Daniear

SNOWY JANUARY IN JAPAN : DEPARTURE DRAMA

40 posts in this topic

Teringat kisah perjalanan orang-orang sebelumnya di jalan2.com yang penuh drama  -- let me mention @deffa yang baru sadar uangnya ketinggalan di rumah pas sampai di bandara Bandung, termasuk keasikan keliling KLIA, juga @Vara Deliasani yang dengan bangga mempersembahkan istilah “kebodohan” untuk kesalahannya minta Uber nurunin doi dan suami di T2 Soetta padahal harusnya di T3, kemudian kebodohan salah antri di Denpasar, lalu masih banyak kebodohan lagi (au deh, kebodohan kok dikoleksi *eh *ngumpet) -- gue pun sempat was-was, drama macam apa yan menimpa kami.

Menilik kisah-kisah yang gue mention di atas, jumlah atau intensitas drama sebanding dengan jumlah personil trip. Sementara gue bertiga, akankah ada lebih banyak drama? HUAAAPAKAH?!

Ternyata teori gue di atas … BENAR! HOREEE! *eh (muka bego).

Berikut dengan bangga, gue bersama partner (Kami menamai diri kami AKB – A (inisial nama gue) Krysna Bobby) mempersembahkan daftar drama pra keberangkatan menuju Narita:

Palu, 6 Januari 2016

Sekitar pukul  7.30 WITA

Pertama, sejam setengah sebelum pesawat gue berangkat dari Palu ke Jakarta, gue masih gedor-gedor rumah penjahit buat ngambil celana yang musti gue bawa. Cerita ini bermula akibat keteledoran gue menitipkan 2 celana utama yang mau dibawa ke Jepang untuk dipermak sama penjahit. Gue udah janji mau ngambil Kamis siang. Berhubung gue sibuk di kantor, gue samperin penjahit malam harinya. Ternyata … tutup!

Gue berusaha postif thinking untuk ngambil besok pagi, padahal jadwal penerbangan besok pagi jam 9. Artinya paling nggak jam 8 udah ready buat check in di bandara. Dengan polos, paginya gue ke penjahit lagi. Dan … masih tutup saudara-saudara! Mana celana gue yang lain lagi di laundry. (Selingan, setelah membaca penjelasan celana gue yang dijahit dan di laundry, kira-kira bahan apa yang gue pakai sebagai pengganti celana untuk menemui penjahit pagi itu? *nggak penting)

Gue pun berusaha nyepik penjaga bengkel sebelah kios penjahit.

“Wah, semalem belum dapet? Biasa dorang buka siang-siang dang,” ucap sang cici dengan logat Sulawesinya.

Duh!

“Tapi dorang tinggal di mana?” tanya gue polos.

“Di situ juga jo. Coba ngana ketuk pintunya.” Si cici menunjuk rumah di belakang kios jahit.  “Sssst, tapi jangan bilang-bilang kalau kita yang kasih tahu ngana.”

Hmmm, gue tahu maksud loh, sis. Gue pun mengerlingkan mata sebagai imbalan terima kasih. Konon kedipan brondong bermanfaat untuk wanita dewasa. *teori sesat

Setelah dengan tanpa rasa bersalah menggedor-gedor pintu, batang hidung sang penjahit pun muncul. Baru bangun tidur beliaunya. Transaksi pengambilan celana pun hanya dilakukan via jendela. Berasa kek lagi transaksi gelap atau nemuin pasangan hubungan gelap nih.

 Ternyata drama ini sepaket dengan kita belum ngumpul padahal tinggal sekitar setengah jam lagi pesawat berangkat.  Untungnya bandara di Palu deket, tinggal guling-guling juga sampe. Drama pertama usai ketika kita udah ready di ruang tunggu sebelum boarding.

Kedua, saat antri boarding, si Bobby baru sadar boarding pass yang dicetak salah, bukan atas nama dia. Tapi atas nama Andi whatsoever . Kami pun terhenti di gate boarding, sementara petugas menghubungi pegawai counter. Sepuluh menit hingga lima belas menit kemudian kami baru bisa bernapas lega diizinkan masuk ke pesawat.

Pesawat tiba di Jakarta tanpa hambatan. Udah sempat santai nunggu penerbangan ke KL, ternyata drama belum usai.

Ketiga, giliran Krysna. Ketika jelang boarding MH ke KL, Krysna masih janjian dengan mamang gojek yang membawa SIM Card Docomo yang dipesannya via bukalapak. Tanpa rasa bersalah, gue dan Bobby ngelewatin imigrasi duluan hingga ke ruang tunggu. Sementara Krysna masih di emperan terminal 2, menanti SIM Card yang akan dia pakai di Jepang *ralat, SIM Card dia dan Bobby … dan gue  à sementara kami pergi ninggalin dia. Bahkan hingga setik post ini diterbitkan, uang SIM card itu belum kami ganti. Tengkyu, Krysna

Beberapa menit menjelang jadwal boarding Krysna pun tiba di ruang tunggu dengan napas terengah-engah, keringat bercucuran, dan muka pucat.

“Lo kenapa?” tanya gue polos.

“Lari dari imigrasi ke sini.”

Dan gue sadar, ini perjalanan internasional pertama Krysna.  Dia takut akan tertinggal.

Gue pun berdoa dalam hati, semoga drama berakhir.

 

Sensasi Pertama Bersama Malaysia Airlines

Pesawat dari Jakarta ke KL sedikit telat dari jadwal. Seperti biasa, antri di taxy way. Ini kali pertama naik Malaysia Airlines. Karena terbiasa naik Lion (ehem, selain murah, hanya pesawat inilah yang punya rute direct dari Palu ke Surabaya untuk pulkam), gue sedikit surprise ketika masuk ke dalam pesawat suasananya sunyi. Biasa kalau di JT kan pramugari banyak ya, di MH gue cuman nemu 1 pramugari dan 1 pramugara yang mandu naruh bagasi kabin.

Pesawat yang gue tumpangi ke KL adalah MH-720, masih yang satu lorong. Kelas ekonomi ruang buat kaki standar aja, sedikit sempit untuk yang kakinya panjang. Entertainment dilengkapi tv dengan film dan musik.  Overall nyaman aja gue. Penumpangnya juga lebih tenang, nggak ada yang protes atau ngedumel pas pesawat telat dari jadwal. Makanan yang disajiin, hmm … enak! Gue milih chicken steam with mashed potato. Pelayanan secara umum nggak ada yang gue komplain sih. Nice.

IMG_20170106_180026_HDR.jpg

Pesawat dengan lancar tiba di KL sekitar jam 8 malam.

Tiba di KLIA2 suasananya tenang, nggak terlalu rame. Gue bingung, ini counter transit di mana, ya. Sempet tertarik buat turun ke exit terus ngecap paspor, buat koleksi, tapi nggak jadi.

Setelah sempat nanya-nanya, ternyata gate ke Narita ada di bangunan lain, jadi musti naik sky train yang berasa mau naik wahana itu. Sebelum itu kami sempetin nuker rupiah ke ringgit buat beli minum sama jajan. Cuz naik skytrain.

IMG_20170106_184908.jpg

IMG_20170106_195926_HDR.jpg

 Abis dari counter transit MH gue cek ke gate yang akan menjadi gerbang keberangkatan kami ke Tokyo. Wuhuuuu! Masih sepi banget ternyata.

IMG_20170106_202153.jpg

Selanjutnya kami mampir buat jajan di Burger King. Mampir ke mushola KLIA 1 juga.

Beberapa jam transit lumayan nggak kerasa hingga gate dibuka.

Penerbangan dari KL menuju Narita akan ditempuh sekitar 7 jam. Take off jam 23.35 waktu KL. Kali ini pesawat yang gue tumpangi MH -88 dengan 2 lorong. Ketika memasuki pesawat sambutannya terasa lebih hangat dan semarak dibanding penerbangan CGK-KL, mungkin karena flight attendant-nya lebih banyak, ya. Karena penerbangannya lebih lama, full service maskapai lebih terasa. Kami dapat makan dan snack juga. Bahkan pas tengah malam, mungkin sejam setelah pesawat take off, gue dibangunin.

“Chicken pie or mushroom pie?” si encik flight attendant langsung bertanya.

Gue pun segera menyahut. Gue lupa pilih yang mana, he he. Tapi anehnya gue masih inget rasanya. Hangat dan sedap. Aih!

Sisa perjalanan gue tidur lagi. Gue punya kebiasaan untuk terlelap setiap naik pesawat. Tau yah, sejakbeberapa tempo terakhir, gue selalu langsung bisa tidur begitu naik pesawat. Terkadang pesawat belum take off pun gue udah ketiduran. *Dasar pelor

 

Sabtu, 7 Januari 2017

 

Sejam sebelum landing, gueterbangun untuk sarapan. Kali ini pilihan makanan ada 2.

“Western food or Japanese food? Western is … japanese is …” Gue lupa menu apa waktu itu. Gue cuman inget milih japanese food, trus dapet chicken teriyaki satu set gitu kalau nggak salah.

Sekitar jam 07.00 waktu Tokyo kami pun tiba di Narita. HOREEE!!!

Begitu masuk ke area terminal hawa dingin langsung terasa. Gue pun mempercepat jalan supaya tubuh lebih hangat. Gue melewati jendela kaca lebar yang memperlihatkan matahari terbit. Mataharinya kelihatan, angetnya nggak kerasa tapinya. Gue lanjut ke bagian imigrasi. Antrian langsung ramai begitu gue dan para penumpang flight gue masuk. Untung gue dan Bobby masuk duluan. Krysna? Dia lupa belum ngisi lengkap form yang dikasih di pesawat, dia pun ketinggal buat ngisi dan ngambil form customs.

IMG_20170107_063113_HDR.jpg

Antri nggak begitu lama lanjut turun ke lantai bawah buat ngambil bagasi yang –

“Eh, itu koper gue!” Si Bobby nunjuk kopernya yang lagi muter di belt. Gue dengan sigap ngejar (padahal nggak akan lari juga tuh belt) dan menangkapnya. Nunggu bagasi nggak terlalu lama. Lebih lama nunggu Krysna. Bahkan bagasi doi juga udah kami ambilin. Lanjut ke customs yang gue pikir akan sedikit ribet ternyata cuman lewat. Next, nuker JR Pass. Sempet nanya-nanya dan diarahin turun 1 lantai lagi. Kita pun ambil bawaan dari trolly dan turun, pas sampai bawah baru sadar kalau trolly nya bisa turun eskalator. *Wkwkwkwk.

Di lantai bawah bingung nyari JR Office. Nyari yang ada antrian muncul 2 pilihan. Antrian pertama tertulis NEX. Dugaan gue itu pada ngantri beli tiket Narita Express. Antrian 2 nggak jelas, tapi gue langsung ke situ dan nanya. Fuuh, bener. Tulisannya belum dipasang karena belum buka! Ya, belum jam 8.15 di mana operasional baru dimulai. Kami dapet antrian lumayan depan. Gue ngintip di dalam kantor lagi pada briefing, beberapa menit sebelum buka. Begitu teng jam 8.15, buka. Beuhh, pas banget.

IMG_20170107_080709_HDR.jpg

Pas dapet giliran gue sekalian nanya soal tiket NEX dan Shinkansen ke Kyoto. Si mbak-mbak counternya langsung janji buat reserve 2 tiket itu buat kami. Dia ngasih rekomendasi jam keberangkatan NEX yang 8.53, tiba di Shinagawa jam 10.02, lalu lanjut  Shinkansen Hikari ke Kyoto jam 10.40. Kata mbaknya, dipilihin itu biar kami nggak buru-buru. Gue pun sempat nanya, cukupkah waktu kami untuk ke toilet dulu sebelum ke platform NEX.

