twindry

Jadwal mekar bunga sakura tahun 2017

33 posts in this topic

Yosh!!! ketemu lagi kita :melambai kali ini mau bagi2 informasi mengenai perkiraan mekarnya bunga sakura di tahun 2017 ini. siapa tau ada anggota forum ini yang udah planning mau ke jepang ato bahkan sudah dapat tiketnya di tahun ini untuk melihat kecantikan bunga sakura.

badan meteorologi jepang telah merilis daftar perkiraan mekarnya bunga sakura di tahun ini. bagi yang berencana ke jepang untuk mengejar mekarnya bunga sakura, siap2 catat dan tandai tanggal2 nya di kalender ya B). tapi untuk sementara baru 10 prefektur yang sudah dirilis perkiraan jadwalnya. eiittsss tenaaang.. sapporo, tokyo, kyoto, osaka sudah termasuk dalam list ini kok. jadi yaaah bisa di jadikan referensi lah kira2 daerah yang akan kalian tuju itu jatuhnya di tanggal berapa. okeeeyyy.. langsung saja ya. ini dia listnya

 

format nya adalah kota : perkiraaan awal mekar - perkiraan puncak mekar

Sapporo : 4 Mei - 8 Mei

Sendai : 10 April - 15 April

Tokyo : 22 Maret - 30 Maret

Kanazawa : 6 April - 12 April

Nagoya : 23 Maret - 2 April

Kyoto : 27 Maret - 4 April

Osaka : 28 Maret - 4 April

Kochi : 23 Maret - 31 Maret

Fukuoka : 23 Maret - 1 April

Kagoshima : 4 April - 13 April

 

naaah itu dia list perkiraan mekarnya bunga sakura di tahun ini. sudah siapkah jatah cuti dan dompet kita?? :tersipu diliat dari waktunya, dari awal hingga puncak mekarnya itu kira2 hanya seminggu. makanya saya kurang begitu tertarik untuk mengejar mekarnya bunga sakura. selain waktunya yang terbilang cukup singkat, kita juga harus mengandalkan sedikit keberuntungan agar bisa menikmati full blossom nya. lagian juga yang melakukan hanami rame banget dan saya kurang suka suasana yang crowded :bingung selain itu.... tiket pesawat juga mahal chooooyyy :terharu makanya saya lebih memilih musim gugur ketimbang musim semi.

bagi yang udah dapat tiket, selamat berhanami ria di tahun ini. bagi yang baru planning, semoga tercapai hanaminya di tahun ini. see ya :melambai 

sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, min0ru said:

iya ya sama dengan tahun lalu. :kesengsem yasssss! haahha. nice info kak @twindry :salut

semoga berguna :D siapa tau mau berburu sakura lagi

1 hour ago, deffa said:

wah elu tahun lalu dapat tanggal segini ya :D 

dia tahun ini berburu yang laen mod eaaa :tersipu 

1 hour ago, kyosash said:

nice info :senyum 

semoga berguna mas @kyosash

Share this post


Link to post
Share on other sites
17 minutes ago, deffa said:

kayak nya mau winteran :D 

eh kalo tiket pesawat misalnya kita incer yang pertengahan puncak mekarnya kira2 harganya berapa ya? :D misalnya kita incar yang awal april gitu. jatohnya mahal gk ya? wkwkwk. pengen tau aja

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, twindry said:

eh kalo tiket pesawat misalnya kita incer yang pertengahan puncak mekarnya kira2 harganya berapa ya? :D misalnya kita incar yang awal april gitu. jatohnya mahal gk ya? wkwkwk. pengen tau aja

bahahahah gak usah ditanya perkiraan dah

dah jelas itu MAHIL :P

Share this post


Link to post
Share on other sites
41 minutes ago, deffa said:

bahahahah gak usah ditanya perkiraan dah

dah jelas itu MAHIL :P

buang jauh2 deh mimpi gua liat sakura kalo gitu :terharu wkwkwkwk.. planning pengen ngejar sakura blooming. kalo ambil mid april masih mahal gk ya? :D eh tapi mending ngejar early bloom ya daripada late bloom :D kayak kemarin hoki dapat early momiji di tokyo

Share this post


Link to post
Share on other sites
34 minutes ago, twindry said:

buang jauh2 deh mimpi gua liat sakura kalo gitu :terharu wkwkwkwk.. planning pengen ngejar sakura blooming. kalo ambil mid april masih mahal gk ya? :D eh tapi mending ngejar early bloom ya daripada late bloom :D kayak kemarin hoki dapat early momiji di tokyo

kayak si @min0ru dan @HarrisWang kemarin aja udah late april tapi masih dapat dan dapat promo pula :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 1/20/2017 at 3:29 PM, twindry said:

promonya mereka sama kita beda mod :( wkwkwk :P 

Hhahahah sama aja kok brohh. cuman waktu itu memang gw incernya full service biar nyaman. :D

Share this post


Link to post
Share on other sites
56 minutes ago, Vara Deliasani said:

full service? gw nyarinya yang full sponsor (baca: gratisa)

minta ke om harris yuk @min0ru

hahahahaha

:ngeledek wkaakakak... ini gua juga mauh kaka. @HarrisWang kami lagi mencari seponsor kakaa :ngakak kami rela deh bawa2 spanduk ato pakai baju yang ada cap muka lu bang wkwkwk

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, deffa said:

om @HarrisWang lagi Long Haul neh kayak nya heheh :D 

Haiii haiii.... wkwkwkwkwk 

Ada yang punya kopi Bali ngga? wkwkwkwk

4 minutes ago, twindry said:

:ngeledek wkaakakak... ini gua juga mauh kaka. @HarrisWang kami lagi mencari seponsor kakaa :ngakak kami rela deh bawa2 spanduk ato pakai baju yang ada cap muka lu bang wkwkwk

wkwkwkwkwkwk...

