Sign in to follow this  
Alfa Dolfin

Berbagi Kisah & Makna “Dodol Cina”

2 posts in this topic

No...no... “dodol Cina” tidak ada dalam literatur makanan khas asli Tionghoa. Hanya sebutan lain agar lebih meng-Indonesia untuk yang namanya Kue Keranjang. Tapi ngga salah juga jika ada yang menyebut “dodol Cina”. Alasannya, kekenyalan-nya mirip dodol garut.

Kue Keranjang.jpg

Rupa kue Keranjang

Berawal dari kebiasaan Oma yang sekarang sudah almarhum menjelang Imlek selalu membuat Kue Keranjang. Oma-ku bersama keluarga besarnya kebetulan berasal dari Cina Daratan. Namun sejak lahir dan kenal Oma, tidak pernah di biasakan memanggil menggunakan sebutan “popo”, sebutan untuk nenek dari mama. Konsekuensi Oma menikah dengan opa-ku yang notabene pribumi dari bumi Kawanua (Manado), anggota KNIL, otomatis hak kesulungan, ke-cina-annya di gugurkan oleh saudara-saudaranya. Jadilah kami di biasakan menggunakan sebutan “oma”.

Meski setelah menjadi pribumi saat tertentu khususnya di tahun baru Imlek selalu melakukan tradisi untuk mengenang leluhurnya. Tradisi yang paling di sukai Oma adalah membuat Kue Keranjang. Membuat sendiri sampai siap saji, tidak mau beli. Setelah jadi lalu di bagikan ke anak-anak, cucu-cucu, saudara-saudara, termasuk tetangganya. Selalu berpesan : “makan ya, supaya bisa kaya”. Wah masih anak-anak di suguhi kue enak sambil di doak-kan agar banyak uang, siapa ngga senang ya....hahaha.....:rate

Aslinya di Cina Daratan bernama Nian Gao. Dalam dialek Hokkian Ti Kwee. Artinya, kue yang rasanya manis yang di buat setahun sekali saat menjelang tahun baru Imlek. Ternyata ada mitosnya kenapa di namakan begitu.

Alkisah ada hewan raksasa bernama nian yang karena kelaparan mendatangi kampung penduduk. Tujuannya ingin mencari makan. Mahluk apa saja akan di makan termasuk manusia. Ngeri khan. Lalu ada pemuda yang pintar masak berusaha meracik kue dari tepung dan gula untuk diberikan ke Nian tadi. Setelah kue jadi di letakan di depan rumah. Nian datang menyantap setelah kenyang, pergi. Aman..selamatlah...warga kampung tersebut. Untuk menghormati jasa si pemuda maka dierilah nama Nian Gao.

Itu mitos lho. Faktanya karena di buatnya menggunakan wadah atau cetakan berupa keranjang sehingga di masyarakat Indonesia di sebut kue keranjang. Bisa juga disebut Kue Ranjang.

Di tempat asalnya Nian Gao suka dipakai untuk sesaji saat melakukan ritual doa atau sembayang penyembahan kepada dewa-dewa, saat menjelang tahun baru Imlek. Di taruh di altar sembayang. Sampai sekarang pun masih suka melihat Nian Gao di altar vihara-vihara mana saja. Setelah 15 hari, saat hari Cap Go Meh, hari terakhir perayaan tahun Imlek, baru boleh di makan.

Kue Keranjang 2.jpg

Kue Ranjang untuk sesaji saat doa jelang hari raya Imlek

Sarat Makna

Tapi tidak melulu untuk sesaji sembayang. Karena ada keyakinan umat beragama lain yang tidak memperbolehkan menyantap makanan yang pernah di gunakan untuk sesaji. Oma almarhum karena bukan beragama Konghucu tidak pernah menggunakan untuk sesaji. Merasa oke-oke saja saat memberikan membagikan ke yang lain.

Barangkali ada di antara kita yang dapat kado kue Ranjang. Yang menerima seneng. Saat menyantap dengan nikmat, ternyata ada banyak makna-nya.

