Fitria Rosaline

Lebih baik ke colmar atau malaka?

10 posts in this topic

Selamat siang... Butuh saran dong... Saya ada waktu 2 hari full explore KL. Saya rasa 1 hari sudah cukup untuk keliling KL termasuk batucave. 1 hari lagi saya rencana mw sewa mobil include driver. Cuma saya masih bingung mending ke genting+colmar atau ke malaka+putrajaya? Menurut suhu2 di sini lebih baik kemana yah? 

Saya dapet sewa mobil inova RM400 untk ke malaka n putrajaya. Mahal kah?

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, HarrisWang said:

Melaka + Putrajaya, lebih banyak yang bisa di lihat daripada Genting + Colmar.

keburu kah mas bro melaka + putra jaya? kaki gempur ngak ya kalo di gabung kyk gitu?

Share this post


Link to post
Share on other sites
40 minutes ago, twindry said:

keburu kah mas bro melaka + putra jaya? kaki gempur ngak ya kalo di gabung kyk gitu?

Saya si tadiny mw ke malaka aj tp driver ny nawarin malaka putrajaya 

1 hour ago, HarrisWang said:

Melaka + Putrajaya, lebih banyak yang bisa di lihat daripada Genting + Colmar.

Soalnya Genting juga masih renovasi kan, belum ada aktivitas yang bisa digunakan :D 

Iy juga y tpi penasaran aj sama genting. Kayakny tggu udh kelar renov nya aj x y.

Share this post


Link to post
Share on other sites
34 minutes ago, Fitria Rosaline said:

Iy juga y tpi penasaran aj sama genting. Kayakny tggu udh kelar renov nya aj x y.

biar ada alasan buat balik :P dikit2 explorenya

Share this post


Link to post
Share on other sites
2 hours ago, twindry said:

keburu kah mas bro melaka + putra jaya? kaki gempur ngak ya kalo di gabung kyk gitu?

keburu, melaka sehari kelar, ga banyak juga hahahaha.

Cuma sayang kalau ngga nginap pas weekend, soalnya pasar malam jonker street cuma pas weekend. CMIIW

Share this post


Link to post
Share on other sites
4 hours ago, HarrisWang said:

Melaka + Putrajaya, lebih banyak yang bisa di lihat daripada Genting + Colmar.

Soalnya Genting juga masih renovasi kan, belum ada aktivitas yang bisa digunakan :D 

setuju mending ke melaka + putrajaya karena lebih banyak destinasi nya @Fitria Rosaline

kalau mau  di Day 1 juga kamu bisa tuh ke Colmar bentar :) 

Share this post


Link to post
Share on other sites
2 hours ago, twindry said:
31 minutes ago, deffa said:

setuju mending ke melaka + putrajaya karena lebih banyak destinasi nya @Fitria Rosaline

kalau mau  di Day 1 juga kamu bisa tuh ke Colmar bentar :) 

Baiklah kayakny a qke malaka aj

 Klo tarif mobilny inova RM400 all in mahal gk y

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By Desyzulfiani
      Saya akan ke kl awal bln nov ini ada yg mau pergi juga,,, yuk sama2.. kami berangkat dr kota medan.
    • By Kevin Minion
      All... 
      Temen ada nanya k'lo ke genting resort ada alternative selain naik kereta gantung (skyway)? 
    • By Hasdevi Agrippina Dradjat
      Genting Highlands atau Tanah Tinggi Genting adalah puncak gunung dari kawasan pegunungan Titiwangsa di Malaysia. Tempat ini juga merupakan tempat resort terkenal dengan nama yang sama.
      Genting Highlands sudah lama menjadi salah satu destinasi wisata tujuan favorit para wisatawan. Tidak mengherankan banyak wisatawan datang dan berkunjung ke Genting karena ingin menyaksikan sendiri keindahan wisata yang ditawarkan oleh Genting.
      Genting sendiri terletak di antara dua negara bagian Malaysia. Negara bagian tersebut adalah Pahang dan Selangor. Untuk mencapai Genting, waktu yang diperlukan adalah sekitar 1 jam sejak dari Kuala Lumpur.
      Apakah kamu penasaran dan ingin segera mengetahui destinasi wisata apa sajakah di Genting yang dapat kamu sambangi? Pada kesempatan kali ini, kita akan membahasnya dalam menelusuri Genting, destinasi wisata yang menyenangkan di Malaysia berikut ini.
       
      Perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Genting

      Dari Kuala Lumpur menuju Genting via Belajar Sampai Tua
       
      Ketika sudah memutuskan ingin menjelajahi Genting, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mencari transportasi terbaik untuk mencapai Genting.
      Nah, salah satu alternative yang biasanya seringkali dijadikan sebagai pilihan berkendara dari Kuala Lumpur menuju Genting adalah dengan menaiki bus.
       

      Menaiki Bus Menuju Genting via Prediksi Bola
       
      Salah satu jenis transportasi yang tentunya dapat dijadikan pilihan adalah bus. Perjalanan dengan menaiki bus sangat terjangkau dan nyaman sehingga banyak orang memilih untuk menaiki bus.
      Kamu dapat menaiki bus dengan tulisan “Go Genting” yang biasanya berwarna merah. Kamu dapat menaiki bus ini dari KL Sentral maupun Pudu Sentral.
      Untuk masalah kursi, nomor kursi sendiri sudah tercantum di tiket sehingga kamu tidak perlu khawatir akan kehabisan nomor kursi bus. Jika kamu menaiki bus dengan tulisan “Go Genting” ini, kamu juga sudah mendapatkan tiket untuk menaiki fasilitas skyway.
      Fasilitas skyway sendiri merupakan kereta gantung. Fasilitas ini disuguhkan semacam rekreasi menaiki kereta gantung.
      Kereta gantung ini cenderung cukup tinggi karena bahkan konon seolah-olah terasa seperti sudah berada di awan.
      Biaya yang harus kamu keluarkan adalah sekitar 60 ringgit per orang. Tiket ini memang sudah termasuk dengan tiket untuk menaiki cable car. Bahkan kamu juga dapat mencoba untuk memasuki outdoor theme park.
      Tetapi, jika kamu tidak ingin menaiki cable car, kamu dapat memilih alternative lainnya. Alternatif lain tersebut adalah kamu dapat membeli tiket bus tanpa cable car. Nah, nanti begitu sampai di Genting, kamu dapat membeli tiket sendiri. Harga tiket untuk bolak-balik adalah sekitar 12.8 ringgit.
       
