Daniear

SNOWY JANUARY IN JAPAN: PESONA KECANTIKAN KYOTO

58 posts in this topic

Setelah melepas penat perjalanan tanpa putus dari Palu – Jakarta – Kuala Lumpur – Tokyo – Kyoto, hari kedua gue di Jepang dimulai. Seperti yang sudah diperkirakan, start hari kedua molor dari jadwal. Aslinya, sesuai rencana kami pingin jam 8 udah keluar dari penginapan, lanjut sarapan. Nyatanya?

Jam 8.30 kami baru mulai jalan. Langit udah keliatan mendung. Duh, keknya bakal hujan. Telat dari jadwal tidak serta merta membuat kami segera bergegas. Kami justru tertarik buat foto di depan gang tempat penginapan Airbnb. Pas pagi gitu ternyata pemandangan rumah-rumahnya kece abis. Sebagai salah satu oleh-oleh yang mudah dikenang, kami foto-foto dulu.

IMG_20170108_094320.jpg

Jadwal sarapan kami skip. Rencana awal ke Kiyomizu kami swith dengan ke Arashiyama lebih dulu, karena lebih jauh. Gue mimpin perjalanan pagi itu ke stasiun Sanjo Keihan. Kami beli tiket seharga 210 yen untuk rute Sanjo Keihan ke Nijo. Dari Nijo gue pilih gunain fasilitas JR Pass, karena kebetulan ada kereta JR dari Nijo ke Saga Arashiyama.

Pas turun di Nijo gue sempat bingung naik kereta lanjutan yang mana. Di tulisan ada kereta asing yang datang. Gue sebut asing karena nama kereta beda dengan yang ada di Hyperdia gue.  Daripada kesasar, gue bertanya pada 2 bidadari manis yang sedari tadi berdiri di depan gue.

“Excuse me. Is it to SAGA ARASHIYAMA?”

Dalam hitungan detik, 2 cewek depan gue langsung menoleh.

KAWAIIII! Gilak, 2 cewek yang dari tadi cuman kelihatan rambutnya aja, ternyata manis-manis. Pantes aja pas berdiri di belakang mereka rasanya gue nemu arti kenyamanan, kesempurnaan cin … taaaaa. Ooo…oooowww #nyanyi

Gue sengaja bertanya dengan menekankan kata Saga Arashiyama buat antisipasi kalau terjadi misskomunikasi kek kemari n sama sekumpulan aki-aki pas nyari penginapan. Tapi, kalau sama yang 2 ini, misal terjadi misskomunikasi, nggak papa juga sih, betah juga. Wkwkwkwk

2 cewek kawai menjawab dengan antusias. “Yess! Yess!” sambil mengangguk dan tersenyum lebar. Makin kawaii deh.

Akhirnya kami satu kereta dengan cewek-cewek tadi ke Saga Arashiyama. Perjalanan berlangsung kurang lebih 15 menit. Kami tiba di st Saga Arashiyama dan langsung disambut hujan! Horrayyyyy

Karena konon hujan adalah lambang rezeki. Tapi kami sadar, kami nggak bawa payung. Zonk! Ditambah jacket yang gue pakai kali ini wool. Zonk kedua! Untungnya sepatu boots gue tahan air. Yes!

Intensitas hujan masih gerimis ringan. Kami pun nekad jalan cepet ke arah yang dijelaskan oleh tourist information di stasiun.

Di bawah langit mendung kami menyusuri jalan yang melewati rumah-rumah warga. Terdapat beberapa café, tempat makan, butik, bahkan toko buku di antara rumah-rumah. Seperti di Sanjo, jalanan di Arashiyama bersih banget.

IMG_20170108_104033.jpg

Setelah jalan sekitar sepuluh menit, kami tiba di pertigaan. Jika ke kiri, ke arah Tenryu-ji Temple dan sungai. Ke kanan ke Bamboo groove. Gue memutuskan ke Tenryuji dulu. Hujan turun lebih deras ketika itu. Setelah sempat foto-foto di depan pintu masuk, kami pun memutuskan untuk tidak masuk. Jadi baru foto di depannya saja kami sudah puas. Coba bayangkan, jauh-jauh ke Arashiyama, hujan pula, sampai di depan pintu Tenryu-ji malah nggak jadi masuk. Tapi, ya, mau gimana lagi, kami memang mudah puas dan mudah pula dipuaskan #eh

IMG_20170108_110011.jpg

Selanjutnya gue memimpin regu menuju bamboo groove. Hujan rintik-rintik masih terus mengguyur. Tapi gue nggak mau kalah sama semangkat para abang-abang penarik ricksaw alias becak manusia.

Dan di bamboo groove itulah sepasang mataku beradu pandang dengan sepasang mata penuh keindahan. Senyum manis darinya langsung tersaji ketika tahu aku tengah menatapnya. Waktu serasa berjalan pelan dari detik ke detik. Semilir angina disertai titik air sama sekali tak membuatku mudah beralih pandangan.

“Minta foto, Bang!” suara cempreng Krysna menyadarkanku. Bocah tengik itu menggodaku supaya gue ngajakin foto cewek barusan. Btw, cewek yang baru saja tersenyum padaku adalah cewek yang sama kutanya di stasiun tadi. Ternyata dia masih mengingatku.

“Lu mau ngajakin mereka foto?” Tanya gue balik ke Krysna.

Krysna menggeleng.

Dasar cemen!

Akhirnya gue pun memberanikan diri menghampiran 2 cewek kawaii asli Jepang itu. Dengan malu-malu tak tahu malu gue pun ngajakin foto bareng. Mereka pun tampak terkejut bahagia penuh suka cita pesta pora ketika menyambut ajakan gue. Kami pun ber-wefie ria beberapa jepret. Krysna ikutan. Baru akhirnya gue tending Krysna buat motion gue. Gue pun berpose di tengah dua cewek Jepang itu. Dan kejutannya, si cewek minta foto juga dengan kameranya. Ternyata diriku menarik juga *mengambil kesimpulan sepihak.

Usai foto hatiku serasa melayang. Gue pun melompat-lompat menyusuri bamboo groove.

IMG_20170108_113557.jpg

IMG_20170108_113649.jpg

 

The end

 

Eh, eh, belum selesai. Meski bahagia belum berarti selesai, ya. Oke, lanjut.

Setelah mengelilingi bamboo groove kami menuju restoran Yoshiya untuk makan siang. Hujan masih turun. Satu hal yang gue kagumi dari Jepang, masyarakatnya meski hujan tetap olahraga. Ini dibuktikan dengan beberapa kali gue nemuin orang Jepang lagi lari-lari nggak kenal cuaca. Mau mendung, hujan, siang, sore, tetep olahraga. Ganbatte!

Yoshiya Muslim Restoran ada di tepi sungai terkenal di Arashiyama. Gue dapat rekomendasi restoran halal itu dari aplikasi Halal Navi dan Halal Gourmet Japan. Ada beberapa menu halal yang disediain. Semacam lunch set gitu. Enak, sih. Tapi sedikit lebih mahal kalau dibandingin sama bento Familymart (yaiyalah).

IMG_20170108_124549.jpg

Karena hujan yang makin deras, kami memutuskan balik ke penginapan di Sanjo dulu.