Pertama. Rasanya yang manis. Artinya suka cita, kegembiraan, berkat. Makan kue yang rasanya manis pasti lebih nikmat ketimbang pahit ya? Membagikan kue yang rasanya manis di artikan membagikan berkat dan suka cita.

Kedua. Ciri khas kue Ranjang ini kenyal, lengket, dan awet tahan lama. Makanya itu tadi suka di sebut “dodol Cina”. Artinya persaudaraan yang erat baik diantara anggota keluarga dan sekeliiling kita harus tetap terjaga baik dan berlangsung lama. Jangan sampai rusuh. Atau baik sekarang, lalu karena ada persoalan terjadlah konflik akhirnya jadi musuh. :terharu

Ketiga, bentuknya harus bulat. Dipadukan kondisi yang tahan lama tadi, artinya rasa kekeluargaan, persaudaraan, kerukunan, yang sudah terjadi tetap terus terbina secara abadi tanpa mengenal waktu. Terus berlanjut tanpa mengenal batas ujung.

Menilik Oma waktu masih ada, meski sudah berada di luar keluarga besarnya karena menikah sama pribumi, masih suka mengunjungi saudara-saudaranya yang tinggal di Cimahi. Oma yang samperin langsung. Padahal sebagai anak sulung oma-lah yang harus di kunjungi. Tapi begitulah keadaannya. Ngga apa-apa. Meski sudah di “out”kan masih punya rasa persaudaraan bersama adik-adik-nya. Tetap merindukan duduk satu meja, makan sama-sama, saling canda melepas kangen. Wuiiihhh...jadi terharu nich....hahaha..... Ya itulah salah satu momen yang di wujudkan di hari raya Imlek. :tercengang

Ke-empat. Ternyata bikin kue Ranjang lama, ngga sebentar. Bisa seharian lho. Paling lama 8 jam. Normalnya 10-12 jam. Sampai disini masih memiliki arti, yaitu sabar...sabar....dalam menghadapi berbagi persoalan. Tetap tegar, fokus, konsentrasi, berpikir positif dalam meraih cita-cita.

Kelima, Kalau tadi disebutkan bikin-nya lama, sekarang saat membuat harus ekstra hati-hati. Memang sich dengan menggunakan wadah cetakan keranjang, dengan gula, hasilnya pasti bulat dan manis. Tapi...tunggu dulu. Kalau ngga hati-hati hasilnya malah pucat, ngga kenyal. Kalau sudah begini apa enak untuk di santap. Karenanya bikinnya harus hati-hati, ada “prosedur”nya entah seperti apa SOP-nya...hahaha....:senyum

Maknanya, dalam bergaul agar terhindar konflik apalagi sampai permusuhan harus hati-hati menjaga tutur kata dan tindakan. Demikian juga saat menghadapi berbagai persoalan hadapi dengan tenang, jauhi sikap emosi, fokus mencari jalan keluar yang terbaik.

Ke-enam. Tampilan kue Ranjang terlihat sederhana. Tidak pernah melihat ada hiasan atau asesoris yang bertujuan idah. Setelah jadi cukup di bungkus daun atau kalau sekarang plastik. Maknanya, jangan menghindari kesederhanaan dalam menjalani hidup sehari-hari.

Semangat bisnis cari uang, rejeki, sebanyak-banyak-nya ngga keliru. Namun harus hati-hati jangan sampai menjadi seorang yang ambisius, egois. Menahan diri dengan gaya hidup mewah, materialisme, yang tujuannya mendapat sanjungan. Tetaplah mengedepankan kesederhanaan. Seperti Pak Jokowi aja contohnya. Meski sudah jadi RI-1, kalau pulkam di luar acara kenegeraan naik pesawat duduk di kelas ekonomi. Lho kog contohnya jadi kesana....hahaha...

Ketujuh. Kue Ranjang itu awet dan tahan lama. Bisa dimakan langsung fresh from the oven, atau di diam dulu baru beberapa hari dimakan. Artinya, jadilah manusia yang berguna yang tidak sementara waktu. Terus berkarya, memberikan manfaat, sampai ajal menjemput.

