Daniear

SNOWY JANUARY IN JAPAN : DEPARTURE DRAMA

39 posts in this topic

Teringat kisah perjalanan orang-orang sebelumnya di jalan2.com yang penuh drama  -- let me mention @deffa yang baru sadar uangnya ketinggalan di rumah pas sampai di bandara Bandung, termasuk keasikan keliling KLIA, juga @Vara Deliasani yang dengan bangga mempersembahkan istilah “kebodohan” untuk kesalahannya minta Uber nurunin doi dan suami di T2 Soetta padahal harusnya di T3, kemudian kebodohan salah antri di Denpasar, lalu masih banyak kebodohan lagi (au deh, kebodohan kok dikoleksi *eh *ngumpet) -- gue pun sempat was-was, drama macam apa yan menimpa kami.

Menilik kisah-kisah yang gue mention di atas, jumlah atau intensitas drama sebanding dengan jumlah personil trip. Sementara gue bertiga, akankah ada lebih banyak drama? HUAAAPAKAH?!

Ternyata teori gue di atas … BENAR! HOREEE! *eh (muka bego).

Berikut dengan bangga, gue bersama partner (Kami menamai diri kami AKB – A (inisial nama gue) Krysna Bobby) mempersembahkan daftar drama pra keberangkatan menuju Narita:

Palu, 6 Januari 2016

Sekitar pukul  7.30 WITA

Pertama, sejam setengah sebelum pesawat gue berangkat dari Palu ke Jakarta, gue masih gedor-gedor rumah penjahit buat ngambil celana yang musti gue bawa. Cerita ini bermula akibat keteledoran gue menitipkan 2 celana utama yang mau dibawa ke Jepang untuk dipermak sama penjahit. Gue udah janji mau ngambil Kamis siang. Berhubung gue sibuk di kantor, gue samperin penjahit malam harinya. Ternyata … tutup!

Gue berusaha postif thinking untuk ngambil besok pagi, padahal jadwal penerbangan besok pagi jam 9. Artinya paling nggak jam 8 udah ready buat check in di bandara. Dengan polos, paginya gue ke penjahit lagi. Dan … masih tutup saudara-saudara! Mana celana gue yang lain lagi di laundry. (Selingan, setelah membaca penjelasan celana gue yang dijahit dan di laundry, kira-kira bahan apa yang gue pakai sebagai pengganti celana untuk menemui penjahit pagi itu? *nggak penting)

Gue pun berusaha nyepik penjaga bengkel sebelah kios penjahit.

“Wah, semalem belum dapet? Biasa dorang buka siang-siang dang,” ucap sang cici dengan logat Sulawesinya.

Duh!

“Tapi dorang tinggal di mana?” tanya gue polos.

“Di situ juga jo. Coba ngana ketuk pintunya.” Si cici menunjuk rumah di belakang kios jahit.  “Sssst, tapi jangan bilang-bilang kalau kita yang kasih tahu ngana.”

Hmmm, gue tahu maksud loh, sis. Gue pun mengerlingkan mata sebagai imbalan terima kasih. Konon kedipan brondong bermanfaat untuk wanita dewasa. *teori sesat

Setelah dengan tanpa rasa bersalah menggedor-gedor pintu, batang hidung sang penjahit pun muncul. Baru bangun tidur beliaunya. Transaksi pengambilan celana pun hanya dilakukan via jendela. Berasa kek lagi transaksi gelap atau nemuin pasangan hubungan gelap nih.

 Ternyata drama ini sepaket dengan kita belum ngumpul padahal tinggal sekitar setengah jam lagi pesawat berangkat.  Untungnya bandara di Palu deket, tinggal guling-guling juga sampe. Drama pertama usai ketika kita udah ready di ruang tunggu sebelum boarding.

Kedua, saat antri boarding, si Bobby baru sadar boarding pass yang dicetak salah, bukan atas nama dia. Tapi atas nama Andi whatsoever . Kami pun terhenti di gate boarding, sementara petugas menghubungi pegawai counter. Sepuluh menit hingga lima belas menit kemudian kami baru bisa bernapas lega diizinkan masuk ke pesawat.

Pesawat tiba di Jakarta tanpa hambatan. Udah sempat santai nunggu penerbangan ke KL, ternyata drama belum usai.

Ketiga, giliran Krysna. Ketika jelang boarding MH ke KL, Krysna masih janjian dengan mamang gojek yang membawa SIM Card Docomo yang dipesannya via bukalapak. Tanpa rasa bersalah, gue dan Bobby ngelewatin imigrasi duluan hingga ke ruang tunggu. Sementara Krysna masih di emperan terminal 2, menanti SIM Card yang akan dia pakai di Jepang *ralat, SIM Card dia dan Bobby … dan gue  à sementara kami pergi ninggalin dia. Bahkan hingga setik post ini diterbitkan, uang SIM card itu belum kami ganti. Tengkyu, Krysna

Beberapa menit menjelang jadwal boarding Krysna pun tiba di ruang tunggu dengan napas terengah-engah, keringat bercucuran, dan muka pucat.

“Lo kenapa?” tanya gue polos.

“Lari dari imigrasi ke sini.”

Dan gue sadar, ini perjalanan internasional pertama Krysna.  Dia takut akan tertinggal.

Gue pun berdoa dalam hati, semoga drama berakhir.

 

Sensasi Pertama Bersama Malaysia Airlines

Pesawat dari Jakarta ke KL sedikit telat dari jadwal. Seperti biasa, antri di taxy way. Ini kali pertama naik Malaysia Airlines. Karena terbiasa naik Lion (ehem, selain murah, hanya pesawat inilah yang punya rute direct dari Palu ke Surabaya untuk pulkam), gue sedikit surprise ketika masuk ke dalam pesawat suasananya sunyi. Biasa kalau di JT kan pramugari banyak ya, di MH gue cuman nemu 1 pramugari dan 1 pramugara yang mandu naruh bagasi kabin.

Pesawat yang gue tumpangi ke KL adalah MH-720, masih yang satu lorong. Kelas ekonomi ruang buat kaki standar aja, sedikit sempit untuk yang kakinya panjang. Entertainment dilengkapi tv dengan film dan musik.  Overall nyaman aja gue. Penumpangnya juga lebih tenang, nggak ada yang protes atau ngedumel pas pesawat telat dari jadwal. Makanan yang disajiin, hmm … enak! Gue milih chicken steam with mashed potato. Pelayanan secara umum nggak ada yang gue komplain sih. Nice.

IMG_20170106_180026_HDR.jpg

Pesawat dengan lancar tiba di KL sekitar jam 8 malam.

Tiba di KLIA2 suasananya tenang, nggak terlalu rame. Gue bingung, ini counter transit di mana, ya. Sempet tertarik buat turun ke exit terus ngecap paspor, buat koleksi, tapi nggak jadi.

Setelah sempat nanya-nanya, ternyata gate ke Narita ada di bangunan lain, jadi musti naik sky train yang berasa mau naik wahana itu. Sebelum itu kami sempetin nuker rupiah ke ringgit buat beli minum sama jajan. Cuz naik skytrain.

IMG_20170106_184908.jpg

IMG_20170106_195926_HDR.jpg

 Abis dari counter transit MH gue cek ke gate yang akan menjadi gerbang keberangkatan kami ke Tokyo. Wuhuuuu! Masih sepi banget ternyata.

IMG_20170106_202153.jpg

Selanjutnya kami mampir buat jajan di Burger King. Mampir ke mushola KLIA 1 juga.

Beberapa jam transit lumayan nggak kerasa hingga gate dibuka.

Penerbangan dari KL menuju Narita akan ditempuh sekitar 7 jam. Take off jam 23.35 waktu KL. Kali ini pesawat yang gue tumpangi MH -88 dengan 2 lorong. Ketika memasuki pesawat sambutannya terasa lebih hangat dan semarak dibanding penerbangan CGK-KL, mungkin karena flight attendant-nya lebih banyak, ya. Karena penerbangannya lebih lama, full service maskapai lebih terasa. Kami dapat makan dan snack juga. Bahkan pas tengah malam, mungkin sejam setelah pesawat take off, gue dibangunin.

“Chicken pie or mushroom pie?” si encik flight attendant langsung bertanya.

Gue pun segera menyahut. Gue lupa pilih yang mana, he he. Tapi anehnya gue masih inget rasanya. Hangat dan sedap. Aih!

Sisa perjalanan gue tidur lagi. Gue punya kebiasaan untuk terlelap setiap naik pesawat. Tau yah, sejakbeberapa tempo terakhir, gue selalu langsung bisa tidur begitu naik pesawat. Terkadang pesawat belum take off pun gue udah ketiduran. *Dasar pelor

 

Sabtu, 7 Januari 2017

 

Sejam sebelum landing, gueterbangun untuk sarapan. Kali ini pilihan makanan ada 2.

“Western food or Japanese food? Western is … japanese is …” Gue lupa menu apa waktu itu. Gue cuman inget milih japanese food, trus dapet chicken teriyaki satu set gitu kalau nggak salah.

Sekitar jam 07.00 waktu Tokyo kami pun tiba di Narita. HOREEE!!!

Begitu masuk ke area terminal hawa dingin langsung terasa. Gue pun mempercepat jalan supaya tubuh lebih hangat. Gue melewati jendela kaca lebar yang memperlihatkan matahari terbit. Mataharinya kelihatan, angetnya nggak kerasa tapinya. Gue lanjut ke bagian imigrasi. Antrian langsung ramai begitu gue dan para penumpang flight gue masuk. Untung gue dan Bobby masuk duluan. Krysna? Dia lupa belum ngisi lengkap form yang dikasih di pesawat, dia pun ketinggal buat ngisi dan ngambil form customs.

IMG_20170107_063113_HDR.jpg

Antri nggak begitu lama lanjut turun ke lantai bawah buat ngambil bagasi yang –

“Eh, itu koper gue!” Si Bobby nunjuk kopernya yang lagi muter di belt. Gue dengan sigap ngejar (padahal nggak akan lari juga tuh belt) dan menangkapnya. Nunggu bagasi nggak terlalu lama. Lebih lama nunggu Krysna. Bahkan bagasi doi juga udah kami ambilin. Lanjut ke customs yang gue pikir akan sedikit ribet ternyata cuman lewat. Next, nuker JR Pass. Sempet nanya-nanya dan diarahin turun 1 lantai lagi. Kita pun ambil bawaan dari trolly dan turun, pas sampai bawah baru sadar kalau trolly nya bisa turun eskalator. *Wkwkwkwk.

