Fauzan Ammary

Si Gurango Bintang (Whale Sharks) dari Utara Sulawesi

18 posts in this topic

Lama tak muncul di forum, kali ini saya ingin membuat field trip tentang Gorontalo  

Gorontalo seketika menjadi magnet pariwisata dengan kemunculan hiu paus yang sangat jarang untuk berdiam di sebuah daerah, kerena mereka cenderung untuk berpindah tempat mengikuti sumber makanan. Tahun 2016 salu, saya berkesempatan untuk mengunjungi Gorontalo yang kebetulan waktu itu untuk menghadiri pernikahan kakak saya. 

Kesan pertama cutup baik, karena kebetulan wake itu bandaranya baru seja di resmikan sekitar 2 bulan, sehingga tentu saja sangat bersih.

S__4112434.thumb.jpg.aae7de591f8ef81bc6256d657586cb47.jpg

 

penerbangan yang saya ambil, melalui Manado. Pilihan penerbangan dari dan ke Gorontalo sebenarnya sangat terbatas hanya tersedia dari Makassar dan Manado, ditambah Luwuk, selain tujuan Makassar, semuanya di layani Wings Air. Ibu saya waktu itu bahkan meminta saya membelikan tiket dari Ternate tujuan Makassar lalu menuju Gorontalo, yang penting pesawatnya besar walaupun jarak yang di tempuh berkali-kali lipat, tetapi saya berhasil meyakinkan untuk menggunakan pesawat baling-baling eheheh

S__4112433.thumb.jpg.ebf2cd26bb296c6e8db8619ee3138c4c.jpg

 

Gorontalo sendiri tidak banyak yang bisa dilihat, wisata lautnya jaraknya cukup jauh, dan tentunya memakan biaya, apalagi yang namanya Pulau Cinta itu. wisata Hiu Paus merupakan wisata yang paling dekat dan menawarkan pengalaman yang berbeda. Desa wisata hiu sendiri beraam desa Botubarani, lokasinya di tepi panti, dan ternyata di situ terdapat sebuah pabrik pengolahan udang, yang selama ini menarik kumpulan hiu ini untuk mendekati pantai karena adanya sumber makanan seperti kepala udang, yang ternyata oleh pabrik di jadikan sisa produksi dan di buang.

Hiu ini sendiri berjumlah sekitar 12 ekor, tapi yang saya temui hanya 4 ekor saja, tapi itu sudah cukup untuk membuat saya kagum. Begini penampakannya

 

thumb_20160721_9334_1024.thumb.jpg.6da899a70ad345b38fba5f17799e696a.jpg

thumb_20160721_3016_1024.thumb.jpg.30604d1fa8d609b44386df0c8281cb8d.jpg

Mereka ini tipe yang mendiami laut yang cutup dalam, mereka tidak bermain di bibir pantai.

Jika teman-teman takut, bisa melihat hiunya melalui perahu yang di sewakan warga sekitar dengan biaya yang di sepakati, dan jangan lupa untuk membeli kepala udang, yang kaal tidak salah satu kantong kecil seharga RP 10.000. Jika sudah di permukaan laut, maka hiu akan di panggil dengan cari memukul sampan hingga menciptakan suara yang nyaring di dalam air.

thumb_20160721_1673_1024.thumb.jpg.93e96e075bae324df0b7f0bae344023b.jpg

 

gambar di atas adalah ketika hiu akan naik ke permukaan untuk di beri makan, bisa di lihat perbandingan ukurannya dengan manusia, menakutkan. Sejujurnya awalnya saya takut, tapi lama kelamaan berubah menjadi kagum.

thumb_20160721_3841_1024.thumb.jpg.4293817760ee2a3af0859c4a3d670a1c.jpgthumb_20160721_7303_1024.thumb.jpg.fa7164da8d6a23d1e260fa96c9256e8f.jpg

untuk berat hiunya sendiri, bisa mencapai 19 ton, maka dari itu tidak disarankan untuk berenang mendekati hiu, kalaupun dekat harus waspada, karena jika terkena kibasan ekornya, cukup untuk membuat pingsan seketika. Kulit dari hiu ini pun sangat kasar, dan di sarankan untuk tidak menyentuhnya.

