Jump to content
Forum Jalan2.com - Silahkan Berbagi & Bertanya Tentang Tujuan Wisata Anda
  • agoda-hemat.png

Daniear

SNOWY JANUARY IN JAPAN : KYOTO PUNYA CERITA TENTANG KITA

Recommended Posts

Sebelumnya mohon maaf, karena kisah ini terlambat dari jadwalnya. Mohon maklum, kerjaan padat menyergap seusai balik dari Jepang. Aaaah, jadi pingin liburan lagi, wkwkwwk

Berbekal JR Pass nan sakti, gue pun menyusun perjalanan yang anti rugi. Maksudnya, selama bisa pakai JR Pass, ngapain musti bayar tiket lagi. Kalau bisa nyicip gratis, ngapain musti beli *Halah.

Namun prinsip itu harus berhadapan dengan realitas yang cukup mencengangkan di Kyoto (apa pula bahasa gue barusan). Ya, intinya jalur yang di-cover JR Pass di Kyoto sangat terbatas. Tempat wisata utama yang dekat stasiun JR mungkin hanya Fushimi Inari (JR Inari) dan Arashiyama (JR Saga Arashiyama). Sementara penginapan yang kami pilih di Sanjo. Mau nggak mau kami musti beli tiket kereta di jalur Keihan dari Kyoto Station ke Sanjo Keihan untuk sampai di penginapan. Mungkin kalian penasaran, ngapain juga gue musti nginep di Sanjo.

Ehem, beginilah ceritanya. Berbekal advice dari insidekyoto.com, salah satu wilayah yang nginep-able di Kyoto adalah Sanjo. Waii?? *Why. Karena banyak tujuan wisata yang dekat dari area ini. Sebut saja Gion, Kamo River, Sannen-zaka, Ninen-zaka, Kiyomizudera. Semua itu bisa ditempuh dengan jalan kaki. Ya, kecuali kalau kalian tipikal manjanya keterlaluan dan males jalan kaki, bus akan sedia menawarkan tumpangan berbayar.

Karena dari Kyoto ke Sanjo nggak ada JR line, untuk menghemat perjalanan kami memutuskan langsung ke Fushimi Inari dari Kyoto Station pada hari pertama kedatangan kami di Kyoto.

 

IMG_20170107_131651_HDR.jpg
Kyoto Station

 

 

Jadi, begitu Shinkansen Hikari yang kami tumpangi tiba di Kyoto Station, hal pertama yang gue cari adalah coin locker. Berat cuy bawa carier 60 L kemana-mana. Setelah nekad memohon petunjuk ke petugas station (yang kebetulan kagak ngerti bahasa Inggris) dengan bahasa tubuh kami pun menemukan loker.

Setelah beres kami segera meluncur ke platform di mana kereta JR Nara Line berada. Oh, iya, begitu dapat koneksi internet di Jepang, jangan lupa untuk install app Hyperdia (entah sejak kapan, app-nya hanya bisa di-instal di Jepang. Versi web-nya masih bisa dibuka di Indonesia, sih, buat cek-cek rute di itinerary).

Kereta yang kami tumpangi ini akan melewati statsiun Tofukuji dan tiba di Inari. Perjalanan berlangsung sangat cepat. Hanya 5 menit. Begitu tiba di Inari station kami disambut masa yang cukup padat. Tak jauh di seberang jalan, gerbang utama Fushimi Inari sudah terlihat.

 

IMG_20170107_134710_HDR.jpg
Gate Fushimi Inari

 

DSCF0699.JPG

Sabtu siang itu pengunjung cukup ramai. Sebelum memutuskan masuk, kami mencari makan siang dulu (ehem, rapelan sama sarapan sebenernya) di Daily Yamazaki, semacam convenience store. Karena nggak ada tempat duduk di sekitar situ, kami pun memilih makan di balik patung rubah di depan gerbang. Sungguh pilihan lokasi yang mencolok dan mengundang perhatian. 

 

IMG_20170107_140256_HDR.jpg
Makan di balik patung ini

 

 

 

 

 

Tak jauh dari lokasi inilah terjadi adegan salah grepe *eh! Adegan salah sapa oleh sekumpulan turis dari Thailand (denger bahasanya yang canggih luar biasa gue langsung mengenali kebangsaan mereka). Jadi ceritanya si Bobby dikira salah seorang teman dari mereka, karena emang agak mirip sih mukanya. Jadilah mereka cengar-cengir setiap ketemu kami.  *Dih

 

DSCF0696.JPG
Punten!

 

 

Sepertinya hari itu Fushimi Inari akan dipakai untuk upacara. Gue nebak begitu karena kuil utama udah rapi dan pendetanya juga kek lagi siap-siap, ditambah petugas-petugas yang beredar di sekitar kuil. Entah kenapa, ketika melihat penampakan pendeta dengan topi tingginya itu aura magis langsung terasa. Untuk mengalihkan rasa itu gue segera melihat arah lain.

 

DSCF0705.JPG
Wajahmu mengalihkan duniaku, Mbak :)

 

 

Sesuai rencana bersama, kami memutuskan untuk tidak mendaki hingga puncak. Jadilah kita foto-foto di antara tori-tori merah nan indah itu. 

 

 

IMG_20170107_144602.jpg
Tuh, rame, kan *nggak tahu diri ngganggu yang ngantri jalan

 

IMG_20170107_150728.jpg
Tori

 

DSCF0744.JPG
Foto ala ala dulu

 

DSCF0753.JPG
Pose siapa yang lebih sukses? :P

 

Baru dapat beberapa meter kita milih jalur memutar. Dan balik. Ya, gitu doang sih.

 

IMG_20170107_153640_HDR.jpg
Inari Station

 

IMG_20170107_153745_HDR.jpg
Timetable

 

 

Kami pun balik ke Kyoto Station. Selain Hyperdia, app yang sangat membantu tentu saja google map, Kyoto metro map. Tambahan bagi yang muslim, ada Halal Navi, Halal Gourmet Japan, yang bisa jadi navigator buat nyari rekomendasi tempat makan yang udah ada sertifikat halalnya.

Setelah ngambil barang di loker, kami pindah ke kereta Keihan. Dari Kyoto Station ke Sanjo Keihan perlu transit sekali di Karasuma Oike. Harga tiket total 260 yen. Kejadian konyolnya adalah, gue salah memasukkan kertas receipt (bukan karcis) ke gate. Ya jelas nggak mau buka dong. Gue coba sekali lagi. Sama juga. Akhirnya munculah seorang kakek-kakek berhati malaikat yang memberitahu gue kalau yang gue masukin salah. Gue pun memasukkan kertas lain, yang mana lebih kecil dari kertas pertama. Dan berhasil. Yaelah, karcisnya ternyata yang kecil. Untung kagak gue buang.

Sebelum naik kereta gue sempat bertanya pada seorang gadis Jepang, apakah kereta yang kami tumpangi benar ke arah Karasuma Oike (sebetulnya ini adalah modus nyepik).

“Neng, ini kereta ke Karasuma Oike?” Tanya gue sambil merapikan sarung yang melingkar di pundak.

Si eneng tampak kaget dengan pertanyaan gue. Diselipkannya anak rambutnya di belakang telinga. “Eh, iya, A’. Aa bade kemana?”

“Ndak jauh, kok. Cuman ke Sanjo.” *berubah logat.

“Ati-ati, ya, Mas.” *ikutan nggak konsisten.

Ya, dialog di atas hanya rekaan belaka. Setelah gue Tanya beginilah reaksi sebenarnya:

Si gadis yang cantik itu pun mengangguk. Bahkan dia masih melihat ke gue ketika dia turun duluan di stasiun Shijo. Entah apa maksud tatapan itu. Tatapan berat untuk berpisah, tatapan ingin meminta ID Line, atau yang paling masuk akal tatapan kasihan gue bakal salah stasiun.

Tiba di Sanjo Keihan ternyata bukan sebuah kelegaan. Gue yang baca direction dari host Airbnb ngerasa lost banget karena gerbang keluar stasiun yang di foto dengan yang gue lalui kok beda. Gue sadar kalau salah keluar gerbang, tapi di mana gerbang yang di gambar lebih bikin gue bingung. Gue pun usul buat masuk ulang, cari jalan keluar lain. Tentunya pilihan ini sangat menyiksa Bobby, karena dia yang satu-satunya bawa koper harus nenteng naik turun tangga. Begitu gue nemu jalan keluar lain, kami ikuti, sampai keluar … zonk! Tetep beda. Malah pintu keluar itu cuman beberapa meter dari pintu keluar yang pertama.

Sempet buntu sampai akhirnya kami berjalan ke Family Mart. Krysna yang menguasai bahasa Jepang dasar berusaha berkomunikasi dengan dua orang kakek-kakek. Dan jawaban sang kakek membuat Krysna menganga!

Yaiyalah, si dua kakek itu menjawab dengan sanga cepat dan heboh, panjang. Krysna pun nggak mudeng sama sekali dengan apa yang dikatakan sang kakek.

Gue akhirnya ikut nimbrung setelah gue inget lokasi penginepan di dekat studio dance.

“Dansa! Dansa!” seru gue sambil membuat gerakan ala ala.

Eh, si kakek ternyata nangkep. Dari omongannya gue nangkep kata “hoteru” yang mungkin artinya hotel. Dia juga nunjuk arah. Kami pun ngikutin arah itu dan … tara!!! Gambar yang ada di peta akhirnya tampak. Setelah jalan 5 menitan tibalah kami di rumah milik Madame Hanano.

 

IMG_20170107_170837_HDR.jpg
Tirai depan rumah yang menyambut kami

 

DSCF0802.JPG
Secarik pesan dari sang host

 

IMG_20170107_170932_HDR.jpg
Ruang tamu tempat Misae dan Shinchan bercengkerama

 

IMG_20170107_170915_HDR.jpg

 

Area rumah yang kami sewa benar-benar bersih. Rumahnya kecil tapi bersih banget. Terdiri dari dua lantai. Lantai satu berupa ruang tamu, dapur, kamar mandi. Yang gue suka, pintu gesernya Jepang banget. Naik ke lantai dua ada 3 kasur yang udah disediain buat kami. Masih sisa satu ranjang tingkat sih sebenernya. Jadi kalau kebetulan trip ber-5, rumah ini keknya masih bisa, deh. Lebih hemat lagi pembagiannya. Gue yang nggak sabar liat futon langsung nyobain tidur. Gilak! Anget banget. Nyaman banget. Jadilah khayalan live as a Japanese untuk dua malam di Kyoto ini terkabul.

Karena belum makan malem, kami segera beberes untuk berangkat ke Gion. Tujuan kami adalah Gion Naritaya Ramen Halal.

Di tengah dinginnya malam kami menjelajah gang-gang di area Sanjo menuju Gion. Google map always on.

