Sign in to follow this  
anna22

Winter in Japan Next Day (Takayama-Shirakawa-go-Kanazawa)

22 posts in this topic

20170212_172356.jpg

Huaaaah…lumayan jauh yaa jarak antara FR yg sebelumnya dengan yg ini…maaafkan..maklum lg sibuk mencari pundi2 emas demi trip selanjutnya hahaha

Baiklah..next destination adalah daerah Gifu, yaitu Takayama, Shirakawa-Go, dan Kanazawa. Dari Sapporo menggunakan pesawat Skymark Airlines menuju Chubu Airport (Nagoya). Oiya Skymark ini merupakan pesawat LCC yg memberikan bagasi 20 kg lho dan harganya masuk akal. Jam 11 siang sampai di Chubu Airport, pengambilan bagasi termasuk cepat dan langsung naik kereta khusus Airport-Nagoya Station, yang nantinya jalan sedikit ke JR Nagoya Station untuk naik Wide View Hida Train (tercover JR Pass). Karena gw pengen cepet sampe Takayama, gw naik kereta tanpa reservasi karena sudah ga ada waktu lagi. Setengah berlari sambil geret koper, gw masuk gerbong apa aja yang penting masuk dulu dan pas banget, begitu masuk lgsg deh pintu keretanya tutup. Ternyata keretanya penuh, bahkan sudah ada bbrp orang yang berdiri, gw pun ikut berdiri selama berapa lama???? 2 jam..pegel2 deh..eh tapi sebenarnya gak terlalu kesel sih…kenapa??? karena gw bisa liat pemandangan yang baguuuuus banget selama perjalanan. Makanya kenapa kereta ini dinamakan Wide View Hida karena jendelanya terbilang besar sehingga penumpang bisa menikmati pemandangan yang sebagian besar masih asri dan berupa pedesaan serta hutan dan bukit. Karena musim salju, disinilah pertama kali gw melihat salju turun (karena di Sapporo sama sekali ga pernah kena hujan salju). Intinya ga kerasa deh selama 2 jam. Nah pas di Gero Station, orang2 banyak yang turun, gw pun kebagian tempat duduk. Lumayan 30 menit lagi bisa menekukkan lutut, walaupun tulang ekor gw agak gak nyaman kalo nyender :(

Menjelang sore, gw pun sampai Takayama disambut hujan salju yang makin lama makin deras. Sebelum menuju Guesthouse, menyempatkan diri ke terminal bus yang ada di sebelah stasiun untuk reservasi tiket bus besok ke shirakawa-go dan lusa dari shirakawa-go ke kanazawa. Petugasnya bilang kalo tiket bus ke shirakawa-go udah full untuk yang reservation. Tapi ada tiket open seating dimana kita bisa bebas naik yang jam berapa aja (dikasih jadwalnya, busnya ada per 2 jam) dan tinggal antri. Kalo penuh, berarti tunggu bis berikutnya. Abis beli tiket dan beli nasi instan sama cemilan, gw pun menuju J-Hoppers Takayama GH. Cuman jalan 5 menit sebenarnya kalau ga pake geret2 koper di atas tumpukan salju dan hujan2an salju. Begitu check-in, gw leyeh2 bentar dan memutuskan untuk ke kitchen karena laper. Masak mie instan deh, makan pakai nasi +abon ;p

Pas lagi makan, ada cewek Jepang gitu panggil saja dia Daisy (emang ini beneran english name-nya), tadinya dia ngobrol sama salah satu guest (cowok, entahlah dari mana). Tapi tiba-tiba si Daisy ini ngajak ngobrol dengan bilang kalau dia sering lihat beberapa tamu dari Indonesia bawa abon. Ternyata Daisy itu adalah part time staff di GH ini untuk belajar Bahasa Inggris. Aslinya dia Suster di Rumah Sakit Takayama. Pantas aja dia nongkrong di kitchen dan ngajak ngobrol orang-orang. Di akhir percakapan, gw tawarin lah yaa si abon, dan dia bilang enak. Gw tawarin pula sambel sachet, yang akhirnya Daisy ngasih gw matcha latte sachet :)

Oiya, pas check in, gw dikasih tau sama staf kalo ada winter illumination di Hida Folk Village. Akhirnya gw dan temen2 memutuskan kesana. Naik bus dari terminal bus yang sama dan disana sudah ada beberapa turis yang menunggu (dinginnya entah kenapa lebih dingin daripada Sapporo, rasanya pengen cepet2 naik ke dalam bus). Harga tiket bus one way adalah 210 yen. Sedangkan tiket masuk Hida Folk Villagenya 300 yen. Di dalam disediakan the panas dan sake panas. Gw nyoba teh panas karena kedinginan parah tapi rasanya aneh banget. Kami ga lama-lama disana karena takut ketinggalan bus terakhir dan temen2 gw pengen makan sedangkan resto2 gitu kebanyakan udah tutup jam 9. Apa sih Hida Folk Village itu, jadi ini semacam museum rumah-rumah tua (gassho-Zukuri House). Nah sewaktu winter, museum ini buka di malam hari dengan diberikan pencahayaan yang indah. Jadi kalo misalnya tidak sempat ke shirakawa-go, bisa deh kesini untuk mengetahui rumah2 gassho-zukuri yang memang khas banget.

20170211_161051.jpg

20170211_191855.jpg20170211_192241.jpg20170211_193156.jpg2017_0211_18000800.jpg

Malam ini adalah malam terakhir gw bersama teman-teman, karena besok kami punya rencana sendiri2. Besok dimulailah solo trip :)

Sebelum gw berangkat ke Shirakawa-Go, gw menyempatkan diri jalan-jalan sekitar Takayama. Ternyata hari itu, salju pun masih turun dan terpaksa gw beli payung yang akhirnya menjadi salah satu aksesoris dalam berfoto hehe. Tadinya gw masih pengen keluyuran karena Takayama ini indah banget dan banyak jajanan hahaha…tapi hari sudah semakin siang dan gw ga mau terlalu sore/malam sampai di shirakawa-go.

20170212_101357.jpg20170212_102005_HDR.jpg20170212_102443_HDR.jpg20170212_103137_HDR.jpg20170212_103727_HDR.jpg

collage.jpg20170212_112932.jpg20170212_114644.jpg20170212_115237.jpg

Akhirnya gw memutuskan naik bus jam 13.30. Sekitar jam 15.30 gw pun sampai di Shirakawa-go. Begitu turun lgsg menuju bagian informasi untuk lapor bahwa gw akan menginap di Furusato (salah satu gassho-zukuri house yang dijadikan penginapan) sambil bertanya arah jalannya. Ternyata rumahnya itu berada paling ujung desa ini, yang cukup jauh, kalo kata ibu petugasnya sih 15 menit jalan kaki hahaha. Si ibu ini berkali-kali bilang Ganbatte! yg artinya semangat yaa. Hari itu di shirakawa juga turun salju cukup lebat sehingga jalanan tertutup tumpukan salju dan menyulitkan gw saat menyeret koper jadi tambah berat. Sepanjang jalan gw diliatin sama turis2 karena mungkin jarang yang bawa koper dan menginap disana. Pantes aja si ibu petugas berkali-kali bilang ganbatte, karena Furusato ini lumayan jauh dan agak menanjak serta berada di jalan kecil. Akhirnya gw pun sampai dan disambut oleh bapak tua (ga tau namanya), yang ramah dan sedikit bisa berbahasa Inggris. Dia pun membantu mengangkat koper gw ke dalam kamar. Setelah itu, gw diajak berkeliling rumahnya dan memberitahu letak toilet (thanks god its modern toilet), kamar mandi, dan tempat minum tes/kopi. Sebenarnya, penginapan menyediakan makan malam dan sarapan. Namun karena di email reservasi gw menuliskan memiliki food restriction (halal, non alcohol, dll). Akhirnya penginapan memutuskan untuk tidak menyediakannya. Tentu saja harga yang diberikan hanya harga kamar (jadi sedikit lebih murah). Lalu, gw makan apa buat dinner, tentu saja pop mie+nasi instan+abon (lagi2).

