Titi Setianingsih

Trip Medan – Samosir – Berastagi 3H2N (10-12 Desember 2016)

23 posts in this topic

Selamat sore JJ’er,,,siapa yang belum pernah dengar kemashuran Danau Toba dan Pulau Samosirnya ? Saya yakin tidak ada, karena tempat ini sudah sangat tenar hingga ke mancanegara. Sebagai wisatawan domestic, tempat ini sudah masuk dalam wishlist, tapi baru di penghujung 2016 akhirnya baru kesampaian mengunjunginya.

Alhamdulillah, dengan matangnya persiapan untuk menuju kesini, yakin akan lancarlah perjalanannya, tentu saja karena dibantu teman2 yang ada di Medan sana. Inilah kelebihannya jika punya banyak teman, kemanapun ada yang menolong.  Jadi kami jalan2 kali ini menggunakan sistem share cost plus bonus berupa free mobil dan penginapan di Berastagi, sehingga pengeluaran total selama 3 hari disana hanya Rp. 800.000,- belum termasuk tiket pesawat PP. Mau tahu cerita selengkapnya kan ? Begini ceritanya kawan….

Hari Pertama, 10 Desember 2016

Kami berangkat dari Jakarta jam 05.00 menggunakan pesawat dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta untuk menuju bandara Kuala Namo Medan. Kurang lebih sampai sana jam 7.15, dan teman saya yang nama panggilannya Uda sudah siap menunggu disana untuk menjemput dan mengantar kami berkeliling di Sumatera Utara.

20161210_072454.jpg

20161210_072743.jpg

IMG_6838.JPG\IMG_6833.JPG

Kali ini kami hanya ber5 : Saya, Nani, Mbak Anisa, Ami dan Mbak Okati,,,

Romance Bay

Saking paginya kami berangkat tentu saja perut sudah keroncongan, mau mencari sarapan pagi sepertinya susah, sudah tengak tengok sepanjang jalan kok tidak ada yang nyantol, akhirnya kami putuskan untuk makan di daerah Perbaungan Serdang Bedagai, sekalian mau singgah ke Romance Bay Pantai Cermin, sebuah pantai yang lagi ngehit. Tempat makannya seperti Warung Padang kalau di Jakarta, penyajiannya juga sama, jadi tidak terlalu special yang penting cukup untuk memenuhi kebutuhan sarapan paginya.

Jalan menuju pantai lumayan rusak dan sempit, tapi petunjuknya sangat mudah, dan disekitar area tersebut banyak terdapat pantai2 yang dikelola oleh masyarakat setempat. Ada beberapa pantai yang ditawarkan penduduk desa tapi tujuan kami tetap menuju Romance Bay. Setelah sampai, ternyata sesuai namanya, pantai tersebut dibuat dengan hiasan2 yang sangat romantic, terdapat kelambu2 warna pink dan bentuk2 love beraneka rupa, cucok buat spot foto2 kami.

IMG_6873.JPG

IMG_6886.JPG

IMG_6883.JPG

IMG_6897.JPG

Tiket masuk wisata ini sebenarnya Rp. 35.000 per orang, tetapi karena kami hanya perlu sebentar maka kami ber6 plus mobil hanya bayar Rp. 100.000,- (Ibu2 kalau tidak menawar tidak puas rasanya).

 

 Dan setelah foto2 sepuasnya kami melanjutkan perjalanan menuju Tebing Tinggi, disana sudah ada yang menunggu, teman KJJI Tebing Tinggi. Kenapa di setiap sudut kota ada saja teman yang mencegatnya ? Karena sebelum berangkat sudah saya umumkan di facebook yang saya tag satu2 teman2 yang lokasinya ada disepanjang perjalanan menuju Danau Toba.

 Restoran India

Berkali-kali teman saya telepon, menanyakan sudah sampai mana kok lama sekali tidak sampai2, ternyata kemacetan jalan bukan hanya milik Jakarta, di Tebing Tinggipun macet panjang, tetapi karena ada kendaraan mogok rupanya, dan hal ini sudah membuat kami gelisah karena perjalanan menuju Danau Toba masih sangatlah panjang. Dan ketika saatnya sampai di Restoran India yang beralamatkan di Jl Ahmad Yani no 46 Tebing Tinggi, tempat meet up kami, sebenernya sudah saatnya makan siang, tapi karena perut masih kenyang maka kami hanya dipesankan juz martabe dan martabak serta roti cane sebagai masakan khas restoran ini. Subhanallah, enak luar biasa, dalam kondisi cuaca yang panas disuguhi juz yang super dingin, cucok aja rasanya.

FB_IMG_1482056458359.jpg

FB_IMG_1482056490477.jpg

FB_IMG_1481386966306.jpg

FB_IMG_1482056417966.jpg

Selagi asyik2nya kami melepas kangen dengan teman kami, Mbak Ayu namanya, datang lagi telepon dari teman yang ada di Siantar, yang katanya hendak mencegak kami di Jl Asahan, olala,,,,,indah sekali persahabatan ini, di-mana ada kawan yang baek,,,,Alhamdulillah.

Akhirnya selepas shalat dzuhurpun kami buru2 meninggalkan Tebing Tinggi untuk menuju Siantar. Oh ya, satu lagi teman kami yang di Tebing Tinggi batal menemui kami karena ada salah satu keluarganya yang meninggal dunia di Pematang Siantar, dan betul rupanya, ketika kami sampai di Siantar terlihat karangan bunga tanda duka cita berjejer di sepanjang jalan.

 Kopi Massa Kok Tong

Sudah kurang lebih jam 15an ketika akhirnya kami sampai di Jalan Asahan, di bilangan Megaland Pematang Siantar, tempat dimana Kedai Kopi Massa Kok Tong berada. Teman kami sudah memesan tempat di ruang yang berAC, sangat oke menurut saya interior ruangannya, serba coklat dan banyak asesories bergaya jadul, teman2 langsung pada foto2 hampir di setiap sudut kedai kopi. Hhhhmmmm pesananpun special kopi dan mie gomak sebagai menu khas disini. Saya sebagai penikmat kopi sudah tahu dari aromanya yang mantap, sangat keras menusuk hidung, pasti nendang ini kopi. Benar deh,,,ajiiibbbb dan lekkeeerrr ini kopi,,,,!!

 Saking gak percaya dengan testimoni pribadi, akhirnya saya googling deh, dan ini beberapa kesaksian dari konsumen kopi massa kok tong :

 “Dari beberapa pilihan kopi Kok Tong, kami berangkat ke Kopi Kok Tong yang berada di Megaland. Lokasinya enak, parkir luas Kebetulan kami berkunjung sekitar jam 8 malam, ternyata masih sangat ramai. Pesan kopi hitam O, dan cemilan yang beraneka rupa. Kopinya cukup keras, buat yang gak biasa ngopi disarankan memilih menu kopi lain. Tempat yang asik buat ngobrol sampai larut...”

 “Sekalinya ke kota Siantar dibawa teman nongkrong di tempat ini. Tempatnya cukup nyaman dan lokasi di tempat strategis. Minumannya banyak pilihan. Demikian juga makanannya bisa bebas memilih. Tersedia juga mie gomak yang mantap rasanya. Bolehlah utk tempat santai”.

IMG_6918.JPG

IMG_6916.JPG

IMG_6928.JPG

IMG_6948.JPG

Benar kan ? Banyak yang suka dengan Kopi Kok Tong, terima kasih kawan sudah culik kami kesini. Untuk mengisi waktu, kamipun poto2 di Kompleks Megaland, sebuah kompleks elit yang punya landscape lumayan. Kebetulan teman kami kenal pada pemilik salah satu Rumah antic disini, jadi alas an untuk bis amasuk kedalam komplek, karena kalau tamu tak diundang tidak diijinkan masuk.

Villa Dorbon Village

Sehabis foto2 kami lanjutkan perjalanan menuju Danau Toba, sempat mau singgah ke vihara terbesar di Asia Tenggara yang lokasinya di Pematang Siantar tapi sesudah sampai TKP langsung diguyur hujan lebat, akhirnya kami urungkan untuk turun, terlebih lagi pintu gerbangnya sudah di tutup, jadi sudah benar2 tidak ada harapan untuk masuk. Sutralaaahhhhhh,,,

Kamipun lanjutkan perjalanan lagi, cukup panjang kali ini perjalanannya, Siantar-Parapat, rasanya badan kami hancur lebur, dari sore sekitar waktu Ashar hingga Maghrib kami baru sampai di Parapat, walau ucapan “Selamat Datang di Objek Wisata Danau Toba” sudah terbaca sejak entah di kota mana, tapi baru kurang lebih 4 jam  kami nyampai. Dan pertama kali yang kami cari tentu tempat penginapan yang sudah kami booking via Traveloka, view yang Nampak tepat di bibir Danau Toba, kami sudah bayangkan keindahannya, tapi,,,,,,lama sekali kami cari penginapan itu akhirnya baru dapat. Jalanpun sempit menuju penginapan, rupanya Pemda setempat belum menyentuh daerah sekitar Long Beach. Iyaa, kami menginap di Villa Dorbon Village di Jl Justin Sirait, Long Beach Ajibata Ujung, Parapat.

20161211_060810.jpg

20161211_063237_001.jpg

Sebenernya villanya baru sekitar 5 bulan dibangun, alat2nya masih baru dan masih bersih, tapi kalau malam ternyata sepi sekali, karena lokasinya ada diujung yang belum sempat tersentuh Pemda. Untuk yang menyukai kesunyian pastinya suka. Walau untuk keluar menuju pusat keramaian di Parapat agak jauh, tapi kami sempatkan keluar villa juga mengingat kami belum makan malam, dan kebetulan lagi ada Festival Danau Toba (semacam pemilihan Abang dan None kalau di Jakarta), jadi jalanan lumayan macet. Kami makan malam sekalian mencari oleh2 khas Parapat.

20161211_055506.jpg

20161211_055713.jpg

20161211_055522.jpg

20161211_055539.jpg

Oleh2 khas Parapat, apa ya yang enak ? Iseng2 kami beli mangga udang, katanya hanya ada di Parapat, mangganya kecil dan kulitnya kuning. Makannya di kupas pakai tangan dan langsung digigit saja daging buahnya. Cukup manis kalau makannya sudah benar2 masak.

Selain mangga udang ada juga kacang kulit jenis kacang garing SIHOBUK, kalau di Jawa Tengah ada yang namnya kacang kletik, dan kalau di Minahasa ada Kacang Kawangkoan,,,begitulah kira2 rasanya. Tapi kacang garing SIHOBUK Cuma ada di Parapat saja, jadi jangan di lewatkan yaaaa….

img1481643382557.jpg

 Selesai makan malam kami kembali ke penginapan dan tiduuurrrrr zzzzzzzz…..

 Hari Kedua, 11 Desember 2016

 Pulau Samosir

Menyeberangi danau Toba dengan menggunakan kapal ferry adalah tujuan utama kami ke Sumatera Utara. Kurang lebih jam 7.00 pagi kami check out dari penginapan untuk kemudian menuju dermaga penyeberangan di Ajibata menuju Tomok. Kami pilih kapal ferry biasa dengan tiket 8.000 per orang, mobil kami numpang parkir di saudaranya pemilik Villa supaya ngrasa aman. Kalu semisal nginapnya di Samosir maka mobil bisa kita bawa nyebrang pakai kapal ferry dengan biaya kurang lebih 110.000,-

20161211_060334.jpg

20161211_071025.jpg

20161211_070931.jpg

IMG_6974.JPG

IMG_7041.JPG

Untuk yang suka mabok kalau naik kapal bisa ambil seat yang di atas, jadi bisa leluasa menikmati alam sekitar dari atas kapal sehingga bisa mengurangi maboknya. Atau bisa di belakang nakhoda juga nyaman karena terbebas dari asap rokok penumpang lainnya. Saya ambil seat di atas supaya bisa foto2 sepuasnya, Cuma sayang agak panas jadi siap2 saja pakai topi lebar untuk menutupi wajah dari sengatan sinar matahari.

IMG_7035.JPG

20161211_082452.jpg

Setibanya di Dermaga Tomok kami langsung mencari sarapan pagi, ada lontong sayur khas Samosir yang menurut teman saya lontong sayur terenak yang pernah dimakannya, entah apa yang membedakannya, tapi dari tampilannya memang kelihatan enak.

IMG_6979.JPG

IMG_6982.JPG

IMG_6986.JPG

Begitu masuk lokasi wisata, yang terlihat duluan deretan toko2 souvenir khas Samosir, apa mau dikata, mata ini semakin hijau saja rasanya, secara gak sengaja akhirnya kami berpencar dan hilang dalam kerumunan orang2/pengunjung lainnya. Iyaaa karena hari libur jadi pengunjung lumayan banyak dan jalan setapak menuju lokasi wisata menjadi terasa sempit.

Patung Si Gale-Gale

Ini patung kayu yang sangat legendaries, dia adalah anak Raja Rahat yang pandai menari, nama lengkapnya Si Raja Manggale, sayang di usia muda meninggal dalam peperangan. Saking sayangnya Sang Raja kepada Putranya, sepeninggal Si Gale2 Sang Raja sakit, kmd dibuatlah patung kayu yang mirip Putranya dan kabarnya bisa menari sendiri, Sang Raja akhirnya bisa sembuh dari sakitnya. Sekarang Si Gale2 menjadi salah satu ikon Pulau Samosir, setiap pengunjung bisa menari bersama Si Gale2 dengan bayar Rp. 80.000 per pertunjukan, biasanya dibuat rombongan, kemudian disertai dengan pembacaan sejarah Si Gale2.  

IMG_6987.JPG

IMG_6995.JPG

IMG_6991.JPG

IMG_6990.JPG

Makam Raja Sidabutar

Habis lihat Si Gale2 kami melanjutkan perjalanan menuju Makam Raja Sidabutar, ada beberapa makam dalam satu komplek pemakaman ini, jika ingin tahu ceritanya maka masuklah ke komplek makam dan ikut duduk mendengarkan guide local menceritakan sejarah Raja Sidabutar. Raja Sidabutar adalah orang pertama yang menginjakkan kakinya di Pulau Samosir maka akhirnya beliaulah yang menjadi raja disini. Makamnya terbuat dari batu yang dipahat tanpa sambungan, makanya disebut juga sebagai peninggalan jaman Megalitikum.