      Mengunjungi Pusat Wisata di Genting dengan Cable Car

      Mengunjungi Genting via Cibuka
       
      Selanjutnya, kamu dapat memulai petualanganmu ketika berada di Genting. Kamu dapat mencoba untuk mengunjungi pusat wisata di Genting dengan menggunakan cable car.
      Menggunakan Genting Skyway ini merupakan salah satu alternative transportasi yang digemari terutama jika kamu ingin menyaksikan pemandangan dari atas bukit.
      Genting Highland cable car ini merupakan kereta gantung tercepat dan terpanjang yang terdapat di Asia Tenggara. Pemandangan berupa pegunungan yang indah dengan hawa dingin akan langsung terasa begitu kamu menyambangi tempat ini.
      Cable car di Genting merupakan cable car yang terpanjang di Asia. Cable car ini memiliki panjang sekitar 4 kilometer. Biasanya, waktu yang diperlukan untuk menempuh perjalanan dari perjalanan one way adalah sekitar 20 menit. Jika kamu menempuh perjalanan return, waktu yang dibutuhkan adalah sekitar 40 menit.
      Nah, kalau kamu menggunakan fasilitas bus, biasanya bus tersebut akan berhenti di salah satu stasiun cable car ini. Selanjutnya, kamu akan dapat melanjutkan perjalanan ke Genting dengan menggunakan cable car.
      Namun, sebagai saran, sebaiknya kamu membeli tiket return saja ketika membeli tiket untuk cable car ini. Hal ini dikarenakan kalau kamu membeli tiket one way, berarti kamu harus membeli tiket untuk pulang.
      Nah, biasanya terjadi antrian yang sangat panjang terutama pada hari Sabtu dan Minggu sehingga sebaiknya kamu sudah mempersiapkan diri dengan membeli tiket return. Menaiki cable car di Genting tentu akan menjadi pengalaman yang menyenangkan karena kamu dapat melihat pemandangan hutan tropis di sekitar pegunungan Genting.
      Suhu di tempat ini berkisar antara 14 hingga 25 derajat celcius. Fasilitas wisata ditempat ini berupa 5 gedung pertunjukan, 5 hotel berbintang, lapangan golf, taman bermain yang mewah, restoran, dan satu-satunya Kasino legal yang ada di Malaysia.
       
      Mengunjungi Amusement Park di Resort World Genting Highlands

      Seru-seruan di Genting via Gamaantara
       
      Selanjutnya, inilah dia destinasi wisata di Genting yang dapat kamu jadikan sebagai pilihan. Destinasi wisata ini adalah Amusement Park di Genting.
      Untuk Amusement Park sendiri dibagi menjadi dua jenis yaitu indoor dan outdoor. Pada bagian indoor, terdapat banyak sekali hiburan yang menarik. Bagian indoor ini berada di hotel First World yang merupakan hotel terbesar ketiga di seluruh dunia.
       
      Menyambangi Ice World
      Salah satunya adalah Ice World. Kawasan Ice World ini cenderung sangat dingin sekali dengan suhu yang mencapai minus 10 derajat celcius.
       

      Ice World via RW Genting
       
      Ice World sendiri tempatnya tidak begitu besar, tetapi kamu dapat mencoba untuk bermain lempar-lemparan salju ketika menyambangi tempat ini. Selain itu, kamu juga bisa mencoba untuk meluncur dengan menggunakan ban.
      Ketika menyambangi Ice World, kamu dapat melihat istana es batu. Suasananya mirip seperti ketika salju di negara dengan empat musim walaupun agak berbeda.
      Di sini, kamu dapat melihat salju buatan yang ditumpuk-tumpuk dan dijadikan seperti mainan dan juga bentuk bangunan. Selain itu, ada pula salju yang disemprotkan dari bagian atas.
      Karena berbentuk salju buatan, sehingga ketika mesinnya sedang macet, saljunya pun akan cepat mencair dan membuat karpet menjadi basah.
      Nah, tetapi ketika kamu berada di tempat ini, kamu tidak diperbolehkan untuk membawa kamera ataupun berfoto dengan ponsel. Akan ada fotografer resmi yang memfotomu, dan kamu diperbolehkan untuk membawa hasil jepretan ini setelah kamu membayar sejumlah uang pada pihak fotografer resmi tersebut.
       
      Replika Menara Eiffel, Big Ben dan juga Venesia

      Replika Venesia via Docgelo
       
      Ini dia salah satu keunikan lainnya yang terdapat di Genting. Masih berlokasi di Resort World Genting Highlands, kamu dapat menemukan berbagai spot menyenangkan lainnya.
      Di tempat ini, kamu dapat menemukan replika menara Eiffel, jam Big Ben, bahkan juga replika sekoci Venesia. Ya, kamu bisa berfoto di replika Eiffel, maupun jam Big Ben tersebut.
      Nah, bagi kamu yang ingin merasakan seperti apa rasanya menaiki sekoci dan merasakan seperti seolah-olah berada di Venesia, kamu dapat mencoba menyambangi tempat ini. Di sini, tersedia beberapa sekoci yang digerakkan dengan menggunakan mesin dan akan membawamu mengelilingi sungai buatan di sini. Sungai buatan juga terdapat di bagian indoor room.
       
      Genting Skyland Venture

      Ferris Wheel via Flickr
       
      Genting masih menawarkan berbagai spot wisata lainnya yang dapat kamu sambangi. Nah, kali ini ada Genting Skyland Venture.
      Di tempat ini, kamu dapat masuk ke dalam ruangan yang dilengkapi dengan kipas angin dengan kecepatan tinggi. Selain itu, kamu dapat merasakan melayang tanpa adanya gravitasi.
      Di tempat ini, kamu juga dapat menyaksikan atau juga mencoba atraksi lainnya seperti ferris wheel dan juga roller coaster. Ya, rasakanlah sensasi mencoba ferris wheel dan roller coaster di dalam ruangan sehingga tentu saja terasa berbeda.
       
      Sekilas Mengenai Permainan Judi di Genting
      Kawasan Genting menyediakan sebuah area kasino yang dikelola oleh Genting Group. Nah, di tempat ini merupakan satu-satunya arena legal untuk permainan kasino atau judi yang terdapat di Malaysia.
      Bagi kamu yang penasaran ataupun berminat ingin mencoba bermain judi di Genting, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan. Pastikan kamu mengenakan pakaian yang rapi seperti kemeja dengan dasi. Selain itu, kamu bisa juga mengenakan batik jika kamu ingin.
      Sebelum memasuki arena kasino, pihak petugas akan mengecek terlebih dahulu dokumenmu. Setelah itu, jika diperbolehkan, barulah kamu dapat memasuki arena kasino.
      Bagi warga negara Malaysia sendiri, hanya warga keturunan Tionghoa dan India yang diperbolehkan untuk masuk sementara warga Melayu tidak boleh sama sekali. Atau bagi kamu yang penasaran, kamu dapat mencoba untuk melihat seperti apakah suasana kasino tersebut. Namun, kamu tidak diperbolehkan untuk memotret seperti apa suasana di dalam kasino tersebut.
       
      Outdoor Theme Park

      Outdoor Theme Park via Skyscraper City
       
      Selain menikmati indoor theme park, kamu juga bisa menyambangi outdoor theme park yang terdapat di Genting Highland ini. Suasana yang tercipta mirip seperti ketika berada di Dufan.
      Kamu dapat mencoba menaiki berbagai jenis atraksi yang disajikan di sini. Tetapi, jangan lupa untuk mengenakan pakaian yang nyaman dan membuatmu hangat. Hal ini dikarenakan cuaca di Genting tergolong sangat dingin.
      Bahkan, terkadang seringkali terjadi hujan. Sehingga sebaiknya kamu mengenakan jas hujan juga agar tidak terkena hujan. Beberapa jenis permainan yang dapat kamu nikmati di outdoor theme park ini seperti roller coaster dan masih banyak lainnya.
       
      Shopping di Genting

      Shopping via Asiawebdirect
       
      Nah, bagi kamu yang menyukai kegiatan shopping, menyambangi Genting juga tidak ada salahnya. Ketika menyambangi Genting, kamu akan dapat melihat berbagai toko yang tentunya menyenangkan untuk disambangi. Berbelanja di sini pun menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan, bukan?
      Pada bagian indoor, kamu dapat menemukan berbagai toko dengan brand internasional. Biasanya toko-toko ini selalu sale. Menyenangkan sekali, bukan?
      Bagi yang baru pertama kali ke Genting biasanya akan merasa pusing. Hal ini karena banyak sekali jalan yang terhubung satu sama lainnya. Tetapi, untungnya petunjuk-petunjuk tersebut lumayan lengkap. Sehingga, kecil kemungkinan kamu akan merasa tersesat.
       
