Alfa Dolfin

Enjoy Terbang Bersama Garuda

27 posts in this topic

Sudah lama ngga berbagi cerita perjalanan di sini. Baiklah jika di perkenankan mulai intens-kan untuk ikut berbagi, menambah marak forum ini.

Kejadian di Ternate, Bayar Wings Air Berangkat Garuda, mendorong untuk mengubah pilihan airline jika traveling.

http://jalan2.com/forum/topic/20125-akhirnya-kembali-ke-garuda/

Terbang menggunakan airline memang seharusnya pertimbangkan keamanan keamanan semata. Bagi airline keamanan adalah mutlak. Aman dan murah, begitulah moto traveling Yang penting tiba dan tikeknya MURAH. Sama sekali ngga berpikir kenyamanan. Sejak kejadian di atas merasakan betapa nikmatnya jika terbang nyaman. Sejauh yang saya perhatikan dan rasakan Garuda, termasuk Batik Air, maskapai di negeri ini yang menyajikan kenyamanan selama terbang.

01 PK GMS.jpg

Ket foto : interior nyaman salah satu pesawat Garuda, PK GMS. Waktu itu terbang dari Jakarta ke Balikpapan

15.jpg

14.jpg

ket foto : interior yang lain walau mirip-mirip di atas. Seneng dan berusaha moto dengan angle seperti ini di setiap penerbangan Garuda

 

Harga Kenyamanan

Akhirnya ku masukan urusan kenyamanan saat merasakan perjalanan. Betul, seperti hukum dagang : ada harga ada barang. Ada kenyamanan ada pula harga yang harus di tebus. Berarti mau tidak mau harus menyediakan ekstra dana. Ngga apa-apa selama kantong mampu.

 

02 b.jpg

 

Ket foto : saat boarding di bandara Akhmad Yani, Semarang

Beruntunglah dalam beberapa kali traveling aku bisa mewujudkan terbang bersama Garuda. Meski semuanya sich terbang di negeri ini saja. Memang betul sejak check in dan selama terbang memberikan kenyamanan yang saya inginkan.

 

02.jpg

 

ket foto : senyum ramah pramugari Garuda

Menilik kenyamanan, seperti apa sich kondisi yang diharapkan? Masing-masing pasti punya ekspektasi berbeda. Kalau saya pribadi, pertama factor delay. Pun harus di delay tetap ada perhatian yang sewajar dari pihak airline. Tidak Cuma kasih snack 2 macam doang, atau nasi+telur bulet+aqua, selesai. Pihak airline sudah merasa cukup memenuhi kewajiban. Ngga Cuma itu. Minimal ada informasi kepastian kira-kira sampai kapan perkiraan delay. Selama delay tetap ada komunikasi dari pihak maskapai. Tidak Cuma jawaban : “tidak tahu”, “sabar ya”, dan kalimat sejenisnya.

 

04.jpg

Ket foto : Permisi numpang foto bareng dengan pramugari Garuda yang ramah-ramah

03.jpg

Ket foto : yang ini juga. Waktu itu terbang dari Semarang - Jakarta

 

05.jpg

Ket foto : bersama pilot dan pramugari Garuda saat transit di Makassar di rute Jakarta Ambon. Maksa banget moto, Ngga nyadar muka masih kucel baru bangun.:senyum

 

05 a.jpg

Ket foto : kali ini moto bareng pilot yang lain, yang kebetulan pilot asing. Lupa namanya. Asalnya dari Spanyol.

Keramahan awak pesawat. Memang sudah menjadi standar sapaan selamat pagi, selamat berpisah, yang terucap dari semua awak kabin airline. Namun jika merasa jeli tetap ada yang sekedar basa basi ada juga yang benar-benar tulus. Saya selalu mengalungkan atau menggenggam kamera begitu masuk pesawat. Tidak jaran mendapat pertanyaan kecil, “fotografer ya mas?”, “Wah kameranya bagus nich”, “mau foto dimana?”. Tentu saja ada perasaan gimana gitu di Tanya begitu, selain sapaan selamat pagi.

 

Kursi yang lebih longgar dan nyaman. Pengalaman naik Sriwijaya terasa sempit. Kalau sudah duduk, mau gerak atur tas kamera saja sudah sulit. Beda banget jika naik Garuda. Meski di kelas ekonomi, masih terasa leluasa untuk bergerak kecil saat duduk.

 

07.jpg

08.jpg

10 a.jpg

Ket foto : Ragam penyajian makanan di beberapa rute penerbangan di atas 1 jam.

10.jpg

Ket foto : salah satu snack yang di sajikan di penerbangan singkat di bawah 1 jam. Waktu itu terbang dari Denpasar Makassar, dapatnya seperti ini. Good. Lebih dari cukup.

Inflight Entertainment, atau hiburan selama penerbangan. Praktis jarang saya manfaatkan karena asyik moto dan perhatikan view di luar, tetap berguna jika sudah bosan. Memang sich ngga semua bisa saya manfaatkan semisal nonton film. Biasanya lebih suka dengar music. Di banding airline lumayanlah.Terbang dengan Garuda sedikit banyak memupus kejengkelan atau rasa takut jika terjadi delay berkepanjangan. Berbeda dengan maskapai lain, ada keyakinan jika harus delay pihak Garuda pasti memperhatikan penumpang. Karenanya tanpa ragu aku berani mengambil penerbangkan connecting. Jakarta Labuanbajo via Denpasar dengan Garuda. Transit di Bali 3 jam ganti pesawat. Sama sekali tidak khawatir terjadi bagasi hilang. Semua pasti di urus Garuda.

Terbang ke daerah yang kurang popular merasa pede aja dengan Garuda. Kupang – Tambolaka (Sumba Barat) – Denpasar, barangkali jika menggunakan airline lain ada rasa khawatir. Bagaimana terjadi delay atau bahkan cancel dengan alasan teknis maupun operasional. Apakah penumpang macam saya yang saat itu ber-solo traveling mendapat perhatian? Agak ragu-ragu jika menggunakan airline non Garuda. Akhirnya meski selisih sekitar 500 ribu lebih mahal di banding airline lain di rute yang sama, pilihan tetap kepada Garuda.

 

11.jpg

Ket foto : Tiba di Bandara Komodo setelah terbang dari Denpasar selama 2 jam. Coba pesawat baling-baling jenis ATR. Asyik juga. 

Service bagasi. Betul masing-masing airline punya limit berat bagasi yang di-ijinkan. Untuk Garuda ada fasilitas membebaskan jika bagasi itu adalah peralatan olah raga. Service ini ku manfaatkan saat beberapakali dive trip ke Manado, Bali, dan terakhir Gorontalo. Biasanya kalau dive trip pasti overweight. Namun tidak perlu khawatir jika menggunakan Garuda. Saat check in cukup mengatakan membawa peralatan nyelam, tidak termasuk tanki ya. Biasanya petugas check in yang sudah pengalaman langsung paham. Bagasi over menjadi 25 kilo benar-benar di free-kan.

Pengalaman yang berbeda membawa peralatan diving waktu ke Gorontalo. Rute saya waktu itu Jakarta-Denpasar-Gorontalo menggunakan Garuda. Setelah nyelam di Gorontalo, sebelum pulang ingin main-main dulu di Manado baru pulang Jakarta. Gorontalo-Manado yang parah karena menggunakan Wingsair, yang tidak ada ampun untuk kelebihan bagasi. Tanya-tanya, perkiraan Wingair akan kenakan fee overweight 500 ribu lebih. Oalaaaaa….cukup menguras dompet. Akhirnya terpaksa menggunakan jasa Tiki yang lebih hemat, sekitar 250 ribu pengiriman dari Gorontalo.

