• 0
Unyilma

Konser coldplay bangkok - 7 April (cari partner nonton)

Question

Hi.. 

Super last minutes..

Ada yang nntn concert coldplay juga gak nanti tgl 7, yang pegang tiket standing A1 juga.. 

Kalo ada mau ikut nimbrung bareng soalnya mendadak jadi single fighter, karna partner incrime saya mendadak batal.. 

Detail trip saya sih 5-10 flight dr Jakarta, Jadi kalo mau ada acara dadakan kemana disana bisa diatur aja koq, totally flexible.. Ya.. intinya sih simple cari partner in crime explore selama disana nih.. :P

Semoga ada yg bersedia ditimbrungin.. :terpesona

Share this post


Link to post
Share on other sites

9 answers to this question

  • 0
29 minutes ago, Ronald Mambu said:

Sekalian nanya disini nggak apa2 ya..

saya beli tiket ( yg online). pertanyaanya kalau zone A1B, kenapa ada nomor seatnya ya? bukankah itu standing ya?

nah mungkin bisa sekalian nonton bareng si @Unyilma

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0
10 hours ago, deffa said:

ya itu rombongan @nashir nonton coldplay di Bangkok juga kok :D 

Ooo.. sorry misscomm jdna.. hihi.. mau dong contactnya klo bisa nimbrung.. :terpesona

