• agoda-hemat.png

  • 0
Sign in to follow this  
annisa theresya

GET LOST TO DERAWAN

Question

haaaiii jalan2ners...

setelah tahun kemarin gagal trip ke derawan karena harus bedrest di rumah sakit, jadi akhir january ini tgl 26-30 gw mau jalan ke derawan (semoga ga ada hal" yang menghadang rencana gue :tersipu)

kira" ada yang mau join ga ya? gw udah berempat, rencana cari 3 orang lagi, biar pas satu mobil dan satu kapal hehe

cost sekitar 2.4jt 5D4N (Derawan+labuan cermin)

detail n info bisa hubungin gw ya 

icha 081287368033  (WA)

makasih :melambai

 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

3 answers to this question

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Lee_ega
      Ajakan Sharecost *Explore Medan, Aceh, dan Sabang.*13-19 Oktober 2018,
      start Medan , end Aceh(Ulee lhee)
      Berikut Itinerary nya :
      DAY 1 - 13 oct 18
      08.00 - 15.00 Kuala Namu Ke Prapat
      (Air terjun 2warna Sibolangit + pagoda Lumbini)
      15.00 - 16.00 Tiba di Prapat Langsung nyebrang ke Samosir(Tomok/Tuk-Tuk)
      16.00 - 17.00 Check In
      17.00 - 18.00 Menikmati Pemandangan View sunset danau Toba
      18.00 - 20.00 Downtown + kuliner
      Cost :
      Medan-parapat travel 350-400k/5-6 pax
      HTM 2warna 25k
      HTM Lumbini 5k
      Parapat-tomok/tuk2 7-10k
      HTM Toba 20k
      Penginapan 100-200k(shared)
      Total = 660K
      6 = 67+25+5+10+20+100 = 232
      DAY 2 - 14 oct 18
      05.00 - 07.00 Bangun, Mandi dan Sarapan
      07.00 - 16.00 Start to Explore Samosir (Tuk2-pangururan)
      - Bukit Holbung
      - Menara Tele di Desa Tele
      - Air terjun efrata
      - Air 7 rasa
      - Pantai2 : Pasir Putih Parbaba, dkk
      - Museum Simanindo Hutabolon
      - Danau sidihoni
      16.30 - 17.00 Back To Penginapan
      18.30 - 20.00 Jalan jalan dekat2 Penginapan
      21.00 - 22.00 Packing, and Istirahat
      Cost : 
      -penginapan 100-200k(shared)
      -HTM museum Simanindo : 10k
      -rental angkot/travel 200-350k/12 jam atau
      -rental motor 75-100k/24 jam
      Total = 560
      6 = 100+10+60 = 170
      DAY 3 - 15 oct 18
      Subuh - 10.00 cek out - xplore tomok
      - Tuk Tuk --> Tomok (The Story Of Sidabutar King & The Tomb, 5 Km)
      - Ambarita ---> (The Story of Siallagan King & Stone Chair, 5 Km)
      9.00 - 10.00 Tomok - parapat
      10.00 - 11.00 parapat - air terjun Sipiso-piso
      13.00 - otw Medan + kuliner medan
       20.00 Berangkat Menuju Aceh By Bus
      Cost :
      Guide Ambarita 50k/ grup
      Ferry/boat Tomok/Tuk2-parapat 7-10 k
      Travel Parapat Medan 350-400k/5-6 pax
      HTM sipiso-piso 1500/org
      Bus biasa/ dobel Decker medan-aceh 160k - 430k(sleeper) (1way)
      Total = 891
      6 = 9+10+67+1,5+160 = 250
      DAY 4 - 16 oct 18
      7.00 - 8.00 Sampai di Aceh (terminal Batoh, Banda Aceh)
      08.30 - 09.00 Langsung Menuju ke Pelabuhan Ulee Lheue
      09.00 - 09.30 Naik Kapal cepat Ke Pulau Sabang 
      10.30 - 14.00 Balohan - Jaboi volcano - pantai pasir putih - gua sarang - Gapang
      14.00 - 16.00 cek in iboih