emang kampanye

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By vie asano
      Jepang boleh saja dikenal sebagai salah satu negara dengan jaringan kereta api dan subway terumit di dunia. Kereta dan subway pun menjadi moda transportasi andalan bagi penduduk Jepang dan juga wisatawan yang berwisata ke Jepang. Namun perlu diketahui juga jika bus pun memegang peranan penting dalam moda transportasi di Jepang. Bus menjangkau tempat-tempat yang tidak bisa dijangkau oleh kereta dan subway, dan bahkan untuk beberapa kota yang tak terlalu besar seperti Kyoto, bus menjadi moda transportasi utama mengalahkan kereta dan subway. Jadi nggak ada salahnya bagi wisatawan untuk mengenal sedikit tentang moda transportasi bus di Jepang.
      Bus di Jepang, foto:
      thanhnientudo Sebagai Gambaran Awal, Inilah Macam Bus di Jepang
      Secara mudah, bus di Jepang dapat dibedakan dalam kategori berikut ini: bus dalam kota, highway bus (atau bus jalan tol), dan bus wisata. Bus dalam kota, atau bus lokal, merupakan bus yang bergerak di dalam kota saja. Bus ini menjadi moda transportasi kedua di kota besar seperti Tokyo, namun menjadi moda transportasi utama di kota kecil dan menengah. Highway bus merupakan bus yang bergerak di jalan tol dan fungsinya sebagai alat transportasi untuk berpindah kota dari satu kota ke kota lainnya. Sedangkan bus wisata merupakan jenis bus yang dioperasikan dengan tujuan untuk wisata dan bukan untuk digunakan sehari-hari. Yang termasuk dalam jenis bus wisata ini seperti shuttle bus dan sightseeing bus.
      Sightseeing bus di Tokyo, foto:
      wikimedia commons Khusus untuk tulisan ini, saya akan membahas lebih lanjut tentang bus lokal. Untuk highway bus maupun jenis bus lainnya akan saya ulas terpisah.
      Mengapa Wisatawan Asing Perlu Mengetahui Seluk Beluk Bus di Jepang?
      Di Jepang, tidaklah sulit jika ingin menggunakan kereta dan subway sekalipun kalian tidak menguasai bahasa Jepang. Seiring dengan semakin tingginya perhatian akan sektor wisata, saat ini kalian bisa dengan mudah menemukan berbagai petunjuk arah maupun informasi dalam bahasa Inggris di berbagai stasiun dan kereta di Jepang.
      Namun itu tidak berlaku untuk bus. Setidaknya, hingga saat ini mayoritas bus di Jepang masih minim dari sentuhan bahasa Inggris. Umumnya informasi masih disajikan dalam bahasa Jepang, pun dengan supir bus yang tidak mengerti bahasa Inggris. Itulah mengapa naik bus di Jepang bisa cukup mengintimidasi bagi wisatawan asing, khususnya jika kalian pergi ke kota-kota dimana bus menjadi moda transportasi utama.
      Beginilah Caranya Naik Bus di Jepang
      Sekalipun bus di Jepang terasa mengintimidasi, bukan berarti kalian nggak bisa menaklukkan hal tersebut. Berikut ini beberapa tips umum yang bisa dicoba saat naik bus di Jepang.
      1. Naiklah bus dari halte bus. Untuk masuk ke dalam bus, umumnya menggunakan pintu belakang maupun pintu tengah, dan turun lewat pintu depan. Kecuali jika bus hanya memiliki satu pintu, maka masuklah dari pintu tersebut.
      Tambahan: timetable bus bisa dilihat di halte bus.
      Naik bus dari pintu tengah atau belakang, foto:
      weshare 2. Saat baru masuk, kalian akan menemukan mesin kecil yang akan mengeluarkan tiket. Ambil tiketnya dan perhatikan nomor yang tertera di tiket tersebut. Gunanya nomor itu adalah untuk menentukan biaya perjalanan yang harus dibayar (yang akan semakin bertambah seiring dengan bertambahnya jarak tempuh, kecuali jika bus yang dinaiki menggunakan flat rate). Sedangkan jika kalian menggunakan kartu IC seperti Suica atau Passmo, jangan lupa men-scan kartu saat akan masuk ke dalam bus.
      3. Di dekat supir bus biasanya akan ada monitor yang menunjukkan angka-angka. Untuk mengetahui biaya yang harus kalian bayarkan, cari nomor yang sesuai dengan nomor tiket dan lihat harga yang tertera disebelahnya. Untuk bus dengan tiket flat rate, mungkin saja display ini tidak tersedia.
      Foto:
      reviewmylife 4. Saat mendekati halte tujuan, tekan tombol yang terdapat di dinding maupun tiang di dekat tempat duduk. Tombol tersebut berfungsi untuk memberitahu supir bus jika kalian akan turun di pemberhentian berikutnya.
      Tips: hapalkan dengan benar halte bus tujuan, jika perlu catat namanya, karena mungkin saja informasi yang tersedia hanya menggunakan bahasa Jepang.
      Tombol untuk berhenti di tiang bus, foto:
      closertojapan 5. Saat akan turun, bayarkan biaya perjalanan dengan memasukkan sejumlah uang ke dalam kotak di dekat supir. Bayar dengan uang pas ya! Jika nggak punya uang kecil, kalian bisa menukarkan uang tersebut di mesin penukar uang yang juga terletak di dekat supir. Jangan lupa masukkan juga tiket yang diambil saat masuk ke dalam bus.
      Catatan tambahan: untuk bus yang menggunakan flat rate, ada kemungkinan biaya harus dibayarkan di awal saat naik ke dalam bus.
      Berapa Sih Biaya Untuk Naik Bus di Jepang?
      Harga tiket bus berbeda-beda untuk setiap kota. Sebelumnya, ketahui dulu jenis harga yang berlaku dalam sebuah bus. Ada bus yang menerapkan harga berdasarkan zona, yaitu tarif bertambah seiring dengan bertambahnya jarak tembuh; dan ada juga yang menerapkan regular charge/flat charge. Untuk tarif berdasarkan zona, harganya bisa mulai dari 100-200 yen untuk dewasa, dan diskon 50% untuk anak-anak. Sedangkan untuk tarif flat rate, bisa mulai dari 200 yen-an.
      Cara Untuk Mengetahui Bus yang Harus Dinaiki
      Sama seperti kereta dan subway, bus di Jepang juga bergerak berdasarkan rute/jalur tertentu. Biasanya jalur tersebut diwakili oleh angka maupun warna yang bisa dilihat di peta rute bus. Untuk mencari tahu bus mana yang harus dinaiki, cari tahu halte bus mana yang terdekat dengan tempat tujuan dan bus mana yang berhenti di halte tersebut. Kalian mungkin saja harus pindah jaur beberapa kali sebelum bisa mencapai halte yang dituju.
      Sebagai contoh, inilah rute bus di Kyoto. Silahkan diklik untuk melihat langsung jalur bus di kota Kyoto. Misalnya saja jika ingin pergi ke Gion, kalian harus naik bus no 12, 46, 100, 201, 202, 203, 206, atau 207 yang berhenti di halte bus Gion. Jika kalian berangkat dari depan Stasiun Kyoto (yang dilalui oleh bus no 4, 5, 9, 17, 26, 28, 50, 100, 101, 205, 206), maka kalian bisa naik bus nomor 100 maupun nomor 206. Silahkan coba melihat sendiri obyek wisata favorit kalian dan halte bus terdekat, sambil menerka-nerka bus mana yang seharusnya diambil untuk bisa sampai ke halte bus yang diinginkan.
      Semoga bermanfaat!
    • By vie asano
      Di era internet seperti sekarang ini, rasanya ada yang kurang jika nggak terhubung ke internet. Begitu juga saat berwisata ke negara lain. Rasanya akan ada yang kurang jika tak terhubung ke internet untuk sekedar mengecek Facebook, men-twit sesuatu, maupun sekedar berbagi foto wisata di Instagram. Itulah mengapa masalah internet termasuk salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan oleh wisatawan modern pada masa kini.
       
