• 0
Sign in to follow this  
DianRosa

(CARI TEMAN BUAT TRIP BARENG) Bulan Oktober 2017

Question

Halo, namaku Dian. Aku ada rencana mau ke Korea Selatan bulan Oktober 2017 nanti. Rencananya sih mau beli tiketnya pas di GATF 2017 pas tanggal 10 Maret nanti. :melambai

Tadinya aku mau bareng sama salah seorang temen, tapi dia ternyata batal bareng sama aku, jadi sekarang sendirian. Nah aku mau cari teman pergi pas bulan Oktober nanti, gak jauh-jauh kok. Cuma di sekitar Seoul aja, wisata biasa. cuma kalau udah ada yang pengalaman ke Korea mau ngetrip lagi, boleh dong ajak aku. hehehe.

Oh iya, kalau mau tanya-tanya lebih lanjut gimana-gimananya. Hubungi email aku aja ya di rosalinadian1605@gmail.com

Thanks ^^

Share this post


Link to post
Share on other sites

3 answers to this question

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By vie asano

      Saya ingin melanjutkan sedikit tulisan tentang aneka kartu sakti yang berlaku di Seoul. Sebelumnya saya sudah menulis tentang T-money, yang saking panjangnya, tulisannya sampai dibagi dalam bagian 1 dan bagian 2. Sekarang saya ingin berbagi informasi tentang kartu lainnya yang biasa diperlukan oleh wisatawan asing di Seoul, yaitu T-money M-Pass dan Seoul City Pass, namun saya ingin fokus dulu pada T-Money M-Pass. Apa bedanya T-money M-Pass dan T-Money biasa? Mana yang lebih menguntungkan bagi wisatawan asing? Mari simak pembahasannya berikut ini.
      Tentang T-money M-Pass
      T-money M-Pass (selanjutnya akan saya sebut dengan M-Pass saja) merupakan singkatan dari T-money Metropolitan Pass. Kartu ini sejatinya merupakan sebuah kartu transportasi yang menawarkan kesempatan untuk naik aneka transportasi umum di Seoul secara cuma-cuma, selama sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Berbeda dengan T-money yang sifatnya lebih sebagai e-money.
      Perbedaan lainnya, M-Pass ini dijual dalam sistem paketan yang terdiri dari 1 Day Pass, 2 Day Pass, 3 Day Pass, 5 Day Pass, dan 7 Day Pass. Masing-masing paket dibandrol dengan harga yang berbeda. Makin besar paketnya, makin banyak diskon yang bisa didapat sehingga jatuhnya lebih ekonomis. Untuk lebih detailnya, lihat di bagian keuntungan dan kekurangan dari M-Pass.
      Keuntungan menggunakan M-Pass
      Alasan pertama, kartu M-Pass ini merupakan kombinasi antara free pass transportasi dan kartu T-money. Jadi seandainya pun paket yang Anda beli sudah habis masa berlakunya, kartu M-Pass ini bisa digunakan sebagai kartu T-money. Syaratnya, Anda hanya perlu untuk mengisi saldonya saja.
      Alasan kedua, karena M-Pass ini dapat digunakan juga sebagai T-money, maka Anda sekaligus bisa menggunakan kartu ini di tempat-tempat yang menerima T-money (lihat disini).
      Alasan ketiga, dengan membeli M-Pass, Anda akan mendapat kupon diskon untuk masuk ke berbagai tempat wisata. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:
      -Myungdong Hanjeungmak (30%)*
      -Myungdong Mud (30%+sertifikat)*
      -Sejong Center (10%), khusus untuk performing arts*
      -Dragonhillspa (diskon KRW2000)*
      -N Seoul Tower (10%)*
      -Chongdong Theater (10%)*
      -Lotte World (10%)*
      -Sachoom Dance-Musocal (20%)*
      -diskon khusus di beberapa restoran di Myeongdong.
      -Seoul Museum of Art (gratis)
      Alasan keempat, terkadang suka ada penawaran khusus jika membeli tiket masuk ke berbagai tempat wisata menggunakan M-Pass, termasuk diskon untuk masuk ke tempat wisata lain yang belum saya tulis di atas. Info detail bisa didapat saat membeli M-Pass.
      Kekurangan dari M-Pass
      1.M-Pass ini hanya dapat digunakan maksimal 20x dalam sehari, dan hanya dapat digunakan untuk moda transportasi tertentu. Berikut daftarnya:
      -Seoul Metropolitan Rapid Transit Lines 5-8
      -Korail
      -Seoul Metropolitan City Metro Line 9
      -Korea Airport Train (Stasiun Seoul-Incheon International Airport)
      -Incheon Metro T-money M-Pass & Subway
      -Seoul Green and Blue bus
      Catat: Kartu tidak dapat digunakan untuk: Shinbundang Line (DX Line), GyeongchunLine (ITX Line), Korea Airport Express Train, dan Red Bus.
      2.Harganya relatif mahal, kecuali jika Anda berencana untuk pergi ke banyak tempat dalam durasi waktu paket pembelian M-Pass.
      3.M-Pass punya masa berlaku yang terbatas, yaitu maksimal 1 bulan sejak pembelian. Paket dihitung sejak kartu pertama diaktifkan, dan masa berlaku paket habis pada tengah malam di hari terakhir. Berbeda dengan T-money yang tidak punya masa kadaluarsa.