      16.00 - 17.00 otw tugu 0 KM (sunset)
      18.30 - 20.00 kuliner malam @ iboih
      21.00 Istirahat Tidur
      Cost :
      Becak/angkot/labi2 terminal batoh-port Ulee Lheue : 10k/org
      Ferry ke Weh : 12-85k
      HTM goa sarang 5k
      Sewa motor/ mobil+driver 100k/hari - 300k/hari
      Sewa snorkeling set : 25-50k
      Cetak sertifikat 0 km : 30k 
      Penginapan 200-350k/ shared (SeaView)
      Total = 830
      6 = 10+85+5+50+50+30+150 = 380
      DAY 5 - 17 oct 18
      07.00 - 08.00 Sarapan
      08.00 - 14.00 Snorkling di Sekitar Iboih, Rubiah Island, Seulako island
      15.00 back 2 penginapan
      16.00 bebas 
      Cost:
      Sewa alat snorkeling 40-50k
      Sewa kapal 200-300k
      Penginapan 200-350k/ shared (sea view)
      Total =700
      6= 50+50+150 = 250
      Day 6 - 18 oct 18
      05.00 - 07.00 cek out penginapan
      07.00 - 10.00 air terjun pria Laot
      10.30 - 12.00 Explore Kota Sabang (Sabang Fair, Kota atas dengan Pemandangan Danau Aneuk Alot, pantai Krueng raya+ rujak Klah
      12.30 - 13.30 cek in penginapan kota Sabang
      14.00 - explore pantai (kasih- sumur tiga - ujung Kareung - anoi itam - benteng Jepang)
      19.00Hunting Souvenir & Wisata Malam Kuliner (Mie Kocok, Mie Sedap, Sate Gurita, Lobster, kopi di warung Aci Rasa)
      21.00 - 22.00 Back To Penginapan
      23.00 ----> Istirahat, Packing, Tidur
      Cost :
      Sewa mobil 300-600k/ 24 jam
      Penginapan 100-200k/ shared
      Total = 800
      6 = 100+100 = 200
      Day 7 - 19 oct 18
      05.00 sunrise @ pantai sumur 3
      06.30 - cek out penginapan
      Otw pelabuhan balohan
      08.00 / 10.00 back 2 Aceh by KMP xpress/ Ferry 
      10.00/ 11.00 half day trip Aceh (optional)/ sayonara
      Cost :
      Angkot sewa 20-50k/org
      Ferry/ KMP 12k/ 85k / org
      Total = 135
      6 = 50+85 = 135
      Total untuk satu orang 4.576
      6 orang = 1.617 
      NB : 
      - biaya sharecost belum termasuk transportasi dr kota asal ke Meeting point dan biaya makan
      - tentatif (sesuai kesepakatan) : transportasi slm trip+ penginapan+ itin(sesuai sikon alam).
      - untuk masalah DP sesuai kesepakatan bila diperlukan utk booking sewa kendaraan + penginapan.
      CP : 082301434724 / ega
              081333188908 / fyan
    • By adriepn
      Tanggal trip : 17-20 April 2014 (4 Hari 3 Malam)
      Destinasi trip : Maratua - Sangalaki - Kakaban - Derawan - Nabucco
      Peserta trip : 6 orang termasuk saya
      Travel : Kakaban Tour (www.kakaban.co.id)
      Biaya trip : Silahkan kontek saya untuk sekedar info 0818986510 atau bisa langsung kontek Kakaban Tour.

      All picture taken by iPhone 5S, not a pro camera. So perhaps some picture is not too sharp.
      Except for underwater photo, is taken by Nikon Powershot G12 with underwater casing.


      Setelah berdebat panjang tentang tujuan liburan kami di bulan April, akhirnya kami memutuskan untuk liburan ke Derawan. Berhubung ini perjalanan pertama kami ke Derawan, kami memutuskan memakai jasa travel supaya semua lancar. Travel yang kami pilih adalah Kakaban Tour.