***

Setelah ganti jaket yang tahan air dan bawa paying dari penginapan, kami lanjut jalan kaki menuju Kiyomizudera. Berdasarkan google maps sih, jarak jalan kaki kami sekitar 2 km menuju tkp. Lumayan jauh sih. Ditambah hujan. Tapi justru saat hujan itulah kami menemukan banyak keindahan. Tsaaah

Sepatu Bobby dan Krysna ternyata nggak tahan air banget. Alhasil, agak basah-basahan lah ya.

Dan di balik semua perjuangan itu, keindahan di mulai saat kami melewati Hokan-ji Temple dan Yasaka Shrine. Lanjut kami melihat betapa indahnya Sanen zaka dan Ninen zaka. Jadi intinya, Kiyomizudera hanya sebagai tambahan aja. Keindahannya dilahap abis di sepanjang jalan menuju dan dari sana. Indah banget nuansa kiri-kanan jalan yang dipenuhi bangunan-bagunan tradisional, baik café, toko, maupun rumah. Feel like … amazing!

IMG_20170108_161810.jpg

Yaudahlah, ya, bagian ini susah dideskripsikan dengan kata-kata. Lewat foto aja (meski sebagian nge-blur)

IMG_20170108_162214.jpg

IMG_20170108_162725.jpg

IMG_20170108_163036.jpg

IMG_20170108_163217.jpg

IMG_20170108_163309.jpg

IMG_20170108_164120.jpg

IMG_20170108_164911.jpg

IMG_20170108_165411.jpg

IMG_20170108_165717.jpg

 

Gue bikin post di blog juga nih : http://alfiandaniear.blogspot.co.id/2017/02/7-hal-yang-bikin-kamu-pingin-ke-jepang.html

Panggil para idola:

@deffa

@Andrizki

@Vara Deliasani

@HarrisWang

@Monfi

@kyosash

@twindry

@Ikamarizka

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
7 minutes ago, Daniear said:

IMG_20170108_164120.jpg

Tolong jelaskan!

Siapa ini ngotor ngotorin pemandangan!!?? wkwkwkwkwkwkwkwk

Kok rada sedih ya bacanya hujan hujanan, gw malah kemarin kebagian hujan, tapi hujan salju. OMG! Bahagia banget HAHAHAHAHAHA

7 minutes ago, Daniear said:

IMG_20170108_113649.jpg

 

Bukan cewe Jepang kali inih :tersipu

Share this post


Link to post
Share on other sites
19 minutes ago, HarrisWang said:

Tolong jelaskan!

Siapa ini ngotor ngotorin pemandangan!!?? wkwkwkwkwkwkwkwk

Kok rada sedih ya bacanya hujan hujanan, gw malah kemarin kebagian hujan, tapi hujan salju. OMG! Bahagia banget HAHAHAHAHAHA

Bukan cewe Jepang kali inih :tersipu

Itu yang namanya Krysna

Gue ngerasain hujan salju pas di Shirakawa go:rate syahdu. Jilat langsung

Lah, terus lo tau dari mana mereka cowok Jepang? *gagal pokus:tersipu

Share this post


Link to post
Share on other sites

Wowowwowowowowowoww...cewek jepang beneran kan. Kawaii bangeeeett :kesengsem yg topi putih mantap tuh. Suaranya kayak gimana mas @Daniear kayak2 di itu gak? Wkwkwk *eeh kok mesum*:ngakak gk tukeran kontak?

Aah menang banyak lu sob wkwkwk.iri gua jadinya :ngakak lu tau darimana mrk org jepang? Jgn kyk gua kmrn. Kirain orang jepang. Pas udh ngajak poto, eeeh ngomongnya xie xie :bingung

Kyoto selalu memikat ya. Dari foto aja berasa suasana disana. Apalagi benar2 ngerasain di sana. Heeemmmm..smoga lah gua bisa nyusul

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 3/10/2017 at 4:41 PM, Daniear said:

Gue ngerasain hujan salju pas di Shirakawa go:rate syahdu. Jilat langsung

dipakein sirup ga bro :ngeledek

Wahh kok banyak hujan ya disana. freezing brp derajat tuh broh?

@twindry otakk otakkk bwahahaa

Share this post


Link to post
Share on other sites

Asik deh dapet cewe2 kawai. Saya aja seneng liat senyum mereka. Manis banget. :kesengsem 

Menikmati kyoto ujan2an sptnya romantis ya haha. Sayang cewe2nya ga diajak makan sekalian :ngakak

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 3/10/2017 at 4:41 PM, Daniear said:

Itu yang namanya Krysna

Gue ngerasain hujan salju pas di Shirakawa go:rate syahdu. Jilat langsung

Lah, terus lo tau dari mana mereka cowok Jepang? *gagal pokus:tersipu

ahahahahahahaha...

Orang Guangzhou itu, keliatan :tersipu

On 3/10/2017 at 9:15 PM, twindry said:

lu tau darimana mrk org jepang? Jgn kyk gua kmrn. Kirain orang jepang. Pas udh ngajak poto, eeeh ngomongnya xie xie :bingung

tuh kan, gw juga curiga itu anak mainland wkwkwkwkwkwk

Share this post


Link to post
Share on other sites

wuaaaaaaaaah gw juga sukak bgt jalan disiniii. Memang memanjakan mata bgt di sepanjang kiyomi temple. 

On March 10, 2017 at 4:25 PM, Daniear said:

 

 

IMG_20170108_161810.jpg

gw udah cita2 bgt nih kepingin difoto pake payung ditengah ujan dengan payung bening jepang. tapi ya ujannya kmaren cuman sikit sikit ahahahahaha

23.jpg

mau nampang aja akhirnya maksa keliatannya. sedia payung tapi ujannya ga ada buahahahahaa

 

 

IMG_20170108_163217.jpg

kita juga foto disiniiii!! pas bgt pohon yg diatas lo itu lagi mekar sakura semuaaa

IMG_20170315_012030.jpg IMG_1881.JPG

IMG_20170108_163309.jpg

sama gitu spot pic nya hihihi.

 

entah kenapa jalanan disini kentel bgt sama culture nya. mungkin karena rumah rumahnya yg byk tradisional. plus didukung byk yg pakai kimono.

dan kemudian gw jadi merindu pgn balik lagi kesana deh nih. 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
16 hours ago, HarrisWang said:

ahahahahahahaha...

Orang Guangzhou itu, keliatan :tersipu

tuh kan, gw juga curiga itu anak mainland wkwkwkwkwkwk

wakakak...beda2 tipis itu yang mainland ama jepun. turis2 dari mainland biasanya mereka pelajari bahasa tempat tujuan wisata mereka. jangankan yang mainland, kemarin pas di pesawat yg disebelah gua orang malay ampe beli buku nya juga. saking niatnya :D 

 

6 hours ago, Ikamarizka said:

IMG_20170315_012030.jpg

@Ikamarizka ini si @min0ru ama @HarrisWang ngak salah nih? orang make jaket tebel2 make syal. lah ini make jaket biasa ama kaos :tercengang 

Share this post


Link to post
Share on other sites
9 minutes ago, twindry said:

 

 

@Ikamarizka ini si @min0ru ama @HarrisWang ngak salah nih? orang make jaket tebel2 make syal. lah ini make jaket biasa ama kaos :tercengang 

Kulit badak mah gausah pake jaket jaketan coi B) wkwkwkwkwk

Itu aja banyak yang jalan jalan pake kimonoan doang, coba bayangin seberapa lebar bukaan baju mereka diterabas angin wkwkwkwkwkwk

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 minute ago, HarrisWang said:

coba bayangin seberapa lebar bukaan baju mereka diterabas angin

kok bayangan gua lain ya? wkwkwk :ngakak eh kimono bukannya cukup tebel ya? ngeri kali bah. suhu dibawah 10 derajat make kaos doank :ngeri ini lah bedanya orang yang biasa kena suhu kayak gitu

Share this post


Link to post
Share on other sites
2 minutes ago, deffa said:

kalau si @HarrisWang

emang dari awal berangkat doi Saltum :P 

HAHAHAHAHA... Tulllll.... itulah kalau nyuruh mba beresin koper kita,

Sepengamatan dia gw nge trip nge trip banyakan bawa celana pendek + kaos.

