kompleks sih. Berbeda dengan Singapore, yang mana kalau kita mau pindah kereta atau jalur masih tergolong simple, Jepang cukup rumit karena ada beberapa perusahaan yang mengoperasikan kereta. Jadi, nih, selain JR (Japan Railways - perusahaan milik pemerintahnya kalau nggak salah) ada beberapa perusahaan lain. Biasanya sih ada kode khususnya atau bahkan stasiunnya dipisah. Segini aja deh penjelasan soal kereta, takut mulai sotoy gue, hakhakhak!
      Gue jadi sering nongkrong tiap hari tanpa kenal waktu (lebay) di bobobobo.com. Kenal situs ini dari rekomendasi Bobby. Mereka sempet nawarin promo JR Pass + USJ seharga 4.250.000. Sayangnya pas gue mau booking udah habis yang USJ nya. Gue kontak cs-nya, dibilang baru ready lagi Januari. Fuuuh, mepet. Tapi gue setia hunting di beberapa situs sambil ngamatin pergerakan yen terhadap rupiah, termasuk kebijakan ekonomi AS terhadap China yang berimbas pada Jepang (sotoy).
      Detik yang ditunggu pun tiba. Rupiah menguat terhadap Yen! Yang awalnya pas beli tiket dulu masih berkisah di  130 erpe per Yen, Desember 2016 turun hingga 115 erpe per yen. Sekalian tuker rupiahlah gue. Akhirnya promo bobobobo pun kembali hadir. Bahkan dengan harga lebih murah. Gue dan Bobby dapet 4 juta untuk JR Pass + USJ. Sayangnya Krysna bandel, diajak pesan ngulur waktu. Alhasil dia dapet JR Pass di bobobobo pas harga udah naik jadi 3.350.000 sementara USJ udah sold out. Warning dari sis Vara tentang tiket USJ sempat bikin panas dingin. Banyak berdoa dan Alhamdulillah lancar jaya bisa kepake semuanya.
       

      Voucher JR Pass + tiket USJ
       
      JR Pass cek! USJ tiket cek! Yen cek!
       
      Persiapan yang tak kalah penting, baju winter. Konon katanya style winter orang Jepang kece-kece. Demi tidak terkena bantingan style dari mereka gue pun sedikit menyiapkan beberapa baju khusus winter. Ya, itung-itung biar hasil fotonya lebih bagus pas di-share, wkwkwkwk. Termasuk obat-obatan dan amenities buat winter juga disiapin.
       
      Winter stuffs cek!
       
      Libur cuti bersama akhir tahun pun gue manfaatin buat stay di kantor nyusun final itinerary. Dan yang utama sambil booking airbnb. Sebenernya Bobby sih yang arrange itinerary, sedangkan gue fokus berburu penginapan yang lokasinya ok --> dekat dengan area ramai, dekat tempat wisata, deket stasiun JR. Krysna? Dia sibuk jalan-jalan dengan kesunyiannya. *tsah
      Keuntungan pergi nggak sendirian adalah gue punya potensi buat nyari airbnb yang jatuhnya lebih murah kalau dibagi bertiga. Buat yang baru denger airbnb, jadi ini semacam situs untuk booking penginapan berupa apartemen atau rumah tinggal atau guest house. Kalau kalian pergi ramai-ramai dan ingin menikmati satu penginapan ngumpul tanpa berbagi dengan orang yang nggak dikenal, kalian bisa pilih airbnb. Atau malah sebaliknya, kalian pingin nyoba tinggal dengan masyarakat asli/pemilik rumah, airbnb bisa jadi pilihan juga. Intinya, sih, dengan airbnb kamu bisa memilih tempat tinggal selama jalan-jalan seperti masyarakat asli. Alasan inilah yang bikin gue mutusin nginep via airbnb.
      Total buat penginapan selama 8 hari 7 malam di Kyoto, Osaka dan Tokyo nggak sampai 2,5 juta per orang. Untuk Kyoto kami sengaja nyari airbnb yang ala ryokan atau rumah tradisional gitu. Biar makin berasa etniknya Kyoto. Dapet di daerah Sanjo deket banget sama Gion dan Kamo river. Ini yang paling mahal di antara penginapan pilihan kami lainnya selama trip ini. Harga total dua malamnya lebih mahal dibanding apartemen yang gue dapet di Tokyo untuk 3 malam.
       
      Penginapan cek!
       
      Sambil cek-cek itinerary, gue coba pelajarin map kereta di Jepang. Beuh, pernah ngerasain di Singapore jadi kek nggak ada apa-apanya pas baru liat map-nya aja. Bener-bener kompleks. Ditambah lagi, karena gue pakai JR Pass, sebisa mungkin memanfaatkan rute yang di-cover sama si JR. Osaka dan Tokyo no problem lah, ya, kecuali ke Asakusa. Kyoto? Nah, ini dia, mau nggak mau nambah budget buat tiket transportasi, karena covering JR Pass nggak terlalu banyak. Gue sempet nimbang-nimbang buat beli Kyoto 2 Day Pass. Namun, setelah dihitung kebutuhan kereta di itin, keknya masih belum perlu. Akhirnya gue beli tiket ketengan kalau musti naik kereta non JR.
       
      Tahun baru pun tiba. Hingga H-1 ternyata persiapan kami belum beres.Malam terakhir masih ribut soal packing. Dasar! Alhamdulillah bisa beres.
       
      JAPAN, HERE WE GO!
       

      Kakak, kutunggu kedatanganmu!
      Memanggil dengan mantra para suhu
      @deffa
      @Vara Deliasani
      @syahrulsiregar
      @twindry
      @kyosash
      @Andrizki
      Dari newbie yang baru pulang dari Jepang
    • By Alfa Dolfin
      Sudah lama ngga berbagi cerita perjalanan di sini. Baiklah jika di perkenankan mulai intens-kan untuk ikut berbagi, menambah marak forum ini.
      Kejadian di Ternate, Bayar Wings Air Berangkat Garuda, mendorong untuk mengubah pilihan airline jika traveling.
      http://jalan2.com/forum/topic/20125-akhirnya-kembali-ke-garuda/
      Terbang menggunakan airline memang seharusnya pertimbangkan keamanan keamanan semata. Bagi airline keamanan adalah mutlak. Aman dan murah, begitulah moto traveling Yang penting tiba dan tikeknya MURAH. Sama sekali ngga berpikir kenyamanan. Sejak kejadian di atas merasakan betapa nikmatnya jika terbang nyaman. Sejauh yang saya perhatikan dan rasakan Garuda, termasuk Batik Air, maskapai di negeri ini yang menyajikan kenyamanan selama terbang.