Meski cuman jalan kaki, gue excited banget. Ngelihat rumah-rumah dan bangunan yang gue lalui. Pas-pasan sama masyarakat local yang keknya baru pulang kerja. Ngelewatin kedai dan bar-bar Jepang. It’s not a dream!

Dulu waktu kecil gue punya mimpi buat ke Jepang. Begitu beranjank dewasa mimpi itu kek hilang, karena gue mulai realistis. Gimana caranya gue ke Jepang coba? Eh, hari itu mimpi gue ternyata bisa tercapai. Yeah, gue pun sadar, terkadang realistis dan pesimis itu beda tipis. Seharusnya gue tetapin niat yang kuat dan nyari cara gimana buat mencapai mimpi gue. *motivator mode on

Tibalah kami di Gion Naritaya Ramen. Kedainya lucuk, Jepang banget (yaiyalah, di Jepang). Di sebelah Gion Naritaya Ramen ada Gion Naritaya Yakiniku (yang ini special jualan daging yakiniku gitu). Sesuai rencana kami milih makan ramen malam itu.

 

 

IMG_20170107_185513_HDR.jpg

Daftar Menu

 

Begitu masuk kedai kami disajikan ruangan yang terbilang sempit. Tapi sempitnya justru membuat semakin nikmat. Ada beberapa pengunjung berhijab yang gue perkirakan berasal dari negeri tetangga, negeri jiran. Ada satu penjaga kedai, merangkap sebagai koki, mas-mas Jepang yang masih muda banget.

Malm itu gue memesan shoyu ramen + fried chicken. Harganya 1000 yen.

Sambil bergunjing tentang pengunjung lain di meja sebelah, karena gue melihat “penampakan”,*Mohon untuk tidak ditiru, pesanan yang kami tunggu pun datang. Waaahhh!

 

IMG_20170107_191036.jpg
Shoyu Ramen

 

IMG_20170107_191202_HDR.jpg
Spicy Ramen
IMG_20170107_191240.jpg
Ramen Mamen :P

 

Enyak! Pas banget dingin-dingin musim dingin gini, makan yang anget-anget, berkuah anget, di kedai anget. Anget banget! *Wkwkwkwk

Review makanannya, jujur ini pertama kali gue makan ramen di Jepang. Sensasi yang pertama yang gue rasain adalah fresh. Kenapa? Karena lidah gue sama sekali nggak mencap adanya rasa micin macam makan mie instan atau ramen yang dijual di beberapa kedai ala-ala Indonesia (mungkin mereka pakai ramen instan). Ramennya terasa lembut. Kuah shoyu nya juga sedap. Irisan ayam bakarnya pas banget. Mateng dan lembut. Dan yang jadi juara menurut gue adalah ayam gorengnya! Potongan kecil-kecil bikin bumbunya meresap, sedaaap! Sampai kami mutusin buat pesen lagi ayamnya, he he.

Makan malam pertama kali kami di Jepang ditutup dengan secangkir green tea hangat khas Jepang. Ditambah air putih gratisan. Kami pun meninggalkan kedai dengan suka cita.

“Hoi, bayar dulu!!!!” teriak si penjaga kedai.

Mungkin itu yang terjadi seandainya kami terlalu menikmati suasana dan meninggalkan kedai tanpa bayar. Untungnya kami belum khilaf.

Setelah menimbang-nimbang kami memutuskan melanjutkan perjalanan ke Minna Kyoto Store. Si Bobby ngajak buat cek jaket winter. Doi belum sempet beli di Indonesia. Kami pun berjalan kaki menyusuri jalan-jalan Gion ke arah Kamo River.

Udara malam itu dingin banget. Tapi suasana sekitar bikin gue tetap gigih berjalan. Gue bisa melihat Starbucks nan legendaris (karena sering mejeng di berbagai foto ketika searching tentang Kyoto). Starbucks itu berada pas di tepi Kamo River, terlihat klasik.

Di Minna Store kami cek jaket di Uniqlo Jepang dan membandingkannya dengan harga di Indonesia. Emang iya, sih, di sana lebih murah disbanding di Indonesia untuk barang yang sama. Gue pun beli neck warmer yang cuman 500 yen, karena gue belum bawa syal.

Usai dari Minna kami mampir ke minimarket kecil nggak jauh dari sana. Gue lupa apa nama minimarketnya. Yang pasti di situ gue nemu air mineral paling murah yang gue temuin selama di Jepang. Bayangin 52 yen udah dapet 2 liter?!

Dan … malam itu harus ditutup dengan drama. Gue kebelet buang hajat! *Malu

Dengan panik gue masuk lagi ke Minna Kyoto Store, nyari-nyari di mana toilet. Akhirnya nemu di saat yang tepat di lantai dasar. Fuuuuh.

Malam itu kami mengakhiri petualangan hari pertama. Sebelum tidur gue sempet nyobain shower yang dinginnya naudzubillah. Kami nggak mungkin lupa nyalain pemanas ruangan. Kehangatan seketika menyeruak. 

 

IMG_20170107_171338.jpg
Kasur di lantai 2 yang menyajikan kehangatan

 

Sampai jumpa hari kedua :)

 

Sebelumnya:

 

Mention:

@deffa

@HarrisWang

@kyosash

@twindry

@Vara Deliasani

@Andrizki

@Ikamarizka

Share this post


Link to post
Share on other sites
17 hours ago, Daniear said:

IMG_20170107_170837_HDR.jpg Tirai depan rumah yang menyambut kami

Wah, ini kan jimat penangkal setan, jadi setan cuma boleh sampai disini, ga boleh lewat sampai ke dalam :lol:

17 hours ago, Daniear said:

“Hoi, bayar dulu!!!!” teriak si penjaga kedai.

Mungkin itu yang terjadi seandainya kami terlalu menikmati suasana dan meninggalkan kedai tanpa bayar. Untungnya kami belum khilaf.

Sumpah ya, gw pikir ini beneran wkwkwkwkwkwk

Share this post


Link to post
Share on other sites
19 hours ago, Daniear said:

DSCF0705.JPG Wajahmu mengalihkan duniaku, Mbak :)

kok cewek jepang cantik2 ya? :bingung 

19 hours ago, Daniear said:

IMG_20170107_134710_HDR.jpg Gate Fushimi Inari

:tercengang:tercengang:tercengang:tercengang:tercengang:tercengang ngeri banget yang ini mah. beneran rame

19 hours ago, Daniear said:

IMG_20170107_153640_HDR.jpg Inari Station

ngeliat foto ini gua jadi pengen balik lagi. aaarrrggghhhh :terharu masih ingat gimana suhu dinginnya, suasana di sana, rumah penduduk, dll dll dll

 

19 hours ago, Daniear said:

Jadi, begitu Shinkansen Hikari yang kami tumpangi tiba di Kyoto Station, hal pertama yang gue cari adalah coin locker. Berat cuy bawa carier 60 L kemana-mana. Setelah nekad memohon petunjuk ke petugas station (yang kebetulan kagak ngerti bahasa Inggris) dengan bahasa tubuh kami pun menemukan loker

kalo gua nitip di coin locker, pasti ngak ketemu lagi loker yang gua titipin dimana. wkwkwk.. stasiun di sana gede2

19 hours ago, Daniear said:

Tentunya pilihan ini sangat menyiksa Bobby, karena dia yang satu-satunya bawa koper harus nenteng naik turun tangga. Begitu gue nemu jalan keluar lain, kami ikuti, sampai keluar … zonk! Tetep beda. Malah pintu keluar itu cuman beberapa meter dari pintu keluar yang pertama.

yah ini juga gua rasain. wkwkwk.. geret2 koper naik turun tangga :facepalm 

Share this post


Link to post
Share on other sites
19 hours ago, Daniear said:

yang paling masuk akal tatapan kasihan gue bakal salah stasiun.

 

19 hours ago, Daniear said:

Krysna yang menguasai bahasa Jepang dasar berusaha berkomunikasi dengan dua orang kakek-kakek. Dan jawaban sang kakek membuat Krysna menganga!

sip2 dicatet, karena ini kayaknya nasib saya kalo ke jepang nanti :ngeri

 

19 hours ago, Daniear said:

Di Minna Store kami cek jaket di Uniqlo Jepang dan membandingkannya dengan harga di Indonesia. Emang iya, sih, di sana lebih murah disbanding di Indonesia untuk barang yang sama. Gue pun beli neck warmer yang cuman 500 yen, karena gue belum bawa syal.

Sip, tadinya mau beli heattech dri indo, kalo gini lebih baik dijepang aja ya, lebih terjamin made in japan dan murahnya :terpesona

Share this post


Link to post
Share on other sites
6 hours ago, kyosash said:

wah ramen sama karaagenya menggiurkan :D , ditunggu lanjutan-nya :senyum 

Aku jadi pingin ke sana lagi ....

5 hours ago, HarrisWang said:

Wah, ini kan jimat penangkal setan, jadi setan cuma boleh sampai disini, ga boleh lewat sampai ke dalam :lol:

Sumpah ya, gw pikir ini beneran wkwkwkwkwkwk

Berarti gue resmi bukan setan, ya. Soalnya bisa masuk tanpa kepanasan :tersipu

 

Ya kalee gue gak bayar. Sebelum masuk aja udah diitung-itung, duitnya dikantongin khusus:tersipu

3 hours ago, twindry said:

kok cewek jepang cantik2 ya? :bingung 

:tercengang:tercengang:tercengang:tercengang:tercengang:tercengang ngeri banget yang ini mah. beneran rame

ngeliat foto ini gua jadi pengen balik lagi. aaarrrggghhhh :terharu masih ingat gimana suhu dinginnya, suasana di sana, rumah penduduk, dll dll dll

 

kalo gua nitip di coin locker, pasti ngak ketemu lagi loker yang gua titipin dimana. wkwkwk.. stasiun di sana gede2

yah ini juga gua rasain. wkwkwk.. geret2 koper naik turun tangga :facepalm 

Yuk, ke sana lagi :rate:terbang

 

Coin locker udah gue potoin tanda-tandanya dong biar gak ilang.

 

makanya gue lebih suka bawa carrier bag meski pun punggung pegel. Seenggak bisa diajak lari:hiking

3 hours ago, Vaylyn said:

 

sip2 dicatet, karena ini kayaknya nasib saya kalo ke jepang nanti :ngeri

 

Sip, tadinya mau beli heattech dri indo, kalo gini lebih baik dijepang aja ya, lebih terjamin made in japan dan murahnya :terpesona

Santai aja. Kenyataan tak akan seburuk itu. Pasti sambil ketawa-ketawa kalau sampe nyasar di sana. Biar nyasar tetap indah, kan:foto2

Kalo heatech (yg longjohn) beli di Farina Pasar Pagi Mangga 2. Lumayan, atas bawah 120 aja :) Kalau beli yang Uniqlo buat atasan aja belum cukup segitu:bingung

Share this post


Link to post
Share on other sites
43 minutes ago, Daniear said:

Yuk, ke sana lagi :rate:terbang

 

Coin locker udah gue potoin tanda-tandanya dong biar gak ilang.