Dia kurang paham kalau Jepang dingin LOL

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 minute ago, HarrisWang said:

HAHAHAHAHA... Tulllll.... itulah kalau nyuruh mba beresin koper kita,

Sepengamatan dia gw nge trip nge trip banyakan bawa celana pendek + kaos.

Dia kurang paham kalau Jepang dingin LOL

wih si Mba kapan2 harus di bawa ke jepang biar inget tar hehehe @HarrisWang

Share this post


Link to post
Share on other sites
31 minutes ago, deffa said:

wih si Mba kapan2 harus di bawa ke jepang biar inget tar hehehe @HarrisWang

nah ini betol nih @HarrisWang dibawa dulu biar ada gambaran dinginnya kyk gimana :D lalu kasi tau juga mau kemana biar disiapin. masa iya lu suhu ekstrim gitu make celana pendek :ngeri 

23 minutes ago, min0ru said:

@deffa @Ikamarizka @twindry si badak ngaku kulit badak tapi dihakodate kedinginan :ngeledek

wakakak..akhirnya badak pun terkena flu.... pilek tiada henti hentinyaaaa *lagu sinchan*

Share this post


Link to post
Share on other sites
8 minutes ago, twindry said:

wakakak..akhirnya badak pun terkena flu.... pilek tiada henti hentinyaaaa *lagu sinchan*

:ngeledek

 

17 minutes ago, deffa said:

gue aja yang orang Bandung Selatan di Asakusa merinding juga :P @min0ru 

kena angin malem di jkt aja pilek :terharu

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By mariakuntarti
      Hari 1
      Perjalanan dimulai dari jakarta menuju KLIA (kuala lumpur ) naik Malindo air lalu pindah bandara dari KLIA ke KLIA2 untuk Naik Airasia menuju Changsha. Untuk pindah bandara dari KLIA - KLIA2 ada bus gratis yang bisa ditanyakan pada petugas bandara atau bisa juga naik kereta berbayar.
      Sampai di Changsha, karena terjadi delay sudah jam 12 malam lewat, lalu aku naik bus bandara  (Airport bus to Civil Aviation Hotel ) seharga CHY 15.5 / orang karena tujuan utamaku adalah stasiun kereta "Changsha Railway Station" . Dari pemberhentian airport bus Civil Aviation hotel menuju stasiun kereta cukup berjalan kaki saja.
      Rencana awal adalah aku akan menginap semalam di hotel sekitar stasiun tetapi karena pesawat delay dan ada kereta ke Zhangjiajie jam 04:30 pagi maka aku putuskan langsung ke stasiun untuk beli tiket kereta . Loket untuk beli tiket buka 24 jam, jadi setelah beli tiket aku istirahat di dalam ruang tunggu stasiun. Tiket yang aku dapatkan adalah tiket hardseat seharga CHY 83.5/ orang (untuk kelas tempat tidur sudah habis tiketnya)
      Note : siapkan pasport untuk beli tiket kereta, siapkan juga kertas dengan tulisan mandarin nama stasiun yang akan dituju untuk memudahkan pembelian tiket
      Dibawah ini adalah foto stasiun keretanya . Dari pemberhentian airport bus sudah kelihatan, jalan kaki juga dekat.
      satunya lagi adalah foto didalam stasiun kereta ..bagus dan megah.. tahun ini WC distasiun sudah tidak bau lho dan bersih


    • By Dantik
      Hari 1, 05 Mei 2018 : Athena
      Hari 2, 06 Mei 2018 : Roma Day 1
      Hari 3, 07 Mei 2018 : Venice
      Hari 4, 08 Mei 2018 : Roma Day 2
      Hari 5, 09 Mei 2018 : Roma Day 3
      Hari 6, 10 Mei 2018
      Setelah bermalam di Athena karena penerbangan kami ke Santorini transit di Athena beberapa jam, tibalah kami di Santorini. Perjalanan hanya sekitar 50 menit dari Athena ke Santorini.
      Setelah tiba di Santorini kami dijemput oleh staff penginapan kami, karena kami meminta extra layanan penjemputan. Kami menginap di Antonia Apartments, penginapan ini menyediakan layanan antar-jemput bandara dengan harga yang wajar yaitu 5 euro sekali jalan/orang. Mereka juga menawarkan paket one day tour dll.
      Antonia Apartments menurut kami penginapan yang recomended karena pelayanan yang memuaskan, bersih, nyaman dan yang terpenting adalah lokasi yang strategis. Dari sini tidaklah susah jika kita ingin mencari makan atau ke Terminal Bus Fira karena berada di tengah-tengah pusat Fira.

      Itinerary hari pertama kami di Santorini adalah berjalan kaki dari Fira ke Firostefani. Sebelumnya kami pergi ke Kamari Beach menggunakan bus umum dari Terminal Bus Fira. Rencana kami ingin menyewa kendaraan bermotor disini, sayang tidak bisa karena tidak mempunyai SIM Internasional maka tidak ada pilihan selain menggunakan Bus.

       
      1. Kamari Beach

      Kamari Beach adalah pantai dengan pasir hitam, dibalik tebing yang tinggi itu terdapat Perisa Beach yang juga berpasir hitam.
      Setelah dari Kamari Beach kami kembali lagi ke Terminal Bus Fira, kemudian kami mulai berjalan kaki menuju Firostefani.
      2. Hypapante Cathedral

      Walking tour di Santorini bisa menjadi pilihan yang bagus jika kalian tidak menyewa kendaraan bermotor, atau yang hanya ingin menikmati Santorini dengan berjalan di sepanjang kaldera sambil melihat pemandangan laut. Tetapi medannya yang menanjak & menurun cukup menguras tenaga, pastikan kita selalu membawa minum. Tempat pertama yang kami lewati adalah Hypapante Cathedral.
      3. Donkey trail & walkway entrance/exit

      Bagi yang ingin hiking bisa mencoba donkey trail & walkway entrance/exit yaitu 588 anak tangga dengan zig-zag trails.
      4. Catholic Church

