• 0
Sign in to follow this  
AB. Harta

7 Produk Pertanian Unggulan Indonesia

Question

7.Kayu

kayu meruapakan salah satu penyumbang pdb dari sektor non migas terbesar. tahun 1990-an sempat menjadi primadona, hampir 40 persen PDB kita disumbang sama kayu, tapi sekarang cuma 3 persen aja

6. Teh

Produksi teh kita melimpah dan berkualitas, sayangnya ga ada merek lokal kita yang mendunia seperti lipton, bahkan teh sosro pun belum bisa seperti itu. sariwangi yang lucu, dia produk lokal asalnya, namun dibeli sm orang, jadi brand luar sekarang ini. pendapatan masuk ke negara orang jadinya.

5. Beras

produksi beras indonesia itu ke 1 di dunia, sudah jelas jadi unggulan prang no 1. tapi kalo terus2an konsumsi beras, kita bakal ketergantungan ekspor. negara kita produksi pangan no 1 , tapi beras juga diimpor... tanya kenapa...

4. Kakao/Coklat

ini sudah jelas, produk unggulan yang lagi sangan sama brazil. coklat yang pake coklat indo contohnya Lindt

3. Kopi

starbuck itu green bean nya dari indonesia, saingan kita brazil. asalnya dari aceh kecuali spesiality kopi. dan kita punya kopi luwak, produk asli indonesia.

2. Tembakau

walaupun buka ekspor, tapi indoensia merupakan pasar yang sangat bisa menjadi potensial.

1. Sawit

ah gak perlu ditanya lagi. banyak masalah juga. lieur bahas ini mah.

Share this post


Link to post
Share on other sites

3 answers to this question

  • 0

kayaknya masalah utamanya adalah daya jual deh, kita belum mampu menjadi pebisnis produk-produk tani yang untung.

Produksi tinggi tapi masih kurang tanggap dalam pemasaran. gak heran banyak perusahaan asing langsung terjun ke negeri kita buat beli produk pertanian. jadi mereka bisa dapat harga murah terus dijual mahal dengan merek dagangnya sendiri.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By ameryudha
      Eh Negara kita surplus loh produksi berasnya, tapi masih impor.  Siapa yang salah?
       
      Katanya Indonesia itu Negara agraris,  terus ceritanya nih pemerintah mengagung- agungkan bahwa Negara kita itu surplus berasnya , tapi untuk memenuhi pangan pokok rakyatnya masih Impor beras. Ko bisa ya ? penting ga sih buat kamu mikirin hal itu ? kalo ga tertarik ga usah lanjut baca deh.
       
      Intermezzo dikit ah…. Beras penting ga sih ?
      Dibalik kekacauan negeri ini, ada hal penting yang harus kita sadari semua. Apa yang paling penting bagi umat manusia di kehidupan nyata ? buat TS sih Makan.  Kalo kamu nanya kenapa TS jawabannya makan, TS punya pemikiran sendiri akan hal itu karena menurut TS salah satu surga dunia itu adalah makan, kalo manusia kehilangan surge tentunya kenikmatannya berkurang dong.
       
      Oke lah jawaban TS mungkin menurut kamu ga masuk, tp kamu pikir deh  kalo air siklusnya udah jelas  dan kita ga kekurangan ,  ya walopun agak keruh dan kotor tapi jarang banget ada orang mati kehausan, ada juga mati kelaparan.
       
      Kalo makanan ? oh yajelas dong orang mah kalo ga makan ngeluh , jelas kan yang harus kita pikirkan itu adalah kekurangan makan.  Nah Negara kita itu rakyatnya makan beras, jadi kalo makan itu penting tentu beras juga penting. SETUBUH???!!!
       
      Berapa sih produksi beras kita ?
      TS mah ga akan bahas secara ilmiah soalnya TS tahu ga akan menarik, tapi menurut Badan Pusat Statistik (BPS) sih mereka memperkirakan produksi padi tahun 2012 mencapai 69,05 juta ton gabah kering giling (GKG),  dimana jumlah itu naik 3,29 juta ton atau 5 persen dibandingkan produksi padi 2011 sebesar 65,76 juta ton GKG.
       
      Oke Stop, Indonesia tahun 2012 itu produksi sekitar 69 Juta Ton beras.  Banyak ga sih ? iya dong, dimasukin rumah ente juga keknya ga muat deuh ya kecuali emang ente orang tajir banget ga butuh rumah sampe rumahnya mau dijadiin gudang beras Indonesia.
       
       
      Lalu Impornya Berapa ?
      Berdasarkan data BPS, sejak tahun 2008 produksi beras nasional selalu surplus. Tetapi sejak tahun 2008 hingga kini, Impor beras terus dilakukan. Sampai Juli 2011, Pemerintah telah melakukan pengadaan beras melalui impor sebanyak 1,57 juta ton.
       
       Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), beras impor tersebut paling banyak berasal dari Vietnam yaitu 892,9 ribu ton dengan nilai US$ 452,2 juta.
       
      Sementara beras impor Thailand, telah masuk sebanyak 665,8 ribu ton dengan nilai US$ 364,1 juta hingga Juli. Selain dari Vietnam dan Thailand, pemerintah juga mengimpor beras dari Cina, India, Pakistan, dan beberapa negara lainnya
       
      Terus emang kita makan sebanyak apa sih ?
      Masih lieur juga ? gini sih, kalo gabah kering itu 69 juta ton ( perkiraan yang bisa dimakan sih setengahnya )terus penduduk kita 200 juta , jadi satu penduduk itu konsumsi 150 kg per tahun ya.
       