 

makanya gue lebih suka bawa carrier bag meski pun punggung pegel. Seenggak bisa diajak lari:hiking

mslhnya koper pas pergi ringan. pas pulangnya kok beratnya nambah 2x lipat. padahal bawaan juga tetap sama :bingung 

btw foto cewe cantiknya ngak ada ya? wkwkwk. kalo cewe tokyo sih menurut saya cantik2. bener ngak kaka @Sahat :tersipu 

kapan balik lagi @Daniear ?

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, twindry said:

mslhnya koper pas pergi ringan. pas pulangnya kok beratnya nambah 2x lipat. padahal bawaan juga tetap sama :bingung 

btw foto cewe cantiknya ngak ada ya? wkwkwk. kalo cewe tokyo sih menurut saya cantik2. bener ngak kaka @Sahat :tersipu 

kapan balik lagi @Daniear ?

Yang cantik di episode depan:kesengsem

 

Nunggu promo lagi nih

Share this post


Link to post
Share on other sites

hahay seru cerita hari pertama di Kyoto

emang bener seh JR Pass agak mati kutu di Kyoto dan Kansai pada umum nya, karena lebih banyak kereta perusahaan lokal, jadi mau tidak mau harus pake ICOCA Card juga disini.

Penginapan nya asik juga, satu rumah ya? ambil dari AirBNB kah? Berapa permalam? @Daniear

Share this post


Link to post
Share on other sites
4 hours ago, deffa said:

hahay seru cerita hari pertama di Kyoto

emang bener seh JR Pass agak mati kutu di Kyoto dan Kansai pada umum nya, karena lebih banyak kereta perusahaan lokal, jadi mau tidak mau harus pake ICOCA Card juga disini.

Penginapan nya asik juga, satu rumah ya? ambil dari AirBNB kah? Berapa permalam? @Daniear

Yap, di airbnb. Harganya lumayan murah kalau buat rame2. 2 malem harga asli 2,7 juta. Dapet voucher dari airbnb jadi tinggal 2,4 an. Jadi semalamnya 1,2 an.

Karena bertiga jadi 400an per orang per malam. Coba kalau ber 4 atau 5 bisa lebih ngirit :tersipu

Share this post


Link to post
Share on other sites
6 minutes ago, Daniear said:

Yap, di airbnb. Harganya lumayan murah kalau buat rame2. 2 malem harga asli 2,7 juta. Dapet voucher dari airbnb jadi tinggal 2,4 an. Jadi semalamnya 1,2 an.

Karena bertiga jadi 400an per orang per malam. Coba kalau ber 4 atau 5 bisa lebih ngirit :tersipu

wah lebih irit itu kalau hotel biasa permalam 700 ribu paling murah mayan juga heheh @Daniear

Share this post


Link to post
Share on other sites
13 minutes ago, deffa said:

wah lebih irit itu kalau hotel biasa permalam 700 ribu paling murah mayan juga heheh @Daniear

Pas di Tokyo kami pilih apartemen dapet 2,1 jt buat 3 malem. Semalem per orang nggak sampe 300 ribu:senyum

14 minutes ago, deffa said:

wah lebih irit itu kalau hotel biasa permalam 700 ribu paling murah mayan juga heheh @Daniear

Apalagi hotel yang ala-ala ryokan gini mahal-mahal:bingung

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 2/13/2017 at 1:55 PM, Daniear said:

Santai aja. Kenyataan tak akan seburuk itu. Pasti sambil ketawa-ketawa kalau sampe nyasar di sana. Biar nyasar tetap indah, kan:foto2

Kalo heatech (yg longjohn) beli di Farina Pasar Pagi Mangga 2. Lumayan, atas bawah 120 aja :) Kalau beli yang Uniqlo buat atasan aja belum cukup segitu:bingung

Hahaha, iya nh, banyak cerita di forum ini yang memotivasi buat saya pergi nanti :D

longjohn itu ngangetin ngga sih? nyoba heattech sih lumayan , ke mangga duanya sama aja abis biaya lagi haha, paling beli di jp biar lebih murah dan berkualitas juga, katanya dijepang cewenya tahan baju tipis gara2 itu :ngeledek Oiya kmrn bawa longjhon buat 8 hari berapa?

Share this post


Link to post
Share on other sites

1 KATA. WUAAAAAAAAAH!!!

sampe juga yaaah!!!:45

gw juga dulu skeptik bgt ga bakalan bisa ke jepang. setiap ngeliat waku waku atau arirang pasti cuman menghela napas panjang. Eh emang rejeki ga kemana ya. Begitu jejakin kaki di jepang gw bener2 berlinang air mata lho (lebay) (tapi beneran) AHAHAHAHA! 

pengalaman yang paling mengesankan memang jalan di kyoto, gion dan perumahan tradisionalnya ya. like a dream come true (azeek) ditutup pake ramen pula.. hadeuuuh.

yang kedua adalah ketika ke takayama, sepi, udah kaya tinggal di jaman edo.

Fav spot salah satunya juga si innari ini, tapi liat di foto lo sih ini kebangetan banget ramenyaah ck ck ck. gw udah pusing kali. kebetulan pas kemarin kesana byk yg pake kimono. jadi pemandangannya tradisional bgt:kesengsem

Penginapannya homey bgt ya sepertinya. deket sama gion yah? setau gw penginapan di gion juara mahalnya. sigh. paling murah bisa 1jt.

On February 13, 2017 at 10:45 AM, twindry said:

kok cewek jepang cantik2 ya? :bingung 

 

 

jyaaaaaah.... emang dasaarr lakik! fokuuuus weyyyyyy @twindry @Daniear

 

conversation lo sama gadis nanya kereta kok pgn gw report as spam ya.. krik krik.. wakakakakak. maksud dia nengok lo pas turun itu untuk kasi kode kalo iya benr turunnya disitu biar ga nyasar. 

gw waktu di osaka juga geret2 koper setengah badan jam 11 malem nyari hostel gw ga ketemu ketemu. udah mau nangis. eh disamperin kakek kakek 2 orang dibantuin cari in hostelnya. dan... tetep ga ketemu.. akhirnya gw nekat nitip koper gw ke kakek kakek itu, gw bener2 lari masukin gang per gang nyari. untung dapet sigh...

okeh lanjutkan ceritanyaa.. ihiiiiy

Share this post


Link to post
Share on other sites
9 hours ago, Ikamarizka said:

1 KATA. WUAAAAAAAAAH!!!

sampe juga yaaah!!!:45

gw juga dulu skeptik bgt ga bakalan bisa ke jepang. setiap ngeliat waku waku atau arirang pasti cuman menghela napas panjang. Eh emang rejeki ga kemana ya. Begitu jejakin kaki di jepang gw bener2 berlinang air mata lho (lebay) (tapi beneran) AHAHAHAHA! 

pengalaman yang paling mengesankan memang jalan di kyoto, gion dan perumahan tradisionalnya ya. like a dream come true (azeek) ditutup pake ramen pula.. hadeuuuh.

yang kedua adalah ketika ke takayama, sepi, udah kaya tinggal di jaman edo.

Fav spot salah satunya juga si innari ini, tapi liat di foto lo sih ini kebangetan banget ramenyaah ck ck ck. gw udah pusing kali. kebetulan pas kemarin kesana byk yg pake kimono. jadi pemandangannya tradisional bgt:kesengsem

Penginapannya homey bgt ya sepertinya. deket sama gion yah? setau gw penginapan di gion juara mahalnya. sigh. paling murah bisa 1jt.

 

jyaaaaaah.... emang dasaarr lakik! fokuuuus weyyyyyy @twindry @Daniear

 

conversation lo sama gadis nanya kereta kok pgn gw report as spam ya.. krik krik.. wakakakakak. maksud dia nengok lo pas turun itu untuk kasi kode kalo iya benr turunnya disitu biar ga nyasar. 

gw waktu di osaka juga geret2 koper setengah badan jam 11 malem nyari hostel gw ga ketemu ketemu. udah mau nangis. eh disamperin kakek kakek 2 orang dibantuin cari in hostelnya. dan... tetep ga ketemu.. akhirnya gw nekat nitip koper gw ke kakek kakek itu, gw bener2 lari masukin gang per gang nyari. untung dapet sigh...

okeh lanjutkan ceritanyaa.. ihiiiiy

wakakak.. kemana aja kak @Ikamarizka lama ngak nongol :D untung gua ngak berlinangan aer mata plus sujud syukur begitu tiba di haneda. bener2 ya rasanya gimaanaaa gitu mimpi kita waktu kecil bisa kewujud :salut 

Share this post


Link to post
Share on other sites
14 hours ago, Ikamarizka said:

1 KATA. WUAAAAAAAAAH!!!

sampe juga yaaah!!!:45

gw juga dulu skeptik bgt ga bakalan bisa ke jepang. setiap ngeliat waku waku atau arirang pasti cuman menghela napas panjang. Eh emang rejeki ga kemana ya. Begitu jejakin kaki di jepang gw bener2 berlinang air mata lho (lebay) (tapi beneran) AHAHAHAHA! 

pengalaman yang paling mengesankan memang jalan di kyoto, gion dan perumahan tradisionalnya ya. like a dream come true (azeek) ditutup pake ramen pula.. hadeuuuh.

yang kedua adalah ketika ke takayama, sepi, udah kaya tinggal di jaman edo.

Fav spot salah satunya juga si innari ini, tapi liat di foto lo sih ini kebangetan banget ramenyaah ck ck ck. gw udah pusing kali. kebetulan pas kemarin kesana byk yg pake kimono. jadi pemandangannya tradisional bgt:kesengsem

Penginapannya homey bgt ya sepertinya. deket sama gion yah? setau gw penginapan di gion juara mahalnya. sigh. paling murah bisa 1jt.

 

jyaaaaaah.... emang dasaarr lakik! fokuuuus weyyyyyy @twindry @Daniear

 

conversation lo sama gadis nanya kereta kok pgn gw report as spam ya.. krik krik.. wakakakakak. maksud dia nengok lo pas turun itu untuk kasi kode kalo iya benr turunnya disitu biar ga nyasar. 

gw waktu di osaka juga geret2 koper setengah badan jam 11 malem nyari hostel gw ga ketemu ketemu. udah mau nangis. eh disamperin kakek kakek 2 orang dibantuin cari in hostelnya. dan... tetep ga ketemu.. akhirnya gw nekat nitip koper gw ke kakek kakek itu, gw bener2 lari masukin gang per gang nyari. untung dapet sigh...

okeh lanjutkan ceritanyaa.. ihiiiiy

Kayaknya bakal kejadian nih diaku, kalo nangis terharu lat jepang yg dimimpiin sejak kecil haha, bakal terharu pasti :bingung

 

ayo kak, mereka lakik carinya cewe doang, kmrn ada ngga lakik jepang yang gantengnya mengalihkan dunia ngga? hahaha.:45

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 17 Februari 2017 at 0:43 PM, Vaylyn said:

Kayaknya bakal kejadian nih diaku, kalo nangis terharu lat jepang yg dimimpiin sejak kecil haha, bakal terharu pasti :bingung

 

ayo kak, mereka lakik carinya cewe doang, kmrn ada ngga lakik jepang yang gantengnya mengalihkan dunia ngga? hahaha.:45

Kalo penggila kartun jepang dan hobi bgt liat drama jepang jaman dulu macam oshin sih... Yakin Bakal PECAH begitu liat jepang. Yg bikin amazed sih ya di tengah modernization hari gini...

mereka masih bener2 jaga unsur tradisionalnya kentel bgt. 

