Deeyan

Salam Kenal!!!!

9 posts in this topic

Hi semua~ salam kenal!!!! :melambai:melambai

Mohon bantuannya untuk menjadi jalan2ers yang cihuuyy~~:hiking

Oh iya, april bsok aq ada trip ke China, alone~~ alias solo travelling. Adakah yg mau kesana juga??:terbang

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 4/1/2017 at 6:49 PM, Deeyan said:

Hi semua~ salam kenal!!!! :melambai:melambai

Mohon bantuannya untuk menjadi jalan2ers yang cihuuyy~~:hiking

Oh iya, april bsok aq ada trip ke China, alone~~ alias solo travelling. Adakah yg mau kesana juga??:terbang

salam kenal juga welcome mba @Deeyan di forum jalan2

wah kalau china mungkin @ko Acong dan @Hartono Hasian lebih paham tuh hehe

bisa baca2 info tentang Cina disini: http://jalan2.com/forum/forum/15-china/

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 04/01/2017 at 6:49 PM, Deeyan said:

Hi semua~ salam kenal!!!! :melambai:melambai

Mohon bantuannya untuk menjadi jalan2ers yang cihuuyy~~:hiking

Oh iya, april bsok aq ada trip ke China, alone~~ alias solo travelling. Adakah yg mau kesana juga??:terbang

wah, ke cina kemananya? tgl berapa sampai tgl berapa

Share this post


Link to post
Share on other sites
8 hours ago, HarrisWang said:

:melambai China ke mananya? wah,,,, pasti seru :D 

Niatnya sih Beijing, Harbin sama Xi'an dr tgl 7 april smpe 15 april. Ngerush sih tripnya, maklum buruh pemda susah dpt cuti..hahaha yuk..yuk..

11 hours ago, kyosash said:

Hii @Deeyan salam kenal juga, semoga bisa menemukan informasi yang di-inginkan disini :senyum 

Makasiii kyosash...yuukk ikut jalan yuuukk...

13 hours ago, Hartono Hasian said:

wah, ke cina kemananya? tgl berapa sampai tgl berapa

Beijing, Harbin, Xi'an..dr tgl 7 sampe tgl 15...yuuukk brg yuukk klo kesana...sendirian nih gak ada yg nemenin..sedih banget..hahahha

22 hours ago, deffa said:

salam kenal juga welcome mba @Deeyan di forum jalan2

wah kalau china mungkin @ko Acong dan @Hartono Hasian lebih paham tuh hehe

bisa baca2 info tentang Cina disini: http://jalan2.com/forum/forum/15-china/

Makasiii....mohon bantuannya yaaa...ini kali kedua ke china sih tp ya gtu, pertama kali kesana udh 4 taon yg lalu, jd agak ngeri2 sedap gtu..hahha

Oh iya @ko Acong sm @Hartono Hasian mohon bimbingannya...eh iya mau tanya dong, klo bagasi sm backpacknya pke wrapping gtu gpp kah?? Niatnya mau aq masukin bagasi semua, males ngegendong ransel, mumpung bagasinya sisa banyak.

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, ko Acong said:

Hai @Deeyan Salam kenal juga

Soal Bagasi Di bungkus plastik nga  apa2 aman kok Bisanya cuma Kalo ada isi bahan makanan basah atao mentah suka disuruh bongkar

 

Aq pindah nanya ke page tanya jawab ko..hehehe tp makasi..brrti gpp ya di wrapping takut jebol soalnya. Aq sih bawa ground coffe gtu, titipaaann...hee

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By rianifitria
      Tahun lalu saya dan keluarga pergi ke China selama 10 hari - Beijing, Xi'An dan Shanghai. Berikut ini kesan2 perjalanan saya, saya harap ini bias berguna biarpun telat banget.
       
      Hari 1: Jakarta - Beijing
      Penerbangan Jakarta ke Beijing - Transit di HK (Mendarat di HK - 15.00, berangkat lagi jam 20.00). Mendarat di Beijing jam 12.55 pagi hari kedua.
       