      Wisatawan yang akan bepergian ke Jepang juga kerap menanyakan hal yang sama. Jepang memang dikenal sebagai salah satu negara termaju di dunia. Namun bagaimana dengan masalah internet? Apakah wisatawan dapat dengan mudah terhubung dengan internet selama di Jepang? Apakah jaringan internet sudah meng-cover seluruh Jepang? Dan apakah ada syarat khusus untuk mengakses internet bagi wisatawan asing yang tengah berada di Jepang? Mari simak ulasan tentang internet di Jepang berikut ini.
       
      Sulitkah bagi wisatawan untuk terhubung dengan internet di Jepang?
      Ada beberapa fakta menarik seputar internet di Jepang. Pertama, negara Jepang dikenal sebagai negara yang 80% penduduknya telah terhubung dengan internet. Itu menjadikan Jepang sebagai negara dengan populasi pengguna internet terbesar ke-4 di dunia dan menjadi salah satu negara dengan tingkat penetrasi internet tertinggi di dunia. Pertanyaannya adalah, dengan perkembangan jaringan internet yang sudah sangat luas tersebut, apakah itu berarti wisatawan asing cukup mudah untuk terhubung dengan internet selama berada di Jepang?
       
      Jawabannya adalah ya dan tidak. Ya, karena dewasa ini jaringan internet sudah mudah ditemukan di berbagai hotel, penginapan, maupun hotspot lainnya. Tidak, karena ada beberapa jaringan internet yang mensyaratkan wisatawan untuk mendaftar terlebih dulu dan memasukkan data-data pribadi seperti nomor passport. Beberapa jenis akomodasi yang populer bagi wisatawan asing, seperti hostel dan dormitory, terkadang malah sama sekali tidak menyediakan jaringan internet bagi para tamunya.
       
      Dimana tempat yang mudah untuk mengakses internet bagi wisatawan asing?
      Ada beberapa tempat dimana wisatawan asing sekalipun bisa mengakses internet dengan relatif mudah.
       
      1. Di tempat menginap
      Saat ini, kebanyakan hotel di Jepang (terutama hotel baru) telah menawarkan fasilitas internet gratis bagi para tamunya, baik berupa kabel LAN maupun koneksi wireless. Namun perlu diketahui juga jika nggak semua hotel menyediakan internet gratis. Ada beberapa hotel yang men-charge biaya internet pada tamunya, jadi sebaiknya kalian memastikan dulu status fasilitas internet di hotel pilihan kalian.
       
      Untuk akomodasi tipe lainnya, seperti ryokan dan hostel, nggak semuanya menyediakan fasilitas internet. Jika pun ada, biasanya hanya ada di area publik seperti lobi. Semakin sebuah akomodasi tersebut jauh dari pusat kota dan makin dekat ke daerah terpencil seperti onsen resort dan ski resort, maka koneksi internet yang terdapat di tempat tersebut pun semakin terbatas (bahkan mungkin sama sekali nggak ada).
       

      Ryokan, salah satu jenis penginapan tradisional yang belum tentu menyediakan koneksi internet, via hightouch-japan 
       
      2. Internet Cafe dan manga kissa  
      Internet cafe alias warnet (warung internet) dan manga kissa (alias manga cafe) merupakan salah satu tempat favorit bagi wisatawan yang ingin mengakses internet selama berada di Jepang. Bahkan bagi beberapa budget traveller, internet cafe dan manga kissa juga menjadi tempat favorit untuk menginap. Selain akan mendapat fasilitas internet berkecepatan tinggi, rata-rata warnet dan manga kissa menyediakan fasilitas air minum gratis, toilet dan kamar mandi, dan bilik yang cukup nyaman untuk tidur sekedarnya, dengan biaya yang jauh lebih terjangkau dibanding menginap di kapsul hotel maupun hostel.
       

      Contoh ruangan di salah satu warnet Jepang. Cukup nyaman untuk dijadikan tempat menginap, via hirstart 
       
      3. Internet kiosk
      Jika warnet dan manga kissa menawarkan koneksi internet dan tempat potensial untuk menginap, maka kios internet ini bentuknya berupa komputer yang dioperasikan dengan koin agar bisa digunakan, termasuk untuk mengakses internet. Biasanya kios internet ini ditempatkan di area publik seperti stasiun besar, bandara, maupun perpustakaan, walau sekarang jumlahnya sudah semakin berkurang.
       
      4. Wi-Fi
      Ini mungkin salah satu koneksi internet yang jadi favorit banyak wisatawan. Model koneksinya ada yang berupa wifi hotspot maupun private wifi. Masalahnya, aneka wifi tersebut nggak seluruhnya gratis. Ada juga wifi berbayar, maupun gratis dengan syarat (seperti harus mendaftar dulu untuk mendapatkan kode tertentu). Berikut beberapa tempat yang biasanya menyediakan koneksi wifi gratis di berbagai kota di Jepang:
      a. Bandara besar seperti Narita Airport dan Haneda Airport, Kansai Airport di Osaka, Fukuoka Airport, New Chitose Airport di Sapporo, dan banyak lagi. Koneksi wifi di tempat-tempat tersebut biasanya membutuhkan registrasi terlebih dulu.
       

      Layanan internet gratis di Bandara Narita, via plok@flickr 
       
      b. Stasiun kereta dan subway besar. Di kota-kota besar seperti Tokyo dan Stasiun JR di kota besar lainnya biasanya sudah menyediakan wifi gratis.
      c. Convenience store alias konbini. Beberapa jaringan konbini besar seperti 7-Eleven telah menyediakan fasilitas wifi gratis. Biasanya kalian harus melakukan registrasi dulu sebelum bisa terkoneksi dengan jaringan tersebut.
      d. Aneka pusat informasi turis. Berbagai pusat informasi turis, terutama yang besar, umumnya menyediakan koneksi internet gratis bagi wisatawan (wifi maupun LAN).
      e. Aneka restoran, cafe, dan coffee shop. Salah satu coffee shop yang jaringannya tersebar di seluruh Jepang seperti Starbuck juga menyediakan fasilitas wifi, biasanya dengan registrasi lebih dulu.
       

      Free Wifi di Starbuck Jepang, via antyweb 
       
      f. Halte bus dan pusat aktifitas lainnya. Jalanan di Ginza menyediakan wifi gratis yang bisa di akses tanpa harus mendaftar terlebih dulu. Berbagai bangunan di distrik Marunouchi di Tokyo, aneka toko dan hotel di sekitar Gunung Fuji, beberapa obyek wisata di Osaka, dan banyak lagi.
       

      Peta Ginza, via fletz 
    • By deffa

      Foto: Sensoji Temple (Ari Saputra/detikTravel)
      Jakarta - Jepang saat ini makin ramah untuk turis Muslim. Sejumlah fasilitas dan imbauan untuk turis Muslim telah disiapkan.

