Titi Setianingsih

Trip Medan – Samosir – Berastagi 3H2N (10-12 Desember 2016)

24 posts in this topic

Selamat sore JJ’er,,,siapa yang belum pernah dengar kemashuran Danau Toba dan Pulau Samosirnya ? Saya yakin tidak ada, karena tempat ini sudah sangat tenar hingga ke mancanegara. Sebagai wisatawan domestic, tempat ini sudah masuk dalam wishlist, tapi baru di penghujung 2016 akhirnya baru kesampaian mengunjunginya.

Alhamdulillah, dengan matangnya persiapan untuk menuju kesini, yakin akan lancarlah perjalanannya, tentu saja karena dibantu teman2 yang ada di Medan sana. Inilah kelebihannya jika punya banyak teman, kemanapun ada yang menolong.  Jadi kami jalan2 kali ini menggunakan sistem share cost plus bonus berupa free mobil dan penginapan di Berastagi, sehingga pengeluaran total selama 3 hari disana hanya Rp. 800.000,- belum termasuk tiket pesawat PP. Mau tahu cerita selengkapnya kan ? Begini ceritanya kawan….

Hari Pertama, 10 Desember 2016

Kami berangkat dari Jakarta jam 05.00 menggunakan pesawat dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta untuk menuju bandara Kuala Namo Medan. Kurang lebih sampai sana jam 7.15, dan teman saya yang nama panggilannya Uda sudah siap menunggu disana untuk menjemput dan mengantar kami berkeliling di Sumatera Utara.

20161210_072454.jpg

20161210_072743.jpg

IMG_6838.JPG\IMG_6833.JPG

Kali ini kami hanya ber5 : Saya, Nani, Mbak Anisa, Ami dan Mbak Okati,,,

Romance Bay

Saking paginya kami berangkat tentu saja perut sudah keroncongan, mau mencari sarapan pagi sepertinya susah, sudah tengak tengok sepanjang jalan kok tidak ada yang nyantol, akhirnya kami putuskan untuk makan di daerah Perbaungan Serdang Bedagai, sekalian mau singgah ke Romance Bay Pantai Cermin, sebuah pantai yang lagi ngehit. Tempat makannya seperti Warung Padang kalau di Jakarta, penyajiannya juga sama, jadi tidak terlalu special yang penting cukup untuk memenuhi kebutuhan sarapan paginya.

Jalan menuju pantai lumayan rusak dan sempit, tapi petunjuknya sangat mudah, dan disekitar area tersebut banyak terdapat pantai2 yang dikelola oleh masyarakat setempat. Ada beberapa pantai yang ditawarkan penduduk desa tapi tujuan kami tetap menuju Romance Bay. Setelah sampai, ternyata sesuai namanya, pantai tersebut dibuat dengan hiasan2 yang sangat romantic, terdapat kelambu2 warna pink dan bentuk2 love beraneka rupa, cucok buat spot foto2 kami.

IMG_6873.JPG

IMG_6886.JPG

IMG_6883.JPG

IMG_6897.JPG

Tiket masuk wisata ini sebenarnya Rp. 35.000 per orang, tetapi karena kami hanya perlu sebentar maka kami ber6 plus mobil hanya bayar Rp. 100.000,- (Ibu2 kalau tidak menawar tidak puas rasanya).

 

 Dan setelah foto2 sepuasnya kami melanjutkan perjalanan menuju Tebing Tinggi, disana sudah ada yang menunggu, teman KJJI Tebing Tinggi. Kenapa di setiap sudut kota ada saja teman yang mencegatnya ? Karena sebelum berangkat sudah saya umumkan di facebook yang saya tag satu2 teman2 yang lokasinya ada disepanjang perjalanan menuju Danau Toba.

 Restoran India

Berkali-kali teman saya telepon, menanyakan sudah sampai mana kok lama sekali tidak sampai2, ternyata kemacetan jalan bukan hanya milik Jakarta, di Tebing Tinggipun macet panjang, tetapi karena ada kendaraan mogok rupanya, dan hal ini sudah membuat kami gelisah karena perjalanan menuju Danau Toba masih sangatlah panjang. Dan ketika saatnya sampai di Restoran India yang beralamatkan di Jl Ahmad Yani no 46 Tebing Tinggi, tempat meet up kami, sebenernya sudah saatnya makan siang, tapi karena perut masih kenyang maka kami hanya dipesankan juz martabe dan martabak serta roti cane sebagai masakan khas restoran ini. Subhanallah, enak luar biasa, dalam kondisi cuaca yang panas disuguhi juz yang super dingin, cucok aja rasanya.

FB_IMG_1482056458359.jpg

FB_IMG_1482056490477.jpg

FB_IMG_1481386966306.jpg

FB_IMG_1482056417966.jpg

Selagi asyik2nya kami melepas kangen dengan teman kami, Mbak Ayu namanya, datang lagi telepon dari teman yang ada di Siantar, yang katanya hendak mencegak kami di Jl Asahan, olala,,,,,indah sekali persahabatan ini, di-mana ada kawan yang baek,,,,Alhamdulillah.

Akhirnya selepas shalat dzuhurpun kami buru2 meninggalkan Tebing Tinggi untuk menuju Siantar. Oh ya, satu lagi teman kami yang di Tebing Tinggi batal menemui kami karena ada salah satu keluarganya yang meninggal dunia di Pematang Siantar, dan betul rupanya, ketika kami sampai di Siantar terlihat karangan bunga tanda duka cita berjejer di sepanjang jalan.

 Kopi Massa Kok Tong

Sudah kurang lebih jam 15an ketika akhirnya kami sampai di Jalan Asahan, di bilangan Megaland Pematang Siantar, tempat dimana Kedai Kopi Massa Kok Tong berada. Teman kami sudah memesan tempat di ruang yang berAC, sangat oke menurut saya interior ruangannya, serba coklat dan banyak asesories bergaya jadul, teman2 langsung pada foto2 hampir di setiap sudut kedai kopi. Hhhhmmmm pesananpun special kopi dan mie gomak sebagai menu khas disini. Saya sebagai penikmat kopi sudah tahu dari aromanya yang mantap, sangat keras menusuk hidung, pasti nendang ini kopi. Benar deh,,,ajiiibbbb dan lekkeeerrr ini kopi,,,,!!

 Saking gak percaya dengan testimoni pribadi, akhirnya saya googling deh, dan ini beberapa kesaksian dari konsumen kopi massa kok tong :

 “Dari beberapa pilihan kopi Kok Tong, kami berangkat ke Kopi Kok Tong yang berada di Megaland. Lokasinya enak, parkir luas Kebetulan kami berkunjung sekitar jam 8 malam, ternyata masih sangat ramai. Pesan kopi hitam O, dan cemilan yang beraneka rupa. Kopinya cukup keras, buat yang gak biasa ngopi disarankan memilih menu kopi lain. Tempat yang asik buat ngobrol sampai larut...”

 “Sekalinya ke kota Siantar dibawa teman nongkrong di tempat ini. Tempatnya cukup nyaman dan lokasi di tempat strategis. Minumannya banyak pilihan. Demikian juga makanannya bisa bebas memilih. Tersedia juga mie gomak yang mantap rasanya. Bolehlah utk tempat santai”.

IMG_6918.JPG

IMG_6916.JPG

IMG_6928.JPG

IMG_6948.JPG

Benar kan ? Banyak yang suka dengan Kopi Kok Tong, terima kasih kawan sudah culik kami kesini. Untuk mengisi waktu, kamipun poto2 di Kompleks Megaland, sebuah kompleks elit yang punya landscape lumayan. Kebetulan teman kami kenal pada pemilik salah satu Rumah antic disini, jadi alas an untuk bis amasuk kedalam komplek, karena kalau tamu tak diundang tidak diijinkan masuk.

Villa Dorbon Village

Sehabis foto2 kami lanjutkan perjalanan menuju Danau Toba, sempat mau singgah ke vihara terbesar di Asia Tenggara yang lokasinya di Pematang Siantar tapi sesudah sampai TKP langsung diguyur hujan lebat, akhirnya kami urungkan untuk turun, terlebih lagi pintu gerbangnya sudah di tutup, jadi sudah benar2 tidak ada harapan untuk masuk. Sutralaaahhhhhh,,,

Kamipun lanjutkan perjalanan lagi, cukup panjang kali ini perjalanannya, Siantar-Parapat, rasanya badan kami hancur lebur, dari sore sekitar waktu Ashar hingga Maghrib kami baru sampai di Parapat, walau ucapan “Selamat Datang di Objek Wisata Danau Toba” sudah terbaca sejak entah di kota mana, tapi baru kurang lebih 4 jam  kami nyampai. Dan pertama kali yang kami cari tentu tempat penginapan yang sudah kami booking via Traveloka, view yang Nampak tepat di bibir Danau Toba, kami sudah bayangkan keindahannya, tapi,,,,,,lama sekali kami cari penginapan itu akhirnya baru dapat. Jalanpun sempit menuju penginapan, rupanya Pemda setempat belum menyentuh daerah sekitar Long Beach. Iyaa, kami menginap di Villa Dorbon Village di Jl Justin Sirait, Long Beach Ajibata Ujung, Parapat.

20161211_060810.jpg

20161211_063237_001.jpg

Sebenernya villanya baru sekitar 5 bulan dibangun, alat2nya masih baru dan masih bersih, tapi kalau malam ternyata sepi sekali, karena lokasinya ada diujung yang belum sempat tersentuh Pemda. Untuk yang menyukai kesunyian pastinya suka. Walau untuk keluar menuju pusat keramaian di Parapat agak jauh, tapi kami sempatkan keluar villa juga mengingat kami belum makan malam, dan kebetulan lagi ada Festival Danau Toba (semacam pemilihan Abang dan None kalau di Jakarta), jadi jalanan lumayan macet. Kami makan malam sekalian mencari oleh2 khas Parapat.

20161211_055506.jpg

20161211_055713.jpg

20161211_055522.jpg

20161211_055539.jpg

Oleh2 khas Parapat, apa ya yang enak ? Iseng2 kami beli mangga udang, katanya hanya ada di Parapat, mangganya kecil dan kulitnya kuning. Makannya di kupas pakai tangan dan langsung digigit saja daging buahnya. Cukup manis kalau makannya sudah benar2 masak.

Selain mangga udang ada juga kacang kulit jenis kacang garing SIHOBUK, kalau di Jawa Tengah ada yang namnya kacang kletik, dan kalau di Minahasa ada Kacang Kawangkoan,,,begitulah kira2 rasanya. Tapi kacang garing SIHOBUK Cuma ada di Parapat saja, jadi jangan di lewatkan yaaaa….

img1481643382557.jpg

 Selesai makan malam kami kembali ke penginapan dan tiduuurrrrr zzzzzzzz…..