      Harga M-Pass
      1-Day Pass: KRW10000*
      2-Day Pass: KRW18000* (disc 10%)
      3-Day Pass: KRW25500* (disc 15%)
      5-Day Pass: KRW42500* (disc 15%)
      7-Day Pass: KRW59500* (disc 15%)
      Harga tersebut belum termasuk dengan deposit sebesar KRW4500* (refundable) dan biaya service sebesar KRW500* (non-refundable).
      Dimana bisa membeli M-Pass?
      M-Pass bisa dibeli di berbagai pusat informasi wisata di Seoul, di antaranya adalah Seoul Global Culture & Tourism Center di Myeongdong dan Gangnam Tourist Information Center. Detailnya bisa dilihat disini dan disini. Bisa juga meminta bantuan dari mobile tourist offices di Seoul. Atau jika Anda masuk ke Korea Selatan lewat Incheon International Airport, bisa membeli M-Pass di tempat-tempat berikut ini (pukul 07.00-22.00 setiap harinya):
      -Meja informasi utama yang ada di lantai kedatangan di Bandara Incheon.
      -Meja informasi utama di Bandara Incheon. Bisa hubungi nomor ini: 032-743-3270 (bagian Timur), 032-743-3272 (bagian Barat).
      Oya, saat membeli M-Pass ini Anda harus mengisi formulir khusus, karena M-Pass memang dikhususkan untuk wisatawan asing.
      Sedangkan untuk proses top-up (jika ingin menggunakan M-Pass sekaligus sebagai T-money), bisa dilakukan di tempat-tempat yang menerima top-up T-money. Bisa juga dengan melakukan top-up sendiri di berbagai stasiun. Infonya bisa dibaca disini.
      Prosedur penggunaan M-Pass
      Prosedurnya tak jauh berbeda dengan penggunaan T-money. Bisa baca di bagian ini ya.
      Prosedur refund
      Saat masa berlaku paket sudah habis dan ingin me-refund biaya deposit sebesar KRW4500* (maupun jika ingin me-refund sisa saldo jika kartu sudah digunakan sebagai T-money), proses refund bisa dilakukan di tempat-tempat berikut ini:
      -Tourist Information Center di depan Exit 5 dan 10, Lantai 1 Incheon International Airport;
      -Seoul Global Culture & Tourism Center di Myeongdong;
      -Gangnam Tourist Information Center;
      -GS25 Convenience Store.
      Kesimpulan
      Mengingat adanya batasan maksimal 20x naik aneka moda transportasi dalam waktu sehari, perlu kejelian lebih untuk mengatur itinerary wisata agar kartu bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Terlebih karena ternyata tidak semua moda transportasi bisa diakses menggunakan M-Pass. Jadi saran saya, pertimbangkan baik-baik sebelum memutuskan untuk membeli M-Pass dengan selalu merujuk pada itinerary wisata Anda. Jika tidak yakin bisa memaksimalkan jadwal, atau berniat wisata secara santai saja, disarankan untuk menggunakan T-money biasa dibanding membeli M-Pass.
      ***
      Untuk ulasan tentang Seoul City Pass, tunggu tulisan selanjutnya.
      ***
      * Harga/syarat & ketentuan dapat berubah sewaktu-waktu.
    • By vie asano
      Seri tulisan tentang Autumn in Korea sudah saya selesaikan disini. Namun saya ingin berbagi sedikit cerita yang tersisa tentang musim gugur di Korea Selatan yang sengaja nggak saya masukkan ke dalam seri tulisan tersebut. Kenapa? Karena temanya lebih banyak ke arah budaya khas Korea Selatan, jadi sengaja saya tulis terpisah supaya lebih leluasa saja menulisnya. Lagipula, nggak ada salahnya sesekali membahas tentang budaya tradisional supaya nggak bosan ber-travelling ria.
      Chuseok. Pernah dengar istilah tersebut? Saya kurang tahu apakah istilah Chuseok pernah disebut dalam drama khas Korea atau tidak. Bagi yang belum tahu, Chuseok adalah festival panen khas Korea. Konsepnya kurang lebih sama dengan perayaan Thanksgiving yang populer di Amerika dan negara barat lainnya, namun tentu saja ada perbedaan antara Chuseok dan Thanksgiving karena Chuseok kental dengan nilai-nilai tradisi khas Korea. Mau tahu seperti apa perayaan Chuseok tersebut? Monggo disimak tulisan saya berikut ini.
      Sejarah singkat
      Tidak jelas kapan perayaan Chuseok ini pertama kali dirayakan. Konon, tradisi Chuseok ini berawal dari tradisi gabae yang dimulai sejak masa pemerintahan raja ketiga dari kerajaan Silla (tahun 57 SM- tahun 935 masehi). Gabae sendiri merupakan kontes menenun yang melibatkan 2 tim, dan pihak pemenang akan ditraktir makan oleh pihak yang kalah. Namun ada juga yang berpendapat jika Chuseok berawal dari tradisi perdukunan saat musim panen.