nah ini perbandingan saya tengan hiunya itu sendiri, aslinya malah lebih besar lagi. Ini hiu dewasa, ada juga yang masih baby.

thumb_20160721_9300_1024.thumb.jpg.c300aa42c06af857631df18bdfbebc8c.jpg

nah ini baby-nya, lebih besar dari saya ahahah

thumb_20160721_4110_1024.thumb.jpg.81f5d26d6adc48e38ed25d9367c7985e.jpgthumb_20160721_6571_1024.thumb.jpg.6d6936339688dee245e70e93d35a8bff.jpg

untuk makan sendiri, hiu ini menyaring makanannya melalui insang.

thumb_20160721_6443_1024.thumb.jpg.c4d6e26453a87385a721fc23d4bb7f00.jpg

thumb_20160721_8473_1024.thumb.jpg.319855e4a69296cdaaccbd3f73452fe8.jpg

nah, suatu saat kalau memang ada kesempatan, ini nggk boleh di lewatkan sama sekali. Semoga teman-teman jalan2.com berkesempatan untuk berkunjung ke Gorontalo

nah, hiunya titip salam minta di kunjungi eheheh

thumb_20160721_7951_1024.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites
9 hours ago, kyosash said:

wah asyik nih maen air sama Hiu :nyelam , btw nice share :salut 

Makasih bang ehehe

kalo ke Manado sempatin ke Gorontalo bang.

5 hours ago, deffa said:

wih mantap bisa sedekat itu dengan Hiu Paus, kemarin ambil paket melihat Hiu Paus kah? berapa ya biasanya? @Fauzan Ammary

Saya team no paketan bang ehehe, cari jalan sendiri.

tapi untuk sewa snorkel, glass, sama fins itu totalnys 40K-50K, lokasinya di pinggir jalan. Ada semacam dive center disitu. 

overall mural kok bang, karna berenang cuman ngasih retribusi 15 ribu buat turis lokal, turis asung saya lupa berapa

Share this post


Link to post
Share on other sites
15 hours ago, Fauzan Ammary said:

Saya team no paketan bang ehehe, cari jalan sendiri.

tapi untuk sewa snorkel, glass, sama fins itu totalnys 40K-50K, lokasinya di pinggir jalan. Ada semacam dive center disitu. 

overall mural kok bang, karna berenang cuman ngasih retribusi 15 ribu buat turis lokal, turis asung saya lupa berapa

kalau perahu nya gimana @Fauzan Ammary

Share this post


Link to post
Share on other sites
2 hours ago, deffa said:

kalau perahu nya gimana @Fauzan Ammary

perahu kalo nggk salah 25K, tergantung ukuran juga. 
Kalo yang mau snorkeling bisa langsung berenang dari pingar cantai, jaraknya deket banget. Ada patahan yang langsung kedalam banget, nah disitu si hiu2nya 

Share this post


Link to post
Share on other sites
23 minutes ago, Fauzan Ammary said:

perahu kalo nggk salah 25K, tergantung ukuran juga. 
Kalo yang mau snorkeling bisa langsung berenang dari pingar cantai, jaraknya deket banget. Ada patahan yang langsung kedalam banget, nah disitu si hiu2nya 

hoo ternyata dekat bibir pantai toh 

Share this post


Link to post
Share on other sites
5 hours ago, deffa said:

hiu paus jinak om, makanannya cuma plankton dan ikan :D 

Tetep saja serem.... Teringat film shark attacks :geram  

Kalo yg di karimunjawa itu ikan apa @deffa ? Msh kecil2 sih ikannya, tp katanya gak boleh masukan jari tangan ke air, berarti galak jg ikannya dong . kalo lihat poto2nya gak sampe nyelam cuma berdiri saja 

Share this post


Link to post
Share on other sites
11 hours ago, Rawoniste said:

Tetep saja serem.... Teringat film shark attacks :geram  

Kalo yg di karimunjawa itu ikan apa @deffa ? Msh kecil2 sih ikannya, tp katanya gak boleh masukan jari tangan ke air, berarti galak jg ikannya dong . kalo lihat poto2nya gak sampe nyelam cuma berdiri saja 

itu Baby Shark, cuma dari jenis apa kurang tauu @Rawoniste

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 2/8/2017 at 5:28 PM, deffa said:

apa kabar neh @Fauzan Ammary

hallo bang, ehehehe

lama nggk muncul disini.. sebenarnya pengen kontribusi banyak tulisan. Tapi kebetulan saya kehilang begitu banyak foto gara2 laptop keserang malware.. jadi gitu deh eheheh

Share this post


Link to post
Share on other sites
9 hours ago, Fauzan Ammary said:

hallo bang, ehehehe

lama nggk muncul disini.. sebenarnya pengen kontribusi banyak tulisan. Tapi kebetulan saya kehilang begitu banyak foto gara2 laptop keserang malware.. jadi gitu deh eheheh

wah sayang banget, gak bisa di selamat kan harddisk nya? @Fauzan Ammary

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By val_3373
      Hi Jalan2er,
      Ini membagikan secuil pengalaman saat berkunjung ke Croatia tahun ini dari perjalanan ke Eropa. Setelah mendapat cuti dan tiket , kamilalu membuat itinerari yang diperlukan untuk bertualamgam di eropa dan coatia menjadi salah satu pilihannya karena jatuh hati pada saat browsing tempat wisata di Croatia. Saya tidak pergi ke Zagreb salah satu kota cantik do Croatia tetapi yang menjadi incaran saya yaitu PLITVICE National Park yang sangat indah banget

      Photo ini diambil dari google dan gara2 photo ini maka itinerari berubah dari rencana awal hanya menjelajahi Eropa barat melenceg jauh menuju Croatiaa walaupun cuma 1 hari hahahahahaaaa.. Indah banget kan , siapa yang ngga jadi mupeng
      Plitvice berada di croatia tengah dan berjaraj tempuh sekitar 2.5 jam dari Kota Zagreb dan ada bus dari Zabreb menuju Plitvice dan berhenti tepat di pintu masuk Plitvice, Kalau saya ke Plitvice dengan mobil sewaan dari Budapest dan menginap di homestay sekitar Plitvice seharga Euro 80/kamar
      Harga tiket masuk ke Plitvice berubah sesuai dengan waktu kedatangan kita, harga termahal pada saat bulan July-Agustus yaitu sebesar 180 Kuna (mata uang Coatia) setara dengan Euro 24. dan karena saya berkunjung di bulan Juni, harga tiket masuk 110 Kuna sekitar Euro 15l Ada 2 pintu masuk menuju Plitvice yaitu Entrance 1 (Higher Lake) dan entrance 2 (lower lake). Papan petunjuk menuju Plitvice sangat kecil sehingga yang berangkat dengan mobil pribadi harus berjalan pelan2 untuk dapat melihat papan petunjuknya.Di dalam Taman National disediakan boat dan bus untuk menjelajahinya dan juga jalur trekking bagi yang suka tantangan. Maksud hati hanya sebentar di Plitvice untuk melihat view seperti gambar diatas  dan photo2 sebentar setelah itu menuju ke tempat wisata lain di croatia tetapi karena kami masuk dari Entrance 2 (lower lake ) dan tidak mengerti kami terjebak di dalam selama 4.5 jam trekking naik turun yang cukup melelahkan tertapi terbayarkan dengan pemandangan yang dilalui selama trekking tetapi view dari atas tidak kami dapat hiks..hiks.. hiks...  untuk mendapat view seperti atas kita harus masuk melalui entrance 1. Seandainya masuk dari Entrance 2, seharusnya langsung menuju station Bus dan naik Bus menuju Station 1. Walaupun akhirnya kami bisa juga ke station 1 tapi sudah kehabisan tenaga untuk trekking lagi hahahahahahaa.. akhirnya diputuskan untuk menyerah saja karena kaki sudah sangat pegal
      Berikut photo2 yang kami dapatkan selama trekking :