      Menyambangi Kuil Chin Swee

      Kuil Chin Swee via Cibuka
       
      Bagi kamu yang ingin merasakan suasana lain yang berbeda dari yang ditawarkan oleh Genting Highlands Resort, kamu bisa mencoba untuk menyambangi kuil Chin Swee yang juga terletak di Genting ini.
      Kuil ini memiliki pemandangan yang sangat indah. Untuk mencapai Chin Swee Temple ini, kamu dapat menaiki shuttle bus yang terdapat di depan lobi hotel Highland. Nah, shuttle bus ini ada setiap jam sekali dari pukul 9 pagi sehingga kamu dapat menyesuaikannya dengan jadwalmu.
      Yang lebih menyenangkan lagi adalah shuttle bus ini tersedia secara gratis sehingga kamu dapat menaikinya tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun. Waktu tempuh yang kamu butuhkan adalah sekitar 10 menit.
      Ketika menyambangi kuil ini, kamu dapat melihat interior kuil yang tampak megah dan indah. Di dalamnya terdapat ukiran naga dan ikan. Di dalam kuil ini terdapat tangga menuju ke atas sehingga kamu dapat melihat dengan luas orang yang sedang berdoa.
      Letak kuil ini sendiri berada di lantai ke 7. Sementara itu, saat sedang baru sampai di lobi, kamu akan tiba di lantai 12. Kamu dapat mencoba mencicipi restoran vegetarian yang terdapat di sebelah kanan.
      Selanjutnya, kamu dapat mencoba menaiki lantai untuk mencapai lantai 13 yang merupakan lantai tertinggi. Sesampainya di sana, kamu dapat melihat pemandangan yang luar biasa indah.
      Kamu dapat melihat pemandangan patung Big Buddha dan juga patung Dewi Kwam Im. Nah, selama berada di atas, kondisi cuaca sangat dingin sehingga sangat disarankan untukmu mengenakan jaket.
      Di tempat ini, terdapat sebuah tempat yang bernama journey to enlightment. Jalannya sendiri berada di samping patung Big Buddha.
      Journey to enlightment adalah sebuah jalan mendaki ke atas untuk melihat bagaimana siksaan di alam neraka dari level satu sampai level delapan. Semua ilustrasi dalam bentuk patung yang seolah menggambarkan kalau di alam siksaan itu tidak ada yang menyenangkan. Roh-roh akan disiksa secara berulang-ulang.
      Jika kamu ingin menyisihkan sekitar 20 ringgit, kamu dapat membeli papan kayu yang digantung di Wishes Tree. Di sana, setiap kayu akan dibakar setiap tanggal 1 dan 15 menurut tanggalan Cina. Selain itu, kayu-kayu ini juga akan didoakan.
       
      Menikmati Makanan di Ming Ren Restaurant

      Menikmati makanan di Ming Ren Restaurant via Titiw
       
      Menyambangi Genting belum lengkap rasanya jika kamu belum melengkapinya dengan mencicipi kuliner di Genting. Nah, salah satunya kamu dapat mencoba menikmati kuliner di Ming Ren Restaurant.
      Restoran ini memiliki lamb speciality dimana hampir seluruh kulinernya memang terbuat dari daging domba atau kambing. Nah, bahkan kamu dapat mencoba untuk mencicipi es krim yang juga berasal dari sari-sari domba. Es krim tersebut bernama Special Xinjiang Almond & Pistachio Ice Cream”. 
      Beberapa jenis makanan yang dapat kamu cicipi ketika menikmati kuliner di restoran ini adalah udang tepung, yam soup, ikan asam manis dan nasi kuning. Selain itu, kamu juga dapat mencoba untuk mencicipi iga domba panggang dan juga sate lamb skewer dan disajikan dengan semacam tusukan konde.
      Untuk dessert, kamu dapat mencoba untuk mencicipi jus stroberi dan juga papaya. Untuk masalah rasa, rasanya sendiri cenderung lembut seperti smoothies. Bagi kamu yang menyukai susu tentu akan merasa senang dalam mencicipinya.
      Selain itu, kamu juga dapat mencoba untuk mencicipi jus jeruk dan wortel. Kamu juga dapat mencicipi Mint Almond Bean Curd Jelly. Puding tersebut adalah pudding mint yang terasa sangat nikmat.
       
      Nah, itulah dia pembahasan mengenai menelusuri Genting, destinasi wisata yang menyenangkan di Malaysia. Genting rupanya merupakan salah satu destinasi wisata favorit yang mampu menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan untuk dapat datang menyambanginya.
      Happy traveling!
    • By Titi Setianingsih
      Selamat malam Jalan2er,,,!   Tahun 2014 tepatnya tanggal 4 - 6 April, saya berdua teman saya pergi ke Kuala Lumpur, berawal dari promo Tiger Air dengan slogan " JKT - KL hanya 90.000", siapa yang tidak tertarik kan ? Tanpa pikir panjang saya langsung menghubungi teman saya untuk kirim foto paspor, karena akan segera booking via website Tiger. Begitu browsing2 dan mengklik tujuan yang dipilih, angka yang muncul kurang lebih Rp.500.00,- PP, tapi karena teman saya mau dengan harga yang berbeda akhirnya saya selesaikan transaksinya. Dan angka segitu PP juga sudah murah sekali kan ? Belum juga kami berangkat ke KL, di internet muncul pemberitaan kalau Tiger Air menutup penerbangan JKT-KL-JKT. Saya sempat deg2an, khawatir teman saya kecewa, tapi teman saya mengikhlaskan uangnya ilang, toh gak mahal2 amat kok. Hingga minggu berikutnya ada promo Tiger lagi di koran, dan kalau mau beli harus datang langsung ke Senayan, sayapun bersama anak saya antri panjang buanget, barangkali 3 jam berdiri, hanya untuk mendapatkan tiket murah ke Singapura. Kejadiannya sama, begitu sampai depan petugas, tiket yang dipromokan cuma ada untuk berangkatnya, dan total PP seharga Rp. 480.000,-..masih murah juga kan ? Akhirnya deal ambil tiket ke Singapura untuk saya, anak2 dan teman saya / berempat. Ketika sudah selesai dicarikan nomor penerbangan kami bayar di kasir, antri juga. Iseng2 saya nanya ke petugas perihal penutupan penerbangan JKT-KL-JKT. Ternyata yang dimaksud adalah penerbangan yang langsung yang dibatalkan, tapi seandainya saya mau dirubah tiketnya menjadi transit di Singapura maka tiket yang sudah terbeli tidak akan batal. Girang juga saya, dengan berbekal nomor telpon maskapai yang dikasih petugas di Senayan, saya telpon, dan nyambungnya memang lama sekali, karena saya yakin pasti banyak calon penumpang yang menelpon dengan urusan yang sama. Dan akhirnya berhasil di urus, dan alhamdulillah tidak jadi batal jalan2nya,,,,,sesuatu,,,,!! Sementara tiket JKT-SIN-JKT sudah dipegang juga untuk bulan yang berbeda. Itulah sedikit keribedan yang terjadi ketika hendak melancong ke mancanegara,,,,sedikit bikin kapok.   Hari H kami berangkat berdua, anak2 gak ngiri karena kan sudah ada tiket ke Singapura bareng mereka pas liburan nanti ?      Kami menggunakan guide lokal, karena kami hanya pergi berdua dan sama2 belum berani backpeckeran kaya sekarang. Untuk pesawat Tiger Air Mandala (saat itu) mendarat via bandara LCCT, bandara yang menjadi pilihan para travellers karena tergolong murah.    Bandaranyapun tergolong sederhana, kesan pertama sangat semrawut. Dan ketika ada seorang laki2 masih muda berparas India berdiri didepan pintu keluar dengan membawa kertas bertuliskan nama kami, kamipun jadi lega, karena tidak harus menunggu lama2 di negeri orang, yang konon belum tahu arah mata angin disana. Namun ternyata guide kami beda lagi, kami minta guide yang bisa bahasa Melayu, dan guide yang dijanjikan juga segera datang, kali ini berparas China. Rupanya di Malaysia sangat beragam juga masyarakat yang tinggal disana, bedanya, kalau di Indonesia orang keturunan India tidak ada yang bekerja membaur dengan warga negara aslinya.    Kalau tidak salah kami tiba jam 10an waktu setempat, Itinerary sebagai berikut :

