Titi Setianingsih

Trip Medan – Samosir – Berastagi 3H2N (10-12 Desember 2016)

23 posts in this topic

Selamat sore JJ’er,,,siapa yang belum pernah dengar kemashuran Danau Toba dan Pulau Samosirnya ? Saya yakin tidak ada, karena tempat ini sudah sangat tenar hingga ke mancanegara. Sebagai wisatawan domestic, tempat ini sudah masuk dalam wishlist, tapi baru di penghujung 2016 akhirnya baru kesampaian mengunjunginya.

Alhamdulillah, dengan matangnya persiapan untuk menuju kesini, yakin akan lancarlah perjalanannya, tentu saja karena dibantu teman2 yang ada di Medan sana. Inilah kelebihannya jika punya banyak teman, kemanapun ada yang menolong.  Jadi kami jalan2 kali ini menggunakan sistem share cost plus bonus berupa free mobil dan penginapan di Berastagi, sehingga pengeluaran total selama 3 hari disana hanya Rp. 800.000,- belum termasuk tiket pesawat PP. Mau tahu cerita selengkapnya kan ? Begini ceritanya kawan….

Hari Pertama, 10 Desember 2016

Kami berangkat dari Jakarta jam 05.00 menggunakan pesawat dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta untuk menuju bandara Kuala Namo Medan. Kurang lebih sampai sana jam 7.15, dan teman saya yang nama panggilannya Uda sudah siap menunggu disana untuk menjemput dan mengantar kami berkeliling di Sumatera Utara.

20161210_072454.jpg

20161210_072743.jpg

IMG_6838.JPG\IMG_6833.JPG

Kali ini kami hanya ber5 : Saya, Nani, Mbak Anisa, Ami dan Mbak Okati,,,

Romance Bay

Saking paginya kami berangkat tentu saja perut sudah keroncongan, mau mencari sarapan pagi sepertinya susah, sudah tengak tengok sepanjang jalan kok tidak ada yang nyantol, akhirnya kami putuskan untuk makan di daerah Perbaungan Serdang Bedagai, sekalian mau singgah ke Romance Bay Pantai Cermin, sebuah pantai yang lagi ngehit. Tempat makannya seperti Warung Padang kalau di Jakarta, penyajiannya juga sama, jadi tidak terlalu special yang penting cukup untuk memenuhi kebutuhan sarapan paginya.

Jalan menuju pantai lumayan rusak dan sempit, tapi petunjuknya sangat mudah, dan disekitar area tersebut banyak terdapat pantai2 yang dikelola oleh masyarakat setempat. Ada beberapa pantai yang ditawarkan penduduk desa tapi tujuan kami tetap menuju Romance Bay. Setelah sampai, ternyata sesuai namanya, pantai tersebut dibuat dengan hiasan2 yang sangat romantic, terdapat kelambu2 warna pink dan bentuk2 love beraneka rupa, cucok buat spot foto2 kami.

IMG_6873.JPG

IMG_6886.JPG

IMG_6883.JPG

IMG_6897.JPG

Tiket masuk wisata ini sebenarnya Rp. 35.000 per orang, tetapi karena kami hanya perlu sebentar maka kami ber6 plus mobil hanya bayar Rp. 100.000,- (Ibu2 kalau tidak menawar tidak puas rasanya).

 

 Dan setelah foto2 sepuasnya kami melanjutkan perjalanan menuju Tebing Tinggi, disana sudah ada yang menunggu, teman KJJI Tebing Tinggi. Kenapa di setiap sudut kota ada saja teman yang mencegatnya ? Karena sebelum berangkat sudah saya umumkan di facebook yang saya tag satu2 teman2 yang lokasinya ada disepanjang perjalanan menuju Danau Toba.

 Restoran India

Berkali-kali teman saya telepon, menanyakan sudah sampai mana kok lama sekali tidak sampai2, ternyata kemacetan jalan bukan hanya milik Jakarta, di Tebing Tinggipun macet panjang, tetapi karena ada kendaraan mogok rupanya, dan hal ini sudah membuat kami gelisah karena perjalanan menuju Danau Toba masih sangatlah panjang. Dan ketika saatnya sampai di Restoran India yang beralamatkan di Jl Ahmad Yani no 46 Tebing Tinggi, tempat meet up kami, sebenernya sudah saatnya makan siang, tapi karena perut masih kenyang maka kami hanya dipesankan juz martabe dan martabak serta roti cane sebagai masakan khas restoran ini. Subhanallah, enak luar biasa, dalam kondisi cuaca yang panas disuguhi juz yang super dingin, cucok aja rasanya.

FB_IMG_1482056458359.jpg

FB_IMG_1482056490477.jpg

FB_IMG_1481386966306.jpg

FB_IMG_1482056417966.jpg

Selagi asyik2nya kami melepas kangen dengan teman kami, Mbak Ayu namanya, datang lagi telepon dari teman yang ada di Siantar, yang katanya hendak mencegak kami di Jl Asahan, olala,,,,,indah sekali persahabatan ini, di-mana ada kawan yang baek,,,,Alhamdulillah.

Akhirnya selepas shalat dzuhurpun kami buru2 meninggalkan Tebing Tinggi untuk menuju Siantar. Oh ya, satu lagi teman kami yang di Tebing Tinggi batal menemui kami karena ada salah satu keluarganya yang meninggal dunia di Pematang Siantar, dan betul rupanya, ketika kami sampai di Siantar terlihat karangan bunga tanda duka cita berjejer di sepanjang jalan.

 Kopi Massa Kok Tong

Sudah kurang lebih jam 15an ketika akhirnya kami sampai di Jalan Asahan, di bilangan Megaland Pematang Siantar, tempat dimana Kedai Kopi Massa Kok Tong berada. Teman kami sudah memesan tempat di ruang yang berAC, sangat oke menurut saya interior ruangannya, serba coklat dan banyak asesories bergaya jadul, teman2 langsung pada foto2 hampir di setiap sudut kedai kopi. Hhhhmmmm pesananpun special kopi dan mie gomak sebagai menu khas disini. Saya sebagai penikmat kopi sudah tahu dari aromanya yang mantap, sangat keras menusuk hidung, pasti nendang ini kopi. Benar deh,,,ajiiibbbb dan lekkeeerrr ini kopi,,,,!!

 Saking gak percaya dengan testimoni pribadi, akhirnya saya googling deh, dan ini beberapa kesaksian dari konsumen kopi massa kok tong :

 “Dari beberapa pilihan kopi Kok Tong, kami berangkat ke Kopi Kok Tong yang berada di Megaland. Lokasinya enak, parkir luas Kebetulan kami berkunjung sekitar jam 8 malam, ternyata masih sangat ramai. Pesan kopi hitam O, dan cemilan yang beraneka rupa. Kopinya cukup keras, buat yang gak biasa ngopi disarankan memilih menu kopi lain. Tempat yang asik buat ngobrol sampai larut...”

 “Sekalinya ke kota Siantar dibawa teman nongkrong di tempat ini. Tempatnya cukup nyaman dan lokasi di tempat strategis. Minumannya banyak pilihan. Demikian juga makanannya bisa bebas memilih. Tersedia juga mie gomak yang mantap rasanya. Bolehlah utk tempat santai”.

IMG_6918.JPG

IMG_6916.JPG

IMG_6928.JPG

IMG_6948.JPG

Benar kan ? Banyak yang suka dengan Kopi Kok Tong, terima kasih kawan sudah culik kami kesini. Untuk mengisi waktu, kamipun poto2 di Kompleks Megaland, sebuah kompleks elit yang punya landscape lumayan. Kebetulan teman kami kenal pada pemilik salah satu Rumah antic disini, jadi alas an untuk bis amasuk kedalam komplek, karena kalau tamu tak diundang tidak diijinkan masuk.

Villa Dorbon Village

Sehabis foto2 kami lanjutkan perjalanan menuju Danau Toba, sempat mau singgah ke vihara terbesar di Asia Tenggara yang lokasinya di Pematang Siantar tapi sesudah sampai TKP langsung diguyur hujan lebat, akhirnya kami urungkan untuk turun, terlebih lagi pintu gerbangnya sudah di tutup, jadi sudah benar2 tidak ada harapan untuk masuk. Sutralaaahhhhhh,,,

Kamipun lanjutkan perjalanan lagi, cukup panjang kali ini perjalanannya, Siantar-Parapat, rasanya badan kami hancur lebur, dari sore sekitar waktu Ashar hingga Maghrib kami baru sampai di Parapat, walau ucapan “Selamat Datang di Objek Wisata Danau Toba” sudah terbaca sejak entah di kota mana, tapi baru kurang lebih 4 jam  kami nyampai. Dan pertama kali yang kami cari tentu tempat penginapan yang sudah kami booking via Traveloka, view yang Nampak tepat di bibir Danau Toba, kami sudah bayangkan keindahannya, tapi,,,,,,lama sekali kami cari penginapan itu akhirnya baru dapat. Jalanpun sempit menuju penginapan, rupanya Pemda setempat belum menyentuh daerah sekitar Long Beach. Iyaa, kami menginap di Villa Dorbon Village di Jl Justin Sirait, Long Beach Ajibata Ujung, Parapat.

20161211_060810.jpg

20161211_063237_001.jpg

Sebenernya villanya baru sekitar 5 bulan dibangun, alat2nya masih baru dan masih bersih, tapi kalau malam ternyata sepi sekali, karena lokasinya ada diujung yang belum sempat tersentuh Pemda. Untuk yang menyukai kesunyian pastinya suka. Walau untuk keluar menuju pusat keramaian di Parapat agak jauh, tapi kami sempatkan keluar villa juga mengingat kami belum makan malam, dan kebetulan lagi ada Festival Danau Toba (semacam pemilihan Abang dan None kalau di Jakarta), jadi jalanan lumayan macet. Kami makan malam sekalian mencari oleh2 khas Parapat.

20161211_055506.jpg

20161211_055713.jpg

20161211_055522.jpg

20161211_055539.jpg

Oleh2 khas Parapat, apa ya yang enak ? Iseng2 kami beli mangga udang, katanya hanya ada di Parapat, mangganya kecil dan kulitnya kuning. Makannya di kupas pakai tangan dan langsung digigit saja daging buahnya. Cukup manis kalau makannya sudah benar2 masak.

Selain mangga udang ada juga kacang kulit jenis kacang garing SIHOBUK, kalau di Jawa Tengah ada yang namnya kacang kletik, dan kalau di Minahasa ada Kacang Kawangkoan,,,begitulah kira2 rasanya. Tapi kacang garing SIHOBUK Cuma ada di Parapat saja, jadi jangan di lewatkan yaaaa….

img1481643382557.jpg

 Selesai makan malam kami kembali ke penginapan dan tiduuurrrrr zzzzzzzz…..

 Hari Kedua, 11 Desember 2016

 Pulau Samosir

Menyeberangi danau Toba dengan menggunakan kapal ferry adalah tujuan utama kami ke Sumatera Utara. Kurang lebih jam 7.00 pagi kami check out dari penginapan untuk kemudian menuju dermaga penyeberangan di Ajibata menuju Tomok. Kami pilih kapal ferry biasa dengan tiket 8.000 per orang, mobil kami numpang parkir di saudaranya pemilik Villa supaya ngrasa aman. Kalu semisal nginapnya di Samosir maka mobil bisa kita bawa nyebrang pakai kapal ferry dengan biaya kurang lebih 110.000,-

20161211_060334.jpg

20161211_071025.jpg

20161211_070931.jpg

IMG_6974.JPG

IMG_7041.JPG

Untuk yang suka mabok kalau naik kapal bisa ambil seat yang di atas, jadi bisa leluasa menikmati alam sekitar dari atas kapal sehingga bisa mengurangi maboknya. Atau bisa di belakang nakhoda juga nyaman karena terbebas dari asap rokok penumpang lainnya. Saya ambil seat di atas supaya bisa foto2 sepuasnya, Cuma sayang agak panas jadi siap2 saja pakai topi lebar untuk menutupi wajah dari sengatan sinar matahari.