      Ket foto : interior nyaman salah satu pesawat Garuda, PK GMS. Waktu itu terbang dari Jakarta ke Balikpapan


      ket foto : interior yang lain walau mirip-mirip di atas. Seneng dan berusaha moto dengan angle seperti ini di setiap penerbangan Garuda
       
      Harga Kenyamanan
      Akhirnya ku masukan urusan kenyamanan saat merasakan perjalanan. Betul, seperti hukum dagang : ada harga ada barang. Ada kenyamanan ada pula harga yang harus di tebus. Berarti mau tidak mau harus menyediakan ekstra dana. Ngga apa-apa selama kantong mampu.
       

       
      Ket foto : saat boarding di bandara Akhmad Yani, Semarang
      Beruntunglah dalam beberapa kali traveling aku bisa mewujudkan terbang bersama Garuda. Meski semuanya sich terbang di negeri ini saja. Memang betul sejak check in dan selama terbang memberikan kenyamanan yang saya inginkan.
       

       
      ket foto : senyum ramah pramugari Garuda
      Menilik kenyamanan, seperti apa sich kondisi yang diharapkan? Masing-masing pasti punya ekspektasi berbeda. Kalau saya pribadi, pertama factor delay. Pun harus di delay tetap ada perhatian yang sewajar dari pihak airline. Tidak Cuma kasih snack 2 macam doang, atau nasi+telur bulet+aqua, selesai. Pihak airline sudah merasa cukup memenuhi kewajiban. Ngga Cuma itu. Minimal ada informasi kepastian kira-kira sampai kapan perkiraan delay. Selama delay tetap ada komunikasi dari pihak maskapai. Tidak Cuma jawaban : “tidak tahu”, “sabar ya”, dan kalimat sejenisnya.
       

      Ket foto : Permisi numpang foto bareng dengan pramugari Garuda yang ramah-ramah

      Ket foto : yang ini juga. Waktu itu terbang dari Semarang - Jakarta
       

      Ket foto : bersama pilot dan pramugari Garuda saat transit di Makassar di rute Jakarta Ambon. Maksa banget moto, Ngga nyadar muka masih kucel baru bangun.
       

      Ket foto : kali ini moto bareng pilot yang lain, yang kebetulan pilot asing. Lupa namanya. Asalnya dari Spanyol.
      Keramahan awak pesawat. Memang sudah menjadi standar sapaan selamat pagi, selamat berpisah, yang terucap dari semua awak kabin airline. Namun jika merasa jeli tetap ada yang sekedar basa basi ada juga yang benar-benar tulus. Saya selalu mengalungkan atau menggenggam kamera begitu masuk pesawat. Tidak jaran mendapat pertanyaan kecil, “fotografer ya mas?”, “Wah kameranya bagus nich”, “mau foto dimana?”. Tentu saja ada perasaan gimana gitu di Tanya begitu, selain sapaan selamat pagi.
       
      Kursi yang lebih longgar dan nyaman. Pengalaman naik Sriwijaya terasa sempit. Kalau sudah duduk, mau gerak atur tas kamera saja sudah sulit. Beda banget jika naik Garuda. Meski di kelas ekonomi, masih terasa leluasa untuk bergerak kecil saat duduk.
       



      Ket foto : Ragam penyajian makanan di beberapa rute penerbangan di atas 1 jam.

      Ket foto : salah satu snack yang di sajikan di penerbangan singkat di bawah 1 jam. Waktu itu terbang dari Denpasar Makassar, dapatnya seperti ini. Good. Lebih dari cukup.
      Inflight Entertainment, atau hiburan selama penerbangan. Praktis jarang saya manfaatkan karena asyik moto dan perhatikan view di luar, tetap berguna jika sudah bosan. Memang sich ngga semua bisa saya manfaatkan semisal nonton film. Biasanya lebih suka dengar music. Di banding airline lumayanlah.Terbang dengan Garuda sedikit banyak memupus kejengkelan atau rasa takut jika terjadi delay berkepanjangan. Berbeda dengan maskapai lain, ada keyakinan jika harus delay pihak Garuda pasti memperhatikan penumpang. Karenanya tanpa ragu aku berani mengambil penerbangkan connecting. Jakarta Labuanbajo via Denpasar dengan Garuda. Transit di Bali 3 jam ganti pesawat. Sama sekali tidak khawatir terjadi bagasi hilang. Semua pasti di urus Garuda.
      Terbang ke daerah yang kurang popular merasa pede aja dengan Garuda. Kupang – Tambolaka (Sumba Barat) – Denpasar, barangkali jika menggunakan airline lain ada rasa khawatir. Bagaimana terjadi delay atau bahkan cancel dengan alasan teknis maupun operasional. Apakah penumpang macam saya yang saat itu ber-solo traveling mendapat perhatian? Agak ragu-ragu jika menggunakan airline non Garuda. Akhirnya meski selisih sekitar 500 ribu lebih mahal di banding airline lain di rute yang sama, pilihan tetap kepada Garuda.
       

