• 0
alexandra anastasya

Jangan Pernah Maling di Gili Trawangan, Kalau Gak Mau Malu Seperti Ini

Question

maling1.jpg

Wisatawan yang dituduh mencuri di arak mass di Gili Trawangan

(Facebook/Gili Trawangan, Meno, Air)

 

Gili Trawangan - Baru-baru ini ada kejadian menghebohkan di Gili Trawangan. Sepasang turis bule sedang diarak massa. Mereka diarak karena dituduh atas kasus pencurian. Waduh!

Di sosial media Facebook, tengah ramai beredar foto-foto sepasang turis bule yang sedang diarak massa. Foto tersebut memperlihatkan mereka tengah berjalan di tengah iringan banyak orang, termasuk kawalan beberapa petugas berseragam. Lokasi foto ini disebutkan ada di Gili Trawangan. 

Dilihat detikTravel dari BBC World, Rabu (21/12/2016), di leher 2 orang turis bule tersebut tergantung sebuah papan karton yang bertuliskan 'I AM THIEVE. DON'T DO WHAT I DID!' (Saya pencuri. Jangan lakukan apa yang telah kulakukan).

Sepasang turis bule yang tidak disebutkan identitasnya ini diarak massa karena kedapatan melakukan tindak pidana pencurian. Dari rekaman kamera CCTV, turis pria dan wanita asal Australia ini tengah tertangkap kamera sedang mencuri sepeda. Mereka pun tidak bisa menyangkal perbuatan tersebut.

maling2.jpg

Foto: (Facebook/Gili Trawangan, Meno, Air)

Oleh penduduk setempat dan petugas kepolisian, mereka pun diarak keliling pulau dengan membawa papan bertuliskan saya pencuri. Tujuannya jelas, membuat mereka malu di depan publik, sehingga ke depannya ada efek jera atas perbuatan yang mereka lakukan, dan tidak akan mengulanginya lagi.

Praktek diarak massa bagi pelaku tindak kejaharan di Gili Trawangan seperti ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun, meski awal mulanya tidak ada yang tahu pasti sejarah ritual tidak biasa itu. Seperti sudah jadi kesepakatan bersama antara penduduk setempat dan polisi bila ada yang dianggap melakukan tindak kejahatan, mereka akan diarak keliling pulau.

Beberapa traveler pengguna Facebook pun mempertanyakan tentang ritual mengarak pelaku kejahatan itu. Mereka mempertanyakan apakah tindakan tersebut sah di mata hukum? apakah tidak melanggar privasi para tertuduh? Sementara sebagian yang lain, menanyakan apakah tindakan mempermalukan tertuduh seperti itu efektif atau tidak dalam menimbulkan efek jera. (wsw/wsw) Wahyu Setyo Widodo - detikTravel - Rabu, 21/12/2016 12:10 WIB

SUMBER

 
 
 
 

Share this post


Link to post
Share on other sites

9 answers to this question

  • 0
Just now, Dhistiraz said:

Patut di contoh juga buat ditempat-tempat wisata yang lain... biar aman gak ada yang maling ..:ngakak  

colek @deffa  sory om dah lama gak nongol....:kesengsem

 

hahay welcome back @Dhistiraz tuh ada member medan yang mau gabung di postingan group medan heheh

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0
12 minutes ago, deffa said:

biasanya seh bukan karena mereka gaka mampu

tapi karena klepto aja :D

Iya Mod, ini mereka digiring Walk Of Shame,

ala ala kayak di film Game Of Thrones gitu ahahahahaha

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By deffa
      Hola Apa Inpo!
      Dah lama gak nulis di forum jalan2 tercinta ini, karena kesibukan dan memang lagi jarang jalan aja, jadi gak ada bahan buat di tulis. Tapi kali ini saya kembali mau coba nulis lagi dari yang ringan-ringan aja dulu ya.
      Siapa yang sudah siap untuk memasuki tahun baru 2018? Pasti lah siap gak siap harus siap karena sekarang bulan Desember tinggal hitungan minggu kita akan memasuki chapter baru di Tahun 2018.
      Namun, biasanya bagi kalian pekerja kantoran yang kurang piknik (seperti saya :P), hal yang paling di tunggu itu adalah daftar Tanggal Merah nya iya kan? Iya banget, saya sendiri pertama kali browsing Kalendar 2018 yang saya cari adalah berapa banyak Tanggal Merah nya.
      Jangan khawatir teman-teman, 2018 adalah tahun nya kita untuk banyak liburan karena cukup banyak Tanggal Merah Kejepit yang bisa bikin Cuti Liburan kita makin panjang.
      Berikut daftar Tanggal Merah 2018:
      01 Januari: Tahun Baru Masehi 16 Februari: Tahun Baru Imlek 17 Maret: Hari Raya Nyepi 30 Maret: Jumat Agung 14 April: Isra Miraj 01 Mei: Hari Buruh 10 Mei: Kenaikan Isa Almasih 29 Mei: Hari Raya Waisak 01 Juni: Hari Lahir Pancasila 13 - 14 Juni: Cuti Bersama 15 - 16 Juni: Idul Fitri 18 - 19 Juni: Cuti Bersama 17 Agustus: Hari Kemerdekaan 22 Agustus: Idul Adha 11 September: Tahun Baru Hijriyah 20 November: Maulid Nabi 24 Desember: Cuti Bersama 25 Desember: Hari Natal Total ada 21 Tanggal Merah di tahun 2018 cukup banyak kan, eit tapi ini belum usai karena Tanggal Merah tersebut masih di lanjutkan dengan Tanggal Kejepit jadi kalau kalian mau ambil Cuti harus ikutin daftar di bawah ini ya.
      Daftar Tanggal Merah + Kejepit 2018:
      17 Maret – 1 April, cuti 9 hari bisa dapet trip selama 16 hari 30 Maret – 15 April, cuti 9 hari bisa dapet trip selama 17 hari 28 April – 13 Mei, cuti 8 hari bisa dapet trip selama 16 hari 26 Mei – 3 Juni, cuti 3 hari bisa dapet trip selama 9 hari 17 – 26 Agustus, cuti 4 hari bisa dapet trip selama 10 hari Tuh catat deh Tanggal Merah + Kejepit nya, jadi kalian kalau mau Booking Tiket Promo Air Asia, Scoot, Garuda, dll bisa tahu ambil tanggal berapa untuk tahun depan ya. Untuk mudah nya di bawah ini ada kalendar dari website sebelah. Semoga berguna. :)

    • By Lulumato
      Halo, saya lulu dari jakarta.  Berencana akan ke lombok di awal bulan januari. Tujuan ke lombok untuk menjadi relawan kelas inspirasi. Karena saya punya banyak waktu di lombok,  harus dimanfaatkan kan?? 
       
      Nah saya akan berangkat sendiri dari jakarta. Ini adalah perjalanan (sendiri) kedua saya dari jakarta ke lombok. Sebelumnya saya ke lombok hanya untuk naik bus ke dompu, ntb (menghemat perjalanan)  dan Saya tidak sempat mencicipi keindahan lombok  
       
      Jadi di perjalanan kedua ini saya minta tips dari teman2 untuk bisa puas jalan2 di lombok.  Oh iya, saya solo backpacker bukan karena kemauan yah tapi keadaan (i dont have travel mate, hiks).  Kalau teman2 ada yang mau bareng ke lombok, silahkan hubungi saya yah. Saya pasti seneng banget hehehe. 
       