Kedelapan Selamat menikmati kue ranjang. Semoga saat bersantap kita juga di-ingatkan makna indah dari kue yang sederhana ini. Gong Xi Fat Cai. Selamat tahun baru Imlek bagi yang merayakan.

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Ngakunya traveler
      Imlek lebih seru di Semarang! Yuk saksikan perayaan imlek terseru disemarang!
      6-9 februari 2016
      Kita akan mengunjungi :
      - klenteng & masjid sam poo kong
      - lawang sewu
      - brown canyon
      - gereja blenduk
      - masjid agung
      - gedung komedi marabunta
      - kota lama
      - semarang contemporary art gallery
      - pagoda watugong
      IDR 480k
      Dp 50%
      Pelunasan s/d 31 januari
      Meeting point di Stasiun Semarang Poncol jam 07.00 pada tanggal 7 Februari 2016.
      Include :
      - penginapan
      - retribusi tempat wisata
      - transport selama perjalanan
      - tour guide & trip leader
      Exlude :
      - makan
      - transport menuju meeting point
      - pengeluaran pribadi
      Untuk keberangkatan bersama dari jakarta bisa hubungi contact person kami
      Ini dia Itinerary untuk Trip ke Semarang
      Day 1 sabtu 6 Feb '16
      Berangkat menuju semarang
      Day 2, minggu 7 Feb '16
      07.00 meeting point di St. Besar Semarang
      07.30 Berangkat menuju Brown Canyon
      08.10 tiba dan eksploring Brown Canyon
      09.10 Selesai mengeksplor Brown Canyon dan menuju Vihara Buddhagaya Watugong
      10.00 Tiba dan menikmati keindahan pagoda terbesar di Indonesia
      11.00 menuju Masjid Agung
      12.00 Eksploring Masjid Agung melihat keindahan arsitektur merasakan restoran yang bisa berputar 360 derajat di menara masjid, sholat, dan makan siang
      14.30 Menuju kawasan kota lama
      14.40 Tiba di kawasan kota lama menikmati eksotisme little netherland. eksploring gereja blenduk, gedung komedi marabunta, dan gedung contemporary art gallery
      17.15 menuju homestay di kawasan pecinan, bersih2 dan istirahat
      18.30 merasakan atmosfer malam imlek yang meriah di pasar malam kawasan pecinan, dan makan malam di warung semawis
      Day 3, senin 8 Feb '16
      06.00 Sarapan pagi
      07.00 Menuju Sam Poo Kong
      07.30 menyaksikan kemeriahan perayaan imlek di klenteng Sam Poo Kong yang merupakan tempat persinggahan Laksamana Cheng Ho
      10.30 Menuju Lawang Sewu
      11.00 Tiba dan eksploring Lawang Sewu lalu makan siang dan sholat
      13.15 Menyusuri jalan pandanaran yang merupakan tempat untuk membeli oleh oleh khas semarang
      02.15 Selesai menjelajahi Semarang, dan kembali pulang kerumah masing-masing.

      untuk pendaftaran silahkan hubungi:
      - pracetyo 08179115377
      - putri 085697821485
      - kiki 081510035016[

      more info at instagram @ngakunyatraveler & fb page Ngakunya traveler







    • By vie asano
      Nggak kerasa sebentar lagi perayaan Tahun Baru Imlek (yang untuk tahun ini jatuh pada tanggal 19 Februari 2015) akan segera tiba. Mungkin di antara Jalan2ers, khususnya yang berasal dari suku Tionghoa, banyak yang sudah bersiap-siap mudik untuk merayakan Imlek bersama keluarga. Sedangkan bagi mereka yang hobi traveling, perayaan Imlek berarti adanya kesempatan untuk melakukan wisata Imlek.
       
      Perayaan Imlek memang identik dengan pernak-pernik dan tradisi yang khas, mulai dari pembagian angpau dari mereka yang lebih tua pada yang lebih muda maupun belum menikah, kunjungan pada kerabat dan teman, hingga berbagai pertunjukan hiburan seperti Barongsai dan Liong. Tak heran jika perayaan Imlek sangat menarik untuk disaksikan oleh mereka yang nggak merayakan Imlek sekalipun. Nah, jika kalian tertarik melihat-lihat seperti apa sih kemeriahan perayaan Imlek, nggak usah jauh-jauh pergi ke luar negeri. Beberapa kota di Indonesia juga memiliki perayaan Imlek yang meriah lho, dan akhirnya populer sebagai tempat wisata Imlek. Jalan2ers yang ingin melakukan wisata Imlek, main ke tempat-tempat berikut ini yuk!
       