      Ket foto : Tiba di Bandara Komodo setelah terbang dari Denpasar selama 2 jam. Coba pesawat baling-baling jenis ATR. Asyik juga. 
      Service bagasi. Betul masing-masing airline punya limit berat bagasi yang di-ijinkan. Untuk Garuda ada fasilitas membebaskan jika bagasi itu adalah peralatan olah raga. Service ini ku manfaatkan saat beberapakali dive trip ke Manado, Bali, dan terakhir Gorontalo. Biasanya kalau dive trip pasti overweight. Namun tidak perlu khawatir jika menggunakan Garuda. Saat check in cukup mengatakan membawa peralatan nyelam, tidak termasuk tanki ya. Biasanya petugas check in yang sudah pengalaman langsung paham. Bagasi over menjadi 25 kilo benar-benar di free-kan.
      Pengalaman yang berbeda membawa peralatan diving waktu ke Gorontalo. Rute saya waktu itu Jakarta-Denpasar-Gorontalo menggunakan Garuda. Setelah nyelam di Gorontalo, sebelum pulang ingin main-main dulu di Manado baru pulang Jakarta. Gorontalo-Manado yang parah karena menggunakan Wingsair, yang tidak ada ampun untuk kelebihan bagasi. Tanya-tanya, perkiraan Wingair akan kenakan fee overweight 500 ribu lebih. Oalaaaaa….cukup menguras dompet. Akhirnya terpaksa menggunakan jasa Tiki yang lebih hemat, sekitar 250 ribu pengiriman dari Gorontalo.
      Bagaimana dengan sajian makan selama terbang? Hahaha…oke lah dan puas dengan suguhan dari Garuda. Masalahnya untuk rasa ya standar. Jauh memenuhi kriteria lidah saya yang akrab dengan pedas-manis-asam. Beberapa kali suguhan besar seperti nasi goreng, nasi kuning, telur sosis, di rute Jakarta-Denpasar, Jakarta-Lombok, Jakarta Padang, Jakarta Ambon, cenderung minim rasa pedas. Memang sudah di siapkan sambel, tetap aja merasa kurang pedas. Yang asyik, nah ini bikin puas, jika kepingin softdrink atau minuman lain non alkohol bisa di berikan unlimit.
      Selektif
      Keberanian melonggarkan budget demi pilihan Garuda, Bagaimanapun tetap ada batasan. Kenyamanan yang Cuma di rasakan sekejap saja pasti ada muncul ke-tidakrela-an. Memilih menggunakan Garuda hanya di rute-rute yang kira-kira lama penerbangan di atas 1 jam. Jakarta-Ambon pp transit di Makassar, Jakarta Manado pp, Jakarta-Medan Kualanamo pp, Jakarta-Denpasar pp, Jakarta-Lombok pp, Makassar-Ambon, Jakarta-Lombok-Surabaya-Jakarta, Jakarta-Padang, Jakarta-Denpasar-Gorontalo via Makassar, dan terakhir Jakarta-Labuanbajo-Kupang-Tambolaka (Sumba)-Denpasar-Jakarta, adalah sejumlah list yang ku catat terbang bersama Garuda. Rata-rata lama penerbangan di atas 1 jam.
      Memang pernah terbang menggunakan Sriwijaya dari Jakarta ke Makassar. Lho khan lamanya 2 jam, kenapa ngga pilih Garuda? Pertama karena pilihan terbang malam, take off jam 00.30. Berarti selama penerbangan akan tidur. Kedua, nah ini penting, selisih harga hamper 700 ribu. Atas dasar pertimbangan itu akhirnya memilih Sriwijaya. Meski ada risikonya, berdasarkan pengalaman, kursinya sempit untuk ukuran badan ku. Ngga apa-apa dech sesekali. Tokh bakalan tidur.
      Sekali pernah terbang dengan Garuda dari Semarang ke Jakarta. Padahal penerbangan cukup singkat Cuma sejam. Alasan memiih Garuda kebetulan mendapat harga promo yang selisih harga di banding airline lain Cuma 100 ribu. Saat itu dapat harga 500 ribu, sementara Citilink di harga 390 rb. Lion? Maap banget ngga dilirik…hahaha….
       

       
       
      Ket foto : boarding time menuju Denpasar. Aku selalu milih seat di belakang, jendela, supaya bisa leluasa moto selama penerbangan
       
      Paling berkesan
      Mengakui meski pernah beberapa kali tetap masih merasa minim jam terbang bersama Garuda. Dari sekian kali pernah mengalami pengalaman yang berkesan.
      Jakarta Ambon, terbang pukul 01.00 WIB. Tidak lama setelah berada di ketinggian jelajah pramugari menyediakan suguhan nasi goreng. Oalaaaa masih dapat meals juga ya. Padahal sudah masuk jam tidur. Lah kalau begini termasuk makan malam, pagi, atau…? Hahaha…terserah dech. Itu sudah standard dan kewajiban Garuda untuk penumpangnya. Akhirnya walau heran tetap saja ku terima.
      Foto bareng dengan pramugari dan pilot menjadi kesan tersendiri. Berbeda dengan pramugari airline lain jika sudah selesai bertugas, umumnya pramugari Garuda tidak menolak di ajak ngobrol. Obrolan ringan saja. Terakhir tidak menolak jika di ajak foto bareng.
       

       
       
      Ket foto : Sambil moto sambil dengar musik. Seneng n puas terbang bersama Garuda
       
      Toilet bersih dan wangi. Hampir setiap penerbangan saya memanfaatkan toilet. Termasuk jika tidak kebelet pipis, tetap ingin manfaatkan. Tujuannya ingin tahu seperti apa kondisi toilet masing-masing airline. Dari semua toilet airline yang pernah saya coba, Cuma Garuda yang paling bersih. Dan selalu ada parfum di masing-masing toilet. Beda banget dengan airline lain.
       

       
      Ket foto : Parfum yang ada di toilet Garuda
      Ya kira-kira begitulah panjang lebar oret-oret-an kesan selama terbang dengan Garuda. Ada harga ada barang. Ngga bisa di bohongi. Sesuai harga harus di akui untuk di negeri ini Garuda-lah yang paling oke. Kedua, adalah pesaingnya Batik Air. Ini wajar. Namun tentunya akan terasa menyakitkan jika sudah bayar lebih mahal eeee…dapetnya ngga sesuai. Untunglah sejauh naik Garuda ngga pernah ngalami begitu. Tapi pernah kah dengan airline lain….? Hhhhmmm….pernah


    • By roesoeh
      Late post ya teman2 jalan2er.
      Karena saya tidak terlalu bisa menulis jadi kesempatan kali ini saya hanya melanjutkan posting ajakan backpackeran ke sumba bulan oktober 2016 kemaren dan sekedar share foto2.
      Akhirnya kesampaian juga ke NTT.
      Bagi teman2 yg butuh info bisa saya bantu sebisanya by WA 08125931315 karena saya jarang online forum.
      Pic 1 pantai mbwanna di kodi balaghar, sumba barat daya,NTT
      Pic 2 pantai walakiri di waingapu, sumba timur
      Pic 3 kampung adat rende di sumba timur
      Pic 4 danau (laguna) weekuri, kodi balaghar, sumba barat daya
      Pic 5 pantai mandorak, kodi balaghar, sumba barat daya.
      Pic 6 danau kelimutu, flores
      Pic 7 pantai tarimbang
       







