Titi Setianingsih

EKSOTISME PULAU LOMBOK (18– 20 Nopember 2016)

24 posts in this topic

Selamat sore JJ’er,,,,,!! Hay hay,,,,apa kabaar ???? Boleh sharing ya tentang Lombok ?

 Tanggal 17 Nopember 2016 hari Kamis malam kami berangkat ke Lombok menggunakan pesawat Lion ambil penerbangan malam jam 20.10. Sesampainya Bandara Praya Lombok kami rental mobil Avanza Rp. 150.000,- untuk menuju  M Hotel di Jalan Rajawali No.10, Cakranegara Barat, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Kami ber4 dengan pesawat dan jam penerbangan yang sama, sedang yang lainnya malah sudah sampai dari siang, jadi mereka bisa jalan2 dulu ke tempat2 lainnya.

Tahu Lombok kan ? Wisatanya super duper banyak,,,,,sudah kesekian kalinya saya ke Lombok masih dengan destinasi yang berbeda dan belum habis juga di explore. Itulah sebabnya, kali ini kami datang kembali dengan ambil judul “Reuni Gathnas KJJI IX Lombok”, dan tempat2 yang dituju beda dengan yang pernah didatangi setahun yang lalu. Emejiiing…

IMG-20161119-WA0280.jpg

1479503658117.jpg

HhHhhmmmm,,,M Hotel lumayan juga loh JJ’er, cucok sama harganya yang sekitar 300.000 untuk yang stansard, tapi fasilitas didalam kamar cukup memuaskan kok, bersih.

Hari Pertama, 18 Nopember 2016

Pagi hari jam 07.00 kami start dari hotel untuk menuju destinasi hari pertama, terlebih dahulu kami sarapan Nasi Balap Puyung, makanan khas Lombok yang sangat terkenal itu. Lokasinya ada di Jl Raya Puyung Jonggat, dan masuk gang kecil, warungnya sangat sederhana. Disinilah Nasi Balap Puyung Inaq Esun merupakan nasi balap yang asli, sehingga meski untuk menuju ke warungnya masuk2 lorong orang gak peduli, karena rasa biasanya lebih enak dibanding nasi2 balap lainnya.

IMG-20161118-WA0079.jpg

IMG-20161118-WA0080.jpg

 Nasi balap merupakan nasi bungkus, berupa nasi putih dengan menu ayam suwir bumbu pedas dan kering kentang, tapi pedasnya luar biasa. Satu bungkus dengan harga 15.000 bisa buat berdua, karena lumayan banyak porsinya. Enak loh, cucok di lidah saya yang dari Jawa. Recommended !

 Gili Petelu

Gili Petelu merupakan tujuan pertama jalan2 kami di Lombok, alamatnya di Sekaroh, Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Dari Mataram kurang lebih 2,5 jam, dan per-tama2 kita menuju ke Pelabuhan Tanjung Luar untuk sewa perahu. Yaaaa,,,,naik perahu lagi kita,,,,Lombok memang kagak ada matinya untuk urusan gili2, berbagai macam gili yang ada belum sempat terkunjungi semua. Ini Gili ke 4 di Lombok yang akan kami kenali dan nikmati.

1479503661424.jpg

IMG-20161123-WA0396.jpg

IMG-20161123-WA0384.jpg

1479503665100.jpg

IMG-20161118-WA0133.jpg

 Cuaca sangat panas, anginpun kencang, namun semuanya tidak kami rasakan, hanya keindahan alamnya saja yang masih ter-bayang2, kenangan itu sungguh indah,,,,

IMG-20161123-WA0335.jpg

IMG-20161123-WA0339.jpg

Sayang disayang, begitu sampai di Gili Petelu, ombak masih terasa besar, terbukti teman kami yang jago berenangpun kepayahan, dalam renangnya dia terbawa arus terus, tak mampu menahannya, hingga akhirnya awak kapalpun menyarankan untuk pindah tempat demi keamanan kami. Jadi disini kami hanya bisa main2 air sebentar lalu naik ke perahu lagi untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pantai Tanjung Cumi.

IMG-20161124-WA0059.jpg

IMG-20161123-WA0340.jpg

IMG-20161123-WA0341.jpg

IMG-20161124-WA0059.jpg

 Pantai Tanjung Cumi/Sumur Laut

 Nah kalau di pantai ini airnya sangat hijau dan dasar lautnya hampir kelihatan karena airnya sangat jernih juga dingin. Saking tergiurnya dengan air laut yang jernih inipun saya beranikan untuk nyebur,,,,lengkap dengan peralatan snorklingnya. Benar saja, karang2nya sangat indah,,,,begitu juga ikan2nya pada berseliweran berwarna warni, sayangnya gak siap kamera underwater, jadi Cuma mata saja yang bisa menikmatinya.

Dan disini juga ada Sumur Laut katanya, ada temen kami yang berani mencari dimana Sumur Lautnya, katanya didalamnya dihuni oleh ular ? Benar atau tidak, yang jelas teman kami penasaran dan sambil bawa gopro diapun melesat ke bawah untuk ambil foto sumur laut.

Ternyata memang ada, bentuknya lubang kecil di dasar laut, tapi siapa yang tahu kedalaman sumurnya ? Tentu gak ada yang berani lama2 berada disini,,,,

IMG-20161119-WA0243.jpg

1479970267406.jpg

1479564714460.jpg

1479564585121.jpg

Cukup lama di pantai ini, disamping snorkeling juga ada yang hanya sekedar main2 pelampung atau bersampan kesana kemari. Biar kelihatannya mudah tapi bagi yang gak bisa berenang akan sangat menakutkan, karena kalau tidak bisa menjaga keseimbangan badan akan kecebur pastinya,,,,hahahahah pengalaman pribadi. Ngiri lihat teman2 yang pada asyek ber-foro2 di atas pelampung berbentuk kerang raksasa,,,jadi seperti Putri Mutiara saja,,,

Ketika jelang makan siang, kami lanjutkan perjalanan menuju Pantai Pink / Pantai Tangsi

Pantai Pink / Pantai Tangsi

Masih di desa Sekaroh, Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat pantai Pink ini berada. Pantai Pink warna pasirnya memang pink, hal ini disebabkan karena karang dan ganggang yang ada didalam laut ini pink, sehingga serpihan2 karang yang terbawa ke pantai berwarna pink. Nama aslinya sebenernya Pantai Tangsi, tapi sebutan topnya Pantai Pink, makanya orang suka keliru dengan Pantai Pink yang di NTT.

Pantainya memang indah, keren dan wow kalau dilihat dari atas bukit, garis pantainya sangat jelas, lengkungannya menambah cantik pantai ini. Tapi panasnya luar biasa, jangan lupa pakai topi lebar atau payung yaaa JJ’er…

1479503691650.jpg

1479503706085.jpg

IMG-20161123-WA0312.jpg

IMG-20161123-WA0284.jpg

Di samping2 pantai juga banyak spot2 menarik seperti ayunan, gubug2 buat berteduh dan bisa sekalian buat makan siang disini. Kami kebetulan sudah bawa bekal nasi kotak, jadi langsung buka bekalnya dan menuju gubug2 untuk makan. Paling2 kami beli air kelapa muda di warung tersebut dan cemilan2 lainnya supaya orang warung tidak marah gubugnya kami pakai buat makan.

Sebenernya disini bisa buat snorkeling juga, tapi mungkin teman2 sudah pada kelelahan sewaktu snorkeling di Pantai Tanjung Cumi makanya begitu nyampai di pantai langsung berlari ke daratan untuk persiapan makan yang didahului foto2 cantek,,,

Hanya ada 1 teman saya yang sebelum perahu sandar sudah duluan nyemplung ke laut dan berenang sampai ke pinggir pantai, hebat sekali dia,,,

Ibu2nya juga gak hilang akal, rupanya mereka bawa bekal buah2an dan sambal, jadi sesudah makan kami langsung ngrujak,,,bisa dibayangkan seperti apa kenyangnya perut kami ????

Sehabis makan kami melanjutkan berperahu menuju destinasi selanjutnya yaitu Pantai Pink 2

Pantai Sebui / Pink 2

Pantai Sebui sering disebut sebagai Pantai Pink 2 karena pasir disana juga berwarna pink. Disini kami hanya bermain pasir dan air, tidak snorkeling, mungkin sudah pada capai ya ? Jadi waktu yang ada Cuma buat foto2 wefie dan sambil menunggu sunset di Pulau Pasir.

Pasirnya bagus, halus dan bersih, jadi kamipun tidak sungkan2 untuk ber-guling2an. Temen2 yang belum kena air kami paksa turun bahkan kami siram2 dengan air laut supaya basah. Gak lucu kan kalau seharian mainan di laut jadi manusia perahu kok baju masih kering kerontang ?

20161118_164732.jpg

20161118_164804.jpg

IMG-20161119-WA0081.jpg

IMG-20161119-WA0179.jpg

IMG-20161119-WA0202.jpg

20161118_182130.jpg

20161118_180806.jpg

Saya mencoba beranikan diri bermain sampan, tapi gak mau ke tempat yang dalam, yaaa,,,masih belum bisa bersahabat dengan air rupanya, masih saja takut tenggelam dan terbawa arus.

