Daniear

SNOWY JANUARY IN JAPAN : KYOTO PUNYA CERITA TENTANG KITA

38 posts in this topic

Sebelumnya mohon maaf, karena kisah ini terlambat dari jadwalnya. Mohon maklum, kerjaan padat menyergap seusai balik dari Jepang. Aaaah, jadi pingin liburan lagi, wkwkwwk

Berbekal JR Pass nan sakti, gue pun menyusun perjalanan yang anti rugi. Maksudnya, selama bisa pakai JR Pass, ngapain musti bayar tiket lagi. Kalau bisa nyicip gratis, ngapain musti beli *Halah.

Namun prinsip itu harus berhadapan dengan realitas yang cukup mencengangkan di Kyoto (apa pula bahasa gue barusan). Ya, intinya jalur yang di-cover JR Pass di Kyoto sangat terbatas. Tempat wisata utama yang dekat stasiun JR mungkin hanya Fushimi Inari (JR Inari) dan Arashiyama (JR Saga Arashiyama). Sementara penginapan yang kami pilih di Sanjo. Mau nggak mau kami musti beli tiket kereta di jalur Keihan dari Kyoto Station ke Sanjo Keihan untuk sampai di penginapan. Mungkin kalian penasaran, ngapain juga gue musti nginep di Sanjo.

Ehem, beginilah ceritanya. Berbekal advice dari insidekyoto.com, salah satu wilayah yang nginep-able di Kyoto adalah Sanjo. Waii?? *Why. Karena banyak tujuan wisata yang dekat dari area ini. Sebut saja Gion, Kamo River, Sannen-zaka, Ninen-zaka, Kiyomizudera. Semua itu bisa ditempuh dengan jalan kaki. Ya, kecuali kalau kalian tipikal manjanya keterlaluan dan males jalan kaki, bus akan sedia menawarkan tumpangan berbayar.

Karena dari Kyoto ke Sanjo nggak ada JR line, untuk menghemat perjalanan kami memutuskan langsung ke Fushimi Inari dari Kyoto Station pada hari pertama kedatangan kami di Kyoto.

 

IMG_20170107_131651_HDR.jpg
Kyoto Station

 

 

Jadi, begitu Shinkansen Hikari yang kami tumpangi tiba di Kyoto Station, hal pertama yang gue cari adalah coin locker. Berat cuy bawa carier 60 L kemana-mana. Setelah nekad memohon petunjuk ke petugas station (yang kebetulan kagak ngerti bahasa Inggris) dengan bahasa tubuh kami pun menemukan loker.

Setelah beres kami segera meluncur ke platform di mana kereta JR Nara Line berada. Oh, iya, begitu dapat koneksi internet di Jepang, jangan lupa untuk install app Hyperdia (entah sejak kapan, app-nya hanya bisa di-instal di Jepang. Versi web-nya masih bisa dibuka di Indonesia, sih, buat cek-cek rute di itinerary).

Kereta yang kami tumpangi ini akan melewati statsiun Tofukuji dan tiba di Inari. Perjalanan berlangsung sangat cepat. Hanya 5 menit. Begitu tiba di Inari station kami disambut masa yang cukup padat. Tak jauh di seberang jalan, gerbang utama Fushimi Inari sudah terlihat.

 

IMG_20170107_134710_HDR.jpg
Gate Fushimi Inari

 

DSCF0699.JPG

Sabtu siang itu pengunjung cukup ramai. Sebelum memutuskan masuk, kami mencari makan siang dulu (ehem, rapelan sama sarapan sebenernya) di Daily Yamazaki, semacam convenience store. Karena nggak ada tempat duduk di sekitar situ, kami pun memilih makan di balik patung rubah di depan gerbang. Sungguh pilihan lokasi yang mencolok dan mengundang perhatian. 

 

IMG_20170107_140256_HDR.jpg
Makan di balik patung ini

 

 

 

 

 

Tak jauh dari lokasi inilah terjadi adegan salah grepe *eh! Adegan salah sapa oleh sekumpulan turis dari Thailand (denger bahasanya yang canggih luar biasa gue langsung mengenali kebangsaan mereka). Jadi ceritanya si Bobby dikira salah seorang teman dari mereka, karena emang agak mirip sih mukanya. Jadilah mereka cengar-cengir setiap ketemu kami.  *Dih

 

DSCF0696.JPG
Punten!

 

 

Sepertinya hari itu Fushimi Inari akan dipakai untuk upacara. Gue nebak begitu karena kuil utama udah rapi dan pendetanya juga kek lagi siap-siap, ditambah petugas-petugas yang beredar di sekitar kuil. Entah kenapa, ketika melihat penampakan pendeta dengan topi tingginya itu aura magis langsung terasa. Untuk mengalihkan rasa itu gue segera melihat arah lain.

 

DSCF0705.JPG
Wajahmu mengalihkan duniaku, Mbak :)

 

 

Sesuai rencana bersama, kami memutuskan untuk tidak mendaki hingga puncak. Jadilah kita foto-foto di antara tori-tori merah nan indah itu. 

 

 

IMG_20170107_144602.jpg
Tuh, rame, kan *nggak tahu diri ngganggu yang ngantri jalan

 

IMG_20170107_150728.jpg
Tori

 

DSCF0744.JPG
Foto ala ala dulu

 

DSCF0753.JPG
Pose siapa yang lebih sukses? :P

 

Baru dapat beberapa meter kita milih jalur memutar. Dan balik. Ya, gitu doang sih.

 

IMG_20170107_153640_HDR.jpg
Inari Station

 

IMG_20170107_153745_HDR.jpg
Timetable

 

 

Kami pun balik ke Kyoto Station. Selain Hyperdia, app yang sangat membantu tentu saja google map, Kyoto metro map. Tambahan bagi yang muslim, ada Halal Navi, Halal Gourmet Japan, yang bisa jadi navigator buat nyari rekomendasi tempat makan yang udah ada sertifikat halalnya.

Setelah ngambil barang di loker, kami pindah ke kereta Keihan. Dari Kyoto Station ke Sanjo Keihan perlu transit sekali di Karasuma Oike. Harga tiket total 260 yen. Kejadian konyolnya adalah, gue salah memasukkan kertas receipt (bukan karcis) ke gate. Ya jelas nggak mau buka dong. Gue coba sekali lagi. Sama juga. Akhirnya munculah seorang kakek-kakek berhati malaikat yang memberitahu gue kalau yang gue masukin salah. Gue pun memasukkan kertas lain, yang mana lebih kecil dari kertas pertama. Dan berhasil. Yaelah, karcisnya ternyata yang kecil. Untung kagak gue buang.

Sebelum naik kereta gue sempat bertanya pada seorang gadis Jepang, apakah kereta yang kami tumpangi benar ke arah Karasuma Oike (sebetulnya ini adalah modus nyepik).

“Neng, ini kereta ke Karasuma Oike?” Tanya gue sambil merapikan sarung yang melingkar di pundak.

Si eneng tampak kaget dengan pertanyaan gue. Diselipkannya anak rambutnya di belakang telinga. “Eh, iya, A’. Aa bade kemana?”

“Ndak jauh, kok. Cuman ke Sanjo.” *berubah logat.

“Ati-ati, ya, Mas.” *ikutan nggak konsisten.

Ya, dialog di atas hanya rekaan belaka. Setelah gue Tanya beginilah reaksi sebenarnya:

Si gadis yang cantik itu pun mengangguk. Bahkan dia masih melihat ke gue ketika dia turun duluan di stasiun Shijo. Entah apa maksud tatapan itu. Tatapan berat untuk berpisah, tatapan ingin meminta ID Line, atau yang paling masuk akal tatapan kasihan gue bakal salah stasiun.

Tiba di Sanjo Keihan ternyata bukan sebuah kelegaan. Gue yang baca direction dari host Airbnb ngerasa lost banget karena gerbang keluar stasiun yang di foto dengan yang gue lalui kok beda. Gue sadar kalau salah keluar gerbang, tapi di mana gerbang yang di gambar lebih bikin gue bingung. Gue pun usul buat masuk ulang, cari jalan keluar lain. Tentunya pilihan ini sangat menyiksa Bobby, karena dia yang satu-satunya bawa koper harus nenteng naik turun tangga. Begitu gue nemu jalan keluar lain, kami ikuti, sampai keluar … zonk! Tetep beda. Malah pintu keluar itu cuman beberapa meter dari pintu keluar yang pertama.

Sempet buntu sampai akhirnya kami berjalan ke Family Mart. Krysna yang menguasai bahasa Jepang dasar berusaha berkomunikasi dengan dua orang kakek-kakek. Dan jawaban sang kakek membuat Krysna menganga!

Yaiyalah, si dua kakek itu menjawab dengan sanga cepat dan heboh, panjang. Krysna pun nggak mudeng sama sekali dengan apa yang dikatakan sang kakek.

Gue akhirnya ikut nimbrung setelah gue inget lokasi penginepan di dekat studio dance.

“Dansa! Dansa!” seru gue sambil membuat gerakan ala ala.

Eh, si kakek ternyata nangkep. Dari omongannya gue nangkep kata “hoteru” yang mungkin artinya hotel. Dia juga nunjuk arah. Kami pun ngikutin arah itu dan … tara!!! Gambar yang ada di peta akhirnya tampak. Setelah jalan 5 menitan tibalah kami di rumah milik Madame Hanano.

 

IMG_20170107_170837_HDR.jpg
Tirai depan rumah yang menyambut kami

 

DSCF0802.JPG
Secarik pesan dari sang host

 

IMG_20170107_170932_HDR.jpg
Ruang tamu tempat Misae dan Shinchan bercengkerama

 

IMG_20170107_170915_HDR.jpg

 

Area rumah yang kami sewa benar-benar bersih. Rumahnya kecil tapi bersih banget. Terdiri dari dua lantai. Lantai satu berupa ruang tamu, dapur, kamar mandi. Yang gue suka, pintu gesernya Jepang banget. Naik ke lantai dua ada 3 kasur yang udah disediain buat kami. Masih sisa satu ranjang tingkat sih sebenernya. Jadi kalau kebetulan trip ber-5, rumah ini keknya masih bisa, deh. Lebih hemat lagi pembagiannya. Gue yang nggak sabar liat futon langsung nyobain tidur. Gilak! Anget banget. Nyaman banget. Jadilah khayalan live as a Japanese untuk dua malam di Kyoto ini terkabul.

Karena belum makan malem, kami segera beberes untuk berangkat ke Gion. Tujuan kami adalah Gion Naritaya Ramen Halal.

Di tengah dinginnya malam kami menjelajah gang-gang di area Sanjo menuju Gion. Google map always on.

Meski cuman jalan kaki, gue excited banget. Ngelihat rumah-rumah dan bangunan yang gue lalui. Pas-pasan sama masyarakat local yang keknya baru pulang kerja. Ngelewatin kedai dan bar-bar Jepang. It’s not a dream!

Dulu waktu kecil gue punya mimpi buat ke Jepang. Begitu beranjank dewasa mimpi itu kek hilang, karena gue mulai realistis. Gimana caranya gue ke Jepang coba? Eh, hari itu mimpi gue ternyata bisa tercapai. Yeah, gue pun sadar, terkadang realistis dan pesimis itu beda tipis. Seharusnya gue tetapin niat yang kuat dan nyari cara gimana buat mencapai mimpi gue. *motivator mode on

Tibalah kami di Gion Naritaya Ramen. Kedainya lucuk, Jepang banget (yaiyalah, di Jepang). Di sebelah Gion Naritaya Ramen ada Gion Naritaya Yakiniku (yang ini special jualan daging yakiniku gitu). Sesuai rencana kami milih makan ramen malam itu.