Mbaknya menjawab, “Cencu saja chukup. Platform sangat dekat. Kechuali kalian di coilet mau bikin tutorial make up ala Koreah.” *Tentu saja jawaban ini didramatisir. Lagian Mbaknya bukan Cinca Laurah.

Setelah dapet JR Pass kami yang sakti mandraguna, kami menuju toilet. Pakai long john saudara-saudara! à urutan lengkapnya sebagai berikut: long john, kaos dalam, kaos luar lengan panjang, jaket (untuk atasan). Bawahan? Daleman + long john + celana. Kenapa pemakaian long john + daleman antara bagian atas dan bawah terbalik/berbeda? Nggak tahu! Gue juga baru sadar, wkwkwkwk.

Usai ritual dress up itu kami ke platform NEX yang ternyata emang deket dari te ka pe ganti long john.

Kesan pertama, dingin banget di platform itu. Mungkin karena di bawah tanah juga, ya.

NEX yang ditunggu pun tiba. Kami mencari no.car dan seat yang tertera di tiket pemberian mbak counter JR.

Perjalanan di NEX sungguh menyenangkan. Kami begitu excited melihat luar. Ada sawah, rumah, dll. Ketika lihat sawah padi gue berpikir, sawahnya nggak beda jauh kek di Jombang, hmmm. *nggak penting

IMG_20170107_095821.jpg

Mumpung nganggur kami sambil pasang SIM Card Docomo penyebab drama di kereta. Gue harap-harap cemas kalau nggak bisa dipakai di HP gue. Soalnya pas ngecek HP gue nggak tercantum di list situs Docomo. Pas dicoba? Yeay, bisa!

Tentang koneksi internet, awal mula mau sewa wifi. Sempat tertarik produk yang dipakai Bang Syahrul (yang segedung sama tempat kerja doi), tapi pas cek IG produk ini jadi dejavu sama IG awkarin yang diserbu hatersnya. Gara-gara di tiap foto IG-nya berisi komen keluhan, komplain hingga sumpah serapah customer. Sedih. Pingin pilih wifi yang di Jepang, si Krysna bilang mau ganti SIM card aja. So, wifi dicoret dari opsi. Gue udah sempat bikin back plan dengan ngisi pulsa Telkomsel gue 500 ribu buat roaming 7 hari. Karena si Docomo bisa dipakai, pulsa Telkomsel aman. Docomo beli di bukalapak cuman 275 ribu 8 hari. Sinyalnya ok ok aja, sih, nggak ada masalah.

Btw, gue sengaja usul ke tim buat transit di Shinagawa atas rekomendasi komen anonim di internet. Dikatakan bahwa, Shinagawa station lebih mudah dibanding Tokyo station yang konon gedhenya naujubilah. Dan beneran, pas tiba di Shinagawa, mudah banget buat kami pindah ke platform Shinkansen.

IMG_20170107_102953_HDR.jpg

Waktu nunggu Shinkansen nggak terasa. Yang terasa adalah dinginnya udara luar begitu gue berdiri di platform. Tangan yang belum disarungin berasa dinginnya. Cek cek, suhu saat itu sekitar 8 derajat.

IMG_20170107_101100_HDR.jpg

Pengalaman Shinkansen pertama kali dalam hidup ini pun dimulai jam 10.40 waktu Tokyo.

IMG_20170107_124031.jpg

Kyoto, are ready to welcome us?

 

Tag para penghuni kece:

@deffa

@Vara Deliasani

@HarrisWang

@kyosash

@twindry

@Andrizki

 

IMG_20170107_095727.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

Tolong di tag, yang mana namanya Krysna!!!

 

BAHAHAHAHAHAHAHA

Baru baca separoh udah gatal pengen komen :lol:

14 minutes ago, Daniear said:

Mbaknya menjawab, “Cencu saja chukup. Platform sangat dekat. Kechuali kalian di coilet mau bikin tutorial make up ala Koreah.” *Tentu saja jawaban ini didramatisir. Lagian Mbaknya bukan Cinca Laurah.

 

taeeeeeeee :lol:

18 minutes ago, Daniear said:

Btw, gue sengaja usul ke tim buat transit di Shinagawa atas rekomendasi komen anonim di internet. Dikatakan bahwa, Shinagawa station lebih mudah dibanding Tokyo station yang konon gedhenya naujubilah. Dan beneran, pas tiba di Shinagawa, mudah banget buat kami pindah ke platform Shinkansen.

 

*tandain

Share this post


Link to post
Share on other sites
23 minutes ago, Daniear said:

 

Teringat kisah perjalanan orang-orang sebelumnya di jalan2.com yang penuh drama  -- let me mention @deffa yang baru sadar uangnya ketinggalan di rumah pas sampai di bandara Bandung, termasuk keasikan keliling KLIA,

 

bahahahhaha masuk aja ini cerita 

mayan kah Drama nya bisa jadi reminder kan heheh

wah langsung ke Kyoto ya, btw ini MH landing di Haneda atau di Narita @Daniear

kayak nya itu celana jimat ye kudu dan wajib di bawa haahha :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
9 minutes ago, HarrisWang said:

Tolong di tag, yang mana namanya Krysna!!!

 

BAHAHAHAHAHAHAHA

Baru baca separoh udah gatal pengen komen :lol:

taeeeeeeee :lol:

onoh yg jaket abu2! liburan gue jd KZL tegang krn doi, ya mungkin first timer :D

Share this post


Link to post
Share on other sites
27 minutes ago, HarrisWang said:

Tolong di tag, yang mana namanya Krysna!!!

 

Krysna belum jadi member sini -_-"

15 minutes ago, deffa said:

bahahahhaha masuk aja ini cerita 

mayan kah Drama nya bisa jadi reminder kan heheh

wah langsung ke Kyoto ya, btw ini MH landing di Haneda atau di Narita @Daniear

kayak nya itu celana jimat ye kudu dan wajib di bawa haahha :D 

Narita, Bang. Itu naik Narita Express kita:rate

 

Celana itu akhirnya menyelematkanku dari mati gaya *apasih:tersipu

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 minute ago, Andrizki said:

onoh yg jaket abu2! liburan gue jd KZL tegang krn doi, ya mungkin first timer :D

Ya gak papa tapi doi mantap juga pertama ke luar negeri langsung Jepun :D 

Just now, Daniear said:

Krysna belum jadi member sini -_-"

suruh gabung aja biar ketawa bareng hahah :P 

Share this post


Link to post
Share on other sites
30 minutes ago, Daniear said:

Ketiga, giliran Krysna. Ketika jelang boarding MH ke KL, Krysna masih janjian dengan mamang gojek yang membawa SIM Card Docomo yang dipesannya via bukalapak. Tanpa rasa bersalah, gue dan Bobby ngelewatin imigrasi duluan hingga ke ruang tunggu. Sementara Krysna masih di emperan terminal 2, menanti SIM Card yang akan dia pakai di Jepang *ralat, SIM Card dia dan Bobby … dan gue  à sementara kami pergi ninggalin dia. Bahkan hingga setik post ini diterbitkan, uang SIM card itu belum kami ganti. Tengkyu, Krysna

Beberapa menit menjelang jadwal boarding Krysna pun tiba di ruang tunggu dengan napas terengah-engah, keringat bercucuran, dan muka pucat.

“Lo kenapa?” tanya gue polos.

“Lari dari imigrasi ke sini.”

 

wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk

Share this post


Link to post
Share on other sites
13 minutes ago, deffa said:

Ya gak papa tapi doi mantap juga pertama ke luar negeri langsung Jepun :D 

 

Banyak hal yang lebih bodoh dan aib di hari-hari selanjutnya. *Tunggu episode selanjutnya:hiking

Share this post


Link to post
Share on other sites
34 minutes ago, Daniear said:

Pesawat yang gue tumpangi ke KL adalah MH-720, masih yang satu lorong. Kelas ekonomi ruang buat kaki standar aja, sedikit sempit untuk yang kakinya panjang. Entertainment dilengkapi tv dengan film dan musik.  Overall nyaman aja gue. Penumpangnya juga lebih tenang, nggak ada yang protes atau ngedumel pas pesawat telat dari jadwal. Makanan yang disajiin, hmm … enak! Gue milih chicken steam with mashed potato. Pelayanan secara umum nggak ada yang gue komplain sih. Nice.

 

Btw gw kemarin sector CGK-KUL-CGK nya keren loh, armadanya pake 738 single aisle tapi yang baru baru.

giliran pas HKG-KUL gw kebagian 738 juga tapi jadul bangat, udah uzur, terus ga ada AVOD nya, adanya 1 monitor buat rame rame per 5 jejer seat :lol:

Tapi emang termasuk masih ok kok, wine nya juga enak kemarin gw nyobain dari Hong Kong :D 

Kalau KUL-NRT nya kan pake Airbus 330 yah, yang double aisle, pasti nyaman sih. Cuma urusan sama FA nya aja mungkin, masih kurang ramah, hahahaha

35 minutes ago, Daniear said:

Selanjutnya kami mampir buat jajan di Burger King. Mampir ke mushola KLIA 2 juga.

 

btw MH di KLIA1 deh, kalau sempat ke KLIA2, berarti keluar dulu dong (?)

Share this post


Link to post
Share on other sites
21 minutes ago, HarrisWang said:

Btw gw kemarin sector CGK-KUL-CGK nya keren loh, armadanya pake 738 single aisle tapi yang baru baru.

giliran pas HKG-KUL gw kebagian 738 juga tapi jadul bangat, udah uzur, terus ga ada AVOD nya, adanya 1 monitor buat rame rame per 5 jejer seat :lol:

Tapi emang termasuk masih ok kok, wine nya juga enak kemarin gw nyobain dari Hong Kong :D 

Kalau KUL-NRT nya kan pake Airbus 330 yah, yang double aisle, pasti nyaman sih. Cuma urusan sama FA nya aja mungkin, masih kurang ramah, hahahaha

btw MH di KLIA1 deh, kalau sempat ke KLIA2, berarti keluar dulu dong (?)

Iya, legih ke FA mungkin, secara biasa dimanjain keramahan Indonesia begitu ketemu begitu berasa turun standar. Anehnya yang kelihatan (kurang) ramah malah pramugarinya, ngatur barang di kabin minta penumpang yang udah duduk buat mindahin barang.

 

Woh, iya, KLIA 1. Udah diralat:senyum

Share this post


Link to post
Share on other sites
13 minutes ago, kyosash said:

wah asyik tuh waktu beli tiket JR Pass waktu pas buka, kalau nggak ngantrinya panjang bisa 1-3 jam :D , btw nice share ditunggu lanjutan-nya :senyum 

noted neh 

tapi bukannya JR Pass itu di beli nya pas di Indonesia ya om? 

Share this post


Link to post
Share on other sites
17 hours ago, Andrizki said:

onoh yg jaket abu2! liburan gue jd KZL tegang krn doi, ya mungkin first timer :D

Samaaaa wkwkwk lu msh enak ber 3. Gua first timer sendiri choy wkwkwk. Untungnya di KLIA ketemu ma @Sahat Jd ngak bego2 amat gua pas udh di haneda kemarin ekwkwk

17 hours ago, Daniear said:

Eerrr ... ngegodain cewek Jepang yang mau naik kereta lucu, nggak?:kesengsem

Naaah ini gua suka nih. Cewe jepang cantik2 wkwkwk

Share this post


Link to post
Share on other sites
18 hours ago, Daniear said:

Ya, belum jam 8.15 di mana operasional baru dimulai. Kami dapet antrian lumayan depan. Gue ngintip di dalam kantor lagi pada briefing, beberapa menit sebelum buka. Begitu teng jam 8.15, buka. Beuhh, pas banget.