      Catholic Church yang berada di tepat sebelah cable car.
      5. Firostefani

      Firostefani adalah salah satu gereja yang paling banyak difoto dari Santorini.
      Inilah itinerary kami hari pertama di Santorini. 
    • By deffa
      Hola Deffa Here!
      Jadi, waktu saya dan istri babymoon ke Jepang bulan Februari lalu itu dalam kondisi cuaca yang musim dingin/salju. Nah, karena saya tidak punya Winter Coat dan kami akan menuju ke Shirakawago yang bersalju tebal, beli di Indonesia mahal dari 500 ribuan sampai jutaan, saya putuskan untuk beli di Kyoto saja, karena di Kyoto ada banyak Second Hand Stores yang bagus salah satu nya adalah Kyoto Recycling Kingdom.
      Untuk menuju ke toko nya kalian bisa menggunakan bus yang menuju ke Kyoto Gaidai-mae. Nah, karena kami dari Arashiyama, jadi menggunakan Bus no. 28 Arashiyama Station – Kyoto Gaidai-mae Bus Stop, lalu jalan kaki sekitar 5 menit ke arah selatan (ikuti Google Map). Ini website Kyoto Recycling Kingdom nya KLIK.
      Sayang, saya tidak sempat untuk poto-poto ketika di toko nya, namun bisa saya ceritakan gedung nya 2 lantai, dimana Lantai 1 berupa barang Elektronik dan Otomotif dari Handphone, Komputer, Laptop, Perkakas Mobil, dll. Lalu, di lantai 2 khusus produk Fashion seperti Pakaian, Topi, Dompet dll. Yang semua ini barang bekas.
      Tapi jangan salah, Jepang terkenal sangat apik dengan barang, bahkan barang bekas nya pun masih bagus banget kondisi nya. Saya mendapatkan Winter Coat + Windshield seharga 500 yen saja, sedangkan istri beli juga Winter Coat seharga 1000 yen. Kondisi nya tentu saja super bagus. Ini poto-poto Winter Coat yang kami beli.


      Cocok banget nih, bagi kalian yang doyan belanja tapi budget cekak, barang second tapi berkualitas banget di Kyoto Recycling Kingdom ini. Tapi, kalau untuk elektronik lebih baik di Sofmap, Akihabara - Tokyo, lebih banyak pilihan dan lebih murah.
      Semoga berguna. :) 
       