 

 

IMG_20170107_185513_HDR.jpg

Daftar Menu

 

Begitu masuk kedai kami disajikan ruangan yang terbilang sempit. Tapi sempitnya justru membuat semakin nikmat. Ada beberapa pengunjung berhijab yang gue perkirakan berasal dari negeri tetangga, negeri jiran. Ada satu penjaga kedai, merangkap sebagai koki, mas-mas Jepang yang masih muda banget.

Malm itu gue memesan shoyu ramen + fried chicken. Harganya 1000 yen.

Sambil bergunjing tentang pengunjung lain di meja sebelah, karena gue melihat “penampakan”,*Mohon untuk tidak ditiru, pesanan yang kami tunggu pun datang. Waaahhh!

 

IMG_20170107_191036.jpg
Shoyu Ramen

 

IMG_20170107_191202_HDR.jpg
Spicy Ramen
IMG_20170107_191240.jpg
Ramen Mamen :P

 

Enyak! Pas banget dingin-dingin musim dingin gini, makan yang anget-anget, berkuah anget, di kedai anget. Anget banget! *Wkwkwkwk

Review makanannya, jujur ini pertama kali gue makan ramen di Jepang. Sensasi yang pertama yang gue rasain adalah fresh. Kenapa? Karena lidah gue sama sekali nggak mencap adanya rasa micin macam makan mie instan atau ramen yang dijual di beberapa kedai ala-ala Indonesia (mungkin mereka pakai ramen instan). Ramennya terasa lembut. Kuah shoyu nya juga sedap. Irisan ayam bakarnya pas banget. Mateng dan lembut. Dan yang jadi juara menurut gue adalah ayam gorengnya! Potongan kecil-kecil bikin bumbunya meresap, sedaaap! Sampai kami mutusin buat pesen lagi ayamnya, he he.

Makan malam pertama kali kami di Jepang ditutup dengan secangkir green tea hangat khas Jepang. Ditambah air putih gratisan. Kami pun meninggalkan kedai dengan suka cita.

“Hoi, bayar dulu!!!!” teriak si penjaga kedai.

Mungkin itu yang terjadi seandainya kami terlalu menikmati suasana dan meninggalkan kedai tanpa bayar. Untungnya kami belum khilaf.

Setelah menimbang-nimbang kami memutuskan melanjutkan perjalanan ke Minna Kyoto Store. Si Bobby ngajak buat cek jaket winter. Doi belum sempet beli di Indonesia. Kami pun berjalan kaki menyusuri jalan-jalan Gion ke arah Kamo River.

Udara malam itu dingin banget. Tapi suasana sekitar bikin gue tetap gigih berjalan. Gue bisa melihat Starbucks nan legendaris (karena sering mejeng di berbagai foto ketika searching tentang Kyoto). Starbucks itu berada pas di tepi Kamo River, terlihat klasik.

Di Minna Store kami cek jaket di Uniqlo Jepang dan membandingkannya dengan harga di Indonesia. Emang iya, sih, di sana lebih murah disbanding di Indonesia untuk barang yang sama. Gue pun beli neck warmer yang cuman 500 yen, karena gue belum bawa syal.

Usai dari Minna kami mampir ke minimarket kecil nggak jauh dari sana. Gue lupa apa nama minimarketnya. Yang pasti di situ gue nemu air mineral paling murah yang gue temuin selama di Jepang. Bayangin 52 yen udah dapet 2 liter?!

Dan … malam itu harus ditutup dengan drama. Gue kebelet buang hajat! *Malu

Dengan panik gue masuk lagi ke Minna Kyoto Store, nyari-nyari di mana toilet. Akhirnya nemu di saat yang tepat di lantai dasar. Fuuuuh.

Malam itu kami mengakhiri petualangan hari pertama. Sebelum tidur gue sempet nyobain shower yang dinginnya naudzubillah. Kami nggak mungkin lupa nyalain pemanas ruangan. Kehangatan seketika menyeruak. 

 

IMG_20170107_171338.jpg
Kasur di lantai 2 yang menyajikan kehangatan

 

Sampai jumpa hari kedua :)

 

Sebelumnya:

 

Mention:

@deffa

@HarrisWang

@kyosash

@twindry

@Vara Deliasani

@Andrizki

@Ikamarizka

Share this post


Link to post
Share on other sites
17 hours ago, Daniear said:

IMG_20170107_170837_HDR.jpg Tirai depan rumah yang menyambut kami

Wah, ini kan jimat penangkal setan, jadi setan cuma boleh sampai disini, ga boleh lewat sampai ke dalam :lol:

17 hours ago, Daniear said:

“Hoi, bayar dulu!!!!” teriak si penjaga kedai.

Mungkin itu yang terjadi seandainya kami terlalu menikmati suasana dan meninggalkan kedai tanpa bayar. Untungnya kami belum khilaf.

Sumpah ya, gw pikir ini beneran wkwkwkwkwkwk

Share this post


Link to post
Share on other sites
19 hours ago, Daniear said:

DSCF0705.JPG Wajahmu mengalihkan duniaku, Mbak :)

kok cewek jepang cantik2 ya? :bingung 

19 hours ago, Daniear said:

IMG_20170107_134710_HDR.jpg Gate Fushimi Inari

:tercengang:tercengang:tercengang:tercengang:tercengang:tercengang ngeri banget yang ini mah. beneran rame

19 hours ago, Daniear said:

IMG_20170107_153640_HDR.jpg Inari Station

ngeliat foto ini gua jadi pengen balik lagi. aaarrrggghhhh :terharu masih ingat gimana suhu dinginnya, suasana di sana, rumah penduduk, dll dll dll

 

19 hours ago, Daniear said:

Jadi, begitu Shinkansen Hikari yang kami tumpangi tiba di Kyoto Station, hal pertama yang gue cari adalah coin locker. Berat cuy bawa carier 60 L kemana-mana. Setelah nekad memohon petunjuk ke petugas station (yang kebetulan kagak ngerti bahasa Inggris) dengan bahasa tubuh kami pun menemukan loker

kalo gua nitip di coin locker, pasti ngak ketemu lagi loker yang gua titipin dimana. wkwkwk.. stasiun di sana gede2

19 hours ago, Daniear said:

Tentunya pilihan ini sangat menyiksa Bobby, karena dia yang satu-satunya bawa koper harus nenteng naik turun tangga. Begitu gue nemu jalan keluar lain, kami ikuti, sampai keluar … zonk! Tetep beda. Malah pintu keluar itu cuman beberapa meter dari pintu keluar yang pertama.

yah ini juga gua rasain. wkwkwk.. geret2 koper naik turun tangga :facepalm 

Share this post


Link to post
Share on other sites
19 hours ago, Daniear said:

yang paling masuk akal tatapan kasihan gue bakal salah stasiun.

 

19 hours ago, Daniear said:

Krysna yang menguasai bahasa Jepang dasar berusaha berkomunikasi dengan dua orang kakek-kakek. Dan jawaban sang kakek membuat Krysna menganga!

sip2 dicatet, karena ini kayaknya nasib saya kalo ke jepang nanti :ngeri

 

19 hours ago, Daniear said:

Di Minna Store kami cek jaket di Uniqlo Jepang dan membandingkannya dengan harga di Indonesia. Emang iya, sih, di sana lebih murah disbanding di Indonesia untuk barang yang sama. Gue pun beli neck warmer yang cuman 500 yen, karena gue belum bawa syal.

Sip, tadinya mau beli heattech dri indo, kalo gini lebih baik dijepang aja ya, lebih terjamin made in japan dan murahnya :terpesona

Share this post


Link to post
Share on other sites
6 hours ago, kyosash said:

wah ramen sama karaagenya menggiurkan :D , ditunggu lanjutan-nya :senyum 

Aku jadi pingin ke sana lagi ....

5 hours ago, HarrisWang said:

Wah, ini kan jimat penangkal setan, jadi setan cuma boleh sampai disini, ga boleh lewat sampai ke dalam :lol:

Sumpah ya, gw pikir ini beneran wkwkwkwkwkwk

Berarti gue resmi bukan setan, ya. Soalnya bisa masuk tanpa kepanasan :tersipu

 

Ya kalee gue gak bayar. Sebelum masuk aja udah diitung-itung, duitnya dikantongin khusus:tersipu

3 hours ago, twindry said:

kok cewek jepang cantik2 ya? :bingung 

:tercengang:tercengang:tercengang:tercengang:tercengang:tercengang ngeri banget yang ini mah. beneran rame

ngeliat foto ini gua jadi pengen balik lagi. aaarrrggghhhh :terharu masih ingat gimana suhu dinginnya, suasana di sana, rumah penduduk, dll dll dll

 

kalo gua nitip di coin locker, pasti ngak ketemu lagi loker yang gua titipin dimana. wkwkwk.. stasiun di sana gede2

yah ini juga gua rasain. wkwkwk.. geret2 koper naik turun tangga :facepalm 

Yuk, ke sana lagi :rate:terbang

 

Coin locker udah gue potoin tanda-tandanya dong biar gak ilang.

 

makanya gue lebih suka bawa carrier bag meski pun punggung pegel. Seenggak bisa diajak lari:hiking

3 hours ago, Vaylyn said:

 

sip2 dicatet, karena ini kayaknya nasib saya kalo ke jepang nanti :ngeri

 

Sip, tadinya mau beli heattech dri indo, kalo gini lebih baik dijepang aja ya, lebih terjamin made in japan dan murahnya :terpesona

Santai aja. Kenyataan tak akan seburuk itu. Pasti sambil ketawa-ketawa kalau sampe nyasar di sana. Biar nyasar tetap indah, kan:foto2

Kalo heatech (yg longjohn) beli di Farina Pasar Pagi Mangga 2. Lumayan, atas bawah 120 aja :) Kalau beli yang Uniqlo buat atasan aja belum cukup segitu:bingung

Share this post


Link to post
Share on other sites
43 minutes ago, Daniear said:

Yuk, ke sana lagi :rate:terbang

 

Coin locker udah gue potoin tanda-tandanya dong biar gak ilang.

 

makanya gue lebih suka bawa carrier bag meski pun punggung pegel. Seenggak bisa diajak lari:hiking

mslhnya koper pas pergi ringan. pas pulangnya kok beratnya nambah 2x lipat. padahal bawaan juga tetap sama :bingung 

btw foto cewe cantiknya ngak ada ya? wkwkwk. kalo cewe tokyo sih menurut saya cantik2. bener ngak kaka @Sahat :tersipu 

kapan balik lagi @Daniear ?

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, twindry said:

mslhnya koper pas pergi ringan. pas pulangnya kok beratnya nambah 2x lipat. padahal bawaan juga tetap sama :bingung 

btw foto cewe cantiknya ngak ada ya? wkwkwk. kalo cewe tokyo sih menurut saya cantik2. bener ngak kaka @Sahat :tersipu 

kapan balik lagi @Daniear ?