Begitulah ceritanya, sehingga ketika mentari sudah condong ke barat, kamipun bergegas menuju Pulau Pasir untuk mengejar sunset,,,

Pulau Pasir

Pulau ini hanya timbul kalau air dalam keadaan surut, diperkirakan kalau sore sudah timbul pasirnya. Keunikan pulau Pasir hampir ada di setiap kepulauan, dan itu selalu dicari oleh wisatawan, karena biasanya di Pulau Pasir banyak terdapat bintang laut yang terdampar.  Benar saja, ada beberapa bintang laut yang kami temukan, kami mainin sebentar dan kami lepas kembali supaya tidak mati karena kelamaan kena udara.

Pulau Pasir disini memiliki kekhasan tersendiri, pasirnya ber-gurat2 seperti sisik ikan, saying kalau diinjak akan rusak lukisan alamnya. Tapia pa boleh buat, bermain pasir dan ber-lari2an juga merupakan permainan yang mengasyikan, sampai lupa umur kalau sudah ketemu dengan teman2…

IMG_20161124_204010.jpg

1479503791801.jpg

1479503753809.jpg

1479503776361.jpg

IMG-20161123-WA0461.jpg

IMG-20161123-WA0454.jpg

IMG-20161123-WA0455.jpg

Dan acara disini memang khusus untuk menikmati sunset, sayang sunsetnya tidak terbentuk sempurna, tidak ada telor mata sapi jingga di ufuk barat, karena awan kelabupun ikut hadir mengiringi mentari ke peraduan malam. Kami hanya puas foto2 siluet,,,,,dan sesudahnya kembali ke Pelabuhan Tanjung Luar.

Kurang lebih 2,5 jam lagi kami baru akan sampai ke Mataram, dan…..gak sabar rasanya pingin buru2 menikmati ayam Taliwang, makanan khas Lombok yang kami rindukan.

Ayam Taliwang Irama 3

Resto ini ada di Jl Ade Irma Suryani No 10 Monjok Mataram Lombok, semuanya ada 3 resto, walau begitu konon keaslian rasanya masih dijaga. Terbukti dari sejak berdirinya tahun 1982 masih bertahan dan bahkan makin bertambah ramai. Bahkan pernah memenangkan Taliwang Champion di tahun 2015.  Kami ambil tempat yang lesehan, supaya santai dan lega. Menu yang special ayam bakar, sambal beberuk dan pelecing kangkung. Temen lain ada yang pesan sop bebalung atau sop iga, dan minumannya juga beraneka tapi yang special itu kelapa muda madu.

IMG-20161118-WA0139.jpg

IMG-20161119-WA0177.jpg

Kebanyakan dari teman2 pesannya ayam, dan ketika costnya dibagi rata masing2 kena Rp. 80.000,- menurut saya harga yang standard karena ayamnya 1 ekor, pokoknya nendang banged deeh,,,,

Setelah kenyang, kami balik hotel dan zzzzzzzzz…..(jangan lupa shalat yaaaa,,,).

Hari Kedua, 19 Nopember 2016

Hari ini rencana perjalanannya cukup panjang, yaitu ke Pulau Paserang dan Pulau Kenawa di Sumbawa Barat. Kami harus menyeberang pulau melalui Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur, kemudian dengan menggunakan kapal ferry sekitar 2 jam menuju Pelabuhan Poto Tano di Sumbawa Barat.

20161119_095204.jpg

IMG-20161120-WA0090.jpg

Iya benar, Pulau Paserang itu ada di desa Poto Tano dan Kecamatan Poto Tano juga. Dari pelabuhan Poto Tano masih harus berlayar dengan perahu nelayan sekitar 30 menit menuju Pulau Paserang.

20161119_095228.jpg

1479562056964.jpg

1479562063642.jpg

IMG-20161122-WA0043.jpg

IMG-20161120-WA0265.jpg

20161119_112559.jpg

Perjalanan panjang ini terhibur dengan adanya hiburan organ tunggal di kapal, teman2 kami ikut nyanyi dan joget2 bareng penumpang yang lainnya, suasana jadi berubah ceria,,,ini rahasianya rupanya, kata orang2 lebih baik ambil seat di kelas ekonomi saja karena aka nada hiburannya, dari pada di dalam kamar sumpek dan malah makin pusing. Benar juga ya ?

Pulau Paserang

Pulau Paserang terletak di kawasan Gili Balu Kabupaten Sumbawa Barat, masih di Nusa Tenggara Barat, pulau ini tidak berpenghuni jadi memang khusus untuk tujuan wisata. Bulan Oktober kemarin suasana pulau masih kering, rumput2an terlihat cokelat dan gersang, banyak debu disana sini, sehingga kalau kita sedang berjalanpun debu pada beterbangan.

Kita bisa main snorkeling sebenarnya, tapi tujuan kali ini kami kepengin trecking menuju bukit yang ada di Pulau Paserang sehingga bisa melihat pemandangan pantai dan pulau2 di sekitarnya dari ketinggian. Jadi siapkan fisik untuk nanjak niihhhh,,,,pelan2 sajalah nanti juga bakal nyampai. Sepanjang perjalanan penuh dengan padang sabana, sangat bagus untuk berfoto, juga latar cottage2 disekitarnya yang masih dalam proses pembangunan menambah eksotiknya pulau ini.

Listrik belum ada yaa,,,jadi pastikan power bank kita full baterei supaya tidak mati gaya disana. Jalanan menuju puncak bukit sudah bagus, batu tersusun dengan rapih sehingga kita tinggal ikuti saja jalan setapak itu,,,,dan sampailah ke tempat yang dituju. Silahkan foto2 selfie sepuasnya, tapi harap hati2 karena dibawah kita merupakan tebing yang curam dan dibawah kita air laut.

1479562079853.jpg

1479562082104.jpg

1479562114958.jpg

1479562103719.jpg

1479562111391.jpg

1479562084494.jpg

Karena Pulau Paserang tidak berpenghuni maka tak akan ada warung yang jual makanan, kamipun sudah siapkan bekal nasi kotak untuk makan siang. Tapi untuk numpang shalat masih bisa, karena di cottage2 yang sedang dibangun ada penjaganya.

Selesai shalat kami lanjutkan perjalanan menuju Pulau Kenawa.

Pulau Kenawa

Kurang lebih 45 menit – 1 jam kami berada di atas perahu, menyusuri lautan, dengan pemandangan kiri kanan yang begitu indah, pulau2 kecil berwarna coklat, padang2 rumputnyapun coklat, semuanya akibat hujan yang belum kunjung tiba, walau di lain tempat sebenernya sudah musim hujan. Gersang tapi indah, sangat ironis.

Kami berniat melihat sunset di Pulau Kenawa, yang kata orang indahnya luar biasa, karena ketika di puncak bukit kita bisa melihat garis pantai di sekeliling pulau, sedang kita tepat di atas bukit yang paling tinggi, dan jika cuaca bagus, mentari jingga akan tepat berada di depan kita,,,,,

1479562136997.jpg

Begitu dermaga panjang terlihat di kejauhan sana, pertanda sudah akan berlabuh perahu kami, dan bukit yang menjulang sudah terlihat pula, salah satu icon Pulau Kenawa, Subhanallah indahnya, karena ternyata di Bukit itu sudah agak menghijau. Namun karena mentari masih agak tinggi, maka sebagian teman2 da yang memanfaatkan waktunya untuk snorkeling ada pula yang langsung nanjak ke bukit pelan2 sambil foto2 sepanjang jalan.

Oh yaaaa,,,hari itu tgl 19 Nopember 2016, Admin dan Momod KJJI yang kece (Mas Deffa Utama) sedang mengakhiri masa lajangnya di Bandung, dan kami yang ada disini tidak bisa menyaksikan langsung resepsinya, maka dengan berat hati kami hanya bisa kirim ucapan lewat video singkat, dan ada juga yang kirim ucapan via rangkaian bunga papan. Gak papa yaaaa Mas Deffa,,,yang penting kami masih ingat kalian meski jauh dimata tp di hati dekat,,,,Happy wedding Deffa & Jeanette,,,!!

Well, sekarang saatnya mendaki bukit,,,meski di langit sebelah barat Nampak awan menggantung, tapi kami tetap semangat mendaki, berharap ketika sampai di puncak mentari berani menampakan sinar jingganya, dan melambaikan tangan untuk mengucapkan selamat malam,,,,

1479562153863.jpg

IMG-20161120-WA0099.jpg

IMG-20161119-WA0286.jpg

IMG-20161122-WA0219.jpg

IMG-20161122-WA0241.jpg

IMG-20161120-WA0063.jpg

IMG-20161122-WA0269.jpg

IMG-20161122-WA0267.jpg

IMG-20161122-WA0198.jpg

Lumayan lama kami ber-main2 di pulau Kenawa, dan ketika sudah gelap kamipun turun, untuk menuju Pelabuhan Poto Tano menuju Lombok. Sebelumnya kami makan2 dan minum2 dulu di warung2 yang ada di sekitarnya. Iyaaa,,,disini sudah banyak warung2 bahkan listrik juga ada, kami bisa ngecharge handphone dengan sewa Rp. 10.000,- hingga baterai full.

IMG-20161120-WA0026.jpg

Dan kurang lebih 30 menit kami sudah sampai kembali di Pelabuhan Poto Tano, setelah ini kami berjuang kembali ditengah rasa kantuk yang melanda, untuk berlayar kembali menuju Pelabuhan Kayangan Lombok. Hhhhmmmm,,seru sekali petualangan hari ini…!

