• 0
Florencia Maria

28 JUN - 17 JUL 2017 cari teman backpacker ke Russia

Question

Halo salam kenal saya dari Surabaya, mau ke Russia 28 Juni--17 Juli (Moscow) dari Jakarta dapat promo tiket PP 5.7 sudah include tax diluar biaya visa. Untuk itin lengkap di share bulan maret sebelum pengajuan visa, biaya kesini lebih murah kok daripada west Europe. kalau berminat bisa contact saya florenciamaria24@gmail.com

Share this post


Link to post
Share on other sites

15 answers to this question

  • 0
Just now, HarrisWang said:

Ih, mau :kesengsem

Murah ngga sih itu? wkwkwkwk... Berarti transit ke BKK dulu yah?

Rusia masih di wishlist, tapi belum dalam waktu dekat nih :D 

kakak itu harganya sama kayak kalian ke jepang kemarin kurang lebih

murah lah heheh :D @HarrisWang

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0
Just now, deffa said:

kakak itu harganya sama kayak kalian ke jepang kemarin kurang lebih

murah lah heheh :D @HarrisWang

Ohiye ye... hahahaha

Murah lah, full service pula. Sukur sukur kebagian Airbus 380 nya Thai yang betingkat 2 itu :kesengsem

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0
9 hours ago, deffa said:

kira2 flight berapa lama itu ya dari jakarta - Russia? 

@Florencia Maria

berangkat 31 jam pulang 19 jam btw tiket udh sold out :( , tapi takut juga kl-moscow murah bgt gtu tmnku dpt dr kl promo pp 4 juta eh tiba2  kemaren baru apply visa di kontak via email mau refund apa mau gnt rute. 

11 hours ago, HarrisWang said:

Ih, mau :kesengsem

Murah ngga sih itu? wkwkwkwk... Berarti transit ke BKK dulu yah?

Rusia masih di wishlist, tapi belum dalam waktu dekat nih :D 

thai airways tp udh sold out hehehe 

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0
1 hour ago, Florencia Maria said:

berangkat 31 jam pulang 19 jam btw tiket udh sold out :( , tapi takut juga kl-moscow murah bgt gtu tmnku dpt dr kl promo pp 4 juta eh tiba2  kemaren baru apply visa di kontak via email mau refund apa mau gnt rute. 

ya kadang kalau promo suka gitu seh maen ganti2 aja

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0
On 1/16/2017 at 3:07 PM, Florencia Maria said:

Halo salam kenal saya dari Surabaya, mau ke Russia 28 Juni--17 Juli (Moscow) dari Jakarta dapat promo tiket PP 5.7 sudah include tax diluar biaya visa. Untuk itin lengkap di share bulan maret sebelum pengajuan visa, biaya kesini lebih murah kok daripada west Europe. kalau berminat bisa contact saya florenciamaria24@gmail.com

Hi Florence,

saya plan ke Rusia bulan April dengan maskapai ThaiAirways, dapat 5.4jt PP :)

share2 itten ya :)

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0
20 hours ago, Yulie Tobink said:

Hi Florence,

saya plan ke Rusia bulan April dengan maskapai ThaiAirways, dapat 5.4jt PP :)

share2 itten ya :)

 

aku belum bikin itin kak, aku udh issued tiket pakai vietnam airlines tp di tawarin refund beralih ke Emirates apa change route akhirnya aku minta refund,

terus check thai airways tapi aku blm booking krn mikir2 ribet visanya sejak konsulernya ganti tiket smuanya harus udh issued kl mau apply, dan saya ga paham sama skali cyrilic,disana kan jarang banget alphabet biasa akhirnya saya ganti ke Slovakia keliling skitar Europe aja :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0
On 1/17/2017 at 8:46 PM, deffa said:

ya kadang kalau promo suka gitu seh maen ganti2 aja

kak untuk postingan ini bisa dihapus ngga yah? krn aku jadi europe ngga russia dan aku mau bikin postingan baru cari temen ke belgia 

Share this post


Link to post
Share on other sites
Guest
This topic is now closed to further replies.

