Dhea Andyna

(ask) dari hatyai ke penang jalur darat

7 posts in this topic

halo perkenalkan sya newbie mau tanya2 seputar thailand kpd suhu2 semua 

saya liburan di krabi 2d1n, nah ini rencana saya sehari menjelajah krabi (seputar krabi town,tiger cave, pantai2) dan sehari lagi ikut one day tour (masih blm tau mau pulau2 yg mana, ada saran?)

dan saya belum booking hotel karena bingung mau booking di sekitar ao nang apa di krabi town nya? karena saya backpackr berdua dgn teman dn rata2 untuk harga penginapan sama, ada saran untuk penginapan? 

nah setelah selesai one day tour sya langsung cabut dari krabi ke hatyai lalu dari hatyai ke butterworth lalu ke penang karena flight pulang saya ke indo dari penang (makany saya hrs fast estafet biar ga ketinggaln pesawat) 

pertanyannya saya : 

1. dari krabi menuju ke hatyai? kalo naik bis/kereta bagaimana?apakah pesan tiketnya sehari sebelumnya apa bisa go show?

2. lebih enk dan worth it naik kereta apa bis menuju penangnya? dan harganya 

3. setelah saya sampai di butterworth untuk menuju penang bagaimana? naik fery kah?

terimakasih, xx 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By silvia_win
      Day 1 Jakarta-Kuala Lumpur
      Tiba di Klia2 sudah malam, makan dulu di Marry Brown, setelah itu ngitar2 di klia2 untuk foto2 suasana new year. Lalu cari lokasi yg kosong untuk tidur2an di klia2.
       
       
      Day 2 Kuala Lumpur-Chiang Mai
      Dini hari kami berangkat ke Chiang Mai, di airport Chiang Mai pesan taxi airport ke hotel (thb 150).
      Sampai di hotel belum bisa check in (katanya waktu check in 14:00). Hotel Western House di area kota tua. (@thb750/malam, deposit thb 500).
      Nanya info tour ke Chiang Rai dll, staf hotel memberikan brosur2 dari tour di suruh pilih yang dikehendaki, lalu dia tel ke tournya untuk tanya available ngga (staf hotel minta bayaran thb 20 untuk ongkos tel).
      Setelah konfirmasi dan bayar tour untuk besok (@thb1000), waktu check in hotel masih lama.
      Kamipun mulai jalan kaki mengitar kota tua ke chang puak gate, wat chiang man, three king monumen, wat prasingh. Di dalam kota tua banyak vihara2 besar dan kecil, yang masing2 menpunyai dekorasi yang unik. Setelah selesai berkeliling pulang ke hotel beristirahat, malamnya beli makan di seberang chang puak gate (dekat hotel), di sini ada 7-11, toko2 dan street food.
       
       

      Day 3 Local tour
      Pagi kami dijemput untuk ikut tour naik van, peserta tour belasan orang.
      Mobil tour membawa kami keluar kota tua, di luar kota tua terlihat pemandangan seperti kota2 pada umumnya, berbeda dengan kota tua yang banyak viharanya dan monumen. Kota tua dikelilingi oleh tembok kota yang sudah tidak utuh lagi.
      Stop 1: sumber air panas, airnya disemprotkan ke atas seperti air mancur, asap mengepul dari sumber air panas. Pedagang menawarkan telur mentah, yg bisa direbus di dalam sumber air panas.
       

      Sumber air panas di sini tidak terlalu luas, hanya satu sumber air panas di depan daerah wisata, di dalamnya ada toko makanan dan souvenir.
      Stop 2 : White temple, bangunan vihara ini adalah sebuah karya seni yang indah dengan warna putih.
      Untuk masuk ke dalam vihara perlu melewati jembatan yang dibawahnya banyak tangan menjulur ke atas (seperti makhluk di alam neraka sedang meminta makanan).
      Dinding di dalam vihara (tidak boleh foto) ada lukisan imaginer yang indah ada superman, minion dll.
      Banguan toiletnya berwarna emas.
       