Hari Ketiga, 20 Nopember 2016

Air Terjun Benang Stokel

Hari ini kami explore Lombok Tengah, tepatnya Desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah. Disini banyak terdapat air terjun karena topografinya pegunungan, yaitu dekat dengan Gunung Rinjani. Dan desa ini merupakan Geopark Rinjani, pintu masuknyapun dari pos pendakian Gunung Rinjani. Tapi kami enggak mau nanjak gunung laah, Rinjani gunung yang sangat tinggi, saya pribadi gak akan mampu mencapainya.

Kenapa disebut Benang Stokel ? Katanya airnya seperti untaian benang ? Benarkah ? Itu yang bikin penasaran, karena kalau lihat di TV kok bagus sekali, air tercurah dengan lembutnya, ada 2 air terjun yang bersebelahan disini. Yang satunya (yang kecil) bahkan bisa memancarkan sinar pelangi jika pas matahari bersinar cerah.

Letak air terjun Benang Stokel tidak terlalu berat dicapainya, kurang lebih berjalan selama 20 menitan sudah sampai ke lokasi. Pengunjung kali inipun tidak terlalu ramai jadi cukup puas menikmati serpihan airnya, lembut dan dingin. Kami tidak bermain air disini, hanya foto2 saja karena kolam yang terbentuk dibawah air terjun tidak nyaman untuk ber-main2.

1479697599875.jpg

IMG-20161121-WA0074.jpg

IMG-20161121-WA0069.jpg

1479697587250.jpg

IMG-20161121-WA0070.jpg

Jadi begitu selesai foto, kami lanjutkan perjalanan menuju Air Terjun Benang Kelambu yang kebetulan ada di desa yang sama.

Air Terjun Benang Kelambu

Untuk menuju kesini bisa jalan kaki sebenernya, dan jalanan juga sudah bagus karena sudah dibuat tangga2 dari batu. Temen2 banyak yang jalan kaki, saya tergoda oleh tukang ojek yang mangkal di ujung anak tangga,,,dan jujur badan saya memang juga sudah capai. Ya sutralah, order 2 motor untuk saya dan anak saya, kalau dari Pos depan sewa ojeknya 30.000 PP berhubung saya naiknya sesudah dari Benang Stokel jadi saya tawar 25.000 PP.

IMG-20161122-WA0305.jpg

Biarpun naik ojek perlu dipiawaian juga loh, karena dibawa melalui jalanan yang agak jelek, naik dan turun, ojek yang saya naiki pun hamper guling karena jalanannya tanah yang licin. Untung abang Ojeknya masih bisa menahannya untuk tidak guling, meski harus berkorban sandal jepitnya yang putus.

Duuuhhhh,,,deg2an juga niihhhh,,,tapi memang hanya sebentar naik ojeknya, begitu sampai di parkiran kami masih harus berjuang untuk menuruni anak tangga yang lumayan banyak, hhhmmmmm kebayang nanti pulangnya bakalan nanjak….don’t give up !

IMG-20161120-WA0308.jpg

1479697583364.jpg

1479697577699.jpg

1479697581281.jpg

1479697565656.jpg

1479697554986.jpg

Dari jauh Nampak air terjun yang halus2 bagai tirai kelambu, pantas sana namanya Air Terjun Benang Kelambu. Airnya sangat dingin,,,,bbbrrrrrr,,,,gak berani mainan air saya, teman2 yang lain juga hanya beberapa saja yang nyebur di kolam di bawah air terjun. Memang lebih bagus ini, tempatnya luas dan nyaman untuk duduk2 memandangi gemulainya air terjun ini. So sweet,,,,,

Jika tidak ada teman yang harus diantar ke bandara siang ini, mungkin kami akan lama2 di tempat ini, untuk memanjakan mata dan pikiran dan menghilangkan penat2,,,,iyaaahhhh Jakarta bikin penat, jalanan yang macet dan bising bisa bikin stress, begitu di tempat ini rasanya plooooong,,,,,,suwwweerrrrrr deeehhh,,,!!

1479697502391.jpg

1479697505266.jpg

20161120_152419.jpg

IMG-20161122-WA0347.jpg

Maka sesudah makan siang di warung2 di sekitar air terjun, kamipun antar teman menuju bandara. Sebelum sampai bandara kami sempatkan singgah di toko oleh2 khas Lombok.

Bukit Meresse

Masih di Lombok Tengah, dari Bandara Praya kurang lebih 1 jam, teman kami yang pulang duluan hanya 1, yang lainnya kebanyakan ambil penerbangan malam untuk menuju Jakartanya, sehingga sisa waktu sore ini kami masih ada waktu buat explore Bukit Merese. Lokasinya persis berseberangan dengan Pantai Tanjung Ann, dari atas bukit Merese akan Nampak juga Batu Payung, iconnya Pantai Tanjung Ann. Istimewanya di bukit ini adalah sunsetnya yang luar biasa indah, juga view pantai dan bukit2 yang ada disekitarnya Nampak artistic dan eksotik, banyak orang bilang tempat ini sangat romantic bagi pasangan yang sedang bercinta, entahlah benar atau tidak. Tapi memang, setelah melalui tracking yang lumayan berat, rasa2nya pegal2 kaki gak terasa lagi, apalagi setelah sunset tiba, Subhanallah,,,,jingganya sangat menawan, baru percaya kalau tempat ini sangat romantic.

IMG-20161121-WA0123.jpg

IMG-20161122-WA0324.jpg

IMG-20161121-WA0111.jpg

IMG-20161122-WA0310.jpgIMG-20161122-WA0311.jpgIMG-20161121-WA0119.jpg

Rupanya,,,,,kebersamaan kami, ex Member Gathnas IX KJJI berakhir disini. Di akhir acara barulah terasa kalau kami sangat dekat, sangat akrab, ber-sama2 menikmati perjalanan yang mengasyikan ini. Semuanya tergambar di foto2 kami yang lucu dan seru. Terima kasih KJJI,,,,,berkat kalian kami ada, semoga persaudaraan ini terjalin selamanya,,,,aamiin.

20161119_200909.jpg

1479697524516.jpg

Ke Jakarta akhirnya kami kan kembali,,,,!! Trip ini terlaksana dengan apik berkat saudara kami di Lombok Mas Dimas dan Mas Dhan, serta komandan kami Kakak Ven2,,,thanks yaa semuanya,,,!!

Salam Jalan2 Indonesia…!!

 

Foto : koleksi pribadi juga foto kiriman  teman2 (Ven2, Cik Eka, Mbak Ghea, Mbak Menie, Teh Uko, Mbak Lenny, Mbak Onya, Mbak Netty, Bang Duty, Mas DImaz, Mas Dhan, Abdy, Koko)

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 13/1/2017 at 11:32 PM, deffa said:

insyaallah bu @Titi Setianingsih ajak2 aja tar :D 

siaaap mas Deffa

 

On 14/1/2017 at 3:11 AM, eka wibisono said:

@deffa @titi setianingsih @luxia @Jalan2 

Yuuuk... Reunian lg.  2017 mo kemana lg kita nih? Jd EO lg ya ven & mbak Titi tetep jd kasir hehehe.. 

okeeyyyy Ci Ekaaaaa,,,,,siaappp

 

14 hours ago, deffa said:

yup Batu - Malang keren tuh @eka wibisono

kemana ajah yang penting reuni mas Deffa

 

5 hours ago, HarrisWang said:

Wuihhhhhh.... Kecce :kesengsem

hallow anak pantai,,,,ikut juga yaaaa sebagai bintang tamu mas HarRis ?

Share this post


Link to post
Share on other sites
22 hours ago, Rawoniste said:

Tumben ada peserta co nya @Titi Setianingsih, .... Jadi pengen kesini :senyum

Itu yg ada ilalang kering nya pas dimana ? 

Air terjunnya keren 

 

 

Ini kan reuni peserta Gathnas mas,,jd ada cowoknya, kalau yg cewek semua kan grupqu ???

 

10 hours ago, HarrisWang said:

Bangka ikut bu, kalau pas jadwalnya :tersipu

 

 

awal pebruari ke bangkanya mas Harris

@Rawoniste

yang rumput semua di Pulau Paserang Sumbawa..

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By adriepn
      Tanggal trip : 17-20 April 2014 (4 Hari 3 Malam)
      Destinasi trip : Maratua - Sangalaki - Kakaban - Derawan - Nabucco
      Peserta trip : 6 orang termasuk saya
      Travel : Kakaban Tour (www.kakaban.co.id)
      Biaya trip : Silahkan kontek saya untuk sekedar info 0818986510 atau bisa langsung kontek Kakaban Tour.

      All picture taken by iPhone 5S, not a pro camera. So perhaps some picture is not too sharp.
      Except for underwater photo, is taken by Nikon Powershot G12 with underwater casing.


      Setelah berdebat panjang tentang tujuan liburan kami di bulan April, akhirnya kami memutuskan untuk liburan ke Derawan. Berhubung ini perjalanan pertama kami ke Derawan, kami memutuskan memakai jasa travel supaya semua lancar. Travel yang kami pilih adalah Kakaban Tour.

      And now is the story

      DAY 1 : 17 April 2014

      Kami ber 6 berangkat dari Jakarta dengan pesawat Lion Air jam 5 pagi. Bisa dikatakan ini penerbangan paling pagi menuju Tarakan. Iya, kami memutuskan untuk mengambil jalur Jakarta – Tarakan – Derawan.