      Jakarta
      Klenteng dan Pasar Petak Sembilan
       

      Kelenteng Jin De Yuan di Petak Sembilan, via Jakarta.go.id 
       
      Jakarta memiliki banyak sekali klenteng, namun salah satu yang paling populer dan telah berusia cukup tua adalah Klenteng Petak Sembilan yang ada di daerah Glodok. Klenteng ini memiliki pintu utama berbentuk gapura naga merah, dan bangunan utamanya pun didominasi warna merah dengan hiasan naga di bagian atapnya. Salah satu ciri khas dari klenteng ini adalah adanya lonceng buatan tahun 1825 yang kabarnya merupakan lonceng tertua dari seluruh klenteng yang ada di Jakarta.
       
      Untuk melengkapi wisata Imlek kalian, sempatkan juga untuk mampir ke Pasar Petak Sembilan yang lokasinya ada di seberang pusat elektronik Glodok. Pasar ini selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat Tionghoa menjelang perayaan Imlek untuk berbelanja berbagai pernak-pernik dan makanan khas Imlek. Jadi, nggak heran jika pasar ini dipenuhi dengan hiasan khas Imlek dan memiliki nuansa Imlek yang sangat terasa dibanding pasar lainnya.
       
      Bogor
      Klenteng Hok Tek Bio
       

      Klenteng Hok Tek Bio, via aryani_yani/kompasiana    
       
      Klenteng yang juga bernama Vihara Dhanagun ini terletak di Jalan Suryakencana no 1, Bogor. Walau nggak tepat berada di pinggir jalan, klenteng tertua di Bogor ini dikenal sebagai pusatnya perayaan Imlek dan Cap Go Meh di kota Bogor. Biasanya, pada momen kedua perayaan tersebut akan digelar banyak pertunjukan kesenian Tionghoa dan juga pertunjukan seni budaya lokal yang dilangsungkan dengan meriah, sehingga banyak menarik perhatian wisatawan domestik yang berasal dari kota sekitarnya seperti Depok, Sukabumi, Cianjur, dan Bekasi.
       
      Semarang
      Klenteng Sam Poo Kong
       

      Klenteng Sam Poo Kong, via panoramio 
       
      Pernah mendengar tentang kisah Laksamana Cheng Ho (atau Zheng Ho alias Sam Po Tay Djien)? Laksamana yang berasal dari Cina dan dikenal sebagai petualang tersebut dulu mendarat di Semarang, dan bekas petilasannya itu lantas dijadikan sebuah klenteng. Klenteng Sam Poo Kong ini terletak di sebelah Barat Daya kota Semarang, tepatnya di daerah Simongan; dan dibangunan klenteng ini banyak terdapat patung Sam Po Tay Djien. Menjelang perayaan Imlek dan Cap Go Meh, di klenteng yang juga disebut sebagai Klenteng Gedong Batu ini kerap diadakan berbagai pertunjukan rakyat dan wayang kulit, dan tentu saja diramaikan dengan kehadiran pedagang yang menjajakan berbagai panganan khas kota Semarang.
       
      Singkawang, Kalimantan Barat
      Kota Seribu Klenteng
       

      Vihara Tri Dharma Bumi Raya di Singkawang, via Wibowo Djatmiko/wikipedia 
       
      Singkawang dikenal sebagai Kota Seribu Klenteng karena kota ini memang memiliki banyak klenteng dan vihara. Jadi nggak heran jika kota ini menjadi salah satu destinasi wisata Imlek utama di Indonesia. Setiap kali perayaan Imlek dan Cap Go Meh digelar, selalu ada event besar yang diadakan di kota ini, mulai dari pawai kendaraan hias, lomba hias lampion, berbagai pertunjukan seni, dan lain sebagainya.
       