Yg gini gini nih enak dilihat disono. pas buka counternya. tepat bgt. wkkwkwkwkwkwkwk

27 minutes ago, twindry said:

Samaaaa wkwkwk lu msh enak ber 3. Gua first timer sendiri choy wkwkwk. Untungnya di KLIA ketemu ma @Sahat Jd ngak bego2 amat gua pas udh di haneda kemarin ekwkwk

Naaah ini gua suka nih. Cewe jepang cantik2 wkwkwk

wkwkkwkwkwkwkwkwk, ketemunya juga di counter check in. wkkwkwkwkwkw samvah bgt....

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, deffa said:

noted neh 

tapi bukannya JR Pass itu di beli nya pas di Indonesia ya om? 

ada beberapa tipe bisa beli di Jepang, cuma lebih mahal dikit bedanya sekitar 1000 yen.

kebetulan yang waktu itu saya mau beli tidak dijual di Indonesia, jadinya mau kgk mau belinya di Jepang langsung.

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, kyosash said:

ada beberapa tipe bisa beli di Jepang, cuma lebih mahal dikit bedanya sekitar 1000 yen.

kebetulan yang waktu itu saya mau beli tidak dijual di Indonesia, jadinya mau kgk mau belinya di Jepang langsung.

ooo gitu ya biasanya yang daerah nya gak mainstream ya  om :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
2 hours ago, Sahat said:

Yg gini gini nih enak dilihat disono. pas buka counternya. tepat bgt. wkkwkwkwkwkwkwk

wkwkkwkwkwkwkwkwk, ketemunya juga di counter check in. wkkwkwkwkwkw samvah bgt....

Wkwkwk belum lagi pulangnya banyak drama ya :ngakak

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, deffa said:

gak ada "sebatang dulu" atau "ngopi dulu" :P 

wkwkkwkwkwkwkw, kalo disini kan "sebatang" dulu. disana mah tepat waktunya sampai ke hitungan detiknya. wkkwkwkwkwkwkwkwk gw sama si @twindry sampe melongo... heran super heran karena udah terbiasa dengan pelayanan "sebatang" dulu.,

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 minute ago, Sahat said:

wkwkkwkwkwkwkw, kalo disini kan "sebatang" dulu. disana mah tepat waktunya sampai ke hitungan detiknya. wkkwkwkwkwkwkwkwk gw sama si @twindry sampe melongo... heran super heran karena udah terbiasa dengan pelayanan "sebatang" dulu.,

yoi sama gue juga, gak ada istilah WOLES BRAY hahaha :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 minute ago, Sahat said:

wkwkkwkwkwkwkw, kalo disini kan "sebatang" dulu. disana mah tepat waktunya sampai ke hitungan detiknya. wkkwkwkwkwkwkwkwk gw sama si @twindry sampe melongo... heran super heran karena udah terbiasa dengan pelayanan "sebatang" dulu.,

Wkwkwk..sumpaaaahhhh tepat sampai ke detik2nya.. Shock banget liat yg begituan ya :ngeri adduuuhhh jadi pengen balik lagi wkwkwk

Share this post


Link to post
Share on other sites
9 minutes ago, twindry said:

Wkwkwk..sumpaaaahhhh tepat sampai ke detik2nya.. Shock banget liat yg begituan ya :ngeri adduuuhhh jadi pengen balik lagi wkwkwk

pake tiket gue gih

 

kalau bisa ganti nama heheh :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By Riohandoko21
      Hello Travelers,
      Saya ingin Cerita Pengalaman Saya, Istri dan Anak Saya.  Saat Ke SUMBA.
      Saya dan Istri janjian untuk bertemu di Bali.
      Saya berangkat dari timika ke Bali, Istri dan anak saya berangkat dari  Palembang ke Bali.
      Niat awalnya sehari kita mau Main ke Bali Marine Park. Tapi apa daya Flight istri saya dari Palembang to Jakarta Delay, Alhasil dia ketinggalan pesawat dari Jakarta ke Bali. Maskapai Plat Merah (Bukan Singa Merah). Jadilah dia tiba di bali Keesokan hari nya.
      Karena capek Istri saya gak kuat mau jalan-jalan ke bali marine Park (Next Time Kita bakal Kesini).
       
      Hari Pertama
      Tanggal 29 Juli 2017
      Terbang Ke Tambolaka dgn Wings Air
      Dijemput oleh Driver Lokal Asli Sumba (Kita Hanya Sewa Mobil Plus Driver)
      Tempat Pertama yang di Kunjungi - Kampung Ratenggaro , Lihat Sunset di Pantai Pero
      Kita menginap 2 Malam di Hotel Sinar Tambolaka
       
      Tanggal 30 Juli 2017
      Ke rumah Budaya Sumba - disini Ada semacam Homestay juga. Kita bisa menginap di sini. Mungkin saya dan Istri mau juga menginap disini jika kami belum bayar di Sinar Tambolaka.
      Setelah beranjak dari Rumah Budaya Sumba, Tujuan Selanjutnya adalah Pantai Mandorak .  
      Tujuan selanjutnya pada hari yang sama adalah Danau Weekuri
      Danau Weekuri - Danau Air laut sehingga air nya asin. Danau ini terbentuk karena ada batu karang di tepi lautnya. Yang saya ingat saat ke danau ini adalah saya hamper jatuh terpeleset saat di tangga mau turun ke danau dan saat itu saya menggendong anak saya.
      Perjalanan hari ini kami tutup dengan melihat sunset di Pantai Bawana dan Tanjung Mareeha.
      Sunset di Tanjung Mareeha membuat saya takjub akan keindahan alam sumba. Tidak salah jika istri saya membawa saya liburan kesini. Tempat nya Luar biasa.
      Tapi hati-hati yaa disini sumba barat kadang banyak warga yang suka minta uang.
       
       
      Tanggal 31 Juli 2017
      Tujuan pertama hari itu adalaha waikelo Sawah, Semacam irigasi untuk sawah. Pemandangan nya adalah hamparan sawah dengan padi yang menghijau.
       
      bergerak dari waikelo sawah tujuan selanjutnya adalah Air Terjun Lapopu. Air tejun ini adalah air terjun yang pertama anak saya lihat. Ekspresi nya bahagia sekali.
       
      Kita pun melanjutkan perjalanan ke sumba timur.
       
      Tanggal 1 Agustus 2017
      kita melanjutkan perjalanan ke waingapu.
      Tempat yang kita singgahi adalah bukit pasola, pantai watu bella dan pantai kerewei
       
      Tanggal 2 Agustus 2017
      Kampung Praijing
      Kampung Tarung - Beberapa bulan lalu kabarnya kampong ini terbakar
      Melihat pekerja melakukan pemotongan batu untuk rumah tinggal. Kalau di kota-kota di jawa dan sumatera biasa rumah dibuat dengan batu bata namun disumba rumah dibuat dengan batu alam.
      Bukit Warinding ya, daerah ini semua perbukitan sepanjang mata kita memandang.
       
      Saat di Waingapu kami menginap di Hotel Surya. hotel terbaik selama kami menginap di sumba
      Tanggal 3 Agustus 2017
      Air Terjun Tanggedu - Perjalanan ke lokasi ini cukup jauh namun pemandangan selama diperjalanan sangatlah indah. Air terjun ini berada diantara perbukitan.
      Setelah dari sini kami pun pulang
       
      Tanggal 4 Agustus 2017
      Kami bergerak setelah sholat jum'at. kami menuju pantai walakiri
       
      Tanggal 5 Agustus 2017
      Saat nya mencari oleh-oleh dan berfoto di bukit persaudaraan.
       
      Selama di Sumba banyak tempat yang terlewatkan dan tidak sempat dikunjungi. Di sumba ini terdapat banyak pantai yang bagus yang belum sempat kami kunjungi dan banyak air terjun yang tidak sempat kami kunjungi. serta ada lokasi kincir angina tempat tenaga listrik dengan kincir angin. 
       
       
       
       
       
       

       























    • By anna22

      Annyeong cingu.... apa kabar? 
      Kali ini saya mau cerita perjalanan ke korea selatan di musim gugur tanggal 24 oktober-4 november 2017. Sebetulnya masih ada utang FR yg indochina tapi krn gagal submit berkali-kali jd mager (semoga yg ini bisa muncul yah di forum).
      Trip ini adalah kedua kalinya saya ke korea. Pertama kali yaitu musim semi di tahun 2016, yang mana perginya bareng2 temen berempat selama 7 hari. Tapi utk kali ini saya ‘terpaksa’ pergi sendiri, yg pd akhirnya malah ketemu beberapa temen perjalanan. Kalau ditanya perjalanan yang paling seru, jawabannya adalah Jeju!!! Sumpah ini pulau kereeen dan banyak tempat yg bisa didatengin. Tapi tempat2 di seoul juga asyik sih apalagi dengan pesona daun2 musim gugurnya. Yup sekian pembukaannya... mari lanjut ke isi, jadi ngapain aja sih keluyuran 11 hari di Korea????
      23 okt - direct flight malam jkt-seoul
      24 okt-sampe jam 8.20 pagi. Abis lewat imigrasi dan ambil bagasi langsung menuju pengambilan simcard yg sebelumnya udah dibeli pas di indo (dr web trazy) tinggal nunjukkin bukti pesan lgsg deh dapet. Habis itu naik kereta untuk ke GH. Abis check in, ngobrol2 sm staf dan guest lain serta mandi+dandan, lgsg cabut ke Itaewon. Isi perut dulu dengan Samgyetang halal di Ied resto. Setelah itu menuju Haneul Park yg dekat World Cup stadium. 


      25 okt- pagi2 ke daerah deoksugung palace krn mau nyusurin wall stone street-nya sambil sarapan. Dari sini jalan ke Gwanghamun square lalu ke Gyeongbokgung palace, national folk museum, samcheodong, insadong. Sempet balik ke GH bentar. Setelah itu ke war museum, terakhir myeongdong street. 


      Minta foto sama turis asal Malaysia krn pada pakai hanbok (atas) war museum (bawah)

       
      26 okt-nami island, morning calm garden, krn cuman sempet makan siang roti, pulang dari sini lgsg menuju Yanggood halal lamb bbq. Enaaaak walaupun cukup mahal hahaha. Tapi kan udah ngirit sebelumnya 

       
      27 okt- awalnya mau ke Asan krn pengen liat Ginko Tree street. Tapi jauh dan transportnya agak ribet. Akhirnya setelah ngobrol sambil sarapan dengan staf GH, saya pun memutuskan ke tempat2 gratis dan rasanya cocok untuk solo traveler. Pertama pergi ke National Museum of Korea. Setelah itu ke Gwangjang Market yg terkenal dgn bibimbap alley, bindetteok Alley, dll. Perut kenyang lanjut ke Seoullo 7017 (tempat wisata baru di seoul). Foto2 jalan2, duduk2 sambil ‘people watching’. Sorenya ke daerah Hyewa untuk menuju Ihwa-dong Mural Village dan Naksan Park yg terkenal dengan seoul city wall dan night city view-nya. Agak cepet pulang ke GH krn besok pagi sekali akan ke Jeonju.

