Sign in to follow this  
Alfa Dolfin

Markobar, Astaga...!!

15 posts in this topic

"ntar ke Solo, gw kepingin cari Markobar", kata ku ke seorang rekan yang juga doyan jalan

"jiaaaa...ngapain jauh-jauh ke Solo. Loe jalan ke Cikini juga ada. Ngga jauh khan dari rumah loe...", sahutnya. 

"Ooo...beda dong kalau makan di tempat aslinya... Lagi pula gw penasaran aja..."

J 1.jpg

Markobar, singkatan Martabak Kota Baru, menjadi target utama saat transit singkat di kota Solo sebelum melanjutkan ke kota lain. Harus kesana!! Penasaran berat…!! Fans berat martabak ya? Secara selera ngga terlalu fanatik untuk kudapan satu ini. Namun ada sesuatu yang lain yang membuat sengaja ngotot ingin ke sinil

Keinginan yang tak tertahankan berawal secara tidak sengaja membaca salah satu tulisan di Kompasiana : “Surat Terbuka Untuk Gibran Rakabuming”, yang di tulis Ryo Kusimo. Setelah membaca secara tersirat hhhhmmm berarti saya harus siap kecewa jika mengharapkan sesuatu yang “wah”, untuk salah satu usaha bisnis milik Gibran Rakabuming, putra Presiden RI sekarang.

Doeloe pernah berteman dengan anak-anak pejabat meski si pejabat bukan di level menteri apalagi sampai RI-1. Sudah biasa ngeliat gaya hidup yang "wah". Pertanyaannya, masa iya sich Gibran ngga “wah”, khan anak pejabat?bukan Cuma anak pejabat, tapi RI-1 lho. Jangan main-main. :bingungAh semakin penasaran. Seperti apa sich bisnis kuliner mas Gibran. Seperti apa sich rasa dari Martabak yang di jual. Terakhir, apakah benar saya akan “kecewa” seperti kesan setelah membaca tulisan Ryo Kusimo.

Tempat Aslinya

Driver mobil rental membawa kami ke sebuah Mall. Kalau tidak salah Solo Grand Mall. Dari pinggir jalan sudah terpampang tulisan besar “MARKOBAR”. Ooo disini. Namun masih ada rasa kurang puas. Apakah di sini termasuk wilayah Kota Baru?tanya ku ke driver. Di jawab, kalau di Kota Baru masih di sana, tidak jauh dari hotel, sahutnya. Maksudnya hotel tempat saya menginap. Disana pertama kali ada, katanya lagi. Oke kalau begitu kita ke sana, balas ku menutup percakapan.

:tercengang Astaga....!!! tidak salah nich disini, spontan ku berucap kepada driver di sebelah saya saat mobil parkir di Jalan Moewardi. Sang Driver meyakinkan saya saat terkejut tadi, “Benar pak disini. Ini yang pertama kali ada. Ini di Kota Baru Lah gimana ngga terkejut melihat warung makan dengan tenda besar bertuliskan “MARKOBAR”. Letaknya di pinggir jalan. Sepintas tidak ada bedanya dengan warung-warung kuliner di kiri-kanannya. Tidak ada yang spesial dari segi fisik. Tidak ada yang meng-ciri-khas bahwa pemiliknya anak penguasa.

Saat terpana melihat tempatnya, lagi-lagi saya harus yakin ini tempat jualan anak RI-1. Spontan Terkejut, berucap : Astaga…, mungkin sesuatu yang lebay. Mungkin juga wajar.. Ya saya merasa wajar dengan keterkejutan ini. Masih terbayang seperti apa bayangan anak-anak pejabat pada umumnya. Mewah, elite, eksklusif…

Menilik asal usul Markobar, pertama kali ada mulai tahun 1996. Pemilik awal seorang warga Solo. Warga biasa. Ngga terkenal. Bukan pengusaha besar di kota Solo. Kemudian usahanya diteruskan anaknya. Hadirlah mas Gibran yang tertarik bermitra sekaligus  untuk membesarkan usaha ini. Visi mas Gibran sederhana aja, ingin memajukan jajanan lokal agar dapat meningkatkan baik dari sisi bisnis maupun selera rasa. Maunya Martabak semakin di sukai dan menjangkau banyak kalangan. Lokasinya tidak Cuma di kota Solo aja tetap juga bisa membuka cabang di kota-kota lain di Indonesia.:salut

J 3.jpg

Oke, tadi terkejut dengan rupa fisik. Sekarang bicara seperti apa sich martabak yang di jual di Markobar. Yang menjadi ciri khas apa? Manis sudah pasti. Lalu ? Variasi dan cara penyajian yang berbeda.

Umumnya martabak yang banyak di jual, racikan di letakan di loyang berbentuk lingkaran yang bawahnya ada kompor. Setelah matang dan panas, berturut-turut di olesi mentega, di taburi coklat meses, kacang, keju, wijen dan susu. Variasinya bisa pilih coklat atau keju, atau coklat-keju, yang lebih komplit coklat-keju-kacang-wijen. Setelah di taburi lalu di potong 2, dilipat. Setelah itu di potong kecil dan di masukan ke kotak dus kecil baru diserahkan ke konsumen.

Saya termasuk suka meski tidak sering beli. Belinya pun kebanyakan di “gerai” sederhana pinggir jalan. Sangat nikmat di makan masih panas. Pinggirnya yang garing salah satu favorit. Biasanya selagi masih garing mengambil yang di pinggirnya dulu baru inti-nya. :salut

Yang membedakan Markobar dengan yang lain, pertama penyajiannya tidak dilipat 2 melainkan utuh bundar lingkaran seperti pizza. Kedua, pilihan rasa lebih variasi. Bisa memilih 6 atau 8 rasa yang berbeda. Pilihannya : coklat meses ceres, kacang cokelat, keju polos, keju cokelat, keju kacang, cokelat, Delfi, Oreo, Silverqueen, Cadburry, Nutella, Kit Kat, Van Houten. Kondisinya tidak di campur seperti martabak pada umumnya. Khan tidak dilipat. Sudah di pisah-pisah menjadi 6 atau 8 sesuai pesanan. Terakhir di masukkan dalam kemasan dus seperti Pizza baru diserahkan ke konsumen. Kira-kira begitu. Harganya berkisar 60 – 80 rbu.

J 2.jpg

Sederhana

Tidak mengecewakan setelah menikmati di kamar hotel. Sebenarnya bisa saja santap di tempat. Sekalian menikmati menu lain seperti Martabak telur dan variasi minuman lain. Kebetulan termasuk suka nongkrong berkuliner di warung-warung pinggir jalan. Cuma saat tiba disana perut sudah kenyang terisi kuliner yang lain. Selain itu hujan deras mengguyur saat tiba di lokasi. Lebih baik bawa dan makan di hotel saja.

