Sign in to follow this  
Tarmizi Arl

GEORGIA, NEGARA EURASIA YANG SERING TERLUPA

14 posts in this topic

Pernah dengar nama Georgia? Bukan ! Bukan Georgia nama negara bagian di Amerika Serikat, melainkan sebuah negara sendiri. Lantas, taukah kamu dimana negara Georgia ini? Mungkin banyak diantara kita membayangkan negara ini berada di Eropa, padahal itu tidak sepenuhnya benar, meskipun tidak juga salah. Georgia mirip dengan Turki atau Rusia dimana wilayah negaranya terbagi dua, satu di Benua Asia dan lainya di Benua Eropa atau biasa dikenal Eurasia.

 

1.Republik Georgia

Negara ini sendiri berbatasan langsung dengan Turki di bagian Barat Daya dan Rusia di bagian Utara. Sedangkan bagian Selatan dengan Armenia, bagian Timur dengan Azerbaijan, dan bagian Barat dengan Laut Hitam. Kawasan antara Laut Hitam dan Laut kaspian ini disebut juga dengan Kaukasus yaitu meliputi Rusia, Armenia, Azerbaijan, dan Georgia. Negara-negara Kaukasus ini karena berada di dua peradaban besar yaitu Asia dan Eropa membuatnya memiliki keanekaragaman linguistik dan budaya paling luas di dunia.

 

a.thumb.jpg.5ff6722f8ff354266e1aef0029b95ee6.jpg

Lokasi Negara Georgia

Georgia merupakan negara berbentuk Republik semi-presidensial yang beribukota di Kota Tbilisi. Sebelum merdeka, Georgia adalah bagian dari Uni Soviet. Penduduk negara ini berjumlah lebih dari 4,4 juta jiwa dengan luas wilayah 69.700 km persegi. Menariknya negara ini selain terbagi atas 53 provinsi dan 11 kota, juga memiliki 2 republik otonomi yaitu Abhkazia dan Ajaria.

 

2. Visa ke Georgia

Sebelum tahun 2015 sebenarnya warga Indonesia bisa mengajukan Visa on Arrival untuk kunjungan wisata ke Georgia. Tetapi sayangnya sekarang VoA ini sudah tidak berlaku lagi. Artinya, pengurusan visa hanya bisa dilakukan di Kedutaan Besar Georgia untuk Indonesia yang berada di Jl. Karang Asem Tengah Blok C5 No,22, Kuningan, Jakarta Selatan. Untuk mengurus persyaratan visa kalian bisa menghubungi terlebih dahulu atau email dimana jam kerjanya yaitu dari Senin-Jumat pukul 9 pagi sampai setengah 5 sore.

 

3. Cara Ke Georgia

Karena tidak ada penerbangan langsung Jakarta ke Tbilisi, maka cara paling gampang untuk ke Georgia ialah melalui Turki. Apalagi karena Turki memang menjadi salah satu negara favorit wisata, maka tak ada salahnya mampir juga ke Georgia. Kamu bisa menggunakan jalur udara ataupun melalui jalur darat dari Turki ke Georgia. Jika menggunakan pesawat maka tentu tidak perlu repot karena tinggal memesan tiket dan bisa langsung terbang. Tetapi jika mau menggunakan jalur darat, maka berikut adalah tips tips nya.

3.jpg.0421e29981499aa2192f3badd2afd346.jpg

 

Bandara Internasional Tbilisi via wikimedia.org

Ada beberapa pos perbatasan darat Turki dengan Georgia. Satu yang paling populer ialah melalui Batumi. Selain itu bisa juga melalui Posof karena perbatasan ini dekat dengan salah satu objek wisata  menarik yaitu Ani, sebuah wisata kota tua di daerah bernama Kars. Dari Kars ini kalian bisa langsung mencari minibus tujuan Ardahan. Barulah dari kota Ardahan ini ada bus tujuan Akhaltsikhe, sebuah kota kecil di Georgia. Bus Ardahan – Akhaltsikhe hanya tersedia satu yang berangkat setiap hari di pagi hari. Pastikan kamu datang sebelum jam 8 karena keberangkatannya seringkali tidak menentu. Tarif bus sendiri ialah sekitar 40 Lira.

Seperti umumnya perbatasan, penumpang harus turun di check point untuk menunjukkan paspor dan visa sebelum masuk ke Georgia. Jadi jangan sampai lupa menyiapkan semua perlengkapan itu termasuk jawaban jika ditanya soal hari kunjungan, kemana, dan dimana tinggal. Sekitar 20 km dari perbatasan, barulah kita sampai di Kota Akhaltsikhe. Untuk menuju Tbilisi, kalian bisa melanjutkan perjalanan dengan minibus yang banyak tersedia dengan waktu tempuh hanya sekitar 3,5 jam.