      Hari 2:  Beijing
      Berencana mencari mainan2 dan aksesoris2 palsu gitu, jadi berangkatlah kami ke Hongqiao Pearl's Market, shopping mall yg isinya macem2 dekat Temple of Heaven.
      Kami naik subway, harganya lumayan murah antara RMB 3-6 per orang per perjalanan. Mesin tiketnya ada Bahasa Inggrisnya, jadi gak perlu google translate tulisan2 China.  Papan penunjuk arahnya juga bilingual, jadi gak repot nyari platform maupun pintu keluarnya. Dan sebelum masuk ke platform biasanya ada X-ray buat barang2 bawaan.
      Keluar di  stasiun Tiantan Dongmen – subway Line 5. Dari situ jalan ke Hongqiao Pearl's Market melewati sekitar 2-3 gedung. Ada tulisannya Inggris besar2, jadi gampang taunya. Di Hongqiao Pearl's Market, setiap lantai memiliki ke-khas-an masing2. Misalnya mainan di lt. 3, baju di lt.4 dll. Ada juga food court di basement. Harga makanannya juga lumayan ok, sekitar RMB 15-18 per porsi. Oh ya, jangan lupa tawar menawar kalau belanja disini.
      Setelah belanja dan makan, kami jalan lagi menuju National Museum of China di Tian'anmen Square. Naik subway Line 2 ke stasiun Qianmen.

      Nah disini baru mulai seru, soalnya banyak banget polisinya. Setiap pintu keluar ada penjaganya, tiap belokan ada penjaganya, naik turun tangga ada penjaganya berdiri. Keluar dari subway kami berjalan mengarah ke Forbidden City, dan kira2 50 m dari pintu keluar, ada X-ray dan pengecekan ID/passport. Jalan lagi, dan 50 m sebelom pintu samping National Museum ada lagi x-ray dan pengecekan ID.
      Masuk ke National Museumnya gratis. Di tempat ‘karcis’ mereka bakalan minta ID (sim, passport, ktp) dan ngasih 1 tiket per ID. Dari tempat karcis ngantri masuk. Adalagi X-ray plus body scanner. Setelah lewat baru deh bias masuk ke lobby National Museum.
      National Museumnya GEDE BANGET. Ada 4 lantai dan basement dan 28 ruangan pameran. Setiap ruangannya memiliki tema yg berbeda, misalnya 1 ruangan isinya kaligrafi, 1 ruangan isinya mengenai uang, 1 ruangan isinya keramik dsb. Di luar tiap ruangan ada kounter souvenir yg khas buat ruangan tsb, kalau ruangannya mengenai jade, maka yg dijual adalah suvenir2 jade. Dan hampir di tiap sayap ada mesin souvenir koin (souvenir paling murah). Di lt 1 banyak kounter souvenir yg jual hampir semua barang, jadi kalau misalnya nyesel tadi gak beli souvenir di lt 3, bias cari di lit 1.
      Mereka tutup jam 16.30 pas. Jam 16.00 kira2 para penjaganya sudah mulai mengusir orang2. Dan jam 16.30 pas, bakalan ada upacara pembubaran petugas2 museum yg lumayan militer (biarpun orang2nya gak ada yg militer). Sehabis itu penjaganya beneran bakalan ngusir semua orang dengan paksa, bahkan yg duduk2 di beranda depan museum. Boro2 foto2 di depan museum.
      Dari Museum ini kami jalan ke Qian Men Street buat makan malam. Tadinya kami mau nyari Peking Duck dari Quanjude, tapi antrinya panjang. Jadi kami pindah ke restoran kecil di jalan samping. Makanannya enak dan harganya juga lumayan, misalnya sepiring RMB30 gitu, tapi bias share 1-2 hidangan buat berempat gitu.
       