      And now is the story

      DAY 1 : 17 April 2014

      Kami ber 6 berangkat dari Jakarta dengan pesawat Lion Air jam 5 pagi. Bisa dikatakan ini penerbangan paling pagi menuju Tarakan. Iya, kami memutuskan untuk mengambil jalur Jakarta – Tarakan – Derawan.

      Jalur lainnya sebagai alternatif adalah Jakarta – Balikpapan – Berau – Derawan. Namun, jalur alternatif ini terlalu panjang dan berpotensi membuat kita lelah di jalan. Tapi tergantung Anda lagi mau pilih jalur mana.

      Perjalanan ditempuh kurang lebih 3,5 jam dan kami tiba di Tarakan sekitar jam 9 pagi. Sesampainya di Tarakan, kami disambut oleh Guide kami, Mas Ryan. Dari bandara, Mas Ryan mengajak kami untuk sarapan dulu sebelum menyeberang ke Derawan karena perjalanan ke Derawan akan menempuh waktu selama 3 jam.


      Bandara Internasional Juwata Tarakan, Kalimantan Utara (KalTara)

      Usai sarapan, kami pun memutuskan mengisi perbekalan selama disana. Cemilan, minuman, peralatan mandi, dsb, yang kami pikir akan sulit didapatkan disana. Pukul 11 siang, kami tiba di Pelabuhan Tengkayu Tarakan untuk menyeberang ke Derawan. Kapal yang kami gunakan untuk menyeberang adalah speedboat fiber bermesin tunggal dengan kapasitas 250 HP.

       

      Berhubung kami menggunakan jasa travel, maka speedboat kami pun telah dicarter hanya untuk kami saja. Saya tidak tahu dengan prosedur travel lainnya, tapi travel yang kami pakai mencarter speedboat hanya untuk kami.

      Tepat pukul 11.30 WITA kami berangkat menuju Derawan menggunakan speedboat. Keadaan laut saat itu cukup tenang sehingga kapal dapat dilaju cukup kencang, kurang lebih sekitar 70-80 km/jam. Namun karena laju kapal yang cepat, membuat hentakan badan speedboat dengan permuakaan air, menjadi lebih keras. Untung saya sudah minum Anti*o, sehingga tinggal pasrah dengan efek biusnya.. 



      Walaupun trip kami ini ke Derawan, namun kami menginap di Pulau Maratua. Kurang lebih sekitar 1 jam dari Pulau Derawan. Tarakan – Derawan = 2,5 jam + 1 jam ke Maratua = 3,5 jam.

      Jam tangan saya menunjukan pukul 16.00 WITA saat kami tiba di Maratua. Sebagai info, Maratua dikhususkan kepada para tamu yang hobi diving. Sehingga saat Anda ke Maratua, mereka memiliki diving set yang lengkap untuk disewa oleh para tamu seperti snorkel, masker, fin, BCD, Nitrox, dll. Namun jika Anda hanya sekedar snorkeling, membawa set snorkeling Anda sendiri sangat disarankan agar Anda lebih puas & tenang liburannya.

         
       
      Di Maratua hanya ada 1 penginapan yaitu Maratua Paradise Resort. Kelebihan resort ini adalah vila penginapannya berada di atas laut. Ada juga vila yang berada di tepi pantai, namun hanya ada 8 unit saja. Bagi Anda yang ingin mendapatkan “perfect runawayâ€, tempat ini sangat direkomendasikan.

       

      Setibanya kami di resort, kami langsung menuju vila masing-masing untuk beristirahat. Khusus buat saya, saya perlu menyadarkan diri dari bius Anti*o.

      Pukul 17.30 WITA kami sudah siap-siap untuk menyambut sunset pertama kami di Maratua. Sepanjang garis horizon, kami hanya melihat hamparan laut yang jernih dan tenang. Tidak ada ombak yang menggulung.

      Dan sang Mentari Senja pun tiba dengan anggunnya di Maratua.