      Jalur lainnya sebagai alternatif adalah Jakarta – Balikpapan – Berau – Derawan. Namun, jalur alternatif ini terlalu panjang dan berpotensi membuat kita lelah di jalan. Tapi tergantung Anda lagi mau pilih jalur mana.

      Perjalanan ditempuh kurang lebih 3,5 jam dan kami tiba di Tarakan sekitar jam 9 pagi. Sesampainya di Tarakan, kami disambut oleh Guide kami, Mas Ryan. Dari bandara, Mas Ryan mengajak kami untuk sarapan dulu sebelum menyeberang ke Derawan karena perjalanan ke Derawan akan menempuh waktu selama 3 jam.


      Bandara Internasional Juwata Tarakan, Kalimantan Utara (KalTara)

      Usai sarapan, kami pun memutuskan mengisi perbekalan selama disana. Cemilan, minuman, peralatan mandi, dsb, yang kami pikir akan sulit didapatkan disana. Pukul 11 siang, kami tiba di Pelabuhan Tengkayu Tarakan untuk menyeberang ke Derawan. Kapal yang kami gunakan untuk menyeberang adalah speedboat fiber bermesin tunggal dengan kapasitas 250 HP.

       

      Berhubung kami menggunakan jasa travel, maka speedboat kami pun telah dicarter hanya untuk kami saja. Saya tidak tahu dengan prosedur travel lainnya, tapi travel yang kami pakai mencarter speedboat hanya untuk kami.

      Tepat pukul 11.30 WITA kami berangkat menuju Derawan menggunakan speedboat. Keadaan laut saat itu cukup tenang sehingga kapal dapat dilaju cukup kencang, kurang lebih sekitar 70-80 km/jam. Namun karena laju kapal yang cepat, membuat hentakan badan speedboat dengan permuakaan air, menjadi lebih keras. Untung saya sudah minum Anti*o, sehingga tinggal pasrah dengan efek biusnya.. 



      Walaupun trip kami ini ke Derawan, namun kami menginap di Pulau Maratua. Kurang lebih sekitar 1 jam dari Pulau Derawan. Tarakan – Derawan = 2,5 jam + 1 jam ke Maratua = 3,5 jam.

      Jam tangan saya menunjukan pukul 16.00 WITA saat kami tiba di Maratua. Sebagai info, Maratua dikhususkan kepada para tamu yang hobi diving. Sehingga saat Anda ke Maratua, mereka memiliki diving set yang lengkap untuk disewa oleh para tamu seperti snorkel, masker, fin, BCD, Nitrox, dll. Namun jika Anda hanya sekedar snorkeling, membawa set snorkeling Anda sendiri sangat disarankan agar Anda lebih puas & tenang liburannya.

         
       
      Di Maratua hanya ada 1 penginapan yaitu Maratua Paradise Resort. Kelebihan resort ini adalah vila penginapannya berada di atas laut. Ada juga vila yang berada di tepi pantai, namun hanya ada 8 unit saja. Bagi Anda yang ingin mendapatkan “perfect runawayâ€, tempat ini sangat direkomendasikan.

       

      Setibanya kami di resort, kami langsung menuju vila masing-masing untuk beristirahat. Khusus buat saya, saya perlu menyadarkan diri dari bius Anti*o.

      Pukul 17.30 WITA kami sudah siap-siap untuk menyambut sunset pertama kami di Maratua. Sepanjang garis horizon, kami hanya melihat hamparan laut yang jernih dan tenang. Tidak ada ombak yang menggulung.

      Dan sang Mentari Senja pun tiba dengan anggunnya di Maratua.

          
      Tidak ada dari kami yang mampu menyimpan hp di kantong. Selama 1 jam, kami semua begitu damai dalam posisi seperti tripod. Kami baru beranjak darI spot kami, setelah Mas Ryan (guide) kami mengundang kami untuk bersiap makan malam di resto apung.



      Semua di Maratua Paradise Resort, berada di atas laut, termasuk restorannya. Sebuah pengalaman yang seru saat kita menyantap ikan bakar sambil diliatin oleh si ikan yang asik berenang. Mungkin dalam hatinya sang ikan, “Titip sodara gw di perut lo yeee…â€

      Meminjam slogan Cherrybelle, hari pertama di Maratua, kami lalui dengan ISTIMEWAAAAA.. 

      DAY 2 : 18 April 2014

      Hari itu kami bangun sangat pagi. Bukan untuk mengejar sunrise, tapi untuk mengejar Pari Manta. Ya, hari itu kami menuju Pulau Sangalaki dimana disekitar pulau tersebut adalah tempat favorit para Pari Manta untuk muncul ke permukaan.
       
      Start pukul 8 pagi dari resort, speedboat kami mulai melaju kearah Sangalaki. Baru setengah perjalanan, kapten kapal melambatkan laju speedboatnya. Kami pikir kami akan snorkeling di tengah laut, namun teriakan semangat sang kapten membuat kami mengeluarkan seluruh perlengkapan foto.

      Lumba-lumba arah kiri 

      Benar saja. Terlihat kawanan lumba-lumba dari kejauhan. Sirip punggung mereka, bergantian muncul di permukaan. Lalu menghilang. Harapan bertemu lumba-lumba dari jarak dekat pupus sudah.

      Namun, tak lama kemudian, terdengar seperti orang bersiul yang lambat laun mendekat ke arah speedboat kami. Ternyata kawanan lumba-lumba tersebut berenang kearah kami, lalu mensejajarkan diri dengan kecepatan speedboat.

      Saya hitung ada sekitar 10-15 ekor lumba-lumba pagi itu yang menyambut kami. Mereka pun tak malu-malu menampakan diri. Dari berenang hanya sejarak 1 lengan saja dari speedboat hingga loncat akrobatik di atas permukaan air. Mereka seperti bisa membaca perasaan kami yang ingin melihat mereka lebih dekat.

       

      Hampir selama 30 menit lamanya, para kawanan lumba-lumba berenang di segala penjuru kapal, hingga akhirnya menghilang. Tak apalah, akhirnya kami melihat lumba-lumba dari jarak yang sangat dekat untuk beberapa waktu lamanya. Membuat semangat pagi itu semakin bergelora.

      Namun sayang, kami tidak bertemu sang Pari Manta karena kondisi laut saat itu sedang surut. It was not our lucky day.

      Tak lama kemudian, kami tiba di Pulau Sangalaki. Sekedar informasi, Sangalaki adalah pusat penetasan tukik penyu. Menetas pada pagi dini hari dan dilepaskan sore harinya. Tujuannya jelas, menjaga penyu dari kepunahan, dari mangsa predator (musang & biawak), serta dari pencurian telur. Saat ini telur penyu sudah dilindungi oleh undang-undang sehingga perlu tindakan nyata untuk menjaga telur-telur ini dari tangan jahil. Dan mereka di Sangalaki, sudah memulainya dari bertahun lamanya.

         

      Tapi narsis tetap wajib hukumnya..

      Setelah selesai berjumpa dengan para tukik, kami melanjutkan perjalanan ke spot diving pertama. Namun, karena kami semua belum menjadi Diver berlisensi, maka kami hanya melakukan snorkeling saja.

      Spot pertama di Sangalaki sungguh menawan. Ditunjang oleh cuaca cerah saat itu, jarak pandang ke dalam air sangat jelas. Kami bisa melihat dasar karang yang berjarak sekitar 5-7 meteran. 

      Berhubung ini adalah kali kami pertama nyemplung di perairan Derawan, maka 15 menit pertama lebih kepada penyesuaian diri terlebih dahulu. Arah arus, kuat arus, arah angin, menjadi salah satu pertimbangan kami saat itu. Kami beruntung dipandu guide professional yang juga seorang Diver Berlisensi AOW (Advanced Open Water), sehingga kami lebih merasa aman. Walau sertifikasi Mas Ryan "baru" sampai AOW, tapi jumlah dive-log nya sudah banyak. Ditambah Mas Ryan adalah orang asli Maratua.

      Kadar garam di perairan Derawan, termasuk tinggi. Sehingga untuk sekedar melakukan freedive, cukup membutuhkan usaha ektra. Tapi itu semua terbayar dengan pemandangan bawah laut yang menakjubkan.

         

      Setelah 1 jam kami snorkeling disana, naga di perut meraung-raung meminta jatah makan. Jadilah kita mlipir ke Pulau Derawan. Di Derawan kami hanya sekedar makan siang dan istirahat, setelah itu lanjut snorkeling di Pulau Derawan.

      Di Derawan, rencananya kami akan bermain bersama penyu. Jika melihat penyu saat di darat atau sedang bertelur, kami sudah sering melihatnya. Berenang bareng penyu ? That would be awesome!

       

      Selesai bermain bersama penyu, kami lanjut ke Pulau Pasir. Dikatakan Pulau Pasir karena sebenarnya ini adalah dasar laut saat air pasang. Saat air surut, maka timbullah si pasir ini sehingga seperti pulau.

      Pulau Pasir salah 1 spot keren untuk foto-foto. Pasir putih, air jernih kebiruan, view sekitar yang OK, jadilah 1 paket foto keren.

           

      Setelah puas bermain di Pulau Pasir, kami kembali ke Maratua untuk mandi, beristirahat dan siap menyambut sunset kembali. Oleh-oleh hari kedua adalah.. gosong!

      DAY 3 : 19 April 2014

      Inilah hari yang paling kami tunggu karena hari ini kami mengunjungi Pulau Kakaban. Pulau atol yang terkenal karena penghuni ajaibnya, yang tak lain tak bukan adalah Ubur-Ubur Tak Berbahaya.