 

4. Mata Uang dan Transportasi

4.jpg.66d040bef5d81a2e20edd27c3f526b95.jpg

 

Lari Georgia via fortuna.ge

Georgia memiliki nama mata uang yaitu Lari atau disingkat GEL. Mata uang ini secara resmi digunakan baru sekitar tahun 1995 silam dimana sebelumnya menggunakan mata uang Rubel. Kurs Lira Georgia terhadap Rupiah Indonesia per Maret 2017 ini yaitu sekitar Rp 5.500 an. Untuk keperluan harian, kurang lebih tarifnya sama dengan standar negara-negara eropa. Sekali makan ditempat biasa kamu butuh 5-10 Lari. Begitupun untuk urusan transportasi umum yang kisarannya sekitar 1 Lira.

 

4b.thumb.jpg.ec91418ec42043b91a7b7aadf46b74a5.jpg

Moda Transportasi Marshrutka via cookiesandthecaucasus.wordpress.com

Membahas soal moda transportasi, Georgia sudah cukup nyaman dan lengkap untuk hal ini. Di dalam kota-kota besar utamanya Tbilis, kalian bisa menggunakan kereta Metro bawah tanah. Selain nyaman, moda transportasi satu ini juga terbilang tepat waktu dan tidak perlu berdesakan karena memang penduduk kotanya juga tidak padat. Selain metro, ada juga bus dengan tarif yang lebih murah atau jika butuh taksi pun tersedia cukup banyak di pusat-pusat keramaian. Sedangkan untuk berpergian keluar kota, tersedia moda transportasi sejenis mobil van yang dikenal dengan nama Marshrutka. Moda transportasi ini cukup populer karena menjangkau banyak kota di Georgia dan bisa dengan mudah ditemukan di terminal kota.

 

5. Tbilisi, Ibukota Negara

 

5.thumb.jpg.29807922a1c3cea1cac55429a5db6ab6.jpg

View sebagian kota Tbilisi via nbta.bg

Tbilisi sebagai ibukota negara juga kota terbesar di Georgia hanya memiliki luas sekitar 350 km persegi dan berpenduduk sekitar 1,5 juta jiwa. Kota yang juga masih sering disebut dengan nama turki ‘Tiflis’ ini berada di ketinggian antara 380 sampai 770 mdpl dan membuatnya bercuaca cukup sejuk. Secara umum memang Georgia memiliki kondisi geografis berupa pegunungan dan yang paling terkenal ialah pegunungan Kaukasus.

Kota ini memang tidak dipenuhi oleh gedung-gedung pencakar langit, tetapi nuansa khas eropa sangat kental terasa karena memang Tbilisi merupakan kota kuno yang didirikan abad ke 5 oleh raja dari Kerajaan Iberia. Kotanya teratur dan tidak padat, bangunan-bangunan tua yang masih terjaga, serta bentang alamnya yang menarik menjadi satu kesatuan yang membuat kota ini mudah untuk dicintai.

Satu wilayah yang cocok untuk kamu kunjungi jika tertarik merasakan tempo dulunya Tblilisi yaitu Old Tbilisi. Di distrik ini masih banyak bangunan berarsitektur kuno dari mulai rumah penduduk, perkantoran, hingga gereja. Kondisi saat ini pun sudah diperbaiki oleh pemerintah setempat sehingga lebih menarik bagi wisatawan.

 

6. Benteng Narikala, Tbilisi

 

6.thumb.jpg.8d5ce7d23207ec2971baeeb77821f01b.jpg

Tampak Benteng dari bawah bukit via wikipedia.com

Di sebuah kawasan bukit Kota Tbilisi terdapat sebuah benteng bernama Narikala. Benteng telah ada sejak abad ke 4 Masehi meskipun sebagian besarnya yang ada sekarang adalah hasil pembangunan abad ke 8. Selain itu di tahun 1827, sebagian benteng ini juga sempat runtuh akibat ledakan amunisi meskipun kemudian dibangun kembali.

Lokasi benteng yang berada di atas bukit membuatnya bisa dilihat dari banyak titik. Melihat keindahan kota secara luas juga tentunya bisa dilakukan dari benteng ini. Dibagian dalam benteng ini terdapat sebuah gereja bernama St. Nicholas. Gereja ini dibangun di abad ke 13 namun sempat hancur akibat kebakaran untuk kemudian dibangun ulang di tahun 1996 sampai 1997.

