DianRosa

Hallo salam kenal ya..

7 posts in this topic

Hallo, kenalin namaku Dian. umurnya masih muda kok, tapi udah kerja, hehe. Aku anak baru yang baru pertama kali ikut forum nih. jadi agak kaku sih hahaha:melambai

Aku gabung karena lagi pengen cari temen buat ikut gabung trip bareng ke Korea Selatan, rencananya mau beli tiketnya sih pas GATF 2017, Jumat ini. Dan berangkatnya kira-kira bulan Oktober pas musim gugur.

kalau kalian ada yang tertarik buat pergi ke korea tahun ini. Kasih tau dong, biar kita bisa sharing.. ^^

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 minute ago, DianRosa said:

Hallo, kenalin namaku Dian. umurnya masih muda kok, tapi udah kerja, hehe. Aku anak baru yang baru pertama kali ikut forum nih. jadi agak kaku sih hahaha:melambai

Aku gabung karena lagi pengen cari temen buat ikut gabung trip bareng ke Korea Selatan, rencananya mau beli tiketnya sih pas GATF 2017, Jumat ini. Dan berangkatnya kira-kira bulan Oktober pas musim gugur.

kalau kalian ada yang tertarik buat pergi ke korea tahun ini. Kasih tau dong, biar kita bisa sharing.. ^^

halo @DianRosa welcome di forum jalan2

coba cek di bagian jalan2 bareng luar negeri udah banyak yang juga cari teman ke Korea Selatan tuh http://jalan2.com/forum/forum/90-jalan-jalan-bareng-luar-negeri/

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By vie asano
      Saya sudah berbagi sedikit info tentang panduan belanja di Seoul pada tulisan Seoul Shopping Guide: Belanja Dimana?. Untuk melengkapi tulisan tersebut, kali ini saya ingin sharing tips apa saja yang perlu diperhatikan agar momen belanja di Seoul terasa lebih afdol. Tips-tips tersebut saya ringkas dalam beberapa point, kurang lebih berikut isi tips-nya:
      Seputar tempat belanja
      Pada tulisan Seoul Shopping Guide: Belanja Dimana?, di bagian penjelasan tentang Dongdaemun Market, saya menulis jika Dongdaemun Market sebagai pusatnya fashion Korea yang sesungguhnya. Beragam trend fashion terkini awalnya dari Dongdaemun Market, namun bukan berarti disinilah tempat termurah untuk berbelanja fashion. Kenapa? Karena di Seoul, barang yang sama bisa dijual dengan harga yang berbeda tergantung lokasi penjualannya. Kaos seharga puluhan ribu won di daerah Apgujeong Rodeo Street bisa saja dijual seharga ribuan won di area sekitar kampus (seperti Hongdae dan Shinchon), dan bisa lebih murah lagi jika dijual di lapak temporer (berupa kios maupun truk). Dari sini ada beberapa tips yang bisa saya bagikan:
      -Jangan langsung membeli barang pertama yang dilihat, apalagi jika distrik tersebut termasuk kawasan mahal. Usahakan untuk membandingkan dulu dengan barang sejenis di toko yang ada di distrik lainnya.
      -Bagi budget traveller, disarankan untuk memilih toko yang ada di distrik level mahasiswa seperti Sinchon dan Hongdae. Banyak lho toko di sekitar kampus yang menjual barang dengan harga miring karena ketatnya persaingan antar toko.
      -Toko di pasar tradisional biasanya bisa lebih murah lagi. Namun konsekuensinya, dibutuhkan skill menawar yang cukup lihat, dan sayangnya nggak semua pedagang pasar tradisional menguasai bahasa Inggris.
      -Alternatif lainnya, belanjalah di sekitar subway (baik di luar stasiun subway maupun di subway underground shopping mall) karena harganya bisa jauh lebih murah dibanding aneka jenis tempat belanja lainnya.
      -Walau saya sebut Dongdaemun Market belum tentu memberikan harga termurah, nggak ada salahnya mencoba membandingkan 2-3 toko di Dongdaemun sebelum memutuskan untuk membeli sebuah barang karena biasanya harga termurah di area ini tetap saja lebih murah dibanding distrik mahal seperti Gangnam. Tips lainnya, belanja di toko kecil maupun lapak-lapak di Dongdaemun biasanya jauh lebih murah dibanding belanja di toko besar di Dongdaemun.
      Seputar waktu belanja
      Punya rencana untuk melakukan wisata belanja di Seoul? Berikut beberapa bocoran momen terbaik untuk belanja dan mendapatkan harga terbaik:
      -Salah satu waktu terbaik untuk belanja adalah pada akhir musim, atau biasanya di bulan Januari, April, Juli, Oktober, dan Desember (untuk department store). Memang sih Anda akan ketinggalan mode terkini di musim tersebut, namun disisi lain, pada akhir musim biasanya berbagai pusat perbelanjaan besar biasanya menggelar diskon khusus untuk menghabiskan stok barang.
      -Siapa sih yang nggak suka diskon? Bagi wisatawan yang ingin mengincar diskon belanja, periode diskon terpanjang biasanya terjadi sebelum dan sesudah Lunar New Year dan Chuseok. Sedangkan untuk kosmetik, biasanya ada diskon besar di akhir tahun.
      -Jakarta boleh punya Jakarta Great Sale. Seoul pun memiliki 2 event diskon besar-besaran, yaitu Seoul Summer Sale dan Korea Grand Sale (di musim dingin). Yang hobi berburu diskonan, jangan lewatkan kedua event diskon tersebut yah.
      Seputar tips menawar
      -Nggak menguasai bahasa Korea namun ingin mencoba tawar menawar? Biasanya sih bahasa Inggris dasar sudah cukup kok, jadi jangan terlalu takut untuk belanja di lapak tradisional yah.
      -Jika membeli di lapak pinggir jalan (seperti mobile kiosk maupun pedagang tenda), selalu usahakan untuk menawar jauh dibawah harga yang ditawarkan baru naikkan penawaran sedikit demi sedikit (misalnya bisa mulai dengan menawar setengah harga jual). Soalnya jika selisihnya tak begitu banyak, biasanya pedagang akan langsung mengiyakan padahal Anda masih bisa menawar lebih jauh lagi.
      -Sulit untuk tawar menawar? Setidaknya mintalah barang gratisan sebagai bonus. Misalnya, jika membeli 3-4 gantungan kunci, mintalah 1 untuk bonus. Atau jika membeli beberapa potong baju, minta 1 baju secara cuma-cuma, dan seterusnya. Jika pemilik toko/lapak tidak mau memberikan barang gratisan, lebih baik bersikap seolah akan pindah toko saja.
      -Tips lain bagi yang ingin berbelanja di lapak non-toko atau belanja di toko kecil. Jika Anda gagal menawar harga, pindahlah ke lapak sebelah dan sebutkan harga terakhir di toko saingan (untuk barang yang sama). Biasanya toko yang baru dimasuki akan memberikan penawaran khusus untuk Anda.