Bagi saya sebenarnya yang lebih dari ke-terkejut-an dari Markobar adalah kesederhanaan. Tidak terbayangkan putra Presiden masih mengelola usaha yang boleh di bilang sederhana. Di bandingkan bisnis milik artis, keluarga pejabat-pejabat lain,rasanya tidak level. Padahal seperti salah satu yang di tulis mas Ryo Kusimo,

“Anda kan anak Presiden, seharusnya anda lebih cocok ada di deretan pemegang saham BUMN, deretan pemegang saham Indofood, Astra, berkolaborasi dengan pengusaha Singapura, atau tentunya duduk bersama dengan para Emir Kerajaan Arab untuk membahas proyek Petrochemical di Indonesia, dengan saham terbesar adalah trah keluarga anda”.


Saya pun terbawa suasana kutipan di atas. :beteSaya tidak kecewa namun masih terbayang warung yang sangat sederhana, yang di kelola bukan warga sembarangan. Sungguh sangat kontras dengan bayangan saya perihal bisnis anak pejabat. Apalagi saat menunggu pesanan tadi hujan deras turun. Cipratan air hujan sempat masuk menerobos tenda yang terpasang.

Teringat seorang netizen yang pernah menyindir usaha jualan Martabak sebagai sesuatu yang kampungan. “Apa susahnya sebagai anak Presiden mendapat soft loan milyaran untuk membangun dinasti kerajaan bisnis kuliner besar. Ngga sulit membangun sebuah resto kaliber internasional yang tamu-tamunya dari kalangan elite”. Ini sich bukan nyindir tapi cemohan kasar. Sempat heboh di dunia maya. Nekad bener ya nulis begitu.

Bukannya tersinggung eee malah mendapat tanggapan santai dari adiknya, Kaesang.  Gapapa, yang penting dari jualan martabak bisa untuk bayar sekolah di Singapore. Saya hepi, Markobar juga hepi,” tulis Kaesang.

Gara-gara Markobar saya jadi tertampar manakala menilik salah satu kehidupan pribadi saya. :facepalmMenyadari meski bukan dari keluarga pejabat, kepingin sekali menjadi orang elit seperti anak-anak pejabat. Meski sehari-hari sudah akrab dengan kesederhanaan, kepingin sekali keluar dari zona ini. Melepas kesederhanaan beranjak ke status yang lebih oke.

Pelajaran berharga dari jalan-jalan singkat dan mampir di warung Markobar : Sederhana itu indah. Sederhana itu bukan aib yang harus di tinggalkan. Sederhana itu tidak menutup untuk menjadikan hidup berguna. Tuhan bisa memakai manusia yang sederhana menjadi manusia yang memberikan manfaat bagi orang lain minimal di sekitar kita.

Share this post


Link to post
Share on other sites

memang ketiga anak pak presiden kita ini (termasuk yang perempuan) sangat lah mandiri bisa jadi motivasi dan juga tamparan bagi diri sendiri. Mereka tidak berlindung di ketek pak presiden untuk mengemis proyek, namun mereka malah membuka lapangan pekerjaan baru bagi banyak orang dengan usaha dan kreatifitas yang unik.

Di dunia ini selalu ada 2 hal baik buruk, positif negatif. Ya pastilah di balik kesuksesan ada Iri yang mengiri :D 

saya jadi penasaran mencoba Markobar ini, walaupun sudah coba yang di Bandung, jujur dari rasa biasa saja, namun bukan rasa yang saya cari, cerita di dalam Markobar ini lah daya tarik nya @Alfa Dolfin

Share this post


Link to post
Share on other sites
2 minutes ago, deffa said:

memang ketiga anak pak presiden kita ini (termasuk yang perempuan) sangat lah mandiri bisa jadi motivasi dan juga tamparan bagi diri sendiri. Mereka tidak berlindung di ketek pak presiden untuk mengemis proyek, namun mereka malah membuka lapangan pekerjaan baru bagi banyak orang dengan usaha dan kreatifitas yang unik.

Di dunia ini selalu ada 2 hal baik buruk, positif negatif. Ya pastilah di balik kesuksesan ada Iri yang mengiri :D 

saya jadi penasaran mencoba Markobar ini, walaupun sudah coba yang di Bandung, jujur dari rasa biasa saja, namun bukan rasa yang saya cari, cerita di dalam Markobar ini lah daya tarik nya @Alfa Dolfin

Benar.... Kesederhanaan termasuk langka ya jika itu di lakoni anak pejabat apalagi sekelas RI-1. Sebenarnya sich ngga perlu ber-astaga-ria, jika saja banyak anak pejabat seperti Gibran....

Ya kalau dari rasa memang relatif selera ya. Bagi saya memang beda dengan martabak manis lainnya. Pandai meramu, meracik, dan membuat variasi. Cuma rasanya terlalu manis....:terharu . Tapi lebih dari itu, behind the Markobar-nya yang bikin lebih dari sekedar nikmat.... 

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 minute ago, Alfa Dolfin said:

Benar.... Kesederhanaan termasuk langka ya jika itu di lakoni anak pejabat apalagi sekelas RI-1. Sebenarnya sich ngga perlu ber-astaga-ria, jika saja banyak anak pejabat seperti Gibran....

Ya kalau dari rasa memang relatif selera ya. Bagi saya memang beda dengan martabak manis lainnya. Pandai meramu, meracik, dan membuat variasi. Cuma rasanya terlalu manis....:terharu . Tapi lebih dari itu, behind the Markobar-nya yang bikin lebih dari sekedar nikmat.... 

yap inti nya kalau soal Markobar dari sisi mana dulu mereka ingin "menikmatinya"

kalau saya jika memilih tempat makan selain dari review banyak orang yang pasti juga alasan kenapa bisa sampai di review, agar lebih menarik :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
12 minutes ago, deffa said:

yap inti nya kalau soal Markobar dari sisi mana dulu mereka ingin "menikmatinya"

kalau saya jika memilih tempat makan selain dari review banyak orang yang pasti juga alasan kenapa bisa sampai di review, agar lebih menarik :D 

setuju... guna-nya ber-sharing. cukup sering juga saya memilih tempat karena rekomen atau review kawan yang sudah pernah. kalau cocok datang lagi, kalau sebaliknya, ya cukup sampai disini saja....