      Dijelaskan Manager Japan National Tourism Organization, Kristiana Susanti, Rabu (4/4/2018), pemerintah Jepang telah memperbanyak destinasi ramah Muslim. Tak hanya itu, kemudahan lainnya adalah papan-papan penunjuk yang sekarang sudah banyak menggunakan huruf latin.

      "Tak seperti dulu, di mana-mana sekarang sudah menggunakan Bahasa Indonesia atau bertuliskan latin. Jangan anggap tidak ramah wisatawan, karena jika ada turis yang terlihat kesulitan maka warga lokal dengan ramah akan mengantar langsung turis ke lokasi tujuan," kata Kristiana.

      Itu kemudahan yang akan didapat turis jika ke Jepang. Ada pula kemudahan turis Muslim yang sudah disiapkan Pemerintah Jepang dan ini menjadi hal atau perhatian yang sangat serius.

      "Sekarang ini ada penambahan fasilitas-fasilitas Muslim di Bandara Narita. Di hotel sudah dianjurkan untuk menambahkan arah kiblat, sudah banyak restoran yang berlabel halal dan cukup tanya ke penjualnya apakah halal atau tidak," urai Kristiana.

      "Jadi, untuk traveler muslim sekaran sangat friendly dan cukup banyak berkembang di berbagai tempat di Jepang," imbuh dia.
      Narita Airport Jepang mulai berbenah bagi traveler muslim. Ada sejumlah musala di sana, pertama di Terminal 1 yang ada di sebelum paspor kontrol lantai 5, 5F dan sesudah kontrol paspor di lantai 2, 2F Gate 28.

      Musala di Terminal 2 ada di sebelum kontrol paspor lantai 1, 1F. Sesudah kontrol paspor ada di lantai 1, 1F, Gate 70.

      Musala di Terminal 3 yang ada di sebelum kontrol paspor lantai 2, 2F. Setelah kontrol paspor ada di lantai 3, 3F, Gate 151.

      Semua musala ini dibuka dari pukul 06.00-23.00 waktu setempat. Adapun restoran berlabel halal di Narita Airport ada di setiap terminal.

      Restoran halal pertama di Terminal 1 bernama Kineya Mugimaru. Ada di lantai 5 sebelum kontrol paspor, buka dari pukul 07.30-20.30. Restoran halal kedua di Terminal 2 bernama Tentei. Ada di lantai 4 sebelum kontrol paspor dan buka dari pukul 07.30-20.30.

      Restoran halal ketiga di Terminal 3 bernama La Toque. Ada di lantai 4 sebelum kontrol paspor dan buka dari pukul 07.30-20.00.
      SUMBER
       
    • By deffa

       
      Hola Deffa Here!
      Jadi bulan Februari 2018 kemarin saya ke Jepang untuk ke 3 kali nya. Untuk kali ini agak berbeda, selain saya jalan bareng dengan istri saya yang sedang hamil (Babymoon), juga kami tidak menyewa penginapan berupa Hostel, melainkan menyewa AirBNB yang notabene berupa Kamar Pribadi atau Apartemen Pribadi.
      Sebelum tahun 2018, pemerintah Jepang masih belum mengeluarkan ijin resmi atas penyewaan lodging bersifat properti pribadi. Kadang-kadang, hal ini juga yang sering menimbulkan masalah ketika di imigrasi dan mengakibatkan wisatawan Indonesia di tolak masuk ke Jepang, alasannya karena menggunakan Private Lodging seperti AirBNB (walaupun biasanya tidak di sebutkan alasan utama nya oleh petugas imigrasi). Karena, pada saat itu Private Property (Lodging) atau AirBNB ini masih bersifat Ilegal.
      Namun pada Februari 2018 lalu, pemerintah Jepang mengeluarkan Peraturan Baru yang Memperbolehkan Private Property untuk Disewakan bagi Wisatawan. Sebuah berita yang sangat menggembirakan bagi wisatawan Indonesia dan tentu nya juga bagi saya, yang waktu itu akan berangkat ke Jepang. Karena, dari harga AirBNB relatif lebih murah dan juga untuk keperluan saya dan istri, kami lebih memilih menyewa Apartemen.
      Namun perlu di perhatikan, ada beberapa peraturan yang harus kalian dan pemilik Private Lodging tahu. Salah satu nya yang terpenting adalah Kamar Kosong di Properti Pribadi boleh di sewakan kepada Turis sampai dengan 180 hari pertahun. 
      FYI: Saya sudah mendengar berita ini dari awal tahun 2018, lalu memesan AirBNB pada bulan Januari 2018 sebelum keberangkatan di awal Februari 2018. Ketika menuliskan Form Kedatangan yang di bagikan di dalam pesawat, kami tidak ragu untuk menuliskan AirBNB beserta alamat lengkap nya di Tempat Tinggal selama di Jepang. Lalu, ketika di periksa di Imigrasi tidak ada masalah dan langsung di cap saja E-Passport saya.
      Jadi, sebelum kalian booking dari AirBNB, lebih baik tanya dulu ke pemilik nya via Chat/Email. "Apakah kamar nya sudah melebihi Kuota 180 hari pertahun untuk disewakan?"
      Karena, bisa jadi pemilik lupa akan hal ini dan tetap mengiklan kan properti nya. Untuk info lengkap nya kalian bisa baca artikel berikut ini: 
      Regional rules set ahead of Japan law on private lodging
       
    • By Ahook_
      Tanggal 22 September 2017.
      Ke Okinawa kali memang seperti sedang melakukan pertukaran pelajar gitu. Hahahha. Kosuke, si Jepang yang aku kenal saat ngetrip ke Taiwan akhir tahun 2016 lalu, beberapa kali mengundangku ke Okinawa setelah dia sendiri sudah pernah ke Jakarta. Kebetulan, pertengahan September 2017, aku ada trip ke Hongkong, tidak ada salahnya, dari Hongkong aku terbang ke Okinawa yang butuh 2 jam 10 menit perjalanan. Harga tiket sekitar Rp 2.500.000,- ( pp ) dengan menggunakan Hongkong Airlines.

      Nago Beach
      Okinawa terletak di paling bawah dari Jepang. Laut China Timur menjadi pemandangan kesehariannya. Okinawa sendiri punya banyak pulau- pulau kecil. Salah satu pulau terluarnya, bahkan bisa melihat Taiwan. Ngetrip ke Okinawa tidak terlepas dari wisata pantai dan air. Karena banyak pulau- pulau itu, aku rasa, kamu yang memang pecinta alam dan air, suka pantai dan semacamnya, ada baiknya kamu habiskan minimal 7 hari deh. Itupun, masih kurang puas.
       