          
      Tidak ada dari kami yang mampu menyimpan hp di kantong. Selama 1 jam, kami semua begitu damai dalam posisi seperti tripod. Kami baru beranjak darI spot kami, setelah Mas Ryan (guide) kami mengundang kami untuk bersiap makan malam di resto apung.



      Semua di Maratua Paradise Resort, berada di atas laut, termasuk restorannya. Sebuah pengalaman yang seru saat kita menyantap ikan bakar sambil diliatin oleh si ikan yang asik berenang. Mungkin dalam hatinya sang ikan, “Titip sodara gw di perut lo yeee…â€

      Meminjam slogan Cherrybelle, hari pertama di Maratua, kami lalui dengan ISTIMEWAAAAA.. 

      DAY 2 : 18 April 2014

      Hari itu kami bangun sangat pagi. Bukan untuk mengejar sunrise, tapi untuk mengejar Pari Manta. Ya, hari itu kami menuju Pulau Sangalaki dimana disekitar pulau tersebut adalah tempat favorit para Pari Manta untuk muncul ke permukaan.
       
      Start pukul 8 pagi dari resort, speedboat kami mulai melaju kearah Sangalaki. Baru setengah perjalanan, kapten kapal melambatkan laju speedboatnya. Kami pikir kami akan snorkeling di tengah laut, namun teriakan semangat sang kapten membuat kami mengeluarkan seluruh perlengkapan foto.

      Lumba-lumba arah kiri 

      Benar saja. Terlihat kawanan lumba-lumba dari kejauhan. Sirip punggung mereka, bergantian muncul di permukaan. Lalu menghilang. Harapan bertemu lumba-lumba dari jarak dekat pupus sudah.

      Namun, tak lama kemudian, terdengar seperti orang bersiul yang lambat laun mendekat ke arah speedboat kami. Ternyata kawanan lumba-lumba tersebut berenang kearah kami, lalu mensejajarkan diri dengan kecepatan speedboat.

      Saya hitung ada sekitar 10-15 ekor lumba-lumba pagi itu yang menyambut kami. Mereka pun tak malu-malu menampakan diri. Dari berenang hanya sejarak 1 lengan saja dari speedboat hingga loncat akrobatik di atas permukaan air. Mereka seperti bisa membaca perasaan kami yang ingin melihat mereka lebih dekat.

       

      Hampir selama 30 menit lamanya, para kawanan lumba-lumba berenang di segala penjuru kapal, hingga akhirnya menghilang. Tak apalah, akhirnya kami melihat lumba-lumba dari jarak yang sangat dekat untuk beberapa waktu lamanya. Membuat semangat pagi itu semakin bergelora.

      Namun sayang, kami tidak bertemu sang Pari Manta karena kondisi laut saat itu sedang surut. It was not our lucky day.

      Tak lama kemudian, kami tiba di Pulau Sangalaki. Sekedar informasi, Sangalaki adalah pusat penetasan tukik penyu. Menetas pada pagi dini hari dan dilepaskan sore harinya. Tujuannya jelas, menjaga penyu dari kepunahan, dari mangsa predator (musang & biawak), serta dari pencurian telur. Saat ini telur penyu sudah dilindungi oleh undang-undang sehingga perlu tindakan nyata untuk menjaga telur-telur ini dari tangan jahil. Dan mereka di Sangalaki, sudah memulainya dari bertahun lamanya.

         

      Tapi narsis tetap wajib hukumnya..

      Setelah selesai berjumpa dengan para tukik, kami melanjutkan perjalanan ke spot diving pertama. Namun, karena kami semua belum menjadi Diver berlisensi, maka kami hanya melakukan snorkeling saja.

      Spot pertama di Sangalaki sungguh menawan. Ditunjang oleh cuaca cerah saat itu, jarak pandang ke dalam air sangat jelas. Kami bisa melihat dasar karang yang berjarak sekitar 5-7 meteran. 