IMG_7035.JPG

20161211_082452.jpg

Setibanya di Dermaga Tomok kami langsung mencari sarapan pagi, ada lontong sayur khas Samosir yang menurut teman saya lontong sayur terenak yang pernah dimakannya, entah apa yang membedakannya, tapi dari tampilannya memang kelihatan enak.

IMG_6979.JPG

IMG_6982.JPG

IMG_6986.JPG

Begitu masuk lokasi wisata, yang terlihat duluan deretan toko2 souvenir khas Samosir, apa mau dikata, mata ini semakin hijau saja rasanya, secara gak sengaja akhirnya kami berpencar dan hilang dalam kerumunan orang2/pengunjung lainnya. Iyaaa karena hari libur jadi pengunjung lumayan banyak dan jalan setapak menuju lokasi wisata menjadi terasa sempit.

Patung Si Gale-Gale

Ini patung kayu yang sangat legendaries, dia adalah anak Raja Rahat yang pandai menari, nama lengkapnya Si Raja Manggale, sayang di usia muda meninggal dalam peperangan. Saking sayangnya Sang Raja kepada Putranya, sepeninggal Si Gale2 Sang Raja sakit, kmd dibuatlah patung kayu yang mirip Putranya dan kabarnya bisa menari sendiri, Sang Raja akhirnya bisa sembuh dari sakitnya. Sekarang Si Gale2 menjadi salah satu ikon Pulau Samosir, setiap pengunjung bisa menari bersama Si Gale2 dengan bayar Rp. 80.000 per pertunjukan, biasanya dibuat rombongan, kemudian disertai dengan pembacaan sejarah Si Gale2.  

IMG_6987.JPG

IMG_6995.JPG

IMG_6991.JPG

IMG_6990.JPG

Makam Raja Sidabutar

Habis lihat Si Gale2 kami melanjutkan perjalanan menuju Makam Raja Sidabutar, ada beberapa makam dalam satu komplek pemakaman ini, jika ingin tahu ceritanya maka masuklah ke komplek makam dan ikut duduk mendengarkan guide local menceritakan sejarah Raja Sidabutar. Raja Sidabutar adalah orang pertama yang menginjakkan kakinya di Pulau Samosir maka akhirnya beliaulah yang menjadi raja disini. Makamnya terbuat dari batu yang dipahat tanpa sambungan, makanya disebut juga sebagai peninggalan jaman Megalitikum.

IMG_7011.JPG

IMG_7013.JPG

IMG_7016.JPG

Untuk masuk kesini kami dipakiakan kain ulos, kemudian duduk di balai2 dan dengan khidmat menyimak penuturan guide local. Jika ingin meninggalkan acara ini bisa melalui pintu keluar, kemudian menyerahkan kain ulos yang kita pakai dan menaruh uang seikhlasnya ke kotak.

Museum Batak

Museum batak memiliki berbagai macam koleksi yang berkaitan dengan tanah Batak. Di tempat ini terdapat berbagai jenis kain ulos dengan fungsi pemakaian yang berbeda serta pakaian adat Batak, patung-patung yang terbuat dari kayu, pedang, berbagai macam peralatan pertanian, peralatan rumah tangga yang merupakan koleksi peninggalan Batak kuno, naskah kuno, gondang Batak, dan koleksi lainnya.

IMG_7020.JPG

IMG_7032.JPG

Berfoto-foto disini dengan latar belakang Rumah adat batak menjadi kepuasan tersendiri bagi kami. Tidak ada biaya tiket masuk untuk mengunjungi museum ini. Tapi pengunjung bisa mengisi kotak seikhlasnya.

Sehabis dari sini kami buru2 menyeberang lagi menuju Dermaga Ajibata untuk melanjutkan perjalanan menuju Berastagi. Jalur Simarjarunjung yang kami ambil, supaya bisa melihat Danau Toba dari sisi yang lain.

Gardu Pandang Simarjarunjung

Siapa sangka kalau pada akhirnya kami bisa mengelilingi Danau Toba yang termashur ini, berangkat lewat Pematang Siantar dan pulang lewat Simarjarunjung. Sepanjang perjalanan tampak Danau Toba disisi sebelah kiri jalan. Cuaca cerah siang itu menambah cantiknya Danau Toba, kaki rasa2nya mau turun saja untuk ambil foto, tapi teman kami bilang nanti saja ambil foto2nya di Gardu Pandang Simarjarunjung. Dan sementara kami hanya bisa menikmati dari kaca mobil pemandangan kiri kanan jalan yang aduhai, sebelah kanan perkebunan kopi dan sebelah kiri danau Toba. Sementara juga jalan di depan kami ber-kelok2, Nampak ada serombongan orang bersepeda tengah susah payah menaiki bukit.

IMG_7043.JPG

IMG_7046.JPG

IMG_7048.JPG

Lumayan lama kami berkendara hingga akhirnya ketemulah gardu pandang yang kami cari, kami lalu berhamburan menepi dan ambil handphone masing2 untuk mengabadikan Danau Toba dari ketinggian. Rupanya disini lagi ada event sepeda santai, Nampak masih ada air mineral dan buah2an teronggok di meja Panitia, dan rejeki mommy shaleh hingga kamipun ikut menikmati buah2an itu. Tak cukup sebuah 2 buah untuk dinikmati di tempat, kamipun angkut itu buah2an ke mobil,,,,olala

Okey,,,kami lanjutkan perjalanan lagi, masih ada destinasi yang menarik, namun karena lapar menghadang, akhirnya kamipun singgah di rest area yang pertama kami dapati.

Bar & Restorant Siantar Hotel Simarjarunjung

Ada makanan special disini, yaitu pisang goreng dipadu dengan wedang jahe, nikmatnya terasa ketika perut setengah lapar dan dalam suasana hawa dingin di puncak Simarjarunjung. Tempatnya siy biasa saja, mungkin karena bangunan sudah lama dan kurang terawat jadi Nampak kurang bersih. Tapi disinilah satu2nya rest area yang luas dan mungkin orang juga tahunya disini jika hendak beristirahat untuk makan dan minum. Ditambah nikmat lagi karena bisa sambil menikmati indahnya danau Toba, sehingga rasa pisangpun berubah entah menjadi rasa apa yang jelas makan 2 potong juga masih kurang. Harga secangkir jahe panas dan pisang goreng Rp. 20.000,-

Sebenarnya kami belum makan siang, tapi rasanya tidak mau menghabiskan waktu lama2 dijalan, mengingat perjalanan masih lumayan jauh, khawatir destinasi yang sudah direncanakan tidak terkejar.

IMG_7058.JPG

IMG_7056.JPG

IMG_7057.JPG

Sepanjang jalan kamipun ber-nyanyi2 supaya tidak terasa capainya, dan sambil menemani teman yang bawa kendaraan, kasihan kalau hanya dia yang menahan kantuk dan capai. Hati hampir tergoda ketika kami melewati kebun jeruk di Berastagi, pembeli jeruk bisa petik sendiri, jadi macam agrowisata, tapi kamipun tahan godaan, kami tidak turun, kami cukup menikmati pemandangan perbukitan di kanan kiri jalan yang menghijau.

Si Piso-Piso

Air terjun Sipiso-Piso berada di Desa Tongging Kecamatan Merek Kabupaten Karo Sumatera Utara. Papan petunjuk jalannya sangat mudah dicari, dan lokasi air terjun dari jalan tidak jauh, bahkan ketika mobil kita diparkirpun kita sudah bisa melihat keindahan air terjun. Lokasinya sudah bagus, tersedia jalan setapak menuju air terjun. Posisi air terjun ada di lembah, jadi kita kudu menuruni jalan setapak itu hingga ke bawah sekali, bisa dibayangkan berapa jarak ke bawahnya jika tinggi air terjunnya saja kurang lebih 120 meter ? Itulah sebabnya maka kami tidak lakukan itu, kami hanya menikmati dari atas. Dan inipun sudah puas kok, kita bisa menikmati air terjun sekaligus Danau Toba. Jadi berapa luas Danau Toba sebenernya ? Kok di-mana2 masih bisa melihat Danau Toba ?

20161211_144913.jpg

IMG_7060.JPG

IMG_7063.JPG

IMG_7074.JPG

IMG_7088.JPG

IMG_7080.JPG

Rumah Adat Karo

Hampir maghrib ketika kami sampai di Desa Lingga, ini merupakan desa budaya, masih masuk wilayah Kabupaten Karo Sumatera Utara. Kabarnya Rumah adat ini sudah berumur ratusan tahun tapi sampai sekarang masih kokoh berdiri. Bentuknya Rumah panggung, di ruangan dalam tidak ada sekat, atapnya terbuat dari ijuk dan ujung atap paling atas terdapat hiasan tanduk kerbau. Satu Rumah dihuni oleh beberapa keluarga, inilah adat yang turun temurun hingga sekarang.

Ada 2 rumah disini yaitu Rumah Gerga dan Rumah Belang Ayo yang tersisa, unik sekali bentuk rumahnya, dan yang bikin kami geleng2 kepala, Rumah ini dibangun tanpa paku tapi kuatnya luar biasa.

IMG_7105.JPG

IMG_7090.JPG

IMG_7099.JPG

Kesini gratis, tapi jika tidak keberatan bisa kasih tips kepada orang yang tinggal disitu. Jalan menuju Desa Lingga mudah dicari, kalau sudah di perempatan Tugu Kol (bentuknya seperti sayuran kol) belok kiri jika dari arah Siantar, kemudian ikuti papan petunjuk jalannya, tidak sampai 1 jam nanti akan sampai ke Desa Lingga.

Untuk mengetahui benda2 peninggalan Adat Karo bisa dilihat di Museum Karo Lingga yang letaknya ada di luar desa ini. Museum ini menyimpan 206 koleksi seperti peralatan dapur, topeng, kain, alat musik, alat berburu, alat pertanian, mata uang, dan berbagai benda bersejarah lainnya.

Hari Ketiga, 12 Desember 2016.

Berastagi ternyata dingin luar biasa, dan saya tidak membawa baju tebal, bisa dibayangkan apa yang terjadi ? Kedinginan,,,,

Kami menginap di Hotel Rudang di Jl. Djamin Ginting No. 15, Berastagi. Kebetulan salah satu teman kami punya teman di hotel ini, jadi kami dapat 2 kamar free, Alhamdulillah.

IMG_7120.JPG

IMG_7121.JPG

IMG_7126.JPG

Hotel tempat kami menginap berhadapan dengan Hotel Kubu, yang pernah menjadi tempat pengasingan Bung Karno, bangunannya masih asli, sangat asri dan bagus buat hunting foto. Sebelum melanjutkan perjalanan menuju Medan, kami sempatkan foto2 di sekitar hotel.

Taman Alam Lumbini

Disini berdiri kokoh Pagoda bernuansa sebagai tempat ibadah umat Budha, bentuknya menyerupai Pagoda Shwedagon di Myanmar. Jadi berada disini serasa berada di Myanmar, alamatnya ada di Barus Jahe, Brastagi, Dolat Rayat, Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Kalau dari hotel Rudang kita belok kanan, dan tidak berapa lama akan sampai setelah melewati Tempat Pengungsian.

Masuk kesini gratis, dan dibukanya jam 09.00 pagi, kami kepagian ketika itu jadi sempat menunggu beberapa menit, hamper saja kami meninggalkan tempat ini, untungnya teman2 pada sabar. Antrian cukup panjang karena disamping sebagai tempat ibadah juga dibuka untuk umum, jadi yang Non Budhistpun berwisata kesini.

Jika hari libur seperti ini biasanya ada ibadah, sehingga pengunjung yang Non Budhist dilarang masuk ke dalam, jadi kami hanya bisa ber-foto2 diluarnya saja dan menikmati hutan tropis yang ada di samping Pagoda. Berbagai macam jenis pepohonan ada di hutan ini.

Jika dituruti bisa ber-lama2 disini karena hutannya sangat sejuk dan hijau, tapi mengingat hari ini harus ke Jakarta maka kami buru2 tinggalkan tempat ini untuk menuju Medan.