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By silvia_win
      KL trip
      Day 1 (27 Des 2017) berangkat sore naik pesawat lion Jkt-KL, setelah tiba di KLIA naik bus dari airport ke China Town ([email protected] rm 10). Baru tahu ada bus ke China Town, sebelumnya hanya sampai KL sentral, ternyata busnya hanya sampai KL sentral, yg mau ke destinasi lain seperti pasar seni, china town, pudu dll, diantar pakai van, lumayanlah koper langsung angkat ke van tidak usah lanjut pakai Lrt,
      Van mengantarkan kami sampai di depan China Town, kami pun check in hotel lalu keluar cari makanan favorit kami.
      Day 2
      Hari ini rencananya mau ke Genting. Kami naik Lrt ke Titiwangsa untuk naik bus ke Genting (@rm 10), tapi ternyata busnya tidak langsung sampai genting tapi sampai ke awana highland tempat naik cable car ke genting, hmm padahal pingin naik bus yg langsung ke genting (dulu pernah naik dari sini), kalau cuma sampai ke stasiun cable car mending naik dari KL sentral lebih murah dan dekat. Yah sudahlah..., beli dulu tiket pulang ke KL sentral (@rm4.3). Lalu makan siang di food court dan keliling di awana highland yang merupakan premium outlet, setelah itu beli tiket cable car ke Genting (one way @rm8).
      Sebenarnya lebih prefer naik bus soalnya agak deg2 kan naik cable car, cable carnya sangat nyaman dan bisa menampung sekitar 8 penumpang, untuk yang bawa koper ada tambahan biaya.
      Kami berhenti untuk wisata dulu di Chin Swee Temple yang merupakan stop pertama dari genting cable car. Ini adalah kuil yang cukup besar dengan pemandangan di atas gunung yang indah. Dari hatle cable car pengunjung berjalan menuruni ekscalator yang panjang ke kuil, setelah melihat2 dan berfoto2, di sana turun hujan, kami pun kembali ke stasiun cable car untuk melanjutkan cable car ke Genting.
      Di Genting berkeliling di sky avenue melihat hiasan pohon natal yang di dominasi dengan tema tour of the world with snoopy (patung snoopy dengan pakaian dari berbagai negara), hmm theme parknya tempat bermainnya masih renovasi (sepertinya sudah bertahun-tahun).   Setelah berkeliling kamipun antri cable car untuk kembali ke awana highland. Sampai di awana highland sekitar jam 6 sore, tiket pulang ke KL sentral jam 8.30, kami mampir ke tempat jual tiket untuk menanyakan apa tiket bisa ditukar, kalau ngga bisa tukar pingin beli tiket baru saja untuk jam 6.30, karena harga tiket bus tidak terlalu mahal. Tapi semua tiket untuk hari itu sudah sold out , untunglah sudah beli tiket duluan walau jam 8.30 J, masih banyak waktu kami makan dan shopping dulu sebelum pulang...
      Day 2
      Sebenarnya tidak ada rencana yang pasti untuk trip kali ini, berhubung membawa anak-anak, trip  hari ini kami pergi ke planetarium naik taxi, supir taxi bilang dia tidak terlalu familiar dengan lokasinya tapi dia bersedia membawa kami dengan argo tentunya..., planetarium tidak terlalu jauh dari china town, tapi berhubung tidak ada mrt ke sini lebih baik naik taxi saja...argonya juga tidak mahal. Planetarium gratis untuk pengunjung, di sini kami bisa melihat peragascience yang berhubungan dengan  benda2 angkasa. Juga ada lift untuk naik ke lantai atas di mana ada menara pandang yang bisa melihat kota Kuala Lumpur.
      Di planetarium juga ada bioskop khusus untuk menoton film luar angkasa. (htm @ rm12), berhubung planetariumnya tidak terlalu besar dan tidak memerlukan waktu lama untuk berkeliling, kami pun membeli tiket untuk nonton di planetarium. Layar bioskopnya berbentuk setengah bola, filmnya tentang bintang2 yang terlalu ilmiah untuk dicerna...
      Dari planetarium kami ke KWC yang merupakan tempat belanja retail, makan dan shopping (tidak beli banyak takut kelebihan berat bagasi)... lalu pulang ke pasar seni lanjut cuci mata dan keliling2, di belakang pasar seni ada illution 3D art museum, kami mampir untuk melihat berhubung tiket masuk mahal (@rm48), kami tidak masuk.
      Makan di restoran mamak Yusoof and Zakhir favorit kami di samping pasar seni, cuci mata di pasar seni dan china town night market dalam perjalanan kaki menuju hotel.
      Day 3
      Hari ini pingin jalan2 santai saja, naik lrt ke Suria Mall, kami berjalan di dalam dan di luar suria mall, banyak pohon natal menghiasi interior dan eksterior mall.
      Berhubung rada malas ke tempat lain, kami pun masuk ke petrosains yang ada di dalam suria mall (@rm30), petrosains merupakan tempat bermain dengan alat2 peraga tentang sains, berhubung ini sudah yg kedua kali main ke sana, kesannya biasa2 saja, tapi berhubung membawa anak2, jadi sekalian menemani mereka main.
      Di KL kami menginap di D’Oriental Hotel Rp 300.000/malam untuk kamar triple
      Siem Reap Trip
      Day 4
      Hari ini kami melanjutkan perjalanan menuju Siem Reap.
      Booking taxi dari hotel (rm100) ke airport.
      Sampai di airport kondisi fisik sedikit capek, mampir ke watson beli vitamin C agar kondisi bisa lebih fit..., di pesawat tidur dan istirahat...