       
      28 okt- menuju Jeonju menggunakan bus antar kota. Beli tiket on the spot di terminal bus, dapat tiket jam 8.25. Sambil nunggu 1,5 jam sarapan dan beli bekel. Busnya on time lho. Karena hari Sabtu, jalanan padat dan beberapa kali kena macet jadi total perjalanan sekitar 4 jam. Sampe di Jeonju lgsg ke GH pakai taksi. Setelah check in dan beres2 sambil baca2 peta, jalan kaki ke jeonju hanok village. Salah banget deh hari sabtu pas kimchi festival pula. Rameeeee sekali. Sampe mau beli cemilan aja antrinya bisa 15-20 org. Yg saya datangi di Jeonju dengan jalan kaki yaitu, Jeondong Cathedral, Gyeonggijeon, omokdae, jaman mural village. 

      29 okt-sebelum kembali ke seoul dengan kereta itx, jalan2 pagi sambil cari sarapan yg terkenal yaitu Kongnamul Gukbap (sop tauge) di nambu market. Kembali ke GH, check out, pakai taksi ke stasiun. Disini saya beli snack yg cuman ada di jeonju yaitu PnB chocopie. Nyesel cuman beli 2 karena enak paraaaaah!!!!
      sampai Seoul lgsg menuju Gimpo Airport utk naik pesawat sore ke Jeju. Yeaaaay!!!
      sampai2 udah mulai gelap. Pakai bus umum ke Yeha GH(recommended lhoo). 
      30 okt-di Jeju say pakai bus umum. Dan gampang sih. Alhamdulillah ga pernah nyasar. Waktu tunggu bus pun paling lama 30 menit. Tujuan pertama: pyeoson jeju folk village. Lalu ke Yongnuni Oreum dan Bijari Forest. Malamnya menuji Dongmun Market untuk cemal cemil sblm kembali ke GH.

       
      31 okt- nah mulai hari ini dan besok saya punya teman jalan yg dapet dari forum ini. Kami bertiga ternyata sama2 menginap di yeha dan 1 kamar pula (female dorm) padahal ga janjian lho hahaha. Jam 8 menuju terminal bus untuk ke Seopjikoji. Ini masih 1 wilayah dengan Udo Island dan Seongsan Ilchubong. Dari halte bis terakhir, naik taksi ke sepjikoji ini. Begitu pula dari seopjikoji-terminal ferry yg menuju ke Udo. Karena dekat gak terlalu mahal apalagi dibagi bertiga. Nyebrang pakai ferry sekitar 15 menit ke Udo Island. Terus pakai tour bus seharga 6000 won yg berhenti di 4 tempat wisata utama. Tapi kita cuman ke 2 tempat krn keterbatasan waktu. Pertama ke Udo Peak, lalu ke Hagosudong Beach . Abis itu balik ke tempat naik ferry. Dari terminal, naik taksi ke Pintu masuk Seongsang Ilchubong. Karena lapar, makan dulu di resto yg banyak tersebar disana. Setelah isi tenaga, menaiki tangga ke puncak (kok jadi inget lagi AFI ‘menuju puncak’ oops ketauan umurnya hahaha) foto2 pas sunset sambil istirahat. Saat mulai gelap, turun dan jalan kaki menuju halte bus untuk kembali ke GH.

      Seongsan Ilchubong (atas) Udo island (bawah)
      1 nov - karena kami2 ini penggemar GD (itu lho leader Bigbang) sehabis sarapan pergilah kami ke cafe miliknya yg terkenaaal sekali, selain krn juga bagus banget view-nya. Disini juga ada Bonmal Cafe (yg muncul di drakor) serta cafe2 ucul lainnya. 

      Setelah itu menuju O’sulloc tea farm yg juga ada Innisfree (ada bbrp produk khusus jeju yg ga bisa kita dapetin di seoul lhoo). Nah sorenya ke daerah Jungmun Resort. Tapi karena sudah sore dan lelah, kami hanya ke Cheonjeyoun waterfall dan sekitarnya. Itu pun udah mau tutup kesananya. 

       
      2 nov: hari ini kembali ke Seoul. Menginap di GH daerah Sungkyungkwan, yg hype abis, gak kalah sih sama Hongdae tapi entah kenapa lebih homey. Setelah check in dan beberes, roommate yg merupakan cewek dr singapore ngajak makan siang dan jalan bareng. Setelah makan, kami ke seoul forest (banyak yg bisa dilihat disini dan gratisss). Menuju GH sempat mampir ke Dongdaemun Design Plaza lg ada pameran.

      3 nov -shopping time hohoho. Ke daerah Dongdaemun Toy Market utk cari titipan ponakan (ini surganya kalau mau beli mainan, ada puluhan toko). Abis itu menuju Myeongdong. Karena agak ribet bawa barang balik dulu ke GH utk simpen barang. Lanjut lagi menuju Namdaemun Market (makin sore itu makin banyak penjual di tengah2 jalan jadi hati2 kalap yah). Setelah puas belanja dan jajan2, saya ke lantern festival di Cheonggyecheon stream. Pas banget baru dibuka hari itu. Pas nyusurin liat2 lampion, eh ketemu roommate di Jeju (ini beda lagi dan doi solo trip juga) dr Indo. Karena udah malam dan lapar kami menuju Grilled Fish Alley di daerah Dongdaemun. Habis itu kita pisah dan pulang ke GH utk packing.

       

       

       

       

      4 nov -waktunya pulang krn penerbangan jam 10 pagi jadinya naik airport bus jam 6.30 dekat dr GH. 
      Yaah sekian highlight atau rangkuman perjalanan saya. Utk secara detail nanti ya kalau rajin hehehe. 
      Tapi kalau ada pertanyaan atau komen silahkan yaa ^^
    • By val_3373
      Hi Jalan2ers,
      Masih ingin membagikan pengalaman saat ke Eropa tahun lalu. Selain Paris, Perancis juga mempunyai tempat wisata alam yang sangat indah terutama yang ska dengan petualangan dan hiking. Setelah puas cuci mata di Nice, Cannes dan Antibes, maka tujuan wisata yang menjadi incaran kami kali ini adalah Gorges Du Verdon atau yang dikenal dengan Grand Canyonnya Perancis. yang terletak di Tenggaanya Perancis dan dapat ditempuh dari Nice dengan mobil kurang lebih 2.30 jam perjalanan. Ada Local tour dari Nice jika kita ingin berkunjung ke tempat ini. Salah satu yang menarik dari Gorges Du Verdon adalah danaunya yang berwarna Turquoise
      .
      Kita bisa main kano di sini samil menyusurin sungai di sela2 tebing2 tinggi yang keren abis. Tetapi kami tidak mencoba berkano kali ini tetapi hiking dari pont entrance sampai ke danaunya untuk uji stamina hahahahahaha. Sudah ada tangga dan jalan setapak yang dibuat untuk awal2 hiking setelah itu jalanan semakin kecil dan masih alami. Jarak tempuh dati hiking pont sampai ke danau sekitar 6 jam berjalan kaki untuk yang sudah sering hiking. Kami hanya bertahan 1 jam perjalanan karena kondisi jalan yang makin jelek dan diperingatkan oleh para pendaki lokal bahwa peralatan kami tidak memadai untuk melanjutkan perjalanan sehingga hanya menikmati sedikit dari pemandangan yang indah di sini. Gimana ngga diperingatin slaah satu temenku pake high heel hahahahahaha.... Berikut photo2 yang berhasil kami ambil dan maaf kualitasnya kurang bagus karena sinar matahariterik sekali sehingga backlight

      bagi anda pencinta alam, jangan lewatkan untuk ke Gorges du verdon jika berkunjung ke Perancis. Salam Jalan2
       