    • By Dewi Calico
      안녕하세요....
      Hai hai hai, aku mau sharing niihhh buat kalian semua kesayanganku.
      Katanya kan Sharing is Caring.
      This is my real experience, dan kalian yang kenal aku pasti tau laaa experience ku kebanyakan crazy experience.
      Kali ini tentang transport online.
      Well, di dunia yang keren macam saat ini udah gak asing lagi sama Application untuk memesan transport online.
      Tinggal order dan nanti kakak driver nya datang sambil bawa motor atau pun mobil.
      Inget yeee motor atau mobil, gak ada Kuda Putih atau pun Kereta ala Santa Claus.
      Begitu pula dengan aku.
      Saat itu aku jalan jalan Manja di Bali.
      Aku stay di daerah Kuta.
      Karena aku orang kampung dan di kampung aku gak ada transport online.
      That's why aku mencobanya saat di Bali.
      Clik clik clik Install dan Login dan Order disebuah Ojeg Online (GAK SEBUT BRAND YEEEE).
      10 menit kemudian kakak nya datang dengan motor matic.
      So sweet kan ontime dan disapa dengan manjaaaa
      "Selamat Pagi ibu Dewi, saya *** dari *** yang Ibu Dewi Pesan, kita akan menuju ke Tanah Lot.. Dan ini Helm nya, mohon untuk dipakai"
      Seett seett seett sok pake helm dengan cara unyu dan  naik di boncengan kakak tadi, dan kakaknya melanjutkan percakapan.
      "Oke sudah siap ibu Dewi??. Kalau lelah nanti kita bisa istirahat. Dan jika terlalu ngebut bisa ditegur"
      Dan langsung aku jawab.
      " OKE SIAP !!"
      Disepanjang jalan kami ngobrol manja dan romantis macam pasangan hahahaha kidding yaahh ngobrol biasa.
      Dan kakak nya sering banget tanya..
      "Ibu Dewi lelah??"
      Drama pun dimulai, ini melebihi rasa worry saat drama Turbulence di pesawat hahaha.
      Kakak nya bilang.
      "Sebelumnya maaf ibu Dewi, karena sekarang banyak lokasi yang MENOLAK HADIRNYA TRANSPORT ONLINE termasuk di Tanah Lot, maka nanti ibu Dewi saat pulangnya sedikit sulit jika akan naik ojeg online.. harus keluar area yang cukup jauh untuk bisa memesan ojeg online.. karena memang ada SATGAS yang bertugas untuk memantau transport online.. jika hanya drop bisa seperti saya sekarang, tapi untuk mengambil penumpang tidak bisa.. dan itu bisa bermasalah panjang".
      Rasanya aku stress, bagaimana cara pulangku ke Kuta?? Naik taksi kan mahal banget. 
      Sorry bukannya aku orang yang PELIT dan "kere" tapi kalo ada yang LEBIH MURAH DAN HEMAT ya jelas pakai yang hemat hahahaha.
      Dan aku gak kehabisan akal, karena aku memang Traveller yang GILA !!
      I said...
      "Kakak, gimana kalau nanti kakak nunggu aku disuatu tempat soalny aku gak tau bagaimana cara balik ke Kuta.. jadi nanti hitungan kita langsung PP saja Kuta-Tanah Lot.. Kakak bisa??"
      So amazing, He Said...
      "Oke mbak Dewi, nanti kita akting saja ya... Nanti mbak Dewi beri nomor Telfon.. setelah selesai langsung SMS saja.. nanti saya tunggu sedikit jauh dari Tanah Lot.. maaf ya mbak Dewi harus sedikit jalan jauh untuk menghindari urusan dengan SATGAS karena memang peraturannya sangat ketat.. Nanti saya lepas semua jaket dan helm Perusahaan supaya tidak ketahuan SATGAS"
      DRAMA PUN DIMULAI...
      Setelah 2 jam atau lebih yaaa haha saya lupa di Tanah Lot.
      Finally aku keluar dan jalan cukup jauh.
      Seett daahh akting nya gini amat yak hahahha.
      Dan taraaaa kakak nya jemput aku tanpa jaket dan helm Perusahaan transport online itu.
      Dan so sweet banget lhoo kakak nya memperjuangkan jemput aku setelah hampir urusan dengan SATGAS.
      Dan kakaknya banyak banget ucapin permintaan maaf karena membuat aku jalan jauh.
      Padahal DRAMA INI juga aku yang memulai.
      Sampai di Kuta aku bayar tagihan ojeg dan aku beri uang lebih untuk kakak nya sebagai ungkapan Terimakasih ku.
      Entahlah bagaimana seharusnya menyelesaikan persoalan transport online di INDONESIA, meskipun tidak semua tempat ADA DRAMA.
      Just hope semoga kedepannya transport yang nyaman dan murah serta cepat cara pemesanannya itu tidak di BOIKOT hahaha.
      Aku suka Naik ojeg online karena ya mudah pesannya dan HEMAT.
      Happy Traveling,
      Salam Dewi Calico.
      IG: Deelittlestep
      FP: Dee little step
      Blog: www.dewicalico.blogspot.com
       
    • By Dewi Calico
      PIKNIK MANJA LESEHAN, TANAH LOT
      안녕하세요,
      Hai Traveler Cute abis Piknik Manja ala emak emak gitu deehh hahaha.
      Tau kan emak emak piknik bawa karpet buat duduk terus bawa bekal terus makan sambil menikmati pemandangan unyu indah nan menggoda.
      Yap aku telah melakukan hal seperti itu tapi tanpa karpet kece, yaah hanya beralaskan rumput, tapi bukan rumput yang bergoyang yaaa.
      Siang hari yang terik aku melewati perjalanan panjang menembus Kuta-Tanah Lot dengan Ojeg Online.
      Alamaakk kulit coklat seksiku panas banget dan baru sampe Tanah Lot udah semacam kehabisan energy.
      What should i do??
      Aku pengen something yang bisa mengembalikan mood ku menjadi "Gila" lagi.
      Aku hanya duduk menatap laut dan ombak, nothing to do hmm.....
      Dan taraaaa ada Mamaahhh cute yang sedang membawa rujak dan aromanya hmm sedapnyooo menggoda hatiku.
      Dan aku tanya beli dimana??
      Ditunjukan ada penjual rujak di tengah taman.
      Cuuss capcuuss beli deh tuh rujak seharga 10.000 IDR.
      Beli rujak pedas dan buah lengkap serta Air mineral.
      Waaiittt, ada sesuatu yang menarik lhooo.
      Chef pembuat rujaknya cekatan banget lhoo bikin rujak weess wesss ulek ulek taraa jadi deh.
      Soal rasa waahhh jangan ditanya lagi, seger banget lah dan pedes manis ada rasa kacang yang makin gurih dan kesegaran buahnya itu woow banget.
      Cuusss duduk deh diatas rumput sambil melihat laut dan suara deburan ombak.
      Uuhh uuhhh seru pokoknya.
      Ohhh iyaa, sejujurnya aku tipikal orang yang biasany Jaga image saat Traveling.
      Tapi saat ini aahh bodo amat urusan jaga image.
      Yang penting menikmati Piknik manjaahh dan bahagia.
      Mau makan lesehan diatas rumput juga gak masalah.
      Yang penting Buang sampah di tempat sampah.
      Baiii baii, incess cuuss jalan lagi menuju Air Suci.
      Happy Traveling,
      Salam Dewi Calico.