      Hari 3: Beijing
      Hari ketiga dimulai dengan HUJAN DERAS. Dan sepanjang hari HUJAN.
      Kami berangkat lagi ke Tiananmen Square untuk pergi ke Forbidden City. Naik subway line 2 – stasiun Qianmen. Harga tiket masuknya RMB 60/orang.
      Turisnya yg masuk, local maupun internasional banyaknya minta ampun. Mulai dari masuk gerbang (belom beli tiket) aja udah antri, dan penuh sesak dgn orang2 berpayung dan berjas-hujan. Seperti biasa, banyak X-ray (keluar masuk mrt, mendekati Forbidden City, gerbang masuk, gerbang tiket).
      Forbidden City itu BESAR dan LUAS luar biasa. Masalahnya semua orang berusaha berteduh di koridor2 yg ada atapnya. Jadi serasa orang2 se DKI berjubel di pintu2 dan koridor2, dan gak ada yg mau bergerak Karena mereka gak mau basah, jadi ya nutupin jalan dan pintu dan kami gak ada yg bias keluar masuk. Bener2 gak enjoy abis.
      Setelah sukses keluar dari Forbidden City kami cari makan (masih deket sama Qian Men Street).
      Dari dari sana kami menuju Temple of Heaven; Subway line 5 – Tiantan Dongmen. Nah Temple of Heaven ini terbagi 2 bagian. 1 yg taman untuk umum, kalau gak salah RMB 15 buat masuk. Disini ada pagoda2 gazebo dan warga setempat bersantai. Yg satu bagian lagi, Temple of Heaven-nya, perlu karcis terusan yg harganya RMB 35. Sayangnya yg terkenang cuma besar, basah dan licin.
       
      Dari sini kami naik subway ke Wangfujing Pedestrian Street yg katanya tempat belanja (masih nyari barang2 kw) melalui subway Line 1 stasiun Wangfujing. Hampir semua barang disini sudah harga supermarket besar dan barang2 bermerk, jadi lumayan mahal juga, dan masih belom nemu tuh barang2 kw.
       
      Hari 4 : Beijing
      Pagi hari dimulai dengan berjalan ke Bird Nest Stadium. Kami lihat2 saja dari jauh, memakai Subway Line 8 atau 15 stasiun Olympic Park.
      Dari sana kami pergi ke stasiun Dongzhimen dari Subway line 2 atau 13 untuk naik bus 916快 (ekspress) menuju The Great Wall of China, Mutianyu section. Harga busnya 12 yuan. Keluar dari platform di Dongzhimen, cari penunjuk arah ke Bus Transfer Hall dan cari bus 916快.
      Perjalanannya lumayan jauh, sekitar 2jam gitu. Sampai sana tiket masuknya RMB 45, tiket naik kereta gantung ke atas RMB 120, tiket shuttle bus ke kaki Great Wall RMB 15.
      Dan tembok besar China itu emang bener2 LUAR BIASA. Gak salah kalau masuk 7 Wonders of the World. 

      Dari jauh kelihatannya kecil dan rata, tapi begitu diatasnya ternyata lebar banget, saya rasa biar kereta kuda bias lewat diatasnya. Dan gak rata sama sekali tapi naik turun-nya sekitar 3 lantai dan ini belom naik menaranya.
      Di tiap beberapa meter bakalan ada menara benteng. Ternyata jarak antara 2 menara itu sepanjangan 2x jarak anak panah terbang. Jadi bila ada orang memanjat tembok persis diantara 2 menara, maka orang tersebut bias dipanah dari 2 sisi.
      Dan kalau berdiri diatas tembok tersebut emang bener bias melihat pemandangan sampai jauh kemana2.
      Kalau cuma ada 1 tempat di Beijing yg bias dikunjungi, saya rekomendasikan banget The Great Wall of China. Yg lain2nya gak terlalu penting setelah melihat tembok besar ini. Semua kesusahan dan kesialan2 beberapa hari lalu sebanding dengan pesona tembok China dan gak nyesel saya datang kesini.
       