Bagaimana dengan sajian makan selama terbang? Hahaha…oke lah dan puas dengan suguhan dari Garuda. Masalahnya untuk rasa ya standar. Jauh memenuhi kriteria lidah saya yang akrab dengan pedas-manis-asam. Beberapa kali suguhan besar seperti nasi goreng, nasi kuning, telur sosis, di rute Jakarta-Denpasar, Jakarta-Lombok, Jakarta Padang, Jakarta Ambon, cenderung minim rasa pedas. Memang sudah di siapkan sambel, tetap aja merasa kurang pedas. Yang asyik, nah ini bikin puas, jika kepingin softdrink atau minuman lain non alkohol bisa di berikan unlimit.

Selektif

Keberanian melonggarkan budget demi pilihan Garuda, Bagaimanapun tetap ada batasan. Kenyamanan yang Cuma di rasakan sekejap saja pasti ada muncul ke-tidakrela-an. Memilih menggunakan Garuda hanya di rute-rute yang kira-kira lama penerbangan di atas 1 jam. Jakarta-Ambon pp transit di Makassar, Jakarta Manado pp, Jakarta-Medan Kualanamo pp, Jakarta-Denpasar pp, Jakarta-Lombok pp, Makassar-Ambon, Jakarta-Lombok-Surabaya-Jakarta, Jakarta-Padang, Jakarta-Denpasar-Gorontalo via Makassar, dan terakhir Jakarta-Labuanbajo-Kupang-Tambolaka (Sumba)-Denpasar-Jakarta, adalah sejumlah list yang ku catat terbang bersama Garuda. Rata-rata lama penerbangan di atas 1 jam.

Memang pernah terbang menggunakan Sriwijaya dari Jakarta ke Makassar. Lho khan lamanya 2 jam, kenapa ngga pilih Garuda? Pertama karena pilihan terbang malam, take off jam 00.30. Berarti selama penerbangan akan tidur. Kedua, nah ini penting, selisih harga hamper 700 ribu. Atas dasar pertimbangan itu akhirnya memilih Sriwijaya. Meski ada risikonya, berdasarkan pengalaman, kursinya sempit untuk ukuran badan ku. Ngga apa-apa dech sesekali. Tokh bakalan tidur.

Sekali pernah terbang dengan Garuda dari Semarang ke Jakarta. Padahal penerbangan cukup singkat Cuma sejam. Alasan memiih Garuda kebetulan mendapat harga promo yang selisih harga di banding airline lain Cuma 100 ribu. Saat itu dapat harga 500 ribu, sementara Citilink di harga 390 rb. Lion? Maap banget ngga dilirik…hahaha….

 

12.jpg

 

 

Ket foto : boarding time menuju Denpasar. Aku selalu milih seat di belakang, jendela, supaya bisa leluasa moto selama penerbangan

 

Paling berkesan

Mengakui meski pernah beberapa kali tetap masih merasa minim jam terbang bersama Garuda. Dari sekian kali pernah mengalami pengalaman yang berkesan.

Jakarta Ambon, terbang pukul 01.00 WIB. Tidak lama setelah berada di ketinggian jelajah pramugari menyediakan suguhan nasi goreng. Oalaaaa masih dapat meals juga ya. Padahal sudah masuk jam tidur. Lah kalau begini termasuk makan malam, pagi, atau…? Hahaha…terserah dech. Itu sudah standard dan kewajiban Garuda untuk penumpangnya. Akhirnya walau heran tetap saja ku terima.

Foto bareng dengan pramugari dan pilot menjadi kesan tersendiri. Berbeda dengan pramugari airline lain jika sudah selesai bertugas, umumnya pramugari Garuda tidak menolak di ajak ngobrol. Obrolan ringan saja. Terakhir tidak menolak jika di ajak foto bareng.

 

13.jpg

 

 

Ket foto : Sambil moto sambil dengar musik. Seneng n puas terbang bersama Garuda

 

Toilet bersih dan wangi. Hampir setiap penerbangan saya memanfaatkan toilet. Termasuk jika tidak kebelet pipis, tetap ingin manfaatkan. Tujuannya ingin tahu seperti apa kondisi toilet masing-masing airline. Dari semua toilet airline yang pernah saya coba, Cuma Garuda yang paling bersih. Dan selalu ada parfum di masing-masing toilet. Beda banget dengan airline lain.

 

09.jpg

 

Ket foto : Parfum yang ada di toilet Garuda

Ya kira-kira begitulah panjang lebar oret-oret-an kesan selama terbang dengan Garuda. Ada harga ada barang. Ngga bisa di bohongi. Sesuai harga harus di akui untuk di negeri ini Garuda-lah yang paling oke. Kedua, adalah pesaingnya Batik Air. Ini wajar. Namun tentunya akan terasa menyakitkan jika sudah bayar lebih mahal eeee…dapetnya ngga sesuai. Untunglah sejauh naik Garuda ngga pernah ngalami begitu. Tapi pernah kah dengan airline lain….? Hhhhmmm….pernah

02 a.jpg

06.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites
31 minutes ago, deffa said:

jadi apapun destinasi nya Garuda maskapai nya ya mas @Alfa Dolfin

oh ya ama seat dekat jendela :D 

:senyum hahaha...kalau seat jendela sudah pasti. Liat dulu tujuan kemana. Kalau Jakarta Yogya atau Yogya Jakarta, biasanya pilih airline lain seperti Citilink atau Batik Air. Cuma sejam ini n perbedaan harga, Garuda lebih mahal 500 ribu. Sayang banget. Kalau ke indonesia tengah atau timur, sangat mungkin akan pilih Garuda atau Batik Air.

Share this post


Link to post
Share on other sites
49 minutes ago, Alfa Dolfin said:

:senyum hahaha...kalau seat jendela sudah pasti. Liat dulu tujuan kemana. Kalau Jakarta Yogya atau Yogya Jakarta, biasanya pilih airline lain seperti Citilink atau Batik Air. Cuma sejam ini n perbedaan harga, Garuda lebih mahal 500 ribu. Sayang banget. Kalau ke indonesia tengah atau timur, sangat mungkin akan pilih Garuda atau Batik Air.

saya sekali naik batik air ya hampir mirip pelayanan garuda lah :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
22 hours ago, deffa said:

saya sekali naik batik air ya hampir mirip pelayanan garuda lah :D 

Betul Kang. Saya juga termasuk sering naik Batik Air. Selisih harga sekitar 400 ribu lebih murah di banding Garuda. Full servicenya mirip Garuda walau masih di bawah Garuda dikit. Ya mending pilih Batik. Beberapa kali tuk rute panjang, Jakarta-Ambon pp, Jakarta-Manado pp, Surabaya-Jakarta one way, Jakarta-Yogya pp. Sejauh naik Batik Air, puas. Ngga delay. Kecuali sekali Yogya-Halim, gara-gara ada pesawat tergelincir di Halim.

22 hours ago, kyosash said:

nice review :salut 

Terima kasih rekan Kyosash. Semoga bisa kembali aktif ya di forum ini. Salam.

Share this post


Link to post
Share on other sites
2 minutes ago, Alfa Dolfin said:

Betul Kang. Saya juga termasuk sering naik Batik Air. Selisih harga sekitar 400 ribu lebih murah di banding Garuda. Full servicenya mirip Garuda walau masih di bawah Garuda dikit. Ya mending pilih Batik. Beberapa kali tuk rute panjang, Jakarta-Ambon pp, Jakarta-Manado pp, Surabaya-Jakarta one way, Jakarta-Yogya pp. Sejauh naik Batik Air, puas. Ngga delay. Kecuali sekali Yogya-Halim, gara-gara ada pesawat tergelincir di Halim.

pernah juga naik malindo air yang punya lion juga, pelayanan nya juga oke seh 

waktu itu KL-Jakarta @Alfa Dolfin

Share this post


Link to post
Share on other sites
3 hours ago, deffa said:

pernah juga naik malindo air yang punya lion juga, pelayanan nya juga oke seh 

waktu itu KL-Jakarta @Alfa Dolfin

:terbang @deffa Kebetulan belum pernah naik Malindo. Kalau good service, berarti good news. Sehingga ngga malu-malu-in, apalagi trayek internasional. hahaha...