      Bangka
      Phak Khak Liang dan Vihara Dewi Kwan Im
       

      Pha Khak Liang, via babel.kemenag 
       
      Bangka juga dikenal sebagai salah satu destinasi wisata Imlek. Yang paling populer adalah Phak Khak Liang dan Vihara Dewi Kwan Im. Phak Kak Liang terletak di Belinyu, yaitu kira-kira 57 kilometer dari Sungailiat. Tempat ini dulunya merupakan tempat penambangan timah yang akhirnya diubah menjadi obyek wisata yang kental dengan nuansa Cina. Sementara Vihara Dewi Kwan Im lokasinya lebih dekat ke kota Sungailiat karena hanya berjarak sekitar 15 kilometer saja, tepatnya di Desa Jelitik. Baik Phak Kak Liang dan Vihara Dewi Kwan Im, kedua tempat tersebut memiliki nilai historis, sehingga keduanya pun cukup populer sebagai obyek wisata diluar waktu perayaan Imlek.
       
      Tegal
      Klenteng Tek Hay Kiong
       

      Klenteng Tek Hay Kiong, via handoyohuang.blogspot 
       
      Klenteng Tek Hay Kiong ini menjadi destinasi wisata Imlek favorit di Tegal. Usia klenteng ini memang sudah cukup tua, yaitu kira-kira 318 tahun. Klenteng Tek Hay Kiong rutin menggelar acara tahunan seperti mengadakan upacara Sejit Tek Hay Cin Jin untuk merayakan kedatangan Kong Co Tek Hay Cin Jin (utusan dagang dari Tiongkok yang akhirnya disembah sebagai Dewa Pelindung) ke Tegal. Jadi nggak heran jika perayaan Imlek pun dirayakan dengan cukup meriah di Klenteng ini.
       
      Banten
      Vihara Avalokitesvara
       

      Vihara Avalokitesvara, via infopublik 
       
      Vihara ini merupakan vihara tertua di Banten, yang konon sudah dibangun sejak abad ke-16. Uniknya, pemrakarsa pembangunan vihara ini adalah Sunan Gunung Jati yang dikenal sebagai salah satu dari sembilan wali penyebar agama Islam di Indonesia. Vihara yang melayani 3 kepercayaan sekaligus, yaitu Kong Hu Cu, Taoisme, dan Buddha ini memiliki luas total 10 hektar; dan populer dikunjungi oleh wisatawan domestik diluar/saat perayaan Imlek dan Cap Go Meh. 
    • By Stefanus Sanjaya
      Terkait dengan saat ini yang masih masa Imlek tahun kuda kayu, maka pada hari raya Imlek yang lalu saya mencoba merasakan dan menyaksikan bagaimana sih perayaan Imlek di Bali. Pada malam Imlek tanggal 30 Januari 2014 diadakan pawai barongsai keliling di area sekitar Jl. Blambangan dan Jl. Raya Kuta. Suasananya sangat meriah. Lalu pada tanggal 31 Januari tepat di hari raya Imlek, saya menuju ke Kelenteng Ling Ii Miao untuk melihat umat bersembahyang Imlek, walau sesungguhnya Imlek itu bukan hari raya terkait agama tertentu. Di Kelenteng Ling Ii Miao yang terletak di daerah Tanah Kilap, Pemogan, Denpasar Selatan, saya menemukan akulturasi budaya dan agama yang sangat indah antara budaya Hindu-Buddha. di sini banyak umat yang bersembahyang dengan menggunakan pakaian adat Bali lengkap. Lalu di depan masing-masing patung Dewa, selain ada hio juga ada canang lengkap dengan sesajen yang biasa dilakukan umat Hindu Bali. Lalu setelah umat selesai bersembahyang, ada semacam Pemangku yang memercikan air suci 3x dan menempelkan beras di dahi umat. Dan yang paling unik, di dalam kelenteng ini terdapat pelinggih dan pura yang biasa digunakan sembahyang umat Hindu Bali. Sungguh suatu perpaduan yang sangat unik dan indah. lambang toleransi yang luar biasa. Saya rasa di luar Bali sangat jarang ada tempat ibadah yang di dalamnya ada tempat ibadah agama lain.