      Terima kasih semuanya, 
      Salam penuh kehangatan dari lulumato. 
    • By Endar
      Lombok, bukan memiliki arti cabai seperti yang sering kita kira. Lombok bermakna lurus yang tertulis sejak zaman kerajaan Majapahit pada buku Negara Kertagama pada kalimat ‘Lombok Sasak Mirah Adi’ yang artinya masyarakat Lombok memiliki hati yang lurus untuk dijadikan permata kejayaan. Seperti pengertiannya, begitu juga yang saya rasakan saat berkunjung ke Lombok. Ramahnya masyarakat Lombok dari kota hingga desa, dari pesisir pantai hingga daerah dataran tinggi menemani saya saat menjelajah Lombok. Keramahan ini juga dipadu dengan indahnya alam Lombok yang begitu memesona menjadikan Lombok sebagai tujuan wisata yang harus masuk ke dalam daftar utama tempat wisata yang wajib dikunjungi.
      Masyur dengan gili Trawangan, Air dan Meno di barat laut dan lokasinya yang dekat dengan pulau Bali menjadikan gili-gili tersebut menjadi destinasi favorit di Lombok. Namun banyak yang tidak tahu jika Lombok menyimpan banyak pesona wisata selain gili-gili di barat lautnya. Perpaduan keindahan alam, kearifan budaya dan lezatnya kuliner dapat kita dapatkan di Lombok. Fasilitas dan akses juga sudah mendukung sehingga tidak sulit bagi traveler untuk menjelajah Lombok. Gili-gili di Lombok Barat bagian bawah di area pelabuhan Lembar salah satunya.

      Tidak sulit untuk menemukan penyebrangan ke gili Sudak. Dengan aplikasi penunjuk jalan di smartphone sudah cukup menunjukkan jalan dengan jelas. Dari Mataram sekitar satu setengah jam menggunakan kendaraan roda dua dengan mengambil titik tujuan Penyebrangan ke Gili Sudak. Nikmati saat masuk jalan Raya Sekotong – Lembar, bukit-bukit dengan padang rumput kuning kecoklatan, gradasi laut toska dan biru gelap, awan seperti kapas lembut yang melayang serta suasana pelabuhan Lembar menjadikan perjalanan yang tidak membosankan.
      Kami ragu saat aplikasi mengarahkan ke jalan tanah merah berbatu. Tiba-tiba seorang ibu yang sepertinya melihat keraguan kami dengan ramahnya menyapa lalu menanyakan tujuan kami. Ibu yang tidak sempat saya tanyakan namanya memberitahukan kalau jalan tersebut memang jalan menuju penyeberangan gili Sudak.  Masuk ke area pemukian sudah terdapat banyak plang-plang yang menyediakan jasa perahu penyeberangan. Kami disambut dengan tawaran-tawaran jasa penyebrangan dengan ramah tanpa paksaan.
      Pak Nasar dan kedua anaknya menemani kami. Selain memberikan jasa perahu, Pak Nasar juga seorang nelayan yang menangkap ikan dengan teknik spearfishing. Tidak dengan alat yang modern tapi masih dengan tombak tradisional. Ikan-ikan yang diambil juga tidak sembarangan. Jenis, ukuran dan lokasinya harus sesuai ketentuan, pilih-pilih. Bukan karena nantinya tidak laku saat dijual, tapi untuk menjaga kelestarian biota laut di perairan Sekotong. Hasil tangkapan Pak Nasar dijual di homestay dan restoran di area gili Sudak.

      Gili Naggu menjadi pemberhentian pertama. Lokasinya terluar diantara gili-gili lainnya di area Sekotong. Sudah banyak homestay dan resort disini dan cukup ramai dikunjungi. Perahu tidak boleh sembarangan menepi karena terdapat kawasan konservasi terumbu karang. Perahu hanya bisa menepi di area dekat dermaga yang dasarnya pasir. Kearifan lokal dalam mengelola sumber daya dan menjaga lingkungan berhasil menjaga keindahan bawah laut di gili Nanggu. Terumbu karang cukup dangkal jadi kita harus berhati-hati saat snorkeling agar tidak merusak terumbu karang.

      Berbeda dengan gili Naggu, gili Sudak lebih sepi pengunjung hanya terdapat beberapa orang yang santap siang. Di gili Sudak juga terdapat homestay.  Kondisi bawah laut gili Sudak agak memprihatinkan ditambah dengan jarak pandang yang rendah sehingga saya tidak berlama-lama di dalam air. Jarak gili Sudak dan Lombok yang cukup dekat membuat wisatawan yang menginap di Lombok hanya menggunakan kano ke gili Sudak hanya untuk makan siang. Sebelum kembali ke Lombok saya singgah di gili Kedis, ukurannya lebih kecil dari ukuran lapangan sepak bola. Di gili Kedis kita harus membayar restribusi. Cobalah memutari pulau, terdapat sisi yang hanya berupa pasir dan sisi lainnya berbatu. Cocok untuk yang suka fotografi.