Share this post


Link to post
Share on other sites
50 minutes ago, Alfa Dolfin said:

setuju... guna-nya ber-sharing. cukup sering juga saya memilih tempat karena rekomen atau review kawan yang sudah pernah. kalau cocok datang lagi, kalau sebaliknya, ya cukup sampai disini saja....

ya saling me review hehe :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
20 hours ago, deffa said:

ya saling me review hehe :D 

yup..:lol: iya, aku juga lagi siapin "review" tuk Batagor Kingsley.... may be beberapa hari aku share....

3 hours ago, kyosash said:

rasanya kgk aneh tuh dicampur2 gitu :senyum 

:lol: makannya kudu satu-satu.....hahaha.......

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 10/3/2017 at 1:44 PM, deffa said:

hahay ini batagor dari cuma usaha rumahan sekarang udah punya gedung 2 lantai @Alfa Dolfin

Betul....sekarang sudah lebih modern.... cuma sayang sekali aku harus say good bye dengan Kingsley.... :terharu . Sudah aku sharing ulasannya.....

Share this post


Link to post
Share on other sites
10 hours ago, Alfa Dolfin said:

Betul....sekarang sudah lebih modern.... cuma sayang sekali aku harus say good bye dengan Kingsley.... :terharu . Sudah aku sharing ulasannya.....

ya tadi baca

ya namanya usaha sudah berkembang pasti lah banyak perubahan tapi ya kalau dari segi rasa tidak berubah :D

Share this post


Link to post
Share on other sites
2 hours ago, deffa said:

ya tadi baca

ya namanya usaha sudah berkembang pasti lah banyak perubahan tapi ya kalau dari segi rasa tidak berubah :D

betul.... sesuai perkembangan dan tuntutan konsumen ya. Cuma kalau saya tuk urusan menikmati tidak hanya rasa tapi juga suasana....

Share this post


Link to post
Share on other sites
2 hours ago, Alfa Dolfin said:

betul.... sesuai perkembangan dan tuntutan konsumen ya. Cuma kalau saya tuk urusan menikmati tidak hanya rasa tapi juga suasana....

Yap benar juga karena kenyamanan tidak bisa ditakar heheh :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 3/16/2017 at 11:55 AM, deffa said:

Yap benar juga karena kenyamanan tidak bisa ditakar heheh :D 

hehehe...aku sich termasuk penikmat suasana eksklusif. Termasuk urusan kuliner. dinner or lunch di tempat yang romantis, kenapa tidak. Di sisi lain, ternyata aku lebih nge-fans nongkrong di warteg, di pasar-pasar, atau yang bersuasana warung.... 

Share this post


Link to post
Share on other sites
48 minutes ago, Alfa Dolfin said:

hehehe...aku sich termasuk penikmat suasana eksklusif. Termasuk urusan kuliner. dinner or lunch di tempat yang romantis, kenapa tidak. Di sisi lain, ternyata aku lebih nge-fans nongkrong di warteg, di pasar-pasar, atau yang bersuasana warung.... 

yang penting gimana kita bisa merasakan kenyamanan dari semua aspek ya mas @Alfa Dolfin

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By maipura
      Ada museum baru di Kota Solo, baru diresmikan oleh Bapak Presiden Jokowi pada tanggal 9 Agustus yang lalu. Namanya Museum Keris Nusantara. Kebetulan saya pas lagi ada di Solo minggu lalu, jadi deh kita sempatkan mampir mengunjungi Museum ini sebelum pulang kembali ke Sumatera.
      Lokasi Museum Keris ini ada di pusat kota, gak jauh dari taman Sriwedari, bersebelahan dengan stadion di Jalan Bhayangkara. Kalau lewat jln. Slamet Riyadi, pas pertigaan Sriwedari belok kiri, Museum nya ada di ujung jalan pas perempatan. Gak akan mungkin kelewatan lah. :)
      Harga tiket masuknya berapa? nah selama bulan Agustus ini, tiket masuk ke Museum Keris masih gratis, namun mulai september nanti katanya harga tiketnya Rp.6000 / orang.
      Museum ini merupakan gagasan pak Jokowi sewaktu beliau masih menjadi walikota Solo. Namun pembangunan gedung museum ini baru dimulai secara bertahap sejak tahun 2013. Gedung Museum Keris ini terdiri dari 1 basement yang dimanfaatkan sebagai tempat parkir, dan 4 lantai sebagai ruang pamer. Terdapat lift yang menyambungkan semua lantai-nya. Jadi kalau capek naek tangga, bisa naek lift.

      Lantai 1
      Di lantai ini fungsinya sebagai lobi, soale gak ada keris yang dipajang disini. Cuman ada ruang Audio Visual di sisi sebelah kanan dan kiri dari pintu masuk. Loket pengunjung juga ada disini, disebelah kanan dari pintu masuk kemudian bagian informasi ada di sebelah kiri dari pintu masuk.
      Lantai 2
      Di lantai 2 kita mulai bisa menikmati koleksi dari Museum Keris ini. Dan saya yang gak paham sema sekali soal keris. Di lantai 2 ini kita akan paham dan mengerti lebih dalam soal keris. Karena di lantai ini disuguhkan juga informasi tentang keris dan bagian-bagian keris, apa itu pamor, jejeran, luk dsb.
      Di lantai 2 ini juga ada tempat bermain untuk anak-anak dan perpustakaan. Koleksi buku-bukunya tidak jauh dari masalah keris dan budaya baik tentang kota Solo maupun kota-kota lain di Indonesia. Tapi sepertinya koleksi bukunya perlu diperbanyak, soale rak nya masih banyak yang kosong.



       
      Lantai 3
      Lantai ini selain memajang beberapa koleksi keris ada juga diorama-diorama. Antara lain diorama pembuatan keris dan  diorama ritual saat akan membuat keris. Selain itu di dinding  ada informasi proses pembuatan keris dan rangkaian sesaji ketika akan membuat keris.


       
      Lantai 4
      nah, lantai 4 ini merupakan ruang pamer utama, disini selain keris dari tanah jawa, ada juga keris dari bali, sulawesi dan sumatera. Selain keris ada juga beberapa koleksi tombang dan parang. Karna museum ini tidak mengkhusus kan keris dari Jawa saja, namanya kan Museum Keris Nusantara. walapun memang umumnya orang mengenal keris itu dari Jawa. Tapi ternyata ada juga keris dari Sulawesi dan Sumatera.