20170212_154524.jpg20170212_164338.jpg20170212_164541.jpg

Setelah leyeh-leyeh 15 menit, gw memutuskan untuk keluar jalan-jalan. Padahal itu udah jam 5 sore dan sudah agak gelap serta udah sepi pengunjung. Rencananya gw mau ke shiroyama point untuk lihat pemandangan yang paling diari-cari orang kalau ke shirakawa-go. Sebenarnya ada shuttle bus, tapi karena sudah sore, saya pun terpaksa jalan kaki sekitar 20 menit (jalan lambat banget karena takut kepeleset). Jalan ini jalan setapak yang kiri kanannya pohon pinus tinggi serta agak menanjak. Walaupun dingin karena lumayan mendaki, gw sempet loh berasa keringetan dan gerah hahahaha. Akhirnya sampailah gw ke puncak ini, sayang karena udah sore menjelang malam dan juga hujan salju yang cukup deras, pemandangan desa shirakawa ini kurang terlihat jelas. Tapi gw cukup puas hehe. Setelah foto-foto dan selfie sana sini, gw pun memutuskan kembali turun karena sudah mulai gelap karena sepanjang jalan setapak itu tidak ada penerangan sama sekali dan juga karena gw jalan sendirian jadi takut kalau ada apa2. Di sepanjang jalan turun ternyata masih ada aja loh beberapa orang yang naik dan mereka selalu nanya “masih jauh ga sih???” Gw bilang aja “Deket kok..semangat yaaaah” padahal mah hmmm lumayan masih jauh hihiihi

20170212_165315.jpg20170212_170449.jpg20170212_172356.jpg20170212_175002.jpg

Sepanjang jalan pulang ke penginapan, gw cuman melihat beberapa orang yang sebagian besar penduduk desa. Memang bener yah..berasa beda ketika siang (banyak turis) dan malam (sepi tapi menyenangkan). Menurut gw sih ini pengalaman paling mantap selama di Jepang :)

Begitu gw sampe Furusato, host gw menawarkan untuk mulai mempersiapkan kasur. Gw iyain aja karena sudah lelah dan pengen tiduran. Sebelum ini gw makan malem dulu. Di kamar sebelah terdengar tamu lain sedang makan malam yang disediakan oleh penginapan (jadi mupeng huhuhuhu). Oiya tidur disini berasa banget kayak di film2 Jepang, beralaskan tatami, menggunakan kasur dan selimut tebal serta pakai kimono (disediakan lho). Sumpah tebel banget selimutnya dan berasa berat dan hangat banget. Peraturan penginapan ini adalah kalau malam, penghangat ruangan harus dimatikan (katanya sih biar ga terjadi kebakaran). Dan malam ini gw pun tidur dengan nyenyak, meski muka gw kedinginan parah hahaha

20170212_181116.jpg

Keesokan harinya, pagi2 gw udah bersiap menuju Kanazawa karena gw akan naik bus pertama jam 8 pagi. Ini karena sebelum gw kembali ke Osaka melalui Kanazawa, pengen banget jalan2 sebentar disini. Sekitar 1,5 jam perjalanan, sampailah di Kanazawa. Lgsg nyari locker untuk menyimpan koper karena repot juga jalan-jalan sambil geret koper. Setelah itu, seperti biasa ke bagian informasi untuk minta brosur dan beli tiket bus terusan. Oiya tempat wisata di Kanazawa ini bisa dicapai dengan bus lokal. Jadi belilah The Hokutetsu Bus One Day Pass seharga 500 yen. Tadinya gw berencana ke 21st Century Museum of Contemporary Art, tapi berhubung hari Senin, tutup deh yaa. Lgsg aja menuju Kenroku-en Garden. Setelah itu jalan kaki menuju Omicho Market sambil nyari makan siang.

20170213_104353.jpg20170213_111110.jpg20170213_113116.jpg20170213_114719.jpg20170213_121902.jpg20170213_123717.jpg20170213_124427.jpg20170213_124706.jpg20170213_124935.jpg20170213_130848.jpgcollage2.jpg20170214_082913_HDR.jpg

Berhubungan keterbatasan waktu, gw memutuskan kembali ke JR Kanazawa Stasiun karena jam 4 harus naik kereta menuju Osaka (sebelumnya udah reserve seat dan ini tercover JR pass). Yaaah selesailah sudah perjalanan gw disini..tinggal 2 hari lagi waktu gw di Jepang..hiks..next FR adalah Hiroshima dan Miyajima..see you :)

Share this post


Link to post
Share on other sites
2 hours ago, deffa said:

aih noted ini january - february mau winteran juga di shirakawago neh hehe @anna22 

oh ya kalau gak salah ada website yang live view Shirakawago buat liat apakah lagi snow atau gak tau gak ya web nya? 

Wajib itu kalo winter ke Shirakawa..kalo ga salah ini webnya http://ml.shirakawa-go.org/en/livecam/ atau bisa juga liat instagramnya walaupun ga tiap hari update sih https://www.instagram.com/shirakawa_go/ 

Oiya di akhir Januari dan awal Januari biasanya ada Shirakawa Go light up jadi malam2 bisa ngeliat shirakawa go. Cuman tiap tahun berbeda terus tanggalnya. Untuk yg ini harus ikut tour ada dr nouhi bus dll. Kmrn pengen ikutan ini tapi ternyata tanggalnya ga cocok :(

Share this post


Link to post
Share on other sites

Stunning banget view shirakawago dari atas :kesengsem pantesan bikin baperan pengen balik lagi ke sana.sayangnya ngak tunggu ampe lampu2 rumah penduduk idup y.kalo mampu tungguin sih mgkn viewnya kayak2 di wallpaper hp gitu y

@Vara Deliasani Sabar ya kaks.ntar kita balik lagi wkwkwk

Share this post


Link to post
Share on other sites
5 hours ago, twindry said:

Stunning banget view shirakawago dari atas :kesengsem pantesan bikin baperan pengen balik lagi ke sana.sayangnya ngak tunggu ampe lampu2 rumah penduduk idup y.kalo mampu tungguin sih mgkn viewnya kayak2 di wallpaper hp gitu y

@Vara Deliasani Sabar ya kaks.ntar kita balik lagi wkwkwk

iya tadinya mau nungguin sampe malem, tapi karena sendirian (walaupun ada kayak beberapa 'pemburu foto' yang disana) dan kondisi badan yang ga memungkinkan, jadi nyerah aja deh. Next time kali yaa..semoga bisa balik kesana lagi.

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
3 hours ago, anna22 said:

iya tadinya mau nungguin sampe malem, tapi karena sendirian (walaupun ada kayak beberapa 'pemburu foto' yang disana) dan kondisi badan yang ga memungkinkan, jadi nyerah aja deh. Next time kali yaa..semoga bisa balik kesana lagi.