 Hari Kedua, 11 Desember 2016

 Pulau Samosir

Menyeberangi danau Toba dengan menggunakan kapal ferry adalah tujuan utama kami ke Sumatera Utara. Kurang lebih jam 7.00 pagi kami check out dari penginapan untuk kemudian menuju dermaga penyeberangan di Ajibata menuju Tomok. Kami pilih kapal ferry biasa dengan tiket 8.000 per orang, mobil kami numpang parkir di saudaranya pemilik Villa supaya ngrasa aman. Kalu semisal nginapnya di Samosir maka mobil bisa kita bawa nyebrang pakai kapal ferry dengan biaya kurang lebih 110.000,-

20161211_060334.jpg

20161211_071025.jpg

20161211_070931.jpg

IMG_6974.JPG

IMG_7041.JPG

Untuk yang suka mabok kalau naik kapal bisa ambil seat yang di atas, jadi bisa leluasa menikmati alam sekitar dari atas kapal sehingga bisa mengurangi maboknya. Atau bisa di belakang nakhoda juga nyaman karena terbebas dari asap rokok penumpang lainnya. Saya ambil seat di atas supaya bisa foto2 sepuasnya, Cuma sayang agak panas jadi siap2 saja pakai topi lebar untuk menutupi wajah dari sengatan sinar matahari.

IMG_7035.JPG

20161211_082452.jpg

Setibanya di Dermaga Tomok kami langsung mencari sarapan pagi, ada lontong sayur khas Samosir yang menurut teman saya lontong sayur terenak yang pernah dimakannya, entah apa yang membedakannya, tapi dari tampilannya memang kelihatan enak.

IMG_6979.JPG

IMG_6982.JPG

IMG_6986.JPG

Begitu masuk lokasi wisata, yang terlihat duluan deretan toko2 souvenir khas Samosir, apa mau dikata, mata ini semakin hijau saja rasanya, secara gak sengaja akhirnya kami berpencar dan hilang dalam kerumunan orang2/pengunjung lainnya. Iyaaa karena hari libur jadi pengunjung lumayan banyak dan jalan setapak menuju lokasi wisata menjadi terasa sempit.

Patung Si Gale-Gale

Ini patung kayu yang sangat legendaries, dia adalah anak Raja Rahat yang pandai menari, nama lengkapnya Si Raja Manggale, sayang di usia muda meninggal dalam peperangan. Saking sayangnya Sang Raja kepada Putranya, sepeninggal Si Gale2 Sang Raja sakit, kmd dibuatlah patung kayu yang mirip Putranya dan kabarnya bisa menari sendiri, Sang Raja akhirnya bisa sembuh dari sakitnya. Sekarang Si Gale2 menjadi salah satu ikon Pulau Samosir, setiap pengunjung bisa menari bersama Si Gale2 dengan bayar Rp. 80.000 per pertunjukan, biasanya dibuat rombongan, kemudian disertai dengan pembacaan sejarah Si Gale2.  

IMG_6987.JPG

IMG_6995.JPG

IMG_6991.JPG

IMG_6990.JPG

Makam Raja Sidabutar

Habis lihat Si Gale2 kami melanjutkan perjalanan menuju Makam Raja Sidabutar, ada beberapa makam dalam satu komplek pemakaman ini, jika ingin tahu ceritanya maka masuklah ke komplek makam dan ikut duduk mendengarkan guide local menceritakan sejarah Raja Sidabutar. Raja Sidabutar adalah orang pertama yang menginjakkan kakinya di Pulau Samosir maka akhirnya beliaulah yang menjadi raja disini. Makamnya terbuat dari batu yang dipahat tanpa sambungan, makanya disebut juga sebagai peninggalan jaman Megalitikum.

IMG_7011.JPG

IMG_7013.JPG

IMG_7016.JPG

Untuk masuk kesini kami dipakiakan kain ulos, kemudian duduk di balai2 dan dengan khidmat menyimak penuturan guide local. Jika ingin meninggalkan acara ini bisa melalui pintu keluar, kemudian menyerahkan kain ulos yang kita pakai dan menaruh uang seikhlasnya ke kotak.

Museum Batak

Museum batak memiliki berbagai macam koleksi yang berkaitan dengan tanah Batak. Di tempat ini terdapat berbagai jenis kain ulos dengan fungsi pemakaian yang berbeda serta pakaian adat Batak, patung-patung yang terbuat dari kayu, pedang, berbagai macam peralatan pertanian, peralatan rumah tangga yang merupakan koleksi peninggalan Batak kuno, naskah kuno, gondang Batak, dan koleksi lainnya.

IMG_7020.JPG

IMG_7032.JPG

Berfoto-foto disini dengan latar belakang Rumah adat batak menjadi kepuasan tersendiri bagi kami. Tidak ada biaya tiket masuk untuk mengunjungi museum ini. Tapi pengunjung bisa mengisi kotak seikhlasnya.

Sehabis dari sini kami buru2 menyeberang lagi menuju Dermaga Ajibata untuk melanjutkan perjalanan menuju Berastagi. Jalur Simarjarunjung yang kami ambil, supaya bisa melihat Danau Toba dari sisi yang lain.

Gardu Pandang Simarjarunjung

Siapa sangka kalau pada akhirnya kami bisa mengelilingi Danau Toba yang termashur ini, berangkat lewat Pematang Siantar dan pulang lewat Simarjarunjung. Sepanjang perjalanan tampak Danau Toba disisi sebelah kiri jalan. Cuaca cerah siang itu menambah cantiknya Danau Toba, kaki rasa2nya mau turun saja untuk ambil foto, tapi teman kami bilang nanti saja ambil foto2nya di Gardu Pandang Simarjarunjung. Dan sementara kami hanya bisa menikmati dari kaca mobil pemandangan kiri kanan jalan yang aduhai, sebelah kanan perkebunan kopi dan sebelah kiri danau Toba. Sementara juga jalan di depan kami ber-kelok2, Nampak ada serombongan orang bersepeda tengah susah payah menaiki bukit.

IMG_7043.JPG

IMG_7046.JPG

IMG_7048.JPG

Lumayan lama kami berkendara hingga akhirnya ketemulah gardu pandang yang kami cari, kami lalu berhamburan menepi dan ambil handphone masing2 untuk mengabadikan Danau Toba dari ketinggian. Rupanya disini lagi ada event sepeda santai, Nampak masih ada air mineral dan buah2an teronggok di meja Panitia, dan rejeki mommy shaleh hingga kamipun ikut menikmati buah2an itu. Tak cukup sebuah 2 buah untuk dinikmati di tempat, kamipun angkut itu buah2an ke mobil,,,,olala

Okey,,,kami lanjutkan perjalanan lagi, masih ada destinasi yang menarik, namun karena lapar menghadang, akhirnya kamipun singgah di rest area yang pertama kami dapati.

Bar & Restorant Siantar Hotel Simarjarunjung

Ada makanan special disini, yaitu pisang goreng dipadu dengan wedang jahe, nikmatnya terasa ketika perut setengah lapar dan dalam suasana hawa dingin di puncak Simarjarunjung. Tempatnya siy biasa saja, mungkin karena bangunan sudah lama dan kurang terawat jadi Nampak kurang bersih. Tapi disinilah satu2nya rest area yang luas dan mungkin orang juga tahunya disini jika hendak beristirahat untuk makan dan minum. Ditambah nikmat lagi karena bisa sambil menikmati indahnya danau Toba, sehingga rasa pisangpun berubah entah menjadi rasa apa yang jelas makan 2 potong juga masih kurang. Harga secangkir jahe panas dan pisang goreng Rp. 20.000,-

Sebenarnya kami belum makan siang, tapi rasanya tidak mau menghabiskan waktu lama2 dijalan, mengingat perjalanan masih lumayan jauh, khawatir destinasi yang sudah direncanakan tidak terkejar.

IMG_7058.JPG

IMG_7056.JPG

IMG_7057.JPG

Sepanjang jalan kamipun ber-nyanyi2 supaya tidak terasa capainya, dan sambil menemani teman yang bawa kendaraan, kasihan kalau hanya dia yang menahan kantuk dan capai. Hati hampir tergoda ketika kami melewati kebun jeruk di Berastagi, pembeli jeruk bisa petik sendiri, jadi macam agrowisata, tapi kamipun tahan godaan, kami tidak turun, kami cukup menikmati pemandangan perbukitan di kanan kiri jalan yang menghijau.

Si Piso-Piso

Air terjun Sipiso-Piso berada di Desa Tongging Kecamatan Merek Kabupaten Karo Sumatera Utara. Papan petunjuk jalannya sangat mudah dicari, dan lokasi air terjun dari jalan tidak jauh, bahkan ketika mobil kita diparkirpun kita sudah bisa melihat keindahan air terjun. Lokasinya sudah bagus, tersedia jalan setapak menuju air terjun. Posisi air terjun ada di lembah, jadi kita kudu menuruni jalan setapak itu hingga ke bawah sekali, bisa dibayangkan berapa jarak ke bawahnya jika tinggi air terjunnya saja kurang lebih 120 meter ? Itulah sebabnya maka kami tidak lakukan itu, kami hanya menikmati dari atas. Dan inipun sudah puas kok, kita bisa menikmati air terjun sekaligus Danau Toba. Jadi berapa luas Danau Toba sebenernya ? Kok di-mana2 masih bisa melihat Danau Toba ?

20161211_144913.jpg

IMG_7060.JPG

IMG_7063.JPG

IMG_7074.JPG

IMG_7088.JPG

IMG_7080.JPG

Rumah Adat Karo

Hampir maghrib ketika kami sampai di Desa Lingga, ini merupakan desa budaya, masih masuk wilayah Kabupaten Karo Sumatera Utara. Kabarnya Rumah adat ini sudah berumur ratusan tahun tapi sampai sekarang masih kokoh berdiri. Bentuknya Rumah panggung, di ruangan dalam tidak ada sekat, atapnya terbuat dari ijuk dan ujung atap paling atas terdapat hiasan tanduk kerbau. Satu Rumah dihuni oleh beberapa keluarga, inilah adat yang turun temurun hingga sekarang.

Ada 2 rumah disini yaitu Rumah Gerga dan Rumah Belang Ayo yang tersisa, unik sekali bentuk rumahnya, dan yang bikin kami geleng2 kepala, Rumah ini dibangun tanpa paku tapi kuatnya luar biasa.

IMG_7105.JPG

IMG_7090.JPG

IMG_7099.JPG

Kesini gratis, tapi jika tidak keberatan bisa kasih tips kepada orang yang tinggal disitu. Jalan menuju Desa Lingga mudah dicari, kalau sudah di perempatan Tugu Kol (bentuknya seperti sayuran kol) belok kiri jika dari arah Siantar, kemudian ikuti papan petunjuk jalannya, tidak sampai 1 jam nanti akan sampai ke Desa Lingga.