Di lantai bawah bingung nyari JR Office. Nyari yang ada antrian muncul 2 pilihan. Antrian pertama tertulis NEX. Dugaan gue itu pada ngantri beli tiket Narita Express. Antrian 2 nggak jelas, tapi gue langsung ke situ dan nanya. Fuuh, bener. Tulisannya belum dipasang karena belum buka! Ya, belum jam 8.15 di mana operasional baru dimulai. Kami dapet antrian lumayan depan. Gue ngintip di dalam kantor lagi pada briefing, beberapa menit sebelum buka. Begitu teng jam 8.15, buka. Beuhh, pas banget.

IMG_20170107_080709_HDR.jpg

Pas dapet giliran gue sekalian nanya soal tiket NEX dan Shinkansen ke Kyoto. Si mbak-mbak counternya langsung janji buat reserve 2 tiket itu buat kami. Dia ngasih rekomendasi jam keberangkatan NEX yang 8.53, tiba di Shinagawa jam 10.02, lalu lanjut  Shinkansen Hikari ke Kyoto jam 10.40. Kata mbaknya, dipilihin itu biar kami nggak buru-buru. Gue pun sempat nanya, cukupkah waktu kami untuk ke toilet dulu sebelum ke platform NEX.

Mbaknya menjawab, “Cencu saja chukup. Platform sangat dekat. Kechuali kalian di coilet mau bikin tutorial make up ala Koreah.” *Tentu saja jawaban ini didramatisir. Lagian Mbaknya bukan Cinca Laurah.

Setelah dapet JR Pass kami yang sakti mandraguna, kami menuju toilet. Pakai long john saudara-saudara! à urutan lengkapnya sebagai berikut: long john, kaos dalam, kaos luar lengan panjang, jaket (untuk atasan). Bawahan? Daleman + long john + celana. Kenapa pemakaian long john + daleman antara bagian atas dan bawah terbalik/berbeda? Nggak tahu! Gue juga baru sadar, wkwkwkwk.

Usai ritual dress up itu kami ke platform NEX yang ternyata emang deket dari te ka pe ganti long john.

Kesan pertama, dingin banget di platform itu. Mungkin karena di bawah tanah juga, ya.

NEX yang ditunggu pun tiba. Kami mencari no.car dan seat yang tertera di tiket pemberian mbak counter JR.

Perjalanan di NEX sungguh menyenangkan. Kami begitu excited melihat luar. Ada sawah, rumah, dll. Ketika lihat sawah padi gue berpikir, sawahnya nggak beda jauh kek di Jombang, hmmm. *nggak penting

IMG_20170107_095821.jpg

Mumpung nganggur kami sambil pasang SIM Card Docomo penyebab drama di kereta. Gue harap-harap cemas kalau nggak bisa dipakai di HP gue. Soalnya pas ngecek HP gue nggak tercantum di list situs Docomo. Pas dicoba? Yeay, bisa!

Tentang koneksi internet, awal mula mau sewa wifi. Sempat tertarik produk yang dipakai Bang Syahrul (yang segedung sama tempat kerja doi), tapi pas cek IG produk ini jadi dejavu sama IG awkarin yang diserbu hatersnya. Gara-gara di tiap foto IG-nya berisi komen keluhan, komplain hingga sumpah serapah customer. Sedih. Pingin pilih wifi yang di Jepang, si Krysna bilang mau ganti SIM card aja. So, wifi dicoret dari opsi. Gue udah sempat bikin back plan dengan ngisi pulsa Telkomsel gue 500 ribu buat roaming 7 hari. Karena si Docomo bisa dipakai, pulsa Telkomsel aman. Docomo beli di bukalapak cuman 275 ribu 8 hari. Sinyalnya ok ok aja, sih, nggak ada masalah.

Btw, gue sengaja usul ke tim buat transit di Shinagawa atas rekomendasi komen anonim di internet. Dikatakan bahwa, Shinagawa station lebih mudah dibanding Tokyo station yang konon gedhenya naujubilah. Dan beneran, pas tiba di Shinagawa, mudah banget buat kami pindah ke platform Shinkansen.

IMG_20170107_102953_HDR.jpg

Waktu nunggu Shinkansen nggak terasa. Yang terasa adalah dinginnya udara luar begitu gue berdiri di platform. Tangan yang belum disarungin berasa dinginnya. Cek cek, suhu saat itu sekitar 8 derajat.

IMG_20170107_101100_HDR.jpg

Pengalaman Shinkansen pertama kali dalam hidup ini pun dimulai jam 10.40 waktu Tokyo.

IMG_20170107_124031.jpg

Kyoto, are ready to welcome us?

 

Tag para penghuni kece:

@deffa

@Vara Deliasani

@HarrisWang

@kyosash

@twindry

@Andrizki

 

IMG_20170107_095727.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

Tolong di tag, yang mana namanya Krysna!!!

 

BAHAHAHAHAHAHAHA

Baru baca separoh udah gatal pengen komen :lol:

14 minutes ago, Daniear said:

Mbaknya menjawab, “Cencu saja chukup. Platform sangat dekat. Kechuali kalian di coilet mau bikin tutorial make up ala Koreah.” *Tentu saja jawaban ini didramatisir. Lagian Mbaknya bukan Cinca Laurah.

 

taeeeeeeee :lol:

18 minutes ago, Daniear said:

Btw, gue sengaja usul ke tim buat transit di Shinagawa atas rekomendasi komen anonim di internet. Dikatakan bahwa, Shinagawa station lebih mudah dibanding Tokyo station yang konon gedhenya naujubilah. Dan beneran, pas tiba di Shinagawa, mudah banget buat kami pindah ke platform Shinkansen.

 

*tandain

Share this post


Link to post
Share on other sites
23 minutes ago, Daniear said:

 

Teringat kisah perjalanan orang-orang sebelumnya di jalan2.com yang penuh drama  -- let me mention @deffa yang baru sadar uangnya ketinggalan di rumah pas sampai di bandara Bandung, termasuk keasikan keliling KLIA,

 

bahahahhaha masuk aja ini cerita 

mayan kah Drama nya bisa jadi reminder kan heheh

wah langsung ke Kyoto ya, btw ini MH landing di Haneda atau di Narita @Daniear

kayak nya itu celana jimat ye kudu dan wajib di bawa haahha :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
9 minutes ago, HarrisWang said:

Tolong di tag, yang mana namanya Krysna!!!

 

BAHAHAHAHAHAHAHA

Baru baca separoh udah gatal pengen komen :lol:

taeeeeeeee :lol:

onoh yg jaket abu2! liburan gue jd KZL tegang krn doi, ya mungkin first timer :D

Share this post


Link to post
Share on other sites
27 minutes ago, HarrisWang said:

Tolong di tag, yang mana namanya Krysna!!!

 

Krysna belum jadi member sini -_-"

15 minutes ago, deffa said:

bahahahhaha masuk aja ini cerita 

mayan kah Drama nya bisa jadi reminder kan heheh

wah langsung ke Kyoto ya, btw ini MH landing di Haneda atau di Narita @Daniear

kayak nya itu celana jimat ye kudu dan wajib di bawa haahha :D 

Narita, Bang. Itu naik Narita Express kita:rate

 

Celana itu akhirnya menyelematkanku dari mati gaya *apasih:tersipu

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 minute ago, Andrizki said:

onoh yg jaket abu2! liburan gue jd KZL tegang krn doi, ya mungkin first timer :D

Ya gak papa tapi doi mantap juga pertama ke luar negeri langsung Jepun :D 

Just now, Daniear said:

Krysna belum jadi member sini -_-"

suruh gabung aja biar ketawa bareng hahah :P 

Share this post


Link to post
Share on other sites
30 minutes ago, Daniear said:

Ketiga, giliran Krysna. Ketika jelang boarding MH ke KL, Krysna masih janjian dengan mamang gojek yang membawa SIM Card Docomo yang dipesannya via bukalapak. Tanpa rasa bersalah, gue dan Bobby ngelewatin imigrasi duluan hingga ke ruang tunggu. Sementara Krysna masih di emperan terminal 2, menanti SIM Card yang akan dia pakai di Jepang *ralat, SIM Card dia dan Bobby … dan gue  à sementara kami pergi ninggalin dia. Bahkan hingga setik post ini diterbitkan, uang SIM card itu belum kami ganti. Tengkyu, Krysna

Beberapa menit menjelang jadwal boarding Krysna pun tiba di ruang tunggu dengan napas terengah-engah, keringat bercucuran, dan muka pucat.

“Lo kenapa?” tanya gue polos.

“Lari dari imigrasi ke sini.”

 

wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk

Share this post


Link to post
Share on other sites
13 minutes ago, deffa said:

Ya gak papa tapi doi mantap juga pertama ke luar negeri langsung Jepun :D 

 

Banyak hal yang lebih bodoh dan aib di hari-hari selanjutnya. *Tunggu episode selanjutnya:hiking

Share this post


Link to post
Share on other sites
13 minutes ago, deffa said:

anjay penasaran gue jangan2 ketinggalan kereta pula hahah :P 

Eerrr ... ngegodain cewek Jepang yang mau naik kereta lucu, nggak?:kesengsem

Share this post


Link to post
Share on other sites
34 minutes ago, Daniear said:

Pesawat yang gue tumpangi ke KL adalah MH-720, masih yang satu lorong. Kelas ekonomi ruang buat kaki standar aja, sedikit sempit untuk yang kakinya panjang. Entertainment dilengkapi tv dengan film dan musik.  Overall nyaman aja gue. Penumpangnya juga lebih tenang, nggak ada yang protes atau ngedumel pas pesawat telat dari jadwal. Makanan yang disajiin, hmm … enak! Gue milih chicken steam with mashed potato. Pelayanan secara umum nggak ada yang gue komplain sih. Nice.

 

Btw gw kemarin sector CGK-KUL-CGK nya keren loh, armadanya pake 738 single aisle tapi yang baru baru.

giliran pas HKG-KUL gw kebagian 738 juga tapi jadul bangat, udah uzur, terus ga ada AVOD nya, adanya 1 monitor buat rame rame per 5 jejer seat :lol:

Tapi emang termasuk masih ok kok, wine nya juga enak kemarin gw nyobain dari Hong Kong :D 

Kalau KUL-NRT nya kan pake Airbus 330 yah, yang double aisle, pasti nyaman sih. Cuma urusan sama FA nya aja mungkin, masih kurang ramah, hahahaha

35 minutes ago, Daniear said:

Selanjutnya kami mampir buat jajan di Burger King. Mampir ke mushola KLIA 2 juga.

 

btw MH di KLIA1 deh, kalau sempat ke KLIA2, berarti keluar dulu dong (?)