      Seputar harga dan metode pembayaran
      -Untuk metode pembayaran tak jauh beda dengan di Indonesia. Pedagang lapak kecil biasanya hanya menerima cash, sementara vendor besar menerima pembayaran menggunakan berbagai kartu kredit.
      -Jika ada keperluan dengan bank (misalnya ingin menukar uang), ingatlah selalu jam operasional biasanya antara pukul 09.30-16.30 Senin-Jumat.
      -Untuk wisatawan asing, di Seoul ada lho kebijakan Tax Refund yang berlaku di beberapa toko tertentu. Kapan-kapan akan saya bahas beserta ulasan tentang freepass khusus untuk wisatawan yang hobi shopping.
      Seputar ukuran baju
      Sudah jadi rahasia umum jika fashion menjadi barang favorit untuk diburu saat belanja ke Seoul. Berikut beberapa tips untuk membantu Anda memilih baju yang tepat:
      -Jika memang sudah berniat akan belanja baju, sebelum pergi ke Korea Selatan, ketahui dulu ukuran baju Anda dalam ukuran Korea. Biasanya ukuran ditampilkan centimeter, kecuali untuk ukuran pinggang ditampilkan dalam inchi.
      -Beda lagi dengan ukuran sepatu. Biasanya ukuran sepatu ditampilkan dalam milimeter. Jadi agar lebih pasti, sebaiknya usahakan mencoba dulu setiap barang fashion yang akan dibeli.
      -Biasanya, orang asing susah menemukan ukuran baju yang tepat di Korea Selatan (terutama untuk bigsize, karena ukuran baju Korea kecil-kecil). Bagi yang kesulitan dengan ukuran ala Korea, cobalah berbelanja di daerah Itaewon yang sangat dikenal sebagai distrik multikultural.
      ***
      Kurang lebih demikian beberapa tips yang bisa saya bagikan. Jika ada yang mau menambahkan, boleh banget. Oya, saya juga pernah berbagi info seputar shopping guide di Jepang, monggo dibaca-baca juga (lihat disini: Japan Shopping Guide: Tokyo Area, Japan Shopping Guide: Kyoto Area, Khusus Shopaholic, Panduan Dasar Wisata Belanja di Jepang)
    • By vie asano
      Saya sudah beberapa kali membahas tentang aneka kartu multifungsi yang berlaku di Korea Selatan, mulai dari T-Money (baca: Kenalan Dengan T-Money, Kartu Transit Multifungsi di Seoul 1 dan 2), T-Money M-Pass (baca: T-Money M-Pass vs T-Money, Mana Yang Lebih Oke?), serta tentang Seoul Citypass dan Seoul Citypass Plus (baca: Seoul City Pass VS Seoul Citypass Plus, Pilih Mana?). Nah, berhubung 2 hari kemarin saya fokus menulis tentang panduan wisata belanja di Seoul (baca: Shopping Guide: Belanja Dimana? dan Seoul Shopping Guide: Tips & Trick), maka kali ini saya akan menginformasikan sebuah kartu multifungsi bagi shopaholic yang memang berniat untuk wisata belanja di Seoul: Korea Pass.
      Sekilas tentang Korea Pass

      Korea Pass merupakan sebuah kartu khusus untuk turis asing yang hobi belanja. Sebetulnya kartu ini mirip-mirip dengan T-Money dan T-Money M-Pass. Bedanya, Korea Pass menawarkan diskon khusus untuk berbelanja di berbagai tempat yang terafiliasi dengan kartu ini (detail bisa dilihat di bagian keuntungan). Tak hanya berfungsi sebagai kartu diskon, kartu ini juga bisa digunakan sebagai kartu transportasi lho. Seru kan? Oya, Korea Pass ini terdiri dari 2 tipe: Korea Pass – Basic Type dan Korea Pass - Busan. Yang akan saya bahas lebih lanjut hanya Korea Pass Basic type saja yah.
      Keuntungan membeli Korea Pass
      Di atas sebetulnya sudah disinggung jika salah satu keuntungan membeli Korea Pass adalah mendapatkan diskon di berbagai tempat yang terafiliasi oleh kartu ini. Wisatawan juga akan mendapat panduan untuk turis dan kumpulan kupon diskon saat mmbeli kartu ini. Secara lebih detail, berikut sebagian informasi besaran diskon yang bisa didapat menggunakan Korea Pass:
      Wisata dan hiburan (diskon 5-30%): N Seoul Tower, Korea House, National Museum of Korea, Nanta, 63 City, Lotte World, Drawing Show: HERO, Lotte Cinema (65 cabang), dan lain-lain.
      Belanja (diskon 5-10%): Lotte Duty Free (9 cabang), Lotte Mart (90 cabang), 7-Eleven (4000 cabang), Lotte Super, Lotte Department Store, dan lain-lain.
      Akomodasi (diskon 10-30%): Lotte Hotel (5 cabang)
      Penukaran mata uang (rate khusus antara 30-50%): Hana Bank
      Makan dan minum (diskon 10-30%): TGIF, Lotteria, Korea House, dan lain-lain.
      Kecantikan dan kesehatan (diskon 10%): Zen Hair Salon, Bella Skin Care, dan lain-lain.
      Itu baru sebagian keuntungan diskon yang bisa di dapat dengan membeli Korea Pass. Kalau semuanya ditulis, daftarnya bisa sangat panjang karena ada lebih dari 6000 tempat yang berafiliasi dengan kartu ini.
      Tambahan lain, kartu ini juga memiliki fungsi sebagai kartu transportasi. Namun fungsi sebagai kartu transportasi baru bisa diaktifkan jika saldonya diisi ulang menggunakan berbagai mesin isi ulang yang ada di stasiun subway maupun tempat lainnya (antara lain: 7-Eleven, kios khusus, dan tempat-tempat yang memasang logi “Cashbee: maupun “Mybiâ€). Jadi nominal penggunaan untuk kartu transportasi berbeda dengan nominal kartu (lihat bagian harga kartu).
      Dimana tempat membeli Korea Pass
      -Di tempat penjualan Korail yang ada di bagian Imigrasi sebelah barat dan timur di Incheon International Airport. Btw, bagi yang akan wisata ke Korea Selatan, Korail ini menarik untuk diketahui lebih lanjut lho. Kapan-kapan saya ulas terpisah yah.
      -Di Lotte Mart dan 7-Eleven di seluruh Seoul.
      -Di Korea Tourism Organization Headquarters B1. Alamatnya bisa dicek disini: Wajib Tahu: Aneka Tourist Information Center di Seoul.
      -Gimhae International Airport.
      -Khusus untuk Korea Pass: Busan Card, kartunya bisa dibeli di Lotte Mart dan 7-Eleven yangn ada di Busan, serta di Busan International Ferry Terminal dan KTX Busan Station.
      Seputar masalah harga
      Diluar tipe Korea Pass: Basic Type dan Korea Pass: Busan, kartu ini bisa dibagi dalam 2 kategori: pre-paid cards dan check cards. Pre-paid cards memiliki pilihan nominal KRW50000*, KRW100000*, KRW300000*, dan KRW500000*. Sedangkan check cards khusus bagi orang asing yang menetap di Korea dan sudah mendapat ‘Alien Registration Number.