      Hari Pertama : 

      1. Istana Negara Malaysia  
      Istana Negara adalah tempat berdiamnya Yang di-Pertuan Agong dan Raja Permaisuri Agong Malaysia. Istana ini berdiri di atas lahan seluas 241,3 hektar. Istana ini awalnya merupakan rumah besar yang dibangun oleh milyuner Cina Chan Wing pada tahun 1928.   Seperti kita ketahui bersama bahwa Istana Negara tidak bisa kita masuki secara bebas, maka pengunjung biasanya hanya bisa foto2 dihalaman istana saja, didepan pintu gerbang, di dinding yang bertuliskan istana negara yang merupakan icon Malaysia. Meskipun wisatawan tidak diperbolehkan masuk kedalam area istana, tapi lokasi ini tetap menjadi salah satu tujuan wisata wajib bagi para wisatawan yang berkunjung ke Kuala Lumpur.
          Berfoto dengan penjaga istana juga diperbolehkan, buat obat kecewa karena tidak bisa melihat kubah emas dari istana ini lama2. Ya sutralah,,,,sudah puas hanya berfoto dengan kuda kerajaan dan penunggangnya. Seharusnya kalau sabar menunggu kita bisa lihat upacara pergantian petugas jaga istana ini, tiap 1 jam petugas berkuda diganti, sedang yang berdiri tiap 2 jam digantinya, tapi karena terburu waktu maka kami buru2 lanjutkan ke tempat lainnya.   2. Tugu Negara Malaysia 

      Tinggi tugu ini kurang lebih 15 meter dan terbuat dari Perunggu. Tugu ini dibuat untuk menghormati 11.000 pahlawan Malaysia yang telah gugur pada Perang Dunia I, Perang Dunia II dan pada masa Kedaruratan Tanah Melayu.          Lokasi ini lumayan luas, diujung halaman terdapat patung perjuangan para pahlawan, yang melambangkan kepemimpinan, penderitaan, persatuan, kesiagaan, kekuatan, keberanian, dan pengorbanan.(yang paling kiri bukan patung loh yaaaa,,,).     Di prasasti dibawah tertulis lengkap keterangan mengenai Tugu Negara ini. Nama2 pahlawan yang gugur tertulis juga di monumennya.       
      3. National Mosque Malaysia     Masjid ini muat jamaah sebanyak 15.000 orang, sebelum ada Masjid Biru di Syah Alam maka masjid Negara ini adalah yang terbesar. Dibangun pada tahun 1963 dan diresmikan tahun 1965, masjid Negara merupakan lambang keagungan Islam sebagai agama resmi di Malaysia. Kawasan Masjid Negara seluas 13 hektare dan bangunan utamanya memenuhi lebih kurang 3 hektare. Seluruh kawasan masjid dikelilingi oleh tembok beton dan sebagian lagi oleh pagar berhias   Kalau lihat bangunannya, arsitekturnya sudah modern, gerbang masuknya menyerupai rumah panggung Melayu yang dibangun di atas tonggak. Bentuk menara dan atapnya seperti payung kerajaan. Nuansa kerajaan sangat kental di masjid ini.    4.Menara Kembar Petronas.   Gak sabar rasanya pingin sampai ke Menara Kembar Petronas, kepengin menyaksikan situasinya di siang hari. Pas lagi terik2nya ketika kami sampai sini, dan kebetulan area sekitar menara juga sedang ada renovasi, sehingga kami tidak bisa ambil foto dekat2 dengan menara, sebagai icon kota Kuala Lumpur yang termashur itu.  

      Menara Petronas atau Menara Kembar Petronas merupakan sepasang menara kembar yang pernah menjadi bangunan tertinggi di dunia pada tahun 1998-2004, sekarang menara tertinggi adalah Burj Khalifa di Dubai. Namun, kedua menara ini masih merupakan pencakar langit kembar tertinggi di dunia pada abad ke-20. Jika dilihat dari dekat, menara ini kokoh sekali, arsitekturnya tetap mengacu kepada arsitektur Islam.

      Kami tidak lama disini, hanya singgah saja karena rencananya nanti malam akan balik lagi sambil melihat air mancur berwarna warni, dan itu ada di malam hari.   5. Dataran Merdeka

      Disini dulunya adalah pusat pemerintahan sebelum pindah ke Putrajaya. Banyak sekali gedung2 lama yang masih terawat rapih, ada museum, gereja, dan gedung2 lainnya, sayangnya handphone kami lowbath sehingga tidak bisa mengabadikan keindahan tempat ini. Di belakang saya nampak gedung "National Textile Museum" warnanya khas  warna merah dan putih yang membedakan dengan gedung lainnya. Museum ini berisi pakaian tradisional Malaysia dan berbagai pakaian dari jaman dulu hingga saat ini.       6. Beryl's Chocolate

      Kami singgah ke pabrik cokelat Beryl's namun kami tidak membeli banyak disini, hanya untuk oleh2 anak saya saja. Karena harga cokelat di sini lumayan mahal,mungkin karena kemasannya per toples, 1 toples yang berisi 500 gram cokelat harganya RM 44,5 atau sekitar Rp 128 ribu. paling enak kalau ndapetin produk Beryl’s yang lagi promo, misalnya beli 3 kotak kecil yang berukuran 50 gram dengan harga RM 19,9 atau sekitar Rp 57 ribu.        Mupeng pada akhirnya, karena di tempat ini segala jenis cokelat disediakan sampel, jadi kalau terasa enak maka kita akan tergoda membelinya. Supaya tidak jebol kantong kita, mendingan buru2 keluar saja yuuukkkk,,,baru saja sampai sudah main comot sana sini,,,,xixixixixi   7. Hotel Corona 

      Selesai jalan kami masuk ke hotel. Hotel kami berada di Jl Bukit Bintang, Corona Inn, adalah hotel bintang 3 di Kualalumpur. Harganya tidak terlalu mahal, lokasi strategis. Akses untuk belanja, mencari makan, atau transport sangat terjangkau . Room nya nyaman, shower nya panas dan dingin, AC nya juga lumayan dingin, tidak ada kolam renang, dan petugasnya ramah. Alamat lengkapnya : Jalan Bukit Bintang, Bukit Bintang, 50200 Kuala Lumpur, Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, Malaysia.  Telepon  : +60 3-2144 3888.    
      Lokasinya bersebelahan dengan Jl Alor, sebuah jalan yang sangat terkenal di Kuala Lumpur, sebagai pusat kuliner malam hari. namun kudu hati2 disini, carilah restoran yang benar2 menyajikan menu halal, karena kebanyakan penjual nya menjual masakan khas Thailand yang cenderung tidak halal. Saking bingungnya kamipun terdampar di resto sea food, dengan memilih menu Tom Yam, semoga halal.    
      Penasaran dengan durian Bangkok, maka kami sempatkan beli di Jalan Alor, satu kemasan seharga 20RM. Juga mangga jenis mini, perasaan di Indonesia belum ada ya ? Dan setelah dicicipi memang manis dan asam campur jadi satu, jadi sangat segar, bisa bikin mata melek.
       