    • By Titi Setianingsih
      Selamat sore JJ’er,,,,,!! Hay hay,,,,apa kabaar ???? Boleh sharing ya tentang Lombok ?
       Tanggal 17 Nopember 2016 hari Kamis malam kami berangkat ke Lombok menggunakan pesawat Lion ambil penerbangan malam jam 20.10. Sesampainya Bandara Praya Lombok kami rental mobil Avanza Rp. 150.000,- untuk menuju  M Hotel di Jalan Rajawali No.10, Cakranegara Barat, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Kami ber4 dengan pesawat dan jam penerbangan yang sama, sedang yang lainnya malah sudah sampai dari siang, jadi mereka bisa jalan2 dulu ke tempat2 lainnya.
      Tahu Lombok kan ? Wisatanya super duper banyak,,,,,sudah kesekian kalinya saya ke Lombok masih dengan destinasi yang berbeda dan belum habis juga di explore. Itulah sebabnya, kali ini kami datang kembali dengan ambil judul “Reuni Gathnas KJJI IX Lombok”, dan tempat2 yang dituju beda dengan yang pernah didatangi setahun yang lalu. Emejiiing…


      HhHhhmmmm,,,M Hotel lumayan juga loh JJ’er, cucok sama harganya yang sekitar 300.000 untuk yang stansard, tapi fasilitas didalam kamar cukup memuaskan kok, bersih.
      Hari Pertama, 18 Nopember 2016
      Pagi hari jam 07.00 kami start dari hotel untuk menuju destinasi hari pertama, terlebih dahulu kami sarapan Nasi Balap Puyung, makanan khas Lombok yang sangat terkenal itu. Lokasinya ada di Jl Raya Puyung Jonggat, dan masuk gang kecil, warungnya sangat sederhana. Disinilah Nasi Balap Puyung Inaq Esun merupakan nasi balap yang asli, sehingga meski untuk menuju ke warungnya masuk2 lorong orang gak peduli, karena rasa biasanya lebih enak dibanding nasi2 balap lainnya.


       Nasi balap merupakan nasi bungkus, berupa nasi putih dengan menu ayam suwir bumbu pedas dan kering kentang, tapi pedasnya luar biasa. Satu bungkus dengan harga 15.000 bisa buat berdua, karena lumayan banyak porsinya. Enak loh, cucok di lidah saya yang dari Jawa. Recommended !
       Gili Petelu
      Gili Petelu merupakan tujuan pertama jalan2 kami di Lombok, alamatnya di Sekaroh, Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Dari Mataram kurang lebih 2,5 jam, dan per-tama2 kita menuju ke Pelabuhan Tanjung Luar untuk sewa perahu. Yaaaa,,,,naik perahu lagi kita,,,,Lombok memang kagak ada matinya untuk urusan gili2, berbagai macam gili yang ada belum sempat terkunjungi semua. Ini Gili ke 4 di Lombok yang akan kami kenali dan nikmati.





       Cuaca sangat panas, anginpun kencang, namun semuanya tidak kami rasakan, hanya keindahan alamnya saja yang masih ter-bayang2, kenangan itu sungguh indah,,,,


      Sayang disayang, begitu sampai di Gili Petelu, ombak masih terasa besar, terbukti teman kami yang jago berenangpun kepayahan, dalam renangnya dia terbawa arus terus, tak mampu menahannya, hingga akhirnya awak kapalpun menyarankan untuk pindah tempat demi keamanan kami. Jadi disini kami hanya bisa main2 air sebentar lalu naik ke perahu lagi untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pantai Tanjung Cumi.




       Pantai Tanjung Cumi/Sumur Laut
       Nah kalau di pantai ini airnya sangat hijau dan dasar lautnya hampir kelihatan karena airnya sangat jernih juga dingin. Saking tergiurnya dengan air laut yang jernih inipun saya beranikan untuk nyebur,,,,lengkap dengan peralatan snorklingnya. Benar saja, karang2nya sangat indah,,,,begitu juga ikan2nya pada berseliweran berwarna warni, sayangnya gak siap kamera underwater, jadi Cuma mata saja yang bisa menikmatinya.
      Dan disini juga ada Sumur Laut katanya, ada temen kami yang berani mencari dimana Sumur Lautnya, katanya didalamnya dihuni oleh ular ? Benar atau tidak, yang jelas teman kami penasaran dan sambil bawa gopro diapun melesat ke bawah untuk ambil foto sumur laut.
      Ternyata memang ada, bentuknya lubang kecil di dasar laut, tapi siapa yang tahu kedalaman sumurnya ? Tentu gak ada yang berani lama2 berada disini,,,,




      Cukup lama di pantai ini, disamping snorkeling juga ada yang hanya sekedar main2 pelampung atau bersampan kesana kemari. Biar kelihatannya mudah tapi bagi yang gak bisa berenang akan sangat menakutkan, karena kalau tidak bisa menjaga keseimbangan badan akan kecebur pastinya,,,,hahahahah pengalaman pribadi. Ngiri lihat teman2 yang pada asyek ber-foro2 di atas pelampung berbentuk kerang raksasa,,,jadi seperti Putri Mutiara saja,,,
      Ketika jelang makan siang, kami lanjutkan perjalanan menuju Pantai Pink / Pantai Tangsi
      Pantai Pink / Pantai Tangsi
      Masih di desa Sekaroh, Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat pantai Pink ini berada. Pantai Pink warna pasirnya memang pink, hal ini disebabkan karena karang dan ganggang yang ada didalam laut ini pink, sehingga serpihan2 karang yang terbawa ke pantai berwarna pink. Nama aslinya sebenernya Pantai Tangsi, tapi sebutan topnya Pantai Pink, makanya orang suka keliru dengan Pantai Pink yang di NTT.
      Pantainya memang indah, keren dan wow kalau dilihat dari atas bukit, garis pantainya sangat jelas, lengkungannya menambah cantik pantai ini. Tapi panasnya luar biasa, jangan lupa pakai topi lebar atau payung yaaa JJ’er…




      Di samping2 pantai juga banyak spot2 menarik seperti ayunan, gubug2 buat berteduh dan bisa sekalian buat makan siang disini. Kami kebetulan sudah bawa bekal nasi kotak, jadi langsung buka bekalnya dan menuju gubug2 untuk makan. Paling2 kami beli air kelapa muda di warung tersebut dan cemilan2 lainnya supaya orang warung tidak marah gubugnya kami pakai buat makan.
      Sebenernya disini bisa buat snorkeling juga, tapi mungkin teman2 sudah pada kelelahan sewaktu snorkeling di Pantai Tanjung Cumi makanya begitu nyampai di pantai langsung berlari ke daratan untuk persiapan makan yang didahului foto2 cantek,,,
      Hanya ada 1 teman saya yang sebelum perahu sandar sudah duluan nyemplung ke laut dan berenang sampai ke pinggir pantai, hebat sekali dia,,,
      Ibu2nya juga gak hilang akal, rupanya mereka bawa bekal buah2an dan sambal, jadi sesudah makan kami langsung ngrujak,,,bisa dibayangkan seperti apa kenyangnya perut kami ????
      Sehabis makan kami melanjutkan berperahu menuju destinasi selanjutnya yaitu Pantai Pink 2
      Pantai Sebui / Pink 2
      Pantai Sebui sering disebut sebagai Pantai Pink 2 karena pasir disana juga berwarna pink. Disini kami hanya bermain pasir dan air, tidak snorkeling, mungkin sudah pada capai ya ? Jadi waktu yang ada Cuma buat foto2 wefie dan sambil menunggu sunset di Pulau Pasir.
      Pasirnya bagus, halus dan bersih, jadi kamipun tidak sungkan2 untuk ber-guling2an. Temen2 yang belum kena air kami paksa turun bahkan kami siram2 dengan air laut supaya basah. Gak lucu kan kalau seharian mainan di laut jadi manusia perahu kok baju masih kering kerontang ?