      Prosedur refund
      Sama seperti kartu pass lainnya yang berlaku di Seoul dan Korea Selatan, Korea Pass ini juga bisa di refund lho jika sudah selesai digunakan. Jadi nggak harus menghabiskan seluruh saldo yang ada di kartu itu, karena sisa saldo bisa dikembalikan dalam bentuk tunai. Secara prinsip, berikut prosedur refund yang bisa ditempuh:
      Untuk merefund saldo dari kartu pre-paid
      -Jika nominalnya kurang dari 20% dari nominal awal kartu, refund bisa dilakukan di Global Tax Free booth dan seluruh cabang 7-Eleven yang menjual Korea Pass. Oya, untuk kategori ini tidak ada charge tambahan yang dikenakan bagi pemilik kartu.
      -Jika noinalnya lebih dari 20% dari nominal awal kartu, ada charge 5% dari sisa nominal yang akan dibebankan pada pemilik kartu. Proses refund ini hanya bisa dilakukan di Global Tax Free booth saja.
      Sedangkan jika ingin me-refund sisa deposit kartu transportasi, bisa dilakukan di 7-Eleven maupun Global Tax Free booth yang ada di seluruh Korea, dengan dipotong biaya sebesar KRW500*. Untuk Korea Pass: Busan Card, penukaran sisa deposit kartu transportasi bisa dilakukan di Busan. Tepatnya di berbagai convenience store yang berafiliasi dengan Mybi, seperti 7-Eleven, GS25, dan Family Mart. Bisa juga dilakukan di Global Tax Free Booth.
      Tambahan informasi, Global Tax Free booth terdapat di tempat-tempat berikut ini:
      [seoul] Lantai 5 Doota di Dongdaemun, kamar nomor 1007 di Hotel President, dan Incheon International Airport lantai 3 (di dekat Gate 28).
      [busan] Gimhae International Airport lantai 2.
      Demikian sekilas info tentang Korea Pass. Bagi traveller yang memang berniat untuk wisata belanja di Seoul dan kota lain di Korea Selatan, boleh mempertimbangkan untuk melirik kartu ini. Semoga informasinya bermanfaat.
    • By vie asano
      Lho, kok sunrise festival? Bukannya kemarin sudah menulis tentang festival bulan Desember? Harusnya sekarang festival bulan Januari dong?
      Kalau mengikuti alur yang biasa, ya, harusnya saat ini giliran kalender festival di bulan Januari. Tapi tunggu, jangan buru-buru pindah bulan dulu. Sebetulnya, di bulan Desember masih ada event menarik selain yang sudah saya tulis disini. Hanya saja, karena event tersebut berlangsung di beberapa tempat namun memiliki tema yang mirip-mirip satu dengan lainnya, akan lebih baik jika saya ulas dalam sebuah rangkuman tersendiri.
      Sunrise festival. Sudah bisa ditebak ya jika festival tersebut pasti ada hubungannya dengan sunrise, a.k.a matahari terbit. Tentunya bukan sembarang matahari terbit, karena Sunrise Festival ini merupakan kegiatan untuk menikmati terbitnya matahari pertama di tahun baru. Dengan kata lain, sunrise festival ini merupakan salah satu cara lain untuk merayakan tahun baru. Sunrise festival ini rata-rata dilangsungkan mulai tanggal 31 Desember, dan baru berakhir pada tanggal 1 Januari. Dimana saja lokasi sunrise festival tersebut? Berikut bocorannya:
      Ulsan Ganjeolgot Sunrise Festival
      Lokasi: Daesong-ri Ganjeolgot
      Alamat: 39-2, Ganjeolgot 1-gil, Seosaeng-myeon, Ulju-gun, Ulsan
      Akses: dari Ulsan Intercity Express Bus Terminal, naik bus 715 ke Ganjeolgot
      Lokasi festival ini adalah di Ganjeolgot Cape yang sudah sangat dikenal sebagai salah satu tempat terbaik untuk menikmati sunrise. Ada berbagai acara menarik yang digelar mulai matahari terbenam pada tanggal 31 Desember, seperti aneka pertunjukan hiburan, pertunjukan kembang api, dan lain-lain. Wisatawan juga bisa menikmati tteokguk, hidangan khas tahun baru ala Korea.
      Homigot Sunrise Festival
      Lokasi: Homigot Sunrise Square
      Alamat: Daebo-ri, Daebo-myeon, Nam-gu, Pohang-si, Gyeongsangbuk-do
      Akses: dari Pohang Intercity Bus Terminal, naik Bus 200 dan turun di Guryongpo. Dari sana, naik bus menuju Homigot.
      Daerah Homigot merupakan daerah paling timur dari Korean Peninsula, sehingga otomatis area ini menjadi salah satu yang pertama kali mendapat matahari terbit di Korea Selatan. Ada banyak acara menarik yang digelar pada festival ini, seperti menikmati tteokguk, menerbangkan layang-layang, menerbangkan balon, dan lain-lain.
      Maryangpo Sunset & Sunrise Festival
      Lokasi: Maryangpo Port
      Alamat: 56, Seoin-ro, Seo-myeon, Seocheon-gun, Chungcheongnam-do
      Akses: dari Stasiun Yongsan, naik kereta ke Stasiun Seocheon
      Daerah Maryang-ri ini merupakan salah satu tempat terbaik untuk menikmati matahari terbit dan terbenam sekaligus, terutama sejak 60 hari sebelum dan sesudah tanggal 22 Desember. Itu karena pada hari tersebut, matahari akan terlihat terbit dan tenggelam di tempat yang sama. Bagi yang ingin menyaksikan fenomena unik tersebut, bisa langsung meluncur ke Maryangpo Sunset & Sunrise Festival.
      Jeongdongjin Sunrise Festival
      Lokasi: Jeongdongjin Sandglass Park
      Alamat: Jeongdongjin2-ri, Gangdong-myeon, Gangneung-si, Gangwon-do
      Akses: dari Gangneung Express Bus Terminal, naik bus 109 ke Jeongdongjin.
      Jeongdongjin populer karena pernah menjadi lokasi shooting drama populer berjudul Sandglass. Diluar fakta tersebut, tak heran jika Jeongdongjin menarik untuk dikunjungi karena tempat ini memang sangat indah: pohon pinus, lautan berwarna biru, serta karang yang indah. Karenanya, tak heran jika tiket ‘Sunrise Train’ menuju Jeongdongjin selalu ludes jauh-jauh hari sebelum periode festival.
      Seongsan Sunrise Festival
      Lokasi: Seongsan Ilchulbong area
      Alamat: Jeju Special Self-governing Province Seogwipo-si Seongsan-eup
      Akses: dari Jeju International Airport, naik bus 100 ke Jeju Intercity Bus Terminal. Dari sana, naik intercity bus menuju Ilju Road (east). Turun di pintu masuk Seongsan Ilchulbong.