      Stop 3 : Golden triangle, kami foto dulu di plang golden triangle yang ada peta negara Thailand, Laos dan Mynmar. Sebagian peserta naik perahu menyebrang sungai mekong ke Laos (katanya lihat sebuah pasar kecil di sana, jika ikut nyebrang ke Laos biaya tournya @thb1200). Kami makan di salah satu kedai makan di sepanjang sungai mekong, yang menu utamanya tom yam. Kami makan sambil menikmati pemandangan sungai mekong. Sebenarnya pemandangan sungai mekong tidak terlalu indah, air sungai berwarna kecoklatan tapi dari sini bisa melihat bangunan2 di seberang yang merupakan bangunan negara Laos jadi memberi nuansa yang istimewa.
      Setelah makan kami jalan ke sebuah vihara dengan patung Buddha keemasan di atas perahu. Sebelum sampai ke vihara ada dermaga, di mana banyak yang menawarkan untuk menyeberang ke Laos (dari sisi lain bukan dari tempat travel membawa peserta lain nyebrang).
       


      Vihara ini lumayan bagus, pemandangannya juga indah bisa melihat sungai mekong dari atas, dan juga ada teropong untuk melihat ke seberang.
      Stop 4: makan siang prasmanan, menunya lumayan banyak juda ada camilan thai.
      Stop 5: mengunjungi perkampungan suku leher panjang (suku Karen), di sini foto2 dengan suku leher panjang, yang memakai gelang di lehernya, yang terlihat hanya para wanitanya, semakin berumur gelang2 di lehernya makin banyak.
       

       
       
      Setelah ini perjalanan pulang ke chiang mai (+ 3 jam), mobil singgah sebentar di toko oleh2.
      Kami minta di drop di weekend night market.
       
      Pasar malam ini merupakan salah satu pasar malam yang terbaik yang pernah saya kunjungi, area pasar malamnya sangat luas, jalannya bercabang2, bingung juga mau jalan ke mana, lalu pilih jalanan yg tidak terlalu ramai. Beli camilan thai food yang disukai, keliling2 cuci mata dan belanja, di pasar malam ini tidak terlihat ada dagangan kaos, tas merek yang kw, tapi dagangannya adalah kaos, tas dll buatan kerajinan lokal. Di sepanjang jalan di area night market ada juga pemain musik tradisional yang menyanyi dan bermain musik (ngamen), ada juga seniman lukis yg menawarkan jasa lukis wajah, dan seniman lainnya yg menjajakan karya hand made yang dibuat di tempat.  
      Kemudian kami melewati Wat Chedi Luang yang ternyata halamannya ditempati pedagang pasar malam, walau bangunan dalam vihara sudah tutup, tapi di halaman ada patung Buddha dan pengujung sekalian sembahyang di sana, bangunan vihara yang cukup besar itu diterangi lampu memberi kesan megah dan indah, kami berkeliling di dalam dan duduk berisitirahat di taman.
      Setelah istirahat jalan keliling pasar malam lagi, sampai di sebuah ujung jalan waktu sudah malam, beli sedikit camilan lagi, lalu stop tuk tuk untuk pulang hotel. Tuk tuk thailand lebih luas dan nyaman dari bajaj di jakarta.  Tuk tuk berjalan melewati beberapa area yang masih merupakan area dari pasar malam,  yang ternyata dari hotel juga dekat pasar malam. Sampai di hotel sudah jam 11:30 malam.
       