IMG_7130.JPG

IMG_7141.JPG

IMG_7184.JPG

IMG_7152.JPG

Gereja Santa Maria Annai Velangkani

Begitu masuk Medan, kami janjian dengan teman yang tinggal di Medan untuk menjadi “guide” kami.

Penasaran sama gereja yang bangunannya mirip2 kuil India, kamipun cari dimana lokasinya, dan yang orang Medanpun bingung karena belum pernah tahu apalagi lihat gereja itu. Jadi dengan modal tanya2 akhirnya kami sampai juga, sangat mudah sebenernya dicari, sayangnya pas berangkat papan petunjuk jalannya tertutup daun2an di jalanan jadi gak sempat terlihat dan kami kebablasan. Tapi begitu putar balik langsung ketemu, alamat lengkapnya ada di Jalan Sakura III No. 7-10, Perumahan Taman Sakura Indah, Tanjung Selamat, Medan.

IMG_7201.JPG

IMG_7216.JPG

IMG_7205.JPG

IMG_7208.JPG

Graha Santa Maria Annai Velangkanni tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah namun juga menjadi tempat ziarah bagi umat Katolik. Tak heran jika gereja ini begitu ramai dikunjungi para peziarah. Selain itu tempat ini juga diramaikan oleh kehadiran wisatawan yang tertarik dengan arsitekturnya yang. Desain bangunan mengambil gaya arsitektur Indo-Mogul yang begitu indah dan megah.

Disini terdapat juga sejumlah taman yang semakin memperindah pemandangan di sekitar Graha Santa Maria Annai Velangkanni.

Penangkaran Buaya Asam Kumbang

Lokasinya searah dengan Gereja Graha Santa Maria Annai Velangkanni dengan alamat lengkap di Jl.Bunga Raya II No. 59  Sunggal , Kecamatan Medan Selayang  Kota Medan, Sumatera Utara

HTM 8.000 cukup murah, nyaman, unik, dan menarik. Dan ternyata tempat ini sudah ada sejak tahun 50an, jadi yang mengelola itu turun menurun. Selain ribuan koleksi buaya dari semua umur, penangkaran buaya ini memiliki koleksi hewan seperti kura-kura, ular dan beberapa hewan lainnya.

IMG_7188.JPG

IMG_7189.JPG

IMG_7191.JPG

IMG_7192.JPG

Buaya2nya ditempatkan di dalam kolam-kolam serta dalam danau buatan jadi aman bagi pengunjung, tapi tetap harus waspada karena bagaimanapun buaya adalah jenis binatang buas.

Akses menuju ke penangkaran buaya Asam Kumbang cukup mudah dan dapat dilalui oleh semua alat transportasi seperti angkot, becak maupun sepeda motor dan mobil.

Restoran Tip Top

Ternyata Medan macet juga, begitu ter-buru2nya ketika kami hendak menuju restoran legendaries Tip Top untuk makan siang dan ketemu teman yang lainnya di Medan, tetapi kondisi jalanan yang crowded memaksa kami untuk bersabar. Dan alhamdulillah berhubung yang bawa mobil orang Medan maka kamipun punya jalan alternative untuk menembus kemacetan itu.

Tak berapa lama kamipun sampailah ke Restoran Tip Top di kawasan Kesawan, Jalan Ahmad Yani, Medan. Restoran ini konsisten pada dekorasi tempat konsep kuno dan proses pemasakan menu makanannya juga masih menggunakan tungku kayu bakar sejak tahun 1930-an. 

IMG-20161212-WA0051.jpg

IMG-20161202-WA0057.jpg

IMG-20161212-WA0044.jpeg

IMG-20161212-WA0049.jpg

Yang paling banyak dicari adalah es krimnya yang dengan cita rasa tempo dulu menggunakan resep nenek moyang tapi masih bisa masuk ke lidah orang sekarang. Dari teksturnya siy terlihat sama dengan es krim kebanyakan, tapi rasanya yang beda, seperti es krim Ragusanya Jakarta.

Makanan berat yang tersedia kebanyakan Chinese Food, kamipun pilih2 yang tidak terlalu berat seperti I fu Mie dan sebangsanya. Sepertinya yang dicari hanya sensasinya, yang tak mau ketinggalan dengan turis2 lainnya.

Turis-turis manca negara khususnya warga negara asing dari Belanda paling menggemari tempat ini karena dekorasi interior Belanda yang banyak dipajang. Setelah teman kami yang ditunggu sudah datang, kamipun bergegas meninggalkan tempat ini dan menuju tempat lainnya.

Istana Maimun

Istana Maimun adalah istana  Kesultanan Deli yang merupakan salah satu ikon kota Medan juga, terletak di Jalan Brigadir Jenderal Katamso, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan Maimun.

Desainnya Italia, pada sisi depan terdapat bangunan Masjid Al-Mashun atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Raya Medan. Istana Maimun menjadi tujuan wisata bukan hanya karena usianya yang tua, namun juga desain interiornya yang unik, sayangnya kami tidak ber-lama2 disini, kami hanya foto2 di bagian luarnya saja, disamping karena sudah pernah kesini juga karena waktu terus mengejarnya.

IMG_7218.JPG

IMG_7221.JPG

IMG_7225.JPG

Durian Sibolang

Belum ke Medan rasanya kalau belum makan durian Ucok, dan lucunya, ada teman kami yang gak doyan makan durianpun kepeingin ke Durian Ucok saking penasarannya. Tapi karena waktu sudah mepet akhirnya kami pilih ke Durian Sibolang yang ada di Jalan Iskandar Muda No. 75 C-D Medan. Apalagi dengan adanya slogan makan sepuasnya hanya Rp. 40.000,- ? Siapa yang gak tergiur,,,,begitulah, walau perut masih kenyang akhirnya kami hanya mencicipi sedikit, gak bisa menikmati durian sepuasnya spt kata slogan tadi.

IMG_7227.JPG

IMG_7233.JPG

IMG_7240.JPG

Disini juga tersedia pancake durian. Harga masih standard, karena kalau makan durian disini dijamin duriannya bagus jadi gak perlu khawatir akan kecewa. Beda kalau di jalan2 di Jawa, biar sudah dicicipi tetap saja ada yang jelek kalau sudah dibuka, dan kita gak bisa tukar kalau sudah dibelah. Di Durian Sibolang yang dibuka pasti yang enak dan baik, ini bedanya.

Pusat Oleh2 Khas Medan

Waktu bagai angin topan, melesat begitu kencangnya, detik2 terakhir di Medan bikin deg2an, rasanya belum puas menikmati Medan hanya 3 hari. Saatnya kami ke took oleh2 khas Medan, bika Ambon, Bolu Meranti, kopi Sidikalang menjadi perhatian kami. Tak banyak yang kami bawa, tapi yang dirumah pasti menunggu oleh2. Toko Zulaikha Jl. Mojopahit, Petisah Tengah, Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara menjadi sasaran kami…

IMG_7241.JPG

Harga Bika Ambon kecil per kotak sekitar 55.000 – 65.000 tergantung rasanya, ada rasa original, pandan, mocca, keju dan durian.

Harga Bolu gulung juga beraneka rupa antara 95.000 – 100.000 dengan variasi rasa
Keju, Strawberry, Nanas, Mocca,Blueberry,Kacang,Capucino dan special paduan beberapa rasa.

Harga lapis legitnya antara 65.000 – 85.000

Menuju Bandara Kualanamo by kereta

Ke Jakarta kami kan kembali,,,,,,dengan menggunakan kereta cepat kami menuju bandara Kuala Namo, ketika kami nyampai stasiun kereta, waktu keberangkatan kereta tinggal 3 menit lagi, jadi kami setengah berlari meninggalkan teman2 kami dari Medan,,,maafkan kami yaaaa kawans,,,kebaikanmu tak kan pernah kulupakan. Dan jangan bosan2 kalau suatu saat kami akan kembali lagi ke Medan. Terima kasih DaMan, Mbak Anisa, Mbak Ayu, Eda Tetty Ambarita, Mbak Rifa,,,kalian baik semuanya, berkat kalian maka acara jalan2 kita lancar,,,,!!

IMG_7246.JPG

 

Salam Jalan2 Indonesia…!!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IMG_7127.JPG

Share this post


Link to post
Share on other sites
43 minutes ago, Dhistiraz said:

wah udah main2 ke danau toba ya bu @Titi Setianingsih, kapan-kapan kalo ke medan lagi kontek-kontek anak regional medan bu Titi, biar kita tunjuki sekeliling medan bu..:foto2

 

belum ada yg kenal mas Dhistiraz jd diam2 aja niihhhhh,,,kapan2 lagi deh kalau ke Medan sesi 2 yya...thanks sebelumnya

Share this post


Link to post
Share on other sites
15 minutes ago, kyosash said:

wah begitu sampai bandara udah eksis aja :senyum , sepertinya asyik tuh suasana di Taman Alam Lumbini, btw nice share :salut 

Iyaa mas Kyo...di hutan tropisnya enak, sejukk dan adem deeh...sebelumnya saya pernah kesini dan boleh masuk...jd lbh banyak koleksi foto2nya mas Kyo....

Thanks yaà...

Share this post


Link to post
Share on other sites
12 hours ago, Titi Setianingsih said:

Sudah kurang lebih jam 15an ketika akhirnya kami sampai di Jalan Asahan, di bilangan Megaland Pematang Siantar, tempat dimana Kedai Kopi Massa Kok Tong berada.

Rumah saya di Jalan Asahan (Sangnawaluh) :kesengsem

Trip nya banyak, yang saya belum pada pernah juga ada HAHAHA... Ketje lah rombongan ibu memang :D 

12 hours ago, Titi Setianingsih said:

Makanan berat yang tersedia kebanyakan Chinese Food, kamipun pilih2 yang tidak terlalu berat seperti I fu Mie dan sebangsanya. Sepertinya yang dicari hanya sensasinya, yang tak mau ketinggalan dengan turis2 lainnya.

Setuju :lol: Cuma karna rame aja gitu sensasinya yang di cari, mirip kayak ragusa. Cuma yang Tip Top lebih sopan owner/pelayannya wkwkwkwk

12 hours ago, Titi Setianingsih said:

Durian Sibolang

Belum ke Medan rasanya kalau belum makan durian Ucok, dan lucunya, ada teman kami yang gak doyan makan durianpun kepeingin ke Durian Ucok saking penasarannya. Tapi karena waktu sudah mepet akhirnya kami pilih ke Durian Sibolang yang ada di Jalan Iskandar Muda No. 75 C-D Medan. Apalagi dengan adanya slogan makan sepuasnya hanya Rp. 40.000,- ? Siapa yang gak tergiur,,,,begitulah, walau perut masih kenyang akhirnya kami hanya mencicipi sedikit, gak bisa menikmati durian sepuasnya spt kata slogan tadi.

Walah, ada yang all you can eat yah, baru tau wkwkwkwkwk

Share this post


Link to post
Share on other sites

@HarrisWang

walah,,,coba kalau pas mas Harris mudik,,kan bisa ketemu ya ?

kalau Ragusa galak ya mas Harris wwkkkk ??????

sekarang di Si Bolang ada lagi promonya, tp 49.000 mas Harris, dan diperpanjang sampai akhir Pebruari,,,mudik giiih buruaaaan:hiking

Iyaahhh emang RM pinginnya jalan2 yang kekinian, yang masih langka, biar itinnya bisa dipakai orang lain. Tahu gak mas Harris, itinku yg ke Kebumen diminta sama TL untuk dijual,,,,apakah aq minta komisi ? Ya tidaaakkkkk,,,malah senang kalau kampungqu jd ramai,,,:kesengsem

Share this post


Link to post
Share on other sites
6 hours ago, Titi Setianingsih said:

@HarrisWang

walah,,,coba kalau pas mas Harris mudik,,kan bisa ketemu ya ?

kalau Ragusa galak ya mas Harris wwkkkk ??????

sekarang di Si Bolang ada lagi promonya, tp 49.000 mas Harris, dan diperpanjang sampai akhir Pebruari,,,mudik giiih buruaaaan:hiking

Iyaahhh emang RM pinginnya jalan2 yang kekinian, yang masih langka, biar itinnya bisa dipakai orang lain. Tahu gak mas Harris, itinku yg ke Kebumen diminta sama TL untuk dijual,,,,apakah aq minta komisi ? Ya tidaaakkkkk,,,malah senang kalau kampungqu jd ramai,,,:kesengsem

Iya, si nci nya galak bu hahahaha... Udah ga minat lagi kesana, so so juga sih, cuma karna sensasinya doang wkwkwkwk...

