Tarmizi Arl

MENJELAJAH PULAU SELATAN NEW ZEALAND (BAGIAN 1)

24 posts in this topic

Pada artikel sebelumnya kita sudah menjelajahi Pulau Utara New Zealand dengan segala hal menakjubkan tentangnya. Artikel kali ini waktunya kita menjelajah pulau utama satunya yaitu Pulau Selatan yang secara luas sedikit lebih luas dari Pulau Utara. Selain itu, meskipun sama-sama indah tetapi jika harus memilih maka lebih banyak yang mengganggap South Island atau Pulau Selatan sedikit lebih unggul. Karakter alam di Pulau Selatan sangat variatif dan sangat menarik.

Pulau Selatan berbatasan dengan Laut Tasman di bagian Barat, Selat Cook yang memisahkannya dengan Pulau Utara di bagian Utara, serta Samudera Pasifik dari Timur hingga Selatannya. Dengan luas lebih dari 150 ribu km persegi, Pulau Selatan ini berpenduduk sekitar 1,1 juta jiwa. Kota terbesat ialah Christchurch yang juga menjadi gerbang utama penerbangan dari berbagai belahan dunia.

 

a.jpg

 

Peta New Zealand dan Jalur Road Trip yang bisa dipilih via halling.org.uk

Sama seperti Pulau Utara, cara terbaik menikmati setiap sisi Pulau Selatan ialah dengan melakukan Road Trip. Pilihan ini karena alam New Zealand terlampau indah sehingga di setiap bagian ada saja hal menarik yang bisa dieksplore. Rasanya sayang saja jika kamu tidak menikmatinya dengan berjelajah menggunakan kendaraan pribadi. Apalagi dengan biaya yang terbilang mahal untuk bisa ke New Zealand, terlalu mubazir bukan jika tidak optimal dimanfaatkan?

 

 

1.Christchurch - Canterbury

 

Ada dua gerbang utama wisatawan masuk ke Pulau Selatan via jalur udara dari berbagai negara seperti dari Australia dan Singapura. Dua kota itu ialah Christchurch dan Queenston. Jadi keduanya bisa menjadi awal dari road trip tergantung lokasi ketibaan kalian tentu saja, kecuali jika kamu dari Pulau Utara dan menyebrang selat ke Pulau Selatan, maka kamu bisa lebih leluasa karena bisa menjelajah dari ujung utara hingga selatan pulau.

Christchurch sendiri merupakan ibukota dari Region Canterbury. Kota di pesisir timur Pulau Selatan ini berpenduduk lebih dari 376 ribu jiwa. Berbelanja, wisata kota, sejarah, hingga petualangan alam bisa dilakukan di Christchurch dan Canterbury.

 

 

1a.jpg

Christchurch Farmers Market via shopfloor.co.nz

Sebagai pemanasan, mungkin kamu bisa mampir ke Pasar tani atau Farmers market yang diselenggarakan setiap hari sabtu di jam 9 pagi hingga 1 siang. Tampak biasa saja, tetapi sensasi berbelanja aneka sayur, buah, produk peternakan, hingga kuliner lokal di New Zealand tentu sesuatu yang akan berkesan. Apalagi Farmers Market ini memang juga sudah menjadi atraksi wisata Christchurch. Lokasi pagelaran pasar sendiri ialah di 16 Kahu Road, Riccarton, yaitu sebuah kawasan taman pusat kota.

 

 

1c.jpg

Christchurch Tram via www.kiwiyoutoo.com

Jelajah kota juga tentu hal yang menarik. Kehidupan kota yang bergeliat namun tidak begitu ramai membuat kita bisa menikmati setiap sudut kota dengan nyaman. Bangunan-bangunan ikonik dengan nuansa khas bisa disaksikan dengan leluasa. The Chalice Sculpture di dekat Katedral Christchurch adalah salah satu landmark yang bisa menjadi pilihan lokasi untuk disinggahi. Di plaza ini juga biasa diadakan bazar sehingga kalian bisa berkumpul dan menikmati suasana disana. Menariknya lagi kota ini punya sarana transportasi klasik tahun 1960-an yaitu Tram. Dengan bentuknya yang sangat kuno, menaiki tram tentu memberikan kesan tersendiri. Kehadirannya di tengah-tengah bangunan perkotaan juga sangat menarik perhatian.

Bersepeda juga menjadi kegiatan yang cukup disarankan jika kamu punya kesempatan. Christchurch dianggap sebagai surga bagi pecinta tur sepeda karena menawarkan ragam tipe jalur tetapi mudah diakses. Kamu bisa menjelajah dari pusat kota menuju area pinggir kota seperti Waiau Vallet dan Port hills.

