• 0
Sign in to follow this  
Jhonykumincir

Bulan Madu di Lombok? Ini Dia Beberapa Hotel Romantis yang Cocok untuk Pengantin Baru

Question

Setelah menikah, Anda pasti ingin merasakan manisnya hari-hari menjadi pengantin baru dengan berlibur berdua. Namun, sudahkah Anda menentukan destinasi bulan madu Anda dan pasangan?  Jika belum, Anda bisa mendatangi Pulau Lombok dan merasakan indahnya bulan madu di pantai berpasir putih yang ada di sana. Namun, ada satu hal yang harus Anda persiapkan sebelum Anda berbulan madu ke pulau ini. Di manakah Anda dan pasangan akan menginap? Ya, memilih hotel memang merupakan hal yang sangat penting agar bulan madu Anda terasa lebih nyaman. Di pulau ini, tentunya ada beberapa hotel terbaik yang memberikan Anda pemandangan cantik yang cocok dijadikan tempat bulan madu Anda dan pasangan.

merupakan pilihan Anda yang ingin menghabiskan masa bulan madu di tempat yang indah dan sangat cantik. Sesuai dengan namanya, Mahamaya yang berarti surga terindah ini memang sangat indah untuk bulan madu, lho! Keindahan hotel yang didominasi warna putih ini membuat siapa saja yang menginap akan merasa tengah berada di surga pribadi. Di sana, ada dua pilihan tempat menginap, yakni villa dan suite. Dijamin, dengan dua pilihan tersebut, Anda bisa merasakan indahnya bulan madu yang sangat asyik dan romantis tanpa gangguan. Uniknya, bangunan Mahamaya sendiri dibuat dari bahan yang ramah lingkngan, lho. Villa yang ditawarkan pun sangat nyaman dengan kamar mandi outdoor. Lombok Resorts Mahamaya yang ada di

 

juga menjadi pilihan bagi Anda yang menginginkan liburan dalam rangka bulan madu yang sangat romantic. Resort yang didesain dengan model yang sangat cantik dan asri ini dapat menjadi pilihan bagi Anda yang ingin merasakan atmosfer romantis bersama pasangan. Lampu-lampu kekuningan yang menghiasi setiap sudut ruangan hotel pun membuat suasana hangat yang nyaman bagi Anda dan pasangan Anda. Ada hal unik yang bisa Anda lakukan bersama pasangan selagi Anda menginap di sini, yakni mengikuti kelas dansa! Ya, pemilik resort ini memang merupakan juara dansa dunia yang sangat baik hati dan ramah kepada pengunjung. Berenang di sini pun memiliki keindahan yang sangat menarik hati dimana air kolam dan air laut nampak menyatu.Lombok Resort Puri Mas Boutique and Spa di

 

Anda ingin merasakan keindahan bulan madu yang sepi, sunyi dan tak terganggu oleh siapa pun? Jeeva Beloam Beach Resort dapat menjadi solusi bagi pasangan yang bosan dengan bangunan hotel yang terkesan biasa saja. Resort ini mengadopsi bentuk rumah suku Sasak yang terbuat dari bambu. Selain itu, yang jelas Anda akan merasakan privasi yang sangat terjamin karena resort ini berada di tengah alam Lombok. Di pagi hari, Anda akan terbangun karena deburan ombak dan langsung berhadapan dengan pantai yang jernih. Tenang, Anda pun akan merasakan lezatnya makanan segar yang ada di sana karena di sana terdapat sebuah tenda restoran yang menawarkan makanan lezat setiap hari. Bagaimana, rasanya semakin ingin merasakan bulan madu di pulau ini, bukan? Segera akses Indonesia Travel sekarang juga!

 

 

Lombok Resorts.PNG

Share this post


Link to post
Share on other sites

2 answers to this question

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By enda28
      hello guys, 
      finally setelah tahun kemarin gagal buat trip ke Jepang dan Alhamdulillah akhirnya bisa mengunjungi Jepang dan unlocked my bucket list trip hehhe. 
      anyway sesuai sama judulnya kali ini saya mau kasih informasi tentang alternatif lain untuk menuju Kyoto dari Tokyo. Kebetulan trip kmren itu karena ada tiket promo airasia rute baru CGK - Narita direct flight, karena dirasa ngunjungin Jepang ga akan puas kalo cuma kunjungin 1 kota aja jadi saya memutuskan buat explore Kyoto dan Osaka juga. 
      begitu sampai di Narita airport kalau kalian travel with budget kaya saya mungkin bisa pake bus menuju Tokyo station dengan tiket 1.000 Yen karena yang saya mau jelaskan sekarang ini adalah menuju Kyoto pake seishun 18 kippu (baca: seishun juu hachi kippu), ada yang pernah denger ga? jadi basicly seishun 18 kippu ini adalah seasonal train tiket yang disediakan oleh pemerintah Jepang buat orang yang mau berpergian baik itu domestik atau wisman menggunakan kereta atau train. Tiket nya itu tersedia hanya  pada tanggal tertentu di musim2 Jepang. misalkan musim panas kemarin pas saya kesana tiket nya hanya dijual per tanggal 1 juli smpe 31 agustus tapi bisa valid sampai tanggal 30 September. tiket ini bisa digunakan ga cuma buat 1 orang tapi bisa lebih dari 1 orang, jadi dengan harga tiket 11.850 Yen kalian bisa pake itu buat sendiri buat 5 hari atau waktu itu saya pake untuk ber 2 dengan perhitungan 2 tiket untuk 2 orang pada saat dari Tokyo menuju Kyoto (untuk pergi) dan 2 Tiket untuk 2 orang buat dari Kyoto menuju ke Tokyo (perjalanan balik ke Tokyo). Perjalanan dari Tokyo ke Kyoto itu kalo pake sishun 18 kippu memang terasa lamaa banget sekitar 11 jam karena seishun 18 kippu ini pake JR yang local line jadi mostly berhenti disetiap station, jadi tips nya siapin energi dan waktu aja yah, siapin batrai gadget kalian biar ga mati gaya. Train nya bener2 kaya KRL yang ada di Jakarta tapi dengan umur yang masih muda dan terawat pastinya. Buat rute nya kalian bisa check disini : 
      www.hyperdia.com
       