Menariknya pengunjung yang ingin datang ke Benteng ini bisa secara bebas datang alias gratis tanpa tiket khusus. Saat ini untuk memudahkan wisatawan, sudah tersedia tram gantung dari Terminal di Rike Park, di tepi Sungai Mtkvari dengan biaya 1 Georgian Lari (GEL), mata uang Georgia

 

7. Bridge of Peace, Tbilisi

 

7.jpg.7b6b096309ab711dcca4e390df9c970b.jpg

Bridge of Peace Tbilisi via viatcheslav.livejournal.com

Ini adalah satu ikon dari Kota Tbilisi yang juga menjadi kebanggan warganya. Jembatan Perdamaian ini menjadi penghubung antara Old Tbilis dengan Tbilisi yang modern dimana membentang 150 meter di atas Sungai Kura alias Mtkvari. Bukan jembatan besar karena jembatan ini hanya untuk pejalan kaki atau jembatan penyebrangan orang saja.

Jembatan ini memiliki bentuk unik yaitu melengkung dengan atap baja bertutup atau dilapisi kaca. Karenanya jembatan ini juga sering disebut ‘Glass Bridge’. Baru diresmikan tahun 2010 silam, Bridge of Peace jembatan ini semakin modern terlihat saat malam karena dirangka bajanya dilengkapi dengan ribuan lampu LED yang membuatnya sangat berwarna dan menarik untuk dilihat.

 

8. Pegunungan Kaukasus

Bentang alam satu ini adalah magnet Georgia yang sangat kuat memikat mata pendatangnya. Pegunungan Kaukasus membentang di Eropa Timur dan Asia Barat. Pegunungan ini memiliki karakter khas dari mulai kontur hingga perpaduan warnanya. Ada banyak lokasi yang bisa menjadi pilihan untuk bisa melihat langsung pesona alam pegunungan ini, salah satunya di Taman Nasional Borjom-Kharagauli.

 

8.thumb.jpg.43ce8e8e96e9e898326d90e73486b3a6.jpg

Taman Nasional Borjomi Kharagauli via georgia-tours.eu

Borjomi Kharagauli National Park (BKNP) berada di tengah daratan Georgia. Bentang alam seluas 85 ribu hektar ini sangat menarik yaitu berupa pegunungan dengan hutan lebat, sungai, dan lembahnya. Bagi turis yang hendak melakukan wisata alam juga difasilitasi dengan baik karena trek dari yang pendek hingga panjang disediakan dan dikelola dengan baik. Berkemah, bersepeda, bahkan berkuda juga bisa menjadi pilihan jika kamu memang menyukai wisata alam pegunungan.

 

9. Gereja Gergeti Trinity, Khevi

Jika wisata gereja di Eropa kita biasanya tercengang dengan kedetailan arsitekturnya, maka sensasi lain akan kamu rasakan ketika mengunjungi gereja di Desa Gergeti, Luar Kota Stephantsminda, Provinsi Khevi ini. Bangunannya memang tidak megah tetapi lokasinya yang berada di puncak gunung lah yang membuatnya tak pernah sepi dari kunjungan wisatawan.

 

9.thumb.jpg.1df50d8bc66006e224b2fc023be2404d.jpg

Gergeti Trinity Church via someforeignguy.com

Gereja Gergeti ini memang berada di salah satu puncak tertinggi dimana disekitarnya juga terhampar pemandangan pegunungan dan puncak lainnya. Sudah ada sejak abad ke 14, Gereja ortodoks ini memang terpencil karena berada di atas gunung yang curam, tapi nyatanya kondisi ini justru membuatnya lebih terkenal dan tidak mengurungkan jamaat sekitar untuk beribadah.

Bagi wisatawan, kini bisa memilih naik jeep khusus untuk bisa menuju gereja ini dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Tetapi jika kamu memiliki waktu lebih dan suka tantangan, bisa juga memilih mendaki alias berjalan kaki selama sekitar 2 jam atau lebih. Namun tentunya perjalanan ini tidak akan membosankan karena pemandangan alam yang menjadi teman. Apalagi ketika sudah sampai lokasi, semua letih tentu akan terbayar.

 

10. Desa Svaneti

 

10.jpg.370863ea58b255ce147a6ec1d294ea65.jpg

Desa Tradisional Svaneti via travelworld.org.ua

Kalau kamu tertarik dengan wisata budaya dan ingin merasakan kehidupan warga lokal yang tradisional di Georgia, maka kamu bisa mengunjungo Svaneti. Di wilayah ini hidup sejumlah warga dari beberapa desa yang sudah ada di abad ke 9. Menariknya lagi Svaneti ini berada di perbatasan dengan rusia dengan bentang alam berupa Pegunungan Kaukasus Selatan. Inilah yang menjadikan desa-desa ini terlihat sangat nyaman untuk dihuni.