Untuk mengetahui benda2 peninggalan Adat Karo bisa dilihat di Museum Karo Lingga yang letaknya ada di luar desa ini. Museum ini menyimpan 206 koleksi seperti peralatan dapur, topeng, kain, alat musik, alat berburu, alat pertanian, mata uang, dan berbagai benda bersejarah lainnya.

Hari Ketiga, 12 Desember 2016.

Berastagi ternyata dingin luar biasa, dan saya tidak membawa baju tebal, bisa dibayangkan apa yang terjadi ? Kedinginan,,,,

Kami menginap di Hotel Rudang di Jl. Djamin Ginting No. 15, Berastagi. Kebetulan salah satu teman kami punya teman di hotel ini, jadi kami dapat 2 kamar free, Alhamdulillah.

IMG_7120.JPG

IMG_7121.JPG

IMG_7126.JPG

Hotel tempat kami menginap berhadapan dengan Hotel Kubu, yang pernah menjadi tempat pengasingan Bung Karno, bangunannya masih asli, sangat asri dan bagus buat hunting foto. Sebelum melanjutkan perjalanan menuju Medan, kami sempatkan foto2 di sekitar hotel.

Taman Alam Lumbini

Disini berdiri kokoh Pagoda bernuansa sebagai tempat ibadah umat Budha, bentuknya menyerupai Pagoda Shwedagon di Myanmar. Jadi berada disini serasa berada di Myanmar, alamatnya ada di Barus Jahe, Brastagi, Dolat Rayat, Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Kalau dari hotel Rudang kita belok kanan, dan tidak berapa lama akan sampai setelah melewati Tempat Pengungsian.

Masuk kesini gratis, dan dibukanya jam 09.00 pagi, kami kepagian ketika itu jadi sempat menunggu beberapa menit, hamper saja kami meninggalkan tempat ini, untungnya teman2 pada sabar. Antrian cukup panjang karena disamping sebagai tempat ibadah juga dibuka untuk umum, jadi yang Non Budhistpun berwisata kesini.

Jika hari libur seperti ini biasanya ada ibadah, sehingga pengunjung yang Non Budhist dilarang masuk ke dalam, jadi kami hanya bisa ber-foto2 diluarnya saja dan menikmati hutan tropis yang ada di samping Pagoda. Berbagai macam jenis pepohonan ada di hutan ini.

Jika dituruti bisa ber-lama2 disini karena hutannya sangat sejuk dan hijau, tapi mengingat hari ini harus ke Jakarta maka kami buru2 tinggalkan tempat ini untuk menuju Medan.

IMG_7130.JPG

IMG_7141.JPG

IMG_7184.JPG

IMG_7152.JPG

Gereja Santa Maria Annai Velangkani

Begitu masuk Medan, kami janjian dengan teman yang tinggal di Medan untuk menjadi “guide” kami.

Penasaran sama gereja yang bangunannya mirip2 kuil India, kamipun cari dimana lokasinya, dan yang orang Medanpun bingung karena belum pernah tahu apalagi lihat gereja itu. Jadi dengan modal tanya2 akhirnya kami sampai juga, sangat mudah sebenernya dicari, sayangnya pas berangkat papan petunjuk jalannya tertutup daun2an di jalanan jadi gak sempat terlihat dan kami kebablasan. Tapi begitu putar balik langsung ketemu, alamat lengkapnya ada di Jalan Sakura III No. 7-10, Perumahan Taman Sakura Indah, Tanjung Selamat, Medan.

IMG_7201.JPG

IMG_7216.JPG

IMG_7205.JPG

IMG_7208.JPG

Graha Santa Maria Annai Velangkanni tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah namun juga menjadi tempat ziarah bagi umat Katolik. Tak heran jika gereja ini begitu ramai dikunjungi para peziarah. Selain itu tempat ini juga diramaikan oleh kehadiran wisatawan yang tertarik dengan arsitekturnya yang. Desain bangunan mengambil gaya arsitektur Indo-Mogul yang begitu indah dan megah.

Disini terdapat juga sejumlah taman yang semakin memperindah pemandangan di sekitar Graha Santa Maria Annai Velangkanni.

Penangkaran Buaya Asam Kumbang

Lokasinya searah dengan Gereja Graha Santa Maria Annai Velangkanni dengan alamat lengkap di Jl.Bunga Raya II No. 59  Sunggal , Kecamatan Medan Selayang  Kota Medan, Sumatera Utara

HTM 8.000 cukup murah, nyaman, unik, dan menarik. Dan ternyata tempat ini sudah ada sejak tahun 50an, jadi yang mengelola itu turun menurun. Selain ribuan koleksi buaya dari semua umur, penangkaran buaya ini memiliki koleksi hewan seperti kura-kura, ular dan beberapa hewan lainnya.

IMG_7188.JPG

IMG_7189.JPG

IMG_7191.JPG

IMG_7192.JPG

Buaya2nya ditempatkan di dalam kolam-kolam serta dalam danau buatan jadi aman bagi pengunjung, tapi tetap harus waspada karena bagaimanapun buaya adalah jenis binatang buas.

Akses menuju ke penangkaran buaya Asam Kumbang cukup mudah dan dapat dilalui oleh semua alat transportasi seperti angkot, becak maupun sepeda motor dan mobil.

Restoran Tip Top

Ternyata Medan macet juga, begitu ter-buru2nya ketika kami hendak menuju restoran legendaries Tip Top untuk makan siang dan ketemu teman yang lainnya di Medan, tetapi kondisi jalanan yang crowded memaksa kami untuk bersabar. Dan alhamdulillah berhubung yang bawa mobil orang Medan maka kamipun punya jalan alternative untuk menembus kemacetan itu.

Tak berapa lama kamipun sampailah ke Restoran Tip Top di kawasan Kesawan, Jalan Ahmad Yani, Medan. Restoran ini konsisten pada dekorasi tempat konsep kuno dan proses pemasakan menu makanannya juga masih menggunakan tungku kayu bakar sejak tahun 1930-an. 

IMG-20161212-WA0051.jpg

IMG-20161202-WA0057.jpg

IMG-20161212-WA0044.jpeg

IMG-20161212-WA0049.jpg

Yang paling banyak dicari adalah es krimnya yang dengan cita rasa tempo dulu menggunakan resep nenek moyang tapi masih bisa masuk ke lidah orang sekarang. Dari teksturnya siy terlihat sama dengan es krim kebanyakan, tapi rasanya yang beda, seperti es krim Ragusanya Jakarta.

Makanan berat yang tersedia kebanyakan Chinese Food, kamipun pilih2 yang tidak terlalu berat seperti I fu Mie dan sebangsanya. Sepertinya yang dicari hanya sensasinya, yang tak mau ketinggalan dengan turis2 lainnya.

Turis-turis manca negara khususnya warga negara asing dari Belanda paling menggemari tempat ini karena dekorasi interior Belanda yang banyak dipajang. Setelah teman kami yang ditunggu sudah datang, kamipun bergegas meninggalkan tempat ini dan menuju tempat lainnya.

Istana Maimun

Istana Maimun adalah istana  Kesultanan Deli yang merupakan salah satu ikon kota Medan juga, terletak di Jalan Brigadir Jenderal Katamso, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan Maimun.

Desainnya Italia, pada sisi depan terdapat bangunan Masjid Al-Mashun atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Raya Medan. Istana Maimun menjadi tujuan wisata bukan hanya karena usianya yang tua, namun juga desain interiornya yang unik, sayangnya kami tidak ber-lama2 disini, kami hanya foto2 di bagian luarnya saja, disamping karena sudah pernah kesini juga karena waktu terus mengejarnya.

IMG_7218.JPG

IMG_7221.JPG

IMG_7225.JPG

Durian Sibolang

Belum ke Medan rasanya kalau belum makan durian Ucok, dan lucunya, ada teman kami yang gak doyan makan durianpun kepeingin ke Durian Ucok saking penasarannya. Tapi karena waktu sudah mepet akhirnya kami pilih ke Durian Sibolang yang ada di Jalan Iskandar Muda No. 75 C-D Medan. Apalagi dengan adanya slogan makan sepuasnya hanya Rp. 40.000,- ? Siapa yang gak tergiur,,,,begitulah, walau perut masih kenyang akhirnya kami hanya mencicipi sedikit, gak bisa menikmati durian sepuasnya spt kata slogan tadi.

IMG_7227.JPG

IMG_7233.JPG

IMG_7240.JPG

Disini juga tersedia pancake durian. Harga masih standard, karena kalau makan durian disini dijamin duriannya bagus jadi gak perlu khawatir akan kecewa. Beda kalau di jalan2 di Jawa, biar sudah dicicipi tetap saja ada yang jelek kalau sudah dibuka, dan kita gak bisa tukar kalau sudah dibelah. Di Durian Sibolang yang dibuka pasti yang enak dan baik, ini bedanya.

Pusat Oleh2 Khas Medan

Waktu bagai angin topan, melesat begitu kencangnya, detik2 terakhir di Medan bikin deg2an, rasanya belum puas menikmati Medan hanya 3 hari. Saatnya kami ke took oleh2 khas Medan, bika Ambon, Bolu Meranti, kopi Sidikalang menjadi perhatian kami. Tak banyak yang kami bawa, tapi yang dirumah pasti menunggu oleh2. Toko Zulaikha Jl. Mojopahit, Petisah Tengah, Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara menjadi sasaran kami…

IMG_7241.JPG

Harga Bika Ambon kecil per kotak sekitar 55.000 – 65.000 tergantung rasanya, ada rasa original, pandan, mocca, keju dan durian.

Harga Bolu gulung juga beraneka rupa antara 95.000 – 100.000 dengan variasi rasa
Keju, Strawberry, Nanas, Mocca,Blueberry,Kacang,Capucino dan special paduan beberapa rasa.

Harga lapis legitnya antara 65.000 – 85.000

Menuju Bandara Kualanamo by kereta

Ke Jakarta kami kan kembali,,,,,,dengan menggunakan kereta cepat kami menuju bandara Kuala Namo, ketika kami nyampai stasiun kereta, waktu keberangkatan kereta tinggal 3 menit lagi, jadi kami setengah berlari meninggalkan teman2 kami dari Medan,,,maafkan kami yaaaa kawans,,,kebaikanmu tak kan pernah kulupakan. Dan jangan bosan2 kalau suatu saat kami akan kembali lagi ke Medan. Terima kasih DaMan, Mbak Anisa, Mbak Ayu, Eda Tetty Ambarita, Mbak Rifa,,,kalian baik semuanya, berkat kalian maka acara jalan2 kita lancar,,,,!!