  • Similar Content

    • By Linda Kusumo
      Zuerr ... keliling kota Surabaya cuma pake duit Rp.7.500,-?
      So pasti, dunk ... kalau kita jalan-jalannya pake bis Surabaya Shopping And Culinary Track (SSCT). Mau ... ???
      Hayuukk ... kalau gitu ikutin terus, ya ..pengalaman jalan-jalanku pake bis SSCT di bawah ini.
      Jadi, sebelum memulai acara jalan-jalannya, kita harus beli tiketnya dulu di bagian Surabaya Tourism Information Center yang ada di gedung Balai Pemuda (jalan Gubernur Suryo 15, Surabaya). Rute bis SSCT ini ada 2, ya ... yaitu visit museum buat setiap minggu ganjilnya dan visit bahari buat setiap minggu genapnya (masing-masing setiap hari Selasa, Sabtu dan Minggu, dimulai jam 9.00 - 14.00).
      Kali ini aku memilih rute visit bahari . Pemberangkatan awalnya dari gedung Balai Pemuda dan kudu on time, loh .... jam 9 pagi tet .... gak pake nawar kalo gak mau ditinggal sama bisnya... hehehe .... Tempo hari itu, sih ... pemandunya Ning Suroboyo 2017 (yaitu Ning Astrid sama Ning Sheri. Hallo, Ning ... kita pada mejenx di sini, neh ... ).
      O'ya ... jangan kuatir kepanasan, ya ... karena bis SSCT-nya ber-ac dan selama ada di dalam bis, peserta dilarang makan dan minum kecuali minum air putih sekedar melepas dahaga. Harap maklum, sih ... bis SSCT-nya bersih bingit ... kan sayang kalo sampe harus dikotori remah-remah makanan.
      Hayuukk... kita mulai acara jalan-jalannya, yaaa ... Dari gedung Balai Pemuda, kita langsung ke :
      1.  gedung BALAI KOTA (jalan Walikota Mustajab-Surabaya) yang jarak tempuhnya cuma sekitar 15 menit saja karena kedua gedung ini memang letaknya berdekatan. 
      Gedung Balai Kota ini dikenal sebagai  Taman Surya yang dipergunakan sebagai kantor dinas Walikota Surabaya. Kita langsung dibawa masuk ke dalam gedung trus di-infokan asal usul dan lambangnya kota Surabaya berikut pendiri gedung Balai Kota.
      Gedung Balai Kota sendiri didirikan pada tahun 1923 pada masa walikota kedua Surabaya (GJ Dijkerman) dengan menghabiskan biaya sebesar 1000 gulden dan merupakan hasil karya dari arsitek berkebangsaan Belanda (GC.Citroen) dengan pelaksananya HV Hollandsche Beton Mij.
      Ternyata gedung Balai Kota yang ada sekarang sebetulnya cuma bagian belakangnya saja, loh .... dari rencana keseluruhan pembangunannya sendiri di masa penjajahan. Berhubung keterbatasan dana, ya akhirnya pembangunan  selanjutnya harus dihentikan. Wow ... halaman belakangnya sendiri saja sudah begitu luas, yaaa ... bagaimana kalo sampai pembangunan selesai keseluruhannya?
      Gedung Balai Kota ini sendiri dilengkapi dengan bunker bawah tanah, loh ... yang semula dipersiapkan sebagai tempat perlindungan dalam menghadapi Perang Dunia II (tahun 1939-1945) dan konon merupakan salah satu dari 257 bunker yang dibangun sebelum tahun 1942 pada gedung-gedung yang ada di Surabaya.
      Ning Astrid lagi in action, tuh ... di belakangnya persis terletak bunkernya. Hadooohhh ... beratnya itu pintu bunker pas ditarik. Di dalam bunker ada 2 anak tangga ke lorong bawah tanah yang bisa tembus ke kantor Gubernur Surabaya sedangkan di seberangnya adalah lorong bawah ke GPIB Maranatha (jalan Yos Sudarso nomor 11, Embong Kaliasin-Surabaya/sekitar 350 meter dari gedung Balai Kota). Untuk alasan keamanan, lorong-lorong ini  ditutup karena adanya gas beracun di dalamnya. Waaaa ... kalo gak ikutan bis SSCT, mana bisa masuk ke dalam bunker gedung Balai Kota, yaaa ...
      Dari gedung Balai Kota, kita lanjut, yukk ... ke :
      2. MONUMEN KAPAL SELAM (MONKASEL/jalan Pemuda 39, Surabaya).
      Di sini ada tiket masuknya sebesar Rp.10.000,-/orang. Kapal selam ini merupakan salah satu armada Angkatan Laut RI yang punya nama KRI Pasopati-410, buatan Rusia tahun 1952 dan pernah dilibatkan dalam pertempuran Laut Aru untuk membebaskan Irian Barat dari pendudukan Belanda. Panjang keseluruhannya 76 meter dan lebar maksimumnya 6,30 meter dan untuk sampai di tempatnya sekarang dilakukan pemotongan bagian per bagiannya terlebih dulu. Hayukk ... sekarang kita masuk ke dalamnya.
      Sempit, uiyyy ...Untung ada ac di dalamnya, ya ... kalo gak bisa pengap, neh ... kita soalnya seperti jalan di dalam lorong, loh ...Ada penampakan barak tempat tidur prajuritnya. Hehehe ... kalo kita-kita yang bobok di situ, dijamin bakalan ngglundung, tuh ... Oopss ... Ruang tinggal perwiranya disendirikan, tapi tetep sama sempitnya. Maklum ... ini di dalam kapal selam, uiyyy... bukan di kamar hotel .... hohoho ....
      Ruangan komunikasinya juga dipisahkan tersendiri. So pastinya ada kelengkapan mesin-mesin yang ada di dalam kapal selam. Puyeng, dah ...buat yang gak ngerti, hehehe .... Ada teropongnya juga buat lihat sikon di luar kapal selam. Dan dari lorong satu ke lorong lainnya, kita harus melewati lobang sempit yang cuma cukup buat 1 orang saja, yaaa .... Sesudah kita menyusuri seluruh isi kapal selam, kita dipandu ke dalam sebuah ruangan semacam mini theatre, gitu ... buat menyaksikan filem dokumenter tentang Angkatan Laut RI, ya ... Sayangnya kualitas gambarnya kurang bagus dan terkesan monoton. Coba kalo dibuat filem 3 dimensi, kayaknya bakalan seru, tuh ... hehehe ...
      Okey ... dari MONKASEL, kita lanjut terus, yuukk ... ke :
      3. MUSEUM SURABAYA (gedung Siola-Tunjungan, Surabaya).
      Gedung museumnya sendiri jadi satu sama pusat pelayanan terpadu pemkot Surabaya untuk warganya, loh ... keren .... Memang barang-barang koleksinya gak seberapa banyak tapi patut diacungi jempol pemikiran buat menyatukan museum ini sama pusat kegiatan masyarakat. Warga yang kebetulan jenuh nunggu antrian buat dilayani bisa mampir dulu ke museum ini lihat-lihat koleksinya, apalagi gak ada tiket masuk alias gratis, tinggal isi buku tamu saja. Ada pemandunya juga, loh ...Ning Sheri lagi in action, tuh ... jelasin perlambang dan maknanya pakaian daerah Cak dan Ning Suroboyo.
      Ada beberapa barang koleksi museum juga yang jadi perhatianku, ya ... diantaranya kursi roda kayu ini yang didapat dari rumah sakit di Surabaya. Kreatif bingit, loh ... dari kursi kayu biasapun jadi, tinggal dipasangi roda, pegangan tangan dan dudukan kaki. Ada 2 buah piano asli peninggalan penjajah Belanda yang diambil dari gedung Balai Pemuda. Dulunya piano ini dipergunakan penjajah Belanda untuk menghibur diri mereka. Sampai sekarang kualitas suaranya masih bagus dengan pemeliharaan yang teratur. Ada perlengkapan makannya juga buat sajian prasmanan pada masa itu.
      Cermin hias Ratu Belanda Wilhelmina kalo pas dia berkunjung ke Indonesia, ada juga, loh di sini ... yang  dibawa dari gedung Balai Pemuda. Di pinggir meja kecilnya ada lambang huruf W sebagai inisial namanya. Nyempetin mejenx, ah ... siapa tau ketularan jadi ratu, hehehe ....
      Dari Museum Surabaya, kita lanjut, yuk .... ke :
      4. TAMAN HIBURAN PANTAI KENJERAN (THP KENJERAN)/Jalan Pantai Ria Kenjeran-Bulak, Surabaya.
      Gak banyak yang aku ulas di sini berhubung full pengunjung. Pantainya juga keruh airnya dan gak punya bibir pantai. Ada panggung hiburan ndangdut yang dipasang di pinggir pantainya. Aku cuma nunut makan siang di sini. Gak bisa intip-intip juga berbagai kios souvenir di sepanjang pantainya berhubung keterbatasan waktu.
      Dari THP KENJERAN, kita lanjutin perjalanan ke :
      5. SENTRA IKAN BULAK (Jalan Sukolilo 7 nomor 24-Kedung Cowek-Bulak, Surabaya).
      Bangunannya sendiri bagus, bersih dan memanjang. Dipisahkan antara tempat para pedagang ikan segar dan para pedagang hasil olahan ikannya. . Anginnya lumayan besar. Maklum ... diseberangnya persis sudah pantai Kenjeran. Trus kalo kita beli krupuk dari kantong plastik besar itu, sesudah ditimbang sama penjualnya, nanti dimasukin ke dalam kantong plastik khusus bermerk dagangannya trus ujungnya dipress rapi pake mesin.
      Ok ... kita lanjut lagi, yuk ... ke :
      6. JEMBATAN SUROBOYO (Jalan Raya Pantai Lama, Kenjeran, Bulak-Surabaya)
      Sesudah menyusuri pantai Kenjeran yang banyak nongkrong pasangan muda-mudinya, bis wisatanya dibawa sama sopir pak Yit melewati Jembatan Suroboyo. Peresmian jembatannya sendiri, sih sebetulnya sejak tanggal 9 Juli 2016 lalu, tapi toh, tetep aja sampai sekarang masih banyak pengunjungnya, apalagi persis di bawah lengkungan jembatannya itu dan ... anginnya besar banget, uiyyy .... Pengunjung juga bisa naik ke atas lengkungannya, tapi hati-hati, ya ... soalnya kalo jatuh bisa langsung nyemplung langsung ke pantai Kenjeran ... hehehe ....
      Ada sekitar setengah jam kita dikasih kesempatan turun dari bis. Di sebelah kanan jembatan terdapat pemukiman penduduk dengan atap rumah yang sengaja diwarna-warni supaya menarik. Sedang di sebelah kirinya terdapat pantai Kenjeran dengan pemukuman penduduk serta perahu para nelayan.
      7. Hayuukkk ... kita lanjut ke Sentra UKM Merr (Jl Dokter Ir Haji Soekarno no.11/Medokan Semampir,Sukolilo-Surabaya).
      Tujuan terakhir kita adalah Sentra UKM Merr ... itu, tuh ... pusatnya semua produk UKM dijual. Gedungnya sendiri diresmikan sama Walikota Surabaya bu Risma pada tanggal 16 Desember 2014, full ac dan terdiri dari 4 lantai. Lantai pertama menjual berbagai macam produk kerajinan (rotan, hasil laut, dedaunan dan biji-bijian). Lantai dua menjual berbagai produk pakaian pria dan wanita berikut pernak-pernik perlengkapannya. Lantai tiga menjual berbagai olahan makanan dan lantai empatnya dipergunakan sebagai ruang pertemuan. Sedang toiletnya sendiri ada di lantai pertama dan ketiga.
      Harga produknya rata-rata relatif terjangkaulah ... hitung-hitung dengan membeli berbagai produk di tempat ini berarti kita juga turut memajukan produk ukm yang ada di Surabaya. 
      Ok, deh .... akhirnya selesai sudah acara jalan-jalan SSCT-nya ... jalan-jalan yang berkesan karena selain membuka wawasan pengetahuan, kita juga diajak berbelanja di sentranya sekaligus.
      Thanks buat SSCT, Ning Suroboyo (Ning Astrid dan Ning Sheri) dan sopiir Pak Yit ...  Sampai ketemu lagi, ya ....


