      Ubur-ubur pada umumnya akan menyebabkan gatal dan panas pada kulit, apabila sulurnya terkena kulit kita. Namun, di Pulau Kakaban, mereka tidak menularkan gatalnya.

      Setelah speedboat merapat di dermaga, kami masih harus trekking sekitar 5 menit berjalan kaki. Trek nya adalah tangga kayu berkontur. Ada bagian yang menanjak, datar, dan turunan.

      Kami begitu tak sabaran untuk nyemplung bersama para ubur-ubur, begitu kami tiba di tepian danau Kakaban. Dari atas dermaga di pinggir danau, kita bahkan sudah bisa melihat rombongan ubur-ubur yang sedang berenang santai. Sepertinya hidup mereka begitu indah, tanpa perlu memikirkan meeting proyek..

      Perlu dipatuhi peraturan snorkeling di Danau Kakaban : Pertama, tidak boleh menggunakan fin karena ubur-ubur termasuk hewan yang fragile & kalau pakai fin, ubur-ubur akan tersapu kibasan fin kita. 

      Kedua, tidak boleh nyemplung masuk danau dengan loncat. Itu semua demi kelangsungan hidup para ubur-ubur & agar danau tidak menjadi keruh. Ketiga, berenanglah dengan sesantai mungkin. Ya, santai saja seperti ubur-ubur.

      Sekarang, mari kita nyemplung.
       

       
      Sungguh beda rasanya berenang bersama ubur-ubur. Terakhir saya berenang bersama ubur-ubur, saya harus pake salep kulit sekujur badan setelah berenang…

      Ada 3 jenis ubur-ubur di Danau Kakaban. Jenis ubur-ubur berukuran normal (sekepalan tangan) berwarna oranye cerah, jenis ubur-ubur mini, dan jenis ubur-ubur transparan.

         

      Snorkling semakin ke tengan danau, akan semakin banyak ubur-ubur yang kita jumpai. Pada umumnya, pengunjung hanya nyemplung di pinggiran danau saja sehingga area tersebut menjadi sangat keruh.

      Bermain bersama ubur-ubur ramah, sungguh damai. Waktu seolah berhenti. Saya sampai perlu dipanggil untuk diingatkan bahwa sudah waktunya lanjut ke spot berikutnya.

      Guide kami bilang kepada kami bahwa spot snorkeling berikutnya adalah yang the best dari Kakaban. Tempat itu disebutnya Wall Point. Ternyata spot nya hanya berjarak 100 meter dari dermaga Pulau Kakaban.

      Setibanya di spot, kami melihat coral yang cantik dari atas speedboat. Kondisi cuaca saat itu memang sedang cerah sehingga kami bisa melihat hingga ke dasar.

      Kejutan tiba saat kami semua sudah nyemplung. Saat sedang asik menelusuri jalur coral, kami dikejutkan oleh kontur coral yang semakin turun ke dalam. Namun, karena rasa penasaran kami lebih besar, kami terus maju. Dan kami pun tersadar kenapa itu disebut Wall Point.

      Wall Point adalah istilah untuk coral yang berjejer secara vertikal hingga membentuk seperti dinding besar. Ditambah dengan warna coral yang terang dan ikan berwarna cerah yang hilir mudik di depan masker kami, membuat Wall Point mendapat 4 jempol dari kami. 

      Bisa dikatakan Wall Point seperti palung di samudra. Namun sebenarnya ini adalah “kaki†dari si pulau atol Kakaban.
       
             
       
      Memang benar trip ke Derawan ini adalah pengalaman yang luar biasa. Kami selalu disuguhi pemandangan bawah laut yang memang luar biasa. Saya belum bisa membandingkan dengan Raja Ampat, Wakatobi, atau Bunaken, karena saya belum pernah ke 3 tempat yang disebutkan tadi. 

      Kurang lebih kami menghabiskan waktu 2 jam di Wall Point karena its so stunning! Ada rasa belum puas saat harus menyudahi petualangan di Wall Point. Namun, time is up dan siap lanjut ke spot 3, yaitu Kakaban Lagoon.

      Kakaban Lagoon adalah seperti sungai yang terjebak di dalam pulau karang. Terjebak karena kondisi surut & baru mengalir kembali saat pasang. Untuk mencapai Kakaban Lagoon, kita harus memanjat karang secara vertikal dengan tangga kayu & sedikit rock climbing. Betul-betul rock climbing! 



      Setibanya di atas, kami disuguhi lokasi yang super-duper-keren. Biru air, pasir putih, hijaunya pohon, dan kesunyian. It's a perfect a place to hide! 
      Namun, tak berarti tak ada gangguan. Nyamuknya cukup banyak. Ga ada pilihan selain pasrah..

        

      Dari Kakaban, kami kembali menuju Maratua untuk makan siang dan beristirahat. Tepat pukul 2 siang, kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Nabucco.

      Sebagai informasi, Pulau Nabucco adalah pulau resort yang diperuntukan bagi wisatawan berkantong tebal. Kantong kami pun tak kalah tebal, hanya saja tebal oleh bon

      Pulau Nabucco terletak berjarak 30 menit dengan speedboat dari Maratua. Secara administrasi, Nabucco masih 1 kelurahan dengan Maratua. Ke Nabucco pun, hanya mengitari Maratua saja.

      Setelah menerjang ombak yang cukup tinggi untuk menuju Nabucco, akhirnya kami pun tiba disana. Kondisi nya sungguh terpencil dan jauh dari keramaian. Untuk yang mengincar suasana sepi, Nabucco bisa menjadi pilihan tempat menginap. Bagi kami, Nabucco terlalu sepi. Dan terlalu mahal...

      Untuk view, Nabucco punya nilai tawar yang tinggi untuk itu. Air sebening kaca dan pasir putih, menjadi latar foto kami. Ya, yang kami lakukan hanya berfoto disana. Foto, foto, foto, dan foto. Disini wajib narsis, atau menyesal telah tidak menjadi narsis.

            

      Kami hanya menghabiskan waktu selama 1 jam saja di Nabucco karena kami ingin bermain air di pantai Maratua. Jadilah sore itu kami kembali ke Maratua, snorkelng santai dan bersiap mengabadikan sunset terakhir sebelum esok hari kembali ke dunia nyata.
       
      DAY 4 : 20 April 2014

      Inilah hari tergalau. Galau karena kami tidak mau kembali ke Jakarta. Tapi kalau tidak kembali, mau makan apa besok…

      Berfoto dulu di dermaga Maratua sambil mengucap dalam hati bahwa ini bukan perjalanan terakhir ke Derawan. Ini hanya awal dari trip Derawan berikutnya.



      Speedboat pun perlahan meninggalkan dermaga Maratua. Tidak ada satu pun dari kami yang melepaskan pandangannya dari Maratua. Tempat kami berenam menghitamkan kulit.

      Semua terdiam.

      Sekitar pukul 12 siang, kami tiba di Pelabuhan Tengkayu, Tarakan. Menaiki bus penjemput pun dengan badan lemas. Lemas karena masih ingin liburan.

      Mas Ryan sebagai guide kami, membaca air muka kami. Tanpa sepengetahuan kami, Mas Ryan memerintahkan sang sopir menuju Hutan Bakau Kota di tengah kota Tarakan.

      Kondisi bakaunya sangat terjaga dan semangat kami mulai kembali. Kenarsisan kami mulai datang lagi. Bahkan kami pun bertemu para rombongan Bekantan. Tau Bekantan ? Monyet berhidung panjang yang dijadikan maskot oleh Dufan.

       

      Akhirnya jam menunjukan pukul 1.30 siang. Waktunya kami menuju bandara karena pesawat kami akan berangkat pukul 3 sore.

      Berpamitan di bandara pun terasa berat bagi Mas Ryan. Walau dia mencoba tegar, terlihat bahwa matanya berkaca-kaca. Semoga kami meninggalkan kesan yang baik kepadanya, agar kalau kami kembali ke Derawan, Mas Ryan mau menemani kami lagi.

      Kami pun sangat berterima kasih kepada Mas Ryan karena telah begitu perhatian, sabar, dan telaten kepada kami selama di Derawan.

      Kami menaiki pesawat Lion Air. Walau duduk kami pada 1 deret yang sama, kami hanya bisa tersenyum kepada 1 sama lain. Bahkan kami cuma bisa termenung saat mentari senja mengiringi perjalanan pulang kami. 
       