IMG_7011.JPG

IMG_7013.JPG

IMG_7016.JPG

Untuk masuk kesini kami dipakiakan kain ulos, kemudian duduk di balai2 dan dengan khidmat menyimak penuturan guide local. Jika ingin meninggalkan acara ini bisa melalui pintu keluar, kemudian menyerahkan kain ulos yang kita pakai dan menaruh uang seikhlasnya ke kotak.

Museum Batak

Museum batak memiliki berbagai macam koleksi yang berkaitan dengan tanah Batak. Di tempat ini terdapat berbagai jenis kain ulos dengan fungsi pemakaian yang berbeda serta pakaian adat Batak, patung-patung yang terbuat dari kayu, pedang, berbagai macam peralatan pertanian, peralatan rumah tangga yang merupakan koleksi peninggalan Batak kuno, naskah kuno, gondang Batak, dan koleksi lainnya.

IMG_7020.JPG

IMG_7032.JPG

Berfoto-foto disini dengan latar belakang Rumah adat batak menjadi kepuasan tersendiri bagi kami. Tidak ada biaya tiket masuk untuk mengunjungi museum ini. Tapi pengunjung bisa mengisi kotak seikhlasnya.

Sehabis dari sini kami buru2 menyeberang lagi menuju Dermaga Ajibata untuk melanjutkan perjalanan menuju Berastagi. Jalur Simarjarunjung yang kami ambil, supaya bisa melihat Danau Toba dari sisi yang lain.

Gardu Pandang Simarjarunjung

Siapa sangka kalau pada akhirnya kami bisa mengelilingi Danau Toba yang termashur ini, berangkat lewat Pematang Siantar dan pulang lewat Simarjarunjung. Sepanjang perjalanan tampak Danau Toba disisi sebelah kiri jalan. Cuaca cerah siang itu menambah cantiknya Danau Toba, kaki rasa2nya mau turun saja untuk ambil foto, tapi teman kami bilang nanti saja ambil foto2nya di Gardu Pandang Simarjarunjung. Dan sementara kami hanya bisa menikmati dari kaca mobil pemandangan kiri kanan jalan yang aduhai, sebelah kanan perkebunan kopi dan sebelah kiri danau Toba. Sementara juga jalan di depan kami ber-kelok2, Nampak ada serombongan orang bersepeda tengah susah payah menaiki bukit.

IMG_7043.JPG

IMG_7046.JPG

IMG_7048.JPG

Lumayan lama kami berkendara hingga akhirnya ketemulah gardu pandang yang kami cari, kami lalu berhamburan menepi dan ambil handphone masing2 untuk mengabadikan Danau Toba dari ketinggian. Rupanya disini lagi ada event sepeda santai, Nampak masih ada air mineral dan buah2an teronggok di meja Panitia, dan rejeki mommy shaleh hingga kamipun ikut menikmati buah2an itu. Tak cukup sebuah 2 buah untuk dinikmati di tempat, kamipun angkut itu buah2an ke mobil,,,,olala

Okey,,,kami lanjutkan perjalanan lagi, masih ada destinasi yang menarik, namun karena lapar menghadang, akhirnya kamipun singgah di rest area yang pertama kami dapati.

Bar & Restorant Siantar Hotel Simarjarunjung

Ada makanan special disini, yaitu pisang goreng dipadu dengan wedang jahe, nikmatnya terasa ketika perut setengah lapar dan dalam suasana hawa dingin di puncak Simarjarunjung. Tempatnya siy biasa saja, mungkin karena bangunan sudah lama dan kurang terawat jadi Nampak kurang bersih. Tapi disinilah satu2nya rest area yang luas dan mungkin orang juga tahunya disini jika hendak beristirahat untuk makan dan minum. Ditambah nikmat lagi karena bisa sambil menikmati indahnya danau Toba, sehingga rasa pisangpun berubah entah menjadi rasa apa yang jelas makan 2 potong juga masih kurang. Harga secangkir jahe panas dan pisang goreng Rp. 20.000,-

Sebenarnya kami belum makan siang, tapi rasanya tidak mau menghabiskan waktu lama2 dijalan, mengingat perjalanan masih lumayan jauh, khawatir destinasi yang sudah direncanakan tidak terkejar.

IMG_7058.JPG

IMG_7056.JPG

IMG_7057.JPG

Sepanjang jalan kamipun ber-nyanyi2 supaya tidak terasa capainya, dan sambil menemani teman yang bawa kendaraan, kasihan kalau hanya dia yang menahan kantuk dan capai. Hati hampir tergoda ketika kami melewati kebun jeruk di Berastagi, pembeli jeruk bisa petik sendiri, jadi macam agrowisata, tapi kamipun tahan godaan, kami tidak turun, kami cukup menikmati pemandangan perbukitan di kanan kiri jalan yang menghijau.

Si Piso-Piso

Air terjun Sipiso-Piso berada di Desa Tongging Kecamatan Merek Kabupaten Karo Sumatera Utara. Papan petunjuk jalannya sangat mudah dicari, dan lokasi air terjun dari jalan tidak jauh, bahkan ketika mobil kita diparkirpun kita sudah bisa melihat keindahan air terjun. Lokasinya sudah bagus, tersedia jalan setapak menuju air terjun. Posisi air terjun ada di lembah, jadi kita kudu menuruni jalan setapak itu hingga ke bawah sekali, bisa dibayangkan berapa jarak ke bawahnya jika tinggi air terjunnya saja kurang lebih 120 meter ? Itulah sebabnya maka kami tidak lakukan itu, kami hanya menikmati dari atas. Dan inipun sudah puas kok, kita bisa menikmati air terjun sekaligus Danau Toba. Jadi berapa luas Danau Toba sebenernya ? Kok di-mana2 masih bisa melihat Danau Toba ?

20161211_144913.jpg

IMG_7060.JPG

IMG_7063.JPG

IMG_7074.JPG

IMG_7088.JPG

IMG_7080.JPG

Rumah Adat Karo

Hampir maghrib ketika kami sampai di Desa Lingga, ini merupakan desa budaya, masih masuk wilayah Kabupaten Karo Sumatera Utara. Kabarnya Rumah adat ini sudah berumur ratusan tahun tapi sampai sekarang masih kokoh berdiri. Bentuknya Rumah panggung, di ruangan dalam tidak ada sekat, atapnya terbuat dari ijuk dan ujung atap paling atas terdapat hiasan tanduk kerbau. Satu Rumah dihuni oleh beberapa keluarga, inilah adat yang turun temurun hingga sekarang.

Ada 2 rumah disini yaitu Rumah Gerga dan Rumah Belang Ayo yang tersisa, unik sekali bentuk rumahnya, dan yang bikin kami geleng2 kepala, Rumah ini dibangun tanpa paku tapi kuatnya luar biasa.

IMG_7105.JPG

IMG_7090.JPG

IMG_7099.JPG

Kesini gratis, tapi jika tidak keberatan bisa kasih tips kepada orang yang tinggal disitu. Jalan menuju Desa Lingga mudah dicari, kalau sudah di perempatan Tugu Kol (bentuknya seperti sayuran kol) belok kiri jika dari arah Siantar, kemudian ikuti papan petunjuk jalannya, tidak sampai 1 jam nanti akan sampai ke Desa Lingga.

Untuk mengetahui benda2 peninggalan Adat Karo bisa dilihat di Museum Karo Lingga yang letaknya ada di luar desa ini. Museum ini menyimpan 206 koleksi seperti peralatan dapur, topeng, kain, alat musik, alat berburu, alat pertanian, mata uang, dan berbagai benda bersejarah lainnya.

Hari Ketiga, 12 Desember 2016.

Berastagi ternyata dingin luar biasa, dan saya tidak membawa baju tebal, bisa dibayangkan apa yang terjadi ? Kedinginan,,,,

Kami menginap di Hotel Rudang di Jl. Djamin Ginting No. 15, Berastagi. Kebetulan salah satu teman kami punya teman di hotel ini, jadi kami dapat 2 kamar free, Alhamdulillah.

IMG_7120.JPG

IMG_7121.JPG

IMG_7126.JPG

Hotel tempat kami menginap berhadapan dengan Hotel Kubu, yang pernah menjadi tempat pengasingan Bung Karno, bangunannya masih asli, sangat asri dan bagus buat hunting foto. Sebelum melanjutkan perjalanan menuju Medan, kami sempatkan foto2 di sekitar hotel.

Taman Alam Lumbini

Disini berdiri kokoh Pagoda bernuansa sebagai tempat ibadah umat Budha, bentuknya menyerupai Pagoda Shwedagon di Myanmar. Jadi berada disini serasa berada di Myanmar, alamatnya ada di Barus Jahe, Brastagi, Dolat Rayat, Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Kalau dari hotel Rudang kita belok kanan, dan tidak berapa lama akan sampai setelah melewati Tempat Pengungsian.

Masuk kesini gratis, dan dibukanya jam 09.00 pagi, kami kepagian ketika itu jadi sempat menunggu beberapa menit, hamper saja kami meninggalkan tempat ini, untungnya teman2 pada sabar. Antrian cukup panjang karena disamping sebagai tempat ibadah juga dibuka untuk umum, jadi yang Non Budhistpun berwisata kesini.

Jika hari libur seperti ini biasanya ada ibadah, sehingga pengunjung yang Non Budhist dilarang masuk ke dalam, jadi kami hanya bisa ber-foto2 diluarnya saja dan menikmati hutan tropis yang ada di samping Pagoda. Berbagai macam jenis pepohonan ada di hutan ini.

Jika dituruti bisa ber-lama2 disini karena hutannya sangat sejuk dan hijau, tapi mengingat hari ini harus ke Jakarta maka kami buru2 tinggalkan tempat ini untuk menuju Medan.

IMG_7130.JPG

IMG_7141.JPG

IMG_7184.JPG

IMG_7152.JPG

Gereja Santa Maria Annai Velangkani

Begitu masuk Medan, kami janjian dengan teman yang tinggal di Medan untuk menjadi “guide” kami.

Penasaran sama gereja yang bangunannya mirip2 kuil India, kamipun cari dimana lokasinya, dan yang orang Medanpun bingung karena belum pernah tahu apalagi lihat gereja itu. Jadi dengan modal tanya2 akhirnya kami sampai juga, sangat mudah sebenernya dicari, sayangnya pas berangkat papan petunjuk jalannya tertutup daun2an di jalanan jadi gak sempat terlihat dan kami kebablasan. Tapi begitu putar balik langsung ketemu, alamat lengkapnya ada di Jalan Sakura III No. 7-10, Perumahan Taman Sakura Indah, Tanjung Selamat, Medan.

IMG_7201.JPG

IMG_7216.JPG

IMG_7205.JPG

IMG_7208.JPG

Graha Santa Maria Annai Velangkanni tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah namun juga menjadi tempat ziarah bagi umat Katolik. Tak heran jika gereja ini begitu ramai dikunjungi para peziarah. Selain itu tempat ini juga diramaikan oleh kehadiran wisatawan yang tertarik dengan arsitekturnya yang. Desain bangunan mengambil gaya arsitektur Indo-Mogul yang begitu indah dan megah.

Disini terdapat juga sejumlah taman yang semakin memperindah pemandangan di sekitar Graha Santa Maria Annai Velangkanni.

Penangkaran Buaya Asam Kumbang

Lokasinya searah dengan Gereja Graha Santa Maria Annai Velangkanni dengan alamat lengkap di Jl.Bunga Raya II No. 59  Sunggal , Kecamatan Medan Selayang  Kota Medan, Sumatera Utara

HTM 8.000 cukup murah, nyaman, unik, dan menarik. Dan ternyata tempat ini sudah ada sejak tahun 50an, jadi yang mengelola itu turun menurun. Selain ribuan koleksi buaya dari semua umur, penangkaran buaya ini memiliki koleksi hewan seperti kura-kura, ular dan beberapa hewan lainnya.

IMG_7188.JPG

IMG_7189.JPG

IMG_7191.JPG

IMG_7192.JPG

Buaya2nya ditempatkan di dalam kolam-kolam serta dalam danau buatan jadi aman bagi pengunjung, tapi tetap harus waspada karena bagaimanapun buaya adalah jenis binatang buas.

Akses menuju ke penangkaran buaya Asam Kumbang cukup mudah dan dapat dilalui oleh semua alat transportasi seperti angkot, becak maupun sepeda motor dan mobil.

Restoran Tip Top

Ternyata Medan macet juga, begitu ter-buru2nya ketika kami hendak menuju restoran legendaries Tip Top untuk makan siang dan ketemu teman yang lainnya di Medan, tetapi kondisi jalanan yang crowded memaksa kami untuk bersabar. Dan alhamdulillah berhubung yang bawa mobil orang Medan maka kamipun punya jalan alternative untuk menembus kemacetan itu.

Tak berapa lama kamipun sampailah ke Restoran Tip Top di kawasan Kesawan, Jalan Ahmad Yani, Medan. Restoran ini konsisten pada dekorasi tempat konsep kuno dan proses pemasakan menu makanannya juga masih menggunakan tungku kayu bakar sejak tahun 1930-an. 

IMG-20161212-WA0051.jpg

IMG-20161202-WA0057.jpg

IMG-20161212-WA0044.jpeg

IMG-20161212-WA0049.jpg

Yang paling banyak dicari adalah es krimnya yang dengan cita rasa tempo dulu menggunakan resep nenek moyang tapi masih bisa masuk ke lidah orang sekarang. Dari teksturnya siy terlihat sama dengan es krim kebanyakan, tapi rasanya yang beda, seperti es krim Ragusanya Jakarta.

Makanan berat yang tersedia kebanyakan Chinese Food, kamipun pilih2 yang tidak terlalu berat seperti I fu Mie dan sebangsanya. Sepertinya yang dicari hanya sensasinya, yang tak mau ketinggalan dengan turis2 lainnya.

Turis-turis manca negara khususnya warga negara asing dari Belanda paling menggemari tempat ini karena dekorasi interior Belanda yang banyak dipajang. Setelah teman kami yang ditunggu sudah datang, kamipun bergegas meninggalkan tempat ini dan menuju tempat lainnya.

Istana Maimun

Istana Maimun adalah istana  Kesultanan Deli yang merupakan salah satu ikon kota Medan juga, terletak di Jalan Brigadir Jenderal Katamso, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan Maimun.