Yang cantik di episode depan:kesengsem

 

Nunggu promo lagi nih

Share this post


Link to post
Share on other sites

hahay seru cerita hari pertama di Kyoto

emang bener seh JR Pass agak mati kutu di Kyoto dan Kansai pada umum nya, karena lebih banyak kereta perusahaan lokal, jadi mau tidak mau harus pake ICOCA Card juga disini.

Penginapan nya asik juga, satu rumah ya? ambil dari AirBNB kah? Berapa permalam? @Daniear

Share this post


Link to post
Share on other sites
4 hours ago, deffa said:

hahay seru cerita hari pertama di Kyoto

emang bener seh JR Pass agak mati kutu di Kyoto dan Kansai pada umum nya, karena lebih banyak kereta perusahaan lokal, jadi mau tidak mau harus pake ICOCA Card juga disini.

Penginapan nya asik juga, satu rumah ya? ambil dari AirBNB kah? Berapa permalam? @Daniear

Yap, di airbnb. Harganya lumayan murah kalau buat rame2. 2 malem harga asli 2,7 juta. Dapet voucher dari airbnb jadi tinggal 2,4 an. Jadi semalamnya 1,2 an.

Karena bertiga jadi 400an per orang per malam. Coba kalau ber 4 atau 5 bisa lebih ngirit :tersipu

Share this post


Link to post
Share on other sites
6 minutes ago, Daniear said:

Yap, di airbnb. Harganya lumayan murah kalau buat rame2. 2 malem harga asli 2,7 juta. Dapet voucher dari airbnb jadi tinggal 2,4 an. Jadi semalamnya 1,2 an.

Karena bertiga jadi 400an per orang per malam. Coba kalau ber 4 atau 5 bisa lebih ngirit :tersipu

wah lebih irit itu kalau hotel biasa permalam 700 ribu paling murah mayan juga heheh @Daniear

Share this post


Link to post
Share on other sites
13 minutes ago, deffa said:

wah lebih irit itu kalau hotel biasa permalam 700 ribu paling murah mayan juga heheh @Daniear

Pas di Tokyo kami pilih apartemen dapet 2,1 jt buat 3 malem. Semalem per orang nggak sampe 300 ribu:senyum

14 minutes ago, deffa said:

wah lebih irit itu kalau hotel biasa permalam 700 ribu paling murah mayan juga heheh @Daniear

Apalagi hotel yang ala-ala ryokan gini mahal-mahal:bingung

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 2/13/2017 at 1:55 PM, Daniear said:

Santai aja. Kenyataan tak akan seburuk itu. Pasti sambil ketawa-ketawa kalau sampe nyasar di sana. Biar nyasar tetap indah, kan:foto2

Kalo heatech (yg longjohn) beli di Farina Pasar Pagi Mangga 2. Lumayan, atas bawah 120 aja :) Kalau beli yang Uniqlo buat atasan aja belum cukup segitu:bingung

Hahaha, iya nh, banyak cerita di forum ini yang memotivasi buat saya pergi nanti :D

longjohn itu ngangetin ngga sih? nyoba heattech sih lumayan , ke mangga duanya sama aja abis biaya lagi haha, paling beli di jp biar lebih murah dan berkualitas juga, katanya dijepang cewenya tahan baju tipis gara2 itu :ngeledek Oiya kmrn bawa longjhon buat 8 hari berapa?

Share this post


Link to post
Share on other sites

1 KATA. WUAAAAAAAAAH!!!

sampe juga yaaah!!!:45

gw juga dulu skeptik bgt ga bakalan bisa ke jepang. setiap ngeliat waku waku atau arirang pasti cuman menghela napas panjang. Eh emang rejeki ga kemana ya. Begitu jejakin kaki di jepang gw bener2 berlinang air mata lho (lebay) (tapi beneran) AHAHAHAHA! 

pengalaman yang paling mengesankan memang jalan di kyoto, gion dan perumahan tradisionalnya ya. like a dream come true (azeek) ditutup pake ramen pula.. hadeuuuh.

yang kedua adalah ketika ke takayama, sepi, udah kaya tinggal di jaman edo.

Fav spot salah satunya juga si innari ini, tapi liat di foto lo sih ini kebangetan banget ramenyaah ck ck ck. gw udah pusing kali. kebetulan pas kemarin kesana byk yg pake kimono. jadi pemandangannya tradisional bgt:kesengsem

Penginapannya homey bgt ya sepertinya. deket sama gion yah? setau gw penginapan di gion juara mahalnya. sigh. paling murah bisa 1jt.

On February 13, 2017 at 10:45 AM, twindry said:

kok cewek jepang cantik2 ya? :bingung 

 

 

jyaaaaaah.... emang dasaarr lakik! fokuuuus weyyyyyy @twindry @Daniear

 

conversation lo sama gadis nanya kereta kok pgn gw report as spam ya.. krik krik.. wakakakakak. maksud dia nengok lo pas turun itu untuk kasi kode kalo iya benr turunnya disitu biar ga nyasar. 

gw waktu di osaka juga geret2 koper setengah badan jam 11 malem nyari hostel gw ga ketemu ketemu. udah mau nangis. eh disamperin kakek kakek 2 orang dibantuin cari in hostelnya. dan... tetep ga ketemu.. akhirnya gw nekat nitip koper gw ke kakek kakek itu, gw bener2 lari masukin gang per gang nyari. untung dapet sigh...

okeh lanjutkan ceritanyaa.. ihiiiiy

Share this post


Link to post
Share on other sites
9 hours ago, Ikamarizka said:

1 KATA. WUAAAAAAAAAH!!!

sampe juga yaaah!!!:45

gw juga dulu skeptik bgt ga bakalan bisa ke jepang. setiap ngeliat waku waku atau arirang pasti cuman menghela napas panjang. Eh emang rejeki ga kemana ya. Begitu jejakin kaki di jepang gw bener2 berlinang air mata lho (lebay) (tapi beneran) AHAHAHAHA! 

pengalaman yang paling mengesankan memang jalan di kyoto, gion dan perumahan tradisionalnya ya. like a dream come true (azeek) ditutup pake ramen pula.. hadeuuuh.

yang kedua adalah ketika ke takayama, sepi, udah kaya tinggal di jaman edo.

Fav spot salah satunya juga si innari ini, tapi liat di foto lo sih ini kebangetan banget ramenyaah ck ck ck. gw udah pusing kali. kebetulan pas kemarin kesana byk yg pake kimono. jadi pemandangannya tradisional bgt:kesengsem

Penginapannya homey bgt ya sepertinya. deket sama gion yah? setau gw penginapan di gion juara mahalnya. sigh. paling murah bisa 1jt.

 

jyaaaaaah.... emang dasaarr lakik! fokuuuus weyyyyyy @twindry @Daniear

 

conversation lo sama gadis nanya kereta kok pgn gw report as spam ya.. krik krik.. wakakakakak. maksud dia nengok lo pas turun itu untuk kasi kode kalo iya benr turunnya disitu biar ga nyasar. 

gw waktu di osaka juga geret2 koper setengah badan jam 11 malem nyari hostel gw ga ketemu ketemu. udah mau nangis. eh disamperin kakek kakek 2 orang dibantuin cari in hostelnya. dan... tetep ga ketemu.. akhirnya gw nekat nitip koper gw ke kakek kakek itu, gw bener2 lari masukin gang per gang nyari. untung dapet sigh...

okeh lanjutkan ceritanyaa.. ihiiiiy

wakakak.. kemana aja kak @Ikamarizka lama ngak nongol :D untung gua ngak berlinangan aer mata plus sujud syukur begitu tiba di haneda. bener2 ya rasanya gimaanaaa gitu mimpi kita waktu kecil bisa kewujud :salut 

Share this post


Link to post
Share on other sites
14 hours ago, Ikamarizka said:

1 KATA. WUAAAAAAAAAH!!!

sampe juga yaaah!!!:45

gw juga dulu skeptik bgt ga bakalan bisa ke jepang. setiap ngeliat waku waku atau arirang pasti cuman menghela napas panjang. Eh emang rejeki ga kemana ya. Begitu jejakin kaki di jepang gw bener2 berlinang air mata lho (lebay) (tapi beneran) AHAHAHAHA! 

pengalaman yang paling mengesankan memang jalan di kyoto, gion dan perumahan tradisionalnya ya. like a dream come true (azeek) ditutup pake ramen pula.. hadeuuuh.

yang kedua adalah ketika ke takayama, sepi, udah kaya tinggal di jaman edo.

Fav spot salah satunya juga si innari ini, tapi liat di foto lo sih ini kebangetan banget ramenyaah ck ck ck. gw udah pusing kali. kebetulan pas kemarin kesana byk yg pake kimono. jadi pemandangannya tradisional bgt:kesengsem

Penginapannya homey bgt ya sepertinya. deket sama gion yah? setau gw penginapan di gion juara mahalnya. sigh. paling murah bisa 1jt.

 

jyaaaaaah.... emang dasaarr lakik! fokuuuus weyyyyyy @twindry @Daniear

 

conversation lo sama gadis nanya kereta kok pgn gw report as spam ya.. krik krik.. wakakakakak. maksud dia nengok lo pas turun itu untuk kasi kode kalo iya benr turunnya disitu biar ga nyasar. 

gw waktu di osaka juga geret2 koper setengah badan jam 11 malem nyari hostel gw ga ketemu ketemu. udah mau nangis. eh disamperin kakek kakek 2 orang dibantuin cari in hostelnya. dan... tetep ga ketemu.. akhirnya gw nekat nitip koper gw ke kakek kakek itu, gw bener2 lari masukin gang per gang nyari. untung dapet sigh...

okeh lanjutkan ceritanyaa.. ihiiiiy

Kayaknya bakal kejadian nih diaku, kalo nangis terharu lat jepang yg dimimpiin sejak kecil haha, bakal terharu pasti :bingung

 

ayo kak, mereka lakik carinya cewe doang, kmrn ada ngga lakik jepang yang gantengnya mengalihkan dunia ngga? hahaha.:45

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 17 Februari 2017 at 0:43 PM, Vaylyn said:

Kayaknya bakal kejadian nih diaku, kalo nangis terharu lat jepang yg dimimpiin sejak kecil haha, bakal terharu pasti :bingung

 

ayo kak, mereka lakik carinya cewe doang, kmrn ada ngga lakik jepang yang gantengnya mengalihkan dunia ngga? hahaha.:45

Kalo penggila kartun jepang dan hobi bgt liat drama jepang jaman dulu macam oshin sih... Yakin Bakal PECAH begitu liat jepang. Yg bikin amazed sih ya di tengah modernization hari gini...

mereka masih bener2 jaga unsur tradisionalnya kentel bgt. 

Laki jepang ga ada yg menarik perhatian gw waktu disana. perhatian gw tertuju ke yang lain nya ahahahaha! Gw malah nemu yg gw doyan ternyata orang indo juga. :tersipu#nasib @Vaylyn

On 17 Februari 2017 at 7:58 AM, twindry said:

wakakak.. kemana aja kak @Ikamarizka lama ngak nongol :D untung gua ngak berlinangan aer mata plus sujud syukur begitu tiba di haneda. bener2 ya rasanya gimaanaaa gitu mimpi kita waktu kecil bisa kewujud :salut 

Biasa deh... Lagi sibuk cari setoran demi seonggoh bakal beli tiket ke jupun lagi kwkwkwkwkw. 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 15/2/2017 at 10:16 AM, Vaylyn said:

Hahaha, iya nh, banyak cerita di forum ini yang memotivasi buat saya pergi nanti :D

longjohn itu ngangetin ngga sih? nyoba heattech sih lumayan , ke mangga duanya sama aja abis biaya lagi haha, paling beli di jp biar lebih murah dan berkualitas juga, katanya dijepang cewenya tahan baju tipis gara2 itu :ngeledek Oiya kmrn bawa longjhon buat 8 hari berapa?