      Saya mencoba beranikan diri bermain sampan, tapi gak mau ke tempat yang dalam, yaaa,,,masih belum bisa bersahabat dengan air rupanya, masih saja takut tenggelam dan terbawa arus.
      Begitulah ceritanya, sehingga ketika mentari sudah condong ke barat, kamipun bergegas menuju Pulau Pasir untuk mengejar sunset,,,
      Pulau Pasir
      Pulau ini hanya timbul kalau air dalam keadaan surut, diperkirakan kalau sore sudah timbul pasirnya. Keunikan pulau Pasir hampir ada di setiap kepulauan, dan itu selalu dicari oleh wisatawan, karena biasanya di Pulau Pasir banyak terdapat bintang laut yang terdampar.  Benar saja, ada beberapa bintang laut yang kami temukan, kami mainin sebentar dan kami lepas kembali supaya tidak mati karena kelamaan kena udara.
      Pulau Pasir disini memiliki kekhasan tersendiri, pasirnya ber-gurat2 seperti sisik ikan, saying kalau diinjak akan rusak lukisan alamnya. Tapia pa boleh buat, bermain pasir dan ber-lari2an juga merupakan permainan yang mengasyikan, sampai lupa umur kalau sudah ketemu dengan teman2…







      Dan acara disini memang khusus untuk menikmati sunset, sayang sunsetnya tidak terbentuk sempurna, tidak ada telor mata sapi jingga di ufuk barat, karena awan kelabupun ikut hadir mengiringi mentari ke peraduan malam. Kami hanya puas foto2 siluet,,,,,dan sesudahnya kembali ke Pelabuhan Tanjung Luar.
      Kurang lebih 2,5 jam lagi kami baru akan sampai ke Mataram, dan…..gak sabar rasanya pingin buru2 menikmati ayam Taliwang, makanan khas Lombok yang kami rindukan.
      Ayam Taliwang Irama 3
      Resto ini ada di Jl Ade Irma Suryani No 10 Monjok Mataram Lombok, semuanya ada 3 resto, walau begitu konon keaslian rasanya masih dijaga. Terbukti dari sejak berdirinya tahun 1982 masih bertahan dan bahkan makin bertambah ramai. Bahkan pernah memenangkan Taliwang Champion di tahun 2015.  Kami ambil tempat yang lesehan, supaya santai dan lega. Menu yang special ayam bakar, sambal beberuk dan pelecing kangkung. Temen lain ada yang pesan sop bebalung atau sop iga, dan minumannya juga beraneka tapi yang special itu kelapa muda madu.


      Kebanyakan dari teman2 pesannya ayam, dan ketika costnya dibagi rata masing2 kena Rp. 80.000,- menurut saya harga yang standard karena ayamnya 1 ekor, pokoknya nendang banged deeh,,,,
      Setelah kenyang, kami balik hotel dan zzzzzzzzz…..(jangan lupa shalat yaaaa,,,).
      Hari Kedua, 19 Nopember 2016
      Hari ini rencana perjalanannya cukup panjang, yaitu ke Pulau Paserang dan Pulau Kenawa di Sumbawa Barat. Kami harus menyeberang pulau melalui Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur, kemudian dengan menggunakan kapal ferry sekitar 2 jam menuju Pelabuhan Poto Tano di Sumbawa Barat.


      Iya benar, Pulau Paserang itu ada di desa Poto Tano dan Kecamatan Poto Tano juga. Dari pelabuhan Poto Tano masih harus berlayar dengan perahu nelayan sekitar 30 menit menuju Pulau Paserang.






      Perjalanan panjang ini terhibur dengan adanya hiburan organ tunggal di kapal, teman2 kami ikut nyanyi dan joget2 bareng penumpang yang lainnya, suasana jadi berubah ceria,,,ini rahasianya rupanya, kata orang2 lebih baik ambil seat di kelas ekonomi saja karena aka nada hiburannya, dari pada di dalam kamar sumpek dan malah makin pusing. Benar juga ya ?
      Pulau Paserang
      Pulau Paserang terletak di kawasan Gili Balu Kabupaten Sumbawa Barat, masih di Nusa Tenggara Barat, pulau ini tidak berpenghuni jadi memang khusus untuk tujuan wisata. Bulan Oktober kemarin suasana pulau masih kering, rumput2an terlihat cokelat dan gersang, banyak debu disana sini, sehingga kalau kita sedang berjalanpun debu pada beterbangan.
      Kita bisa main snorkeling sebenarnya, tapi tujuan kali ini kami kepengin trecking menuju bukit yang ada di Pulau Paserang sehingga bisa melihat pemandangan pantai dan pulau2 di sekitarnya dari ketinggian. Jadi siapkan fisik untuk nanjak niihhhh,,,,pelan2 sajalah nanti juga bakal nyampai. Sepanjang perjalanan penuh dengan padang sabana, sangat bagus untuk berfoto, juga latar cottage2 disekitarnya yang masih dalam proses pembangunan menambah eksotiknya pulau ini.
      Listrik belum ada yaa,,,jadi pastikan power bank kita full baterei supaya tidak mati gaya disana. Jalanan menuju puncak bukit sudah bagus, batu tersusun dengan rapih sehingga kita tinggal ikuti saja jalan setapak itu,,,,dan sampailah ke tempat yang dituju. Silahkan foto2 selfie sepuasnya, tapi harap hati2 karena dibawah kita merupakan tebing yang curam dan dibawah kita air laut.