      Festival ini diselenggarakan di pulau tropis paling populer di Korea Selatan, yaitu pulau Jeju. Tepatnya, festival ini diadakan di Seongsan Ilchulbong yang populer dengan sebutan Sunrise Peak, karena tempat ini memang menjadi tempat paling favorit untuk menikmati matahari terbit di pulau Jeju. Ada banyak aktifitas seru selama periode festival, seperti pertunjukan hiburan yang disisipi dengan acara hitung mundur ke detik-detik tahun baru, festival kembang api, aneka permainan tradisional, dan lain-lain.
      Yeosu Hyangiram Sunrise Festival
      Lokasi: Impo Village (Hyangiram) area
      Alamat: Yullim-ri, Dolsan-eup, Yeosu-si, Jeollanam-do
      Akses: dari Yeosu Intercity Bus Terminal, naik bus 111 atau 113 ke Hyangiram Hermitage.
      Ada yang istimewa dari sunrise festival yang satu ini. Lokasi festivalnya berada tepat di kawasan bersejarah Hyangiram Hermitage (dibangun tahun 644), membuat suasana festival yang digelar semalam suntuk ini terasa lebih berkesan. Lebih istimewa lagi karena Hyangiram sendiri memang memiliki makna “pertapaan yang menghadap matahariâ€, sehingga wisatawan betul-betul diajak untuk meresapi suasana di Hyangiram Hermitage yang sebenarnya.
      Gyeongpo Sunrise Festival
      Lokasi: Gyeongpodae Beach
      Alamat: Gangwon-do Gangneung-si Jeo-dong
      Akses: dari Gangneung Bus Terminal/Stasiun Gangneung, naik Bus 202 ke Gyeongpodae
      Festival ini termasuk festival tahunan yang rutin digelar di kota Gangneung. Tepatnya di Gyeongpodae, yang mana di tempat ini wisatawan bisa menikmati keindahan matahari terbit. Untuk memeriahkan suasana, festival ini juga dimeriahkan dengan berbagai acara lainnya, seperti festival kebudayaan, kembang api, dan tentu saja hitung mundur menuju pergantian tahun.
      ***
      Kurang lebih itulah aneka sunrise festival yang bisa saya kumpulkan. Oya, sebetulnya tidak hanya Korea yang memiliki tradisi menikmati terbitnya matahari pertama, lho. Bangsa Jepang juga memiliki tradisi serupa, dan mungkin malah lebih heboh karena matahari dan dewa penguasa matahari pada kedudukan yang tinggi dalam kepercayaan mereka. Untuk versi budaya tahun baru ala bangsa Jepang (termasuk aktifitas menikmati sunrise pertama), bisa baca tulisan saya disini. Semoga bermanfaat!
      ***
      PS: foto-foto menyusul yah, karena koneksi lagi super selow.. >_<
      ***
      Baca juga:
      Winter in Korea: Apa, Kenapa, dan Bagaimana
      Winter in Korea: Kalender Festival Desember
      Winter in Korea: Sunrise Festival
      Winter in Korea: Kalender Festival Januari + Februari
      Winter in Korea, Saatnya Main Salju!
      Winter in Korea dan Serunya Wisata Hot Spring
      Winter in Korea, Kulineran Yuk!

    • By vie asano
      Sejauh yang saya ingat, saya sudah menulis tentang negara Jepang, Belanda, Maldives, dan saat ini lagi enjoy jalan-jalan ke Korea Selatan. Dari seluruh negara tersebut, selain Belanda, saya sudah berbagi info beberapa alternatif agar travelling lebih berkesan. Maksudnya, travelling-nya nggak sekedar pergi ke suatu tempat, jalan-jalan, lalu pulang; namun sekaligus memungkinkan untuk kontak langsung secara lebih intensif dengan penduduk setempat dengan cara tinggal bersama mereka. Contohnya, saya sudah berbagi tentang WWOOF Japan dan program homestay sejenis lainnya. Program-program tersebut menawarkan kesempatan untuk kerja part time sekaligus homestay di rumah host. Sedangkan untuk Maldives saya sudah sharing info bagaimana caranya menjadi relawan di Maldives. Dan saat ini saya ingin berbagi tentang sebuah program bernama Koreastay.
      Apa itu Koreastay?
      Koreastay merupakan program homestay resmi yang dikelola oleh Korea Tourism Organization (KTO). Pada intinya, program ini bertujuan untuk memfasilitasi wisatawan asing yang ingin merasakan hidup bersama keluarga Korea (selanjutnya disebut host), sehingga wisatawan dapat mengenal dan mempelajari langsung kehidupan ala Korea yang sebenarnya.
      Apa keuntungan mengikuti program Koreastay?
      Jika travelling dengan cara biasa, paling-paling yang akan di dapat adalah pengalaman melihat-lihat tempat wisata baru. Mengingat Koreastay merupakan program homestay, ada beberapa keuntungan tersendiri jika mengikuti program ini.
      1.Ada kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan keluarga asli Korea, sehingga terbuka kesempatan yang sangat luas untuk belajar bahasa dan budaya khas Korea dalam praktek kehidupan sehari-hari.
      2.Kesempatan untuk merasakan kuliner ala rumahan dalam lingkungan keluarga.
      3.Kesempatan untuk menjalin persahabatan dengan orang baru (khususnya keluarga host), sesuatu yang belum tentu bisa didapat jika menginap di hotel.
      4.Keuntungan lainnya adalah faktor pengalaman ekstra. Kapan lagi Anda bisa tinggal di rumah keluarga Korea kalau tidak melalui aktifitas homestay, dengan pengecualian jika punya teman/saudara di Korea yah.
      Cara mengikuti Koreastay?
      Tertarik ingin mencoba program ini? Berikut beberapa langkah yang harus ditempuh:
      1.Memilih host yang diinginkan. Caranya dengan masuk ke website resmi Korea Stay dan gunakan fasilitas pencarian host. Sebelumnya, daftar dulu jadi member di website tersebut yah.
      2.Prosedur pencarian host bisa menggunakan wilayah, maupun pencarian yang lebih mutakhir. Secara garis besar, berikut beberapa hal yang harus dipikirkan sebelum memilih host:
      a.Pilih daerah yang diinginkan. Dalam hal ini, saya beri contoh provinsi Gyeonggi, khususnya di kota Seoul.
      b.Pilih host yang lokasinya berada di daerah yang diminati. Misalnya saja, jika suka belanja, maka bisa memilih host yang berlokasi di daerah Myeongdong, Jongno, maupun Itaewon. Sedangkan jika lebih suka berada di dekat sungai Han, bisa memilih host yang berada di daerah Gangnam, Mapo, Yangcheon, Seongdong, dan sebagainya.
      c.Saring lagi nama host dengan melihat penawaran yang diajukan oleh host. Misalnya saja, apakah jenis rumahnya apartemen, hanok (rumah tradisional), rumah biasa, dan sebagainya.
      d.Teliti lagi fasilitas yang ditawarkan oleh host, misalnya dari tipe kamar yang ditawarkan oleh host (apakah jenis tradisional dengan lantai yang menggunakan sistem pemanas, single room, twin room, dan sebagainya) serta adanya fasilitas tambahan seperti Wi-Fi. Oya, perhatikan juga detail jumlah anggota keluarga dan jumlah anak yang dimiliki oleh host, karena tidak semua wisatawan menyukai anak-anak.