1 hour ago, HarrisWang said:

Garuda di dadaku.

Cathay Pacific di hatiku *ehh :tersipu

:cintaindo @HarrisWang . yeaaaa....doeloe waktu masih suka jalan-jalan luar negeri, CX termasuk favorit selain SQ. Garuda mah lewat dech...hahaha... Ya sesuai harga....

Share this post


Link to post
Share on other sites
53 minutes ago, Alfa Dolfin said:

:terbang @deffa Kebetulan belum pernah naik Malindo. Kalau good service, berarti good news. Sehingga ngga malu-malu-in, apalagi trayek internasional. hahaha...

ya tapi menurut saya ya

karena beda lagi menurut majalah2 aviation karena masuk daftar delay terlama :D @Alfa Dolfin

Share this post


Link to post
Share on other sites
19 hours ago, deffa said:

ya tapi menurut saya ya

karena beda lagi menurut majalah2 aviation karena masuk daftar delay terlama :D @Alfa Dolfin

hahaha.... iya sich. itu sudah ciri khasnya. Pokoknya kalau naik Lion, ya sudah harus siap delay. Herannya kog Batik Air ngga ya. Ada apakah gerangan....?:tercengang

Share this post


Link to post
Share on other sites
39 minutes ago, Alfa Dolfin said:

hahaha.... iya sich. itu sudah ciri khasnya. Pokoknya kalau naik Lion, ya sudah harus siap delay. Herannya kog Batik Air ngga ya. Ada apakah gerangan....?:tercengang

Ya mungkin di handle oleh tim yang berbeda mas, gak langsung dari Lion @Alfa Dolfin

Share this post


Link to post
Share on other sites
22 hours ago, deffa said:

Ya mungkin di handle oleh tim yang berbeda mas, gak langsung dari Lion @Alfa Dolfin

bisa jadi begitu ya kang @deffa . Dirutnya sich memang beda dengan dirut Lion. Segmen marketnya juga. Harapan, semoga kedepannya bisa lebih baik tuk Batik Air. Bisa face to face bersaing dengan Garuda. Atau kalau ngga mampu, minimal seperti sekarang dech.... :melambai

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, Alfa Dolfin said:

bisa jadi begitu ya kang @deffa . Dirutnya sich memang beda dengan dirut Lion. Segmen marketnya juga. Harapan, semoga kedepannya bisa lebih baik tuk Batik Air. Bisa face to face bersaing dengan Garuda. Atau kalau ngga mampu, minimal seperti sekarang dech.... :melambai

ya paling gak bisa ada 2 maskapai yang bisa di banggakan kalau sedang baca majalah aviation heheh @Alfa Dolfin

Share this post


Link to post
Share on other sites
13 minutes ago, deffa said:

ya paling gak bisa ada 2 maskapai yang bisa di banggakan kalau sedang baca majalah aviation heheh @Alfa Dolfin

yup.... keunggulan Batik Air yang bersaing sama Garuda, tiketnya masih lebih murah dan ontime. Tuk flight entertainment-nya, Garuda memang jauh lebih baik di banding Batik Air. So far sekian kali naik Batik Air dengan selisih harga 500 ribu lebih murah dari Garuda, ngga mengecewakan. Yang bikin kecewa, tepatnya gemes, lihat beberapa oknum penumpang.....

Share this post


Link to post
Share on other sites
6 minutes ago, Alfa Dolfin said:

yup.... keunggulan Batik Air yang bersaing sama Garuda, tiketnya masih lebih murah dan ontime. Tuk flight entertainment-nya, Garuda memang jauh lebih baik di banding Batik Air. So far sekian kali naik Batik Air dengan selisih harga 500 ribu lebih murah dari Garuda, ngga mengecewakan. Yang bikin kecewa, tepatnya gemes, lihat beberapa oknum penumpang.....

hahaha pasti ada aja penumpanng yang "unik" ya apapun maskapai nya :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, Alfa Dolfin said:

oo jadi kang @deffa. selasa besok, 19 sept berangkat sampai tanggal 22 sept. Bareng salah satu warga KJJI di Yogya. Tapi bukan si diyan.....

hahah iya mas, ya saran aja karena itu Long Weekend jadi ya memang harus dari pagi banget kalau mau jalan2

apalagi Lembang Stuck nya udah kayak Jakarta deh @Alfa Dolfin

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 9/13/2017 at 10:24 AM, deffa said:

hahah iya mas, ya saran aja karena itu Long Weekend jadi ya memang harus dari pagi banget kalau mau jalan2

apalagi Lembang Stuck nya udah kayak Jakarta deh @Alfa Dolfin

ya...kang @deffa  saya rencana selasa tanggal 19 malam dari Jakarta. Mulai ke TP n kawasan Lembang Rabu besoknya. Berangkat pagi jam 7 dari Zodiak hotel. semoga lancar ya.... Baru Kamis pagi subuh jalan ke Tebing keraton

Share this post


Link to post
Share on other sites
8 minutes ago, Alfa Dolfin said:

ya...kang @deffa  saya rencana selasa tanggal 19 malam dari Jakarta. Mulai ke TP n kawasan Lembang Rabu besoknya. Berangkat pagi jam 7 dari Zodiak hotel. semoga lancar ya.... Baru Kamis pagi subuh jalan ke Tebing keraton

ya subuh bagus tuh ke Tebing Keraton sunrise nya ok @Alfa Dolfin

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 9/14/2017 at 1:47 PM, deffa said:

ya subuh bagus tuh ke Tebing Keraton sunrise nya ok @Alfa Dolfin

iya...3 tahun lalu, yang terakhir ke Bandung, sudah pernah ke Tebing Keraton subuh. Nikmati negeri di atas awan. Biasa lah...kalau aku berjumpa di spot yang bagus pasti akan ke sana lagi. Kebetulan Kania, Warga KJJI Yogya, belum pernah. Yo wis sekalian temanin dia.... b egitu kang @deffa

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By mariakuntarti
      Hari 1
      Perjalanan dimulai dari jakarta menuju KLIA (kuala lumpur ) naik Malindo air lalu pindah bandara dari KLIA ke KLIA2 untuk Naik Airasia menuju Changsha. Untuk pindah bandara dari KLIA - KLIA2 ada bus gratis yang bisa ditanyakan pada petugas bandara atau bisa juga naik kereta berbayar.
      Sampai di Changsha, karena terjadi delay sudah jam 12 malam lewat, lalu aku naik bus bandara  (Airport bus to Civil Aviation Hotel ) seharga CHY 15.5 / orang karena tujuan utamaku adalah stasiun kereta "Changsha Railway Station" . Dari pemberhentian airport bus Civil Aviation hotel menuju stasiun kereta cukup berjalan kaki saja.
      Rencana awal adalah aku akan menginap semalam di hotel sekitar stasiun tetapi karena pesawat delay dan ada kereta ke Zhangjiajie jam 04:30 pagi maka aku putuskan langsung ke stasiun untuk beli tiket kereta . Loket untuk beli tiket buka 24 jam, jadi setelah beli tiket aku istirahat di dalam ruang tunggu stasiun. Tiket yang aku dapatkan adalah tiket hardseat seharga CHY 83.5/ orang (untuk kelas tempat tidur sudah habis tiketnya)
      Note : siapkan pasport untuk beli tiket kereta, siapkan juga kertas dengan tulisan mandarin nama stasiun yang akan dituju untuk memudahkan pembelian tiket
      Dibawah ini adalah foto stasiun keretanya . Dari pemberhentian airport bus sudah kelihatan, jalan kaki juga dekat.
      satunya lagi adalah foto didalam stasiun kereta ..bagus dan megah.. tahun ini WC distasiun sudah tidak bau lho dan bersih