    • By silvia_win
      KL trip
      Day 1 (27 Des 2017) berangkat sore naik pesawat lion Jkt-KL, setelah tiba di KLIA naik bus dari airport ke China Town ([email protected] rm 10). Baru tahu ada bus ke China Town, sebelumnya hanya sampai KL sentral, ternyata busnya hanya sampai KL sentral, yg mau ke destinasi lain seperti pasar seni, china town, pudu dll, diantar pakai van, lumayanlah koper langsung angkat ke van tidak usah lanjut pakai Lrt,
      Van mengantarkan kami sampai di depan China Town, kami pun check in hotel lalu keluar cari makanan favorit kami.
      Day 2
      Hari ini rencananya mau ke Genting. Kami naik Lrt ke Titiwangsa untuk naik bus ke Genting (@rm 10), tapi ternyata busnya tidak langsung sampai genting tapi sampai ke awana highland tempat naik cable car ke genting, hmm padahal pingin naik bus yg langsung ke genting (dulu pernah naik dari sini), kalau cuma sampai ke stasiun cable car mending naik dari KL sentral lebih murah dan dekat. Yah sudahlah..., beli dulu tiket pulang ke KL sentral (@rm4.3). Lalu makan siang di food court dan keliling di awana highland yang merupakan premium outlet, setelah itu beli tiket cable car ke Genting (one way @rm8).
      Sebenarnya lebih prefer naik bus soalnya agak deg2 kan naik cable car, cable carnya sangat nyaman dan bisa menampung sekitar 8 penumpang, untuk yang bawa koper ada tambahan biaya.
      Kami berhenti untuk wisata dulu di Chin Swee Temple yang merupakan stop pertama dari genting cable car. Ini adalah kuil yang cukup besar dengan pemandangan di atas gunung yang indah. Dari hatle cable car pengunjung berjalan menuruni ekscalator yang panjang ke kuil, setelah melihat2 dan berfoto2, di sana turun hujan, kami pun kembali ke stasiun cable car untuk melanjutkan cable car ke Genting.
      Di Genting berkeliling di sky avenue melihat hiasan pohon natal yang di dominasi dengan tema tour of the world with snoopy (patung snoopy dengan pakaian dari berbagai negara), hmm theme parknya tempat bermainnya masih renovasi (sepertinya sudah bertahun-tahun).   Setelah berkeliling kamipun antri cable car untuk kembali ke awana highland. Sampai di awana highland sekitar jam 6 sore, tiket pulang ke KL sentral jam 8.30, kami mampir ke tempat jual tiket untuk menanyakan apa tiket bisa ditukar, kalau ngga bisa tukar pingin beli tiket baru saja untuk jam 6.30, karena harga tiket bus tidak terlalu mahal. Tapi semua tiket untuk hari itu sudah sold out , untunglah sudah beli tiket duluan walau jam 8.30 J, masih banyak waktu kami makan dan shopping dulu sebelum pulang...
      Day 2
      Sebenarnya tidak ada rencana yang pasti untuk trip kali ini, berhubung membawa anak-anak, trip  hari ini kami pergi ke planetarium naik taxi, supir taxi bilang dia tidak terlalu familiar dengan lokasinya tapi dia bersedia membawa kami dengan argo tentunya..., planetarium tidak terlalu jauh dari china town, tapi berhubung tidak ada mrt ke sini lebih baik naik taxi saja...argonya juga tidak mahal. Planetarium gratis untuk pengunjung, di sini kami bisa melihat peragascience yang berhubungan dengan  benda2 angkasa. Juga ada lift untuk naik ke lantai atas di mana ada menara pandang yang bisa melihat kota Kuala Lumpur.
      Di planetarium juga ada bioskop khusus untuk menoton film luar angkasa. (htm @ rm12), berhubung planetariumnya tidak terlalu besar dan tidak memerlukan waktu lama untuk berkeliling, kami pun membeli tiket untuk nonton di planetarium. Layar bioskopnya berbentuk setengah bola, filmnya tentang bintang2 yang terlalu ilmiah untuk dicerna...
      Dari planetarium kami ke KWC yang merupakan tempat belanja retail, makan dan shopping (tidak beli banyak takut kelebihan berat bagasi)... lalu pulang ke pasar seni lanjut cuci mata dan keliling2, di belakang pasar seni ada illution 3D art museum, kami mampir untuk melihat berhubung tiket masuk mahal (@rm48), kami tidak masuk.
      Makan di restoran mamak Yusoof and Zakhir favorit kami di samping pasar seni, cuci mata di pasar seni dan china town night market dalam perjalanan kaki menuju hotel.
      Day 3
      Hari ini pingin jalan2 santai saja, naik lrt ke Suria Mall, kami berjalan di dalam dan di luar suria mall, banyak pohon natal menghiasi interior dan eksterior mall.
      Berhubung rada malas ke tempat lain, kami pun masuk ke petrosains yang ada di dalam suria mall (@rm30), petrosains merupakan tempat bermain dengan alat2 peraga tentang sains, berhubung ini sudah yg kedua kali main ke sana, kesannya biasa2 saja, tapi berhubung membawa anak2, jadi sekalian menemani mereka main.
      Di KL kami menginap di D’Oriental Hotel Rp 300.000/malam untuk kamar triple
      Siem Reap Trip
      Day 4
      Hari ini kami melanjutkan perjalanan menuju Siem Reap.
      Booking taxi dari hotel (rm100) ke airport.
      Sampai di airport kondisi fisik sedikit capek, mampir ke watson beli vitamin C agar kondisi bisa lebih fit..., di pesawat tidur dan istirahat...
      Sampai di Siem Reap sudah segar lagi.., cuaca sangat panas di sana, turun dari pesawat harus jalan kaki ke terminal lagi, walau tidak jauh tapi cuaca panas sangat menyengat..
      Dari airport booking airport taxi ke hotel (usd 10 untuk sedan, usd 15 untuk van, usd 9 untuk tuk tuk), kami ber4 pesan yang sedan saja, karena antrian sedannya belum ada kami diantar pakai van.
      Dalam perjalanan ke hotel, supirnya menawarkan charter mobilnya untuk wisata sore ke kampong phluk floating market, yang katanya 30 menit dari kota siem reap, berhubung cuaca panas, kami tidak tertarik dan bilang mau istirahat di hotel, lalu dia pun menawarkan transportasi ke angkor wat keesokkan harinya (saat pesan taxi di bandara kami dibagi brosur bawa mereka menyediakan charter car ke angkor wat dengan harga usd 40 untuk sedan dan usd 45 untuk van), berhubung cuaca yang panas kami pun setuju naik mobil saja dibandingkan naik tuk tuk, nego harga dengan supirnya usd 40 untuk one day tour ke angkor wat.
      Check in hotel, minta peta tanya info jalan, minta bantuan staff hotel untuk pesan bus dari Siem Reap ke Bangkok. Staff hotel membantu pesan direct bus ke bangkok @usd 13.
      Setelah istirahat sebentar di hotel, kami keluar makan malam, kami mampir ke KFC untuk makan dikit dulu, lalu jalan ke pasar lama, di pasar banyak jualan souvenir dll, tapi tidak beli apa2, lalu ke seberang ada art center night market cuma melihat tidak beli apa2, lalu hunting street food umumnya harganya usd1, beli kelapa, pancake (martabak), mie goreng, nasi goreng, camilan lainnya...berkeliling di sepanjang pasar lama, pub street, night market, melihat suasana pergantian tahun di sana..., lalu naik tuk tuk pulang hotel (usd 3)
      Day 5
      Sarapan pagi di hotel menu 2 roti bakar, 2 telur goreng, teh/kopi dan buah.
      Kami di jemput jam 8 pagi di hotel, sepanjang perjalanan ke angkor wat, supir menawarkan mampir shopping ke toko batu mulia, sutera dll, yang semuanya kami tolak. Kami mengiyakan tawarannya untuk membeli tiket untuk dinner di Koulen restoran untuk dinner dengan menu prasmanan yang katanya kita bisa mencicipi lokal food di sana juga menonton tarian lokal (@usd12). Terlebih dahulu kami berhenti untuk beli tiket ke angkor wat @usd37 untuk one day tiket (anak2 di bawah 12 tahun gratis). Setiap pengunjung di foto dan fotonya dicetak di tiket, supir memberi info agar kami membeli gantungan name tag untuk tiket agar tiket tidak hilang berhubung tiket akan diperiksa di setiap pintu masuk candi yang akan dikunjungi.
      Kunjungan I ke candi angkor wat, cuaca cukup panas di sana, pengunjung berjalan melewati jembatan apung menuju candi, komplek candi cukup luas. Walau cuaca panas tapi di dalam candi cukup adem buat berisitirahat dan melihat2, mirip candi hindu di indo dengan beberapa ukiran halus di dinding, untuk menaiki candi dibuat tangga dari kayu (entah dulu aslinya pakai tangga apa). Di dalam candi terdapat tempat pemujaan untuk Buddha yang bukan merupakan bagian dari candi jaman dulu tapi adalah patung Buddha yang ditambahkan kemudian untuk sembahyang. Juga ada bhikkhu yang membaca paritta untuk pengunjung, kami memutari candi angkor wat dan keluar dari jalan samping candi di mana terdapat telaga kecil, yang merupakan tempat pengambilan foto best view untuk angkor wat di mana banyak tukang foto stand by menawarkan foto langsung jadi.
      Di dekat pintu keluar banyak pedagang menawarkan souvenir maupun makanan umumnya harganya usd1.
      Kami melanjutkan  perjalanan ke Candi Bayon, candi ini ukurannya lebih kecil dari angkor wat, kami melihat dan beristirahat sebentar di sini, mencicipi jajanan jagung rebus, lemang (ketan di dalam bambu), mangga, crepes...
      Lalu melanjutkan perjalanan ke candi Ta Prohm, di mana view yang khas di sini adalah akar pohon besar yang ada di candi.
      Kompleks candi angkor wat sangat besar kami hanya mengunjungi 3 candi utama, untuk candi lainnya rada malas karena cuaca yang panas, supir mengantarkan kami makan di resto yang ber AC, menu di sini cukup mahal berkisar usd 7-10, tapi ngga apalah pesan sedikit (berhubung malam mau dinner prasmanan nggak perlu makan banyak) sambil beristirahat dan ber wifi.
      Setelah itu supir mengantar kami pulang, di perjalanan dia mendrop kami untuk melihat toko batu mulia katanya lihat2 saja tidak perlu beli agar dia bisa mendapat kupon undian..., hm... tokonya tidak besar menjual batu permata dan souvenir, setelah melihat2 kami pulang hotel untuk beristirahat, sore kami jalan kaki ke koulen resto sebelumnya kami mampir ke lucky mall di seberang resto.
      Dinner di sini dengan harga usd12 tidak termasuk minum, untuk minum mesti pesan lagi.
      Makanan di sini cukup banyak, ada western food dan lokal food, minuman es campur, buah, kue dll, cocok buat makan santai dan beristirahat, juga ada tarian dan pertunjukkan alat musik lokal, yang mana iramanya agak lambat.
      Restorannya cukup besar dan banyak turis yang makan di sana.
       