       

      Di lantai 4 ini saya ngobrol banyak dengan seorang bapak yang saya pikir petugas museum. Beliau berkata keris yang dipajang disini merupakan hibah dan pinjaman dari pribadi, tertulis di keterangan masing-masing keris yang dipamerkan. Dan katanya lagi masih ada sekitar 300-an lagi koleksi keris yang masih akan dipamerkan. Dan ada kabar bahwa pemerintah Belanda akan menyerahkan koleksi keris yang mereka miliki untuk kemudian disimpan dan dipamerkan di Museum Keris Nusantara ini.
      Ketika saya bertanya, koleksi yang paling tua dan mempunyai nilai sejarah paling tinggi yang mana, bapak petugas yang saya lupa tanya namanya itu menjawab.
      "semua koleksi kita disini berharga mas, baik usia maupun nilai sejarah-nya"
      "semua keris disini berusia lebih dari 100 tahun"
      "semuanya sudah di teliti terlebih dahulu oleh tim kurator kita sebelum kemudian bisa dipajang dimuseum ini"
       
      Lalu bapak itu membawa saya ke salah satu kotak tempat beberapa keris dipamerkan, lalu beliau mengatakan,
      "ini keris yang paling tua, ini diperkirakan dibuat pada jaman sebelum kerajaan Singosari"
      "pada waktu itu para pembuat keris belum mengenal cara mencampur besi untuk membentuk pamor (motif)"
      "ini bentuk awal daripada keris, masih sederhana, dan kemudian berkembang menjadi seperti sekarang ini"
       
       
      Ketika saya bertanya mana keris yang paling mahal, beliau pun mengajak saya kembali ke bagian tengah, dan mengatakan
      "ini semua keris yang mahal, semua keris-keris ini ditaksir harganya antara 3 - 15 milyar"

      Mendengar itu, gak ada komentar yang keluar dari mulut saya, cuman decak kagum yang ada.
      Obrolan santai pun terus berlanjut, kebetulan lantai 4 sudah agak sepi, sebelumnya rame dengan rombongan anak-anak SD. :). Sang bapak menjelaskan apapun yang saya tanyakan, baik itu soal keris maupun tentang Museum nya sendiri. Beliau pun sempat memperlihatkan foto nya ketika mendampingi pak Jokowi ketika pembukaan 9 Agustus yang lalu. Dan saya bener-bener bodoh gak nanya siapa namanya.
      Penasaran dengan koleksi-koleksi keris dari Museum Keris Nusantara? atau hobi dengan keris? Atau pengen dateng ke tempat Wisata yang sedikit berbeda waktu berkunjung ke Solo.
      Monggo, mampir ke Museum Keris Nusantara. :)

       
      foto-foto laen :)



       
    • By Alfa Dolfin

      Spontan memberikan nilai SEMPURNA di angka "10" saat di minta untuk memberikan penilaian di web online khusus pemesanan hotel.  Saat mengisi kekurangannya, saya isi : "hanya menginap semalam". Inilah penilaian Rumah Batu Villa & Spa di kota Solo.

      tampak dari pinggir jalan

      tampak depan
      Sebenarnya sich sudah masuk solo pinggiran. Tanpa bermaksud promosi lho. Hanya berbagi cerita betapa enjoy stay disini yang beralamat : jalan Ovensari Raya No 8, Baki Solo Baru, Jawa Tengah. Driver mobil yang kami sewa mengatakan letaknya sudah di luar kota Solo. Tapi meski letaknya cukup jauh waktu tempuh tempuh Cuma 15 menit saja ke pusat kota. Tega nian kondisi kalau bandingkan dengan Jakarta ya.
      Suasana di sekeliling hotel masih ada areal per-sawah-an. Untuk yang sudah kadung bosan suasana metropolis macam saya ini, pasti senang dengan melihat sawah. Norak ya….? Hahaha….
      Tempatnya sendiri, mungkin kebayang akan di dominan dengan bebatuan. Serasa kembali ke jaman batu dulu ya. Konsepnya Villa. Perihal nama ini sering saya kurang peduli. Mau villa, hotel, puri, homestay, atau…?ya apa pun, yang penting bisa booking 1 kamar, suasana kamar cocok, suasana di sekelilingnya juga oke, dan harga terjangkau.

      dari teras kamar. suasananya asyik

      lemari baju di kamar. Unik ya dengan model kayu begini
      Rumah Batu yang memiliki total 18 kamar dari berbagai tipe, pertama kali ketemu waktu browsing hotel sekitar 3 minggu sebelum ke Solo. Dari sekitar 5 pilihan, setelah diskusi dengan pasangan lalu melihat foto-fotonya, akhirnya sepakat untuk menginap disini.

      teras kamar. Suasananya asri n klasik. Suka banget
      Heritage
      Meskipun memakai nama “Batu”, tidak lantas semua yang serba batu akan mendominan. Faktanya ngga begitu. Di web bilangnya menawarkan kamar dengan perpaduan unsur tradisional dan kontemporer. Yang saya rasakan suasananya Javanesse Heritage. Suasana keseharian masyarakat Jawa tempo doeloe.



      Loby hotel bernuansa Java Heritage. 

      banyak patung bernuansa tempo doeloe seperti di loby ini

      salah satu kursi menunggu di lobby....jauh dari nuansa modern.....

      suasana resto-nya. Kental banget nuansa Javanesse Heritage
      Astaga….!!!dalam hati terperanjat,  justru disini aku berjumpa lagi yang lama tidak bertemu. Seakan saya di bawa kembali ke jaman- kecil dan remaja doeloe, saat masih tinggal di kampung. Tidak seperti sekarang tinggal di kota metropolis, masa kecil sampai remaja akrab dengan kesederhanaan di salah satu kampung di Cimahi, Jawa Barat. Tinggal di rumah nenek yang ber-dinding kayu, berlantai ubin. Lalu nenek dan kakek punya burung tekukur, yang di jam-jam tertentu bunyi.

      woooouuww....entah sudah berapa tahun ngga lihat burung tekukur begini
       

      yeaaa....suka nuansa begini. 

      ini jam tempo doeloe. sudah jarang melihat seperti ini
      Jika ada penilaian tamu lain yang mengatakan, meski berada di pinggir jalan raya namun tidaklah ramai dan bising, saya akui iya. Ini juga yang menurut saya menambah kenyamanan.
      Special Request
      Jika saya merasa langsung betah dan nyaman, tidak lepas dari kecocokan dan selera aja. Tetap suka hotel bernuansa modern seperti Swissbell, Aston, Favehotel, dan sejenisnya. Namun jika berada di daerah seperti Solo, Bali, Yogya, sebisa mungkin memilih hotel yang menyajikan nuansa setempat. Di Surabaya yang cenderung kota metropolis, lebih tepat berada di hotel ber-gaya modern itu.

      salah satu nuansa Villa...hhhmmm....like it....