      Sampai di Siem Reap sudah segar lagi.., cuaca sangat panas di sana, turun dari pesawat harus jalan kaki ke terminal lagi, walau tidak jauh tapi cuaca panas sangat menyengat..
      Dari airport booking airport taxi ke hotel (usd 10 untuk sedan, usd 15 untuk van, usd 9 untuk tuk tuk), kami ber4 pesan yang sedan saja, karena antrian sedannya belum ada kami diantar pakai van.
      Dalam perjalanan ke hotel, supirnya menawarkan charter mobilnya untuk wisata sore ke kampong phluk floating market, yang katanya 30 menit dari kota siem reap, berhubung cuaca panas, kami tidak tertarik dan bilang mau istirahat di hotel, lalu dia pun menawarkan transportasi ke angkor wat keesokkan harinya (saat pesan taxi di bandara kami dibagi brosur bawa mereka menyediakan charter car ke angkor wat dengan harga usd 40 untuk sedan dan usd 45 untuk van), berhubung cuaca yang panas kami pun setuju naik mobil saja dibandingkan naik tuk tuk, nego harga dengan supirnya usd 40 untuk one day tour ke angkor wat.
      Check in hotel, minta peta tanya info jalan, minta bantuan staff hotel untuk pesan bus dari Siem Reap ke Bangkok. Staff hotel membantu pesan direct bus ke bangkok @usd 13.
      Setelah istirahat sebentar di hotel, kami keluar makan malam, kami mampir ke KFC untuk makan dikit dulu, lalu jalan ke pasar lama, di pasar banyak jualan souvenir dll, tapi tidak beli apa2, lalu ke seberang ada art center night market cuma melihat tidak beli apa2, lalu hunting street food umumnya harganya usd1, beli kelapa, pancake (martabak), mie goreng, nasi goreng, camilan lainnya...berkeliling di sepanjang pasar lama, pub street, night market, melihat suasana pergantian tahun di sana..., lalu naik tuk tuk pulang hotel (usd 3)
      Day 5
      Sarapan pagi di hotel menu 2 roti bakar, 2 telur goreng, teh/kopi dan buah.
      Kami di jemput jam 8 pagi di hotel, sepanjang perjalanan ke angkor wat, supir menawarkan mampir shopping ke toko batu mulia, sutera dll, yang semuanya kami tolak. Kami mengiyakan tawarannya untuk membeli tiket untuk dinner di Koulen restoran untuk dinner dengan menu prasmanan yang katanya kita bisa mencicipi lokal food di sana juga menonton tarian lokal (@usd12). Terlebih dahulu kami berhenti untuk beli tiket ke angkor wat @usd37 untuk one day tiket (anak2 di bawah 12 tahun gratis). Setiap pengunjung di foto dan fotonya dicetak di tiket, supir memberi info agar kami membeli gantungan name tag untuk tiket agar tiket tidak hilang berhubung tiket akan diperiksa di setiap pintu masuk candi yang akan dikunjungi.
      Kunjungan I ke candi angkor wat, cuaca cukup panas di sana, pengunjung berjalan melewati jembatan apung menuju candi, komplek candi cukup luas. Walau cuaca panas tapi di dalam candi cukup adem buat berisitirahat dan melihat2, mirip candi hindu di indo dengan beberapa ukiran halus di dinding, untuk menaiki candi dibuat tangga dari kayu (entah dulu aslinya pakai tangga apa). Di dalam candi terdapat tempat pemujaan untuk Buddha yang bukan merupakan bagian dari candi jaman dulu tapi adalah patung Buddha yang ditambahkan kemudian untuk sembahyang. Juga ada bhikkhu yang membaca paritta untuk pengunjung, kami memutari candi angkor wat dan keluar dari jalan samping candi di mana terdapat telaga kecil, yang merupakan tempat pengambilan foto best view untuk angkor wat di mana banyak tukang foto stand by menawarkan foto langsung jadi.
      Di dekat pintu keluar banyak pedagang menawarkan souvenir maupun makanan umumnya harganya usd1.
      Kami melanjutkan  perjalanan ke Candi Bayon, candi ini ukurannya lebih kecil dari angkor wat, kami melihat dan beristirahat sebentar di sini, mencicipi jajanan jagung rebus, lemang (ketan di dalam bambu), mangga, crepes...
      Lalu melanjutkan perjalanan ke candi Ta Prohm, di mana view yang khas di sini adalah akar pohon besar yang ada di candi.
      Kompleks candi angkor wat sangat besar kami hanya mengunjungi 3 candi utama, untuk candi lainnya rada malas karena cuaca yang panas, supir mengantarkan kami makan di resto yang ber AC, menu di sini cukup mahal berkisar usd 7-10, tapi ngga apalah pesan sedikit (berhubung malam mau dinner prasmanan nggak perlu makan banyak) sambil beristirahat dan ber wifi.
      Setelah itu supir mengantar kami pulang, di perjalanan dia mendrop kami untuk melihat toko batu mulia katanya lihat2 saja tidak perlu beli agar dia bisa mendapat kupon undian..., hm... tokonya tidak besar menjual batu permata dan souvenir, setelah melihat2 kami pulang hotel untuk beristirahat, sore kami jalan kaki ke koulen resto sebelumnya kami mampir ke lucky mall di seberang resto.
      Dinner di sini dengan harga usd12 tidak termasuk minum, untuk minum mesti pesan lagi.
      Makanan di sini cukup banyak, ada western food dan lokal food, minuman es campur, buah, kue dll, cocok buat makan santai dan beristirahat, juga ada tarian dan pertunjukkan alat musik lokal, yang mana iramanya agak lambat.
      Restorannya cukup besar dan banyak turis yang makan di sana.
       