       
      Selain di Kelenteng Ling Ii Miao,tempat ibadah yang juga unik seperti ini di Bali adalah Pura Dalem Balingkang di desa Pinggan, Kintamani, dimana di dalam pura terdapat kelenteng untuk menghormati putri Kang Cing Wie permaisuri raja Bali Sri Jayapangus, sehingga di pura ini umat Hindu dan Kong Hu Cu bersembahyang bersama. Juga ada Pura Langgar di desa Bunutin, Bangli dimana di dalam pura ini terdapat musholla untuk shalat, sehingga di pura ini umat Hindu dan Muslim bersembahyang bersama.
       
      Setelah siang sampai sore menyaksikan atraksi barongsai di mall Bali Galeria, maka sorenya saya menuju kelenteng Tanjung Benoa. kelenteng ini terletak persis di pinggir pantai Tanjung Benoa dan penuh dengan lampion merah.
    • By redocean
        Liburan Imlek sebentar lagi tiba. Untuk temen2 jalan2ers yang merayakan, Selamat Hari Imlek :) Untuk yang kebagian libur, boleh aja ikut merasakan euforia Imlek di Indonesia.    Indonesia negara majemuk. Banyak etnis dan budaya yang berkembang di sini. Salah satunya Cina. Kita pasti sadar kan, banyak banget orang2 Cina di sekitar kita, termasuk klenteng-klentengnya. Kalau saya pribadi, suka aja melihat kemeriahan Imlek. Dengan dominasi warna merah, rasanya Imlek berkesan sangat istimewa.   Apa yang seru dari perayaan Imlek di Klenteng? Biasanya ada tarian Barongsai yang jadi pusat perhatian. Ada juga petasan-petasan yang semakin meramaikan suasana. Boleh ga sih kita lihat-lihat? Kebanyakan Klenteng sih boleh ya. Asaaalll... ada hal-hal yang harus dijaga. Ini beberapa hal yang harus diperhatikan ketika berwisata ke Klenteng.   1. Pakai Pakaian yang Sopan Penting. Klenteng sebagai tempat suci harus kita hormati. Perhatikan pakaian anda agar tidak menyinggung perasaan mereka yang sedang beribadah. Pakai pakaian yang sopan dan tidak berlebihan. Dicatat yoo... :)   2. Matikan Blits Kamera Pasti anda gatel ingin mengabadikan momen-momen yang berlangsung di klenteng. Tapi tunggu dulu, anda harus hati-hati dan pastikan blits kamera anda tidak menyala.   Untuk menjaga kekhusyuan mereka yang sedang beribadah, ada baiknya kita mematikan blits kamera. Baik kamera HP maupun kamera lain, lebih baik untuk tidak menggunakan blits saat memotret.   3. Boleh tanya-tanya Boleh dong tanya-tanya untuk menambah pengetahuan anda. Jika anda ke klenteng, jangan ragu bertanya banyak hal yang ingin anda ketahui. Misalnya, tulisan-tulisan Mandarin yang biasanya ada di klenteng. Anda yang belum bisa membacanya, lebih baik bertanya.   Atau anda bisa bertanya sejumlah pertanyaan lain seperti cerita dan etnis Tionghoa atau apa pun sepanjang tidak mengandung hal-hal yang menyinggung mereka.    4. Dont disturb Meski hiruk pikuk dan ramai banget ketika Imlek di Klenteng, anda sebaiknya tetap menjaga kesakralan perayaan Imlek tersebut. Saat Imlek, banyak umat yang berdoa di klenteng. Jangan sampai anda membuat suasana tidak nyaman. Berikan jarak dan ruang untuk mereka yang berdoa. Tidak berisik dan tidak grasak grusuk ketika anda ingin mengabadikan momen indah tersebut.   5. Ketahui jadwal kegiatan Untuk poin ini tentatif. Tapi biasanya, ketika Imlek, banyak kegiatan yang digelar di Imlek. Anda bisa cari tahu sehingga anda bisa memerioritaskan kegiatan apa yang akan anda datangi. Mungkin anda ingin melihat tarian Barongsai atau apa pun, anda bisa bertanya dan mencari tahu jadwalnya terlebih dahulu.   Nah, gimana? Ada yang sudah punya rencana wisata ke Imlek? Kalau di Jakarta, perayaan Imlek biasanya ramai di klenteng-klenteng seperti di Kleteng Petak Sembilan Glodok. Di klenteng ini, anda bisa melihat begitu banyak orang yang datang mengunjunginya. Bukan cuma umat yang berdoa, tapi juga mereka yang hanya ingin melihat-lihat.   Di sini memang termasuk klenteng yang terkenal di Jakarta. Banyak yang berbondong-bonding berdoa untuk kebaikan di tahun ini. Asap dupa pun bisa anda lihat memenuhi klenteng tersebut.   Salah satu yang ramai ketika Imlek ada juga di daerah pinggir Jakarta, di kampung Cina. Di sana, akan digelar pertunjukkan Barongsai dan memang berupa pasar aneka pernak-pernik bernuansa Cina. Kampung Cina Cibubur ini jadi target mereka yang mau berwisata di hari Imlek. Ada juga sejumlah wahana bermain yang menambah pilihan wisata.   Kalau di Cibubur anda bisa berbelanja, nah di Bogor bisa kulineran. Ada Klenteng tertua bernama Hok Tek Bio yang terletak di kawasan Chinatown Bogor. Di sini, akan banyak kuliner yang berjejer di sekitar klenteng.   Di wilayah lain pun banyak sekali klenteng yang bisa dikunjungi. Misalnya Klenteng Tek Hay Kion di Tegal, Phak Khak Liang di Bangka, Klenteng Tri Dharma Bumi Raya di Singkawang dan Klenteng Sam Poo Kong di Semarang.    Banyak lagi pastinya yang tidak bisa disebutkan satu-satu. Yang jelas, hormati umat yang sedang berdoa di klenteng yang anda kunjungi saat libur Imlek mendatang.    Ngomong2, libur imlek besok hari Jumat yang berarti libur panjang dongg hehhe
    • By asep2012
      Peringatan imlek di Jakarta sangat meriah, khususnya di daerah kota. Glodok. Kawasan pancoran dihiasi oleh pernak pernik khas imlek yang berwarna merah cerah. Selain itu juga terdapat peringatan2 khusus di klenteng2 Jakarta.
       