      Foto 01 (a-d.):
      Ilustrasi Chuseok [foto: Korea.net/wikimedia]
      Walau sejarahnya sendiri tidak jelas, Chuseok (yang juga populer disebut sebagai Hangawi atau the great middle of autumn) kini menjadi salah satu dari 3 festival besar di Korea Selatan (2 festival lainnya adalah Seollal atau Lunar New Year's Day dan Dano atau tanggal ke-5 bulan ke-5 di tahun bulan). Jadi bagi yang memang suka dengan per-Korea-an, nggak ada salahnya mengenal lebih detail tentang tradisi Chuseok.
      Kapan perayaan Chuseok dilakukan
      Chuseok dirayakan pada tanggal 15 Agustus menurut kalender tahun bulan. Walau begitu, total hari libur pada perayaan Chuseok adalah 3 hari. Pada tahun 2014, perayaan Chuseok jatuh pada tanggal 8-10 September, dan pada tahun 2015 pada tanggal 27-29 September 2015.
      Seperti apa perayaan Chuseok itu?
      Tak jauh beda dengan Thanksgiving, inti dari perayaan Chuseok adalah mensyukuri keberhasilan panen tahun ini, dan membagi kebahagiaan tersebut pada seluruh anggota keluarga serta teman dekat. Jadi jangan heran jika menjelang perayaan Chuseok tiket transportasi umum di Korea akan habis dan kepadatan lalu lintas meningkat karena banyak yang melakukan tradisi pulang kampung agar bisa berkumpul bersama keluarga besar.
      Gambaran aktifitas pada perayaan Chuseok kurang lebih sebagai berikut: di pagi hari para anggota keluarga akan berkumpul untuk melakukan doa menghormati leluhur (biasanya maksimal hingga 4 generasi diatasnya) yang disebut dengan ritual Charye. Setelah acara ritual selesai, seluruh anggota keluarga akan bercengkrama sambil menikmati aneka sajian khas Chuseok seperti Songpyeon dan sake ala Korea, lalu bertukar hadiah dengan anggota keluarga lainnya (atau memberi amplop pada orang tua). Detail kuliner khas Chuseok lihat di bagian bawah ya.
      Foto 02 (a-d.):
      Meja persembahan untuk leluhur [foto: Namwon030/wikimedia, Nesnad/wikimedia, Joseph Steinberg (Baltimoron in Korea)/wikimedia, Joseph Steinberg (Baltimoron in Korea)/wikimedia]
      Setelah selesai melakukan charye, biasanya anggota keluarga bersama-sama melakukan beolcho dan seongmyo. Kalau dalam bahasa kita, kedua aktifitas tersebut dikenal dengan istilah ziarah kubur. Beolcho merupakan kegiatan membersihkan rumput liar dari makam, sedangkan seongmyo merupakan aktifitas mengunjungi makam leluhur. Aktifitas bersih-bersih dan berkunjung ke makam biasanya sudah dimulai sejak sebulan sebelum perayaan Chuseok, namun tak sedikit yang kembali berkunjung pada hari H.
      Beres melakukan ziarah kubur, tak sedikit yang melanjutkan aktifitasnya dengan mengunjungi berbagai tempat yang menggelar berbagai event khusus saat Chuseok. Ada beberapa pertunjukan khas yang biasa digelar saat moment perayaan Chuseok, seperti Ssireum (gulat khas Korea), dan Ganggangsullae (tarian melingkar khas Korea). Beberapa tempat yang menarik dikunjungi saat perayaan Chuseok antara lain Gyengbokgung Palace, Changdeokgung Palace and Huwon, Changgyeonggung Palace (part 1, part 2), dan Deoksugung Palace (part 1, part 2). Tempat menarik lainnya yang memiliki program khusus saat Chuseok adalah Korean Folk Village dan Namsangol Hanok Village, Cheonggyecheon Plaza, dan Children's Grand Park.
      Foto 03 (a-d.):
      Kemeriahan perayaan Chuseok [foto: Korea.net/wikimedia]
      Setelah selesai melakukan berbagai aktifitas di atas, biasanya satu hari tersebut ditutup dengan nonton film bersama anggota keluarga, mampir ke bar untuk minum-minum, atau sekedar jalan-jalan menikmati suasana malam.
      Kuliner khas Chuseok
      Bicara tentang festival tradisional tanpa menyebut sisi kulinernya ibarat bicara tentang dangdut tanpa goyang. Nggak seru dan nggak lengkap. Saya sudah memberi sedikit contekan tentang kuliner khas pada perayaan Chuseok. Berikut deskripsi lengkapnya:
      -Songpyeon, adalah sejenis mochi atau dango (kue beras) khas Korea yang berukuran lebih kecil dari bola golf dan bentuknya mirip bulan setengah. Songpyeon biasanya diisi dengan berbagai isian seperti wijen, kacang merah, kacang, dan lain-lain. Perayaan Seollal, atau Lunar New Year's Day juga dimeriahkan dengan kue beras. Bedanya, kue beras ini disajikan bersama sup dan disebut Tteokguk.
      Foto 04 (a-d.):
      Songpyeon [foto: Republic of Korea/wikimedia, by Speculando/wikimedia, Republic of Korea/wikimedia, Travel Oriented/flickr]
      -Sake ala Korea. Biasanya minuman ini disantap oleh seluruh anggota keluarga saat momen kumpul bersama.