      Hari 5 : Beijing
      Hari ini kami akan naik rickshaw untuk Hutong District Tour. Ini dimulai dari Hutong Tour meeting point di dekat stasiun Beihai North – subway line 6; melewati ‘daerah tua’ dan sampai ke stasiun Shichahai -Subeway line 8 dimana ada Bell and Drum Tower. Harganya sekitar RMB 80 per orang. Lumayan menarik juga bisa melihat rumah2 tua dan kesannya persis sama kaya di drama cina kuno gitu.
      Bell dan Drum Towers adalah alun2 pada jaman dahulu dan juga berfungsi sebagai penanda waktu. Jadi mereka akan berbunyi diawal dan diakhir hari. Naik keatasnya lumayan berat, tangga-nya curam dan tinggi. Satu menaranya RMB 20, kalau beli 2 sekaligus RMB 30.

      Dari sana kami pergi ke Summer Palace, di stasiun Beigongmen – subway Line 4. Kami makan mie di luar gerbangnya, rasa mie-nya khas gitu. Tarif masuknya RMB 30. Di dalam ada beberapa tempat yg bias dimasukin (seperti klenteng dll) tapi harus bayar lagi.
      Summer Palace itu taman yg dibangun disekitar danau. Banyak warga setempat yg pergi piknik disana. Kami pulangnya naik perahu untuk menyebrang balik ke pintu masuk, RMB 10.
      Malamnya kami akan terbang ke Xi’An.
       
      Disambung di p2 Xi'an dan Shanghai...
    • By Chans
      Share waktu jalan-jalan ke Pulau Hainan di China ya.. jadi sekarang lagi ada banyak tour-tour nawarin paket ke China, ada yang harganya lumayan murah (5jutaan) ini ke Hainan di China. Tempatnya lumayan bagus, banyak tempat-tempat yang instagrammable juga.
      Perjalanan dari Jakarta-ke bandara Haikou jam 7 malam, sampai di sana kira-kira 00.25 (waktu China yang lebih cepat 1 jam dari Jakarta), jadi perjalanan naik pesawat kira-kira 4 jam lebih. Langsung bermalam di hotel.
      Hari ke 2,  dapat makan sarapan dengan menu lumayan lengkap, ada nasi+lauk-lauknya, mie, bubur, roti dll, lalu naik bus menuju Sanya, agak lama naik bus dari Haikou ke Sanya,mungkin ditotal sekitar 5 jam-an (ada makan siang+stop buat ke toilet). Selama tour, tiap makan siang selalu dapat makan 9-10 macam menu Chinese Food.
      Di Sanya, pergi ke tempat namanya Deer Looking Back Sculpture, di sini bisa naik kereta kecil buat naik ke atas bukit dan bisa melihat pemandangan kota Sanya dari atas bukit. Dilanjutkan ke Dadong Sea dan mampir supermarket belanja makanan kecil. Di Hainan rata-rata yang dijual makanan olahan kelapa, mulai dari biskuit, permen, kopi.  Malamnya, optional tour bisa nonton show atau naik cruise, kita milih naik cruise 200 RMB ( 1RMB sekitar Rp.2.000,-). Di kapal nonton pertunjukkan tari-tarian, sulap, pertunjukkan topeng. Bisa juga naik ke atas dek buat foto-foto. 

      Hari ke 3, dibawa ke tempat yang menjual produk-produk bambu. Disini banyak produk yang menarik, seperti handuk yang bisa mengeringkan rambut sendiri (dibungkus pakai handuk 1 jam, rambut sudah kering), baju dalam yang bisa buat lampu nyala, tissue super bersih (bisa bersihin noda kecap dll sekali usap udah bersih) bisa dipakai 1 bulan jadi bisa dicuci dan dipakai lagi. Saya beli tissuenya, memang enak buat bersih-bersih, dll.
      Lalu mengunjungi tempat yang ada patung Dewi Kwan Im tertinggi di dunia, 108 meter, disini dapat makan makanan vege yang lumayan enak, tempat ini besar banget, cuma kita langsung dibawa ke tempat yang ada patung Dewi Kwan Im nya naik kereta kecil. Sorenya dibawa ke tempat yang jual Omega 3 Fish Oil. Pemandunya bisa berbahasa Indonesia, jadi penjelasan dalam bahasa Indonesia. Ada dijelasin seputar kesehatan juga, sepertinya bagus juga produk yang dijual, cuma harganya mahal dan bahannya terbuat dari hewan-hewan seperti anjing laut (tidak tega hehe).