      "Kenapa liburannya harus usai sedemikian cepatnya.. "

       




      Derawan, we will meet again
       
      cc @deffa @Jalan2 @d_iis @astinsoekanto
    • By petrus.sitepu
      Keindahan 3 Gili dan pantai kuta mandalika di bagian barat dari pulau Nusa Tenggara ibarat mutiara yang tersimpan baik dan rapi yang sangat disukai oleh wisatawan asing.
      Kota lombok atau yang lebih terkenal dengan sebutan pulau dengan seribu masjid ini memiliki spot wisata yang tidak kalah menarik dengan pulau dewata. Tapi sayangnya keindahannya ini tidak dinikmati baik oleh wisatawan domestik.
      Apakah ada pernah nama pantai kuta mandalika, pantai yang belakang ini menjadi trending topik di sosial media. Pantai kuta mandalika adalah pantai yang baru ini diresmikan presiden Joko Widodo, pantai ini diprediksi akan menyaingi kesuksesan dari pantai kuta di pulau dewata. Pantai ini sudah dilengkapi oleh tempat makan dan juga penginapan yang tentunya akan memudahkan wisatawan yang akan menikmati pantai kuta madalika. Jarak  yang perlu ditempuh dari kota lombok menuju pantai kuta mandalika sejauh + 39KM. Anda tidak perlu kuatir karena jalan yang akan ditempuh sudah cukup baik dan anda akan merasa nyaman untuk menuju pantai kuta mandalika.
      Menunggu matahari terbenam sambil membaca buku dan menikmati segelas es kopi bisa menjadi salah satu pilihan aktivitas anda. Bentangan pasir putih dan juga arus ombak yang tidak terlalu deras akan membuat anda betah untuk bermalas-malasan disini.
      Tentunya tidak hanya pantai kuta mandalika, ada pula 3 gili yang bisa  anda kunjungi ketika berada di kota lombok. Gili trawangan, gili meno dan gili air merupakan nama dari 3 gili yang eksotik tersebut. Gili sendiri diartikan dengan pulau kecil.

      Gili Trawangan menjadi salah satu pulau yang paling sering dijadikan base ketika ingin meng-explore keeksotisan 3 gili tersebut. Anda tidak perlu kuatir untuk masalah penginapan ketika anda ingin meng-explore 3 gili karena di gili trawangan banyak pilihan hotel ataupun hostel (guest house) yang bisa anda pilih yang  dikelola baik oleh warga lokal atau turis asing. Ada beberapa hotel yang dikelola oleh turis asing menyediakan juga jasa untuk diving dengan harga yang bervariasi tergantung pilihan anda.
      Apabila anda ingin snorkeling di gili trawangan terdapat juga penawarkan paket untuk snorkeling di gili trawangan, gili air dan gili meno. Anda hanya cukup membayar Rp 100,000 anda sudah mendapatkan perlengkapan untuk snorkeling. Paket ini cukup menarik khususnya untuk backpacker yang ingin sekali  mengexplore keindahan bawah laut dari gili trawangan, gili meno dan gili air.
      Aktivitas lain yang ada harus lakukan ketika anda berada di gili trawangan yaitu menikmati matahari terbenam, karena gili trawangan merupakan spot yang terbaik untuk melihat matahari terbenam. Ada 2 cara anda untuk menikmati matahari terbenam yaitu dengan bersepeda mengelilingi gili trawangan ataupun duduk santai di sebuah cafe yang tersebar rapi dan cantik di sepanjang pinggir pantai gili trawangan.
      Cafe -cafe pinggir pantai tersebut juga memutarkan musik dan menyediakan spot foto yang menarik untuk mengabadikan memori anda selama di gili trawangan atau mensharing keberadaan anda di sosial media
      Selamat menikmati pantai kuta mandalika dan 3 gili, karena Indonesia lebih baik. 
      (www.jelajahtanpajejak.com)

    • By Barajiwa Patria Soedarmo
      Hallloo agan dan aganwati sekalian berjumpa lagi bersama ane sang travler super sejati:ngakak . Di perjalanan ini ane mau ajak agan liburan ke Lombok, NTB tepatnya ke Sengigi, dan 3 Gili:matabelo . Bukan seperti perjalanan sebelumnya ane selalu ditemani oleh temen-temen ane tapi kali ini ane liburan bersama keluarga ane:2thumbup . Seperti biasa ane mau memperlihatkan map Lombok dulu ya gan:wow

      Ane mau ajak agan dan aganwati ke tempat yang indah yang terletak di Baratnya Lombok tepatnya di daerah Senggigi, Pulau Gili yang berada di sebelahnya dan juga anak kaki gunung Rinjani:2thumbup . Sebelum itu ane mau memperkanalkan anggota keluarga ane dalam perjalanan ini:cool


      Karena sibuk foto keluarga, buat trit, dan buat Vlog ane lupa foto sendiri:ngakak



      Perajalanan ane bersama ane dan keluarga berlangsung selama 3 hari untuk lengkapnya nyok kita simak ceritanya:2thumbup
      Day 1, 28 Mei 2016
      Perjalanan ane dari Lombok dimulai dari persiapan barang-barang yang mau ane bawa selama 3 hari dan barangnya adalah
      Koper:
      1. Baju 7
      2. Celana 7
      3. Anduk
      4. Peralatan Sholat
      Tas Camera
      1. Canon 70D
      2. Lens Canon 10-18mm
      3. Lens Canon 50mm
      4. Lens Canon 18-55mm
      5. Mic Rode Video Go Rycote
      6. 2 Baterai Cadangan Canon 70D
      7. Baterai Cadangan Mic Rode
      8. GoPro 4 Black
      9. Laptop Dell
      10. Gorilla Pod
      11. Powerbank
      12. All Charger
      13. Pembersih Lensa
      14. HDD WDC 1TB
      Setelah ane rasa lengkap bawaannya ane berangkat dari rumah jam 07.00 WIB untuk mengejar penerbangan ke Surabaya jam 08.45 WIB dengan dianter temen ane dari Tembalang, Semarang:matabelo

      Perjalanan dari Tembalang ke Bandara Ahmad Yani hanya menempuh 45 menit jadi kami masi sempat cek in di Bandara ontime:2thumbup


      Masi banyak waktu ane dan adek ane jadi kami memutuskan untuk santai dulu buat sarapan pagi karena perut ane masi lapar maklum belum makan gan:ngakak . Secangkir Green Tea Latte hangat dan makan telur keju ane lupa namanya udah buat ane kenyang kok:matabelo

      Jam sudah menunjukan jam 08.45 WIB saatnya kami untuk naik pesawat Sriwijya Air yang akan mengantarkan kami ke tempat transit yaitu Bandara Juanda di Surabaya:ngacir2


      Perjalanan dari Semarang menuju Surabaya hanya memerlukan waktu 45 menit karena memang jaraknya yang tidak begitu jauh jika menggunakan pesawat.:lehuga . Ini kali pertama ane menginjakan kaki di Bandara Juanda, ane rasa Bandara Juanda mempunyai tempat yang nyaman untuk transit disana:matabelo


      Di Bandara kami mencari tempat untuk santai lagi dan setelah dicari-cari kami menemukan tempat santai yaitu Dunkin Donuts:matabelo


      Akhirnya jam keberangkatan kami ke Lombok sudah dekat kami mulai cek in dahulu untuk pesawat board jam 13.00 WIB :cool

      Akhirnya kami sudah bisa santai di Pesawat Sriwijaya Air :lehuga

      Setelah perjalanan panjang akhirnya kami bisa sampai di Lombok jam 14.50 WITA. Lelah yang kami rasakan seolah hilang karena terbayar rasa exited kami ke Lombok:2thumbup

      Perjalanan kami dilanjutkan dengan Taxi menuju Hotel Sheraton di Sengigi. Menurut ane sepanjang jalan overall sudah bagus karena pemerintah Lombok sudah menerapkan pembangunan tepat untuk kemajuan pariwisata Lombok:matabelo :matabelo


      Perjalanan menuju Hotel Sheraton ditempuh dengan waktu 2,5 jam karena jaraknya yang cukup jauh:nohope walaupun jalannya udah bagus cuman jauh ya mau gimana lagi gan:2thumbup tapi ane tetep seneng karena bisa liat pemandangan Lombok. Akhirnya kami sampai di Hotel Sheraton Senggigi dan bayar 250ribu rupiah ke taxi. Di Hotel Sheraton inilah ane dan adik ane bertemu dengan kedua ortu ane :salaman. Dan inilah Hotel Sheraton Senggigi





      Hotel Sehraton juga punya Pantai pribadi loh gan:matabelo :matabelo


      Malamnya kami sekeluarga tidak lupa untuk menyantap makanan khas Lombok yaitu ayam Taliwang yang enak pastinya:2thumbup di rumah makan Nada Alam Nyaman


      Day 2, 29 Mei 2016
      Di hari kedua dimulai dari sarapan di Hotel Sheraton :2thumbup yang pasti enak karena menurut pendapat ane makanan hotel itu mencerminkan kualitas hotel tersebut:wow

      Setelah makan yang kenyang kami bersiap-siap untuk perjalanan hari ini. Perjalanan pertama kami adalah ke air Terjun Sendang Gile di kaki Gunung Rinjani yang katanya bagus:matabelo . Perjalanan ane kesana ditempuh dalam waktu 2 jam dari Hotel:cd: . Nah inilah air Terjunnya beserta trek menuju kesana




      Perjalanan kami dilanjutkan menuju Puncak Desa Sembalun yang dulu pernah jadi shooting Jalan-Jalan Men:matabelo . Perjalanan kesana kami bisa melihat Gunung Rinjani lenih dekat loh:2thumbup


      Akhirnya kita tiba di Taman Wisata Pusuk Sembalun yang merupakan puncak tertinggi di Sembalun:wow . Perjalanan kesana harus ditempuh dengan mobil yang tenaganya kuat karena jalannya yang cukup menanjak tinggi:mewek dan banyak jurang:cd: oiya ditambah lagi ane juga kurang hoki karena cuaca menjadi hujan dan licin:cool


      Setelah kita puas taman Wisata Pusuk Sembalun kita pulang jam 13.00 dan mencari makan. Namun kami mencari sampai jam 17.00 tepatnya di Sengigi baru dapet makanan yang sesuai dengan keinginan kami:mewek . Jadi kami makan di Rumah Makan New Furama Senggigi