Inilah yang menarik juga dari Christchurch. Kota ini diapit oleh Laut lepas di sisi Timur dan perbukitan di sekelilingnya. Karakter lanskap yang menarik ini membuat menjelajah kota sudah menjadi kegiatan wisata yang menyengkan. Seperti Port hills yang sudah disinggung diatas, dari puncak perbukitan yang mengelilingi kota ini kalian bisa melihat seluruh kota Christchurch dan Canterbury, Semenanjung, Pelabuhan, dan Laut lepas. Untuk mencapai puncak bukit selain bisa bersepeda, ada cara yang jauh lebih mudah yaitu menggunakan gondola.

 

1d.jpg

 

Christchurch Gondola via chchattractions.co.nz

Ya, menaiki puncak bukit setinggi 500 mdpl dengan gondola ini menjadi salah satu atraksi wisata favorit. Cukup membayar tiket pulang pergi sebesar NZD 10 untuk dewasa dan NZD 5 untuk anak-anak, kalian bisa melihat pemandangan indah Christchurch selama 15 menit pendakian. Stasiun Gondola berada di Heatcote Valley namun kalian bisa menunggu bus jemputan di i-site Visitor Centre dan Museum Canterbury setiap 1 jam sekali dari jam 9:30 pagi hingga 4 sore.

 

 

1e.jpg

Salah satu vie dari Puncak Port Hills via christchurchdailyphoto.com

Sesampainya di puncak bukit, maka tak lain dan tak bukan pemandangan alam unik dan menariklah yang akan disaksikan sebagaimana yang sudah diungkap sebelumnya. Kalian bisa melihat pemandangan dari ketinggian ini baik dari dalam stasiun gondola atau dari luar. Tentu dari alam terbuka kalianb bisa lebih bebas melihat dari berbagai posisi, tetapi di dalam stasiun pun cukup menarik karena kamu bisa mendapatkan nuansa alam berpadu modern.

 

 

1f.jpg

Danau Ohau, photo by Miles Holden via newzealand.com

Kembali dengan keindahan alam di sekitaran wilayah Canterbury kalian juga bisa menyambangi beberapa danau. Di perjalanan dari Christchurch ke Queenston, terdapat tiga danau yang akan dilalui yaitu Danau Takepo, disusul Danau Pukaki, dan terakhir Danau Ohau. Menariknya dari danau-danau ini ialah selain dikelilingi perbukitan dengan tekstur khas dan puncak berselimut salju, juga karena air danaunya sendiri yang berwarna biru cerah. Inilah yang membuat danau-danau ini sangat layak untuk disinggahi apalagi bagi tur sepeda, memanfaatkan jalur di tepi danau akan membuat perjalanan mengayuh tidak terasa melelahkan.

 

 

1g.jpg

Berperahu di Sungai Avon via newzealand.com

Bagaimana dengan berperahu tradisional? Christchurch ternyata sangat jeli memanfaatkan setiap bentang alamnya. Sungai kecil di kota yaitu Sungai Avon dijadikan atraksi wisata yang berhasil menarik perhatian. Ya, menikmati suasana Christchurch tapi diatas perahu tradisional seolah membawa kita memasuki kawasan pedesaan yang tenang. Perjalanan air ini dimulai dari Antigua Boatsheds yang berada di tengah kota sekitar 1 km dari Pelataran Katedral. Tersedia dari jam 9 pagi hingga 6 sore di bulan Oktober hingga Maret dan jam 10 pagi hingga 4 sore di bulan April hingga September, wisata susur sungai ini dibandrol harga NZD 28 untuk dewasa dan NZD 12 untuk anak dibawah 15 tahun.  

 

 

1h.jpg

Berperahu di Tasman Glacier via newzealand.com

Bergerak jauh sekitar 250 km ke Barat dari Christchurch, di perbatasan Canterbury ada pegunungan tertinggi Selandia Baru. Puncak tertingginya ialah Aoraki atau Gunung Cook. Ketinggian puncaknya mencapai 3.724 mdpl dengan lapisan salju abadi di puncaknya, jadi jangan heran jika angka ketinggian gunung ini bisa saja berubah karena reruntuhan es.