       
      Day 4 Mengunjungi Wat Doi Suthep.
      Hari ini bangun agak siang, lalu keluar cari money changer tapi tidak ketemu, akhirnya tarik tunai atm saja (biaya adm thb 180), beli sarapan lalu pulang hotel.
      Check out hotel, titip bagasi di hotel.
      Ke terminal mangkal angkot di depan 7-11 (diseberang chang puak gate). Angkot jalan setelah penumpang penuh (@ thb 50). Doi Suthep adalah vihara yang terletak di atas bukit.
      Di sini naik lift ke atas. Di sini bisa melihat pemandangan kota chiang mai, viharanya cukup luas dan indah.
      Setelah berkeliling, kami naik pulang, sampai ke area kota penumpang angkot ini tinggal sedikit, kami pun charter supirnya untuk ke Arcade bus terminal untuk beli tiket bus ke Bangkok.
      Di terminal bus, kami ingin membeli tiket bus malam ke Bangkok, tapi berhubung masih liburan new year tiket dari semua operator bus sudah habis. (sebenarnya sudah mau beli kemarin, tapi staf hotel bilang terminalnya jauh dari hotel, dan sudah ditanyakan ke staf hotel apa bisa pesan di hotel, katanya ngga bisa mesti ke terminal, ngga apalah sedikit bumbu2 go show).
      Akhirnya kami beli tiket bus jam 7:30 pagi, juga tanya ke staf yg jual tiket hotel di sekitar sana yang bagus di mana. Kami berkeliling melihat beberapa hotel, hotel di sana lumayan murah harga 700 an sudah bisa dapat kamar yang bagus dan luas, ada juga model apartmen dengan sofa, tv, dapur dll.
      Tapi kami milih hotel yang seperti losmen saja, terlalu nyaman besok susah bangun pagi.
      Staf hotel di sini tidak seperti hotel sebelumnya tidak mengerti bhs inggris, jadi kami pun berkomunikasi dengan bahasa isyarat, awalnya staf hotel menunjuk angka 3 dengan jarinya (maksudnya thb 300), kemudian dia  menunjuk angka 4 dengan jarinya, yang mana maksudnya thb 300 untuk kamar non ac, thb 400 untuk kamar ac. Hotel ini seperti losmen, kamarnya cukup bersih lumayanlah buat 1 malam.
      Setelah booking hotel, kami mencharter tuk tuk untuk ke hotel western house ambil bagasi, supir tuk tuk seorang wanita muda yang bisa bicara bahasa inggris.
      Malam kami jalan2 ke star avenue (mall kecil di samping terminal).
       
       
      Day 5 Chiang Mai ke Bangkok
      Bus berangkat sesuai jadwal (thb 1700 utk 3 tiket). Di bus dibagikan air mineral, kopi, coca cola dan snack. Siang hari bus berhenti di tempat peristirahatan untuk makan siang, kami dibagikan voucher makan siang, jatahnya nasi+1lauk, jika mau tambah lauk bayar thb 10/lauk.
      Jam 6 sore bus sampai di terminal bus bangkok, kami antri taxi, tapi antrian panjang dan taxinya sedikit, lalu kami naik tuk tuk (thb 300), supir tuk tuk pasang harga mahal walau hotelnya ngga terlalu jauh, sudahlah antri taxi menghabiskan waktu.
      Check in hotel Bangkok 68 (thb 700/malam) dan beli makanan di resto di hotel, lalu bersiap2 explore kota bangkok. Dari bangkok jalan kaki ke MRT (cukup jauh juga + 10 menit), kami naik MRT+BTS ke taksin pier, dari sini naik free shuttle boat ke Asiatique. Shuttle boatnya sangat nyaman, mengarungi sungai Chao Praya yang pemandangan malamnya sangat indah, juga banyak boat dari hotel berbintang ataupun cruise yang hidir musik.
      Di Asiatique banyak resto2, toko2 juga ada arena permaian anak2, di sini tempat ngongkrong dan jalan2 yang asyik, kami makan KFC di sini lalu jalan2 dan menikmati pemandangan di sepanjang sungai.
      Setelah itu naik free shuttle bus (jadwal terakhir) ke halte taksin pear lagi.
      Banyak turis yg naik shuttle bus ini berhubung jadwal terakhir, semuanya antri beli tiket pulang ke tempatnya masing2, bule yang antri di depan kami mempersilahkan kami beli duluan, sambil melihat peta mereka bilang i want to make sure first. Setelah beli tiket kami pun naik BTS, tapi ternyata kami salah naik ke arah yg berlawanan, lalu kami turun ganti kereta. Saat kami mau ganti mrt ke hotel, ternyata stasiun mrt sudah tutup. Lalu kami menyetop taxi untuk pulang ke hotel, ternyata harga taxi tidak mahal malah lebih murah dari tiga tiket MRT. (mungkin sudah larut malam dan tidak macet)
       