      2.Setelah cocok, cek tersedianya kamar pada tanggal yang diinginkan. Jika ada, Anda bisa langsung melakukan reservasi.
      3.Jika host menyetujui, lakukan konfirmasi reservasi dengan menyertakan nomor passport. Jika diperlukan, lampirkan juga copy tiket pesawat terbang.
      4.Setelah prosedur konfirmasi selesai dilakukan, jalin kontak dengan host (pada saat ini jelaskan jika Anda tidak bisa mengkonsumsi makanan tertentu atau jika ada detail lainnya). Tentukan waktu dan tempat dimana akan bertemu dengan host untuk pertama kalinya (biasanya di Stasiun maupun dijemput di bandara). Oya, jangan lupa minta nomor telepon host agar tidak menyulitkan saat waktu ketemuan.
      5.Pada waktu yang ditentukan, bertemu dengan host dan lakukan pembayaran.
      Berapa biaya yang harus dibayarkan?
      Biaya antara satu host dengan lainnya bervariasi, namun untuk range harga kira-kira kisaran KRW30000*-60000*/kamar/malam. Biaya ini sudah termasuk dengan sarapan pagi. Namun jika diinginkan, Anda bisa meminta fasilitas tambahan seperti makan malam atau bantuan untuk menjadi guide ke tempat-tempat tertentu. Tentunya ada biaya ekstra yang dibutuhkan, dan semua kembali lagi pada host masing-masing.
      Apakah range harga untuk homestay tersebut terbilang mahal? Silahkan bandingkan sendiri dengan tipe Akomodasi Hemat di Korea Selatan lainnya (klik hyperlink). Jika dibandingkan dengan Jjimbang, jelas homestay lebih mahal. Namun jika dilihat dari faktor kenyamanan dan keuntungan lain yang bisa didapat, rasanya biaya tersebut sangat reasonable.
      Aman nggak host-nya?
      KTO menjamin setiap host yang terdaftar sudah melalui serangkaian prosedur verifikasi yang ketat. Host tidak boleh memiliki catatan kriminal, bukan penginapan komersial, dan tidak memiliki anggota keluarga yang sudah tua. Host juga dipilih yang memiliki fasilitas rumah yang cukup baik dan memenuhi syarat, tempat tinggal di area perumahan, peduli akan kebersihan, tidak begitu jauh dari transportasi publik, dan memiliki toleransi dengan budaya lain. Host juga wajib menguasai minimal bahasa Inggris (setidaknya satu anggota keluarganya), dan beberapa host malah menguasai multi bahasa seperti Cina dan Jepang. Tak hanya sebatas mem-verifikasi, KTO juga menjamin adanya prosedur monitoring yang cukup ketat dan teratur untuk menjamin kualitas para host.
      Etika yang wajib diketahui
      Berikut beberapa etika standar yang perlu diketahui saat menginap di rumah host.
      1.Saat makan, usahakan untuk makan bersama keluarga host karena budaya setempat memang memiliki tradisi makan bersama. Jika tidak bisa ikut makan bersama, selalulah memberi kabar terlebih dulu.
      2.Sebisa mungkin bersihkan sendiri tempat tidur, bekas mandi, maupun bekas makan Anda, sekalipun host akan melakukannya untuk Anda.
      3.Hormatilah privasi dan aturan yang berlaku di rumah host. Misalnya saja jangan masuk ke kamar lain tanpa ijin, jangan menggunakan sepatu di dalam rumah, jangan mengajak teman lain untuk menginap tanpa seijin host, dan lain-lain. Hormati juga jam malam yang berlaku di rumah host.
      4.Jika ada yang masih kurang jelas dalam hal peraturan, budaya setempat, dan lain-lain, jangan ragu untuk bertanya pada host. Tidak usah sungkan atau malu, karena mereka yang menjadi host adalah orang-orang yang suka berbagi budaya setempat dengan orang lain.
      Sebetulnya masih ada beberapa etiket lainnya, namun kapan-kapan saya bahas lebih detail lagi dalam tulisan terpisah. Mudah-mudahan informasinya bermanfaat.
      Tambahan informasi
      Jika membutuhkan informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kontak berikut ini:
      Tourism Quality Improvement Team/Koreastay
      Telp: +82-2-729-9640
      Email: koreastay@knto.or.kr
    • By vie asano
      Oppa Gangnam Style
      Akhir-akhir ini putri cilik saya lagi gandrung banget dengan lagu Gangnam Style yang dipopulerkan oleh Psy. Agak telat sih, karena lagu Gangnam Style sebetulnya mencapai puncak popularitasnya beberapa waktu silam. Saking populernya, pada masa itu lagu Gangnam Style selalu terdengar setiap kali masuk ke berbagai pusat perbelanjaan, mulai dari level mini market hingga hypermarket. Pindah ke tempat lain, ketemu lagi dengan lagu Gangnam Style. Belum lagi koreografi ala naik kuda yang viral banget, sampai-sampai teman saya ada yang berpendapat “nggak gaul kalau nggak bisa nari Gangnam Styleâ€. Sayangnya saya termasuk golongan nggak gaul itu, hehe.
      Bicara soal Gangnam, sedikit intro sudah saya tulis saat menulis tentang Guryong. Namun saya rasa masih banyak yang belum ngeh apa itu Gangnam. Atau malah mungkin ada yang seperti teman saya lainnya, yang salah mengartikan Gangnam dengan Gang Enam? Daripada panjang lebar, yuk lah mari kita jalan-jalan ke Gangnam.
      Sekilas tentang Gangnam
      Gangnam adalah nama sebuah distrik yang ada di kota Seoul, ibu kota Korea Selatan. Nama Gangnam sendiri secara literal dapat diterjemahkan sebagai “di selatan sungai Hanâ€. Secara geografis, posisi persisnya distrik ini berada di bagian tenggara kota Seoul, dan wilayahnya berbatasan dengan Tancheon di sebelah timur, Songpa-gu dan Seocho-gu di sebelah barat, Seongnam-si di sebelah selatan, dan Seongdong-gu dari sungai Han di sebelah utara.
      Foto 01:
      (a.) Gangnam dilihat dari udara [foto: Brücke-Osteuropa/wikimedia], (b.) Posisi Gangnam di Seoul [foto: Kurykh/wikimedia], (c.) Pembagian wilayah di Gangnam [foto: 장길산 /wikimedia]
      Sejarah singkat
      Jauh sebelum distrik Gangnam terbentuk, tepatnya pada Periode Joseon (1392-1897), di daerah tersebut sudah ada area yang bernama Gwangju-gun dan Gwacheon-gun. Kedua daerah tersebut kemudian mulai melebur sejak dibentuknya Seoul Metropolitan Government pada tahun 1963, dan akhirnya menjadi distrik Gangnam. Saat ini, dari 25 distrik yang ada di Seoul, Gangnam merupakan distrik dengan luas area terbesar ke-3 (totalnya 39,5 kilometer persegi) dan distrik dengan populasi terbanyak ke-4 (sebanyak 527,641 jiwa per-2010). Gangnam sendiri dibagi lagi ke dalam 22 lingkungan/wilayah yang lebih kecil dan disebut dong.