Duuh, cuma sampe February yah, duuh, akhir bulan ke Jepang, ga kekejar buat mudik hahahahaha.

Wahhhh... keren. Iya bu, ikutan senang kalau kampung kita jadi ramean yah, sedikit banyak membantu warga disana. Duuh, sama nih pemikirannya :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On Friday, February 03, 2017 at 3:21 PM, Titi Setianingsih said:

Sayangnya kita belum kenal, jadi gak janjian kemarin ya mbak ? Semoga next time bisa ketemu yaaaaa

Salam kenal bu.... sy di jakarta Bu cuma asli medan. Hehehe 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 7/2/2017 at 7:17 AM, deffa said:

wah ke berastagi bu @Titi Setianingsih ama bu handajani nani 

saya belum pernah neh, tapi kalau samosir nya udah heheh

villa nya asik juga tuh dapat harga berapa bu? 

Iyaa kami cuma ber5 mas Deffa, tp di sepanjang jalan ketemu tmn2 ber-ganti2an,,,kalau jalan jauh susah cari massa banyak,,,

hotelnya diharga 350.000an mas Deffa,,,lumayan bersih dan lagi dibangun kolam renang, nanti bakal tambah asyik kalau nginap disini

On 7/2/2017 at 7:57 AM, Rawoniste said:

Pantai nya cantiiiik @Titi Setianingsih, seperti nya ada properties yg kurang ,  payung raimbow nya kma ? :senyum

hahahhaha tks atas atensinya kepada RM mas,,,,payung dibawa tp lupa dikeluarin, tp sudah ada gantinya kan, bantal dan boneka RM,,,xixixixi

20161211_055506.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites
7 minutes ago, Titi Setianingsih said:

Iyaa kami cuma ber5 mas Deffa, tp di sepanjang jalan ketemu tmn2 ber-ganti2an,,,kalau jalan jauh susah cari massa banyak,,,

hotelnya diharga 350.000an mas Deffa,,,lumayan bersih dan lagi dibangun kolam renang, nanti bakal tambah asyik kalau nginap disini

350 ribu per kamar atau 1 villa itu bu @Titi Setianingsih

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By Yones deliyandra
      Mengunjungi mahkota bumi ini! Himalaya!
      Annapurna Base Camp 4.130 mdpl Amazing Landscape to ABC Aku selalu bermimpi dan membayangkan untuk bisa datang melihat agungnya pegunungan ini, membayangkan setiap langkah melalui jalan-jalan setapak naik dan turun gunung, menyinggahi setiap desa-desa kuno, menyelami mistisnya Himalaya dan bersatu bersama kesunyian alam.
      Selama ini itu semua ada dibayanganku, setiap kali membaca buku-buku tentang perjalanan orang-orang dalam mencari tujuannya masing-masing ke tempat ini selalu membuatku merinding dan penasaran. Mereka selalu menggambarkan betapa indahnya jalur pendakian ini, betapa indahnya suara deru angina malam ketika udara dingin dan salju menghantam, betapa indahknya melihat gunung-gunung tertinggi dunia yang berselimut salju putih. Dan 23 April 2017 aku benar-benar melakukan perjalanan ini. Perjalanan yang semula hanya sebuah mimpi dan impian. Perjalanan yang rata-rata bagi kebanyakan orang di Indonesia, adalah perjalanan yang beresiko dan sedikit nekat, atau malah terlalu nekat. Kadang aku masih tidak percaya kalau akan melakukan ini. Tapi ya disinilah aku sekarang, aku telah melakukannya. Pada tulisan pertama ini, aku akan menjelaskan secara ringkas tentang perjalanan ini beserta intinerary perjalanan ini. Untuk cerita seru lainnya selama perjalanan ini, akan aku jelaskan di tulisan berikutnya. Annapurna Base Camp 4.130 mdpl Annapurna Base Camp (ABC) 4.130 mdpl adalah salah satu jalur treking yang sangat populer bagi kebanyakan turis yang datang untuk menikmati keindahan Himalaya Nepal. Annapurna Base Camp sering menjadi tujuan para turis, selain banyak lagi jalur treking lainnya seperti Everest Base Camp (EBC), Annapurna Sircuit dan masih banyak lainnya. Annapurna Base Camp ini bisa ditempuh dalam 7-8 hari perjalanan naik dan turun, dan bisa ditempuh  secara independen yaitu tanpa menggunakan jasa tour travel ataupun guide. Aku dan temanku melakukan perjalanan treking ini secara independen ini, tanpa tour, guide dan porter. Tour adalah pihak yang menjual paket treking ini, biasanya lengkap dengan guide dan porter. Guide adalah pemandu atau penunjuk arah selama treking ini, guide bisa didapat bersamaan dengan tour atau bisa di sewa secara independen. Porter adalah pihak yang menjual jasanya untuk membawakan semua barang-barang kita selama treking. Biaya untuk guide dan porter berbeda-beda, tergantung negosiasi yang kita lakukan. Nah, berikut ringkasan perjalanan kami selama 15 hari di Nepal, termasuk treking mandiri ke Annapurna Base Camp.
        Day 1,  23 April 2017 Jakarta - Kathmandu Berangkat dari Jakarta dengan maskapai Malindo Air, kebetulan kami dapat harga promo 2.8 juta Rupiah untuk Pulang-Pergi Jakarta-Kathmandu, murah kan… hehe   Namaste Nepal dan VISA Setelah delay sekitar 2 jam, akhirnya pesawat kami berangkat dan sampai di Kathmandu pukul 11 malam. Sesampai di bandara Kathmandu kami lansung mengurus Visa, imigrasi dan bagasi. Beruntung kami sudah melakukan registrasi untuk Visa ini secara online di web imigrasi Nepal (https://www.nepalimmigration.gov.np/). Jadi kami hanya membawa kertas printout bukti kita sudah apply online, langsung melakukan pembayaran sebesar $25 USD tanpa lagi mengisi form. Setelah dapat bukti bayar, langsung ke imigrasi gate untuk mendapatkan striker Visa, dan Namaste.... Welcome to Nepal, have a nice trip, ucap petugas imigrasinya. Visa Nepal     Menuju Thamel Dari bandara menuju daerah Thamel kami menggunakan taxi dengan ongkos 500RN, harus nego dulu ya, karena biasanya mereka menawarkan sampai 800RN   Penginapan di Thamel. Karena kami sampai di Kathmandu sudah tengah malam, jadi penginapan di Thamel sudah pada tutup. Setelah menggedor salah satu pintu hostel, dapatlah kami kamar yg lumayan nyaman dengan membayar 1000Rn. Hotel Sun Way Inn di Thamel Kathmandu Day 2,  24 April 2017 Menuju Pokhara Treking Annapurna Base Camp ini di mulai di kota Pokhara, itu sekitar 8 jam perjalanan dengan bus dari Kathmandu. Kami naik bus tourist dari Thamel dengan ongkos 700Rn, bus berada di sepanjang jalan Kantipath, dan semua bus akan berangkat jam 7 pagi. Tidak masalah kita beli tiket lansung di tempat, karena kami beli tiket lansung di tempat. Tourist Bus   Interior Tourist Bus Permit ACAP dan TIMS Ini adalah izin yang wajib dimiliki oleh setiap treker, kedua Permit ini bisa di urus di Kathmandu atau Pokhara, kebetulan kami mengurusnya di Pokhara yaitu di Pokhara Tourist Service Center. Kantornya tidak jauh dari terminal bus dekat dengan kantor polisi. Jika bingung, bisa tanyakan dengan supir taxi, dan mereka akan lansung mengantarkan kita ke kantor ini.   Jenis Permit Biaya Syarat TIMS 2000 Rn Foto copy passport dan pas photo 2 lembar ACAP 2000 Rn Foto copy passport dan pas photo 2 lembar     Pokhara Tourist Service Center   Pokhara Tourist Service Center TIMS & ACAP permit for treking advice     Menginap di Pokhara Malam ini sebelum treking esok hari, kami istirahat dan menginap di daerah Lakeside. Disini juga kami memilah barang bawaan yang akan dibawa. Barang-barang yang tidak diperlukan, kami titipkan di hotel. Ini sangat penting, karena treking mandiri tanpa guide or porter itu, artinya kita akan membawa barang kita sendiri selama pendakian, jadi jangan sampai ini menyusahkan diri sendiri. Bawalah barang seminim mungkin dan cukup untung mendukung selama pendakian.   Day 3 - 9,  25 April 2017 – 1 May 2017 7 days Treking to Annapurna Base Camp Annapurna Base Camp Treking Map Tanggal Jalur Treking Day 1. 25 April 2017 Nayapul – Kimmrong Day 2. 26 April 2017 Kimmrong – Chommrong Day 3. 27 April 2017 Chommrong – Himalaya Day 4. 28 April 2017 Himalaya – MBC Day 5. 29 April 2017 MBC – ABC – Deurali Day 6. 30 April 2017 Deurali – Chommrong Day 7. 1 May 2017 Chommrong – Siwai   Untuk lama treking ini sebenarnya tergantung kecepatan trek yaa, jadi bisa saja lebih cepat atau lebih lama. Itu adalah trek yang kami yang lalui menyesuikan dengan kondisi dan semangat per harinya, jadi ada yang lumayan jauh, tapi ada juga yang tidak begitu jauh. Treking day 1. Nayapul – Kimmrong Dari Pokhara ke Nayapul bisa menggunakan taxi, lama perjalanan sekitar 1,5 jam dengan ongkos 1600Rn (tergantung nego yaa). Dari Nayapul ke Gandruk, info dari teman bisa menggunakan local bus atau jeeb/taxi. Rencana kami menggunakan bus, tapi karena jadwal nya tidak tentu, akhirnya kami memutuskan untuk naik jeep. Sebenarnya treking sudah bisa dimulai dari sini, tapi demi menghemat waktu dan energy, kami memilih untuk menggunakan jeep. Lama menggunakan jeep dari Nayapul ke Gandruk 1,5 jam dengan hasil tawar menawar ongkos 1300RN untuk 2 orang. 
      Disini nanti akan ada pengecekan untuk permit yang sudah kita buat.  TIMS Check Post   ACAP Check Post Dari Grandruk kami mulai treking, lumayan cape hari pertama ini, dan kami memutuskan untuk menginap di penginapan pertama di daerah Kimmrong     Treking day 2. Kimmrong – Chommrong Kimmrong menuju Chommrong jalurnya terlihat seperti jalur trekking Gunung-gunung di Indonesia, hutan-hutan dan jalan yang naik turun bukit. Tapi view nya indah banget. Hari ke dua ini bagiku sangat melelahkan walaupun sebenarnya kami bisa lebih jauh lagi, tapi karena kondisi fisik yang sudah tidak memungkinkan, akhirnya kami menginap di tempat ini Chommrong.     Treking day 3. Chommrong – Himalaya
      Chommrong sudah cukup dingin, bahkan sore hari sudah turun hujan es disini. Pemandangan dari lodge kami sangat indah dan kereeen. Pegunungan Himalaya bersalju tampak luar biasa dari jendela kaca jendela kamar. Di Chommrong kami meninggalkan beberapa barang lagi, karena menurutku ransel carrier kami makin berat ajaaa. Chomrong ke Himalaya dengan jalur yang terus naik dan sudah sering hujan, jas hujan sangaat membantu.
        Treking day 4. Himalaya – MBC Dingin bangeeet. Jalur ini sudah berhadapan dengan jurang-jurang salju curam membuat kita harus extra hati-hati. Jalur sedikit landai dan naik lagi dan terus naik. Berjalan berdampingan dengan sungai deras dan gunung bersalju menbuat aku diam seribu bahasa, hanya ada pandangan takjub, suara nafas terengah-engah dan deru sungai, sesekali suara burung gagak.    

