Daniear

SNOWY JANUARY IN JAPAN : KYOTO PUNYA CERITA TENTANG KITA

39 posts in this topic

Sebelumnya mohon maaf, karena kisah ini terlambat dari jadwalnya. Mohon maklum, kerjaan padat menyergap seusai balik dari Jepang. Aaaah, jadi pingin liburan lagi, wkwkwwk

Berbekal JR Pass nan sakti, gue pun menyusun perjalanan yang anti rugi. Maksudnya, selama bisa pakai JR Pass, ngapain musti bayar tiket lagi. Kalau bisa nyicip gratis, ngapain musti beli *Halah.

Namun prinsip itu harus berhadapan dengan realitas yang cukup mencengangkan di Kyoto (apa pula bahasa gue barusan). Ya, intinya jalur yang di-cover JR Pass di Kyoto sangat terbatas. Tempat wisata utama yang dekat stasiun JR mungkin hanya Fushimi Inari (JR Inari) dan Arashiyama (JR Saga Arashiyama). Sementara penginapan yang kami pilih di Sanjo. Mau nggak mau kami musti beli tiket kereta di jalur Keihan dari Kyoto Station ke Sanjo Keihan untuk sampai di penginapan. Mungkin kalian penasaran, ngapain juga gue musti nginep di Sanjo.

Ehem, beginilah ceritanya. Berbekal advice dari insidekyoto.com, salah satu wilayah yang nginep-able di Kyoto adalah Sanjo. Waii?? *Why. Karena banyak tujuan wisata yang dekat dari area ini. Sebut saja Gion, Kamo River, Sannen-zaka, Ninen-zaka, Kiyomizudera. Semua itu bisa ditempuh dengan jalan kaki. Ya, kecuali kalau kalian tipikal manjanya keterlaluan dan males jalan kaki, bus akan sedia menawarkan tumpangan berbayar.

Karena dari Kyoto ke Sanjo nggak ada JR line, untuk menghemat perjalanan kami memutuskan langsung ke Fushimi Inari dari Kyoto Station pada hari pertama kedatangan kami di Kyoto.

 

IMG_20170107_131651_HDR.jpg
Kyoto Station

 

 

Jadi, begitu Shinkansen Hikari yang kami tumpangi tiba di Kyoto Station, hal pertama yang gue cari adalah coin locker. Berat cuy bawa carier 60 L kemana-mana. Setelah nekad memohon petunjuk ke petugas station (yang kebetulan kagak ngerti bahasa Inggris) dengan bahasa tubuh kami pun menemukan loker.

Setelah beres kami segera meluncur ke platform di mana kereta JR Nara Line berada. Oh, iya, begitu dapat koneksi internet di Jepang, jangan lupa untuk install app Hyperdia (entah sejak kapan, app-nya hanya bisa di-instal di Jepang. Versi web-nya masih bisa dibuka di Indonesia, sih, buat cek-cek rute di itinerary).

Kereta yang kami tumpangi ini akan melewati statsiun Tofukuji dan tiba di Inari. Perjalanan berlangsung sangat cepat. Hanya 5 menit. Begitu tiba di Inari station kami disambut masa yang cukup padat. Tak jauh di seberang jalan, gerbang utama Fushimi Inari sudah terlihat.

 

IMG_20170107_134710_HDR.jpg
Gate Fushimi Inari

 

DSCF0699.JPG

Sabtu siang itu pengunjung cukup ramai. Sebelum memutuskan masuk, kami mencari makan siang dulu (ehem, rapelan sama sarapan sebenernya) di Daily Yamazaki, semacam convenience store. Karena nggak ada tempat duduk di sekitar situ, kami pun memilih makan di balik patung rubah di depan gerbang. Sungguh pilihan lokasi yang mencolok dan mengundang perhatian. 

 

IMG_20170107_140256_HDR.jpg
Makan di balik patung ini

 

 

 

 

 

Tak jauh dari lokasi inilah terjadi adegan salah grepe *eh! Adegan salah sapa oleh sekumpulan turis dari Thailand (denger bahasanya yang canggih luar biasa gue langsung mengenali kebangsaan mereka). Jadi ceritanya si Bobby dikira salah seorang teman dari mereka, karena emang agak mirip sih mukanya. Jadilah mereka cengar-cengir setiap ketemu kami.  *Dih

 

DSCF0696.JPG
Punten!

 

 

Sepertinya hari itu Fushimi Inari akan dipakai untuk upacara. Gue nebak begitu karena kuil utama udah rapi dan pendetanya juga kek lagi siap-siap, ditambah petugas-petugas yang beredar di sekitar kuil. Entah kenapa, ketika melihat penampakan pendeta dengan topi tingginya itu aura magis langsung terasa. Untuk mengalihkan rasa itu gue segera melihat arah lain.

 

DSCF0705.JPG
Wajahmu mengalihkan duniaku, Mbak :)

 

 

Sesuai rencana bersama, kami memutuskan untuk tidak mendaki hingga puncak. Jadilah kita foto-foto di antara tori-tori merah nan indah itu. 

 

 

IMG_20170107_144602.jpg
Tuh, rame, kan *nggak tahu diri ngganggu yang ngantri jalan

 

IMG_20170107_150728.jpg
Tori

 

DSCF0744.JPG
Foto ala ala dulu

 

DSCF0753.JPG
Pose siapa yang lebih sukses? :P

 

Baru dapat beberapa meter kita milih jalur memutar. Dan balik. Ya, gitu doang sih.

 

IMG_20170107_153640_HDR.jpg
Inari Station

 

IMG_20170107_153745_HDR.jpg
Timetable

 

 

Kami pun balik ke Kyoto Station. Selain Hyperdia, app yang sangat membantu tentu saja google map, Kyoto metro map. Tambahan bagi yang muslim, ada Halal Navi, Halal Gourmet Japan, yang bisa jadi navigator buat nyari rekomendasi tempat makan yang udah ada sertifikat halalnya.

Setelah ngambil barang di loker, kami pindah ke kereta Keihan. Dari Kyoto Station ke Sanjo Keihan perlu transit sekali di Karasuma Oike. Harga tiket total 260 yen. Kejadian konyolnya adalah, gue salah memasukkan kertas receipt (bukan karcis) ke gate. Ya jelas nggak mau buka dong. Gue coba sekali lagi. Sama juga. Akhirnya munculah seorang kakek-kakek berhati malaikat yang memberitahu gue kalau yang gue masukin salah. Gue pun memasukkan kertas lain, yang mana lebih kecil dari kertas pertama. Dan berhasil. Yaelah, karcisnya ternyata yang kecil. Untung kagak gue buang.

Sebelum naik kereta gue sempat bertanya pada seorang gadis Jepang, apakah kereta yang kami tumpangi benar ke arah Karasuma Oike (sebetulnya ini adalah modus nyepik).

“Neng, ini kereta ke Karasuma Oike?” Tanya gue sambil merapikan sarung yang melingkar di pundak.

Si eneng tampak kaget dengan pertanyaan gue. Diselipkannya anak rambutnya di belakang telinga. “Eh, iya, A’. Aa bade kemana?”

“Ndak jauh, kok. Cuman ke Sanjo.” *berubah logat.

“Ati-ati, ya, Mas.” *ikutan nggak konsisten.

Ya, dialog di atas hanya rekaan belaka. Setelah gue Tanya beginilah reaksi sebenarnya:

Si gadis yang cantik itu pun mengangguk. Bahkan dia masih melihat ke gue ketika dia turun duluan di stasiun Shijo. Entah apa maksud tatapan itu. Tatapan berat untuk berpisah, tatapan ingin meminta ID Line, atau yang paling masuk akal tatapan kasihan gue bakal salah stasiun.

Tiba di Sanjo Keihan ternyata bukan sebuah kelegaan. Gue yang baca direction dari host Airbnb ngerasa lost banget karena gerbang keluar stasiun yang di foto dengan yang gue lalui kok beda. Gue sadar kalau salah keluar gerbang, tapi di mana gerbang yang di gambar lebih bikin gue bingung. Gue pun usul buat masuk ulang, cari jalan keluar lain. Tentunya pilihan ini sangat menyiksa Bobby, karena dia yang satu-satunya bawa koper harus nenteng naik turun tangga. Begitu gue nemu jalan keluar lain, kami ikuti, sampai keluar … zonk! Tetep beda. Malah pintu keluar itu cuman beberapa meter dari pintu keluar yang pertama.

Sempet buntu sampai akhirnya kami berjalan ke Family Mart. Krysna yang menguasai bahasa Jepang dasar berusaha berkomunikasi dengan dua orang kakek-kakek. Dan jawaban sang kakek membuat Krysna menganga!

Yaiyalah, si dua kakek itu menjawab dengan sanga cepat dan heboh, panjang. Krysna pun nggak mudeng sama sekali dengan apa yang dikatakan sang kakek.

Gue akhirnya ikut nimbrung setelah gue inget lokasi penginepan di dekat studio dance.

“Dansa! Dansa!” seru gue sambil membuat gerakan ala ala.

Eh, si kakek ternyata nangkep. Dari omongannya gue nangkep kata “hoteru” yang mungkin artinya hotel. Dia juga nunjuk arah. Kami pun ngikutin arah itu dan … tara!!! Gambar yang ada di peta akhirnya tampak. Setelah jalan 5 menitan tibalah kami di rumah milik Madame Hanano.

 

IMG_20170107_170837_HDR.jpg
Tirai depan rumah yang menyambut kami

 

DSCF0802.JPG
Secarik pesan dari sang host

 

IMG_20170107_170932_HDR.jpg
Ruang tamu tempat Misae dan Shinchan bercengkerama

 

IMG_20170107_170915_HDR.jpg

 

Area rumah yang kami sewa benar-benar bersih. Rumahnya kecil tapi bersih banget. Terdiri dari dua lantai. Lantai satu berupa ruang tamu, dapur, kamar mandi. Yang gue suka, pintu gesernya Jepang banget. Naik ke lantai dua ada 3 kasur yang udah disediain buat kami. Masih sisa satu ranjang tingkat sih sebenernya. Jadi kalau kebetulan trip ber-5, rumah ini keknya masih bisa, deh. Lebih hemat lagi pembagiannya. Gue yang nggak sabar liat futon langsung nyobain tidur. Gilak! Anget banget. Nyaman banget. Jadilah khayalan live as a Japanese untuk dua malam di Kyoto ini terkabul.

Karena belum makan malem, kami segera beberes untuk berangkat ke Gion. Tujuan kami adalah Gion Naritaya Ramen Halal.

Di tengah dinginnya malam kami menjelajah gang-gang di area Sanjo menuju Gion. Google map always on.

Meski cuman jalan kaki, gue excited banget. Ngelihat rumah-rumah dan bangunan yang gue lalui. Pas-pasan sama masyarakat local yang keknya baru pulang kerja. Ngelewatin kedai dan bar-bar Jepang. It’s not a dream!

Dulu waktu kecil gue punya mimpi buat ke Jepang. Begitu beranjank dewasa mimpi itu kek hilang, karena gue mulai realistis. Gimana caranya gue ke Jepang coba? Eh, hari itu mimpi gue ternyata bisa tercapai. Yeah, gue pun sadar, terkadang realistis dan pesimis itu beda tipis. Seharusnya gue tetapin niat yang kuat dan nyari cara gimana buat mencapai mimpi gue. *motivator mode on

Tibalah kami di Gion Naritaya Ramen. Kedainya lucuk, Jepang banget (yaiyalah, di Jepang). Di sebelah Gion Naritaya Ramen ada Gion Naritaya Yakiniku (yang ini special jualan daging yakiniku gitu). Sesuai rencana kami milih makan ramen malam itu.

 

 

IMG_20170107_185513_HDR.jpg

Daftar Menu

 

Begitu masuk kedai kami disajikan ruangan yang terbilang sempit. Tapi sempitnya justru membuat semakin nikmat. Ada beberapa pengunjung berhijab yang gue perkirakan berasal dari negeri tetangga, negeri jiran. Ada satu penjaga kedai, merangkap sebagai koki, mas-mas Jepang yang masih muda banget.

Malm itu gue memesan shoyu ramen + fried chicken. Harganya 1000 yen.

Sambil bergunjing tentang pengunjung lain di meja sebelah, karena gue melihat “penampakan”,*Mohon untuk tidak ditiru, pesanan yang kami tunggu pun datang. Waaahhh!

 

IMG_20170107_191036.jpg
Shoyu Ramen

 

IMG_20170107_191202_HDR.jpg
Spicy Ramen
IMG_20170107_191240.jpg
Ramen Mamen :P

 

Enyak! Pas banget dingin-dingin musim dingin gini, makan yang anget-anget, berkuah anget, di kedai anget. Anget banget! *Wkwkwkwk

Review makanannya, jujur ini pertama kali gue makan ramen di Jepang. Sensasi yang pertama yang gue rasain adalah fresh. Kenapa? Karena lidah gue sama sekali nggak mencap adanya rasa micin macam makan mie instan atau ramen yang dijual di beberapa kedai ala-ala Indonesia (mungkin mereka pakai ramen instan). Ramennya terasa lembut. Kuah shoyu nya juga sedap. Irisan ayam bakarnya pas banget. Mateng dan lembut. Dan yang jadi juara menurut gue adalah ayam gorengnya! Potongan kecil-kecil bikin bumbunya meresap, sedaaap! Sampai kami mutusin buat pesen lagi ayamnya, he he.

Makan malam pertama kali kami di Jepang ditutup dengan secangkir green tea hangat khas Jepang. Ditambah air putih gratisan. Kami pun meninggalkan kedai dengan suka cita.

“Hoi, bayar dulu!!!!” teriak si penjaga kedai.

Mungkin itu yang terjadi seandainya kami terlalu menikmati suasana dan meninggalkan kedai tanpa bayar. Untungnya kami belum khilaf.

Setelah menimbang-nimbang kami memutuskan melanjutkan perjalanan ke Minna Kyoto Store. Si Bobby ngajak buat cek jaket winter. Doi belum sempet beli di Indonesia. Kami pun berjalan kaki menyusuri jalan-jalan Gion ke arah Kamo River.

Udara malam itu dingin banget. Tapi suasana sekitar bikin gue tetap gigih berjalan. Gue bisa melihat Starbucks nan legendaris (karena sering mejeng di berbagai foto ketika searching tentang Kyoto). Starbucks itu berada pas di tepi Kamo River, terlihat klasik.

Di Minna Store kami cek jaket di Uniqlo Jepang dan membandingkannya dengan harga di Indonesia. Emang iya, sih, di sana lebih murah disbanding di Indonesia untuk barang yang sama. Gue pun beli neck warmer yang cuman 500 yen, karena gue belum bawa syal.