      Hari masih siang tapi kami sudah kembali ke Lombok, terlalu cepat menurut Pak Nasar. Tapi perjalanan kami masih jauh karena harus ke Sembalun. Sambil antre bilas dan bersih-bersih, kami menikmati pisang goreng dan teh hangat buatan istri pak Nasar yang ternyata adalah ibu yang memberitahukan jalan saat kami kebingungan. Kami berbagi cerita dengan Pak Nasar. Dengan geliat pariwisata di daerah Sekotong yang semakin baik, Pak Nasar memiliki rencana untuk memiliki jasa penyeberangan dalam kapasitas besar. Sudah banyak permintaan dalam jumlah besar yang menggunakan bus-bus pariwisata tapi karena tidak adanya fasilitas yang mendukung seperti lahan parkir, tempat bilas yang banyak atau ruang tunggu, mereka pindah ke tempat lain.
      Kami pamitan dan melanjutkan perjalanan ke Sembalun, dari pesisir pantai ke dataran tinggi. Saya yakin di Sembalun akan melihat pemandangan yang indah dan ramahnya masyarakat Lombok yang tidak kalah seperti di Sekotong.

       
       
       
       
       
       
       
       
       

    • By Ilhammb
      Teman2,
      Saya lagi cari teman Jalan2 di Lombok tanggal 24 November - 26 November 2017. Keberangkatan Jakarta dari SHIA (CGK), saya dapat tiket yang jam 05:00 WIB. Sampai Lombo BIL (LOP) jam 07:55 WITA.
      Itinerary
      Untuk Itinerary-nya, sebagai berikut :
      24 Nov - Hari Pertama - 08:30 Wita : Dari Bandara int. Lombok (LOP) pakai damri ke Pool damri Senggigi (Bisa Janjian di Pool Mataram kalo ada yang mau), Cari sewaan Motor, lalu ke Hotel untuk Check in. Jalan ke kota ampenan,  sarapan di pantai ampenan, sambil jalan2 atau menikmati sekitar pantainya dan kotanya sambil balik ke snggigi >>  Jalan2 di kota senggigi sambil Cari tempat makan siang. Lanjut Jalan2 ke pantai sengigi, dan sekitarnya seperti ke pantai batu bolong, menikmati pemandangan sambil nunggu sunset. Lanjut ke penginapan. Cari Makan Malam disekitar kota dan Istirahat.

      25 Nov - Hari Kedua - 08:00 Persiapan buat Check out. >> ke pelabuhan Bangsal buat nyebrang ke Gili Trawagan. Lagsung ke penginapan checkin. Jalan2 di Gili Terawangan (bisa snorkling, jalan2 ngelilingin Gili dll. sesuai kesepakatan dan isi kantong hehe) sampai hari ketiga. 