Desainnya Italia, pada sisi depan terdapat bangunan Masjid Al-Mashun atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Raya Medan. Istana Maimun menjadi tujuan wisata bukan hanya karena usianya yang tua, namun juga desain interiornya yang unik, sayangnya kami tidak ber-lama2 disini, kami hanya foto2 di bagian luarnya saja, disamping karena sudah pernah kesini juga karena waktu terus mengejarnya.

IMG_7218.JPG

IMG_7221.JPG

IMG_7225.JPG

Durian Sibolang

Belum ke Medan rasanya kalau belum makan durian Ucok, dan lucunya, ada teman kami yang gak doyan makan durianpun kepeingin ke Durian Ucok saking penasarannya. Tapi karena waktu sudah mepet akhirnya kami pilih ke Durian Sibolang yang ada di Jalan Iskandar Muda No. 75 C-D Medan. Apalagi dengan adanya slogan makan sepuasnya hanya Rp. 40.000,- ? Siapa yang gak tergiur,,,,begitulah, walau perut masih kenyang akhirnya kami hanya mencicipi sedikit, gak bisa menikmati durian sepuasnya spt kata slogan tadi.

IMG_7227.JPG

IMG_7233.JPG

IMG_7240.JPG

Disini juga tersedia pancake durian. Harga masih standard, karena kalau makan durian disini dijamin duriannya bagus jadi gak perlu khawatir akan kecewa. Beda kalau di jalan2 di Jawa, biar sudah dicicipi tetap saja ada yang jelek kalau sudah dibuka, dan kita gak bisa tukar kalau sudah dibelah. Di Durian Sibolang yang dibuka pasti yang enak dan baik, ini bedanya.

Pusat Oleh2 Khas Medan

Waktu bagai angin topan, melesat begitu kencangnya, detik2 terakhir di Medan bikin deg2an, rasanya belum puas menikmati Medan hanya 3 hari. Saatnya kami ke took oleh2 khas Medan, bika Ambon, Bolu Meranti, kopi Sidikalang menjadi perhatian kami. Tak banyak yang kami bawa, tapi yang dirumah pasti menunggu oleh2. Toko Zulaikha Jl. Mojopahit, Petisah Tengah, Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara menjadi sasaran kami…

IMG_7241.JPG

Harga Bika Ambon kecil per kotak sekitar 55.000 – 65.000 tergantung rasanya, ada rasa original, pandan, mocca, keju dan durian.

Harga Bolu gulung juga beraneka rupa antara 95.000 – 100.000 dengan variasi rasa
Keju, Strawberry, Nanas, Mocca,Blueberry,Kacang,Capucino dan special paduan beberapa rasa.

Harga lapis legitnya antara 65.000 – 85.000

Menuju Bandara Kualanamo by kereta

Ke Jakarta kami kan kembali,,,,,,dengan menggunakan kereta cepat kami menuju bandara Kuala Namo, ketika kami nyampai stasiun kereta, waktu keberangkatan kereta tinggal 3 menit lagi, jadi kami setengah berlari meninggalkan teman2 kami dari Medan,,,maafkan kami yaaaa kawans,,,kebaikanmu tak kan pernah kulupakan. Dan jangan bosan2 kalau suatu saat kami akan kembali lagi ke Medan. Terima kasih DaMan, Mbak Anisa, Mbak Ayu, Eda Tetty Ambarita, Mbak Rifa,,,kalian baik semuanya, berkat kalian maka acara jalan2 kita lancar,,,,!!

IMG_7246.JPG

 

Salam Jalan2 Indonesia…!!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IMG_7127.JPG

Share this post


Link to post
Share on other sites
43 minutes ago, Dhistiraz said:

wah udah main2 ke danau toba ya bu @Titi Setianingsih, kapan-kapan kalo ke medan lagi kontek-kontek anak regional medan bu Titi, biar kita tunjuki sekeliling medan bu..:foto2

 

belum ada yg kenal mas Dhistiraz jd diam2 aja niihhhhh,,,kapan2 lagi deh kalau ke Medan sesi 2 yya...thanks sebelumnya

Share this post


Link to post
Share on other sites
15 minutes ago, kyosash said:

wah begitu sampai bandara udah eksis aja :senyum , sepertinya asyik tuh suasana di Taman Alam Lumbini, btw nice share :salut 

Iyaa mas Kyo...di hutan tropisnya enak, sejukk dan adem deeh...sebelumnya saya pernah kesini dan boleh masuk...jd lbh banyak koleksi foto2nya mas Kyo....

Thanks yaà...

Share this post


Link to post
Share on other sites
12 hours ago, Titi Setianingsih said:

Sudah kurang lebih jam 15an ketika akhirnya kami sampai di Jalan Asahan, di bilangan Megaland Pematang Siantar, tempat dimana Kedai Kopi Massa Kok Tong berada.

Rumah saya di Jalan Asahan (Sangnawaluh) :kesengsem

Trip nya banyak, yang saya belum pada pernah juga ada HAHAHA... Ketje lah rombongan ibu memang :D 

12 hours ago, Titi Setianingsih said:

Makanan berat yang tersedia kebanyakan Chinese Food, kamipun pilih2 yang tidak terlalu berat seperti I fu Mie dan sebangsanya. Sepertinya yang dicari hanya sensasinya, yang tak mau ketinggalan dengan turis2 lainnya.

Setuju :lol: Cuma karna rame aja gitu sensasinya yang di cari, mirip kayak ragusa. Cuma yang Tip Top lebih sopan owner/pelayannya wkwkwkwk

12 hours ago, Titi Setianingsih said:

Durian Sibolang

Belum ke Medan rasanya kalau belum makan durian Ucok, dan lucunya, ada teman kami yang gak doyan makan durianpun kepeingin ke Durian Ucok saking penasarannya. Tapi karena waktu sudah mepet akhirnya kami pilih ke Durian Sibolang yang ada di Jalan Iskandar Muda No. 75 C-D Medan. Apalagi dengan adanya slogan makan sepuasnya hanya Rp. 40.000,- ? Siapa yang gak tergiur,,,,begitulah, walau perut masih kenyang akhirnya kami hanya mencicipi sedikit, gak bisa menikmati durian sepuasnya spt kata slogan tadi.

Walah, ada yang all you can eat yah, baru tau wkwkwkwkwk

Share this post


Link to post
Share on other sites

@HarrisWang

walah,,,coba kalau pas mas Harris mudik,,kan bisa ketemu ya ?

kalau Ragusa galak ya mas Harris wwkkkk ??????

sekarang di Si Bolang ada lagi promonya, tp 49.000 mas Harris, dan diperpanjang sampai akhir Pebruari,,,mudik giiih buruaaaan:hiking

Iyaahhh emang RM pinginnya jalan2 yang kekinian, yang masih langka, biar itinnya bisa dipakai orang lain. Tahu gak mas Harris, itinku yg ke Kebumen diminta sama TL untuk dijual,,,,apakah aq minta komisi ? Ya tidaaakkkkk,,,malah senang kalau kampungqu jd ramai,,,:kesengsem

Share this post


Link to post
Share on other sites
6 hours ago, Titi Setianingsih said:

@HarrisWang

walah,,,coba kalau pas mas Harris mudik,,kan bisa ketemu ya ?

kalau Ragusa galak ya mas Harris wwkkkk ??????

sekarang di Si Bolang ada lagi promonya, tp 49.000 mas Harris, dan diperpanjang sampai akhir Pebruari,,,mudik giiih buruaaaan:hiking

Iyaahhh emang RM pinginnya jalan2 yang kekinian, yang masih langka, biar itinnya bisa dipakai orang lain. Tahu gak mas Harris, itinku yg ke Kebumen diminta sama TL untuk dijual,,,,apakah aq minta komisi ? Ya tidaaakkkkk,,,malah senang kalau kampungqu jd ramai,,,:kesengsem

Iya, si nci nya galak bu hahahaha... Udah ga minat lagi kesana, so so juga sih, cuma karna sensasinya doang wkwkwkwk...

Duuh, cuma sampe February yah, duuh, akhir bulan ke Jepang, ga kekejar buat mudik hahahahaha.

Wahhhh... keren. Iya bu, ikutan senang kalau kampung kita jadi ramean yah, sedikit banyak membantu warga disana. Duuh, sama nih pemikirannya :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On Friday, February 03, 2017 at 3:21 PM, Titi Setianingsih said:

Sayangnya kita belum kenal, jadi gak janjian kemarin ya mbak ? Semoga next time bisa ketemu yaaaaa

Salam kenal bu.... sy di jakarta Bu cuma asli medan. Hehehe 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 7/2/2017 at 7:17 AM, deffa said:

wah ke berastagi bu @Titi Setianingsih ama bu handajani nani 

saya belum pernah neh, tapi kalau samosir nya udah heheh

villa nya asik juga tuh dapat harga berapa bu? 

Iyaa kami cuma ber5 mas Deffa, tp di sepanjang jalan ketemu tmn2 ber-ganti2an,,,kalau jalan jauh susah cari massa banyak,,,

hotelnya diharga 350.000an mas Deffa,,,lumayan bersih dan lagi dibangun kolam renang, nanti bakal tambah asyik kalau nginap disini

On 7/2/2017 at 7:57 AM, Rawoniste said:

Pantai nya cantiiiik @Titi Setianingsih, seperti nya ada properties yg kurang ,  payung raimbow nya kma ? :senyum

hahahhaha tks atas atensinya kepada RM mas,,,,payung dibawa tp lupa dikeluarin, tp sudah ada gantinya kan, bantal dan boneka RM,,,xixixixi

20161211_055506.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites
7 minutes ago, Titi Setianingsih said:

Iyaa kami cuma ber5 mas Deffa, tp di sepanjang jalan ketemu tmn2 ber-ganti2an,,,kalau jalan jauh susah cari massa banyak,,,

hotelnya diharga 350.000an mas Deffa,,,lumayan bersih dan lagi dibangun kolam renang, nanti bakal tambah asyik kalau nginap disini

350 ribu per kamar atau 1 villa itu bu @Titi Setianingsih

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By rianifitria
      Berikut adalah kelanjutan perjalanan dari p1 Beijing menuju ke Xi'An dan Shanghai....
       
      Hari 6 : Xi'An
      Hari pertama di Xi’An kami pergi ke Xi'An National Museum atau Shaanxi History Museum. Naik metro ke Xiaozhai – Line 2 atau 3. Tiket masuknya RMB 30.
       Sejarahnya Xi’An lumayan menarik. Karena kota ini adalah satu2nya kota yg dengan suksesnya selamat dari berbagai era dan perang lumayan utuh; dan sejarahnya mereka emang panjang banget. Oleh sebab itu kota ini terkenal sebagai kota pelajar; Karena memang banyak universitas2 kelas kakap di sini (dan bukan hanya di jaman ini saja).
      Mulai dari jaman purba, dan menjadi ibukota untuk berbagai dinasti yg peninggalan sejarahnya lumayan tercatat rapih dan lengkap. Kota ini juga kota awal mulanya komunitas Muslim di China; yg diawali dari perdagangan Jalur Sutra. Museumnya masuknya gratis!

      Dari Museum, kami pergi ke The Big Wild Goose Pagoda (Dayan Pagoda) – Metro Line 3 stasiun Dayanta. Ini adalah pagoda-nya biksu Tong Sam Chong (Kera Sakti/Sun Go Kong)! Beliau termasuk biksu terkemuka yg telah membuat catatan sejarah yg luar biasa detail mengenai masa tersebut selama perjalanan Beliau ke India. Bahkan catatan beliau telah dipergunakan untuk merekayasa sejarah agama Buddha di India.
      Dari sini kami berjalan menuju ke Muslim Quarter. Keluar dari stasiun Zhonglou – mentro line 2- dari pintu B dan jalan menuju ke Bell Tower dan belok ke kanan.
      Muslim Quarter ini adalah jalan yg penuh toko2 makanan Halal dan juga tradisional/khas-nya orang Muslim di Xi’An. Mulai dari kurma yg sebesar kepalan tangan sampai kacang cabe (cabenya hebat banget) dan kue persik yg khas, semuanya ada disepanjang jalan ini.
      Yg menarik adalah The Great Mosque yg berada di balik jalan ini. The Great Mosque adalah Masjid pertama dan tertua di China. Dibangun oleh Raja China dan diberikan kepada kaum pedagang dari Timur Tengah yg menetap di Xi’An sebagai ‘duta’ Jalur Sutra. Bangunannya persis dengan klenteng, tapi di dalam ruang utama Masjidnya dindingnya penuh ukiran Al-Qur’an. Tiketnya RMB 25
       
      Hari 7 - Xi'An
      Hari ini kami pergi pagi2 banget ke Emperor Qinshihuang's Mausoleum Site Museum. Atau lebih dikenal sebagai The Terracotta Warrior Museum.
      Tempatnya lumayan di luar kota, karena konon sejarahnya raja ini dikubur di satu bukit dengan 35 ruangan. Di kuburan utamanya petinya Beliau terbaring diatas ‘danau’ yg terbuat dari air raksa dan kubah-nya dihiasi dengan permata dan dibikin semirip langit malam. Yg ditemui baru 14 ruangan, yg digali baru 7, dan yg bisa ditunjukkan masa (karena isinya lumayan utuh) hanya 3.
      Untuk kesini kami pergi ke stasiun Wulukou dan berjalan ke arah stasiun kereta (Railway Station). Kamu pergi ke perhentian bus jalur 5, persis di depan China Post dan naik bus 306. Harga tiketnya RMB 7 dan perjalanan kira2 1,5 jam. Karcis masuknya RMB 150, ngantrinya panjang, tapi ada keterangan Bahasa Inggris.
      Melihat skalanya satu ruangan yg baru 1/3-nya digali saja sudah terpana. Tidak heran kalau kuburannya 1 bukit sendiri. Di bagian belakang (yg belum digali), bisa dilihat sekumpulan orang berusaha keras merakit puing2 patung2 terakota tersebut, ada beberapa patung dalam berbagai tahap rekayasa juga.
      Keluar dari Museum Terakota, kami harus melewati daerah souvenir yg sudah seperti kota kecil. Tapi saya rasa souvenir yg khasnya bias didapat di dalam gedung Museum. Kami sempat beli persik (karena lagi musim) dan rasanya enak, renyah dan manis.
      Dari Museum Terakota kami kembali ke pusat kota dan pergi ke Xi'an City Wall – South gate. Kami naik metro line 2 ke Yongningmen dan karcis masuknya RMB 54.