      Klenteng Toa Se Bio salah satunya. Klenteng yang terletak di kawasan Petak 9, tepatnya di Jl Kemenangan II No 48, Glodok, Jakarta Barat, melakukan adat pemandian patung2 Dewa. Pemandian itu dikenal dengan nama I Fuo.  I itu mandi dan Fuo itu dewa. Ini tradisi sudah sejak lama dan hanya dilakukan sekali dalam setahun yaitu pada hari raya Imlek.
       
      Orang yang membersihkannya juga bukan sembarangan, harus melewati beberapa ritual, Seperti harus sembahyang dahulu dan dari sehari sebelumnya harus vegetarian. Untuk Klenteng Toa Se Bio ini terdapat ratusan patung yang dicuci. Sehingga banyak menarik wisatawan untuk menyaksikan.
       
       

       

       
      Sumber: detik
    • By nonaJJ
      Hari Minggu lalu, masyarakat kita banyak yang merayakan Hari raya Imlek atau Tahun baru Cina. Nah saat momen ini ada makanan2 khas yang biasa disuguhkan. makanan2 tersebut punya makna masing-masing lho... Ini dia:
       
      Kue keranjang, ini yang paling khas kalo imlek. Diharapkan taun baru tersebut kehidupannya akan manis Mie, sesuai dengan bentuknya, dengan memakan mie diharapkan panjang umur dan selalu sehat Kue lapis legit, karena berlapis2 makan kue ini semoga rezekinya selalu berlapis-lapis Permen, ini juga agar kehidupan tahun berikutnya lebih manis Agar-agar, panganan yang kenyal2 ini diharapkan sebagai simbol hidup yang terang Kolang kaling, warnanya yang bagus membuat kolang-kaling menjadi simbol pikiran yang jernih