      waktu saya ke Kyoto yang saya inget itu kita harus ganti train sekitar 4-5 kali, kita pake JR tokaido line. kalo dibilang mirip kereta KRL kebayang dong kereta nya bukan yang kaya kereta di Indonesia yng buat ke luar kota yah jadi sebenernya ga tau kita dibolehin makan atau enggak jadi diusahain aja kalian bawa persiapan makanan buat dimakan pas diluar kereta pas harus ganti kereta yah. 
      saya juga mau ngasih tips nih buat temen2 yang pertama kali ngunjungin negara 4 musim kaya Jepang harus bener2 check perkiraan cuaca soalnya saya pun menjadi korban nya, jadi pada saat saya dengan teman saya udah mau setengah perjalanan dari Kyoto menuju Tokyo, tiba2 di station yang harusnya saya ganti kereta tiba2 udah ga ada kereta lagi padahal pas di check di time table hyperdia itu masih ada kereta, jadi karena typhoon (badai) yang menghantam Jepang semua train itu ga boleh beroperasi (kecuali shinkansen) dan harga shinaknsen per 1 kali trip itu sekitar 1,7 juta , kebayang dong saya itu bukan di kota tujuan dan tiba2 udah ga ada kereta, mau pake bus pun ga ada trus akhirnya kita harus mengeluarkan uang lagi buat cari penginapan di deket stastion itu, untung nya kita berhenti di station yang lumayan besar yaitu Hamamatsu dan kami pun menginap dulu  di 365base hotel dan melanjutkan perjalanan di hari berikut nya. 
      Sekian cerita dari saya, maaf ga ada actual foto nya karena pas lagi nulis ini lagi kerja dan ga tau mau ngapain jadi mungkin di thread selanjutnya foto nya akan menyusul. 
      semoga informasi nya bermanfaat ya...
       
       
    • By Dian Anggaraini
      https://sheistraveller.com/2018/06/07/perjalanan-hongkong-ke-macau-full-one-day/
    • By Putra Buana Wira
      Pernah ngelirik satu iklan di Google tentang Airy Rooms, mengklaim bahwa mereka punya banyak promo. Tertarik sih, tapi aku ngga pernah percaya dengan promo-promo online yang too good to be true. Trik marketing kan sama aja. Mereka akan menaikkan harga sebelum akhirnya dipotong dengan “diskon”. Sama juga dengan e-commerce online; belum tentu harga yang diberikan adalah benar-benar harga “promo”.
       
      Suatu hari, aku pernah lagi butuh banget tiket pesawat untuk urusan kerjaan, kira-kira bulan Januari lalu. Sempat panik cari tiket pesawat karena harus ada di venue keesokan harinya dan sudah sore. Karena kantorku pakai sistem reimburse, aku juga harus mikir harga tiketnya karena saat itu adalah tanggal tua. Panik karena tiket pesawat di beberapa platform terkenal sudah hampir habis dan menyisakan tiket yang harganya berjuta-juta. Duh!
       
      Akhirnya melirik ke Airy. Bisa dibilang Airy ini adalah pendatang baru dalam hal per-tiket-an, kan? Sebelumnya, Airy lebih dikenal sebagai penyedia kamar hotel yang murahnya ngga masuk akal, menurutku. Hahahahaha. Jadi ngga pernah pesan di sana, takut zonk.
       
      Anyway, balik ke tiket pesawat. Akhirnya aku melirik ke Airy dan melihat daftar tiket pesawatnya dengan hopeless. Hasilnya? Yaa, bener. Akhirnya benar-benar kecewa.
       
      Kecewa kok ngga dari awal aku melihat list tiket dari Airy! Kan jadinya ngga perlu panik! Harga tiket yang sama, penerbangan yang sama, bisa lebih murah di Airy! Kebetulan lagi, mereka punya promo yang iseng aku coba dan ternyata BERHASIL! Asli, aku girang banget! Logikanya, kalau harga mereka udah lebih rendah dari yang lain, pun dikasih promo jadi lebih murah, berarti mereka diskonnya ngga tipu-tipu! Wah. Salut banget sama Airy!
      Setelah booking dan bayar, tiket pesawatnya agak delay. Kira-kira setengah jam. Lumayan deg-degan tuh. Tapi positive thinking aja, mungkin sistemnya yang lagi heavy load. Setelah setengah jam, e-ticket masuk ke email, langsung ploooong! Kerjaan aman, kantong pun aman. Hehehehe.
      Langsung aja nih penampakannya :

      Sembari tadi menunggu e-ticket, aku sempat browsing-browsing kamar Airy. Kepo juga setelah disodori tiket pesawat murah. Kok banyak review yang bilang kamarnya bagus, memuaskan, dan lain-lain. Sepertinya lumayan nih untuk dicobain. Gimana-gimana, produk utamanya Airy Rooms kan kamar hotelnya ini. Bahkan ada beberapa hotel yang ada kolam renangnya! Bayangin, kamar hotel harga dua ratus ribuan, dapat fasilitas kolam renang! Wagelaseh!
       