      Foto 02 (a-d):
      Gangnam [foto: Duesride/wikimedia, JoopDorresteijn/wikimedia, Yoshi/wikimedia, Francisco Anzola/wikimedia]
      Oya, jangan tertukar antara Gangnam dengan Greater Gangnam Area yah. Jika menyebut nama “Gangnamâ€, berarti yang dimaksud adalah distrik Gangnam saja. Sedangkan jika yang disebut adalah Greater Gangnam Area, maka istilah itu mengacu pada distrik Gangnam dan 2 distrik lain disekitarnya (yaitu distrik Seocho dan distrik Songpa) yang membentuk area sendiri dengan luas total wilayah mencapai 120 kilometer persegi (kurang lebih 15% dari total populasi Seoul).
      Gangnam saat ini
      Saat ini, Gangnam dan Greater Gangnam Area dikenal sebagai salah satu wilayah elit di Seoul dan di Korea Selatan. Jika dibandingkan dengan kota lain, kira-kira setara dengan Beverly Hills di California serta Ginza di Jepang. Buktinya adalah harga tanah di Gangnam yang semakin melambung, bisa mencapai 3,5 kali dari rata-rata harga tanah se-Korea Selatan. Untuk perbandingan yang lebih ekstrim, harga tanah di seluruh wilayah Gangnam setara dengan harga tanah di seluruh kota Busan yang merupakan kota terbesar kedua di Korea Selatan. Jadi bisa dibayangkan kan seberapa elit kawasan Gangnam ini?
      Foto 03 (a-d):
      Gangnam [foto: Piotrus/wikimedia, Cherry Blossom OK/wikimedia, Joop/wikimedia, Francisco Anzola/wikimedia]
      Yang seru dari Gangnam
      Pertanyaannya, kenapa daerah Gangnam bisa menjadi distrik elit? Dan sebetulnya di Gangnam ada apa? Yang paling utama, Gangnam ini menjadi salah satu pusat bisnis terkemuka di Korea Selatan. Pusat bisnis ini terutama terletak di sekitar Teheranno (alias Tehran Street) yang membentang timur-barat dari Stasiun Gangnam ke Stasiun Samseong.
      Foto 04 (a-d):
      Tehran Street [foto: Pac2pac/wikimedia, Deiz/wikimedia, Patriotmissile/wikimedia, Patriotmissile/wikimedia]
      Gangnam juga menjadi rumah bagi berbagai perusahaan hiburan besar seperti SM Entertainment, Cube Entertainment, JYP Entertainment, dan banyak lagi. Gangnam juga dikenal memiliki sekolah-sekolah dengan standar pendidikan yang sangat tinggi sehingga memacu kompetensi tinggi untuk masuk ke univesitas terkemuka di Korea Selatan. Konon 6% mahasiswa di Seoul National University, salah satu universitas terbaik di Korea Selatan, berasal dari Gangnam. Prosentase siswa di Gangnam yang melanjutkan sekolah ke luar negeri pun jauh lebih besar dibanding prosentase siswa di seluruh Korea Selatan.
      Foto 05:
      (a.) Gedung SM Entertainment [foto: Michaela den/wikimedia], (b.) Gangnam University [foto: 안우ì„/wikimedia], (c.) Daemyeong Middle School di Gangnam [foto: Ins9759/wikimedia], (d.) Gangnam Library [foto: Leedors527/wikimedia]
      Selain dikenal sebagai pusat bisnis dan pendidikan, Gangnam juga dikenal sebagai pusat hiburan dan belanja. Terdapat berbagai pusat perbelanjaan kelas atas seperti Cheongdam-dong, Apgujeong, dan COEX Mall. Ingin mencoba main di kasino? Di COEX Shopping Complex ada Seven Luck Casino yang bisa dicoba. Untuk hiburan keluarga, ada COEX Aquarium. Menariknya, Gangnam juga dikenal sebagai salah satu tempatnya wisata museum, budaya, dan wisata alam lho. Beberapa museum yang bisa ditemukan disini antara lain Kimchi Field Museum dan Simone Handbag Museum. Untuk kuil, Bongeun yang lokasinya tak jauh dari COEX Mall menjadi salah satu yang terfavorit untuk dikunjungi. Sedangkan beberapa tempat bernuansa alam yang bisa dikunjungi di Gangnam ini antara lain Dosan Park, Yangjae Stream, hingga sungai Han (1, 2).
      Foto 06:
      (a.) Apjugeong [foto: Abasaa/wikimedia], (b.) COEX Mall [foto: Kanzelberger/wikimedia], (c.) Bongeunsa [foto: Gaël Chardon/wikimedia], (d.) Dosan Memorial Park [foto: Daderot/wikimedia]
      Masih banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi di Gangnam yang belum saya sebut di atas. Misalnya saja, Gangnam juga populer sebagai tempatnya restoran papan atas lho. Gangnam juga populer dengan bioskop dan toko bukunya. Belum lagi di distrik ini ada beberapa festival populer seperti Gangnam Fashion Festival, dan International Peace Marathon. Hmm, mungkin lain kali saya coba susun dalam bentuk itinerary wisata saja ya.
      Cara mengakses Gangnam
      Berniat main ke Gangnam? Salah satu cara terbaik untuk mengakses distrik ini adalah melalui Stasiun Gangnam (via Seoul Subway Line 2), dan keluar di Exit 10 atau 11. Namun distrik ini juga dilayani oleh beberapa jalur lainnya seperti Seoul Subway Line 3, Seol Subway Line 7, Seoul Subway Line 9, Bundang Line, dan Shinbundang Line.
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
    • By vie asano
      Masih seputar yang hemat-hemat dari Korea Selatan. Dalam rangka mencicil janji tulisan yang ternyata sudah mulai menumpuk, kali ini saya ingin melunasi dulu janji tulisan tentang aneka obyek wisata gratisan di Korea Selatan. Berhubung Seoul masih menjadi kota tujuan wisata favorit dari seluruh kota yang ada di Korea Selatan, jadi yang saya sharing aneka wisata gratis yang ada di Seoul dulu yah.
      Aktifitas wisata 1: Eksplorasi distrik tertentu
      Budget untuk wisata sangat terbatas? Nggak ada budget untuk masuk ke taman bermain seperti Lotte World (1, 2, 3) maupun untuk ikutan tur seperti Seoul City Tour Bus dan Gangnam City Tour Bus? Nggak perlu sedih. Salah satu tips paling wahid bagi budget traveller agar tetap bisa menikmati suasana wisata tanpa harus jadi kere adalah…… dengan melakukan eksplorasi pada distrik/kawasan tertentu. Bahasa lainnya, jalan-jalan dan window shopping di kawasan populer di Seoul.