      Xi'an City Wall adalah satu2nya ‘pagar’ atau ‘benteng’ kota yg masih utuh di China. Dan kami bias jalan diatasnya mengelilingi kota, dan bahkan bisa bersepeda diatas benteng ini. Di South Gate malam hari ada biasanya ada pergelaran dan kalau gak salah harga tiketnya RMB 600an, jadi kami tidak nonton.
      Malamnya kami pergi ke mall2 disekitar hotel.
       
      Hari 8  : Shanghai
      Pagi hari kami terbang ke Shanghai dan sampai pada sore hari.
      Malamnya kami pergi melihat Nanjing Road Pedestrian Street, naik subway ke People’s Square (line 1, 2 dan 8). Tempat shopping dan barang2nya mahal2, dan masih gak keliatan barang2 kw.  Kami juga naik tram dari ujung ke ujung Nanjing Road, harganya RMB 5.

       
      Hari 9 : Shanghai
      Hari ini kami berangkat ke Shanghai Museum yg terletak diantara Dashijia (Subway line 8) dan People’s Square (Line 1,2,8).
      Shanghai Museum jadi terasa ‘biasa’ karena kami sudah pergi ke Beijing National Museum yg megah dan Xi’An Museum yg bersejarah. Tapi koleksinya Shanghai Museum juga lumayan banyak dan menarik, terutama lantai lukisan China-nya. Tiket masuknya gratis, tapi untuk koleksi ‘special’ harus mengantri dari pintu lain.
      Dari sini make pergi ke The Bund untuk naik Huangpu River Cruise. Perjalanan dimulai dari Shiliupu Wharf yg berada di belakang Yu Yuan Garden. Jalannya dari stasiun Yu Yuan Garden (line 10) lumayan juga. Harga tiketnya 120 yuan dan perjalanan total sekitar 50 menit.
      Kami naik kapal naik-turun sungai HuangPu untuk melihat kedua sisi Shanghai, dimana satu sisi memiliki bangunan2 tua dan sisi satunya penuh pencakar langit.
      Dari sini kami pergi ke Yu Yuan Garden, tiket-nya RMB 40. Yu Yuan Garden adalah taman bikinan yg penuh dengan berbagai dekorasi yg saya rasa lebih untuk menarik turis. Yg menarik adalah penataan tamannya sehingga taman tersebut terasa lebih besar dan lebih panjang dari ukuran aslinya.  
      Yu Yuan Garden itu dikelilingi oleh toko2 berjualan souvenir, cheong-sam dan makanan. Kalau malam, lampu2 pertokoannya menyala dengan indah.

       
      Hari 10 : Shanghai
      Kami berangkat jam 6 pagi menuju Disneyland Shanghai memakai subway Line 11 – stasiun Disney.
      Antriannya luar biasa panjangnya; baik untuk X-ray barang bawaan, kemudian untuk masuk Disney (total waktu antri 3 jam), juga di setiap wahana. Selama satu hari kami hanya dapat naik 2 wahana karena terlalu lama mengantrinya.
      Setelah mengantri selama itu dengan cuaca panas sekali dan orang2 yg saling menyela antrian hanya untuk naik wahana 10 menit, kami jadi malas mengantri lagi dan akhirnya hanya duduk2 saja. Merasa agak rugi juga membayar RMB499 buat masuk Disneyland untuk duduk2.
      Nah pulangnya yg jadi masalah. Karena menurut website, subway bakalan buka sampe jam 23.00 lewat.  Tapi ternyata saat kamu ke Subway jam 10an malem, sudah tutup subwaynya. Tidak ada bus juga karena bus terakhir jam 9an, taxi juga tidak ada sama sekali.
      Untungnya di China banyak sejenis grab/uber driver. Di Beijing biasanya mobil2nya akan memasang tanda di kaca depan. Di Xi’an maupun Shanghai kami tidak melihat tanda2 tersebut, tetapi ada yg menawarkan jasa mengantar kami pulang. Dan harganya kurang lebih sama dengan naik taksi dari Disneyland balik ke Hotel.
       

       
      Hari 10 : Shanghai
      Paginya kami pergi ke Qibao Ancient Town. Bagian Shanghai yg masih memiliki rumah2 tua (hampir mirip Hutong di Beijing, tapi jauh lebih kecil dan sempit.
      Qibao adalah bagian dari Shanghai tua yg dilestarikan oleh pemerintah karena sejarah daerah ini berawal dari dinasti Song sekitar 1000 tahun lalu.
      Kami naik subway Line 9 ke stasiun Qibao. Untuk jalan2 saja di Qibao gratis, tapi untuk atraksi2 harus bayar sendiri2.
      Kami kemudian berangkat ke Airport. Sayangnya karena cuaca buruk (badai), semua penerbangan hari itu dibatalkan dan kami harus cari penginapan sendiri (tidak dibantu pihak maskapai maupun bandara).
       
      Hari 11: Shanghai
      Akhirnya dapat penerbangan ke Jakarta langsung dari Garuda!
       
      Sekian laporan perjalan saya ke Beijing - Xi'An - Shanghai.
       
      Dari perjalanan saya tersebut ada beberapa tips:
      - Download peta google map China, atau screenshots peta2 karena sampai di China google gak bisa dipake. 
      - Masukan foto2 dari nama tempat2 dan alamat2 tempat2 wisata yang Anda akan datangi, juga nama hotel dan alamat hotel (English dan Chinese) ke HP. Ini akan mempermudah cari jalan maupun bila perlu naik taksi/grab/uber
      - Selama perjalanan yg saya lihat semua tempatnya bersih, sampah jarang, orang2nya gak ada yg berniat menipu dan malah baik2 banget begitu mereka sadar bahwa kami semua turis kesasar, harga2 juga gak dinaikin gila2an. Emang yg pas ngantri di Disneyland agak mengerikan banget, tapi selain itu semuanya aman tentram dan disiplin. 
       - Barang2 kw gak keliatan sama sekali, sedihnya...
      - Kalau bias naik kereta dari antar kota. Keretanya cepat dan tepat waktu, sementara penerbangan antar kotanya selalu delay (mungkin karena pas kami disana cuaca emang jelek banget). Waktu-nya kira2 sama, harga lebih murah dan banyak pemandangan.
      - Xi'An beneran surga oleh2 Halal, terutama di Muslim Quarter.
      - Selalu sedia uang kecil untuk beli karcis bus/subway/metro.
       - Kalau terdampar di airport tanpa hotel, tanya petugas yg berjaga di konter maskapai dan sekitarnya apakah mereka tahu penginapan murah. Biasanya mereka punya kenalan/tahu ada losmen murah yg bukan hotel resmi airport.
      - Jangan khawatir soal Bahasa, di 3 kota ini bus dan subway/metro petunjuknya bilingual (Inggris dan Mandarin).
       
      Apa lagi ya? Nanti kalo inget saya tambahin... kalau teman2 ada yg mau penjelasan lebih panjang lagi bilang aja, saya akan coba sebisanya untuk membantu.

    • By rianifitria
      Tahun lalu saya dan keluarga pergi ke China selama 10 hari - Beijing, Xi'An dan Shanghai. Berikut ini kesan2 perjalanan saya, saya harap ini bias berguna biarpun telat banget.
       
      Hari 1: Jakarta - Beijing
      Penerbangan Jakarta ke Beijing - Transit di HK (Mendarat di HK - 15.00, berangkat lagi jam 20.00). Mendarat di Beijing jam 12.55 pagi hari kedua.
       
      Hari 2:  Beijing
      Berencana mencari mainan2 dan aksesoris2 palsu gitu, jadi berangkatlah kami ke Hongqiao Pearl's Market, shopping mall yg isinya macem2 dekat Temple of Heaven.
      Kami naik subway, harganya lumayan murah antara RMB 3-6 per orang per perjalanan. Mesin tiketnya ada Bahasa Inggrisnya, jadi gak perlu google translate tulisan2 China.  Papan penunjuk arahnya juga bilingual, jadi gak repot nyari platform maupun pintu keluarnya. Dan sebelum masuk ke platform biasanya ada X-ray buat barang2 bawaan.
      Keluar di  stasiun Tiantan Dongmen – subway Line 5. Dari situ jalan ke Hongqiao Pearl's Market melewati sekitar 2-3 gedung. Ada tulisannya Inggris besar2, jadi gampang taunya. Di Hongqiao Pearl's Market, setiap lantai memiliki ke-khas-an masing2. Misalnya mainan di lt. 3, baju di lt.4 dll. Ada juga food court di basement. Harga makanannya juga lumayan ok, sekitar RMB 15-18 per porsi. Oh ya, jangan lupa tawar menawar kalau belanja disini.
      Setelah belanja dan makan, kami jalan lagi menuju National Museum of China di Tian'anmen Square. Naik subway Line 2 ke stasiun Qianmen.

      Nah disini baru mulai seru, soalnya banyak banget polisinya. Setiap pintu keluar ada penjaganya, tiap belokan ada penjaganya, naik turun tangga ada penjaganya berdiri. Keluar dari subway kami berjalan mengarah ke Forbidden City, dan kira2 50 m dari pintu keluar, ada X-ray dan pengecekan ID/passport. Jalan lagi, dan 50 m sebelom pintu samping National Museum ada lagi x-ray dan pengecekan ID.
      Masuk ke National Museumnya gratis. Di tempat ‘karcis’ mereka bakalan minta ID (sim, passport, ktp) dan ngasih 1 tiket per ID. Dari tempat karcis ngantri masuk. Adalagi X-ray plus body scanner. Setelah lewat baru deh bias masuk ke lobby National Museum.
      National Museumnya GEDE BANGET. Ada 4 lantai dan basement dan 28 ruangan pameran. Setiap ruangannya memiliki tema yg berbeda, misalnya 1 ruangan isinya kaligrafi, 1 ruangan isinya mengenai uang, 1 ruangan isinya keramik dsb. Di luar tiap ruangan ada kounter souvenir yg khas buat ruangan tsb, kalau ruangannya mengenai jade, maka yg dijual adalah suvenir2 jade. Dan hampir di tiap sayap ada mesin souvenir koin (souvenir paling murah). Di lt 1 banyak kounter souvenir yg jual hampir semua barang, jadi kalau misalnya nyesel tadi gak beli souvenir di lt 3, bias cari di lit 1.
      Mereka tutup jam 16.30 pas. Jam 16.00 kira2 para penjaganya sudah mulai mengusir orang2. Dan jam 16.30 pas, bakalan ada upacara pembubaran petugas2 museum yg lumayan militer (biarpun orang2nya gak ada yg militer). Sehabis itu penjaganya beneran bakalan ngusir semua orang dengan paksa, bahkan yg duduk2 di beranda depan museum. Boro2 foto2 di depan museum.
      Dari Museum ini kami jalan ke Qian Men Street buat makan malam. Tadinya kami mau nyari Peking Duck dari Quanjude, tapi antrinya panjang. Jadi kami pindah ke restoran kecil di jalan samping. Makanannya enak dan harganya juga lumayan, misalnya sepiring RMB30 gitu, tapi bias share 1-2 hidangan buat berempat gitu.
       
      Hari 3: Beijing
      Hari ketiga dimulai dengan HUJAN DERAS. Dan sepanjang hari HUJAN.
      Kami berangkat lagi ke Tiananmen Square untuk pergi ke Forbidden City. Naik subway line 2 – stasiun Qianmen. Harga tiket masuknya RMB 60/orang.
      Turisnya yg masuk, local maupun internasional banyaknya minta ampun. Mulai dari masuk gerbang (belom beli tiket) aja udah antri, dan penuh sesak dgn orang2 berpayung dan berjas-hujan. Seperti biasa, banyak X-ray (keluar masuk mrt, mendekati Forbidden City, gerbang masuk, gerbang tiket).
      Forbidden City itu BESAR dan LUAS luar biasa. Masalahnya semua orang berusaha berteduh di koridor2 yg ada atapnya. Jadi serasa orang2 se DKI berjubel di pintu2 dan koridor2, dan gak ada yg mau bergerak Karena mereka gak mau basah, jadi ya nutupin jalan dan pintu dan kami gak ada yg bias keluar masuk. Bener2 gak enjoy abis.
      Setelah sukses keluar dari Forbidden City kami cari makan (masih deket sama Qian Men Street).
      Dari dari sana kami menuju Temple of Heaven; Subway line 5 – Tiantan Dongmen. Nah Temple of Heaven ini terbagi 2 bagian. 1 yg taman untuk umum, kalau gak salah RMB 15 buat masuk. Disini ada pagoda2 gazebo dan warga setempat bersantai. Yg satu bagian lagi, Temple of Heaven-nya, perlu karcis terusan yg harganya RMB 35. Sayangnya yg terkenang cuma besar, basah dan licin.
       
      Dari sini kami naik subway ke Wangfujing Pedestrian Street yg katanya tempat belanja (masih nyari barang2 kw) melalui subway Line 1 stasiun Wangfujing. Hampir semua barang disini sudah harga supermarket besar dan barang2 bermerk, jadi lumayan mahal juga, dan masih belom nemu tuh barang2 kw.
       
      Hari 4 : Beijing
      Pagi hari dimulai dengan berjalan ke Bird Nest Stadium. Kami lihat2 saja dari jauh, memakai Subway Line 8 atau 15 stasiun Olympic Park.
      Dari sana kami pergi ke stasiun Dongzhimen dari Subway line 2 atau 13 untuk naik bus 916快 (ekspress) menuju The Great Wall of China, Mutianyu section. Harga busnya 12 yuan. Keluar dari platform di Dongzhimen, cari penunjuk arah ke Bus Transfer Hall dan cari bus 916快.
      Perjalanannya lumayan jauh, sekitar 2jam gitu. Sampai sana tiket masuknya RMB 45, tiket naik kereta gantung ke atas RMB 120, tiket shuttle bus ke kaki Great Wall RMB 15.
      Dan tembok besar China itu emang bener2 LUAR BIASA. Gak salah kalau masuk 7 Wonders of the World. 