      Hari ke 4, mengunjungi suku minoritas Yetian Minority Nationality Village, dibawa ke tempat berjualan obat Bao Fu Ling yang bagus buat luka bakar (sambil denger penjelasan produk, kita duduk sambil pakai mesin pijat di kaki, enak dipijat hehe) dan sorenya ke Desa Bali. Di sini beberapa peserta tour sempat nari dulu sama penari-penari yang didatangkan dari Indonesia.
      Hari ke 5, menuju Haikou lagi naik kereta cepat. 45 menit sudah sampai di Haikou. Haikou cuacanya lumayan dingin, kalau di Sanya dan di hari ke-3 dan ke-4 cuaca panas terik, di Haikou lebih dingin (pakai jaket 1 saja sudah cukup, walau ada peserta tour yang gak pakai jaket juga). 
      Di Haikou, pergi ke Qilou Old Street, disini yang banyak dibeli adalah pie durian (made in Vietnam). Menurut saudara yang dikasih oleh-oleh ini memang enak katanya, pantas pada beli banyak-banyak, saya gak mencicipi karena gak doyan durian.  Dari sana dibawa ke Movie Town, disini sangat banyak spot buat foto-foto. Ada 2 pintu masuk tempat disini, 1942 street dan Nanyang street.
      Di 1942 street, tempatnya kayaksetting film dengan rumah-rumah jadul yang terbuat dari kayu, disini ada studio buat foto sama Chiang Kai Shek. 
      Di Nanyang Street, tempatnya kayak setting film dengan bangunan yang lebih modern dari yang di 1942 street. Tapi dua-duanya sama bagus. Disini bisa foto studio sama mei ni yang pakai baju Shanghai (mei ni bahasa mandarinnya cewek cantik, tapi semua cewek juga dipanggil mei ni di China gak hanya yang cantik-cantik aja), fotonya nanti dicetak dan bisa diambil (yang gratis dapat ukuran kecil, yang besar bayar 20 RMB). 
      Disini waktunya agak terbatas, setelah foto-foto studio dan belanja sebentar, lalu jalan-jalan sedikit tau-tau waktu sudah habis, sudah waktunya pergi TT lihat di web nya rupanya masih banyak tempat-tempat yang bagus. Link: http://www.movietownhaikou.com

      Setelah dari Movie Town, dibawa ke Mall yang besar, memang China itu negara besar, jadi mallnya pun besar banget. Setelah itu makan malam dan dibawa ke airport untuk perjalanan pulang. 
      Karena kurs RMB (China Yuan) yang masih terjangkau, rasanya belanja dan makan-makan disini gak terlalu mahal.
      Next jadi mau ke China lagi, ke kota yang lainnya (kalau bisa backpacker tanpa ikut tour biar lebih puas). 
      Sekian share saya, dikit aja karena gak pinter bercerita, ada beberapa hal yang juga udah lupa hehe.
      Beberapa foto lainnya (Dari atas ke bawah: Deer Looking Back Garden, Old Street, di depan Stasiun Bullet Train, dan hotel Beauty Crown Tree).
    • By Zaza
      Halo para travellers!
      Travel Workshop Series by Polyglot Indonesia mempersembahkan :
      "SURVIVAL MANDARIN FOR TRAVELLERS"
      dimana negara China menjadi destinasi pertama kita.
      Tidak hanya membahas mengenai detil dari persiapan sebelum keberangkatan, teman-teman juga berkesempatan untuk belajar bahasa Mandarin secara langsung, yang pastinya akan berguna dalam perjalanan, cocok banget buat kamu yang backpacking tanpa guide  
      Agenda :
      1. Persiapan sebelum keberangkatan
      2. Tips dan Tricks ketika berlibur di Cina
      3. Belajar bahasa Mandarin dasar
      4. Belajar bahasa Mandarin untuk travelling
      5. Praktir bahasa Mandarin dengan tutor
      Investasi:
      Single : Rp. 250.000 / orang
      Group : Rp. 200.000 / orang
      Registrasi :
      26 November - 10 Desember 2017
      Lokasi : Jakarta
      Kirim ke : [email protected]
      subject : Regstrasi Workshop Mandarin
      Format ; workshop_(tipe investasi)_Nama Lengkap
      It's limited seat, so GRAB IT FAST!
      Polyglot Indonesia,
      Speak up!
      CP : 082277398873 (Zaza)