       
    • By vie asano
      Beres menulis tentang kalender festival di bulan Desember, Januari dan Februari, serta aneka sunrise festival di seluruh Korea, kali ini saya ingin mengajak teman-teman untuk jalan-jalan musim dingin ke Korea Selatan.
      Bagi mereka yang tinggal di negeri tropis seperti Indonesia, musim dingin terasa seperti sesuatu yang Mr.Iyus. Maksudnya, misterius. Karena di Indonesia memang nggak ada musim dingin, otomatis ada fantasi berlebih tentang musim dingin yang sedikit banyak dipengaruhi oleh film-film dari luar (termasuk film Frozen yang memang sedang booming di tahun ini). Tapi disisi lain, muncul tanda tanya lainnya. Musim dingin enaknya main kemana ya? Dan apa yang bisa dilihat di musim dingin, mengingat pada musim itu pohon-pohon meranggas dan bunga-bunga nggak ada yang mekar. Main ke pantai pun percuma, karena nggak akan bisa berjemur apalagi berenang saat suhu udara berada dibawah titik nol derajat celcius.
      Sebetulnya, banyak kok tempat di Korea Selatan yang menarik dikunjungi saat musim dingin. Beberapa bahkan terasa lebih menggoda justru pada saat udara sedang dingin-dinginnya. Yang saya maksud tentu saja aneka ski resort yang berada di Korea Selatan. Ya, main ski termasuk salah satu aktifitas musim dingin yang saya rekomendasikan disini. Selain karena faktor salju hanya ada di musim dingin, alasan lainnya karena Korea Selatan memiliki beberapa ski resort dengan fasilitas menarik. Mayoritas ski resort tersebut berada di sebelah utara, yang merupakan wilayah terdingin di Korea Selatan.
      Trus, dimana saja ski resort terbaik di Korea Selatan? Saya akan mulai dulu dari provinsi Gangwon-do yang berada di paling utara Korea Selatan. Sebagai salah satu provinsi yang memiliki suhu rata-rata terendah saat musim dingin tiba, disini terdapat beberapa ski resort. Yang pertama, Alpensia Ski Resort atau Alps Resort, merupakan ski resort yang posisinya tak jauh dari gunung Seoraksan (dan tak begitu jauh dari Sorak Aquaworld dan Seorak Waterpia). Tepatnya ski resort ini berada di Pyeongchang-gun, dan memimliki ketinggian 700 meter di atas permukaan laut. Ski resort ini pernah dijadikan lokasi shooting film Korea berjudul Take Off (2009), dan menjadi venue utama untuk Pyeongchang Winter Olympics tahun 2018.
      Ski resort lainnya, Elysian Gangchon di Chuncheon-si, relatif mudah di akses dari Seoul. Daemyung Vivaldi Park Ski World di Hongcheon-gun, dan Oak Valley Snow Park di Wonju-si, posisinya juga relatif berdekatan dengan provinsi Gyeonggi-do, tempatnya ibukota Korea Selatan berada. Berbeda dengan O2 Ski & Resort di Taebaek-gun, yang posisinya lebih dekat dengan provinsi Gyeongsangbuk-do. Tempat ini memiliki 12 slopes dengan berbagai tingkat kesulitan.
      Masih ada beberapa ski resort lain di provinsi Gangwon-do. Salah satu yang paling populer adalah Bogwang Phoenix Park Ski Resort (atau Phoenix Park) di Pyeongchang-gun yang memiliki jalur snowboarding yang lengkap dan ekstrim. Pemandangan disini pun luar biasa indahnya, dan ski resort ini semakin menarik karena adanya fasilitas tambahan seperti gondola berkapasitas 8 orang. Lalu ada Welli Hilli Park (dulunya bernama Sungwoo Resort) di Hoengseong-gun yang terkenal akan ukuran dan keamanannya. High1 Ski Resort di Jeongseon-gun juga termasuk salah satu ski resort populer di Gangwon-do karena memiliki 18 slope dengan tingkat kesulitan bervariasi dan dilengkapi dengan aneka fasilitas bagi penyandang disabilitas. Terakhir, Yongpyong Ski Resort di Pyeongchang-gun, termasuk salah satu ski resort pertama yang dilengkapi dengan peralatan modern. Lokasinya pun cukup menantang karena berada di ketinggian 700-1500 di atas permukaan air laut.
      Foto 01 (a-d):
      Phoenix Park [foto: Sellyourseoul/flickr]
      Itu baru ski resort yang ada di provinsi Gangwon-do saja. Provinsi Gyeonggi-do, tempatnya ibukota Korea Selatan berada, juga memiliki beberapa ski resort. Rata-rata jaraknya tak begitu jauh dari Seoul, minimal mudah di akses dari sana, sehingga menarik juga untuk dilirik saat berwisata ke Seoul. Yang pertama saya tulis addalah Bears Town Ski Resort di Pocheon-si. Tempat ini hanya berjarak 50 menit dari Seoul, dan punya jalur dengan tingkat kesulitan bervariasi mulai dari pemula hingga master. Star Hill Resort di Namyangju-si juga tak begitu jauh dari Seoul, kurang lebih jaraknya hanya 32 kilometer saja. Cocok untuk dikunjungi pulang-pergi dari Seoul. Begitu juga dengan Jisan Forest Resort, lokasinya hanya 40 menit dari area Gangnam di Seoul.
      2 lokasi ski resort lainnya, yaitu Konjiam Resort di Gwangju-si dan Yangji Pine Resort Ski Valley di Yongin-si juga terbilang menarik. Konjiam Resort disebut-sebut sebagai salah satu ski resort terbesar di Korea Selatan dan memiliki 11 jalur ski untuk pemula, menengah, ahli, dan master. Sedangkan Yangji Pine Resort Ski Valley populer sebagai tempat untuk ski malam hari. Bagi yang penasaran main ski di malam hari, boleh nih mampir ke ski resort yang satu ini.
      Selain provinsi Gangwon-do dan Gyeonggi-do, ski resort yang tersisa berada di provinsi Chungcheongbuk-do. Disini terdapat sebuah ski resort bernama Sajo Resort, yang berlokasi di Suanbo Hot Spring Complex di Chungju. Tempatnya relatif kecil, namun menarik karena setelah puas main salju wisatawan bisa mencoba berendam di air panas alami. Provinsi Jeollabuk-do juga memiliki sebuah ski resort bernama Muju Deogyusan Ski Resort, yang salah satu jalur skinya, yaitu Silk Road Slope, terletak di ketinggian 1520 meter di atas permukaan laut. Alhasil jalur sepanjang 6,1 kilometer ini tak hanya menjadi jalur terpanjang di Korea Selatan, namun juga menjadi jalur dengan pemandangan yang indah. Provinsi lain yang memiliki ski resort adalah Gyeongsannam-do, dengan Eden Valley Resort satu-satunya ski resort di daerah tersebut.
      Itu baru aneka ski resortnya saja. Masih banyak tempat menarik lain di Korea Selatan yang patut dilirik saat musim dingin tiba. Tapi tunggu tulisan selanjutnya yah. Semoga bermanfaat.
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr.
      ***
      Baca juga:
      Winter in Korea: Apa, Kenapa, dan Bagaimana
      Winter in Korea: Kalender Festival Desember
      Winter in Korea: Sunrise Festival
      Winter in Korea: Kalender Festival Januari + Februari
      Winter in Korea, Saatnya Main Salju!
      Winter in Korea dan Serunya Wisata Hot Spring
      Winter in Korea, Kulineran Yuk!
    • By Awen
      Menjejakkan kaki di kaki Pengunungan Himalaya (Annapurna Base Camp 4130)
      “NAMASTE” Nepal 13-26 Jun 2018 
      Ini bukanlah mimpi tapi kenyataan buat seorang yang bukan pendaki dan bukan trekker. Bulan Juni bukanlah waktu terbaik untuk trekking karena sudah masuk di musim hujan. karena kami adalah kuli dan untuk cuti panjang sangat susah akhirnya memutuskan di Libur Lebaran  yang pastinya harga tiket lebih mahal. Jauh hari sudah cari tiket semua di otakatik mana yang kasih promo dan termurah, sebenarnya paling murah naik Malindo tapi karena ingin terbang di waktu hari masih terang akhirnya memutuskan menggunakan AA dan sampai beli kursi dekat jendela demi keinginan melihat jajaran Himalaya dari langit apa daya ternyata yang ada kabut.
       Rencana awal Routenya : Phokara ke Hille by Jeep -  baru start trekking menuju ke Poon hill lanjut ke ABC. di tengah jalan kami memutuskan ke ABC saja dan sisa hari akan kami gunakan keliling  kota  Phokara dan Khatmandu.
      13 Jun : Jakarta - Kualalumpur
      14 Jun : Kualalumpur – Khatmandu
       tiba di airport langsung menuju mesin  VOA, sangat mudah dan ada juga petugas yang memandu, kalau mau tukar uang jangan di dalam bandara karena ada biaya potongan atau tukar sedikit saja nanti kekurangannnya bisa tukar di tamel. Selesai Imigrasi langsung keluar cari taxi  menuju NTB (Nepal Tourism Board) urus ACAP dan TIMS selesai semua dari NTB jalan kaki sampai Thamel itung-itung  latihan, dan ternyata kota ini berdebu bangat,  mencari tempat makan jadi rada susah. sampai di hostel check in langsung keluar cari Pole dan liat2 sekitar Thamel.
      15 Jun : Khatmandu ke Phokara,
      naik bus brangkatnya jam 7 pagi,  mangkalnya di Jl.Kantipath  Persis di depan Yellow Pagoda Hotel, busnya banyak tinggal milih mau naik yg mana, tiba Phokara sekitar pukul 15:00, dari terminal bus jaki lagi menuju Hotel Diplomat check in dan ngobrol-ngobrol dengan pemiliknya atas saran bapaknya  kami merobah Route yang awal nya ke Poonhill menjadi Ke ABC Dan kami memesan Jeep di Hotel sampai ke Kimche dan diingatknan pagi  jam 6:00  sudah harus siap.
      16 Jun : Pagi Jam 6:00 Jeep sudah nongol depan hotel
      Perjalanan di mulai dari jalan lurus, lama2 meliuk-liuk  Sopir Jeep nya  baik awalnya kita ke Kimche tapi disaranin sama Pak Sopirnya sampai ke  Ke pemberhentian terakhir Jeep itu di MOTKIU dekat new bridge. Berhenti dulu di Birethanti TIMS Check Post & ACAP Check Post, lapor diri sah di catat tanggal masuknya  dan benar benar serius menanganinya. Ajung jempol. lanjut lagi naik Jeep kurang lebih 1,5 jam an dengan jalanan yang cukup menantang, ngeri ngeri sedap kata orang Medan Sopir disini wajib ahli dan lihai,  melebihi supir medan :-) . Tiba di MOTKIU @ 10:00 disini jeep banyak mangkal yang menunggu trekker yg sudah turun dan menuju ke Phokara, auranya makin semangat  ranselnya mulai Di gendong saking semangatnya 10kg kagak berasa wkwkwkwk.  target hari ini sampai Chomrong  ternyata lewat sampai Sinuwa.  Tangga-tangga yang mematikan itu terlewati sudah di temani hujan.
       Trekking berawal dari sini:       Motkiu - New Bridge - Jhinu - Chomrong - Sinuwa -------> Nginap
      17 Jun : Sinuwa – Bamboo - Dovan - Himalaya --------> Nginap
      Tiba di Himalaya di sambut hujan deras juga, pesan makan bersih2,   Naik ketempat tidur ritual pakai alat2 anti dingin dan minyak, conterpain Hari masih sore udah    sembunyi di bawah selimut. Makin malam mulai terasa keanehan, Kami tidak bisa memejamkan mata, adanya jadi stress sendiri, jadinya ngobrol dan Mencoba mengingat perjalanan satu hari ini ternyata kami waktu makan siang di Bambo. Minum black tea 1 pot bisa jadi mungkin karena itu atau gejala AMS yg hinggap.      
      18 Jun : Himalaya - Deurali - MBC -------> Nginap
      Untuk mengurangi beban barang2  yg tidak diperlukan ke atas kami titipkan di penginapan,  Deurali setengah perjalanan saya mulai mengalami mual, mencoba mengatur nafas dan  Mengalihkan rasa sakitnya dengan menghitung langkah 1, 2 , 3,…. Sampai akhirnya   Lihat tulisan MBC dan disini saya mengeluarkan air mata, bahagia liat plang tapi mualnya mulai nga karuan, mau mencapai plang itu liat ke atas masih banyak tangganya, teman jalan ku dah di atas sambil teriak nyemangati,  mulai menapaki tangganya tanpa liat kiri dan kanan akhirnya nyampe, sesat rasa sakit hilang karena rasa bahagia campur aduk hahaha, Sebenarnya masih cukup waktu untuk lanjut ke ABC tapi dengan pertimbangan rasa mual dan nafsu makan yg sudah mulai ngaco dan cuaca mulai mendung kami putuskan nginap di MBC. Sore hari pas jam makan pada teriak liat ada Sunset semua kabur ke luar pada cari kamera dari sini keliatan bias sinarnya hanya di ujung saja dan di rekam di otak. Yang stay di ABC pasti melihat dan menikmati keindahannya secara sempurna.
      19 Jun : MBC - ABC - MBC -  Deurali - Himalaya -----> Nginap
       Jam 3 pagi sudah bangun sarapan Sop Garlic dan Ginger tea untuk stamina Atas saran dari quide nya opung doli dan opung boru dari Korea, dan menolong kami penunjuk jalan awal di pagi subuh menuju ABC kurang lebih 2 jam an Pagi yang dingin  rasanya jari ku dah beku lupa bawa sarung tangan mmm rasakanlah jariku menderita. Akhirnya Liat Papan “Namaste Annapurna Base Camp 4130” –  teriak bahagia kegirangan dan berhasillllllll, Beberapa jam jalan keliling dan menikmati area Annapurna Base Camp baru turun lagi  ke MBC dengan  mual  nga hilang, akhirnya mabok…..Tiba di MBC rapi2 dan makan siang terus melanjutkan perjalanan  Rencana target sampai Dovan tapi akhirnya nginap Himalaya. Disini kami ramai karena bareng turun dengan teman teman  sebangsa dan setanah air  Indonesia yang ktemu di atas sambil ngobrol dengan cerita seru dan kocak kami semua  nginap di Himalaya
      20 Jun : Himalaya - Dovan - Bamboo - Chomrong ----------> nginap
      Setiap pagi selalu semangat energi masih penuh turunnya pengen lari-lari, Beban berkurang karena kita sewa porter 1 hari sampai Chomrong jadi jalannya lebih cepat          
      21 Jun : Chomrong - Jhinu - New Bridge - Motkiu - Phokara.
      Horeee jeepnya dah kliatan kita salaman semua dah sampai di Motkiu hahaha, makan siang lanjut naik jeep dan Lapor diri bahwa kita sudah keluar. Perjalanan trekking usai dengan bahagia dan selamat. Selama di perjalanan. Banyak ktemu orang dari berbagai  negara yg naik dan turun walaupun musim hujan, yg semuanya setiap berpapasan selalu saling sapa "Namaste" dan menyemangati.
      * Jadi berapa  lama kah waktu di butuhkan ke ABC ?
         Tergantung kecepatam jalan, stamina, cuaca,
      * kami 6 hari naik dan turun, sebelum sore dah berhenti karena takut kabut dan hujan
      Persiapannnya:
       -  Asuransi sangat penting buat jaga2 halhal yg tidak diinginkan.
          Kemarin disana ada dari Indonesia kena AMS tingkat serius dijemput Heli di Deurali untungnya pake asuransi klo nga? Sipastikan mihillll
       -  Obat-obatan, P3K minyak telon, kayu putih, conterpain, sun protection
       - Jacket anti dingin, anti hujan, anti badai sampai ber layer
       - Sepatu trekking, kaos kaki, sarung tangan, kupluk, buff, masker, Pole, Senter
       - Baju gunakan yg ringan gampang kering, kalau nga mau belang2  dan kulit gosong pakailah lengan panjang
      - HP, camera, klo nga nampang ntar dibilang hoax hehehe
      - makanan ringan mengganjal perut menambah energi, permen,
         Biayanya :
      - VOA usd 25 untuk 15 hari
      - TIMS 2000 / ACAP dah naik Jadi 2300
      - Bus Khatmandu - Phokara 700 / Phokara - Khatmandu 600
      - Jeep 2000 Return
      - Biaya makan dan penginapan  semakin naik semakin mahal , Lewat chomrong semua berbayar air panas buat mandi, wifi, air minum,  Yg berhubungan dengan charger an      Tidak menjual air mineral yg sdh dikemas, jadi bawa lah botol minum   di atas bisa diisi 1 ltr sekitar 100-110, airnya sejuk dan nikmat. Biaya makan dan nginap  selama 6         hari : 15,030 untuk 2 orang  Klo nginap di ABC akan lebih mahal lagi dan disana tidak  diperkenankan  untuk charger Hp, Camera, powerbank dll
      - Biaya porter kemarin dari Himalaya ke Chomrong Ransel 2000 / untuk 2 orang
      22 - 26  Juni kami keliling Phokara, Bhaktapur dan Khatmandu
       