      -Kuliner lain yang biasa disajikan saat Chuseok adalah: buah-buahan segar, pancake, japchae (sweet potato noodles), bulgogi (Korean barbeque), dan beras yang baru saja dipanen.
      Tips seputar Chuseok
      Bagi yang rencana wisatanya mendekati atau malah bertepatan dengan periode Chuseok, ada beberapa tips yang harus diperhatikan.
      -Selalu double atau triple check jadwal jam operasional tempat wisata yang akan dikunjungi pada perayaan Chuseok. Beberapa tempat wisata memilih untuk tutup, sementara sisanya tetap buka dan menawarkan program khusus Chuseok.
      -Punya teman orang Korea yang akan dikunjungi pada periode Chuseok? Tak ada salahnya menyiapkan sedikit buah tangan untuk oleh-oleh, sekedar menunjukkan jika Anda menghargai budaya setempat.
      -Perlu diperhatikan, tiket transportasi di Korea Selatan akan sulit didapat menjelang dan setelah periode Chuseok. Bahkan bisa jadi lalu lintas akan lebih padat dari biasanya. Solusinya, bepergianlah tepat pada perayaan Chuseok. Pada hari H, kepadatan lalu lintas jauh berkurang karena orang-orang memilih berkumpul bersama anggota keluarganya.
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
    • By vie asano
      Beres menulis tentang kalender festival di bulan Desember, Januari dan Februari, serta aneka sunrise festival di seluruh Korea, kali ini saya ingin mengajak teman-teman untuk jalan-jalan musim dingin ke Korea Selatan.
      Bagi mereka yang tinggal di negeri tropis seperti Indonesia, musim dingin terasa seperti sesuatu yang Mr.Iyus. Maksudnya, misterius. Karena di Indonesia memang nggak ada musim dingin, otomatis ada fantasi berlebih tentang musim dingin yang sedikit banyak dipengaruhi oleh film-film dari luar (termasuk film Frozen yang memang sedang booming di tahun ini). Tapi disisi lain, muncul tanda tanya lainnya. Musim dingin enaknya main kemana ya? Dan apa yang bisa dilihat di musim dingin, mengingat pada musim itu pohon-pohon meranggas dan bunga-bunga nggak ada yang mekar. Main ke pantai pun percuma, karena nggak akan bisa berjemur apalagi berenang saat suhu udara berada dibawah titik nol derajat celcius.
      Sebetulnya, banyak kok tempat di Korea Selatan yang menarik dikunjungi saat musim dingin. Beberapa bahkan terasa lebih menggoda justru pada saat udara sedang dingin-dinginnya. Yang saya maksud tentu saja aneka ski resort yang berada di Korea Selatan. Ya, main ski termasuk salah satu aktifitas musim dingin yang saya rekomendasikan disini. Selain karena faktor salju hanya ada di musim dingin, alasan lainnya karena Korea Selatan memiliki beberapa ski resort dengan fasilitas menarik. Mayoritas ski resort tersebut berada di sebelah utara, yang merupakan wilayah terdingin di Korea Selatan.
      Trus, dimana saja ski resort terbaik di Korea Selatan? Saya akan mulai dulu dari provinsi Gangwon-do yang berada di paling utara Korea Selatan. Sebagai salah satu provinsi yang memiliki suhu rata-rata terendah saat musim dingin tiba, disini terdapat beberapa ski resort. Yang pertama, Alpensia Ski Resort atau Alps Resort, merupakan ski resort yang posisinya tak jauh dari gunung Seoraksan (dan tak begitu jauh dari Sorak Aquaworld dan Seorak Waterpia). Tepatnya ski resort ini berada di Pyeongchang-gun, dan memimliki ketinggian 700 meter di atas permukaan laut. Ski resort ini pernah dijadikan lokasi shooting film Korea berjudul Take Off (2009), dan menjadi venue utama untuk Pyeongchang Winter Olympics tahun 2018.
      Ski resort lainnya, Elysian Gangchon di Chuncheon-si, relatif mudah di akses dari Seoul. Daemyung Vivaldi Park Ski World di Hongcheon-gun, dan Oak Valley Snow Park di Wonju-si, posisinya juga relatif berdekatan dengan provinsi Gyeonggi-do, tempatnya ibukota Korea Selatan berada. Berbeda dengan O2 Ski & Resort di Taebaek-gun, yang posisinya lebih dekat dengan provinsi Gyeongsangbuk-do. Tempat ini memiliki 12 slopes dengan berbagai tingkat kesulitan.
      Masih ada beberapa ski resort lain di provinsi Gangwon-do. Salah satu yang paling populer adalah Bogwang Phoenix Park Ski Resort (atau Phoenix Park) di Pyeongchang-gun yang memiliki jalur snowboarding yang lengkap dan ekstrim. Pemandangan disini pun luar biasa indahnya, dan ski resort ini semakin menarik karena adanya fasilitas tambahan seperti gondola berkapasitas 8 orang. Lalu ada Welli Hilli Park (dulunya bernama Sungwoo Resort) di Hoengseong-gun yang terkenal akan ukuran dan keamanannya. High1 Ski Resort di Jeongseon-gun juga termasuk salah satu ski resort populer di Gangwon-do karena memiliki 18 slope dengan tingkat kesulitan bervariasi dan dilengkapi dengan aneka fasilitas bagi penyandang disabilitas. Terakhir, Yongpyong Ski Resort di Pyeongchang-gun, termasuk salah satu ski resort pertama yang dilengkapi dengan peralatan modern. Lokasinya pun cukup menantang karena berada di ketinggian 700-1500 di atas permukaan air laut.