      Ini keramaian di Jl Alor, sepanjang kanan kiri jalan tempat kuliner, tapi daya tampung perut juga ada batasnya, jadi tak perlu mupeng2 amat, carilah makanan yang jarang kita makan. 
        8. Surya KLCC

      Setelah cukup istirahat di hotel, kami melanjutkan jalan2nya sendiri, tanpa guide. Dari hotel kami jalan kaki menuju Jl Bukit Bintang untuk menukar Ringgit terlebih dahulu. Kemudian kami jalan hingga jauh, sesekali mampir ke toko yang jual souvenir, karena yang di pinggir kalan pasti harganya lebih murah. Pernak pernik souvenir apa saja ada, kami hanya beli gantungan kunci, miniatur Menara Kembar Petronas dan lain2nya yang bergambar icon2 Malaysia. Dan sore itu hujan,,,,,,kamipun akhirnya beli payung (tapi bukan payung bergambar icon KL yaaa,,).

      Sesudah itu kami naik taksi menuju Menara Kembar Petronas lagi, kami kepingin lihat suasananya di malam hari. Karena hujan maka kami duduk2 dulu di lobby mall yang bernama Suria KLCC. Suria KLCC adalah sebuah pusat perbelanjaan terbesar di Kuala Lumpur, lokasinya tepat di bawah Menara Kembar Petronas, setinggi 5 lantai.  Di luarnya, terdapat taman KLCC yang memiliki kolam dengan air mancur simfonik, kolam dan taman bermain serta trek joging. Di mall ini kami bertemu dengan orang Indonesia yang sedang berbelanja, dia menawarkan untuk memfoto kami, dan akhirnya kami bertiga keliling2 ke sekitar taman.           Ini dia air mancur menarinya, begitu musik diputar, air mancurnya ber-putar2 dengan aneka lampu warna-warni yang menghiasi taman itu. Sayangnya masih gerimis jadi tidak berani mendekat, cukup menikmati dari jauh saja.  Oh ya,,sebelum balik ke hotel kami sempatkan makam malam di fast food di basement, entah apa nama makanannya, yang penting cucok di lidah.
           
      Hari Kedua :   Hari ini rencana full mau ke Genting Highland, kaya apa siy rasanya naik kereta gantung ? Selesai sarapan pagi di hotel, kami dijemput untuk diantar menuju ke Terminal Pudu Raya, sekarang namanya  Pudu Sentral ya ?

      Pudu Sentral mulai beroperasi pada tahun 1976 dan direnovasi 2006, kemudian sebagian bus dipindahkan ke terminal baru untuk mengurangi kemacetan lalu lintas. Memang terlihat nyaman dan aman terminalnya, karena untuk masuk terminal saja kita kudu menggunakan alat canggih semacam fingerscan. Saat ini Pudu Sentral menjadi Pusat Transformasi Perkotaan Kuala Lumpur.
       
      Dari Pudu Sentral kita naik bus ke stasiun Genting Skyway di Gohtong Jaya kurang lebih 51 km dari Kuala Lumpur. Stasiun ini luas juga, dan berlantai 5, saya yang baru pertama kali kesini boleh bingung dong ?? Karena baik tiket bus dan tiket skyway sudah dibelikan oleh guide, jadi kami tidak harus antri beli tiket dan tidak harus khawatir kehabisan tiket.
       
      Cuaca di Gohtong Jaya mendung, tapi skyway tetap di berangkatkan. Bismillah,,,semoga selamat selama perjalanan, sebenernya  sampai di Resort Hotel / stasiun skyway yang di atas itu kurang lebih 15-20 menit, tergantung cuaca. Tapi kalau mendengar cerita orang2 kok kayaknya serem bener ? Saking penasarannya makanya kami mau coba. Biar hati deg2an, poto jangan lupa dooong ???
       
      Tuh gondolanya dibelakang saya, muatnya 8 orang, waktu kami naik hanya kami berdua, mungkin lagi sepi pengunjung ya ? Tapi malah kebetulan, siapa tahu kami norak nantinya kan gak malu ? Maklum ini kali pertama saya naik skyway,,,xixixixixi

      Begitu naik pintu segera dikunci, gak ada silbelt, makanya pastikan pintu terkunci ya,,,? Rasanya siy pelan2 jalannya gondola, tapi entah yang melihatnya ? Kalau sesuai aturan yang sampainya 15 menit itu menggunakan kecepatan sekitar 20 km/jam. Yang jelas kami takut, apalagi saya ? Astaghfirullahal'adziim,,,,Allahu Akbar,,,,mungkin sampai setengah perjalanan saya belum berani bercanda, alias khusuk berdoa.