Laki jepang ga ada yg menarik perhatian gw waktu disana. perhatian gw tertuju ke yang lain nya ahahahaha! Gw malah nemu yg gw doyan ternyata orang indo juga. :tersipu#nasib @Vaylyn

On 17 Februari 2017 at 7:58 AM, twindry said:

wakakak.. kemana aja kak @Ikamarizka lama ngak nongol :D untung gua ngak berlinangan aer mata plus sujud syukur begitu tiba di haneda. bener2 ya rasanya gimaanaaa gitu mimpi kita waktu kecil bisa kewujud :salut 

Biasa deh... Lagi sibuk cari setoran demi seonggoh bakal beli tiket ke jupun lagi kwkwkwkwkw. 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 15/2/2017 at 10:16 AM, Vaylyn said:

Hahaha, iya nh, banyak cerita di forum ini yang memotivasi buat saya pergi nanti :D

longjohn itu ngangetin ngga sih? nyoba heattech sih lumayan , ke mangga duanya sama aja abis biaya lagi haha, paling beli di jp biar lebih murah dan berkualitas juga, katanya dijepang cewenya tahan baju tipis gara2 itu :ngeledek Oiya kmrn bawa longjhon buat 8 hari berapa?

Longjohn ya sama aja kek heatech sih sebenernya. Longjohn yang kubeli kan satu setel, baju sama celana sekalian, jadi lebih murah. Cari di bukalapak atau tokopedia juga harga 120an, kok.

Aku cuman bawa 2 pasang, ahahaha. Misal maksa 1 pun juga kuat keknya:tersipuMusim dingin jarang ganti baju

On 16/2/2017 at 11:00 PM, Ikamarizka said:

1 KATA. WUAAAAAAAAAH!!!

sampe juga yaaah!!!:45

gw juga dulu skeptik bgt ga bakalan bisa ke jepang. setiap ngeliat waku waku atau arirang pasti cuman menghela napas panjang. Eh emang rejeki ga kemana ya. Begitu jejakin kaki di jepang gw bener2 berlinang air mata lho (lebay) (tapi beneran) AHAHAHAHA! 

pengalaman yang paling mengesankan memang jalan di kyoto, gion dan perumahan tradisionalnya ya. like a dream come true (azeek) ditutup pake ramen pula.. hadeuuuh.

yang kedua adalah ketika ke takayama, sepi, udah kaya tinggal di jaman edo.

Fav spot salah satunya juga si innari ini, tapi liat di foto lo sih ini kebangetan banget ramenyaah ck ck ck. gw udah pusing kali. kebetulan pas kemarin kesana byk yg pake kimono. jadi pemandangannya tradisional bgt:kesengsem

Penginapannya homey bgt ya sepertinya. deket sama gion yah? setau gw penginapan di gion juara mahalnya. sigh. paling murah bisa 1jt.

 

jyaaaaaah.... emang dasaarr lakik! fokuuuus weyyyyyy @twindry @Daniear

 

conversation lo sama gadis nanya kereta kok pgn gw report as spam ya.. krik krik.. wakakakakak. maksud dia nengok lo pas turun itu untuk kasi kode kalo iya benr turunnya disitu biar ga nyasar. 

gw waktu di osaka juga geret2 koper setengah badan jam 11 malem nyari hostel gw ga ketemu ketemu. udah mau nangis. eh disamperin kakek kakek 2 orang dibantuin cari in hostelnya. dan... tetep ga ketemu.. akhirnya gw nekat nitip koper gw ke kakek kakek itu, gw bener2 lari masukin gang per gang nyari. untung dapet sigh...

okeh lanjutkan ceritanyaa.. ihiiiiy

Penginepan gue deket banget ke Gion mah. Kemarin nyari ramen itu pun jalan kaki. Ke Kiyomizu aja jalan kaki:terbang(pegel kalau ini, sih).

Jangan di report, Kakak:tersipu Masalahnya gue nggak turun situ, masih lanjut 2 stasiun, eh si cewek masih ngeliatin aja, sambil ngomong sesuatu ke temennya. Mungkin bergunjing yang nggak2 tentangku. PD:tersipu

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Daniear nice share broh..

kok aneh ga tercover JR pass si Sanjo itu? Soalnya waktu ane tinggal di higashiyama-sanjo itu bisa bolbal pake JR pass deh .. hmm apa ane salah inget yak :bingung

Screen Shot 2017-02-20 at 2.32.02 PM.png

 

On 2/13/2017 at 10:45 AM, twindry said:

kok cewek jepang cantik2 ya? :bingung 

salah satu yang membuat pengen balik ke Jepun , liat yang kawai2 :kesengsem

On 2/12/2017 at 3:34 PM, Daniear said:

 

IMG_20170107_185513_HDR.jpg

wah mesti cobain nih lain kali. :terpesona

@Daniear ditunggu FR selanjutnya yang banyak cewe kawai :tersipu

Share this post


Link to post
Share on other sites
2 minutes ago, min0ru said:

:ngeledek ngaku juga dia

eh tapi sayang ngak ketemu artis J*V. padahal udh niat wkwkwk :ngeledek mau ke makamnya kakek lejen. eeh malah lupa begitu udh di TKP :ngakak siapa tau dapat "bakat" nya kakek lejen kan. nular wkwkwk

Share this post


Link to post
Share on other sites

  • Similar Content

    • By braska
      Foto diambil dari Tokyo Tower - (k)
      Hallo semua,
      Tahun ini saya berkesempatan mengunjungi Tokyo beberapa kali. Kebanyakan bersama teman2 (thx untuk teman2 II dan IV) dan beberapa kali dengan partner. Banyak yang bertanya ke saya tentang itinerary selama di Tokyo, jadi saya pikir lebih baik saya buatkan dalam satu Thread yang nantinya tinggal di share URL nya.
      Thread ini akan saya buat dalam beberapa tahap, dan diharapkan sudah bisa selesai sebelum bulan Desember 2018 berakhir.
      Beberapa pokok bahasan yang akan diulas dalam Thread ini antara lain
      I Persiapan
      II Itinerary
      III Kereta di Tokyo
      IV Shopping
      V Tempat Wisata Gratis
      VI Tempat Wisata Berbayar
      VII FAQ
      PERNYATAAN :
      FOTO
      Semua Foto yang tidak ada tanda dalam Thread ini berarti di ambil dari Google dan Screenshot, sedangkan foto yang bertanda merupakan hasil jepretan dari 
      (i) I Edy S
      (a) Adhitya A W
      (k) R CJatmiko
      WEBSITE
      Saya tidak memiliki kepentingan apapun dengan website yang ada dalam thread ini. Moderator dapat menghapus link jika di perlukan
      MUSIM
      Yang di bahas dalam Thread ini hanya untuk keberangkatan pada Musim Dingin di Tokyo dan sekitarnya, anda dapat tetap membaca thread ini dengan melakukan beberapa penyesuaian jika ingin bepergian di Musim lain.
      STYLE
      Khusus Perjalanan ke Tokyo, perjalanan saya bukan perjalanan Backpacker, saya selalu membawa Koper, naik penerbangan Full Service, Tinggal di Hotel, tetapi mencari harga paling murah yang bisa di dapatkan  
       
      I Persiapan
      Saya selalu menikmati Tokyo (sama halnya dengan saya menyukai Bangkok) Kota ini sangat hidup, penuh dengan budaya Jepang yang kental di satu sisi dan teknologi modern di sisi lain. Khusus untuk Musim dingin, saya menyukainya karena
      1. Musim dingin tidak ada di Indonesia, 2. Tidak terlalu berkeringat, 3. Ada banyak foto indah yang bisa di peroleh di musim dingin, 4. Salju, 5. Harga Tiket dan Hotel lebih murah...(ya, bandingkan jika anda pergi ke Jepang untuk melihat Sakura mekar) Jika kalian ingin mencoba musim dingin di Tokyo ayo kita mulai persiapannya.
      1. Passport dan Visa
      Untuk keluar negeri tentu saja kita harus mempunyai Passport dan untuk bisa ke Jepang kita juga harus mempunyai Visa. Ada banyak cara membuat passport yang bisa di temui di Google karena itu saya tidak akan mengulas lebih lanjut. Silakan masuk ke www.google.co.id lalu ketikkan "cara membuat e paspor" dan kalian akan menemukan lebih dari 100.000 tautan.
      Yang ingin saya sampaikan disini adalah BUATLAH E-PASSPORT, jangan membuat Passport biasa. Membuat passport biasa untuk bepergian ke Jepang sangatlah menyusahkan, karena artinya kita harus mengurus Visa. Sedangkan jika menggunakan E Passport kita tinggal mengurus Visa Waiver.
      Berikut saya tunjukkan perbandingannya :

      Dari perbandingan di atas terlihat kan, mempunyai E Passport berarti anda mengurangi keribetan mengurus Visa, jika visa di tolak anda terpaksa harus merelakan tiket pesawat PP dan (mungkin) hotel yang hangus. Sebaliknya jika anda mempunyai E Passport anda tinggal mengurus Visa Waiver terlebih dahulu baru melakukan pemesanan tiket pesawat, hotel, dll sesudah Visa Waiver di kabulkan. Anda juga bisa melewatkan ketakutan yang paling banyak di bicarakan orang saat membuat Visa "HARUS PUNYA DUIT MINIMAL SEKIAN PULUH JUTA", karena penguruan Visa Waiver hanya memerlukan E Passport anda. 
      Peluang untuk mendapatkan Visa Waiver juga sangat besar, jika anda orang baik2 tidak punya catatan kriminal, tidak pernah ditangkap di Jepang, maka saya bisa bilang Anda pasti dapat Visa Waiver.
      Cara mengurus visa waiver Jepang bisa di dapatkan dengan mengetikkan "cara membuat visa waiver jepang" di Google.
       