Longjohn ya sama aja kek heatech sih sebenernya. Longjohn yang kubeli kan satu setel, baju sama celana sekalian, jadi lebih murah. Cari di bukalapak atau tokopedia juga harga 120an, kok.

Aku cuman bawa 2 pasang, ahahaha. Misal maksa 1 pun juga kuat keknya:tersipuMusim dingin jarang ganti baju

On 16/2/2017 at 11:00 PM, Ikamarizka said:

1 KATA. WUAAAAAAAAAH!!!

sampe juga yaaah!!!:45

gw juga dulu skeptik bgt ga bakalan bisa ke jepang. setiap ngeliat waku waku atau arirang pasti cuman menghela napas panjang. Eh emang rejeki ga kemana ya. Begitu jejakin kaki di jepang gw bener2 berlinang air mata lho (lebay) (tapi beneran) AHAHAHAHA! 

pengalaman yang paling mengesankan memang jalan di kyoto, gion dan perumahan tradisionalnya ya. like a dream come true (azeek) ditutup pake ramen pula.. hadeuuuh.

yang kedua adalah ketika ke takayama, sepi, udah kaya tinggal di jaman edo.

Fav spot salah satunya juga si innari ini, tapi liat di foto lo sih ini kebangetan banget ramenyaah ck ck ck. gw udah pusing kali. kebetulan pas kemarin kesana byk yg pake kimono. jadi pemandangannya tradisional bgt:kesengsem

Penginapannya homey bgt ya sepertinya. deket sama gion yah? setau gw penginapan di gion juara mahalnya. sigh. paling murah bisa 1jt.

 

jyaaaaaah.... emang dasaarr lakik! fokuuuus weyyyyyy @twindry @Daniear

 

conversation lo sama gadis nanya kereta kok pgn gw report as spam ya.. krik krik.. wakakakakak. maksud dia nengok lo pas turun itu untuk kasi kode kalo iya benr turunnya disitu biar ga nyasar. 

gw waktu di osaka juga geret2 koper setengah badan jam 11 malem nyari hostel gw ga ketemu ketemu. udah mau nangis. eh disamperin kakek kakek 2 orang dibantuin cari in hostelnya. dan... tetep ga ketemu.. akhirnya gw nekat nitip koper gw ke kakek kakek itu, gw bener2 lari masukin gang per gang nyari. untung dapet sigh...

okeh lanjutkan ceritanyaa.. ihiiiiy

Penginepan gue deket banget ke Gion mah. Kemarin nyari ramen itu pun jalan kaki. Ke Kiyomizu aja jalan kaki:terbang(pegel kalau ini, sih).

Jangan di report, Kakak:tersipu Masalahnya gue nggak turun situ, masih lanjut 2 stasiun, eh si cewek masih ngeliatin aja, sambil ngomong sesuatu ke temennya. Mungkin bergunjing yang nggak2 tentangku. PD:tersipu

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Daniear nice share broh..

kok aneh ga tercover JR pass si Sanjo itu? Soalnya waktu ane tinggal di higashiyama-sanjo itu bisa bolbal pake JR pass deh .. hmm apa ane salah inget yak :bingung

Screen Shot 2017-02-20 at 2.32.02 PM.png

 

On 2/13/2017 at 10:45 AM, twindry said:

kok cewek jepang cantik2 ya? :bingung 

salah satu yang membuat pengen balik ke Jepun , liat yang kawai2 :kesengsem

On 2/12/2017 at 3:34 PM, Daniear said:

 

IMG_20170107_185513_HDR.jpg

wah mesti cobain nih lain kali. :terpesona

@Daniear ditunggu FR selanjutnya yang banyak cewe kawai :tersipu

Share this post


Link to post
Share on other sites
24 minutes ago, min0ru said:

salah satu yang membuat pengen balik ke Jepun , liat yang kawai2 :kesengsem

bikin betah :kesengsem wkwkwk.. rupanya bener2 cantik ya kayak di tipi2

Share this post


Link to post
Share on other sites
2 minutes ago, min0ru said:

:ngeledek ngaku juga dia

eh tapi sayang ngak ketemu artis J*V. padahal udh niat wkwkwk :ngeledek mau ke makamnya kakek lejen. eeh malah lupa begitu udh di TKP :ngakak siapa tau dapat "bakat" nya kakek lejen kan. nular wkwkwk

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By Gulali56
      Berhubung sudah byk FR tentang Jepang, saya mau cerita tentang supermarket SEIYU saja hasil trip saya ke Tokyo mid November 2017 lalu.
      SEIYU ini adalah supermarket 24jam yang terletak di Basement floor di ASAKUSA ROX, plaza kecil yang seberang2an sama DON QUIJOTE di area ASAKUSA.
      Kebetulan berdasarkan saran temen2 saya yang bolak balik Tokyo, area Asakusa ini memang favorite mrk krn semua ada disini.
      Review hostel tempat saya menginap di Asakusa bisa di cek disini:
       
      Oke balik lagi ke SEIYU, supermarket ini unlike rata2 supermarket di Jepang, isi jualannya sama kyk supermarket di Indo, alias ada toiletries, snack2, onigiri, sushi, kue2, bhn2 mentah, dll.
      Kalau yang pernah baca2 , supermarket di Jepang itu rata2 jualannya aslik food groceries, jadi mo cari oleh2 coklat , shampoo, sabun mandi ya gak ada disitu. Nah makanya saya excited bgt nemu SEIYU ini. Walau buka 24jam, hrg2 nya bersaing dari DON QUIJOTE yang cuma sbrang gedung dan gak perlu ribet2 ngejar 5,000 yen biar dpt tax refund. Krn hrg after tax pun udh murmer. 
      Buat yang menginap di Asakusa dan di hostel nya ada dapur lengkap en mau irit. Saya sarankan belanja disini dulu buat stock makan irit kalian.
      Berikut hasil foto2 hasil kalap belanja di SEIYU:

      Sayur buat numis2... or nge sop? Adaa....                                                                                                      Buah2an memang mahal ya bok di Jpn

      Ayam fillet nya mayan nih buat 2-3x masak 400-an yen                                     Ini penting buat yg gak bawa rice cooker, ini nasi instan, masukin ke microwave bbrp menit lgsg jadi nasi pulen bisa isi 3 ataupun 5


      baik yg males motong sayur ataupun maunya makan salad tp murah, versi plastikan ini murmer dan bisa beli bumbu sachetan nya juga
       
      Jepang tuh negara yg serba inovatif dan instan, dari miso soup dan soup2 instan lainnya, dan tentunya berbagai macam mie instan cup kecil gede ada... jauh lbh murah dari minimarket 24jam kayak Lawson , 711 dll
       

      Dari roti, puding, churros , goreng2an sampai snack khas jepang dengan hrg lbh murah dari food stall dijalan2...  (rasa entah yak)
       
       
      Katanya belum afdol di Jepang, kalau blm ngerasain onigiri di supermarket2... yg ini lbh murah dari minimarket yg rata2 diatas 100yen. Yang donburi jauh lbh murah dari makan di resto2 kyk Matsuya maupun Yoshinoya..

      Yang bilang air mineral di Jpn mahal, ini isi 2literan.. cuman 68 yen or kurang dari 10rb                     Yang ini teh susu tp warna nya kyk air putih.. ajaibb.. (norakk)

        
      Dari nge bir, nge jus, nge yogurt, sampai minum kopi ataupun susu ..... yang foto kanan bawah, warna ijo (rak ke-3). Ini Green tea latte sehrg 95 yen,  enaaaakk bgt, endess...
      Nah foto2 yang dibawah ini kesukaan semua org buat oleh2, atao mo buat PO buat jastip dll? Yg suka beli oleh2 coklat, snack2 di Daiso maupun Don Quijote, cek sini dulu deh hrg nya..
       
      Buat yg suka beli KITKAT saya sarankan beli yg model bungkusan kyk gini isi 16pcs yg dlm nya  mini KITKAT yg diwrap satu2, cocok buat oleh2 grosiran buat temen2 kntr . Hrgnya 248 yen , kalo beli 2 bks malah jadi 470yen. Kalo udh model kotak kyk di jual di airport, dengan jml isi hampir sama, harganya bisa 600-800yen.
       
       

      Yang coklat2 ataupun permen2 dibwh 100 yen ini , biasa di jual di Daiso 100 yen plus tax ..

      nah kalo yg diatas ini mahal... kalo nemu di Daiso , produk sejenis dan pastinya beda merek.. mending beli di Daiso yg cuma 100yen
      Di SEIYU ini ada 2sistem cashier... ada yg self service cashier.. biasa org yg kemari krn belanjanya dikit biar cepet aja scan hrg sendiri, terus masukin uang pembayaran ke mesin. Berhubung eike org indo asli yg doyan dilayani, dan males mikir cara2 nya, ya antri yg ada mbak2 cashier nya.
           
      Disini plastik kecil free, tp yg size gedean byr 2 yen or cuma 250perak.

      Dan ini hasil belanja saya... plus tax 8% gak sampai 3,000 yen , buat makan 2hari dan oleh2 buat selusin org kntr yg ribet kalo saya kebanyakan tinggal cuti....
      Oiya keranjang kuning ini artinya saya udh bayar belanjaan saya, tinggal packing ke plastik sendiri.. no wonder org Jpn di indo pd betah.. diladenin mulukkk... 