      Dari jauh kelihatannya kecil dan rata, tapi begitu diatasnya ternyata lebar banget, saya rasa biar kereta kuda bias lewat diatasnya. Dan gak rata sama sekali tapi naik turun-nya sekitar 3 lantai dan ini belom naik menaranya.
      Di tiap beberapa meter bakalan ada menara benteng. Ternyata jarak antara 2 menara itu sepanjangan 2x jarak anak panah terbang. Jadi bila ada orang memanjat tembok persis diantara 2 menara, maka orang tersebut bias dipanah dari 2 sisi.
      Dan kalau berdiri diatas tembok tersebut emang bener bias melihat pemandangan sampai jauh kemana2.
      Kalau cuma ada 1 tempat di Beijing yg bias dikunjungi, saya rekomendasikan banget The Great Wall of China. Yg lain2nya gak terlalu penting setelah melihat tembok besar ini. Semua kesusahan dan kesialan2 beberapa hari lalu sebanding dengan pesona tembok China dan gak nyesel saya datang kesini.
       
      Hari 5 : Beijing
      Hari ini kami akan naik rickshaw untuk Hutong District Tour. Ini dimulai dari Hutong Tour meeting point di dekat stasiun Beihai North – subway line 6; melewati ‘daerah tua’ dan sampai ke stasiun Shichahai -Subeway line 8 dimana ada Bell and Drum Tower. Harganya sekitar RMB 80 per orang. Lumayan menarik juga bisa melihat rumah2 tua dan kesannya persis sama kaya di drama cina kuno gitu.
      Bell dan Drum Towers adalah alun2 pada jaman dahulu dan juga berfungsi sebagai penanda waktu. Jadi mereka akan berbunyi diawal dan diakhir hari. Naik keatasnya lumayan berat, tangga-nya curam dan tinggi. Satu menaranya RMB 20, kalau beli 2 sekaligus RMB 30.

      Dari sana kami pergi ke Summer Palace, di stasiun Beigongmen – subway Line 4. Kami makan mie di luar gerbangnya, rasa mie-nya khas gitu. Tarif masuknya RMB 30. Di dalam ada beberapa tempat yg bias dimasukin (seperti klenteng dll) tapi harus bayar lagi.
      Summer Palace itu taman yg dibangun disekitar danau. Banyak warga setempat yg pergi piknik disana. Kami pulangnya naik perahu untuk menyebrang balik ke pintu masuk, RMB 10.
      Malamnya kami akan terbang ke Xi’An.
       
      Disambung di p2 Xi'an dan Shanghai...
    • By anna22

      23/8/2017

      Pagi ini sekitar jam 7, kami bertiga (sedangkan teman saya 1 lagi menuju Bangkok) akan menempuh perjalanan jauh menuju Siem Reap menggunakan bus ( harga 26 USD/person menggunakan Mekong Express). Busnya nyaman dengan komposisi tempat duduk 2-2. Kami diberikan 1 botol kecil air mineral dan 1 kotak kecil berisi 2 snack, roti dan keripik. Perjalanan terbilang lancar tanpa macet. Sekitar jam 10sampai di border vietnam-kamboja (Moc Bai/Bavet Border), cek imigrasi dan membayar 1 USD/person. Setelah itu bus sempat berhenti sekitar 15-20 menit di restoran besar. Kami pun akhirnya sempat makan nasi + ikan goreng+tumis sayur (80.000 vnd/person) karena mikirnya gak tau akan sempet makan dimana lagi. Ternyata ini keputusan tepat!!! Sekitar jam 1 siang, bus sampai di terminal bus Phnom Penh untuk berganti bus. Kami sempat ke toilet dulu. Kalau mau jajan disini sudah menggunakan usd untuk pembayaran. *tapi toiletnya gratis kok. Bus berangkat sekitar jam 2 menuju Siem Reap. 

      Ternyata bus kali ini kurang nyaman dibandingkan yg sebelumnya, dari mulai tidur, bangun, ngobrol, tidur lagi, kok kayaknya belum sampai2. Pada akhirnya sekitar jam 8 malam, kami pun sampai di Siem Reap (fiuuuh akhirnya…). Di kantor bus ini, kami akan dijemput. Penginapan yang kami booking sudah termasuk layanan tuk-tuk untuk menjemput kami. Harga 2 malam untuk 2 kamar double bed adalah 39 usd (tanpa breakfast). Di email sebelumnya, kami dipindahkan ke hostel berbentuk dorm yang ada di pusat kota. Kami sih ok2 aja krn sudah ada pemberitahuan sebelumnya. Urusan pembayaran termasuk memesan tuk2 untuk Angkor Wat Tour juga kami lakukan di hostel tersebut. Bahkan pada akhirnya kami memesan sleeper bus siem reap-bangkok untuk malam hari esok. Harga Bus + tuk2 (71 usd/ 3 person, lupa rinciannya berapa2) Ternyataaaaa…kami tetap menginap di penginapan yang dipesan sebelumnya, yang sekitar 5 menit berkendara (untungnya masih diantar gratis). Penginapan ini berada di kompleks warga (yang cukup sepi kalau malam) jadi bentuknya semacam villa 2 tingkat. 2 kamar yang dipesan ternyata tidak berdekatan. Satu di lantai bawah, sedangkan yg 1 di lantai atas. Berhubung hp saya tidak bisa wifi (krn rusak), jadi saya meminta untuk 1 kamar berdua agar mudah berkomunikasi dan kami memilih di bawah, yang merupakan keputusan tepat (hohohoho). 

      Malam itu kami tidur cepat karena jam 4 pagi sudah akan dijemput tuktuk menuju angkor wat (niatnya mau lihat sunrise yang gatot hahaha). Benar saja, pintu kamar pun diketuk jam 4 pagi, si abang Saron (driver tuk2) sudah menunggu kami. Perjalanan menuju Angkor Wat itu seru sekali, karena berpuluh2 tuk2 menembus gelapnya jalan (entah kenapa jalan menuju kesana gelap sekali krn minim cahaya lampu). Sekitar 15 menit sampailah kami di loket untuk membeli tiket harian seharga 37 USD/person (muahaaaal hiks). Menariknya saat membeli tiket, kita akan difoto (wajahnya aja) yang nanti akan ter-print di tiket masuk (jangan sampai hilang yaaah krn akan diperiksa sewaktu2 di beberapa Wat). 

      Masih jam 5 dan gelap, tapiii sudah banyak wisatawan yang menunggu kemunculan matahari di balik komplek utama Angkor Wat. Sayangnya pagi itu cukup berawan sehingga kurang ok untuk dilihat. Menutup kekecewaan dan kelaparan (yaaa kami laparrr krn kmrn belum sempat makan malam), akhirnya kami memutuskan untuk makan di lingkup tempat makan terbuka yang ada di samping. Beberapa anak kecil dan orang dewasa bolak-balik menawarkan menu ke beberapa wisatawan. Salah satu yang tertarik adalah kami. Saya makan nasi goreng +ikan goreng +teh manis hangat, teman saya nasi goreng daging dan mie goreng. Per orang kena 5 USD. Mahal sih tapiii porsinya banyak dan rasanya cukup enak (mirip masakan wartegg indo), sehingga dapat bertahan sampai sore hehe. 


      Setelah tenaga terisi, kami pun masuk ke kompleks utama Angkor Wat yang terkenal itu. Kompleks ini luas banget yaaa sampai2 kami bingung hahaha…sekitar 2 jam foto2 dan keluyuran. Pada dasarnya kami banyak istirahat, ketemu tempat teduh dikit lgsg deh duduk2 sekitar 15 menit. Semakin siang semakin panas dan gerah sekali.  Setelah itu kami diantarkan Abang Saron ke beberapa tempat seperti Bayon, Ta Phrom (tempat syutingnya Tomb Rider itu lhoo),  dll…banyak deh pokoknya. Disana banyak menjual kelapa muda yang enak dan menyegarkan sekali. Harganya 1 USD. Lumayan untuk menyegarkan badan. Sekitar jam 2 kami mulai lelah dan ‘bosan’ akhirnya kami meminta Saron untuk mengantarkan ke penginapan. Rasanya cuaca panas membuat kami cepat lelah. Sebenarnya ia menawarkan kami untuk ke pasar terapung, tapi ya karena sudah lelah dan ternyata pasar itu cukup jauh, kami pun menyerah pada ademnya kamar penginapan hahahaha.










      Benar saja, begitu sampai kami lgsg tertidur (perasaan tidur siang mulu ya trip ini). Sorenya kami menuju Old market untuk cari oleh2 dan juga ke Siem Riep Night Market untuk lihat2 suasana kota. Untuk makan malam, kami memutuskan makan masakan india habis sekitar 14.75 USD dengan menu yang besar dan banyak. 

      Malam itu adalah malam terakhir di Siem Reap, karena setelahnya jam 1 malam kami akan menuju Bangkok menggunakan Sleeper Bus. 


      Yaaa sekian FR edisi Siem Reap Kamboja. Silahkan komen dan tanya2 yaa kalau ada yg kurang jelas…happy reading!!

      NB : yang saya suka dari Siem Reap adalah orang2 lokalnya yang ramah. Mulai dari mba2 resepsionis hotel, driver tuk2 yang mengantar jemput di hotel, Saron si driver tuk2 angkor wat sampai penjual makanan mau menjawab pertanyaan kami dan senang bercanda. Walaupun kadang ada batasan bahasa tentunya :)

      Side Story : Saat menunggu jemputan tuk2 menuju kantor bus siem reap, teman saya yang sendirian di kamar atas bergabung di kamar bawah. Kemudian, dia mulai menyalakan tv sambil bertanya kepada kami “kalian tvnya berfungsi baik ga sih?” Karena kami belum mencoba, ya kami bilang gak tau. Terus dia berkata lagi “oooh kayaknya bener nih tvnya”. Saya mulai menangkap suasana ga enak dan bertanya “hmmm emang kenapa ka?”. Dia pun berkata “Nanti deh ceritanya kalau udah sampai Bangkok, jangan disini”. Kami pun menurut. Ketika menunggu antrian imigrasi masuk Thailand, saya kembali bertanya. Akhirnya dia pun mulai bercerita. Waktu malam pertama saat mandi, pintu kamar mandinya mendadak tidak bisa dibuka dari dalam. Dia pun sudah berusaha berkali-kali mencoba membuka, tapi nihil. Akhirnya dia memutuskan diam sejenak dan pasrah aja. Gak lama kemudian, ia coba lagi beberapa saat, akhirnya terbuka (hiiiii). Supaya tidak sepi, ia pun menyalakan televisi sebelum tidur. Saatnya terlelap, ia mematikan tv, eh gak lama kemudian tvnya nyala lagi dengan sendirinya. ya dia matiin lagi dong tapi kemudian nyala lagi daaaan berkali-kali sampai temen gw itu ngomong “udah dong gw mau tidur niiih” akhirnya tv itu mati tanpa nyala2 lagi. Untungnya temen gw orangnya berani, cobaaa kalo gw yg ada di posisi dia, udah pindah kamar kali hahaha :)))

    • By Muhammad Kurniawan
      Halo Jalan2-ers, akhirnya selesai juga trip saya di Jepang bersama dengan istri dan 2 balita (4.5 dan 3 tahun). Ini field trip ke-2 saya, semoga bermanfaat bagi kita sama2, terutama buat yg akan pertama kali pergi ke Jepang. Terimakasih ya buat semua teman2 senior Jalan2-ers yang sudah bantu kasih masukan dan memberi tips2-nya @kyosash @HarrisWang @vie asano @Vara Deliasani @deffa. Berikut field trip dari saya:
      Persiapan
      Biasanya sih kalo mau berangkat dengan anak2 kecil persiapannya lebih ribet daripada berangkat sendiri atau trip-nya sama teman2. Persiapan memang adalah menurut saya step yg paling penting. Kelancaran dan kenyamanan trip kita ya tergantung dari apa yg sudah kita persiapkan. Hal2 yang kami persiapkan sebelumberangkat adalah:
      Itinerary yang jelas, dengan mengumpulkan kota2 apa yg akan dikunjungi dan objek2 wisata apa saja lengkap dengan rencana rincian biaya Tiket pesawat Penginapan selama di Jepang Admission ticket; beberapa tempat wisata yg pasti bakalan antri untuk beli tiket adalah tempat2 wisata yg besar seperti disneyland dan Universal studio, jadi lebih baik sudah membeli tiket secara online dari Indonesia. jadi tinggal masuk saja saat sudah sampai di lokasi JR Pass ataupun Pass2 lain jika diperlukan; tetapi saya tidak menggunakan Pass selama di Jepang, karena setelah saya hitung2 dengan kebutuhan transportasi saya masih lebih hemat tanpa membeli JR Pass ataupun Pass yang lain Converter colokan listrik; karena di Jepang berbeda bentuk colokannya dengan di Indonesia. Jadi perlu disiapkan converter-nya Multi USB charger; berguna sebagai station USB jadi bisa digunakan untuk charging hingga 6 hp dan ipad sekaligus SIM Card selama di Jepang; beberapa sumber belum bisa membantu saya dengan detail mengenai SIM card data yg dapat digunakan di Jepang. tetapi setelah saya browsing lebih lanjut ternyata sekarang Jepang sudah menyiapkan SIM Card pre-paid untuk tourist mancanegara yang mudah untuk didapatkan. https://www.econnectjapan.com/ disini menjual berbagai produk Docomo yang bisa kita pesan sesuai dengan kapasitas/ quota yg kita inginkan. Waktu lalu saya membeli paket yg 5GB, dan sekarang masih sisa 4GB. Rugi banget, karena saya juga sudah disediakan portable wi-fi dari semua tempat saya menginap. Jadi teman2 bisa memesan sesuai dengan rencana kebutuhan selama di jepang. SIM Card-nya bisa dikirim kemana saja kita mau, kantor pos terdekat. Waktu itu supaya mudah, saya minta dikirim ke Kantor pos di Haneda Airport, tetapi kantor pos-nya ada di Terminal Domestic, jadi harus naik bus bandara dari International Terminal ke Domestic Terminal buat ambil SIM Card-nya di Kantor Pos bandara Haneda. Tapi mudah saja kok, tinggal tanya mana bus yg ke domestic terminal. Dan masa berlaku SIM Card ini adalah 30 hari semenjak di-aktifkan. Baby Stroller; untuk baby stroller saya memutuskan untuk menggunakan stroller tandem dengan jenis umbrella pushchair. Karena stroller jenis ini tidak perlu lepas pasang untuk tandemnya dan melipatnya relatif mudah. Untuk sewa stroller ini saya dapat di Toys Rent Kingdom, karena hanya disini saja akhirnya saya dapat yang tandem pushchair. lebih mudahnya untuk mencari sewa stroller bisa search saja di Instagram #stroller #babystroller #tandem dan sebagainya. Obat2-an, susu, vitamin, pampers dan baju hangat sesuai suhu disana Aplikasi Navitime for Japan Travel; sangat penting selain google map, pemakaiannya juga bisa dikombinasikan untuk melihat jalur dan jadwal angkutan umum selama di Jepang Vacuum Plastic Bag; ini yang penting jika kita membawa banyak pakaian. plastic ini bisa kita pompa bersama dengan barang2 didalamnya, sehingga menjadi sangat compact, mirip seperti bandeng presto. jadi space di dalam  tas taupun koper bisa sangat dimaksimalkan.  
      DAY-1
      Tiba di HANEDA jam 8:30, imigrasi dan muter2 di HANEDA termasuk mengambil DOCOMO SIM Card di Kantor Pos bandara HANEDA. Ingat posisinya ada di Domestic Terminal, jadi bukan di gedung kedatangan international. Saya sampai lama muter2 di bandara karena saya pikir ada di gedung yang sama. Sekalian saja beli PASMO Card atau ICOCA Card di ticket vanding machine menuju kearah station kereta.
      "sekarang di bandara2 international manapun sudah banyak yang menyediakan jasa free buggy car untuk mengantar- antar penumpang termasuk di KLIA Malaysia maupun di Terminal 3 Soekarno-Hatta. Bedanya di Haneda ini driver buggy car-nya berusaha keras menawarkan kami untuk naik buggy car, karena melihat kami bersama 2 anak kecil. Ini lah keramahan orang Jepang yang kami rasakan pertama kali dan menyambut kami di Jepang"
      Tiba di apartment di Asakusa jam 13:30 dan check in.
      Kegiatan hari pertama tidak banyak, karena masih jet lag. Kami sempat pergi ke Shinjuku Station untuk beli Hakone Free Pass, tapi ga dapet karena masih jet lag, lapar dan shock banget sudah sore jam orang2 pada pulang kerja, rame banget Shinjuku Sta. . Intinya kalo mau beli Hakone Free Pass cari di Station yang ada Odakyu Line, dan tanyakan saja Odakyu Hakone Pass.
      Akhirnya malam pertama kami berakhir di Shinjuku Gyoen Ramen Ouka, mencari makanan halal dan khas Jepang. Pelajaran yang kami petik disini adalah: kalo beli makanan di Jepang, terutama pertama kali, lebih baik pesannya sedikit2 dulu. Misal pergi ber-3, ya pesan saja 2 porsi dulu. Harga di rumah makan ini relative mahal, tapi ternyata porsinya luar biasa banget. di menu cuma gambar ramen, tetapi ternyata seperti paketan lengkap, ada nasinya ada sate dagingnya dan ada telornya. dan datangnya pun tidak sekalian semua, tapi datang satu2. Saat itu saya pesan 2 ramen untuk dewasa dan 2 paket untuk anak2 dengan total harga JPY 5,200.- dan kami tidak habis padahal dalam kondisi lapar, walaupun dibungkus bawa pulang juga bisa sih.. ini benar2 pelajaran di hari pertama he he hee...