      2. Tiket
      Saya bukan orang yang anti dengan penerbangan Low Cost, pada dasarnya saya malah lebih sering menggunakan Maskapai Low Cost ketimbang Full Service, tapi mari saya tunjukkan kenapa saya lebih memilih penerbangan Full Service untuk pergi ke Tokyo
      Maskapai Low Cost hampir selalu menggunakan transit flight dari Jakarta ke Tokyo. Efeknya sangat berbahaya, saya sudah 2x mengalami kejadian tidak mengenakkan. Waktu transit biasanya hanya 1,5 - 2 jam. Akibatnya jika penerbangan dari Jakarta delay maka (hampir) dapat dipastikan (walaupun kita tidak ketinggalan pesawat menuju Tokyo) tidak cukup waktu untuk memindahkan bagasi kita. Kejadian paling parah yang saya alami adalah berada di musim dingin tanpa jaket tebal (yang tertinggal di Kuala Lumpur). Saat itu perlu 2 hari untuk bagasi saya sampai di hotel. Alhasil liburan sudah tidak lagi menyenangkan, dan saya harus rela kehilangan suara selama 2 minggu karena terkena radang tenggorokan (kupluk, syal dan semua baju ganti ada dalam koper di bagasi). Sekarang  bagaimana jika waktu transitnya lama, misal 16 jam. Anda mau tidak mau harus mengeluarkan uang lagi untuk membayar hotel di lokasi transit. Tentu saja ada pilihan untuk tidur di bandara. Tapi sebagaimana telah saya tuliskan di atas style perjalanan saya bukan backpacker. Jam kedatangan dan keberangkatan Maskapai Low Cost sering mengakibatkan anda kehilangan 1 hari di Hotel. Begini contohnya : Jika anda Tiba di Tokyo Pukul 23.00 maka sesudah proses imigrasi, pengambilan bagasi, transportasi dll maka kemungkinan anda akan tiba di hotel Pukul 01.00. Waktu Check in hotel biasanya adalah pukul 14.00 sehingga mau tidak mau anda telah kehilangan 1 hari di hotel yang telah anda bayar. Selain itu waktu keberangkatan juga seringkali jadi masalah. Maskapai Low Cost sering berangkat di jam-jam malam seperti 23.50, padahal waktu Check Out hotel Tokyo adalah 11.00 akibatnya ada waktu lebih dari 12 jam luntang lantung tanpa tempat istirahat. Ada biaya tambahan untuk bagasi di penerbangan Low Cost. Biasanya berkisar 400 - 700 ribu tergantung beratnya. Berarti kalau PP bawa bagasi maka ada tambahan biaya sekitar 1 juta dari harga tiket. Penerbangan ke Tokyo memakan waktu lama, direct flight saja bisa lebih dari 7 jam. Lalu di pesawat kita mau ngapain? duduk, diem, merenung dan tidur? jika anda memilih untuk mengisi perut maka ada biaya lagi yang harus di keluarkan untuk pemesanan makanan.  Ok, jadi kita akan memilih penerbangan full service yang menyediakan makanan dan minuman, entertainment flight, jarak antar kursi yang lapang, jam penerbangan yang tepat dengan kebutuhan, free bagasi, dan semua fasilitas lain yang tidak di dapatkan di penerbangan low cost. Mahal dong? Jawabnya TERGANTUNG. 
      Ini contoh penawaran maskapai low cost

      Dan ini tiket yang saya beli 

       
      Saya terbang menggunakan JAL yang masuk dalam daftar 5 Star Airlines. Bagasi 46 kg FREE, Full Service, dengan Jam kedatangan 15.45 dan Jam keberangkatan 17.45. Harga yang saya dapatkan lebih murah daripada maskapai Low Cost.
      Jadi bagaimana caranya? Saya menggunakan SkyScanner (silakan Googling). Dengan SkyScanner kita dapat melihat kapan, maskapai mana, dan website mana yang memberikan tiket paling murah. Tentu saja jika kita membeli dari jauh2 hari kita memiliki lebih banyak pilihan harga yang mungkin dapat berubah. Oh ya, sekali kita melakukan pencarian lewat SkyScanner maka saat membuka email, googling dan menggunakan media sosial iklan yang ditampilkan biasanya adalah iklan harga tiket yang paling murah. Rajin2lah mengecek harga tiket lewat SkyScanner karena FYI, harga tiket JAL biasanya 16juta sekali jalan. Harga 7,3juta PP saya dapatkan menggunakan Fasilitas "Dapatkan Info Harga" yang ada di situs SkyScanner. Fasilitas ini memungkinkan kita mendapatkan harga terbaru dari rute yang kita tuju.
      Sekedar tambahan, Tiket penerbangan dari Jakarta - Paris PP untuk Maret 2019 saya dapatkan dengan harga lebih murah daripada tiket ke Jepang. Lagi2 dengan SkyScanner.
       
      3. Hotel
      Rata-rata hotel di Jepang memiliki kamar yang kecil tapi harga yang "besar". Tokyo pun termasuk. Harga properti di Tokyo yang sangat mahal membuat Tarif Hotel juga tinggi untuk ukuran Indonesia. Walaupun demikian tetap saja jika bersedia susah sedikit masih ada kamar2 kapsul dan dormitory yang berharga di bawah 500ribu permalam. 
      Menyesuaikan style jalan-jalan, saya memberikan beberapa kriteria untuk memilih Hotel di Tokyo.
      Carilah hotel yang dekat dengan stasiun kereta. Kereta adalah transportasi nomor 1 di Tokyo. Dalam kondisi cuaca yang dingin akan lebih baik jika Hotel dekat dengan stasiun kereta sehingga kita tidak perlu berlama2 diluar. Hotel yang dekat dengan stasiun kereta juga memudahkan anda untuk menepati jadwal itinerary. Bawaan anda cenderung banyak, karena musim dingin membuat pakaian yang harus disiapkan berlapis2. Jika mendapatkan kamar hotel yang terlalu kecil maka anda akan kesulitan sendiri dalam meletakkan koper dan barang belanjaan Pastikan hotel anda memiliki sistem penghangat ruangan yang baik dan air panas yang mengalir 24 jam non stop. Saya tidak bisa membayangkan jika di tengah suhu 0 derajat lalu harus mandi pagi dengan air yang tidak terlalu panas karena sistem air panas dipakai beramai-ramai. Akan lebih baik jika Hotel menyediakan sarapan pagi. Buat anda yang terbiasa mengisi perut di pagi hari, tentu akan runyam jika harus jalan dulu mencari sarapan di tengah udara dingin. Hotel di sekitaran Tokyo memang lebih mahal daripada yang mengarah ke luar kota. Tetapi anda akan lebih mudah menentukan jalur tujuan jika berada di dalam kota. Dalam beberapa kesempatan, saya selalu memilih hotel yang sama untuk tempat menginap. Hotel Villa Fontaine Hatchobori. Hotel ini merupakan salah satu hotel dari jaringan Villa Fontaine yang tersebar di seantero Jepang. Saya memilih hotel ini karena semua kriteria yang saya sebutkan di atas dapat diakomodir. Harganya pun menurut saya termasuk murah. Sekitar 1,2 juta permalam, yang kalau di share bersama teman sekitar 600 ribuan permalam (sudah include sarapan), ukuran kamarnya juga sedikit lebih besar dari ukuran kamar di daerah Shinjuku dengan harga yang lebih mahal.
      Hotel ini hanya sekitar 1 menit jalan kaki dari Stasiun Kayabacho (uniknya Hotel Villa Fontaine Kayabacho justru sedikit lebih jauh dari stasiun Kayabacho, jadi jangan sampai salah hotel). Stasiun Kayabacho hanya berjarak 3 stasiun dari Ginza, 2 stasiun dari Otemachi, 3 stasiun dari Akihabara, bahkan hanya 5 stasiun dari Ueno dimana kita bisa melanjutkan perjalanan dengan Shinkansen. Posisinya sangat strategis.

      Suasana luar hotel - (a)

      Lobby - (a)

      Lift - (a)

       
      4. Pakaian
      Tidak bisa dielakkan Pakaian Musim Dingin pasti lebih tebal dan berlapis dibandingkan jika kita ke Jepang di musim panas. Suhu udara di Tokyo sepanjang musim dingin berkisar di angka -2 sampai 7 derajat celcius. Demi kenyamanan anda saya menyarankan untuk menggunakan 3-5 lapis baju. Tentu saja hal ini bergantung dari ketahanan tubuh anda terhadap udara dingin. Berikut list pakaian yang perlu dibawa :
      Kupluk Syal Long John Jaket / Sweater / Vest Mantel / Jaket Salju Celana Panjang (bahan cordoray lebih bagus) / Celana Insulated Sarung tangan Jika ada rencana untuk bermain salju saya sarankan dari awal bawalah celana insulated, celana ini memiliki beberapa lapisan, bagian paling luar memiliki jenis parasut sehingga tidak mudah kemasukan air, dan bagian paling dalam merupakan lapisan yang menghangatkan kaki. Hindari bermain salju dengan celana jeans, karena dapat merembes dan membasahi kaki. Oh ya, harga barang2 di atas sangat bervariasi tetapi ada beberapa lapak di tokopedia yang menjual Perlengkapan musim dingin dengan harga sangat murah tetapi kualitasnya bagus. Sebagai contoh saya mendapatkan mantel dengan harga 400 ribuan dan celana insulated dengan harga 100 ribuan. Nyaman saat di gunakan. Coba saja di searching.

       
      5. Komunikasi
      Sebenarnya Tokyo adalah kota yang ramah Wifi, kira-kira kalau diterjemahkan banyak Free Wifi bertebaran dimana-mana, di dalam bus, di tempat2 wisata, di stasiun kereta, dan pastinya di hotel. Hal ini memudahkan anda untuk berkomunikasi baik via media sosial maupun aplikasi chatting. Fasilitas free wifi ini dapat di peroleh dengan melakukan sign in ke salah satu jaringan wifi yang akan meminta anda untuk mengklik tautan yang di kirimkan ke email anda. Biasanya anda akan mendapat kesempatan 5 menit free yang dapat digunakan untuk membuka email dan mengklik tautan untuk mengkonfirmasi penggunaan free wifi.
      Walaupun demikian saya tidak menyarankan anda untuk bergantung pada fasilitas Free Wifi. Saya tetap menyarankan untuk mempergunakan jaringan komunikasi sendiri. Ada beberapa alternatif yang bisa anda lakukan :
      Beli SIM Card di Jepang  Beli SIM Card dari Indonesia Sewa Paket Wifi Bagi yang berangkat dalam rombongan, saya lebih menganjurkan untuk menyewa paket Wifi. Dalam 1 router biasanya bisa dikoneksikan untuk 6-8 alat. Sehingga jika di share biaya sewanya jadi lebih murah. Contoh untuk router unlimited 4G yang saya sewa dari QL Liner (via Klook.com) saya hanya perlu membayar Rp 115.000 per hari. Alat ini dapat dipergunakan untuk 14 alat sekaligus. Sehingga jika di share biaya ke 7 orang (masing2 mempergunakan 2 alat), 1 orang hanya perlu membayar Rp 16.500 per hari. Harga ini jauh lebih murah daripada membeli SIM Card dari Indonesia atau membeli di Jepang. Tetapi wajib diingat, kelemahan Wifi adalah jika pembawa router terpisah lebih dari 10 meter maka teman2nya yang lain tidak lagi mendapat sinyal. Kemudian jika alat hilang atau rusak ada denda yang lumayan besar sekitar 42.000 yen. Selain itu jangan lupa untuk membawa Power Bank sebab jika router kehabisan batrei maka komunikasi anda juga akan terputus.
       