      Selamat berbelanja di Supermarket Jepang 
       
      ROX Asakusa
      Address: 1 Chome-25-15 Asakusa, Taito, Tokyo 111-0032, Japan

       
    • By AL-Akbar
      Dimulai perjalanan dari Jakarta menuju Kendari, Kemudian kami sudah di jemput oleh orang dari penginapan 
      perjalanan dari Bandara menuju Dermaga tempat Speed Boat kami hanyak 40 Menit. orang biasa menyebut dengan lokasi By Pass Kendari
      setelah itu melanjutkan perjalanan laut sekitar 2 Jam dan sampailah kami di resort "Labengki Nirwana Resort" tempat menginap (kami mengambil paket tour full board All-in yang disediakan pihak ressort)
      Mejeng Dulu Depan Kamar:
      Setelah Istirahat Sejenak dan Makan siang kami langsung diajak Menuju "Blue Lagoon".. sekitar 15 Menit Menggunakan Speed Boat dari Resort
      setibanya di Blue Lagoon pemandangan nya sangat bagus pantai yang di kelilingi bukit dan tebing kars kars.. tapi masih bingung di mana posisi blue lagoon nya..
      Pantai Menuju Blue Lagoon:
      ternyata oh ternyata kami diajak menaiki lebih tepatnya memanjat karena terjal, belum ada jalan yang dibuat, benar benar alami manjat di bebatuan kars yang tajam (harus pakai sepatu karet, atau sandal gunung) sepatu saat itu kami di pinjamkan dari pihak resort, setelah sekitar 15-20 menit panjat memanjat akhirnya tiba juga di blue laggon
      blue lagoon:
      pagi hari berikutnya jam 5 pagi kami sudah bersiap di restorant resort untuk treking "Labengki Lovers Walk" untuk melihat Sekitar Resort dan "Teluk Cinta" teluk cinta ini unik karena pantai nya terlihat seperti bentuk Hati.
      Teluk Cinta:
      Pemandangan Dari Puncak Labengki:
      Treking ini dimulai dari bawah resto resort - puncak labengki - nyebrang kepulau sebrang itu naik kepuncak nya kemudian turun lagi dan pulang nya di jemput nyebrang menggunakan sampan
      keseluruhan sekitar 1 jam. (untuk labengki lovers walk hanya dapat dilakukan oleh tamu yang menginap di resort, bagi pengunjung umum hanya bisa naik kepuncak untuk melihat teluk cinta melalu sisi sebelah lain bukit tersebut)
      okeh setelah treking kami siap siap berangkat menuju kepulauan Sombori, (Sombori sudah memasukin Sulawesi Tengah, sedangkan Labengki di Sulawesi Tenggara) jadi antar propinsi hahah..
      perjalanan laut sekitar 1 jam naik speedboat, tiba di sombori diharuskan melapor dahulu dan membayar biaya retribusi kemudian meminta guide local untuk mendampingi selama di kepulauan sombori (gak tau berapa bayarnya karena paket kami sudah All-in)
      kantor Pemerintahan Sombori:
      setelah pelaporan selesai langsung nyebur untuk snorkling tepat di sekitar kantor ini.. kondisi peraian di labengki dan sombori landai tapi tiba-tiba langsung dalam seperti palung laut dari sekitar 1 meter bisa langsung ke puluhan meter..
      setelah puas snorkling kamu berangkat ke spot pertama yaitu "Puncak Khayangan".. 10 menit dari tempat tadi sampai lah di puncak khayangan, dari tempat kapal bersandar harus treking dengan jalur yang masih alami dan terjal sekitar 15 - 20 menit sampailah di puncak khayangan
      Puncak Khayangan:
      lanjut menuju spot ke 2 yaitu goa kristal.. sekitar 15 menit perjalanan dari sini, menuju sebuat goa yang dalamnya apabila di sorot dengan cahaya menyala mengkilat seperti kristal, sayangnya susah sekali tertangkap camera hanya bisa di nikmati dengan mata secara langsung.
      goa kristal:
      lanjut menuju spot ke-3 yaitu "Pantai Air Kiri" disebut begitu karena di pantainya ada sumber air tawar yang hanya bisa di ambil dengan tangan kiri. sekitar 15 menit perjalanan dari goa kristal. melewati perairan yang sekelilingnya perbukitan dan batuan kars serta pantai pantai dan pulau pulau kecil berpasir putih. akhirnya sampai dan pemandangan yang supeeer.. Pantai nya diapit oleh dua Lautan yang airnya bening seperti kaca.
      Pantai Air Kiri:
      lanjut menuju spot 4 yaitu goa berair, 10 menit saja perjalan dari pantai air kiri, menuju goa yang ada dimasuki oleh air laut, banyak terumbu karang besar disini, dan juga banyak sekali bintang laut
      goa berair:
      kemudian searah dengan perjalanan kembali ke resort kita mampir di spot ke-5 yaitu pantai "pasir panjang".. ini merupakan spot snorkling terbaik menurut saya karena banyak sekali jenis ikan dan terumbu karang nya dan juga di pasir panjang ada spot yang menjadi icon yaitu dua buah pohon kelapa yang sejajar dan bengkok, seperti pohon kembar. menikmati pantai di hamock yang dipasang di pohon iconic jadi hal yang harus disini heheh
      pasir panjang:
      selain menuju spot spot diatas banyak kegiatan yang dapat di lakukan di labengki, misalnya seperti Canoing, Flying Fox,  Snorking, Floating-Floating, Tidur di Hamock menikmati Suasana sampai main loncat loncat, di sini U can Snorkling Every Where keluar kamar langsung snorkling pun bisa, di peraian sekitar resort akan di jumpai Kima (kerang raksasa) karena disana adalah habitat species Kima
      Kegiatan lain:
      Sekian Sedikit cerita dari Labengki dan Sombori.. mohon maaf kalo berantakan heheh
      Note:
      * Asumsi Waktu Perjalanan diatas kami memakai Speed Boat 200pk (Kendari - Labengki - Sombori -  Kendari maupun Island Hooping)
       
    • By Yones deliyandra
      Mengunjungi mahkota bumi ini! Himalaya!
      Annapurna Base Camp 4.130 mdpl Amazing Landscape to ABC Aku selalu bermimpi dan membayangkan untuk bisa datang melihat agungnya pegunungan ini, membayangkan setiap langkah melalui jalan-jalan setapak naik dan turun gunung, menyinggahi setiap desa-desa kuno, menyelami mistisnya Himalaya dan bersatu bersama kesunyian alam.
      Selama ini itu semua ada dibayanganku, setiap kali membaca buku-buku tentang perjalanan orang-orang dalam mencari tujuannya masing-masing ke tempat ini selalu membuatku merinding dan penasaran. Mereka selalu menggambarkan betapa indahnya jalur pendakian ini, betapa indahnya suara deru angina malam ketika udara dingin dan salju menghantam, betapa indahknya melihat gunung-gunung tertinggi dunia yang berselimut salju putih. Dan 23 April 2017 aku benar-benar melakukan perjalanan ini. Perjalanan yang semula hanya sebuah mimpi dan impian. Perjalanan yang rata-rata bagi kebanyakan orang di Indonesia, adalah perjalanan yang beresiko dan sedikit nekat, atau malah terlalu nekat. Kadang aku masih tidak percaya kalau akan melakukan ini. Tapi ya disinilah aku sekarang, aku telah melakukannya. Pada tulisan pertama ini, aku akan menjelaskan secara ringkas tentang perjalanan ini beserta intinerary perjalanan ini. Untuk cerita seru lainnya selama perjalanan ini, akan aku jelaskan di tulisan berikutnya. Annapurna Base Camp 4.130 mdpl Annapurna Base Camp (ABC) 4.130 mdpl adalah salah satu jalur treking yang sangat populer bagi kebanyakan turis yang datang untuk menikmati keindahan Himalaya Nepal. Annapurna Base Camp sering menjadi tujuan para turis, selain banyak lagi jalur treking lainnya seperti Everest Base Camp (EBC), Annapurna Sircuit dan masih banyak lainnya. Annapurna Base Camp ini bisa ditempuh dalam 7-8 hari perjalanan naik dan turun, dan bisa ditempuh  secara independen yaitu tanpa menggunakan jasa tour travel ataupun guide. Aku dan temanku melakukan perjalanan treking ini secara independen ini, tanpa tour, guide dan porter. Tour adalah pihak yang menjual paket treking ini, biasanya lengkap dengan guide dan porter. Guide adalah pemandu atau penunjuk arah selama treking ini, guide bisa didapat bersamaan dengan tour atau bisa di sewa secara independen. Porter adalah pihak yang menjual jasanya untuk membawakan semua barang-barang kita selama treking. Biaya untuk guide dan porter berbeda-beda, tergantung negosiasi yang kita lakukan. Nah, berikut ringkasan perjalanan kami selama 15 hari di Nepal, termasuk treking mandiri ke Annapurna Base Camp.
        Day 1,  23 April 2017 Jakarta - Kathmandu Berangkat dari Jakarta dengan maskapai Malindo Air, kebetulan kami dapat harga promo 2.8 juta Rupiah untuk Pulang-Pergi Jakarta-Kathmandu, murah kan… hehe   Namaste Nepal dan VISA Setelah delay sekitar 2 jam, akhirnya pesawat kami berangkat dan sampai di Kathmandu pukul 11 malam. Sesampai di bandara Kathmandu kami lansung mengurus Visa, imigrasi dan bagasi. Beruntung kami sudah melakukan registrasi untuk Visa ini secara online di web imigrasi Nepal (https://www.nepalimmigration.gov.np/). Jadi kami hanya membawa kertas printout bukti kita sudah apply online, langsung melakukan pembayaran sebesar $25 USD tanpa lagi mengisi form. Setelah dapat bukti bayar, langsung ke imigrasi gate untuk mendapatkan striker Visa, dan Namaste.... Welcome to Nepal, have a nice trip, ucap petugas imigrasinya. Visa Nepal     Menuju Thamel Dari bandara menuju daerah Thamel kami menggunakan taxi dengan ongkos 500RN, harus nego dulu ya, karena biasanya mereka menawarkan sampai 800RN   Penginapan di Thamel. Karena kami sampai di Kathmandu sudah tengah malam, jadi penginapan di Thamel sudah pada tutup. Setelah menggedor salah satu pintu hostel, dapatlah kami kamar yg lumayan nyaman dengan membayar 1000Rn. Hotel Sun Way Inn di Thamel Kathmandu Day 2,  24 April 2017 Menuju Pokhara Treking Annapurna Base Camp ini di mulai di kota Pokhara, itu sekitar 8 jam perjalanan dengan bus dari Kathmandu. Kami naik bus tourist dari Thamel dengan ongkos 700Rn, bus berada di sepanjang jalan Kantipath, dan semua bus akan berangkat jam 7 pagi. Tidak masalah kita beli tiket lansung di tempat, karena kami beli tiket lansung di tempat. Tourist Bus   Interior Tourist Bus Permit ACAP dan TIMS Ini adalah izin yang wajib dimiliki oleh setiap treker, kedua Permit ini bisa di urus di Kathmandu atau Pokhara, kebetulan kami mengurusnya di Pokhara yaitu di Pokhara Tourist Service Center. Kantornya tidak jauh dari terminal bus dekat dengan kantor polisi. Jika bingung, bisa tanyakan dengan supir taxi, dan mereka akan lansung mengantarkan kita ke kantor ini.   Jenis Permit Biaya Syarat TIMS 2000 Rn Foto copy passport dan pas photo 2 lembar ACAP 2000 Rn Foto copy passport dan pas photo 2 lembar     Pokhara Tourist Service Center   Pokhara Tourist Service Center TIMS & ACAP permit for treking advice     Menginap di Pokhara Malam ini sebelum treking esok hari, kami istirahat dan menginap di daerah Lakeside. Disini juga kami memilah barang bawaan yang akan dibawa. Barang-barang yang tidak diperlukan, kami titipkan di hotel. Ini sangat penting, karena treking mandiri tanpa guide or porter itu, artinya kita akan membawa barang kita sendiri selama pendakian, jadi jangan sampai ini menyusahkan diri sendiri. Bawalah barang seminim mungkin dan cukup untung mendukung selama pendakian.   Day 3 - 9,  25 April 2017 – 1 May 2017 7 days Treking to Annapurna Base Camp Annapurna Base Camp Treking Map Tanggal Jalur Treking Day 1. 25 April 2017 Nayapul – Kimmrong Day 2. 26 April 2017 Kimmrong – Chommrong Day 3. 27 April 2017 Chommrong – Himalaya Day 4. 28 April 2017 Himalaya – MBC Day 5. 29 April 2017 MBC – ABC – Deurali Day 6. 30 April 2017 Deurali – Chommrong Day 7. 1 May 2017 Chommrong – Siwai   Untuk lama treking ini sebenarnya tergantung kecepatan trek yaa, jadi bisa saja lebih cepat atau lebih lama. Itu adalah trek yang kami yang lalui menyesuikan dengan kondisi dan semangat per harinya, jadi ada yang lumayan jauh, tapi ada juga yang tidak begitu jauh. Treking day 1. Nayapul – Kimmrong Dari Pokhara ke Nayapul bisa menggunakan taxi, lama perjalanan sekitar 1,5 jam dengan ongkos 1600Rn (tergantung nego yaa). Dari Nayapul ke Gandruk, info dari teman bisa menggunakan local bus atau jeeb/taxi. Rencana kami menggunakan bus, tapi karena jadwal nya tidak tentu, akhirnya kami memutuskan untuk naik jeep. Sebenarnya treking sudah bisa dimulai dari sini, tapi demi menghemat waktu dan energy, kami memilih untuk menggunakan jeep. Lama menggunakan jeep dari Nayapul ke Gandruk 1,5 jam dengan hasil tawar menawar ongkos 1300RN untuk 2 orang. 
      Disini nanti akan ada pengecekan untuk permit yang sudah kita buat.  TIMS Check Post   ACAP Check Post Dari Grandruk kami mulai treking, lumayan cape hari pertama ini, dan kami memutuskan untuk menginap di penginapan pertama di daerah Kimmrong     Treking day 2. Kimmrong – Chommrong Kimmrong menuju Chommrong jalurnya terlihat seperti jalur trekking Gunung-gunung di Indonesia, hutan-hutan dan jalan yang naik turun bukit. Tapi view nya indah banget. Hari ke dua ini bagiku sangat melelahkan walaupun sebenarnya kami bisa lebih jauh lagi, tapi karena kondisi fisik yang sudah tidak memungkinkan, akhirnya kami menginap di tempat ini Chommrong.     Treking day 3. Chommrong – Himalaya
      Chommrong sudah cukup dingin, bahkan sore hari sudah turun hujan es disini. Pemandangan dari lodge kami sangat indah dan kereeen. Pegunungan Himalaya bersalju tampak luar biasa dari jendela kaca jendela kamar. Di Chommrong kami meninggalkan beberapa barang lagi, karena menurutku ransel carrier kami makin berat ajaaa. Chomrong ke Himalaya dengan jalur yang terus naik dan sudah sering hujan, jas hujan sangaat membantu.
        Treking day 4. Himalaya – MBC Dingin bangeeet. Jalur ini sudah berhadapan dengan jurang-jurang salju curam membuat kita harus extra hati-hati. Jalur sedikit landai dan naik lagi dan terus naik. Berjalan berdampingan dengan sungai deras dan gunung bersalju menbuat aku diam seribu bahasa, hanya ada pandangan takjub, suara nafas terengah-engah dan deru sungai, sesekali suara burung gagak.    