Usai dari Minna kami mampir ke minimarket kecil nggak jauh dari sana. Gue lupa apa nama minimarketnya. Yang pasti di situ gue nemu air mineral paling murah yang gue temuin selama di Jepang. Bayangin 52 yen udah dapet 2 liter?!

Dan … malam itu harus ditutup dengan drama. Gue kebelet buang hajat! *Malu

Dengan panik gue masuk lagi ke Minna Kyoto Store, nyari-nyari di mana toilet. Akhirnya nemu di saat yang tepat di lantai dasar. Fuuuuh.

Malam itu kami mengakhiri petualangan hari pertama. Sebelum tidur gue sempet nyobain shower yang dinginnya naudzubillah. Kami nggak mungkin lupa nyalain pemanas ruangan. Kehangatan seketika menyeruak. 

 

IMG_20170107_171338.jpg
Kasur di lantai 2 yang menyajikan kehangatan

 

Sampai jumpa hari kedua :)

 

Sebelumnya:

 

Mention:

@deffa

@HarrisWang

@kyosash

@twindry

@Vara Deliasani

@Andrizki

@Ikamarizka

Share this post


Link to post
Share on other sites
17 hours ago, Daniear said:

IMG_20170107_170837_HDR.jpg Tirai depan rumah yang menyambut kami

Wah, ini kan jimat penangkal setan, jadi setan cuma boleh sampai disini, ga boleh lewat sampai ke dalam :lol:

17 hours ago, Daniear said:

“Hoi, bayar dulu!!!!” teriak si penjaga kedai.

Mungkin itu yang terjadi seandainya kami terlalu menikmati suasana dan meninggalkan kedai tanpa bayar. Untungnya kami belum khilaf.

Sumpah ya, gw pikir ini beneran wkwkwkwkwkwk

Share this post


Link to post
Share on other sites
19 hours ago, Daniear said:

DSCF0705.JPG Wajahmu mengalihkan duniaku, Mbak :)

kok cewek jepang cantik2 ya? :bingung 

19 hours ago, Daniear said:

IMG_20170107_134710_HDR.jpg Gate Fushimi Inari

:tercengang:tercengang:tercengang:tercengang:tercengang:tercengang ngeri banget yang ini mah. beneran rame

19 hours ago, Daniear said:

IMG_20170107_153640_HDR.jpg Inari Station

ngeliat foto ini gua jadi pengen balik lagi. aaarrrggghhhh :terharu masih ingat gimana suhu dinginnya, suasana di sana, rumah penduduk, dll dll dll

 

19 hours ago, Daniear said:

Jadi, begitu Shinkansen Hikari yang kami tumpangi tiba di Kyoto Station, hal pertama yang gue cari adalah coin locker. Berat cuy bawa carier 60 L kemana-mana. Setelah nekad memohon petunjuk ke petugas station (yang kebetulan kagak ngerti bahasa Inggris) dengan bahasa tubuh kami pun menemukan loker

kalo gua nitip di coin locker, pasti ngak ketemu lagi loker yang gua titipin dimana. wkwkwk.. stasiun di sana gede2

19 hours ago, Daniear said:

Tentunya pilihan ini sangat menyiksa Bobby, karena dia yang satu-satunya bawa koper harus nenteng naik turun tangga. Begitu gue nemu jalan keluar lain, kami ikuti, sampai keluar … zonk! Tetep beda. Malah pintu keluar itu cuman beberapa meter dari pintu keluar yang pertama.

yah ini juga gua rasain. wkwkwk.. geret2 koper naik turun tangga :facepalm 

Share this post


Link to post
Share on other sites
19 hours ago, Daniear said:

yang paling masuk akal tatapan kasihan gue bakal salah stasiun.

 

19 hours ago, Daniear said:

Krysna yang menguasai bahasa Jepang dasar berusaha berkomunikasi dengan dua orang kakek-kakek. Dan jawaban sang kakek membuat Krysna menganga!

sip2 dicatet, karena ini kayaknya nasib saya kalo ke jepang nanti :ngeri

 

19 hours ago, Daniear said:

Di Minna Store kami cek jaket di Uniqlo Jepang dan membandingkannya dengan harga di Indonesia. Emang iya, sih, di sana lebih murah disbanding di Indonesia untuk barang yang sama. Gue pun beli neck warmer yang cuman 500 yen, karena gue belum bawa syal.

Sip, tadinya mau beli heattech dri indo, kalo gini lebih baik dijepang aja ya, lebih terjamin made in japan dan murahnya :terpesona

Share this post


Link to post
Share on other sites
6 hours ago, kyosash said:

wah ramen sama karaagenya menggiurkan :D , ditunggu lanjutan-nya :senyum 

Aku jadi pingin ke sana lagi ....

5 hours ago, HarrisWang said:

Wah, ini kan jimat penangkal setan, jadi setan cuma boleh sampai disini, ga boleh lewat sampai ke dalam :lol:

Sumpah ya, gw pikir ini beneran wkwkwkwkwkwk

Berarti gue resmi bukan setan, ya. Soalnya bisa masuk tanpa kepanasan :tersipu

 

Ya kalee gue gak bayar. Sebelum masuk aja udah diitung-itung, duitnya dikantongin khusus:tersipu

3 hours ago, twindry said:

kok cewek jepang cantik2 ya? :bingung 

:tercengang:tercengang:tercengang:tercengang:tercengang:tercengang ngeri banget yang ini mah. beneran rame

ngeliat foto ini gua jadi pengen balik lagi. aaarrrggghhhh :terharu masih ingat gimana suhu dinginnya, suasana di sana, rumah penduduk, dll dll dll

 

kalo gua nitip di coin locker, pasti ngak ketemu lagi loker yang gua titipin dimana. wkwkwk.. stasiun di sana gede2

yah ini juga gua rasain. wkwkwk.. geret2 koper naik turun tangga :facepalm 

Yuk, ke sana lagi :rate:terbang

 

Coin locker udah gue potoin tanda-tandanya dong biar gak ilang.

 

makanya gue lebih suka bawa carrier bag meski pun punggung pegel. Seenggak bisa diajak lari:hiking

3 hours ago, Vaylyn said:

 

sip2 dicatet, karena ini kayaknya nasib saya kalo ke jepang nanti :ngeri

 

Sip, tadinya mau beli heattech dri indo, kalo gini lebih baik dijepang aja ya, lebih terjamin made in japan dan murahnya :terpesona

Santai aja. Kenyataan tak akan seburuk itu. Pasti sambil ketawa-ketawa kalau sampe nyasar di sana. Biar nyasar tetap indah, kan:foto2

Kalo heatech (yg longjohn) beli di Farina Pasar Pagi Mangga 2. Lumayan, atas bawah 120 aja :) Kalau beli yang Uniqlo buat atasan aja belum cukup segitu:bingung

Share this post


Link to post
Share on other sites
43 minutes ago, Daniear said:

Yuk, ke sana lagi :rate:terbang

 

Coin locker udah gue potoin tanda-tandanya dong biar gak ilang.

 

makanya gue lebih suka bawa carrier bag meski pun punggung pegel. Seenggak bisa diajak lari:hiking

mslhnya koper pas pergi ringan. pas pulangnya kok beratnya nambah 2x lipat. padahal bawaan juga tetap sama :bingung 

btw foto cewe cantiknya ngak ada ya? wkwkwk. kalo cewe tokyo sih menurut saya cantik2. bener ngak kaka @Sahat :tersipu 

kapan balik lagi @Daniear ?

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, twindry said:

mslhnya koper pas pergi ringan. pas pulangnya kok beratnya nambah 2x lipat. padahal bawaan juga tetap sama :bingung 

btw foto cewe cantiknya ngak ada ya? wkwkwk. kalo cewe tokyo sih menurut saya cantik2. bener ngak kaka @Sahat :tersipu 

kapan balik lagi @Daniear ?

Yang cantik di episode depan:kesengsem

 

Nunggu promo lagi nih

Share this post


Link to post
Share on other sites

hahay seru cerita hari pertama di Kyoto

emang bener seh JR Pass agak mati kutu di Kyoto dan Kansai pada umum nya, karena lebih banyak kereta perusahaan lokal, jadi mau tidak mau harus pake ICOCA Card juga disini.

Penginapan nya asik juga, satu rumah ya? ambil dari AirBNB kah? Berapa permalam? @Daniear

Share this post


Link to post
Share on other sites
4 hours ago, deffa said:

hahay seru cerita hari pertama di Kyoto

emang bener seh JR Pass agak mati kutu di Kyoto dan Kansai pada umum nya, karena lebih banyak kereta perusahaan lokal, jadi mau tidak mau harus pake ICOCA Card juga disini.

Penginapan nya asik juga, satu rumah ya? ambil dari AirBNB kah? Berapa permalam? @Daniear

Yap, di airbnb. Harganya lumayan murah kalau buat rame2. 2 malem harga asli 2,7 juta. Dapet voucher dari airbnb jadi tinggal 2,4 an. Jadi semalamnya 1,2 an.

Karena bertiga jadi 400an per orang per malam. Coba kalau ber 4 atau 5 bisa lebih ngirit :tersipu

Share this post


Link to post
Share on other sites
6 minutes ago, Daniear said:

Yap, di airbnb. Harganya lumayan murah kalau buat rame2. 2 malem harga asli 2,7 juta. Dapet voucher dari airbnb jadi tinggal 2,4 an. Jadi semalamnya 1,2 an.

Karena bertiga jadi 400an per orang per malam. Coba kalau ber 4 atau 5 bisa lebih ngirit :tersipu

wah lebih irit itu kalau hotel biasa permalam 700 ribu paling murah mayan juga heheh @Daniear

Share this post


Link to post
Share on other sites
13 minutes ago, deffa said:

wah lebih irit itu kalau hotel biasa permalam 700 ribu paling murah mayan juga heheh @Daniear

Pas di Tokyo kami pilih apartemen dapet 2,1 jt buat 3 malem. Semalem per orang nggak sampe 300 ribu:senyum

14 minutes ago, deffa said:

wah lebih irit itu kalau hotel biasa permalam 700 ribu paling murah mayan juga heheh @Daniear

Apalagi hotel yang ala-ala ryokan gini mahal-mahal:bingung

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 2/13/2017 at 1:55 PM, Daniear said:

Santai aja. Kenyataan tak akan seburuk itu. Pasti sambil ketawa-ketawa kalau sampe nyasar di sana. Biar nyasar tetap indah, kan:foto2

Kalo heatech (yg longjohn) beli di Farina Pasar Pagi Mangga 2. Lumayan, atas bawah 120 aja :) Kalau beli yang Uniqlo buat atasan aja belum cukup segitu:bingung

Hahaha, iya nh, banyak cerita di forum ini yang memotivasi buat saya pergi nanti :D

longjohn itu ngangetin ngga sih? nyoba heattech sih lumayan , ke mangga duanya sama aja abis biaya lagi haha, paling beli di jp biar lebih murah dan berkualitas juga, katanya dijepang cewenya tahan baju tipis gara2 itu :ngeledek Oiya kmrn bawa longjhon buat 8 hari berapa?

Share this post


Link to post
Share on other sites

1 KATA. WUAAAAAAAAAH!!!

sampe juga yaaah!!!:45

gw juga dulu skeptik bgt ga bakalan bisa ke jepang. setiap ngeliat waku waku atau arirang pasti cuman menghela napas panjang. Eh emang rejeki ga kemana ya. Begitu jejakin kaki di jepang gw bener2 berlinang air mata lho (lebay) (tapi beneran) AHAHAHAHA! 

pengalaman yang paling mengesankan memang jalan di kyoto, gion dan perumahan tradisionalnya ya. like a dream come true (azeek) ditutup pake ramen pula.. hadeuuuh.

yang kedua adalah ketika ke takayama, sepi, udah kaya tinggal di jaman edo.

Fav spot salah satunya juga si innari ini, tapi liat di foto lo sih ini kebangetan banget ramenyaah ck ck ck. gw udah pusing kali. kebetulan pas kemarin kesana byk yg pake kimono. jadi pemandangannya tradisional bgt:kesengsem

Penginapannya homey bgt ya sepertinya. deket sama gion yah? setau gw penginapan di gion juara mahalnya. sigh. paling murah bisa 1jt.

On February 13, 2017 at 10:45 AM, twindry said:

kok cewek jepang cantik2 ya? :bingung 

 

 

jyaaaaaah.... emang dasaarr lakik! fokuuuus weyyyyyy @twindry @Daniear

 

conversation lo sama gadis nanya kereta kok pgn gw report as spam ya.. krik krik.. wakakakakak. maksud dia nengok lo pas turun itu untuk kasi kode kalo iya benr turunnya disitu biar ga nyasar. 

gw waktu di osaka juga geret2 koper setengah badan jam 11 malem nyari hostel gw ga ketemu ketemu. udah mau nangis. eh disamperin kakek kakek 2 orang dibantuin cari in hostelnya. dan... tetep ga ketemu.. akhirnya gw nekat nitip koper gw ke kakek kakek itu, gw bener2 lari masukin gang per gang nyari. untung dapet sigh...

okeh lanjutkan ceritanyaa.. ihiiiiy

Share this post


Link to post
Share on other sites
9 hours ago, Ikamarizka said:

1 KATA. WUAAAAAAAAAH!!!

sampe juga yaaah!!!:45

gw juga dulu skeptik bgt ga bakalan bisa ke jepang. setiap ngeliat waku waku atau arirang pasti cuman menghela napas panjang. Eh emang rejeki ga kemana ya. Begitu jejakin kaki di jepang gw bener2 berlinang air mata lho (lebay) (tapi beneran) AHAHAHAHA! 

pengalaman yang paling mengesankan memang jalan di kyoto, gion dan perumahan tradisionalnya ya. like a dream come true (azeek) ditutup pake ramen pula.. hadeuuuh.

yang kedua adalah ketika ke takayama, sepi, udah kaya tinggal di jaman edo.

Fav spot salah satunya juga si innari ini, tapi liat di foto lo sih ini kebangetan banget ramenyaah ck ck ck. gw udah pusing kali. kebetulan pas kemarin kesana byk yg pake kimono. jadi pemandangannya tradisional bgt:kesengsem

Penginapannya homey bgt ya sepertinya. deket sama gion yah? setau gw penginapan di gion juara mahalnya. sigh. paling murah bisa 1jt.