IMG_7246.JPG

 

Salam Jalan2 Indonesia…!!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IMG_7127.JPG

Share this post


Link to post
Share on other sites
43 minutes ago, Dhistiraz said:

wah udah main2 ke danau toba ya bu @Titi Setianingsih, kapan-kapan kalo ke medan lagi kontek-kontek anak regional medan bu Titi, biar kita tunjuki sekeliling medan bu..:foto2

 

belum ada yg kenal mas Dhistiraz jd diam2 aja niihhhhh,,,kapan2 lagi deh kalau ke Medan sesi 2 yya...thanks sebelumnya

Share this post


Link to post
Share on other sites
15 minutes ago, kyosash said:

wah begitu sampai bandara udah eksis aja :senyum , sepertinya asyik tuh suasana di Taman Alam Lumbini, btw nice share :salut 

Iyaa mas Kyo...di hutan tropisnya enak, sejukk dan adem deeh...sebelumnya saya pernah kesini dan boleh masuk...jd lbh banyak koleksi foto2nya mas Kyo....

Thanks yaà...

Share this post


Link to post
Share on other sites
12 hours ago, Titi Setianingsih said:

Sudah kurang lebih jam 15an ketika akhirnya kami sampai di Jalan Asahan, di bilangan Megaland Pematang Siantar, tempat dimana Kedai Kopi Massa Kok Tong berada.

Rumah saya di Jalan Asahan (Sangnawaluh) :kesengsem

Trip nya banyak, yang saya belum pada pernah juga ada HAHAHA... Ketje lah rombongan ibu memang :D 

12 hours ago, Titi Setianingsih said:

Makanan berat yang tersedia kebanyakan Chinese Food, kamipun pilih2 yang tidak terlalu berat seperti I fu Mie dan sebangsanya. Sepertinya yang dicari hanya sensasinya, yang tak mau ketinggalan dengan turis2 lainnya.

Setuju :lol: Cuma karna rame aja gitu sensasinya yang di cari, mirip kayak ragusa. Cuma yang Tip Top lebih sopan owner/pelayannya wkwkwkwk

12 hours ago, Titi Setianingsih said:

Durian Sibolang

Belum ke Medan rasanya kalau belum makan durian Ucok, dan lucunya, ada teman kami yang gak doyan makan durianpun kepeingin ke Durian Ucok saking penasarannya. Tapi karena waktu sudah mepet akhirnya kami pilih ke Durian Sibolang yang ada di Jalan Iskandar Muda No. 75 C-D Medan. Apalagi dengan adanya slogan makan sepuasnya hanya Rp. 40.000,- ? Siapa yang gak tergiur,,,,begitulah, walau perut masih kenyang akhirnya kami hanya mencicipi sedikit, gak bisa menikmati durian sepuasnya spt kata slogan tadi.

Walah, ada yang all you can eat yah, baru tau wkwkwkwkwk

Share this post


Link to post
Share on other sites

@HarrisWang

walah,,,coba kalau pas mas Harris mudik,,kan bisa ketemu ya ?

kalau Ragusa galak ya mas Harris wwkkkk ??????

sekarang di Si Bolang ada lagi promonya, tp 49.000 mas Harris, dan diperpanjang sampai akhir Pebruari,,,mudik giiih buruaaaan:hiking

Iyaahhh emang RM pinginnya jalan2 yang kekinian, yang masih langka, biar itinnya bisa dipakai orang lain. Tahu gak mas Harris, itinku yg ke Kebumen diminta sama TL untuk dijual,,,,apakah aq minta komisi ? Ya tidaaakkkkk,,,malah senang kalau kampungqu jd ramai,,,:kesengsem

Share this post


Link to post
Share on other sites
6 hours ago, Titi Setianingsih said:

@HarrisWang

walah,,,coba kalau pas mas Harris mudik,,kan bisa ketemu ya ?

kalau Ragusa galak ya mas Harris wwkkkk ??????

sekarang di Si Bolang ada lagi promonya, tp 49.000 mas Harris, dan diperpanjang sampai akhir Pebruari,,,mudik giiih buruaaaan:hiking

Iyaahhh emang RM pinginnya jalan2 yang kekinian, yang masih langka, biar itinnya bisa dipakai orang lain. Tahu gak mas Harris, itinku yg ke Kebumen diminta sama TL untuk dijual,,,,apakah aq minta komisi ? Ya tidaaakkkkk,,,malah senang kalau kampungqu jd ramai,,,:kesengsem

Iya, si nci nya galak bu hahahaha... Udah ga minat lagi kesana, so so juga sih, cuma karna sensasinya doang wkwkwkwk...

Duuh, cuma sampe February yah, duuh, akhir bulan ke Jepang, ga kekejar buat mudik hahahahaha.

Wahhhh... keren. Iya bu, ikutan senang kalau kampung kita jadi ramean yah, sedikit banyak membantu warga disana. Duuh, sama nih pemikirannya :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On Friday, February 03, 2017 at 3:21 PM, Titi Setianingsih said:

Sayangnya kita belum kenal, jadi gak janjian kemarin ya mbak ? Semoga next time bisa ketemu yaaaaa

Salam kenal bu.... sy di jakarta Bu cuma asli medan. Hehehe 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 7/2/2017 at 7:17 AM, deffa said:

wah ke berastagi bu @Titi Setianingsih ama bu handajani nani 

saya belum pernah neh, tapi kalau samosir nya udah heheh

villa nya asik juga tuh dapat harga berapa bu? 

Iyaa kami cuma ber5 mas Deffa, tp di sepanjang jalan ketemu tmn2 ber-ganti2an,,,kalau jalan jauh susah cari massa banyak,,,

hotelnya diharga 350.000an mas Deffa,,,lumayan bersih dan lagi dibangun kolam renang, nanti bakal tambah asyik kalau nginap disini

On 7/2/2017 at 7:57 AM, Rawoniste said:

Pantai nya cantiiiik @Titi Setianingsih, seperti nya ada properties yg kurang ,  payung raimbow nya kma ? :senyum

hahahhaha tks atas atensinya kepada RM mas,,,,payung dibawa tp lupa dikeluarin, tp sudah ada gantinya kan, bantal dan boneka RM,,,xixixixi

20161211_055506.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites
7 minutes ago, Titi Setianingsih said:

Iyaa kami cuma ber5 mas Deffa, tp di sepanjang jalan ketemu tmn2 ber-ganti2an,,,kalau jalan jauh susah cari massa banyak,,,

hotelnya diharga 350.000an mas Deffa,,,lumayan bersih dan lagi dibangun kolam renang, nanti bakal tambah asyik kalau nginap disini