Karena kondisi alamnya yang begitu memukau, menyambangi desa ini tentu tidak hanya akan memberikan gambaran kehidupan warga lokal yang memang terkenal ramah, tetapi juga menjadi penyegar mata tersendiri. Bayangkan saja deretan rumah di lembah antara pegunungan yang memiliki latar pegunungan lainnya di kejauhan.

 

11. Benteng Gonio, Adjara

Berada tepat di ujung Barat Daya Georgia, Benteng Gonio berada di Desa Gonio, daerah Adjara sekitar 15 km Selatan Kota Batumi atau hanya 4 km sisi utara dari perbatasan dengan negara Turki. Benteng ini merupakan peninggalan Romawi yang sebelumnya dikenal dengan nama Asparuntos.

 

11.thumb.jpg.9f0aed2319b00063bd4a0c5bb39a2643.jpg

Gonio Fortress via wikimedia.org

Menempati area seluas 4,5 hektar, dinding benteng membentang sepanjang 900 meter dan tinggi 5 meter. Di beberapa titik terdapat menara yang kini jumlahnya hanya tersisa 18 menara. Dari empat gerbang yang ada, saat ini hanya gerbang masuk bagian Barat saja yang masih ada dan digunakan.

Saat ini benteng Gonio memang hanya berupa sisi reruntuhan dengan beberapa bagiannya saja yang masih utuh. Namun bentukan dan suasana yang ada disana cukup memberikan gambaran bagaimana dulunya benteng ini berdiri dan bisa dikatakan menahan serangan dari arah laut. Ya, lokasinya yang juga dekat dengan garis pantai membuat banyak pula wisatawan yang datang untuk bisa pula merasakan keindahan pantai disana yang dianggap jauh lebih bersih dibanding pantai lain di Kota Batumi.

 

12. Mtskheta

Tulisan dan cara bacanya memang membingungkan, tetapi Mtskheta adalah salah satu destinasi yang tidak serumit itu untuk dikunjungi karena hanya berada sekitar 20 km dari Ibukota Tbilisi. Mtskheta adalah nama kota di Provinsi Mtskheta-Mtianeti. Kota ini menjadi menarik karena merupakan salah satu kota tua di Georgia yang masih menyimpan banyak bangunan tua pula.

 

12.jpg.c4793c390bf9542fd78a23506207e0d4.jpg

Pemandangan dari Jalan Gamsakhurdia di Mtskheta via wikipedia.org

Kota ini memiliki sejarah penting bagi agama kristen di Georgia, bahkan oleh Gereja Ortodoks Georgia dianobatkan sebagai Kota Suci sejak 2014 lalu. Tak hanya secara lokal, UNESCO juga menjadikan bagian dari Mtskheta sebagai situs warisan dunia sejak tahun 1994.

Beberapa bangunan bersejarah yang ada di Mtskheta saat ini ialah seperti Cathedral Svetitskhoveli yang dibangun di abad ke 11 dan Biara Jvari yang dibangun di abad ke 6. Selain kedua diatas, masih ada beberapa gereja, biara, monumen, dan termasuk Benteng Bebris Tsikhe yang dibangun di abad ke 14 yang menjadi bangunan peninggalan sejarah penting disana. Kalian bisa menyusuri banyak tempat di Mtskheta yang dalam perjalananpun sudah bisa merasakan nuansa kuno sebuah kota.

 

13. Desa Omalo

 

13.thumb.jpg.e3a5f86795eef98a6bae4f49762c880f.jpg

Omalo via wikimedia.org

Sensasi menenangkan di atas ketinggian lebih dari 2.800 mdpl bisa kamu nikmati jika berkunjung ke Omalo, desa di wilayah Tusheti. Lokasinya yang berada di pegunungan Kaukasus Besar menjadikan Desa Omalo memiliki pemandangan yang super menarik. Hamparan rumput luas membentang dengan tekstur bergelombang berpadu tebing-tebing curam menjadikan panoramanya sangat eksotis. Lokasinya yang hanya bisa diakses dari satu jalan utama yaitu Abano Pass, menjadikan tidak begitu banyak wisatawan yang datang. Hal ini juga menguntungkan karena membuat Omalo tetap hening dan suara alamlah yang dominan bisa dirasakan

Share this post


Link to post
Share on other sites
18 hours ago, deffa said:

sekalian ke Turki tuh bro :D 

duitnya yang ngak ngijinin :D mau bikin berapa visa kalo itu mod. satu aja susah bayarnya :ngakak 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this