    • By twindry
      yosshhh!!!  
      berhubung saya ke jakarta pengen kopdar sama teman2 yang ngak ada rencana kemanapun sewaktu lebaran nanti. adapun lokasi dan harinya sbb
      Hari / tanggal kopdar : Minggu, 25 Juni 2017
      jam / meeting point : 19:00 / Grand Indonesia (sementara meeting di GI dulu. nanti akan di tentukan kita nongkrong dimana  )
      CP : twindry WA 0812-5120-6106
       
      cc @min0ru @Yos yang udah pasti join
      @HarrisWang lu jadi ikut ngak?  
      @kyosash di jakarta juga toh? siapa lagi ya? @Vara Deliasani @Ikamarizka @mone dijakart bukan ya mereka?  @Sahat mari join wakakak. kalo @Hartono Hasian udah ngak bisa ikut  wakakakak
      @deffa ijin post ya mod
    • By Luxia
      Hi JJ-ers… Dah lama tak jumpa… Apa kabar semua?
      Aku kali ini ingin bercerita mengenai pengalaman berwisata di kota Jakarta dengan Bus Wisata 2 tingkat yang baru direlease oleh pemerintah DKI Jakarta pada tahun 2015 yang lalu. Jadi, keinginan ini sebenarnya udah terpendam sekian lama tapi selalu ragu tuk merealisasikannya. Rasa Penasaranlah yang mendominasi keinginan ini, seperti apa yah kira2 rasanya naik bis wisata 2 tingkat keliling kota jakarta ini. Selama ini kan taunya adanya di luar negeri doank… Hop On Hop Off… Keinginan menjadi semakin kuat setelah peresmian RPTRA Kalijodo. Dan akhirnya aku realisasikan bareng sama beberapa teman ex Gatnas Lombok IX. Selain melepas kangen juga merealisasikan rasa penasaran ini. Bagaimana caranya dan mesti naik dari mana baru nyaman dan bisa pilih tempat duduk yang nyaman? Yuk.. keliling bareng kami…
      Bus Wisata Jakarta ini terbagi menjadi 5 tema/rute, yaitu :
      1.     Sejarah Jakarta (History of Jakarta)
      2.     Jakarta Baru (Jakarta Modern)
      3.     Pencakar Langit Jakarta (Skyscrapers)
      4.     Kesenian & Kuliner (Art & Culinary)
      5.     RPTRA Kalijodo
      Berikut rute lengkapnya :
       
       
      Untuk rute bertemakan Sejarah Jakarta, Jakarta Baru, Pencakar Langit Jakarta dan RPTRA Kalijodo, Bus Wisata Gratis Jakarta beroperasi mulai jam 09.00 hingga 17.00 WIB (Senin – Sabtu) dan jam 12.00 hingga 19.00 WIB (Minggu).
      Untuk rute bertemakan kesenian & kuliner, Bus Wisata Gratis Jakarta beroperasi mulai jam 17.00 hingga 23.00 WIB dan hanya beroperasi pada hari Sabtu dan Minggu saja.
      GRATIS LHOO...!!! 
      Bagi teman-teman yang hendak memulai perjalanan Wisata dengan Bus Gratis ini dari Balai Kota bisa menggunakan beberapa alternative kendaraan umum menuju kesana antara lain :
      1.  Busway
      ada beberapa alternatif, antara lain yaitu : 
      -       Dari Harmoni: ambil yang ke arah Blok M, turun di halte Monas, lalu tunggu Busway yang ke arah Pulo Gadung dan turun di Halte Balai Kota.
      -       Dari Harmoni: bisa langsung tunggu busway yang ke arah Pulo Gadung, turun di Halte Balai Kota.
      -       Dari Blok M: ambil yang ke arah Kota, turun di halte Monas lalu nyambung ke arah Pulo Gadung dan turun di Halte Balai Kota.
      2.  Kereta Api (Commuter Line),
      Jurusan yang paling dekat adalah Stasiun Tanah Abang. Keluar dari Gate Out ke kanan         menuju jalan raya lalu belok kiri ke arah lampu merah… langsung aja naik ojek. Tarif ojek online dari Tanah Abang ke Balai Kota hanya Rp 10.000 – Rp 15.000 saja, tergantung armada apa yg akan dipilh.
      3.  Bis Umum,
      bisa naik yang jurusannya ke Monas, lalu turun di Monas.
       