350 ribu per kamar atau 1 villa itu bu @Titi Setianingsih

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By Awen
      Menjejakkan kaki di kaki Pengunungan Himalaya (Annapurna Base Camp 4130)
      “NAMASTE” Nepal 13-26 Jun 2018 
      Ini bukanlah mimpi tapi kenyataan buat seorang yang bukan pendaki dan bukan trekker. Bulan Juni bukanlah waktu terbaik untuk trekking karena sudah masuk di musim hujan. karena kami adalah kuli dan untuk cuti panjang sangat susah akhirnya memutuskan di Libur Lebaran  yang pastinya harga tiket lebih mahal. Jauh hari sudah cari tiket semua di otakatik mana yang kasih promo dan termurah, sebenarnya paling murah naik Malindo tapi karena ingin terbang di waktu hari masih terang akhirnya memutuskan menggunakan AA dan sampai beli kursi dekat jendela demi keinginan melihat jajaran Himalaya dari langit apa daya ternyata yang ada kabut.
       Rencana awal Routenya : Phokara ke Hille by Jeep -  baru start trekking menuju ke Poon hill lanjut ke ABC. di tengah jalan kami memutuskan ke ABC saja dan sisa hari akan kami gunakan keliling  kota  Phokara dan Khatmandu.
      13 Jun : Jakarta - Kualalumpur
      14 Jun : Kualalumpur – Khatmandu
       tiba di airport langsung menuju mesin  VOA, sangat mudah dan ada juga petugas yang memandu, kalau mau tukar uang jangan di dalam bandara karena ada biaya potongan atau tukar sedikit saja nanti kekurangannnya bisa tukar di tamel. Selesai Imigrasi langsung keluar cari taxi  menuju NTB (Nepal Tourism Board) urus ACAP dan TIMS selesai semua dari NTB jalan kaki sampai Thamel itung-itung  latihan, dan ternyata kota ini berdebu bangat,  mencari tempat makan jadi rada susah. sampai di hostel check in langsung keluar cari Pole dan liat2 sekitar Thamel.
      15 Jun : Khatmandu ke Phokara,
      naik bus brangkatnya jam 7 pagi,  mangkalnya di Jl.Kantipath  Persis di depan Yellow Pagoda Hotel, busnya banyak tinggal milih mau naik yg mana, tiba Phokara sekitar pukul 15:00, dari terminal bus jaki lagi menuju Hotel Diplomat check in dan ngobrol-ngobrol dengan pemiliknya atas saran bapaknya  kami merobah Route yang awal nya ke Poonhill menjadi Ke ABC Dan kami memesan Jeep di Hotel sampai ke Kimche dan diingatknan pagi  jam 6:00  sudah harus siap.
      16 Jun : Pagi Jam 6:00 Jeep sudah nongol depan hotel
      Perjalanan di mulai dari jalan lurus, lama2 meliuk-liuk  Sopir Jeep nya  baik awalnya kita ke Kimche tapi disaranin sama Pak Sopirnya sampai ke  Ke pemberhentian terakhir Jeep itu di MOTKIU dekat new bridge. Berhenti dulu di Birethanti TIMS Check Post & ACAP Check Post, lapor diri sah di catat tanggal masuknya  dan benar benar serius menanganinya. Ajung jempol. lanjut lagi naik Jeep kurang lebih 1,5 jam an dengan jalanan yang cukup menantang, ngeri ngeri sedap kata orang Medan Sopir disini wajib ahli dan lihai,  melebihi supir medan :-) . Tiba di MOTKIU @ 10:00 disini jeep banyak mangkal yang menunggu trekker yg sudah turun dan menuju ke Phokara, auranya makin semangat  ranselnya mulai Di gendong saking semangatnya 10kg kagak berasa wkwkwkwk.  target hari ini sampai Chomrong  ternyata lewat sampai Sinuwa.  Tangga-tangga yang mematikan itu terlewati sudah di temani hujan.
       Trekking berawal dari sini:       Motkiu - New Bridge - Jhinu - Chomrong - Sinuwa -------> Nginap
      17 Jun : Sinuwa – Bamboo - Dovan - Himalaya --------> Nginap
      Tiba di Himalaya di sambut hujan deras juga, pesan makan bersih2,   Naik ketempat tidur ritual pakai alat2 anti dingin dan minyak, conterpain Hari masih sore udah    sembunyi di bawah selimut. Makin malam mulai terasa keanehan, Kami tidak bisa memejamkan mata, adanya jadi stress sendiri, jadinya ngobrol dan Mencoba mengingat perjalanan satu hari ini ternyata kami waktu makan siang di Bambo. Minum black tea 1 pot bisa jadi mungkin karena itu atau gejala AMS yg hinggap.      
      18 Jun : Himalaya - Deurali - MBC -------> Nginap
      Untuk mengurangi beban barang2  yg tidak diperlukan ke atas kami titipkan di penginapan,  Deurali setengah perjalanan saya mulai mengalami mual, mencoba mengatur nafas dan  Mengalihkan rasa sakitnya dengan menghitung langkah 1, 2 , 3,…. Sampai akhirnya   Lihat tulisan MBC dan disini saya mengeluarkan air mata, bahagia liat plang tapi mualnya mulai nga karuan, mau mencapai plang itu liat ke atas masih banyak tangganya, teman jalan ku dah di atas sambil teriak nyemangati,  mulai menapaki tangganya tanpa liat kiri dan kanan akhirnya nyampe, sesat rasa sakit hilang karena rasa bahagia campur aduk hahaha, Sebenarnya masih cukup waktu untuk lanjut ke ABC tapi dengan pertimbangan rasa mual dan nafsu makan yg sudah mulai ngaco dan cuaca mulai mendung kami putuskan nginap di MBC. Sore hari pas jam makan pada teriak liat ada Sunset semua kabur ke luar pada cari kamera dari sini keliatan bias sinarnya hanya di ujung saja dan di rekam di otak. Yang stay di ABC pasti melihat dan menikmati keindahannya secara sempurna.
      19 Jun : MBC - ABC - MBC -  Deurali - Himalaya -----> Nginap
       Jam 3 pagi sudah bangun sarapan Sop Garlic dan Ginger tea untuk stamina Atas saran dari quide nya opung doli dan opung boru dari Korea, dan menolong kami penunjuk jalan awal di pagi subuh menuju ABC kurang lebih 2 jam an Pagi yang dingin  rasanya jari ku dah beku lupa bawa sarung tangan mmm rasakanlah jariku menderita. Akhirnya Liat Papan “Namaste Annapurna Base Camp 4130” –  teriak bahagia kegirangan dan berhasillllllll, Beberapa jam jalan keliling dan menikmati area Annapurna Base Camp baru turun lagi  ke MBC dengan  mual  nga hilang, akhirnya mabok…..Tiba di MBC rapi2 dan makan siang terus melanjutkan perjalanan  Rencana target sampai Dovan tapi akhirnya nginap Himalaya. Disini kami ramai karena bareng turun dengan teman teman  sebangsa dan setanah air  Indonesia yang ktemu di atas sambil ngobrol dengan cerita seru dan kocak kami semua  nginap di Himalaya
      20 Jun : Himalaya - Dovan - Bamboo - Chomrong ----------> nginap
      Setiap pagi selalu semangat energi masih penuh turunnya pengen lari-lari, Beban berkurang karena kita sewa porter 1 hari sampai Chomrong jadi jalannya lebih cepat          
      21 Jun : Chomrong - Jhinu - New Bridge - Motkiu - Phokara.
      Horeee jeepnya dah kliatan kita salaman semua dah sampai di Motkiu hahaha, makan siang lanjut naik jeep dan Lapor diri bahwa kita sudah keluar. Perjalanan trekking usai dengan bahagia dan selamat. Selama di perjalanan. Banyak ktemu orang dari berbagai  negara yg naik dan turun walaupun musim hujan, yg semuanya setiap berpapasan selalu saling sapa "Namaste" dan menyemangati.
      * Jadi berapa  lama kah waktu di butuhkan ke ABC ?
         Tergantung kecepatam jalan, stamina, cuaca,
      * kami 6 hari naik dan turun, sebelum sore dah berhenti karena takut kabut dan hujan
      Persiapannnya:
       -  Asuransi sangat penting buat jaga2 halhal yg tidak diinginkan.
          Kemarin disana ada dari Indonesia kena AMS tingkat serius dijemput Heli di Deurali untungnya pake asuransi klo nga? Sipastikan mihillll
       -  Obat-obatan, P3K minyak telon, kayu putih, conterpain, sun protection
       - Jacket anti dingin, anti hujan, anti badai sampai ber layer
       - Sepatu trekking, kaos kaki, sarung tangan, kupluk, buff, masker, Pole, Senter
       - Baju gunakan yg ringan gampang kering, kalau nga mau belang2  dan kulit gosong pakailah lengan panjang
      - HP, camera, klo nga nampang ntar dibilang hoax hehehe
      - makanan ringan mengganjal perut menambah energi, permen,
         Biayanya :
      - VOA usd 25 untuk 15 hari
      - TIMS 2000 / ACAP dah naik Jadi 2300
      - Bus Khatmandu - Phokara 700 / Phokara - Khatmandu 600
      - Jeep 2000 Return
      - Biaya makan dan penginapan  semakin naik semakin mahal , Lewat chomrong semua berbayar air panas buat mandi, wifi, air minum,  Yg berhubungan dengan charger an      Tidak menjual air mineral yg sdh dikemas, jadi bawa lah botol minum   di atas bisa diisi 1 ltr sekitar 100-110, airnya sejuk dan nikmat. Biaya makan dan nginap  selama 6         hari : 15,030 untuk 2 orang  Klo nginap di ABC akan lebih mahal lagi dan disana tidak  diperkenankan  untuk charger Hp, Camera, powerbank dll
      - Biaya porter kemarin dari Himalaya ke Chomrong Ransel 2000 / untuk 2 orang
      22 - 26  Juni kami keliling Phokara, Bhaktapur dan Khatmandu
       
       
       
       

       


       
                         
       
       
        
    • By Ahook_
      Tanggal 9 Juni 2018.
      Trip Canada dimulai dari penerbangan Jakarta - Singapore, kemudian lanjut ke Xiamen dan berakhir di Vancouver. Bisa baca juga, butuh visa transit Cina jika lewat Xiamen. Perjalanan yang melelahkan. Belum lagi, setelah landed di Vancouver, harus ngemper semalam dulu di bandara untuk melanjutkan penerbangan ke Calgary besok paginya. Karena tujuan utama dari awal perjalanan ini adalah Waterton, terus harus melakukan perjalanan darat sekitar 3 jam. Jika ditotal, 48 jam deh, aku baru benar- benar tiba di tujuan.
      Oh ya, jika mau tukar uang Canada Dollar, lebih baik tukar dari Indonesia. Atau bayar pakai kartu kredit saja. Jangan pernah tukar di airport, rate macam leher kerasa digorok.

       
      Sekitar 2 minggu pertama di Canada, kami sewa mobil untuk mengitari Alberta sampai British Columbia. Kami itu bertiga, salah satunya, skydworld, satunya lagi, Henny. Pakai jasa rental mobil Avis. Ada GPS dalam mobil, jadi gampang banget mau kemana- mana. Hasil dari GPS selama pemakaian, akurat kok.  Overall sih okey. Setir di Canada itu gampang- gamapang susah sih. Setirnya ada disebelah kiri, dan aku pertama kalinya setir mobil dengan posisi setir sebelah kiri. Awalnya sih gugup dan gagok. Lama - kelamaan juga jadi biasa. Pastikan saja, mobil selalu berada dijalur sebelah kanan. Total harga sewa mobil sekitar 8 juta, sudah termasuk GPS dan asuransi. Sedangkan sepanjang perjalanan, bensin habis sekitar 3 juta.

      Setelah proses administrasi beres dan mobil sudah ditangan, kami langsung berangkat ke Waterton. Sepanjang perjalanan, menurutku agak menoton. Lansung saja, aku bandingkan dengan New Zealand, rasanya jauh lebih indah dan bagus, terutama dibagian Selatan New Zealand. Baru kerasa alamnya ketika sekitar 1 jam sebelum sampai Waterton. 
      Waterton.
      Begitu checked in, hal pertama yang dilakukan adalah tidur dan tidur sepuasnya. Tidur sampai besok pagi. Belum lagi, harus adaptasi perbedaan waktu antara Canada dengan Indonesia. Lelah. Fisik sempat drop tidak karuan selama 3 hari. Kecapekan. 

      Waterton itu termasuk National Park. Jadi berbayar. Kemaren itu kami bayar 31,2 CND untuk 2 orang dan 2 hari. Ada baiknya beli annual pass, karena bisa dipakai di seluruh National Park yang ada di Canada. Informasi ini kami peroleh dari Chris, seorang teman yang baik nan cantik, tapi setelah berada di Calgary. Kan, ketemunya sama Chris baru di Calgary.

      Waterton Lake view.
      Selama di Waterton, ya aku main- main disekitaran saja. Menikmati sungai di belakang hotel, menikmati air terjun mini, paling jauh, ya ke perbatasan US. Dan yang paling okey adalah main ke Prince of Wales Hotel. Viewnya langsung ke Lake Waterton, view-nya dapat banget. Sayangnya, tidak berkesempatan bermalam disana. Mahal, sudah pasti. Hahahahaha... Yang jadi highlight di Waterton, anginnya kencang banget. Terutama saat di Prince Of Wales Hotel, berdiri saja, macam bisa diseret angin. Ini serius. Dan otomatis, dingin.

      Prince Of Wales Hotel.
      Kami menginap 2 malam di Bayshore Inn. Tidak ada sarapan gratis. Free wifi. Hotelnya cukup okey. Kamarnya lega dengan ranjang gede. Punya tv yang tidak pernah di-nyalain. Kamar mandi ada bathtub dan shower, pasti, ada air panas. Bersih. Pemandangan menyenangkan dari pintu belakang kamar, langsung sungai gitu. Arusnya deras banget, harusnya sih airnya dingin. Ada pemanas ruangan. Tidak menyediakan air minum botol, tidak seperti kebanyakan hotel di Asia. Jadi, semua hotel yang di Canada, harusnya seperti begini aturan mainnya.
      Sepanjang perjalanan di Canada, ( sepertinya ) aku tidak pernah beli air minum, kecuali juice dalam kemasan kotak. Minum, dari air kran loh. Yang buat aneh adalah housekeeping-nya, masak ya, bersihkan kamar setengah hati. Ranjang satunya diberesin, hasilnya 95 persen kelar. Satunya lagi, sama sekali tidak diberesin. Ada beberapa gelas plastik bekas pakai di atas meja juga tidak dibuang. Oneng juga si mbak- mbaknya. Asumsinya, mungkin tidak tempel beberapa Canada Dollar diatas tempat tidur kali ya. Parah! Hotel ini ada tempat parkir ya dan bebas parkir.

      Belakang kamar hotel.
      Kalau bingung mau main ke mana selama di Waterton, tinggal ke receptionist saja. Hahaha.. Aku pikir sih, 3 hari full adalah paling banyak. Tapi entahlah, kalau kamu suka, bisa saja stay lebih lama. Eittss, sebagai negara yang identik dengan beruang. Jadi saat berkeliaran di Waterton, harus waspada, bisa saja kamu ketemu beruang. Baca petunjuknya di penginapan kamu, trik menghadapi beruang itu gimana, ini serius.