      Berhubung ini adalah kali kami pertama nyemplung di perairan Derawan, maka 15 menit pertama lebih kepada penyesuaian diri terlebih dahulu. Arah arus, kuat arus, arah angin, menjadi salah satu pertimbangan kami saat itu. Kami beruntung dipandu guide professional yang juga seorang Diver Berlisensi AOW (Advanced Open Water), sehingga kami lebih merasa aman. Walau sertifikasi Mas Ryan "baru" sampai AOW, tapi jumlah dive-log nya sudah banyak. Ditambah Mas Ryan adalah orang asli Maratua.

      Kadar garam di perairan Derawan, termasuk tinggi. Sehingga untuk sekedar melakukan freedive, cukup membutuhkan usaha ektra. Tapi itu semua terbayar dengan pemandangan bawah laut yang menakjubkan.

         

      Setelah 1 jam kami snorkeling disana, naga di perut meraung-raung meminta jatah makan. Jadilah kita mlipir ke Pulau Derawan. Di Derawan kami hanya sekedar makan siang dan istirahat, setelah itu lanjut snorkeling di Pulau Derawan.

      Di Derawan, rencananya kami akan bermain bersama penyu. Jika melihat penyu saat di darat atau sedang bertelur, kami sudah sering melihatnya. Berenang bareng penyu ? That would be awesome!

       

      Selesai bermain bersama penyu, kami lanjut ke Pulau Pasir. Dikatakan Pulau Pasir karena sebenarnya ini adalah dasar laut saat air pasang. Saat air surut, maka timbullah si pasir ini sehingga seperti pulau.

      Pulau Pasir salah 1 spot keren untuk foto-foto. Pasir putih, air jernih kebiruan, view sekitar yang OK, jadilah 1 paket foto keren.

           

      Setelah puas bermain di Pulau Pasir, kami kembali ke Maratua untuk mandi, beristirahat dan siap menyambut sunset kembali. Oleh-oleh hari kedua adalah.. gosong!

      DAY 3 : 19 April 2014

      Inilah hari yang paling kami tunggu karena hari ini kami mengunjungi Pulau Kakaban. Pulau atol yang terkenal karena penghuni ajaibnya, yang tak lain tak bukan adalah Ubur-Ubur Tak Berbahaya.

      Ubur-ubur pada umumnya akan menyebabkan gatal dan panas pada kulit, apabila sulurnya terkena kulit kita. Namun, di Pulau Kakaban, mereka tidak menularkan gatalnya.

      Setelah speedboat merapat di dermaga, kami masih harus trekking sekitar 5 menit berjalan kaki. Trek nya adalah tangga kayu berkontur. Ada bagian yang menanjak, datar, dan turunan.

      Kami begitu tak sabaran untuk nyemplung bersama para ubur-ubur, begitu kami tiba di tepian danau Kakaban. Dari atas dermaga di pinggir danau, kita bahkan sudah bisa melihat rombongan ubur-ubur yang sedang berenang santai. Sepertinya hidup mereka begitu indah, tanpa perlu memikirkan meeting proyek..

      Perlu dipatuhi peraturan snorkeling di Danau Kakaban : Pertama, tidak boleh menggunakan fin karena ubur-ubur termasuk hewan yang fragile & kalau pakai fin, ubur-ubur akan tersapu kibasan fin kita. 

      Kedua, tidak boleh nyemplung masuk danau dengan loncat. Itu semua demi kelangsungan hidup para ubur-ubur & agar danau tidak menjadi keruh. Ketiga, berenanglah dengan sesantai mungkin. Ya, santai saja seperti ubur-ubur.

      Sekarang, mari kita nyemplung.
       

       
      Sungguh beda rasanya berenang bersama ubur-ubur. Terakhir saya berenang bersama ubur-ubur, saya harus pake salep kulit sekujur badan setelah berenang…

      Ada 3 jenis ubur-ubur di Danau Kakaban. Jenis ubur-ubur berukuran normal (sekepalan tangan) berwarna oranye cerah, jenis ubur-ubur mini, dan jenis ubur-ubur transparan.