      Dari halte Balai Kota kita berjalan mundur, akan terlihat plang IRTI (Ikatan Restoran dan Taman Indonesia) tepatnya di lapangan parkir IRTI (Jl. Medan Merdeka Selatan, Gambir). Nah di depan IRTI ada bus-bus wisata yang sedang menunggu penumpangnya. 
      Setelah sekian bulan tidak bertemu, kangen-kangenan, ceng-cengan, akhirnya kami tetapkan hati untuk berkumpul kembali di hari Sabtu yang cerah itu. Kami ber-10 (Aku, Ibu @Titi Setianingsih, Ghea @Gayatri, Ibu Rina (FB Rina Dwi Cahyani) + Putri Sulungnya, Mak @menie + Anak Bungsunya, FB Netty Neh, Cici @eka wibisono dan Mba @Onya Deisi) berkumpul pada jam 10.00 WIB di IRTI .


      Penampakan Bus Wisata tema : Sejarah Jakarta
      Tunggu punya tunggu, belum nemu Bus Wisata yang menuju kea rah Juanda seperti rencana awal kami, akhirnya daripada buang-buang waktu, diputuskanlah naik Bus Wisata apa aja yang masih kosong. Jadilah, pilihan pertama jatuh pada Jurusan RPTRA Kalijodo. Kamipun naik Bus dan bergegas menuju ke tingkat 2. Ternyata pada hari itu ada 2 group lainnya yang sedikit mencolok seragamnya selain kami, group berbaju merah dan biru.


      Bus Wisata ini Bersih, Aman (meskipun tetap waspada ya) dan Nyaman. Ber-AC, 2 tingkat, serta supirnya membawa bisnya tidak dengan istilah “mo kejar omset” alias bus berjalan cukup baik dan tidak ngebut, statis gasnya, sehingga tidak ada tuh cerita rem mendadak atau klackson2an seperti layaknya bus-bus lainnya di Jakarta.
      Ketika berada di dalam Bus Wisata Gratis Jakarta ini harap diperhatikan beberapa aturannya ya, seperti :
      -       Dilarang mengkonsumsi makanan dan minuman di dalam Bus Wisata
      -       Dilarang berdiri selama perjalanan keliling Jakarta
      -       Tidak ada istilah penumpang berdiri di dalam Bus Wisata
      -       Bagi penumpang yang terlebih dahulu datangnya silahkan langsung menuju ke tingkat 2 dan diisi penuh, sedangkan bagian bawah diprioritaskan bagi penumpang Lansia, Hamil dan            Disable.
      -       Bagi yang bawa anak kecil sebisa mungkin anaknya dipangku agar kursi nya bisa digunakan penumpang yang lainnya.
      -       Satu lagi tambahan dari aku, bagi orang tua yang membawa anak2 mohon dapat menasihati anak-anaknya apabila duduk di tingkat 2 agar duduk dengan manis. Ini pengalaman kami          kemarin, ada anak sekitar umur 6-7 tahun yang kesal dengan orang tuanya, lalu menghentak-hentakkan kakinya di lantai Bus tersebut sehingga mengganggu penumpang yang                  berada di bawah, setelah diperingatkan oleh kondektur Bus Wisata dengan Microphone (karena kondekturnya duduk di lantai 1 dekat supir), tetap saja si anak berulah dan orang                tuanyapun tidak bisa melarangnya sampai ada salah satu anggota kami yang ikutan menegur barulah orang tuanya malu dan mengingatkan anaknya. JANGAN YA..CH!!

      Bus Wisata tema RPTRA Kalijodo

      Mungkin bagi teman-teman yang sudah pernah naik Bus Wisata ini mengeluh ramai tidak bisa dapat duduk di tingkat atas, aku kasih kisi-kisinya sedikit ya. Kalau mau dapat tempat duduk nyaman dan masih banyak pilihan maka cari lah lokasi naik Busnya yang tepat, contohnya :
      1.     Kalau mau ke RPTRA Kalijodo, naiknya harus dari halte Monas (depan pagar IRTI). Bus ini hanya menurunkan penumpang di halte Kalijodo dan Monas saja. Tetapi bisa menerima penumpang (jika tempat duduknya masih tersisa) di tiap titik pemberhentian yang telah ditandai. Jika dari RPTRA Kalijodo hendak ke tempat lainnya, kita mesti kembali dulu ke Monas untuk kemudian naik Bus Wisata jurusan yang dimaksud.
      2.     Kalau mau ke Kota Tua / Batavia, Museum Bank Indonesia, Museum Fatahilah, Sunda Kelapa, Toko Merah, Museum Kapal, disarankan untuk naik dari halte Juanda / Istiqlal, karena disitu Bus Wisata tersebut masih kosong tempat duduknya.
      Karena tema tulisanku kali ini adalah Bagaimana caranya berwisata di Jakarta dengan Bus Wisata, maka saya singkat saja ya mengenai rute kami.
      Rute pertama adalah RPTRA Kalijodo, kurang lebih jam 10.30 WIB kami naik dari halte di depan IRTI lalu turun di RPTRA Kalijodo, perjalanan kami tempuh kurang lebih 15-30 menit saja karena Bus Wisata ini melewati jalur Tol Semanggi lalu turun di pintu tol Jelambar, sehingga cukup mempersingkat banyak waktu mengingat daerah yang dilalui dari mulai Semanggi, Slipi, Grogol dan Latumenten itu macet meskipun hari Sabtu ya.
      Setiba di RPTRA Kalijodo kami singgah untuk foto-foto sebentar karena cuaca cukup panas kamipun tidak berlama-lama di Kalijodo dan belum keliling sampai ke lokasi Skateboard. Kurang lebih 30 menit di Kalijodo, berhubung hari sudah siang, matahari sudah di atas kepala yang artinya sudah jam 12 lewat sekian dan perut kami sudah protes minta diisi, maka kamipun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kami menuju Juanda, hendak kemana kita?? KULINERAAANNN….. 



          
      Rombonganpun naik Bus Wisata yang tadi untuk menuju ke Monas (kebetulan kami masih dapat Bus Wisata yang sama dengan waktu kami kesini), karena memang Bus Wisata yang 1 ini tidak melayani rute lain kecuali Monas & RPTRA Kalijodo saja, jadi kita mesti balik dulu ke Balai kota, repot sih memang.. tapi yah,, sesuai kan dengan temanya, keliling Jakarta.. ya sudah lah, kembali lah kita ke Monas.