      Sekitaran hotel.
      Kalau kamu suka camping, menurut Chris, jika tidak salah dengar, Waterton juga tempat orang- orang camping sih. Cuma, ada temannya, yang pegangin tendanya semalaman karena anginnya super kencang. Lah iya lah, wong aku tidur didalam kamar saja, suara gemuruh angin diluaran sana sudah macam lagi perang. 

      Air terjun.

      Border US- CANADA.
      Transit satu malam di Calgary. 
      Sebelum langsung ke Banff, kami menginap satu malam dulu di Calgary. Kami nginap di Nuvo Suites. Okey, penginapan ini termasuk salah satu yang terbaik sepanjang trip Canada. Terletak di tengah kota, sebenarnya, kalau tanpa mobil-pun mau kemana- mana juga bisa. Ada transportasi umum. 
      Soal Nuvo Suites, memang best. Lihat saja di foto. Bisa muat 4 orang. Ada dapur dalam kamar, jadinya kamu bisa masak- masak. Apalagi seberang, sudah ada grocery. Free wifi, free sarapan yang lumayan. Dapat slot parkir gratis, tapi di blok yang berbeda. Tidak terlalu jauh sih. Jalan kaki bisa sampai juga. Kamar mandi shower ada air panas. 

      Calgary view.
      Di Calgary, diajak Chris jalan- jalan. Main ke Factory outlet untuk menghabiskan isi dompet, terus makan eskrim di Village Ice Cream. Kata Chris, eskrim ini wajib loh, karena lokal banget. Dan benar saja, pas ke sana, ramai. Kemudian ke spot keren untuk lebih kota Calgary dari atas, aduh lupa namanya, cari di google lagi, kok gak muncul nama tempatnya. Tempatnya sih asik, pemandangan, tempat foto- foto-lah. Dan malam itu berakhir dengan makan bersama di salah satu restoran rekomendasi dari Chris juga. Intinya ya, si Chris, soal kuliner memang juara. 
      Memang, tidak banyak tempat yang didatangi selama di Calgary, sebagaimana sebuah kota. Keesokan harinya, setelah checked out, sudah bersiap menuju ke Banff. Nah tungguin postingan selanjutnya ya tentang Banff. 
      With Love,
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---
    • By Cayadi Budidarma
      DAY 4 TOYAMA - KYOTO
      Hari ini bangun agak siang , karena habis cape hari sebelumnya pulang sampai hotel jam 11 malam .
      Begitu bangun , siap-siap semua barang , dan langsung check out dari hotel. Langsung menuju TOYAMA station yang letaknya tidak jauh dari hotel kami menginap.
      Tiket shinkansen sudah ditangan , karena sudah reservasi dari malam sebelumnya , dan lagi-lagi saya harus reservasi ulang karena kami tiba di station 1 jam lebih awal dari schedule tiket. Dan memang di perbolehkan , jadi tanpa banyak basa-basi atau omelan dari pihak penjaga tiket counter , langsung kami menuju peron shinkansen yang menuju ke KYOTO.
       
       
      Seperti biasa , sesampainya di Kyoto Station , langsung saya buka google maps untuk mencari hotel yang sudah kami booking sebelumnya di agoda. Yaitu Hotel DAIWA ROYNET HOTEL KYOTO HACHIJOGUCHI selama 3 malam . Letaknya tak jauh ( 8 menit an jalan kaki ) dari exit Hachijoguchi Kyoto Station yang sangat besar. Ada banyak exit di KYOTO station ini , jadi sebelum mencari hotel sebaiknya cari tahu dulu exit mana yang terdekat dari hotel kalian.
      Seperti biasa titip koper , dan kami dapat kabar baik bahwa kamar kami di upgrade ke yang lebih besar...horeeee...thanks Daiwa Roynet Hachijoguchi !
      Hari pertama di kyoto , saya langsung menuju Kiyomizudera dengan naik bus nomor 101 dari depan Kyoto Station ( central exit ) , dan turun di GOJOZAKA. Semua perjalanan bus saya memakai pasmo card. Masuk dari pintu tengah , ketika turun lalu tap pasmo dan keluar dari depan . Dari GOJOZAKA bus stop , kami berjalan kaki mendaki ke kuil Kiyomizudera. Kami ambil jalur kiri untuk mendaki .
      Kuil Kiyomizudera berada paling atas , dan kita harus bayar tiket masuk untuk masuk ke dalamnya. Sayang kuil ini sedang dalam restorasi , jadi tertutup oleh kain dari luar. Jadi tidak terlalu amazing bagi saya penampakan luar dari kuil Kiyomizudera ini .

      Beberapa saat dari sana , kami turun berjalan sambil menikmati toko-toko di sepanjang perjalanan dan mencoba street food yang banyak dijajakan .
      Setelah dari kuil Kiyomizudera , kami berjalan kaki menuju GION , dan sampai GION sekitar jam 1730 . Masih terang . Di Japan jam 19 pun masih terang loh .... mulai gelap sekitar 1930 . Dan saat mulai agak gelap baru tampak beberapa GEISHA / MAIKO keluar berjalan cepat masuk / keluar dari salah satu tempat makan di sekitar GION.

       
      Bagi saya GION tidak banyak hal menarik untuk dilihat , hanya saat-saat pada saat GEISHA / MAIKO saja menampakan diri , para touris terlihat heboh mengabadikan mereka, walau mereka tampaknya tidak perduli dan berjalan sangatcepat untuk menghindari para paparazi :) termasuk saya .
      Sepulangnya dari GION , kami berjalan kaki menuju GION Shirakawa untuk sekedar menghabiskan malam dan menikmati malam di KYOTO , dan kami cukup puas melihat aliran sungai yang indah dan bersih di daerah yang dipenuhi restoran-restoran ini. Dan setelahnya , kami berjalan kaki ke station subway terdekat dan kembali ke KYOTO station ( hotel )

       
       
      DAY 5  ARASHIYAMA ( KYOTO ) & PHILOSOPHER'S WALK
      Perjalanan hari ini ke Arashiyama . Naik kereta JR SAGANO , berhenti di SAGA ARASHIYAMA station. Exit station langsung belok kanan ke arah Togetsu bridge.
      Disebelah Saga Arashiyama ada Saga Torokko Station untuk naik SAGANO SCENIC RAILWAY. Saya memutuskan untuk langsung dulu ke Togetsu bridge. Berjalan melewati perumahan2 serta toko-toko , dan juga sempat melihat ada OWL cafe di lt2 salah satu gedung pertokoan .

       
      Tak lama sekitar 20 menitan kami sampai di togetsu bridge dan berfoto-foto dari pinggir sungai dan jembatan.Menurut saya Arashiyama ini sangat indah di sekitar togetsu bridge ini, sehingga saya dan keluarga agak lama menghabiskan waktu untuk sekedar duduk-duduk sambil menikmati cemilan2 dan udara sejuk di sana.

      Setelah puas nongkrong dan berfoto , kami lanjutkan menyeberangi jembatan togetsu dan langsung ke kanan untuk mendaki Iwatayama Monkey Forest dengan membeli tiket naik.
      Hiking sampai dengan tempat monyet tidak begitu susah, sekitar 20 menit jalan santai kita bisa sampai ke puncaknya . Disana kita bisa menikmati pemandangan Kyoto dari atas serta memberi makan monyet-monyet dari dalam rumah yang sudah disediakan dengan membeli pakan monyet di sana.

       
      Puas bermain di monkey forest sekitar 1 jam lebih kami kembali turun , dan sesampainya di bawah , pinggir sungai dekat togetsu bridge saya melihat ada yang menawarkan Hozugawa river cruise . Lalu saya putuskan untuk membeli tiket nya ...bagus menurut saya view nya jadi saya pikir ya sudah lah..sudah kepalang ke Arashiyama nikmati saja sebisa mungkin
      River cruise yang kami naik ini hanya sekitar 30 menit sd 1 jam , dan hanya menyusuri sungai yang tenang arusnya  dan berputar kembali ke tempat semula kita naik. Beda dengan River cruise yang jika kita naik dari Kameoka loh ya...Kalau dari Kameoka saya lihat lebih ekstrem dan menyusuri arus yang lumayan deras ( mirip-mirip arung jeram ) dan perjalanan sekitar 2 jam .
      Ini lebih seru keliataannya untuk teman-teman yang berjiwa adventure sebenarnya , namun karena saya beserta anak-anak kecil saya putuskan untuk naik yang arus nya tenang saja.
      Untuk harga tiketnya tentunya juga berbeda jauh antara keduanya.
      Di tengah perjalanan juga ada sebuah perahu yang menawarkan cemilan untuk kita yang sedang di dalam perahu..cukup unik.
      Pemandangan sekitar sungai juga cukup indah.
       
       

      Nah, sesudah kami turun perahu , kami lanjut ke arah hutan bambu yang sering kita lihat di FR di sini . Banyak turis di hutan bambu ini dibandingkan dengan spot lainnya . Menurut saya sih hutan bambu ini ya biasa saja ..namun karena begitu ngetop nya maka kami singgah juga hehehe.

       
      Jauh lebih bagus pemandangan sungai sekitar togetsu bridge dan river cruise.
       
      Lalu sekedar lewat sambil berjalan balik ke arah Saga Arashiyama station , kami pun akhirnya masuk ke Saga Torokko station, dan mencoba pula naik Sagano Scenic Railway.
      Menurut saya juga loh ya....view dari sagano train ini juga kalah dibandingkan sekitar sungai togetsu bridge, karena kereta begitu cepat berjalan dan keluar masuk terowongan . Jadi feel untuk menikmati nya belum sampai ON sudah masuk terowongan lagi. Itu aja kami dapat tempat di gerbong yang terbuka . FYI tempat duduk di gerbong terbuka ini terbatas ( hanya 1 gerbong ). Jika kita berada di gerbong tertutup akan lebih tidak enak lagi untuk menikmati pemandangan di luar .
      Mungkin jika kita pergi saat autumn atau sakura , sagano scenic railway ini akan terasa beda ( lebih bagus ) , namun jika saat summer seperti saya , harga tiket tidak sebanding dengan kepuasannya . Mending nongkrong di pinggir sungai togetsu bridge !
      Setelah sekitar 20 menit sampai di Kameoka Torokko Station.

       
      Keluar Kameoka Torokko station kita harus berjalan kaki menuju Umahori Station sekitar 15 menit. Ikuti saja penunjuk arah yang diberikan.
      Nah di sini pemandangan agak lumayan, dan berjalan kaki dari Kameoka ke Umahori JR station juga merupakan kenikmatan tersendiri ...