      26 Nov - Hari ketiga - Liat sunrise di pantai  >> ke penginapan untuk sarapan, persiapan dan check out. >> Jam 11:00 Checkout, kembali ke pelabuhan untuk nyebrang ke Bangsal. >> Ke Desa adat Sade buat beli Oleh2 atau alternatif lain kalo sempat >> 15:00 ke Bandara dan Pulang (peerbangan saya ke Jakarta jam 18:00 WITA).
      Jujur aja itinerary di atas mainstream banget, karena saya baru pertama kali ke Lombok.
      Sebenarnya itinerary nya flexible, kecuali gili dan Desa Adat Sade.
      Sharing Cost.
      Biaya yang bisa di share, sebagai berikut ;
      Penginapan di Senggigi 155.000 (Twin bed)* belum termasuk sarapan
      Penginapan di Gili 350.000 (Twin Bed) * Plus Sarapan
      Sewa Motor 3 Hari 160.000 + Bensin 60.000
      Parkir dan titip motor di Bangsal.
      **Biaya diatas belum dishare
      Check Point
      Titik kumpul mulai dari Jakarta - Lombok, sebagai berikut :
      1. Bandara Soekarno-Hatta
      2. Bandara Internasional Lombok
      3. Pool Damri Senggigi atau Mataram kalo ada yang janjian di Damri Mataram
      4. Pelabuhan Bangsal (25 Nov 2017)
      5. Gili Trewangan.
      Contact person :
      Line : Ilhammuharrom
      IG : ilhammu
      Email : [email protected]
    • By Endar
      Hallo teman-teman jalan2.com!
      mau libur panjang dan cuti di approve itu menyenangkan.
      Libur idul adha , 1 Sep - 4 Sep, bareng 2 teman ada rencana ngebolang ke Lombok. Rencana bertiga. Tempat yang dituju, seputaran gili kondo, bukit pergasingan sembalun dan gili kedis.
      Ijin dulu sama penguasa Lombok dan ada beberapa pertanyaan, mohon dibantu bagi yang tahu dan mengenal betul Lombok.
      1. Rencananya bakal sewa motor selama di Lombok. Ada yang tau contact sewa motor dari bandara? atau harus ke Mataram dulu?
      Kira - kira di Lombok naik motor aman kah? Dengar-dengar kalau udah malam rawan.
      2. Yang pernah ke pergasingan, ada yang tau guide/porter kesana? Baca-baca report lebih baik ada orang asli yang menemani. Kalau ada info penyewaan alat camping di sembalun juga boleh.
      Udah itu aja pertanyaannya.
      Terima kasih sebelumnya..
    • By siskawul
      Misi Mas mbak, mau minta pendapat itin Lombok. Ini Itin saya
       
      Day 1
      1.    Sampai di Bandara (jam 10 pagi)
      2.    Pantai Tanjung Aan
      3.    Bukit merese
      4.    Pantai seger
      5.    Pantai Kuta
      6.    Pantai mawun
      7.    Pantai Semeti 
      8.    Pantai Selong Belanak 
      wahaha, gak bakal cukup si waktunya
       
      Day 2
      1.    Gili Trawangan >> menginap
       
      Day 3
      1.    Air terjun benang kelambu dan benang stokel
      2.    Desa Sade
       
      Day 4
      1.    One day trip 3 gili (Nanggu, Sudak, Kedis)
      2.    Beli oleh-oleh Di Cidomo dan Sasaku
       
       
      Dari itin tersebut di atas, saya mau minta pendapat ini:
      1. misal kami nginepnya di senggigi (selain nginep di Trawangan), apakah jaraknya tidak terlalu jauh? 
      2. Untuk day 1 kan waktunya terbatas banget, enaknya pilih pantai yg mana ya? soalnya pasti gak bisa semuanya. itu itin terlalu maruk
      3. Untuk day 3, explore air terjun benang stokel dan kelambu, seharian masih sisa banyak gak waktunya? misal buat lanjut explore pantai yang belum sempat di day 1 masih bisakah? (mengingat penginapan kami di senggigi)
       
       
      Makasih sebelumnya mas mbak atas masukannya. *hope
    • By siskawul
      Halo mas mbak. mau nanya nih. saya ada rencana ke lombok awal mei besok.
      Saya sampe Bandara jam 10 pagi. terus mau explore pantai2 di Lombok Barat bagian selatan kayak Tanjung Aan, Seger, Kuta, Mawun. terus dari situ mau nginepnya di senggigi. Nah, dari Bandara ke Pantai2 itu bagusnya naik apa ya? kalau sewa motor, ada tidak ya, sewa motor yg dianter ke bandara? Terus, jalanan dari pantai di selatan itu ke senggigi itu bagaimana seandainya kami kemaleman? Terus lagi, misal kami nitip tas keril kami di salah satu pantai, sementara kami muter2 explore pantai, apakah itu bisa?
      Thanks mas dan mbak