 

jyaaaaaah.... emang dasaarr lakik! fokuuuus weyyyyyy @twindry @Daniear

 

conversation lo sama gadis nanya kereta kok pgn gw report as spam ya.. krik krik.. wakakakakak. maksud dia nengok lo pas turun itu untuk kasi kode kalo iya benr turunnya disitu biar ga nyasar. 

gw waktu di osaka juga geret2 koper setengah badan jam 11 malem nyari hostel gw ga ketemu ketemu. udah mau nangis. eh disamperin kakek kakek 2 orang dibantuin cari in hostelnya. dan... tetep ga ketemu.. akhirnya gw nekat nitip koper gw ke kakek kakek itu, gw bener2 lari masukin gang per gang nyari. untung dapet sigh...

okeh lanjutkan ceritanyaa.. ihiiiiy

wakakak.. kemana aja kak @Ikamarizka lama ngak nongol :D untung gua ngak berlinangan aer mata plus sujud syukur begitu tiba di haneda. bener2 ya rasanya gimaanaaa gitu mimpi kita waktu kecil bisa kewujud :salut 

Share this post


Link to post
Share on other sites
14 hours ago, Ikamarizka said:

1 KATA. WUAAAAAAAAAH!!!

sampe juga yaaah!!!:45

gw juga dulu skeptik bgt ga bakalan bisa ke jepang. setiap ngeliat waku waku atau arirang pasti cuman menghela napas panjang. Eh emang rejeki ga kemana ya. Begitu jejakin kaki di jepang gw bener2 berlinang air mata lho (lebay) (tapi beneran) AHAHAHAHA! 

pengalaman yang paling mengesankan memang jalan di kyoto, gion dan perumahan tradisionalnya ya. like a dream come true (azeek) ditutup pake ramen pula.. hadeuuuh.

yang kedua adalah ketika ke takayama, sepi, udah kaya tinggal di jaman edo.

Fav spot salah satunya juga si innari ini, tapi liat di foto lo sih ini kebangetan banget ramenyaah ck ck ck. gw udah pusing kali. kebetulan pas kemarin kesana byk yg pake kimono. jadi pemandangannya tradisional bgt:kesengsem

Penginapannya homey bgt ya sepertinya. deket sama gion yah? setau gw penginapan di gion juara mahalnya. sigh. paling murah bisa 1jt.

 

jyaaaaaah.... emang dasaarr lakik! fokuuuus weyyyyyy @twindry @Daniear

 

conversation lo sama gadis nanya kereta kok pgn gw report as spam ya.. krik krik.. wakakakakak. maksud dia nengok lo pas turun itu untuk kasi kode kalo iya benr turunnya disitu biar ga nyasar. 

gw waktu di osaka juga geret2 koper setengah badan jam 11 malem nyari hostel gw ga ketemu ketemu. udah mau nangis. eh disamperin kakek kakek 2 orang dibantuin cari in hostelnya. dan... tetep ga ketemu.. akhirnya gw nekat nitip koper gw ke kakek kakek itu, gw bener2 lari masukin gang per gang nyari. untung dapet sigh...

okeh lanjutkan ceritanyaa.. ihiiiiy

Kayaknya bakal kejadian nih diaku, kalo nangis terharu lat jepang yg dimimpiin sejak kecil haha, bakal terharu pasti :bingung

 

ayo kak, mereka lakik carinya cewe doang, kmrn ada ngga lakik jepang yang gantengnya mengalihkan dunia ngga? hahaha.:45

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 17 Februari 2017 at 0:43 PM, Vaylyn said:

Kayaknya bakal kejadian nih diaku, kalo nangis terharu lat jepang yg dimimpiin sejak kecil haha, bakal terharu pasti :bingung

 

ayo kak, mereka lakik carinya cewe doang, kmrn ada ngga lakik jepang yang gantengnya mengalihkan dunia ngga? hahaha.:45

Kalo penggila kartun jepang dan hobi bgt liat drama jepang jaman dulu macam oshin sih... Yakin Bakal PECAH begitu liat jepang. Yg bikin amazed sih ya di tengah modernization hari gini...

mereka masih bener2 jaga unsur tradisionalnya kentel bgt. 

Laki jepang ga ada yg menarik perhatian gw waktu disana. perhatian gw tertuju ke yang lain nya ahahahaha! Gw malah nemu yg gw doyan ternyata orang indo juga. :tersipu#nasib @Vaylyn

On 17 Februari 2017 at 7:58 AM, twindry said:

wakakak.. kemana aja kak @Ikamarizka lama ngak nongol :D untung gua ngak berlinangan aer mata plus sujud syukur begitu tiba di haneda. bener2 ya rasanya gimaanaaa gitu mimpi kita waktu kecil bisa kewujud :salut 

Biasa deh... Lagi sibuk cari setoran demi seonggoh bakal beli tiket ke jupun lagi kwkwkwkwkw. 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 15/2/2017 at 10:16 AM, Vaylyn said:

Hahaha, iya nh, banyak cerita di forum ini yang memotivasi buat saya pergi nanti :D

longjohn itu ngangetin ngga sih? nyoba heattech sih lumayan , ke mangga duanya sama aja abis biaya lagi haha, paling beli di jp biar lebih murah dan berkualitas juga, katanya dijepang cewenya tahan baju tipis gara2 itu :ngeledek Oiya kmrn bawa longjhon buat 8 hari berapa?

Longjohn ya sama aja kek heatech sih sebenernya. Longjohn yang kubeli kan satu setel, baju sama celana sekalian, jadi lebih murah. Cari di bukalapak atau tokopedia juga harga 120an, kok.

Aku cuman bawa 2 pasang, ahahaha. Misal maksa 1 pun juga kuat keknya:tersipuMusim dingin jarang ganti baju

On 16/2/2017 at 11:00 PM, Ikamarizka said:

1 KATA. WUAAAAAAAAAH!!!

sampe juga yaaah!!!:45

gw juga dulu skeptik bgt ga bakalan bisa ke jepang. setiap ngeliat waku waku atau arirang pasti cuman menghela napas panjang. Eh emang rejeki ga kemana ya. Begitu jejakin kaki di jepang gw bener2 berlinang air mata lho (lebay) (tapi beneran) AHAHAHAHA! 

pengalaman yang paling mengesankan memang jalan di kyoto, gion dan perumahan tradisionalnya ya. like a dream come true (azeek) ditutup pake ramen pula.. hadeuuuh.

yang kedua adalah ketika ke takayama, sepi, udah kaya tinggal di jaman edo.

Fav spot salah satunya juga si innari ini, tapi liat di foto lo sih ini kebangetan banget ramenyaah ck ck ck. gw udah pusing kali. kebetulan pas kemarin kesana byk yg pake kimono. jadi pemandangannya tradisional bgt:kesengsem

Penginapannya homey bgt ya sepertinya. deket sama gion yah? setau gw penginapan di gion juara mahalnya. sigh. paling murah bisa 1jt.

 

jyaaaaaah.... emang dasaarr lakik! fokuuuus weyyyyyy @twindry @Daniear

 

conversation lo sama gadis nanya kereta kok pgn gw report as spam ya.. krik krik.. wakakakakak. maksud dia nengok lo pas turun itu untuk kasi kode kalo iya benr turunnya disitu biar ga nyasar. 

gw waktu di osaka juga geret2 koper setengah badan jam 11 malem nyari hostel gw ga ketemu ketemu. udah mau nangis. eh disamperin kakek kakek 2 orang dibantuin cari in hostelnya. dan... tetep ga ketemu.. akhirnya gw nekat nitip koper gw ke kakek kakek itu, gw bener2 lari masukin gang per gang nyari. untung dapet sigh...

okeh lanjutkan ceritanyaa.. ihiiiiy

Penginepan gue deket banget ke Gion mah. Kemarin nyari ramen itu pun jalan kaki. Ke Kiyomizu aja jalan kaki:terbang(pegel kalau ini, sih).

Jangan di report, Kakak:tersipu Masalahnya gue nggak turun situ, masih lanjut 2 stasiun, eh si cewek masih ngeliatin aja, sambil ngomong sesuatu ke temennya. Mungkin bergunjing yang nggak2 tentangku. PD:tersipu

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Daniear nice share broh..

kok aneh ga tercover JR pass si Sanjo itu? Soalnya waktu ane tinggal di higashiyama-sanjo itu bisa bolbal pake JR pass deh .. hmm apa ane salah inget yak :bingung

Screen Shot 2017-02-20 at 2.32.02 PM.png

 

On 2/13/2017 at 10:45 AM, twindry said:

kok cewek jepang cantik2 ya? :bingung 

salah satu yang membuat pengen balik ke Jepun , liat yang kawai2 :kesengsem

On 2/12/2017 at 3:34 PM, Daniear said:

 

IMG_20170107_185513_HDR.jpg

wah mesti cobain nih lain kali. :terpesona

@Daniear ditunggu FR selanjutnya yang banyak cewe kawai :tersipu

Share this post


Link to post
Share on other sites
2 minutes ago, min0ru said:

:ngeledek ngaku juga dia

eh tapi sayang ngak ketemu artis J*V. padahal udh niat wkwkwk :ngeledek mau ke makamnya kakek lejen. eeh malah lupa begitu udh di TKP :ngakak siapa tau dapat "bakat" nya kakek lejen kan. nular wkwkwk

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By Gerald Audi Pramudya
      Halo guys balik lagi sama gue Gerald

      di ketikan gue kali ini, gue mau bagi" + sharing soal gimana cara backpackeran ke Lombok dan biaya yang dikeluarkan disana

      oke langsung aja gue mulai dari pertama kali gue berangkat dari Surabaya. Gue udah pesen tiket jauh" hari sebelum hari keberangkatan, itu salah satu cara biar dapet tiket pesawat murah gengs. kalian para backpacker pasti udah tau banget soal hal booking membooking kan hahahaha, so kita lanjut aja langsung perinciannya, gue disana 4 hari 3 malam dari tanggal 18 November - 21 November


      Jum'at 18 November 2016

      Hari pertama gue Berangkat dari airport Juanda Surabaya, gue memutuskan untuk ambil flight agak siang yang harganya murah hahahaha (Lion Air) Tujuan Surabaya - Lombok Praya International dengan biaya yang cukup memuaskan cuma 320rb hehehe. Jam 09.45 gue udah mulai terbang ke Lombok

       

      akhirnya setelah 1 jam terbang, gue sampe juga di bandara International Lombok pukul 11.45 karena WITA so nambah 1 jam hehehehe
       


       

      karena trip kali ini gue cuma pengen habisin waktu di gili trawangan guys, makanya gue langsung ke pangkalan Bis Damri yang ada di pintu keluar bandara lombok. Rute yang dipake ada 2 guys bisa lewat pantai Sengigi atau lewat Gunung Sari.

      kalo kalian rombongan orang banyak dan males repot kalian bisa charter mobil dari bandara yang mengantar langsung ke Pelabuhan Bangsal (Pelabuhan Bangsal itu salah satu dari sekian banyak pelabuhan tempat menyebrang ke Gili Trawangan). Biaya untuk sewa Mobil kisaran 400rb/mobil jadi agak murah kalo kalian rombongan orang banyak.

      lanjut kalo solo backpacker kaya gue mah nyari yang murah" aja hahahaha.

      Jadi lanjut cerita gue naik bis damri dengan tujuan Bandara Selaparang (Bandara Selaparang sekarang udah ga dipake lagi guys, di ganti sama Lombok Praya International). Biaya bis damri dari bandara ke bandara selaparang itu 35 ribu. kalian bingung kenapa gue ke bandara selaparang kenapa ? karena kalo turun di bandara selaparang itu lebih deket ke gili trawangan via Gunung Sari. Jadi gue naik Taksi dari Bandara Selaparang ke Pelabuhan Bangsal via Gunung Sari.
      di daerah gunung sari ini adem guys, ibarat kaya Puncak gitu jadi adem hawanya + disana masih banyak monyet yang berkeliaran di pinggir jalan. jadi kalo lewat sana kalo mau bisa berhenti dan foto" para monyet nya dulu hahahaha.
       
       

      maaf ya guys agak blur karena taksinya sambil jalan hehehehe.

      Perjalanan dari bandara ke bandara Selaparang memakan waktu kurang lebih 30 menit, dan dari Selaparang ke Pelabuhan Bangsal kurang lebih 25 menitan
      untuk biaya taksi, saya naik Blue Bird estimasinya 100rb, kemarin saya pas 98rb sekian gitu hehehe

      setelah sampai di daerah pelabuhan bangsal, taksi tidak boleh masuk ke area pelabuhan, ada kendaraan Cidomo ( Cidomo itu kaya delmannya orang Lombok guys) jaraknya cuma 250 meter dari pool taksi ke Pelabuhannya. kalo naik cidomo bayar 25ribu kalo males bayar kalian jalan aja deket kok hehehe

      Setelah sampai di Pelabuhan Bangsal kalian langsung masuk ke arah kiri ke arah loket. Biaya untuk penyebrangan Pelabuhan Bangsal ke Gili Trawangan adalah 15 ribu rupiah saja, murah banget kan ?

      Kapal di pelabuhan bangsal akan berangkat ketika penumpang sudah penuh, untuk kapal penuh membutuhkan paling tidak 40 penumpang, (untuk memenuhi kapal paling tidak membutuhkan waktu 20-30 menit

      sekarang What to do in Gili Trawangan,
      maaf banget TS saking girangnya sampe lupa foto didepan tulisan Gili Trawangan, nyebelin banget hahahaha

      Setelah sampai ada 2 pilihan alat transportasi di Gili Trawangan.
      1. Cidomo yang siap mengantar kalian keliling pulau
      2. Sepeda yang bisa disewa harian (biaya sepeda 50-80rb perhari)
      3. Jalan kaki (TS pilih jalan biar sehat biar kaya bule" hahahahaha)

      oh iya guys inget ini penting banget, jadi di gili trawangan dibiasain untuk booking hotel terlebih dahulu sebelum kesana, karena kadang Low Season di gili trawangan pun sering banget hotelnya penuh, so hati" jangan sampe tidur di pinggir pantai dibawah bintang sambil denger suara gemercik air (tsaaaaaaahhhh wkwkwkkwk)

      Jadi setelah sampai Gili Trawangan gue langsung menuju Hotel yang udah gue booking jauh" hari. Nama Hotelnya Mosaic Gili Bungalow. gue booking dengan low fare yang kualitas kamarnya lumayan, kalo dikasih * itu *3 lah kamarnya padahal harga permalam yang gue dapet itu 175rb/malam dan gue nginep 3 malam, not bad right ?

      ini penampakan Hotelnya
       

      dalem kamarnya lupa gue foto soalnya kecapekan langsung tidur hahahahaha
      setelah sampai kenalan dengan orang hotel karena hotel ini lumayan kecil jadi penjaganya gabanyak, cuma 3 hehehehe
      tapi pelayanan tetep sip kok!! hahahaha

      Setelah sebentar istirahat gue langsung mempersiapkan diri untuk melihat sunset, eh iya jadi gue sampe di gili trawangan itu 13.45 WITA. setelah istirahat gue langsung persiapan ke tempat yang terkenal sampe seluruh dunia yaitu Villa Ombak Sunset yang letaknya di sebelah Barat Daya pulau gili trawangan.

      karena gue jalan gue menghemat biaya sepeda biar bisa dipake makan hahahahaha
      ini penampakan yang gue lakuin di perjalanan. gue lewat jalan tengah jadi motong jalan gitu dan masih nemu perkampungan warga
       
       
       
       


      wala setelah jalan 20 menitan akhirnya gue memulai kebiasaan anak alay jaman sekarang yaitu foto" hahahahaha so ini penampakan pantai  di gili trawangan.