      Karena Pulau Paserang tidak berpenghuni maka tak akan ada warung yang jual makanan, kamipun sudah siapkan bekal nasi kotak untuk makan siang. Tapi untuk numpang shalat masih bisa, karena di cottage2 yang sedang dibangun ada penjaganya.
      Selesai shalat kami lanjutkan perjalanan menuju Pulau Kenawa.
      Pulau Kenawa
      Kurang lebih 45 menit – 1 jam kami berada di atas perahu, menyusuri lautan, dengan pemandangan kiri kanan yang begitu indah, pulau2 kecil berwarna coklat, padang2 rumputnyapun coklat, semuanya akibat hujan yang belum kunjung tiba, walau di lain tempat sebenernya sudah musim hujan. Gersang tapi indah, sangat ironis.
      Kami berniat melihat sunset di Pulau Kenawa, yang kata orang indahnya luar biasa, karena ketika di puncak bukit kita bisa melihat garis pantai di sekeliling pulau, sedang kita tepat di atas bukit yang paling tinggi, dan jika cuaca bagus, mentari jingga akan tepat berada di depan kita,,,,,

      Begitu dermaga panjang terlihat di kejauhan sana, pertanda sudah akan berlabuh perahu kami, dan bukit yang menjulang sudah terlihat pula, salah satu icon Pulau Kenawa, Subhanallah indahnya, karena ternyata di Bukit itu sudah agak menghijau. Namun karena mentari masih agak tinggi, maka sebagian teman2 da yang memanfaatkan waktunya untuk snorkeling ada pula yang langsung nanjak ke bukit pelan2 sambil foto2 sepanjang jalan.
      Oh yaaaa,,,hari itu tgl 19 Nopember 2016, Admin dan Momod KJJI yang kece (Mas Deffa Utama) sedang mengakhiri masa lajangnya di Bandung, dan kami yang ada disini tidak bisa menyaksikan langsung resepsinya, maka dengan berat hati kami hanya bisa kirim ucapan lewat video singkat, dan ada juga yang kirim ucapan via rangkaian bunga papan. Gak papa yaaaa Mas Deffa,,,yang penting kami masih ingat kalian meski jauh dimata tp di hati dekat,,,,Happy wedding Deffa & Jeanette,,,!!
      Well, sekarang saatnya mendaki bukit,,,meski di langit sebelah barat Nampak awan menggantung, tapi kami tetap semangat mendaki, berharap ketika sampai di puncak mentari berani menampakan sinar jingganya, dan melambaikan tangan untuk mengucapkan selamat malam,,,,









      Lumayan lama kami ber-main2 di pulau Kenawa, dan ketika sudah gelap kamipun turun, untuk menuju Pelabuhan Poto Tano menuju Lombok. Sebelumnya kami makan2 dan minum2 dulu di warung2 yang ada di sekitarnya. Iyaaa,,,disini sudah banyak warung2 bahkan listrik juga ada, kami bisa ngecharge handphone dengan sewa Rp. 10.000,- hingga baterai full.

      Dan kurang lebih 30 menit kami sudah sampai kembali di Pelabuhan Poto Tano, setelah ini kami berjuang kembali ditengah rasa kantuk yang melanda, untuk berlayar kembali menuju Pelabuhan Kayangan Lombok. Hhhhmmmm,,seru sekali petualangan hari ini…!
      Hari Ketiga, 20 Nopember 2016
      Air Terjun Benang Stokel
      Hari ini kami explore Lombok Tengah, tepatnya Desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah. Disini banyak terdapat air terjun karena topografinya pegunungan, yaitu dekat dengan Gunung Rinjani. Dan desa ini merupakan Geopark Rinjani, pintu masuknyapun dari pos pendakian Gunung Rinjani. Tapi kami enggak mau nanjak gunung laah, Rinjani gunung yang sangat tinggi, saya pribadi gak akan mampu mencapainya.
      Kenapa disebut Benang Stokel ? Katanya airnya seperti untaian benang ? Benarkah ? Itu yang bikin penasaran, karena kalau lihat di TV kok bagus sekali, air tercurah dengan lembutnya, ada 2 air terjun yang bersebelahan disini. Yang satunya (yang kecil) bahkan bisa memancarkan sinar pelangi jika pas matahari bersinar cerah.
      Letak air terjun Benang Stokel tidak terlalu berat dicapainya, kurang lebih berjalan selama 20 menitan sudah sampai ke lokasi. Pengunjung kali inipun tidak terlalu ramai jadi cukup puas menikmati serpihan airnya, lembut dan dingin. Kami tidak bermain air disini, hanya foto2 saja karena kolam yang terbentuk dibawah air terjun tidak nyaman untuk ber-main2.





      Jadi begitu selesai foto, kami lanjutkan perjalanan menuju Air Terjun Benang Kelambu yang kebetulan ada di desa yang sama.
      Air Terjun Benang Kelambu
      Untuk menuju kesini bisa jalan kaki sebenernya, dan jalanan juga sudah bagus karena sudah dibuat tangga2 dari batu. Temen2 banyak yang jalan kaki, saya tergoda oleh tukang ojek yang mangkal di ujung anak tangga,,,dan jujur badan saya memang juga sudah capai. Ya sutralah, order 2 motor untuk saya dan anak saya, kalau dari Pos depan sewa ojeknya 30.000 PP berhubung saya naiknya sesudah dari Benang Stokel jadi saya tawar 25.000 PP.

      Biarpun naik ojek perlu dipiawaian juga loh, karena dibawa melalui jalanan yang agak jelek, naik dan turun, ojek yang saya naiki pun hamper guling karena jalanannya tanah yang licin. Untung abang Ojeknya masih bisa menahannya untuk tidak guling, meski harus berkorban sandal jepitnya yang putus.
      Duuuhhhh,,,deg2an juga niihhhh,,,tapi memang hanya sebentar naik ojeknya, begitu sampai di parkiran kami masih harus berjuang untuk menuruni anak tangga yang lumayan banyak, hhhmmmmm kebayang nanti pulangnya bakalan nanjak….don’t give up !






      Dari jauh Nampak air terjun yang halus2 bagai tirai kelambu, pantas sana namanya Air Terjun Benang Kelambu. Airnya sangat dingin,,,,bbbrrrrrr,,,,gak berani mainan air saya, teman2 yang lain juga hanya beberapa saja yang nyebur di kolam di bawah air terjun. Memang lebih bagus ini, tempatnya luas dan nyaman untuk duduk2 memandangi gemulainya air terjun ini. So sweet,,,,,
      Jika tidak ada teman yang harus diantar ke bandara siang ini, mungkin kami akan lama2 di tempat ini, untuk memanjakan mata dan pikiran dan menghilangkan penat2,,,,iyaaahhhh Jakarta bikin penat, jalanan yang macet dan bising bisa bikin stress, begitu di tempat ini rasanya plooooong,,,,,,suwwweerrrrrr deeehhh,,,!!