    • By Dantik
      Hari 1, 05 Mei 2018 : Athena
      Hari 2, 06 Mei 2018 : Roma Day 1
      Hari 3, 07 Mei 2018 : Venice
      Hari 4, 08 Mei 2018 : Roma Day 2
      Hari 5, 09 Mei 2018 : Roma Day 3
      Hari 6, 10 Mei 2018
      Setelah bermalam di Athena karena penerbangan kami ke Santorini transit di Athena beberapa jam, tibalah kami di Santorini. Perjalanan hanya sekitar 50 menit dari Athena ke Santorini.
      Setelah tiba di Santorini kami dijemput oleh staff penginapan kami, karena kami meminta extra layanan penjemputan. Kami menginap di Antonia Apartments, penginapan ini menyediakan layanan antar-jemput bandara dengan harga yang wajar yaitu 5 euro sekali jalan/orang. Mereka juga menawarkan paket one day tour dll.
      Antonia Apartments menurut kami penginapan yang recomended karena pelayanan yang memuaskan, bersih, nyaman dan yang terpenting adalah lokasi yang strategis. Dari sini tidaklah susah jika kita ingin mencari makan atau ke Terminal Bus Fira karena berada di tengah-tengah pusat Fira.

      Itinerary hari pertama kami di Santorini adalah berjalan kaki dari Fira ke Firostefani. Sebelumnya kami pergi ke Kamari Beach menggunakan bus umum dari Terminal Bus Fira. Rencana kami ingin menyewa kendaraan bermotor disini, sayang tidak bisa karena tidak mempunyai SIM Internasional maka tidak ada pilihan selain menggunakan Bus.

       
      1. Kamari Beach

      Kamari Beach adalah pantai dengan pasir hitam, dibalik tebing yang tinggi itu terdapat Perisa Beach yang juga berpasir hitam.
      Setelah dari Kamari Beach kami kembali lagi ke Terminal Bus Fira, kemudian kami mulai berjalan kaki menuju Firostefani.
      2. Hypapante Cathedral

      Walking tour di Santorini bisa menjadi pilihan yang bagus jika kalian tidak menyewa kendaraan bermotor, atau yang hanya ingin menikmati Santorini dengan berjalan di sepanjang kaldera sambil melihat pemandangan laut. Tetapi medannya yang menanjak & menurun cukup menguras tenaga, pastikan kita selalu membawa minum. Tempat pertama yang kami lewati adalah Hypapante Cathedral.
      3. Donkey trail & walkway entrance/exit

      Bagi yang ingin hiking bisa mencoba donkey trail & walkway entrance/exit yaitu 588 anak tangga dengan zig-zag trails.
      4. Catholic Church

      Catholic Church yang berada di tepat sebelah cable car.
      5. Firostefani

      Firostefani adalah salah satu gereja yang paling banyak difoto dari Santorini.
      Inilah itinerary kami hari pertama di Santorini. 
    • By Awen
      Menjejakkan kaki di kaki Pengunungan Himalaya (Annapurna Base Camp 4130)
      “NAMASTE” Nepal 13-26 Jun 2018 
      Ini bukanlah mimpi tapi kenyataan buat seorang yang bukan pendaki dan bukan trekker. Bulan Juni bukanlah waktu terbaik untuk trekking karena sudah masuk di musim hujan. karena kami adalah kuli dan untuk cuti panjang sangat susah akhirnya memutuskan di Libur Lebaran  yang pastinya harga tiket lebih mahal. Jauh hari sudah cari tiket semua di otakatik mana yang kasih promo dan termurah, sebenarnya paling murah naik Malindo tapi karena ingin terbang di waktu hari masih terang akhirnya memutuskan menggunakan AA dan sampai beli kursi dekat jendela demi keinginan melihat jajaran Himalaya dari langit apa daya ternyata yang ada kabut.
       Rencana awal Routenya : Phokara ke Hille by Jeep -  baru start trekking menuju ke Poon hill lanjut ke ABC. di tengah jalan kami memutuskan ke ABC saja dan sisa hari akan kami gunakan keliling  kota  Phokara dan Khatmandu.
      13 Jun : Jakarta - Kualalumpur
      14 Jun : Kualalumpur – Khatmandu
       tiba di airport langsung menuju mesin  VOA, sangat mudah dan ada juga petugas yang memandu, kalau mau tukar uang jangan di dalam bandara karena ada biaya potongan atau tukar sedikit saja nanti kekurangannnya bisa tukar di tamel. Selesai Imigrasi langsung keluar cari taxi  menuju NTB (Nepal Tourism Board) urus ACAP dan TIMS selesai semua dari NTB jalan kaki sampai Thamel itung-itung  latihan, dan ternyata kota ini berdebu bangat,  mencari tempat makan jadi rada susah. sampai di hostel check in langsung keluar cari Pole dan liat2 sekitar Thamel.
      15 Jun : Khatmandu ke Phokara,
      naik bus brangkatnya jam 7 pagi,  mangkalnya di Jl.Kantipath  Persis di depan Yellow Pagoda Hotel, busnya banyak tinggal milih mau naik yg mana, tiba Phokara sekitar pukul 15:00, dari terminal bus jaki lagi menuju Hotel Diplomat check in dan ngobrol-ngobrol dengan pemiliknya atas saran bapaknya  kami merobah Route yang awal nya ke Poonhill menjadi Ke ABC Dan kami memesan Jeep di Hotel sampai ke Kimche dan diingatknan pagi  jam 6:00  sudah harus siap.
      16 Jun : Pagi Jam 6:00 Jeep sudah nongol depan hotel
      Perjalanan di mulai dari jalan lurus, lama2 meliuk-liuk  Sopir Jeep nya  baik awalnya kita ke Kimche tapi disaranin sama Pak Sopirnya sampai ke  Ke pemberhentian terakhir Jeep itu di MOTKIU dekat new bridge. Berhenti dulu di Birethanti TIMS Check Post & ACAP Check Post, lapor diri sah di catat tanggal masuknya  dan benar benar serius menanganinya. Ajung jempol. lanjut lagi naik Jeep kurang lebih 1,5 jam an dengan jalanan yang cukup menantang, ngeri ngeri sedap kata orang Medan Sopir disini wajib ahli dan lihai,  melebihi supir medan :-) . Tiba di MOTKIU @ 10:00 disini jeep banyak mangkal yang menunggu trekker yg sudah turun dan menuju ke Phokara, auranya makin semangat  ranselnya mulai Di gendong saking semangatnya 10kg kagak berasa wkwkwkwk.  target hari ini sampai Chomrong  ternyata lewat sampai Sinuwa.  Tangga-tangga yang mematikan itu terlewati sudah di temani hujan.
       Trekking berawal dari sini:       Motkiu - New Bridge - Jhinu - Chomrong - Sinuwa -------> Nginap
      17 Jun : Sinuwa – Bamboo - Dovan - Himalaya --------> Nginap
      Tiba di Himalaya di sambut hujan deras juga, pesan makan bersih2,   Naik ketempat tidur ritual pakai alat2 anti dingin dan minyak, conterpain Hari masih sore udah    sembunyi di bawah selimut. Makin malam mulai terasa keanehan, Kami tidak bisa memejamkan mata, adanya jadi stress sendiri, jadinya ngobrol dan Mencoba mengingat perjalanan satu hari ini ternyata kami waktu makan siang di Bambo. Minum black tea 1 pot bisa jadi mungkin karena itu atau gejala AMS yg hinggap.      
      18 Jun : Himalaya - Deurali - MBC -------> Nginap
      Untuk mengurangi beban barang2  yg tidak diperlukan ke atas kami titipkan di penginapan,  Deurali setengah perjalanan saya mulai mengalami mual, mencoba mengatur nafas dan  Mengalihkan rasa sakitnya dengan menghitung langkah 1, 2 , 3,…. Sampai akhirnya   Lihat tulisan MBC dan disini saya mengeluarkan air mata, bahagia liat plang tapi mualnya mulai nga karuan, mau mencapai plang itu liat ke atas masih banyak tangganya, teman jalan ku dah di atas sambil teriak nyemangati,  mulai menapaki tangganya tanpa liat kiri dan kanan akhirnya nyampe, sesat rasa sakit hilang karena rasa bahagia campur aduk hahaha, Sebenarnya masih cukup waktu untuk lanjut ke ABC tapi dengan pertimbangan rasa mual dan nafsu makan yg sudah mulai ngaco dan cuaca mulai mendung kami putuskan nginap di MBC. Sore hari pas jam makan pada teriak liat ada Sunset semua kabur ke luar pada cari kamera dari sini keliatan bias sinarnya hanya di ujung saja dan di rekam di otak. Yang stay di ABC pasti melihat dan menikmati keindahannya secara sempurna.
      19 Jun : MBC - ABC - MBC -  Deurali - Himalaya -----> Nginap
       Jam 3 pagi sudah bangun sarapan Sop Garlic dan Ginger tea untuk stamina Atas saran dari quide nya opung doli dan opung boru dari Korea, dan menolong kami penunjuk jalan awal di pagi subuh menuju ABC kurang lebih 2 jam an Pagi yang dingin  rasanya jari ku dah beku lupa bawa sarung tangan mmm rasakanlah jariku menderita. Akhirnya Liat Papan “Namaste Annapurna Base Camp 4130” –  teriak bahagia kegirangan dan berhasillllllll, Beberapa jam jalan keliling dan menikmati area Annapurna Base Camp baru turun lagi  ke MBC dengan  mual  nga hilang, akhirnya mabok…..Tiba di MBC rapi2 dan makan siang terus melanjutkan perjalanan  Rencana target sampai Dovan tapi akhirnya nginap Himalaya. Disini kami ramai karena bareng turun dengan teman teman  sebangsa dan setanah air  Indonesia yang ktemu di atas sambil ngobrol dengan cerita seru dan kocak kami semua  nginap di Himalaya
      20 Jun : Himalaya - Dovan - Bamboo - Chomrong ----------> nginap
      Setiap pagi selalu semangat energi masih penuh turunnya pengen lari-lari, Beban berkurang karena kita sewa porter 1 hari sampai Chomrong jadi jalannya lebih cepat          
      21 Jun : Chomrong - Jhinu - New Bridge - Motkiu - Phokara.
      Horeee jeepnya dah kliatan kita salaman semua dah sampai di Motkiu hahaha, makan siang lanjut naik jeep dan Lapor diri bahwa kita sudah keluar. Perjalanan trekking usai dengan bahagia dan selamat. Selama di perjalanan. Banyak ktemu orang dari berbagai  negara yg naik dan turun walaupun musim hujan, yg semuanya setiap berpapasan selalu saling sapa "Namaste" dan menyemangati.
      * Jadi berapa  lama kah waktu di butuhkan ke ABC ?
         Tergantung kecepatam jalan, stamina, cuaca,
      * kami 6 hari naik dan turun, sebelum sore dah berhenti karena takut kabut dan hujan
      Persiapannnya:
       -  Asuransi sangat penting buat jaga2 halhal yg tidak diinginkan.
          Kemarin disana ada dari Indonesia kena AMS tingkat serius dijemput Heli di Deurali untungnya pake asuransi klo nga? Sipastikan mihillll
       -  Obat-obatan, P3K minyak telon, kayu putih, conterpain, sun protection
       - Jacket anti dingin, anti hujan, anti badai sampai ber layer
       - Sepatu trekking, kaos kaki, sarung tangan, kupluk, buff, masker, Pole, Senter
       - Baju gunakan yg ringan gampang kering, kalau nga mau belang2  dan kulit gosong pakailah lengan panjang
      - HP, camera, klo nga nampang ntar dibilang hoax hehehe
      - makanan ringan mengganjal perut menambah energi, permen,
         Biayanya :
      - VOA usd 25 untuk 15 hari
      - TIMS 2000 / ACAP dah naik Jadi 2300
      - Bus Khatmandu - Phokara 700 / Phokara - Khatmandu 600
      - Jeep 2000 Return
      - Biaya makan dan penginapan  semakin naik semakin mahal , Lewat chomrong semua berbayar air panas buat mandi, wifi, air minum,  Yg berhubungan dengan charger an      Tidak menjual air mineral yg sdh dikemas, jadi bawa lah botol minum   di atas bisa diisi 1 ltr sekitar 100-110, airnya sejuk dan nikmat. Biaya makan dan nginap  selama 6         hari : 15,030 untuk 2 orang  Klo nginap di ABC akan lebih mahal lagi dan disana tidak  diperkenankan  untuk charger Hp, Camera, powerbank dll
      - Biaya porter kemarin dari Himalaya ke Chomrong Ransel 2000 / untuk 2 orang
      22 - 26  Juni kami keliling Phokara, Bhaktapur dan Khatmandu
       