      Buat yang lain, ngga usah mengulangi kepanikan yang aku alami kemarin, ya! Rugi waktu dan energi. Mending langsung cek harga di Airy. Udah jaminan paling murah dan banyak promo. Tapi aku tetep kecewa sih, kenapa baru ada sekarang-sekarang ini? Harusnya Airy ada dari dulu doong hiks.. Kan jadi bisa hemat dari dulu. Tapi yasudahlah, yang lalu biarlah berlalu, yang penting adalah melihat ke depan, semoga ke depannya harga Airy masih murah terus dan banyak promonya.
    • By vie asano
      Tak semua orang suka mengenakan koper saat bepergian. Sebagian lainnya lebih suka mengenakan tas punggung (backpack) dengan berbagai alasan, salah satunya adalah untuk alasan kepraktisan. Dibanding menyeret-nyeret koper dan berpotensi akan mengalami kesulitan saat menembus kerumunan orang, tas punggung jauh lebih ringkas dan praktis karena bisa langsung dibawa kemanapun kita berpindah tempat, selama tas tersebut menempel di punggung kita. Sayangnya, tas punggung mungkin kurang ramah bagi beberapa orang, misalnya saja yang memiliki masalah tulang punggung seperti saya.
       
      Jika pada thread ini: http://jalan2.com/forum/topic/15612-panduan-memilih-koper-yang-akan-digunakan-untuk-berwisata/

         
      Beberapa kriteria yang dapat dipertimbangkan sebelum membeli tas punggung
       
      Ukuran
      Untuk menjawab pertanyaan berapa ukuran ideal tas punggung yang harus saya beli?, pertimbangkan dulu hal-hal berikut ini:
      - Durasi waktu bepergian. Semakin lama kalian bepergian, tentu saja kapasitas tas punggung yang dibutuhkan akan semakin besar. Minimal, mengaculah pada rata-rata waktu wisata yang kalian habiskan. Apakah kalian termasuk wisatawan yang kerap pergi dalam waktu singkat (1-2 hari), saat akhir pekan (2-3 hari), atau lebih dari itu. Diagram berikut ini bisa menjadi panduan ukuran ideal sebuah tas punggung berdasarkan durasi waktu bepergian.
       
      - Ukuran tubuh. Menentukan ukuran tas punggung berdasarkan durasi waktu bepergian memang penting, namun itu bukan harga mati. Bisa saja ada yang suka bepergian dalam jangka panjang, namun tak membutuhkan tas ukuran besar karena tidak suka membawa banyak barang. Yang terpenting adalah, pertimbangkan apakah ukuran tas tersebut proporsional dengan ukuran tubuh atau tidak. Yang dimaksud disini bukanlah masalah tinggi badan, melainkan ukuran panjang punggung. Memilih tas yang terlalu besar dan tidak proporsional terhadap panjang punggung, selain akan menyulitkan pergerakan, juga akan membuat kalian seperti tengah digencet oleh tas tersebut dan membuat tulang punggung tidak nyaman. Berikut perbandingan ukuran tas punggung yang ideal jika dibandingkan dengan panjang punggung.
       
       
      Fitur
      - Internal Frame vs External Frame. Pilih backpack yang memiliki frame untuk membantu mendistribusikan beban pada punggung. Dewasa ini terdapat 2 jenis frame pada backpack, yaitu external frame dan internal frame. External frame merupakan tipe frame yang terlihat dari luar, sementara internal frame merupakan tipe frame yang disembunyikan dalam kantong khusus sehingga tidak terlihat dari luar.
       

       
      (kiri) External frame, (kanan) internal frame. Foto: hikinglady 
       
      Masing-masing tipe tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. External frame dapat menahan beban yang berat (>20 kg) dan dapat mendistribusikan beban dengan baik. Namun external frame dianggap berat, memiliki bentuk yang terlalu kaku, kuno, dan bagi beberapa orang, berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan karena dengan adanya external frame punggung tak langsung bersentuhan dengan tas. Sedangkan internal frame dianggap lebih seksi karena bentuknya yang tersembunyi dan memiliki tingkat stabilitas yang lebih baik karena menempel langsung pada punggung. Kelemahannya, internal frame tidak dapat menyangga berat sebesar external frame, tidak memiliki ventilasi di punggung (karena tas langsung menempel pada punggung), dan biasanya dirancang minim kompartemen sehingga menyulitkan saat loading. Namun jika waktu wisata super singkat, backpack tipe frameless bisa menjadi salah satu opsi. Pilih yang paling sesuai untuk kalian.
       
      - Strap bahu. Pilih strap bahu yang dapat di adjust panjang-pendeknya, dilapisi dengan busa agar tidak menyakiti bahu, dan pilih yang paling nyaman untuk kalian.
       