      DAY-2
      Hari ke-2 kami hanya menghabiskan hari di Disneyland Park. Tiket Disneyland sudah kami kantongi dari Indonesia dengan memesan Online, cuma yang saya lupa adalah menanyakan di entrance gate untuk fasilitas Fast Pass. Karena setahu saya kita bisa memanfaatkan fasilitas fast pass, atau tanpa antri untuk maksimal 3 permainan/ atraksi. Jadi yang ke Disneyland jangan sampai lupa menanyakan bagaimana cara make fast pass-nya. Karena Disneyland itu sepertinya di jepang tidak pernah sepi. dan semua wahana pasti bakalan antri.
      Hal yang paling berkesan di Disneyland Jepang adalah kita akan menyaksikan orang2 Jepang itu datang dengan serba serbi cosplay. Mereka sangat totalitas sekali kalo datang ke Tempat wisata permainan seperti Disneyland maupun Universal Studio. Bahkan awalnya kami sempat bingung ini pengunjung atau petugas di Disneyland??? ha ha haa.. mungkin hal ini tidak akan kita dapati di Disneyland ataupun Universal Studio manapun selain di jepang. Kereeeennn...
      Dari Disneyland kami mampir ke Tokyo Big Sight, sebenernya ga sengaja. Cuma karena prayer room terdekat ada disana, jadi kami mampirlah ke Tokyo Big Sight, dan ternyata bangunannya keren. Kemudian kami lanjutkan jalan2 malam di sekitar Odaiba dan makan malam di Surabaya yang ada di lantai 4 Aqua City Odaiba. Dan bisa makan gado2 & nasi goreng 











      DAY-3
      Di hari ke-3 kami kurang beruntung karena hujan dari pagi sampe malam. Kami nekat keluar ke Shibuya untuk foto dengan patung Hachiko dan niat ke Akihabara dan Tokyo Tower. Namun karena anak2 harus kehujanan dan kedinginan, jadi kami putuskan untuk kembali pulang ke apartment di Asakusa sambil mampir makan di KFC dan beli kebab di Saray Kebab di Asakusa.
      Malam harinya saya jalan sendiri untuk explore Tokyo Sky Tree dan Solamachi Mall. Niat naik keatas Tokyo Sky Tree, namun view diatas tertutup oleh kabut tebal dan tidak bisa melihat apa- apa. Akhirnya naik tokyo sky tree juga saya batalkan. Alhasil saya menikmati malam sambil berjalan kaki hujan2 dari Sky Tree menuju apartment.






      DAY-4
      Hari ke-4 kami cukup cerah di pagi hari, dengan ramalan cuaca berawan dan hujan tipis. Mengingat ramalan cuaca di Jepang cukup akurat, jadi kami sedia payung sambil berjalan. Ternyata benar saja, di sore harinya perjalanan kami ditemani hujan lagi. Untungnya kami berhasil menyelesaikan jalan2 sampai sekitar jam 7 malam. Hari ke-4 perjalanan kami disekitar Ueno Park, Ameyoko Shoping Street, dan keliling Asakusa menggunakan Jin Rikisha.



















      DAY-5
      Hari ke-5 kami berangkat menuju Gotemba dengan jalur kereta subway dan JR dari Asakusa - Shimbashi - Kozu - Gotemba. Sampai di Gotemba berjalan kaki sekitar 1 km dengan menggeret semua barang bawaan sampai check in di Hotel Mars Garden Wood Gotemba. Karena kami sampai di Gotemba sudah cukup sore, jadi kami hanya mengunjungi Gotemba Premiium Outlet sampai jam 6 sore. Tambahan saja, bagi yang muslim di Gotemba Premium Outlet sekarang sudah tersedia prayer room, ini saya tau setelah di lokasi, karena saya browsing2 awalnya saya tidak menemukan prayer room.
      DAY-6
      Hari ke-6 kami habiskan waktu mengelilingi Mt. Hakone dan malamnya pergi ke Kogen Toki No Sumika, dimana timing kami kesini pas banget. Karena Kogen Toki No Sumika baru digelar 29 Oct 2016 dan akan berakhir di bulan Feb 2017. Kedua objek wisata ini sangat keren, selain suasana alamnya yang sangat indah, udaranya yang sejuk, moda transportasinya juga sangat layak untuk dicoba. Beruntungnya kami hari ini sangat cerah, padahal di hari kedatangan kami Gotemba diselimuti kabut dan dingin. Dan keesokan harinya Gotemba disiram hujan. Pada saat hari sangat cerah, semua bisa dilihat dengan indah, termasuk Mt. Fuji, sugooiiii...
      Jalur yang kami tempuh adalah dari halte bus tomei-Gotemba interchange (bus umum) - Togendai Sta. (keliling2 dengan sightseeing cruise PP, kemudian menggunakan Ropeway) - Sounzan Sta. (Cable Car) - Gora Sta. (berjalan2 ke Gora Park, dan kembali ke Gotemba dengan bus umum) - Tomei Gotemba Int.
      Tambahan; untuk mencapai ke Kogen Toki No Sumika harus menggunakan bus khusus No Sumika, bukan menggunakan bus angkutan umum. Dan biayanya juga gratis, jadi harus menanyakan atau mencari informasi jalur dan jadwal-nya tersendiri.






























      DAY-7
      Hari ke-7 hanya pindah kota dari Gotemba ke Osaka. Route-nya dari Gotemba Sta. - Mishima (Hikari Shinkansen) - Shin-Osaka. Kalo di rencana pengennya sih ke Kids Plaza Osaka, tapi mempertimbangkan kondisi anak2 dan hari sudah sore jadi kami gunakan waktu untuk istirahat saja di apartment. 
      DAY-8
      Hari ke-8 kami gunakan untuk jalan2 ke Kyoto mengunjungi Arashiyama Bamboo Forest, Sagano Romantic train, Kiyomizu Dera dan Fushimi Inari taisha. Hanya menggunakan bus dalam kota 1x saja saat menuju Kiyomizu Dera. Dengan kondisi seperti kami dengan membawa baby stroller dan 2 balita, sangat lebih memudahkan menggunakan sarana transportasi kereta. Karena kalo didalam bus, bakalan rame dan space-nya sedikit. Pencapaian luar biasa saya adalah mendorong baby stroller lengkap dengan 2 anak sampai ke puncak jalan, halaman Kiyomizu Dera, buat yg sudah tau jalannya kesana menanjak sepanjang 1.2 km,... 
      Untuk naik Sagano Romantic Train, bisa naik dari Saga Torokko Sta. yg posisinya ada disamping Saga-Arashiyama Sta. Didalam Saga-Torokko Sta. ada maket miniatur kota dan kereta2 di Jepang yang bisa kita gerakkan dengan memasukkan uang coin JPY 100.
      Menginap di sekitar Shin-Osaka sangat memudahkan untuk berpindah2 tempat. Karena Shin-Osaka Sta. adalah merupakan station besar yang banyak jalur keretanya, termasuk ke Kyoto juga hanya 25 menit. Tapi ramenya station juga minta ampun.






















      DAY-9
      Hari ke-9 kami habiskan dengan mengelilingi area Ten Shiba, Tennoji Zoo, Osaka Castle dan Mendekati Umeda Sky Building. Padahal target saya adalah menaiki Umeda Sky Building ke puncak, tetapi apadaya lagi2 harus gagal karena kondisi yang sudah sore dan anak2 sudah pada kelaparan. Pokoknya semua target menaiki gedung dan tower gagal semua, he he he.. 
      Tetapi untuk anak2 suka sekali pergi ke Tennoji Zoo ini. Karena binatangnya lengkap, termasuk African Satwa-nya. Kereen..
















      DAY-10
      Hari ke-10 kami habiskan hanya dengan jalan2 hanya di sekitar Osaka Aquarium Kaiyukan dan Tempozan Ferris Wheel. Maklum keinginan untuk naik keatas tower2 dan gedung tinggi hanya terobati dengan bianglala raksasa ini... Aquarium kaiyukan ini sangat keren dan binatangnya lengkap sekali sampai satwa2 laut dalam.. di hari ke-10 ini kami juga pindah apartment dari area Shin-Osaka ke dekat Fuku Sta. Apartment terakhir yang kami tinggali ini apartment yang paling luas dan paling keren kami tinggali dengan rate harga paling murah.. 


















      DAY-11
      Hari ke-11 seharian kami habiskan waktu untuk jalan2 dan belanja di Shinsaibashisuji dan Dotonburi. Yah tidak lupa berfoto dengan Glico sign spot sejuta manusia,  untuk tempat makan halal di sekitar Shinsaibashi dan Dotonburi cukup banyak pilihan. Begitu juga prayer room.






      DAY-12
      Hari ke-12 persiapan pulang, dan kami habiskan waktu sampai sore di KIX Kansai Airport. Untuk tourist muslim jangan khawatir, sudah ada brosur Kansai Airport khusus muslim. Ada posisi prayer room dan tempat2 makan halal maupun yg free pork and free alcohol.

      Ternyata :
      Jalan2 ke Jepang tidak susah; tidak perlu takut nyasar. Lengkapi saja dengan aplikasi google map dan Navi Time for Japan Travel. Orang2 Jepang sangat ramah dan sopan luar biasa, mereka terbiasa mengucapkan permisi dan maaf. Jadi ga enak kalo salah2 sikap, hi hihi.. Saking ramahnya mereka, kami beberapa kali selalu ditawari bantuan membawa barang. Mungkin saking kelihatan rempongnya kami, ha ha ha.. jawab saja "daijoubu" Apa yg saya pelajari di Jepang adalah jangan memberi tips kepada orang jepang. Dan itu pernah saya saksikan langsung dimana seorang tourist pernah berusaha memberi tips kepada jin rikisha (becak Jepang) dan ybs menolak mati2-an. Saat kami di Hotel-pun kami tidak memberikan tips, dan disana tidak ada porter. Jangan ragu untuk bertanya dengan orang Jepang, mereka pasti akan berusaha mati2-an untuk membantu. Sebaiknya tanyakan saja apa yg benar2 kita perlu tanyakan -Tamat-  
       

    • By Vara Deliasani
      Universal Studio Japan (USJ)

       
      Universal Studi Japan (USJ) merupakan tujuan utama gw dalam perjalanan ke Jepang kali ini,, karena gw emang doyan banget baca Harry Potter. Baca loh yaaaa.. bukan nonton, bahkan 1 pun filmnya ga ada yang gw tonton sampe selesai. abisnya kalo setelah baca buku lalu nonton film suka jadi bete karena ga sesuai dengan apa yang gw imajinasikan. So.. daripada kecewa mendingan gw ga nonton filmnya. hahaha
      Oke balik lagi ke cerita kunjungan ke USJ. Sebenernya pengennya ke USJ pada saat hari kerja biar ga terlalu rame.. tapi apa boleh buat jadwal ga memungkinkan.. Gw kesana tanggal 4 Desember 2016, pas banget jatuhnya di hari minggu. Udah kebayang pasti penuh. Jadilah diniatin sampe USJ harus pagi banget dan begitu pager dibuka mau langsung lari menuju ke area Harry Potter (sebelom keramean). Karena planningnya gitu jadinya gw harus beli tiket USJ dari pas masih di Jakarta. Berhubung yang paling deket rumah itu JTB akhirnya diputusin buat beli di JTB.
      Tiketnya cuma selembar gitu. Open date dan berlaku selama 1 tahun. Walaupun jangka waktunya 1 tahun tapi cuma bisa dipakai untuk 1 kali kunjungan. Pada saat pembelian tiket dijelasin kalo tiket ini cuma buat sekali masuk, jadi kalo udah keluar gabisa masuk lagi. Beda banget sama Universal Studio Singapore yang keluar masuk sampe pusing.
       