              Baru sesudah agak tenang, bisa foto2 di dalam gondola. Tapi rupanya ketenangan yang terjadi tidak lama. Baru beberapa menit berjalan, gerimis datang, dan lama2 lebat, disertai angin, gondolapun terguncang / ber-goyang2. Ya Allah,,,ampuni dosa2 hamba,,,!! Apa yang terbayang jika situasi mencekam ini terjadi ? Bayangan kami, seperti malaikat maut hendak menjemput.        Dan makin ke atas kabutpun datang, gondola di depan kami nyaris tak kelihatan, jarak pandang kami tidak sampai 2 meteran, kami  hanya bisa membisu. Alhamdulillah tak berapa lama sampailah kami di stasiun skyway Resort Hotel.         Ternyata Genting Highland merupakan daerah di Pegunungan TitiWangsa yang melintang di utara wilayah Thailand dan ke selatan mengarah ke Malaysia. Kalau yang pelajaran Geografinya lupa atau tidak ingat kan gak terbayang ya ? Pegunungan ini mempunyai tinggi sekitar 2,000an mdpl dan panjangnya hampir 500 km, dari mana kemana coba ? Sehingga naik skyway disini itu indah banget sebenernya, masih terdengar suara binatang2 hutan,,,,,kita nampak seperti berada di hutan2 beneran, padahal suara2 binatang adanya di luar sana.        Sebenernya apa yang dicari  di Genting Highland ?? Kalau dulu yang dicari disana ya Casino, permainan judi tingkat tinggi. Sebenernya orang muslim gak boleh masuk disini. Tapi karena sekarang di Genting Casinonya sudah sepi, maka lebih kepada wisata biasa ke sana, bahkan kalau saya ke Genting karena penasaran pingin naik skyway,,xixixixi. Jadi begitu sampai sana ya cuma poto2 saja, lihat2 pajangan, museum dll yang bersifat cuci mata. Mau ngegame juga malas, karena saya pikir itu permainan anak2. Nah kalau dulu, anak2 dilarang masuk ke lokasi Casino ini.     Kalau ibu2  paling nyantolnya ke supermarket, tapi kalau dilihat harganya juga jadi tidak menarik lagi, dan saya pikir barang2 di Jakarta juga lebih bagus2 to ? Saya malah nyantol ke penjual chestnut, jujur saya belum pernah makan kacang jenis ini.    Chestnut kalau di Indonesia disebut sebagai buah Berangan atau Kastanya, adanya di daerah Riau. Tapi memang lebih banyak tumbuh di tempat2 yang berudara dingin, tidak heran kalau di Genting banyak dijual. Rasanya mirip seperti biji buah nangka, tapi lebih manis dan harum. Cara makannyapun menggunakan alat khusus untuk memecahkan kulitnya, karena memang keras sehingga sulit untuk di pecahkan dengan tangan. Kalau di Amerika atau negara lainnya akan marak dijual ketika musim dingin. Cara memasaknya dengan memanaskannya di atas api dicampur dengan batu bara sehingga cepat matang. Kalau di Indonesia barangkali seperti kalau kita masak kacang tanah yang disangrai dengan pasir. Harganya di Genting termasuk masih mahal, terbukti saya hanya beli 2 bungkus saja. (Tapi di  Jakarta sekarang sudah banyak dijual di Farmer Market).   Setelah kurang lebih pukul 16,00 kami meninggalkan Genting. Oh ya, bagi yang hendak ke Genting sebaiknya beli tiketnya sekalian PP di Sentral Pudunya, supaya tidak pakai  ngantri lagi di Genting, jadi tidak buang2 waktu karena takut ketinggalan skyway.   Pulangnya sudah mulai beradaptasi dengan skyway, tapi kami dalam gondola ber 4 dengan warga China yang sudah agak lanjut, malu lah kalau kami yang lebih muda kok takut ?   Pulangnya lebih lancar dibanding waktu berangkat, tapi getaran gondolanya masih terasa, terutama jika bertemu dengan tiang penyangga, seperti kalau di jalan darat ketemu dengan polisi tidur rasanya.   Dan sesudah sampai di Sentral Pudu, kami sempatkan dulu belanja2 di pasar yang ada di kawasan Sentral Pudu. Ternyata harganya lebih murah dibanding dengan pertokoan di pinggir jalan Bukit Bintang. Ora popo,,,,,beli lagi barang2 yang belum kebeli seperti kaos2 Malaysia dll.   Tepat jam 18,00 kami di jemput guide, dan seperti biasa kami diantar ke kawasan Menara kembar Petronas untuk menghabiskan malam kedua kami di sana. Pulang dengan menggunakan taksi dan turun di Jalan Alor untuk beli makan malam.       Hari Ketiga :   1. Pasar Tradisional Chow Kit   Hari ini acara bebas, dalam arti kami boleh pergi kemana saja sendiri tanpa guide, guide akan menjemput siangnya untuk check out hotel dan diantar ke Bandara. Jadi mau kemana kita ???? Iseng2 pingin belajar naik monorail, kamipun jalan kaki menuju stasiun KL Sentral yang ada di Bukit Bintang, dan akan menuju kemana angin bertiup,,,,,ooh tidak, kami kepingin melihat pasar tradisional di Kuala Lumpur.    Tapi setelah nanya2 orang di Jl Alor katanya nanti turun di stasiun Chow Kit, kami berdua nekat saja, toh komunikasi di KL mudah, masih bisa menggunakan bahasa Melayu.
      Dimana stasiun Chow Kit ? Kami mengikuti lelaki bertatto disebelah teman saya, karena kami dengar tadi lelaki tersebut bilang Chow Kit ketika beli coin didepan loket stasiun monorail (xixixixi don"t tell ya). Begitu dia turun kamipun ikut turun, kemudian bertanya ke ibu2 di stasiun dimana pasar Chow Kit berada ?         Setelah dikasih tahu jalannya kamipun menuju kesana.Sepanjang jalan saya lihat ada Bank Mandiri, bank BNI, koran Jawa Pos,,,duh Indonesia banget, sayangnya mau foto disitu kok gak jadi ? Menyesal sekarang jadinya, tapi tak apalah, di pasar ini kami mendapatkan lagi barang2 souvenir yang lebih murah dari yang sebelum2nya.Namanya pasar tradisional tentu seperti yang kita bayangkan di Indonesia, ada sayur mayur, bahan makanan, juga baju, daster batik, sepatu, tas, dan lain2nya.
        2. Menara Kuala Lumpur   Dari depan pasar Chow Kit kami menunggu taksi untuk menuju Menara Kuala Lumpur, yang merupakan icon Malaysia juga. Kebetulan abang taksinya orang Padang jadi kami bisa ngobrol banyak yang bertanya macam2 sekaligus menjadikan dia sebagai fotografer kami. Alhamdulillah,,,       Menara ini mempunyai ketinggian 421 meter, merupakan salah satu icon Kuala Lumpur yang terkenal sebelum ada Menara Kembar Petronas. Namun saat ini juga masih ada di posisi ke 6 sebagai menara telekomunikasi tertinggi di dunia.  Menara ini dibangun untuk meningkatkan kualitas telekomunikasi dan transmisi broadcasting.   Menara Kuala Lumpur disebut juga "The Garden City of Light" berlokasi di atas Bukit Nanas Forest Reserve. Banyak yang ditawarkan disini sebenernya, tapi kami sudah tidak ada waktu lagi karena harus ke bandara jam 12.00.  
      3. Bandara Changi Singapura   Bagaimana rasanya jika harus transit di Changi selama 5 jam ? Apa yang harus dilakukan ? Beruntung kami ketemu dengan rombongan dari Indonesia, ibu2 guru TK dari Tangerang, jadi kami bisa ikut mereka putar2 di bandara, karena Ibu Ketua Yayasannya sering ke Singapura kayaknya, jadi hafal setiap sudut bandara.        Kalaupun cuma putar2 di mall nya juga sudah cukup karena areanya sangat luas dan barang2nya ber-macam2, asal siap dengan harga2nya,,,qqqkkkk. Dan kalau mau lihat taman2 lainnya ada di setiap terminal, kita tinggal naik skytrain saja, tapi jangan terlena ya, jangan sampai ketinggalan pesawat.       Malam itu kami sempatkan singgah di Butterfly Garden, dan memang hanya sempat kesini saja, takut pulangnya nyasar hahahhaha,,,Selebihnya kami gunakan untuk main internet gratis atau sekedar lihat2 saja untuk menghabiskan waktu, ada juga yang menyempatkan makan malam di resto2 terdekat.
      Tepat jam 19 kami sudah berada di ruang tunggu untuk menunggu panggilan boarding, dan,,,,Jakarta sudah menanti kepulangan kami.
        Sampai jumpa di Jakarta,,,,!   Salam jalan2 duniaaaaaaa,,,,!!         Sumber : titissoeparno.blogspot.com                  
    • By imam17stat

      Dok. Pribadi, Malaka Saat Malam Hari (1)
       
      Cuaca panas sudah identik dengan kota Malaka yang memang terletak di pinggir pantai. Meskipun begitu, kota yang disahkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia ini tak pernah sepi dari wisatawan lokal maupun mancanegara. Selama berkunjung di Malaka beberapa waktu lalu, saya menyempatkan berkeliling di saat siang dan malam. Dan hasilnya, saya sangat suka dengan suasansa romantis kota Malaka di malam hari.
       

      Dok. Pribadi, Malaka Saat Malam Hari (2)
       
      Berkeliling Malaka di malam hari bisa dilakukan dengan berjalan kaki melalui trek kayu di sepanjang sungai Malaka. Perjalanan bisa dimulai dari Muzium Samudra. Di tempat ini terparkir kapal kayu Portugis, yang mengingatkan pada kapal Flora De La Mar. Museum ini bisa dimasuki orang umum, tapi hanya buka saat siang hari. Dikarenakan saya hanya menceritakan saat malam, maka kapal muzium samudra ini tidak afdol kalau tidak dijadikan objek foto. Persis di samping muzium samudra, terdapat jalan yang langsung menuju sungai Malaka. Nah, dari sini lah bisa dimulai perjalanan menelusuri sungai Malaka.
       