      - Tali pinggang. Sebagian berat dari tas punggung akan menekan bagian pinggang dan pinggul. Jadi, pilihlah tas yang memiliki tali di pinggang untuk membantu pinggang/pinggul dalam menahan beban dari tas. Jangan lupa pilih yang mudah untuk di adjust.
       
      - Ventilasi. Pilih tas yang memiliki bagian punggung berkontur. Selain membantu mendistribusikan beban pada punggung, juga memberikan ruang kecil diantara punggung dan tas sehingga udara dapat masuk kesela-selanya untuk mendinginkan punggung.
       
      - Kompartemen. Tas yang bagus seharusnya memiliki banyak kompartemen. Tujuannya untuk memudahkan penggunanya dalam menempatkan barang-barangnya, dan juga memudahkan akses untuk pencarian. Jika kalian berencana untuk membawa kantong tidur, pilih tas yang memiliki sleeping bag compartment.
       
      Lain-lain
      - Pilih tas punggung dengan material yang kedap air. Minimal, pilihlah tas dengan bahan yang semi-waterproof sehingga air tidak mudah menembus ke bagian dalam tas. Dan, pastikan juga jika bahan tersebut cukup cepat kering.
       
      - Ada sedikit perbedaan tipe tas punggung untuk pria dan wanita yang perlu dijadikan bahan pertimbangan. Wanita umumnya memiliki ukuran bahu yang lebih kecil dibanding pria, begitu juga dengan ukuran pinggul. Jadi bagi wanita, pilihlah tas punggung yang khusus dirancang untuk wanita (jangan memilih model unisex), dan pilih yang memiliki penahan dada yang posisinya agak ke atas (agar tidak menekan dada).
       
      - Umumnya, ada 2 model tas punggung: top loading (bukaan atas), dan side panel/zippered front panel (bukaan samping). Model top loading merupakan model yang paling standar, yaitu tas hanya bisa dibuka dari atas. Sementara side panel/zippered front panel memiliki bukaan di samping (seperti koper). Keduanya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan, jadi pilih saja mana yang paling sesuai untuk kalian.
       

       
      Top loading backpack (kiri) dan front loading backpack (kanan). Foto: thewittywanderer 
       
      - Memilih tas punggung sama saja dengan memilih baju maupun sepatu. Kalian tidak tahu apakah sebuah tas cocok untuk kalian atau tidak sebelum mencobanya. Jadi jangan malas untuk mencoba saat berada di toko, dan jika perlu, isi tas dengan beberapa barang agar kalian dapat membayangkan berat dari tas yang sesungguhnya.
       
      Semoga bermanfaat!
       
    • By vie asano
      Bagi yang kerap main ke forum traveling, rasanya bunyi pengumuman seperti ini cukup familiar:
       
      Dicari, teman seperjalanan untuk pergi ke [isi dengan nama tempat favorit kalian] untuk tanggal [isi dengan tanggal yang kalian inginkan].
       
      Pengumuman seperti itu mungkin akan membuat sebagian traveller mengeryitkan sebelah mata, walau pastinya banyak yang menganggap hal tersebut sangat wajar. Yah, akui saja, nggak semua orang suka bepergian dengan orang yang nggak dikenal karena bermacam alasan. Salah satunya adalah adanya kekhawatiran nggak cocok dengan partner traveling yang akhirnya malah membuat rencana wisata jadi berantakan. Kekhawatiran itu cukup beralasan karena ternyata cukup banyak juga yang pernah mendapat “pengalaman unik†saat wisata bareng orang yang betul-betul baru. Berikut ini beberapa pengalaman dari unik dari para traveller bersama dengan partner travelling-nya yang bisa ditemukan di internet. Apakah kalian pernah mengalami hal-hal berikut ini?
       
       
      1: Bertemu Travel Partner yang Super Irit dan Super Kikir
       

      Ilustrasi facepalm, via gooverseas 
       
      Seorang traveller, yang menyebut dirinya sebagai hardcore-budget traveller, mengaku pernah berwisata dengan seorang partner yang ternyata jauh lebih kikir dari dirinya. Sang partner hampir selalu “lupa†membayar makanan yang telah dipesan, betah berlama-lama di tempat makan hanya dengan bersenjatakan minuman sebotol air mineral (sementara teman lainnya makan), nggak malu mengambil menu sarapan dari hotel untuk bekal makan seharian, dan tak sungkan untuk mencomot makanan dari partner lainnya dengan alasan “icip-icipâ€. Dia selalu mencari obyek wisata gratisan, dan menolak untuk naik kendaraan jika jarak tempuh ke sebuah obyek belum lebih dari 10 kilometer! Benar-benar partner travelling yang sukses bikin tepok jidat deh!
       
      Pesan moral:
      Memilih partner traveling itu wajib jika tak ingin mendapat partner yang “ajib†punya. Panduan untuk memilih partner travelling pernah dibagikan dalam thread ini: http://jalan2.com/forum/topic/15696-jangan-asal-memilih-teman-sebagai-partner-travelling/
       
      2: Travel Partner yang Dipilih Ternyata Seorang Penipu
       

      Ilustrasi kecewa saat travelling, via squaremouth 
       
      Ini mungkin termasuk salah satu partner travelling yang paling membuat trauma. Saat kita mencari pasangan untuk travelling, salah satu tujuannya adalah untuk mencari teman berbagi pengeluaran (share cost). Namun bagaimana jika sang partner nyaris tidak membayar biaya pengeluaran apapun padahal telah menikmati fasilitas tersebut, dan yang lebih buruk, dia kabur tanpa membayar bagiannya. Seorang traveller pernah membagikan pengalamannya dalam sebuah forum, dan akhirnya disimpulkan jika hal tersebut terjadi karena tidak adanya kesepakatan di awal tentang biaya yang akan dikeluarkan dan juga karena biaya tidak dikumpulkan di awal.
       