            Treking day 5. MBC – ABC – Deurali Amazing Landscape to ABC Today is big day. Hari ini aku akan sampai di peraduan mu Annapurna Base Camp. Setelah sarapan yang cukup kami bergegas untuk segera naik menuju ABC. Jalur ini benar-benar jalur terindah dan luar biasa bagi ku, seakan tak percaya aku disini sekarang. Begitu dekat dikelilingi gunung-gunung Himalaya putih bersalju, langit biru yang benar-benar bersih dilengkapi dengan cahaya matahari pagi yang menghangatkan tubuh. Allahuakbar, tak ada yang seindah ini. Terus naik perlahan, bertemu teman-teman sependakian yang bergerak turun, sementara kami terus naik naik. Semangat dari mereka terus menyemangati ku.   Aku sampai… ya aku sampai… impian aku sudah menjadi nyataa.. Berdiri disini.  Annapurna Base Camp 4.130 mdpl   Annapurna Mountain  
      Setelah puas di ABC kami mulai berjalan turun, target 2 desa di bawah untuk menginap malam ini. Cuaca di atas  jam 11 sudah mulai tidak bagus, hujan badai menemani perjalanan turun kami.   Treking day 6. Deurali – Chommrong Deurali – Himalaya – Dovan – Bamboo – Sinuwa – Chommrong. Hari ini benar-benar menguras energi bagi ku. Di Chommrong kami menginap di lodge yang sama dengan waktu kami naik. Treking day 7. Chommrong – siwai Chommrong – Jhinu – New Bridge – Kymi – Siwai. Siwai – Phokara bisa menggunakan jeep atau local bus.   Day 10, 2 May 2017 Phokara. Setelah pendakian beberapa hari, hari ini kami habiskan untuk istirahat dan membersihkan barang-barang selama pendakian.   Day 11, 3 May 2017 Phokara, disini kita menghabiskan waktu untuk jalan-jalan explore Phokara   Day 12, 4 May 2017 Phokara - Kathmandu   Day 13, 5 May 2017 Explore Kathmandu   Day 14, 6 May 2017 Explore Kathmandu   Day 15, 7 May 2017 Kathmandu - Jakarta

      Begitulah penjelasanku secara ringkas tentang perjalanan ini beserta intinerary perjalanan ini. Untuk cerita seru lainnya selama perjalanan ini, akan aku jelaskan di tulisan berikutnya ya.

      Bersambung...
      Silakan berkunjung di blog aku juga https://yonesfd.blogspot.co.id/2017/11/nepal-dream-come-true.html hehehehe
    • By devi admaja
      Tak terasa sudah waktunya kantor kami outing lagi , awalnya saya selaku koordinator mengajukan untuk ke luar kota Lampung dan bermaksud ke Bogor , setelah cari info kanan kiri pimpinan setuju , apa daya budget ga masuk , akhirnya kami kongkow dan beberapa dari kami (termasuk saya) belum pernah ke dufan akhirnya saya maju lagi dan setelah pjg lebar pimpinan setuju , dan budget-pun setelah dihitung bisa direalisasikan , saatnya pengajuan ke kantor pusat kami , dan setelah perjuangan , revisi , revisi & negosiasi alot dgn kepala bagian saya di pusat berhasil & begitu sampai di meja direksi , proposal saya kandas seperti kapal karam . dikarenakan dateline proposal 1 minggu lagi maka saya harus gerak cepat memutuskan mau kemana , cari info kesana kemari resort yang punya vendor outbound di Lampung , pada awalnya saya tertarik dengan Suak Sumatra , salah 1 resort baru , saya hubgi marketing officer-nya , dikarenakan jumlah ruangan yg terbatas , harga yg masih lumayan mahal (1,4jt per org per malam) dan tidak adanya vendor team building (kami harus bawa sendiri dari luar) , maka ga jadi ke Suak. Okey hari makin mepet akhirnya saya hubgi Grand Elty (LAGI) , kami sudah bekerjasama selama 3 thn berturut2 ini dan kalo cuma di seputaran resort-nya saja mungkin bisa bosan yah hahahaha. Dan dikarenakan pimpinan saya berjiwa petualang , beliau tanya kalo mw sebrang pulau bisa tdk , dan pihak BISA. Ada 2 pilihan , ke sebuku dengan durasi perjalanan 1,5jam or liat2 Gunung Anak Krakatu durasi 3jam (cuma LIAT2 doang , karena sekarang sudah tdk boleh di explore lagi , iyalah lama2 hancur diinjak2 terus). Okey setelah nego menego harga akhirnya disepakati kami akan outbound ke sebuku & snorkling disana. 
       
      Hari H-pun tiba (28102017) berangkat dari Bd.Lampung jam 7 teng teng menuju elty perjalanan 1,5jam. Sampai di elty kami drop barang2 kami. Jam 9 pagi kami berangkat menuju sebuku , perjalanan 1,5jam naik kapal. Beginilah penampakan kapalnya. 
      Kami menyew2 kapal , kapasitas kapal katanya 30 org , jumlah kami 38 org , terus terang saya juga mabok naik kapal ini , memang saat meeting dgn pihak elty sudah diberitahukan bahwa akan naik wooden  boat , tapi dlm benak saya bukan wooden boat begini hahaha , banyak teman2 yg akhirnya muntah dalam perjalanan (kondisi cuaca cerah , tapi memang ombak & angin agak besar) , saya-pun ikutan mabok jg walopun tdk sampai muntah , saya hanya kentut melulu hahahahaaa. . . selaku panitia mesti keliatan tegar gt
      Voilla...akhirnya hampir sampai...berikut penampakannya : 

       

      Berhubung mayoritas saya  mengambil view-nya pakai video maka saya  screenshot saja yah. 
      Tampak pasir putih membentang , memang pulau tak berpenghuniii, untung bawa makanan byk banget kuatir ga bisa balik karena ombak (maklum emak2 jd kuatirnya byk)  

       

      Yuk...bongkaran

       
      Namanya pulau tak berpenghuni , jangan harap ketemu cowo2 ganteng or cewe2 cantik , ketemu nenek2 aja uda syukur huehehehe... Oiya awalnya dikasi tau kalo ga ada toilet , wah mikirnya nti kencing dimana , katanya langsung aja nonkrong di laut (wah langsung mikir pantesan air laut asin) wahahahaa... Tapiii..rupanya ada kok toilet daruratnya , dan dibutuhkan usaha dlm ngambil airnya , kita mesti NIMBA dari sumur , untung aja dulu pernah belajar nimba hehehhee... Ini penampakan muka toiletnya (rumahnya yah bukan kapalnya)

      Oiya suasana-nya makin sore makin serem , uda gt air laut makin naik , dan ada beberapa temen bilang kok ada bau bangkai gt (saya tdk merasakan bau sih) , oh mungkin empu-nya pulau sudah tidak berkenan kami lama2 disitu , ya sudah akhirnya kami putuskan untuk lanjut ke spot untuk snorkling , perjalanan cuma 10 menit karena kapal cuma berbelok aja , mayoritas dari kami tdk snorkling (termasuk  saya)

      Okey setelah snorkling , kita balik lagi ke dermaga grand elty , perjalanan pulang seperti biasa lebih baik dari perjalanan pergi , yang mabok sudah tidak gitu mabok lagi , oiya beberapa dari kami dapat kelapa dugan dari penduduk asli sana (makasih yah pak :) ) , daging kelapa dugannya tuebel banget tapi lembut (sumpe nyesel ga bawa sendok pamungkas hhuhuhu). Balik k elty uda sore , dan sejauh mata memandang kami berada di laut lepas 