       

       

       

       

       

      dan setelah berjalan kisaran 30 menit sampai juga gue di Villa Ombak, sebelum di Villa Ombak gue sempet diminta foto bareng bule saking kerennya gue yakan wkwkwkwk
      (padahal gue yang ngajak mereka buat foto bareng hahahaha)
       

      Muka TS digelapin biar ga ke expose ya hehehehehe
      dan ini dia Villa Ombak Sunset Gili Trawangan

       

       

       
       
       
        walaaaaaaaaaaaa gimana gengs keren ga ? wkwkwkw model cantik yang ada di foto diatas gue juga ga kenal dan gak tau nama doi siapa, hehehehehe

      setelah sunset over gue memutuskan buat pulang dan mandi dulu sebelum makan karena habis jalan dan keringetan parah hahahaha.

      setelah mandi gue memutuskan buat Makan di Pasar Seni ( pasar seni yang ada di gili trawangan ini bukan pasar yang isinya pernik" itu lho ya, pasar seni di Gili Trawangan itu isinya makanan tradisional Indonesia dan Seafood.)

      Maaf ts ga ada fotonya karena ts ga bawa kamera dan bener" cuma pengen makan wkwkwkwkwk disana ada Nasi campur, ayam goreng / tumis, seafood, nasi goreng, bakso, soto ayam khas lombok, mie ayam.

      gue milih makan nasi campur (nasi mie kangkung telor gorengan) dan sebotol air mineral gue cuma kena 25ribu. heheheehe lumayan murah untuk tempat wisata international :))))))))

      sehabis itu gue langsung balik ke Hotel buat nongkrong bareng anak" hotel dan istirahat.

      Day 2 , 19 November 2016

      Karena gue semalemnya habis joget joget jadi gue bangunnya agak siangan hahahahaha, dan gue bangun siang karena gue udah booking untuk trip snorkling di 3 spot 3 pulau dengan biaya 150rb
      dengan 150rb itu kalian udah dapet kaki katak + kacamata snorkling dan itu glass bottom boat.
      Trip snorkling dimulai pukul 13.00 WITA, kenapa berangkat siang karena kita bakal balik sore untuk enjoy sunset di kapal, enak kan ? hahahaha

      Spot yang didatengin ada 3, spot pertama di Gili Trawangan Turtle. disana kalo lucky di kedalaman 2 meter kalian udah bisa melihat penyu / kura" yang berenang, gue ga ada fotonya sih kesel banget, tapi ada videonya 480P 60fps jadi puas liatnya wkwkwkwk.

      Spot ke 2 di Gili Meno, disana hal yang paling sering ditemukan juga penyu dan lagi" TS lupa ambil foto saking senengnya hahahaha

      Spot ke 3 ada di Gili Air, disana kalian bakal disuguhin pemandangan ikan yang luar biasa banget, kalian wajib bawa Roti kalo snorkling ditempat ini. WAJIB!!!! biar ikannya pada dateng ke kalian jadi bagus banget kalian di rebutin sama ikan" air asin yang bagus banget itu.

      Setelah 3 spot snorkling itu perahu akan berhenti sejenak di Gili Air untuk beristirahat selama kurang lebih 1 jam di sebuah restoran gitu, disana karena gue laper dan agak ngantuk karena angin sepoi" yang dilewatin selama snorking, gue pesen fish soup + Lombok coffee (karena namanya inggris jadi harganya lebih mahal, awas ya di cek dulu harganya sebelum pesen) ts bayar 52rb untuk sup ikan + kopi itu tadi.

      setelah 1 jam di gili air, kita semua kembali ke Gili Trawangan pukul 17.25 WITA

      ini penampakan boat + foto yang bisa TS ambil pas di atas boat
       
       

      (2 orang ini gue kenal di boat dan ngobrol asik dengan mereka sambil tidur"an hehehe)
       

       

      Setelah kembali TS agak capek jadi ga liat sunset sore itu dan langsung makan di Pasar Seni lagi, kali ini TS beli Ayam Goreng (25rb perpotong) + nasi + air mineral jadi total 35rb

      malam hari nya gue putusin untuk jalan keliling pulau dan kali aja dapet foto bintang yang bagus, (nunggu bulan muncul sampe 21,00 WITA tapi ga muncul juga karena mendung, jadi gue putus asa dan memutuskan untuk kembali ke Hotel) tapi walaupun agak jelek ini hasil jepretan gue malam hari itu, kali aja bagus menurut kalian
       
       
       
       

      dan setelah foto" sebentar gue kembali ke Hotel dan nongkrong bareng anak" hotel lagi (disini anak hotel yang gue maksud 3 penjaga hotel itu tadi + 2 tamu dari german yang seumuran jadi ngobrolnya asik,nama mereka Heiko sama Dave dari Berlin)

      Day 3 , 20 November 2016

      Setelah melewati malam yang asik di Party Island (disini TS gamau bohong ts seneng" dimalam hari dan subuh baru pulang wwkwkwkwk, karena pulau ini dujuluki Party Island sama orang" luar negri karena kehidupan malamnya yang asik banget disini, tapi inget tetep dalam batas wajar ya!! )

      Setelah pulang kisaran jam 3 pagi gue tidur sebentar sampai pukul 05.15 WITA untuk mengejar sunrise di daerah pelabuhan gili trawangan.

      Setelah cuci muka gue langsung berlari ke daerah pelabuhan karena ga mau melewatkan momen yang keren ini, ini dia sunrise di Pelabuhan Gili Trawangan, jangan ngiri yaaaaaa!!!
       

      ini sedikit lebih pagi sebelum golden sunrise yang gue kejar
       

      kucing ini nemenin gue foto" di pagi hari dan ngedeketin kamera terus ahahahaha cuteeeee
       
         
      Pelabuhan Gili Trawangan  

      Dan sang Mentari pun Mulai menampakkan diri
       

      GOOD MORNING SUNSHINE :))))))))))))))
       

      ini yang paling gue suka, di pagi ini sudah ada orang mancing ikan, pemandangan kaya begini dan mancing ikan bener" hal yang harus gue coba, seriusannnnnn

      itu dia golden Sunrise di Gili Trawangan, kalo kalian pada ngiri makanya kesini buruan wkwkkwwkwkwk, tapi inget ya hindari high season karena harga hotel makanan dan semua kebutuhan naik drastis disini bisa sampe 160%an

      Setelah golden sunrise itu, gue kembali ke hotel untuk istirahat sebentar.

      Siangnya pukul 11.00 WITA gue pergi ke penangkaran penyu untuk melihat penyu" yang nanti bakal di lepas ke lautan, tapi sayangnya pas hari itu ga ada penyu yang mau di lepas, jadi cuma bisa liat di penangkarannya aja

      ini dia penyu"nya
       
       
       
       
       


      siang pukul 14.00 gue kembali ke hotel untuk mengambil handuk dan pakain ganti untuk renang + snorkling di pinggiran pantai di gili trawangan, tapi karena cuaca panas banget gue memilih untuk tidur di pinggir pantai, saik banget dah pokoknya. hahahaha

      Setelah tidur"an di pantai gue kembali ke hotel pukul 16.00 WITA untuk mandi dan prepare untuk melihat sunset di salah satu beach bar yang ada di Gili Trawangan.

      pukul 16.30 gue sudah sampai di daerah villa ombak lagi dan memutuskan untuk jalan" sejenak di pinggir pantai dan menikmati pantai terakhir kali di gili trawangan.

      pukul 17.20 gue sudah ada di Malibu Beach Bar dan duduk santai sambil menikmati Jus Semangka (rp 30rb) dan melihat sunset sambil bikin timelapse hehehehehe

      Setelah sunset lewat, gue kembali ke hotel dan mandi lagi, karena cuaca agak panas dan karena gue jalan jadi keringetan gitu makanya gue mandi mulu tiap abis pergi kemana" hahahaha
      Malam hari terakhir di Gili Trawangan ga banyak hal yang gue lakuin disitu, cuma makan Mie Ayam (rp 15rb) dan jalan" biasa disekitar situ,

      Eh TS lupa buat masukin ini, inget jangan lupa beli Es Cream khas gili trawangan atau dinamakan Gili Gelato, itu es krim enak banget dan kalian harus nyoba. cita rasanya beda dari es yang biasa kita beli di kota" hehehehe icipin ya jangan sampe LUPA hehehehe

      Malam Hari ts cuma prepare buat check out besok pagi dan bad rest setelah 2 hari lalu pulang pagi terus hehehehehe

      Day 4 , 21 November 2016

      Hari terakhir ini gue pamit sama anak" hotel dan kembali ke Lombok, pukul 07.00 WITA gue udah check out dari hotel karena gue harus kejar pesawat pukul 12.00 WITA dan membeli oleh" khas lombok di daerah Sengigi.

      Untuk kembali gue naik kapal dari Gili Trawangan ke Pelabuhan Bangsal rp 15rb
      dan memilih naik ojek karena lebih cepet dan harganya lebih pasti daripada argo taksi rp 70rb. (harusnya bisa lebih murah lagi, ini gue mau karena dia gue suruh nyari tempat beli oleh" sekalian hehehehe)

      Setelah menemukan lokasi tempat membeli oleh" gue cuma membeli Manisan rumput laut / 30rb per pac
      dan dodol rumput laut / rp 25rb per pac

      dan kalo kalian mau cari kaos di bandara banyak dan harganya hampir sama dengan harga orang jualan di pinggiran.

      Gue gak sempet berhenti di sengigi karena waktu yang terbatas dan juga itu nanti mau jadi agenda kalo ke Lombok lagi hehehe. biarkan sengigi jadi misteri dulu, nanti bakal terkuak kalo gue ke lombok lagi hehehehe

      Setelah membeli oleh" di daerah sengigi, di jalan raya itu kalian bisa langsung nyegat bis Damri jurusan Sengigi - Lombok International Airport dengan biaya 35rb

      lama perjalanan dari Sengigi ke Bandara kisaran 2 jam, itulah yang bikin gue berangkat via gunung sari karena lebih deket.
      Setelah sampai di bandara, gue langsung check in naruh barang di bagasi dan nunggu pesawat untuk kembali ke Surabaya, Maskapai yang gue pake Citilink dengan biaya 315rb

      setelah menunggu lumayan lama 30 menitan, akhirnya gue mulai masuk pesawat dan meninggalkan Lombok.

      Sekian info dari gue mungkin bisa membantu kalian yang mau pergi ke Gili Trawangan nanti, inget jangan high season karena harga bisa melambung kaya tendangannya kiper.
      Good Bye guys! Have Fun



      Untuk Estimasi Biaya yang gue tekankan disini
      Pesawat PP (Lion + Citilink) = 680 rb
      Hotel 3 hari 3 malam @ 175rb = 575 rb
      Bis Damri 35k/trip x 2 = 70rb
      Taksi dari Bandara Selaparang ke Pelabuhan Bangsal = 100rb
      Menyebrang Via bangsal ke Gili Trawangan 15k x 2 = 30rb
      Ojek dari Pelabuhan Bangsal ke Sengigi = 70rb (ini bisa ditawar sampai 50rb, relax)
      Snorkling 130-150rb (harga beda" tiap agen wisata) = 150rb
      Uang Saku untuk makan + Bar + pub = 500-600rb (ini terserah kalian mau bawa berapa dan dipakai untuk apa)

      Grand Total = Rp. 2.275.000
      Kalian bisa menekan pengeluaran kalo ngga ngebar / ngepub kaya saya, dan fokus untuk jalan" aja hehehehe

      *jika kalian mau diving, scuba diving / free diving perkiraan 500-1jt / person ( gue ga diving karena belom ada lisensinya)

      Oke semoga ini membantu kalian! dont forget to Have Fun!!!
    • By Alfa Dolfin
      No...no... “dodol Cina” tidak ada dalam literatur makanan khas asli Tionghoa. Hanya sebutan lain agar lebih meng-Indonesia untuk yang namanya Kue Keranjang. Tapi ngga salah juga jika ada yang menyebut “dodol Cina”. Alasannya, kekenyalan-nya mirip dodol garut.

      Rupa kue Keranjang
      Berawal dari kebiasaan Oma yang sekarang sudah almarhum menjelang Imlek selalu membuat Kue Keranjang. Oma-ku bersama keluarga besarnya kebetulan berasal dari Cina Daratan. Namun sejak lahir dan kenal Oma, tidak pernah di biasakan memanggil menggunakan sebutan “popo”, sebutan untuk nenek dari mama. Konsekuensi Oma menikah dengan opa-ku yang notabene pribumi dari bumi Kawanua (Manado), anggota KNIL, otomatis hak kesulungan, ke-cina-annya di gugurkan oleh saudara-saudaranya. Jadilah kami di biasakan menggunakan sebutan “oma”.
      Meski setelah menjadi pribumi saat tertentu khususnya di tahun baru Imlek selalu melakukan tradisi untuk mengenang leluhurnya. Tradisi yang paling di sukai Oma adalah membuat Kue Keranjang. Membuat sendiri sampai siap saji, tidak mau beli. Setelah jadi lalu di bagikan ke anak-anak, cucu-cucu, saudara-saudara, termasuk tetangganya. Selalu berpesan : “makan ya, supaya bisa kaya”. Wah masih anak-anak di suguhi kue enak sambil di doak-kan agar banyak uang, siapa ngga senang ya....hahaha.....
      Aslinya di Cina Daratan bernama Nian Gao. Dalam dialek Hokkian Ti Kwee. Artinya, kue yang rasanya manis yang di buat setahun sekali saat menjelang tahun baru Imlek. Ternyata ada mitosnya kenapa di namakan begitu.
      Alkisah ada hewan raksasa bernama nian yang karena kelaparan mendatangi kampung penduduk. Tujuannya ingin mencari makan. Mahluk apa saja akan di makan termasuk manusia. Ngeri khan. Lalu ada pemuda yang pintar masak berusaha meracik kue dari tepung dan gula untuk diberikan ke Nian tadi. Setelah kue jadi di letakan di depan rumah. Nian datang menyantap setelah kenyang, pergi. Aman..selamatlah...warga kampung tersebut. Untuk menghormati jasa si pemuda maka dierilah nama Nian Gao.
      Itu mitos lho. Faktanya karena di buatnya menggunakan wadah atau cetakan berupa keranjang sehingga di masyarakat Indonesia di sebut kue keranjang. Bisa juga disebut Kue Ranjang.
      Di tempat asalnya Nian Gao suka dipakai untuk sesaji saat melakukan ritual doa atau sembayang penyembahan kepada dewa-dewa, saat menjelang tahun baru Imlek. Di taruh di altar sembayang. Sampai sekarang pun masih suka melihat Nian Gao di altar vihara-vihara mana saja. Setelah 15 hari, saat hari Cap Go Meh, hari terakhir perayaan tahun Imlek, baru boleh di makan.