    • By Lulumato
      Halo, saya lulu dari jakarta.  Berencana akan ke lombok di awal bulan januari. Tujuan ke lombok untuk menjadi relawan kelas inspirasi. Karena saya punya banyak waktu di lombok,  harus dimanfaatkan kan?? 
       
      Nah saya akan berangkat sendiri dari jakarta. Ini adalah perjalanan (sendiri) kedua saya dari jakarta ke lombok. Sebelumnya saya ke lombok hanya untuk naik bus ke dompu, ntb (menghemat perjalanan)  dan Saya tidak sempat mencicipi keindahan lombok  
       
      Jadi di perjalanan kedua ini saya minta tips dari teman2 untuk bisa puas jalan2 di lombok.  Oh iya, saya solo backpacker bukan karena kemauan yah tapi keadaan (i dont have travel mate, hiks).  Kalau teman2 ada yang mau bareng ke lombok, silahkan hubungi saya yah. Saya pasti seneng banget hehehe. 
       
      Terima kasih semuanya, 
      Salam penuh kehangatan dari lulumato. 
    • By Rizkio
      Halo Saya Rizki, salam kenal semua
      Saya newbie disini, pingin banget traveling ke mancanegara taoi kada kehambat dengan temen barengannya...
      Rencana saat ini mau trip ke jepang berangkat tanggal 28 februari 2018 pulang 6 maret 2018, masuk dari narita kelur dari narita
      Trip pertama saya ke japang, kemungkinan explore tokyo, karena cuma 6 hari. Ada rekomendasi venue yang harus di visit selama di tokyo, atau ada yang rencana kesana sekitar tanggal segitu, biar bisa meet up
      terimakasih, sekali lagi salam kenal
    • By Endar
      Lombok, bukan memiliki arti cabai seperti yang sering kita kira. Lombok bermakna lurus yang tertulis sejak zaman kerajaan Majapahit pada buku Negara Kertagama pada kalimat ‘Lombok Sasak Mirah Adi’ yang artinya masyarakat Lombok memiliki hati yang lurus untuk dijadikan permata kejayaan. Seperti pengertiannya, begitu juga yang saya rasakan saat berkunjung ke Lombok. Ramahnya masyarakat Lombok dari kota hingga desa, dari pesisir pantai hingga daerah dataran tinggi menemani saya saat menjelajah Lombok. Keramahan ini juga dipadu dengan indahnya alam Lombok yang begitu memesona menjadikan Lombok sebagai tujuan wisata yang harus masuk ke dalam daftar utama tempat wisata yang wajib dikunjungi.
      Masyur dengan gili Trawangan, Air dan Meno di barat laut dan lokasinya yang dekat dengan pulau Bali menjadikan gili-gili tersebut menjadi destinasi favorit di Lombok. Namun banyak yang tidak tahu jika Lombok menyimpan banyak pesona wisata selain gili-gili di barat lautnya. Perpaduan keindahan alam, kearifan budaya dan lezatnya kuliner dapat kita dapatkan di Lombok. Fasilitas dan akses juga sudah mendukung sehingga tidak sulit bagi traveler untuk menjelajah Lombok. Gili-gili di Lombok Barat bagian bawah di area pelabuhan Lembar salah satunya.