      Sesampai di elty kita check-in hotel 


      Dan setelah sampai kami semua istirahat untuk acara kebersamaan kami di malam hari :) 
      Sekian cerita ke pulau sebuku , bagi saya selama tinggal di Lampung semua pulau yang disebrangi pemandangannya kurleb sama , dengan hamparan pasir putih yang panjang , pepohonan hijau , terumbu karang dan air jernih berwarna hijau biru. . . Tuhan menciptakan alam dan seisinya begitu indah sampai keindahannya tiada habisnya , dari pulau 1 ke pulau yg lain. Sampai jumpa di cerita berikutnya. Thanks 
    • By siskawul
      Khao Yai, daerah ini merupakan distrik di Thailand yang belum ramai dikunjungi oleh wisatawan yang datang ke Thailand. Objek wisata terkenal yang ada di sini antara lain Khao Yai National Park, Primo Piazza, Palio Village, Chocolate Factory, Sunflower field, dan kafe-kafe lucu dengan design design yang instagrammable yuhu.
      Kali ini saya tidak membahas objek-objek wisata tersebut, tetapi hanya yang kemarin sempat saya kunjungi pada liburan singkat di Thailand ala kere hore. 
      Yuk capcus. 
      How to get there
      1.    Langkah pertama, kalian harus bangun dari tidur cantik kalian. Pastikan kalian bangun dan siap2 lebih pagi dari biasanya, apalagi yang berniat just one day trip seperti kami kemarin. Kemarin, kami sudah bangun pagi, siap2 lebih pagi, tapi ada tragedi pencarian kunci hostel yang nyelip dulu saat mau keluar kamar. Yihuhu banget. Ditambah juga sulitnya mencari taksi yang akan membawa kami ke mochit bus station. 
      2.    Langkah kedua, pergilah ke Mochit bus station atau yang lebih dikenal dengan Mochit 2. Kalian bisa pergi dengan BTS ke Mochit dan dilanjut naik bis. Entah bis nomor berapa kemarin sempet searching tapi karena kami tidak memakai alternatif itu jadi lupa *maaf. Berhubung kami berlima dan setelah dihitung2 harga naik BTS nyambung sama saja dengan naik taksi atau grab (lebih disarankan naik taksi meter saja, karena berdasarkan pengamatan harga, lebih murah pakai taksi meter dari pada naik grab. Oiya, taksinya nyetop di jalan aja, tapi pake meter atau argo ya).
      3.    Langkah ketiga, belilah tiket bus jurusan Pak Chong. Tiket bisa dibeli di loket bis nomor (nah yang ini berdasarkan blog walking saya, ada yg bilang ke loket 68, ada jg yang bilang loket 48). Kemarin kami mengikuti ke loket 68. Tapi loketnya tutup dan loket 69 buka dan tertulis Pak chong juga di situ. Walhasil, belilah kami tiket di situ dengan harga 150 Baht per orang. 
      4.    Langkah keempat, menujulah ke gate bis sesuai arahan penjual tiket. Kemarin kami si di gate (gate atau Line ya) 70. Masuk bis, dan menunggu sampai bis berjalan ke Pak Chong.
      Oiya, kemarin kami menunggu lamaaaa banget buat bus jalan. Kami masuk bis jam 09.00. Dan bus baru jalan jam 10.45. What a banget. Sampe laper laper deh. Penjual tiketnya bilang perjalanan dua jam. Tetapi kenyataannya, perjalanan 3 jam lebih. Huowww. Lusuh deh kami. Kayaknya kami salah ambil bis deh. Kayaknya si, kayaknya ya, jadi bus yang lewat ke Pak Chong itu ada banyak penyedia gitu, nah yang kami beli itu bukan yang terbaik. Tapi yasudahlah kami sampai juga kok ke Pak Chong. Selama perjalanan, ada berhenti-berhentinya. Bisa buat pip*s atau nyari makanan. Kami si udah males. 
      5.    Langkah kelima, setelah disampaikan di Pak Chong, bingung deh kami. Kemudian muncullah Ibu Noch yang baik hati banget mengarahkan kami bagaimana how to get to Primo Piazza impian kami.
      Jadi seturunnya kami di Pak Chong (jadi dia bukan terminal, hanya semacam terminal bayangan di mana bis-bis kadang menurunkan penumpang di situ). Bilang aja si sama supir atau kernetnya kalau kalian mau ke Khao Yai. 
      Oiya, kemarin kami blind banget turunnya di Pak Chong sebelah mana. Bilang ke kernet sama supir buat diturunkan di Pak Chong, pake Google Translate atau pake Bahasa Inggris, merekanya jawabnya pake bahasa Thailand. Kami geleng2 dan desperate. Tapi akhirnya diturunkan di tempat yang benar juga si. 
      Lanjut ke Ibu Noch, jadi dari terminal Pak Chong, alternatif transport ke Khao Yai adalah dengan sewa motor seharga 300 baht/motor/24 jam atau dengan sewa mobil seharga 2500 Baht (kata blog). Kemudian Ibu Noch menawarkan kami untuk naik Songthaew dengan harga 1500 Baht untuk dua tempat tujuan. Dengan pertimbangan waktu saat itu sudah menginjak sore, dan kami berlima, sewa motor butuh 3 motor jadi 900 Baht ditambah bensin 100 Baht per motor. Jatuhnya sama saja harganya. Ditambah pula kami bakal butuh waktu buat baca maps. Iya kalau ketemu dan akurat. Finally kami ambil tawaran dari Ibu Noch. Jug ijag ijug, ternyata lumayan jauh lho menuju ke Primo Piazza. Kami bersyukur ambil tawaran Ibu Noch. Jadi bisa ngobrol-ngobrol cantik kan di dalem songthaew sambil lihatin jalanan Khao Yai yang alus dan gede beut. 
      Ngomong ngomong Ibu Noch, beliau baik banget dan yang asoy bisa bahasa Inggris. Hamdalah. Jadi sesampainya di Pak Chong, kami nanya toilet, diarahkan di mana toilet, kami nanya tempat sholat, dijawab gak ada tempat sholat (emang gak ada si). Terus kami diberikan waktu buat belanja2 di sevel dulu sebelum meluncur ke Primo dan Palio. Seselesainya dari trip, kami juga dicarikan dan ditungguin sampai kami dapat bis ke Bangkok. Dan oh, kami dapat tiket bis ke Bangkok just 120 Baht. Yaiyuy, kami rugi 30 Baht deh. Dan setelah kami dapet bus dan mau naik bis, ibu Noch gak minta komisi atau bayaran apapun dong. Saya dan temen2 sempet pandang-pandangan. Beneran nih masih ada orang baik di tempat wisata apalagi di luar negeri begini? Beliau cuma minta dipromoin ke teman-teman yang mau ke Khao Yai. That's why saya bikin postingan ini. 
      Setelah say goodbye dan thank you sama Ibu Noch, kembalilah kami ke Bangkok dengan bahagia namun lelah. Oiya ini nomor HP Ibu Noch bisa diminta via DM ya.
      Dan, ini sekilas pandang objek-objek di Khao Yai yang kami datangi.
      Primo Piazza
      Tiket masuk: 200 Baht 
      Isinya: komplek perumahan ala Eropa gitu deh. Sebelum ke Eropa beneran, bisa lah buat pemanasan di Primo Piazza ini. Cekrek cekrek yang banyak ya, udah bayar mahal sist. Feel fotografer kalian harus lebih jeli biar bisa menangkap ke-chic-an tiap sudut Primo Piazza. 
      Di samping komplek ala Eropa, kalian bisa beri makan kambing (kambing? Iya, kambing sama kayak yang ada di kampung saya). Ada juga alpaca si. Yang seolah olah berada di Australia. Tapi pas kemarin ke sana, cuma ada sedikit alpacanya. Itu pun pada menjauh dan gak bisa kami kasih makan. 
      Palio Village
      Tiket masuk: free
      Isinya: toko-toko yang jual barang apa saja dengan konsep pertokoan layaknya Eropa (duh, kenapa lagi lagi Eropa si). Harganya mahal mahal si. Enggak cocok buat traveler kere hore macam kami. Jadi di situ kami cuma lihat lihat sebentar dan pulang. 
      Sekian catatan flashpacker kami ke Khao Yai. Kalau saya si suka sama daerahnya. Dingin, adem, banyak makanan di night marketnya (kelihatan pas kami jalan tapi kami gak brenti), dan penginepannya yang kami lihat pas perjalanan ke Primo konsepnya unik-unik. Next time kalau ke sana lagi mau nginep ahhh. InsyaaAllah 
      Semoga membantu buat teman-teman yang mau ke sana ya.
      Kap kun Kha, Kap kun Khrap