       

      Day 6 Madame tussaud dan wat...
      Pagi ini, kami mau mengunjungi idola di Madame tussaud di Siam Discovery mall, berhubung harga taxi tidak terlalu mahal, langsung stop taxi saja dari hotel. Sampai di sini mallnya belum buka, kami tunggu di luar sambil lihat2 street food yang jual sarapan. Mallnya buka jam 10, kami pun masuk dan menuju madame tussaud (Beli tiket online @thb400). Di dalam Tussaud masih sepi, bisa foto sepuasnya berkali2.
      Siang hari kami ke wat emerald buddha (di samping grand palace, kami tidak masuk grand palace soalnya bayar tiket masuk , cukup lihat dari luar saja).
      Bangunan vihara ini bagus dan indah, merupakan vihara utama di bangkok yang di dalamnya ada patung Buddha dari Emerald.
      Dari sini naik tuk tuk ke pier untuk menyebrang ke wat arun, sampai di pier malas nyebrang (ternyata naik perahu kecil, dipikir perahunya mirip shuttle boat ke Asiatique). Setelah melihat2 sebentar wat arun yang berada di seberang sungai, kami naik taxi ke  wat traimit.
       
       
      Wat traimit berada di sekitar china town Bangkok, adalah vihara dengan patung Buddha dari emas yang tingginya 3 m dan beratnya 5 ton.
       
       
      Dari Vihara kami berjalan ke china town melihat2 toko2 dan penjual makanan chinese food, jalanan ramai dan macet karena ada pasar di sana.
       
       
      Dari sini kami naik MRT ke Huai Khwang, di sini ada lokal night market, jualan baju, makanan, buah dll,  keliling sebentar dan beli makan malam lalu naik tuk tuk pulang hotel.
       

       


       Day 7 Bangkok-Jakarta
      Pagi hari pulang ke jakarta via singapura (berhubung tiket direct flight mahal ngga apalah transit singapura). Karena masih suasana new year maka kamipun menikmati dekorasi new year di bandara bangkok dan singapura.
    • By silvia_win
      Day 1 Jakarta-Kuala Lumpur-Phuket
      Sampai di Phuket sudah malam, naik mini van airport ke Patong @Thb 180 di antar langsung ke hotel masing2.
      Nginap di Hotel House of Wing Chun Patong (2 malam = Rp 585.000). Karena tiba di hotel sudah malam, beli makan malam di 7-11 dekat hotel, nasi berserta lauk yg dihangatkan di oven.
       