      Rumah Batu Villa & Spa, rasanya lebih cocok untuk keluarga yang memiliki selera klasik, menyukai nuansa tempo doeloe, bernuansa heritage. Sayangnya sejauh saya perhatikan, kurang lengkap sarana bermain untuk anak-anak. Bukankah usia anak-anak belum familiar dengan nuansa tempo doloe. Cuma ada kolam renang.
      Mengusung nuansa tempo dulu yang bercorak Jawa, staff ramah, wuiii….harganya per malam Cuma 425 ribu, weekend, include sarapan…wuiii….sayang Cuma semalam.

      Yang berkesan karena datang bersama pasangan yang ber-ulang tahun, ada permintaan khusus untuk mendekor kamar dengan kembang, dan menyajikan buah kesukaannya. Maksudnya ingin memberikan kejutan kepadanya. Permintaan khusus ini diperhatikan. Saat check in dan masuk kamar, wooouuwww…..

    • By Sarwanti
      Yang ke Solo mampir ke TW yaw bnyk tempat wisata disana, icon TW  Grojokan Sewu 
      kalau difoto ini "Bukit Sekipan" 
      lokasinya dari Terminal Tawangmangu naik lagi di kanan jalan, ada papan namanya juga kok
      Jika mau suasana lebih dingin lagi bisa naik terus sampai di jalan tembus (perbatasan dengan magetan jawa timur)




    • By andiana
      Pertama kali ke Solo / Surakarta. Berbekal satu keuntungan : ada teman tinggal di Solo. Jadi, lumayan rada pede. Meski begitu, waswas takut nyasar tetap ada, ternyata! 
      Aku ke Solo tanggal 1 September, menginap semalam di Red Planet Hotel. Silakan mampir ke review hotel  yah!
      Berhubung saat pertama ke Solo karena ada acara di Taman Balekambang, jadi memang kurang banyak mengeksplorasi Kota Serabi Notosuman itu. Bahkan gak sempat ke Pasar Klewer. Oke, ini kode untuk kembali ke sana, yes?
      Ada yang pernah menginap di Red Planet Hotel? Boleh dong share pengalaman juga. Siapa tau ada tips trik khusus lainnya yang aku gak tau. 
       
      Thank you!
    • By feripwardoyo

      Akhir pekan kemaren ada teman yg kawinan.. lokasinya di Solo. Setelah sempet nanya-nanya ke teman Jalan-Jalan tentang kota ini, akhirnya saya berangkat juga. 
      Perjalanan ke Solo diawali dengan sebuah kejutan..

      Ya sudah lah, ya.. Secara apa sih yg bisa diharapkan dari Lion Group. Lanjut!!!
      Setelah bengong 90 menit + flight 60 menit, akhirnya nyampe di bandara Adi Soemarmo sekitar jam 8.30 pagi. Bandara kondisinya tegang banget.. Banyak aparat berkeliaran. 
      Oh, iya.. Saya dijemput Bagas, dari BAGASWORO Rent Car Solo. Nemu di Instagram dan sempet shock waktu tau price list nya. Jadi sewa mobil plus driver 12 jam itu cuman Rp 300 ribu. Bandingin sama rate sewa mobil + driver di Bali yg per 6 jamnya sekitar Rp 400 ribu itu. Bikin shock, kan?! Dan yg shock ternyata gak cuman saya.. Hahahaha.. 
      Atas rekomendasi Bagas, tempat pertama yg saya kunjungi begitu menjejakkan kaki di Solo adalah Umbul Temanten di desa Janti, daerah Klaten, sekitar 1 jam perjalanan dari kota Solo.

      Tempatnya asri banget! 
      Jadi ceritanya Umbul Temanten ini adalah 1 diantara entah berapa banyak mata air alami yg ada di Kabupaten Klaten. Bentuknya kayak sendang gitu, airnya jerniiiiiiiih banget. Konon perusahaan air mineral kemasan terbesar di Indonesia ngambil airnya dari sini.
      Selain air yg jernih, daya tarik utama tempat ini menurut saya adalah pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu yg menjadi latar tempat pemandian ini, serta petak-petak kebun Seledri. Seumur-umur baru sekali itu saya lihat lokasi persemaian Seledri, secara selama ini lihatnya sudah terbujur kaku di rak supermarket. Hahahaha..




      Untung saya datangnya terhitung masih agak pagi, jadi tempatnya tetbilang sepi. Soalnya hari itu pas banget weekend, jelang Ramadhan. Gak kebayang gimana suasana tempat itu kalo pas udah siang nenjelang sore dan dipake buat padusan.. Pasti udah rame banget kayak Es Dawet.



      Teman Jalan-Jalan tau istilah bokeh, kan? Nah, kalo misalnya kita nyelem di Umbul Temanten dan gak pake googling, maka di dalam air kayak lagi liat bokeh banyak banget. Efek kece itu dihasilkan oleh pantulan cahaya matahari yg menimpa bebatuan di dasar umbul ini. Indah banget, dah!
      Di sekitar kolam ada banyak spot kece buat foto. Favorit saya kali kecil di sebelah kanan kolam yg berhias batu-batu besar dan paralon. Musti agak sabar kalo mau foto di sini karena sepertinya tempat ini adalah spot favorit buat pacaran. Saya nunggu 2 pasangan kelar pacaran baru bisa foto di sini. Hahahaha.. 



      Biaya masuk ke Umbul Temanten per orang Rp 5000. Gak usah takut laper dan haus karena di sekitar kolam banyak warung yg jual makanan. Indomie rebus telor super pedas plus kopi susu jadi pilihan pagi itu. 
      Kalo udah kenyang, nyemplung lagi.. Hahahaha.. 

      Cabut dari Umbul Temanten sekitar jam 12 siang, langsung menuju ke tempat makan siang: selat mbak Vien's di daerah Banjarsari, Solo. Saya gak gitu suka karakter kuahnya.. Terlalu asem, nyaris kayak kuah Tahu Kupat dicampur kuah Empek-Empek. 
      Setelah itu lanjut ke Pasar Triwindu, hunting foto buat ngisi feed Instagram. Hahahaha.. 





      Kelar mengunjungi Pasar Triwindu, saya melanjutkan perjalanan ke komplek Keraton Surakarta. 
      Dan ternyata tempatnya lagi direnovasi. Hahahaha.. 

      Well, at least ninggal jejak dulu lah, ya..

      Oh, iya.. Saya penasaran abis kenapa di pintu di area musium banyak patung beraroma Arab, ya? 