      Tiket USJ dari JTB
       
      Dari Osaka Hana Hostel menuju USJ harus sekali ganti kereta. Dari Shinsaibashi station menuju ke Osaka Station, lalu ganti ke JR line dan turun di Universal City. Untuk pembayaran transportasi ga di cover yaa sama day pass yang dapet dari paketan Yokoso Pass, kenapa? karena perjalanan ke USJ harus menggunkan JR line. Jadi gw beli ICOCA buat bayar transportasi sekalian nanti selama di Tokyo.
       

      ICOCA Card
       
      Hari yang di nanti akhirnya tiba!!!  Lalu seperti biasa... gw dan kebodohan gw kembali menjadi perusak rencana. Kali ini gw salah setting alarm. AAAAAAAKKKKKKKK!!! Niatnya bangun pagi banget trus jam 8an udah harus sampe di USJ. Tapi kenyataannya jam 8 BARU BANGUN. HAHAHAHAHA. Telaaattt deeehhhh.. Blom lagi pake salah liat peta dan salah stasiun. hahahaha. Jadinya jam 9.30 baru sampe USJ. Udah pengen nangis kebayang pasti bakalan penuh. 
      Turun dari kereta, gw jalannya udah lesu gitu, kehilangan semangat. hahahaha. Tapi begitu liat gerbang USJ waaahh ternyata ga terlalu rame. Belom serame cendol.. Waaaaahhhhh... gw langsung semangat lari ke dalem.
      Btw kita ber 2 ga sempet sarapan jadinya ngebungkus onigiri, tadinya udah takut tas diperiksa trus onigirinya dibuang.. tapi ternyata pas nyampe gate ga diperiksa. Yeeeeeiiiii... tapi sayang cuma bawa 4 biji. Tau gitu kan bawa 15 bijiiiii, sekalian buat bekel makan siang sampe malem. hahahaha. Padahal lumayan kaaaaann bisa irit... maklum lah rencananya seharian disana dan makanan disana mahal.

      Pintu Utama USJ
       

      Map USJ
       
      Oke sampe didalam langsung panik lari ke arah kanan, buru-buru jalan ke arah Harry Potter. Sampe di depan area gw pikir bakalan dibatesin gitu masuknya. Harus pake ngambil tiket yang ada waktu masuknya gitu. tapi ternyataaaaaa.... aaaaaahhhh ga pake tiket. Yeeeeiiiiiii!!! kayanya sih karena masih pagi jadi belom terlalu rame. Masuk area Harry Potter, ga pake liat kiri kanan langsung menuju Hogwarts buat ngantri main Harry Potter and the Forbidden Journey. Antrinya udah 100 menit. Dan ga ada single ride. Ya udahlah yaaaaa... terima aja. Masuk ke antrian sambil makan bekel onigiri.
      Ga berasa udah nyampe giliran.. semangat banget langsung naik dengan cengengesan. Ternyata cuma bentar banget ride-nya.. cuma kedip-kedip udah kelar aja gitu. Gw sama laki gw begitu selesai cuma liat2an trus langsung ketawa meringis.. udaaaahhh??? gitu doaaaanggg???? hahahahhaha. Ngantri 100 menit, mainnya cuma 5 menit. Udah gitu ga ada single ride.. mungkin karena itungannya sepi kali yaaa jadi ga dibuka single ridenya. Atau mungkin memang ga ada? Ntahlah... tapi saran gw emang pertama masuk harus kesini dulu. Karena ride ini emang yang paling rame.
      Beres dari situ kita putusin muter-muter area Harry Potter dulu baru setelah itu geser ke area Jaws.
      Di dalam are ini ada 2 ride utama, selain Harry Potter and the Forbidden Journey ada Flight of The Hippogriff. Laki gw males ngantrinya.. gw juga ikutan males. Masih kebayang pegel ngantri. Jadilah kita muter-muter sambil foto-foto aja. 
       


       
       



      Sebelum keluar kita sempetin mampir ke Wand Magic, kebetulan antrinya cuma 15 menit aja,. Disini bakalan ketemu Ollivander, nanti kita semua disuruh masuk ke ruangan lalu Ollivander bakalan milih satu orang buat nyoba dan milih wand yang pali sesuai. Ntah kenapa tiba-tiba GW YANG KEPILIH!!!! OEEEMMMMJIIIIHHH!!! Majulah gw, disuruh nyobain beberapa tongkat. Ujung2nya "dapet" tongkat yang cocok.. trus disuruh pegang dan keluar ruangan.. gw udah GR aja kaaannn.. Gw pikir beneran dikasih. Lumayaaannn kaaaaannn.. Ternayat begitu diluar ruang disuruh beli aja cuuuiiii. OGAAAAAHHH. hahahaa. Males banget.. mendingan duitnya buat makan. (Iyaaaa gw pelit. hahaha).
      Oke udah puas muter-muter disini akhirnya kita putusin buat pindah ke area lain. Kalo diliat di peta USJ kita muternya berlawanan dengan jarum jam.. Jadi tujuan berikutnya adalah area Amity Village. Di area ini ride utamanya cuma Jaws. Liat antrian 60 menitan gitu. Cek antrian single ride wah cuma 5 menit. Jadi diputusin buat ambil antrian single ride aja. Ga barengan gpp orang tujuannya emang mau mainya kaaann.. Ga pake lama2 ngantri langsung deh naik ke perahu. Seru sih yaaaaa.. tapi sayang bahasa Jepang. Ya ga paham laaah gw mba2nya cerita apa. Tapi overall oke lah. Seru juga, apalagi ledak2annya gitu. Cuma sayang gw ga kebagian basah2an. hahaha (yang lain berharap ga kena basah gw malah pengennya basah2an). Ya abis ga seru kaaaannn kalo ga basah,,, ga ada ceritanya.
      Ga sempet foto siang-siang karena pengen ngejer show di waterworld yang udah mau mulai. Jadi foto "ikan"nya pas malem deh.

       
      Beres dari area Amity Village pindah ke Waterworld. Seru sih yaa.. cuma lagi-lagi gw ga paham mas mbak nya cerita apa. Ya kaliiiii dia kira semua bisa bahasa Jepang. Jadilah cuma duduk sambil celingak celinguk. Tapi actionnya oke lah. Gw mau sih nonton lagi. Cuma lebih oke kalo pake bahasa inggris. Shownya sendiri sekitar 15-20 menit kalo ga salah.

      Salah Satu Sudut di Waterworld
       
      Beres nonton atraksi di Waterworld kita langsung pindah ke area Jurrasic Park. Tadinya sih laki gw mau naik The Flying Dinosaur, tapi begitu liat cuma digantung gitu trus pake muter-muter langsung dia mundur teratur. hahaha. Kalo gw sih emang udah niat ga bakalan mau naik. Makin berumur makin ga kuat main beginian. Tanda-tanda ke jompo-an.

      Akhirnya selama di area ini kita cuma ngetawain yang naik roller coaster sambil makan onogiri. Abis itu langsung main Jurrasic Park - The Ride. Ceritanya naik perahu trus keliling area Jurrasic Park, trus nanti ada tanjakan trus meluncur turun gitu. Udah gitu doang. Kita ber2 emang cupu. hahaha. Tapi lagi2 gw ga basah. Kecewaaaaaaaaa.......
      Setelah itu  pindah area lagi.. Kali ini giliran area San Francisco. Di area ini ada 2 ride, yaitu Back to The Future dan Backdraft. Sayangnya back to the futurenya lagi di renovasi. Ngoookkkk. Jadi cuma main Backdraft aja. Backdraft ini kalo di Universal Studio Singapore kaya Lights Camera Action. Kta dibawa ke area yang di set kaya tempat syuting Backdraft. Lagi2 bahasa Jepang,, tapi untung gw udah pernah nonton filmnya, jadi yaa lumayan ngerti lah ya. Antrinya juga ga lama cuma sekitar 40 menitan.

      Dari situ pindah lagi ke area New York.. disini ada Spiderman dan Terminator. Buat Spiderman kita pake single ride lagi.. cuma ngantri 30 menit aja. Ridenya mirip kaya Transformer  di Universal Singapore. Kalo terminator kombinasi 3D dan Live Show. Keren.. tapi gw paham ceritanya. hahaha.

      Disini juga harusnya ada Space Fantasy tapiiii tapiii tapiiii.. ditutup buat acara Cool Japan. KECEWAAAAAAAAAHHHHHHH. Padahal ini dan Back to The Future merupakan mainan yang paling gw tunggu2. 
      Didepannya Back to The Future aditutup pake kayu-kayu dilukis gambar Minions gitu.. jadilah buat menghibur diri kita foto-foto disini aja.

       
      Lalu mendadak ujan aja doooonggg. UJAAAAAAANNNNNNNN 
      Dari situ lanjut ke area Hollywood, disini ada Hollywood Dream - The ride tapi kan ujan.. jadi tutup deeeh... Gw emang ga bakalan naik tapiii tapiii tapiii kan ga asik ajaaaaaaa...

      Kalo kata @syahrulsiregar gw semacam gadis pengundang hujan (Gadis yaaaa.. gadis..). Karena ujan emang suka ngikutin gw. Bahkan nanti sampe ngikut gw ke Takayama pas gw janjian sama om alul. Karena ujan ya udah deh kita main yang ga penting-penting yang di indoor sambil muter-muter sambil foto-foto. Semua parade juga di cancel. Syeeeddddddiiiiiiiiihhh...
      Kita keasikan main sampe lupa makan. Padahal udah jam 7 malem. Padahal cuma baru diganjel makan onigiri 2 biji/orang. Mendadak laper... akhirnya kita putusin udaha aaah.. Pulang ke Hotel. Lagian besok pagi-pagi udah harus jalan ke Shirakawago.
      Kesimpulan : Seru sih yaaa main kesini. Boleh lah dicoba. Kalo antrian panjang manfaatin aja single ride, lumayan bisa menghemat waktu dan tenaga. Toh dateng kesana niatnya main kan.. jadi ga barengan gpp lah yaaa. Perlu beli express pass? hhhmmm... kalo ada duit lebih sih gpp, tapi mending adteng terus liat kondisi dulu aja. kalo emang antriannya udah ga ketolong banget, bahkan dengan single ride, ya boleh lah beli express pass.
      Dadaaaaaaaahhhh USJ... Sampe ketemu laaaagiiiiiii..... Gw bakalan balik lagi khusus buat main Back to The Future dan Space Fantasy dan nonton Parade. 

       
       
      Link Terkait:
      Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Persiapan Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 1/Osaka Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 2/Universal Studio Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 3/Kyoto Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 4/Shirakawago Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 5/Shin-Hotaka Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 6/Takayama Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 7/Tokyo Review Hotel/Hostel : Osaka Hana Hostel Review Hotel/Hostel : Guesthouse Sanjyotakakura Hibiki Kyoto Review Hotel/Hostel :K's House Takayama Oasis Review Takayama Hokuriku Pass (JR East Pass) Review Kyoto Sightseeing Two-day Pass Discount Ticket (Yokoso Pass) Kansai Airport - Namba Station Osaka Panduan Bis di Kyoto Discount Ticket (Haruka+ICOCA) Kansai Airport - Shin-Osaka Alternatif Transportasi : Osaka - Kyoto - Kanazawa - Shirakawago - Takayama - Tokyo
    • By anna22