Share this post


Link to post
Share on other sites
21 minutes ago, HarrisWang said:

Btw gw kemarin sector CGK-KUL-CGK nya keren loh, armadanya pake 738 single aisle tapi yang baru baru.

giliran pas HKG-KUL gw kebagian 738 juga tapi jadul bangat, udah uzur, terus ga ada AVOD nya, adanya 1 monitor buat rame rame per 5 jejer seat :lol:

Tapi emang termasuk masih ok kok, wine nya juga enak kemarin gw nyobain dari Hong Kong :D 

Kalau KUL-NRT nya kan pake Airbus 330 yah, yang double aisle, pasti nyaman sih. Cuma urusan sama FA nya aja mungkin, masih kurang ramah, hahahaha

btw MH di KLIA1 deh, kalau sempat ke KLIA2, berarti keluar dulu dong (?)

Iya, legih ke FA mungkin, secara biasa dimanjain keramahan Indonesia begitu ketemu begitu berasa turun standar. Anehnya yang kelihatan (kurang) ramah malah pramugarinya, ngatur barang di kabin minta penumpang yang udah duduk buat mindahin barang.

 

Woh, iya, KLIA 1. Udah diralat:senyum

Share this post


Link to post
Share on other sites
13 minutes ago, kyosash said:

wah asyik tuh waktu beli tiket JR Pass waktu pas buka, kalau nggak ngantrinya panjang bisa 1-3 jam :D , btw nice share ditunggu lanjutan-nya :senyum 

noted neh 

tapi bukannya JR Pass itu di beli nya pas di Indonesia ya om? 

Share this post


Link to post
Share on other sites
17 hours ago, Andrizki said:

onoh yg jaket abu2! liburan gue jd KZL tegang krn doi, ya mungkin first timer :D

Samaaaa wkwkwk lu msh enak ber 3. Gua first timer sendiri choy wkwkwk. Untungnya di KLIA ketemu ma @Sahat Jd ngak bego2 amat gua pas udh di haneda kemarin ekwkwk

17 hours ago, Daniear said:

Eerrr ... ngegodain cewek Jepang yang mau naik kereta lucu, nggak?:kesengsem

Naaah ini gua suka nih. Cewe jepang cantik2 wkwkwk

Share this post


Link to post
Share on other sites
18 hours ago, Daniear said:

Ya, belum jam 8.15 di mana operasional baru dimulai. Kami dapet antrian lumayan depan. Gue ngintip di dalam kantor lagi pada briefing, beberapa menit sebelum buka. Begitu teng jam 8.15, buka. Beuhh, pas banget.

Yg gini gini nih enak dilihat disono. pas buka counternya. tepat bgt. wkkwkwkwkwkwkwk

27 minutes ago, twindry said:

Samaaaa wkwkwk lu msh enak ber 3. Gua first timer sendiri choy wkwkwk. Untungnya di KLIA ketemu ma @Sahat Jd ngak bego2 amat gua pas udh di haneda kemarin ekwkwk

Naaah ini gua suka nih. Cewe jepang cantik2 wkwkwk

wkwkkwkwkwkwkwkwk, ketemunya juga di counter check in. wkkwkwkwkwkw samvah bgt....

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, deffa said:

noted neh 

tapi bukannya JR Pass itu di beli nya pas di Indonesia ya om? 

ada beberapa tipe bisa beli di Jepang, cuma lebih mahal dikit bedanya sekitar 1000 yen.

kebetulan yang waktu itu saya mau beli tidak dijual di Indonesia, jadinya mau kgk mau belinya di Jepang langsung.

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, kyosash said:

ada beberapa tipe bisa beli di Jepang, cuma lebih mahal dikit bedanya sekitar 1000 yen.

kebetulan yang waktu itu saya mau beli tidak dijual di Indonesia, jadinya mau kgk mau belinya di Jepang langsung.

ooo gitu ya biasanya yang daerah nya gak mainstream ya  om :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
2 hours ago, Sahat said:

Yg gini gini nih enak dilihat disono. pas buka counternya. tepat bgt. wkkwkwkwkwkwkwk

wkwkkwkwkwkwkwkwk, ketemunya juga di counter check in. wkkwkwkwkwkw samvah bgt....

Wkwkwk belum lagi pulangnya banyak drama ya :ngakak

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
2 hours ago, Sahat said:

Yg gini gini nih enak dilihat disono. pas buka counternya. tepat bgt. wkkwkwkwkwkwkwk

gak ada "sebatang dulu" atau "ngopi dulu" :P 

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, deffa said:

gak ada "sebatang dulu" atau "ngopi dulu" :P 

wkwkkwkwkwkwkw, kalo disini kan "sebatang" dulu. disana mah tepat waktunya sampai ke hitungan detiknya. wkkwkwkwkwkwkwkwk gw sama si @twindry sampe melongo... heran super heran karena udah terbiasa dengan pelayanan "sebatang" dulu.,

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 minute ago, Sahat said:

wkwkkwkwkwkwkw, kalo disini kan "sebatang" dulu. disana mah tepat waktunya sampai ke hitungan detiknya. wkkwkwkwkwkwkwkwk gw sama si @twindry sampe melongo... heran super heran karena udah terbiasa dengan pelayanan "sebatang" dulu.,

yoi sama gue juga, gak ada istilah WOLES BRAY hahaha :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 minute ago, Sahat said:

wkwkkwkwkwkwkw, kalo disini kan "sebatang" dulu. disana mah tepat waktunya sampai ke hitungan detiknya. wkkwkwkwkwkwkwkwk gw sama si @twindry sampe melongo... heran super heran karena udah terbiasa dengan pelayanan "sebatang" dulu.,

Wkwkwk..sumpaaaahhhh tepat sampai ke detik2nya.. Shock banget liat yg begituan ya :ngeri adduuuhhh jadi pengen balik lagi wkwkwk

Share this post


Link to post
Share on other sites
9 minutes ago, twindry said:

Wkwkwk..sumpaaaahhhh tepat sampai ke detik2nya.. Shock banget liat yg begituan ya :ngeri adduuuhhh jadi pengen balik lagi wkwkwk

pake tiket gue gih

 