      Ente ngerasa ga ente konsumsi segitu? Nah loh, ga salah kan kalo ente makin ndut dari hari ke hari, edan gila konsumsi 1,5 kintal setaun. ( sori, data ini ga bisa jadi patokan hanya gambaran saja)
       
      Mau bandingan ga ? konsumsi beras nasional merupakan konsumsi tertinggi di Asia. Konsumsi beras di Korea mencapai 40 kg per kapita pertahun, Jepang 50 kg per tahun, Malaysia 80 kg per tahun, Thailand 70 kg per tahun.
       
       
      "Indonesia pernah mencapai konsumsi beras di angka 139 kg per kapitaâ€
       
      Nah , harusnya tercukupi dong kebutuhan beras kita ?
       
       Kata BULOG sih ngga… denger- denger sih  bulog mengklaim bahwa mereka mengimpor dengan tujuan mengamankan stok beras dalam negeri. Bulog berargumen bahwa data produksi oleh BPS tidak bisa dijadikan pijakan sepenuhnya ( ini yang survey siapa sih sebenernya, terus kalo ga akan dipake kenapa harus survey ? langsung aja mendingan Bulog yang survey kalo ga percaya lembaga lain)
       
      NB :  Perhitungan produksi beras yang merupakan kerjasama antara BPS dan Kementrian Pertanian ini masih diragukan keakuratannya, terutama metode perhitungan luas panen yang dilakukan oleh Dinas Pertanian yang megandalkan metode pandangan mata.
       
      Lah yang salah siapa… Lieur ah…sok mending komen terus cari gih data-data yang akurat. TS mah males da, soalnya TS ga makan nasi sih.
      </
    • By bangchangkyu
      Kalo jalan2 ke daerah di Indonesia, temen2 pasti suka bawa oleh2. Beberapa oleh2 khas daerah ada lho yang berupa buah. Berikut ini beberapa buah yang punya embel2 nama daerah di Indonesia:
      Apel Malang: apel malang ini punya 2 jenis, ada apel Rome Beauty dan Apel Manalgi. Warnanya kulitnya ada yang hijau dengan semburat garis merah ada juga yang kuning kehijauan. Kalo ke Malang, nyobain apel malang ini...manis dan wangii :)

      Mangga Indramayu: Ini mangga yang manis dengan tekstur yang legit, empuk. Siapa yang ga kenal mangga ini. Bukan cuma di Indramayu, di banyak tempat kita juga bisa nemuin mangga ini. Rasa manis mangga indramayu di support ama cuaca yang kering. Makanya kalo lagi kemarau, petani mangga di indramayu makin untung

      Belimbing Depok: budidaya belimbing belakangan ini semakin diperhatikan ama pemerintah depok. Belimbing depok ini buahnya besar dan manis. Bahkan pernah dapet pujian dari Jepang sampai perwakilan jepang mengunjungi tempat pembudidayaan belimbing ini. Saat ini, belimbing jadi ikon Kota Depok lho...
      Kualitas buah2 di Indonesia itu ga kalah sama yang imporan... kalopun harganya lebih mahal, ya support produk lokal lah, petani kita kesejahteraannya juga perlu ditingkatkan
      Ada yang maun nambahin lagi??
    • By AB. Harta
      sebagai negara agraris, tentunya Indonesia memiliki banyak sekali komoditas unggulan. Beras yang kita makan pun berasal dari pertanian. Menurut FAO , salah satu cara agar negara keluar dari krisis adalah dengan mengindustrialisasikan pertanian, benarkah?

      Pertanian saat ini dipandang sebagai sesuatu kegiatan di kampung, berocok tanam, berpeluh dan berkeringat, serta identik dengan petani yang bodoh dan berpendapatan rendah, begitulah adanya. namun tahukah? kontribusi pertanian untuk PDB negara kita sekarang ini hampir 40 persen?

      Komoditas-komoditas yang kita hasilkan didunia sebenarnya memiliki keunggulan-keunggulan komparatif, artinya negara kita bisa bersaing dengan produk negara lain. contohnya adalah kopi. Kopi gayo adalah kopi yang dihasilkan oleh provinsi aceh, hampir 80 persen produk starbuck untuk arabika mengimpor dari aceh, harganya dari petani sekitar 15ribu per kg, sedangkan kopi yang diminum di starbuck 50rb per gelas! contoh lainnya adalah coklat, produk coklat Lindt yang berasal dari swis tersebut megnambil kakao dari brazil dan sulawesi, nasibnya sama seperti kopi gayo aceh. keren kan, produk kita dipakai merek2 terkenal.

      di negara orang, pertanian adalah pekerjaan terhormat, di amerika saja insentif untuk petani yang mengelola minimal 10Acre lahan pertanian nilainya hampir US$800.000 PER TAHUN, belum lagi pendapatan pokok dari petani tersebut.

      Perusahaan pertanian sendiri ternyata masuk 4 besar top company in the world, Cargill, Monsanto, BASF adalah perusahaan pertanian yang masuk 10 besar perusahaan dengan aset terbesar di dunia, mengalahkan chevron dan astra.

      Produk pertanian sendiri memiliki kegunaan yang sangat besar untuk keseharian kita, dan kita tidak akan lepas dari hal tersebut. sebagai contoh, minyak sawit yang berguna hampir di semua consumer goods yang kita pakai, unilever adalah salah satu perusahaan yang akan lumpuh bila negara kita tidak memproduksi minyak sawit.


      jadi, pertanian keren apa ngga?? ditunggu pendapatnya.