      Foto 01 (a-d):
      Phoenix Park [foto: Sellyourseoul/flickr]
      Itu baru ski resort yang ada di provinsi Gangwon-do saja. Provinsi Gyeonggi-do, tempatnya ibukota Korea Selatan berada, juga memiliki beberapa ski resort. Rata-rata jaraknya tak begitu jauh dari Seoul, minimal mudah di akses dari sana, sehingga menarik juga untuk dilirik saat berwisata ke Seoul. Yang pertama saya tulis addalah Bears Town Ski Resort di Pocheon-si. Tempat ini hanya berjarak 50 menit dari Seoul, dan punya jalur dengan tingkat kesulitan bervariasi mulai dari pemula hingga master. Star Hill Resort di Namyangju-si juga tak begitu jauh dari Seoul, kurang lebih jaraknya hanya 32 kilometer saja. Cocok untuk dikunjungi pulang-pergi dari Seoul. Begitu juga dengan Jisan Forest Resort, lokasinya hanya 40 menit dari area Gangnam di Seoul.
      2 lokasi ski resort lainnya, yaitu Konjiam Resort di Gwangju-si dan Yangji Pine Resort Ski Valley di Yongin-si juga terbilang menarik. Konjiam Resort disebut-sebut sebagai salah satu ski resort terbesar di Korea Selatan dan memiliki 11 jalur ski untuk pemula, menengah, ahli, dan master. Sedangkan Yangji Pine Resort Ski Valley populer sebagai tempat untuk ski malam hari. Bagi yang penasaran main ski di malam hari, boleh nih mampir ke ski resort yang satu ini.
      Selain provinsi Gangwon-do dan Gyeonggi-do, ski resort yang tersisa berada di provinsi Chungcheongbuk-do. Disini terdapat sebuah ski resort bernama Sajo Resort, yang berlokasi di Suanbo Hot Spring Complex di Chungju. Tempatnya relatif kecil, namun menarik karena setelah puas main salju wisatawan bisa mencoba berendam di air panas alami. Provinsi Jeollabuk-do juga memiliki sebuah ski resort bernama Muju Deogyusan Ski Resort, yang salah satu jalur skinya, yaitu Silk Road Slope, terletak di ketinggian 1520 meter di atas permukaan laut. Alhasil jalur sepanjang 6,1 kilometer ini tak hanya menjadi jalur terpanjang di Korea Selatan, namun juga menjadi jalur dengan pemandangan yang indah. Provinsi lain yang memiliki ski resort adalah Gyeongsannam-do, dengan Eden Valley Resort satu-satunya ski resort di daerah tersebut.
      Itu baru aneka ski resortnya saja. Masih banyak tempat menarik lain di Korea Selatan yang patut dilirik saat musim dingin tiba. Tapi tunggu tulisan selanjutnya yah. Semoga bermanfaat.
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr.
      ***
      Baca juga:
      Winter in Korea: Apa, Kenapa, dan Bagaimana
      Winter in Korea: Kalender Festival Desember
      Winter in Korea: Sunrise Festival
      Winter in Korea: Kalender Festival Januari + Februari
      Winter in Korea, Saatnya Main Salju!
      Winter in Korea dan Serunya Wisata Hot Spring
      Winter in Korea, Kulineran Yuk!
    • By vie asano

      Masih tentang Seoul. Pada tulisan ini, saya sudah menulis informasi global tentang kota Seoul dan apa saja yang bisa ditemukan disana. Dan pada tulisan ini saya sudah berbagi informasi seputar Touris Information Center di seluruh Seoul, termasuk dengan tourist information desk. Mungkin masih yang belum saya tulis (karena jumlah pusat informasi wisata di Seoul memang cukup banyak), namun mudah-mudahan cukup membantu teman-teman yang berencana main-main ke Seoul.
      Walau jumlah pusat informasi wisata di Seoul cukup banyak dan tersebar di berbagai distrik, saya yakin nggak semua punya waktu untuk sengaja main ke tempat-tempat tersebut. Alasannya bervariasi, mulai dari males, bingung cari tempatnya, dan lain sebagainya. Nah, bagi yang memang malas sengaja mampir ke kantor pusat informasi wisata, Seoul menawarkan fasilitas lain yang disebut mobile tourist offices. Penasaran?
      Mobile tourist offices merupakan sebutan tak resmi untuk staff di pusat informasi wisata Seoul yang bekerja di luar ruangan. Mereka tidak sekedar duduk manis di balik meja dan melayani aneka pertanyaan dari wisatawan, namun mereka sengaja berdiri maupun lalu lalang di berbagai tempat yang mencolok dan banyak dilalui oleh wisatawan. Tak sulit untuk menemukan staff mobile tersebut, karena mereka mengenakan jaket atau rompi merah terang dengan logo "i" di jaketnya.