            Treking day 5. MBC – ABC – Deurali Amazing Landscape to ABC Today is big day. Hari ini aku akan sampai di peraduan mu Annapurna Base Camp. Setelah sarapan yang cukup kami bergegas untuk segera naik menuju ABC. Jalur ini benar-benar jalur terindah dan luar biasa bagi ku, seakan tak percaya aku disini sekarang. Begitu dekat dikelilingi gunung-gunung Himalaya putih bersalju, langit biru yang benar-benar bersih dilengkapi dengan cahaya matahari pagi yang menghangatkan tubuh. Allahuakbar, tak ada yang seindah ini. Terus naik perlahan, bertemu teman-teman sependakian yang bergerak turun, sementara kami terus naik naik. Semangat dari mereka terus menyemangati ku.   Aku sampai… ya aku sampai… impian aku sudah menjadi nyataa.. Berdiri disini.  Annapurna Base Camp 4.130 mdpl   Annapurna Mountain  
      Setelah puas di ABC kami mulai berjalan turun, target 2 desa di bawah untuk menginap malam ini. Cuaca di atas  jam 11 sudah mulai tidak bagus, hujan badai menemani perjalanan turun kami.   Treking day 6. Deurali – Chommrong Deurali – Himalaya – Dovan – Bamboo – Sinuwa – Chommrong. Hari ini benar-benar menguras energi bagi ku. Di Chommrong kami menginap di lodge yang sama dengan waktu kami naik. Treking day 7. Chommrong – siwai Chommrong – Jhinu – New Bridge – Kymi – Siwai. Siwai – Phokara bisa menggunakan jeep atau local bus.   Day 10, 2 May 2017 Phokara. Setelah pendakian beberapa hari, hari ini kami habiskan untuk istirahat dan membersihkan barang-barang selama pendakian.   Day 11, 3 May 2017 Phokara, disini kita menghabiskan waktu untuk jalan-jalan explore Phokara   Day 12, 4 May 2017 Phokara - Kathmandu   Day 13, 5 May 2017 Explore Kathmandu   Day 14, 6 May 2017 Explore Kathmandu   Day 15, 7 May 2017 Kathmandu - Jakarta

      Begitulah penjelasanku secara ringkas tentang perjalanan ini beserta intinerary perjalanan ini. Untuk cerita seru lainnya selama perjalanan ini, akan aku jelaskan di tulisan berikutnya ya.

      Bersambung...
      Silakan berkunjung di blog aku juga https://yonesfd.blogspot.co.id/2017/11/nepal-dream-come-true.html hehehehe
    • By devi admaja
      Tak terasa sudah waktunya kantor kami outing lagi , awalnya saya selaku koordinator mengajukan untuk ke luar kota Lampung dan bermaksud ke Bogor , setelah cari info kanan kiri pimpinan setuju , apa daya budget ga masuk , akhirnya kami kongkow dan beberapa dari kami (termasuk saya) belum pernah ke dufan akhirnya saya maju lagi dan setelah pjg lebar pimpinan setuju , dan budget-pun setelah dihitung bisa direalisasikan , saatnya pengajuan ke kantor pusat kami , dan setelah perjuangan , revisi , revisi & negosiasi alot dgn kepala bagian saya di pusat berhasil & begitu sampai di meja direksi , proposal saya kandas seperti kapal karam . dikarenakan dateline proposal 1 minggu lagi maka saya harus gerak cepat memutuskan mau kemana , cari info kesana kemari resort yang punya vendor outbound di Lampung , pada awalnya saya tertarik dengan Suak Sumatra , salah 1 resort baru , saya hubgi marketing officer-nya , dikarenakan jumlah ruangan yg terbatas , harga yg masih lumayan mahal (1,4jt per org per malam) dan tidak adanya vendor team building (kami harus bawa sendiri dari luar) , maka ga jadi ke Suak. Okey hari makin mepet akhirnya saya hubgi Grand Elty (LAGI) , kami sudah bekerjasama selama 3 thn berturut2 ini dan kalo cuma di seputaran resort-nya saja mungkin bisa bosan yah hahahaha. Dan dikarenakan pimpinan saya berjiwa petualang , beliau tanya kalo mw sebrang pulau bisa tdk , dan pihak BISA. Ada 2 pilihan , ke sebuku dengan durasi perjalanan 1,5jam or liat2 Gunung Anak Krakatu durasi 3jam (cuma LIAT2 doang , karena sekarang sudah tdk boleh di explore lagi , iyalah lama2 hancur diinjak2 terus). Okey setelah nego menego harga akhirnya disepakati kami akan outbound ke sebuku & snorkling disana. 
       
      Hari H-pun tiba (28102017) berangkat dari Bd.Lampung jam 7 teng teng menuju elty perjalanan 1,5jam. Sampai di elty kami drop barang2 kami. Jam 9 pagi kami berangkat menuju sebuku , perjalanan 1,5jam naik kapal. Beginilah penampakan kapalnya. 
      Kami menyew2 kapal , kapasitas kapal katanya 30 org , jumlah kami 38 org , terus terang saya juga mabok naik kapal ini , memang saat meeting dgn pihak elty sudah diberitahukan bahwa akan naik wooden  boat , tapi dlm benak saya bukan wooden boat begini hahaha , banyak teman2 yg akhirnya muntah dalam perjalanan (kondisi cuaca cerah , tapi memang ombak & angin agak besar) , saya-pun ikutan mabok jg walopun tdk sampai muntah , saya hanya kentut melulu hahahahaaa. . . selaku panitia mesti keliatan tegar gt
      Voilla...akhirnya hampir sampai...berikut penampakannya : 

       

      Berhubung mayoritas saya  mengambil view-nya pakai video maka saya  screenshot saja yah. 
      Tampak pasir putih membentang , memang pulau tak berpenghuniii, untung bawa makanan byk banget kuatir ga bisa balik karena ombak (maklum emak2 jd kuatirnya byk)  

       

      Yuk...bongkaran

       
      Namanya pulau tak berpenghuni , jangan harap ketemu cowo2 ganteng or cewe2 cantik , ketemu nenek2 aja uda syukur huehehehe... Oiya awalnya dikasi tau kalo ga ada toilet , wah mikirnya nti kencing dimana , katanya langsung aja nonkrong di laut (wah langsung mikir pantesan air laut asin) wahahahaa... Tapiii..rupanya ada kok toilet daruratnya , dan dibutuhkan usaha dlm ngambil airnya , kita mesti NIMBA dari sumur , untung aja dulu pernah belajar nimba hehehhee... Ini penampakan muka toiletnya (rumahnya yah bukan kapalnya)

      Oiya suasana-nya makin sore makin serem , uda gt air laut makin naik , dan ada beberapa temen bilang kok ada bau bangkai gt (saya tdk merasakan bau sih) , oh mungkin empu-nya pulau sudah tidak berkenan kami lama2 disitu , ya sudah akhirnya kami putuskan untuk lanjut ke spot untuk snorkling , perjalanan cuma 10 menit karena kapal cuma berbelok aja , mayoritas dari kami tdk snorkling (termasuk  saya)

      Okey setelah snorkling , kita balik lagi ke dermaga grand elty , perjalanan pulang seperti biasa lebih baik dari perjalanan pergi , yang mabok sudah tidak gitu mabok lagi , oiya beberapa dari kami dapat kelapa dugan dari penduduk asli sana (makasih yah pak :) ) , daging kelapa dugannya tuebel banget tapi lembut (sumpe nyesel ga bawa sendok pamungkas hhuhuhu). Balik k elty uda sore , dan sejauh mata memandang kami berada di laut lepas 

      Sesampai di elty kita check-in hotel 


      Dan setelah sampai kami semua istirahat untuk acara kebersamaan kami di malam hari :) 
      Sekian cerita ke pulau sebuku , bagi saya selama tinggal di Lampung semua pulau yang disebrangi pemandangannya kurleb sama , dengan hamparan pasir putih yang panjang , pepohonan hijau , terumbu karang dan air jernih berwarna hijau biru. . . Tuhan menciptakan alam dan seisinya begitu indah sampai keindahannya tiada habisnya , dari pulau 1 ke pulau yg lain. Sampai jumpa di cerita berikutnya. Thanks 
    • By siskawul
      Khao Yai, daerah ini merupakan distrik di Thailand yang belum ramai dikunjungi oleh wisatawan yang datang ke Thailand. Objek wisata terkenal yang ada di sini antara lain Khao Yai National Park, Primo Piazza, Palio Village, Chocolate Factory, Sunflower field, dan kafe-kafe lucu dengan design design yang instagrammable yuhu.
      Kali ini saya tidak membahas objek-objek wisata tersebut, tetapi hanya yang kemarin sempat saya kunjungi pada liburan singkat di Thailand ala kere hore. 
      Yuk capcus. 
      How to get there
      1.    Langkah pertama, kalian harus bangun dari tidur cantik kalian. Pastikan kalian bangun dan siap2 lebih pagi dari biasanya, apalagi yang berniat just one day trip seperti kami kemarin. Kemarin, kami sudah bangun pagi, siap2 lebih pagi, tapi ada tragedi pencarian kunci hostel yang nyelip dulu saat mau keluar kamar. Yihuhu banget. Ditambah juga sulitnya mencari taksi yang akan membawa kami ke mochit bus station. 
      2.    Langkah kedua, pergilah ke Mochit bus station atau yang lebih dikenal dengan Mochit 2. Kalian bisa pergi dengan BTS ke Mochit dan dilanjut naik bis. Entah bis nomor berapa kemarin sempet searching tapi karena kami tidak memakai alternatif itu jadi lupa *maaf. Berhubung kami berlima dan setelah dihitung2 harga naik BTS nyambung sama saja dengan naik taksi atau grab (lebih disarankan naik taksi meter saja, karena berdasarkan pengamatan harga, lebih murah pakai taksi meter dari pada naik grab. Oiya, taksinya nyetop di jalan aja, tapi pake meter atau argo ya).
      3.    Langkah ketiga, belilah tiket bus jurusan Pak Chong. Tiket bisa dibeli di loket bis nomor (nah yang ini berdasarkan blog walking saya, ada yg bilang ke loket 68, ada jg yang bilang loket 48). Kemarin kami mengikuti ke loket 68. Tapi loketnya tutup dan loket 69 buka dan tertulis Pak chong juga di situ. Walhasil, belilah kami tiket di situ dengan harga 150 Baht per orang. 
      4.    Langkah keempat, menujulah ke gate bis sesuai arahan penjual tiket. Kemarin kami si di gate (gate atau Line ya) 70. Masuk bis, dan menunggu sampai bis berjalan ke Pak Chong.
      Oiya, kemarin kami menunggu lamaaaa banget buat bus jalan. Kami masuk bis jam 09.00. Dan bus baru jalan jam 10.45. What a banget. Sampe laper laper deh. Penjual tiketnya bilang perjalanan dua jam. Tetapi kenyataannya, perjalanan 3 jam lebih. Huowww. Lusuh deh kami. Kayaknya kami salah ambil bis deh. Kayaknya si, kayaknya ya, jadi bus yang lewat ke Pak Chong itu ada banyak penyedia gitu, nah yang kami beli itu bukan yang terbaik. Tapi yasudahlah kami sampai juga kok ke Pak Chong. Selama perjalanan, ada berhenti-berhentinya. Bisa buat pip*s atau nyari makanan. Kami si udah males. 
      5.    Langkah kelima, setelah disampaikan di Pak Chong, bingung deh kami. Kemudian muncullah Ibu Noch yang baik hati banget mengarahkan kami bagaimana how to get to Primo Piazza impian kami.
      Jadi seturunnya kami di Pak Chong (jadi dia bukan terminal, hanya semacam terminal bayangan di mana bis-bis kadang menurunkan penumpang di situ). Bilang aja si sama supir atau kernetnya kalau kalian mau ke Khao Yai. 
      Oiya, kemarin kami blind banget turunnya di Pak Chong sebelah mana. Bilang ke kernet sama supir buat diturunkan di Pak Chong, pake Google Translate atau pake Bahasa Inggris, merekanya jawabnya pake bahasa Thailand. Kami geleng2 dan desperate. Tapi akhirnya diturunkan di tempat yang benar juga si. 
      Lanjut ke Ibu Noch, jadi dari terminal Pak Chong, alternatif transport ke Khao Yai adalah dengan sewa motor seharga 300 baht/motor/24 jam atau dengan sewa mobil seharga 2500 Baht (kata blog). Kemudian Ibu Noch menawarkan kami untuk naik Songthaew dengan harga 1500 Baht untuk dua tempat tujuan. Dengan pertimbangan waktu saat itu sudah menginjak sore, dan kami berlima, sewa motor butuh 3 motor jadi 900 Baht ditambah bensin 100 Baht per motor. Jatuhnya sama saja harganya. Ditambah pula kami bakal butuh waktu buat baca maps. Iya kalau ketemu dan akurat. Finally kami ambil tawaran dari Ibu Noch. Jug ijag ijug, ternyata lumayan jauh lho menuju ke Primo Piazza. Kami bersyukur ambil tawaran Ibu Noch. Jadi bisa ngobrol-ngobrol cantik kan di dalem songthaew sambil lihatin jalanan Khao Yai yang alus dan gede beut. 
      Ngomong ngomong Ibu Noch, beliau baik banget dan yang asoy bisa bahasa Inggris. Hamdalah. Jadi sesampainya di Pak Chong, kami nanya toilet, diarahkan di mana toilet, kami nanya tempat sholat, dijawab gak ada tempat sholat (emang gak ada si). Terus kami diberikan waktu buat belanja2 di sevel dulu sebelum meluncur ke Primo dan Palio. Seselesainya dari trip, kami juga dicarikan dan ditungguin sampai kami dapat bis ke Bangkok. Dan oh, kami dapat tiket bis ke Bangkok just 120 Baht. Yaiyuy, kami rugi 30 Baht deh. Dan setelah kami dapet bus dan mau naik bis, ibu Noch gak minta komisi atau bayaran apapun dong. Saya dan temen2 sempet pandang-pandangan. Beneran nih masih ada orang baik di tempat wisata apalagi di luar negeri begini? Beliau cuma minta dipromoin ke teman-teman yang mau ke Khao Yai. That's why saya bikin postingan ini. 
      Setelah say goodbye dan thank you sama Ibu Noch, kembalilah kami ke Bangkok dengan bahagia namun lelah. Oiya ini nomor HP Ibu Noch bisa diminta via DM ya.
      Dan, ini sekilas pandang objek-objek di Khao Yai yang kami datangi.
      Primo Piazza
      Tiket masuk: 200 Baht 
      Isinya: komplek perumahan ala Eropa gitu deh. Sebelum ke Eropa beneran, bisa lah buat pemanasan di Primo Piazza ini. Cekrek cekrek yang banyak ya, udah bayar mahal sist. Feel fotografer kalian harus lebih jeli biar bisa menangkap ke-chic-an tiap sudut Primo Piazza. 
      Di samping komplek ala Eropa, kalian bisa beri makan kambing (kambing? Iya, kambing sama kayak yang ada di kampung saya). Ada juga alpaca si. Yang seolah olah berada di Australia. Tapi pas kemarin ke sana, cuma ada sedikit alpacanya. Itu pun pada menjauh dan gak bisa kami kasih makan. 
      Palio Village
      Tiket masuk: free
      Isinya: toko-toko yang jual barang apa saja dengan konsep pertokoan layaknya Eropa (duh, kenapa lagi lagi Eropa si). Harganya mahal mahal si. Enggak cocok buat traveler kere hore macam kami. Jadi di situ kami cuma lihat lihat sebentar dan pulang. 
      Sekian catatan flashpacker kami ke Khao Yai. Kalau saya si suka sama daerahnya. Dingin, adem, banyak makanan di night marketnya (kelihatan pas kami jalan tapi kami gak brenti), dan penginepannya yang kami lihat pas perjalanan ke Primo konsepnya unik-unik. Next time kalau ke sana lagi mau nginep ahhh. InsyaaAllah 
      Semoga membantu buat teman-teman yang mau ke sana ya.
      Kap kun Kha, Kap kun Khrap