kalau bisa ganti nama heheh :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By Yones deliyandra
      Mengunjungi mahkota bumi ini! Himalaya!
      Annapurna Base Camp 4.130 mdpl Amazing Landscape to ABC Aku selalu bermimpi dan membayangkan untuk bisa datang melihat agungnya pegunungan ini, membayangkan setiap langkah melalui jalan-jalan setapak naik dan turun gunung, menyinggahi setiap desa-desa kuno, menyelami mistisnya Himalaya dan bersatu bersama kesunyian alam.
      Selama ini itu semua ada dibayanganku, setiap kali membaca buku-buku tentang perjalanan orang-orang dalam mencari tujuannya masing-masing ke tempat ini selalu membuatku merinding dan penasaran. Mereka selalu menggambarkan betapa indahnya jalur pendakian ini, betapa indahnya suara deru angina malam ketika udara dingin dan salju menghantam, betapa indahknya melihat gunung-gunung tertinggi dunia yang berselimut salju putih. Dan 23 April 2017 aku benar-benar melakukan perjalanan ini. Perjalanan yang semula hanya sebuah mimpi dan impian. Perjalanan yang rata-rata bagi kebanyakan orang di Indonesia, adalah perjalanan yang beresiko dan sedikit nekat, atau malah terlalu nekat. Kadang aku masih tidak percaya kalau akan melakukan ini. Tapi ya disinilah aku sekarang, aku telah melakukannya. Pada tulisan pertama ini, aku akan menjelaskan secara ringkas tentang perjalanan ini beserta intinerary perjalanan ini. Untuk cerita seru lainnya selama perjalanan ini, akan aku jelaskan di tulisan berikutnya. Annapurna Base Camp 4.130 mdpl Annapurna Base Camp (ABC) 4.130 mdpl adalah salah satu jalur treking yang sangat populer bagi kebanyakan turis yang datang untuk menikmati keindahan Himalaya Nepal. Annapurna Base Camp sering menjadi tujuan para turis, selain banyak lagi jalur treking lainnya seperti Everest Base Camp (EBC), Annapurna Sircuit dan masih banyak lainnya. Annapurna Base Camp ini bisa ditempuh dalam 7-8 hari perjalanan naik dan turun, dan bisa ditempuh  secara independen yaitu tanpa menggunakan jasa tour travel ataupun guide. Aku dan temanku melakukan perjalanan treking ini secara independen ini, tanpa tour, guide dan porter. Tour adalah pihak yang menjual paket treking ini, biasanya lengkap dengan guide dan porter. Guide adalah pemandu atau penunjuk arah selama treking ini, guide bisa didapat bersamaan dengan tour atau bisa di sewa secara independen. Porter adalah pihak yang menjual jasanya untuk membawakan semua barang-barang kita selama treking. Biaya untuk guide dan porter berbeda-beda, tergantung negosiasi yang kita lakukan. Nah, berikut ringkasan perjalanan kami selama 15 hari di Nepal, termasuk treking mandiri ke Annapurna Base Camp.
        Day 1,  23 April 2017 Jakarta - Kathmandu Berangkat dari Jakarta dengan maskapai Malindo Air, kebetulan kami dapat harga promo 2.8 juta Rupiah untuk Pulang-Pergi Jakarta-Kathmandu, murah kan… hehe   Namaste Nepal dan VISA Setelah delay sekitar 2 jam, akhirnya pesawat kami berangkat dan sampai di Kathmandu pukul 11 malam. Sesampai di bandara Kathmandu kami lansung mengurus Visa, imigrasi dan bagasi. Beruntung kami sudah melakukan registrasi untuk Visa ini secara online di web imigrasi Nepal (https://www.nepalimmigration.gov.np/). Jadi kami hanya membawa kertas printout bukti kita sudah apply online, langsung melakukan pembayaran sebesar $25 USD tanpa lagi mengisi form. Setelah dapat bukti bayar, langsung ke imigrasi gate untuk mendapatkan striker Visa, dan Namaste.... Welcome to Nepal, have a nice trip, ucap petugas imigrasinya. Visa Nepal     Menuju Thamel Dari bandara menuju daerah Thamel kami menggunakan taxi dengan ongkos 500RN, harus nego dulu ya, karena biasanya mereka menawarkan sampai 800RN   Penginapan di Thamel. Karena kami sampai di Kathmandu sudah tengah malam, jadi penginapan di Thamel sudah pada tutup. Setelah menggedor salah satu pintu hostel, dapatlah kami kamar yg lumayan nyaman dengan membayar 1000Rn. Hotel Sun Way Inn di Thamel Kathmandu Day 2,  24 April 2017 Menuju Pokhara Treking Annapurna Base Camp ini di mulai di kota Pokhara, itu sekitar 8 jam perjalanan dengan bus dari Kathmandu. Kami naik bus tourist dari Thamel dengan ongkos 700Rn, bus berada di sepanjang jalan Kantipath, dan semua bus akan berangkat jam 7 pagi. Tidak masalah kita beli tiket lansung di tempat, karena kami beli tiket lansung di tempat. Tourist Bus   Interior Tourist Bus Permit ACAP dan TIMS Ini adalah izin yang wajib dimiliki oleh setiap treker, kedua Permit ini bisa di urus di Kathmandu atau Pokhara, kebetulan kami mengurusnya di Pokhara yaitu di Pokhara Tourist Service Center. Kantornya tidak jauh dari terminal bus dekat dengan kantor polisi. Jika bingung, bisa tanyakan dengan supir taxi, dan mereka akan lansung mengantarkan kita ke kantor ini.   Jenis Permit Biaya Syarat TIMS 2000 Rn Foto copy passport dan pas photo 2 lembar ACAP 2000 Rn Foto copy passport dan pas photo 2 lembar     Pokhara Tourist Service Center   Pokhara Tourist Service Center TIMS & ACAP permit for treking advice     Menginap di Pokhara Malam ini sebelum treking esok hari, kami istirahat dan menginap di daerah Lakeside. Disini juga kami memilah barang bawaan yang akan dibawa. Barang-barang yang tidak diperlukan, kami titipkan di hotel. Ini sangat penting, karena treking mandiri tanpa guide or porter itu, artinya kita akan membawa barang kita sendiri selama pendakian, jadi jangan sampai ini menyusahkan diri sendiri. Bawalah barang seminim mungkin dan cukup untung mendukung selama pendakian.   Day 3 - 9,  25 April 2017 – 1 May 2017 7 days Treking to Annapurna Base Camp Annapurna Base Camp Treking Map Tanggal Jalur Treking Day 1. 25 April 2017 Nayapul – Kimmrong Day 2. 26 April 2017 Kimmrong – Chommrong Day 3. 27 April 2017 Chommrong – Himalaya Day 4. 28 April 2017 Himalaya – MBC Day 5. 29 April 2017 MBC – ABC – Deurali Day 6. 30 April 2017 Deurali – Chommrong Day 7. 1 May 2017 Chommrong – Siwai   Untuk lama treking ini sebenarnya tergantung kecepatan trek yaa, jadi bisa saja lebih cepat atau lebih lama. Itu adalah trek yang kami yang lalui menyesuikan dengan kondisi dan semangat per harinya, jadi ada yang lumayan jauh, tapi ada juga yang tidak begitu jauh. Treking day 1. Nayapul – Kimmrong Dari Pokhara ke Nayapul bisa menggunakan taxi, lama perjalanan sekitar 1,5 jam dengan ongkos 1600Rn (tergantung nego yaa). Dari Nayapul ke Gandruk, info dari teman bisa menggunakan local bus atau jeeb/taxi. Rencana kami menggunakan bus, tapi karena jadwal nya tidak tentu, akhirnya kami memutuskan untuk naik jeep. Sebenarnya treking sudah bisa dimulai dari sini, tapi demi menghemat waktu dan energy, kami memilih untuk menggunakan jeep. Lama menggunakan jeep dari Nayapul ke Gandruk 1,5 jam dengan hasil tawar menawar ongkos 1300RN untuk 2 orang. 
      Disini nanti akan ada pengecekan untuk permit yang sudah kita buat.  TIMS Check Post   ACAP Check Post Dari Grandruk kami mulai treking, lumayan cape hari pertama ini, dan kami memutuskan untuk menginap di penginapan pertama di daerah Kimmrong     Treking day 2. Kimmrong – Chommrong Kimmrong menuju Chommrong jalurnya terlihat seperti jalur trekking Gunung-gunung di Indonesia, hutan-hutan dan jalan yang naik turun bukit. Tapi view nya indah banget. Hari ke dua ini bagiku sangat melelahkan walaupun sebenarnya kami bisa lebih jauh lagi, tapi karena kondisi fisik yang sudah tidak memungkinkan, akhirnya kami menginap di tempat ini Chommrong.     Treking day 3. Chommrong – Himalaya
      Chommrong sudah cukup dingin, bahkan sore hari sudah turun hujan es disini. Pemandangan dari lodge kami sangat indah dan kereeen. Pegunungan Himalaya bersalju tampak luar biasa dari jendela kaca jendela kamar. Di Chommrong kami meninggalkan beberapa barang lagi, karena menurutku ransel carrier kami makin berat ajaaa. Chomrong ke Himalaya dengan jalur yang terus naik dan sudah sering hujan, jas hujan sangaat membantu.
        Treking day 4. Himalaya – MBC Dingin bangeeet. Jalur ini sudah berhadapan dengan jurang-jurang salju curam membuat kita harus extra hati-hati. Jalur sedikit landai dan naik lagi dan terus naik. Berjalan berdampingan dengan sungai deras dan gunung bersalju menbuat aku diam seribu bahasa, hanya ada pandangan takjub, suara nafas terengah-engah dan deru sungai, sesekali suara burung gagak.    

            Treking day 5. MBC – ABC – Deurali Amazing Landscape to ABC Today is big day. Hari ini aku akan sampai di peraduan mu Annapurna Base Camp. Setelah sarapan yang cukup kami bergegas untuk segera naik menuju ABC. Jalur ini benar-benar jalur terindah dan luar biasa bagi ku, seakan tak percaya aku disini sekarang. Begitu dekat dikelilingi gunung-gunung Himalaya putih bersalju, langit biru yang benar-benar bersih dilengkapi dengan cahaya matahari pagi yang menghangatkan tubuh. Allahuakbar, tak ada yang seindah ini. Terus naik perlahan, bertemu teman-teman sependakian yang bergerak turun, sementara kami terus naik naik. Semangat dari mereka terus menyemangati ku.   Aku sampai… ya aku sampai… impian aku sudah menjadi nyataa.. Berdiri disini.  Annapurna Base Camp 4.130 mdpl   Annapurna Mountain  
      Setelah puas di ABC kami mulai berjalan turun, target 2 desa di bawah untuk menginap malam ini. Cuaca di atas  jam 11 sudah mulai tidak bagus, hujan badai menemani perjalanan turun kami.   Treking day 6. Deurali – Chommrong Deurali – Himalaya – Dovan – Bamboo – Sinuwa – Chommrong. Hari ini benar-benar menguras energi bagi ku. Di Chommrong kami menginap di lodge yang sama dengan waktu kami naik. Treking day 7. Chommrong – siwai Chommrong – Jhinu – New Bridge – Kymi – Siwai. Siwai – Phokara bisa menggunakan jeep atau local bus.   Day 10, 2 May 2017 Phokara. Setelah pendakian beberapa hari, hari ini kami habiskan untuk istirahat dan membersihkan barang-barang selama pendakian.   Day 11, 3 May 2017 Phokara, disini kita menghabiskan waktu untuk jalan-jalan explore Phokara   Day 12, 4 May 2017 Phokara - Kathmandu   Day 13, 5 May 2017 Explore Kathmandu   Day 14, 6 May 2017 Explore Kathmandu   Day 15, 7 May 2017 Kathmandu - Jakarta

      Begitulah penjelasanku secara ringkas tentang perjalanan ini beserta intinerary perjalanan ini. Untuk cerita seru lainnya selama perjalanan ini, akan aku jelaskan di tulisan berikutnya ya.

      Bersambung...
      Silakan berkunjung di blog aku juga https://yonesfd.blogspot.co.id/2017/11/nepal-dream-come-true.html hehehehe
    • By devi admaja
      Tak terasa sudah waktunya kantor kami outing lagi , awalnya saya selaku koordinator mengajukan untuk ke luar kota Lampung dan bermaksud ke Bogor , setelah cari info kanan kiri pimpinan setuju , apa daya budget ga masuk , akhirnya kami kongkow dan beberapa dari kami (termasuk saya) belum pernah ke dufan akhirnya saya maju lagi dan setelah pjg lebar pimpinan setuju , dan budget-pun setelah dihitung bisa direalisasikan , saatnya pengajuan ke kantor pusat kami , dan setelah perjuangan , revisi , revisi & negosiasi alot dgn kepala bagian saya di pusat berhasil & begitu sampai di meja direksi , proposal saya kandas seperti kapal karam . dikarenakan dateline proposal 1 minggu lagi maka saya harus gerak cepat memutuskan mau kemana , cari info kesana kemari resort yang punya vendor outbound di Lampung , pada awalnya saya tertarik dengan Suak Sumatra , salah 1 resort baru , saya hubgi marketing officer-nya , dikarenakan jumlah ruangan yg terbatas , harga yg masih lumayan mahal (1,4jt per org per malam) dan tidak adanya vendor team building (kami harus bawa sendiri dari luar) , maka ga jadi ke Suak. Okey hari makin mepet akhirnya saya hubgi Grand Elty (LAGI) , kami sudah bekerjasama selama 3 thn berturut2 ini dan kalo cuma di seputaran resort-nya saja mungkin bisa bosan yah hahahaha. Dan dikarenakan pimpinan saya berjiwa petualang , beliau tanya kalo mw sebrang pulau bisa tdk , dan pihak BISA. Ada 2 pilihan , ke sebuku dengan durasi perjalanan 1,5jam or liat2 Gunung Anak Krakatu durasi 3jam (cuma LIAT2 doang , karena sekarang sudah tdk boleh di explore lagi , iyalah lama2 hancur diinjak2 terus). Okey setelah nego menego harga akhirnya disepakati kami akan outbound ke sebuku & snorkling disana. 
       