      Hotel : Oral D' Angkor Rp 320.000/malam untuk quad room
       
       
      Bangkok trip
          Day 6
      Pagi sarapan di hotel, lalu di jemput bus untuk perjalanan ke bangkok, bus masih menjemput beberapa penumpang lagi lalu berangkat ke perbatasan kamboja thailand, sebelum sampai ke imigrasi kamboja, bus berhenti untuk ke toilet dan belanja. Jam 12 kami tiba di perbatasan, imigrasi kamboja hanya sebuah ruang kecil untuk cap paspor, antrian tidak sampai setengah jam sudah selesai, selanjutnya perlu berjalan kaki sekitar 1 km ke imigrasi thailand melewati pasar kecil dan sebuah kasino, di sini orang yang mau masuk ke thailand lumayan banyak, dan antrian cukup panjang perlu waktu 1 jam lebih untuk antrian cap paspor (entah karena peak season atau biasanya memang ramai), setelah keluar dari imigrasi kami langsung mencari bus kami, di mana sebagian penumpang sudah naik bus dan masih perlu menunggu penumpang lain yang antri imigrasi, cuaca cukup panas membuat kami malas mencari makan ke toko yang ada di sekitarnya, di tempat parkir tidak ada yang jualan makanan. Setelah menunggu agak lama bus berangkat jam 3 sore. Kami naik bus yang sama dengan bus yang kami naiki dari kamboja tapi supirnya sudah ganti orang (stir bus di sebelah kiri, walau stir kenderaan di thailand ada di sebelah kanan). Dalam perjalanan ke Bangkok kami melalui banyak titik kemacetan, mana belum makan siang lagi. Supir akhirnya berhenti di rest area sekitar jam 5 sore, semua penumpang turun mencari makanan, bus lalu melanjutkan perjalanan ke Bangkok. Kami sampai di bangkok jam 9 malam (13 jam perjalanan , sebelumnya diberitahu 8 jam).
      Bus berhenti di daerah Khao San, di sana ada sebuah wat/tempat pemujaan, banyak orang lokal yg sembahyang di sana, di dalamnya ada tempat sembahyang dengan patung raja Bhumibol. Banyak taxi yang standby menawarkan harga tertentu untuk penumpang yang berminat, kami masuk ke dalam wat untuk melihat2 dan masuk toilet, setengah jam kemudian taxi yg standby sudah tidak ada lagi,  kami menyetop taxi di jalan untuk ke hotel dengan argo tentunya J.
      Berhubung perjalanan yang panjang dan melelahkan, anak2 pada komplain lebih baik ke borobudur daripada ke angkor wat ö, menurut  saya kalau dibandingkan dengan borobudur, kompleks candi angkor wat lebih luas dan kawasan sekelilingnya banyak gapura dan candi yang lain dan melewati lapangan dengan pohon2 membuat candi angkor wat terlihat megah dan indah, kalau dari segi bangunan saya lebih menyukai candi borubudur dengan pahatan di dinding yang indah dalam bangunan candi yang menyeluruh dengan banyak patung Buddha. Di angkor wat tidak terdapat banyak pahatan patung melainkan ukiran halus di dinding dengan nuansa candi Hindu yang mana kemudian beralih fungsi menjadi candi Buddha. Yang pasti tiket masuk Borobudur sangat terjangkau dibanding tiket ke angkor wat yang harganya sekitar Rp. 500 ribu untuk turis asing, untuk warga lokal tiket masuk gratis.
       Day 7
      Meminta peta dan info ke hotel, serta menanyakan apa ada daily tour, tapi di hotel tidak menyediakan paket daily tour.
      Hari ini tidak berminat berwisata, ingin shopping saja...
      Kami berangkat naik taxi dari hotel ke Platinum mall (tempat shopping seperti mangga 2 di jakarta). Sampai di Platinum makan siang dulu di food court lalu mulai shopping, sampai sore hasil belanjaan cukup banyak.
      Dari Platinum kami naik taxi ke Saphan taksin untuk naik shuttle boat ke Asiatique,berhubung sore hari  di jam kemacetan, supirnya tidak mau pakai argo mesti menawar harga.
      Di Saphan taksin bts kami naik shuttle boat gratis ke Asiatique, boatnya cukup bagus dan nyaman, pemandangannya boat sepanjang sungai juga indah. Di Asiatique terdapat banyak resto di tepi sungai, juga toko2 untuk belanja dan tempat bermain seperti bianglala, komedi putar, dll. Kami mencari makan, mengitar toko2, dan menikmati pemandangan di tepi sungai chao phraya, lalu mengantri shuttle boat kembali ke saphan taksin, dalam perjalanan boat sekarang kami menikmati pemandangan sungai di malam hari dengan lampu2 hotel berbintang/gedung lain di tepi sungai, sebelumnya saat datang kami menikmati pemandangan di sore hari.
      Dari sini naik taxi ke hotel. Walau di sini ada BTS (mrt) tapi kami memilih naik taxi selama di Bangkok untuk menghemat tenaga dan waktu, karena harga taxi tidak terlalu mahal (< THB 100 untuk jarak dekat, <THB200 untuk jarak yang agak jauh), sebelumnya pernah naik BTS, mrt setelah dihitung X 4 orang ongkosnya lebih mahal...