      Day 2 Phuket city tour.
      Bangun agak siang, berhubung hotel tidak menyediakan sarapan, ke 7-11 lagi cari sarapan, sekalian tanya info ke hotel tentang tour, saya di kasih brosur suruh lihat dan pilih, kalau sudah pilih nanti mereka akan telepon tanya ke tour, lihat brosurnya saya rada bingung, ya sudahlah tanya petunjuk jalan ke pantai patong.
      Setelah sarapan, kami bermaksud jalan ke pantai. Dari hotel menuju pantai banyak kios yang menawarkan paket tour, tanya2 info pas ada yang sesuai selera yakni phuket town city tour Thb 2000 untuk ber3, berangkat jam 1 siang. Kami pun booking tour dan makan siang dulu, lalu dijemput travel dengan mobil van yang pesertanya belasan orang.
      Stop 1 : mobil travel membawa kami melalui pantai patong, karon, kata sampai di suatu view poin untuk melihat pemandangan pantai.
      Stop 2 : Big Buddha temple, lokasi dari vihara ini terletak di atas bukit, dari sini pemandangan pantai phuket terlihat sangat indah.
      Stop 3 : Wat Chalong temple yang merupakan vihara terbesar di phuket, di halaman vihara banyak penjual makanan.
      Stop 4 : Toko souvenir (cashew nut, madu, gem galeri), walau saya tidak suka belanja di toko souvenir yang diatur oleh tour, tapi stop over di toko souvenir di phuket tour ini cukup menyenangkan, waktu singgahnya tidak lama dan semua makanan boleh dicicip walau tidak beli, juga di gem galeri ada mini museum yg indah.
      Stop 5 : Phuket old town adalah daerah kota tua phuket dengan bangunan model sino portugis.
      Pulangnya kami minta didrop di JungCeylon mall di dekat hotel, makan KFC di sini, lalu jalan2 dan melihat ke supermarket di dalam mall.
       
       


       
      Day 3 Hari ini jalan kaki ke pantai patong menikmati pemandangan pantai, lalu check out hotel mau pindah ke phuket city. (soalnya kami mau extend hotelnya bilang full book dan lihat hotel kiri kanan harganya mahal)
      Minta hotel booking taxi ke CA residence di phuket city (Rp 345 ribu/malam).
      Setelah check in hotel, kami ke terminal bus 2 yang letaknya tidak terlalu jauh dari hotel untuk beli tiket bus ke Krabi. Kami beli tiket untuk besok (@ thb 140), lalu kami mampir ke super cheap market (seperti makro) di dekat terminal untuk melihat2.  Lalu kembali ke hotel, makan malam cari di 7-11 dekat hotel.
      Kamar hotel ini cukup luas dan nyaman, di hotel ada swimming pool dan gym, cuma lokasi hotel yg agak jauh dari keramaian, jadi kami istirahat di hotel saja.
       


      Day 4 Phuket – Krabi
      Setelah check out hotel, kami minta tolong call taxi ke terminal bus 2, tapi kata orang hotel mahal soalnya taxinya datang dari luar, kami disarankan jalan kaki saja. Ya sudahlah tadinya malas soalnya mesti bawa koper. Begitu keluar dari hotel banyak mobil van yang mangkal di luar, kami ditawarin naik mobil, kami bilang cuma mau ke terminal bus2, akhirnya setelah nego harga Thb 150 kami naik mobil van belasan seat ke terminal.
      Perjalanan Krabi ke Phuket sekitar 3 jam, sepanjang jalan bus berhenti di beberapa tempat untuk mengambil paket dan penumpang.
      Dari terminal kami naik minivan (tuk tuk) minta di antar ke hotel @Thb 50, ini adalah transport umum berhubung tidak ada taxi, petugas terminal yang membantu kami meminta supir mengantar kami ke city hotel.
      Setelah check in City hotel (Rp 875.000/2malam) kami pun berjalan di sekitar hotel, kami ke patung kepiting yang tidak jauh dari hotel dan merupakan land mark kota krabi. Kami bersantai di sini cukup lama, di sini kami ditawari naik perahu berkeliling sungai (mangrove boat trip) ber3 thb 400 untuk perjalanan pp selama lebih kurang 1 jam, setelah dipertimbangkan bolehlah, soalnya kali ini lagi tidak berminat wisata ke pulau2 sekitar phuket dan krabi, naik perahu mengitar sungai juga lumayan deh bisa merasakan naik long tail boatnya. Kami naik ke daratan seberang yang berpasir dan ada goa serta monyet2, setelah berkeliling sebentar, perahu mengantar kami ke sebuah rumah/resto apung untuk melihat ikan, setelah itu kami kembali ke lokasi patung kepiting.
      Malam hari kami ke Vogue mall di dekat hotel juga ke pasar buah di seberang hotel, di krabi banyak resto halal karena banyak muslim di kota ini.
       