 

Iyaaaap..next time musti tungguin mba.biar kita melihat dengan mata kepala sendiri gambar2 yg ada di google :D

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 3/17/2017 at 7:06 PM, anna22 said:

Wajib itu kalo winter ke Shirakawa..kalo ga salah ini webnya http://ml.shirakawa-go.org/en/livecam/ atau bisa juga liat instagramnya walaupun ga tiap hari update sih https://www.instagram.com/shirakawa_go/ 

Oiya di akhir Januari dan awal Januari biasanya ada Shirakawa Go light up jadi malam2 bisa ngeliat shirakawa go. Cuman tiap tahun berbeda terus tanggalnya. Untuk yg ini harus ikut tour ada dr nouhi bus dll. Kmrn pengen ikutan ini tapi ternyata tanggalnya ga cocok :(

ok noted thx untuk link nya

ah saya mah pagi2 aja liat shirakawago nya udah cukup heheh @anna22:D

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, betmen said:

dengan salju seperti itu, kira2 berapa derajat ya? @anna22

Kalo bulan feb agak lebih mending sih (kalo kata org Jepangnya, kata kita mah sama aja dinginnya)..sekitar -3 sampai 3 derajat. Semakin malam semakin drop suhunya. 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 17/3/2017 at 4:49 PM, deffa said:

aih noted ini january - february mau winteran juga di shirakawago neh hehe @anna22 

oh ya kalau gak salah ada website yang live view Shirakawago buat liat apakah lagi snow atau gak tau gak ya web nya? 

@deffa asik banget nh winteran ke shirakawa kyknya emang paling keren tuh tempat... kutunggu fr nya Deffa:kesengsem

keren ya illumination winter nya, duh blm kesampean winteran di shirakawa, mgkn 2x trip lg baru deh kesaa, sementara yg akan datang mau alpine route-an dulu sambil nabung lagi untuk autuman di sana

Share this post


Link to post
Share on other sites
2 hours ago, Yos said:

@deffa asik banget nh winteran ke shirakawa kyknya emang paling keren tuh tempat... kutunggu fr nya Deffa:kesengsem

keren ya illumination winter nya, duh blm kesampean winteran di shirakawa, mgkn 2x trip lg baru deh kesaa, sementara yg akan datang mau alpine route-an dulu sambil nabung lagi untuk autuman di sana

bukannya mba @Yos nanti mau ke Alpine Route, sekalian aja ke Shirakawago hehe :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
22 hours ago, deffa said:

bukannya mba @Yos nanti mau ke Alpine Route, sekalian aja ke Shirakawago hehe :D 

@deffa iya nanti sekalian ke shirakawa juga sih tapi kan ga sekeren pas winter gitu , ini ak attach ya iti selama alpine route nya, krn ak ambil land tour

ITINERARY ALPINE ROUTE.pdf

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 7/29/2017 at 0:56 AM, Dewi Hartati said:

Hi mba  Anna...  Bagus ya shirakawago. Saya mau Nanya dong kalo mau nginep di shirakawago melalui website  apa  ya  Tq ya mba. blog nya  sangat menarik dan bgs foto fotonya

hi mba @Dewi Hartati biasanya orang nginep nya di Takayama nya bisa cek di Agoda atau Traveloka banyak penginapannya :)

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 1/12/2018 at 5:49 PM, deffa said:

saya jadi nya nginep di Takayama 2 malam :D 

Jgn2 nginepny di j hoppers? Kmrn saya juga nginep disitu, ada tour shirakawa go juga dan dapet diskon kalo nginep disana..kalo cuman pp ke takayama-shirakawa go

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 1/13/2018 at 11:45 PM, anna22 said:

Jgn2 nginepny di j hoppers? Kmrn saya juga nginep disitu, ada tour shirakawa go juga dan dapet diskon kalo nginep disana..kalo cuman pp ke takayama-shirakawa go

Gak, saya dapat lebih murah di Country Hotel Takayama yang depan stasiun permalam cuma 600 ribu, saya berdua istri soal nya :D

@anna22

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By mariakuntarti
      Hari 1
      Perjalanan dimulai dari jakarta menuju KLIA (kuala lumpur ) naik Malindo air lalu pindah bandara dari KLIA ke KLIA2 untuk Naik Airasia menuju Changsha. Untuk pindah bandara dari KLIA - KLIA2 ada bus gratis yang bisa ditanyakan pada petugas bandara atau bisa juga naik kereta berbayar.
      Sampai di Changsha, karena terjadi delay sudah jam 12 malam lewat, lalu aku naik bus bandara  (Airport bus to Civil Aviation Hotel ) seharga CHY 15.5 / orang karena tujuan utamaku adalah stasiun kereta "Changsha Railway Station" . Dari pemberhentian airport bus Civil Aviation hotel menuju stasiun kereta cukup berjalan kaki saja.
      Rencana awal adalah aku akan menginap semalam di hotel sekitar stasiun tetapi karena pesawat delay dan ada kereta ke Zhangjiajie jam 04:30 pagi maka aku putuskan langsung ke stasiun untuk beli tiket kereta . Loket untuk beli tiket buka 24 jam, jadi setelah beli tiket aku istirahat di dalam ruang tunggu stasiun. Tiket yang aku dapatkan adalah tiket hardseat seharga CHY 83.5/ orang (untuk kelas tempat tidur sudah habis tiketnya)
      Note : siapkan pasport untuk beli tiket kereta, siapkan juga kertas dengan tulisan mandarin nama stasiun yang akan dituju untuk memudahkan pembelian tiket
      Dibawah ini adalah foto stasiun keretanya . Dari pemberhentian airport bus sudah kelihatan, jalan kaki juga dekat.
      satunya lagi adalah foto didalam stasiun kereta ..bagus dan megah.. tahun ini WC distasiun sudah tidak bau lho dan bersih


    • By Dantik
      Hari 1, 05 Mei 2018 : Athena
      Hari 2, 06 Mei 2018 : Roma Day 1
      Hari 3, 07 Mei 2018 : Venice
      Hari 4, 08 Mei 2018 : Roma Day 2
      Hari 5, 09 Mei 2018 : Roma Day 3
      Hari 6, 10 Mei 2018
      Setelah bermalam di Athena karena penerbangan kami ke Santorini transit di Athena beberapa jam, tibalah kami di Santorini. Perjalanan hanya sekitar 50 menit dari Athena ke Santorini.
      Setelah tiba di Santorini kami dijemput oleh staff penginapan kami, karena kami meminta extra layanan penjemputan. Kami menginap di Antonia Apartments, penginapan ini menyediakan layanan antar-jemput bandara dengan harga yang wajar yaitu 5 euro sekali jalan/orang. Mereka juga menawarkan paket one day tour dll.
      Antonia Apartments menurut kami penginapan yang recomended karena pelayanan yang memuaskan, bersih, nyaman dan yang terpenting adalah lokasi yang strategis. Dari sini tidaklah susah jika kita ingin mencari makan atau ke Terminal Bus Fira karena berada di tengah-tengah pusat Fira.

      Itinerary hari pertama kami di Santorini adalah berjalan kaki dari Fira ke Firostefani. Sebelumnya kami pergi ke Kamari Beach menggunakan bus umum dari Terminal Bus Fira. Rencana kami ingin menyewa kendaraan bermotor disini, sayang tidak bisa karena tidak mempunyai SIM Internasional maka tidak ada pilihan selain menggunakan Bus.