      Pesan moral:
      Rincilah semua perkiraan biaya yang dibutuhkan dalam sebuah perjalanan bersama partner travelling, dan jika memungkinkan, biaya patungan untuk keperluan bersama (seperti sewa mobil maupun sewa alat) sebaiknya dikumpulkan di awal.
       
      3: Dikerjai oleh Travel Partner
       

      Ilustrasi minuman dengan obat bius, via thouthcatalog 
       
      Pengalaman ini dibagikan oleh seorang solo traveller, sebut saja si A, saat bepergian ke suatu wilayah di Eropa. Saat tengah berada di stasiun, dia didekati oleh traveller lain. Setelah berbincang sejenak, mereka memutuskan untuk travelling bersama-sama. Sayangnya, ternyata “partner†baru tersebut ternyata berniat buruk. Dia mencampur minuman si A dengan obat bius, dan mengambil barang-barang berharga yang dimiliki oleh A. Wah, semoga ini tidak terjadi pada traveller lain ya!
       
      Pesan moral:
      Travelling bersama partner baru memang membutuhkan kepercayaan, namun jangan sampai mengendurkan kewaspadaan kalian.
       
      4: Travel Partner Nggak Open-mind
       
      Resiko saat pergi bersama orang yang betul-betul tidak dikenal adalah adanya kemungkinan kita akan bertemu dengan orang baru yang memiliki karakter ajaib. Seorang traveller pernah berbagi pengalamannya saat bepergian bersama partner baru ke sebuah negara dimana bahasa Inggris bukan merupakan bahasa pertama mereka. Dan coba tebak, sang partner selalu mengeluhkan setiap perbedaan budaya yang mereka hadapi. Yang lebih parah, dia pernah menyerang seseorang yang tak mengerti maksud perkataannya dan menyalahkan orang tersebut karena tak bisa berbahasa Inggris!
       
      Pesan moral:
      Sekali lagi, menyeleksi partner travelling itu wajib dilakukan.
       
      5: Ribetnya Traveling Bersama Traveller Kuper, Kudet, dan yang Lebih Parah, Tukang Curhat
       

      Ilustrasi sedih, via neclintit 
       
      Seorang traveller berbagi pengalamannya saat jalan dengan partner baru (wanita). Sang partner tersebut sepertinya jarang bepergian dan tampaknya nggak terlalu mengerti tentang seluk beluk traveling. Yang lebih parah, ternyata dia selalu mellow dan membawa problem rumahnya dalam acara wisata. Mau nggak mau traveller itu pun terpaksa bertindak juga sebagai konsultan pribadi selama momen wisata alias jadi pendengar setia setiap curhatnya!
       
      6: Hygiene Freak dan Ribet
       
      Satu lagi pengalaman dari seorang traveler yang membuktikan jika menyeleksi partner travelling itu penting. Seorang traveller wanita berbagi kisahnya saat menginap dengan partner baru di sebuah hotel. Diluar dugaan, partner tersebut ternyata super higienis. Saat dia tak sengaja menggunakan handuk milik sang partner, kehebohan pun terjadi karena sang partner mendadak murka dan mempermasalahkan tentang higienitas.
       
      Masih kisah tentang partner yang sama, ternyata sang partner pun punya kebiasaan yang unik. Tak hanya freak mengenai higienitas, namun dia juga termasuk jenis nocturnal alias selalu tidur sangat larut malam (alias menjelang dini hari). Akibatnya, waktu istirahat jadi terganggu karena sang partner kerap melakukan aktifitas hingga selepas tengah malam. Dia juga termasuk ribet dengan barang bawaan. Intinya, dia seorang partner yang super ribet deh!
       
      7: Terlalu Freak dengan Itinerary
       

      Berpatokan dengan itinerary itu penting, tapi kalau terlalu freak jelas mengganggu, via danaeavia 
       
      Kadang, ada saja traveller yang terlalu terpaku dengan itinerary. Dalam batasan tertentu, berpatokan pada itinerary memang penting untuk menjaga agar jadwal berlangsung seperti yang direncanakan. Tapi jika terus menerus memastikan itinerary hingga berulang kali (padahal dia sudah mengetahui itinerary tersebut), lama kelamaan itu akan membuat traveller lain yang pergi bersamanya menjadi gerah. Hal tersebut pernah dialami oleh seorang traveller yang lantas membagikan pengalamannya dalam website pribadinya.
       
      Itu hanya sebagian saja pengalaman unik yang pernah dialami bersama partner yang betul-betul belum dikenal. Pengalaman lainnya yang cukup sering dibagikan oleh traveller adalah bertemu dengan partner yang ternyata party goers, partner yang terlalu ingin menempel di setiap aktifitas, serta partner yang mudah histeris. Namun dari semua traveller yang pernah berbagi pengalaman menyebalkan bersama partner baru, hampir semuanya mengaku nggak kapok bepergian dengan orang yang betul-betul asing dan justru menganggap pengalaman-pengalaman buruk tersebut sebagai sebuah momen yang berkesan.
       