      Hari H-pun tiba (28102017) berangkat dari Bd.Lampung jam 7 teng teng menuju elty perjalanan 1,5jam. Sampai di elty kami drop barang2 kami. Jam 9 pagi kami berangkat menuju sebuku , perjalanan 1,5jam naik kapal. Beginilah penampakan kapalnya. 
      Kami menyew2 kapal , kapasitas kapal katanya 30 org , jumlah kami 38 org , terus terang saya juga mabok naik kapal ini , memang saat meeting dgn pihak elty sudah diberitahukan bahwa akan naik wooden  boat , tapi dlm benak saya bukan wooden boat begini hahaha , banyak teman2 yg akhirnya muntah dalam perjalanan (kondisi cuaca cerah , tapi memang ombak & angin agak besar) , saya-pun ikutan mabok jg walopun tdk sampai muntah , saya hanya kentut melulu hahahahaaa. . . selaku panitia mesti keliatan tegar gt
      Voilla...akhirnya hampir sampai...berikut penampakannya : 

       

      Berhubung mayoritas saya  mengambil view-nya pakai video maka saya  screenshot saja yah. 
      Tampak pasir putih membentang , memang pulau tak berpenghuniii, untung bawa makanan byk banget kuatir ga bisa balik karena ombak (maklum emak2 jd kuatirnya byk)  

       

      Yuk...bongkaran

       
      Namanya pulau tak berpenghuni , jangan harap ketemu cowo2 ganteng or cewe2 cantik , ketemu nenek2 aja uda syukur huehehehe... Oiya awalnya dikasi tau kalo ga ada toilet , wah mikirnya nti kencing dimana , katanya langsung aja nonkrong di laut (wah langsung mikir pantesan air laut asin) wahahahaa... Tapiii..rupanya ada kok toilet daruratnya , dan dibutuhkan usaha dlm ngambil airnya , kita mesti NIMBA dari sumur , untung aja dulu pernah belajar nimba hehehhee... Ini penampakan muka toiletnya (rumahnya yah bukan kapalnya)

      Oiya suasana-nya makin sore makin serem , uda gt air laut makin naik , dan ada beberapa temen bilang kok ada bau bangkai gt (saya tdk merasakan bau sih) , oh mungkin empu-nya pulau sudah tidak berkenan kami lama2 disitu , ya sudah akhirnya kami putuskan untuk lanjut ke spot untuk snorkling , perjalanan cuma 10 menit karena kapal cuma berbelok aja , mayoritas dari kami tdk snorkling (termasuk  saya)

      Okey setelah snorkling , kita balik lagi ke dermaga grand elty , perjalanan pulang seperti biasa lebih baik dari perjalanan pergi , yang mabok sudah tidak gitu mabok lagi , oiya beberapa dari kami dapat kelapa dugan dari penduduk asli sana (makasih yah pak :) ) , daging kelapa dugannya tuebel banget tapi lembut (sumpe nyesel ga bawa sendok pamungkas hhuhuhu). Balik k elty uda sore , dan sejauh mata memandang kami berada di laut lepas 

      Sesampai di elty kita check-in hotel 


      Dan setelah sampai kami semua istirahat untuk acara kebersamaan kami di malam hari :) 
      Sekian cerita ke pulau sebuku , bagi saya selama tinggal di Lampung semua pulau yang disebrangi pemandangannya kurleb sama , dengan hamparan pasir putih yang panjang , pepohonan hijau , terumbu karang dan air jernih berwarna hijau biru. . . Tuhan menciptakan alam dan seisinya begitu indah sampai keindahannya tiada habisnya , dari pulau 1 ke pulau yg lain. Sampai jumpa di cerita berikutnya. Thanks 
    • By siskawul
      Khao Yai, daerah ini merupakan distrik di Thailand yang belum ramai dikunjungi oleh wisatawan yang datang ke Thailand. Objek wisata terkenal yang ada di sini antara lain Khao Yai National Park, Primo Piazza, Palio Village, Chocolate Factory, Sunflower field, dan kafe-kafe lucu dengan design design yang instagrammable yuhu.
      Kali ini saya tidak membahas objek-objek wisata tersebut, tetapi hanya yang kemarin sempat saya kunjungi pada liburan singkat di Thailand ala kere hore. 
      Yuk capcus. 
      How to get there
      1.    Langkah pertama, kalian harus bangun dari tidur cantik kalian. Pastikan kalian bangun dan siap2 lebih pagi dari biasanya, apalagi yang berniat just one day trip seperti kami kemarin. Kemarin, kami sudah bangun pagi, siap2 lebih pagi, tapi ada tragedi pencarian kunci hostel yang nyelip dulu saat mau keluar kamar. Yihuhu banget. Ditambah juga sulitnya mencari taksi yang akan membawa kami ke mochit bus station. 
      2.    Langkah kedua, pergilah ke Mochit bus station atau yang lebih dikenal dengan Mochit 2. Kalian bisa pergi dengan BTS ke Mochit dan dilanjut naik bis. Entah bis nomor berapa kemarin sempet searching tapi karena kami tidak memakai alternatif itu jadi lupa *maaf. Berhubung kami berlima dan setelah dihitung2 harga naik BTS nyambung sama saja dengan naik taksi atau grab (lebih disarankan naik taksi meter saja, karena berdasarkan pengamatan harga, lebih murah pakai taksi meter dari pada naik grab. Oiya, taksinya nyetop di jalan aja, tapi pake meter atau argo ya).
      3.    Langkah ketiga, belilah tiket bus jurusan Pak Chong. Tiket bisa dibeli di loket bis nomor (nah yang ini berdasarkan blog walking saya, ada yg bilang ke loket 68, ada jg yang bilang loket 48). Kemarin kami mengikuti ke loket 68. Tapi loketnya tutup dan loket 69 buka dan tertulis Pak chong juga di situ. Walhasil, belilah kami tiket di situ dengan harga 150 Baht per orang. 
      4.    Langkah keempat, menujulah ke gate bis sesuai arahan penjual tiket. Kemarin kami si di gate (gate atau Line ya) 70. Masuk bis, dan menunggu sampai bis berjalan ke Pak Chong.
      Oiya, kemarin kami menunggu lamaaaa banget buat bus jalan. Kami masuk bis jam 09.00. Dan bus baru jalan jam 10.45. What a banget. Sampe laper laper deh. Penjual tiketnya bilang perjalanan dua jam. Tetapi kenyataannya, perjalanan 3 jam lebih. Huowww. Lusuh deh kami. Kayaknya kami salah ambil bis deh. Kayaknya si, kayaknya ya, jadi bus yang lewat ke Pak Chong itu ada banyak penyedia gitu, nah yang kami beli itu bukan yang terbaik. Tapi yasudahlah kami sampai juga kok ke Pak Chong. Selama perjalanan, ada berhenti-berhentinya. Bisa buat pip*s atau nyari makanan. Kami si udah males. 
      5.    Langkah kelima, setelah disampaikan di Pak Chong, bingung deh kami. Kemudian muncullah Ibu Noch yang baik hati banget mengarahkan kami bagaimana how to get to Primo Piazza impian kami.
      Jadi seturunnya kami di Pak Chong (jadi dia bukan terminal, hanya semacam terminal bayangan di mana bis-bis kadang menurunkan penumpang di situ). Bilang aja si sama supir atau kernetnya kalau kalian mau ke Khao Yai. 
      Oiya, kemarin kami blind banget turunnya di Pak Chong sebelah mana. Bilang ke kernet sama supir buat diturunkan di Pak Chong, pake Google Translate atau pake Bahasa Inggris, merekanya jawabnya pake bahasa Thailand. Kami geleng2 dan desperate. Tapi akhirnya diturunkan di tempat yang benar juga si. 
      Lanjut ke Ibu Noch, jadi dari terminal Pak Chong, alternatif transport ke Khao Yai adalah dengan sewa motor seharga 300 baht/motor/24 jam atau dengan sewa mobil seharga 2500 Baht (kata blog). Kemudian Ibu Noch menawarkan kami untuk naik Songthaew dengan harga 1500 Baht untuk dua tempat tujuan. Dengan pertimbangan waktu saat itu sudah menginjak sore, dan kami berlima, sewa motor butuh 3 motor jadi 900 Baht ditambah bensin 100 Baht per motor. Jatuhnya sama saja harganya. Ditambah pula kami bakal butuh waktu buat baca maps. Iya kalau ketemu dan akurat. Finally kami ambil tawaran dari Ibu Noch. Jug ijag ijug, ternyata lumayan jauh lho menuju ke Primo Piazza. Kami bersyukur ambil tawaran Ibu Noch. Jadi bisa ngobrol-ngobrol cantik kan di dalem songthaew sambil lihatin jalanan Khao Yai yang alus dan gede beut. 
      Ngomong ngomong Ibu Noch, beliau baik banget dan yang asoy bisa bahasa Inggris. Hamdalah. Jadi sesampainya di Pak Chong, kami nanya toilet, diarahkan di mana toilet, kami nanya tempat sholat, dijawab gak ada tempat sholat (emang gak ada si). Terus kami diberikan waktu buat belanja2 di sevel dulu sebelum meluncur ke Primo dan Palio. Seselesainya dari trip, kami juga dicarikan dan ditungguin sampai kami dapat bis ke Bangkok. Dan oh, kami dapat tiket bis ke Bangkok just 120 Baht. Yaiyuy, kami rugi 30 Baht deh. Dan setelah kami dapet bus dan mau naik bis, ibu Noch gak minta komisi atau bayaran apapun dong. Saya dan temen2 sempet pandang-pandangan. Beneran nih masih ada orang baik di tempat wisata apalagi di luar negeri begini? Beliau cuma minta dipromoin ke teman-teman yang mau ke Khao Yai. That's why saya bikin postingan ini. 
      Setelah say goodbye dan thank you sama Ibu Noch, kembalilah kami ke Bangkok dengan bahagia namun lelah. Oiya ini nomor HP Ibu Noch bisa diminta via DM ya.
      Dan, ini sekilas pandang objek-objek di Khao Yai yang kami datangi.
      Primo Piazza
      Tiket masuk: 200 Baht 
      Isinya: komplek perumahan ala Eropa gitu deh. Sebelum ke Eropa beneran, bisa lah buat pemanasan di Primo Piazza ini. Cekrek cekrek yang banyak ya, udah bayar mahal sist. Feel fotografer kalian harus lebih jeli biar bisa menangkap ke-chic-an tiap sudut Primo Piazza. 
      Di samping komplek ala Eropa, kalian bisa beri makan kambing (kambing? Iya, kambing sama kayak yang ada di kampung saya). Ada juga alpaca si. Yang seolah olah berada di Australia. Tapi pas kemarin ke sana, cuma ada sedikit alpacanya. Itu pun pada menjauh dan gak bisa kami kasih makan. 
      Palio Village
      Tiket masuk: free
      Isinya: toko-toko yang jual barang apa saja dengan konsep pertokoan layaknya Eropa (duh, kenapa lagi lagi Eropa si). Harganya mahal mahal si. Enggak cocok buat traveler kere hore macam kami. Jadi di situ kami cuma lihat lihat sebentar dan pulang. 
      Sekian catatan flashpacker kami ke Khao Yai. Kalau saya si suka sama daerahnya. Dingin, adem, banyak makanan di night marketnya (kelihatan pas kami jalan tapi kami gak brenti), dan penginepannya yang kami lihat pas perjalanan ke Primo konsepnya unik-unik. Next time kalau ke sana lagi mau nginep ahhh. InsyaaAllah 
      Semoga membantu buat teman-teman yang mau ke sana ya.
      Kap kun Kha, Kap kun Khrap