       
      1. Kamari Beach

      Kamari Beach adalah pantai dengan pasir hitam, dibalik tebing yang tinggi itu terdapat Perisa Beach yang juga berpasir hitam.
      Setelah dari Kamari Beach kami kembali lagi ke Terminal Bus Fira, kemudian kami mulai berjalan kaki menuju Firostefani.
      2. Hypapante Cathedral

      Walking tour di Santorini bisa menjadi pilihan yang bagus jika kalian tidak menyewa kendaraan bermotor, atau yang hanya ingin menikmati Santorini dengan berjalan di sepanjang kaldera sambil melihat pemandangan laut. Tetapi medannya yang menanjak & menurun cukup menguras tenaga, pastikan kita selalu membawa minum. Tempat pertama yang kami lewati adalah Hypapante Cathedral.
      3. Donkey trail & walkway entrance/exit

      Bagi yang ingin hiking bisa mencoba donkey trail & walkway entrance/exit yaitu 588 anak tangga dengan zig-zag trails.
      4. Catholic Church

      Catholic Church yang berada di tepat sebelah cable car.
      5. Firostefani

      Firostefani adalah salah satu gereja yang paling banyak difoto dari Santorini.
      Inilah itinerary kami hari pertama di Santorini. 
    • By Aleyna Azzahra
      Hi, aku lagi cari teman travelling ke Jepang kira-kira tanggal 9-15 Desember 2018. Nanti nginep di hostfam, kita bisa cari bareng-bareng di Couchsurfing.
      Rencananya mau ke Disneyland, Lake Kawaguchiko (Fuji), Ueno Zoo, dll
      Kalau tertarik bisa contact ke ID LINE aleynazhr, don’t hestitate to contact me ya! Kalau bisa secepatnya, mumpung ada promo dari Airasia!
      FYI, aku mahasiswi, umur 19 tahun. Kalau bisa travelmatenya juga seumuran, tapi kalo engga, juga gapapa!
    • By vie asano
      Beres menulis tentang kalender festival di bulan Desember, Januari dan Februari, serta aneka sunrise festival di seluruh Korea, kali ini saya ingin mengajak teman-teman untuk jalan-jalan musim dingin ke Korea Selatan.
      Bagi mereka yang tinggal di negeri tropis seperti Indonesia, musim dingin terasa seperti sesuatu yang Mr.Iyus. Maksudnya, misterius. Karena di Indonesia memang nggak ada musim dingin, otomatis ada fantasi berlebih tentang musim dingin yang sedikit banyak dipengaruhi oleh film-film dari luar (termasuk film Frozen yang memang sedang booming di tahun ini). Tapi disisi lain, muncul tanda tanya lainnya. Musim dingin enaknya main kemana ya? Dan apa yang bisa dilihat di musim dingin, mengingat pada musim itu pohon-pohon meranggas dan bunga-bunga nggak ada yang mekar. Main ke pantai pun percuma, karena nggak akan bisa berjemur apalagi berenang saat suhu udara berada dibawah titik nol derajat celcius.
      Sebetulnya, banyak kok tempat di Korea Selatan yang menarik dikunjungi saat musim dingin. Beberapa bahkan terasa lebih menggoda justru pada saat udara sedang dingin-dinginnya. Yang saya maksud tentu saja aneka ski resort yang berada di Korea Selatan. Ya, main ski termasuk salah satu aktifitas musim dingin yang saya rekomendasikan disini. Selain karena faktor salju hanya ada di musim dingin, alasan lainnya karena Korea Selatan memiliki beberapa ski resort dengan fasilitas menarik. Mayoritas ski resort tersebut berada di sebelah utara, yang merupakan wilayah terdingin di Korea Selatan.
      Trus, dimana saja ski resort terbaik di Korea Selatan? Saya akan mulai dulu dari provinsi Gangwon-do yang berada di paling utara Korea Selatan. Sebagai salah satu provinsi yang memiliki suhu rata-rata terendah saat musim dingin tiba, disini terdapat beberapa ski resort. Yang pertama, Alpensia Ski Resort atau Alps Resort, merupakan ski resort yang posisinya tak jauh dari gunung Seoraksan (dan tak begitu jauh dari Sorak Aquaworld dan Seorak Waterpia). Tepatnya ski resort ini berada di Pyeongchang-gun, dan memimliki ketinggian 700 meter di atas permukaan laut. Ski resort ini pernah dijadikan lokasi shooting film Korea berjudul Take Off (2009), dan menjadi venue utama untuk Pyeongchang Winter Olympics tahun 2018.
      Ski resort lainnya, Elysian Gangchon di Chuncheon-si, relatif mudah di akses dari Seoul. Daemyung Vivaldi Park Ski World di Hongcheon-gun, dan Oak Valley Snow Park di Wonju-si, posisinya juga relatif berdekatan dengan provinsi Gyeonggi-do, tempatnya ibukota Korea Selatan berada. Berbeda dengan O2 Ski & Resort di Taebaek-gun, yang posisinya lebih dekat dengan provinsi Gyeongsangbuk-do. Tempat ini memiliki 12 slopes dengan berbagai tingkat kesulitan.
      Masih ada beberapa ski resort lain di provinsi Gangwon-do. Salah satu yang paling populer adalah Bogwang Phoenix Park Ski Resort (atau Phoenix Park) di Pyeongchang-gun yang memiliki jalur snowboarding yang lengkap dan ekstrim. Pemandangan disini pun luar biasa indahnya, dan ski resort ini semakin menarik karena adanya fasilitas tambahan seperti gondola berkapasitas 8 orang. Lalu ada Welli Hilli Park (dulunya bernama Sungwoo Resort) di Hoengseong-gun yang terkenal akan ukuran dan keamanannya. High1 Ski Resort di Jeongseon-gun juga termasuk salah satu ski resort populer di Gangwon-do karena memiliki 18 slope dengan tingkat kesulitan bervariasi dan dilengkapi dengan aneka fasilitas bagi penyandang disabilitas. Terakhir, Yongpyong Ski Resort di Pyeongchang-gun, termasuk salah satu ski resort pertama yang dilengkapi dengan peralatan modern. Lokasinya pun cukup menantang karena berada di ketinggian 700-1500 di atas permukaan air laut.
      Foto 01 (a-d):
      Phoenix Park [foto: Sellyourseoul/flickr]
      Itu baru ski resort yang ada di provinsi Gangwon-do saja. Provinsi Gyeonggi-do, tempatnya ibukota Korea Selatan berada, juga memiliki beberapa ski resort. Rata-rata jaraknya tak begitu jauh dari Seoul, minimal mudah di akses dari sana, sehingga menarik juga untuk dilirik saat berwisata ke Seoul. Yang pertama saya tulis addalah Bears Town Ski Resort di Pocheon-si. Tempat ini hanya berjarak 50 menit dari Seoul, dan punya jalur dengan tingkat kesulitan bervariasi mulai dari pemula hingga master. Star Hill Resort di Namyangju-si juga tak begitu jauh dari Seoul, kurang lebih jaraknya hanya 32 kilometer saja. Cocok untuk dikunjungi pulang-pergi dari Seoul. Begitu juga dengan Jisan Forest Resort, lokasinya hanya 40 menit dari area Gangnam di Seoul.
      2 lokasi ski resort lainnya, yaitu Konjiam Resort di Gwangju-si dan Yangji Pine Resort Ski Valley di Yongin-si juga terbilang menarik. Konjiam Resort disebut-sebut sebagai salah satu ski resort terbesar di Korea Selatan dan memiliki 11 jalur ski untuk pemula, menengah, ahli, dan master. Sedangkan Yangji Pine Resort Ski Valley populer sebagai tempat untuk ski malam hari. Bagi yang penasaran main ski di malam hari, boleh nih mampir ke ski resort yang satu ini.
      Selain provinsi Gangwon-do dan Gyeonggi-do, ski resort yang tersisa berada di provinsi Chungcheongbuk-do. Disini terdapat sebuah ski resort bernama Sajo Resort, yang berlokasi di Suanbo Hot Spring Complex di Chungju. Tempatnya relatif kecil, namun menarik karena setelah puas main salju wisatawan bisa mencoba berendam di air panas alami. Provinsi Jeollabuk-do juga memiliki sebuah ski resort bernama Muju Deogyusan Ski Resort, yang salah satu jalur skinya, yaitu Silk Road Slope, terletak di ketinggian 1520 meter di atas permukaan laut. Alhasil jalur sepanjang 6,1 kilometer ini tak hanya menjadi jalur terpanjang di Korea Selatan, namun juga menjadi jalur dengan pemandangan yang indah. Provinsi lain yang memiliki ski resort adalah Gyeongsannam-do, dengan Eden Valley Resort satu-satunya ski resort di daerah tersebut.
      Itu baru aneka ski resortnya saja. Masih banyak tempat menarik lain di Korea Selatan yang patut dilirik saat musim dingin tiba. Tapi tunggu tulisan selanjutnya yah. Semoga bermanfaat.
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr.
      ***
      Baca juga:
      Winter in Korea: Apa, Kenapa, dan Bagaimana
      Winter in Korea: Kalender Festival Desember
      Winter in Korea: Sunrise Festival
      Winter in Korea: Kalender Festival Januari + Februari
      Winter in Korea, Saatnya Main Salju!
      Winter in Korea dan Serunya Wisata Hot Spring
      Winter in Korea, Kulineran Yuk!
    • By Awen
      Menjejakkan kaki di kaki Pengunungan Himalaya (Annapurna Base Camp 4130)