      Setibanya di halte depan IRTI, kami pun bimbang, karena Bus yang ke Juanda masih lama, akhirnya kami putuskan untuk ber-umum-ria saja ke Juanda, karena jaraknya juga gak jauh dari Monas (hanya sekitar 2.4 KM saja). Kami pun mem”belah diri” menjadi 2 grup, 1 naik bajaj dan 1 lagi naik taksi. Tarif Bajaj Rp 20.000/way (syukur kalau bisa nawar dan dapat harga Rp 15.000/way) dan Taksi Rp 16.000/way (kondisi jalan lancar).
      Setibanya di area Jl.Veteran 1 No. 10, Gambir, langsung menuju ke toko Ragusa Es Italia. Rombonganpun bergegas mencari tempat duduk didalam toko es krim Ragusa… daaan… PENUH. Seperti sudah kami duga sebelumnya karena memang favorit banget. Ya ok deh, kami pun cek toko sebelah, menu di toko sebelah ada sate ayam, asinan juhi, mie juhi, gado-gado, otak-otak dan minuman. Harga makanannya per-porsi rata-rata Rp 20.000,- saja, sedangkan minumannya berkisar antara Rp 5.000,-/botol s/d Rp 7.000,-/botol saja. Jadi lah kami duduk memesan makanan ditoko ini dan beli "takeaway" es krim Ragusanya.
      Ragusa Es Italia adalah Produk es Italia yang telah berdiri sejak tahun 1932 dan menggunakan bahan dasar susu sapi segar sehingga menghasilkan es krim dengan tekstur yang lembut, tidak terlalu manis dan tidak menggunakan bahan pengawet. Toko es krim Italia ini hanya menjual tujuh rasa dasar es krim yang meliputi coklat, vanila, mocca, stroberi, nougat, durian, dan rum raisin dan beberapa kombinasi es krim lainnya. Pilihan menu favorit di Ragusa ini adalah Banana Split, Spaghetti, Cassata Cisiliana dan Tutti Frutti, harga menu favoritnyapun hanya Rp 35.000,-/porsi dan cukup banyak juga kalau untuk dikonsumsi sendirian.
             
      Berikut Menu es krim yang tersedia di Ragusa:
           
      by Google
      Berikut penampakan aslinya:
           
      Banana Split                                                                                                                    Spaghetti Ice Cream
           
       
      Tutti Frutti
      Selesai makan, kamipun melanjutkan perjalanan menuju Kota Tua/Batavia, sebelum meninggalkan lokasi, kami foto-foto dulu, sekalian perpisahan dengan Mak Menie, yang harus pulang lebih dahulu karena masih ada urusan lain. Selesai foto-foto kamipun menuju ke halte Bus Wisata, dari toko belok kiri, Jl. Veteran 1, jalan kearah luar gang belok ke kanan. Di sini ada 3 rute Bus Wisata yang berhenti mengambil penumpang, yaitu Jakarta Modern, Pencakar Langit Jakarta dan Sejarah Jakarta. Khusus untuk Sejarah Jakarta, antriannya adalah diatas trotoar, posisinya paling kanan. Jangan salah jalur ya, kalo salah jalur bisa diteriakin kondektur Bus untuk antri lagi dari belakang lho.

      Bus Wisata Pencakar Langit Jakarta
      Lama kami menunggu di halte, sempat bertanya-tanya kenapa busnya belum juga berjalan kearah kami, busnya berhenti sekitar 10 meter dari halte. Para petugas Bus mulai dari driver sampai dengan kondektur sibuk, hilir mudik, keluar masuk bus. Ada apa ya?? Oooo.. Ternyata Busnya sedang disapu dan di Pel dulu, mungkin ada penumpang sebelumnya yang sedikit kurang disiplin makan dan minum hingga menjatuhkan sesuatu yang membuat kotor Busnya…. Jadi ingat yach… Jangan abaikan larangannya. Kasian petugas-petugasnya.

      Menunggu sekitar 10-15 menitan, akhirnya bus wisatanya menghampiri kami dan penumpang mulai berjalan ke dalam bus dan bergerak menuju ke tingkat atas. Buspun jalan menuju Kota Tua dengan melewati Jalan Gajah Mada.
      Tiba di depan Museum Bank Indonesia, jam tangan menunjukan waktu sudah pukul 15.55 WIB, sudah tidak bisa masuk ke Museum Bank Indonesia lagi karena tutupnya jam 16.00 WIB, pintu pagarpun sudah ditutup rapat-rapat. Baik lah, berarti langsung saja menuju Wisata Kota Tua.
           
      Di Kota Tua, kita bisa menemukan Museum Fatahillah, Café-café yang di-design sedemikian rupa sehingga terkesan tua, meskipun menu dan merk restorannya adalah restoran masa kini, seperti Bangi Kopitiam dan lainnya. Ada Indomaretnya juga di samping Café Batavia. Pemandangan mulai menarik karena pintu bangunan masih terkesan kuno, disekitarnyapun banyak berdiri Patung-patungan Pahlawan dan Super Hero Tempo Dulu seperti Imam Bonjol, Gatot Kaca, Tentara Kompeni, Noni Belanda (yang tampangnya jauh dari orang Belanda…. Hehehe); pelukis, souvenir-souvenir, dan lainnya.


          
           
      Ada sepeda Ontel juga disana, dulu waktu tahun 2013, Saya pernah bawa tamu ke sini, sewa sepeda ontelnya untuk keliling ke Pelabuhan Sunda Kelapa, Museum Kapal, Pasar Ikan dan Toko Merah, harga sewanya Rp 30.000,- /unit. Tapi sepertinya sekarang Sepeda Ontelnya sudah tidak boleh keluar dari kawasan Kota Tua deh. Tapi menariknya sepeda-sepeda itu sekarang dicat berwarna warni dan masih dapat disewakan untuk pengunjung Kota Tua dan hanya boleh berkeliling didalam saja. Sayang sekali memang, padahal kalau masih boleh berkeliling ke Pelabuhan dan lain2 jadi bisa mengenal obyek-obyek wisata yang lainnya disekitar Kota Tua. Tapi.. ya sudah lah… Kami cukup puas juga dengan pemandangan yang ada disini.

      Setelah Capek foto-foto di Kota Tua, jam sudah menunjukkan pukul 17.05, lalu kamipun beranjak keluar dari Kota Tua dan berencana ngopi-ngopi cantik dulu sebelum bubar. Tujuan kami adalah Kopi “Lau Hue” (pernah dibahas oleh Ci Eka Wibisono) tahun lalu. Sebelum Ngopi ternyata Ibu-Ibu sudah lapar perutnya dan akhirnya nongkrong dulu dipinggir jalan didepan Museum Bank Indonesia mencoba jajanan berat pake bakulan di depan gedung Museum Bank Indonesia. Ada Gado-gado, ada Kwetiau, Mie Goreng, Bihun Goreng, lengkap dengan gorengan bakwan serta sambal kacangnya.. Rame lah pokoknya itu bakul. Yang pasti semua happy meskipun rasanya so so banget banget sih katanyaaa…. (karena aku sendiri tidak mencoba).
           
      Setelah nye”nack” jajanan berat itu tadi, kami lanjutkan perjalanan menuju ke Petak 9, Glodok area dengan berjalan kaki (jaraknya kurang lebih 1,2 KM). Kebayang kan bagaimana perjuangan kami hari itu… huff… berjalan kaki kurang lebih 15-20 menit, akhirnya tiba lah di tujuan yaitu kedai “Lau Hue”. Disini kami memesan Liang Teh (Rp 9.000,-), Es Kopi (Rp 12.000,-/gelas), gorengan pisang (Rp 3.500,-/pc), Talas (Rp 6.000,-/pc) dan tapenya (Rp 3.000,-/pc). Dah kecapean jadi gak napsu makan yang berat lagi (atau Ibu-Ibu kita udah kekenyangan ya… hahaha.. kagak tau juga). Yang pasti di Kedai ini ada jual Mi kuah, bihun kuah, kwetiau dan lain-lain khas Bangka.