      Hotel : Oral D' Angkor Rp 320.000/malam untuk quad room
       
       
      Bangkok trip
          Day 6
      Pagi sarapan di hotel, lalu di jemput bus untuk perjalanan ke bangkok, bus masih menjemput beberapa penumpang lagi lalu berangkat ke perbatasan kamboja thailand, sebelum sampai ke imigrasi kamboja, bus berhenti untuk ke toilet dan belanja. Jam 12 kami tiba di perbatasan, imigrasi kamboja hanya sebuah ruang kecil untuk cap paspor, antrian tidak sampai setengah jam sudah selesai, selanjutnya perlu berjalan kaki sekitar 1 km ke imigrasi thailand melewati pasar kecil dan sebuah kasino, di sini orang yang mau masuk ke thailand lumayan banyak, dan antrian cukup panjang perlu waktu 1 jam lebih untuk antrian cap paspor (entah karena peak season atau biasanya memang ramai), setelah keluar dari imigrasi kami langsung mencari bus kami, di mana sebagian penumpang sudah naik bus dan masih perlu menunggu penumpang lain yang antri imigrasi, cuaca cukup panas membuat kami malas mencari makan ke toko yang ada di sekitarnya, di tempat parkir tidak ada yang jualan makanan. Setelah menunggu agak lama bus berangkat jam 3 sore. Kami naik bus yang sama dengan bus yang kami naiki dari kamboja tapi supirnya sudah ganti orang (stir bus di sebelah kiri, walau stir kenderaan di thailand ada di sebelah kanan). Dalam perjalanan ke Bangkok kami melalui banyak titik kemacetan, mana belum makan siang lagi. Supir akhirnya berhenti di rest area sekitar jam 5 sore, semua penumpang turun mencari makanan, bus lalu melanjutkan perjalanan ke Bangkok. Kami sampai di bangkok jam 9 malam (13 jam perjalanan , sebelumnya diberitahu 8 jam).
      Bus berhenti di daerah Khao San, di sana ada sebuah wat/tempat pemujaan, banyak orang lokal yg sembahyang di sana, di dalamnya ada tempat sembahyang dengan patung raja Bhumibol. Banyak taxi yang standby menawarkan harga tertentu untuk penumpang yang berminat, kami masuk ke dalam wat untuk melihat2 dan masuk toilet, setengah jam kemudian taxi yg standby sudah tidak ada lagi,  kami menyetop taxi di jalan untuk ke hotel dengan argo tentunya J.
      Berhubung perjalanan yang panjang dan melelahkan, anak2 pada komplain lebih baik ke borobudur daripada ke angkor wat ö, menurut  saya kalau dibandingkan dengan borobudur, kompleks candi angkor wat lebih luas dan kawasan sekelilingnya banyak gapura dan candi yang lain dan melewati lapangan dengan pohon2 membuat candi angkor wat terlihat megah dan indah, kalau dari segi bangunan saya lebih menyukai candi borubudur dengan pahatan di dinding yang indah dalam bangunan candi yang menyeluruh dengan banyak patung Buddha. Di angkor wat tidak terdapat banyak pahatan patung melainkan ukiran halus di dinding dengan nuansa candi Hindu yang mana kemudian beralih fungsi menjadi candi Buddha. Yang pasti tiket masuk Borobudur sangat terjangkau dibanding tiket ke angkor wat yang harganya sekitar Rp. 500 ribu untuk turis asing, untuk warga lokal tiket masuk gratis.
       Day 7
      Meminta peta dan info ke hotel, serta menanyakan apa ada daily tour, tapi di hotel tidak menyediakan paket daily tour.
      Hari ini tidak berminat berwisata, ingin shopping saja...
      Kami berangkat naik taxi dari hotel ke Platinum mall (tempat shopping seperti mangga 2 di jakarta). Sampai di Platinum makan siang dulu di food court lalu mulai shopping, sampai sore hasil belanjaan cukup banyak.
      Dari Platinum kami naik taxi ke Saphan taksin untuk naik shuttle boat ke Asiatique,berhubung sore hari  di jam kemacetan, supirnya tidak mau pakai argo mesti menawar harga.
      Di Saphan taksin bts kami naik shuttle boat gratis ke Asiatique, boatnya cukup bagus dan nyaman, pemandangannya boat sepanjang sungai juga indah. Di Asiatique terdapat banyak resto di tepi sungai, juga toko2 untuk belanja dan tempat bermain seperti bianglala, komedi putar, dll. Kami mencari makan, mengitar toko2, dan menikmati pemandangan di tepi sungai chao phraya, lalu mengantri shuttle boat kembali ke saphan taksin, dalam perjalanan boat sekarang kami menikmati pemandangan sungai di malam hari dengan lampu2 hotel berbintang/gedung lain di tepi sungai, sebelumnya saat datang kami menikmati pemandangan di sore hari.
      Dari sini naik taxi ke hotel. Walau di sini ada BTS (mrt) tapi kami memilih naik taxi selama di Bangkok untuk menghemat tenaga dan waktu, karena harga taxi tidak terlalu mahal (< THB 100 untuk jarak dekat, <THB200 untuk jarak yang agak jauh), sebelumnya pernah naik BTS, mrt setelah dihitung X 4 orang ongkosnya lebih mahal...
      Day 8
      Hasil belanjaan kemarin membuat isi koper bertambah, ingin menambah bagasi Air Asia, setelah membuka web air asia untuk menambah bagasi, baru sadar tiket kali ini bukan beli di airasia.com tapi beli di traveloka, soalnya saat hunting tiket pada mahal, lalu beli tiket transit bangkok KL AA, KL jakarta Lion, setelah coba2 add luggage di web AA tapi tidak bisa, lalu send message minta bantuan traveloka untuk add luggage, kata traveloka tidak bisa mesti ke AA office, ya sudahlah screen shot alamat AA office nanti sekalian mampir.
      Hari ini ingin berwisata ke wat2 (temple) di Bangkok, dari hotel kami naik taxi ke Wat Arun, karena agak jauh jadi sekalian melihat pemandang kota bangkok sepanjang jalan.  Htm Wat Arun @thb50, jika cuma ingin sembahyang di vihara di sampingnya tidak usah beli tiket. Bangunan wat Arun seperti stupa dengan ornamen porselen, terletak di tepi sungai menambah keindahan pemandangan di wat arun, tapi cuaca yang panas membuat kami tidak betah berlama2 di sini, dari sini kami naik taxi lagi ke wat pho, sebenarnya naik boat tinggal nyebrang, berhubung kami termasuk wisatawan yang malas jalan, jadi naik taxi saja lah.
      Sampai di wat pho supir taxi menunjukkan dermaga yg tidak jauh dari wat pho katanya bisa menyebrang dengan perahu ke wat arun di sini, kami menyiakan dan bilang next time mau naik perahu.
      Tiket masuk wat pho @thb 100, wat pho adalah vihara yang indah dengan patung Buddha tidur yang besar, selain vihara utam di depan yang berisi Buddha tidur di dalam masih terdapat komplek vihara dengan banyak patung Buddha. 
       Kami masuk ke salah satu vihara di belakang dengan patung Buddha yang besar, banyak turis asing masuk dan duduk di sana, ada pengawasnya tidak boleh berdiri di dalam hanya boleh duduk dengan sopan, ternyata banyak yang duduk lama di dalam, ada juga yang meditasi, kami pun duduk cukup lama di sana, apalagi terasa sejuk di sana.
      Sebelum pulang kami mampir ke massage room di dalam vihara pho pingin mencoba massage di sana, tapi katanya mesti antri 1 jam, ya tidak jadi malas nunggu.
      Keluar dari wat pho banyak tuk tuk dan taxi yang mangkal, sudah tahu bakal nego harga dan nggak mau paki meter, ya kami coba tanya tujuan ke kantor air asia di khao san yang tiidak jauh dari wat pho, ternyata supir yang mangkal di sana bisa berbahasa Inggris dengan baik, yang pasti dia menanyakan jumlah penumpang sebelum membuka harga (biasalah kalau penumpang banyak harga lebih mahal) berhubung dia tahu letak kantor air asia yang kami cari ya kami menyiakan tawaran harga thb 200, mau jalan juga lokasi di sana luas sekali untuk jalan dari pintu keluar wat ke jalan raya juga jauh. Ternyata supir taxi ini mengoper kami ke taxi yang antri paling depan, lumayan juga etika mereka mencari penumpang tidak rebutan, kalau dapat penumpang dioper ke paling depan. Sopir taxi yang kami tumpangi juga lancar berbahasa Inggris, dia mengenalkan wat emerald buddha, grand palace yang berada di samping wat pho kepada kami, berbincang dengan kami dan menawarkan kami booking taxi untuk tour ke floating market dengan harga thb 1800 pulang pergi, yg ini kami kurang tertarik berhubung cuaca panas malas aktivitas outdoor, tapi berhubung sebelumnya saya pingin tour ke pattaya saya pun menanyakan harga booking taxi ke pattaya pp, supir taxi bilang harganya thb 2500, mau ke mana dan waktunya berapa lama... up to you katanya..., saya sangat tertarik..., saya tanya perlu bayar DP berapa dia bilang ngga usah, besok dijemput di hotel J, setelah perbincangan kami baru tahu bahwa besok bukan supir taxinya yang membawa kita jalan melainkan temannya, dia bilang sudah dibooking orang ke Hua Hin, saya tanyain harga taxi ke Hua Hin berapa, katanya dia bawa penumpang one way thb 2500, kalau pp thb4000.  
      Kemudian kami ke kantor Air Asia untuk membeli tambahan bagasi, saya tanya ke staff di sana apa bisa beli tambahan bagasi dengan telepon, katanya bisa tapi mesti bayar pakai kartu kredit.
      Kemudian kami mampir ke khao san road yang ada di dekat kantor air asia, yang terdapat toko-toko dan food street si sepanjang jalan, tapi anak2 lebih tertarik makan mac di. Setelah membeli sedikit camilan dan melihat2, kami pun menyetop taxi untuk ke tesco/lotus yang tidak jauh dari hotel, pingin belanja sedikit barang lokal di hypermarket.
      Pattaya trip
      Day 9
      Supir taxi menjemput kami di hotel untuk perjalanan ke Pattaya. Kami memilih tour ke pattaya karena lokasinya yang tidak terlalu jauh dari bangkok jadi tidak habis banyak waktu di jalan, juga menurut info banyak objek wisata yang menarik di sana. Sebelumnya saya ada tanya di hotel kalau ke Pattaya naik taxi thb 1800/one way, naik bus @ thb 140.
      Supir taxi yang mengantar kita ke pattaya bahasa inggrisnya tidak sebaik supir taxi kemarin, dia menanyakan kami mau ke mana, saya menunjukkan foto lokasi yang ingin kami kunjungi: laser Buddha, silver lake, wat big Buddha dan pattaya beach. Di pattaya banyak objek wisata yang bisa dikunjungi, kami memilih beberapa yang gratis tiket masuk saja.
      Di perjalanan kami mampir untuk makan di rest area, lalu melanjutkan perjalanan ke Pattaya, sampai di kota Pattaya kami melewati floating market pingin mampir tapi cuaca panas jadi malas.   
      Laser Buddha adalah kompleks vihara dengan latar belakang pahatan gunung yang ada gambar laser Buddha, setelah mampir dan melihat2 kami melanjutkan perjalanan ke silver lake perkebunan anggur yang letaknya tidak jauh dari laser buddha, di sini kami naik tram keliling kebun @thb180, selain kebun anggur di dalamnya terdapat kebun bunga dan telaga yang indah untuk spot foto.
      Selanjutnya kami menuju wat big buddha, di vihara ini terdapat patung buddha besar, juga bisa melihat pemandangan laut dari atas vihara.
      Lalu kami mampir untuk makan siang di pantai pattaya, di sepanjang pantai banyak kedai makan dan toko2, kami memilih makan tom yam di salah satu kedai, harganya tidak terlalu mahal dan rasanya enak...
      Selesai makan kami mampir ke pantai yang kebetulan saat sunset, kami menikmati pemandangan yang indah di pantai, memberi makan merpati dengan roti yang dibeli di sana...
      Setelah itu pulang ke Bangkok dan berpesan ke supir kami mau di drop di chatuchak week end market tidak usah balik ke hotel. Sepanjang perjalanan supir taxi menyalakan argo dan harga argo sampai kembali ke bangkok adalah thb 4500. Dan enaknya supir taxi ini juga tidak menawarkan kami pergi shopping atau apapun seperti supir di siem reap. Setelah sampai di chatuchak market kami membayar sewa mobil seperti yang disepakati ditambah sedikit tips (lumayan juga bayar saat turun, saat pergi tidak ditagih biaya apapun, juga tidak membayar biaya tol).
      Tiba di week end market tentunya mau shopping..., chatuchak market cukup besar, barangnya bervariasi dan banyak juga barang lama dan kuno, saya tidak belanja apapun di sini, cuma makan saja, karena sudah agak capek dan barangnya kelihatan agak old fashion jadi malas shopping, teman saya belanja baju2...
      Selesai shopping naik taxi pulang hotel.
      Day 10
      Hari ini kami akan pulang ke indo, tapi karena penerbangan malam masih ada waktu untuk jalan2, pagi kami istirahat di hotel sampai siang sekalian check out dan menitipkan koper, hari ini kami mau shopping saja ke platinum lagi... kami berhenti di seberang platinum mall yang katanya ada pasar yang menjual barang dengan harga lebih murah, tapi cuaca yang panas membuat saya agak pusing, saya cuma melihat sebentar lalu ke platinum mall, istirahat di food court, waktu mau mulai shopping kepala agak pusing, mampir ke toko mau beli obat, penjual merekomendasikan minyak angin lokal (merek siang pure), saya pun membeli sebotol kecil yang bisa roll on harganya thb35, penjual memberitahukan supaya setelah dipakai dipijat sedikit di kepala, dia bilang bisa buat pegal linu dan gigitan serangga juga. Setelah memakai minyak angin saya mencari tempat duduk untuk beristirahat, tidak lama kemudian saya sudah segar lagi, dan mulai semangat untuk shopping..., sebelum pulang saya mampir lagi ke toko tempat menjual minyak angin tadi, beli sekotak isi 6 untuk di bawa pulang, ternyata ada juga minyak angin siang pure yang hot dan yang untuk pilek, sekalian beli beberapa botol. Sore hari setelah puas belanja dan makan di platinum mall, kami pun menyetop taxi pulang, taxi mulai dengan penawaran harganya ..., beruntung kami mendapat taxi yang mau pakai argo, supirnya perempuan, di tengah perjalanan kami tanya apa bisa booking taxinya dari hotel ke bandara, diapun menyiakan..., sampai di hotel kami merapikan koper menata hasil shopping dan naik ke taxi. Harga taxi dari hotel ke bandara tidak terlalu mahal biaya lewat tol thb 70, harga taxi thb 150 lebih..., otw back home.
      Hotel di bangkok : Bangkok 68 harga 600.000/malam untuk 4 orang yang terdiri dari 2 kamar dengan pintu penghubung.
      Harga tiket pp 2.7 juta
       




    • By Santi Fitrianingsih
      Belanja oleh oleh yuk di Auckland…..Nah ini penting …..
       