    • By Daniyah Isa
      Assalamualaikum 
      Salam kenal,
      Panggil saya, Nia
      Ini adalah pertama kalinya saya pergi ke LN dg mengurus semua keperluan sendiri. Biasanya, sdh terima beres dari kantor, karena memang ada urusan. Nah, destinasi yg saya pilih tdk jauh tp harus berkesan ! Melaka. Kota yg ditempuh dlm waktu 2 jam dari KLIA2. 
      Gimana caranya saya bisa sampai ke sana ? Inih dia, detailnya ;
      1. JKT-KLIA2
      Pesan tiket pesawat yg everyone can fly dari situs resmi. Lama waktu sekitar 2 jam, berangkat 10:10am sampai KLIA2 13:15pm.
      Di KLIA2, ikuti saja petunjuk arah yang ada, sambil ikuti arus kemana orang-orang pergi. Nanti, ada eskalator naik, lalu ada eskalator turun langsung ke tmpt imigrasi. Setelah keluar dari imigrasi, saya temukan mall dg counter-counter barang branded. Semacam Grand Indonesia, kalau di Jakarta.
      Buat yg terburu-buru sampai ke KL dg cepat, mgkn ada urusan meeting or apa, bisa lurus terus ke pintu keluar. Di samping pintu keluar ada loket pembelian tiket KL Ekspres, seharga 55RM dg waktu tempuh 33menit ke stasiun KL SENTRAL. Dari KL Sentral, bisa pilih kemana saja tujuan teman-teman yg mau dicapai. Ibarat di Jakarta nih, KL Sentral tuh Manggarai. 
      Tujuan wisata saya, dan teman saya adalah Melaka. Belajar dari blog dan bbrp artikel, butuh kendaraan bus utk sampai ke sana. Hanya bus saja, tdk ada kereta atau MRT yg menuju ke sana. Saya pun, turun lagi ke lantai G dg eskalator. Jangan takut kesasar ! Banyak petugas keamanan yg berjaga.
      Sampai di lantai paling dasar, ada sederet loket yang menjual tiket bus, taxi, sewa kereta (mobil). Langsung saja, membeli tiket bus Transnasional tujuan Melaka Sentral, seharga 24.10RM. Di tiket sudah tertera nomor tempat duduk, gate tempat menunggu. Wah, pokoknya tertib dan teratur! Meskipun busnya lebih bagusan DAMRI sih bagi saya, hehehe.
      2. Melaka dan Wisatanya 
      Selama 2 jam perjalanan dari KLIA2, sambil bengong-bengong liat pemandangan (apa bener gue di Malaysia? Ini mirip ke Ciawi yah ? Heheheh) yang membedakan tuh, sepanjang jalan lancar jaya. Mgkn supir bus kapalan nginjek gas, hehehe. Duh bahagia deh kalau Jakarta jalanannya kaya gini terus. Sampai tibalah saya di Melaka Sentral, ibaratnya Terminal Kp. Rambutan gituh. 
      Waduh, sepi banget ! Macam ga ada kehidupan. Bingung juga kan, mau ke hotel gimana ? Boro-boro kuota buat pesan taksi online, sinyal ajah ga dapat.
      Yaa, saya tanya ke petugas kebersihan, dan memang bus Panorama 17 tujuan Bangunan Merah, agak lama. Bukan karena macet yaa, ini karena jalanan di Melaka tuh Sehala (satu arah) jadi dia berputar dulu.
      Sejam menunggu, datanglah bus Panorama 17. Disinilah pengalaman dimulai, banyak yg Negor dan tanya "Indonesia ya ? Indonesianya mana ?" Agak bingung sih, ditanya begitu. Biasanya ditanya "Jawanya mana ?" Padahal sih, sama saja hehehe. 
      Saya menginap di hotel Hallmark Crown, 3H2M, seharga 147RM include Breakfest, free wifi. Wilayahnya dekat dengan mall Dataran Pahlawan, jalan kaki 10 menit lah. Jadi turun saja di Dataran Pahlawan, ongkos busnya 2RM saja. Hotelnya comfie banget ! Disetiap sudut ada galon. Jadi bisa refil sepuasnya, ditambah kulkasnya menyala dg sempurna. Wah, recomend deh!
      Saran utk teman-teman yg mau pesan hotel di Melaka, pesan di daerah sekitar Dataran Pahlawan (rate murah), Bangunan Merah, dan Jonker Street. Tiga tempat itu, sudah dekat banget kemana-mana. Jadi bisa jalan-jalan santai, foto-foto, interaksi sama penduduk lokal. Yg penting, rajin jalan kaki yaa, hehehe.
      Hari pertama saya mengunjungi Bangunan Merah, jalan kaki dari Hotel 15 menit. Melewati mall-mall Besar, dan rupanya ada carnaval becak hias, mobil hias dan barongsai. Jadi nggak berasa jauh dan capeknya.
      Di Melaka, ada yang saya lihat di maps Google itu jauh, ternyata dekatan. Menara Taming Sari, Bangunan Merah, Jonker Street dan River Cruise. Yang jauh, cuma Masjid Selat Melaka. Masjid Selat Melaka memang harus menggunakan taksi online, karena jaraknya terpisah dengan daratan Melaka kota dan masuk ke kompleks perumahan. 
      3.Kuliner dan Oleh-oleh Melaka
      Sempat bingung mau makan apa di Melaka. Hari pertama saya sampai di Melaka, sudah malam dan banyak yg tutup. Masa iyah sih, jauh-jauh ke Melaka, makanya McD? Nggak ada nasi lagi. Akhirnya mampir ke 7Eleven (horeee, Nemu 'sevel !) Beli nasi lemak instant dan mie instan. Lupa berapa harganya, tapi cukup menahan lapar. Serius deh, sebenarnya nggak lapar-lapar banget ! Cuma karena nggak mau masuk angin ajah.
      Terakhir perut diisi sama sandwich Subway yg beli di KLIA2. Hufh, gara-gara ngincer destinasi wisata jadinya lupa makan. 
      Hari kedua, masih hunting foto disekitar Bangunan Merah, Taming Sari, River Cruise. Cerah banget langit di Melaka, dan udaranya juga segar nggak ada polusi (kapan Jakarta begini ? Mungkin ga yah ?). Di samping Bangunan Merah, ada tangga menuju bukit. Diatasnya bangunan reruntuhan yang menghadap lautan lepas. Keren banget !!! Duduk-duduk saja sambil lihat pemandangan. 
      Oh Iyah, untuk beli oleh-oleh seperti gantungan kunci, kaos tulisan Melaka, tas Melaka, tempatnya di Medan Samudera. Tenang, ga jauh kok ! Ga perlu nyebrang. Dari Bangunan Merah, ambil sisi kanan dan lurus terus sampai lihat bangunan kapal pesiar. Nah di sana, yang paling murah ! Kaos dapat 10RM, gantungan kunci dapat 8RM, 6 gantungan kunci. Meski di Bangunan Merah juga ada lapak yang menjual, lebih baik beli di Medan Samudera, karena harganya lebih terjangkau. 
      Selain beli oleh-oleh, di tempat ini ada warteg Melayu loh ! Syukurlah, ada warteg juga. Awalnya sempat underestimate gitu. Makanannya mirip makanan warteg, dan ga lebih menarik dari warteg Jakarta. Karena Nggak enak sama Ibu penjualnya, yg tiba-tiba udah nyendokin nasi, mau ga mau dibeli. 
      Yaa sayur tumis kacang panjang dan ayam goreng jadi menu makan siang. Pas dimakan, enak ! Ini karena efek capek mungkin yaa. Minum air mineral, biar nggak makin haus. Tadinya sih mau makan nasi Briyani dan teh tarik, tapi dia hanya jual di hari Minggu. Seporsi makanan warteg Melayu cuma 6RM. Waah, amazing ! akhirnya bisa menghemat, heheheh.
      Lepas makan, lanjut belanja-belanja di sekitar Medan Samudera. Biasa, buat yang dirumah, mau dibeliin kaos dan gantungan kunci utk disebar, hehehe. Jalan lagi ke Bangunan Merah, baru ketemu kedai es cendol. Katanya sih, es cendol di Melaka itu khas banget. Yaudah, saya beli yang es cendol kacang merah. Rasanya ??? Waah, enak banget !!! Pass buat saya yang ga terlalu suka manis. Kuah santannya gurih, cendolnya segar dan kacang merahnya manis. 
      Wah, okeh banget lah ! Rencana kalau ngidam, maunya ngidam es cendol Melaka. Hahahah
      Menjelang sore, saya bersiap menuju Mesjid Selat Melaka. Menikmati sunset sambil menunggu waktu magrib. Magrib di Malaysia, setengah tujuh. Tapi langitnya seperti setengah enam, Jakarta. Waktu di Malaysia tuh cepat banget ! Mungkin ini planet Merkurius, satu menit tiga puluh detik. Semua terasa cepat.
      Saya dan teman-teman menuju Masjid Selat Melaka menggunakan taksi online. Sampai di sana, waah indah banget ! Lebih indah dari foto-foto Google. Garis cakrawala sudah menyapa di langit. Air laut biru bersih tanpa sampah. Saya berdiri di halaman belakang Masjid menatap langit sore. Diterpa angin laut, dan ada beberapa wisatawan lain berlalu-lalang. Sayang, lagi nggak sholat Magrib di sini. 
      Akhirnya cuma nunggu teman yang sholat Maghrib, sambil jaga sendal hahaha.
      Malam terakhir di Melaka, saya menuju rumah makan Eeji Ban Chicken, penjual makanan khas Melaka. Ada Rice Balls, Asam Pedas, Nasi Lemak, harganya pun terjangkau. Berkesan makan ditempat ini, karena rumah makan Eeji Ban recomend dari supir taksi online. 
      4. Check Out Melaka
      Hari terakhir di Melaka, saya merasa sedih banget ninggalin tempat ini. Padahal rumah ini kampung orang, negeri orang, huhuhu. Nggak mau repot karena tas udah beranak, jadinya saya dan teman-teman naik taksi online ke Melaka Sentral.
      Di Malaysia pada umumnya, jarang ada sirik-sirikan or persaingan. Contohnya di terminal Sentral Melaka. Tadinya mau naik bus Delima,  bus terkenal dikalangan blogger yg pernah kesana. Tapi sama kenek Delima, disuruh ke bus satunya lagi yg kurang eksis. But its OK ! Yg ptg sampai, heheheh.
      Dua jam perjalanan menuju terminal bus TBS (Terminal Bersepadu Selatan), amazing !!! Terminal Bus rasa Bandara Terminal 3. Bersih, tertib, rapi. Dibawahnya, ada stasiun menuju KL Sentral. 
      5. Sehari di Kuala Lumpur 
      Berhubung pesawat tengah malam, jadi siang masih bisa jalan-jalan sebentar di Kuala Lumpur. Hunting foto di KLCC, Dataran Merdeka dan jalan-jalan ke Mall *lagi. 
      Dari Terminal TBS, naik KL transit ke stasiun KL SENTRAL seharga 6.5RM. Dari KL SENTRAL, bisa ke Batu Caves, KLCC, Mesjid Jamek, KLIA2. Ada peta seperti peta yang ada di halte Transjakarta, di sana juga ada petugas yang membantu dan menanyakan "Can i help you ?" So, tak perlu takut tersesat. 
      Stamina udah low, meski cuma naik turun kendaraan umum tp cukup bikin lemas. Selain makan, kita juga butuh vitamin, kalau capek lebih baik istirahat.
      Di KL SENTRAL, ada loker penitipan dg kunci sensor wajah. Jadi kita ga perlu deh tengteng tas beranak kesana kemari. Harganya 20RM utk loker kecil dan 30RM utk loker besar. Sangat disarankan berpergian sama teman, biar segala biaya bisa ditanggung bersama. Tapi milih juga yaa, teman yang gimana buat diajak jalan jauh. Apalagi, ke LN yg jalan kakinya jauh-jauh.
      Baiklah, itu pengalaman pertama saya traveling ke Melaka, Malaysia. Saya sangat suka tempat itu, lebih indah dari yg saya bayangkan. Terutama yg hobi fotografi, ini banyak spot-spot bagus di Melaka. 
      Oh Iyah, makasih banyak buat Mba Vira. Mgkn dia jarang aktif di forum ini. Saya pun juga newbie. Ketemu jalan2.com karena random ajah, hehehe. Lagi bosen, drpd stalking sang EX atau baca berita hoaks, iseng-iseng cari soal Melaka. Tiba-tiba muncul situs ini, dan saya kenalan sama Mba Vira. Nggak ada sedikitpun curiga bakal gimana nnt disana, tinggal jalan ajah. Hehehe
      Nah buat teman-teman, semoga tulisan saya membantu dan jadi referensi kalau kalian mau ke sana. Ingat, No need bilang, barang ini murah atau mahal. Soalnya beda "Peradaban".
       