      Apa jasa yang ditawarkan oleh para staff mobile berjaket merah tersebut? Para staff tersebut memiliki kemampuan berbahasa asing yang baik. Ada yang bisa bahasa Inggris, China, Jepang, hingga bahasa lainnya. Tentunya nggak semua staff bisa multibahasa ya, namun rata-rata menguasai minimal bahasa Inggris. Para staff mobile tersebut akan membantu Anda yang memiliki pertanyaan mengenai berbagai obyek wisata, membantu Anda untuk melakukan reservasi hotel dan mengurus tiket kereta maupun pesawat (minimal mengarahkan Anda untuk pergi ke pusat informasi turis yang memiliki peralatan lebih lengkap), dan bahkan melayani Anda yang sekedar ingin tanya jalan. Mereka juga memiliki kemampuan sebagai pemandu wisata yang dapat menunjukkan berbagai spot menarik di Seoul lho (untuk lebih jelasnya bisa menghubungi nomor telepon berbagai pusat informasi turis yang ada di tulisan ini). Mau tahu dimana saja bisa bertemu dengan si kerudung merah, eh, petugas berjaket merah ini? Berikut lokasinya:
      Myeongdong
      Area: Myeongdong Unesco Building, Myeongdong Theater, M Plaza, Stasiun Myeongdong
      Jam operasional: 09.30-19.30
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Namdaemun Market
      Area: Jungang-ro, Namdaemun Tourist Information Center, Sungyemun, Samick Fashion Town
      Jam operasional: 09.30-18.30
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Sinchon (Ewha Womans University)
      Area: Stasiun Sinchon Railway, pintu masuk Ewha University, Exit 2 di Stasiun Ehwa University, Bistro Bucks, Sinchon Police Station
      Jam operasional: 10.00-19.00
      Bahasa: Jepang, Cina
      Itaewon
      Area: Exit 1 di Stasiun Itaewon, International Arcade, Itaewon Shop, Itaewon 119 Safety Center
      Jam operasional: 10.00-19.00
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Dongdaemun
      Area: Dongdaemun, Shinpyunghwa Fashion Town, Doosan Tower, Good Morning City, Dongdaemun History and Culture Park
      Jam operasional: 12.00-20.00
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Insadong
      Area: Pintu masuk Insadong, Insadong Street, Ssamziegil, Gallery Miho, Angukdong Intersection
      Jam operasional: 10.00-19.00
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Gwanghwamun
      Area: Gwanghwamun Information Center, Deoksugung, Seoul Plaza, Gwanghwamun Square, Sejong Center for the Performing Arts
      Jam operasional: 09.30-18.30
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Bukchon
      Area: Gahoe-dong Community Service Center, Jeongdok Public Library, World Jewellery Museum, Bukchon Eight View, Bukchon Fifth View, Donmi Pharmacy, Seoul Museum of Chicken Art
      Jam operasional: 09.00-18.00
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Hongdae
      Rute: Watson Mister Donut, Trick Eye Museum, Etude House Watson
      Jam operasional: 12.00-20.00
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Samcheongdong
      Rute: Samcheong Police Station, Samcheong-ro, Samcheong-dong Resident Center, Dolgaedan-gil Entrance, Bukchon-ro 15-gil Vicinity
      Jam operasional: 09.00-18.00
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Sinsadong Garosu-gil
      Rute: Fossil Korea, Zara, Kraze Burger, H&M, Mango Six, J-Tower, Holistic, Diesel
      Jam operasional: 10.00-19.00
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Kira-kira di spot itulah Anda bisa menemukan mobile tourist officer resmi dari pusat informasi wisata di Seoul. Jadi kalau lihat ada orang-orang berbaju merah yang stand by maupun keliling-keliling di area tertentu, jangan sungkan untuk tanya-tanya (jika ada yang mau ditanyakan). Sebagai penutup, saya lampirkan informasi lokasi Kedutaan Besar Indonesia di Seoul, plus nomor yang bisa dihubungi sekiranya ada masalah saat sedang jalan-jalan di Seoul. Berikut daftarnya:
      Kedutaan Besar Indonesia
      Alamat: 55, Yeouido-dong, Yeongdeungpo-gu, Seoul
      Telp: +82-2-783-5675-7
      Tourism Call/Complaint Centers
      -Untuk komplain secara umum tentang Seoul, hubungi Dasan Call Center di 02-120, ext.9 atau +82-2-120 ext.9 jika menelepon dari luar Korea.
      -Untuk komplain tentang masalah wisata/pariwisata, hubungi Tourist Information Center di 1330, atau +82-2-1330 jika menelepon dari luar Korea.
      Komplain juga bisa dilayangkan melalui email, lho. Jika ingin komplain sehubungan dengan perjalanan wisata maupun wisata di Seoul, bisa layangkan email ke: tourcom@knto.or.kr dengan mencantumkan detail kejadian (seperti subjek laporan, waktu kejadian, lokasi, dan detail lainnya yang relevan). Sedangkan jika ingin komplain hal-hal yang berhubungan dengan transportasi, bisa kirim email ke: happyride@seoul.go.kr. Jangan lupa lengkapi laporan dengan detail kejadian seperti nomor plat kendaraan, waktu kejadian, lokasi, dan sebagainya.
      Semoga informasinya bermanfaat.