      Hai….just share mungkin bisa berguna…..hmm…. untuk oleh-oleh, di Auckland pusat kota, saya agak jarang temukan, (atau saya yang kurang eksplor yah, abis waktu mepet), ada 2 tempat yang saya temukan, dekat dengan hotel sky tower, di Victoria street ke arah pertokoan/menuju supermarket countdown Auckland Metro ada 1 toko souvenir, lalu ke arah pelabuhan tadi di dekat  Ferry Building (saya lupa di Queen street atau Albert street) ada 1 lagi nah yang ini agak besar. (harusanya di mall juga ada yah di pertokoan pinggir2nya, tapi saya ngga liat) 

      Jujur menurut saya untuk oleh2 seperti gantungan kunci, tas dll harga agak mahal karena di NZ semua barang begini import, made in china (kata yang jualnya), sedangkan yang murah adalah hasil bumi. Jadi selama di NZ nikmatilah makanan, daging, snack kacang kiloan macadamia, almond, sayur dan buah-buahan tentunya seperti apel, anggur, cherry, apricot dll apalagi kl musim, 3 dollar sekilo , dan daging. (walaupun masih lebih murah Thailand ya JJJ)
      Ada yang sering makan steak, nah new zealand meat kan ueeenaaaak tuh dan kalau di Indonesia  mahal, jadi saran saya sempatkan untuk memborong daging untuk dibawa ke Indonesia, karena murah, JJJ pergilah ke countdown supermarket, ngga usah ke pasar tradisionalnya, pilih daging, dari potongan steak, sosis, maupun daging slice yang buat roti (smoke ham), mau sapi, ayam,domba sapi maupun yang lain. Mintalah petugas disana untuk double wrap packingan dagingnya. Lalu belilah tas belanja countdown seharga 2-4 dollar, dalamnya ada aluminium foil, sesampai di hotel masukan ke freezer 1 malam, dan besoknya siap dibawa. Untuk kali ini saya beli 4 kilo daging masuk bagasi dan aman, lolos sampai Indo dengan mulus. Daging NZ yang saya beli sapi, segala bentuk, daging steak saya beli ngga sampai 15 dollar perkilonya tapi begitu dimasak berasa makan wagyu…..hahaha, enaaaaakk, teksturnya beda kali yeee (sapi luar negri J), smoke hamnya juga beda ga wangi asap n kenyal, enak banget, bisa langsung makan (nah kl mau irit makanan atau bingung makan pagi, bisa beli roti slice sama ham (buat makan pagi atau buat teman instant noodle)) , belum sosisnya, smoke ham n chicken…..semua di jamin aman. Pesta daging deh hihihihi….. Tips : untuk masak steak, bumbunya hanya garam dan merica, lalu tumis pake minyak zaitun, beri sedikit butter dan 1 tangkai rosemary, 4 menit setiap sisi daging dan steak medium rare pun di depan mata……berasa makan steak hotel….hahahah. lalu rasakan juicy dagingnya. Yuuuummm…
       
       
       
      Hmmm ada satu brand NZ namanya wild kiwi, saya sih suka, toko souvenir kaos buatannya rapih, ada pernak perniknya juga, boleh nih, buat koleksi pribadi or mu ngasih orang, agak mahal dikit, untuk di Auckland saya ngga ketemu, harusnya ada menurut google map, saya dapat hoodie wild kiwi waktu di Waitomo cave, ada juga di bandara (harganya sama).
      Alternatif blanja oleh-oleh, selain ke toko souvenir, dan borong daging, pergilah ke hypermart, kl di Auckland ada The Warehouse, nah biasanya mereka banyak promo, sesuai namanya di sini mau cari apa ajah ada, kalo beruntung bisa dapat barang dengan harga setengah harga di Indonesia, kemarin pas kesana mainan anak artikel tertentu lagi potongan harga 60%, only for 2 days, jadi saya hunting deh, 5 pieces anting seharga 3.5 dollar (cucok buat ngasih laaah), perlengkapan dapur lucu lucu mulai dari 2 dollar. Baju anak dewasa, kaos kaki, piyama lucu2,  stationery, coklatpun banyak promo….Nah ibu-ibu yang mau blanja monggo, jd ngga melulu harus ke toko souvenir buat oleh2, hehehehe. Tapi kalau  yang ini ngga ada tulisan New Zealand nya yah….JJ
      Oh iyah, sewaktu saya jalan sempat melihat penginapan untuk backpacker, ada Nomads Auckland Backpackers Hostel, Queen Street Backpakers, Surf n Snow Backpakers. Untuk referensinya saya ngga tau, bisa check di agoda atau booking.com. Untuk makanan kalau mau murah, biasanya ada beberapa kios di daerah pertokoan ato di supermarket kalau sudah siang ato sore makanan di diskon (sepertinya di semua negara juga sebagian besar ada diskon kalo sudah sore ato malem).
      hmmm, apa lagi yah, saya hanya sempat eksplor Auckland sedikit, semoga tulisaan ini bermanfaat.
      Next time ada berkat bisa kesana lagi, agak lama dan pengen keliling NZ pake campervan, doain yaaah, abis seru baca-baca yang pake campervan, no wonder mereka masak di campervan, abis murah daging dan sayuran, laper makan buah juga murah. J
      Terimakasih sudah membaca.
      Fell free to ask
      Mpit.
       
       
    • By Soul Seeker
      Pertama kali, terima kasih banyak buat mas @deffa buat kaus Jalan2 nya..... barang sudah diterima dengan aman dan sempurna di rumah. 
      Sesuai janji sebelumnya untuk buat FR, maka hari ini saya coba sharing pengalaman ke Dubrovnik pada bulan Juli 2017 kemaren. 
      Perjalanan ke Dubrovnik kebetulan salah satu perjalananku yang tidak direncanakan pada bulan Juli 2017.
      Setelah selesai urusan kantor yang membosankan selama seminggu di Paris, pada saat makan malam dengan teman, tiba2 di layar monitor TV muncul iklan Game of Thrones (GOT) dan pembicaraan kami pun beralih tentang GOT.
      Kalo yang belom tau GOT, serial ini termasuk 18++ ya, jadi jangan nonton bersama anak kecil atau pasangan tak resmi !!!! 
      Surprisingly teman ini bilang kalo kebanyakan setting King's Landing di GOT itu ada di sekitar Dubrovnik dan kebetulan juga dia tinggal di sana.
      Secara spontan, dia langsung ngusulin bagemana kalo maen2 ke tempatnya dia.
      Tanpa pikir panjang walau sedikit shock, malam itu juga kami cari ticket untuk pergi ke sana menggunakan LCC Flight EasyJet.
      Urusan visa juga dicek, dan sangat kebetulan sekali, visa Schengen bisa digunakan untuk masuk Crotia.
      Untungnya lagi kebetulan dapat direct flight yang ticket yang lumayan murah (160 Euro pp), jadi malam itu juga kami packing untuk siap2 berangkat besok paginya dan stay di sana untuk 2 hari saja.
       
      DAY 1 - DUBROVNIK
      Penerbangan ke Dubrovnik menggunakan EasyJet berangkat jam 6.55 pagi dari airport Paris Orly dan waktu tempuh yang dibutuhkan sekitar 2.5 jam.
      Jadi jam 4 pagi udah bangun, cek out dan langsung ngacir pake Uber ke airport.
      Untuk penerbangan EasyJet, check in harus dilakukan sebelumnya by online, sehingga di airport tinggal drop bagage aja kalo perlu.
      Sempat was2 sebenarnya kalo aja ada isu, karena emang semuanya serba last minute, tapi syukurlah, semuanya berjalan lancar.....
      Sesampainya di Dubrovnik, udara hangat bulan Juli langsung menyambut semua pendatang yg turun dari pesawat.
      Sekilas melihat sekitar airport, landscapenya berbukit dan tanamannya pun khas tanaman yang tumbuh di savana, jadi sedikit mirip dengan kontur di Yunani utara.

      Dari airport, sempat browsing2 dulu (free wifi) bagemana cara ke kota dan akhirnya bisa tau kalo ada Shuttle Bus yang secara reguler berangkat dari airport ke Dubrovnik Old Town dengan biaya 40 Kuna (1 Kuna sekitar 2150 rupiah).
      Shuttle bus ini lokasinya agak di luar, ada tulisan ATLAS di depannya, jadi kalo mo hemat, ngga perlu naik taxi, coba liat aja counter bus ATLAS dan beli ticketnya di situ sekaligus nanyain di mana mesti nunggu.
      Nah nanti kalo busnya udah datang, tinggal masuk, cari duduk dan nungguin supirnya meriksa tiket aja..... penting di sini, kalo udah di dalam bus, ngga bisa bayar tiket, jadi harus balik lagi ke counter busnya untuk beli tiket.
      Karena frekuensi busnya cuma setiap 30 menit, kalo mesti balik lagi ke counternya, biasanya bus udah keisi penuh dan berarti harus nunggu 30 menit lagi untuk bus
      selanjutnya.
      Perjalanan menggunakan bus ke Old Town butuh sekitar 45 menit, dan terus terang pemandangannya bener2 bagus, jadi usahakan cari tempat duduk di sebelah kiri (kalo menghadap depan), karena di sebelah kirilah nanti pemandangan lautnya.


      Di Dubrovnik, bus nya persis berhenti di gerbang Old Townnya dan semua penumpang harus turun di sana.
      Kebetulan karena kami berdua mutusin tinggal di hostel aja (soalnya rumahnya agak jauh dari Old Town), jadi kami melanjutkan dengan bus lokal untuk cek in di hostel
      dan ninggalin bagasi dulu di hostelnya. 
      Kami kebetulan milih Hostel 365 for U dengan biaya 68 Euro untuk 2 malam per orang; hostel ini cukup baru dan bersih, dan kamarnya berisikan 6 tempat tidur.
      Setelah drop bagasi, barulah kami berangkat lagi ke Old Town menggunakan bus lokal.
      Di Dubrovnik ada 10 jalur bus dengan biaya 12 kuna per trip atau bisa menggunakan tiket harian sebesar 30 kuna.
      Nah... karena saya yakin bakal sering pake bus, makanya kami beli tiket harian aja.
      Sesampainya di Old Town Dubrovnik, kami pun menyusun agenda hari ini untuk keliling Old Town aja.
      Perjalanan dimulai dari menyisiri dinding benteng yang melingkari seluruh kota tuanya.


      Untuk menikmati pemandangan dan menyisiri seluruh benteng kota tuanya, butuh sekitar 3-4 jam.
      Saran saya, untuk menyiapkan botol air sebelum naik ke bentengnya karena di atas tempat jual air tidak terlalu banyak dan kontur bentengnya akan sering naik turun dan
      menguras banyak keringat.
      Selama menyusuri benteng kota tuanya, banyak sekali spot2 yang familiar bagi penggemar GOT, jadi siapkanlah kamera untuk mengambil gambar sebanyak mungkin !!!
      Di atas benteng kotanya juga ada tempat makan, jadi kalo mau istirahat sambil makan siang, pilihannya ada.
      Es krim juga banyak ditawarkan di sana, karena emang summer bulan Juli, terasa agak panas di sana.




      Setelah puas mengitari kota tua lewat bentengnya, barulah kami mulai menyusuri bagian dalam kota tuanya.
      Kota tua Dubrovnik, bener2 terjaga dan tertata dengan saat baik dan suasana medieval zaman pertengahan memang terasa kental sekali kalau kita menyusuri kota tuanya.
      Di sana juga kita bisa meminta peta secara gratis dari Departement Pariwisatanya sebagai acuan untuk melihat spot2 mana saja yang akan dilalui.
      Untuk menyusuri kota tuanya secara detail, ini membutuhkan 3-4 jam juga.