      Dok. Pribadi, Galleon Portugis
       
      Panjang trek kayu yang bisa dilalui sekitar 1000 langkah. Di samping kanan kiri, terdapat hotel yang bisa dihuni para wisatawan. Salah satu hotel yang menarik perhatian adalah Casa del Rio. Letaknya yang persis di pinggir sungai Malaka membuat para pelancong yang menginap disana bisa merasakan romantisme sepanjang waktu.
       

      Dok. Pribadi, Background Foto Casa Del Rio Hotel

      Dok. Pribadi, Counter Boat Berdampingan Dengan Trek Kayu
       
      Ada cara lain untuk menikmati sungai Malaka, yakni dengan menggunakan boat. Tapi saya memilih untuk tidak mencoba boat, dikarenakan lebih suka jalan kaki. Setelah counter boat, sebuah benda berbentuk lingkaran nan cantik bisa dinikmati. Ya, itu adalah kincir air. Namanya kincir air kesultanan melayu Malaka. Saat malam hari, cahaya kuning berpadu dengan unsur kayu membuat kincir air ini seakan mampu memancarkan auranya sendiri.
       

      Dok. Pribadi, Kincir Air Kesultanan Melayu Malaka (1)

      Dok. Pribadi, Kincir Air Kesultanan Melayu Malaka (2)

      Dok. Pribadi, Kincir Air Kesultanan Melayu Malaka (3)
       
      Setelah kincir air, perjalanan bisa dilanjutkan ke arah kanan dan sedikit keluar dari trek kayu. Bangunan merah menyala bisa dilihat dari kejauhan. Banyak lokasi yang bisa dikunjungi di tempat serba merah ini. Mulai dari The Stadhuys, gereja Malaka, balai seni lukis, menara jam dan yang paling fenomenal adalah Victoria fountain, yang terletak persis di tengah-tengah taman. Di siang hari, tempat ini sangat ramai oleh pengunjung maupun pedagang souvenir khas Malaka. Tapi saat malam, semua pedagang sudah hilang. Hanya kesunyian yang menemani dan egoisme bangunan serba merah yang berdiri tegak yang siap menjadi background foto.
       

      Dok. Pribadi, Balai Seni Lukis

      Dok. Pribadi, Menara Jam

      Dok. Pribadi, The Stadhuys

      Dok. Pribadi, Victoria Fountain
       
      Sedikit menyebrang jalan dan langsung bisa dilihat sebuah kincir lagi, tapi bukan kincir air. Sebuah kincir angin berdiri tegak tepat sebelum jembatan menuju Jonker street. Sama seperti kincir air, unsur kayu dari kincir angin ditambah tanaman perdu di sekitarnya membuat suasana terasa berada di ladang besar.
       

      Dok. Pribadi, Kincir Angin (1)

      Dok. Pribadi, Kincir Angin (2)
       
      Persis di belakang kincir angin terdapat sebuah jembatan yang mengarah ke Jonker street. Di jalan ini lah perjalanan malam menikmati Malaka berakhir. Setelah lelah berjalan dan mengunjungi beberapa lokasi, anda bisa mencari makan di sepanjang Jonker street. Banyak kedai dan restoran yang buka. Tapi bila anda muslim, saya sarankan lebih bisa memilih menunya karena banyak chinese food atau bisa juga mencoba makan di food court yang terletak di dekat Plaza Mahkota.
       

      Dok. Pribadi, Jembatan Sebelum Ke Jonker Street

      Dok. Pribadi, Jonker Walk

      Dok. Pribadi, Suasana Di Sekitar Jonker Street
       
      Sekian jalan-jalan malam hari saya di kota bersejarah Malaka. Selamat berlibur.
       
      just a poem
      If Allah gives permission
      Someday… I’ll bring you walking arround to the beautiful historical place in Malacca.
      but It won’t stop there…
      In next day life… I’ll bring you entering the most beautiful everlasting place in Jannah.
    • By Sari Suwito

      Setelah beberapa kali berkunjung ke Malaysia akhirnya kesampaian juga nich niat untuk jalan-jalan ke Melaka. Pesawat Air Asia tiba di bandara LCCT Kuala Lumpur sudah sore, jadi saya langsung aja menuju ke Melaka. Perjalanan ke Melaka sekitar 2 jam dari bandara LCCT Kuala Lumpur.
       
      Ternyata sampe di Melaka sudah magrib, muter-muter cari hotel di komplek sejenis ruko di seberang Taming Sari tower. Berhubung hotelnya di komplek ruko gitu, jadi agak-agak susah cari parkir mobil, tapi beruntung akhirnya dapat hotel kecil gitu, disebelah ruko service komputer gitu, ga inget apa nama hotel itu  sich. Tapi lumayan lah hotelnya, ga jelek-jelek amat. hehe... Setelah mandi jalan-jalan sebentar ke luar sekalian cari makan, tapi ga ada yang selera jadi ujung-ujungnya makan di salah satu kedai di ujung ruko makan kwetiaw goreng :) Selesai makan malam langsung balik ke hotel...tidur.
       


      Paginya muter-muter lagi cari sarapan...saking banyaknya blok di ruko-ruko itu akhirnya balik lagi ke kedai yang dekat hotel beli roti cane dan teh manis. 
       

       
      Slesai sarapan mulai dech muter-muter Melaka untuk foto-foto. Awalnya jalan kaki di taman sekitaran Dataran Pahlawan. Sekalian foto di depan Museum Samudera, Museum Islam dan benteng A'Famosa. Sudah jalan kaki agak lamaan, akhirnya memutuskan untuk balik ke hotel ambil mobil lalu lanjut muter-muter kota Melaka.
       

      Menara Taming Sari tampak dari kejauhan
       

      Museum Samudera
       

      Museum Islam Malaka
       

      Benteng A Famosa
       
      Oh ya, Melaka atau Malaka merupakan sebuah negara bagian di Malaysia yang terletak di bagian selatan Semenanjung Malaysia. Merupakan wilayah terkecil nomer 2 di Malaysia setelah Perlis. Kawasan yang juga dikenal sebagai Melaka Bandaraya Bersejarah ini memiliki banyak peninggalan bersejarah dari zaman penjajahan Belanda, Portugis, dan Inggris. Banyaknya peninggalan bersejarah yang ada membuat ibukota negara bagian Melaka, bersama kota Georgetown di Penang dinobatkan sebagai Situs Warisan Dunia (World Heritage Site) oleh UNESCO. Melaka juga dinyatakan sebagai Negeri Bandar (Kota) Teknologi Hijau.
       
      Sebenernya tujuan kita ini cuma di kawasan Chirst Church Melaka, cuma di belakang tempat yang tadi pagi sudah jalan-jalan. Tapi lumayan juga sih sepanjang jalan bisa lihat bangunan-bangunan kuno di kota Malaka. 
       
      Tadaaa....akhirnya ngelewatin tembok merah yang ada tulisan seperti dibawah ini, berenti sebentar numpang foto dulu aah :)  
       

       

       
      Naaah, akhirnya sampai di kawasan Chirst Church Melaka. Setelah dapat celah buat parkir, sesi foto-foto dimulai :) 
       
      Becak hias warna-warni siap mengantar anda berkeliling menikmaati suasana Old Town Melaka. Harus pinter-pinter nawar ya, biar ga dimahalin...hehe..
       

      Becak hias warna-warni
       

      Christ Church Melaka
       

      Queen Elizabeth Fountain
       
      Oh ya, di depan standthuys (belakang Queen Elizabeth Fountain) ini ada beberapa kios souvenier, kalo mau beli oleh2 gantungan kunci boleh juga lah...nawar aja. Serenceng gantungan kunci isi 6pcs harga RM 10.
       