    • By vie asano
      Lanjut lagi soal aneka tips untuk muslim traveller yang akan pergi ke Korea Selatan. Bagi yang ingin kenalan dengan Islam di Korea Selatan dan Jepang, serta aneka Tips dan Info Penting untuk Muslim Traveller ke Korea Selatan, bisa langsung klik hyperlink-nya yah.
      Panduan mencari makanan halal di Korea Selatan
      Di antara berbagai tips untuk muslim traveller, saya rasa masalah mencari makanan halal termasuk salah satu yang paling ribet. Apalagi jika bepergian ke negara lain dimana Islam menjadi agama minoritas, dan lebih yahud lagi, negara tersebut memiliki huruf tradisional non-alphabetical yang membuat kita seolah-olah sedang melihat rangkaian bahasa sandi. Contohnya seperti Korea Selatan maupun Jepang. Saya pun pernah mengalami masalah yang sama saat berwisata ke Jepang 2 tahun lalu. Walau sudah berusaha menghindari produk makanan non-halal (yang paling mudah, cari yang nggak memasang kanji babi maupun alkohol), pada satu kesempatan tetap saja nggak sengaja memakan makanan instan yang ternyata mengandung perasa babi.
      Ada beberapa tips untuk mencari makanan halal saat berwisata ke Korea Selatan. Beberapa tips ini bisa diterapkan juga untuk negara lain seperti Jepang, Belanda, dan lainnya. Tips yang paling pertama, adalah dengan meminimalkan kemungkinan mengkonsumsi produk makanan non-halal. Caranya bagaimana?
      1.Mencari restoran/tempat makan yang memasang logo halal.
      Biasanya resto-restoran halal tersebut dikelola oleh muslim dari negara lain (seperti Pakistan dan Malaysia), atau minimal memiliki koki seorang muslim. Namun perlu diketahui dan diwaspadai, tidak semua restoran yang mengusung label halal ternyata betul-betul 100% halal. Misalnya saja, ada restoran yang tetap menjual minuman beralkohol namun menyediakan menu halal (biasanya alasannya agar bisnis bisa terus berjalan). Ada juga restoran yang menyediakan makanan halal dan non-halal sekaligus. Mengingat keterbatasan luas dapur (dan juga ketelitian dalam pencucian alat-alat), belum tentu makanan halal dan non-halal dimasak menggunakan alat yang berbeda. Di Jepang juga pernah dilaporkan ada restoran halal namun menampilkan hiburan non-halal seperti tari perut. Jadi intinya, memilih restoran berlabel halal menjadi salah satu solusi paling oke, namun tetap harus ekstra waspada terhadap konten lain di restoran tersebut.
      2.Mencari restoran vegetarian, minimal restoran yang vegetarian-friendly.
      Restoran vegetarian jelas hanya akan menyediakan menu-menu non-daging, dan jelas tidak akan menggunakan bumbu-bumbu berbahan dasar daging. Jadi restoran vegetarian relatif aman bagi muslim traveller. Namun jika tidak menemukan restoran vegetarian, minimal usahakan untuk mencari restoran yang vegetarian-friendly, yaitu resto biasa yang memiliki opsi menu vegetarian ataupun seafood.
      3.Makan di restoran seafood
      Bingung mencari restoran halal? Nggak ketemu sama restoran vegetarian maupun vegetarian-friendly? Ke resto seafood saja, karena seafood sudah pasti halal untuk di konsumsi.
      Begitu pendapat umum tentang seafood. Well, sebetulnya nggak sesederhana itu lho. Seafood-nya sih memang halal, tapi bumbu-bumbunya belum tentu lho, karena sudah jadi rahasia umum dalam masakan oriental pasti ada saja bumbu yang berasal dari sesuatu non-halal (seperti daging babi, darah, maupun alkohol). Berhubung nggak mungkin mewawancarai koki untuk bertanya tentang bumbu masakan setiap kali makan seafood, saya akan memberikan daftar menu seafood yang relatif aman (catat: relatif aman, bukan 100% aman yah) untuk dikonsumsi jika dilihat dari resepnya. Saya juga nggak menjamin menu-menu ini pasti halal, jadi feel free kalau mau kasih koreksi. Eh iya, daftarnya langsung dalam bentuk foto yah. Berikut foto-fotonya:
      Foto 01:
      (a.) Maeuntang (Spicy Fish Stew) [foto: Junho Jung/wikimedia], (b.) Sundubu Jjigae (Hot and Spicy Soft Tofu Stew) [foto: Avlxyz/wikimedia], (c.) Doenjang Jjigae (Vegetable and Seafood Stew) [foto: Koralex90/wikimedia], (d.) Saengseon Gui (Grilled Fish) [foto: Karendotcom127/wikimedia]
      Foto 02:
      (a.) Saengseon Jeon (Pan-fried Fish Fillets) [foto: å—å®®åšå£«/wikimedia], (b.) Tuna Kimbap (Tuna Roll Sushi) [foto: Jqn/wikimedia], (c.) Haemul Pajeon (Seafood Pancake) [foto: <==manji==>/wikimedia], (d.) Jjampong (Spicy Seafood Noodles) [foto: Alfpooh/wikimedia]
      Tambahan info, berikut beberapa menu lain (non-seafood) yang juga relatif aman untuk dikonsumsi:
      Foto 03:
      (a.) Bibimbap (mixed rice with vegetable and meat) [foto: Agnes Ly/wikimedia], (b.) Tteokbokki (rice cake) [foto: Adonis Chen/wikimedia], (c.) Kalguksu [foto: Jslander/wikimedia], (d.) Hobakjuk (Pumpkin Porridge) [foto: Nicole Cho/wikimedia]
      Itu sebagian menu yang bisa saya kumpulkan. Sebetulnya masih banyak sih, tapi sengaja nggak ditulis semuanya, soalnya tadi siang (waktu nulis ini) tiba-tiba jadi laparrrr (puasa, puasa..) haha..