         

      Snorkling semakin ke tengan danau, akan semakin banyak ubur-ubur yang kita jumpai. Pada umumnya, pengunjung hanya nyemplung di pinggiran danau saja sehingga area tersebut menjadi sangat keruh.

      Bermain bersama ubur-ubur ramah, sungguh damai. Waktu seolah berhenti. Saya sampai perlu dipanggil untuk diingatkan bahwa sudah waktunya lanjut ke spot berikutnya.

      Guide kami bilang kepada kami bahwa spot snorkeling berikutnya adalah yang the best dari Kakaban. Tempat itu disebutnya Wall Point. Ternyata spot nya hanya berjarak 100 meter dari dermaga Pulau Kakaban.

      Setibanya di spot, kami melihat coral yang cantik dari atas speedboat. Kondisi cuaca saat itu memang sedang cerah sehingga kami bisa melihat hingga ke dasar.

      Kejutan tiba saat kami semua sudah nyemplung. Saat sedang asik menelusuri jalur coral, kami dikejutkan oleh kontur coral yang semakin turun ke dalam. Namun, karena rasa penasaran kami lebih besar, kami terus maju. Dan kami pun tersadar kenapa itu disebut Wall Point.

      Wall Point adalah istilah untuk coral yang berjejer secara vertikal hingga membentuk seperti dinding besar. Ditambah dengan warna coral yang terang dan ikan berwarna cerah yang hilir mudik di depan masker kami, membuat Wall Point mendapat 4 jempol dari kami. 

      Bisa dikatakan Wall Point seperti palung di samudra. Namun sebenarnya ini adalah “kaki†dari si pulau atol Kakaban.
       
             
       
      Memang benar trip ke Derawan ini adalah pengalaman yang luar biasa. Kami selalu disuguhi pemandangan bawah laut yang memang luar biasa. Saya belum bisa membandingkan dengan Raja Ampat, Wakatobi, atau Bunaken, karena saya belum pernah ke 3 tempat yang disebutkan tadi. 

      Kurang lebih kami menghabiskan waktu 2 jam di Wall Point karena its so stunning! Ada rasa belum puas saat harus menyudahi petualangan di Wall Point. Namun, time is up dan siap lanjut ke spot 3, yaitu Kakaban Lagoon.

      Kakaban Lagoon adalah seperti sungai yang terjebak di dalam pulau karang. Terjebak karena kondisi surut & baru mengalir kembali saat pasang. Untuk mencapai Kakaban Lagoon, kita harus memanjat karang secara vertikal dengan tangga kayu & sedikit rock climbing. Betul-betul rock climbing! 



      Setibanya di atas, kami disuguhi lokasi yang super-duper-keren. Biru air, pasir putih, hijaunya pohon, dan kesunyian. It's a perfect a place to hide! 
      Namun, tak berarti tak ada gangguan. Nyamuknya cukup banyak. Ga ada pilihan selain pasrah..

        

      Dari Kakaban, kami kembali menuju Maratua untuk makan siang dan beristirahat. Tepat pukul 2 siang, kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Nabucco.

      Sebagai informasi, Pulau Nabucco adalah pulau resort yang diperuntukan bagi wisatawan berkantong tebal. Kantong kami pun tak kalah tebal, hanya saja tebal oleh bon

      Pulau Nabucco terletak berjarak 30 menit dengan speedboat dari Maratua. Secara administrasi, Nabucco masih 1 kelurahan dengan Maratua. Ke Nabucco pun, hanya mengitari Maratua saja.

      Setelah menerjang ombak yang cukup tinggi untuk menuju Nabucco, akhirnya kami pun tiba disana. Kondisi nya sungguh terpencil dan jauh dari keramaian. Untuk yang mengincar suasana sepi, Nabucco bisa menjadi pilihan tempat menginap. Bagi kami, Nabucco terlalu sepi. Dan terlalu mahal...