      Jika anda memilih menggunakan SIM Card maka anda akan terhindar dari keribetan menenteng router kemana2. Selain itu anda tidak perlu harus selalu berada di dekat router untuk melakukan komunikasi. Kapan saja anda ingin menghubungi teman, atau upload instagram dapat dilakukan langsung.
      Untuk SIM card tidak ada salahnya anda melihat2 di website GlobalKomunika, mereka memberikan banyak pilihan paket SIM Card (Paket Data SAJA). Dengan membeli SIM Card langsung dari Indonesia anda bisa langsung mengaktifkan HP Anda saat berada di Bandara Narita / Haneda. Sayangnya ada batasan Quota 4G yang harus anda perhatikan saat memilih menggunakan SIM Card. Untuk SIM Card seharga Rp 195.000 anda bisa mendapatkan Quota 4G sebanyak 3GB untuk waktu 8 hari. Setelah itu jika Quota habis maka kecepatan akan turun menjadi 2G. Jadi jangan terlalu sering melakukan Video Call atau berselancar di Youtube jika anda menggunakan SIM Card. Jika anda memutuskan menggunakan SIM Card harap di baca baik2 petunjuk penggunaannya (sudah disertakan bersama SIM Card), karena tidak semua HP secara otomatis melakukan pengaturan APN.

       
      6. Tiket Wisata
      Kepada siapapun yang ingin ke Jepang saya selalu menyarankan untuk mempersiapkan Itinerary dengan sebaik-baiknya. Sejak awal pastikan tempat-tempat yang ingin anda tuju. Lalu lakukan survey untuk melihat apakah tempat2 tersebut membutuhkan tiket masuk. Kenapa hal ini penting : karena banyak tempat wisata di Tokyo yang memberikan Harga Tiket lebih murah saat pemesanan di lakukan di awal ketimbang saat anda datang dan membeli langsung di loket. Selain itu anda dapat menghemat waktu untuk melewatkan antrian orang2 yang ingin membeli tiket pada waktu bersamaan.
      Beberapa tempat wisata bahkan TIDAK MENJUAL TIKET DI TEMPAT. Jika anda ingin mengunjungi Fujiko F Fujio Museum, atau Ghibli Museum maka anda harus melakukan pemesanan dari sebulan sebelumnya. Karena jika anda langsung datang ke tempat tersebut tanpa memiliki tiket maka bersiaplah untuk kecewa. Anda tidak akan bisa masuk.
      Ada banyak situs yang menjual tiket wisata secara online, saya secara pribadi lebih sering memesan lewat Klook. Silakan lakukan pengecekan apakah Tiket tempat wisata yang ingin anda tuju tersedia di website mereka. Tapi sekali lagi lebih baik anda membeli tiket lewat online karena harga yang di dapat sering lebih murah daripada membeli langsung, sekaligus memastikan rencana liburan anda tidak berantakan karena gagal mendapat tiket.
       
       
    • By min0ru
      Pagi itu, saya dan keluarga mendarat di Kansai International Airport (Osaka) pukul 08.30 waktu setempat. Ini kali kedua saya mengunjungi negara yang kawaii ini dan kota pertama yang akan saya kunjungi adalah Takayama. Seusai mengambil bagasi, saya bergegas menuju ke JR Office untuk menukarkan JR Pass (Japan Railway Pass). Antrian ternyata cukup panjang mengular dan menghabiskan waktu lebih dari 30 menit sampai akhirnya saya mendapatkan JR Pass.
      Cara Menuju ke Takayama
      Karena saya menggunakan JR Pass, jadinya kami bisa langsung naik ke Shinkansen (kereta cepat). Dari Kansai International Airport (KIX) kami mengarah ke Shin-Osaka Station dahulu baru nyambung kereta lagi ke Nagoya Station sebelum akhirnya menggunakan Hida Train (JR) dan turun di Takayama Station.
      Jalan Sore di Takayama

      Sesampainya di Takayama, saya langsung bergegas menuju hotel karena memang sudah waktunya check-in, lagipula repot rasanya jika harus berjalan-jalan menggeret koper. Kami menginap di J-Hoppers Takayama yang jaraknya hanya 10 menit berjalan kaki dari Takayama Station.
      Saya bertanya kepada resepsionis hostel mengenai apa saja yang bisa dilihat di Takayama ini dan dijawab dengan sangat ramah olehnya. Jadi di Takayama ini ada bagian kota tuanya yang cukup ramai tapi hanya di akhir pekan dan banyak street food. Karena kami datang di hari biasa, jadi kami cukup manyun dan memutuskan untuk eksplorasi saja jalan-jalan di Takayama.
      Sebelumnya kami makan dulu di restoran ramen yang dipilih secara random karena cukup ramai. Rasanya pun cukup enak dan menghangatkan. Saat itu cuaca cukup dingin kalau tidak salah sekitar 5-10°C. Sayang banget karena kalap saya ngga sempet mengabadikan foto makanan maupun restorannya. 
      Berseberangan dengan restoran rame, ada sebuah jembatan kecil  untuk menyeberang sungai dan ada jalanan kecil di sisi sungai tersebut yang cukup cantik untuk berfoto. Jadilah ambil beberapa frame dulu ☺️. Ngga kerasa hari cepet banget gelap, suasana lampu bangunan tua satu persatu mulai menyalah membuat suasana malam itu makin cantik. Kebayang ngga sih bangunan tua yang kebanyakan berbahan kayu dihiasin lampu berwarna kuning atau lampion berwarna merah? 
      Malam itu kami kembali lebih cepat ke hostel, karena ngga banyak lagi tempat yang bisa dilihat dan memang tujuan ke Takayama ini hanya persinggahan untuk menuju ke Shirakawa-Go.
      Keindahan Desa Sejarah Shirakawa-Go (UNESCO's World Heritage Sites).

      Cara yang saya gunakan untuk menuju ke Shirakawa-Go dari Takayama adalah menggunakan tur yang di arrange oleh J-Hoppers Hostel. Kenapa saya memilih tur dari J-Hoppers? Karena harganya lebih murah ¥500 untuk orang yang menginap di J-Hoppers, kan lumayan 4 orang sudah jadi semangkok ramen. 

      Bus melaju dengan santai ke Shirakawa-Go, dalam waktu kurang dari 1 jam kami sudah tiba di situs bersejarah ini. Kami diberikan waktu bebas selama 2 jam di desa ini. Ngga pake lama, saya langsung ngacir turun dari bus dan cari spot buat pepotoan.


      Rumah-rumah di desa ini disebut Gasshō-style atau bebentuk seperti tangan sedang berdoa. Atapnya terbuat dari susunan jerami yang sangat kuat dari berbagai cuaca. Walaupun hanya terbuat dari jerami tetapi pada musim dingin tetap dapat menghangatkan dan sejuk saat musim panas.


      Senangnya saya liat sisaan salju yang masih terhampar luas dan tebal, pengen rasanya tambahin duren sama cendol trus sirup tjampolay~ *eh. 
    • By Dennis.Rio
      TOKYO 東京.....
      day 3
       
       
       
       
       
       
       
    • By Dennis.Rio
      POCKET WIFI di Jepang......
       
       
       
    • By ko Acong
      Bagi yang bosan di Kuala Lumpur boleh melipir ke Melaka cuma 2 jam perjalanan loh.
      Berapa uang yang saya habiskan selama main ke Malaka? Normalnya tiket pesawat PP 1 jutaan. Yang pasti tiket PP Indonesia-Kuala Lumpur kemarin saya dapat Rp 169.000 saja Malaysia Airlines Business Class (Promo).
      Mari kita hitung pengeluaran saya selama 2 malam 3 hari di Melaka:
      Tiket Bus, via Terminal BTS (Bandar Tasik Selatan) cukup 24 x 2 = 48 RM
      Jika langsung bus PP harganya 70 Rm, perbedaan waktu hanya 1 jam. Kelebihan transit di  BTS setiap 30 menit ada Bus. Kekurangannya, jika ketingalan jadwal bus harus buang waktu selama 3 jam.
      Hotel Saya Pake Hotel Hong https://goo.gl/maps/fhwLNd6fmzp
      yang terkenal buat Backpackers, karena serasa Hotel Keluarga ada di antar jemput di terminal bus dan ketika diantar mereka melepas kita satu persatu, sampai aman di terminal bus dan mengarahkan ke platform yang seharusnya. Terima kasih Ci Amey dan karyawan hotelnya yang bersih. Harga selama 2 malam kisaran Rp 550.000. 
      Tranportasi di Melaka semua ditempuh dengan berjalan kaki. Estimasi makan minum, cukup Rp. 100000 perhari, di tiap menu makanan perhari ada daging nya lumayan wah juga sih.
      Tinggal kita hitung oleh2 jajan yang aneh-aneh dan lainnya, jadi estimasi main di Melaka selama 2 hari:
      Bus 48 Rm = Rp 175.000 Hotel 2 malam = Rp 550.000 Biaya makan minum = Rp. 300000 Jumlah Rp 1.025.000.- sesuai Hitungan awal budget cukup 1 jutaan.
      Hehehe namun belum termasuk Cendol Musang King dan oleh-oleh Durian Jam San Shu Gong yang legenda, Wueeenak lembut banget. Nah bila mau lanjut main di Kuala Lumpur, cuma tinggal nambah hotelnya sekitar Rp 500.000 per malam.
      ____________________________________________________________________________________________________________