       
       
       

       


       
                         
       
       
        
    • By Ahook_
      Tanggal 9 Juni 2018.
      Trip Canada dimulai dari penerbangan Jakarta - Singapore, kemudian lanjut ke Xiamen dan berakhir di Vancouver. Bisa baca juga, butuh visa transit Cina jika lewat Xiamen. Perjalanan yang melelahkan. Belum lagi, setelah landed di Vancouver, harus ngemper semalam dulu di bandara untuk melanjutkan penerbangan ke Calgary besok paginya. Karena tujuan utama dari awal perjalanan ini adalah Waterton, terus harus melakukan perjalanan darat sekitar 3 jam. Jika ditotal, 48 jam deh, aku baru benar- benar tiba di tujuan.
      Oh ya, jika mau tukar uang Canada Dollar, lebih baik tukar dari Indonesia. Atau bayar pakai kartu kredit saja. Jangan pernah tukar di airport, rate macam leher kerasa digorok.

       
      Sekitar 2 minggu pertama di Canada, kami sewa mobil untuk mengitari Alberta sampai British Columbia. Kami itu bertiga, salah satunya, skydworld, satunya lagi, Henny. Pakai jasa rental mobil Avis. Ada GPS dalam mobil, jadi gampang banget mau kemana- mana. Hasil dari GPS selama pemakaian, akurat kok.  Overall sih okey. Setir di Canada itu gampang- gamapang susah sih. Setirnya ada disebelah kiri, dan aku pertama kalinya setir mobil dengan posisi setir sebelah kiri. Awalnya sih gugup dan gagok. Lama - kelamaan juga jadi biasa. Pastikan saja, mobil selalu berada dijalur sebelah kanan. Total harga sewa mobil sekitar 8 juta, sudah termasuk GPS dan asuransi. Sedangkan sepanjang perjalanan, bensin habis sekitar 3 juta.

      Setelah proses administrasi beres dan mobil sudah ditangan, kami langsung berangkat ke Waterton. Sepanjang perjalanan, menurutku agak menoton. Lansung saja, aku bandingkan dengan New Zealand, rasanya jauh lebih indah dan bagus, terutama dibagian Selatan New Zealand. Baru kerasa alamnya ketika sekitar 1 jam sebelum sampai Waterton. 
      Waterton.
      Begitu checked in, hal pertama yang dilakukan adalah tidur dan tidur sepuasnya. Tidur sampai besok pagi. Belum lagi, harus adaptasi perbedaan waktu antara Canada dengan Indonesia. Lelah. Fisik sempat drop tidak karuan selama 3 hari. Kecapekan. 

      Waterton itu termasuk National Park. Jadi berbayar. Kemaren itu kami bayar 31,2 CND untuk 2 orang dan 2 hari. Ada baiknya beli annual pass, karena bisa dipakai di seluruh National Park yang ada di Canada. Informasi ini kami peroleh dari Chris, seorang teman yang baik nan cantik, tapi setelah berada di Calgary. Kan, ketemunya sama Chris baru di Calgary.