      “NAMASTE” Nepal 13-26 Jun 2018 
      Ini bukanlah mimpi tapi kenyataan buat seorang yang bukan pendaki dan bukan trekker. Bulan Juni bukanlah waktu terbaik untuk trekking karena sudah masuk di musim hujan. karena kami adalah kuli dan untuk cuti panjang sangat susah akhirnya memutuskan di Libur Lebaran  yang pastinya harga tiket lebih mahal. Jauh hari sudah cari tiket semua di otakatik mana yang kasih promo dan termurah, sebenarnya paling murah naik Malindo tapi karena ingin terbang di waktu hari masih terang akhirnya memutuskan menggunakan AA dan sampai beli kursi dekat jendela demi keinginan melihat jajaran Himalaya dari langit apa daya ternyata yang ada kabut.
       Rencana awal Routenya : Phokara ke Hille by Jeep -  baru start trekking menuju ke Poon hill lanjut ke ABC. di tengah jalan kami memutuskan ke ABC saja dan sisa hari akan kami gunakan keliling  kota  Phokara dan Khatmandu.
      13 Jun : Jakarta - Kualalumpur
      14 Jun : Kualalumpur – Khatmandu
       tiba di airport langsung menuju mesin  VOA, sangat mudah dan ada juga petugas yang memandu, kalau mau tukar uang jangan di dalam bandara karena ada biaya potongan atau tukar sedikit saja nanti kekurangannnya bisa tukar di tamel. Selesai Imigrasi langsung keluar cari taxi  menuju NTB (Nepal Tourism Board) urus ACAP dan TIMS selesai semua dari NTB jalan kaki sampai Thamel itung-itung  latihan, dan ternyata kota ini berdebu bangat,  mencari tempat makan jadi rada susah. sampai di hostel check in langsung keluar cari Pole dan liat2 sekitar Thamel.
      15 Jun : Khatmandu ke Phokara,
      naik bus brangkatnya jam 7 pagi,  mangkalnya di Jl.Kantipath  Persis di depan Yellow Pagoda Hotel, busnya banyak tinggal milih mau naik yg mana, tiba Phokara sekitar pukul 15:00, dari terminal bus jaki lagi menuju Hotel Diplomat check in dan ngobrol-ngobrol dengan pemiliknya atas saran bapaknya  kami merobah Route yang awal nya ke Poonhill menjadi Ke ABC Dan kami memesan Jeep di Hotel sampai ke Kimche dan diingatknan pagi  jam 6:00  sudah harus siap.
      16 Jun : Pagi Jam 6:00 Jeep sudah nongol depan hotel
      Perjalanan di mulai dari jalan lurus, lama2 meliuk-liuk  Sopir Jeep nya  baik awalnya kita ke Kimche tapi disaranin sama Pak Sopirnya sampai ke  Ke pemberhentian terakhir Jeep itu di MOTKIU dekat new bridge. Berhenti dulu di Birethanti TIMS Check Post & ACAP Check Post, lapor diri sah di catat tanggal masuknya  dan benar benar serius menanganinya. Ajung jempol. lanjut lagi naik Jeep kurang lebih 1,5 jam an dengan jalanan yang cukup menantang, ngeri ngeri sedap kata orang Medan Sopir disini wajib ahli dan lihai,  melebihi supir medan :-) . Tiba di MOTKIU @ 10:00 disini jeep banyak mangkal yang menunggu trekker yg sudah turun dan menuju ke Phokara, auranya makin semangat  ranselnya mulai Di gendong saking semangatnya 10kg kagak berasa wkwkwkwk.  target hari ini sampai Chomrong  ternyata lewat sampai Sinuwa.  Tangga-tangga yang mematikan itu terlewati sudah di temani hujan.
       Trekking berawal dari sini:       Motkiu - New Bridge - Jhinu - Chomrong - Sinuwa -------> Nginap
      17 Jun : Sinuwa – Bamboo - Dovan - Himalaya --------> Nginap
      Tiba di Himalaya di sambut hujan deras juga, pesan makan bersih2,   Naik ketempat tidur ritual pakai alat2 anti dingin dan minyak, conterpain Hari masih sore udah    sembunyi di bawah selimut. Makin malam mulai terasa keanehan, Kami tidak bisa memejamkan mata, adanya jadi stress sendiri, jadinya ngobrol dan Mencoba mengingat perjalanan satu hari ini ternyata kami waktu makan siang di Bambo. Minum black tea 1 pot bisa jadi mungkin karena itu atau gejala AMS yg hinggap.      
      18 Jun : Himalaya - Deurali - MBC -------> Nginap
      Untuk mengurangi beban barang2  yg tidak diperlukan ke atas kami titipkan di penginapan,  Deurali setengah perjalanan saya mulai mengalami mual, mencoba mengatur nafas dan  Mengalihkan rasa sakitnya dengan menghitung langkah 1, 2 , 3,…. Sampai akhirnya   Lihat tulisan MBC dan disini saya mengeluarkan air mata, bahagia liat plang tapi mualnya mulai nga karuan, mau mencapai plang itu liat ke atas masih banyak tangganya, teman jalan ku dah di atas sambil teriak nyemangati,  mulai menapaki tangganya tanpa liat kiri dan kanan akhirnya nyampe, sesat rasa sakit hilang karena rasa bahagia campur aduk hahaha, Sebenarnya masih cukup waktu untuk lanjut ke ABC tapi dengan pertimbangan rasa mual dan nafsu makan yg sudah mulai ngaco dan cuaca mulai mendung kami putuskan nginap di MBC. Sore hari pas jam makan pada teriak liat ada Sunset semua kabur ke luar pada cari kamera dari sini keliatan bias sinarnya hanya di ujung saja dan di rekam di otak. Yang stay di ABC pasti melihat dan menikmati keindahannya secara sempurna.
      19 Jun : MBC - ABC - MBC -  Deurali - Himalaya -----> Nginap
       Jam 3 pagi sudah bangun sarapan Sop Garlic dan Ginger tea untuk stamina Atas saran dari quide nya opung doli dan opung boru dari Korea, dan menolong kami penunjuk jalan awal di pagi subuh menuju ABC kurang lebih 2 jam an Pagi yang dingin  rasanya jari ku dah beku lupa bawa sarung tangan mmm rasakanlah jariku menderita. Akhirnya Liat Papan “Namaste Annapurna Base Camp 4130” –  teriak bahagia kegirangan dan berhasillllllll, Beberapa jam jalan keliling dan menikmati area Annapurna Base Camp baru turun lagi  ke MBC dengan  mual  nga hilang, akhirnya mabok…..Tiba di MBC rapi2 dan makan siang terus melanjutkan perjalanan  Rencana target sampai Dovan tapi akhirnya nginap Himalaya. Disini kami ramai karena bareng turun dengan teman teman  sebangsa dan setanah air  Indonesia yang ktemu di atas sambil ngobrol dengan cerita seru dan kocak kami semua  nginap di Himalaya
      20 Jun : Himalaya - Dovan - Bamboo - Chomrong ----------> nginap
      Setiap pagi selalu semangat energi masih penuh turunnya pengen lari-lari, Beban berkurang karena kita sewa porter 1 hari sampai Chomrong jadi jalannya lebih cepat          
      21 Jun : Chomrong - Jhinu - New Bridge - Motkiu - Phokara.
      Horeee jeepnya dah kliatan kita salaman semua dah sampai di Motkiu hahaha, makan siang lanjut naik jeep dan Lapor diri bahwa kita sudah keluar. Perjalanan trekking usai dengan bahagia dan selamat. Selama di perjalanan. Banyak ktemu orang dari berbagai  negara yg naik dan turun walaupun musim hujan, yg semuanya setiap berpapasan selalu saling sapa "Namaste" dan menyemangati.
      * Jadi berapa  lama kah waktu di butuhkan ke ABC ?
         Tergantung kecepatam jalan, stamina, cuaca,
      * kami 6 hari naik dan turun, sebelum sore dah berhenti karena takut kabut dan hujan
      Persiapannnya:
       -  Asuransi sangat penting buat jaga2 halhal yg tidak diinginkan.
          Kemarin disana ada dari Indonesia kena AMS tingkat serius dijemput Heli di Deurali untungnya pake asuransi klo nga? Sipastikan mihillll
       -  Obat-obatan, P3K minyak telon, kayu putih, conterpain, sun protection
       - Jacket anti dingin, anti hujan, anti badai sampai ber layer
       - Sepatu trekking, kaos kaki, sarung tangan, kupluk, buff, masker, Pole, Senter
       - Baju gunakan yg ringan gampang kering, kalau nga mau belang2  dan kulit gosong pakailah lengan panjang
      - HP, camera, klo nga nampang ntar dibilang hoax hehehe
      - makanan ringan mengganjal perut menambah energi, permen,
         Biayanya :
      - VOA usd 25 untuk 15 hari
      - TIMS 2000 / ACAP dah naik Jadi 2300
      - Bus Khatmandu - Phokara 700 / Phokara - Khatmandu 600
      - Jeep 2000 Return
      - Biaya makan dan penginapan  semakin naik semakin mahal , Lewat chomrong semua berbayar air panas buat mandi, wifi, air minum,  Yg berhubungan dengan charger an      Tidak menjual air mineral yg sdh dikemas, jadi bawa lah botol minum   di atas bisa diisi 1 ltr sekitar 100-110, airnya sejuk dan nikmat. Biaya makan dan nginap  selama 6         hari : 15,030 untuk 2 orang  Klo nginap di ABC akan lebih mahal lagi dan disana tidak  diperkenankan  untuk charger Hp, Camera, powerbank dll
      - Biaya porter kemarin dari Himalaya ke Chomrong Ransel 2000 / untuk 2 orang
      22 - 26  Juni kami keliling Phokara, Bhaktapur dan Khatmandu
       