       
       

      Day 5 Ao Nang beach
      Naik mini van ke Ao Nang @thb 50 (sebelum sampai di pantai Ao Nang ada sebuah pantai yang bagus juga tapi kami tidak singgah hanya melihat dari mobil).
      Di pantai banyak long tail boat ke pulau2 sekitarnya, ada loket jual tiket dengan beberapa tujuan dan jadwal.
      Kami makan di resto di tepi pantai menikmati pemandangan pantai, lalu berjalan sepanjang pantai (air laut di pantai patong dan ao nang sedikit beda dengan di Indo, karena pasir pantai tidak lengket di kaki, mungkin kadar garamnya tidak tinggi)
      Di seberang pantai banyak toko2 yang menjual souvenir.
      Lalu naik angkot mini van kembali ke hotel, turun di wat kaeo korawaram dekat hotel
      Malamnya ngitar di sekitar hotel untuk shopping dan cari makanan thai.
       

         
      Day 6 Krabi-Kuala Lumpur
      Pesan airport transfer (thb 350) dari hotel, pagi2 ke bandara, di jalanan masih sepi, ada beberapa bhiksu yang pindata, kata supirnya setiap hari ada.
      Sampai di Klia 2, beli tiket bus ke melaka, tadinya ingin singgah beberapa jam sebelum ke singapura. Tapi sampai terminal bus melaka malas jalan, makan siang lalu beli tiket bus ke singapura. Total harga bus dr klia2 ke sin @ rm 50
      Saat di imigrasi singapura, antrian lama sekali karena pemeriksaan yang ketat.
      Sampai di singapura sudah malam, makan dan istirahat di hotel.
       
       
      Day 7 Singapura-Jakarta
      Pagi check out hotel titip koper, keluar sarapan lalu naik mrt ke garden by the bay.
      Setelah selesai main di garden by the bay, jalan kaki ke marina sands naik mrt ke bugis, makan di bugis junction lalu ke bugis street untuk belanja.
      Pulang hotel ambil koper dan naik taxi ke airport.
    • By khalda desiana
      Haloo,ada yang disini pernah ke ayuthayya dari don mueang airport?dan saran bagusnya ke kota mana aja di thailand selama 6 hari?
    • By Marilyn Dewi
      Cari teman jalan yang mau ke antara vietnam/thailand cuma bisa 21-23 juli 2017 (jumat-minggu) *belum pesen tiket
      Gak terlalu ribet soal makanan n hotel. 
      Kalo ada yang mau pergi ke salah 1 negara tsb pas tggl yang sama bisa contact line marinrinrinn ^^
    • By Radhen rama
      Sekiranya ada yg plan jalan2 ke turkey or thai akhir tahun 2017, boleh dong nanya2 siapa tau bisa gabung
    • By RahmadR
      Hi guys
      Buat liburan nanti saya mau nyari teman backpacker ke singapore, malaysia , thailand  karena saya cuma berdua (masih amatir hehe) sama teman jadi mau nyari teman lagi biar lebih seru . untuk itinerary masih disusun belum fix. untuk kontak add line : rahmad_riyan97
    • By Ahook_
      Tanggal 10 November 2016.
       
      Setelah menempuh perjalanan dari Phuket menggunakan bus umum dan beberapa kali pindah angkutan, aku tiba di Krabi sudah sore. Aku diturunkan pas didepan hostel yang aku sudah booked sebelumnya saat masih di Phuket. 
       