      Ok… Tiba lah saatnya kami harus berpisah di halte Busway Glodok. Sebagian ke Kelapa Gading, Mangga Besar, ke Gajah Mada, dan sisanya kami balik lagi ke Balai Kota dengan menumpang Busway dengan tujuan akhir Monas, Foto-foto lagi sebelum berpisah.
          
      kami minta diturunkan didepan Balaikota. Kami pun menyempatkan diri untuk masuk ke halaman Balaikota dan berfoto ria dengan background Karangan Bunga yang banyak itu... Pertemuan ini singkat memang tetapi cukup berkesan karena memang sudah pada kangen sih…
      Akhir kata, bagi teman-teman yang di luar sana, baik Jakarta maupun luar kota, jangan ragu, silahkan mencoba berkeliling Jakarta dengan Bus Wisata Jakarta Ini. Mumpung masih Gratis. Kalau udah lewat dari bulan Oktober 2017, gak tau lagi deh. Dijamin nyaman dan memuaskan.
      Selamat Mencoba dan Semoga Bermanfaat..!!
    • By Florencia Maria
      Hai saya cari teman untuk berangkat ke Belgia, tiket sekitar 8-10 juta, start dari Jakarta tanggal 7 juli- 15 Agustus (Summer). Belum tau lanjut kemana kemungkinan tidak Polandia, Jerman, Belanda,Perancis& Italy karena baru selesai trip kesana, khusus yang domisili Surabaya bisa urus visa barengan :D.
      kl berminat join bisa email saya yah florenciamaria24@gmail.com. Itinerary menyusul rencana negara setelah explore Belgia adalah Luxembourg, Slovenia, Monaco dan Austria (Liechtenstein) 
       
      Lumayan bisa ke Belgia PP 6.9 silahkan cek tiketnya pakai Thai Airways :)
    • By vie asano
      Biasanya, liburan ke Jakarta identik dengan wisata mall, wisata sejarah, hingga kawasan Ancol dan Dunia Fantasi-nya. Tapi sebetulnya, masih ada pariwisata lain di Jakarta yang layak banget untuk kalian lirik, yaitu wisata Kepulauan Seribu-nya.
      Popularitas Kepulauan Seribu sebagai salah satu primadona pariwisata DKI Jakarta memang sudah sangat tersohor di level domestik. Dewasa ini, makin banyak juga tour dan travel yang menawarkan program wisata ke berbagai pulau di Kepulauan Seribu, sehingga wisatawan punya banyak opsi paket untuk dipilih. Namun, jika kalian berencana melakukan wisata mandiri tanpa menggunakan jasa tour dan travel, atau mungkin kalian baru akan menjelajah Kepulauan Seribu, simak yuk aneka trivia fakta tentang Kepulauan Seribu berikut ini.
      *             *             *             *             *
      Informasi Dasar

      Gerbang Selamat Datang di Pulau Pramuka, via kotawisataindonesia
      Kepulauan Seribu adalah satu-satunya kabupaten administrasi yang termasuk dalam wilayah DKI Jakarta. Semula Kepulauan Seribu menjadi bagian dari Jakarta Utara, namun kini berdiri terpisah sebagai kabupaten dengan pusat pemerintahan di Pulau Pramuka. Seluruh Kepulauan Seribu ini kemudian dibagi menjadi 2 kecamatan: Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, dan Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Masing-masing kecamatan kemudian dibagi lagi menjadi tiga kelurahan.
      Sesuai dengan namanya, Kepulauan Seribu ini memiliki wilayah berbentuk kepulauan. Totalnya terdapat 342 pulau yang ada di kepulauan ini (termasuk pulau-pulau pasir dan terumbu karang). Tidak ada informasi lebih lanjut apakah 342 pulau itu termasuk dengan pulau-pulau yang sudah tenggelam atau tidak.
      Namun, versi lain menyebut kalau jumlah pulau di Kepulauan Seribu tersebut hanya berkisar 110 pulau saja, yang membentang sepanjang 45 kilometer. Yang pasti, dari ratusan pulau tersebut, hanya 36 pulau saja yang dapat digunakan untuk rekreasi (23 diantaranya dimiliki oleh privat dan tidak dibuka untuk umum, sedangkan 2 pulau dijadikan taman sejarah). Sementara sisanya adalah pulau-pulau yang dihuni oleh perkampungan nelayan, maupun pulau tak berpenghuni.
      *             *             *             *             *
      Posisi dan Peta Kepulauan Seribu
      Kepulauan Seribu terletak di sisi utara DKI Jakarta, mulai dari Teluk Jakarta hingga terus ke arah Utara sejauh 45 kilometer. Jika dilihat di peta, lokasi Kepulauan Seribu ini terletak di antara 06°00’40” dan 05°54’40” Lintang Selatan dan 106°40’45” dan 109°01’19” Bujur Timur. Secara mudah, seperti inilah posisi Kepulauan Seribu terhadap DKI Jakarta, beserta beberapa nama pulaunya.

      Peta Kepulauan Seribu, via nengsary.wordpress
      *             *             *             *             *
      Daya Tarik Kepulauan Seribu
      Kepulauan Seribu memang sudah sangat populer sebagai salah satu destinasi wisata di Jakarta. Tapi, jika kalian masih bingung apa yang membuat Kepulauan Seribu terasa begitu seksi menggoda, kurang lebih seperti inilah daya tarik Kepulauan Seribu.