       
       
       

       


       
                         
       
       
        
    • By Ahook_
      Tanggal 9 Juni 2018.
      Trip Canada dimulai dari penerbangan Jakarta - Singapore, kemudian lanjut ke Xiamen dan berakhir di Vancouver. Bisa baca juga, butuh visa transit Cina jika lewat Xiamen. Perjalanan yang melelahkan. Belum lagi, setelah landed di Vancouver, harus ngemper semalam dulu di bandara untuk melanjutkan penerbangan ke Calgary besok paginya. Karena tujuan utama dari awal perjalanan ini adalah Waterton, terus harus melakukan perjalanan darat sekitar 3 jam. Jika ditotal, 48 jam deh, aku baru benar- benar tiba di tujuan.
      Oh ya, jika mau tukar uang Canada Dollar, lebih baik tukar dari Indonesia. Atau bayar pakai kartu kredit saja. Jangan pernah tukar di airport, rate macam leher kerasa digorok.

       
      Sekitar 2 minggu pertama di Canada, kami sewa mobil untuk mengitari Alberta sampai British Columbia. Kami itu bertiga, salah satunya, skydworld, satunya lagi, Henny. Pakai jasa rental mobil Avis. Ada GPS dalam mobil, jadi gampang banget mau kemana- mana. Hasil dari GPS selama pemakaian, akurat kok.  Overall sih okey. Setir di Canada itu gampang- gamapang susah sih. Setirnya ada disebelah kiri, dan aku pertama kalinya setir mobil dengan posisi setir sebelah kiri. Awalnya sih gugup dan gagok. Lama - kelamaan juga jadi biasa. Pastikan saja, mobil selalu berada dijalur sebelah kanan. Total harga sewa mobil sekitar 8 juta, sudah termasuk GPS dan asuransi. Sedangkan sepanjang perjalanan, bensin habis sekitar 3 juta.

      Setelah proses administrasi beres dan mobil sudah ditangan, kami langsung berangkat ke Waterton. Sepanjang perjalanan, menurutku agak menoton. Lansung saja, aku bandingkan dengan New Zealand, rasanya jauh lebih indah dan bagus, terutama dibagian Selatan New Zealand. Baru kerasa alamnya ketika sekitar 1 jam sebelum sampai Waterton. 
      Waterton.
      Begitu checked in, hal pertama yang dilakukan adalah tidur dan tidur sepuasnya. Tidur sampai besok pagi. Belum lagi, harus adaptasi perbedaan waktu antara Canada dengan Indonesia. Lelah. Fisik sempat drop tidak karuan selama 3 hari. Kecapekan. 