      Seoul punya banyak distrik yang wajib masuk dalam daftar wisata. Misalnya saja Gangnam, distrik yang dipopulerkan oleh Psy lewat lagunya yang berjudul Gangnam Style. Berfoto di depan Stasiun Gangnam sudah cukup jadi bukti Anda telah mengunjungi distrik paling elit di Seoul tersebut. Lumayan kan untuk pamer-pamer doang? Jika ingin sambil cuci mata, Apgujeong Rodeo Street dan Chungcheongdam di Gangnam terkenal akan butik kelas atas yang bisa membuat ngiler hanya dengan melihat-lihat area pajangannya saja.
      Foto 01:
      (a.) Gangnam district [foto: Duesride/wikimedia], (b-d.) Apgujeong [foto: Abasaa/wikimedia, karendotcom127/flickr, jgmarcelino/flickr]
      Distrik lain yang direkomendasikan untuk dijelajahi adalah Myeongdong, sebuah distrik fashion paling tersohor di Seoul. Kawasan populer lainnya adalah Dongdaemun yang dikenal sebagai salah satu distrik komersial terbesar dan populer sebagai surga belanja. Lalu ada Insadong yang populer sebagai distrik budaya; Hongdae yang dikenal sebagai tempatnya kehidupan malam untuk anak muda; dan Itaewon yang dipenuhi dengan berbagai toko, klub, dan restoran trendi.
      Foto 02:
      (a.) Myeongdong [foto: Adria¡n Perez/flickr], (b.) Dongdaemun [foto: Mroach/wikimedia], (c.) Insadong [foto: Nathan Wilson/wikimedia], (d.) Hongdae [foto: Michaela Den/wikimedia]
      Sedangkan jika suka dengan suasana tradisional, di Seoul juga ada beberapa kawasan yang masih terjaga suasana kuno-nya seperti Bukchon Hanok Village. Anda tidak akan dipungut biaya jika berjalan-jalan saja di kawasan yang berada di antara Gyeongbokgung Palace dan Changdeokgung Palace ini. Tiket baru diperlukan jika ingin masuk ke beberapa museum yang ada disana. Alternatif lainnya, bisa mampir dan berkunjung ke Namsangol Hanok Village.
      Foto 03 (a-d.):
      Bukchon Hanok Village [foto: Penmerahpenbiru/wikimedia, Gaël Chardon/wikimedia, Steve/wikimedia, Sakaori/wikimedia]
      Aktifitas wisata 2: Datang ke tempat wisata gratisan
      Banyak lho tempat wisata populer di Seoul yang ternyata gratis biaya tiket masuk. Salah satunya adalah The War Memorial of Korea. Tempat ini memiliki 8 area pamer yang seluruhnya gratis alias bebas tiket masuk. National Folk Museum of Korea juga bebas tiket masuk lho. Menarik dikunjungi oleh Anda-anda yang suka dengan budaya tradisional Korea. National Museum of Korea, salah satu museum nasional terbaik di Korea Selatan, juga gratis tiket masuk Anda hanya perlu membayar jika ingin pinjam alat panduan digital maupun jika ada pameran khusus.
      Aktifitas wisata 3: Ikut tour gratisan
      Sewaktu menulis tentang obyek wisata hemat di Tokyo, salah satu aktifitas yang saya rekomendasikan adalah mengikuti tour gratis menjelajahi berbagai istana kekaisaran seperti Tokyo Imperial Palace (1, 2, 3), Imperial Palace Garden (1, 2, 3), Kyoto Imperial Palace (1, 2), dan lain-lain. Nah, di Seoul juga ada tour untuk mengelilingi Cheong Wa Dae alias The Blue House (1, 2) yang merupakan kediaman Presiden Korea Selatan. Tournya gratis, namun wisatawan harus mendaftar dulu untuk bisa mengikuti tour resmi mengelilingi Cheong Wa Dae minimal 21 hari sebelum waktu yang diinginkan. Informasi tentang tour bisa baca disini.
      Masih ada lho tour gratisan lainnya di Seoul. Salah satu yang paling populer adalah Seoul Walking Tour, sebuah program wisata resmi yang dikelola oleh kota Seoul. Tour ini memiliki 9 pilihan rute untuk 7 kawasan, dan masing-masing rute akan menyinggahi tempat-tempat wisata populer dengan dipandu oleh pemandu wisata yang akan menggunakan bahasa Korea, Inggris, Jepang, ataupun Cina. Oya, tour ini sepenuhnya gratis, namun tidak termasuk dengan tiket masuk ke berbagai tempat wisata yang akan disinggahi saat tour. Informasi lebih detail saya ulas terpisah karena menarik juga nih tournya.
      Untuk alternatif tour gratisan lainnya, ada beberapa komunitas pelajar yang menyelenggarakan tour gratis. Syaratnya, Anda harus membiayai sendiri biaya pribadi seperti tiket masuk ke lokasi wisata, transportasi, dan sejenisnya. Memang sih nggak betul-betul gratis, tapi tetap jauh lebih hemat dibanding menggunakan jasa pemandu profesional. Informasi lebih lanjut bisa cek Meteor Youth dan Free Tour Seoul.
      Aktifitas wisata 4: bermain dengan alam
      Seoul memiliki banyak taman cantik yang sayang untuk dilewatkan, dan pastinya gratis tiket masuk. Misalnya saja Hangang Park, taman publik yang lokasinya tak jauh dari Hangang River, sungai yang melintasi kota Seoul. Namsan Park juga menarik untuk dikunjungi karena lokasinya yang terletak di Gunung Namsan dan juga karena faktor sejarahnya. Masuk ke taman ini sih gratis, kecuali jika ingin menggunakan fasilitas di Namsan Park seperti kereta gantung, masuk ke Maritime Aquarium, dan berbagai fasilitas lainnya. Untuk taman lainnya, ada Seoul Children's Grand Park yang juga bisa dikunjungi secara cuma-cuma, dan Olympic Park (1, 2, 3). Jika ingin lebih puas main-main dengan alamnya, kenapa nggak sekalian saja hiking? Di Seoul banyak gunung yang populer sebagai spot hiking lho, seperti Gunung Namsan.
      Aktifitas wisata 5: tempat wisata lainnya
      Namdaemun Market menjadi salah satu obyek wisata lain yang wajjib dikunjungi di Seoul. Shopping street ini menawarkan banyak benda menarik dengan harga murah meriah. Spot populer lainnya adalah Gwanghwamun Square yang terdapat di distrik Jongno. Sedangkan jika ingin jalan-jalan di malam hari, sempatkan untuk melihat-lihat Banpo Rainbow Bridge Fountain, jembatan air mancur yang konon adalah jembatan terpanjang di dunia.
      ***
      Demikian sebagian tempat wisata gratisan yang bisa saya temukan di Seoul. Saya yakin masih banyak spot gratisan lainnya di Seoul yang belum ditulis disini. Jadi kalau ada yang mau menambahkan, monggo banget.
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
    • By vie asano
      Saya ingin melanjutkan sedikit tulisan tentang aneka kartu sakti yang berlaku di Seoul. Sebelumnya saya sudah menulis tentang T-money, yang saking panjangnya, tulisannya sampai dibagi dalam bagian 1 dan bagian 2. Sekarang saya ingin berbagi informasi tentang kartu lainnya yang biasa diperlukan oleh wisatawan asing di Seoul, yaitu T-money M-Pass dan Seoul City Pass, namun saya ingin fokus dulu pada T-Money M-Pass. Apa bedanya T-money M-Pass dan T-Money biasa? Mana yang lebih menguntungkan bagi wisatawan asing? Mari simak pembahasannya berikut ini.