      4.Makan di restoran fastfood
      Lho, kok resto fastfood? Bukannya menu daging di resto fastfood belum tentu halal? Maksudnya, belum tentu disembelih dengan cara yang halal. Yaps, memang betul menu daging di resto fastfood belum tentu disembelih dengan cara yang halal. Namun resto fastfood juga nggak melulu berisi daging, kan? Ada kentang goreng, burger non-daging, salad, dan banyak lagi. Jadi jika ragu dengan dagingnya, bisa memesan menu non-daging.
      Bagi yang masih meragukan kehalalan makanan di tempat-tempat yang sudah saya singgung di atas (biasanya mempertanyakan apakah dagingnya disembelih dengan cara halal, apakah peralatan makannya betul-betul bebas dari bahan non-halal, dan sejenisnya), ada tips kedua yang bisa dicoba, yaitu dengan memasak sendiri makanan yang akan disantap. Untuk memastikan kehalalan makanan, bisa membeli bahan makanan di toko halal, yaitu toko yang hanya menjual produk mentah yang halal. Misalnya saja, mie instan, roti, daging, dan sebagainya. Memang sih lebih repot karena harus menyiapkan sendiri makanan Anda, namun soal kehalalannya insya Allah lebih terjamin. Jika Seoul jadi salah satu kota tujuan wisata selama di Korea Selatan, daerah Itaewon bisa dilirik karena di area tersebut banyak terdapat restoran halal dan beberapa toko bahan makanan halal.
      Trus gimana kalau nggak yakin sama restoran halal, nggak nemu resto vegetarian/vegetarian friendly, nggak suka seafood, dan nggak bisa nyiapin makanan halal sendiri? Ada tips terakhir. Bawa saja makanan halal dari Indonesia, seperti mie instan, roti, nasi instan, dan lain-lain. Tapiiiiiii saya pribadi berpendapat kalau travelling nggak melulu soal menikmati obyek wisata, namun juga menikmati budaya setempat yang berarti juga menikmati produk kulinernya. Demi pengalaman wisata yang lebih lengkap, menurut saya nggak masalah jika harus repot-repot sedikit menyeleksi makanan halal. Masa sudah jauh-jauh pergi ke Korea Selatan, eh ujung-ujungnya makan Ind*mie juga? Hehe..
      Sebagai penutup, beberapa daftar kuliner halal di Korea Selatan bisa dilihat disini. Untuk informasi lebih lengkap tentang panduan makanan halal di Korea Selatan, bisa lihat ini.
      Semoga infonya bermanfaat yah!
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
    • By itsmeu
      안녕하세요~~ (Annyeong haseyo, Hello)
       
      Pertama-tama,Alhamdulillah, finally, akhirnya meu menjejakkan kakinya di Korea Selatan. Setelah nabung nabung, momok visa yang menakutkan akhirnya guys, aku berangkat juga ke salah satu country goals akooh, secara basicnya ak emang anak yg doyan korea-an baik kpop/drama dr jaman full house.
      Tanpa banyak curcol lagi...FR yg sudah aku janjikan pas nulis thread malaka...check it out...
       Jadinya tanggal 28 April – 5 Mei 2018 kemarin aku dan 2 tmnku berangkat ke negeri gingseng.
      Tiket pesawat Air Asia: PP 3.78jt + bagasi 1 (20kg) = 4.28 jt
      Lokasi penginapan: BB Hostel Hongdaeline (KW hongdaeline) : 380000 won/seminggu (private bathroom,kamar isi ber3 aja)
      Sebelumnya ak kasih dulu summary itin 1 minggu di Seoul:
      28/04: Nginep di Incheon T2 (done)
      29/04: Gyeongbokgung Palace, Bukchon Hanok Village (done)
      30/04: Ewha University dan sekitarnya, Namdaemun Market, Namsan Tower (done)
      01/05: Nami Island, King sejong statue, kyobo bookstore, cheonggyecheon stream, Myeongdong (done)
      02/05: Itaewon, Myeongdong dst (done)
      03/05: Napak tilas Kpop lol (Entertainment company,kroad star, Gangnam), seoul national univ (SNUFestival) (done)
      04/05: Pendakian gunung Acha (Achasan), DDP, Lotte mart pusat, Seullo, Hongdae street, Hangang river (done)
      05/05: Jimjilbang/Sauna, BT21 Hongdae store dan sekitarnya, ewha lagi, siap siap perjalanan pulang (done)
      Jujur ini itin sebenernya full banget hahaha karena ternyata jalan kaki di korea itu jauh-jauh dan di indo kebiasaan dimanjain abang ojol...kaki bengkak tapi hati bahagia no problemo
      to be continue~~