      Untuk view, Nabucco punya nilai tawar yang tinggi untuk itu. Air sebening kaca dan pasir putih, menjadi latar foto kami. Ya, yang kami lakukan hanya berfoto disana. Foto, foto, foto, dan foto. Disini wajib narsis, atau menyesal telah tidak menjadi narsis.

            

      Kami hanya menghabiskan waktu selama 1 jam saja di Nabucco karena kami ingin bermain air di pantai Maratua. Jadilah sore itu kami kembali ke Maratua, snorkelng santai dan bersiap mengabadikan sunset terakhir sebelum esok hari kembali ke dunia nyata.
       
      DAY 4 : 20 April 2014

      Inilah hari tergalau. Galau karena kami tidak mau kembali ke Jakarta. Tapi kalau tidak kembali, mau makan apa besok…

      Berfoto dulu di dermaga Maratua sambil mengucap dalam hati bahwa ini bukan perjalanan terakhir ke Derawan. Ini hanya awal dari trip Derawan berikutnya.



      Speedboat pun perlahan meninggalkan dermaga Maratua. Tidak ada satu pun dari kami yang melepaskan pandangannya dari Maratua. Tempat kami berenam menghitamkan kulit.

      Semua terdiam.

      Sekitar pukul 12 siang, kami tiba di Pelabuhan Tengkayu, Tarakan. Menaiki bus penjemput pun dengan badan lemas. Lemas karena masih ingin liburan.

      Mas Ryan sebagai guide kami, membaca air muka kami. Tanpa sepengetahuan kami, Mas Ryan memerintahkan sang sopir menuju Hutan Bakau Kota di tengah kota Tarakan.

      Kondisi bakaunya sangat terjaga dan semangat kami mulai kembali. Kenarsisan kami mulai datang lagi. Bahkan kami pun bertemu para rombongan Bekantan. Tau Bekantan ? Monyet berhidung panjang yang dijadikan maskot oleh Dufan.

       

      Akhirnya jam menunjukan pukul 1.30 siang. Waktunya kami menuju bandara karena pesawat kami akan berangkat pukul 3 sore.

      Berpamitan di bandara pun terasa berat bagi Mas Ryan. Walau dia mencoba tegar, terlihat bahwa matanya berkaca-kaca. Semoga kami meninggalkan kesan yang baik kepadanya, agar kalau kami kembali ke Derawan, Mas Ryan mau menemani kami lagi.

      Kami pun sangat berterima kasih kepada Mas Ryan karena telah begitu perhatian, sabar, dan telaten kepada kami selama di Derawan.

      Kami menaiki pesawat Lion Air. Walau duduk kami pada 1 deret yang sama, kami hanya bisa tersenyum kepada 1 sama lain. Bahkan kami cuma bisa termenung saat mentari senja mengiringi perjalanan pulang kami. 
       
      "Kenapa liburannya harus usai sedemikian cepatnya.. "

       




      Derawan, we will meet again
       
      cc @deffa @Jalan2 @d_iis @astinsoekanto
    • By annisa theresya
      Haloo....
      melanjutkan misi yang selalu gagal ke ternate, semoga tahun ini bisa di realisasikan hihihi
      gw dan 2 org teman sudah berencana mau ke ternate tgl 29 november - 4 desember 2017 (cuty 3 hari krn ada tgl merah 1 desember)
      budget eksplore sekitar 2,5 juta/org, mungkin kalau ada yang mau join lagi bisa lebih murah lagi krn kita sharecost.
      itinerary juga masih di garap dan koordinasi dgn guide lokal ternate hehehhee
      kalau ada yang minat bisa hubungin gw via WA ya 08128736033
       