Kawasan barisan pegunungan ini sendiri masuk dalam wilayah Taman Nasional Aoraki dimana terdapat 23 puncak dikisaran angka 3000 mdpl. Karakter lanskap menarik ini menjadi buruan wisatawan juga ketika ke New Zealand. Tentu bukan hanya untuk pendaki, bagi wisatawan biasa pun bisa menimkmati alam Aoraki ini dari kaki gunung atau kawasan sekitarnya, apalagi banyak penginapan dari yang untuk Backpacker, kemah, hingga villa mewah yang tersedia di sana, termasuk restoran yang memanfaatkan pemandangan pegunungan salju sebagai pemandangannya.

Hal yang menarik juga dari Aoraki ialah terdapat Gletser panjang mencapai 27 km yang dikenal dengan sebutan Tasman Glacier. Gletser ini tentu tidak hanya menarik dipandang mata tetapi menjadi lokasi olahraga ski yang sangat cocok dari mulai pe-ski kelas menengah. Jika kamu tidak tertarik mencoba ski, maka kamu bisa menjelajah Aorkaki dengan berperahu di danau yang ada disana. Tapi kegiatan berperahu ini hanya bisa dilakukan di bulan Oktober hingga Mei.

 

 

2. Dunedin - Coastal Otago

 

Dunedin merupakan ibukota dari Region Otago. Sedangkan Coastal Otago sendiri ialah sebutan atau distrik untuk wilayah Region Otago yang berada di wilayah pesisir Timur, termasuk Dunedin yang berada di sana. Dunedin terkenal dengan arsitektur bangunannya yang bersejarah dan unik.

 

 

2a.jpg

Larnach Castle via dunedingardens.co.nz

Arsitektur gotik bergaya Victoria dan Edward menjadi penciri Dunedin. Bangunan tua, Gereja, bahkan di kota ini juga ada beberapa istana atau kastil yang menjadi daya tarik wisata arsitektur. Larnach Castle salah satunya. Berada di atas perbukitan, 145 Camp Rd, bangunan kastil ini menjadi objek wisata sekaligus juga  tersedia kamar penginapan yang dibandrol sekitar 1,6 juta rupiah permalamnya. Sedangkan untuk berwisata, kastil ini dibuka setiap hari dari jam 9 pagi hingga 5 sore dengan tarif tiket sebesar NZD 31.

 

 

2b.jpg

Dunedin Railway Station, photo by David Wall via newzealand.com

Dan jangan lupa menyambangi Stasiun Kereta Dunedin meskipun kamu tidak naik kereta. Kenapa? Karena bangunan stasiun ini menjadi ikon kota. Arsitektur Renaissance-nya yang unik bagai ‘rumah kue jahe’, stasiun yang dibuka sejak tahun 1906 ini tetap nampak megah setelah lebih dari 1 abad usianya. Taman di depan stasiun ditata sedemikan rapih sehingga sangat menarik. Tak hanya itu, setiap bulan Oktober, diadakan fashion show di peron stasiun ini. Atraksi yang sangat menarik untuk dilihat.

 

 

2c.jpg

Tunnel Beach via doc.govt.nz

Setelah puas dengan bangunan, jangan melupakan bahwa Dunedin berada di pesisir pantai yang artinya ada pantai disana. Tunnel Beach menjadi satu yang paling populer. Menghadap ke sisi Selatan, Pantai Tunnel hanya berjarak sekitar 7 km dari pusat kota. Pantai ini memiliki ciri tebing melengkung dan gua batu. Nama tunnel sendiri hadir karena memang ada terowongan kecil buatan yang digali menembus tanjung bebatuan di tahun 1870 an sehingga antar pantai bisa saling terhubung. Tunnel Beach dengan pesona tebingnya itu bisa dinikmati dari jalur ‘Walkway’ yang sudah tersedia di atas tebing. Jalur yang cukup panjang itu bisa ditempuh sekitar 1 jam pulang pergi. Atau kamu juga bisa bermain di pasir pantainya yang ada diantara dua tebing.

Masih soal garis pantai, ada juga Taiaroa. Ini merupakan ujung sebuah semenanjung yang berjarak sekitar 30 km dari pusat Kota Dunedin. Karakternya mirip dengan Tunnel Beach dimana pantainya ialah berupa tebing batu yang tinggi dan terjal. Hanya saja karena berada di ujung semenanjung tentu akan memberikan pemandangan yang unik apalagi di salah satu sisinya bersebrangan pula dengan daratan wilayah Aramoana. Tepat diujung nya pula ada sebuah benteng bak mercusuar dan menjadi objek menarik.