      Maka sesudah makan siang di warung2 di sekitar air terjun, kamipun antar teman menuju bandara. Sebelum sampai bandara kami sempatkan singgah di toko oleh2 khas Lombok.
      Bukit Meresse
      Masih di Lombok Tengah, dari Bandara Praya kurang lebih 1 jam, teman kami yang pulang duluan hanya 1, yang lainnya kebanyakan ambil penerbangan malam untuk menuju Jakartanya, sehingga sisa waktu sore ini kami masih ada waktu buat explore Bukit Merese. Lokasinya persis berseberangan dengan Pantai Tanjung Ann, dari atas bukit Merese akan Nampak juga Batu Payung, iconnya Pantai Tanjung Ann. Istimewanya di bukit ini adalah sunsetnya yang luar biasa indah, juga view pantai dan bukit2 yang ada disekitarnya Nampak artistic dan eksotik, banyak orang bilang tempat ini sangat romantic bagi pasangan yang sedang bercinta, entahlah benar atau tidak. Tapi memang, setelah melalui tracking yang lumayan berat, rasa2nya pegal2 kaki gak terasa lagi, apalagi setelah sunset tiba, Subhanallah,,,,jingganya sangat menawan, baru percaya kalau tempat ini sangat romantic.




      Rupanya,,,,,kebersamaan kami, ex Member Gathnas IX KJJI berakhir disini. Di akhir acara barulah terasa kalau kami sangat dekat, sangat akrab, ber-sama2 menikmati perjalanan yang mengasyikan ini. Semuanya tergambar di foto2 kami yang lucu dan seru. Terima kasih KJJI,,,,,berkat kalian kami ada, semoga persaudaraan ini terjalin selamanya,,,,aamiin.


      Ke Jakarta akhirnya kami kan kembali,,,,!! Trip ini terlaksana dengan apik berkat saudara kami di Lombok Mas Dimas dan Mas Dhan, serta komandan kami Kakak Ven2,,,thanks yaa semuanya,,,!!
      Salam Jalan2 Indonesia…!!
       
      Foto : koleksi pribadi juga foto kiriman  teman2 (Ven2, Cik Eka, Mbak Ghea, Mbak Menie, Teh Uko, Mbak Lenny, Mbak Onya, Mbak Netty, Bang Duty, Mas DImaz, Mas Dhan, Abdy, Koko)
       
    • By Dewi Calico
      안녕하세요..
      Finally aku bisa mendaki bukit, melewati lembah dan menikmati suara aliran sungai serta kicauan burung.
      Merasakan hangat sinar matahari pagi dan dimanjakan oleh pemandangan yang luar biasa menakjubkan.
      Inilah suasana lain dari Ubud.
      Ubud tidak hanya sekedar sawah.
      Ada tempat lain yang menyajikan pesona alam Ubud yang memanjakan mata.

      Campuhan Ridge Walk.
      Jalan setapak yang menawarkan keindahan bukit, sungai dan ilalang hijau yang menggoda.
      Panjang Ridge Walk ini sekitar 2 KM.

      Pagi itu aku bergegas bangun kemudian mandi dan dandan.
      Aku sangat bersemangat dari Kuta menuju Ubud.
      Sekitar jam 8 pagi aku sudah di Ubud.
      Aku menuju ke Campuhan Ridge Walk untuk menikmati pagi yang masih segar dengan sinar matahari yang hangat.
      Perjalanan dimulai dari pintu masuk dengan jalan bercabang (lurus & dan ambil kanan dengan tulisan Campuhan Ridge Walk).
      Ambil jalan kanan.
      Melewati jembatan dengan sungai berbatu dengan air yang cukup deras.
      Pohon-pohon rindang menambah udara semakin segar.
      Setelah melewati jembatan maka akan tampak Pura.
      Jalan terus mengikuti Jalan setapak, jalanan sempit dan sedikit licin karena mungkin malam harinya telah hujan.

      Disinilah kesabaranku diuji.
      Aku hampir menyerah karena belum terlihat bukit yang penuh keindahan, semua terasa biasa saja dan hanya semak belukar yang aku lihat.
      Tapi aku melihat para Bule Bule yang masih bersemangat, oke Dewi ayo lanjut sampai menemukan Bukit yang Indah.
      Bukankah jika tidak mencoba maka tidak akan tau seperti apa hasilnya.
      Oke berjalan naik naik dan terus naik mendaki bukit.


      Perjuangaku tidak sia-sia.
      Mulai terlihat jalanan setapak yang berliku seperti ular yang seksi.
      Kanan kini ditumbuhi Ilalang Hijau.
      Beberapa pohon kelapa menjulang tinggi menambah spot istimewa Campuhan Ridge Walk.

      Berjalan disepanjang Campuhan Ridge Walk sangat menyenangkan.
      Sangat bersih.
      Suara air sungai memanjakan telinga.
      Ilalang hijau memanjakan mata.
      Bertemu dengan orang orang disepanjang jalan yang memberikan senyum dan menyapa dengan penuh keramahan semakin membuat aku bahagia.
      Aaaaaaahhhh Thank TUHAN ini sangat luar biasa.


      Which one yang cocok untuk aku, Trekking or Jogging??
      Banyak yang Jogging, entah mereka punya tenaga yang banyak seperti di punggung mereka ada energi mesin pesawat atau pun pabrik batu bara haha.
      Aku hanya berjalan pelan, kadang berhenti karena lelah.
      Dan lebih banyak mengambil Foto hahaha.



      Alam disini masih sangat terjaga, di ujung Ridge Walk ada semacam Hotel dan juga Cafe.
      Untuk yang ingin menikmati Campuhan Ridge Walk.
      Ada beberapa hal yang aku sarankan:
      1. Pakailah sepatu yang nyaman (misalkan kalian ingin foto Prewed, tetap pakailah sepatu untuk sampai di atas bukit dan baru deh dandan yang cantikk ala Princess). Please jangan sok cantik pakai wedgest atau heels, bisa bisa terpeleset haha.
      2. Pakai Baju yang nyaman, menyerap keringat dan jangan terlalu ketat hahaha.
      3. Pakai celana yang nyaman, jangan terlalu ketat juga karena saat mendaki akan memerlukan langkah yang mantab dan tidak menyakiti (**maaf) paha dan selangkangan.
      4. Menggunakan Lotion ber SPF dan Foundation ber SPF. karena semakin siang maka matahari akan semakin menembus kulit.
      5. Bawa Topi dan Kacamata hitam jika cahaya matahari terlalu silau.
      6. Wajib membawa Air Minum, minimal 1 botol kecil air mineral kemasan 300ml.
      7. Penting gak penting tapi Tissue juga perlu untuk mengelap keringat.
      8. Jika membawa tas, lebih baik Ransel. Tak perlu kebanyakan gaya membawa tas ala Princess karena akan melelahkan dan ribet.
      Selamat menikmati keindahan Campuhan Ridge Walk.
      Tiket masuk Gratis (FREE).
      Alamat:
      Jalan Raya Ubud No. 35, Ubud, Kelusa, Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali 80571
      Happy Traveling.
      Salam Dewi Calico.
      IG: Deelittlestep
      FP: dee little step
      Blog: www.dewicalico.blogspot.com