    • By Dantik
      Sepenggal percakapan antara saya dan teman saya:
      Teman: “Lah trus d amsterdam mo k mana aja? Biasa k keukenhof, volendam & zaanse schaans.”
      Saya: “Itu udh loe sebutin ”
      Teman: “Tp cm 2 hr d amsterdam?”
      Saya: “Haha... emg knp klo 2hr? Ga cukup ya?”
       
      Satu hari di Amsterdam dapat apa saja? Banyak... iya, banyak. Kecuali pas winter yah! 
      Kami tiba di Amsterdam pukul 11 malam. Naik Flixbus dari Bruxelles (Gare du Nord) ke Amsterdam Sloterdijk. Penginapan kami sebenarnya tidak terlalu jauh dari Stasiun Sloterdijk, karena salah jalan jadinya terasa jauh. Untung aja sempat ketemu orang Indonesia jg dsna, jd bisa di antar menuju ke jalan ke penginapan. Kami menginap di WOW Hostel Amsterdam. Sampe hostel langsung tepar.
       
      Pagi2 kami langsung check out, tapi barang kami titipkan di hostel. Saatnya petualangan dimulai!
       

       
      Pertama2 kami menuju Keukenhof dari statiun Sloterdijk, kami membeli Amsterdam & Region Travel Ticket seharga 1 day € 18,50.
       


       
      Dari Sloterdijk naik train ke Schiphol Airport/Plaza. Dari Schipol Airport naik Bus 858 (Arriva) turun di Keukenhof.
       





       
      Dari Keukenhof kemudian ke Volendam naik Bus 858 (Arriva) turun di Schiphol Airport. Dari Schipol Airport naik train ke Zaandijk Zaanse Schans. Dari situ jalan kaki sekitar 1km sudah sampe di Volendam.
       

       
      Dari Volendam kemudian ke Zaanse Schans naik train lagi turun di Central Station. Kemudian naik Bus 391 turun di Zaanse Schans.
       

       
      Setelah dari Zaanse Schans kemudian kembali ke Amsterdam utk city tour. Naik Bus 391 lagi turun di Central Station. Dari Central Station kita mulai city tour.
       

       
      Kemudian kami kembali ke hostel untuk mengambil barang dan lanjut ke  Stasiun Sloterdijk untuk destinasi berikutnya.
       
      Seperti itulah itinerary kami untuk one day tour Amsterdam, semoga bermanfaat.

    • By kyosash
      Hello Jalan2ners 
      Sudah lama saya tidak post di forum ini, kali ini saya mau berbagi cerita trip ke Jepang musim panas ini.
      Sebenarnya tahun ini saya tidak ada rencana berangkat, berhubung saya berhasil mendapatkan tiket konser festival musik, mau tidak mau saya harus berangkat 
      jadi tujuan utama trip kali ini untuk memenuhi salah satu impian saya selama ini yaitu nonton festival music & fireworks (kembang api) secara langsung. \
      jadi tidak terlalu menfokuskan ke spot - spot wisata.
       
      ok dech, tanpa basi basi saya akan memulai cerita tripnya.
       
      dikarenakan saya mendapatkan kabar berhasil membeli tiket konser sekitar 1 bulan sebelum hari H, jadi saya cukup kelabakan mencari tiket pesawat + tempat penginapan & dll.
      setelah 1 minggu cari2 tiket murah, akhirnya dapat juga walaupun tidak semurah harga promo tapi gpp dech. 
      kali saya menggunakan jasa ANA untuk kedua kalinya (PP Rp. 5 jt-an).
       
      23 - 25 Agustus (Jakarta → Narita Airport → Mitaka + Yamanashi)
      Perjalanan dimulai dari Jakarta. pesawat pada subuh hari yang ingin saya tumpangi delay sekitar 30 menit-an. 
      sekitar 7 jam 45 menit perjalanan, begitu landing lagi2 delay sekitar 20 menit.
      setelah tiba di bagian Imigrasi, saya melihat perubahan, yaitu adanya mesin untuk scan (input) mata dan sidik jari, di tengah antrian sebelum ke bagian cek paspor. 
      kemudian saya tanya kepetugasnya, sejak kapan ada mesin ini, karena tahun lalu saya ke sini belum ada mesin seperti ini, lalu petugasnya menjawabnya semenjak April/Mei ini.
      walau antrian panjang otomatis dengan adanya mesin ditengah2 antrian ini sangat mempercepat proses pemeriksaan.
      waktu proses pemeriksaan sempat ditanya2 dan juga sempat dibongkar koper untuk diperiksa isinya. yang dimana selama ini saya tidak pernah mengalami hal ini waktu ke Jepang.
      saya merasakan makin ketatnya pemeriksaan belakangan ini, mungkin karena reputasi Orang Indonesia yang semakin memburuk.
       
      setelah beres saya langsung bergegas ke tempat penginapan yang telah saya booking sebelumnya melalui Airbnb.
       
      Narita International Terminal 2 → Asakusabashi (Keisei) ¥1100 → Mitaka  (JR Chuo Line) ¥390 → Tempat Nginap
       
      waktu pertukaran kereta di Asakusabashi saya sempat kehilangan tiket, kalau sengaja beli lagi lumayan sekitar 1100 yen, lalu saya mencoba menggunakan bahasa Inggris gagap ke petugasnya, akhirnya diperbolehkan lewat, "thanks pak petugas !!! "
      begitu tiba di Stasiun di Mitaka, saya langsung menuju ke tempat penginapan, baru jalan sekitar 5 menit baju udah basah kuyup,  suhu panasnya sih sama seperti sama Jakarta tapi tingkat kelembaban-nya beda banget.
      alhasil begitu sampai penginapan langsung mandi dech, lalu ngobrol bentar dengan tuan rumah.
       
      Plan untuk besok cuma ketemu teman saya pada siang hari untuk ambil Tiket konser, jadi paginya masih sisa banyak waktu, saya memutuskan untuk coba mengunjungi dokter gigi di dekat2 rumah.
      berhubung tempat temu janji cuma sekitar 20 menit jalan kaki dari tempat penginapan, jadi selama perjalanan saya menemui 4 dokter gigi, tapi tutup semua, jangan2 Hari Kamis (hari liburnya dokter gigi), tapi setelah sampai dekat tempat temu janji, saya melihat ada dokter gigi yang buka, lalu saya coba tanya2, alhasil lumayan mahal juga kalau tanpa asuransi, dan juga butuh beberapa kali datang sesuai dengan perawatan lubang-nya.
      setelah selesai bertanya2 dengan staff dokter gigi, saya langsung menuju ke tempat temu janji. yaitu kedai Iseya Yakitori (satay jepang) yang cukup terkenal diarea itu, karena sudah ada antrian walau belum buka. untuk websitenya bisa lihat disini > Iseya Yakitori
      disini teman saya memesan berbagai macam menu.
        
       
      setelah selesai berbincang-bincang dan menyerahkan tiket konser ke saya. dan teman saya segera balik ke Machida, dan dikarenakan saya masih mempunyai luang waktu, jadi memutuskan untuk ke mampir ke Shibuya yang dimana satu jalur dengan arah pulang teman saya.
       
      waktu jalan ke stasiun Kichijoji, teman saya menyempatkan untuk membeli Katsu (Sapi) + Korokke (pergedel jepang) di "Steak House Satou" , yang cukup terkenal enak di area Kichijoji ini.