    • By Daniyah Isa
      Assalamualaikum 
      Salam kenal,
      Panggil saya, Nia
      Ini adalah pertama kalinya saya pergi ke LN dg mengurus semua keperluan sendiri. Biasanya, sdh terima beres dari kantor, karena memang ada urusan. Nah, destinasi yg saya pilih tdk jauh tp harus berkesan ! Melaka. Kota yg ditempuh dlm waktu 2 jam dari KLIA2. 
      Gimana caranya saya bisa sampai ke sana ? Inih dia, detailnya ;
      1. JKT-KLIA2
      Pesan tiket pesawat yg everyone can fly dari situs resmi. Lama waktu sekitar 2 jam, berangkat 10:10am sampai KLIA2 13:15pm.
      Di KLIA2, ikuti saja petunjuk arah yang ada, sambil ikuti arus kemana orang-orang pergi. Nanti, ada eskalator naik, lalu ada eskalator turun langsung ke tmpt imigrasi. Setelah keluar dari imigrasi, saya temukan mall dg counter-counter barang branded. Semacam Grand Indonesia, kalau di Jakarta.
      Buat yg terburu-buru sampai ke KL dg cepat, mgkn ada urusan meeting or apa, bisa lurus terus ke pintu keluar. Di samping pintu keluar ada loket pembelian tiket KL Ekspres, seharga 55RM dg waktu tempuh 33menit ke stasiun KL SENTRAL. Dari KL Sentral, bisa pilih kemana saja tujuan teman-teman yg mau dicapai. Ibarat di Jakarta nih, KL Sentral tuh Manggarai. 
      Tujuan wisata saya, dan teman saya adalah Melaka. Belajar dari blog dan bbrp artikel, butuh kendaraan bus utk sampai ke sana. Hanya bus saja, tdk ada kereta atau MRT yg menuju ke sana. Saya pun, turun lagi ke lantai G dg eskalator. Jangan takut kesasar ! Banyak petugas keamanan yg berjaga.
      Sampai di lantai paling dasar, ada sederet loket yang menjual tiket bus, taxi, sewa kereta (mobil). Langsung saja, membeli tiket bus Transnasional tujuan Melaka Sentral, seharga 24.10RM. Di tiket sudah tertera nomor tempat duduk, gate tempat menunggu. Wah, pokoknya tertib dan teratur! Meskipun busnya lebih bagusan DAMRI sih bagi saya, hehehe.
      2. Melaka dan Wisatanya 
      Selama 2 jam perjalanan dari KLIA2, sambil bengong-bengong liat pemandangan (apa bener gue di Malaysia? Ini mirip ke Ciawi yah ? Heheheh) yang membedakan tuh, sepanjang jalan lancar jaya. Mgkn supir bus kapalan nginjek gas, hehehe. Duh bahagia deh kalau Jakarta jalanannya kaya gini terus. Sampai tibalah saya di Melaka Sentral, ibaratnya Terminal Kp. Rambutan gituh. 
      Waduh, sepi banget ! Macam ga ada kehidupan. Bingung juga kan, mau ke hotel gimana ? Boro-boro kuota buat pesan taksi online, sinyal ajah ga dapat.
      Yaa, saya tanya ke petugas kebersihan, dan memang bus Panorama 17 tujuan Bangunan Merah, agak lama. Bukan karena macet yaa, ini karena jalanan di Melaka tuh Sehala (satu arah) jadi dia berputar dulu.
      Sejam menunggu, datanglah bus Panorama 17. Disinilah pengalaman dimulai, banyak yg Negor dan tanya "Indonesia ya ? Indonesianya mana ?" Agak bingung sih, ditanya begitu. Biasanya ditanya "Jawanya mana ?" Padahal sih, sama saja hehehe. 
      Saya menginap di hotel Hallmark Crown, 3H2M, seharga 147RM include Breakfest, free wifi. Wilayahnya dekat dengan mall Dataran Pahlawan, jalan kaki 10 menit lah. Jadi turun saja di Dataran Pahlawan, ongkos busnya 2RM saja. Hotelnya comfie banget ! Disetiap sudut ada galon. Jadi bisa refil sepuasnya, ditambah kulkasnya menyala dg sempurna. Wah, recomend deh!
      Saran utk teman-teman yg mau pesan hotel di Melaka, pesan di daerah sekitar Dataran Pahlawan (rate murah), Bangunan Merah, dan Jonker Street. Tiga tempat itu, sudah dekat banget kemana-mana. Jadi bisa jalan-jalan santai, foto-foto, interaksi sama penduduk lokal. Yg penting, rajin jalan kaki yaa, hehehe.
      Hari pertama saya mengunjungi Bangunan Merah, jalan kaki dari Hotel 15 menit. Melewati mall-mall Besar, dan rupanya ada carnaval becak hias, mobil hias dan barongsai. Jadi nggak berasa jauh dan capeknya.
      Di Melaka, ada yang saya lihat di maps Google itu jauh, ternyata dekatan. Menara Taming Sari, Bangunan Merah, Jonker Street dan River Cruise. Yang jauh, cuma Masjid Selat Melaka. Masjid Selat Melaka memang harus menggunakan taksi online, karena jaraknya terpisah dengan daratan Melaka kota dan masuk ke kompleks perumahan. 
      3.Kuliner dan Oleh-oleh Melaka
      Sempat bingung mau makan apa di Melaka. Hari pertama saya sampai di Melaka, sudah malam dan banyak yg tutup. Masa iyah sih, jauh-jauh ke Melaka, makanya McD? Nggak ada nasi lagi. Akhirnya mampir ke 7Eleven (horeee, Nemu 'sevel !) Beli nasi lemak instant dan mie instan. Lupa berapa harganya, tapi cukup menahan lapar. Serius deh, sebenarnya nggak lapar-lapar banget ! Cuma karena nggak mau masuk angin ajah.
      Terakhir perut diisi sama sandwich Subway yg beli di KLIA2. Hufh, gara-gara ngincer destinasi wisata jadinya lupa makan. 
      Hari kedua, masih hunting foto disekitar Bangunan Merah, Taming Sari, River Cruise. Cerah banget langit di Melaka, dan udaranya juga segar nggak ada polusi (kapan Jakarta begini ? Mungkin ga yah ?). Di samping Bangunan Merah, ada tangga menuju bukit. Diatasnya bangunan reruntuhan yang menghadap lautan lepas. Keren banget !!! Duduk-duduk saja sambil lihat pemandangan. 
      Oh Iyah, untuk beli oleh-oleh seperti gantungan kunci, kaos tulisan Melaka, tas Melaka, tempatnya di Medan Samudera. Tenang, ga jauh kok ! Ga perlu nyebrang. Dari Bangunan Merah, ambil sisi kanan dan lurus terus sampai lihat bangunan kapal pesiar. Nah di sana, yang paling murah ! Kaos dapat 10RM, gantungan kunci dapat 8RM, 6 gantungan kunci. Meski di Bangunan Merah juga ada lapak yang menjual, lebih baik beli di Medan Samudera, karena harganya lebih terjangkau. 
      Selain beli oleh-oleh, di tempat ini ada warteg Melayu loh ! Syukurlah, ada warteg juga. Awalnya sempat underestimate gitu. Makanannya mirip makanan warteg, dan ga lebih menarik dari warteg Jakarta. Karena Nggak enak sama Ibu penjualnya, yg tiba-tiba udah nyendokin nasi, mau ga mau dibeli. 
      Yaa sayur tumis kacang panjang dan ayam goreng jadi menu makan siang. Pas dimakan, enak ! Ini karena efek capek mungkin yaa. Minum air mineral, biar nggak makin haus. Tadinya sih mau makan nasi Briyani dan teh tarik, tapi dia hanya jual di hari Minggu. Seporsi makanan warteg Melayu cuma 6RM. Waah, amazing ! akhirnya bisa menghemat, heheheh.
      Lepas makan, lanjut belanja-belanja di sekitar Medan Samudera. Biasa, buat yang dirumah, mau dibeliin kaos dan gantungan kunci utk disebar, hehehe. Jalan lagi ke Bangunan Merah, baru ketemu kedai es cendol. Katanya sih, es cendol di Melaka itu khas banget. Yaudah, saya beli yang es cendol kacang merah. Rasanya ??? Waah, enak banget !!! Pass buat saya yang ga terlalu suka manis. Kuah santannya gurih, cendolnya segar dan kacang merahnya manis. 
      Wah, okeh banget lah ! Rencana kalau ngidam, maunya ngidam es cendol Melaka. Hahahah
      Menjelang sore, saya bersiap menuju Mesjid Selat Melaka. Menikmati sunset sambil menunggu waktu magrib. Magrib di Malaysia, setengah tujuh. Tapi langitnya seperti setengah enam, Jakarta. Waktu di Malaysia tuh cepat banget ! Mungkin ini planet Merkurius, satu menit tiga puluh detik. Semua terasa cepat.
      Saya dan teman-teman menuju Masjid Selat Melaka menggunakan taksi online. Sampai di sana, waah indah banget ! Lebih indah dari foto-foto Google. Garis cakrawala sudah menyapa di langit. Air laut biru bersih tanpa sampah. Saya berdiri di halaman belakang Masjid menatap langit sore. Diterpa angin laut, dan ada beberapa wisatawan lain berlalu-lalang. Sayang, lagi nggak sholat Magrib di sini. 
      Akhirnya cuma nunggu teman yang sholat Maghrib, sambil jaga sendal hahaha.
      Malam terakhir di Melaka, saya menuju rumah makan Eeji Ban Chicken, penjual makanan khas Melaka. Ada Rice Balls, Asam Pedas, Nasi Lemak, harganya pun terjangkau. Berkesan makan ditempat ini, karena rumah makan Eeji Ban recomend dari supir taksi online. 
      4. Check Out Melaka
      Hari terakhir di Melaka, saya merasa sedih banget ninggalin tempat ini. Padahal rumah ini kampung orang, negeri orang, huhuhu. Nggak mau repot karena tas udah beranak, jadinya saya dan teman-teman naik taksi online ke Melaka Sentral.
      Di Malaysia pada umumnya, jarang ada sirik-sirikan or persaingan. Contohnya di terminal Sentral Melaka. Tadinya mau naik bus Delima,  bus terkenal dikalangan blogger yg pernah kesana. Tapi sama kenek Delima, disuruh ke bus satunya lagi yg kurang eksis. But its OK ! Yg ptg sampai, heheheh.
      Dua jam perjalanan menuju terminal bus TBS (Terminal Bersepadu Selatan), amazing !!! Terminal Bus rasa Bandara Terminal 3. Bersih, tertib, rapi. Dibawahnya, ada stasiun menuju KL Sentral. 
      5. Sehari di Kuala Lumpur 
      Berhubung pesawat tengah malam, jadi siang masih bisa jalan-jalan sebentar di Kuala Lumpur. Hunting foto di KLCC, Dataran Merdeka dan jalan-jalan ke Mall *lagi. 
      Dari Terminal TBS, naik KL transit ke stasiun KL SENTRAL seharga 6.5RM. Dari KL SENTRAL, bisa ke Batu Caves, KLCC, Mesjid Jamek, KLIA2. Ada peta seperti peta yang ada di halte Transjakarta, di sana juga ada petugas yang membantu dan menanyakan "Can i help you ?" So, tak perlu takut tersesat. 
      Stamina udah low, meski cuma naik turun kendaraan umum tp cukup bikin lemas. Selain makan, kita juga butuh vitamin, kalau capek lebih baik istirahat.
      Di KL SENTRAL, ada loker penitipan dg kunci sensor wajah. Jadi kita ga perlu deh tengteng tas beranak kesana kemari. Harganya 20RM utk loker kecil dan 30RM utk loker besar. Sangat disarankan berpergian sama teman, biar segala biaya bisa ditanggung bersama. Tapi milih juga yaa, teman yang gimana buat diajak jalan jauh. Apalagi, ke LN yg jalan kakinya jauh-jauh.
      Baiklah, itu pengalaman pertama saya traveling ke Melaka, Malaysia. Saya sangat suka tempat itu, lebih indah dari yg saya bayangkan. Terutama yg hobi fotografi, ini banyak spot-spot bagus di Melaka. 
      Oh Iyah, makasih banyak buat Mba Vira. Mgkn dia jarang aktif di forum ini. Saya pun juga newbie. Ketemu jalan2.com karena random ajah, hehehe. Lagi bosen, drpd stalking sang EX atau baca berita hoaks, iseng-iseng cari soal Melaka. Tiba-tiba muncul situs ini, dan saya kenalan sama Mba Vira. Nggak ada sedikitpun curiga bakal gimana nnt disana, tinggal jalan ajah. Hehehe
      Nah buat teman-teman, semoga tulisan saya membantu dan jadi referensi kalau kalian mau ke sana. Ingat, No need bilang, barang ini murah atau mahal. Soalnya beda "Peradaban".
       