       
      Terbang dari mana pun, kamu akan mendarat di Naha International Airport di kota Naha, yang menjadi kota terbesar Okinawa. Bandara yang menjadi pintu masuk buat kamu untuk menikmati alam indah Okinawa ini tidak terlalu besar. Walaupun begitu, cukup ribet. Dari antrian imigrasi yang panjang karena ada proses perekaman foto diri kamu dan paspor, kemudian antri lagi untuk imigrasi. Tahun 2016 lalu, pas ke Japan Mainland, tidak ada foto diri dan paspor seperti itu, tapi aku masuk melalui Nagoya, entahlah sekarang atau dari kota lainnya. Bea cukainya juga ketat. Aku masuk pakai visa Waiver.

      Jembatan nyebrang ke Kouri Beach.
      Dari bandara ke kota Naha-nya, kamu bisa naik bus ataupun monorail. Yups, untuk Naha, termasuk kota modern yang cukup maju. Sistem transportasi termasuk bagus walaupun periode kedatangan bus dan kereta monorail agak lama. Karena aku dijemput Kosuke, jadi aku tidak ada pengalaman naik transportasi umum ke kota Naha-nya. Monorail sendiri hanya ada 1 line. Ada 15 stop dimulai dari airport sampai ke Shuri castle. Tapi, saat terbang kembali ke Hongkong, dari hostel aku naik monorail ke airport. Cuma waktu 15 menit untuk bisa sampai bandara, yang buat lama, karena aku berangkat pagi jam 8- an, aku harus rela beberapa kali tidak naik kereta karena padatnya orang lokal berangkat kerja.

      Taman, dekat Nago Beach.
      Setelah dijemput Kosuke, aku langsung dibawa ke Nago, kota tempat dia tinggal dan menjadi kota terbesar kedua dari Okinawa. Dari Naha ke Nago itu butuh perjalanan 1,5 jam kalau lancar dan lewat jalan tol. Buat kamu yang mau ngetrip ke Okinawa, butuh diperhatikan, di Naha memang sistem transportasi sudah bagus, tapi tidak untuk ke kota lainnya. Monorail hanya ada di Naha, bus antar kota itu bisa 1 jam sekali, bahkan pengalamanku di Nago, hanya sekali saja melihat bus.

      Kouri Beach
      Jadi, di Nago, penduduk lokalnya rata- rata punya mobil, entah itu mobil pribadi ataupun sewa. Kalau tidak, ya motor. Sedangkan untuk turis, yang ingin sampai ke Nago, harus sewa mobil sendiri. Itupun buat turis yang ingin explore Nago, kebanyakan sih datangnya ke Nago pakai travel, karena biasanya hanya mengunjungi Okinawa Aquarium saja.
       

      Untuk bisa makan disini, harus sabar berdiri, antri berjam- jam...
      Nago itu sepi banget. Hostel aku menginap saja, hanya ada 2 orang. Menurut pemilik hostelnya, aku orang pertama Indonesia yang menginap di tempat dia, ntah dia tidak ingat atau memang begitu adanya. Dibanding dengan Naha, jalanan lebih sepi. Untuk urusan makan sih gampang, banyak restoran enak yang bertebaran dimana- mana. Aeon Mall sepertinya menjadi satu- satunya mall keren disana.
      Selama aku di Okinawa, cuacanya panas banget, hawanya panas, udara yang berhembus juga terasa panas. Padahal di Japan mainland lainnya sudah mulai memasukin musim gugur. Suhu sekitar 31 derajat, tapi panasnya bisa terasa 35-an gitu. Ya, namanya juga pulau kecil yang dikelilingi laut, yang ada hanya pantai, pantai dan pantai.

      Nago view
      Begitupun, walau hanya pulau kecil, Okinawa tergolong maju dalam hal pembangunan. Infrakstuktur yang bagus. Dari Naha sampai ke Nago, termasuk di Ginowan, Chatan sampai ke Khin. Berikut juga banyak disediakan taman buat bersantai dan berkumpul bersama keluarga. Oh ya, jika kamu mau sewa taman buat party, boleh saja. Kabarnya 2.000 Yen untuk sepetak bisa pakai seharian.
       

      Acara keluarga di Nago Park.
      Senangnya jalan- jalan ke Jepang, termasuk Okinawa, orangnya disiplin banget, jaga kebersihan, bersih dimana- mana, ramah dan teratur. Teringat malam itu, aku diajak Kosuke bersama beberapa teman dia lainnya untuk menonton Festival Traditional Dance yang diadakan sekali setahun itu. Yang hadir ke acara itu, mungkin bisa sebagian besar orang Nago, kata Kosuke, orang dari luar kota juga datang nonton. Yang mau aku ceritakan disini adalah, begitu acara itu kelar dan bubar, tidak ada satu pun sampah yang tersisa. Mereka masing- masing bawa kantongan plastik untuk menyimpan sampah bekas makan dan minum.

      Traditional Dance Festival.
      Yang aku suka dari Okinawa, mau makan dimanapun, pasti disediakan air minum gratis, ada juga yang sediakan ocha. Hemat dong. Nah, aku kan bawa botol minum, bisa isi lagi. Untuk biaya makan, aku merasa di Nago lebih murah dibanding dari Naha. Tapi, secara umum, Okinawa, biaya hidupnya lebih murah dibanding dengan Japan mainland lainnya.
       

       
      Kalau mau ke Okinawa, pilih-lah bulan yang tepat. Jangan sampai keliru menentukan bulan, pas bulannya hujan lebat dan badai kan berabe. Tidak ada salju yang berarti, cenderung tidak ada. Adapun, itu diatas gunung dan hanya sedikit.

      Kosuke and friends...
      Tidak banyak yang bisa dilakukan di Nago. Setelah hari pertama, aku hanya punya waktu malam hari saja, itupun dipakai buat makan malam kemudian ke penginapan. Hari kedua, setelah sarapan, Kosuke bawa aku ke Nago Beach, dekat dengan taman Nago, dekat dengan lapangan Baseball, tempat terciptanya pemain baseball terkenal di dunia. Pantainya tidak terlalu ramai. Ya itu, bukan season-nya.
      Untuk pantainya sih okey- lah. Bersih dengan pasir putih yang lembut. Tidak ada sampah yang bertebaran. Buat aku, terkesan sih. Di semua pantai di Okinawa selalu ada jaring yang membatasi para penikmat pantai untuk berenang. Tujuannya untuk mencegah ikan beracun yang bisa membahayakan. Satu lagi, pasti ada 1 orang yang memantau pantai, semacam Baywatch gitu. Walaupun hanya 1 orang saja yang main di pantai.

      Nago Beach.
      Dari Nago Beach, kami lanjut ke Kouri Island. Di sini lebih ramai. Ramai karena turis. Ngomongin tentang turis Okinawa, kebanyakan dari Taiwan. Hanya 1 jam penerbangan saja. Selanjutnya, Hongkong, China baru Korea Selatan dan Thailand. Sepertinya begitu, menurutku. Sesuai dengan pendengaranku terhadap Bahasa yang dipakai. Kalau bule, ada juga, tapi tidak banyak.