      Waterton Lake view.
      Selama di Waterton, ya aku main- main disekitaran saja. Menikmati sungai di belakang hotel, menikmati air terjun mini, paling jauh, ya ke perbatasan US. Dan yang paling okey adalah main ke Prince of Wales Hotel. Viewnya langsung ke Lake Waterton, view-nya dapat banget. Sayangnya, tidak berkesempatan bermalam disana. Mahal, sudah pasti. Hahahahaha... Yang jadi highlight di Waterton, anginnya kencang banget. Terutama saat di Prince Of Wales Hotel, berdiri saja, macam bisa diseret angin. Ini serius. Dan otomatis, dingin.

      Prince Of Wales Hotel.
      Kami menginap 2 malam di Bayshore Inn. Tidak ada sarapan gratis. Free wifi. Hotelnya cukup okey. Kamarnya lega dengan ranjang gede. Punya tv yang tidak pernah di-nyalain. Kamar mandi ada bathtub dan shower, pasti, ada air panas. Bersih. Pemandangan menyenangkan dari pintu belakang kamar, langsung sungai gitu. Arusnya deras banget, harusnya sih airnya dingin. Ada pemanas ruangan. Tidak menyediakan air minum botol, tidak seperti kebanyakan hotel di Asia. Jadi, semua hotel yang di Canada, harusnya seperti begini aturan mainnya.
      Sepanjang perjalanan di Canada, ( sepertinya ) aku tidak pernah beli air minum, kecuali juice dalam kemasan kotak. Minum, dari air kran loh. Yang buat aneh adalah housekeeping-nya, masak ya, bersihkan kamar setengah hati. Ranjang satunya diberesin, hasilnya 95 persen kelar. Satunya lagi, sama sekali tidak diberesin. Ada beberapa gelas plastik bekas pakai di atas meja juga tidak dibuang. Oneng juga si mbak- mbaknya. Asumsinya, mungkin tidak tempel beberapa Canada Dollar diatas tempat tidur kali ya. Parah! Hotel ini ada tempat parkir ya dan bebas parkir.

      Belakang kamar hotel.
      Kalau bingung mau main ke mana selama di Waterton, tinggal ke receptionist saja. Hahaha.. Aku pikir sih, 3 hari full adalah paling banyak. Tapi entahlah, kalau kamu suka, bisa saja stay lebih lama. Eittss, sebagai negara yang identik dengan beruang. Jadi saat berkeliaran di Waterton, harus waspada, bisa saja kamu ketemu beruang. Baca petunjuknya di penginapan kamu, trik menghadapi beruang itu gimana, ini serius.

      Sekitaran hotel.
      Kalau kamu suka camping, menurut Chris, jika tidak salah dengar, Waterton juga tempat orang- orang camping sih. Cuma, ada temannya, yang pegangin tendanya semalaman karena anginnya super kencang. Lah iya lah, wong aku tidur didalam kamar saja, suara gemuruh angin diluaran sana sudah macam lagi perang. 

      Air terjun.

      Border US- CANADA.
      Transit satu malam di Calgary. 
      Sebelum langsung ke Banff, kami menginap satu malam dulu di Calgary. Kami nginap di Nuvo Suites. Okey, penginapan ini termasuk salah satu yang terbaik sepanjang trip Canada. Terletak di tengah kota, sebenarnya, kalau tanpa mobil-pun mau kemana- mana juga bisa. Ada transportasi umum. 
      Soal Nuvo Suites, memang best. Lihat saja di foto. Bisa muat 4 orang. Ada dapur dalam kamar, jadinya kamu bisa masak- masak. Apalagi seberang, sudah ada grocery. Free wifi, free sarapan yang lumayan. Dapat slot parkir gratis, tapi di blok yang berbeda. Tidak terlalu jauh sih. Jalan kaki bisa sampai juga. Kamar mandi shower ada air panas. 

      Calgary view.
      Di Calgary, diajak Chris jalan- jalan. Main ke Factory outlet untuk menghabiskan isi dompet, terus makan eskrim di Village Ice Cream. Kata Chris, eskrim ini wajib loh, karena lokal banget. Dan benar saja, pas ke sana, ramai. Kemudian ke spot keren untuk lebih kota Calgary dari atas, aduh lupa namanya, cari di google lagi, kok gak muncul nama tempatnya. Tempatnya sih asik, pemandangan, tempat foto- foto-lah. Dan malam itu berakhir dengan makan bersama di salah satu restoran rekomendasi dari Chris juga. Intinya ya, si Chris, soal kuliner memang juara. 
      Memang, tidak banyak tempat yang didatangi selama di Calgary, sebagaimana sebuah kota. Keesokan harinya, setelah checked out, sudah bersiap menuju ke Banff. Nah tungguin postingan selanjutnya ya tentang Banff. 
      With Love,
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---
    • By Cayadi Budidarma
      DAY 4 TOYAMA - KYOTO
      Hari ini bangun agak siang , karena habis cape hari sebelumnya pulang sampai hotel jam 11 malam .
      Begitu bangun , siap-siap semua barang , dan langsung check out dari hotel. Langsung menuju TOYAMA station yang letaknya tidak jauh dari hotel kami menginap.
      Tiket shinkansen sudah ditangan , karena sudah reservasi dari malam sebelumnya , dan lagi-lagi saya harus reservasi ulang karena kami tiba di station 1 jam lebih awal dari schedule tiket. Dan memang di perbolehkan , jadi tanpa banyak basa-basi atau omelan dari pihak penjaga tiket counter , langsung kami menuju peron shinkansen yang menuju ke KYOTO.
       
       
      Seperti biasa , sesampainya di Kyoto Station , langsung saya buka google maps untuk mencari hotel yang sudah kami booking sebelumnya di agoda. Yaitu Hotel DAIWA ROYNET HOTEL KYOTO HACHIJOGUCHI selama 3 malam . Letaknya tak jauh ( 8 menit an jalan kaki ) dari exit Hachijoguchi Kyoto Station yang sangat besar. Ada banyak exit di KYOTO station ini , jadi sebelum mencari hotel sebaiknya cari tahu dulu exit mana yang terdekat dari hotel kalian.
      Seperti biasa titip koper , dan kami dapat kabar baik bahwa kamar kami di upgrade ke yang lebih besar...horeeee...thanks Daiwa Roynet Hachijoguchi !
      Hari pertama di kyoto , saya langsung menuju Kiyomizudera dengan naik bus nomor 101 dari depan Kyoto Station ( central exit ) , dan turun di GOJOZAKA. Semua perjalanan bus saya memakai pasmo card. Masuk dari pintu tengah , ketika turun lalu tap pasmo dan keluar dari depan . Dari GOJOZAKA bus stop , kami berjalan kaki mendaki ke kuil Kiyomizudera. Kami ambil jalur kiri untuk mendaki .
      Kuil Kiyomizudera berada paling atas , dan kita harus bayar tiket masuk untuk masuk ke dalamnya. Sayang kuil ini sedang dalam restorasi , jadi tertutup oleh kain dari luar. Jadi tidak terlalu amazing bagi saya penampakan luar dari kuil Kiyomizudera ini .

      Beberapa saat dari sana , kami turun berjalan sambil menikmati toko-toko di sepanjang perjalanan dan mencoba street food yang banyak dijajakan .
      Setelah dari kuil Kiyomizudera , kami berjalan kaki menuju GION , dan sampai GION sekitar jam 1730 . Masih terang . Di Japan jam 19 pun masih terang loh .... mulai gelap sekitar 1930 . Dan saat mulai agak gelap baru tampak beberapa GEISHA / MAIKO keluar berjalan cepat masuk / keluar dari salah satu tempat makan di sekitar GION.