      Salah satu pulau di Kepulauan Seribu, via arraziibrahim
      1. Kepulauan Seribu Memiliki Alam yang Indah
      Ya, umumnya pulau-pulau di Kepulauan Seribu memang memiliki pesona alam yang indah. Pantai berpasir bersih, laut yang biru, dan tentu saja vegetasinya yang cukup terjaga. Semakin utara, maka kalian akan semakin mendapatkan suasana alam bawah laut yang masih sangat alami, laut yang makin bersih, dan pantai yang indah.
      2. Keberadaan Aneka Resort-nya yang Nggak Kalah dengan Bali
      Sebagian pulau di Kepulauan Seribu memang sudah dikembangkan menjadi pulau-pulau resort. Aneka resort tersebut cukup populer dijadikan tempat liburan singkat bagi penduduk Jakarta yang ingin kabur sejenak dari padatnya ibu kota Indonesia tersebut. Selain itu, aneka resort tersebut juga populer sebagai destinasi bulan madu bagi pasangan yang berada di Jakarta dan sekitarnya, yang menginginkan destinasi bulan madu yang nggak terlalu jauh.
      3. Alam Bawah Lautnya yang Indah
      Oke, mungkin keindahan alam bawah laut di Kepulauan Seribu masih kalah populer dibanding Gili Trawangan dan Bunaken. Pun pesonanya masih kalah jauh dibandingkan dengan Wakatobi dan Raja Ampat. Tapi di Kepulauan Seribu terdapat beberapa spot yang lumayan populer sebagai spot diving dan snorkeling karena memiliki pesona alam bawah laut yang cukup menarik. Jika budget wisata kalian belum cukup untuk pergi ke Raja Ampat, setidaknya kalian bisa mencoba main dulu ke Kepulauan Seribu (terutama jika domisili kalian di sekitar Jakarta).
      4. Kepulauan Seribu Juga Populer Akan Konservasi Alam-nya
      Beberapa pulau di Kepulauan Seribu telah ditetapkan sebagai pulau-pulau konservasi, entah konservasi flora, fauna, maupun konservasi alam lautnya. Beberapa fauna yang dilindungi di kawasan Kepulauan Seribu antara lain penyu sisik dan penyu hijau.
      5. Wisata Sejarah
      Kepulauan Seribu memiliki beberapa pulau yang difungsikan sebagai cagar budaya karena memiliki nilai historis yang tinggi. Beberapa pulau yang lokasinya lebih dekat ke Jakarta memang memiliki beberapa peninggalan bersejarah, seperti reruntuhan benteng, sisa reruntuhan rumah sakit yang dulu digunakan untuk karantina haji, dan beberapa makam kuno.
      6. Beragamnya Aktifitas yang Bisa Dilakukan di Kepulauan Seribu
      Mungkin sebetulnya inilah daya tarik utama dari Kepulauan Seribu. Kalian memiliki banyak sekali opsi aktifitas wisata yang bisa dilakukan disana, mulai dari melakukan berbagai aktifitas olah raga air seperti snorkeling dan diving, bersantai di pantai, mengunjungi berbagai pulau sekaligus (island hopping) karena banyak pulau yang lokasinya berdekatan, hingga menikmati sunrise dan sunset.
      Beberapa pulau juga dapat dijelajahi sambil naik sepeda, dan menawarkan fasilitas tambahan seperti museum, reruntuhan bangunan bersejarah, melihat-lihat berbagai tempat penangkaran satwa langka, hingga akuarium bawah laut (hanya ada di Pulau Putri saja). Kalian juga bisa melakukan aktifitas outdoor seperti camping lho. Nah, banyak kan yang bisa kalian lakukan di Kepulauan Seribu?
      7. Jaraknya Cukup Dekat dan Mudah Dijangkau dari Jakarta
      Bagi penduduk Jakarta dan sekitarnya, tentu saja ini adalah daya tarik terbaik dari Kepulauan Seribu. Jaraknya memang cukup dekat dari Jakarta, dan relatif mudah dijangkau. Pokoknya, bagi penduduk Jakarta, Kepulauan Seribu ini asyik banget disambangi saat lelah dengan hiruk pikuk perkotaan, namun tak memiliki terlalu banyak waktu untuk liburan ke tempat yang jauh seperti Bali dan Raja Ampat.
      *             *             *             *             *
      Pulau yang Bisa Dikunjungi Oleh Wisatawan
      Dari ratusan pulau di Kepulauan Seribu, ada beberapa pulau yang bisa dikunjungi oleh wisatawan. Sebagian lainnya sudah dimiliki oleh privat dan tertutup untuk umum. Dari sekian banyak pulau tersebut, berikut ini beberapa pulau yang wajib masuk dalam daftar kunjungan kalian selama berada disana dan apa daya tariknya untuk wisatawan:
      1. Pulau Pramuka

      Pulau Pramuka, via kotawisataindonesia
      Pulau Pramuka merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, sehingga fasilitas yang ada disana terbilang cukup lengkap. Di pulau ini pun terdapat banyak homestay bagi wisatawan yang ingin menjelajah beberapa pulau sekaligus, dan lokasi pulaunya pun strategis untuk dijadikan basecamp penjelajahan Kepulauan Seribu. Selain itu, Pulau Pramuka menawarkan wisata edukasi karena disana terdapat tempat pelestarian Penyu Sisik yang termasuk jenis penyu langka.
      2. Pulau Tidung Besar dan Kecil

      Jembatan cinta di Pulau Tidung, via hotel.jalan2.com
      Dari seluruh pulau wisata di Kepulauan Seribu, Pulau Tidung termasuk salah satu destinasi paling populer. Pulau yang terdiri dari Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil ini memiliki sebuah jembatan sepanjang 800 meter yang disebut-sebut sebagai Jembatan Cinta. Wisatawan bisa berjalan-jalan melintasi jembatan ini, atau melakukan uji nyali dengan melompat dari sana dan terjun langsung ke laut.
      3. Pulau Semak Daun

      Pulau Semak Daun, via okopi247.wordpress
      Sebetulnya, Pulau Semak Daun ini merupakan salah satu pulau tak berpenghuni di Kepulauan Seribu. Tapi jika kalian menyukai pantai berpasir putih dan alam bawah laut yang indah, pulau ini layak banget untuk kalian lirik. Hanya saja, jika ingin bermalam disini, jangan lupa untuk membawa tenda sendiri ya!
      4. Pulau Bira

      Pulau Bira, via pikavia
      Pulau Bira ini sebetulnya jaraknya cukup jauh dari Jakarta, dan kalian harus transit dulu ke Pulau Pramuka sebelum bisa melanjutkan perjalanan kesini. Tapi pulau ini memiliki pantai yang indah, dan suasana alam yang masih sangat terjaga. Asyik banget untuk melakukan berbagai aktifitas seperti diving dan snorkeling, atau sekedar duduk-duduk untuk menikmati sunset.
      5. Pulau Pari

      Pulau Pari, via katalogwisata
      Salah satu pulau yang populer disambangi oleh mereka yang memang mengejar sunset. Selain itu, Pulau Pari memiliki pantai yang bersih, terumbu karang yang indah, dan tempat budidaya hutan mangrove.
      6. Pulau Harapan

      Pulau Harapan, via yuuma7
      Laut di sekitar Pulau Harapan memiliki banyak terumbu karang yang kondisinya cukup terjaga, sehingga lumayan menarik minat wisatawan yang hobi diving untuk mengunjungi pulau ini. Selain itu, di Pulau Harapan terdapat jembatan kayu yang populer digunakan oleh para wisatawan sebagai tempat untuk duduk santai dan menikmati pemandangan ke arah lautan lepas. Psst, di pulau ini pun terdapat penangkaran Elang Bondol (salah satu jenis elang yang langka) lho.
      7. Pulau Bidadari

      Pulau Bidadari, via infojakarta
      Salah satu pulau resort yang posisinya paling dekat dengan Jakarta. Di pulau ini terdapat beberapa reruntuhan bangunan peninggalan jaman penjajahan dulu, dan aneka cottage yang berdiri di atas laut. Untuk mencapai pulau ini kalian hanya memerlukan waktu 30-45 menit saja dari pantai Marina, Ancol, mengunakan kapal motor.
      8. Pulau Ayer