      Nah, diantara teman-teman yang pernah pergi bersama orang yang sama sekali asing, adakah pengalaman unik yang pernah didapat? Ayo bagi ceritanya dong
       
       
    • By vie asano
      Entah dengan traveler lain, namun saya termasuk salah satu traveler yang rutin melupakan beberapa benda maupun rutin melupakan beberapa hal setiap kali bepergian. Entah mengapa, walau sudah menyusun detail barang-barang yang harus dibawa dengan tingkat ketelitian level dewa, pastiiiiii ada saja benda-benda yang membuat saya berkata ups dan waduh setiap kali sampai ke tempat tujuan wisata. Mungkin tingkat ketelitiannya baru sampai di level Dewa Bujana kali ya? *ups*
       
      Back to the topic. Kali ini saya ingin sharing beberapa hal yang sering dilupakan oleh traveler, minimal oleh saya, sebelum pergi berwisata. Mudah-mudahan setelah melihat daftar berikut ini teman-teman bisa terhindar dari melakukan kesalahan yang sama (yang entah kenapa sering saya lakukan, hiks).
       
      1. Kantong plastik
       

       
      Foto 01:
      Kantong plastik. Kelihatannya sepele, tapi penting! [foto: Phrontis/wikimedia]
       
      Kenapa benda yang kelihatannya sepele ini menjadi yang pertama saya sebut? Karena benda ini termasuk salah satu yang paling sering saya lupakan. Walau terlihat sepele, kantong plastik punya banyak manfaat lho, mulai dari menjadi tempat penyimpanan baju kotor hingga sebagai kantong muntah. Saya cukup sering melupakan kantong plastik saat pergi berenang. Ujung-ujungnya, jika tidak menemukan kantong plastik di kolam renang, saya harus merelakan tas diisi oleh baju-baju basah (yang akhirnya menghasilkan bau lembab yang aduhai).
       
      2. Sikat gigi
       

       
      Foto 02:
      Benda yang satu ini juga sering terlupakan. Untung saja sikat gigi mudah ditemukan dimana saja dan harganya cukup terjangkau [foto: Jonas Bergsten/wikimedia]
       
      Tak sedikit traveler yang lupa membawa sikat gigi, khususnya yang akan pergi menginap di hotel. Biasanya wisatawan berasumsi jika sikat gigi sudah menjadi bagian dari fasilitas kamar hotel. Padahal tidak semua hotel menyediakan sikat gigi lho. Untungnya sikat gigi cukup murah dan mudah didapat di warung kecil sekalipun, jadi tak perlu khawatir seandainya kelupaan membawa sikat gigi saat akan bepergian.
       
      3. Lotion anti nyamuk
       

       
      Foto 03:
      Contoh produk anti nyamuk [foto: KaurJmeb/wikimedia]
       
      Saya termasuk orang yang gampang digigit nyamuk. Namun herannya, saya selalu saja lupa membawa lotion anti nyamuk. Karena nyamuk termasuk salah satu mahluk yang tidak mengenal batasan wilayah menggigit (alias bisa ada dimana saja), ujung-ujungnya saya kerap menghabiskan malam dengan berperang melawan nyamuk. Semua gara-gara kelupaan membawa lotion anti nyamuk.
       
      4. Produk-produk kebersihan
       

       
      Foto 04:
      Contoh produk hand sanitizer [foto: Wianwian/wikimedia]
       
      Maksud dari produk kebersihan disini bukannya sapu atau kain pel yah, namun aneka produk yang berhubungan dengan kebersihan diri maupun higienitas yang berguna untuk meminimalkan kontak dengan kuman maupun bakteri yang berpotensi mengganggu kesehatan. Misalnya saja hand sanitizer. Benda kecil ini bermanfaat untuk membersihkan tangan secara instan. Namun karena ukurannya yang kecil, terkadang saya lupa meletakkan hand sanitizer yang telah dibeli. Ujung-ujungnya harus beli yang baru (dan entah kenapa setiap kali beli baru, hand sanitizer lama selalu muncul lagi sehingga saya kerap memiliki hingga 3-4 buah hand sanitizer yang telah dibuka). Produk kebersihan lainnya yang kerap dilupakan adalah tisu basah, dan juga cairan pembersih antiseptik. Kelihatannya sepele ya, namun baru terasa penting saat kita mendadak harus menggunakan toilet umum di tempat wisata (yang kadang-kadang level kebersihannya mengkhawatirkan, bahkan minus).
       
      5. Mem-print rencana perjalanan
       
      Siapa yang suka lupa mem-print rencana perjalanan? Ayo ngacung! (saya ngacung pertama). Mungkin mem-print rencana perjalanan terlihat sepele, terlebih jika kita hanya bepergian ke tempat-tempat yang dekat saja, atau jika kita termasuk traveler dengan agenda wisata super free. Namun jika teman-teman memiliki jadwal perjalanan yang ketat, atau jika teman-teman memiliki kesulitan untuk mengingat detail rencana perjalanan, mem-print itinerary termasuk salah satu yang wajib dilakukan. Alternatifnya, kalian bisa mencatat itinerary di gadget kalian selama tidak melakukan point ke-6 di bawah ini.
       