      Kouri Beach.
      Di Kouri Beach, sama seperti di pantai lainnya, ya berjemur, berenang dan bermain. Salutnya, walaupun panasnya parah, banyak orangtua yang mengajak serta anaknya. Oh ya, kalau kamu ingin watersport juga bisa. Harganya tidak tahu. Kami disana sekitar 1 jam. Termasuk menikmati pemandangan alamnya dari atas jembatan.
       

      Kouri Beach
      Setelah dari Kouri Beach, kami bersantai di café di daerah yang agak tinggi, jauh dari pantai. Aku tidak tahu pula nama café-nya. Nah, dulunya, Haruka, pernah kerja disini. Hasilnya, tempatnya kece, duduk dibagian teras itu sangat menyenangkan. Angin sepoi dengan pemandangan laut lepas tanpa ada apapun yang membatasi sudut pandangmu. Disini, kami banyak ngobrol tentang traveling dan banyak hal. Haruka, cewe Jepang yang punya hobi luar biasa, mencium wewangian dari kayu, terutama yang suda diolah, seperti dupa/hio. Katanya, batinnya sangat tenang jika menghirup wewangian itu.
       

      Nago View
      Aku juga dibawa menikmati alam dari perkebunan teh. Dari sana, kamu bisa melihat beberapa pulau terdekatnya. Kami tidak terlalu lama disana. Karena kudu segera kembali ke taman kota untuk menikmati Traditional Dance Festival.
       

       
      Total 4 hari aku ada di Nago. Aku dibawa Kosuke keliling sampai ke Kin, ada markas tentara Amerika. Ya, ngomongin tentang Amerika, kamu bisa google deh, sejarah Okinawa sampai ada American yang menetap di Okinawa. Makan siang di restoran yang katanya paling ramai di Kin. Kemudian, memang menjadi hari yang beruntung, hari itu, menjadi hari dimana, markas tentara Amerika dibuka untuk umum. Jadi, ceritanya, sebulan hanya 2 kali. Awalnya sempat bingung, apa sih yang dilihat? Museum? Tentaranya? Sejarahnya?

      Antrian masuk ke mall didalam markas Amerika.
      Eh buset, begitu sampai di dalam. Mall… Yups, pada berebut masuk ke mall pakai antri pula. Katanya, harganya cukup murah dibanding dengan mall lainnya. Selain American, kalau mau masuk ke super market yang ada di dalam mall wajib antri. Rasanya tidak adil ya?
       

      Komplek markas Amerika.
      Kemudian, aku dibawa sampai ke Chatan juga, American Village, yang terletak di tengah Okinawa. Aku diajak makan eskrim Blue Seal. Restoran ini menjadi paling terkenal se- Okinawa. Dimana- mana ada. Sudah ada di Okinawa, rasanya kurang sreg kalau tidak mampir ke Okinawa Aquarium yang dulunya pernah menjadi yang terbesar didunia sebelum dikalahkan Singapore.
       

       
      Buru- buru dari Okinawa Aquarium, kami ke pulau seberang untuk menikmati sunset sebelum akhirnya makan malam dan pulang ke hostel. Walaupun, tidak mendapatkan sunset yang sempurna, tapi, alam yang disajikan benar- benar indah dan menyenangkan menutup hidupku hari itu.

      Okinawa Aquarium..
      With Love,
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---
       
       
    • By Vara Deliasani
      Universal Studio Japan (USJ)

       
      Universal Studi Japan (USJ) merupakan tujuan utama gw dalam perjalanan ke Jepang kali ini,, karena gw emang doyan banget baca Harry Potter. Baca loh yaaaa.. bukan nonton, bahkan 1 pun filmnya ga ada yang gw tonton sampe selesai. abisnya kalo setelah baca buku lalu nonton film suka jadi bete karena ga sesuai dengan apa yang gw imajinasikan. So.. daripada kecewa mendingan gw ga nonton filmnya. hahaha
      Oke balik lagi ke cerita kunjungan ke USJ. Sebenernya pengennya ke USJ pada saat hari kerja biar ga terlalu rame.. tapi apa boleh buat jadwal ga memungkinkan.. Gw kesana tanggal 4 Desember 2016, pas banget jatuhnya di hari minggu. Udah kebayang pasti penuh. Jadilah diniatin sampe USJ harus pagi banget dan begitu pager dibuka mau langsung lari menuju ke area Harry Potter (sebelom keramean). Karena planningnya gitu jadinya gw harus beli tiket USJ dari pas masih di Jakarta. Berhubung yang paling deket rumah itu JTB akhirnya diputusin buat beli di JTB.
      Tiketnya cuma selembar gitu. Open date dan berlaku selama 1 tahun. Walaupun jangka waktunya 1 tahun tapi cuma bisa dipakai untuk 1 kali kunjungan. Pada saat pembelian tiket dijelasin kalo tiket ini cuma buat sekali masuk, jadi kalo udah keluar gabisa masuk lagi. Beda banget sama Universal Studio Singapore yang keluar masuk sampe pusing.
       


      Tiket USJ dari JTB
       
      Dari Osaka Hana Hostel menuju USJ harus sekali ganti kereta. Dari Shinsaibashi station menuju ke Osaka Station, lalu ganti ke JR line dan turun di Universal City. Untuk pembayaran transportasi ga di cover yaa sama day pass yang dapet dari paketan Yokoso Pass, kenapa? karena perjalanan ke USJ harus menggunkan JR line. Jadi gw beli ICOCA buat bayar transportasi sekalian nanti selama di Tokyo.
       

      ICOCA Card
       
      Hari yang di nanti akhirnya tiba!!!  Lalu seperti biasa... gw dan kebodohan gw kembali menjadi perusak rencana. Kali ini gw salah setting alarm. AAAAAAAKKKKKKKK!!! Niatnya bangun pagi banget trus jam 8an udah harus sampe di USJ. Tapi kenyataannya jam 8 BARU BANGUN. HAHAHAHAHA. Telaaattt deeehhhh.. Blom lagi pake salah liat peta dan salah stasiun. hahahaha. Jadinya jam 9.30 baru sampe USJ. Udah pengen nangis kebayang pasti bakalan penuh. 
      Turun dari kereta, gw jalannya udah lesu gitu, kehilangan semangat. hahahaha. Tapi begitu liat gerbang USJ waaahh ternyata ga terlalu rame. Belom serame cendol.. Waaaaahhhhh... gw langsung semangat lari ke dalem.
      Btw kita ber 2 ga sempet sarapan jadinya ngebungkus onigiri, tadinya udah takut tas diperiksa trus onigirinya dibuang.. tapi ternyata pas nyampe gate ga diperiksa. Yeeeeeiiiii... tapi sayang cuma bawa 4 biji. Tau gitu kan bawa 15 bijiiiii, sekalian buat bekel makan siang sampe malem. hahahaha. Padahal lumayan kaaaaann bisa irit... maklum lah rencananya seharian disana dan makanan disana mahal.