      Tentang T-money M-Pass
      T-money M-Pass (selanjutnya akan saya sebut dengan M-Pass saja) merupakan singkatan dari T-money Metropolitan Pass. Kartu ini sejatinya merupakan sebuah kartu transportasi yang menawarkan kesempatan untuk naik aneka transportasi umum di Seoul secara cuma-cuma, selama sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Berbeda dengan T-money yang sifatnya lebih sebagai e-money.
      Perbedaan lainnya, M-Pass ini dijual dalam sistem paketan yang terdiri dari 1 Day Pass, 2 Day Pass, 3 Day Pass, 5 Day Pass, dan 7 Day Pass. Masing-masing paket dibandrol dengan harga yang berbeda. Makin besar paketnya, makin banyak diskon yang bisa didapat sehingga jatuhnya lebih ekonomis. Untuk lebih detailnya, lihat di bagian keuntungan dan kekurangan dari M-Pass.
      Keuntungan menggunakan M-Pass
      Alasan pertama, kartu M-Pass ini merupakan kombinasi antara free pass transportasi dan kartu T-money. Jadi seandainya pun paket yang Anda beli sudah habis masa berlakunya, kartu M-Pass ini bisa digunakan sebagai kartu T-money. Syaratnya, Anda hanya perlu untuk mengisi saldonya saja.
      Alasan kedua, karena M-Pass ini dapat digunakan juga sebagai T-money, maka Anda sekaligus bisa menggunakan kartu ini di tempat-tempat yang menerima T-money (lihat disini).
      Alasan ketiga, dengan membeli M-Pass, Anda akan mendapat kupon diskon untuk masuk ke berbagai tempat wisata. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:
      -Myungdong Hanjeungmak (30%)*
      -Myungdong Mud (30%+sertifikat)*
      -Sejong Center (10%), khusus untuk performing arts*
      -Dragonhillspa (diskon KRW2000)*
      -N Seoul Tower (10%)*
      -Chongdong Theater (10%)*
      -Lotte World (10%)*
      -Sachoom Dance-Musocal (20%)*
      -diskon khusus di beberapa restoran di Myeongdong.
      -Seoul Museum of Art (gratis)
      Alasan keempat, terkadang suka ada penawaran khusus jika membeli tiket masuk ke berbagai tempat wisata menggunakan M-Pass, termasuk diskon untuk masuk ke tempat wisata lain yang belum saya tulis di atas. Info detail bisa didapat saat membeli M-Pass.
      Kekurangan dari M-Pass
      1.M-Pass ini hanya dapat digunakan maksimal 20x dalam sehari, dan hanya dapat digunakan untuk moda transportasi tertentu. Berikut daftarnya:
      -Seoul Metropolitan Rapid Transit Lines 5-8
      -Korail
      -Seoul Metropolitan City Metro Line 9
      -Korea Airport Train (Stasiun Seoul-Incheon International Airport)
      -Incheon Metro T-money M-Pass & Subway
      -Seoul Green and Blue bus
      Catat: Kartu tidak dapat digunakan untuk: Shinbundang Line (DX Line), GyeongchunLine (ITX Line), Korea Airport Express Train, dan Red Bus.
      2.Harganya relatif mahal, kecuali jika Anda berencana untuk pergi ke banyak tempat dalam durasi waktu paket pembelian M-Pass.
      3.M-Pass punya masa berlaku yang terbatas, yaitu maksimal 1 bulan sejak pembelian. Paket dihitung sejak kartu pertama diaktifkan, dan masa berlaku paket habis pada tengah malam di hari terakhir. Berbeda dengan T-money yang tidak punya masa kadaluarsa.
      Harga M-Pass
      1-Day Pass: KRW10000*
      2-Day Pass: KRW18000* (disc 10%)
      3-Day Pass: KRW25500* (disc 15%)
      5-Day Pass: KRW42500* (disc 15%)
      7-Day Pass: KRW59500* (disc 15%)
      Harga tersebut belum termasuk dengan deposit sebesar KRW4500* (refundable) dan biaya service sebesar KRW500* (non-refundable).
      Dimana bisa membeli M-Pass?
      M-Pass bisa dibeli di berbagai pusat informasi wisata di Seoul, di antaranya adalah Seoul Global Culture & Tourism Center di Myeongdong dan Gangnam Tourist Information Center. Detailnya bisa dilihat disini dan disini. Bisa juga meminta bantuan dari mobile tourist offices di Seoul. Atau jika Anda masuk ke Korea Selatan lewat Incheon International Airport, bisa membeli M-Pass di tempat-tempat berikut ini (pukul 07.00-22.00 setiap harinya):
      -Meja informasi utama yang ada di lantai kedatangan di Bandara Incheon.
      -Meja informasi utama di Bandara Incheon. Bisa hubungi nomor ini: 032-743-3270 (bagian Timur), 032-743-3272 (bagian Barat).
      Oya, saat membeli M-Pass ini Anda harus mengisi formulir khusus, karena M-Pass memang dikhususkan untuk wisatawan asing.
      Sedangkan untuk proses top-up (jika ingin menggunakan M-Pass sekaligus sebagai T-money), bisa dilakukan di tempat-tempat yang menerima top-up T-money. Bisa juga dengan melakukan top-up sendiri di berbagai stasiun. Infonya bisa dibaca disini.
      Prosedur penggunaan M-Pass
      Prosedurnya tak jauh berbeda dengan penggunaan T-money. Bisa baca di bagian ini ya.
      Prosedur refund
      Saat masa berlaku paket sudah habis dan ingin me-refund biaya deposit sebesar KRW4500* (maupun jika ingin me-refund sisa saldo jika kartu sudah digunakan sebagai T-money), proses refund bisa dilakukan di tempat-tempat berikut ini:
      -Tourist Information Center di depan Exit 5 dan 10, Lantai 1 Incheon International Airport;
      -Seoul Global Culture & Tourism Center di Myeongdong;
      -Gangnam Tourist Information Center;
      -GS25 Convenience Store.
      Kesimpulan
      Mengingat adanya batasan maksimal 20x naik aneka moda transportasi dalam waktu sehari, perlu kejelian lebih untuk mengatur itinerary wisata agar kartu bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Terlebih karena ternyata tidak semua moda transportasi bisa diakses menggunakan M-Pass. Jadi saran saya, pertimbangkan baik-baik sebelum memutuskan untuk membeli M-Pass dengan selalu merujuk pada itinerary wisata Anda. Jika tidak yakin bisa memaksimalkan jadwal, atau berniat wisata secara santai saja, disarankan untuk menggunakan T-money biasa dibanding membeli M-Pass.
      ***
      Untuk ulasan tentang Seoul City Pass, tunggu tulisan selanjutnya.
      ***
      * Harga/syarat & ketentuan dapat berubah sewaktu-waktu.