      6. Gadget
       
      Saya pernah secara tak sengaja meninggalkan handphone di rumah saat pergi ke Bandung (waktu itu posisi di Jakarta). Memang sih hanya jaraknya cukup dekat yaitu hanya Jakarta-Bandung. Namun selama beberapa hari nggak terhubung dengan internet portable itu rasanya gimanaaa gitu. Jadi jangan sampai lupa membawa gadget saat akan berwisata. Terlebih jika kalian mencatat aneka itinerary dan detail perjalanan di gadget.
       
      7. Charger dan power bank
       
      Gadget sudah siap untuk diajak jalan-jalan. Bagaimana dengan charger dan power bank, sudah siap belum? Secanggih apapun gadget kalian, jika baterai-nya habis, maka takkan bisa digunakan lagi. Jadi sangatlah penting untuk selalu membawa charger (untuk men-charge gadget di tempat yang memiliki colokan listrik) dan juga power bank (untuk men-charge gadget di perjalanan) setiap kali bepergian. Dan jangan lupa untuk mengisi power bank hingga penuh sebelum bepergian, karena kita tak tahu kapan akan menemukan colokan listrik (terutama jika perginya ke daerah pelosok).
       
      8. Uang tunai
       

       
      Foto 05:
      Membawa uang tunai itu penting, namun tetap jangan berlebihan agar tidak mengundang bahaya [foto: Janos Korom Dr./wikimedia]
       
      Terkadang, ada saja traveler yang berpikir jika ATM ada dimanapun sehingga tak perlu membawa uang tunai. Well, jika kalian bepergian ke kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung, ATM memang seolah berserakan dimana saja. Tapi jika kalian pergi ke daerah yang agak pelosok maupun ke kota kecil, bisa jadi ATM akan sama langkanya dengan air di gurun pasir. Idealnya, setiap kali berwisata, selalu siapkan uang tunai secukupnya. Minimal untuk membayar berbagai tetek bengek yang kelihatannya sepele namun perlu, seperti membayar biaya transportasi.
       
      9. Mengecek prakiraan cuaca
       
      Saya rasa tak sedikit wisatawan yang kerap lupa mengecek prakiraan cuaca. Memang kegiatan tersebut kelihatannya sepele, namun penting. Memastikan prakiraan cuaca akan membantu kita menentukan kostum yang tepat untuk digunakan di daerah tersebut, plus perlengkapan apa saja yang harus disiapkan (contoh: payung, jas hujan, dll dsb).
       
      Kira-kira itulah sebagian benda/aktifitas yang kerap terlupakan saat berwisata. Kalau teman-teman sendiri paling sering melupakan benda maupun lupa melakukan aktifitas apa sebelum/saat berwisata?
       
      ***
       
      *Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
    • By vie asano
      Berwisata memang menyenangkan, terlebih jika kita pergi ke tempat yang memang sudah lama sekali ingin dikunjungi. Namun segala rencana wisata yang telah disusun matang-matang bisa buyar dalam sekejap jika sakit melanda sesaat sebelum jadwal wisata maupun saat tengah berlibur. Memang sih siapa yang bisa menduga datangnya penyakit yang bisa muncul kapan saja tanpa permisi dulu, termasuk saat kita sedang hepi-hepi. Walau begitu, bukan berarti kita tak bisa meminimalkan resiko terkena penyakit sebelum/saat berlibur maupun berusaha menjaga agar kondisi badan tetap fit selama berwisata, terlebih karena beberapa penyakit yang kerap muncul sebelum/saat berwisata seperti flu dan diare terkadang muncul karena kecerobohan kita. Yuk, mari intip beberapa tips untuk menjaga kesehatan sebelum/saat berwisata berikut ini yang saya sarikan dari berbagai sumber.
       
      Sebelum berangkat
      -Kumpulkan informasi terkini mengenai situasi daerah/kota/negara tujuan wisata. Informasi disini maksudnya bukan gosip yah, namun lebih ke informasi seputar cuaca, penyakit, kondisi kesehatan masyarakat setempat, dan sejenisnya. Tujuannya agar kita bisa mengantisipasi langkah apa yang harus dipersiapkan untuk menghadapi situasi-situasi di daerah/kota/negara tujuan wisata tersebut, mulai jenis pakaian yang harus dibawa, maupun melakukan vaksinasi tertentu.
      -Siapkan berbagai obat-obatan pribadi. Biasanya jenis obat-obatan yang wajib dibawa antara lain paracetamol (untuk mengurangi nyeri dan menurunkan panas), aspirin (pengurang nyeri ringan-sedang), clorpeniramine (untuk mengatasi alergi dan juga dapat digunakan sebagai obat anti mabuk perjalanan), antasida (mengurangi masalah lambung), dan antidiare.
      -Istirahat cukup dan minum vitamin. Dengan memperhatikan waktu istirahat dan juga menjaga asupan vitamin, diharapkan tubuh bisa berada dalam kondisi terbaik saat waktunya pergi wisata kelak.
       
      Saat berwisata
      -Kenakan pakaian yang sesuai dengan iklim di daerah tujuan. Tujuannya tentu saja untuk menjaga kondisi tubuh agar tidak kaget dengan iklim di daerah wisata dan meminimalkan potensi sakit karena perubahan cuaca. Itulah pentingnya melakukan riset terkini mengenai kondisi iklim daerah tujuan wisata sebelum bepergian.
       