      Waktu aku checked in di Slumber Party Hostel, petugasnya yang orang bule itu bilang, kalau namaku tidak terdaftar di-list nama tamu mereka hari itu. Aku tunjukkin bukti konfirmasi dari Agoda. Ya, dia sih tidak ngotot. Dia berusaha cek dan tetap, memastikan bahwa aku bukan tamu mereka. Kemudian, pada solusinya, dia minta maaf, mungkin ada yang tidak beres dengan sistem mereka. Dia bilang kalau hari itu penuh, aku diminta untuk pindah ke hostel lain, yang menurutnya, juga bagian dari hostel mereka juga. Dia juga bilang, lagian, Slumber Party Hostel ini bakalan pesta sepanjang malam. Aku rasa, kamu tidak akan cocok disini. Disini berisik dan orang akan mabuk- mabukan. Okey, well...Akhirnya aku tahu alasannya, kenapa dia tolak aku ? 

      Tidak masalah sih buatku. Toh dipindahkan ke K- Bunk Hostel, tidak perlu bayar lagi dan hanya beberapa pintu dari hostel sebelumnya. Disini, memang, terasa lebih santai dan tidak berisik. Ya tapi, aku tahu kok hostel seperti apa Slumber Party itu ketika aku memutuskan untuk menginap disana. Nyatanya, mungkin aku terlihat kecil, Asian, mata sipit, dibanding mereka semua, yang notabene, bule semua. 

      Lobby hostel..
      K- Bunk bagus. Sama sajalah, yang namanya hostel mau semewah apa sih? Yang buat beda dari setiap hostel, menurutku adalah kreatifitas dari owner-nya saja bagaimana dalam menghadirkan suasana senyaman mungkin dan sebeda mungkin dari hostel lainnya. 
       
      Wifi, sudah pasti, free sepanjang hari. Tidak ada sarapan. Hostel ada cafe-nya, jadi kamu bisa beli makanan dari mereka. Harga? Aku rasa mahal ya. Baru kali ini, aku ketemu hostel yang petugasnya membacakan semua peraturan yang ada, walaupun sudah di-print out dan ditempel didekat meja. 

      Bentukan kamarnya...
      Kamarku berdelapan orang dan campur. Tapi malam itu, hanya ada 4 orang saja termasuk aku. Kamarnya lega, bersih dan okey-lah. Aku bayar Slumber Party Hostel via Agoda Rp 88.524,- berarti seharga itu juga aku nginap di K-Bunk. Yups, itu untuk satu malam. 
       
      Kamar mandi diluar, ada air panas dan ada lokernya. Repotnya sih, loker berada diluar kamar. Ya, kudu bolak- balik keluar kamar kalau kamu lupa ambil barang keperluan. Bunk bed-nya dilengkapi tirai. Kalau merasa terganggu, tarik saja tirainya. 

      Lobby hostel, sekalian cafe-nya.
      K- Bunk lumayan jauh dari Aonang Beach. Kalau kamu jalan kaki mungkin sekitar 30 menit kali ya. Kemaren tidak sempat perhatikan, karena berhenti untuk cari makan. Tapi, berada dipinggir jalan raya. Gampang buat naik turun tuk- tuk mau kemana saja. Mau ke pantai atau ke pasar malam. 
       
      Rasanya, hostel ini juga ada living room-nya. Bisa buat bersantai kalau kamu malas keluar jalan- jalan. Atau sekedar duduk manis didepan teras sambil celingak- celinguk melihat orang yang lalu - lalang, entah itu jalan kaki. naik tuk- tuk atau motor.

      Teras depan hostel
      Aku kasih nilai 7,5 deh untuk hostel ini. Petugasnya juga ramah. Oh ya, kamu dikasih key card sebagai access keluar masuk hostel. Jangan sampai hilang kawan, akibatnya, ya kudu bayar extra saja. 
       
      With Love,
       
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      IG: ranselahok
      ---semoga semua mahluk hidup berbahagia---