      Dan Setelah makan kami kembali ke Hotel Sheraton dan membayar jasa antar mobil itu sebesar 600ribu
      Day 3, 30 Mei 2016
      Perjalanan hari ini dimulai dengan naik kapal dari Senggigi menuju Gili Trawangan:matabelo . Kapal yang kami naiki adalah kapal speedboat yang kami bayar 600ribu PP padahal harga aslinya 900ribu jadi ketika disana ane bisa kasih saran harus jago nawar biar murah:wow . Perjalanan dari Senggigi menuju Gili Trawangan dengan Speedboat hanya 10 menit beda dengan Kapal Publik yang menempuh waktu 40 menit:lehuga . Akhirnya kami tiba di Gili Trawangan




      Setelah kita sampai di Gili Trawangan kami mencari paket snorkling yang buat umum saja agar rame dan lebih murah pastinya:lehuga . Harga paket snorkling ke 3 spot itu sebesar 100ribu :sup: dan diisi oleh 50 orang 1 kapal:travel :wow


      Setalah kami snorkling di 2 spot kapal merapat ke Gili Air untuk makan siang:2thumbup kebetulan perut ane sudah lapar gan:wakaka dan kami makan di Rumah Makan Pongkor, Gili air


      Setelah kenyang baru ane bisa motret Gili Air:motret :wakaka



      Setelah makan kami snorkling di satu tempat lagi dan di spot itu ane terbawa arus laut:takut:nohope  , ane renang terus menuju kapal namun tidak sampe-sampe untuk ada orang yang menolong ane:matabelo . Akhirnya ane dibawa ke spot yang bukan arus liar dan ane bisa kembali lagi ke kapal:cool . Setelah sampai di Gili Trawangan lagi kami melanjutkan pencarian tempat sunset yang bagus:2thumbup , kata Bunga adek ane ada hotel Sunset yang bagus dengan ayunan di lautnya namun kata pak kusir ayunan itu sudah tidak ada di hotel Ombak Sunset:mewek , Jadi kami pindah ke Pandawa untuk melihat Sunset. Inilah foto andong dan Pandawa



      Akhirnya malampun tiba kami dijemput kembali oleh speedboat jam 18.30 WITA dan akhirnya ane bisa foto Gili Trawangan di malam sebelum berpisah:motret :matabelo


      Day 4, 31 Mei 2016
      Yah udah hari ke4:mewek berat langkah kami meninggalkan pulau yang penuh dengan keindahan ini:sorry


      Sebelum kami ke BAndara Lombok dengan menggunakan Taxi kami pergi ke beberapa tempat seperti pusat oleh makanan dodol rumput laut, rumah adat Lombok, dan makan dulu di rumah makan yang belum sempet ane foto karena lupa:wakaka . Namun jangan sedih karena video lengkap perjalanan ada di Travel Vlog #2: Lombok nonton yah gan:2thumbup
      Jadi inilah sepenggal cerita perjalanan ane di Lombok, ane pribadi merasa Lombok masi akan lebih berkembang lagi bahkan bisa mengalahkan Bali dikemudian hari. Akhir kata ane ucapkan
      SALAM TRAVLER

       
    • By Endar
      Lombok tidak hanya diberikan keindahan pada pesisir pantainya, tapi juga pada dataran tingginya yang tidak kalah indah. Menjelajahi Lombok Timur, kawasan dataran tinggi Sembalun tidak hanya menjadi salah satu pintu masuk pendakian gunung Rinjani. Sembalun, dataran tinggi yang dikelilingi oleh bukit-bukit berbalut padang rumput ini menyimpan begitu banyak pesona. Bukit pergasingan salah satunya. Berada pada bukit dengan ketinggian 1700mdpl ini kita dapat melihat cantiknya Rinjani dipadu dengan indahnya formasi perkebunan buah dan sayur masyarakat Sembalun.

      Lelah berkendara tiga jam dari Sekotong ke Sembalun, bergelut dengan truk-truk besar, melewati jalan berkelak-kelok dan harus berhati-hati dengan kawanan monyet yang menyeberang setelah memasuki kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, tidak menghilangkan semangat saya untuk mendaki Pergasingan.  Setelah menyiapkan bekal dan peralatan untuk bermalam di Pergasingan saya siap untuk mendaki di malam hari. Pendakian saya ditemani oleh satu orang warga asli Sembalun, Pak Agus, yang lebih sering menemani pendakian ke Rinjani dari pada Pergasingan. Bisa dibilang ini pendakian Beliau ke Pergasingan setelah beberapa belas tahun lalu.

      Jika membawa kendaraan, terdapat parkir motor di akhir perkampungan warga sebelum memasuki pintu masuk. Begitu juga untuk yang membawa mobil, tapi untuk mobil tidak terdapat parkiran tertutup hanya di pinggir jalan saja. Saya memulai pendakian sekitar pukul delapan malam dan bertemu dengan penjaga pintu pendakian Pergasingan di tengah jalan perjalanan saat mereka akan pulang. Restribusi sepuluh ribu rupiah per orang dan mereka memberikan nomor yang dapat dihubungi jika terjadi sesuatu. Saya senang karena bukan tergolong pungutan liar yang tidak bertanggung jawab.
      Lima menit berjalan dari tempat parkir ke pintu masuk. Pendakian awal adalah anak tangga yang sebenarnya lebih melelahkan dibanding dengan jalan tanah biasa. Pendakian awal tergolong terjal namun masih terdapat area pijakan dan batu untuk berpegang yang cukup membantu. Semakin ke atas pendakian semakin landai karena memasuki bagian atas bukit. Malam itu terang bulan jadi cukup membantu saya untuk melihat jalur pendakian. Setelah 45 menit mendaki, sudah terlihat kelap-kelip lampu kemah para pendaki yang menambah semangat saya tapi juga menjadi sugesti bahwa pendakian sebentar lagi. Target pendakian dua jam dapat dipercepat menjadi satu setengah jam.

      Mencari tempat mendirikan tenda cukup sulit karena saat itu ramai dan kami tidak cukup mengenal area Pergasingan. Akhirnya kami memutuskan untuk mendirikan tenda di dekat jalur akhir pendakian walaupun angin secara langsung menerpa tenda. Tenda selesai dan teh hangat datang. Setelah cukup beristirahat saya coba untuk keluar menikmati taburan bintang. Memesona sekali, sinar bulan terang saat itu tidak mengurangi keindahan bintang. Tidak puas kalau tidak mengabadikan momen ini. Angin bertiup semakin kencang dan udara semakin dingin. Akhirnya saya menyerah, kamera saya biarkan di luar untuk foto time lapse dan saya beristirahat..