      Day 8
      Hasil belanjaan kemarin membuat isi koper bertambah, ingin menambah bagasi Air Asia, setelah membuka web air asia untuk menambah bagasi, baru sadar tiket kali ini bukan beli di airasia.com tapi beli di traveloka, soalnya saat hunting tiket pada mahal, lalu beli tiket transit bangkok KL AA, KL jakarta Lion, setelah coba2 add luggage di web AA tapi tidak bisa, lalu send message minta bantuan traveloka untuk add luggage, kata traveloka tidak bisa mesti ke AA office, ya sudahlah screen shot alamat AA office nanti sekalian mampir.
      Hari ini ingin berwisata ke wat2 (temple) di Bangkok, dari hotel kami naik taxi ke Wat Arun, karena agak jauh jadi sekalian melihat pemandang kota bangkok sepanjang jalan.  Htm Wat Arun @thb50, jika cuma ingin sembahyang di vihara di sampingnya tidak usah beli tiket. Bangunan wat Arun seperti stupa dengan ornamen porselen, terletak di tepi sungai menambah keindahan pemandangan di wat arun, tapi cuaca yang panas membuat kami tidak betah berlama2 di sini, dari sini kami naik taxi lagi ke wat pho, sebenarnya naik boat tinggal nyebrang, berhubung kami termasuk wisatawan yang malas jalan, jadi naik taxi saja lah.
      Sampai di wat pho supir taxi menunjukkan dermaga yg tidak jauh dari wat pho katanya bisa menyebrang dengan perahu ke wat arun di sini, kami menyiakan dan bilang next time mau naik perahu.
      Tiket masuk wat pho @thb 100, wat pho adalah vihara yang indah dengan patung Buddha tidur yang besar, selain vihara utam di depan yang berisi Buddha tidur di dalam masih terdapat komplek vihara dengan banyak patung Buddha. 
       Kami masuk ke salah satu vihara di belakang dengan patung Buddha yang besar, banyak turis asing masuk dan duduk di sana, ada pengawasnya tidak boleh berdiri di dalam hanya boleh duduk dengan sopan, ternyata banyak yang duduk lama di dalam, ada juga yang meditasi, kami pun duduk cukup lama di sana, apalagi terasa sejuk di sana.
      Sebelum pulang kami mampir ke massage room di dalam vihara pho pingin mencoba massage di sana, tapi katanya mesti antri 1 jam, ya tidak jadi malas nunggu.
      Keluar dari wat pho banyak tuk tuk dan taxi yang mangkal, sudah tahu bakal nego harga dan nggak mau paki meter, ya kami coba tanya tujuan ke kantor air asia di khao san yang tiidak jauh dari wat pho, ternyata supir yang mangkal di sana bisa berbahasa Inggris dengan baik, yang pasti dia menanyakan jumlah penumpang sebelum membuka harga (biasalah kalau penumpang banyak harga lebih mahal) berhubung dia tahu letak kantor air asia yang kami cari ya kami menyiakan tawaran harga thb 200, mau jalan juga lokasi di sana luas sekali untuk jalan dari pintu keluar wat ke jalan raya juga jauh. Ternyata supir taxi ini mengoper kami ke taxi yang antri paling depan, lumayan juga etika mereka mencari penumpang tidak rebutan, kalau dapat penumpang dioper ke paling depan. Sopir taxi yang kami tumpangi juga lancar berbahasa Inggris, dia mengenalkan wat emerald buddha, grand palace yang berada di samping wat pho kepada kami, berbincang dengan kami dan menawarkan kami booking taxi untuk tour ke floating market dengan harga thb 1800 pulang pergi, yg ini kami kurang tertarik berhubung cuaca panas malas aktivitas outdoor, tapi berhubung sebelumnya saya pingin tour ke pattaya saya pun menanyakan harga booking taxi ke pattaya pp, supir taxi bilang harganya thb 2500, mau ke mana dan waktunya berapa lama... up to you katanya..., saya sangat tertarik..., saya tanya perlu bayar DP berapa dia bilang ngga usah, besok dijemput di hotel J, setelah perbincangan kami baru tahu bahwa besok bukan supir taxinya yang membawa kita jalan melainkan temannya, dia bilang sudah dibooking orang ke Hua Hin, saya tanyain harga taxi ke Hua Hin berapa, katanya dia bawa penumpang one way thb 2500, kalau pp thb4000.  
      Kemudian kami ke kantor Air Asia untuk membeli tambahan bagasi, saya tanya ke staff di sana apa bisa beli tambahan bagasi dengan telepon, katanya bisa tapi mesti bayar pakai kartu kredit.
      Kemudian kami mampir ke khao san road yang ada di dekat kantor air asia, yang terdapat toko-toko dan food street si sepanjang jalan, tapi anak2 lebih tertarik makan mac di. Setelah membeli sedikit camilan dan melihat2, kami pun menyetop taxi untuk ke tesco/lotus yang tidak jauh dari hotel, pingin belanja sedikit barang lokal di hypermarket.
      Pattaya trip
      Day 9