      Kue Ranjang untuk sesaji saat doa jelang hari raya Imlek
      Sarat Makna
      Tapi tidak melulu untuk sesaji sembayang. Karena ada keyakinan umat beragama lain yang tidak memperbolehkan menyantap makanan yang pernah di gunakan untuk sesaji. Oma almarhum karena bukan beragama Konghucu tidak pernah menggunakan untuk sesaji. Merasa oke-oke saja saat memberikan membagikan ke yang lain.
      Barangkali ada di antara kita yang dapat kado kue Ranjang. Yang menerima seneng. Saat menyantap dengan nikmat, ternyata ada banyak makna-nya.
      Pertama. Rasanya yang manis. Artinya suka cita, kegembiraan, berkat. Makan kue yang rasanya manis pasti lebih nikmat ketimbang pahit ya? Membagikan kue yang rasanya manis di artikan membagikan berkat dan suka cita.
      Kedua. Ciri khas kue Ranjang ini kenyal, lengket, dan awet tahan lama. Makanya itu tadi suka di sebut “dodol Cina”. Artinya persaudaraan yang erat baik diantara anggota keluarga dan sekeliiling kita harus tetap terjaga baik dan berlangsung lama. Jangan sampai rusuh. Atau baik sekarang, lalu karena ada persoalan terjadlah konflik akhirnya jadi musuh.
      Ketiga, bentuknya harus bulat. Dipadukan kondisi yang tahan lama tadi, artinya rasa kekeluargaan, persaudaraan, kerukunan, yang sudah terjadi tetap terus terbina secara abadi tanpa mengenal waktu. Terus berlanjut tanpa mengenal batas ujung.
      Menilik Oma waktu masih ada, meski sudah berada di luar keluarga besarnya karena menikah sama pribumi, masih suka mengunjungi saudara-saudaranya yang tinggal di Cimahi. Oma yang samperin langsung. Padahal sebagai anak sulung oma-lah yang harus di kunjungi. Tapi begitulah keadaannya. Ngga apa-apa. Meski sudah di “out”kan masih punya rasa persaudaraan bersama adik-adik-nya. Tetap merindukan duduk satu meja, makan sama-sama, saling canda melepas kangen. Wuiiihhh...jadi terharu nich....hahaha..... Ya itulah salah satu momen yang di wujudkan di hari raya Imlek.
      Ke-empat. Ternyata bikin kue Ranjang lama, ngga sebentar. Bisa seharian lho. Paling lama 8 jam. Normalnya 10-12 jam. Sampai disini masih memiliki arti, yaitu sabar...sabar....dalam menghadapi berbagi persoalan. Tetap tegar, fokus, konsentrasi, berpikir positif dalam meraih cita-cita.
      Kelima, Kalau tadi disebutkan bikin-nya lama, sekarang saat membuat harus ekstra hati-hati. Memang sich dengan menggunakan wadah cetakan keranjang, dengan gula, hasilnya pasti bulat dan manis. Tapi...tunggu dulu. Kalau ngga hati-hati hasilnya malah pucat, ngga kenyal. Kalau sudah begini apa enak untuk di santap. Karenanya bikinnya harus hati-hati, ada “prosedur”nya entah seperti apa SOP-nya...hahaha....
      Maknanya, dalam bergaul agar terhindar konflik apalagi sampai permusuhan harus hati-hati menjaga tutur kata dan tindakan. Demikian juga saat menghadapi berbagai persoalan hadapi dengan tenang, jauhi sikap emosi, fokus mencari jalan keluar yang terbaik.
      Ke-enam. Tampilan kue Ranjang terlihat sederhana. Tidak pernah melihat ada hiasan atau asesoris yang bertujuan idah. Setelah jadi cukup di bungkus daun atau kalau sekarang plastik. Maknanya, jangan menghindari kesederhanaan dalam menjalani hidup sehari-hari.
      Semangat bisnis cari uang, rejeki, sebanyak-banyak-nya ngga keliru. Namun harus hati-hati jangan sampai menjadi seorang yang ambisius, egois. Menahan diri dengan gaya hidup mewah, materialisme, yang tujuannya mendapat sanjungan. Tetaplah mengedepankan kesederhanaan. Seperti Pak Jokowi aja contohnya. Meski sudah jadi RI-1, kalau pulkam di luar acara kenegeraan naik pesawat duduk di kelas ekonomi. Lho kog contohnya jadi kesana....hahaha...
      Ketujuh. Kue Ranjang itu awet dan tahan lama. Bisa dimakan langsung fresh from the oven, atau di diam dulu baru beberapa hari dimakan. Artinya, jadilah manusia yang berguna yang tidak sementara waktu. Terus berkarya, memberikan manfaat, sampai ajal menjemput.
      Kedelapan Selamat menikmati kue ranjang. Semoga saat bersantap kita juga di-ingatkan makna indah dari kue yang sederhana ini. Gong Xi Fat Cai. Selamat tahun baru Imlek bagi yang merayakan.
       
    • By Titi Setianingsih
      Jumpa lagi gaaeesss,,para JJ'er yang ruar biasa loyal sama KJJI

      Tangan sudah gatel nih, lama gak nulis, semoga report saya kali ini menarik. Pingin share info jalan2 kami (baca : Moms RM) di seputar Jawa Timur tepatnya Pulau Madura dan Probolinggo. Kami kesana tanggal 15 - 18 Pebruari 2018 kemarin, berangkat dari Jakarta dengan menggunakan kereta api Ekonomi AC dari Stasiun Senen, ambil yang jam 14.00 dan sampai di Stasiun Surabaya Pasar Turi kurang lebih jam 01.40. Hampir 12 jam di kereta, pasti cape ya ? Tapi karena kami tidur di kereta jadi rasa2nya gak cape, bahkan mobil rental sudah siap menanti dan kami langsung cuzz ke Pulau Madura, di stasiun hanya cuci muka dan sikat gigi saja.

      Begitu sampai Sampang madura, kami singgah shalat Subuh sekalian janjian sama teman JJ'er yang ada disana, dia sengaja nyegat kami dijalan krn tdk bisa ikutan jalan2 sehingga cukup ketemu sebentar dan tak lupa kasih bekal buat kami. Sarapan pagi masih di Sampang, di pinggir jalan yang kebetulan banyak perahu2 nelayan tertambat, jadi sambil sarapan sambil ambil foto keren, sinar mentari pagi itu sungguh cetar, sementara di Jakarta sana lagi dilanda banjir. Sungguh misteri alam yang masih menjadi rahasia Sang Maha Pencipta.


      HARI PERTAMA, 16 PEBRUARI 2018
      Tujuan kami ke Gili Labak, lokasinya masuk ke wilayah Kabupaten Sumenep, Kabupaten tertimur di Pulau Madura. Sebagai gambaran, di Madura itu ada 4 kabupaten, yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Kalau dari Jembatan Suramadu, kekiri itu ke Kab. Bangkalan, kalau mau ke Sumenep ke kanan. Lumayan lama dari Jembatan Suramadu ke Sumenep, kurang lebih 4 jam dengan menggunakan kendaraan roda 4. Jadi kurang lebih jam 9an kami sampai di pelabuhan kalianget, yang merupakan salah satu penyeberangan menuju Gili Labak. Kami go show aja jadi nyar kapalpun dadakan, yang ternyata juga ketemu calo, sehingga harga sewa kapal lumayan mahal, kami dikenai Rp. 800.000,- PP, itupun sudah ditawar terlebih dahulu.



      Perjalanan menuju Gili Labak kurang lebih 2jam, mentari sudah panas menyengat, tapi cuaca seperti itulah yang cucok buat foto2 di pantai, foto jadi cerah dan keren. Ini sesuatu banged kan ?



      Menurut bapak pengemudi kapal, bermain di Gili Labak cocoknya bulan Maret-April, kalau bulan Pebruari angin sedang besar, jadi dikhawatirkan ombak akan besar. Dan nyatanya, kapal2 besar banyak yang bersandar di kalianget karena dilarang berlayar oleh Kepala Pelabuhan. Entah kenapa kapal kecil macam yang kami naiki masih boleh berlayar ke Gili Labak, cuma pesannya gak boleh pulang sore2, maksimal jam 15.00 harus sudah balik ke dermaga kalianget.


      Tapi namanya Mommy2 kalau udah deket air laut dan pasir mana mau cepat pulang ? Gak ada puas2nya foto dengan berbagai gaya, walau kami gak snorkling krn waktunya yg kurang tepat, cukup puaslah kami menikmati indahnya Gili Labak, pasirnya yg putih, airnya yang jernih, cemara buaya berjejer dengan anggunnya, dan perahu2 kecil berseliweran kesana kemari, juga masih ada yang berani main banana boat, semua perlu keberanian pastinya.


      Dan begitu sudah mendekati jam 15.00 kamipun sudah berada kembali di kapal, apa yang terjadi ? Beberapa kali kapal balik ke pantai, angin sudah lumayan kencang, kami semua was2, tapi bapak pengemudi kapal memang sangat cakap dan pemberani, ombak yang bergulung-gulung itupun diterjangnya (memang arah pulang itu melawan arus ombak), dan yang ada di kapal hanya bisa bantu dengan doa, semoga kami semua selamat sampai dermaga kembali.

      Alhamdulillah, kurang lebih jam 17 kami mendarat kembali di pelabuhan Kalianget, salut utk si Bapak, dentuman kapalnya yang keras tertabrak ombak masih terngiang di telinga, kami semua menatap penuh harap kepengin mendapat jawaban yang melegakan dari si Bapak,,,Bapak itu bilang tidak apa2, dan kamipun kasih kode jempol buat si Bapak.
      Di pojok dermaga ada kamar mandi untuk bilas, dengan tarif Rp. 5.000,-. Sesudah mandi kami mencari makan di sekitar alun2 Sumenep. Dan mata kami tertuju pada sebuah rumah makan yang lumayan bagus, yaitu Rumah Makan kartini, alamatnya di Jl Diponegoro No. 83 Sumenep. Begitu masuk memang lumayan bagus tempatnya, menunya juga lumayan banyak, ada rawon, sate, sop buntut dll, dan ada yang aneh menurut kami yaitu cakee, akhirnya kamipun coba menu yang lain daripada yang lainnya. Rupanya setelah dirasa-rasa mirip2 dengan capcay cuma beda bumbunya, tentu saja kurang nendang bagi yang belum makan nasi. Sambil makan kami browsing2 hotel buat menginap malam ini, maklum ketika di Jakarta browsing via Traveloka tak ada satupun yang muncul nama hotel di Sumenep. Begitu di Sumenep kok muncul ?


      Selesai makan malam, kami singgah ke masjid Jamik atau sekarang disebut sebagai Masjid Agung Sumenep, yang merupakan icon Pulau Madura juga. Masjid ini sudah berumur ratusan tahun, dididirikan tahun 1.779, dengan arsitektur China dan India menjadikan masjid ini menjadi terkenal dan bahkan merupakan 10 besar masjid tertua di Indonesia, jika wisata religi ke wilayah Madura pasti mampir ke Masjid ini. Beruntung kamipun disempatkan singgah, lokasi ada di depan alun2 Kota Sumenep. 


      Selesai foto2 kami langsung menuju hotel untuk istirahat, kami menginap di Hotel Surabaya yang berlokasi di Jalan Mustika No. 1 Sumenep, lokasinya masuk gang, kami kebagian yang per kamarnya Rp. 140.000 single bed, jika menggunakan extra bed nambah Rp. 40.000 lagi, lumayan murah ya ?

      HARI KEDUA, 17 PEBRUARI 2018
      Pagi hari kurang lebih jam 06.00 kami check out dari hotel, dan mencari bekal sarapan untuk menuju Pulau Gili Iyang, disebut juga Pulau Oksigen karena di daerah ini memiliki kadar Oksigen tertinggi di dunia (ini menurut hasil penelitian dari Balai Besar Teknis Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Jawa Timur), hal ini juga yang membuat kami mendatangi pulau ini saking penasarannya. 



      Kami terlebih dahulu menuju Pelabuhan Dungkek supaya bisa menyeberang ke Pulau Gili Iyang, dengan menyewa perahu kayu seharga Rp. 500.000,- PP. Waktu menyeberang kurang lebih hanya 45 menit jadi terasa singkat dan tidak was2. Begitu sampai di Gili Iyang sudah ada odong2 yang menunggu kami, okelah kami naik odong2 karena kalau jalan kaki akan lama dan cape tentunya. Sewa odong2 untuk keliling pulau seharga Rp. 150.000,- dan kami sewa 2 buah odong2. Ternyata ada beberapa tempat wisata yang ditawarkan di Pulau Gili Iyang, bukan hanya Titik Oksigen saja, tapi masih banyak yg lainnya seperti pantai, goa dan batu2an unik.


      Per-tama2 kami singgah ke Titik Oksigen, di titik inilah posisi kadar Oksigen tertingginya, dan kebetulan ada sebuah rumah yang dihuni oleh pasangan suami istri yang usianya sudah diatas 100 tahun tapi masih nampak muda dan sehat, sayangnya mereka tidak mempunyai keturunan sehingga kami tidak bisa membandingkan dengan anak2nya ? Sedikit keraguan muncul, jika ada anaknya maka kami akan bisa membuktikan seusia berapakah anaknya tersebut ? Juga cucunya dan cicitnya barangkali ? Tapi faktanya, di pulau ini banyak sekali orang tua, dan ibu2nya juga kuat2 karena terlihat mereka bisa angkat kayu ataupun galon di kepalanya, sementara suaminya hanya membantu menaikkan barang itu ke kepalanya,,,,(tergetar hati melihat pemandangan seperti ini)


      Sesudah ngobrol dengan pasangan suami istri tersebut, perjalanan kami lanjutkan ke Batu Cangga, tidak jauh jika dicapai dengan odong2, namun untuk menuju ke lokasi kita tetap harus melewati tahapan jalan kaki. Tapi tak usah khawatir, berjalan diantara kebun2 yang berdaun hijau dan rimbun bisa menjadi terapi awet muda, bukankah ini Pulau Oksigen ?

      Oh ya, di lokasi ini kami dipungut biaya masuk Rp. 3.000,- katanya untuk perbaikan fasilitas. Dan nyatanya betul, ketika kami browsing tempat ini awalnya tidak ada bambu pengaman sama sekali, jadi kita kudu merambat seperti cicak ke tebing2 batu itu untuk mencapai Batu Cangganya, sangat berbahaya. kalau sekarang, sepanjang tebing dipagari dengan bambu untuk pengaman, supaya kita tidak kecebur ke laut,,,,na'udzubillah, jangan lah yaaaa,,,makanya kudu hati2 dan waspada lihat jalanan, karena jalanannya licin dan sempit.