      Tentang musium, jujur saya prihatin lihat kondisinya. Kotor, gak terawat, banyak barang berharga yg rusak. Paling sedih pas foto di Panggung Songgo Buwono, bangunan menara ikonik yg ada di dalam komplek keraton.. Berasa kayak lagi di terminal karena diterpa aroma pesing. Sumpah, gak abis pikir. Sungguh sangat menyedihkan. 
      Setelah dikasih tau kalo area musium dan istana sudah mau tutup, akhirnya saya cabut, check in di hotel Alila Solo. 

      Sama seperti properti Alila pada umumnya, Alila Solo mengutamakan desain yg simple dan fungsional, dengan memasukkan sedikit sentuhan lokal. 

      Walaupun kamar yg saya dapat gak sesuai yg saya inginkan (king size bed, smoking room) tapi secara keseluruhan sangat memuaskan. Pelayanan yg prima, staf yg ramah, kolam yg indah, roof top bar dan tempat nongkrong kece, dan pastinya menu sarapan yg menggugah. 




      Kelar renang dan mandi, jam 7 malam saya pergi ke acara resepsi.

      Kesan saya soal catering milik anak pak Jokowi cuman 1: good looking, bad taste. Hahahaha.. 
       


      Berhubung merasa belum nampol, kelar kondangan mampir ke Omah Londo. Tempatnya unik dan menu Garang Asem nya luar biasa. Sangat recommended! 



      Esok paginya acara diisi dengan kegiatan standar: sarapan dan renang, abis itu check out. 


      Lalu lanjut makan siang di Omah Selat dan nonton X-men di The Park. 





      Lalu trip 36 jam saya di Solo ditutup dengan berburu oleh-oleh dan es dawet selasih di kawasan Pasar Gede. 





      Puas?
      Kagak! 
      Masih banyak tempat yg ingin saya kunjungi, tapi sayangnya waktu terbatas. Pengen ke Jumong, Tawang Mangu, Candi Cetho, Dam Colo, dan pastinya menyambangi umbul-umbul di daerah Klaten, Karang Anyar dan Boyolali. 
      Next time lah, ya.. 
      Well, see you again, Solo! 
       
       
       
    • By feripwardoyo
      halo, teman Jalan-Jalan.. 
      saya minggu depan ada acara kondangan ke Solo. karena cuman semalam, untuk memaksimalkan waktu maka saya ambil flight pagi di hari Sabtu dari Surabaya ke Solo biar sempet jalan-jalan sebelum acara kondangan, dan baliknya ikut flight malam di hari Minggu.
      kalo boleh, saya minta saran tentang tempat wisata yg menarik di Solo serta kulinernya, tapi ya itu tadi, karena keterbatasaan waktu kalo bisa yg di sekitar pusat kota. 
      oh, iya, satu lagi: kalo ada informasi / contact person rental mobil sekalian driver, boleh lah saya dibagi.
       
      terima kasih..
    • By Hasdevi Agrippina Dradjat
      Kota Solo merupakan kota yang kental dengan nuansa sejarah dan budaya yang sangat erat kaitannya dengan kebudayaan Jawa.
      Di kota ini, kamu dapat melihat keraton, berbelanja batik dan kerajinan yang berkualitas, melihat atraksi Solo yang penuh dengan penuh keagungan, wayang kulit, kuliner yang lezat, dan tentunya berkomunikasi dengan masyarakatnya yang ramah.
      Kota yang bernama resmi Surakarta ini merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Republik Indonesia atas keberadaan Kraton Surakarta Hadiningrat, yang merupakan negara/kerajaan mandiri sebelum Republik Indonesia diproklamirkan.
      Kamu berencana ingin menjelajahi kota Solo yang menawan ini? Coba sambangi beberapa rekomendasi hotel bintang lima di Solo yang dapat kamu jadikan sebagai referensi berikut ini.
       
      1. Alila Solo, Hotel Modern di Lokasi Strategis Laweyan, Solo


      Alila Hotel Solo via Google
       
      Inilah dia salah satu hotel berbintang lima di Solo yang dapat kamu jadikan sebagai referensi. Hotel ini adalah Alila Hotel Solo.
      Hotel ini terletak di kawasan yang strategis, yaitu di sekitar kawasan Jalan Brigjend Slamet Riyadi. Lokasi tepat dari hotel ini adalah Jalan Brigjend Slamet Riyadi no. 562, Laweyan, Solo.
      Alila Solo ini berjarak sekitar 5 menit berjalan kaki dari Solo Square, dan menawarkan sebuah kolam renang outdoor. Solo Grand Mall dapat dijangkau dalam 5 menit berkendara, sedangkan Bandara Internasional Adisumarmo terletak sejauh 15 menit berkendara.
      Para pengunjung juga sangat menyukai fasilitas hotel ini yang sangat baik dan ramah. Para pengunjung juga sangat menyukai pelayanan yang diberikan oleh staf hotel ini yang dapat melayani dengan sangat baik dan ramah.
      Berikut ini adalah foto-foto fasilitas umum hotel ini:


      Rooftop area via Agoda


      Meeting room via Agoda


      Ballroom via Agoda


      Lobby via Agoda


      Fitness center via Agoda


      Kolam renang via Agoda


      Restoran via Agoda
       
      Hotel ini memiliki interior yang sangat cantik dengan warna-warna gelap dan warna cokelat. Nuansa hotel sangat elegan hingga mampu membuat pengunjung nyaman berada di hotel ini.
      Berikut ini adalah dokumentasi mengenai interior kamar hotel:


      Interior kamar hotel via Agoda


      Interior kamar hotel jenis twin bed via Agoda


      Interior seating area via Agoda
       
      Kelebihan lain dari hotel ini adalah fasilitas wifi yang terdapat bukan hanya di kamarmu, tetapi juga di berbagai area public hotel ini. Hotel ini juga merupakan salah satu pilihan yang tepat bagi para traveling, terutama solo traveler.
      Para pengunjung juga sangat menyukai tempat ini terutama yang untuk sekedar bersantai.
      Hotel ini mendapatkan nilai 8,7 atau excellent menurut situs Agoda.
      Informasi
      Alamat       : Jalan Brigjend. Slamet Riyadi no. 562, Laweyan, Solo
      No. telp      : (0271) 6770888
      Rate           : Mulai dari 954.000 per malam. (Book Disini)
      Fasilitas     : Lobi 24 jam, pelayanan antar jemput bandara, coffee shop, daily housekeeping, executive floor, meeting facilities, safety deposit boxes, smoking area, concierge, dry cleaning dan masih banyak lainnya
      Tambahan : Check in pukul 14.00 dan check out pukul 12.00
       