      Waterton itu termasuk National Park. Jadi berbayar. Kemaren itu kami bayar 31,2 CND untuk 2 orang dan 2 hari. Ada baiknya beli annual pass, karena bisa dipakai di seluruh National Park yang ada di Canada. Informasi ini kami peroleh dari Chris, seorang teman yang baik nan cantik, tapi setelah berada di Calgary. Kan, ketemunya sama Chris baru di Calgary.

      Waterton Lake view.
      Selama di Waterton, ya aku main- main disekitaran saja. Menikmati sungai di belakang hotel, menikmati air terjun mini, paling jauh, ya ke perbatasan US. Dan yang paling okey adalah main ke Prince of Wales Hotel. Viewnya langsung ke Lake Waterton, view-nya dapat banget. Sayangnya, tidak berkesempatan bermalam disana. Mahal, sudah pasti. Hahahahaha... Yang jadi highlight di Waterton, anginnya kencang banget. Terutama saat di Prince Of Wales Hotel, berdiri saja, macam bisa diseret angin. Ini serius. Dan otomatis, dingin.

      Prince Of Wales Hotel.
      Kami menginap 2 malam di Bayshore Inn. Tidak ada sarapan gratis. Free wifi. Hotelnya cukup okey. Kamarnya lega dengan ranjang gede. Punya tv yang tidak pernah di-nyalain. Kamar mandi ada bathtub dan shower, pasti, ada air panas. Bersih. Pemandangan menyenangkan dari pintu belakang kamar, langsung sungai gitu. Arusnya deras banget, harusnya sih airnya dingin. Ada pemanas ruangan. Tidak menyediakan air minum botol, tidak seperti kebanyakan hotel di Asia. Jadi, semua hotel yang di Canada, harusnya seperti begini aturan mainnya.
      Sepanjang perjalanan di Canada, ( sepertinya ) aku tidak pernah beli air minum, kecuali juice dalam kemasan kotak. Minum, dari air kran loh. Yang buat aneh adalah housekeeping-nya, masak ya, bersihkan kamar setengah hati. Ranjang satunya diberesin, hasilnya 95 persen kelar. Satunya lagi, sama sekali tidak diberesin. Ada beberapa gelas plastik bekas pakai di atas meja juga tidak dibuang. Oneng juga si mbak- mbaknya. Asumsinya, mungkin tidak tempel beberapa Canada Dollar diatas tempat tidur kali ya. Parah! Hotel ini ada tempat parkir ya dan bebas parkir.

      Belakang kamar hotel.
      Kalau bingung mau main ke mana selama di Waterton, tinggal ke receptionist saja. Hahaha.. Aku pikir sih, 3 hari full adalah paling banyak. Tapi entahlah, kalau kamu suka, bisa saja stay lebih lama. Eittss, sebagai negara yang identik dengan beruang. Jadi saat berkeliaran di Waterton, harus waspada, bisa saja kamu ketemu beruang. Baca petunjuknya di penginapan kamu, trik menghadapi beruang itu gimana, ini serius.

      Sekitaran hotel.
      Kalau kamu suka camping, menurut Chris, jika tidak salah dengar, Waterton juga tempat orang- orang camping sih. Cuma, ada temannya, yang pegangin tendanya semalaman karena anginnya super kencang. Lah iya lah, wong aku tidur didalam kamar saja, suara gemuruh angin diluaran sana sudah macam lagi perang. 

      Air terjun.

      Border US- CANADA.
      Transit satu malam di Calgary. 
      Sebelum langsung ke Banff, kami menginap satu malam dulu di Calgary. Kami nginap di Nuvo Suites. Okey, penginapan ini termasuk salah satu yang terbaik sepanjang trip Canada. Terletak di tengah kota, sebenarnya, kalau tanpa mobil-pun mau kemana- mana juga bisa. Ada transportasi umum. 
      Soal Nuvo Suites, memang best. Lihat saja di foto. Bisa muat 4 orang. Ada dapur dalam kamar, jadinya kamu bisa masak- masak. Apalagi seberang, sudah ada grocery. Free wifi, free sarapan yang lumayan. Dapat slot parkir gratis, tapi di blok yang berbeda. Tidak terlalu jauh sih. Jalan kaki bisa sampai juga. Kamar mandi shower ada air panas. 

      Calgary view.
      Di Calgary, diajak Chris jalan- jalan. Main ke Factory outlet untuk menghabiskan isi dompet, terus makan eskrim di Village Ice Cream. Kata Chris, eskrim ini wajib loh, karena lokal banget. Dan benar saja, pas ke sana, ramai. Kemudian ke spot keren untuk lebih kota Calgary dari atas, aduh lupa namanya, cari di google lagi, kok gak muncul nama tempatnya. Tempatnya sih asik, pemandangan, tempat foto- foto-lah. Dan malam itu berakhir dengan makan bersama di salah satu restoran rekomendasi dari Chris juga. Intinya ya, si Chris, soal kuliner memang juara. 
      Memang, tidak banyak tempat yang didatangi selama di Calgary, sebagaimana sebuah kota. Keesokan harinya, setelah checked out, sudah bersiap menuju ke Banff. Nah tungguin postingan selanjutnya ya tentang Banff. 
      With Love,
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---
    • By Cayadi Budidarma
      DAY 4 TOYAMA - KYOTO
      Hari ini bangun agak siang , karena habis cape hari sebelumnya pulang sampai hotel jam 11 malam .
      Begitu bangun , siap-siap semua barang , dan langsung check out dari hotel. Langsung menuju TOYAMA station yang letaknya tidak jauh dari hotel kami menginap.
      Tiket shinkansen sudah ditangan , karena sudah reservasi dari malam sebelumnya , dan lagi-lagi saya harus reservasi ulang karena kami tiba di station 1 jam lebih awal dari schedule tiket. Dan memang di perbolehkan , jadi tanpa banyak basa-basi atau omelan dari pihak penjaga tiket counter , langsung kami menuju peron shinkansen yang menuju ke KYOTO.
       
       
      Seperti biasa , sesampainya di Kyoto Station , langsung saya buka google maps untuk mencari hotel yang sudah kami booking sebelumnya di agoda. Yaitu Hotel DAIWA ROYNET HOTEL KYOTO HACHIJOGUCHI selama 3 malam . Letaknya tak jauh ( 8 menit an jalan kaki ) dari exit Hachijoguchi Kyoto Station yang sangat besar. Ada banyak exit di KYOTO station ini , jadi sebelum mencari hotel sebaiknya cari tahu dulu exit mana yang terdekat dari hotel kalian.
      Seperti biasa titip koper , dan kami dapat kabar baik bahwa kamar kami di upgrade ke yang lebih besar...horeeee...thanks Daiwa Roynet Hachijoguchi !
      Hari pertama di kyoto , saya langsung menuju Kiyomizudera dengan naik bus nomor 101 dari depan Kyoto Station ( central exit ) , dan turun di GOJOZAKA. Semua perjalanan bus saya memakai pasmo card. Masuk dari pintu tengah , ketika turun lalu tap pasmo dan keluar dari depan . Dari GOJOZAKA bus stop , kami berjalan kaki mendaki ke kuil Kiyomizudera. Kami ambil jalur kiri untuk mendaki .
      Kuil Kiyomizudera berada paling atas , dan kita harus bayar tiket masuk untuk masuk ke dalamnya. Sayang kuil ini sedang dalam restorasi , jadi tertutup oleh kain dari luar. Jadi tidak terlalu amazing bagi saya penampakan luar dari kuil Kiyomizudera ini .