      Begitu sampai Batu Cangga, mata kita terbelalak dan mulut kita berdecak kagum, batu unik di tebing lautan luas, pastinya tidak semua orang bisa sampai sini ? benar2 emejing,,,


      Untuk yang pobia ketinggian disarankan tidak usah kesini, karena didepan kita bener2 laut yang dalam, takutnya lompat, jika perlu bawa pendamping yang benar2 tahu kondisi kita.
      Setelah puas foto2 di Batu Cangga, kami melanjutkan perjalanan menuju Pantai Ropet, Madura kaya akan pantai, namun setiap pantai mempunya keindahan yang berbeda. Kalau di pantai Ropet merupakan spot sunrise yang indah (katanya) karena kami pas sampai sininya sudah siang. Tapi dengan datang di siang hari juga tidak akan menyesal, karena pantainya benar2 cantek, paduan airnya antara hijau dan biru, juga batu2annya unik2.





      Jangan bosan gaeesssss,,,perjalanan masih panjang, kami malam ini targetnya nginap di Surabaya karena besoknya harus melakukan perjalanan lagi ke Probolinggo, jadi hari kedua ini benar2 padat acara, full time di jalan. Dan supaya Pulau Madura benar2 terkelilingi, maka kami ambil jalan pulang lewat Pantai Utara Pulau jawa, pantainya jangan ditanya, pasti indah dan mengagumkan. Salah satu pantai yang kami singgahi yaitu Pantai Slopeng masih di Sumenep. Kabarnya disini terdapat gundukan pasir yang unik, yang saya bayangkan seperti Gumuk Pasir atau apalah, tapi ini sudah menjadi tanah yang padat menyerupai bukit jadi sudah tidak seperti pasir yang asli lagi. Alhasil kami hanya main2 di pantainya saja, masih dengan pasir putihnya yang menawan.



      Kami hanya singgah sebentar di pantai ini karena waktu sudah menunjukkan jam 16.00, dan masih ada satu lagi yang menjadi target kami yaitu air terjun Toroan. Konon, air terjun ini merupakan air terjun satu2nya di Madura, dan air terjun yang sangat unik krn airnya langsung menuju ke laut. disamping itu jika datang sore hari akan bertepatan dengan matahari tenggelam / sunset, keindahannya sangat langka, dan ini view yang sangat kami idamkan. Ketika di sepanjang jalan terlihat air laut pasang, kami sudah ber-debar2 jangan sampai nanti tidak bisa turun ke air terjun. Nampaknya keberuntungan masih berada dipihak kami, meski air laut pasang, tapi kami masih bisa menikmatinya, hanya saja tidak bisa dekat2 dengan air karena ombaknya lumayan gede. Subhanallah, ini kali pertama saya lihat pemandangan yang luar biasa indah ini.



      Alhamdulillah, hari ini tercapainya semua spot yang dituju, cuaca mendukung sekali, terima kasih Ya Allah atas karuniaMU kepada kami semua. Makan malam kami singgah ke Bebek Songkem, karena kalau ke Bebek Sinjai sudah dipastikan tutup. 
      Perjalanan berikutnya menuju Surabaya dan cuzz ke Hotel Walisongo di Jl Petukangan sekitar Ampel, hotel murah yang per malamnya hanya Rp. 100.000an, jika nambah extra bed nambah Rp. 85.000,- (kalau ada yang murah kenapa pilih yang mahal to ?).
      HARI KETIGA, 18 PEBRUARI 2018.
      Jam 05.00 kami bergegas keluar hotel untuk menuju Probolinggo, tujuan kami adalah ke Gili Ketapang, spot snorkling yang lagi ramai pengunjung, kabarnya karena murah dan tidak harus menyeberang terlalu lama. Dan nyatanya kami hanya menyeberang sekitar 45 menit dari pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo. Dengan paket sebesar Rp. 100.000,- kita sudah bisa menikmati snorkling, foto underwater, dan makan siang termasuk ongkos kapal PP. Bagi kami Mommy2 yang jarang2 mainan underwater, snorkling di Gili Ketapang sudah cukup menghibur, hitung2 buat latihan. Dan dengan adanya snorkling ini maka jalan2 kami menjadi lengkap, semua terlihat puas dan biaya juga hemat karena kami sharecost.





      Sekian cerita jalan2 kami ya Gaeeesssss,,,semoga bermanfaat untuk referensi jalan2, dan terima kasih untuk yang sudah membaca sampai tuntas tas tas...!! Terima kasih juga yang sudah berkontribusi di jalan2 ini
      SALAM JALAN2 INDONESIA,,,,,!!
       
    • By freaksthriller

      Bertemu Korban yang Meninggal, Hipotermia dan Kesurupan Saat Mendaki Gunung Gede Pangrango via Jalur Putri dan Turun lewat Jalur Cibodas
      Pendakian kali ini menjadi pengalaman yg teramat berharga untuk kami, perjalanan  yang mengajarkan kami apa itu makna hidup , terutama menghadapi "Hipotermia, Kesurupan dan Kematian" yang sampai saat ini menjadi momok menakutkan bagi para pendaki gunung. Tidak sedikit kita mendengar berita meninggalnya seorang pendaki yang diakibatkan oleh Hipotermia.
      Tahun 2015 silam tepatnya tanggal 2 Juni, saya dan 5 orang teman lainnya mendaki gunung ini, sehari sebelumnya kita berenam berangkat dari Bandung menggunakan motor, sesampai di Cibodas kamipun menuju kantor TNGP dan mengurus SIMAKSI untuk pendakian esoknya, setelah itu kamipun melanjutkan perjalanan ke rumah temannya teman salah satu dari kita untuk beristirahat setelah lelah perjalanan dari Bandung.
      Singkat cerita, setelah semua siap sekitar pukul 7.30 pagi setelah packing ulang dan cek ulang perlengkapan kitapun menitipkan motor, mulai berjalan dan mencarter angkot untuk menuju ke basecamp yang terletak di Desa gunung putri, sesampai disana kitapun memulai perjalanan , setelah melewati pemukiman warga dan perkebunan  dengan medan yang menanjak, tidak lama kita sampai di Pos Perizinan, sekitar pukul 10.00 setelah pengecekan Simaksi dan pemeriksaan kamipun melanjutkan perjalanan, disinilah perjalanan sesungguhnya dimulai.
      Masih dengan medan yang sama melewati ladang perkebunan penduduk yang semakin menanjak dengan trek yang di dominasi oleh tanah merah, kitapun tidak luput beberapa kali istirahat, menyesuaikan dengan salah satu dari kita yang baru pertamakali mendaki, jadi kami berjalan cukup santai menikmati  perjalanan tanpa buru-buru.
      Sekitar pukul 10:45 kitapun mulai memasuki hutan tropis yang dipenuhi pepohonan dan sampai di Pos 1 Legok Leunca sekitar pukul 11.22 kitapun beristirahat. Ketika itu ada beberapa petugas yang lewat dan salah satunya duduk beristirahat bersama kami setelah sedikit berbincang beliau memberitahukan bahwa di alun-alun Surya Kencana ada korban meninggal sejak kemarin sore yang katanya terkena Hipotermia, dan hari ini sedang di evakuasi . Beliau bercerita kalau disini memang cukup banyak korban yang meninggal, tapi yang dipublikasikan hanya beberapa. Beliau mengingatkan kami utk berhati-hati karena cuaca saat itu bisa mencapai 0 derajat celcius. Saat pertama mendengar diatas ada korban meninggal, tidak bisa dipungkiri ada sedikit perasaan gak karuan, “dalam hati: wah….ada korban meninggal?”
      Setelah beristirahat kitapun melanjutkan perjalanan, disini trek perjalanan semakin terjal menanjak, jarang sekali menemukan landainya. Disepanjang perjalanan entah kenapa suasana terasa hening, sepi, saat itu jarang sekali menjumpai pendaki lain, bisa dibilang hanya 1-2 tim pendaki yang turun, di pos 3 pun tidak ada yang berjualan, semakin kesini medan jalan semakin terjal dan curam, cukup menguras tenaga, kitapun semakin sering beristirahat bahkan waktu itu teman yang baru pertama kali naik gunung tadipun meminta kita berhenti hampir stiap 10 menit sekali, beruntungnya kita saling memahami kalau perjalanan ini memang untuk dinikmati.
      Sekitar pukul 13:40 dari atas terdengar suara banyak orang yang sedang turun, kamipun menduga-duga jika itu tim evakuasi yang sedang membawa korban, beberapa saat kemudian ternyata benar 4 orang yang sedang menandu korban dan 4 orang lainnya yang saling membantu berjibaku melewati medan turun yang sangat curam, sesaat kamipun terdiam hanya bisa melihat sesosok mayat melewat tepat didepan mata dan berucap “Innalillahi Wainna Ilaihi Roji'un”…
      Setelah itu kamipun melanjutkan perjalanan, suasana semakin hening meski kami tidak saling membicarakan seolah tidak terjadi apa-apa, tapi seolah pula kami mengerti perasaan masing-masing.
      Berjalannya waktu kamipun sesekali bercanda untuk memecah keheningan itu, membuat kopi dari botol termos yg kami bawa dan nongkrong ditengah jalan sembari istirahat, karena memang sepi hampir tidak ada lagi pendaki yang kita temui. Sekitar 15 menit sebelum Surya Kencana hujan turun memaksa kita untuk memakai jas hujan, dan kebetulan trek sedikit landai kitapun mempercepat langkah, sekitar pukul 16:24 kitapun sampai di Surya Kencana.
      Tidak lama saat ditengah savanna  hujan semakin deras bahkan sangat lebat disertai angin yang kencang, dan kamipun berlari ketepian utk mencari tempat berteduh dan membuat shelter dari ponco. Meski demikian hampir smua pakaian yg kita pakai sekejap basah kuyup, sayapun hanya sempat mengganti  baju saja, kitapun mulai kedinginan dan sedikit mengigil ditambah perut sudah mulai terasa lapar,  Setelah -+40-50menitan hujanpun mulai reda, dan kamipun bergegas untuk melanjutkan perjalanan karena sudah tidak sabar ingin sesegera mungkin mendirikan tenda.
      Baru saja keluar dari tepian tiba-tiba jauh ditengah savana ada seorang wanita  menggunakan payung berteriak dgn sangat keras meminta tolong, kamipun terkejut dan segera berlari menghampirinya. Ketika akan berlari menghampirinya, salah satu dari kita ada yang bercanda mengatakan “wah…kita juga ini butuh pertolongan, hehe” Yaaa…mengingat kita baru saja tiba sudah di guyur hujan yang sangat lebat, berjibaku membuat shelter, sebagian pakaian basah kuyup, kedinginan, ditambah kelaparan”
      Sesampai ditengah savana itu ternyata mereka mendirikan 2 tenda terlihat 3 orang perempuan yg sedang histeris melihat 1 teman cowonya yg sedang mengalami kejang-kejang terkena hipotermia.  Kamipun bergegas utk membantu, saat itu mereka semua panik, terlihat kacau karena tenda dan hampir semua perlengkapan mereka basah. Kondisi korban saat itu terlihat sangat menggigil, susah bernafas, mata selalu melihat keatas serta anggota tubuhnya seperti mati rasa dan sering mengigau menyebut nama ayahnya yang sudah meninggal, sontak kakaknya pun histeris berteriak ketakutan, sambil menangis yang membuat suasana semakin panik pacar korban yang ikutan menangis mereka berdua sudah berfikir terlalu jauh membayangkan korban akan meninggal. Pertama kitapun mencoba utk menenangkan, tanpa disadari dengan inisiatifnya masing-masing kitapun terbagi menjadi 3 kelompok, dua orang dari kita mencoba utk menenangkan, dua orang lagi mendirikan tenda membuat air hangat dan mie instan untuk korban, dan dua orang lagi mencari bantuan, bilamana terjadi hal-hal yg diluar kehendak.
      Menurut dua orang yang sedang mencari  bantuan : Setelah berjalan cukup jauh akhirnya kita menemukan lokasi para pendaki yang mendirikan tenda, ketika kita menceritakan kejadiannya, kemudian salah satu dari mereka meneriakan “MAYDAY...! MAYDAY…! Serentak penghuni lain saling menyahut ada apa? Ada apa? Dia bilang ada yang terkena Hipo, kemudian terlihat beberapa orang menghampiri, tidak lama kitapun bergegas kembali membawa beberapa orang, saat itu langit mulai gelap dan setibanya di tkp terdengar dari dalam tenda bacaan doa-doa seperti yang sedang tahlilan, saya  pikir korban meninggal, dalam hati "Astagfirullah ya Allah... masa saya harus melihat ada korban jiwa lagi tepat didepan mata dalam satu waktu" dengan rasa gundah kitapun masuk kedalam tenda dan ternyata korban masih hidup bahkan membaik, malah sekarang kaka korban yang menjadi korban kesurupan.
      Sebelum kesurupan kakak korban sering menangis histeris melihat kondisi adiknya, dan dua wanita lainnya meminta izin untuk mengganti pembalut di tenda kita dan kembali keluar, tidak lama kemudian terdengar teriakan histeris aneh dari kakak korban sembari tertawa-tawa dan dua wanita tadipun kembali ke tenda kita sambil menangis ketakutan, salah satu dari wanita itu berkata ada yang mengikuti mereka, dan wanita satunya lagi memberitahu bahwa dia memang bisa melihat makhluk halus.
      Suasana semakin menegang karena kakak korban yang kesurupan itu semakin histeris menjerit-jerit, tertawa-tawa tidak karuan.  Untungnya salah satu dari kita ada yang bisa mengatasi kesurupan tersebut dibantu dengan teman-teman lainnya, setelah beberapa saat Syukur Alhamdulillah suasana semakin terkendali, kedua korban itu semakin membaik.
      Saat kita sedang menarik nafas sembari santai dan ngopi, disekitar tenda mereka terlihat beberapa pembalut yg dibuang sembarangan. Mungkin itu salah satu penyebabnya "Wallahu A'lam"
      Sayangnya kami tidak sempat mendokumentasikan kejadian itu. Jangankan utk memikirikannya, malah kitapun lupa untuk makan, padahal kita belum makan dari siang.
      Setelah beberapa saat semua kembali normal, kita semua pindah ke lokasi tempat para pendaki lainnya mendirikan tenda, dan akhirnya kitapun dapat beristirahat total, meskipun salah satu dari kita masih ada yang terlihat pucat mukanya, dan sudah tidak betah ingin segera pulang.
       