    • By Daniyah Isa
      Assalamualaikum 
      Salam kenal,
      Panggil saya, Nia
      Ini adalah pertama kalinya saya pergi ke LN dg mengurus semua keperluan sendiri. Biasanya, sdh terima beres dari kantor, karena memang ada urusan. Nah, destinasi yg saya pilih tdk jauh tp harus berkesan ! Melaka. Kota yg ditempuh dlm waktu 2 jam dari KLIA2. 
      Gimana caranya saya bisa sampai ke sana ? Inih dia, detailnya ;
      1. JKT-KLIA2
      Pesan tiket pesawat yg everyone can fly dari situs resmi. Lama waktu sekitar 2 jam, berangkat 10:10am sampai KLIA2 13:15pm.
      Di KLIA2, ikuti saja petunjuk arah yang ada, sambil ikuti arus kemana orang-orang pergi. Nanti, ada eskalator naik, lalu ada eskalator turun langsung ke tmpt imigrasi. Setelah keluar dari imigrasi, saya temukan mall dg counter-counter barang branded. Semacam Grand Indonesia, kalau di Jakarta.
      Buat yg terburu-buru sampai ke KL dg cepat, mgkn ada urusan meeting or apa, bisa lurus terus ke pintu keluar. Di samping pintu keluar ada loket pembelian tiket KL Ekspres, seharga 55RM dg waktu tempuh 33menit ke stasiun KL SENTRAL. Dari KL Sentral, bisa pilih kemana saja tujuan teman-teman yg mau dicapai. Ibarat di Jakarta nih, KL Sentral tuh Manggarai. 
      Tujuan wisata saya, dan teman saya adalah Melaka. Belajar dari blog dan bbrp artikel, butuh kendaraan bus utk sampai ke sana. Hanya bus saja, tdk ada kereta atau MRT yg menuju ke sana. Saya pun, turun lagi ke lantai G dg eskalator. Jangan takut kesasar ! Banyak petugas keamanan yg berjaga.
      Sampai di lantai paling dasar, ada sederet loket yang menjual tiket bus, taxi, sewa kereta (mobil). Langsung saja, membeli tiket bus Transnasional tujuan Melaka Sentral, seharga 24.10RM. Di tiket sudah tertera nomor tempat duduk, gate tempat menunggu. Wah, pokoknya tertib dan teratur! Meskipun busnya lebih bagusan DAMRI sih bagi saya, hehehe.
      2. Melaka dan Wisatanya 
      Selama 2 jam perjalanan dari KLIA2, sambil bengong-bengong liat pemandangan (apa bener gue di Malaysia? Ini mirip ke Ciawi yah ? Heheheh) yang membedakan tuh, sepanjang jalan lancar jaya. Mgkn supir bus kapalan nginjek gas, hehehe. Duh bahagia deh kalau Jakarta jalanannya kaya gini terus. Sampai tibalah saya di Melaka Sentral, ibaratnya Terminal Kp. Rambutan gituh. 
      Waduh, sepi banget ! Macam ga ada kehidupan. Bingung juga kan, mau ke hotel gimana ? Boro-boro kuota buat pesan taksi online, sinyal ajah ga dapat.
      Yaa, saya tanya ke petugas kebersihan, dan memang bus Panorama 17 tujuan Bangunan Merah, agak lama. Bukan karena macet yaa, ini karena jalanan di Melaka tuh Sehala (satu arah) jadi dia berputar dulu.
      Sejam menunggu, datanglah bus Panorama 17. Disinilah pengalaman dimulai, banyak yg Negor dan tanya "Indonesia ya ? Indonesianya mana ?" Agak bingung sih, ditanya begitu. Biasanya ditanya "Jawanya mana ?" Padahal sih, sama saja hehehe. 
      Saya menginap di hotel Hallmark Crown, 3H2M, seharga 147RM include Breakfest, free wifi. Wilayahnya dekat dengan mall Dataran Pahlawan, jalan kaki 10 menit lah. Jadi turun saja di Dataran Pahlawan, ongkos busnya 2RM saja. Hotelnya comfie banget ! Disetiap sudut ada galon. Jadi bisa refil sepuasnya, ditambah kulkasnya menyala dg sempurna. Wah, recomend deh!
      Saran utk teman-teman yg mau pesan hotel di Melaka, pesan di daerah sekitar Dataran Pahlawan (rate murah), Bangunan Merah, dan Jonker Street. Tiga tempat itu, sudah dekat banget kemana-mana. Jadi bisa jalan-jalan santai, foto-foto, interaksi sama penduduk lokal. Yg penting, rajin jalan kaki yaa, hehehe.
      Hari pertama saya mengunjungi Bangunan Merah, jalan kaki dari Hotel 15 menit. Melewati mall-mall Besar, dan rupanya ada carnaval becak hias, mobil hias dan barongsai. Jadi nggak berasa jauh dan capeknya.
      Di Melaka, ada yang saya lihat di maps Google itu jauh, ternyata dekatan. Menara Taming Sari, Bangunan Merah, Jonker Street dan River Cruise. Yang jauh, cuma Masjid Selat Melaka. Masjid Selat Melaka memang harus menggunakan taksi online, karena jaraknya terpisah dengan daratan Melaka kota dan masuk ke kompleks perumahan. 
      3.Kuliner dan Oleh-oleh Melaka
      Sempat bingung mau makan apa di Melaka. Hari pertama saya sampai di Melaka, sudah malam dan banyak yg tutup. Masa iyah sih, jauh-jauh ke Melaka, makanya McD? Nggak ada nasi lagi. Akhirnya mampir ke 7Eleven (horeee, Nemu 'sevel !) Beli nasi lemak instant dan mie instan. Lupa berapa harganya, tapi cukup menahan lapar. Serius deh, sebenarnya nggak lapar-lapar banget ! Cuma karena nggak mau masuk angin ajah.
      Terakhir perut diisi sama sandwich Subway yg beli di KLIA2. Hufh, gara-gara ngincer destinasi wisata jadinya lupa makan. 
      Hari kedua, masih hunting foto disekitar Bangunan Merah, Taming Sari, River Cruise. Cerah banget langit di Melaka, dan udaranya juga segar nggak ada polusi (kapan Jakarta begini ? Mungkin ga yah ?). Di samping Bangunan Merah, ada tangga menuju bukit. Diatasnya bangunan reruntuhan yang menghadap lautan lepas. Keren banget !!! Duduk-duduk saja sambil lihat pemandangan. 
      Oh Iyah, untuk beli oleh-oleh seperti gantungan kunci, kaos tulisan Melaka, tas Melaka, tempatnya di Medan Samudera. Tenang, ga jauh kok ! Ga perlu nyebrang. Dari Bangunan Merah, ambil sisi kanan dan lurus terus sampai lihat bangunan kapal pesiar. Nah di sana, yang paling murah ! Kaos dapat 10RM, gantungan kunci dapat 8RM, 6 gantungan kunci. Meski di Bangunan Merah juga ada lapak yang menjual, lebih baik beli di Medan Samudera, karena harganya lebih terjangkau. 
      Selain beli oleh-oleh, di tempat ini ada warteg Melayu loh ! Syukurlah, ada warteg juga. Awalnya sempat underestimate gitu. Makanannya mirip makanan warteg, dan ga lebih menarik dari warteg Jakarta. Karena Nggak enak sama Ibu penjualnya, yg tiba-tiba udah nyendokin nasi, mau ga mau dibeli. 
      Yaa sayur tumis kacang panjang dan ayam goreng jadi menu makan siang. Pas dimakan, enak ! Ini karena efek capek mungkin yaa. Minum air mineral, biar nggak makin haus. Tadinya sih mau makan nasi Briyani dan teh tarik, tapi dia hanya jual di hari Minggu. Seporsi makanan warteg Melayu cuma 6RM. Waah, amazing ! akhirnya bisa menghemat, heheheh.
      Lepas makan, lanjut belanja-belanja di sekitar Medan Samudera. Biasa, buat yang dirumah, mau dibeliin kaos dan gantungan kunci utk disebar, hehehe. Jalan lagi ke Bangunan Merah, baru ketemu kedai es cendol. Katanya sih, es cendol di Melaka itu khas banget. Yaudah, saya beli yang es cendol kacang merah. Rasanya ??? Waah, enak banget !!! Pass buat saya yang ga terlalu suka manis. Kuah santannya gurih, cendolnya segar dan kacang merahnya manis. 
      Wah, okeh banget lah ! Rencana kalau ngidam, maunya ngidam es cendol Melaka. Hahahah
      Menjelang sore, saya bersiap menuju Mesjid Selat Melaka. Menikmati sunset sambil menunggu waktu magrib. Magrib di Malaysia, setengah tujuh. Tapi langitnya seperti setengah enam, Jakarta. Waktu di Malaysia tuh cepat banget ! Mungkin ini planet Merkurius, satu menit tiga puluh detik. Semua terasa cepat.
      Saya dan teman-teman menuju Masjid Selat Melaka menggunakan taksi online. Sampai di sana, waah indah banget ! Lebih indah dari foto-foto Google. Garis cakrawala sudah menyapa di langit. Air laut biru bersih tanpa sampah. Saya berdiri di halaman belakang Masjid menatap langit sore. Diterpa angin laut, dan ada beberapa wisatawan lain berlalu-lalang. Sayang, lagi nggak sholat Magrib di sini. 
      Akhirnya cuma nunggu teman yang sholat Maghrib, sambil jaga sendal hahaha.
      Malam terakhir di Melaka, saya menuju rumah makan Eeji Ban Chicken, penjual makanan khas Melaka. Ada Rice Balls, Asam Pedas, Nasi Lemak, harganya pun terjangkau. Berkesan makan ditempat ini, karena rumah makan Eeji Ban recomend dari supir taksi online. 
      4. Check Out Melaka
      Hari terakhir di Melaka, saya merasa sedih banget ninggalin tempat ini. Padahal rumah ini kampung orang, negeri orang, huhuhu. Nggak mau repot karena tas udah beranak, jadinya saya dan teman-teman naik taksi online ke Melaka Sentral.
      Di Malaysia pada umumnya, jarang ada sirik-sirikan or persaingan. Contohnya di terminal Sentral Melaka. Tadinya mau naik bus Delima,  bus terkenal dikalangan blogger yg pernah kesana. Tapi sama kenek Delima, disuruh ke bus satunya lagi yg kurang eksis. But its OK ! Yg ptg sampai, heheheh.
      Dua jam perjalanan menuju terminal bus TBS (Terminal Bersepadu Selatan), amazing !!! Terminal Bus rasa Bandara Terminal 3. Bersih, tertib, rapi. Dibawahnya, ada stasiun menuju KL Sentral. 
      5. Sehari di Kuala Lumpur 
      Berhubung pesawat tengah malam, jadi siang masih bisa jalan-jalan sebentar di Kuala Lumpur. Hunting foto di KLCC, Dataran Merdeka dan jalan-jalan ke Mall *lagi. 
      Dari Terminal TBS, naik KL transit ke stasiun KL SENTRAL seharga 6.5RM. Dari KL SENTRAL, bisa ke Batu Caves, KLCC, Mesjid Jamek, KLIA2. Ada peta seperti peta yang ada di halte Transjakarta, di sana juga ada petugas yang membantu dan menanyakan "Can i help you ?" So, tak perlu takut tersesat. 
      Stamina udah low, meski cuma naik turun kendaraan umum tp cukup bikin lemas. Selain makan, kita juga butuh vitamin, kalau capek lebih baik istirahat.
      Di KL SENTRAL, ada loker penitipan dg kunci sensor wajah. Jadi kita ga perlu deh tengteng tas beranak kesana kemari. Harganya 20RM utk loker kecil dan 30RM utk loker besar. Sangat disarankan berpergian sama teman, biar segala biaya bisa ditanggung bersama. Tapi milih juga yaa, teman yang gimana buat diajak jalan jauh. Apalagi, ke LN yg jalan kakinya jauh-jauh.
      Baiklah, itu pengalaman pertama saya traveling ke Melaka, Malaysia. Saya sangat suka tempat itu, lebih indah dari yg saya bayangkan. Terutama yg hobi fotografi, ini banyak spot-spot bagus di Melaka. 
      Oh Iyah, makasih banyak buat Mba Vira. Mgkn dia jarang aktif di forum ini. Saya pun juga newbie. Ketemu jalan2.com karena random ajah, hehehe. Lagi bosen, drpd stalking sang EX atau baca berita hoaks, iseng-iseng cari soal Melaka. Tiba-tiba muncul situs ini, dan saya kenalan sama Mba Vira. Nggak ada sedikitpun curiga bakal gimana nnt disana, tinggal jalan ajah. Hehehe
      Nah buat teman-teman, semoga tulisan saya membantu dan jadi referensi kalau kalian mau ke sana. Ingat, No need bilang, barang ini murah atau mahal. Soalnya beda "Peradaban".
       









    • By Dantik
      Sepenggal percakapan antara saya dan teman saya:
      Teman: “Lah trus d amsterdam mo k mana aja? Biasa k keukenhof, volendam & zaanse schaans.”
      Saya: “Itu udh loe sebutin ”
      Teman: “Tp cm 2 hr d amsterdam?”
      Saya: “Haha... emg knp klo 2hr? Ga cukup ya?”
       
      Satu hari di Amsterdam dapat apa saja? Banyak... iya, banyak. Kecuali pas winter yah! 
      Kami tiba di Amsterdam pukul 11 malam. Naik Flixbus dari Bruxelles (Gare du Nord) ke Amsterdam Sloterdijk. Penginapan kami sebenarnya tidak terlalu jauh dari Stasiun Sloterdijk, karena salah jalan jadinya terasa jauh. Untung aja sempat ketemu orang Indonesia jg dsna, jd bisa di antar menuju ke jalan ke penginapan. Kami menginap di WOW Hostel Amsterdam. Sampe hostel langsung tepar.
       
      Pagi2 kami langsung check out, tapi barang kami titipkan di hostel. Saatnya petualangan dimulai!
       

       
      Pertama2 kami menuju Keukenhof dari statiun Sloterdijk, kami membeli Amsterdam & Region Travel Ticket seharga 1 day € 18,50.
       


       
      Dari Sloterdijk naik train ke Schiphol Airport/Plaza. Dari Schipol Airport naik Bus 858 (Arriva) turun di Keukenhof.
       





       
      Dari Keukenhof kemudian ke Volendam naik Bus 858 (Arriva) turun di Schiphol Airport. Dari Schipol Airport naik train ke Zaandijk Zaanse Schans. Dari situ jalan kaki sekitar 1km sudah sampe di Volendam.
       

       
      Dari Volendam kemudian ke Zaanse Schans naik train lagi turun di Central Station. Kemudian naik Bus 391 turun di Zaanse Schans.
       

       
      Setelah dari Zaanse Schans kemudian kembali ke Amsterdam utk city tour. Naik Bus 391 lagi turun di Central Station. Dari Central Station kita mulai city tour.
       

       
      Kemudian kami kembali ke hostel untuk mengambil barang dan lanjut ke  Stasiun Sloterdijk untuk destinasi berikutnya.
       
      Seperti itulah itinerary kami untuk one day tour Amsterdam, semoga bermanfaat.