      Tidak sulit untuk menemukan penyebrangan ke gili Sudak. Dengan aplikasi penunjuk jalan di smartphone sudah cukup menunjukkan jalan dengan jelas. Dari Mataram sekitar satu setengah jam menggunakan kendaraan roda dua dengan mengambil titik tujuan Penyebrangan ke Gili Sudak. Nikmati saat masuk jalan Raya Sekotong – Lembar, bukit-bukit dengan padang rumput kuning kecoklatan, gradasi laut toska dan biru gelap, awan seperti kapas lembut yang melayang serta suasana pelabuhan Lembar menjadikan perjalanan yang tidak membosankan.
      Kami ragu saat aplikasi mengarahkan ke jalan tanah merah berbatu. Tiba-tiba seorang ibu yang sepertinya melihat keraguan kami dengan ramahnya menyapa lalu menanyakan tujuan kami. Ibu yang tidak sempat saya tanyakan namanya memberitahukan kalau jalan tersebut memang jalan menuju penyeberangan gili Sudak.  Masuk ke area pemukian sudah terdapat banyak plang-plang yang menyediakan jasa perahu penyeberangan. Kami disambut dengan tawaran-tawaran jasa penyebrangan dengan ramah tanpa paksaan.
      Pak Nasar dan kedua anaknya menemani kami. Selain memberikan jasa perahu, Pak Nasar juga seorang nelayan yang menangkap ikan dengan teknik spearfishing. Tidak dengan alat yang modern tapi masih dengan tombak tradisional. Ikan-ikan yang diambil juga tidak sembarangan. Jenis, ukuran dan lokasinya harus sesuai ketentuan, pilih-pilih. Bukan karena nantinya tidak laku saat dijual, tapi untuk menjaga kelestarian biota laut di perairan Sekotong. Hasil tangkapan Pak Nasar dijual di homestay dan restoran di area gili Sudak.

      Gili Naggu menjadi pemberhentian pertama. Lokasinya terluar diantara gili-gili lainnya di area Sekotong. Sudah banyak homestay dan resort disini dan cukup ramai dikunjungi. Perahu tidak boleh sembarangan menepi karena terdapat kawasan konservasi terumbu karang. Perahu hanya bisa menepi di area dekat dermaga yang dasarnya pasir. Kearifan lokal dalam mengelola sumber daya dan menjaga lingkungan berhasil menjaga keindahan bawah laut di gili Nanggu. Terumbu karang cukup dangkal jadi kita harus berhati-hati saat snorkeling agar tidak merusak terumbu karang.

      Berbeda dengan gili Naggu, gili Sudak lebih sepi pengunjung hanya terdapat beberapa orang yang santap siang. Di gili Sudak juga terdapat homestay.  Kondisi bawah laut gili Sudak agak memprihatinkan ditambah dengan jarak pandang yang rendah sehingga saya tidak berlama-lama di dalam air. Jarak gili Sudak dan Lombok yang cukup dekat membuat wisatawan yang menginap di Lombok hanya menggunakan kano ke gili Sudak hanya untuk makan siang. Sebelum kembali ke Lombok saya singgah di gili Kedis, ukurannya lebih kecil dari ukuran lapangan sepak bola. Di gili Kedis kita harus membayar restribusi. Cobalah memutari pulau, terdapat sisi yang hanya berupa pasir dan sisi lainnya berbatu. Cocok untuk yang suka fotografi.