      2. Lorin Hotel Solo, Hotel dengan View yang Keren


      Lorin Solo Hotel via Agoda


      Exterior hotel via Agoda
       
      Salah satu hotel berbintang lima di Solo yang dapat kamu jadikan sebagai referensi adalah Lorin Solo Hotel. Hotel ini adalah salah satu hotel bintang lima yang direkomendasikan Agoda dengan lokasi tepat berada di Jalan Adi Sucipto 47, Laweyan, Solo.
      Para pengunjung sangat menyukai view hotel ini yang sangat baik. Ya, walaupun terlihat tua, tetapi pemandangan yang disajikan oleh hotel ini juga sangat baik dan bagus.
      Hotel ini juga merupakan salah satu hotel yang sangat baik untuk wisata sehingga banyak pengunjung yang datang dengan tujuan untuk berwisata di sini.
      Berikut ini adalah dokumentasi fasilitas umum di hotel ini:


      Meeting room via Agoda


      Spa via Agoda


      Outdoor restaurant via Agoda


      Outdoor via Agoda

       

      Restoran via Agoda
       
      Interior hotel ini berwarna simpel dan elegan dengan warna cokelat. Selain itu, nuansa hotel ini juga tradisional dan mampu membuat para pengunjung merasa nyaman berada di hotel ini.
      Beberapa pilihan kamar yang tersedia di hotel ini adalah moderate dwangsa dan deluxe. Kamu juga dapat memilih preferensi tempat tidurmu baik berupa king maupun twin. Berikut ini adalah tampilan interior kamar hotel ini:


      Interior kamar hotel via Agoda


      Interior seating area dan twin bed via Agoda
       
      Kelebihan lain dari hotel ini adalah factor kebersihan. Hotel ini sangat memperhatikan kebersihannya sehingga membuat para pengunjung merasa nyaman berada di hotel ini. Fasilitas wifi yang tersedia di hotel ini juga dapat kamu nikmati bukan hanya ketika kamu berada di dalam kamarmu, tetapi juga di public area.
      Namun, kekurangan dari hotel ini adalah ukuran kamar yang tergolong kecil. Meskipun demikan, hotel ini memiliki nilai 7,4 atau termasuk dalam kategori very good menurut situs Agoda.
      Informasi
      Alamat       : Jl. Adi Sucipto no. 47, Laweyan, Solo
      No. telp      : (0271) 7882000
      Rate           : Mulai dari (0271) 724500 per malam. Sudah termasuk sarapan. (Book Disini)
      Fasilitas     : lobi 24 jam, bar, coffee shop, jasa laundry, room service, jasa penjemputan bandara, restoran, jasa penyewaan sepeda, concierge, meeting facilities dan masih banyak lainnya
      Tambahan : Check in pukul 14.00 dan check out pukul 12.00
       
      3. Sahid Jaya Solo Hotel, Pilihan Hotel Tepat di Kawasan Banjarsari


      Sahid Jaya Hotel via Agoda
       
      Hotel berbintang lima selanjutnya yang dapat kamu jadikan sebagai referensi selama kamu berada di Solo adalah Novotel Hotel Solo.
      Hotel ini adalah sebuah hotel yang terletak di kawasan Solo. Lokasi tepat dari hotel ini adalah di Jalan Gajahmada 82, Banjarsari, Solo.
      Kebanyakan para pengunjung yang datang mengunjungi hotel ini merasa sangat senang dengan kenyamanan yang ditawarkan oleh hotel ini. Ya, para pengunjung merasa betah dengan nuansa interior hotel ini yang tradisional namun tetap menyenangkan.
      Hotel ini juga sangat strategis karena terletak di kawasan Banjarsari. Ya, para pengunjung akan merasa lebih mudah untuk mencapai berbagai destinasi wisata yang terletak di kawasan Kota Solo.
      Inilah dia dokumentasi fasilitas umum di hotel ini:


      Interior lobby via Agoda


      Restoran via Agoda


      Fitness center via Agoda


      Kolam renang via Agoda


      Bar and Lounge via Agoda


      Resepsionis via Agoda


      Ballroom via Agoda


      Kolam renang via Agoda
       
      Beberapa pilihan kamar yang tersedia di hotel ini adalah superior double, dan deluxe. Hotel ini juga sudah dilengkapi dengan fasilitas wifi baik di dalam kamar maupun di area public.
      Inilah dia tampilan dokumentasi interior kamar hotel ini:


      Interior seating area via Agoda


      Interior superior room via Agoda


      Kamar mandi via Agoda


      Interior kamar hotel via Agoda
       
      Kamar hotel ini sudah dilengkapi dengan AC, TV dan juga kamar mandi pribadi. Selain itu, kamar di hotel ini juga sudah dilengkapi dengan fasilitas area duduk, wifi, kulkas, setrika dan masih banyak lainnya. Kamar hotel ini juga didominasi oleh warna-warna gelap dan cokelat.
      Kelebihan lainnya dari hotel ini adalah lokasi hotel ini yang sangat strategis. Ya, para pengunjung dapat menjangkau berbagai lokasi wisata di Solo dengan sangat mudah karena hal ini.
      Sementara itu, kekurangan dari hotel ini menurut reviewer adalah hotel ini tergolong sudah cukup tua sehingga dibutuhkan renovasi.
      Menurut situs Agoda, hotel ini memiliki nilai 7,2 atau termasuk dalam kategori very good. Kebanyakan pengunjung akan merekomendasikan hotel ini atau berencana menginap lagi di sini ketika mereka memiliki kesempatan berkunjung ke Solo lagi.
      Informasi
      Alamat       : Jl. Gajahmada 82, Banjarsari, Solo
      No. telp      : (0271) 6441444
      Rate           : Mulai dari 393.000 per malam. (Book Disini)
      Fasilitas     : lobi 24 jam, layanan penjemputan bandara, penyewaan mobil, binatu, dry cleaning, restoran, fitness center, kolam renang, jasa penyewaan sepeda, elevator, printer dan masih banyak lagi.
      Tambahan : Check in pukul 14.00 dan check out pukul 12.00
       