       
    • By seyakasamira
      Lalala-yeyeye..Setelah menunggu selama 7 Bulan lamanya, akhirnya nemu juga 5 orang korban lain (*eh?!) yang bersedia nge-trip bareng ke sini..uwowww jd terharu sayaa..  so, langsung saja..
      Day 1.
      Kita berangkat hari Jumat tgl 26 Sept'14, naik pesawat TriganaAir dari Jakarta menuju PangkalanBun. Sesampainya disana langsung dijemput oleh Tour Guide kami (Pak Andreas dari Yobel Tour), dan kita dicarterin taxi untuk menuju pelabuhan Kumai dengan jarak tempuh yg lumayan singkat yaitu 30 menit saja..Da..engingjrennggg... langsung terkesima dengan kapal yang akan kita kendarai selama 3 hari 2 malam mendatang..huhuhu..ga nyangka kapalnya oke banget,bersih dan ga se-prihatin yg saya bayangkan (mulai norak).
       
      Jadi awak kapal terdiri dari 1 orang kapten kapal, 1 orang crew kapal, 1 orang juru masak, dan Pak Andreas sbg Tour Leadernya. Kapal yg populer dinamakan kapal kelotok (karena bunyinya klotok..klotok..klotok) ini cukup luas buat kami ber 6 plus 4 orang awak kapal. Ada 2 dek, dek bawah itu untuk aktivitas awak kapal (buat nahkodanya, tempat menyimpan kasur2 tamu, tempat masak, dll). Dek atas disediakan untuk tamu. Fasilitasnya juga Ok bgt, kamar mandi pakai shower dan ada closet duduk, disediakan meja makan, ada balkon dengan 2 kursi leyeh2 untuk berjemur (what?berjemur??udah ky areng ginih -____- ! ) Oiya, jangan sedih..kita dapat 3x makan dan 2x snack dalam 1 hari. dan masakannya sungguhlah berlimpah dan super yummy..





       
      Di hari pertama ini kita langsung menuju Tanjung Harapan untuk lihat feeding time nya orangutan. Trekking masuk hutan sekitar 1 km dan sesampai di tempat feeding cuaca mulai mendung dan turunlah hujan. Eh, ternyata disana sudah menunggu beberapa rombongan tourist yg mau lihat proses feeding time ini. Dan dikarenakan wisata tanjung puting ini lebih populer atau diminati tourist luar, maka pemandangan disini adalah bule bule semua   . Disini kita menunggu ?-/+ 30 menit hingga orangutan yg masih ngumpet pada mau turun dari atas pohon menghampiri "panggung" yg berisi pisang2. Beruntung kita bisa melihat orangutan yg muncul dikarenakan kalau hujan biasanya mereka prefer leyeh2 di atas pohon (macam manusia yg kalo hujan lebih senang nedekem di rumah). Uwoww, beda lho rasanya ngelihat orangutan di ragunan/taman safari dengan orangutan disini. Kalo disini ada perasaan degdegan kalo mereka melintas dengan tubuh besarnya itu. Dikarenakan orangutan liar belum terbiasa disentuh oleh manusia (tdk sperti kbon binatang di jakarta), maka juga ada anjuran jangan sembarangan memberi makan orangutan, jangan berdiri diantara orangutan jantan dan betina, jangan bersuara terlalu keras/ribut yg akan mengganggu ketenangan orangutan dan beberapa rambu2 lainnya.







       
      Diperjalanan pulang, ketika melintasi sungai sekonyer kita bisa melihat sekawanan bekantan di kiri dan kanan pepohonan, kalau beruntung bisa melihat buaya pula. Dan saya beruntung melihat buaya dengan mata merahnya sedang mengincar mangsa.
      Malam harinya kita ber candle light dinner dengan lauk ikan nila bakar, tumis kangkung, tempe goreng, uhmm apa lagi ya lupa hehehe dan ditutup dengan dessert potongan buah mangga. Bener2 beruntung dapet chef yg jago masak.  Setelah kenyang, kapal menuju tempat dimana kita bisa melihat kunang2 dimana-mana..woww ga bisa dilukiskan dengan kata2 kita lihat pemandangan sejuta bintang dan kunang2 yg seprti pohon natal di kiri kanan kita..(sayang ga bisa ke photo). suasana malam hari disana sangat sunyi dan syahdu. Hanya ada suara jangkrik dan serangga2 lain yg bersahut2an dan Anyway kita tidur disediakan kasur beserta kelambu..Thanks God we had a marvellous momment and unforgettable experiences.
       
      Day2.
      Yang biasanya pagi2 di jakarta dibangunin sama kokok ayam, eh jangan sedihh disini kita subuh2 dibangunin sama suara bekantan jejeritan yg sedang bersendagurau..woww so sweet bgt ga sih dibangunin suara monyet.. hehehe..Setelah sarapan nasi goreng ikan asin yang banyaknya naujubilah (tapi abis dan kenyang) dan ngeteh2 cantik, maka berangkatlah kita menuju Pondok Tanggui dan dilanjutkan ke Camp Leakey. Di Pondok Tanggui trekkingnya seru, byk spot2 lucu buat foto2, nemu tumbuhan kantong semar, rayap, akar liana, dll tapi sayang setelah menunggu selama 1 jam, orangutannya ga ada yang mau turun di tempat feeding. Mungkin karena masih pagi dan byk bgt wisatawan yg berkunjung kesana jadi mereka malu-malu mau gitu kali ye..







       
      Perjalanan dilanjutkan ke Camp Leakey, pusat rehabilitasinya orangutan. Perjalanan lumayan jauh sekitar 8 km, namun pemandangannya mulai berubah, pohon2 lebih rindang, kiri kanan bisa lihat burung kingfisher, lihat buaya dan biawak berenang, pokoknya settingannya mirip film annaconda deh ngeri-ngeri sedap gitu heheheh.. dan air sungai berubah menjadi lebih jernih dan berwarna hitam. Warna hitam dikarenakan dasar tanahnya gambut namun bening sekali. Sampai bisa ngaca dan hasil fotonya mengagumkan bgt,krn pohon2 yg terpantul di air seperti ada reflection effectnya.  Begitu menginjakkan kaki disini, kita disambut oleh kedatangan Siswi, orangutan betina dewasa yang dari kecil sudah diasuh disini. Dikarenakan hujan, dia mulai ngumpet2 nyari tempat berlindung dan menutupi kepalanya dengan mencabut2 dahan2 yg ditumbuhi banyak daun. Uwoww lutunaaa.. Perjalanan ternyata masih panjang. Pak Andreas mengarahkan untuk ambil jalur masuk hutan sambil lihat2 tumbuhan endemik yang ada di hutan sini,jadi sekitar 1,5 km untuk sampai ke tempat feedingnya orang utan. Beruntung bisa lihat beberapa orangutan,uwa-uwak,squirel yg ke "atas panggung" buat ambil makanan. Yang menyenangkan lihat proses feeding ini adalah, kita jadi tahu gimana cara manggil orangutan supaya turun, gimana liat proses mereka bergelayutan dari pohon ke pohon, gimana cara mereka mengupas pisang dan memasukkan ke mulut, gimana cara ibu orangutan memberi makan anaknya, gimana mimik muka/ekspresi mereka mengendap2 atau mencuri makan lalu kabur, dan banyak lagi tingkah laku kocak lainnya. Adapula kedatangan babihutan yang ikut meramaikan suasana. Setelah sekitar 2 jam muncullah orangutan yg kita tunggu2 yaitu Tom, the king of Camp Leakey. Ya, si Tom ini penguasanya. Selayaknya raja, binatang lain akan mundur atau menyingkir ketika rajanya datang dan membiarkan si raja menghabiskan makanan yg disediakan. Jika ada orangutan dewasa disekitar sana yang dirasa mengancam kedudukannya, serta merta akan terjadi baku hantam disana. Hampir saja kami melihat proses baku hantam itu, yaitu ketika Ponorogo (salah satu orangutan dewasa ) terbirit2 dikejar oleh Tom karena lebih dahulu mengambil jatah makanannya. Namun sayang tidak terkejar dan Tom kembali duduk di singgasanannya sambil minum susu. Ya, makanan yg disediakan oleh Ranger hutan (petugas yg memberi makan orangutan) itu biasanya adalah pisang, tebu, dan susu dancow. wow. hehehe..Perjalanan trekking pulang, kita dihampiri juga oleh orangutan remaja bernama Gajah Mada. Serem ya namanya, tapi ternyata unyu2 gitu penampilannya hihihi..

      siswi

      the team
      Tom
      Gajah Mada
       
      Day 3.
      The Last Day, pagi2 seperti biasa kita dibangunkan oleh sekawanan bekantan, namun kali ini pemandangannya bekantan lagi pada lompat-lompat main air, ceritanya mau nyebrang pohon melintasi sungai, cuman ada aja jatoh2nya di sungai.. LUCU BGT, tapi ga sempet kefoto saking terseponanya. Oia, karena kita malam itu kapal berlabuh di pinggir rawa2 masih dekat Camp Leakey, maka paginya pun kita juga dibangunkan oleh kikikan burung kingfisher, iya kikikkan bukan kicauan karena ternyata suaranya macam kuntilanak yg lagi ngikik. hiiiii...
      Sepanjang perjalanan pulang ke pelabuhan kumai, puas2in berjemur (literally berjemur, panas sih untung byk angin dan hewan kece) demiii menikmati pemandangan yang sebentar lagi akan kami tinggalkan huhuhu..
      Jam 12 siang kami sampai di bandara pangkalan bun dan belum siap move on untuk menghadapi hiruk pikukknya jakarta
       
×
×
  • Create New...