      Tak terasa setelah puas menyusuri kota tuanya, kami baru sadar perut tiba2 udah keroncongan.
      Ya pas lah, jam 8 malam, aktifitas malam dengan banyaknya restoran di kota tuanya juga bisa dikunjungin.
      Overall rasa makanan di sana sih sedang2 aja.... tapi yang pasti harga makanan di kota tuanya bener2 mahal coy.... :)
      Setelah selesai makan, kami pun pulang ke hostel untuk beristirahat.
       
       
      DAY 2 - LOKRUM, MOUNT SRD, FORT LOVRIJENAC
      Jam 7 pagi kami pun bangun dan segera mandi untuk menghindari antrian di hostel.
      Kebetulan malam sebelumnya juga kami kurang nyenyak tidurnya karena ada satu penghuni yang ngoroknya gede banget
      Jadi ya udahlah, mending bangun sekalian, dan siap2 untuk hari kedua.
      Untuk hari kedua, agenda utamanya kami akan menuju Lokrum, salah satu pulau yang bisa ditempuh selama 30 menit dari Dubrovnik.
      Lokrum juga menjadi salah satu tempatnya Game of Thrones, di sinilah singgasana Iron Thrones itu berada.
      Jam 8 pagi, setelah makan pagi, kami pun langsung berangkat ke Lokrum.
      Kapal menuju Lokrum bisa ditemui di kota tua Dubrovnik dengan biaya 40 kuna one way.
      Perjalanan ke sana betul2 menyenangkan karena airnya ternyata jernih banget, jadi ikan2 bener2 keliatan kalo kita duduk di bagian tepi kapalnya.



      Sesampainya di Lokrum, kami pun segera menuju ke counter Departemen Pariwisatanya untuk meminta peta Lokrum.
      Setelah melihat peta, ternyata Lokrum tidak besar2 amat, jadi kami perkirakan sekitar 3 jam kami sudah bisa menyelesaikan trip ini.
      Lokrum ini merupakan tempat bekas biara pada zaman dulu, dan masih banyak peninggalan gereja2 tua yang digunakan para biarawan untuk menyepi dan berdoa di zaman dulu.
      Di sini, saya baru sadar ternyata banyak burung merak liar di seluruh penjuru pulau.
      Sebagai orang Indonesia, udah sering dong liat Merak, cuma bagi bule2, populasi Merak ini merupakan salah satu daya tarik tersendiri di Lokrum.
      Pulau ini juga dikelilingi karang2 terjal di semua penjuru pulaunya.
      Jadi viewnya juga betul2 menarik untuk diexplore dan difoto tentunya.
      Di salah satu spotnya, ada juga spot tempat orang lokal dan turis untuk mandi.
      Sempat terpikir untuk ikutan mandi, tapi karena ngga ada baju ganti ya akhirnya ngga jadi deh.
      Setelah puas muter2 Lokrum, akhirnya kami pun balik ke Old Town Dubrovnik menggunakan kapal ferry yang sama.



       


      Di tengah perjalanan balik dari Lokrum, keliatan lumayan banyak cable car menuju salah satu puncak bukit.
      Menurut teman, nama bukit itu Mount Srd dan di bukit itulah spot terbaik untuk melihat seluruh Dubrovnik dan dia pun menyarankan untuk pergi ke sana.
      Tanpa pikir panjang, aku pun menyetujui dan langsung menuju pos cable carnya sesampainya di Dubrovnik.
      Biaya untuk cable carnya sekitar 140 kuna untuk pulang balik.
      Antrian untuk cable car sih lumayan panjang, jadi kalo mo ke sini, kayaknya yang terbaik sih di pagi hari.
      Trip di cable carnya sendiri sekitar 15 menit, dan lereng pendakiannya lumayan curam, jadi betul menantang lah proses ke atasnya :)
      Sewaktu sampai ke atas, baru keliatan pemandangan Dubrovnik dan laut sekitarnya yang bener2 aduhai.......
      Di atas sini, ada restoran mahal tempat pasangan2 romantis makan malam sambil meliat sunset di ufuk barat.
      Kebetulan karena ngga ada pasangan, jadi ya acara sunset kami putusin diskip aja :)
      Di atas sana, angin yang berhembus cukup kuat, jadi sebaiknya membawa jaket yang cukup.
      Kami di atas sana tinggal selama 2 jam untuk makan siang (fast food) sambil menikmati pemandangan sebelum kami turun lagi ke Old Town.


      Seterusnya kami pun melanjutkan tour ke Fort Lovrijenac, yang di GOT merupakan salah satu gerbang King's Landing.
      Untuk ke fort ini, kita bisa menggunakan tiket yang sama pada saat naik dinding benteng kota tua, jadi jangan hilang ya tiketnya.
      Perlu waktu sekitar 30 menit jalan santai sambil mendaki bukit dan foto2 ke fort ini.
      Jadi sekali lagi, butuh persiapan air minum yang cukup, karena di tower ini ngga ada orang jual air.
      Di tower ini sendiri, sebenarnya ngga ada apa, hanya peninggalan tower kosong, tapi view Old Town dari sini betul2 indah.



       
      Setelah puas ngambil foto dan memutari tower ini, kami pun kembali kota tua untuk makan malam terakhir dan tentunya melakukan acara wajib.... cari oleh-oleh !!!
      Sekitar jam 10 malam pun kami balik ke hostel untuk beristirahat dan packing untuk saya siap pulang besok pagi jam 10 untuk penerbangan balik ke Paris dilanjutkan ke
      Jakarta malamnya.
      Secara keseluruhan..... Dubrovnik salah satu tempat yang layak dikunjungi untuk menikmati suasana kota2 zaman pertengahan.
      Dan tentunya jika kamu2 sekalian penggemar2 Game of Thrones, tempat ini adalah salah satu tempat yang harus dijelajah.
      Sekedar referensi untuk liat perbandingan gambar reality Dubrovnik vs gambar movienya Game of Thrones, bisa dilihat di sini  atau di sini.
      Buat GOT fans pasti udah hapal dong dengan opening songnya....
      Sekian sementara sharing FR tentang Dubrovnik !!! 
       
       
    • By Santi Fitrianingsih
      Perjalanan ke Warnambool, Country site of Melbourne ( please visit this city, if u please J)
      Sampai juga di Melbourne airport. Waktu sudah jam 8 pagi,,,,wuuussshh angin dinginnya brrrrr….sampai di airpot, kita sudah dijemput sama teman teman kita di sini, namanya Ian dan Marja, saya pikir kita langsung ke city of Melbourne, eeeh ternyata kita di bawa kaboooorrr dari Melbourne.  Jadi ceritanya kita akan munuju countrysite Melbourne namanya Warnambool. Menempuh kurang lebih 3 - 4 jam dari Melbourne aiport ke Warnambool. Dalam perjalanan ke warnambool, setelah 1 jam lebih, kita berhenti di satu daerah namanya Steiglitz, di daerah ini ada kota tua yang sudah tidak berpenghuni, ditinggalkan begitu saja oleh orang2 nya, abandoned city, menurut sejarahnya, dikatakan bahwa dulu orang2 membuka daerah ini untuk tambang emas, tapi lama mereka tidak menemukan emasnya…bukan Ballarat yah, kalau ballarat, memang tambang emas zaman dulunya.


      lihat gabarnya hampir tidak ada orang, karena memang seperti kota Steiglitz yang di tinggalkan.
      Lanjut lagi dari Steiglitz ke arah Meredith, dan ini waktunya makan siang, isi perut dulu sebentar, kita makan pie brokoli, dan pie jamur, sama minum the, uenaaaaaaaaakk (atau saking laparnya) ….ga tau restoran apa itu, café pinggir jalan….. Hehehe…lupa foto juga, akhirnya foto di pinggir jalan Meredith – Steiglitz ajah deh
      Pinggir jalan abis makan pie di Meredith
      Sepanjang jalan menuju countryside pemandangannya bagus, jalan mulus, sesekali (yang ternyata sering kali) kita temukan pelangi JJ dan jarang sekali kami berpapasan dengan mobil, tidak ada lampu lalu lintas, no polisi, penduduknya pun jarang terlihat, yang ada malah sapi, dan domba di hamparan lapangan yang sangaaaat luas dan hijau.

      Heading to Warnambool, ada apa sih di Warnambool. Sebenarnya kita ke Warnambool ini untuk stay one nite sebelum besok rencana menyusuri Great Ocean Road dan balik ke Melbourne city. Yuk kita lihat di Warnambool ada apa….
      Check in dulu di Best Western Tudor Motor Inn, small hotel tapi asyik, kamar standart, dan bersih. Terletak di 519 Raglan Parade, Warnambool, pasti langsung ketemu gampang di cari, rate nya sekitar Rp. 900.000,00 – 1.000.000 an juta/malam.  (breakfastnya enak, dan porsinya buesaaarr hahaha).

       Ngapain yah, yuk taruh barang, trus kita jalan sekitar hotel, yup waktu menunjukkan hampir pukul 5 sore. Dan….wow mereka kebanyakan tutup jam segitu…..doenk. Yo  wis kita jalan jalan keliling warnambool ajah deh….dan bener donk sepiiiiiiii……astaga mendekati matahari terbenam sama sekali ngga ada orang di kota kecil ini persis kaya kota mati dan kita berlima masih keliling-keliling fofotoan…. Di bawah ini tampak sisi kotanya, banyak mobil parkir tapi orangnya hilang entah kemana. JJJ

      Cantiknya kota kecil ini, bersih, rapi, ga ada sampah, hanya daun daun jatuh saja yang megotori jalan, tentu saja karena ini musim gugur. Selalu ada Art n Gallery dan library walaupun di kota kecil, suka deh,,,,,take a pic dulu aaah.

      Lanjut lagi jalan menuju salah satu  ujung kota, Danau Pertobe, melihat matahari terbenam ceritanya…..viuuuh jauh juga. Sebenernya ada 1 site pantai tempat orang biasa lihat ikan paus, tapi agak jauh, bentar apa yah namanya Logan Beach Whale Watching Platform, tapi ngga akan keburu udah jam segini,,,,,hahaha seriusan ini ga ada orang satupun, bahkan convenient store sedikit sekali, hmmm…. baru tau kalo kota kecil di sini sampe begini.

      Di tepi danau Pertobe.
      Nikmati suasana musim gugur di negeri orang, good scenery, n enjoy the beauty of Warnambool sembari nunggu restoran buka jam 7 untuk makan malam…..dan bener dong … jam 7 teng restoran buka dan orang orang mulai keluar dari rumah itu juga bagi yang ingin makan di luar atau pergi ke bar. Saya sama sekali tidak melihat anak anak begitu sampai kota kecil ini. Aktivitas restoran juga tidak begitu lama setelah selesai makan malam, ngobrol sebentar dan pulang. Kecuali bar mereka buka sampai tengah malam.
      Amazing yah, masyarakat di sini, mereka benar-benar  tutup 2 jam (jam 5 sampai jam7) untuk istirahat, berkumpul dengan keluarga, atau bagi restoran ya bisa prepare untuk dinner.
      Untuk makan malam kali ini kami berlima memilih makan steak, setelah itu, back to hotel n tidur, karena beberapa dr kami lumayan jetlag.
      Zzzzz, siap siap besok pagi Great ocean road, silahkan baca postingan saya selanjutnya di 4 pitstop in Great Ocean Road.
      Terimakasih sudah baca yah, semoga berguna, feel free to ask.
      Mpit.