      Supir taxi menjemput kami di hotel untuk perjalanan ke Pattaya. Kami memilih tour ke pattaya karena lokasinya yang tidak terlalu jauh dari bangkok jadi tidak habis banyak waktu di jalan, juga menurut info banyak objek wisata yang menarik di sana. Sebelumnya saya ada tanya di hotel kalau ke Pattaya naik taxi thb 1800/one way, naik bus @ thb 140.
      Supir taxi yang mengantar kita ke pattaya bahasa inggrisnya tidak sebaik supir taxi kemarin, dia menanyakan kami mau ke mana, saya menunjukkan foto lokasi yang ingin kami kunjungi: laser Buddha, silver lake, wat big Buddha dan pattaya beach. Di pattaya banyak objek wisata yang bisa dikunjungi, kami memilih beberapa yang gratis tiket masuk saja.
      Di perjalanan kami mampir untuk makan di rest area, lalu melanjutkan perjalanan ke Pattaya, sampai di kota Pattaya kami melewati floating market pingin mampir tapi cuaca panas jadi malas.   
      Laser Buddha adalah kompleks vihara dengan latar belakang pahatan gunung yang ada gambar laser Buddha, setelah mampir dan melihat2 kami melanjutkan perjalanan ke silver lake perkebunan anggur yang letaknya tidak jauh dari laser buddha, di sini kami naik tram keliling kebun @thb180, selain kebun anggur di dalamnya terdapat kebun bunga dan telaga yang indah untuk spot foto.
      Selanjutnya kami menuju wat big buddha, di vihara ini terdapat patung buddha besar, juga bisa melihat pemandangan laut dari atas vihara.
      Lalu kami mampir untuk makan siang di pantai pattaya, di sepanjang pantai banyak kedai makan dan toko2, kami memilih makan tom yam di salah satu kedai, harganya tidak terlalu mahal dan rasanya enak...
      Selesai makan kami mampir ke pantai yang kebetulan saat sunset, kami menikmati pemandangan yang indah di pantai, memberi makan merpati dengan roti yang dibeli di sana...
      Setelah itu pulang ke Bangkok dan berpesan ke supir kami mau di drop di chatuchak week end market tidak usah balik ke hotel. Sepanjang perjalanan supir taxi menyalakan argo dan harga argo sampai kembali ke bangkok adalah thb 4500. Dan enaknya supir taxi ini juga tidak menawarkan kami pergi shopping atau apapun seperti supir di siem reap. Setelah sampai di chatuchak market kami membayar sewa mobil seperti yang disepakati ditambah sedikit tips (lumayan juga bayar saat turun, saat pergi tidak ditagih biaya apapun, juga tidak membayar biaya tol).
      Tiba di week end market tentunya mau shopping..., chatuchak market cukup besar, barangnya bervariasi dan banyak juga barang lama dan kuno, saya tidak belanja apapun di sini, cuma makan saja, karena sudah agak capek dan barangnya kelihatan agak old fashion jadi malas shopping, teman saya belanja baju2...
      Selesai shopping naik taxi pulang hotel.
      Day 10
      Hari ini kami akan pulang ke indo, tapi karena penerbangan malam masih ada waktu untuk jalan2, pagi kami istirahat di hotel sampai siang sekalian check out dan menitipkan koper, hari ini kami mau shopping saja ke platinum lagi... kami berhenti di seberang platinum mall yang katanya ada pasar yang menjual barang dengan harga lebih murah, tapi cuaca yang panas membuat saya agak pusing, saya cuma melihat sebentar lalu ke platinum mall, istirahat di food court, waktu mau mulai shopping kepala agak pusing, mampir ke toko mau beli obat, penjual merekomendasikan minyak angin lokal (merek siang pure), saya pun membeli sebotol kecil yang bisa roll on harganya thb35, penjual memberitahukan supaya setelah dipakai dipijat sedikit di kepala, dia bilang bisa buat pegal linu dan gigitan serangga juga. Setelah memakai minyak angin saya mencari tempat duduk untuk beristirahat, tidak lama kemudian saya sudah segar lagi, dan mulai semangat untuk shopping..., sebelum pulang saya mampir lagi ke toko tempat menjual minyak angin tadi, beli sekotak isi 6 untuk di bawa pulang, ternyata ada juga minyak angin siang pure yang hot dan yang untuk pilek, sekalian beli beberapa botol. Sore hari setelah puas belanja dan makan di platinum mall, kami pun menyetop taxi pulang, taxi mulai dengan penawaran harganya ..., beruntung kami mendapat taxi yang mau pakai argo, supirnya perempuan, di tengah perjalanan kami tanya apa bisa booking taxinya dari hotel ke bandara, diapun menyiakan..., sampai di hotel kami merapikan koper menata hasil shopping dan naik ke taxi. Harga taxi dari hotel ke bandara tidak terlalu mahal biaya lewat tol thb 70, harga taxi thb 150 lebih..., otw back home.
      Hotel di bangkok : Bangkok 68 harga 600.000/malam untuk 4 orang yang terdiri dari 2 kamar dengan pintu penghubung.
      Harga tiket pp 2.7 juta
       