Satu lagi yang harusnya tidak terlewatkan, wisata mengamati penguin. Ya, New Zealand melalui Departemen Konservasinya sangat bangga dengan kesuksesan mereka menjaga habitat Penguin Mata Kuning atau Hoiho yang terancam punah. Jika beruntung, Penguin-penguin ini umum dijumpai di pantai-pantai Coastal Otago. Tapi jika kamu memang begitu ingin melihatnya, agar lebih pasti lebih baik ikut dalam tur margasatwa yang diadakan Badan konservasi setempat atau paket wisata.

 

 

3. Central Otago

 

Seperti namanya, Central Otago berada di bagian tengah dari Region Otago. Bentang alam di cenderung bernuansa coklat dan mendapat sinar matahari cukup banyak. Central Otago juga terkenal dengan perkebunan anggurnya serta aliran sungai yang banyak melintasinya. Salah satu kota dengan perkebunan anggurnya yang terkenal ialah Alexandra.

Kota Alexandra berada di persimpangan dua sungai. Alam di sana seperti yang sudah diungkap diatas bernuansa coklat dengan perbukitan batu nan tandus. Dulunya di tahun 1800-an, perbukitan kota ini adalah pertambangan emas yang besar, namun sekarang harta mereka ialah dari perkebunan anggur dan pengolahan wine nya. Selain itu, kebun buah aprikot dan ceri juga banyak ditemui dan saat musim panas adalah waktu panennya.

 

 

3a.jpg

Sungai Clutha di Alexandra via newzealand.com

Terlepas dari itu, menjelajah Alexandra memang bisa menjadi alternatif dengan alamnya yang khas. Kamu bisa mendaki perbukitan dan melihat sebuah jam raksasa yang ada di permukaan sebuah bukit yang dikenal dengan sebutan Alexandra’s Clock on The Hill. Di sana juga ada jembatan gantung atau Shaky Bridge yang membentang diatas Sungai Manuherikia. Sederhana memang, tetapi jembatan bersejarah ini cukup terkenal dan tak ada salahnya juga untuk didatangi. Selain itu, jembatan terkenal disana juga ialah Jembatan Alexandra atau Jembatan Clutha karena memang jembatan ini membentang diatas Sungai Clutha. Keunikan dari jembatan ini ialah masih adanya pondasi jembatan awal tepat di sebelah jembatan baru.

 

 

3b.jpg

Suasana alam Cromwell dan Danau Dunstan-nya via newzealand.com

Bergerak sekitar 30 km ke Barat Laut dari Alexandra, ada Kota Cromwell. Kota ini menarik karena berada di tepi sebuah danau yang bentuknya memanjang bak sungai besar yaitu Danau Dunstan. Dulu, ini merupakan bendungan yang selesai dibangun tahun 1992, namun lembah dibaliknya mengalami banjir sehingga menjebolkan bendungan dan akhirnya terbentuklah danau ini. Daerah ini juga dulunya ialah tambang emas, namun kekayaan mereka sekarang ialah dari pertanian buah tepatnya jenis ‘stone fruit’ seperti persik, nektarin, plum, dan pir. Bahkan kekayaan aneka buah-buah ini sudah tampak dari adanya patung aneka buah yang ada di tepi jalan kota.

Pemandangan alam Cromwell saja sebenarnya sudah begitu cantik untuk dinikmati sebagai objek wisata. Memandang danau, permukiman, dan perbukitan dari atas bukit adalah cara yang bisa kamu lakukan untuk bersantai memandang alam. Tetapi jika ingin yang lebih spesifik, kamu bisa mengunjungi Old Cromwell Town Historic Precinct. Seperti namanya, tempat ini akan mengajak pengunjung merasakan suasana Kota tua Cromwell sebelum tahun 1900an. Bangunan-bangunan yang hancur karena jebolnya dam direkonstruksi disini seperti London House Stables, Captain Barry’s Cottage, The Cobb & Co store, Belfast store, dan Jolly Seed & Grain Store. Jika kamu datang di musim panas, ada Pasar tani yang juga diadakan disana yang akan menjajakan beragam produk pertanian setempat.

 

 

3c.jpg

Sunderland Street di Clyde via historicclyde.co.nz

Hanya Sekitar 7 km dari Alexandra yang juga berada diantara Alexandra dan Cromwell, ada Kota Clyde. Kota kecil ini adalah kota dengan nilai sejarah tinggi dan masih cukup terpelihara hingga kini. Arsitektur kuno nan khas, jalanan rapih dan bersih, didukung suasana yang nyaman menjadikan Clyde sering dijadikan kota singgah untuk bermalam. Bersepeda susur alam juga bisa menjadi pilihan bagi kamu yang menyukainya. Pemandangan alam perbukitan disana memiliki karakter yang beragam untuk dijelajahi dari mulai tepi sungai, tepi danau, hingga kaki jurang dan perbukitan.