       
      Dari Umahori station ini kami langsung menuju Philosopher's walk. Start awal dari Nanenji Temple menyusuri full Philisopher path ke arah Ginkakuji temple agak jauh ternyata . Sekitar 1 jam rasanya jalan santai . Jalanan ini tidak begitu besar , menyusuri kali kecil ,dan di sekitarnya kiri kanan adalah komplek perumahan mewah orang Kyoto. Rumah nya besar-besar dengan taman bernuansa jepang dan beberapa mobil mewah seperti jaguar terparkir .
      Kami start sekitar jam 17 lewat dan sampai di ujung jalan ( GINKAKUJI sudah tutup saat itu ) sekitar jam 1830. Puas berjalan , kami mencari JR station terdekat dan ternyata sangat jauh
      Kami sudah mencoba ingin naik bus untuk kembali ke Kyoto station namun jadwal bus tercantum terakhir sekitar jam 1830 kalau tidak salah ..jadi sambil jalan santai dan menikmati pemandangan , kami berjalan melewati Kyoto University dan akhir nya menemukan JR station untuk kembali ke Kyoto station.


       

       
    • By Ahook_
      Tanggal 28 Oktober 2016
       
      Akhirnya, sampai juga di Brunei Darussalam. Iya Brunei, tidak salah.. Memang, ada beberapa teman yang sempat bingung, ketika tahu aku mau ke Brunei. Ngapain? Hehh… ngapain ya? Aku sendiri tidak paham. Hahaha… Ya datang sajalah, aku yakin pasti ada yang dilihat, apapun itu. Sudah aku bilang, traveling itu bukanlah tentang tujuannya, tetapi lebih ke prosesnya. 
       
      Tapi, hanya 1 sih, penasaran. Serius, karena penasaran. Brunei, negara kecil nan kaya raya itu, bagaimana sih isi dalamnya? Apakah sampai jalan raya juga terbuat dari emas? #inilebaybanget. Begitulah adanya, selain ingin memperjuangkan mimpi keliling ASEAN. Terwujud sudah… 

      Jalan utama di Bandar Seri Begawan.
      Okey, trip Brunei termasuk trip yang minim persiapan. Baru mulai mencari informasi 2 hari sebelum berangkat dari Jakarta. Parahnya, tidak terlalu ada review yang mengulas Brunei dan isinya. Adapun, lebih banyak mengulas tempat yang wajib dikunjungi.
       
      Tentang transportasi umum, ya memang, seperti yang aku baca dari travelblogger yang sudah menapakkan jejak kakinya ke sini dulu. Hampir semua memaparkan, transportasi Brunei masih kurang. Lebih baik datang ber-group sehingga bisa sharing cost untuk urusan tranportasi buat sewa mobil biar lebih mudah mau kemana- mana. 
       
      Transportasi umum di Brunei cuma ada bus, taxi sapu dan taxi. Selama trip di Brunei, aku mengandalkan bus. Sekali naik bayar 1 dollar, terserah, mau bayar pakai Dollar Brunei atau Dollar Singapore. ( Tidak tahu kenapa, mereka menerima Dollar Singapore, katanya sih, rate-nya sama). 
       
      Kuantitas bus di Brunei, jumlahnya sedikit, mungkin disesuaikan dengan jumlah penduduk yang ada. Untuk mendapatkan bus, kamu butuh energi besar dan kesabaran penuh dalam menunggu bus lewat. Kalau dari review-an, mereka sih, bilang, bisa menunggu 1 jam –an, tuh bus baru nongol. Karena murah, ya mau tidak mau, harus menunggu. Tidak ada pilihan. Kecuali kamu punya kerabat, atau naik taxi yang harganya selangit. 
       
      Dan aku, termasuk yang cukup beruntung. Tidak perlu mengunggu terlalu untuk sebuah bus. Dari airport, aku menghabiskan waktu 10 menit saja. Okey, kamu keluar dari pintu utama, kemudian jalan terus sampai diperbatasan trotoar, lalu belok kiri. Jalan sampai ke ujung, nah disana ada plang bertuliskan tempat tunggu bus. 
       
      Bayar 1 Dollar, kamu akan diantarkan ke Bandar Seri Begawan, pusat kotanya. Lama perjalanan sekitar 30 menit-an. Entah karena jumlah penduduk yang sedikit atau apa, sepanjang perjalanan, sepi banget. Mobil yang lalu lalang juga tidak banyak. Motor, malah tidak kelihatan sama sekali. Bus berhenti di setiap halte. Hampir setiap halte, tidak ada penumpang. 
       

      Bus 1 Dollar...
      Model bus-nya tidak mencerminkan kekayaan yang dimiliki Brunei. Hahaha… Parah sih tidak, ya cuma standart saja. Tempat duduknya yang alakadar. Informasi yang aku himpun, #jiaahhh… yang memakai bus di Brunei adalah pendatang, mereka yang datang merantau meninggalkan keluarga dikampung. Sedangkan, orang lokal Brunei, kesehariannya ya pakai mobil pribadi. Tidak heran. Bahkan setiap anggota keluarga, masing- masing punya mobilnya tersendiri. Begitupun, tidak macet. 
       
      Selama di Brunei, aku naik bus kemana- mana. Sekali lagi, tidak seperti yang dialami traveler lainnya, aku tidak perlu menunggu bus sampai berjam. Paling lama ya itu, 10 menitan. Pokoknya setiap kali naik, bayar 1 Dollar, kecuali aku ke Hotel Empire, bayar 2 Dollar. 

      Dalam bus...
      Setiap bus itu punya jalurnya. Tidak perlu khawatir, kalau lupa bus nomor berapa ke tujuan kamu, tinggal tanya saja sama petugas yang ada diterminal. Atau, biasanya, kan dari tempat penginapan ada informasinya juga. 
       
      Dari sekian kali aku naik bus, hanya sekali saja, supir dan kondekturnya pendatang dari Malaysia. Sisanya, orang Indonesia. Jadi, pendatang jumlahnya lumayan. Dan kebanyakan kerjanya ya sebagai supir dan kondektur bus, kerja di restoran ataupun tempat jualan lainnya. 

      Terminal Bus Bandar..
      Aku tidak punya pengalaman naik taxi sapu. Tapi jangan sesekali naik taxi deh. Mahal banget. Dan itu terjadi sama aku. Nyesek banget. Ternyata ada Car Free Day di Brunei. Di kasih tahu, kalau Sulthan hari ini dijadwalkan ikut CFD disekitaran Bandar. Alhasil, semua jalan di blok. Aku tidak bisa ke airport pagi- pagi. Tidak ada bus yang operasional. Mati gak loe? Tidak ada pilihan lain, terpaksa pakai banget naik taxi. Ada argo sih, tapi supir taxinya menawarkan 20 Dollars untuk sekali jalan. Buset gak tu. Pakai bus hanya 1 Dollar loh. Tawarlah, kemudian sepakat 15  Dollars. Sakit banget ketika mau bayar. Ya ampun, itu sudah biaya makan dan naik bus kemana – mana buat seharian, dan itupun sudah bisa makan enak loh. Parah..  

      Bus stop di Gadong..
      Oh ya, semua terminal bus ada di Bandar, sebutan untuk Bandar Seri Begawan. Semua bus akan bermuara ke situ, kalau kamu pergi dari objek wisata ke objek lainnya, ada kemungkinan, kamu harus kembali ke terminal Bandar kemudian pindah bus lainnya. 
       
      Tungguin postingan tentang Brunei-nya ya....!!!
       
      With Love,
       
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---semoga semua mahluk hidup berbahagia---
    • By Tarmizi Arl
      Hi...
      Buat kamu yang mau nyari alternatif wisata di Kuala Lumpur, kamu bisa pilih wisata ke Colmar Tropicale yang ada di kawasan Berjaya Hill.
      Colmar Tropicale ini adalah hotel/resort di Berjaya Hill, tapi buat kamu yang tidak menginap juga bisa berwisata sehari disana.
      Konsep Colmar Tropicale ini ialah miniatur dari pedesaan Colmar yang ada di Perancis, jadi kamu bisa merasakan sensasi berfoto ala-ala di  Perancis.
      .
      Nah untuk ke sana, kamu harus membeli tiket di Berjaya Times Square Mall, KL tepatnya di Lantai 8. Lokasinya berada di tempat spa, jadi kamu harus teliti mencari. Tapi didepannya ada kok tulisan Colmar Tropcale.

      Lokasi Membeli Tiket di Lantai 8 Berjaya Times Square Mall

      Jadwal buka
       
      Tarif tiketnya sebesar 60 RM untuk dewasa dan 55 RM untuk anak-anak. Tiket ini ialah untuk shuttle Bus PP dan tiket masuk di sana. Jadwal keberangkatannya dari Berjaya Times Square Mall ialahjam 9:30, 12:00, 18:00, dan 20:30. Sedangkan jadwal pulang dari Colmar ialah jam 08:00,10:45, 16:00, dan 19:30. Tapi perlu diingat karena memakai bus kecil yang berkapasitas hanya 10 orang, jadi lebih baik membeli tiket minimal 1 hari sebelumnya. Apalagi jika hari libur, tiket bahkan bisa habis 2 hari sebelum. Selain itu perhatikan juga jam buka lokasi yang menjual tiketnya ya seperti di foto.

      Tiket
      Lokasi keberangkatan Bus ialah di dekat lobby Berjaya Hotel

      Lokasi Shuttle Bus di Berjaya Times Square Hotel
       

      Shuttle Bus
       
      Perjalanan ke Colmar Tropicale hanya sekitar 1 jam. Perjalanan akan menempuh jalanan berkelok-kelok dan menanjak, jadi lebih baik makan dahulu agar tidak pusing.
      .
      Dan inilah dia suasana di Colmar Tropicale...

      .



      View dari atas menara

       
      Kalau lapar, bisa makan di resto2 yang ada disana, tarifnya masih oke sekitar 20-50 RM untuk makan berat.

      .
      Beli oleh-oleh juga bisa karena ada souvenir shop

       
      Selain itu, tiket tadi juga sudah termasuk untuk ke Taman Jepang. Lokasinya cukup jauh, jadi harus naik mobil wisata ini yang berangkat di jam-jam tertentu.