    • By Yulianayuchan
      Hi, sesuai dengan judul diatas, adakah yang ke Thailand bulan Januari 2018? Mungkin ada yang jadwalnya yang sama dengan itinerary Saya?
      Jan 13 -> CGK - Bangkok
      Jan 14 -> Lop buri dan (kalau sempat) Khao Yai
      Jan 15 -> Bangkok half day, move to Chiang Rai
      Jan 16 -> Chiang Rai
      Jan 17 -18 -> Chiang Mai
      Jan 19 - 21 -> Explore Bangkok
       
      Bila berminat, please send me a DM atau kirim email ke [email protected] 
      Yuk meet up dan nyasar bareng!  
       
       
       
    • By siskawul
      Khao Yai, daerah ini merupakan distrik di Thailand yang belum ramai dikunjungi oleh wisatawan yang datang ke Thailand. Objek wisata terkenal yang ada di sini antara lain Khao Yai National Park, Primo Piazza, Palio Village, Chocolate Factory, Sunflower field, dan kafe-kafe lucu dengan design design yang instagrammable yuhu.
      Kali ini saya tidak membahas objek-objek wisata tersebut, tetapi hanya yang kemarin sempat saya kunjungi pada liburan singkat di Thailand ala kere hore. 
      Yuk capcus. 
      How to get there
      1.    Langkah pertama, kalian harus bangun dari tidur cantik kalian. Pastikan kalian bangun dan siap2 lebih pagi dari biasanya, apalagi yang berniat just one day trip seperti kami kemarin. Kemarin, kami sudah bangun pagi, siap2 lebih pagi, tapi ada tragedi pencarian kunci hostel yang nyelip dulu saat mau keluar kamar. Yihuhu banget. Ditambah juga sulitnya mencari taksi yang akan membawa kami ke mochit bus station. 
      2.    Langkah kedua, pergilah ke Mochit bus station atau yang lebih dikenal dengan Mochit 2. Kalian bisa pergi dengan BTS ke Mochit dan dilanjut naik bis. Entah bis nomor berapa kemarin sempet searching tapi karena kami tidak memakai alternatif itu jadi lupa *maaf. Berhubung kami berlima dan setelah dihitung2 harga naik BTS nyambung sama saja dengan naik taksi atau grab (lebih disarankan naik taksi meter saja, karena berdasarkan pengamatan harga, lebih murah pakai taksi meter dari pada naik grab. Oiya, taksinya nyetop di jalan aja, tapi pake meter atau argo ya).
      3.    Langkah ketiga, belilah tiket bus jurusan Pak Chong. Tiket bisa dibeli di loket bis nomor (nah yang ini berdasarkan blog walking saya, ada yg bilang ke loket 68, ada jg yang bilang loket 48). Kemarin kami mengikuti ke loket 68. Tapi loketnya tutup dan loket 69 buka dan tertulis Pak chong juga di situ. Walhasil, belilah kami tiket di situ dengan harga 150 Baht per orang. 
      4.    Langkah keempat, menujulah ke gate bis sesuai arahan penjual tiket. Kemarin kami si di gate (gate atau Line ya) 70. Masuk bis, dan menunggu sampai bis berjalan ke Pak Chong.
      Oiya, kemarin kami menunggu lamaaaa banget buat bus jalan. Kami masuk bis jam 09.00. Dan bus baru jalan jam 10.45. What a banget. Sampe laper laper deh. Penjual tiketnya bilang perjalanan dua jam. Tetapi kenyataannya, perjalanan 3 jam lebih. Huowww. Lusuh deh kami. Kayaknya kami salah ambil bis deh. Kayaknya si, kayaknya ya, jadi bus yang lewat ke Pak Chong itu ada banyak penyedia gitu, nah yang kami beli itu bukan yang terbaik. Tapi yasudahlah kami sampai juga kok ke Pak Chong. Selama perjalanan, ada berhenti-berhentinya. Bisa buat pip*s atau nyari makanan. Kami si udah males. 
      5.    Langkah kelima, setelah disampaikan di Pak Chong, bingung deh kami. Kemudian muncullah Ibu Noch yang baik hati banget mengarahkan kami bagaimana how to get to Primo Piazza impian kami.
      Jadi seturunnya kami di Pak Chong (jadi dia bukan terminal, hanya semacam terminal bayangan di mana bis-bis kadang menurunkan penumpang di situ). Bilang aja si sama supir atau kernetnya kalau kalian mau ke Khao Yai. 
      Oiya, kemarin kami blind banget turunnya di Pak Chong sebelah mana. Bilang ke kernet sama supir buat diturunkan di Pak Chong, pake Google Translate atau pake Bahasa Inggris, merekanya jawabnya pake bahasa Thailand. Kami geleng2 dan desperate. Tapi akhirnya diturunkan di tempat yang benar juga si. 
      Lanjut ke Ibu Noch, jadi dari terminal Pak Chong, alternatif transport ke Khao Yai adalah dengan sewa motor seharga 300 baht/motor/24 jam atau dengan sewa mobil seharga 2500 Baht (kata blog). Kemudian Ibu Noch menawarkan kami untuk naik Songthaew dengan harga 1500 Baht untuk dua tempat tujuan. Dengan pertimbangan waktu saat itu sudah menginjak sore, dan kami berlima, sewa motor butuh 3 motor jadi 900 Baht ditambah bensin 100 Baht per motor. Jatuhnya sama saja harganya. Ditambah pula kami bakal butuh waktu buat baca maps. Iya kalau ketemu dan akurat. Finally kami ambil tawaran dari Ibu Noch. Jug ijag ijug, ternyata lumayan jauh lho menuju ke Primo Piazza. Kami bersyukur ambil tawaran Ibu Noch. Jadi bisa ngobrol-ngobrol cantik kan di dalem songthaew sambil lihatin jalanan Khao Yai yang alus dan gede beut. 
      Ngomong ngomong Ibu Noch, beliau baik banget dan yang asoy bisa bahasa Inggris. Hamdalah. Jadi sesampainya di Pak Chong, kami nanya toilet, diarahkan di mana toilet, kami nanya tempat sholat, dijawab gak ada tempat sholat (emang gak ada si). Terus kami diberikan waktu buat belanja2 di sevel dulu sebelum meluncur ke Primo dan Palio. Seselesainya dari trip, kami juga dicarikan dan ditungguin sampai kami dapat bis ke Bangkok. Dan oh, kami dapat tiket bis ke Bangkok just 120 Baht. Yaiyuy, kami rugi 30 Baht deh. Dan setelah kami dapet bus dan mau naik bis, ibu Noch gak minta komisi atau bayaran apapun dong. Saya dan temen2 sempet pandang-pandangan. Beneran nih masih ada orang baik di tempat wisata apalagi di luar negeri begini? Beliau cuma minta dipromoin ke teman-teman yang mau ke Khao Yai. That's why saya bikin postingan ini. 
      Setelah say goodbye dan thank you sama Ibu Noch, kembalilah kami ke Bangkok dengan bahagia namun lelah. Oiya ini nomor HP Ibu Noch bisa diminta via DM ya.
      Dan, ini sekilas pandang objek-objek di Khao Yai yang kami datangi.
      Primo Piazza
      Tiket masuk: 200 Baht 
      Isinya: komplek perumahan ala Eropa gitu deh. Sebelum ke Eropa beneran, bisa lah buat pemanasan di Primo Piazza ini. Cekrek cekrek yang banyak ya, udah bayar mahal sist. Feel fotografer kalian harus lebih jeli biar bisa menangkap ke-chic-an tiap sudut Primo Piazza. 
      Di samping komplek ala Eropa, kalian bisa beri makan kambing (kambing? Iya, kambing sama kayak yang ada di kampung saya). Ada juga alpaca si. Yang seolah olah berada di Australia. Tapi pas kemarin ke sana, cuma ada sedikit alpacanya. Itu pun pada menjauh dan gak bisa kami kasih makan. 
      Palio Village
      Tiket masuk: free
      Isinya: toko-toko yang jual barang apa saja dengan konsep pertokoan layaknya Eropa (duh, kenapa lagi lagi Eropa si). Harganya mahal mahal si. Enggak cocok buat traveler kere hore macam kami. Jadi di situ kami cuma lihat lihat sebentar dan pulang. 
      Sekian catatan flashpacker kami ke Khao Yai. Kalau saya si suka sama daerahnya. Dingin, adem, banyak makanan di night marketnya (kelihatan pas kami jalan tapi kami gak brenti), dan penginepannya yang kami lihat pas perjalanan ke Primo konsepnya unik-unik. Next time kalau ke sana lagi mau nginep ahhh. InsyaaAllah 
      Semoga membantu buat teman-teman yang mau ke sana ya.
      Kap kun Kha, Kap kun Khrap