       
      Bagi saya GION tidak banyak hal menarik untuk dilihat , hanya saat-saat pada saat GEISHA / MAIKO saja menampakan diri , para touris terlihat heboh mengabadikan mereka, walau mereka tampaknya tidak perduli dan berjalan sangatcepat untuk menghindari para paparazi :) termasuk saya .
      Sepulangnya dari GION , kami berjalan kaki menuju GION Shirakawa untuk sekedar menghabiskan malam dan menikmati malam di KYOTO , dan kami cukup puas melihat aliran sungai yang indah dan bersih di daerah yang dipenuhi restoran-restoran ini. Dan setelahnya , kami berjalan kaki ke station subway terdekat dan kembali ke KYOTO station ( hotel )

       
       
      DAY 5  ARASHIYAMA ( KYOTO ) & PHILOSOPHER'S WALK
      Perjalanan hari ini ke Arashiyama . Naik kereta JR SAGANO , berhenti di SAGA ARASHIYAMA station. Exit station langsung belok kanan ke arah Togetsu bridge.
      Disebelah Saga Arashiyama ada Saga Torokko Station untuk naik SAGANO SCENIC RAILWAY. Saya memutuskan untuk langsung dulu ke Togetsu bridge. Berjalan melewati perumahan2 serta toko-toko , dan juga sempat melihat ada OWL cafe di lt2 salah satu gedung pertokoan .

       
      Tak lama sekitar 20 menitan kami sampai di togetsu bridge dan berfoto-foto dari pinggir sungai dan jembatan.Menurut saya Arashiyama ini sangat indah di sekitar togetsu bridge ini, sehingga saya dan keluarga agak lama menghabiskan waktu untuk sekedar duduk-duduk sambil menikmati cemilan2 dan udara sejuk di sana.

      Setelah puas nongkrong dan berfoto , kami lanjutkan menyeberangi jembatan togetsu dan langsung ke kanan untuk mendaki Iwatayama Monkey Forest dengan membeli tiket naik.
      Hiking sampai dengan tempat monyet tidak begitu susah, sekitar 20 menit jalan santai kita bisa sampai ke puncaknya . Disana kita bisa menikmati pemandangan Kyoto dari atas serta memberi makan monyet-monyet dari dalam rumah yang sudah disediakan dengan membeli pakan monyet di sana.

       
      Puas bermain di monkey forest sekitar 1 jam lebih kami kembali turun , dan sesampainya di bawah , pinggir sungai dekat togetsu bridge saya melihat ada yang menawarkan Hozugawa river cruise . Lalu saya putuskan untuk membeli tiket nya ...bagus menurut saya view nya jadi saya pikir ya sudah lah..sudah kepalang ke Arashiyama nikmati saja sebisa mungkin
      River cruise yang kami naik ini hanya sekitar 30 menit sd 1 jam , dan hanya menyusuri sungai yang tenang arusnya  dan berputar kembali ke tempat semula kita naik. Beda dengan River cruise yang jika kita naik dari Kameoka loh ya...Kalau dari Kameoka saya lihat lebih ekstrem dan menyusuri arus yang lumayan deras ( mirip-mirip arung jeram ) dan perjalanan sekitar 2 jam .
      Ini lebih seru keliataannya untuk teman-teman yang berjiwa adventure sebenarnya , namun karena saya beserta anak-anak kecil saya putuskan untuk naik yang arus nya tenang saja.
      Untuk harga tiketnya tentunya juga berbeda jauh antara keduanya.
      Di tengah perjalanan juga ada sebuah perahu yang menawarkan cemilan untuk kita yang sedang di dalam perahu..cukup unik.
      Pemandangan sekitar sungai juga cukup indah.
       
       

      Nah, sesudah kami turun perahu , kami lanjut ke arah hutan bambu yang sering kita lihat di FR di sini . Banyak turis di hutan bambu ini dibandingkan dengan spot lainnya . Menurut saya sih hutan bambu ini ya biasa saja ..namun karena begitu ngetop nya maka kami singgah juga hehehe.

       
      Jauh lebih bagus pemandangan sungai sekitar togetsu bridge dan river cruise.
       
      Lalu sekedar lewat sambil berjalan balik ke arah Saga Arashiyama station , kami pun akhirnya masuk ke Saga Torokko station, dan mencoba pula naik Sagano Scenic Railway.
      Menurut saya juga loh ya....view dari sagano train ini juga kalah dibandingkan sekitar sungai togetsu bridge, karena kereta begitu cepat berjalan dan keluar masuk terowongan . Jadi feel untuk menikmati nya belum sampai ON sudah masuk terowongan lagi. Itu aja kami dapat tempat di gerbong yang terbuka . FYI tempat duduk di gerbong terbuka ini terbatas ( hanya 1 gerbong ). Jika kita berada di gerbong tertutup akan lebih tidak enak lagi untuk menikmati pemandangan di luar .
      Mungkin jika kita pergi saat autumn atau sakura , sagano scenic railway ini akan terasa beda ( lebih bagus ) , namun jika saat summer seperti saya , harga tiket tidak sebanding dengan kepuasannya . Mending nongkrong di pinggir sungai togetsu bridge !
      Setelah sekitar 20 menit sampai di Kameoka Torokko Station.

       
      Keluar Kameoka Torokko station kita harus berjalan kaki menuju Umahori Station sekitar 15 menit. Ikuti saja penunjuk arah yang diberikan.
      Nah di sini pemandangan agak lumayan, dan berjalan kaki dari Kameoka ke Umahori JR station juga merupakan kenikmatan tersendiri ...

       
      Dari Umahori station ini kami langsung menuju Philosopher's walk. Start awal dari Nanenji Temple menyusuri full Philisopher path ke arah Ginkakuji temple agak jauh ternyata . Sekitar 1 jam rasanya jalan santai . Jalanan ini tidak begitu besar , menyusuri kali kecil ,dan di sekitarnya kiri kanan adalah komplek perumahan mewah orang Kyoto. Rumah nya besar-besar dengan taman bernuansa jepang dan beberapa mobil mewah seperti jaguar terparkir .
      Kami start sekitar jam 17 lewat dan sampai di ujung jalan ( GINKAKUJI sudah tutup saat itu ) sekitar jam 1830. Puas berjalan , kami mencari JR station terdekat dan ternyata sangat jauh
      Kami sudah mencoba ingin naik bus untuk kembali ke Kyoto station namun jadwal bus tercantum terakhir sekitar jam 1830 kalau tidak salah ..jadi sambil jalan santai dan menikmati pemandangan , kami berjalan melewati Kyoto University dan akhir nya menemukan JR station untuk kembali ke Kyoto station.


       

       
    • By Ahook_
      Tanggal 28 Oktober 2016
       
      Akhirnya, sampai juga di Brunei Darussalam. Iya Brunei, tidak salah.. Memang, ada beberapa teman yang sempat bingung, ketika tahu aku mau ke Brunei. Ngapain? Hehh… ngapain ya? Aku sendiri tidak paham. Hahaha… Ya datang sajalah, aku yakin pasti ada yang dilihat, apapun itu. Sudah aku bilang, traveling itu bukanlah tentang tujuannya, tetapi lebih ke prosesnya. 
       
      Tapi, hanya 1 sih, penasaran. Serius, karena penasaran. Brunei, negara kecil nan kaya raya itu, bagaimana sih isi dalamnya? Apakah sampai jalan raya juga terbuat dari emas? #inilebaybanget. Begitulah adanya, selain ingin memperjuangkan mimpi keliling ASEAN. Terwujud sudah… 

      Jalan utama di Bandar Seri Begawan.
      Okey, trip Brunei termasuk trip yang minim persiapan. Baru mulai mencari informasi 2 hari sebelum berangkat dari Jakarta. Parahnya, tidak terlalu ada review yang mengulas Brunei dan isinya. Adapun, lebih banyak mengulas tempat yang wajib dikunjungi.
       