       
      Foto 02:
      Salah kostum bisa jadi salah satu penyebab menurunnya kondisi tubuh. Eh, foto ini mah ilustrasi doang yah! [foto: SUMBER]
       
      -Sebisa mungkin pilihlah menu makanan sehat dan tetap memperhatikan keseimbangan gizi. Memang sih berwisata itu paling sip dan paling mantap untuk menjajal aneka kuliner khas daerah tujuan wisata. Tapi kan nggak lucu kalau kita terkena sembelit akibat terlalu asik makan daging dan lupa mengkonsumsi serat (contoh) maupun terkena berbagai penyakit lainnya seperti kolesterol, asam urat, maupun diare hanya gara-gara kalap menyantap berbagai jenis makanan lokal. Intinya, jangan lupa daratan saat menyantap makanan lokal dan selalu berpeganglah pada kondisi kesehatan pribadi.
      -Perhatikan kebersihan makanan dan minuman yang akan dikonsumsi. Ingat, diare termasuk salah satu penyakit yang rajin menghampiri wisatawan. Jadi tak ada salahnya memperhatikan masalah kebersihan tempat makan, higienitas makanan, dan isu-isu lain yang berkaitan dengan masalah kebersihan makanan.
      -Konsumsi banyak air putih. Berwisata dapat membuat tubuh cepat dehidrasi. Berhubung air minum bisa menjadi salah satu biaya tak terduga saat berwisata, tak ada salahnya berbekal botol air minum yang bisa diisi ulang.
      -Walau tengah berwisata, jangan lupa berolah raga agar badan tetap fit. Cara termudah adalah dengan rajin berjalan kaki untuk mencapai obyek-obyek wisata yang memungkinkan untuk dicapai dengan berjalan kaki.
      -Istirahat yang cukup. Kadang, karena terlalu senang kita lupa untuk beristirahat yang cukup. Padahal kurangnya istirahat bisa membuat badan kaget dan akhirnya kondisi tubuh pun menurun, yang akhirnya malah mengundang penyakit yang dapat membuat rencana liburan jadi berantakan.
      -Rajin mengkonsumsi vitamin untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap fit selama berlibur.
       
      Tips meminimalkan kontak dengan kuman
      Berwisata tak bisa dilepaskan dari isu-isu tentang kebersihan, dan tentu saja kuman. Kebersihan termasuk salah satu hal yang paling krusial untuk diperhatikan jika kita ingin tetap sehat selama berwisata, dan salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan meminimalkan kontak dengan kuman-kuman jahat yang berpotensi menjadi sumber penyakit. Memang sih kita tak bisa 100% bebas dari kuman (note: kalau takut kuman lebih baik nggak usah kemana-mana yah, hehe), namun setidaknya kita bisa mengurangi resiko terkena kuman jahat dengan beberapa langkah berikut ini.
      -Rajin cuci tangan menggunakan sabun. Sudah jadi rahasia umum jika tangan merupakan pintu masuk utama bagi kuman untuk masuk ke dalam tubuh. Namun sudah rahasia umum juga jika tidak semua tempat, khususnya toilet umum, menyediakan sabun cuci tangan yang memadai. Solusinya, tak ada salahnya membawa sabun cuci tangan dalam kemasan mini kemanapun kita pergi.
       

       
      Foto 04:
      Langkah-langkah mencuci tangan yang baik dan benar [foto: SUMBER]
       
      -Membawa tisu basah, lebih baik jika mengandung antiseptik. Tisu basah antiseptik wajib jadi sahabat para traveler karena bisa digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari membersihkan tangan hingga membersihkan dudukan toilet.
      -Hand sanitizer termasuk salah satu perlengkapan wajib untuk menjaga tangan tetap bersih, khususnya jika kita kesulitan menemukan air untuk cuci tangan.
      -Khusus bagi wanita, jangan lupa membawa ‘perlengkapan perang’ untuk menghadapi toilet umum. Sudah jadi rahasia umum jika wanita kerap bermusuhan dengan toilet umum yang terkadang kondisinya yaaa begitulah. Beberapa perlengkapan perang yang bisa dipertimbangkan, selain tisu basah, antara lain adalah toilet sanitizer (untuk membunuh kuman di bagian dudukan toilet duduk) dan cairan pembunuh kuman (untuk disiramkan ke lantai toilet jongkok maupun dicampurkan ke dalam air di toilet umum).
      -Jangan lupa untuk selalu berbekal masker. Tujuannya bukan hanya untuk melindungi diri dari kuman maupun penyakit yang bisa ditularkan melalui udara, namun juga agar tidak menulari orang lain kalau-kalau tiba-tiba kita sakit saat berwisata.
      -Jika kalian termasuk sangat peduli pada masalah higienitas, sebisa mungkin bawalah barang-barang pribadi yang mungkin akan digunakan saat perjalanan seperti selimut (khususnya jika pergi menggunakan pesawat) dan bantal traveling. Sudah jadi rahasia umum jika selimut yang disediakan oleh maskapai penerbangan kerap tidak dibersihkan dengan baik. Dan bantal untuk mengistirahatkan kepala mungkin sudah digunakan oleh berbagai orang dan mungkin saja belum dibersihkan dengan baik.
      Semoga bermanfaat!