      18/8/2017  Flight Malam Jkt-KL. Karena kami menggunakan Lion Air, mendarat di KLIA 1, padahal besoknya kami ada flight dengan AA dari KLIA 2. Beruntungnya ada shuttle bus gratis antara KLIA 1 ke KLIA 2 yang beroperasi 24 jam. Begitu sampai di KLIA 2, kami mencari tempat untuk mengisi baterai HP sambil selonjoran.    19/8/20  Flight pagi jam 6 kami sudah check in jam 4 dan melewati imigrasi lalu menuju gate yang tertera di boarding pass. Saya dan salah satu teman yang muslim juga menuju musholla untuk melaksanakan solat Subuh sekitar jam 5. Ternyata kami baru sadar ada perbedaan waktu sehingga waktu solat Subuh baru sekitar jam 6. Tepat ketika adzan subuh berkumandang, salah satu teman menyusul dan mengatakan bahwa kami harus pindah gate. Kami pun buru-buru solat dan langsung berusaha berlari karena waktu boarding tinggal 10 menit lagi. Sedangkan kepindahan gate itu dari ujung ke ujung (paraaaah jauhnya). Gara-gara inilah, salah satu teman kami yang memang dari awal keberangkatan sedang tidak enak badan, mendadak drop begitu sampai Hanoi. Beruntungnya kami sampai tepat waktu di gate sehingga masih bisa naik pesawat walaupun ngos2an...   Sampai Hanoi Airport sekitar jam 9 (tidak ada perbedaan waktu dengan Indonesia). Begitu sampai, kami membagi tugas, ada yang membeli simcard (12 usd/7 hr utk paket data internet saja) dan mengambil uang di atm (ya, kami memang tidak menukar rupiah ke vnd di Indonesia, biaya tarik tunai sekitar 20rb rupiah). Sebelumnya saya sudah membaca kalau ada express bus dan public bus dari airport ke pusat kota. Tapi begitu kami tanya ke pusat informasi (yang anehnya, tidak ada satupun pusat informasi resmi, artinya pusat informasi yang tersebar di arrival hall adalah kepunyaan tour&travel, taxi/car rental, dan perusahaan simcard), mereka malah nawarin naik taxi. Karena kami ingin ngirit apalagi baru di awal-awal perjalanan, kami pun mencoba browsing lagi.  Ada bus no. 7 dan 17 dengan biaya 5000 vnd (sekitar Rp. 3000). Bus ini akan berhenti di setiap halte sehingga dipastikan memakan waktu lebih lama. Nah dari pintu keluar Kedatangan, kamu jalan ke arah kiri paling ujung nanti akan ketemu semacam terminal bus umum.    Pilihan lainnya adalah Express Bus 86 dengan biaya 30.000 vnd (sekitar Rp. 15.000). Dinamakan express bus dan lebih mahal karena hanya berhenti di beberapa halte di pusat kota Hanoi. Nah kalau penginapan kamu di sekitar Old Quarter, bisa pilih bus ini. Begitu keluar pintu kedatangan, ke arah kiri juga kemudian nyebrang dan ketika kamu berjalan, kamu akan ditawarkan untuk naik taxi, bilang saja dengan sopan kalau kamu mau naik bus 86. Mereka dengan senang hati akan menunjukkan kamu ke arah petugasnya. Bayarnya pas di bus aja, nanti kondekturnya akan nanya mau berhenti di halte apa. Sebelum berhenti, dia bakal ngasih tau kamu untuk segera siap-siap turun. Ternyata salah satu teman, sebut aja M, kondisi tubuhnya makin drop dan memutuskan untuk mencari klinik atau rumah sakit. Ceritanya cukup panjang, yang intinya adalah sore dan malam ini kami berputar-putar mencari klinik, rumah sakit, dan apotek. Untungnya ada Grab di Hanoi sehingga memudahkan mobilisasi kami. Terus bagaimana komunikasinya secara hampir sebagian besar driver kurang bisa berbahasa inggris? Kami selalu menyebutkan posisi melalui pesan dan menghafal jenis mobil serta plat nomornya. Kadang jika driver mengirim pesan dengan bahasa vietnam, kami menggunakan google translate untuk mengartikan dan membuat balasan (hahahaha). Ada kejadian lucu, salah satu teman saya sering disangka orang lokal karena penampilannya yang mirip, jadilah suka diajak ngobrol bahasa vietnam. Dan alhasil temen saya cuman bengong sambil bilang “I’m not vietnamnese”.
      Hari pun sudah menjelang malam dan kami lapar. Karena saya punya pantangan dalam makan dan beruntungnya saya punya teman yang pengertian, kami memutuskan mencari vegan restaurant terdekat. Ketemulah Loving Hut (ini sepertinya ada di mana-mana deh) yang menyediakan makanan khas vietnam dengan menu vegan. Dengan 3 jenis lauk dengan 4 nasi dan 4 minuman hanya habis skeitar 200.000 vnd (atau Rp. 100.000). Kenyang parah tapi ngerasa sehat (ya iyalah vegan food).   Setelah dari RS dan mengantarkan teman kami yang sakit ke GH untuk istirahat, sekitar jam 9 malam, kami bertiga memutuskan keluar menuju Old Quarter karena hari itu adalah malam minggu sehingga kawasan pinggir Hoan Kiem Lake ditutup untuk kendaraan (car free day). Niatnya mau mencoba egg coffee yang terkenal di Hanoi tapi cafe yang kami incar sudah tutup sehingga kami jalan kaki sambil melihat aktivitas warga lokal di malam minggu. Begitu sampai Old Quarter, kami menemukan sebuah cafe yang masih buka dan ada menu egg coffee. Penasaran kami memesan 1 cup (77.000 vnd inc.tax), sampai si pelayan bingung karena kami hanya memesan 1 cup kecil untuk bertiga.
      Karena sudah jam 11 malam, dan besok pagi ada halong bay tour, kami memutuskan kembali ke GH. Oiya kami memesan 1 day Halong Bay Tour dengan harga 42 USD/orang melalui staf GH saat kedatangan. Teman kami yang sakit memutuskan tidak jadi ikut karena dalam masa recovery. Karena pemberitahuannya mendadak, biaya hanya dikembalikan setengahnya.    20/8/2017 Tepat jam 7.30 pagi, guide datang menjempat kami di GH. Ada sekitar 21 peserta hari itu dari berbagai negara. Ternyata kami bertemu 4 kakak beradik asal Aceh. Perjalanan menuju Halong Bay cukup panjang sekitar 4 jam dengan berhenti 1 kali di tempat penjualan souvenir. Tenang aja toiletnya gratis dan cukup bersih kok dan kalian tidak diharuskan membeli souvenirnya. Sekitar jam 12 siang kami sampai pelabuhan. Sebelumnya di bus, guide kami membagi peserta ke beberapa meja di kapal. Kami kebagian meja 3 bareng sepasang turis asal Italia (yang ramah dan baik). Begitu duduk di kapal, awal kapal langsung menyuguhkan makan siang (kebanyakan seafood dan sayuran). Nah untuk minum tidak disediakan alias beli kalau gak bawa. Kapal pun berlayar sambil kami menikmati makan siang. Rasanya pun lumayan cocoklah dan porsinya banyak. Itinerary 1 day tour ini adalah menuju Surprise Cave dan Ti Top Island.    Untuk bisa mengikuti rangkaian kegiatan tour ini diperlukan stamina yang baik dan cukup minum karena harus menaiki anak tangga yang cukup banyak. Kami saja sampai kekurangan minum dan membeli disana (walaupun lebih mahal sih). Selain itu juga panas banget. Saya yg kurang cocok dgn cuaca panas bbrp kali harus berhenti saat menaiki tangga  ke puncak Ti top island. Bahkan setelah 3/4 perjalanan, saya menyerah dan memilih duduk istirahat. Sedangkan 2 teman saya lanjut. Setelah merasa cukup pulih, saya pun lanjut naik ke atas krn mikir2 sayang juga kalo ga sampai atas. 

       
       
      Kembali ke pelabuhan sekitar jam 5 sore dan sampai lagi di Hanoi jam 9 malam. Hari itu kami merasa lelah sekali sehingga tidak sanggup utk jalan2 malam lagi. Mana besoknya harus siap-siap ke airport untuk flight ke Ho Chi Minh.    21/8/2017 Penerbangan Hanoi-Ho chi minh dengan Jetstar jam 10 pagi. Kami sempat sarapan dulu. Seperti biasa pakai grabcar menuju airport. Baru kali ini di airport (domestic) kami harus melepas alas kaki saat pemeriksaan masuk ruang tunggu. Saya kira hanya khusus bagi warga asing tapi ternyata warga lokal pun membuka alas kakinya walau hanya menggunakan sendal jepit...   Sampailah di Ho chi minh airport jam 12 siang. Lgsg pesan uber menuju penginapan. Kali ini kami pesan Supe Homestay yg harganya 650rb/2 malam 4 bed dorm room. Kalau melihay review dan photo, hostel ini cukup bagus. Tapi ternyata kami kecewa karena kenyataannya berbeda. Begitu sampai, kami terkejut ketika staf mengatakan bahwa kamar penuh. Nah lhooo??? Tapi ternyata Supe ini punya cabang lain yg jaraknya 5 menit berkendara. Kenapa ga dikasih tau di awal..kan bisa email ato bgmn gitu ya..yg kedua begitu kami sampai, kayaknya ini penginapan jadi gudang barang2 jualan krn begitu banyak barang berserakan di lobi. Kamarnya pun berdebu seperti sudah tidak ditinggali lama. Kamar mandinya pun kurang bersih. Kecewa deh pokoknya.    Oke cukup curhatnya. Setelah check in, kami keluar mencari makan siang. Kami cari yg dekat bisa jalan kaki, cek2 di google, ketemulah resto india halal di daerah Bui Vien. Setelah makan dan kenyang, kami menuju Konsulat Indonesia. Wah ada apa yaa? Ternyata teman saya yg sakit itu belum puas dgn dokter di rs hanoi, jadi dia ingin meminta saran dan rujukan dari pihak konsulat yg mungkin lebih paham dgn kota ho chi minh. Yaaa jadi lagi2 hari ini dihabiskan dengan pencarian klinik dan rs. Beruntungnya ada Klinik international yg menerima turis dan berbahasa inggris di dekat konsulat. Setelah menunggu, periksa, tebus obat, sekitar jam 6 sore.    Hasil konsultasi dgn dokter, teman saya memutuskan utk lgsg ke bangkok (kebetulan ada temannya disana) tanpa ikut kami ke siem reap agar cepat pulih. Malam itu kami pun lgsg berembuk memesan tiket2 yg belum terbeli. Kami pun memutuskan utk ke cafe sekalian mencicip kopi vietnam. Cari2 di google yg reviewnya oke yaitu Bang Khuang Cafe. Dan ini adalah keputusan yg tepat, selain menu kopinya bervariasi, tempatnya juga nyaman dan cantik. Urusan memesan tiket bus ho chi minch-siem reap, tiket sleeper train bangkok-penang, dan tiket pesawat Ho Chi Minh-bangkok pun beres. Sedangkan utk tiket bus siem reap-bangkok rencananya akan kami pesan on the spot.    22/8/2017 Hari ini kami hanya keliling kota saja. Awalnya ingin ke cu chi tunnel tapi krn kondisi teman saya yg masih sakit, rasanya tidak mungkin pergi jauh2. Pertama kami ke Ben Tanh Market utk cari oleh2 dan brunch (krn disini banyak jual makanan). Setelah kenyang dan beli bbrp oleh2, kami menuju kantor pos, gereja, museum dan taman yg bisa dikelilingi dgn berjalan kaki. Karena lelah, kami kembali ke penginapan utk istirahat (yaa lagi2 kami tidur siang hahaha) kemudian malamnya keluar lagi utk cari makan. Ada 1 makanan yg khas vietnam tapi saya mau cari yg halal. Eh ketemulah Pho Muslim. Rasanya enak dan agak beda dengan pho yg pernah saya coba di jakarta. Rempah2 dan kaldu dagingnya lebih berasa plus terdapat potongan bakso homemade (hasil nanya2 yg punya). Warung Pho ini baru buka sore menjelang malam ya...
        Yaaaa sekian cerita edisi vietnam dari rangkaian 12 hari trip negara Asean. Masih ada 3 negara lagi...enjoy and happy reading!!!
    • By Riohandoko21
      Hello Travelers,
      Saya ingin Cerita Pengalaman Saya, Istri dan Anak Saya.  Saat Ke SUMBA.
      Saya dan Istri janjian untuk bertemu di Bali.
      Saya berangkat dari timika ke Bali, Istri dan anak saya berangkat dari  Palembang ke Bali.
      Niat awalnya sehari kita mau Main ke Bali Marine Park. Tapi apa daya Flight istri saya dari Palembang to Jakarta Delay, Alhasil dia ketinggalan pesawat dari Jakarta ke Bali. Maskapai Plat Merah (Bukan Singa Merah). Jadilah dia tiba di bali Keesokan hari nya.
      Karena capek Istri saya gak kuat mau jalan-jalan ke bali marine Park (Next Time Kita bakal Kesini).
       
      Hari Pertama
      Tanggal 29 Juli 2017
      Terbang Ke Tambolaka dgn Wings Air
      Dijemput oleh Driver Lokal Asli Sumba (Kita Hanya Sewa Mobil Plus Driver)
      Tempat Pertama yang di Kunjungi - Kampung Ratenggaro , Lihat Sunset di Pantai Pero
      Kita menginap 2 Malam di Hotel Sinar Tambolaka
       
      Tanggal 30 Juli 2017
      Ke rumah Budaya Sumba - disini Ada semacam Homestay juga. Kita bisa menginap di sini. Mungkin saya dan Istri mau juga menginap disini jika kami belum bayar di Sinar Tambolaka.
      Setelah beranjak dari Rumah Budaya Sumba, Tujuan Selanjutnya adalah Pantai Mandorak .  
      Tujuan selanjutnya pada hari yang sama adalah Danau Weekuri
      Danau Weekuri - Danau Air laut sehingga air nya asin. Danau ini terbentuk karena ada batu karang di tepi lautnya. Yang saya ingat saat ke danau ini adalah saya hamper jatuh terpeleset saat di tangga mau turun ke danau dan saat itu saya menggendong anak saya.
      Perjalanan hari ini kami tutup dengan melihat sunset di Pantai Bawana dan Tanjung Mareeha.
      Sunset di Tanjung Mareeha membuat saya takjub akan keindahan alam sumba. Tidak salah jika istri saya membawa saya liburan kesini. Tempat nya Luar biasa.
      Tapi hati-hati yaa disini sumba barat kadang banyak warga yang suka minta uang.
       
       
      Tanggal 31 Juli 2017
      Tujuan pertama hari itu adalaha waikelo Sawah, Semacam irigasi untuk sawah. Pemandangan nya adalah hamparan sawah dengan padi yang menghijau.
       
      bergerak dari waikelo sawah tujuan selanjutnya adalah Air Terjun Lapopu. Air tejun ini adalah air terjun yang pertama anak saya lihat. Ekspresi nya bahagia sekali.
       
      Kita pun melanjutkan perjalanan ke sumba timur.
       
      Tanggal 1 Agustus 2017
      kita melanjutkan perjalanan ke waingapu.
      Tempat yang kita singgahi adalah bukit pasola, pantai watu bella dan pantai kerewei
       
      Tanggal 2 Agustus 2017
      Kampung Praijing
      Kampung Tarung - Beberapa bulan lalu kabarnya kampong ini terbakar
      Melihat pekerja melakukan pemotongan batu untuk rumah tinggal. Kalau di kota-kota di jawa dan sumatera biasa rumah dibuat dengan batu bata namun disumba rumah dibuat dengan batu alam.
      Bukit Warinding ya, daerah ini semua perbukitan sepanjang mata kita memandang.
       
      Saat di Waingapu kami menginap di Hotel Surya. hotel terbaik selama kami menginap di sumba
      Tanggal 3 Agustus 2017
      Air Terjun Tanggedu - Perjalanan ke lokasi ini cukup jauh namun pemandangan selama diperjalanan sangatlah indah. Air terjun ini berada diantara perbukitan.
      Setelah dari sini kami pun pulang
       
      Tanggal 4 Agustus 2017
      Kami bergerak setelah sholat jum'at. kami menuju pantai walakiri
       
      Tanggal 5 Agustus 2017
      Saat nya mencari oleh-oleh dan berfoto di bukit persaudaraan.
       
      Selama di Sumba banyak tempat yang terlewatkan dan tidak sempat dikunjungi. Di sumba ini terdapat banyak pantai yang bagus yang belum sempat kami kunjungi dan banyak air terjun yang tidak sempat kami kunjungi. serta ada lokasi kincir angina tempat tenaga listrik dengan kincir angin.