      Stadthuys, keliatan kan yg jualan souvenier :) 
       
       
       

      Surau Warisan
       

      The Malacca Fort
       

      Kincir Air Raksasa
       

      Malaka River Cruise
       
      Sudah cukup puas muter-muter kawasan ini, tak terasa sudah waktunya makan siang. Akhirnya capcus cari tempat makan. Nah dalam perjalanan ke tempat makan ini sempat lewatin daerah Jonker Street, selain banyak penginapan kawasan ini juga ada week end night market,juga ada banyak wisata kuliner. Kalo malem lampionnya nyala jadi kelihatan kereeen... Sayang sekali waktu malem baru datang kesini ga sempat fotoin jalan ini. Selain itu ada juga beberapa Art Galery yang jual barang-barang antik dan souvenier gitu.
       

                                                                    Jonker Street
       
       
       

       
      Akhirnya setelah berputar-putar ketemu juga warung makan yang ada menu khas Melaka yaitu Asam Pedas Ikan Sembilang. Mariii makan :)
       

      Asam Pedas Ikan Sembilang
       
      Nah warung makan ini ada di kawasan penduduk Melaka, jadi sekalian numpang foto di depan rumah penduduk Melaka. hehehe...
       

      Salah satu rumah Melayu di kota Melaka
       
      Selesai makan langsung balik ke hotel untuk ambil ambil barang titipan lalu balik ke Kuala Lumpur. 
       
      Note :
      Tempat-tempat menarik di Melaka sebagian besar merupakan bangunan atau monumen bersejarah peninggalan zaman penjajahan. Beberapa contoh tempat menarik di Melaka adalah Kota A Famosa, Gereja St. Paul, Gereja Kristus, Cheng Hoon Teng Temple, Museum Angkatan Laut Malaysia, Museum Samudera, Stadthuys, Istana Kesultanan Melayu, dll.
       
      Obyek-obyek wisata bersejarah pada umumnya terkumpul di kompleks yang mudah di akses. Apabila anda menginap di hotel di kawasan Dataran Pahlawan, anda dapat berjalan kaki untuk ke lokasi, Menara Taming Sari, Museum Samudera, Malacca Fort, Christ Church, dll.
    • By ameryudha
      Penang
       
      Bila ingin murah , temukan orang yang benar-benar tahu Penang, karena walau bagaimanapun Kuala Lumpur, Malaka, dan Penang telah terkontaminasi bule-bule yang memiliki standar keuangan lebih tinggi. namun bila anda memang memiliki keuangan yang sedikit agak tinggi anda dapat  mengunjungi situ Http://www. Penangculinarytour.com. Di situs tersebut anda akan ditawari untuk mengunjungi tempat-tempat kuliner Penang, mulai dari tempat makan mahal, hingga tempat yang murah , harga tur sudah termasuk makan, dimana anda harus membayar sekitar RM 250 untuk tur setengah hari nya, disini anda akan di pandu oleh Bee Yin Low seorang pencicip top Malaysia, di Indonesia mungkin Pa Bondan Winanrno, bisa jadi setelah mengikuti tur ini anda bisa masuk TV local Malaysia, dan menjadi artis.
       
      Bila anda ikut tur tersebut, selama 9 jam anda akan diajak berkeliling ke pasar local dimana tidak ada bedanya dengan pasar local Indonesia, anda juga akan dibawa ke penggilingan rempah , selain itu juga anda akan dibawa ke pabrik kecap/belacan tertua di Penang untuk melihat proses produksi, selain itu juga anda akan dibawa ke pusat kuliner seperti hawker center, kopitiam local yang terkenal, serta makan-makanan mahal di tempat yang telah ditentukan, paket ini juga menawarkan cooking classes dimana anda dapat belajar memasak makanan Malaysia, biasanya makanan yang ditawarkan untuk dimasak adalah Nasi Ulam atau Chapati, makanan simple saja.
       
       Dana keuangan terbatas? Anda masih bisa survive sendiri di Penang tanpa dapat kesempatan menjadi artis di Malaysia. Banyak makanan pinggir jalan yang bisa anda datangi sendiri. banyak makanan khas yang bisa anda coba juga.
       
      Di pagi hari anda bisa mulai dengna berjalan-jalan ke Chowrasta Market yang telah berada disitu sejak tahun 1890. Cobalah makan kuih sejenis kueh berasa manis yang dibuat dari tepung beras,  selain itu juga disana terdapat jajanan pasar Malaysia lainnya. Selain itu juga banyak sate-sate dagig dimana anda dapat membeli dagingnya terlebih dahulu lalu anda bakar disana, harganya sekitar RM 3 per tusuk, dan dagingnya sekitar RM 30 per ½ kg. 
       
      6 Blok dari situ anda bisa menemukan Jalan Kedamaian atau Street of Harmony. Jalan ini menurpakan symbol yang menunjukan bahwa di Malaysia semua orang cinta damai, disini anda akan menemukan Gereja, kuil Buda, Pura Hindu, dan Masjid yang berdampingan di satu jalan. Anda dapat memasuki rumah ibadah tersebut satu-satu.
       
       Di ujung jalan tersebut juga langsung menuju ke Penang Little India, dimana anda akan merasakan suasana Bollywood penuh nyanyian India, semua orang tampaknya menyetel lagu India disini. Apa yang bisa anda lakukan disini ? Cobalah The Tarik nya, anda akan merasakan bedanya dengan yang anda biasa minum di Indonesia,  mungkin karena susu kental manis yang dipakainya berbeda dengan yang di Indonesia.
       
      Melihat-lihat George Town mungkin bisa anda lakukan dalam sehari, namun makin anda tahu banyak, makin banyak pula yang bisa anda jelajahi. Seperti di Indonesia, banyak penjaja makanan yang bisa anda datangi, tidak akan cukup waktu seminggu untuk mencoba semua jajanan yang ada di Penang ini.
       
      Bee Hooi
      Dari pusat kota George Twon, anda harus memakai mobil sekitar 15 menit untuk menuju ke tempat ini. Be Hooi terkenal karena kaki lima nya, berada di Jalan Burmah dan Lorong Pulau Tikus, bila anda datang malam hari, jangan hrap dapat tempat. Disini anda andalan nya aalah Oh chien( sejenis omelet), mie hokkien( paling direkomendasikan ), dan char kwee tiauw. Harganya murah , sekitar  RM 4. Namun bagi muslim, agak diragukan karena Mie Hokkiennya memakai kuah babi.
       
      Straits Collection Penang
      Bagi anda yang ingin bermalam di Penang, anda bisa menemukan banyak hostel murah. Namun bagi anda yang ingin merasakan keramah tamahan Penang, ada satu hotel yang berada di tengah George Town, namanya Straits Collection. Hotel ini hanya memiliki 10 kamar, dimana anda akan merasakan suasana yang berbeda dari hotel mewah , disini sangat antic banyak hiasan-hiasan dari batu giok dan juga lukisan dari jaman dahulu yang masih terpelihara dengan baik, hotel ini juga bertipe butik hotel jadi kamarnya sangat unik. Buka reviewnya di Http://www.jalan2.com/hotels. Dan juga lihat harganya di Http://hotels.jalan2.com ( karena Cuma 10 kamar, maka anda harus booking jauh-jauh hari, selain itu juga akan lebih murah bila anda booking lewat internet). Alamatnya ada di  47-55 Stewart Ln. and 89-95 Armenian St., straitscollection.com.my.