      Hari masih siang tapi kami sudah kembali ke Lombok, terlalu cepat menurut Pak Nasar. Tapi perjalanan kami masih jauh karena harus ke Sembalun. Sambil antre bilas dan bersih-bersih, kami menikmati pisang goreng dan teh hangat buatan istri pak Nasar yang ternyata adalah ibu yang memberitahukan jalan saat kami kebingungan. Kami berbagi cerita dengan Pak Nasar. Dengan geliat pariwisata di daerah Sekotong yang semakin baik, Pak Nasar memiliki rencana untuk memiliki jasa penyeberangan dalam kapasitas besar. Sudah banyak permintaan dalam jumlah besar yang menggunakan bus-bus pariwisata tapi karena tidak adanya fasilitas yang mendukung seperti lahan parkir, tempat bilas yang banyak atau ruang tunggu, mereka pindah ke tempat lain.
      Kami pamitan dan melanjutkan perjalanan ke Sembalun, dari pesisir pantai ke dataran tinggi. Saya yakin di Sembalun akan melihat pemandangan yang indah dan ramahnya masyarakat Lombok yang tidak kalah seperti di Sekotong.

       
       
       
       
       
       
       
       
       

    • By Ilhammb
      Teman2,
      Saya lagi cari teman Jalan2 di Lombok tanggal 24 November - 26 November 2017. Keberangkatan Jakarta dari SHIA (CGK), saya dapat tiket yang jam 05:00 WIB. Sampai Lombo BIL (LOP) jam 07:55 WITA.
      Itinerary
      Untuk Itinerary-nya, sebagai berikut :
      24 Nov - Hari Pertama - 08:30 Wita : Dari Bandara int. Lombok (LOP) pakai damri ke Pool damri Senggigi (Bisa Janjian di Pool Mataram kalo ada yang mau), Cari sewaan Motor, lalu ke Hotel untuk Check in. Jalan ke kota ampenan,  sarapan di pantai ampenan, sambil jalan2 atau menikmati sekitar pantainya dan kotanya sambil balik ke snggigi >>  Jalan2 di kota senggigi sambil Cari tempat makan siang. Lanjut Jalan2 ke pantai sengigi, dan sekitarnya seperti ke pantai batu bolong, menikmati pemandangan sambil nunggu sunset. Lanjut ke penginapan. Cari Makan Malam disekitar kota dan Istirahat.

      25 Nov - Hari Kedua - 08:00 Persiapan buat Check out. >> ke pelabuhan Bangsal buat nyebrang ke Gili Trawagan. Lagsung ke penginapan checkin. Jalan2 di Gili Terawangan (bisa snorkling, jalan2 ngelilingin Gili dll. sesuai kesepakatan dan isi kantong hehe) sampai hari ketiga. 

      26 Nov - Hari ketiga - Liat sunrise di pantai  >> ke penginapan untuk sarapan, persiapan dan check out. >> Jam 11:00 Checkout, kembali ke pelabuhan untuk nyebrang ke Bangsal. >> Ke Desa adat Sade buat beli Oleh2 atau alternatif lain kalo sempat >> 15:00 ke Bandara dan Pulang (peerbangan saya ke Jakarta jam 18:00 WITA).
      Jujur aja itinerary di atas mainstream banget, karena saya baru pertama kali ke Lombok.
      Sebenarnya itinerary nya flexible, kecuali gili dan Desa Adat Sade.
      Sharing Cost.
      Biaya yang bisa di share, sebagai berikut ;
      Penginapan di Senggigi 155.000 (Twin bed)* belum termasuk sarapan
      Penginapan di Gili 350.000 (Twin Bed) * Plus Sarapan
      Sewa Motor 3 Hari 160.000 + Bensin 60.000
      Parkir dan titip motor di Bangsal.
      **Biaya diatas belum dishare
      Check Point
      Titik kumpul mulai dari Jakarta - Lombok, sebagai berikut :
      1. Bandara Soekarno-Hatta
      2. Bandara Internasional Lombok
      3. Pool Damri Senggigi atau Mataram kalo ada yang janjian di Damri Mataram
      4. Pelabuhan Bangsal (25 Nov 2017)
      5. Gili Trewangan.
      Contact person :
      Line : Ilhammuharrom
      IG : ilhammu
      Email : [email protected]