       
       
       

       


       
                         
       
       
        
    • By Ahook_
      Tanggal 9 Juni 2018.
      Trip Canada dimulai dari penerbangan Jakarta - Singapore, kemudian lanjut ke Xiamen dan berakhir di Vancouver. Bisa baca juga, butuh visa transit Cina jika lewat Xiamen. Perjalanan yang melelahkan. Belum lagi, setelah landed di Vancouver, harus ngemper semalam dulu di bandara untuk melanjutkan penerbangan ke Calgary besok paginya. Karena tujuan utama dari awal perjalanan ini adalah Waterton, terus harus melakukan perjalanan darat sekitar 3 jam. Jika ditotal, 48 jam deh, aku baru benar- benar tiba di tujuan.
      Oh ya, jika mau tukar uang Canada Dollar, lebih baik tukar dari Indonesia. Atau bayar pakai kartu kredit saja. Jangan pernah tukar di airport, rate macam leher kerasa digorok.

       
      Sekitar 2 minggu pertama di Canada, kami sewa mobil untuk mengitari Alberta sampai British Columbia. Kami itu bertiga, salah satunya, skydworld, satunya lagi, Henny. Pakai jasa rental mobil Avis. Ada GPS dalam mobil, jadi gampang banget mau kemana- mana. Hasil dari GPS selama pemakaian, akurat kok.  Overall sih okey. Setir di Canada itu gampang- gamapang susah sih. Setirnya ada disebelah kiri, dan aku pertama kalinya setir mobil dengan posisi setir sebelah kiri. Awalnya sih gugup dan gagok. Lama - kelamaan juga jadi biasa. Pastikan saja, mobil selalu berada dijalur sebelah kanan. Total harga sewa mobil sekitar 8 juta, sudah termasuk GPS dan asuransi. Sedangkan sepanjang perjalanan, bensin habis sekitar 3 juta.

      Setelah proses administrasi beres dan mobil sudah ditangan, kami langsung berangkat ke Waterton. Sepanjang perjalanan, menurutku agak menoton. Lansung saja, aku bandingkan dengan New Zealand, rasanya jauh lebih indah dan bagus, terutama dibagian Selatan New Zealand. Baru kerasa alamnya ketika sekitar 1 jam sebelum sampai Waterton. 
      Waterton.
      Begitu checked in, hal pertama yang dilakukan adalah tidur dan tidur sepuasnya. Tidur sampai besok pagi. Belum lagi, harus adaptasi perbedaan waktu antara Canada dengan Indonesia. Lelah. Fisik sempat drop tidak karuan selama 3 hari. Kecapekan. 