       
       

    • By Kaywina Suraja
      Hi.
      Salam kenal untuk teman-teman di Jalan2.com. Ini post pertama saya di Jalan2.com dan mohon feedbacknya terkait dengan post-an agar saya dapat menceritakan pengalaman traveling saya kepada teman-teman semua dengan lebih baik. Boleh dilihat juga blog saya meskipun baru 1 post di http://vakaytion-essential.blogspot.com/.
      ---------------------------------------------------------------------------------------------------
      Belitung?? Yes. 
      Bulan Mei 2017, saya pergi ke Pulau Belitung for weekend getaway. Meskipun saya pergi ke Belitung sudah cukup lama di tahun 2017, saya akan tetap share tentang keindahan pulau ini. 
      Saya sudah cukup lama (dari tahun 2013) ingin pergi ke Belitung, tetapi baru tahun 2017 saya berkesempatan untuk pergi dan explore Belitung.
      So, I checked one of my travel bucket lists.
      Mengapa Belitung menjadi salah satu my travel bucket list? Banyak orang yang mengatakan bahwa di Belitung hanya berisi pantai dan tidak ada mall seperti di Jakarta. Yes! Itu benar sekali di Belitung hanya ada pantai saja dan let me tell you that having a vacation in Belitung is totally worth it! Apalagi kita sebagai orang yang tinggal di ibukota Indonesia, Jakarta dan kota - kota besar lainnya di Indonesia.
      First time landing in Belitung Island, pemandangannya sangat berbeda dengan Bandara Soekarno-Hatta. Hamparan gunung dan pohon - pohon menyambut saya pertama kali saat landing di Bandara H.A.S Hannadjoeddin. Udaranya pun masih sejuk, tidak ada polusi, dan langitnya juga masih berwarna biru cerah serta dikelilingi oleh awan putih. Bener - bener scenery yang tidak akan didapatkan di Jakarta. 
      Sebagai orang yang baru pertama kali ke Pulau Belitung, Belitung Island is so beautiful.
      Selama 3 hari di Belitung, saya stunned dengan keindahan alamnya. 
      Pantai - pantai di Belitung yang masih bersih dengan pemandangan laut yang biru dan dihiasi dengan langit biru dan awan putih. Keindahan bawah laut di sekitar Pulau Lengkuas masih benar-benar terjaga dan sangat indah untuk dilihat. This makes Belitung Island become one of top diving spots in Indonesia. Batu - batu tinggi dan besar yang berada di Pantai Laskar Pelangi membuat pantai tersebut menjadi sangat indah. Dan hal yang paling berkesan adalah ketika menikmati sunset di pantai ini dengan pemandangan laut lepas dan berada di atas batu yang besar. You will never get this moment in Jakarta. 
      How do I get there?
      Berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta menuju Bandara H.A.S Hannadjoeddin, Tanjung Pandan. Perjalanan dari Jakarta ke Tanjung Pandan memakan waktu sekitar 45 menit. Setiap hari ada penerbangan yang menuju ke Tanjung Pandan dari pagi hari sampai sore hari dengan maskapai dosmetik. Sebaiknya mengambil penerbangan pagi hari untuk ke Belitung dan sore hari untuk balik ke tempat asal. 
      Selama di Belitung, lebih baik menyewa mobil atau mengambil local tour di sana karena sedikitnya transportasi umum. Tempat wisata di Belitung juga berjauhan sehingga membutuhkan mobil untuk pergi ke sana.
      Where do I stay?
      Selama 2 malam di Belitung, saya menginap di 2 hotel yang berbeda. Hari pertama, saya keliling daerah Belitung Timur dan menginap di Guest Hotel Belitung Timur. Hari kedua, saya pindah ke daerah Belitung Barat. Di Belitung Barat, saya menginap di Puncak Hotel.
      Dari sisi harga, hotel yang sangat inapkan di Belitung murah dan affordable. Dari sisi kenyamanan dan kebersihan, hotel ini OK untuk diinapi. 
      How much does it cost?
      Berlibur di Belitung menghabiskan uang sekitar Rp 2.500.000,- dan sudah termasuk tiket pesawat, hotel, dan makan (sarapan, lunch, dan dinner), tetapi tergantung dengan tanggal keberangkatan.
      I suggest you to take the local tour if you want to go there.
       
      Additional
      3 hari adalah waktu yang cukup untuk berlibur dan menghabiskan waktu di Belitung. Kalian sudah banyak mengunjungi tempat wisata dan tempat - tempat yang bagus di Belitung.
      Berikut adalah itinerary selama di Belitung 3 hari 2 malam.
      Day 1 
      - Kota Gantung Belitung Timur 
      - Replika Sekolah Laskar Pelangi 
      - Museum Kata Andrea Hirata 
      - Kampoeng & Rumah Ahok 
      - Klenteng Dewi Kwan Im 
      - Pantai Burung Mandi
      Day 2 
      - Pantai Tanjung Kelayang 
      - Island hopping (Pulau Burung, Pulau Pasir, Pulau Lengkuas (snorkeling spot), Pulau Kepayang, Pulau Batu Berlayar (lihat bintang laut))
      - Pantai Laskar Pelangi/Tanjung Tinggi
      Day 3 
      - Bukit Berahu 
      - Danau Kaolin

      Replika Sekolah Laskar Pelangi
      Tempat yang pertama dikunjungi di Belitung adalah Replika Sekolah Laskar Pelangi. Lokasi replika sekolah ini berada di Belitung Timur yang berarti membutuhkan waktu sekitar 2 jam dari airport menuju tempat ini. Sekolah ini memang bukan tempat syuting dari film Laskar Pelangi, tapi bolehlah untuk dikunjungi apalagi sudah jauh-jauh pergi ke Belitung.

      Museum Kata Andrea Hirata
      Next, tempat yang tidak jauh dari Replika Sekolah Laskar Pelangi adalah Museum Kata Andrea Hirata. Dari Sekolah Replika Laskar Pelangi hanya berjarak beberapa kilometer saja. If you are a big fan of Laskar Pelangi & Andrea Hirata, you should go to this museum. Karena saya bukan penggemar dari film Laskar Pelangi dan Andrea Hirata, saya tidak masuk ke dalam so I can't give the review for this. Dilihat dari depannya saja, tempat ini OK untuk dikunjungi.

      Burung Mandi Beach
      Pantai Burung Mandi terletak di Belitung Timur dan suasana di pantai ini benar-benar sepi. Untuk menambah foto dan mempercantik feed instagram, kalian dapat sepuasnya berfoto-foto di tempat ini. Pantai ini juga cocok bagi kalian yang menyukai ketenangan karena pantai ini benar-benar sepi.

      Tanjung Kelayang Beach (heading to islands)
      Untuk hopping island, starting pointnya adalah Pantai Tanjung Kelayang. Dari pantai ini, saya memulai perjalanan untuk melihat keindahan pulau - pulau kecil di Belitung. For your information, perahu yang digunakan untuk hopping island adalah seperti yang ada pada foto di atas dan harga sewa perahu bervariatif. Pantai ini juga menyediakan jasa penyewaaan alat - alat snorkeling bagi kalian yang ingin snorkeling. Sebaiknya island hopping dilakukan dari jam 8 pagi hingga jam 4 sore.

      *view from boat* Lengkuas Island
       
      Salah satu pulau yang terkenal di Belitung adalah Pulau Lengkuas yang identik dengan mercusuar. Saat pergi ke Pulau ini, mercusuarnya tidak dapat dikunjungi sehingga tidak bisa melihat pemandangan dari atas. Di pulau ini, kalian bisa foto - foto di depan mercusuar atau di batu - batu sebelum kalian bersnokeling di sekitar Pulau Lengkuas.

      *view from Lengkuas Island*

      Lengkuas Island

      Add caption

      Laskar Pelangi Beach / Tanjung Tinggi Beach
      Yups! Di sini tempatnya untuk kalian berfoto-foto di batu tinggi seperti di film Laskar Pelangi. Pasti banyak yang penasaran di mana dapat foto dengan batu tinggi di Belitung, jawabannya adalah di pantai Laskar Pelangi. Pantai ini adalah tempat syuting film Laskar Pelangi. Banyak hal yang bisa kalian lakukan di sini seperti menikmati sunset di atas batu tinggi, foto-foto di antara batu tinggi, bermain canoe, atau berenang di laut karena lautnya sangat tenang.
      Menikmati sunset di atas batu tinggi dengan laut yang tenang dan langit yang indah adalah momen yang unforgettable dan ga bisa didapatkan di Jakarta. You should go here and enjoy the sunset.

      *enjoying the scenery before sunset*

      *enjoying sunset at Laskar Pelangi Beach*

      Kaolin Lake
      Last but not least, destinasi terakhir yang gua kunjungi di Belitung adalah Danau Kaolin. Danau ini terbentuk akibat dari penambangan timah. Pemandangan ini dapat dilihat dari atas pesawat saat mau mendarat di Belitung.
      Kalau kalian ingin pergi liburan singkat dengan budget yang low, you can choose Belitung as your destination. It's totally worth it to get lost in Belitung Island. 
      Note: Photos were taken with Iphone 5s and edited with VSCO cam. 
      Please kindly subscribe my blog: http://vakaytion-essential.blogspot.com/ and follow my instagram: kaywinas for the updates.
       
    • By Dantik
      Hari 1, 05 Mei 2018 : Athena
      Hari 2, 06 Mei 2018 : Roma Day 1
      Hari 3, 07 Mei 2018 : Venice
      Hari 4, 08 Mei 2018 : Roma Day 2
      Hari 5, 09 Mei 2018
      Hari ini adalah hari terakhir kami di Roma setelah 2 hari di sini. Setelah semalam kami merasakan kehujanan di Roma, tidak sama dengan cuaca hari ini yang cerah. Pagi ini kami berkemas dan langsung check out dari penginapan.
      1. Piazza della Repubblica
      Piazza della Repubblica tidak begitu jauh dari Termini. Berjalanlah ke utara disana kita akan melihat gereja Santa Maria degli Angeli.


      2. Piazza Barberini
      Dari Piazza della Repubblica kami berjalan lagi ke Piazza Barberini.

      Rencana mau ke Villa Borghese dulu sebelum ke Piazza di Spagna. Ternyata lumayan jauh juga kalo jalan kaki dan jalanannya pun menanjak, jadi sesudah sampai Porta Pinciana kami balik lagi.

      3. Piazza di Spagna
      Semalam kami sempat kesini juga pas hujan, sepi sama sekali ga serame kayak di Trevi Fountain meskipun hujan. Tetapi siang ini ternyata lebih rame dibanding di Trevi Fountain. Lihat saja wisatawan yg datang kesini udah kayak semut saking ramenya.


      Kemudian dari Piazza di Spagna kami berjalan lagi ke Piazza Venezia melewati Trevi Fountain.

      Setelah sampai di Piazza Venezia rencana kami ingin masuk ke Capitoline Museums, tetapi kami berubah pikiran untuk beli oleh-oleh karena nanti malam kami sudah kembali lagi ke Athena untuk melanjutkan perjalanan ke Santorini. Mungkin next time jika kami kembali ke Roma lagi akan kami sempatkan untuk mengunjungi Vatican Museums, Colosseum dan Capitoline Museums.


      Seperti pertama kali datang kami menggunakan Metro A turun di Cinecitta, kemudian naik bus 520 kembali ke Ciampino Airport.

      Goodbye Roma!