Jika tidak, cukup bersantai saja di cafe atau restoran di pusat kotanya. Satu lokasi paling terkenal ialah Sunderland Street. Di sepanjang jalan ini berjajar toko dan cafe dengan bangunan dinding batunya yang khas. Ditambah lagi dengan pemandangan perbukitan yang langsung mengarah ke bak diujung lain, membuat pengunjung betah berlama-lama disana.

 

 

4. Queenstown

 

Jika Dunedin adalah ibukota dari Region Otago, maka Queenstown adalah kota wisata utamanya, tidak hanya di Otago, tapi juga menjadi kota wisata bagi New Zealand. Kota di tepi Danau Wakatipu ini dianugerahi bentang alam pegunungan dan danau yang luas. Karunia alam ini didukung pula dengan ragam atraksi wisata yang sepanjang tahun bisa dilakukan dari mulai ski di musim dingin, bungy jumping, hingga melakukan terjun payung.

 

 

4a.jpg

Stratosfare Restaurant di Queenstown via newzealand.com

Kita mulai dari yang sederhana saja, kamu bisa menikmati alam Queenstown dengan menggunakan Skyline Gondola. Dengan tarif NZD 33 untuk dewasa dan NZD 21 untuk anak 5-14 tahun, kalian akan diajak melihat kota Queenstown, Danau, dan alam pegunungan yang mengelilinginya. Gondola ini akan membawa kalian hingga di ketinggian 450 mdpl tepatnya di puncak yang dinamai puncak Bob. Menakjubkannya lagi, ada juga Restoran Skyline bernama Stratosfare Restorant & Bar di puncak tersebut sehingga kalian bisa merasakan langsung suasana mewah berpadu pemandangan alam yang memukau.

 

 

4b.jpg

Bungee jumping Queenstown via newzealand.com

Jika sudah terbiasa dengan ketinggian, bagaimana untuk mencoba melakukan lompat dari ketinggian atau bungee jumping? Aktivitas ekstrem satu ini sangat populer di Queenstown bahkan kabarnya menjadi lokasi bungee jumping pertama di dunia. Ada beberapa operator bungge di sana dengan lokasi yang berbeda. Nevis salah satunya yang mengambil lokasi di antara tebing dengan ketinggian bungge ialah 134 meter dan kecepatan yang akan ditempuh ialah mencapai 128 km per jam. Tarif untuk menikmati sensasi ini ialah sebesar NZD275 sudah termasuk antar jemput di pusat kota Queenstown, cable car untuk menuju spot pelompatan, dan kaos. Ada juga operator Aj hacket yang mengambil lokasi sama seperti puncak gondola yaitu di ketinggian 400 meter dari permukaan dengan biaya sekitar NZD 195.

Masih ingin yang menantang? Bagaimana dengan perahu jet? Tidak hanya mengelilingi satu lokasi saja, tetapi perahu jet di Queenstown akan membawa kalian menyusuri danau, sungai, hingga ngarai. Ini merupakan penjelajahan yang variatif dengan kecepatan yang juga bervariasi dan tentunya menguji adrenalin. Tarifnya juga beragam tergantung jenis perjalanan yang kamu inginkan, yaitu dikisaran NZD 139 hingga 249.

 

 

4c.jpg

Lintas alam di jalur Ben Lemond via destinationqueenstown.com

Setelah puas menguji adrenalin, jangan sampai melewatkan untuk menjelajah Queenstown dengan lebih santai termasuk berjalan kaki dengan lintas alam. Terlalu banyak hal yang menarik dan jauh lebih menyenangkan untuk dijelajahi dengan berjalan kaki. Kamu bisa berpetualang singkat beberapa jam, satu hari atau bahkan bisa melakukannya berhar-hari. Untuk pilihan ketiga, ada baiknya kamu menggunakan jasa pemandu wisata agar bisa lebih puas mengeksplorenya dengan aman dan nyaman.

Untuk perjalanan singkat. Mungkin kamu bisa mendaki Queenstown Hill Time. Cukup 3 jam, kamu sudah bisa melihat pemandangan menakjubkan dari atas bukit tersebut. Ada juga puncak-puncak lainnya seperti Jack Point dan Ben Lemond yang juga memberikan perspektif berbeda dari lanskap unik di sana.