      Waterton itu termasuk National Park. Jadi berbayar. Kemaren itu kami bayar 31,2 CND untuk 2 orang dan 2 hari. Ada baiknya beli annual pass, karena bisa dipakai di seluruh National Park yang ada di Canada. Informasi ini kami peroleh dari Chris, seorang teman yang baik nan cantik, tapi setelah berada di Calgary. Kan, ketemunya sama Chris baru di Calgary.

      Waterton Lake view.
      Selama di Waterton, ya aku main- main disekitaran saja. Menikmati sungai di belakang hotel, menikmati air terjun mini, paling jauh, ya ke perbatasan US. Dan yang paling okey adalah main ke Prince of Wales Hotel. Viewnya langsung ke Lake Waterton, view-nya dapat banget. Sayangnya, tidak berkesempatan bermalam disana. Mahal, sudah pasti. Hahahahaha... Yang jadi highlight di Waterton, anginnya kencang banget. Terutama saat di Prince Of Wales Hotel, berdiri saja, macam bisa diseret angin. Ini serius. Dan otomatis, dingin.

      Prince Of Wales Hotel.
      Kami menginap 2 malam di Bayshore Inn. Tidak ada sarapan gratis. Free wifi. Hotelnya cukup okey. Kamarnya lega dengan ranjang gede. Punya tv yang tidak pernah di-nyalain. Kamar mandi ada bathtub dan shower, pasti, ada air panas. Bersih. Pemandangan menyenangkan dari pintu belakang kamar, langsung sungai gitu. Arusnya deras banget, harusnya sih airnya dingin. Ada pemanas ruangan. Tidak menyediakan air minum botol, tidak seperti kebanyakan hotel di Asia. Jadi, semua hotel yang di Canada, harusnya seperti begini aturan mainnya.
      Sepanjang perjalanan di Canada, ( sepertinya ) aku tidak pernah beli air minum, kecuali juice dalam kemasan kotak. Minum, dari air kran loh. Yang buat aneh adalah housekeeping-nya, masak ya, bersihkan kamar setengah hati. Ranjang satunya diberesin, hasilnya 95 persen kelar. Satunya lagi, sama sekali tidak diberesin. Ada beberapa gelas plastik bekas pakai di atas meja juga tidak dibuang. Oneng juga si mbak- mbaknya. Asumsinya, mungkin tidak tempel beberapa Canada Dollar diatas tempat tidur kali ya. Parah! Hotel ini ada tempat parkir ya dan bebas parkir.

      Belakang kamar hotel.
      Kalau bingung mau main ke mana selama di Waterton, tinggal ke receptionist saja. Hahaha.. Aku pikir sih, 3 hari full adalah paling banyak. Tapi entahlah, kalau kamu suka, bisa saja stay lebih lama. Eittss, sebagai negara yang identik dengan beruang. Jadi saat berkeliaran di Waterton, harus waspada, bisa saja kamu ketemu beruang. Baca petunjuknya di penginapan kamu, trik menghadapi beruang itu gimana, ini serius.

      Sekitaran hotel.
      Kalau kamu suka camping, menurut Chris, jika tidak salah dengar, Waterton juga tempat orang- orang camping sih. Cuma, ada temannya, yang pegangin tendanya semalaman karena anginnya super kencang. Lah iya lah, wong aku tidur didalam kamar saja, suara gemuruh angin diluaran sana sudah macam lagi perang. 

      Air terjun.

      Border US- CANADA.
      Transit satu malam di Calgary. 
      Sebelum langsung ke Banff, kami menginap satu malam dulu di Calgary. Kami nginap di Nuvo Suites. Okey, penginapan ini termasuk salah satu yang terbaik sepanjang trip Canada. Terletak di tengah kota, sebenarnya, kalau tanpa mobil-pun mau kemana- mana juga bisa. Ada transportasi umum. 
      Soal Nuvo Suites, memang best. Lihat saja di foto. Bisa muat 4 orang. Ada dapur dalam kamar, jadinya kamu bisa masak- masak. Apalagi seberang, sudah ada grocery. Free wifi, free sarapan yang lumayan. Dapat slot parkir gratis, tapi di blok yang berbeda. Tidak terlalu jauh sih. Jalan kaki bisa sampai juga. Kamar mandi shower ada air panas. 

      Calgary view.
      Di Calgary, diajak Chris jalan- jalan. Main ke Factory outlet untuk menghabiskan isi dompet, terus makan eskrim di Village Ice Cream. Kata Chris, eskrim ini wajib loh, karena lokal banget. Dan benar saja, pas ke sana, ramai. Kemudian ke spot keren untuk lebih kota Calgary dari atas, aduh lupa namanya, cari di google lagi, kok gak muncul nama tempatnya. Tempatnya sih asik, pemandangan, tempat foto- foto-lah. Dan malam itu berakhir dengan makan bersama di salah satu restoran rekomendasi dari Chris juga. Intinya ya, si Chris, soal kuliner memang juara. 
      Memang, tidak banyak tempat yang didatangi selama di Calgary, sebagaimana sebuah kota. Keesokan harinya, setelah checked out, sudah bersiap menuju ke Banff. Nah tungguin postingan selanjutnya ya tentang Banff. 
      With Love,
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---
    • By Cayadi Budidarma
      DAY 4 TOYAMA - KYOTO
      Hari ini bangun agak siang , karena habis cape hari sebelumnya pulang sampai hotel jam 11 malam .
      Begitu bangun , siap-siap semua barang , dan langsung check out dari hotel. Langsung menuju TOYAMA station yang letaknya tidak jauh dari hotel kami menginap.
      Tiket shinkansen sudah ditangan , karena sudah reservasi dari malam sebelumnya , dan lagi-lagi saya harus reservasi ulang karena kami tiba di station 1 jam lebih awal dari schedule tiket. Dan memang di perbolehkan , jadi tanpa banyak basa-basi atau omelan dari pihak penjaga tiket counter , langsung kami menuju peron shinkansen yang menuju ke KYOTO.
       
       
      Seperti biasa , sesampainya di Kyoto Station , langsung saya buka google maps untuk mencari hotel yang sudah kami booking sebelumnya di agoda. Yaitu Hotel DAIWA ROYNET HOTEL KYOTO HACHIJOGUCHI selama 3 malam . Letaknya tak jauh ( 8 menit an jalan kaki ) dari exit Hachijoguchi Kyoto Station yang sangat besar. Ada banyak exit di KYOTO station ini , jadi sebelum mencari hotel sebaiknya cari tahu dulu exit mana yang terdekat dari hotel kalian.
      Seperti biasa titip koper , dan kami dapat kabar baik bahwa kamar kami di upgrade ke yang lebih besar...horeeee...thanks Daiwa Roynet Hachijoguchi !
      Hari pertama di kyoto , saya langsung menuju Kiyomizudera dengan naik bus nomor 101 dari depan Kyoto Station ( central exit ) , dan turun di GOJOZAKA. Semua perjalanan bus saya memakai pasmo card. Masuk dari pintu tengah , ketika turun lalu tap pasmo dan keluar dari depan . Dari GOJOZAKA bus stop , kami berjalan kaki mendaki ke kuil Kiyomizudera. Kami ambil jalur kiri untuk mendaki .
      Kuil Kiyomizudera berada paling atas , dan kita harus bayar tiket masuk untuk masuk ke dalamnya. Sayang kuil ini sedang dalam restorasi , jadi tertutup oleh kain dari luar. Jadi tidak terlalu amazing bagi saya penampakan luar dari kuil Kiyomizudera ini .