    • By iWei
      Halo.. Halo..
      Teman2 forum jalan2.. Saya dan keluarga (3org) berencana ke Bangkok backpacker-an awal Oktober..
      Tiket dan penginapan sudah lengkap.. Penginapan 4 malam di A-One Inn (daerah MBK dan BTS National Stadium)..
      Saya udah buat itienerary tapi mau minta pendapatnya teman2 yang udah biasa ke Bangkok, mohon bantuannya yaa.. 
      DAY-1
      Nyampe Bangkok sore - Hotel (jam 5-6 sore)
      -Asiatique
      DAY-2
      -Or Tor Kor Market
      -Chatuchak Weekend Market
      -Pratunam Market
      -Platinum Fashion Mall
      -Big C Supercenter
      -Silom Night Market (optional)
      DAY-3
      -Grand Palace
      -Wat Pho
      -Wat Arun
      -Wang Lang Market
      -Yaowarat (Chinatown)
      Day-4
      -MBK
      -Siam Square
      -Maddam Tussauds
      -Siam Center
      -Central World
       
      Mohon pendapatnya, siapa tahu ada yang dikurangin atau ditambahin.. Terima kasih.. 
       
       
    • By iWei
      Saya ada rencana travelling ke Bangkok, dari Semarang transit di KL pake AA baru ke Bangkok pake Thai AA  (bukan connecting flight).
      Yang mau saya tanyakan, kalau setiba di KL skitar pukul 12 siang apakah waktunya cukup untuk dilanjutkan penerbangan pada pukul 5 sore dari KL ke Bangkok? Atau butuh menginap 1 hari?
      Mohon infonya.. Terima kasih
       
    • By Cut Zaitun Safcha
      Halo semua... semoga dalam keadaan sehat wal afiat ya... Aku rencana bln agustus mau backpacker ke Bangkok, terus ada rencana mau ke Siem Reap dari bangkok via darat, terus balik lagi ke bangkok via darat. Ada yang punya saran bagaimana cara ke Siem Reap dari Bangkok via darat? Kira2 bisa ga cuma sehari aja di Siem Reap (seperti KL-Singapur)? Soalnya di Siem Reap pake dollar, pasti mahal. Jadi untuk penghematan pengennya bisa PP. Tolong info dan sarannya ya... pengen banget ke Angkor Wat sekaligus cap paspor Kamboja (Hahahaha). Terima kasih sebelumnya :)
    • By Cut Zaitun Safcha
      Hai! Salam kenal semuanyaaa... Aku Zaitun, pendatang dari Banda Aceh. Mohon bimbingan dan saran teman2 semua ya... Rencana bulan Agustus mau backpackeran ke Bangkok, minta saran penginapan murah dan dekat stasiun BTS dong (5-10 menit jalan kaki), maklum lah travel budgeting. Hehehe... Makasih sebelumnya :)