      Pulau Ayer, via crayonstoconcepts
      Sama seperti Pulau Bidadari, Pulau Ayer ini juga merupakan pulau resort yang jaraknya cukup dekat dengan Jakarta. Di pulau ini pun terdapat cottage-cottage yang dibangun di atas laut.
      9. Pulau Putri

      Akuarium bawah laut di Pulau Putri, via wisatapulauseribu
      Pulau Putri ini menawarkan aktifitas wisata yang berbeda dengan pulau-pulau lain di Kepulauan Seribu. Disini terdapat akuarium bawah laut, perahu dengan bagian bawah terbuat dari kaca, serta sunset cruise bagi kalian yang ingin menyaksikan pemandangan matahari terbenam. Selain itu, di pulau ini pun ada cottage bagi kalian yang ingin bermalam di Pulau Putri.
      10. Pulau Kotok

      Pulau Kotok, via gembolransel
      Pulau Kotok ini memiliki vegetasi yang masih relatif asli, karena karena di pulau ini nggak ada fasilitas permainan laut seperti di pulau lainnya. Selain itu, Pulau Kotok memiliki panorama bawah laut yang menggoda para penyelam untuk datang dan menyelam disana.
      11. Pulau Pantara

      Pulau Pantara, via pulaupantara
      Termasuk salah satu pulau terjauh di Kepulauan Seribu. Namun jangan salah, fasilitas disana cukup lengkap lho. Di pulau tersebut ada cottage, restoran, kolam renang, dan berbagai fasilitas olah raga. Dengan kata lain, Pulau Macan ini memang dirancang untuk kalian yang ingin berlibur dan menginap disana.
      12. Pulau Sepa

      Pulau Sepa, via infojakarta
      Pulau Sepa memiliki alam bawah laut yang cukup cantik, dan asyik banget untuk melakukan snorkeling dan diving. Jaraknya pun nggak terlalu jauh dari Dermaga Marina Ancol, yaitu kira-kira 90 menitan saja menggunakan speed boat.
      13. Pulau Macan

      Pulau Macan, via tandapagar
      Salah satu pulau resort di Kepulauan Seribu. Di pulau ini terdapat bermacam fasilitas, mulai dari aneka cottage, pulau terpisah dengan pantai berpasir putih, toko souvenir, dan banyak lagi.
      14. Pulau Untung Jawa

      Pulau Untung Jawa, via kepulauanseribuu.blogspot
      Pulau ini lokasinya nggak jauh dari Ancol, dan termasuk salah satu pulau berpenghuni yang menawarkan banyak pilihan akomodasi bagi wisatawan. Di pulau ini kalian dapat melakukan berbagai aktifitas, mulai dari bersepeda, hingga melakukan aneka olah raga air seperti diving, snorkeling, banana boat, dan lain-lain.
      15. Pulau Lancang

      Pulau Lancang, via sarihusada
      Pulau ini mungkin nggak sepopuler Pulau Tidung. Tapi pulau ini cukup menarik juga untuk dikunjungi lho, karena disini kalian dapat melakukan berbagai aktifitas mulai dari memancing hingga diving. Oya, di pulau ini pun terdapat beberapa pilihan akomodasi.
      16. Pulau Onrust

      Museum Pulau Onrust, via checkinjakarta
      Pulau Onrust dikenal sebagai salah satu pulau cagar budaya di Kepulauan Seribu. Di pulau ini memang terdapat beberapa peninggalan bersejarah, dan sebuah Museum Pulau Onrust. Jika kalian suka wisata arkeologi, masukkan Pulau Onrust dalam daftar kunjungan kalian ke Kepulauan Seribu.
      17. Pulau Kelor

      Pulau Kelor, via pixoto
      Sama seperti Pulau Onrust, Pulau Kelor ini juga populer sebagai tempat untuk melakukan wisata arkeologi. Di pulau ini terdapat Benteng Martelo yang dibangun pada masa penjajahan Belanda. Memang sih saat ini benteng tersebut hanya tersisa puing-puingnya saja. Tapi tetap saja suasananya cukup seksi untuk diabadikan oleh kamera kalian.
      18. Pulau Air

      Pulau Air, via blog.widayatour 
      Salah satu pulau yang populer untuk melakukan kemping. Hanya saja karena di pulau ini tidak ada fasilitas MCK maupun fasilitas air bersih, disarankan untuk menginap tidak lebih dari 2 hari.
      19. Pulau Papatheo/Petondan Kecil

      Pulau Papatheo, via fitriesimprit/instagram
      Pulau seluas 8 hektar dan berjarak kira-kira 108 kilometer dari Ancol ini populer di kalangan para penyelam. Di pulau ini terdapat spot yang berisi bangkai kapal sepanjang 100 meter, yang akhirnya menjadi ciri khas dari pulau Papa Theo dibanding pulau-pulau lain di Kepulauan Seribu.
      *             *             *             *             *
      Akses
      Untuk mencapai Kepulauan Seribu, cara yang paling populer adalah dengan menggunakan perahu. Tersedia 2 opsi perahu: kapal tradisional dan kapal cepat/speed boat.
      Menggunakan Kapal Tradisional
      Jika ingin menggunakan kapal tradisional, kalian dapat berangkat dari Peabuhan Muara Baru, Muara Angke, dan Tanjung Pasir. Biaya tiketnya bervariasi, mulai dari IDR40000/orang hingga IDR86000/orang (harga dapat berubah sewaktu-waktu), tergantung pulau yang menjadi tujuannya (Pulau Pramuka/Panggang, Pulau Tidung, Pulau Kelapa/Harapan, Pulau Pari). Namun biasanya ada juga kapal nelayan yang bisa di sewa (harga sewa bervariasi), sehingga lebih praktis jika kalian berangkat bersama rombongan.
      Adapun jadwal keberangkatan setiap harinya biasanya dimulai pada pukul 07.00-07.30, kecuali jika kapal telah penuh sebelum itu. Jadi, sangat disarankan untuk datang jauh sebelum waktu keberangkatan sesuai jadwal.
      Menggunakan Kapal Cepat (Speedboat)
      Jika ingin menggunakan kapal cepat, kalian bisa berangkat dari Dermaga Marina Ancol menuju pulau-pulau di Kepulauan Seribu. Biayanya berkisar antara IDR40000-50000/orang (harga dapat berubah sewaktu-waktu). Biasanya tiket akan dijual mulai pukul 06.30-07.30, sementara kapal akan berangkat antara pukul 08.00-09.00.
      Selain menggunakan kapal tradisional dan kapal cepat, wisatawan juga bisa berangkat menggunakan pesawat kecil dan mendarat di bandara perintis yang ada Pulau Panjang. Tapi opsi ini termasuk jarang digunakan oleh wisatawan.
      *             *             *             *             *
      Disclaimer:
      Foto diambil dari sumber yang berbeda-beda (cek caption) tanpa adanya editan tambahan lain selain proses resizing.