      Beberapa saat dari sana , kami turun berjalan sambil menikmati toko-toko di sepanjang perjalanan dan mencoba street food yang banyak dijajakan .
      Setelah dari kuil Kiyomizudera , kami berjalan kaki menuju GION , dan sampai GION sekitar jam 1730 . Masih terang . Di Japan jam 19 pun masih terang loh .... mulai gelap sekitar 1930 . Dan saat mulai agak gelap baru tampak beberapa GEISHA / MAIKO keluar berjalan cepat masuk / keluar dari salah satu tempat makan di sekitar GION.

       
      Bagi saya GION tidak banyak hal menarik untuk dilihat , hanya saat-saat pada saat GEISHA / MAIKO saja menampakan diri , para touris terlihat heboh mengabadikan mereka, walau mereka tampaknya tidak perduli dan berjalan sangatcepat untuk menghindari para paparazi :) termasuk saya .
      Sepulangnya dari GION , kami berjalan kaki menuju GION Shirakawa untuk sekedar menghabiskan malam dan menikmati malam di KYOTO , dan kami cukup puas melihat aliran sungai yang indah dan bersih di daerah yang dipenuhi restoran-restoran ini. Dan setelahnya , kami berjalan kaki ke station subway terdekat dan kembali ke KYOTO station ( hotel )

       
       
      DAY 5  ARASHIYAMA ( KYOTO ) & PHILOSOPHER'S WALK
      Perjalanan hari ini ke Arashiyama . Naik kereta JR SAGANO , berhenti di SAGA ARASHIYAMA station. Exit station langsung belok kanan ke arah Togetsu bridge.
      Disebelah Saga Arashiyama ada Saga Torokko Station untuk naik SAGANO SCENIC RAILWAY. Saya memutuskan untuk langsung dulu ke Togetsu bridge. Berjalan melewati perumahan2 serta toko-toko , dan juga sempat melihat ada OWL cafe di lt2 salah satu gedung pertokoan .

       
      Tak lama sekitar 20 menitan kami sampai di togetsu bridge dan berfoto-foto dari pinggir sungai dan jembatan.Menurut saya Arashiyama ini sangat indah di sekitar togetsu bridge ini, sehingga saya dan keluarga agak lama menghabiskan waktu untuk sekedar duduk-duduk sambil menikmati cemilan2 dan udara sejuk di sana.

      Setelah puas nongkrong dan berfoto , kami lanjutkan menyeberangi jembatan togetsu dan langsung ke kanan untuk mendaki Iwatayama Monkey Forest dengan membeli tiket naik.
      Hiking sampai dengan tempat monyet tidak begitu susah, sekitar 20 menit jalan santai kita bisa sampai ke puncaknya . Disana kita bisa menikmati pemandangan Kyoto dari atas serta memberi makan monyet-monyet dari dalam rumah yang sudah disediakan dengan membeli pakan monyet di sana.

       
      Puas bermain di monkey forest sekitar 1 jam lebih kami kembali turun , dan sesampainya di bawah , pinggir sungai dekat togetsu bridge saya melihat ada yang menawarkan Hozugawa river cruise . Lalu saya putuskan untuk membeli tiket nya ...bagus menurut saya view nya jadi saya pikir ya sudah lah..sudah kepalang ke Arashiyama nikmati saja sebisa mungkin
      River cruise yang kami naik ini hanya sekitar 30 menit sd 1 jam , dan hanya menyusuri sungai yang tenang arusnya  dan berputar kembali ke tempat semula kita naik. Beda dengan River cruise yang jika kita naik dari Kameoka loh ya...Kalau dari Kameoka saya lihat lebih ekstrem dan menyusuri arus yang lumayan deras ( mirip-mirip arung jeram ) dan perjalanan sekitar 2 jam .
      Ini lebih seru keliataannya untuk teman-teman yang berjiwa adventure sebenarnya , namun karena saya beserta anak-anak kecil saya putuskan untuk naik yang arus nya tenang saja.
      Untuk harga tiketnya tentunya juga berbeda jauh antara keduanya.
      Di tengah perjalanan juga ada sebuah perahu yang menawarkan cemilan untuk kita yang sedang di dalam perahu..cukup unik.
      Pemandangan sekitar sungai juga cukup indah.
       
       

      Nah, sesudah kami turun perahu , kami lanjut ke arah hutan bambu yang sering kita lihat di FR di sini . Banyak turis di hutan bambu ini dibandingkan dengan spot lainnya . Menurut saya sih hutan bambu ini ya biasa saja ..namun karena begitu ngetop nya maka kami singgah juga hehehe.

       
      Jauh lebih bagus pemandangan sungai sekitar togetsu bridge dan river cruise.
       
      Lalu sekedar lewat sambil berjalan balik ke arah Saga Arashiyama station , kami pun akhirnya masuk ke Saga Torokko station, dan mencoba pula naik Sagano Scenic Railway.
      Menurut saya juga loh ya....view dari sagano train ini juga kalah dibandingkan sekitar sungai togetsu bridge, karena kereta begitu cepat berjalan dan keluar masuk terowongan . Jadi feel untuk menikmati nya belum sampai ON sudah masuk terowongan lagi. Itu aja kami dapat tempat di gerbong yang terbuka . FYI tempat duduk di gerbong terbuka ini terbatas ( hanya 1 gerbong ). Jika kita berada di gerbong tertutup akan lebih tidak enak lagi untuk menikmati pemandangan di luar .
      Mungkin jika kita pergi saat autumn atau sakura , sagano scenic railway ini akan terasa beda ( lebih bagus ) , namun jika saat summer seperti saya , harga tiket tidak sebanding dengan kepuasannya . Mending nongkrong di pinggir sungai togetsu bridge !
      Setelah sekitar 20 menit sampai di Kameoka Torokko Station.

       
      Keluar Kameoka Torokko station kita harus berjalan kaki menuju Umahori Station sekitar 15 menit. Ikuti saja penunjuk arah yang diberikan.
      Nah di sini pemandangan agak lumayan, dan berjalan kaki dari Kameoka ke Umahori JR station juga merupakan kenikmatan tersendiri ...

       
      Dari Umahori station ini kami langsung menuju Philosopher's walk. Start awal dari Nanenji Temple menyusuri full Philisopher path ke arah Ginkakuji temple agak jauh ternyata . Sekitar 1 jam rasanya jalan santai . Jalanan ini tidak begitu besar , menyusuri kali kecil ,dan di sekitarnya kiri kanan adalah komplek perumahan mewah orang Kyoto. Rumah nya besar-besar dengan taman bernuansa jepang dan beberapa mobil mewah seperti jaguar terparkir .
      Kami start sekitar jam 17 lewat dan sampai di ujung jalan ( GINKAKUJI sudah tutup saat itu ) sekitar jam 1830. Puas berjalan , kami mencari JR station terdekat dan ternyata sangat jauh
      Kami sudah mencoba ingin naik bus untuk kembali ke Kyoto station namun jadwal bus tercantum terakhir sekitar jam 1830 kalau tidak salah ..jadi sambil jalan santai dan menikmati pemandangan , kami berjalan melewati Kyoto University dan akhir nya menemukan JR station untuk kembali ke Kyoto station.