      Tentang transportasi umum, ya memang, seperti yang aku baca dari travelblogger yang sudah menapakkan jejak kakinya ke sini dulu. Hampir semua memaparkan, transportasi Brunei masih kurang. Lebih baik datang ber-group sehingga bisa sharing cost untuk urusan tranportasi buat sewa mobil biar lebih mudah mau kemana- mana. 
       
      Transportasi umum di Brunei cuma ada bus, taxi sapu dan taxi. Selama trip di Brunei, aku mengandalkan bus. Sekali naik bayar 1 dollar, terserah, mau bayar pakai Dollar Brunei atau Dollar Singapore. ( Tidak tahu kenapa, mereka menerima Dollar Singapore, katanya sih, rate-nya sama). 
       
      Kuantitas bus di Brunei, jumlahnya sedikit, mungkin disesuaikan dengan jumlah penduduk yang ada. Untuk mendapatkan bus, kamu butuh energi besar dan kesabaran penuh dalam menunggu bus lewat. Kalau dari review-an, mereka sih, bilang, bisa menunggu 1 jam –an, tuh bus baru nongol. Karena murah, ya mau tidak mau, harus menunggu. Tidak ada pilihan. Kecuali kamu punya kerabat, atau naik taxi yang harganya selangit. 
       
      Dan aku, termasuk yang cukup beruntung. Tidak perlu mengunggu terlalu untuk sebuah bus. Dari airport, aku menghabiskan waktu 10 menit saja. Okey, kamu keluar dari pintu utama, kemudian jalan terus sampai diperbatasan trotoar, lalu belok kiri. Jalan sampai ke ujung, nah disana ada plang bertuliskan tempat tunggu bus. 
       
      Bayar 1 Dollar, kamu akan diantarkan ke Bandar Seri Begawan, pusat kotanya. Lama perjalanan sekitar 30 menit-an. Entah karena jumlah penduduk yang sedikit atau apa, sepanjang perjalanan, sepi banget. Mobil yang lalu lalang juga tidak banyak. Motor, malah tidak kelihatan sama sekali. Bus berhenti di setiap halte. Hampir setiap halte, tidak ada penumpang. 
       

      Bus 1 Dollar...
      Model bus-nya tidak mencerminkan kekayaan yang dimiliki Brunei. Hahaha… Parah sih tidak, ya cuma standart saja. Tempat duduknya yang alakadar. Informasi yang aku himpun, #jiaahhh… yang memakai bus di Brunei adalah pendatang, mereka yang datang merantau meninggalkan keluarga dikampung. Sedangkan, orang lokal Brunei, kesehariannya ya pakai mobil pribadi. Tidak heran. Bahkan setiap anggota keluarga, masing- masing punya mobilnya tersendiri. Begitupun, tidak macet. 
       
      Selama di Brunei, aku naik bus kemana- mana. Sekali lagi, tidak seperti yang dialami traveler lainnya, aku tidak perlu menunggu bus sampai berjam. Paling lama ya itu, 10 menitan. Pokoknya setiap kali naik, bayar 1 Dollar, kecuali aku ke Hotel Empire, bayar 2 Dollar. 

      Dalam bus...
      Setiap bus itu punya jalurnya. Tidak perlu khawatir, kalau lupa bus nomor berapa ke tujuan kamu, tinggal tanya saja sama petugas yang ada diterminal. Atau, biasanya, kan dari tempat penginapan ada informasinya juga. 
       
      Dari sekian kali aku naik bus, hanya sekali saja, supir dan kondekturnya pendatang dari Malaysia. Sisanya, orang Indonesia. Jadi, pendatang jumlahnya lumayan. Dan kebanyakan kerjanya ya sebagai supir dan kondektur bus, kerja di restoran ataupun tempat jualan lainnya. 

      Terminal Bus Bandar..
      Aku tidak punya pengalaman naik taxi sapu. Tapi jangan sesekali naik taxi deh. Mahal banget. Dan itu terjadi sama aku. Nyesek banget. Ternyata ada Car Free Day di Brunei. Di kasih tahu, kalau Sulthan hari ini dijadwalkan ikut CFD disekitaran Bandar. Alhasil, semua jalan di blok. Aku tidak bisa ke airport pagi- pagi. Tidak ada bus yang operasional. Mati gak loe? Tidak ada pilihan lain, terpaksa pakai banget naik taxi. Ada argo sih, tapi supir taxinya menawarkan 20 Dollars untuk sekali jalan. Buset gak tu. Pakai bus hanya 1 Dollar loh. Tawarlah, kemudian sepakat 15  Dollars. Sakit banget ketika mau bayar. Ya ampun, itu sudah biaya makan dan naik bus kemana – mana buat seharian, dan itupun sudah bisa makan enak loh. Parah..  

      Bus stop di Gadong..
      Oh ya, semua terminal bus ada di Bandar, sebutan untuk Bandar Seri Begawan. Semua bus akan bermuara ke situ, kalau kamu pergi dari objek wisata ke objek lainnya, ada kemungkinan, kamu harus kembali ke terminal Bandar kemudian pindah bus lainnya. 
       
      Tungguin postingan tentang Brunei-nya ya....!!!
       
      With Love,
       
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---semoga semua mahluk hidup berbahagia---
    • By Tarmizi Arl
      Hi...
      Buat kamu yang mau nyari alternatif wisata di Kuala Lumpur, kamu bisa pilih wisata ke Colmar Tropicale yang ada di kawasan Berjaya Hill.
      Colmar Tropicale ini adalah hotel/resort di Berjaya Hill, tapi buat kamu yang tidak menginap juga bisa berwisata sehari disana.
      Konsep Colmar Tropicale ini ialah miniatur dari pedesaan Colmar yang ada di Perancis, jadi kamu bisa merasakan sensasi berfoto ala-ala di  Perancis.
      .
      Nah untuk ke sana, kamu harus membeli tiket di Berjaya Times Square Mall, KL tepatnya di Lantai 8. Lokasinya berada di tempat spa, jadi kamu harus teliti mencari. Tapi didepannya ada kok tulisan Colmar Tropcale.

      Lokasi Membeli Tiket di Lantai 8 Berjaya Times Square Mall

      Jadwal buka
       
      Tarif tiketnya sebesar 60 RM untuk dewasa dan 55 RM untuk anak-anak. Tiket ini ialah untuk shuttle Bus PP dan tiket masuk di sana. Jadwal keberangkatannya dari Berjaya Times Square Mall ialahjam 9:30, 12:00, 18:00, dan 20:30. Sedangkan jadwal pulang dari Colmar ialah jam 08:00,10:45, 16:00, dan 19:30. Tapi perlu diingat karena memakai bus kecil yang berkapasitas hanya 10 orang, jadi lebih baik membeli tiket minimal 1 hari sebelumnya. Apalagi jika hari libur, tiket bahkan bisa habis 2 hari sebelum. Selain itu perhatikan juga jam buka lokasi yang menjual tiketnya ya seperti di foto.

      Tiket
      Lokasi keberangkatan Bus ialah di dekat lobby Berjaya Hotel

      Lokasi Shuttle Bus di Berjaya Times Square Hotel
       

      Shuttle Bus
       
      Perjalanan ke Colmar Tropicale hanya sekitar 1 jam. Perjalanan akan menempuh jalanan berkelok-kelok dan menanjak, jadi lebih baik makan dahulu agar tidak pusing.
      .
      Dan inilah dia suasana di Colmar Tropicale...

      .



      View dari atas menara

       
      Kalau lapar, bisa makan di resto2 yang ada disana, tarifnya masih oke sekitar 20-50 RM untuk makan berat.

      .
      Beli oleh-oleh juga bisa karena ada souvenir shop

       
      Selain itu, tiket tadi juga sudah termasuk untuk ke Taman Jepang. Lokasinya cukup jauh, jadi harus naik mobil wisata ini yang berangkat di jam-jam tertentu.