      Beberapa saat dari sana , kami turun berjalan sambil menikmati toko-toko di sepanjang perjalanan dan mencoba street food yang banyak dijajakan .
      Setelah dari kuil Kiyomizudera , kami berjalan kaki menuju GION , dan sampai GION sekitar jam 1730 . Masih terang . Di Japan jam 19 pun masih terang loh .... mulai gelap sekitar 1930 . Dan saat mulai agak gelap baru tampak beberapa GEISHA / MAIKO keluar berjalan cepat masuk / keluar dari salah satu tempat makan di sekitar GION.

       
      Bagi saya GION tidak banyak hal menarik untuk dilihat , hanya saat-saat pada saat GEISHA / MAIKO saja menampakan diri , para touris terlihat heboh mengabadikan mereka, walau mereka tampaknya tidak perduli dan berjalan sangatcepat untuk menghindari para paparazi :) termasuk saya .
      Sepulangnya dari GION , kami berjalan kaki menuju GION Shirakawa untuk sekedar menghabiskan malam dan menikmati malam di KYOTO , dan kami cukup puas melihat aliran sungai yang indah dan bersih di daerah yang dipenuhi restoran-restoran ini. Dan setelahnya , kami berjalan kaki ke station subway terdekat dan kembali ke KYOTO station ( hotel )

       
       
      DAY 5  ARASHIYAMA ( KYOTO ) & PHILOSOPHER'S WALK
      Perjalanan hari ini ke Arashiyama . Naik kereta JR SAGANO , berhenti di SAGA ARASHIYAMA station. Exit station langsung belok kanan ke arah Togetsu bridge.
      Disebelah Saga Arashiyama ada Saga Torokko Station untuk naik SAGANO SCENIC RAILWAY. Saya memutuskan untuk langsung dulu ke Togetsu bridge. Berjalan melewati perumahan2 serta toko-toko , dan juga sempat melihat ada OWL cafe di lt2 salah satu gedung pertokoan .

       
      Tak lama sekitar 20 menitan kami sampai di togetsu bridge dan berfoto-foto dari pinggir sungai dan jembatan.Menurut saya Arashiyama ini sangat indah di sekitar togetsu bridge ini, sehingga saya dan keluarga agak lama menghabiskan waktu untuk sekedar duduk-duduk sambil menikmati cemilan2 dan udara sejuk di sana.

      Setelah puas nongkrong dan berfoto , kami lanjutkan menyeberangi jembatan togetsu dan langsung ke kanan untuk mendaki Iwatayama Monkey Forest dengan membeli tiket naik.
      Hiking sampai dengan tempat monyet tidak begitu susah, sekitar 20 menit jalan santai kita bisa sampai ke puncaknya . Disana kita bisa menikmati pemandangan Kyoto dari atas serta memberi makan monyet-monyet dari dalam rumah yang sudah disediakan dengan membeli pakan monyet di sana.

       
      Puas bermain di monkey forest sekitar 1 jam lebih kami kembali turun , dan sesampainya di bawah , pinggir sungai dekat togetsu bridge saya melihat ada yang menawarkan Hozugawa river cruise . Lalu saya putuskan untuk membeli tiket nya ...bagus menurut saya view nya jadi saya pikir ya sudah lah..sudah kepalang ke Arashiyama nikmati saja sebisa mungkin
      River cruise yang kami naik ini hanya sekitar 30 menit sd 1 jam , dan hanya menyusuri sungai yang tenang arusnya  dan berputar kembali ke tempat semula kita naik. Beda dengan River cruise yang jika kita naik dari Kameoka loh ya...Kalau dari Kameoka saya lihat lebih ekstrem dan menyusuri arus yang lumayan deras ( mirip-mirip arung jeram ) dan perjalanan sekitar 2 jam .
      Ini lebih seru keliataannya untuk teman-teman yang berjiwa adventure sebenarnya , namun karena saya beserta anak-anak kecil saya putuskan untuk naik yang arus nya tenang saja.
      Untuk harga tiketnya tentunya juga berbeda jauh antara keduanya.
      Di tengah perjalanan juga ada sebuah perahu yang menawarkan cemilan untuk kita yang sedang di dalam perahu..cukup unik.
      Pemandangan sekitar sungai juga cukup indah.
       
       

      Nah, sesudah kami turun perahu , kami lanjut ke arah hutan bambu yang sering kita lihat di FR di sini . Banyak turis di hutan bambu ini dibandingkan dengan spot lainnya . Menurut saya sih hutan bambu ini ya biasa saja ..namun karena begitu ngetop nya maka kami singgah juga hehehe.

       
      Jauh lebih bagus pemandangan sungai sekitar togetsu bridge dan river cruise.
       
      Lalu sekedar lewat sambil berjalan balik ke arah Saga Arashiyama station , kami pun akhirnya masuk ke Saga Torokko station, dan mencoba pula naik Sagano Scenic Railway.
      Menurut saya juga loh ya....view dari sagano train ini juga kalah dibandingkan sekitar sungai togetsu bridge, karena kereta begitu cepat berjalan dan keluar masuk terowongan . Jadi feel untuk menikmati nya belum sampai ON sudah masuk terowongan lagi. Itu aja kami dapat tempat di gerbong yang terbuka . FYI tempat duduk di gerbong terbuka ini terbatas ( hanya 1 gerbong ). Jika kita berada di gerbong tertutup akan lebih tidak enak lagi untuk menikmati pemandangan di luar .
      Mungkin jika kita pergi saat autumn atau sakura , sagano scenic railway ini akan terasa beda ( lebih bagus ) , namun jika saat summer seperti saya , harga tiket tidak sebanding dengan kepuasannya . Mending nongkrong di pinggir sungai togetsu bridge !
      Setelah sekitar 20 menit sampai di Kameoka Torokko Station.

       
      Keluar Kameoka Torokko station kita harus berjalan kaki menuju Umahori Station sekitar 15 menit. Ikuti saja penunjuk arah yang diberikan.
      Nah di sini pemandangan agak lumayan, dan berjalan kaki dari Kameoka ke Umahori JR station juga merupakan kenikmatan tersendiri ...

       
      Dari Umahori station ini kami langsung menuju Philosopher's walk. Start awal dari Nanenji Temple menyusuri full Philisopher path ke arah Ginkakuji temple agak jauh ternyata . Sekitar 1 jam rasanya jalan santai . Jalanan ini tidak begitu besar , menyusuri kali kecil ,dan di sekitarnya kiri kanan adalah komplek perumahan mewah orang Kyoto. Rumah nya besar-besar dengan taman bernuansa jepang dan beberapa mobil mewah seperti jaguar terparkir .
      Kami start sekitar jam 17 lewat dan sampai di ujung jalan ( GINKAKUJI sudah tutup saat itu ) sekitar jam 1830. Puas berjalan , kami mencari JR station terdekat dan ternyata sangat jauh
      Kami sudah mencoba ingin naik bus untuk kembali ke Kyoto station namun jadwal bus tercantum terakhir sekitar jam 1830 kalau tidak salah ..jadi sambil jalan santai dan menikmati pemandangan , kami berjalan melewati Kyoto University dan akhir nya menemukan JR station untuk kembali ke Kyoto station.