      4. The Royal Surakarta Hotel Solo, Hotel Untuk Bisnis dan Wisata


      The Royal Surakarta via Agoda
       
      Salah satu pilihan hotel yang dapat kamu jadikan sebagai referensi selama kamu berada di Solo adalah The Royal Surakarta Solo. The Royal Surakarta Solo adalah sebuah hotel yang didesain baik untuk kepentingan bisnis maupun wisata.
      Hotel ini terletak di kawasan Pasar Kliwon. Lokasi hotel ini adalah di Jalan Slamet Riyadi no. 6, Pasar Kliwon, Solo. Hotel ini memiliki kamar berjumlah 150 kamar.
      Kebanyakan para pengunjung yang datang mengunjungi hotel ini menyukai lokasi hotel ini yang sangat strategis. Ya, hotel ini terletak di kawasan utama Pasar Kliwon sehingga para pengunjung dapat mengunjungi berbagai destinasi wisata di kawasan Solo.
      Para pengunjung juga sangat menyukai hotel ini yang bersih dan juga interior kamar yang modern. Hal ini membuat para pengunjung betah berada di hotel ini.
      Para pengunjung juga sangat menyukai fasilitas kolam renang yang terdapat di hotel ini. Kolam renang di hotel ini didesain dengan sangat cantik dan cocok digunakan oleh berenang terutama bagi keluarga yang membawa anak kecil.
      Sementara itu, inilah beberapa dokumentasi fasilitas umum di hotel ini:


      Meeting room via Agoda


      Ballroom via Agoda


      Fitness center via Agoda


      Kolam renang via Agoda


      Restoran via Agoda


      Meeting room via Agoda
       
      Hotel ini memiliki fasilitas yang cukup menunjang pengunjung yang datang dan menginap di hotel ini.
      Beberapa pilihan kamar yang tersedia di hotel ini adalah deluxe room dan superior room. Ya, para pengunjung diberi kesempatan untuk memilih sendiri preferensi jenis tempat tidur yang akan digunakan untuk menginap di hotel ini.
      Berikut ini adalah tampilan dokumentasi interior kamar hotel ini:


      Interior kamar hotel via Agoda


      Interior kamar hotel via Agoda


      Kamar mandi pribadi via Agoda
       
      Semua kamar di hotel dilengkapi TV layar datar, lemari es, dan minibar. Kamar mandi pribadinya menyediakan shower, pengering rambut, dan handuk. Beberapa unit dilengkapi sofa, pemutar DVD, dan bathtub. Selain itu, hotel ini juga sudah dilengkapi dengan fasilitas wifi baik di kamar maupun di seluruh penjuru hotel.
      Kelebihan lain dari hotel ini adalah factor value for money yang dimiliki oleh hotel ini. Ya, para pengunjung merasa bahwa uang yang mereka keluarkan telah sesuai dengan fasilitas yang mereka dapatkan selama berada di hotel ini.
      Sementara itu, kekurangan dari hotel ini adalah rasa makanan di hotel ini yang kurang begitu lezat. Salah satu reviewer merekomendasikan agar hotel ini dapat menyajikan makanan yang lebih lezat lagi.
      Menurut situs Agoda, hotel ini memiliki nilai 8,1 atau termasuk dalam kategori Excellent. Ya, para pengunjung kebanyakan merasa senang ketika berada di hotel ini dan berniat untuk menginap kembali di sini ketika memiliki kesempatan menyambangi Solo.
      Informasi
      Alamat       : Jalan Slamet Riyadi no. 6, Pasar Kliwon, Solo
      No. telp      : (0271) 666111
      Rate           : Mulai dari 439.000 per malam. (Book Disini)
      Fasilitas     : penyewaan mobil, antar jemput bandara, penitipan bagasi, room service, lobi 24 jam, binatu, dry cleaning, business center, concierge, kolam renang, fasilitas rapat, shuttle service, room service, dan masih banyak lainnya
      Tambahan : Check in pukul 14.00 dan check out pukul 12.00
       
      5. Kusuma Sahid Prince Solo Hotel, Hotel Tradisional di Banjarsari


      Kusuma Sahid Solo Prince Hotel via Agoda
       
      Salah satu hotel di Solo yang dapat kamu jadikan sebagai referensi selama berada di Solo ini adalah Kusuma Sahid Solo Prince Hotel. Hotel bernuansa tradisional ini merupakan salah satu hotel berbintang lima yang terletak di kawasan Banjarsari. Lokasi hotel ini adalah di Jalan Sugiyopranoto 20, Banjarsari, Solo.
      Para pengunjung sangat menyukai kebersihan hotel ini. Ya, hal ini membuat para pengunjung merasa nyaman ketika berada di hotel ini.
      Para pengunjung juga sangat menyukai interior dan desain hotel yang bernuansa tradisional namun tetap menawan.
      Berikut ini adalah tampilan beberapa fasilitas di hotel ini:


      Lobby via Agoda


      Fitness center via Agoda


      Kolam renang via Agoda


      Meeting room via Agoda


      Restoran via Agoda


      Restoran via Agoda


      Restoran via Agoda
       
      Interior hotel yang bernuansa chic dan elegan ini memiliki warna cokelat yang mendominasi. Selain itu, fasilitas hotel ini juga tergolong lengkap karena memiliki fitness center dan kolam renang untuk melengkapi hotel ini.
      Beberapa pilihan kamar yang tersedia di hotel ini adalah cabana room dan bungalow.
      Berikut ini adalah tampilan dokumentasi interior kamar hotel ini:


      Interior kamar hotel via Agoda
       
      Kelebihan lainnya di kamar hotel ini juga sudah dilengkapi dengan fasilitas wifi yang akan memudahkan akses internetmu. Akses wifi ini dapat kamu nikmati bukan hanya di dalam kamarmu tetapi juga di area public hotel ini.
      Sementara itu, kekurangan dari hotel ini adalah ukuran kamar mandi yang tergolong terlalu sempit. Sementara itu, hotel ini juga dirasa membutuhkan renovasi karena sudah tua.
      Hotel yang memiliki kamar berjumlah 121 kamar ini tentunya dapat kamu jadikan sebagai pilihan selama kamu menginap di kota Solo. Nilai yang didapatkan oleh hotel ini adalah 6,7 atau termasuk dalam kategori good menurut situs Agoda.
      Informasi
      Alamat       : Jalan Sugiyopranoto no. 20, Banjarsari, Solo
      No. telp      : (0271) 646356
      Rate           : Mulai dari 339.000 per malam. (Book Disini)
      Fasilitas     : dry cleaning, fasilitas rapat, faks, area bisnis, check in dan check out kilat, room service, lobi 24 jam, penyewaan mobil, antar jemput bandara, penitipan bagasi, binatu, fitness center, kolam renang dan wake up service.
      Tambahan : Check in pukul 14.00 dan check out pukul 12.00
       
      Nah, itulah dia penjelasan mengenai rekomendasi hotel bintang lima di Solo. Happy traveling!