    • By Daniyah Isa
      Assalamualaikum 
      Salam kenal,
      Panggil saya, Nia
      Ini adalah pertama kalinya saya pergi ke LN dg mengurus semua keperluan sendiri. Biasanya, sdh terima beres dari kantor, karena memang ada urusan. Nah, destinasi yg saya pilih tdk jauh tp harus berkesan ! Melaka. Kota yg ditempuh dlm waktu 2 jam dari KLIA2. 
      Gimana caranya saya bisa sampai ke sana ? Inih dia, detailnya ;
      1. JKT-KLIA2
      Pesan tiket pesawat yg everyone can fly dari situs resmi. Lama waktu sekitar 2 jam, berangkat 10:10am sampai KLIA2 13:15pm.
      Di KLIA2, ikuti saja petunjuk arah yang ada, sambil ikuti arus kemana orang-orang pergi. Nanti, ada eskalator naik, lalu ada eskalator turun langsung ke tmpt imigrasi. Setelah keluar dari imigrasi, saya temukan mall dg counter-counter barang branded. Semacam Grand Indonesia, kalau di Jakarta.
      Buat yg terburu-buru sampai ke KL dg cepat, mgkn ada urusan meeting or apa, bisa lurus terus ke pintu keluar. Di samping pintu keluar ada loket pembelian tiket KL Ekspres, seharga 55RM dg waktu tempuh 33menit ke stasiun KL SENTRAL. Dari KL Sentral, bisa pilih kemana saja tujuan teman-teman yg mau dicapai. Ibarat di Jakarta nih, KL Sentral tuh Manggarai. 
      Tujuan wisata saya, dan teman saya adalah Melaka. Belajar dari blog dan bbrp artikel, butuh kendaraan bus utk sampai ke sana. Hanya bus saja, tdk ada kereta atau MRT yg menuju ke sana. Saya pun, turun lagi ke lantai G dg eskalator. Jangan takut kesasar ! Banyak petugas keamanan yg berjaga.
      Sampai di lantai paling dasar, ada sederet loket yang menjual tiket bus, taxi, sewa kereta (mobil). Langsung saja, membeli tiket bus Transnasional tujuan Melaka Sentral, seharga 24.10RM. Di tiket sudah tertera nomor tempat duduk, gate tempat menunggu. Wah, pokoknya tertib dan teratur! Meskipun busnya lebih bagusan DAMRI sih bagi saya, hehehe.
      2. Melaka dan Wisatanya 
      Selama 2 jam perjalanan dari KLIA2, sambil bengong-bengong liat pemandangan (apa bener gue di Malaysia? Ini mirip ke Ciawi yah ? Heheheh) yang membedakan tuh, sepanjang jalan lancar jaya. Mgkn supir bus kapalan nginjek gas, hehehe. Duh bahagia deh kalau Jakarta jalanannya kaya gini terus. Sampai tibalah saya di Melaka Sentral, ibaratnya Terminal Kp. Rambutan gituh. 
      Waduh, sepi banget ! Macam ga ada kehidupan. Bingung juga kan, mau ke hotel gimana ? Boro-boro kuota buat pesan taksi online, sinyal ajah ga dapat.
      Yaa, saya tanya ke petugas kebersihan, dan memang bus Panorama 17 tujuan Bangunan Merah, agak lama. Bukan karena macet yaa, ini karena jalanan di Melaka tuh Sehala (satu arah) jadi dia berputar dulu.
      Sejam menunggu, datanglah bus Panorama 17. Disinilah pengalaman dimulai, banyak yg Negor dan tanya "Indonesia ya ? Indonesianya mana ?" Agak bingung sih, ditanya begitu. Biasanya ditanya "Jawanya mana ?" Padahal sih, sama saja hehehe. 
      Saya menginap di hotel Hallmark Crown, 3H2M, seharga 147RM include Breakfest, free wifi. Wilayahnya dekat dengan mall Dataran Pahlawan, jalan kaki 10 menit lah. Jadi turun saja di Dataran Pahlawan, ongkos busnya 2RM saja. Hotelnya comfie banget ! Disetiap sudut ada galon. Jadi bisa refil sepuasnya, ditambah kulkasnya menyala dg sempurna. Wah, recomend deh!
      Saran utk teman-teman yg mau pesan hotel di Melaka, pesan di daerah sekitar Dataran Pahlawan (rate murah), Bangunan Merah, dan Jonker Street. Tiga tempat itu, sudah dekat banget kemana-mana. Jadi bisa jalan-jalan santai, foto-foto, interaksi sama penduduk lokal. Yg penting, rajin jalan kaki yaa, hehehe.
      Hari pertama saya mengunjungi Bangunan Merah, jalan kaki dari Hotel 15 menit. Melewati mall-mall Besar, dan rupanya ada carnaval becak hias, mobil hias dan barongsai. Jadi nggak berasa jauh dan capeknya.
      Di Melaka, ada yang saya lihat di maps Google itu jauh, ternyata dekatan. Menara Taming Sari, Bangunan Merah, Jonker Street dan River Cruise. Yang jauh, cuma Masjid Selat Melaka. Masjid Selat Melaka memang harus menggunakan taksi online, karena jaraknya terpisah dengan daratan Melaka kota dan masuk ke kompleks perumahan. 
      3.Kuliner dan Oleh-oleh Melaka
      Sempat bingung mau makan apa di Melaka. Hari pertama saya sampai di Melaka, sudah malam dan banyak yg tutup. Masa iyah sih, jauh-jauh ke Melaka, makanya McD? Nggak ada nasi lagi. Akhirnya mampir ke 7Eleven (horeee, Nemu 'sevel !) Beli nasi lemak instant dan mie instan. Lupa berapa harganya, tapi cukup menahan lapar. Serius deh, sebenarnya nggak lapar-lapar banget ! Cuma karena nggak mau masuk angin ajah.
      Terakhir perut diisi sama sandwich Subway yg beli di KLIA2. Hufh, gara-gara ngincer destinasi wisata jadinya lupa makan. 
      Hari kedua, masih hunting foto disekitar Bangunan Merah, Taming Sari, River Cruise. Cerah banget langit di Melaka, dan udaranya juga segar nggak ada polusi (kapan Jakarta begini ? Mungkin ga yah ?). Di samping Bangunan Merah, ada tangga menuju bukit. Diatasnya bangunan reruntuhan yang menghadap lautan lepas. Keren banget !!! Duduk-duduk saja sambil lihat pemandangan. 
      Oh Iyah, untuk beli oleh-oleh seperti gantungan kunci, kaos tulisan Melaka, tas Melaka, tempatnya di Medan Samudera. Tenang, ga jauh kok ! Ga perlu nyebrang. Dari Bangunan Merah, ambil sisi kanan dan lurus terus sampai lihat bangunan kapal pesiar. Nah di sana, yang paling murah ! Kaos dapat 10RM, gantungan kunci dapat 8RM, 6 gantungan kunci. Meski di Bangunan Merah juga ada lapak yang menjual, lebih baik beli di Medan Samudera, karena harganya lebih terjangkau. 
      Selain beli oleh-oleh, di tempat ini ada warteg Melayu loh ! Syukurlah, ada warteg juga. Awalnya sempat underestimate gitu. Makanannya mirip makanan warteg, dan ga lebih menarik dari warteg Jakarta. Karena Nggak enak sama Ibu penjualnya, yg tiba-tiba udah nyendokin nasi, mau ga mau dibeli. 
      Yaa sayur tumis kacang panjang dan ayam goreng jadi menu makan siang. Pas dimakan, enak ! Ini karena efek capek mungkin yaa. Minum air mineral, biar nggak makin haus. Tadinya sih mau makan nasi Briyani dan teh tarik, tapi dia hanya jual di hari Minggu. Seporsi makanan warteg Melayu cuma 6RM. Waah, amazing ! akhirnya bisa menghemat, heheheh.
      Lepas makan, lanjut belanja-belanja di sekitar Medan Samudera. Biasa, buat yang dirumah, mau dibeliin kaos dan gantungan kunci utk disebar, hehehe. Jalan lagi ke Bangunan Merah, baru ketemu kedai es cendol. Katanya sih, es cendol di Melaka itu khas banget. Yaudah, saya beli yang es cendol kacang merah. Rasanya ??? Waah, enak banget !!! Pass buat saya yang ga terlalu suka manis. Kuah santannya gurih, cendolnya segar dan kacang merahnya manis. 
      Wah, okeh banget lah ! Rencana kalau ngidam, maunya ngidam es cendol Melaka. Hahahah
      Menjelang sore, saya bersiap menuju Mesjid Selat Melaka. Menikmati sunset sambil menunggu waktu magrib. Magrib di Malaysia, setengah tujuh. Tapi langitnya seperti setengah enam, Jakarta. Waktu di Malaysia tuh cepat banget ! Mungkin ini planet Merkurius, satu menit tiga puluh detik. Semua terasa cepat.
      Saya dan teman-teman menuju Masjid Selat Melaka menggunakan taksi online. Sampai di sana, waah indah banget ! Lebih indah dari foto-foto Google. Garis cakrawala sudah menyapa di langit. Air laut biru bersih tanpa sampah. Saya berdiri di halaman belakang Masjid menatap langit sore. Diterpa angin laut, dan ada beberapa wisatawan lain berlalu-lalang. Sayang, lagi nggak sholat Magrib di sini. 
      Akhirnya cuma nunggu teman yang sholat Maghrib, sambil jaga sendal hahaha.
      Malam terakhir di Melaka, saya menuju rumah makan Eeji Ban Chicken, penjual makanan khas Melaka. Ada Rice Balls, Asam Pedas, Nasi Lemak, harganya pun terjangkau. Berkesan makan ditempat ini, karena rumah makan Eeji Ban recomend dari supir taksi online. 
      4. Check Out Melaka
      Hari terakhir di Melaka, saya merasa sedih banget ninggalin tempat ini. Padahal rumah ini kampung orang, negeri orang, huhuhu. Nggak mau repot karena tas udah beranak, jadinya saya dan teman-teman naik taksi online ke Melaka Sentral.
      Di Malaysia pada umumnya, jarang ada sirik-sirikan or persaingan. Contohnya di terminal Sentral Melaka. Tadinya mau naik bus Delima,  bus terkenal dikalangan blogger yg pernah kesana. Tapi sama kenek Delima, disuruh ke bus satunya lagi yg kurang eksis. But its OK ! Yg ptg sampai, heheheh.
      Dua jam perjalanan menuju terminal bus TBS (Terminal Bersepadu Selatan), amazing !!! Terminal Bus rasa Bandara Terminal 3. Bersih, tertib, rapi. Dibawahnya, ada stasiun menuju KL Sentral. 
      5. Sehari di Kuala Lumpur 
      Berhubung pesawat tengah malam, jadi siang masih bisa jalan-jalan sebentar di Kuala Lumpur. Hunting foto di KLCC, Dataran Merdeka dan jalan-jalan ke Mall *lagi. 
      Dari Terminal TBS, naik KL transit ke stasiun KL SENTRAL seharga 6.5RM. Dari KL SENTRAL, bisa ke Batu Caves, KLCC, Mesjid Jamek, KLIA2. Ada peta seperti peta yang ada di halte Transjakarta, di sana juga ada petugas yang membantu dan menanyakan "Can i help you ?" So, tak perlu takut tersesat. 
      Stamina udah low, meski cuma naik turun kendaraan umum tp cukup bikin lemas. Selain makan, kita juga butuh vitamin, kalau capek lebih baik istirahat.
      Di KL SENTRAL, ada loker penitipan dg kunci sensor wajah. Jadi kita ga perlu deh tengteng tas beranak kesana kemari. Harganya 20RM utk loker kecil dan 30RM utk loker besar. Sangat disarankan berpergian sama teman, biar segala biaya bisa ditanggung bersama. Tapi milih juga yaa, teman yang gimana buat diajak jalan jauh. Apalagi, ke LN yg jalan kakinya jauh-jauh.
      Baiklah, itu pengalaman pertama saya traveling ke Melaka, Malaysia. Saya sangat suka tempat itu, lebih indah dari yg saya bayangkan. Terutama yg hobi fotografi, ini banyak spot-spot bagus di Melaka. 
      Oh Iyah, makasih banyak buat Mba Vira. Mgkn dia jarang aktif di forum ini. Saya pun juga newbie. Ketemu jalan2.com karena random ajah, hehehe. Lagi bosen, drpd stalking sang EX atau baca berita hoaks, iseng-iseng cari soal Melaka. Tiba-tiba muncul situs ini, dan saya kenalan sama Mba Vira. Nggak ada sedikitpun curiga bakal gimana nnt disana, tinggal jalan ajah. Hehehe
      Nah buat teman-teman, semoga tulisan saya membantu dan jadi referensi kalau kalian mau ke sana. Ingat, No need bilang, barang ini murah atau mahal. Soalnya beda "Peradaban".
       