 

 

4d.jpg

Keindahan alam Glenorchy, photo by Miles Holden via newzealand.com

Mengarah lebih jauh, untuk kamu yang mau mencari ketenangan dan tetap dengan pemandangan spektakuler, kamu bisa menuju Glenorchy yang berada di sisi Utara Danau Wakatipu atau sekitar 45 km dari Queenstown. Glenorchy merupakan kota kecil nan sederhana dengan rangkaian pegunungan mengitarinya. Pesona alamnya inipula yang membuatnya menjadi salah satu lokasi pembuatan film Lord of The Rings, Narnia, The Lion, The Witch, dan beberapa lainnya.
 

Bagaimana dengan sisi lainnya? Baca di bagian 2 ya : )

Share this post


Link to post
Share on other sites

Permisi mau tanya nih..

kalo misal ke NZ ingin road trip berarti tidak perlu ada booking hotel dong yah?

terus pas di imigrasi gak ditanya kah? biasanya kan di tanya klo di negara negara lain

terus apakah kalo mobil biasa (bukan camper van) bisa jg parkir di campsite?

 

mohon arahan dan info nya yah :senyum

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 11/14/2017 at 8:19 PM, AL-Akbar said:

Permisi mau tanya nih..

kalo misal ke NZ ingin road trip berarti tidak perlu ada booking hotel dong yah?

terus pas di imigrasi gak ditanya kah? biasanya kan di tanya klo di negara negara lain

terus apakah kalo mobil biasa (bukan camper van) bisa jg parkir di campsite?

 

mohon arahan dan info nya yah :senyum

kebetulan @lilswallow nih kayak nya baru beres dia Road Trip NZ 

kita tunggu cerita dari nya :D @AL-Akbar

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 11/14/2017 at 8:19 PM, AL-Akbar said:

Permisi mau tanya nih..

kalo misal ke NZ ingin road trip berarti tidak perlu ada booking hotel dong yah?

terus pas di imigrasi gak ditanya kah? biasanya kan di tanya klo di negara negara lain

terus apakah kalo mobil biasa (bukan camper van) bisa jg parkir di campsite?

 

mohon arahan dan info nya yah :senyum

Hii

Tidak perlu ada booking hotel apabila waktu landing sesuai dengan jam pick up mobil.

 

Imigrasi gak tanya" sama sekali

Hanya tanya berapa hari dan ngapain

Malah kami disuruh maju sekalian sama officernya

Kagak nunggu 1 1

Dan benar banget yaa

Warga Kiwi baiiiiiiikkkknyaaaaaaa warbiyasaaaaakk

Benerrr.. gak pakek booongg

Duh.. sampai sekarang aja masih gak bisa move on dengan suasan disanah

Maaf agak lebay 

 

Kalau bukan campervan, sepertinya ada khusus campersite untuk mobil sedan, kalau gak salah ya. Karena di setiap camperground ada tandanya khusus campervan.

 

Dan kebenaran pada saat itu kami campervan di south and mobil sedan di north jadi kami merasakan tidur di camper dan tidur di homestay gitu. Kalau ada yang mau ditanya" lagi,silahkan. Selama saya bisa menjawab. Masih fresh soalnya. Hahaha @AL-Akbar

 

@deffagak perlu visa transit OZ mod. Karena jugak gak bakalan sempet cek recheck visa dengan waktu transit 75 menit. Tapi jujur , lewati transit aja rasanya gimana gitu kalau di OZ. Ketat banget siikk.

Share this post


Link to post
Share on other sites
50 minutes ago, lilswallow said:

@deffagak perlu visa transit OZ mod. Karena jugak gak bakalan sempet cek recheck visa dengan waktu transit 75 menit. Tapi jujur , lewati transit aja rasanya gimana gitu kalau di OZ. Ketat banget siikk.

Oh bagus lah kalau gitu ini berita yang menarik

tulis donk cerita2 nya pas camper van di NZ @lilswallow

biar bisa bantu teman2 yang lain :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Umm..

Coba test nulis dah

Maaf kalau berantakan ya

Roadtrip dengan campervan sangat berkesan.