      Esoknya sekitar pukul 5.30 kitapun bangun sholat dan menikmati setiap keindahan alam yang Tuhan suguhkan, tidak henti-hentinya dalam hati berucap syukur. Ketika kita sedang duduk-duduk didepan tenda dan memasak terlihat dua orang cwo dan cwe dengan dingin lewat di depan kami, bukannya itu korban yang semalam terkena hipotermia dengan pacarnya? Kata salah seorang dari kita, dan kamipun saling memandang dengan tersenyum.
      Setelah puas bersantai kitapun bergegas beres-beres dan packing untuk melanjutkan perjalanan pulang lewat jalur Cibodas, sekitar pukul 10.30 kita memulai perjalanan menuju Puncak Gunung Gede dengan trek yang di dominasi tanjakan curam kitapun sedikit menghelakan nafas , makin keatas medan yang ditempun semakin extrim, sekitar pukul 11:30 kitapun sampai di Puncak dan beristirahat.
      Setelah puas waktupun menunjukan pukul 12.00 dan kami melanjutkan perjalanan menuju Kandang Badak, kitapun mengambil jalur disisi kanan untuk menghindari jalur terjalnya tanjakan setan. Saya akui jalur cibodas ini banyak destinasi wisata indah yang dilewati, ramai, dan tentunya lebih landai dibanding jalur gunung putri, tapi entah kenapa saya merasa jenuh, perjalanan menuju Cibodas ini terasa sangat amat lama.  Sekitar pukul 17.18 kitapun sampai di Pos Panyancangan, setelah istirahat sejenak kitapun melanjutkan perjalanan.
       
      Dari sini jelanan mulai sepi… terasa hening ketika waktu menunjukan tepat pukul 18.00 ditengah perjalanan salah satu dari kita menyuruh kita semua untuk berhenti sejenak dan dia berkata "nanti jalannya berdua-dua jangan sampai melamun, dan terus fokus" setelah 5-10 menit kemudian kitapun melanjutkan perjalanan, hari sudah semakin gelap sementara kami belum sampai-sampai, mana jalanan sepi dan terasa hening dengan aroma mistis yang sedikit menyelimuti, entah hanya perasaan saja. Singkat cerita sekitar pukul 19.00/19.30an kitapun sampai di Terminal Cibodas dan perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan angkot menuju rumah temannya teman kita, sesampai disana kita beristirahat duduk-duduk diteras ngobrol-ngobrol, dan membahas banyak cerita mistis tentang Gunung Gede, termasuk yang tadi ketika kita berhenti tepat pukul 18.00 teng itu…ternyata oh ternyata… pantas saja!
      Oh ya kebetulan temannya teman kita yang punya rumah memang tahu betul seluk-beluk Gunung Gede (toh rumah nya jg daerah situ) hehe… meski dia tidak ikut mendaki bersama kami. Setelah ngobrol dilanjutkan dengan makan bersama dan tidak lama setelah itu kami memutuskan untuk pulang ke Bandung pastinya menggunakan sepeda motor, tengah malam itu! Wow… Perfecto!
      Syukur Alhamdulillah kita semua sampai kerumah masing-masing dengan selamat, dan itulah tujuan utama kita mendaki adalah bisa kembali ke rumah dengan selamat.
      yang mau liat Videonya...
      DISINI 
      Semoga amal ibadah diterima disisiNYA! "Amin"
      -02/06/15-
      Sedikit beban yg harus kita syukuri...
      1. Kematian
      Perjalanan kemarin adlh perjalanan yg
      mengajarkan kita apa itu makna kehidupan.
      2. Hipotermia & Kesurupan
      Sebaik2 manusia adalah org yg bermanfaat bagi org lain.
       
      backpackermate
      Instagram @backpackermate  
    • By desi asiah
      Ass. Mualaikum Wr.Wb
      Halloo teman Jalanâ€ners..udh tau donk sebelumnya tentang “Curug Malela†yang letak nya di Kabupaten Bandung Barat Org†sebut ntu Curug Litle Niagara….Curug Malela adalah Curug yg paling besar dan panjang dri sekian Curug yg pernah saya kunjungin….
       
      sedikit penampakan,
       

       
      Awal mula dari keinginan yg sudah lama terpendam hhahaha…saya  dan Teman saya sebut aja Kiki yg sama†mojang Bandung (Ehemmm) Janjian Pas Pulkam lebaran H+3 untk pergi kecurug Malela sebenrnya pengen banyakan cuman ngajakin teman sana sini pada gak mau katanya Jalannya OFF Road Banget,trs mlz lah,kapok lah, ada acara ini itu lah,dll…
      Dengan Modal Seadanya alias modal google map krna blom prnh kesana pukul 8.30 sya ktmu Kiki di cimohaii alias cimahi tepatnya depan alfamart setelah masjid alunâ€nya cimahi…kami putuskan untuk sarapan bubur  dlu..
      Setelah sarapan kmi melanjutkan perjalanan, krna disini kami menggunakan Motor dan masing†membawa motor ceritanya mau offroad nihh…TAPI…..(kita bahas nnti yaa..) lanjut, kami menuju arah padalarang nnti ada pertigaan ketemu jalan Cimareme belok kiri arah mau ke Cililin. Sya pikir jalannya ssh buat ke curug malela ternyata disetiap persimpangan ada tanda yg menunjukan tujuan ke curug malela…ya udh lbh gampang perjalanan kami ( tapi tak semudah yg dipikirkan pemirsa)…setelah mengikuti ptujuk jalan belok Kiri dan Kanan maka kmi memasuki desa Gunung Halu tak lama kmi mengisi bensin eceran dlu, krna disana gak ada SPBU. Buat klian yg lupa isi bensin jngn khawatir hampir di sepanjang jalan ada aja yg jualan bensin eceran…..Sya liat jam bru jm 10 kurng klo gak salah, trs saya nanya sama ibu yg jual bensin :â€sabaraha lami deui bu upami ka curug malela??â€, Ibu : “nya tebih keneh lah,sekitar jm 12 lah smpe ka curug.â€â€¦sya :â€elehhh elehhh geuningan meuni tebihh nyaaâ€. alias jauhh pisann euyy…hahahaha (dalam hati bisa tepos Pantat ini mah)…
      Lanjut perjalanan, awal†si jalan masi bagus mulus beraspal dan betony a walopun jln nya bolak belok seperti mau ke Puncak is ok lah….tp Lama kelamaan kmi melewati beberapa desa dan kiri kanan hutan,sawah, kebun tehh dan smpe akhirnya bertmulah dengan jalan yg LUMAYAN  JELEK, JELEK,  JELEK SEKALI, JELEK JELEK SEKALI SEKALI hahaha…

       
      smpe lah qt di gerbang menuju Curug tersebut, oia nnti ada dua jalan yg mau ke arh gerbangny curug sma jalan besar. Sebrnya Sblm gerbang qt kan ngelewati kebun tehh tuhh nahh nnti qt ktmu dengan sekawanan ojeg yg menawarkan/menanyakan kea rah Curug, kta mereka si ada dua jalan bisa Lurus terus Bisa kearah yg lain yg entah kemana jalan itu menuju yg jelas yg tau cuman para ojeg tersebut hehehe..tp kata si akangnya bisa aja lurus cuman jalannya JELEK JELEK SEKALI SEKALI…..Bukn JELEK SEKALI ya pemirsa…pdhl sblom smpe gerbang aja udh jelek bgt klo mnrt sya…tu jalan isinya Cuman batu kali yg gede sma tanah liat aja mana jalannya nanjak sma turunan kebayang lah klo ujan psti licin banget…

       

       
      Lanjut setelah Melewati gerbang kata penjaganya masi 2 kilo lagi neng trs sya nanya jalannya gmn a’??
      Katanya jelek lebih jelek dri sebelumnya…haha bener†Offroad ini mahh selama perjalanan gak nemu jalan yg bagus aslinyaa tah……tp pas pergi gak kerasa capenya, soalnya pengen cepet†sampe setelah beberapa menit jam menunjukan pukul 12.00 tepat sampe juga di curug…
      Alhamdulillah sampe juga…
       
      Ternyata sebelum qt sdh ada bnyak org yg berkndraan motor disana ada tmpat parkir dan 3 saung dri kayu yg 2 adalah warung yg 1 saung buat istrirahat kayanya si sengaja disediain buat pengunjung awalnya gak ngehh dipikir tu saung cuman buat duduk aja hehe tp setalh kembali dari curug baru sadar itu saung disediain buat apa…hahahaha (buat Geletakan setelah naik alias balik dri curug krna kecapean setengah matee)
       
      Sampe di sana langsung qt meluncur ke curugnya bertempat dibawah, jdi qt hrus jalan kebawah dulu buat smpe ke lokasi,,,lumayan lah sekitar 30 mnt prjalanan jalan smpe curug …turunnya si gak cpe tp pulangnya  baru kerasa setengah matii….cuuaaappeeee pake Buanget….Kapok Gakan Kesana kesana lagii…tp semuanya terbayar setelah smpe di curugnya hehe tapi sayang disana gak bisa terjun mandi coz alirannya ckup deras...kecuali yg nekad boleh" aja...
       

      perjalanan menuju curug,,,
       


      Curug Malela dilihat dari jauh,
       

      Curug Malela dilihat dari dekat...
       
       
      Rincian :
       
      Sarapan Bubur                       Rp. 10.000
      Bensin motor Pool tangki        Rp. 20.000
      Tiket masuk                            Rp. 5.000
      mineral + pocari                      Rp. 12.000
      Gorengan                               Rp. 1.500
      Makan Siang&sore (dirapel)   Rp. 15.000
      Bayar Toilet                            Rp.4.000
       
       TOTAL                                   Rp.67.500
       
       
    • By eka wibisono
      Gak kerasa udh hampir 1 tahun mengikuti Gatnas KJJI ke 9 di Lombok bln Oktober 2015, dan timbul perasaan kangen  pingin kumpul2 dgn teman-teman ex Gatnas Lombok. Akhirnya pas bulan Juni 2016, beberapa dari kami @luxia, @siti uko, @menie ketemuan di rumah @sitiuko di Ciawi. Nah disitulah tercetus ide utk ajakin reuni teman2 ex Gatnas Lombok, pergi bersama-sama ke Lombok tgl. 18-20  November 2016, pastinya dgn rute yg berbeda  dengan thn 2015. Eh ternyata ngumpulin teman2 ex Gatnas Lombok utk jalan bareng2 lg susah-susah gampang lho hehehe.... ada yg udh daftar...tiba2 cancel. Akhirnya dari teman2 yg sudah daftar,  ini lah yg terkumpul:
       1.  saya 
         2. @titisetianingsih 
         3 . @luxia 
        4.   @sitiuko
              5. @menie  
               6. @dimaz
                       7. @dhan doank 
                     8. [email protected] 
                     9.    [email protected] 
                10.  [email protected]
                11. [email protected]
      Berhubung peserta reuni ex Gatnas Lombok sedikit, akhirnya diputuskan kami boleh ajak teman2 kami yg lain. Jadilah bertambah 4 orang yg salah satunya [email protected] Zein (ex Gatnas KJII 8 di Padang). Jadi total peserta 15 orang. Walaupun ada peserta baru, tapi gak kalah seru  suasana reuni kami ini hehehe... maklum biang gokilnya jd nambah. 
      Untuk acara kami ini, kami minta tolong ke Dimas untuk atur transportasi dan itinerary selama di sana. 
      Yuk kita mulai perjalanan reuni kami. 
      Hari 1: tgl. 18 November 2016:
      Gili Petelu, Pantai Tangsi (Pink Beach), Gili Segui (Pink Beach 2),  dan Gili Pasir (Lombok Timur)
      Kami berangkat dari M Hotel di kota Cakranegara sekitar jam 7.00 pagi WITA menuju Pelabuhan Tanjung Luar di daerah Lombok Timur  yg memakan waktu perjalanan sekitar +/- 1,5 jam. Dalam perjalanan sempet tuh kami mampir ke daerah Puyung (Lombok Tengah) utk cobain Nasi Balap Inaq Esun yg terkenal di Lombok. Utk menuju tempat makan ini, dr jalan raya kita harus jalan kaki 150 meter memasuki gang rumah penduduk. Gak nyangka, di rumah yg sederhana ini nasi balap yg terkenal itu dijual. Utk teman-teman yg belum tau nasi balap, nih sedikit info ya. Nasi balap yaitu nasi dgn lauk ayam suwir crispy bumbu pedes, ikan asin crispy, sambal dan kacang kedele goreng.

      Yg terkenal dari nasi balap ini ya pedesnya itu yg super (dijamin perut langsung panas & mules kalo yg gak tahan pedes hahaha...), tp buat yg gak doyan pedes bisa minta kok nasi balap yg tidak pedes dan pedes sedeng. Nasi balap Inaq Esun ini harganya Rp.15 ribu per porsi, enak, murah dan kenyang jg lho. Setelah kenyang, lanjutlah perjalanan kami ke pelabuhan Tanjung Luar.
      Setelah tiba di pelabuhan Tanjung Luar, gak buang waktu lg kami langsung dibagi menjadi 2 kapal utk explore  ke gili-gili.
       
       
      1.        Gili Petelu.
      Di Gili Petelu ini airnya bening dan keliatan tuh karang-karang yg di bawah laut. Sayang kami gak bisa main lama-lama disini karena arus bawah lautnya tiba-tiba makin kuat.
       

       
      Diputuskan langsung kami lanjut ke Pantai Tangsi (Pink Beach).
       
      2.        Pantai Tangsi/Pink Beach.
      Nah ini lah dia Pink Beachnya Lombok. Warna pasirnya ternyata udah gak terlalu pink lho senasib dgn pink beach di Pulau Komodo, mungkin krn udah byk orang yg berkunjung ya jd plankton pinknya berkurang. Pantai Tangsi ini bagus lho viewnya tp sayang kebersihan di pantai ini kurang terjaga, jd kita mau main air di sini jadi males. Setelah makan siang, krn gak pada mau main air, kita semua pergi ke bukit di Pantai Tangsi utk foto-foto aja deh.
       

       
      Setelah puas foto-foto, lanjut lah perjalanan kami menuju Gili Segui.
       
      3.        Gili Segui.
      Letak Gili Segui ini gak terlalu jauh dari Pantai Tangsi, dan Gili Segui ini dijuluki Pink Beach 2. Hmm...benar lho pantainya msh bersih krn belum banyak dikunjungi orang. Dan pasirnya memang lebih keliatan pinknya dr pada di Pantai Tangsi. Mana tahan deh gak main air di sini.
       

       
      4.        Gili Semangkuk.
      Dalam perjalanan dari Gili Segui ke Gili Pasir, kami diajak mampir sebentar utk snorkling di Gili Semangkuk ini.