    • By Dantik
      Sepenggal percakapan antara saya dan teman saya:
      Teman: “Lah trus d amsterdam mo k mana aja? Biasa k keukenhof, volendam & zaanse schaans.”
      Saya: “Itu udh loe sebutin ”
      Teman: “Tp cm 2 hr d amsterdam?”
      Saya: “Haha... emg knp klo 2hr? Ga cukup ya?”
       
      Satu hari di Amsterdam dapat apa saja? Banyak... iya, banyak. Kecuali pas winter yah! 
      Kami tiba di Amsterdam pukul 11 malam. Naik Flixbus dari Bruxelles (Gare du Nord) ke Amsterdam Sloterdijk. Penginapan kami sebenarnya tidak terlalu jauh dari Stasiun Sloterdijk, karena salah jalan jadinya terasa jauh. Untung aja sempat ketemu orang Indonesia jg dsna, jd bisa di antar menuju ke jalan ke penginapan. Kami menginap di WOW Hostel Amsterdam. Sampe hostel langsung tepar.
       
      Pagi2 kami langsung check out, tapi barang kami titipkan di hostel. Saatnya petualangan dimulai!
       

       
      Pertama2 kami menuju Keukenhof dari statiun Sloterdijk, kami membeli Amsterdam & Region Travel Ticket seharga 1 day € 18,50.
       


       
      Dari Sloterdijk naik train ke Schiphol Airport/Plaza. Dari Schipol Airport naik Bus 858 (Arriva) turun di Keukenhof.
       





       
      Dari Keukenhof kemudian ke Volendam naik Bus 858 (Arriva) turun di Schiphol Airport. Dari Schipol Airport naik train ke Zaandijk Zaanse Schans. Dari situ jalan kaki sekitar 1km sudah sampe di Volendam.
       

       
      Dari Volendam kemudian ke Zaanse Schans naik train lagi turun di Central Station. Kemudian naik Bus 391 turun di Zaanse Schans.
       

       
      Setelah dari Zaanse Schans kemudian kembali ke Amsterdam utk city tour. Naik Bus 391 lagi turun di Central Station. Dari Central Station kita mulai city tour.
       

       
      Kemudian kami kembali ke hostel untuk mengambil barang dan lanjut ke  Stasiun Sloterdijk untuk destinasi berikutnya.
       
      Seperti itulah itinerary kami untuk one day tour Amsterdam, semoga bermanfaat.

    • By kyosash
      Hello Jalan2ners 
      Sudah lama saya tidak post di forum ini, kali ini saya mau berbagi cerita trip ke Jepang musim panas ini.
      Sebenarnya tahun ini saya tidak ada rencana berangkat, berhubung saya berhasil mendapatkan tiket konser festival musik, mau tidak mau saya harus berangkat 
      jadi tujuan utama trip kali ini untuk memenuhi salah satu impian saya selama ini yaitu nonton festival music & fireworks (kembang api) secara langsung. \
      jadi tidak terlalu menfokuskan ke spot - spot wisata.
       
      ok dech, tanpa basi basi saya akan memulai cerita tripnya.
       
      dikarenakan saya mendapatkan kabar berhasil membeli tiket konser sekitar 1 bulan sebelum hari H, jadi saya cukup kelabakan mencari tiket pesawat + tempat penginapan & dll.
      setelah 1 minggu cari2 tiket murah, akhirnya dapat juga walaupun tidak semurah harga promo tapi gpp dech. 
      kali saya menggunakan jasa ANA untuk kedua kalinya (PP Rp. 5 jt-an).
       
      23 - 25 Agustus (Jakarta → Narita Airport → Mitaka + Yamanashi)
      Perjalanan dimulai dari Jakarta. pesawat pada subuh hari yang ingin saya tumpangi delay sekitar 30 menit-an. 
      sekitar 7 jam 45 menit perjalanan, begitu landing lagi2 delay sekitar 20 menit.
      setelah tiba di bagian Imigrasi, saya melihat perubahan, yaitu adanya mesin untuk scan (input) mata dan sidik jari, di tengah antrian sebelum ke bagian cek paspor. 
      kemudian saya tanya kepetugasnya, sejak kapan ada mesin ini, karena tahun lalu saya ke sini belum ada mesin seperti ini, lalu petugasnya menjawabnya semenjak April/Mei ini.
      walau antrian panjang otomatis dengan adanya mesin ditengah2 antrian ini sangat mempercepat proses pemeriksaan.
      waktu proses pemeriksaan sempat ditanya2 dan juga sempat dibongkar koper untuk diperiksa isinya. yang dimana selama ini saya tidak pernah mengalami hal ini waktu ke Jepang.
      saya merasakan makin ketatnya pemeriksaan belakangan ini, mungkin karena reputasi Orang Indonesia yang semakin memburuk.
       
      setelah beres saya langsung bergegas ke tempat penginapan yang telah saya booking sebelumnya melalui Airbnb.
       
      Narita International Terminal 2 → Asakusabashi (Keisei) ¥1100 → Mitaka  (JR Chuo Line) ¥390 → Tempat Nginap
       
      waktu pertukaran kereta di Asakusabashi saya sempat kehilangan tiket, kalau sengaja beli lagi lumayan sekitar 1100 yen, lalu saya mencoba menggunakan bahasa Inggris gagap ke petugasnya, akhirnya diperbolehkan lewat, "thanks pak petugas !!! "
      begitu tiba di Stasiun di Mitaka, saya langsung menuju ke tempat penginapan, baru jalan sekitar 5 menit baju udah basah kuyup,  suhu panasnya sih sama seperti sama Jakarta tapi tingkat kelembaban-nya beda banget.
      alhasil begitu sampai penginapan langsung mandi dech, lalu ngobrol bentar dengan tuan rumah.
       
      Plan untuk besok cuma ketemu teman saya pada siang hari untuk ambil Tiket konser, jadi paginya masih sisa banyak waktu, saya memutuskan untuk coba mengunjungi dokter gigi di dekat2 rumah.
      berhubung tempat temu janji cuma sekitar 20 menit jalan kaki dari tempat penginapan, jadi selama perjalanan saya menemui 4 dokter gigi, tapi tutup semua, jangan2 Hari Kamis (hari liburnya dokter gigi), tapi setelah sampai dekat tempat temu janji, saya melihat ada dokter gigi yang buka, lalu saya coba tanya2, alhasil lumayan mahal juga kalau tanpa asuransi, dan juga butuh beberapa kali datang sesuai dengan perawatan lubang-nya.
      setelah selesai bertanya2 dengan staff dokter gigi, saya langsung menuju ke tempat temu janji. yaitu kedai Iseya Yakitori (satay jepang) yang cukup terkenal diarea itu, karena sudah ada antrian walau belum buka. untuk websitenya bisa lihat disini > Iseya Yakitori
      disini teman saya memesan berbagai macam menu.
        
       
      setelah selesai berbincang-bincang dan menyerahkan tiket konser ke saya. dan teman saya segera balik ke Machida, dan dikarenakan saya masih mempunyai luang waktu, jadi memutuskan untuk ke mampir ke Shibuya yang dimana satu jalur dengan arah pulang teman saya.
       
      waktu jalan ke stasiun Kichijoji, teman saya menyempatkan untuk membeli Katsu (Sapi) + Korokke (pergedel jepang) di "Steak House Satou" , yang cukup terkenal enak di area Kichijoji ini.

       
      Kichijoji (Keio Inokashira Line) ¥200 → Shibuya
      ditengah perjalanan kereta saya berpamitan dengan teman saya karena mesti pindah jalur,  lalu setelah sampai ke Shibuya Station

      kemudian saya langsung mencari tempat makan yg saya hampiri 2 tahun lalu yaitu "Okinawa Soba", dikarenakan saya masih cukup kenyang tapi kangen akan rasanya, jadi saya hanya memesan sayuran-nya saja yaitu Goya Chanpuru seharga 580 Yen


       
      setelah itu keliling sebentar area Shibuya lalu kemudian pulang balik ke penginapan,  karena besok paginya harus bangun pagi2 untuk ke tempat konsernya.

       
      Shibuya (JR Yamanote Line) → Shinjuku (JR Chuo Line) ¥220 → Mitaka (Tempat Penginapan)
      begitu balik, mandi lalu mempersiapkan keperluan untuk esok harinya , besok pagi mesti bangun sekitar jam 4.30 .
       
      Besok paginya sekitar jam 5-an,  saya jalan menuju ke Station Mitaka sekitar 20 menit akhirnya sampai juga. kemudian langsung menuju ke Shinjuku Station tempat bus berangkat ke tempat konser.
       