Karena kalau udah agak lelah , kami berhenti di campersite untuk rest sejanak , biasanya kami tidur -/+ 2 jam an gitu untuk kembali melanjutkan perjalanan. Karena kalau menggunakan mobil sedan ,  tidur di seat pasti kan gak nyaman. So memang lebih asik campervan. Untuk proses dumping (pembuangan) juga gak ribet. Oh ya , aplikasi campermate itu sangat berguna dan sangat sangat membantu. Disana semua sangat jelas informasi mengenai petrol, public toilet serta camperground yang berbayar dan tidak berbayar. Kami cari tau camperground yang tidak berbayar h-3 sebelum keberangkatan dan lucky us , camperground yang gratis , ada toiletnya (hanya khusus poop and pee). Padahal campervan kami sudah ada shower , closet. Tapi kami sudah deal dari awal , tidak ada yang boleh menggunakan toilet tersebut. Karena ntar gak ada yang mau bersihkan. Hehehehe. Oh ya , disana petunjuk jalan sangat sangat sangat detail. Dan public toilet juga gak susah sih untuk ditemukan. Public toilet sana juga bersih - bersih lo. Kecuali ada beberapa spot yang toiletnya berupa dump toilet. Yang ini agak gimana gitu siiik. Karena gak ada air dan sebagainya.

Kira - kira begitu sih.

Karena kalau suruh saya nulis saya gak ada skill. Maafkaaann :(

 

Tapi bila ada yang mau tanya" juga silahkan. Jadi dari tanya jawab ntar terangkum informasinya

Hehehehe

 

Sekali lagi mohon maaf atas penulisan saya yaa

 

cc @deffa

21 minutes ago, deffa said:

Oh bagus lah kalau gitu ini berita yang menarik

tulis donk cerita2 nya pas camper van di NZ @lilswallow

biar bisa bantu teman2 yang lain :D 

gak butuh transit visa OZ karena transit kami hanya 75 menit. dan merupakan connecting flight. Bila tidak connecting dan lebih dari berapa jam , mungkin rulenya berbeda. BIsa di cek di website immigrasi OZ untuk lebih detailnya. Biar tidak ada salah paham dari informasi yang saya berikan @deffa

Share this post


Link to post
Share on other sites
5 hours ago, lilswallow said:

Hii

Tidak perlu ada booking hotel apabila waktu landing sesuai dengan jam pick up mobil.

 

Imigrasi gak tanya" sama sekali

Hanya tanya berapa hari dan ngapain

Malah kami disuruh maju sekalian sama officernya

Kagak nunggu 1 1

Dan benar banget yaa

Warga Kiwi baiiiiiiikkkknyaaaaaaa warbiyasaaaaakk

Benerrr.. gak pakek booongg

Duh.. sampai sekarang aja masih gak bisa move on dengan suasan disanah

Maaf agak lebay 

 

Kalau bukan campervan, sepertinya ada khusus campersite untuk mobil sedan, kalau gak salah ya. Karena di setiap camperground ada tandanya khusus campervan.

 

Dan kebenaran pada saat itu kami campervan di south and mobil sedan di north jadi kami merasakan tidur di camper dan tidur di homestay gitu. Kalau ada yang mau ditanya" lagi,silahkan. Selama saya bisa menjawab. Masih fresh soalnya. Hahaha @AL-Akbar

 

@deffagak perlu visa transit OZ mod. Karena jugak gak bakalan sempet cek recheck visa dengan waktu transit 75 menit. Tapi jujur , lewati transit aja rasanya gimana gitu kalau di OZ. Ketat banget siikk.

oooo gt iya saya juga dah donlod campermate.. disitu ada pilihan campground yg for Self contained vechile (campervan) atau yang Suitable for All Vechile.. tapi katanya harus keluar dari mobil dan dirikan tenda.. gak boleh di dalem mobil klo ketauan di usir wkwkkwkwk

saya rencana mau sewa mobil biasa aja soalnya budged nya tipis bgt hahaha trs bawa tenda..

btw pake air asia transit di Gold coast butuh visa gak kmaren om @lilswallow?

oh ya kmaren sewa mobil di mana? bayar dah dibayar pas dr indonesia kah?

Share this post


Link to post
Share on other sites

Ohhh.

Tapi kalau campervan lebi hemat om.

Fuel disana jugak bervariasi

Walau sama" diesel

Tapi ada beberapa daerah lebih murah

Pergi ber 2 yak? 

 

Airasia transit goldcoast gak perlu visa transit ya.

Sewa mobil kalau sedan di apex.

Bayar cash di tempat.

Karena gak ada booking fee, dan biaya siluman lainnya.

 

@AL-Akbar

Share this post


Link to post
Share on other sites
4 minutes ago, lilswallow said:

Ohhh.

Tapi kalau campervan lebi hemat om.

Fuel disana jugak bervariasi

Walau sama" diesel

Tapi ada beberapa daerah lebih murah

Pergi ber 2 yak? 