      Pagi hari waktunya menikmati pesona lain, matahari terbit. Saya sedikit berjalan ke timur bersama pendaki lainnya. Sayangnya cuaca tidak begitu mendukung, awan di timur menutupi matahari terbit. Namun pagi yang semakin terang semakin memperjelas indahnya Pergasingan. Rinjani benar-benar megah terpapar oleh kuningnya matahari pagi dan Sembalun benar-benar elok dengan polesan kabut tipis. Saya takjub, saya terpesona.
      Cukup lama kami berfoto dan kembali ke tenda. Banyak yang mulai membereskan tenda dan turun menghindari perjalanan di siang hari karena kondisi jalur tanpa pohon menjadikan perjalanan yang dapat sangat panas di siang hari. Setelah sarapan mie instan dan minum teh hangat kami membereskan tenda dan turun.
      Kurang memang rasanya jika hanya satu hari di Sembalun karena masih banyak tempat-tempat memesona lainnya. Lain kali, lain waktu, lain suasana saya akan ke tempat ini lagi. Semoga tetap lestari.
    • By Linda Kusumo
      Hayooo ... siapa yang hobinya selfie-selfie ... ? Nah, kalo itu kamu dan lagi mampir di kota Malang, wah ... pas banget, tuh ... moment-nya. Soalnya ada sebuah lokasi buat selfie-selfie sampai sepuas hatimu , loh ... Namanya Kampung Warna-Warni Jodipan. Apaan, tuh ... ???
      Okelah ...  Ada istilah tak kenal maka tak sayang, ya. Jadi kita intip dulu, yuk ... sejarah terbentuknya Kampung Warna-Warni ini ...
      Berawal dari sekelompok mahasiswa Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yaitu GuysPro yang harus mengerjakan tugas kuliah praktikum PR dan Event Management di kampusnya. Mereka harus menggandeng klien yang nyata, loh ... Akhir kata mereka mendapatkan klien dari perusahaan cat Indana Paint yang punya pabrik di kota Malang. Pada tanggal 4 Mei 2016 mereka mempresentasikan rencana mewarnai kampung Jodipan di depan direksi Indana Paint.
      Sebelum dicat dengan tema "Decofresh Warnai Jodipan",  warga kampung Jodipan melakukan kerja bakti terlebih dulu untuk membersihkan kampung, baru kemudian dicat oleh tukang dan dengan cat yang keduanya sudah disiapkan oleh pihak Indana Paint. Ternyata ide ini justru menjadikan Kampung Jodipan sebagai salah satu tujuan wisata Kota Malang, loh ... Selain mengubah perilaku kurang baik dari warganya yang semula sering buang sampah sembarangan, keberadaan Kampung Warna-Warni ini ternyata juga dapat meningkatkan perekonomian warganya (suryamalang.tribunnews.com/5 September 2016). Nah ... Sekarang kita ulas kampungnya, ya ...
      Sebetulnya pintu masuk ke Kampung Warna-Warni ini ada 2, ya ... Cuma bagi kamu yang dari luar kota Malang, sebaiknya masuk dari Kampung Tridi saja yang jaraknya tidak jauh dari stasiun Kota Baru Malang. Apa lagi sih, Kampung Tridi itu ?
      Jadi Kampung Tridi itu berseberangan dengan Kampung Warna-Warni yang hanya dipisahkan dengan Sungai Brantas. Sesudah Kampung Warna-Warni booming, Kampung Tridi ini segera berbenah diri juga, ya ... Selain pemukiman penduduknya dicat warna-warni trus digambari juga dengan (maunya) gambar 3 dimensi. Cuma, ya ... jangan berharap lebih sama kualitas gambarnya, ya ... Maklumlah ... HTM-nya juga cuma Rp.2.500,- aja, sedangkan HTM Kampung Warna-Warni cuma Rp.2.000,- (jadi terlalu sadis kayaknya kalo kualitas gambarnya dibandingin sama museum 3D yang HTM-nya bisa puluhan ribu sampe seratusan ribu itu, loh ...hehehe ....).
      Pada tanggal 9 Oktober 2017, jembatan kaca yang menjadi penghubung antara Kampung Warna-Warni dan Kampung Tridi diresmikan oleh Walikota Malang. Jembatan ini memiliki panjang 25 meter dan lebar 1,25 meter dan mampu menampung 50 orang. Inspirasinya, sih mengambil dari jembatan kaca di Tiongkok. Tapi memang gak seluruh lantai jembatannya dari kaca, ya ... Cuma sedikit saja, kok ... di tengahnya. Jadi gak usah ngeri, deh  pas melewatinya.
      Kalo kita bawa kendaraan roda 2, sih gak masalah karena bisa diparkir di halaman parkirnya kampung Tridi ini, ya ... Tapi kalo kita bawa kendaraan roda 4, sebaiknya memang diparkir di halaman stasiun Kota Baru-Malang trus kita jalan melipir, dah ... ke arah jembatan Jodipan. Naek becak juga bisa, sih ... Jaraknya memang nanggung, tuh ... Buat yang gak hobi jalan dan gak betah panas, ya ... sedikit jauh. Tapi kalo naek becak, juga terlalu dekat. Paling mahal Rp.10.000,- Di lokasi penduduknya juga banyak yang berjualan makanan dan minuman sampe jualan sandal japit warna-warni juga ada, loh ... hehehe ... Selain buat antisipasi kalo sepatu atau sandalnya lepas gara-gara keasikan foto-foto, bisa juga dijadikan cendera mata.
      O'ya ... kalo datengnya pas musim liburan, kusarankan datangnya sepagi mungkin, ya ... karena jam 6 pagi, kampung ini sudah menerima pengunjung, loh ... Selain hawanya masih segar dan tidak panas,  jumlah pengunjungnya juga masih sedikit. Soalnya semakin siang pengunjungnya semakin mbludak dan kita sudah gak bisa bebas lagi poto-poto di spot-spot kerennya. Jangan lupa juga bawa power bank, ya ... soalnya dijamin bakalan bolak-balik charge hp, tuh .... Banyak banget spot potonya yang keren-keren, loh ...  Zuerrrr .....
       
       
       
       
       
       





    • By Dewi Calico
      안녕하세요... Haaaiii, aku muncul lagi dan membawa cerita.
      Kali ini tentang sebuah Villa & Spa di Solo.
      Meskipun bukan di Solo Kota,
      Karena ini sudah masuk Kabupaten sukoharjo.
      Tetapi lebih di kenal dengan Solo Baru.
      Meskipun bukan di Solo kota, tapi disini itu aku merasa bahwa sangat nyaman.
      Tidak terlalu padat gedung-gedung, tetapi masih dekat dengan Mall-Mall.
      Jadi kalo pengen hangout di Mall gitu gampang.
      Ada The Park, Hartono Mall, serta dekat juga dengan Rumah Sakit Dokter Oen.


      Namanya adalah RUMAH BATU VILLA & SPA.

       
      Hal pertama kali yang aku rasakan saat sampai disini adalah.
      Aku sangat senang, melebihi expectations aku sebelum tiba disini.
      Nyaman banget.
      Nuansa Traditional tapi ga kuno banget, ada campuran unsur modern yang bikin keren.
      Tenang dan teduh banyak pepohonan.
      Aduh gillaakk ini seru banget, tempat untuk melepas penat & stress.
      Dan tentu saja banyak spot keren untik berfoto.

               
      Namanya Rumah Batu, that's why banyak batu-batu untuk jalan setapak dan exterior building nya.
      Meski banyak pohon,
      Tapi tetap yaaa terjaga banget kebersihan dan kerapian pohonnya.
           

      Disini itu seru banget Pool nya.
      Memang awalnya terasa aneh karena air nya asin, persis dengan air laut.
      Why ??
      Padahal kan jauh dari laut.
      And finally aku menemukan jawabannya.
      Memang sengaja dikonsep seperti air laut yang mengandung garam.
      Biar apa ??
      Supaya orang yang abis berenang itu badannya segar.
      Karena garam kan mengandung mineral dan segala macamnya yang bikin badan lebih segar.

           

      Menu breakfast nya enak, aku suka.
      Sebelum disajikan Bfast menu.
      Akan disajikan Tea or Coffee.
      Aku memilih untuk Tea time dahulu, sambil menunggu makanan utama selesai dimasak.
      Waktu itu aku memilih Continental meal.
          Menu Continental meal yang aku pilih terdiri dari:
      - Sunny side up, French Fries, Sausage.
      - Toast Bread or French Toast.
      - Jam & Butter.
      - Slice Fruit or Fresh Juice.
      - Bubur Kacang Ijo / Sweet Mung Bead Porridge.
         
      Untuk kamar hotel.
      Kamarnya luas, fasilitas lengkap.
      Bed nya juga enak banget.
      Maaf yaaa ga banyak foto kamarnya.
      Room nya ada di lantai satu dan lantai dua.
      Pas itu aku pilih yang di depan kolam renang, double bed.
       

      Waktu aku chek-in itu prosesnya cepat dan ga ribet.
      Dan ga perlu pake uang deposit.
      Oiya disini selain ada SPA, juga ada SHOP.
      Shop menjual merchandise semacam baju, tas, dompet, topi sampai barang antik.
       
      Untuk rate per night.
      Aku kemarin dapat harga 400 Ribu lebih sedikit.
      Ga sampai 500 Ribu.
      Dengan rate segitu tuh sangat luar biasa banget karena pelayanan memuaskan, staff ramah, kamar nyaman, fasilitas bagus dan terawat, tempat nyamam dan bersih, Bfast menu juga enak.


      Dan inilah alamatnya:

      RUMAH BATU VILLA & SPA.
      Jl. Ovensari Raya No.8, Kadilangu, Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57556
           
    • By Dewi Calico
      안녕하세요...
      hai hai hai,
      Lagi musim ujan nih yeee.
      Paling seru minum teh kalo pas lagi dingin gitu.
      Apalagi ditambah ada camilannya yee kaann, hmmm enaknyooo.

      Ngomongin soal teh nih, aku ada cerita waktu minum teh di Ndoro Donker Tea House.
      Lokasi di Kabupaten Karanganyar,JATENG.
      Perjalanan sekitar 1 jam dari Kota Solo.
      Nah jadi Ndoro Donker ini lokasinya tepat di sebelah Kebun Teh Kemuning.
      Kebayang kan lokasi Kebun Teh ya adem gitu.
       
      Setelah perjalanan 1 jam dari Solo, finally nyampe deh.
      Entah kenapa ya aku itu kalo di Kebun Teh gitu bawaannya males dan ngantuk, mungkin karna hawanya dingin kali yak.
         

      Ga pake lama, aku pesan Teh & Camilan.
      Kalo aku bilang sih disini lebih menjual View dibanding menjual Food.
      Taste nya yaaa standard aja, engga yang bikin aku amazed gitu sih.
      Teh nya ya menurutku biasa, apa mungkin karna aku ga banyak pengetahuan soal teh kali yak haha.
         
      Untuk lahan kebun Tehnya itu luas dan bagus untuk foto-foto.
      Tapi hati-hati yaaa jangan sampe digigit serangga.
      Lumayan lah yaaa bagi yang pengen spend time untuk berfoto dengan tema alam & tumbuhan.
      Oiya, engga dipungut biaya kok untuk jalan jalan di Kebun Teh ini.
               
      Nah, cara menuju lokasi ini sebenarnya ada 2 jalur.
      Jalur pertama via Kota Solo,Jateng.
      Jalur kedua via Kabupaten Magetan, Jatim.
      Aku kemarin sih lewatnya Solo.
      Untuk kesini ga ribet karna petunjuk jalannya jelas banget, jadinya engga perlu pake GPS maupun tanya penduduk.
      Tapi bagi yang ga yakin ya better pake GPS aja.

      Yaapp itu dia perjalanan aku.
      Buat kalian yang sedang Traveling di Kota solo, bisa nih masukin Ndoro Donker ke list kalian.
       

      NDORO DONKER TEA HOUSE.
        Jl. Karangpandan-Ngargoyoso, Puntukrejo, Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57793
      Happy Traveling semuuaaaa.