       
      Airnya masih bersih dan karang-karangnya juga masih bagus.
       

      Nah istimewanya dr Gili Semangkuk yaitu ada sumur di dasar laut. So pasti bikin kita penasaran pingin tau. Ini dia tampilan sumurnya.
       

       
      Bagus kan?  Krn airnya msh bening, gak usah susah-susah nyelem dalam-dalam, dgn  modal alat snorkling dan ngapung-ngapung santai aja kita udah bisa liat tuh sumur.
       
      5.        Gili Pasir.
      Akhirnya tiba juga kita di Gili terakhir yg dikunjungi yaitu Gili Pasir. Gili Pasir ini akan muncul jika air laut surut menjelang sore hari.
       

      Bagus bgt Gili Pasir ini karena selain bentuk pulaunya,bintang lautnya unik lho krn  ada berwarna kuning dan pasirnya beralur-alur seperti pasir berbisik di Bromo.
       

       
       
      Kami semua menghabiskan waktu agak lama di Gili Pasir ini sambil menikmati sunset.
       
       

       
      Akhirnya lewat magrib kami baru mendarat lagi di Tanjung Luar. Satu hal yg disayangkan nih, fasilitas kamar kecil utk bilas kurang  banget krn jumlah kamar kecil cuma 2 dan air bersih utk bilas kurang. Jd terpaksa deh kami bilas sekedarnya...hehehe...lumayan bawa “oleh-oleh” pasir yg nempel di badan dan rambut.
      Dari gili-gili yg kami kunjungi hari ini, kesan aku sih bagus-bagus kecuali Pantai Tangsi/Pink Beach yg kurang memuaskan, ya itu krn kurang bersih.
       
      Hari 2: tgl 19 November 2016:  Pulau Paserang dan Pulau Kenawa di Sumbawa Barat.
      Terinspirasi dgn kunjungan Deffa dan Dimas ke 2 Pulau ini setelah selesai Gatnas Lombok 2015,  kami semua penasaran jg pingin liat keindahan Pulau Paserang dan Pulau Kenawa. Makanya 2 Pulau ini kami masukkan ke kunjungan utama kami. Perjalanan dari kota Cakranegara ke Pelabuhan Kayangan yg terletak di Lombok Timur ditempuh +/- 2 jam. Di Pelabuhan Kayangan ini banyak bgt penjual nanas krn Lombok Timur (daerah Masbagik) memang  terkenal dgn nanasnya. Sambil nunggu Dimas beli tiket, dr pada penasaran kami beli deh 2 ikat nanas. 1 ikat nanas (5 buah) dihargai Rp. 15 rb (incl. ongkos kupas & potong) murah kan. Wah ternyata enak lho nanasnya,seger dan gak asem. Kalau teman-teman nyebrang ke Pototano via pelabuhan Kayangan jgn lupa cobain nanasnya ya, oh iya  sebaiknya membeli jg bekal makan siang  di rumah makan yg ada di sini sebelum menyeberang krn lebih higienis.

      Kapal ferry dari pelabuhan Kayangan ke Pototano (Sumbawa Barat) berangkat setiap 1 jam sekali, beroperasi 24 jam dan perjalanan penyebrangan sekitar 2 jam. Setelah kapal keluar dari pelabuhan Kayangan kita  akan disuguhi pemandangan yg bagus bgt.

      Suasana di kapal ferry ini cukup bersih dan ada hiburan musik organ tunggal tuh. Siapa aja boleh minta lagu, mau joget atau mau nyanyi jg boleh asal nyawer ke pemain organ tunggal.  Nah disini lah Netty, Menie, Onya, Ven-Ven dan Abdy (adik Lenny Zein) unjuk kebolehan mereka berjoget hehehe..... pokoke heboh deh.

      Lumayan sih bikin perjalanan gak bosen.
      Setelah sampai di pelabuhan Pototano, kami berjalan kaki sebentar menuju ke dermaga kecil utk naik kapal yang akan antar kami ke Pulau Paserang dan Pulau Kenawa. Jgn kaget ya liat dermaganya, hehehe....ya a la kadarnya gitu deh.

      1.    Pulau Paserang.
      Dari dermaga ini, kita akan berlayar sekitar 30 menit sudah sampai di Pulau Paserang.

      Kesannya..... ya ampun ternyata sepi dan gersang bgt ya Pulau Paserang. Sebaiknya bawa bekal makan dan minum deh krn gak ada orang yg jualan di pulau ini. Setelah makan siang, gak buang waktu, langsung deh kami berjalan menuju puncak bukit.

      Untuk yg gak kuat jalan, gak usah kawatir trekkingnya gak jauh  dan gak berat kok... enaknya udah ada jalur trekking yg disemen, tapi.....siap-siap  kaki kebaret-baret dengan tanaman liar putri malu yg berduri itu...hehehe... yg minta ampun banyak banget.

      Setelah sampai puncak bukit, rasa perih di kaki gak berasa lagi krn kita udah terpesona dengan viewnya.

      Setelah puas foto-foto, cusss.... kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Kenawa.
       
      2.    Pulau Kenawa
      Dari Pulau Paserang cuma berlayar sekitar 15 menit  udah sampe deh kita  di Pulau Kenawa. 

      Apa yg istimewa dari Pulau Kenawa ini? Selain view dari atas bukit,  uniknya rumput savananya bergerombol sendiri-sendiri seperti tanaman padi gitu deh.  Sambil menunggu panas matahari berkurang, kami santai-santai dulu di warung yg dekat dermaga, ada juga teman2 yg snorkling krn memang lautnya masih bersih dan bagus. Untuk toilet, jgn ngarep toilet yg bagus ya, adanya toilet darurat gitu . Sayang ya, fasilitas umum belum dibikin yg bagus padahal pengunjungnya  sudah banyak lho  dan ada yg kemping jg.
      Setelah sinar matahari gak terlalu ngejreng, kami semua memulai trekking ke puncak bukitnya. Sepanjang jalan, mata adem rasanya liat padang rumputnya yg mulai keliatan warna hijaunya.

      Setelah melewati padang rumput, siap-siap trekking ke atas bukit, gak terlalu tinggi kok, paling cuma 10 menit, asal jangan buru-buru dan harus hati-hati krn selain menanjak byk batu krikil kecil2 yg bisa bikin kepleset.

      Semua rasa cape dan panas terbayar lho dengan pemandangan yg terhampar di depan kita. Ini buktinya.


      Gak kerasa, duduk2 sambil menikmati pemandangan, tiba lah waktu sunset di bukit ini. Baguus.....banget sunsetnya. Emang Pulau Kenawa top deh.

      Udah posisi PW gini males rasanya mo jalan turun lg, tp dr pada kemaleman di atas dan susah turunnya krn gak ada lampu senter, cepet2  kami jalan turun lagi menuju pinggir pantai. Pas sampe di pantai, hari udah lumayan malam dan akhirnya sekitar jam 19.30 WITA kami meninggalkan Pulau Kenawa untuk menuju dermaga asal. 
      Akhirnya kami sampai kembali di Cakranegara sekitar jam 12.30  dinihari.
       
      Hari 3: tgl.20 November 2016: Air Terjun Benang Stokel, Air Terjun Benang kelambu dan Bukit Merese di Tanjung Aan. 
      Baru tidur sekitar 3 jam, mau gak mau mata harus melek pagi2 lagi. Waktunya packing! Ini lah hari terakhir perjalanan reuni kami dan kami semua cepat-cepat sarapan dan check out dari Hotel karena gak sabaran pingin liat keindahan Air Terjun Benang Kelambu. 
       

      Air terjun yg akan kami kunjungi ini termasuk kawasan hutan  di kaki Gunung Rinjani tepatnya di Desa Aik Berik, Lombok Tengah. Dari Kota Cakranegara,  lama perjalanan sekitar 1 jam, kita  bisa menempuh jalur Mataram-Narmada-Sedau-Pancor Dau-Teratak-Desa Aik Berik.Ke 2 air terjun ini belum setenar air terjun Tiu Kelep di kalangan wisatawan, jadi gak heran pengunjungnya sebagian besar orang lokal Lombok.
       

      Oh iya kalo teman-teman merasa gak sanggup jalan kaki menuju air terjun, byk ojek motor yg sudah standby di gerbang masuk kawasan air terjun. Ada jg beberapa teman kami yg lsng sewa ojek motor seharga Rp.30.000,- pulang pergi, tp nyesel lho kalo naik ojek motor krn kita gak bisa liat Air Terjun Benang Stokel.Jalan kendaraan bermotor dan mobil ternyata langsung menuju ke lokasi Air Terjun Benang Kelambu.
       
      1.    Air terjun Benang Stokel.
      Setelah kita melewati gerbang masuk, kita mulai berjalan melewati kawasan  pepohonan yang rindang dan hiruplah udara segar yg belum kena polusi. Jalur menuju ke lokasi air terjun sudah dibangun undakan2, sehingga kita berjalan menuju ke air terjun dengan cukup nyaman sih. Dari pintu gerbang, kita akan berjalan sekitar 1 km untuk menuju air terjun Benang Stokel.
       
       

      Dr kejauhan kita udah bisa liat tuh  Air Terjun Benang Stokel. Di air terjun ini ternyata ada dua air terjun dan nama air terjun ini yaitu “Benang Stokel” dalam bahasa lokal memiliki arti “seikat benang”. Dinamai demikian karena bentuknya yang menyerupai ikatan benang. Air terjun ini memiliki dua air terjun, dengan ketinggian masing-masing sekitar 20 Meter. Airnya sangat jernih dan segar.
       
       

       
       
      2.    Air terjun  Benang Kelambu.
      Setelah puas foto-foto di Air Terjun Benang Setokel, lanjutlah perjalanan kami menuju Air Terjun Benang Kelambu. Jalur trekkingnya cukup nyaman sih, gak yg curam banget (lebih gempor trekking di Air Terjun Tiu Kelep hehehe...).
       

      Santai aja jalannya supaya gak terlalu capek.Kalo haus atau lapar, gak usah takut, sepanjang jalan setapak ada beberapa warung yg standby jual makanan dan minuman.
       
       
      Taraaa... dari jauh udh keliatan tuh air terjunnya. Baguss kan air terjunnya dan kita cuma bisa bilang memang ciptaan Tuhan indah .
       
       

      Air terjun ini dinamai Air Terjun Benang Kelambu karena terjunan airnya yang berbentuk seperti kelambu. Air terjun ini memiliki 3 tingkat. Tingkat yang paling atas berasal langsung dari mata air, dan memiliki ketinggian sekitar 30 Meter. Tingkat yang kedua merupakan lanjutan dari tingkat pertama, dengan ketinggian sekitar 10 Meter. Tingkat yang ketiga memiliki ketinggian hanya 5 Meter.

      Gak seperti Air Terjun Benang Setokel, Air Terjun Benang Kelambu tidak memiliki kolam, jadi cuma bisa basah-basahan di bawah terjun. Kalo mau berenang bisa juga sih, dibawah ada tuh kolam buatan utk pengunjung berenang.
       
       

      Nah utk jalan pulang kami cobain lewat jalur kendaraan bermotor, dan ternyata jalannya lebih landai dan gak usah menderita melewati jalan menanjak dan anak tangga yg bikin kaki pegel hehehe... 
       
      3.    Bukit Merese, Kuta, Lombok
       
      Setelah istirahat makan siang, langsung cuss... kita mampir dulu beli oleh-oleh di toko oleh-oleh Gandrung (jual kaos, baju dgn kualitas dr yg biasa sampai yg bagus) dan toko Lestari (jual oleh-oleh makanan lokal). Sebelum menuju ke Bukit Merese, kami antar teman kami bang Duty Nath ke Bandara dulu krn pesawat dia lbh cepat dr pd kita semua.
      Dr bandara ke Bukit Merese gak terlalu jauh sih... sekitar 45 menit lah. Arah menuju ke Bukit Merese, ternyata melewati Pantai Kuta dulu dan melewati Pantai Tanjung Aan.
      Bukit Merese ini menarik lho krn ada padang rumputnya yg bagus utk foto-foto dan kita bisa melihat Pantai Tanjung Aan dan Batu Payung di kejauhan.
      Ini lah dia, view Bukit Merese. Bagus kan teman-teman.
       
       

      Nah karena terlalu menikmati suasana di Bukit Merese ini, jd lupa waktu deh, gak berasa udh jam 18, waah..langsung kami semua panik takut telat sampai di Bandara. Untung sopir mobil Elf kami cepet tuh nyupirnya... pas jam 19 malam sampe di Bandara (pesawat kami sekitar jam 20 malam). Puji Tuhan gak telat.
      Nah teman-teman demikian sedikit cerita dari reuni ex Gatnas IX.  Semoga kami semua tetap kompak deh. Salam jalan-jalan!
       
       

       
       
       
    • By noped
      Sedikit Review naik KA MALABAR Bandung - Malang minggu lalu 
      Buat yang suka naik umum, kereta ini sangat cocok dan di rekomendasikan untuk menempuh perjalanan yang cukup panjang dari Bandung – Malang dan sebaliknya. Harga tiket untuk kelas Eksekutif 465k, bisnis 270k, Ekonomi 225k. Untuk menghindari kehabisan tiket, sayapun memesan 3 minggu sebelum keberangkatan menggunakan aplikasi favorite pegipegi
      Nama kereta api Malabar diambil dari nama gunung berapi yaitu Gunung Malabar. Gunung ini terletak di bagian selatan Kabupaten Bandung dengan titik tertinggi 2.343 meter di atas permukaan air laut. Namun sebagian orang mengatakan nama Malabar tersebut berasal dari singkatan dari jurusan akhir kereta ini, yakni Malang-Bandung Raya (sumber wikipedia) atau lelucon dalam bahasa pejalan Malabar (Mantan Tak Lagi Berkabar).
      Kelebihan, sudah dilengkapi AC pada semua bagian kelas serta pengisian baterai. Tersedia TV hanya di bagian depan (kelas Eksekutif), Majalah “Rel” yang isinya ringan2 seperti kuliner,obyek wisata (kelas Eksekutif), Bantal mini yang telah tersedia di kursi sejak keberangkatan (kelas Eksekutif), untuk selimut disediakan saat mendekati jam tidur (kelas Eksekutif), AC sentral, bukan split seperti di kelas bisnis/ekonomi, menyewakan bantal tambahan dengan harga 7k
      Kekurangan kereta ini belum menyediakan wifi gratis, ruang khusus ibadah (mushola) dan AVOD di setiap bangku (kelas Eksekutif)
      Oh ya saran buat yang akan menggunakan kereta ini, di karenakan perjalanan malam hari dan kondisi suhu di dalam gerbong sangat dingin, gunakan pelindung kaki, jaket yang cukup tebal, pentup mulut dan telinga atau buff masker serta sarung tangan.
      saya post juga di noped.net