 

Airasia transit goldcoast gak perlu visa transit ya.

Sewa mobil kalau sedan di apex.

Bayar cash di tempat.

Karena gak ada booking fee, dan biaya siluman lainnya.

 

@AL-Akbar

mantap info nya @lilswallow share poto2nya donk :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Oke mod.. yang tanpa wajah dikit aja. Sisanya full of our faces yang norak :'( 

 

Ntar pilih" sortir" lagi yak

Maaf kalau berasa bogor atau bandung

Karena kami amatiran

IMG_20171006_014959_697.jpg

20171007_090516.jpg

IMG_20171008_181242_596.jpg

20171011_210621.jpg

IMG_7012.JPG

IMG_6950.JPG

DSCF4373.JPG

Terpaksa di snapshot yang church of God Sephard. Filenya 22mb

 

Gak bisa lagi katanya mod @deffa

SmartSelectImage_2017-11-17-16-30-53

Rencana next year mau balik kesana lagiii..

Mudah"an bisa yaakk

 

Amiinn

Share this post


Link to post
Share on other sites
7 hours ago, lilswallow said:

Ohhh.

Tapi kalau campervan lebi hemat om.

Fuel disana jugak bervariasi

Walau sama" diesel

Tapi ada beberapa daerah lebih murah

Pergi ber 2 yak? 

 

Airasia transit goldcoast gak perlu visa transit ya.

Sewa mobil kalau sedan di apex.

Bayar cash di tempat.

Karena gak ada booking fee, dan biaya siluman lainnya.

 

@AL-Akbar

iyak ber 2 doang.. maksud ane lebih hemat biaya sewa nya.. campervan mahal hahahaha

hooo jadi pas sampe bandara langsung ke agen apex nya yak? ada di sekitar bandara? ane jg dah coba coba search kayaknya murahan apex ada yg termasuk tiket interisland nya jg sekalian pas sewa mobil nya klo di web.

 

btw itu tiket air asia harganya udah termasuk airportax kan yah?

asli suka bingung sama tiket international.. kadang klo di travel liat pakacge tour ada istilah international airlane tax yg lumayan 

@lilswallow

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

@AL-Akbar

Sampek bandara call aja ke apex,ntar mereka pick up kita dibawa ke depot mereka untuk urus administrasi dan pengambilan mobil. Cepat kok prosesnya. Kagak pakek lama. Dan kantor apex kira" 10 menitan lah dari auckland.

Kemarin kami malah dijemput di hotel, soalnya flight christchurch ke auckland kami ambil penerbangan malam,jadi kami stay di Hotel kiwi Airport, besok paginya minta di pick up di Hotel. Bisa ternyata,kirain hanya boleh pick up di Airport. 

Oh ya,kami hanya menggunakan sim translate kagak pakai sim internasional. Karena kan sim internasional hanya bisa dibuat di Jkt. Jadi karena jauh dari tempat kami, kami hanya menggunakan jasa sworn translator.

Untuk tiket airasia iya donk udah termasuk aiptax. Sepertinya sekarang semua tiket kan sudah inc aiptax,kagak ada bayar tambahan biaya lagi om. 

Share this post


Link to post
Share on other sites

nah ini ni yg kayaknya penting jg..

itu om ganti ke sim card lokal sana apa masih sim card indonesia buat nelp apex nya? kayaknya lumayan mehong nelp pake simcard indonesia hahhaha

terus lebih baik ambil add wifi apa gak yah pas sewa mobil nya? 

@lilswallow

Share this post


Link to post
Share on other sites

Beli di airport om kartu vodavone. Karena beberapa rental car gitu ada khusus nomor bebas pulsa. Tapi harus menggunakan nomor NZ. Dan pas kami itu saya ada aktifkan xl pass saya , yang notabene sayang gak dipakek ntar kuotanya hangus. Karena sisa kuota masih banyak. Xl pass 7 hari 200rb. Sisa kuota masih ada belasan giga. Vodavone 2gb = 43nzd, harga normal 49nzd, kebenaran pada saat itu lagi ada promo jadi dah 43nzd.

Sadis yaakkk..

Kami gak pakek add wifi andalin hp aja boss jadiin gps. Saya kesana juga bawak modem bolt. Jadi vodavone itu bisa dipasang ke bolt, pakeknya rame". Pas aktifkan xl pass , gantian xl nya ya masukin ke bolt. Vodavone dipasang ke hp,karena untuk nelpon campervan untuk dijemput dan nelpon apex jugak.

@AL-Akbar

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now