      Pintu Utama USJ
       

      Map USJ
       
      Oke sampe didalam langsung panik lari ke arah kanan, buru-buru jalan ke arah Harry Potter. Sampe di depan area gw pikir bakalan dibatesin gitu masuknya. Harus pake ngambil tiket yang ada waktu masuknya gitu. tapi ternyataaaaaa.... aaaaaahhhh ga pake tiket. Yeeeeiiiiiii!!! kayanya sih karena masih pagi jadi belom terlalu rame. Masuk area Harry Potter, ga pake liat kiri kanan langsung menuju Hogwarts buat ngantri main Harry Potter and the Forbidden Journey. Antrinya udah 100 menit. Dan ga ada single ride. Ya udahlah yaaaaa... terima aja. Masuk ke antrian sambil makan bekel onigiri.
      Ga berasa udah nyampe giliran.. semangat banget langsung naik dengan cengengesan. Ternyata cuma bentar banget ride-nya.. cuma kedip-kedip udah kelar aja gitu. Gw sama laki gw begitu selesai cuma liat2an trus langsung ketawa meringis.. udaaaahhh??? gitu doaaaanggg???? hahahahhaha. Ngantri 100 menit, mainnya cuma 5 menit. Udah gitu ga ada single ride.. mungkin karena itungannya sepi kali yaaa jadi ga dibuka single ridenya. Atau mungkin memang ga ada? Ntahlah... tapi saran gw emang pertama masuk harus kesini dulu. Karena ride ini emang yang paling rame.
      Beres dari situ kita putusin muter-muter area Harry Potter dulu baru setelah itu geser ke area Jaws.
      Di dalam are ini ada 2 ride utama, selain Harry Potter and the Forbidden Journey ada Flight of The Hippogriff. Laki gw males ngantrinya.. gw juga ikutan males. Masih kebayang pegel ngantri. Jadilah kita muter-muter sambil foto-foto aja. 
       


       
       



      Sebelum keluar kita sempetin mampir ke Wand Magic, kebetulan antrinya cuma 15 menit aja,. Disini bakalan ketemu Ollivander, nanti kita semua disuruh masuk ke ruangan lalu Ollivander bakalan milih satu orang buat nyoba dan milih wand yang pali sesuai. Ntah kenapa tiba-tiba GW YANG KEPILIH!!!! OEEEMMMMJIIIIHHH!!! Majulah gw, disuruh nyobain beberapa tongkat. Ujung2nya "dapet" tongkat yang cocok.. trus disuruh pegang dan keluar ruangan.. gw udah GR aja kaaannn.. Gw pikir beneran dikasih. Lumayaaannn kaaaaannn.. Ternayat begitu diluar ruang disuruh beli aja cuuuiiii. OGAAAAAHHH. hahahaa. Males banget.. mendingan duitnya buat makan. (Iyaaaa gw pelit. hahaha).
      Oke udah puas muter-muter disini akhirnya kita putusin buat pindah ke area lain. Kalo diliat di peta USJ kita muternya berlawanan dengan jarum jam.. Jadi tujuan berikutnya adalah area Amity Village. Di area ini ride utamanya cuma Jaws. Liat antrian 60 menitan gitu. Cek antrian single ride wah cuma 5 menit. Jadi diputusin buat ambil antrian single ride aja. Ga barengan gpp orang tujuannya emang mau mainya kaaann.. Ga pake lama2 ngantri langsung deh naik ke perahu. Seru sih yaaaaa.. tapi sayang bahasa Jepang. Ya ga paham laaah gw mba2nya cerita apa. Tapi overall oke lah. Seru juga, apalagi ledak2annya gitu. Cuma sayang gw ga kebagian basah2an. hahaha (yang lain berharap ga kena basah gw malah pengennya basah2an). Ya abis ga seru kaaaannn kalo ga basah,,, ga ada ceritanya.
      Ga sempet foto siang-siang karena pengen ngejer show di waterworld yang udah mau mulai. Jadi foto "ikan"nya pas malem deh.

       
      Beres dari area Amity Village pindah ke Waterworld. Seru sih yaa.. cuma lagi-lagi gw ga paham mas mbak nya cerita apa. Ya kaliiiii dia kira semua bisa bahasa Jepang. Jadilah cuma duduk sambil celingak celinguk. Tapi actionnya oke lah. Gw mau sih nonton lagi. Cuma lebih oke kalo pake bahasa inggris. Shownya sendiri sekitar 15-20 menit kalo ga salah.

      Salah Satu Sudut di Waterworld
       
      Beres nonton atraksi di Waterworld kita langsung pindah ke area Jurrasic Park. Tadinya sih laki gw mau naik The Flying Dinosaur, tapi begitu liat cuma digantung gitu trus pake muter-muter langsung dia mundur teratur. hahaha. Kalo gw sih emang udah niat ga bakalan mau naik. Makin berumur makin ga kuat main beginian. Tanda-tanda ke jompo-an.

      Akhirnya selama di area ini kita cuma ngetawain yang naik roller coaster sambil makan onogiri. Abis itu langsung main Jurrasic Park - The Ride. Ceritanya naik perahu trus keliling area Jurrasic Park, trus nanti ada tanjakan trus meluncur turun gitu. Udah gitu doang. Kita ber2 emang cupu. hahaha. Tapi lagi2 gw ga basah. Kecewaaaaaaaaa.......
      Setelah itu  pindah area lagi.. Kali ini giliran area San Francisco. Di area ini ada 2 ride, yaitu Back to The Future dan Backdraft. Sayangnya back to the futurenya lagi di renovasi. Ngoookkkk. Jadi cuma main Backdraft aja. Backdraft ini kalo di Universal Studio Singapore kaya Lights Camera Action. Kta dibawa ke area yang di set kaya tempat syuting Backdraft. Lagi2 bahasa Jepang,, tapi untung gw udah pernah nonton filmnya, jadi yaa lumayan ngerti lah ya. Antrinya juga ga lama cuma sekitar 40 menitan.

      Dari situ pindah lagi ke area New York.. disini ada Spiderman dan Terminator. Buat Spiderman kita pake single ride lagi.. cuma ngantri 30 menit aja. Ridenya mirip kaya Transformer  di Universal Singapore. Kalo terminator kombinasi 3D dan Live Show. Keren.. tapi gw paham ceritanya. hahaha.

      Disini juga harusnya ada Space Fantasy tapiiii tapiii tapiiii.. ditutup buat acara Cool Japan. KECEWAAAAAAAAAHHHHHHH. Padahal ini dan Back to The Future merupakan mainan yang paling gw tunggu2. 
      Didepannya Back to The Future aditutup pake kayu-kayu dilukis gambar Minions gitu.. jadilah buat menghibur diri kita foto-foto disini aja.