      terimakasih 
    • By erolghaitsa
      Halo para pejalan yang kece ,berhubung bingung nih mau ngetrip tapi susah ngajak teman2 yg tidak sehoby,maka dari itu siapa tau disini teman2 pejalan ada yang mau join ,gue rencana mau jalan ke Garut ( main air ) RIVER TUBING & RIVER BOARDING di daerah Cikaengan 
      Rencana si 28-29 April ini bila ada yg berkenan boleh gabung lah buat memenuhi kuota yaitu minimal 25 org
      Adapun biaya untuk perjalanan ini sbb :
      Bus Kp Rambutan - Garut PP 150rb
      Angkot lokal Trminal Garut Menuju Lokasi PP 75rb
      Permainan River nya 110rb ( include makan siang prasmanan )
      Total buget nya 335rb/ org
      Meeting Point : Terminal Kp Rambutan
      ITINERARY:
      28 April 2017
      20.00-22.00 : Meeting Point at Terminal Kp Rambutan
      23.00-07.00 : Berangkat Menuju Garut 
      29 April 2017
      06.00              : Sampai Di Terminal Guntur Garut
      06.00-07.00 : Istirahat Sejenak Sarapan Pagi ( no include )
      07.00-09.00 : Perjalanan Menuju Sungai Cikaengan Garut
      09.00-11.00 : Permainan Riverboarding / Rivertubing
      11.00-12.00 : Bilas Bilas Ganti Pakaian
      12.00-13.00 : Istirahat Makan Siang ( include )
      13.00-14.00 : Bebas ( Tidur,Ngupi,Foto2 dll )
      14.00-16.00 : Perjalanan Menuju Terminal Guntur
      16.00-00.00 : Sampai Di Terminal Kp Rambutan
      Bila berkenan mari bergabung nanti kita buat grup WA trip ini 
      Terimakasih 
      Erol 081210900120 WA
      Salam Ransel dari Tangerang







    • By ahadisusilo
      Guys,
       
      Salam kenal, saya Adit dari Jakarta, rencana tgl 24-26 Maret 2017 mau jalan2 bareng istri ke Labuan Bajo Taman Nasional Komodo
      Mau ajak 2 atau 3 orang utk sharing cost selama sailing di taman nasional komodo (tinggal di kapal)
      Kondisi udah fixed pasti jalan (kapal udah saya DP) kabin non-AC alias kipas angin tp solar cell jadi kalo tidur ga berisik
      Biaya kapal 4 juta utk 3 hari 2 malam (ini nih yg dibagi rata nanti)
      Biaya makan, life vest, snorkel 1 juta / orang
      Meeting point di Bandara Labuan Bajo jam 09.30 tgl 24 Maret 2017 (ane brgkt dari Bali pesawat Wings sampai LBJ jam 09.10)
       
      Bagi yang minat pls PM atau WA ke 08118-6-08118
       
      Itinerary sbb (ga mengikat yah, nanti bisa kita diskusiin lg):
      - Pulau Komodo
      - Pulau Padar
      - Pulau Rinca
      - Manta Point
      - Pulau Gili Laba
      - Pulau Kanawa
      - Pulau Kambing
      - Pulau Kalong
      - Pantai Pink
      - Pulau Kelor
      - Pulau Bidadari
      - Pulau 9
      - dll (sambil discus juga dgn yg punya kapal)
      Abis dari sini ane mau lanjut ke Bajawa nginel di Manulalu (kalo mau join monggo) abis itu ke Kupang 1 malam baru balik Jkt
       
      Thanks all :)
    • By Donnie Putra
      Cari temen backpackeran ke SG 9-11 Feb 2017 (ShareCost).
      -Tiket belum pesan
      -Itinerary belum buat (Modal nekad sih, mungkin ada masukan dari para senior disini :D)
      -Baru pertama kali ke Luar negri
      -Budget ya seminimal mungkin haha
      Rencana sih udah jauh2 hari, tapi gara2 temen batal jadi kalo solo kok rasanya ada yg kurang. masa selfie2 sendiri hihi
      udah biasa jalan kaki klo traveling jadi mau ngegembel dg budget minimal oke ayoook.
      Buat yg sering keSingapura ato lagi di Singapura boleh lah kasih tips ato mungkin saran saat berkunjung ke Singapura. 
      yg mungkin ada rencana sama bisa kontak ke Line : donny.putra