       
      Kichijoji (Keio Inokashira Line) ¥200 → Shibuya
      ditengah perjalanan kereta saya berpamitan dengan teman saya karena mesti pindah jalur,  lalu setelah sampai ke Shibuya Station

      kemudian saya langsung mencari tempat makan yg saya hampiri 2 tahun lalu yaitu "Okinawa Soba", dikarenakan saya masih cukup kenyang tapi kangen akan rasanya, jadi saya hanya memesan sayuran-nya saja yaitu Goya Chanpuru seharga 580 Yen


       
      setelah itu keliling sebentar area Shibuya lalu kemudian pulang balik ke penginapan,  karena besok paginya harus bangun pagi2 untuk ke tempat konsernya.

       
      Shibuya (JR Yamanote Line) → Shinjuku (JR Chuo Line) ¥220 → Mitaka (Tempat Penginapan)
      begitu balik, mandi lalu mempersiapkan keperluan untuk esok harinya , besok pagi mesti bangun sekitar jam 4.30 .
       
      Besok paginya sekitar jam 5-an,  saya jalan menuju ke Station Mitaka sekitar 20 menit akhirnya sampai juga. kemudian langsung menuju ke Shinjuku Station tempat bus berangkat ke tempat konser.
       
      Mitaka (JR Chuo Line) ¥220→ Shinjuku (Official Bus Tour) ¥2800 → Yamanashi (Yamanakako Exchange Plaza Kirara)
      karena frekuensi Bus dari Shinjuku ke Yamanashi sedikit, jadi sebelumnya saya booking tiket ke pihak/staff yang berkaitan dengan event konsernya.
      Tiba di Shinjuku station sekitar jam 5.45 , lalu menuju ke tempat busnya, walau masih pagi tapi sudah banyak orang yang mengantri untuk naik ke bus.
      sekitar 40 menit mengantri, akhirnya naik juga ke Bus, perjalanan normal dari Shinjuku ke Yamanashi sekitar 2,5 jam tapi waktu di area Yamanashinya cukup macet alhasil sekitar 3.5 jam baru sampai tempat tujuan. 

      (akhirnya bisa berjumpa juga dengan Gunung Fuji, tanpa sengaja dicari  )

      Acara Festival music ini berlangsung selama 3 hari, tapi saya hanya ikut 1 hari saja yaitu 10rb Yen. 
      Ada 4 Panggung dan disini juga bisa naik Balon udara, main Canoe, atau main air di pinggir Danau sekitar untuk detailnya bisa lihat langsung ke sini Sweet Love Shower Site 

      walau masih pagi, tapi sudah banyak pengunjung, awalnya saya perkirakan sekitar 12rb orang, ternyata saya salah .. totalnya melebih 120rb orang ternyata. 

      waktu masuk menerima map (schedule) + wristband (yang akan dicek setiap kali pindah panggung, jadi pastikan jangan hilang ^^)

        


      karena selama perjalanan dari Tokyo belum makan, jadinya saya langsung berburu makanan begitu sampai, saya mencoba Yakiniku Kare 1000 Yen, rasanya lumayan enak.


       
      Karena Masih agak pagi , pengunjung belum benar2 padat, saya memutuskan untuk explore area ini.
        
        
       
      walau padat pengunjung tapi tetap bisa jaga kebersihan begitu juga Toiletnya cukup bersih 
        
       
      Sekitar jam 11 cuaca makin panas, waktu nonton desakan-an di dekat panggung berasa cepat cape dan karena dempet2an suhu makin terasa panas (mungkin sekitar 40°C kali ^^)
      kebetulan band (Coldrain) yang saya ingin tonton manggung jam 12.00, jadi mutung dech  
      dan alhasil bawaan-nya cari minum, tanpa terasa menghabiskan 2000 - 3000 yen untuk minum saja 
       
       
       
      makin siang, makin berasa panas dan padatnya pengunjung.

      walau baru 2 jam-an disini rasanya energi udah habis, bawaan-nya ingin pulang aja, tapi berhubung saya udah beli tiket bus pulang ke Tokyo, dan paling awal sekitar jam 19.45 malam berangkatnya, mau kagak mau harus menunggu sekitar 7 jam-an lagi.
       
      demi menambah energi, saya mencari makan + minum. lalu saya membeli Sasebo Burger,  ukuran-nya 2.5 kali lebih besar dari burger biasa, begitu juga isinya yang banyak.
       
      sambil makan, sambil lihat live (band) dari kejauhan.
        
      tidur-tiduran di taman waktu band kagak manggung ^ ^

      setelah segar kembali, kemudian aktif lagi dech jingkrak2, dorong2-an 
      walau panas, cape, tapi benar-benar puas ikut festival ini, rasanya ingin lagi berpatisipasi kalau ada kesempatan  
       
      NOTE : disini dokumentasi music sangat dilarang, jadi jangan kaget waktu ngerekam tiba2 staff muncul didepan anda
       
      untuk preview (gambaran) mengenai festival music ini bisa lihat disini 
       
       
      Yamanashi (Yamanakako Exchange Plaza Kirara) (Official Bus Tour) ¥2800 → Shinjuku (JR Chuo Line) ¥220 → Mitaka (Local Bus) ¥220 →Tempat Penginapan
      Sekitar jam 19.15 malam saya langsung menuju ke Tempat Bus, dan menunggu antrian, sekitar 25 menit menunggu akhirnya bisa naik ke dalam Bus, kemudian langsung menuju ke Shinjuku.
      kali perjalanan sekitar 2.5 jam, karena tidak terlalu macet. 
      setiba di Shinjuku saya langsung menuju ke Mitaka, dan karena sudah lelah saya memilih naik Bus untuk ke tempat penginapan, kemudian mandi dan segera beres2 dan siap barang. karena besok pagi2 mesti ke Haneda untuk ke Kochi.
       
       
      Untuk Lanjutan-nya bisa lihat disini 
      26 - 30 Agustus (Kochi, Nakamura + Sukumo)
      30 Agustus - 1 September (Matsuyama, Dogo Onsen + Bansuiso)
      1 - 4 September (Kure, Onomichi, <Mukoujima & Innoshima Island> + Tomonoura)
      4 - 6 September (Kurashiki + Naoshima)
       
      Simak juga perjalanan saya lain-nya 
       
    • By petrus.sitepu
      Cirebon, salah satu kota di daerah jawa barat yang patuh dicoba untuk destinasi wisata di weekend anda. 2hari saja sudah cukup kalau anda ingin berkeliling di kota Cirebon, anda bisa wisata kuliner dan belajar sejarah tentang kerajaan di cirebon dari keraton kasepuhan, keraton kacirebonan hingga keraton kanoman.
      Akses yang bisa anda tempuh menuju kita Cirebon bisa menggunakan kereta api ataupun membawa mobil sendiri. Apabila anda menggunakan kereta api anda cukup menghabiskan biaya Rp 100,000,- sudah sampai cirebon dengan menggunakan kelas ekonmi ac. Kereta ekonomi AC sehari ada 3 jadual, jadi tinggal pilih sesuai dengan kenginan anda. Apabila anda memutuskan untuk membawa mobil sendiri biaya tol yang akan anda keluarkan untuk sekali jalan dari tol dalam sekitar Rp 110,000 dengan jarak yang ditempuh kurang lebih 200km.
      Bagaimana dengan hotel di Cirebon, jangan khawatir banyak pilihan hotel disana dari kelas budget atau luxury bahkan ada guest house juga. Penulis selama dicirebon menginap di 2 hotel yaitu di Hotel Amaris dengan rate sekitar Rp 300,000 (sudah termasuk breakfast 2 orang) didaerah Jalan Siliwangi (jalan boulevard kota cirebon, tidak jauh dari kantor balaikota. Hotel Amaris juga tidak jauh dari stasiun kereta api cirebon) dan Hotel Batiqa dengan harga sekitar Rp 350,000 (belum termasuk makan pagi). Tapi jangan kuatir di cirebon banyak makanan lokal yang cocok untuk sarapan pagi dari nasi lengko ataupun docang.
      Wisata sejarah menjadi salah satu wisata yang sangat direkomendasikan selama anda di kota Cirebon, karena kota cirebon sendiri memiliki 3 keraton yaitu keraton kasepuhan (terbesar), keraton kacirebonan dan keraton kanoman. Penulis merekomendasikan keraton yang pertama kali dikunjungi yaitu keraton kacirebonan kemudiaan keraton kasepuhan yang terakhir keraton kanoman.
      Dimulai dengan keratonan kacirebonan, keraton ini tidak terlalu luas hanya perlu waktu 30menit - 1 jam untuk melihat keraton ini. Harga tiket untuk masuk keraton kacirebonan sebesar Rp 10,000. Destinasi selanjutnya yaitu keraton kasepuhan, Keraton ini lebih besar dibandingkan keraton kacirebonan. Harga tiket masuk kedalam keraton kasepuhan dikenakan biaya Rp 15,000.  Jam yang direkomendasikan untuk mengunjungi keraton kasepuhan yaitu diatas jam 1 siang walapun panas tapi anda akan bisa melihat pertunjukan tari khas cirebon secara gratis. Selain melihat pertunjukan tari anda juga akan beberapa peninggalan keraton lainya tapi kalau anda ingin masuk ketempat tersebut akan dikenakan biaya lagi sekitar Rp 10,000 - Rp 25,000 tergantung tempatnya. Selain itu di keraton kasepuhan anda bisa melihat mata air yang konon tidak pernah kering sepanjang musim, sama halnya dengan tempat lain didalam keraton kasepuhan untuk masuk ke area mata air dikenakan biaya Rp 10,000.
      Destinasi keraton yang terakhr yaitu keraton kanoman, tidak susah payah melihat keraton kanoman karena hanya tersisa bagian luar saja masuk kedalam tidak memungkinkan karena digunakan untuk tempat tinggal. Tapi didepan keraton kanoman terdapat fresh market yang tidak hanya menjual sayur tapi makanan khas cirebon bahkan hasil laut khas cirebon. Apabila anda ingin ke keraton kanoman, penulis menyarankan pagi hari dikarena didepan pasar kanoman terdapat makan khas cirebon seperti Tahu Gejrot (tepat diseberang ruko manisan shinta), Docang (di seberang pintu masuk pasar kanoman), Es Duren (dimana kalian akan mendapatkan 3 buah duren) dan Nasi Leko (Nasi yang diberi potongan tahu, tempe dan oncom). Selain makan tersebut ada 2 makan khas lagi yang perlu dicoba selama dicirebon yaitu Nasi Jambalang (rekomendasi Nasi Jamblang Mang Dul dan Nasi Jamblang Ibu Nur) dan Empal Gentong (rekomendasi Empal Gentong Krucuk dan Empal Gentong H Apud)
      Selain ketiga keraton, anda juga bisa mengunjungi Gua Sunyaragi. Letak dari gua ini  agak keluar kota cirebon (sekitar 3-4km dari area kota cirebon). Penulis menyarankan apabila anda mengunjungi gua sunyaragi pada sore hari, karena warnanya baik untuk foto. Gua Sunyaragi cocok untuk anak muda yang suka posting di social media khususnya instagram, karena area ini instagramable (kata anak muda sekarang, silakan cek instagram penulis ada foto di gua sunyaragi -id : herr.sitepu).
      Kalau ingin membawa buah tangan khas cirebon silakan anda menuju Batik Trusmi (sekitar 7-8Km dari area kota cirebon). Anda mencari batik khas cirebon yaitu mega mendung? Ada di batik trusmi baik batik tulis atau batik cap. Harga di batik trusmi dari Rp 50,000 sampai adanya yang Rp 5,000,000 (umumnya batik tulis). Di batik trusmi juga ada tempat untuk belajar membatik, dan hasil membatik kita bisa dibawa pulang juga. Tidak hanya batik di batik trusmi anda bisa membawa buah tangan berupa makanan khas cirebon seperti kerupuk melarat.
      Jadi tunggu apalagi, apakah anda tidak penasaran dengan kota Cirebon? Selamat traveling.