       
      Lalu mendadak ujan aja doooonggg. UJAAAAAAANNNNNNNN 
      Dari situ lanjut ke area Hollywood, disini ada Hollywood Dream - The ride tapi kan ujan.. jadi tutup deeeh... Gw emang ga bakalan naik tapiii tapiii tapiii kan ga asik ajaaaaaaa...

      Kalo kata @syahrulsiregar gw semacam gadis pengundang hujan (Gadis yaaaa.. gadis..). Karena ujan emang suka ngikutin gw. Bahkan nanti sampe ngikut gw ke Takayama pas gw janjian sama om alul. Karena ujan ya udah deh kita main yang ga penting-penting yang di indoor sambil muter-muter sambil foto-foto. Semua parade juga di cancel. Syeeeddddddiiiiiiiiihhh...
      Kita keasikan main sampe lupa makan. Padahal udah jam 7 malem. Padahal cuma baru diganjel makan onigiri 2 biji/orang. Mendadak laper... akhirnya kita putusin udaha aaah.. Pulang ke Hotel. Lagian besok pagi-pagi udah harus jalan ke Shirakawago.
      Kesimpulan : Seru sih yaaa main kesini. Boleh lah dicoba. Kalo antrian panjang manfaatin aja single ride, lumayan bisa menghemat waktu dan tenaga. Toh dateng kesana niatnya main kan.. jadi ga barengan gpp lah yaaa. Perlu beli express pass? hhhmmm... kalo ada duit lebih sih gpp, tapi mending adteng terus liat kondisi dulu aja. kalo emang antriannya udah ga ketolong banget, bahkan dengan single ride, ya boleh lah beli express pass.
      Dadaaaaaaaahhhh USJ... Sampe ketemu laaaagiiiiiii..... Gw bakalan balik lagi khusus buat main Back to The Future dan Space Fantasy dan nonton Parade. 

       
       
      Link Terkait:
      Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Persiapan Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 1/Osaka Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 2/Universal Studio Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 3/Kyoto Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 4/Shirakawago Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 5/Shin-Hotaka Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 6/Takayama Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 7/Tokyo Review Hotel/Hostel : Osaka Hana Hostel Review Hotel/Hostel : Guesthouse Sanjyotakakura Hibiki Kyoto Review Hotel/Hostel :K's House Takayama Oasis Review Takayama Hokuriku Pass (JR East Pass) Review Kyoto Sightseeing Two-day Pass Discount Ticket (Yokoso Pass) Kansai Airport - Namba Station Osaka Panduan Bis di Kyoto Discount Ticket (Haruka+ICOCA) Kansai Airport - Shin-Osaka Alternatif Transportasi : Osaka - Kyoto - Kanazawa - Shirakawago - Takayama - Tokyo
    • By Ikamarizka
        HARI KE 4 "Hida Folk Village"
      HIDA FOLK VILLAGE

      Perjalanan hari ini berdasarkan brosur yg paling menarik mata ahahahaha. Bener2 dateng pagi bgt ke Nohi station bus dan langsung comot brosur apapun yg bikin saya 'ON'. ok Hida Folk Village berhasil menarik perhatian saya dengan sejarah Takayama nya. Beli tiket bus dan tiket tempat wisata langsung di stasiunnya and Chow!! Ga pake lama, perjalanan cuman skitar 20 menit kok dari nohi station.
      Seneng bangeddd pake ddd karena pas dateng bertepatan dgn festival Boneka. apa sih fest boneka? pantengin terus yup ehehehe
      Suasana Hida Folk Village bener2 seperti tinggal di jaman Edo. Semua serba tradisional. Ada sekitar 11 rumah di dalam desa ini. TAKJUB dgn cara penataan mereka. bahkan dari jaman dahulu pun tata cara mereka hidup sudah sangat teratur. Di Takayama Hida Village ini juga mempunya cuaca yg Ektrim bgt. Demi kelangsungan hidup mereka, bercocok tanam pun dilakukan juga di dalam rumah. Lantai mereka kebanyakan terbuat dari campuran khusus agar hangat (mirip2 rumah sasak di Lombok yg gunain campuran kotoran kerbau untuk lantainya). Cuaca dingin bisa menggempur daerah ini selama 9 bulan, hanya tersisa 3 bulan utk mreka bercocok tanam. Salju bisa menumpuk sampai 2 Meter di atap ranting mereka (makadari itu rumahnya agak agak mirip di shirakawago) 
      Kimono Kimono ini udah berumur lebih dr 100 thn. Terbuai bgt dgn motifnya.. ga kebayang ini berapa harganya. Yg Yukata biasa aja harganya bisa 30jt. ini brapa yaaaagh.
       
      Di setiap Rumah Hida Folk Village ini ada Pengrajinnya lho. Yup generasi penerus mereka masih tinggal di desa ini. dan setiap rumahnya sangat unik. Setiap rumah mempunyaI tatanan yg beda, sesuai dgn penghuninya. Gambar yg di atas rumah pemilik penenun ulat sutra. 
       
      Nah kalo yang ini pemahat alat2 dapur dan lain lain. takjub dgn cara kerja dia, ga pake digambar lhooo.. langsung dipotong dr batangan pohon zzzzZZZZ
      Rumah ini dihuni oleh Penjahit pernak pernik... duh.. detailnya bikin gigit jari bgt sih. pgn bgt beli cuman krn handmade jadi ya gitu deh... muahaaal. Cuman saya langsung bisa membayangkan kalo di posisi dia, ngerajut depan pintu, sepoi sepoi sambil ngusel dibawah tongkatsu (bener ga nih namanya) ahahahha pasti enakkk bgt ( apa jgn2 kebanyakan bengong sambil makan indomie) 
         
      okeh ini dia nih rumah pengrajin fav gw. namanya 'The one Man Hand Artist'. kenapa disebut one hand? karena dia ngukir dan mahat dgn satu tangan aja. gokiiiils!! awalnya saya kebanyakan bengong liat karya karyanya. ya masa iya cuman pake satu tangan. dan iya bener aja.. tangan kanan nya aja yg ngukir.. yasalam terpukau.. coba liat deh hasil tangan seniman ini (fyi dia ga pake sketch lho....)
      berhubung saya juga suka bgt mahat... langsung berasa bgt 'cemen"'''''' buahahahhahaha. ada videonya nih sebenrnya dia lagi mahat. berhasilL diabadikan. cuman ya gitu.. belum di edit ahahahaha.sabar sabar aja yup.         Festival Boneka Hida Folk Village. 
      festival ini dibuat oleh dgn tujuan 1. mendoakan kebahagiaan utk anak perempuan mereka. jadi satu boneka ini merupakan simbol kasih sayang dari orang tua mereka kepada anaknya agar dapat hidup bahagia. lucu ya.. udah ga terhitung berapa banyak boneka yg dibuat disini. semua handmade lho 
      Puas muter2 di Hida folk village.. besok kemana lagi yaaaaaaaah...