      Mitaka (JR Chuo Line) ¥220→ Shinjuku (Official Bus Tour) ¥2800 → Yamanashi (Yamanakako Exchange Plaza Kirara)
      karena frekuensi Bus dari Shinjuku ke Yamanashi sedikit, jadi sebelumnya saya booking tiket ke pihak/staff yang berkaitan dengan event konsernya.
      Tiba di Shinjuku station sekitar jam 5.45 , lalu menuju ke tempat busnya, walau masih pagi tapi sudah banyak orang yang mengantri untuk naik ke bus.
      sekitar 40 menit mengantri, akhirnya naik juga ke Bus, perjalanan normal dari Shinjuku ke Yamanashi sekitar 2,5 jam tapi waktu di area Yamanashinya cukup macet alhasil sekitar 3.5 jam baru sampai tempat tujuan. 

      (akhirnya bisa berjumpa juga dengan Gunung Fuji, tanpa sengaja dicari  )

      Acara Festival music ini berlangsung selama 3 hari, tapi saya hanya ikut 1 hari saja yaitu 10rb Yen. 
      Ada 4 Panggung dan disini juga bisa naik Balon udara, main Canoe, atau main air di pinggir Danau sekitar untuk detailnya bisa lihat langsung ke sini Sweet Love Shower Site 

      walau masih pagi, tapi sudah banyak pengunjung, awalnya saya perkirakan sekitar 12rb orang, ternyata saya salah .. totalnya melebih 120rb orang ternyata. 

      waktu masuk menerima map (schedule) + wristband (yang akan dicek setiap kali pindah panggung, jadi pastikan jangan hilang ^^)

        


      karena selama perjalanan dari Tokyo belum makan, jadinya saya langsung berburu makanan begitu sampai, saya mencoba Yakiniku Kare 1000 Yen, rasanya lumayan enak.


       
      Karena Masih agak pagi , pengunjung belum benar2 padat, saya memutuskan untuk explore area ini.
        
        
       
      walau padat pengunjung tapi tetap bisa jaga kebersihan begitu juga Toiletnya cukup bersih 
        
       
      Sekitar jam 11 cuaca makin panas, waktu nonton desakan-an di dekat panggung berasa cepat cape dan karena dempet2an suhu makin terasa panas (mungkin sekitar 40°C kali ^^)
      kebetulan band (Coldrain) yang saya ingin tonton manggung jam 12.00, jadi mutung dech  
      dan alhasil bawaan-nya cari minum, tanpa terasa menghabiskan 2000 - 3000 yen untuk minum saja 
       
       
       
      makin siang, makin berasa panas dan padatnya pengunjung.

      walau baru 2 jam-an disini rasanya energi udah habis, bawaan-nya ingin pulang aja, tapi berhubung saya udah beli tiket bus pulang ke Tokyo, dan paling awal sekitar jam 19.45 malam berangkatnya, mau kagak mau harus menunggu sekitar 7 jam-an lagi.
       
      demi menambah energi, saya mencari makan + minum. lalu saya membeli Sasebo Burger,  ukuran-nya 2.5 kali lebih besar dari burger biasa, begitu juga isinya yang banyak.
       
      sambil makan, sambil lihat live (band) dari kejauhan.
        
      tidur-tiduran di taman waktu band kagak manggung ^ ^

      setelah segar kembali, kemudian aktif lagi dech jingkrak2, dorong2-an 
      walau panas, cape, tapi benar-benar puas ikut festival ini, rasanya ingin lagi berpatisipasi kalau ada kesempatan  
       
      NOTE : disini dokumentasi music sangat dilarang, jadi jangan kaget waktu ngerekam tiba2 staff muncul didepan anda
       
      untuk preview (gambaran) mengenai festival music ini bisa lihat disini 
       
       
      Yamanashi (Yamanakako Exchange Plaza Kirara) (Official Bus Tour) ¥2800 → Shinjuku (JR Chuo Line) ¥220 → Mitaka (Local Bus) ¥220 →Tempat Penginapan
      Sekitar jam 19.15 malam saya langsung menuju ke Tempat Bus, dan menunggu antrian, sekitar 25 menit menunggu akhirnya bisa naik ke dalam Bus, kemudian langsung menuju ke Shinjuku.
      kali perjalanan sekitar 2.5 jam, karena tidak terlalu macet. 
      setiba di Shinjuku saya langsung menuju ke Mitaka, dan karena sudah lelah saya memilih naik Bus untuk ke tempat penginapan, kemudian mandi dan segera beres2 dan siap barang. karena besok pagi2 mesti ke Haneda untuk ke Kochi.
       
       
      Untuk Lanjutan-nya bisa lihat disini 
      26 - 30 Agustus (Kochi, Nakamura + Sukumo)
      30 Agustus - 1 September (Matsuyama, Dogo Onsen + Bansuiso)
      1 - 4 September (Kure, Onomichi, <Mukoujima & Innoshima Island> + Tomonoura)
      4 - 6 September (Kurashiki + Naoshima)
       
      Simak juga perjalanan saya lain-nya 
       
    • By petrus.sitepu
      Cirebon, salah satu kota di daerah jawa barat yang patuh dicoba untuk destinasi wisata di weekend anda. 2hari saja sudah cukup kalau anda ingin berkeliling di kota Cirebon, anda bisa wisata kuliner dan belajar sejarah tentang kerajaan di cirebon dari keraton kasepuhan, keraton kacirebonan hingga keraton kanoman.
      Akses yang bisa anda tempuh menuju kita Cirebon bisa menggunakan kereta api ataupun membawa mobil sendiri. Apabila anda menggunakan kereta api anda cukup menghabiskan biaya Rp 100,000,- sudah sampai cirebon dengan menggunakan kelas ekonmi ac. Kereta ekonomi AC sehari ada 3 jadual, jadi tinggal pilih sesuai dengan kenginan anda. Apabila anda memutuskan untuk membawa mobil sendiri biaya tol yang akan anda keluarkan untuk sekali jalan dari tol dalam sekitar Rp 110,000 dengan jarak yang ditempuh kurang lebih 200km.
      Bagaimana dengan hotel di Cirebon, jangan khawatir banyak pilihan hotel disana dari kelas budget atau luxury bahkan ada guest house juga. Penulis selama dicirebon menginap di 2 hotel yaitu di Hotel Amaris dengan rate sekitar Rp 300,000 (sudah termasuk breakfast 2 orang) didaerah Jalan Siliwangi (jalan boulevard kota cirebon, tidak jauh dari kantor balaikota. Hotel Amaris juga tidak jauh dari stasiun kereta api cirebon) dan Hotel Batiqa dengan harga sekitar Rp 350,000 (belum termasuk makan pagi). Tapi jangan kuatir di cirebon banyak makanan lokal yang cocok untuk sarapan pagi dari nasi lengko ataupun docang.
      Wisata sejarah menjadi salah satu wisata yang sangat direkomendasikan selama anda di kota Cirebon, karena kota cirebon sendiri memiliki 3 keraton yaitu keraton kasepuhan (terbesar), keraton kacirebonan dan keraton kanoman. Penulis merekomendasikan keraton yang pertama kali dikunjungi yaitu keraton kacirebonan kemudiaan keraton kasepuhan yang terakhir keraton kanoman.
      Dimulai dengan keratonan kacirebonan, keraton ini tidak terlalu luas hanya perlu waktu 30menit - 1 jam untuk melihat keraton ini. Harga tiket untuk masuk keraton kacirebonan sebesar Rp 10,000. Destinasi selanjutnya yaitu keraton kasepuhan, Keraton ini lebih besar dibandingkan keraton kacirebonan. Harga tiket masuk kedalam keraton kasepuhan dikenakan biaya Rp 15,000.  Jam yang direkomendasikan untuk mengunjungi keraton kasepuhan yaitu diatas jam 1 siang walapun panas tapi anda akan bisa melihat pertunjukan tari khas cirebon secara gratis. Selain melihat pertunjukan tari anda juga akan beberapa peninggalan keraton lainya tapi kalau anda ingin masuk ketempat tersebut akan dikenakan biaya lagi sekitar Rp 10,000 - Rp 25,000 tergantung tempatnya. Selain itu di keraton kasepuhan anda bisa melihat mata air yang konon tidak pernah kering sepanjang musim, sama halnya dengan tempat lain didalam keraton kasepuhan untuk masuk ke area mata air dikenakan biaya Rp 10,000.
      Destinasi keraton yang terakhr yaitu keraton kanoman, tidak susah payah melihat keraton kanoman karena hanya tersisa bagian luar saja masuk kedalam tidak memungkinkan karena digunakan untuk tempat tinggal. Tapi didepan keraton kanoman terdapat fresh market yang tidak hanya menjual sayur tapi makanan khas cirebon bahkan hasil laut khas cirebon. Apabila anda ingin ke keraton kanoman, penulis menyarankan pagi hari dikarena didepan pasar kanoman terdapat makan khas cirebon seperti Tahu Gejrot (tepat diseberang ruko manisan shinta), Docang (di seberang pintu masuk pasar kanoman), Es Duren (dimana kalian akan mendapatkan 3 buah duren) dan Nasi Leko (Nasi yang diberi potongan tahu, tempe dan oncom). Selain makan tersebut ada 2 makan khas lagi yang perlu dicoba selama dicirebon yaitu Nasi Jambalang (rekomendasi Nasi Jamblang Mang Dul dan Nasi Jamblang Ibu Nur) dan Empal Gentong (rekomendasi Empal Gentong Krucuk dan Empal Gentong H Apud)
      Selain ketiga keraton, anda juga bisa mengunjungi Gua Sunyaragi. Letak dari gua ini  agak keluar kota cirebon (sekitar 3-4km dari area kota cirebon). Penulis menyarankan apabila anda mengunjungi gua sunyaragi pada sore hari, karena warnanya baik untuk foto. Gua Sunyaragi cocok untuk anak muda yang suka posting di social media khususnya instagram, karena area ini instagramable (kata anak muda sekarang, silakan cek instagram penulis ada foto di gua sunyaragi -id : herr.sitepu).
      Kalau ingin membawa buah tangan khas cirebon silakan anda menuju Batik Trusmi (sekitar 7-8Km dari area kota cirebon). Anda mencari batik khas cirebon yaitu mega mendung? Ada di batik trusmi baik batik tulis atau batik cap. Harga di batik trusmi dari Rp 50,000 sampai adanya yang Rp 5,000,000 (umumnya batik tulis). Di batik trusmi juga ada tempat untuk belajar membatik, dan hasil membatik kita bisa dibawa pulang juga. Tidak hanya batik di batik trusmi anda bisa membawa buah tangan berupa makanan khas cirebon seperti kerupuk melarat.
      Jadi tunggu apalagi, apakah anda tidak penasaran dengan kota Cirebon? Selamat traveling.