      oh  ya sebelum rekking siapan air minum karena selama jalur trekking tidak tersedia yang toko/warung hahahahaa....
      Setelah Plitvice rencana selanjutnya menuju sebuah danau yang bisa dipakai untuk berenang karena di Plitvice kita tidak bisa berenang tetapi apa daya begitu keluar dari Plitvice jalanan macet karena ada kecelakaan berhubung jalanan menuju plitvice sempit dan hanya bisadilalui 2 kendaraan saja,maka antrian panjang sekali dan kami tertahan sekitar 3 jam dijalanan tanpa bergerak dan rencana ke danau batal karena kami harus mengejar flight selanjutnya. Belum puas rasanya untuk explore Croatia dan berjanji untuk datang lagi ke Plitvice dan Croatia..
      Semoga FR ini bisa membantu temen2 yang ada rencana ke Croatia
      Salam Jalan2..
       
       


    • By Tarmizi Arl
      PANDUAN WISATA DI KUCHING, MALAYSIA VIA PONTIANAK
      Hai Traveler...
      Pasti semua tau dengan Kucing kan? Hewan pemalas tapi menggemaskan. Nah, ternyata hewan yang sudah jadi sahabat manusia sejak zaman Mesir kuno ini menjadi inspirasi nama kota di negara bagian Sarawak, Malaysia. Kuching (dengan ‘h’ ditengah kata) adalah ibukota Sarawak, Malaysia. Banyak versi tentang asal nama Kuching, seperti karena dahulu banyaknya Kucing di wilayah ini, sampai versi yang katanya Kuching berakar dari bahasa mandarin yang berarti pelabuhan. Apapun itu, yang pasti memang kota ini menjadkan hewan Kucing menjadi maskotnya.
       
      Buat kalian yang berencana mencari alternatif perjalanan baru di Malaysia, maka Kota Kuching dapat menjadi tujuan wisata kalian. Karena di Kota yang dilalui sungai Sarawak ini, menyediakan beragam objek wisata andalan yang sangat menarik. Tahun lalu (tepatnya April 2014) saya berkesempatan datang ke Kota ini. Namun, perjalanan yang saya pilih ialah dengan singgah sejenak di Pontianak, Kalbar. Tentunya kalian dapat menikmati sejenak Sang Kota Khatuliswa, sebelum berlanjut ke Kuching.
       
      Mari kita berangkat !
       
      Hari 1
       
      Pilih lah perjalan sepagi mungkin dari kota kalian menuju Pontianak. Tentu saja agar lebih puas berkeliling Pontianak. Harga tiket promo jika kalian menggunakan pesawat dari jakarta ialah sekitar Rp450.000-Rp700.000.
      Pukul 09.00 pagi kami sampai di Bandara Supadio, Pontianak. Sebelum hari makin siang, langsung saja menuju agen Bus Damri untuk membeli tiket Bus Malam Pontianak-Kuching. Agen penjualan tiketnya sendiri berada di Jl.Pahlawan No.226/3 (0561-744859) atau di Jl.Sultan Hamid (0561-7076849). Dari stasiun kalian bisa naik taksi untuk menuju kota yang berjarak sekitar 15 km dari bandara.
      Sesampainya di Agen Damri, silahkan langsung membeli tiket Bus Malam ke Kuching dengan biaya Rp200.000,- . Jadwal keberangkatan ialah jam 9 malam. Dan biasanya di kantor agen ini juga banyak taksi yang menawarkan diri untuk mengantar kalian ke Terminal nanti malam. Ya, karena Terminal sendiri berada pinggir kota, jadi akan sulit jika tidak menggunakan jasa mobil taksi seperti ini. Tarif yang mereka tawarkan sekitar Rp150.000/mobil dan silahkan tawar menawar  untuk mendapat kesepakatan harga. Taksi akan menjemput kita di agen ini sekitar jam 7 malam atau sesuai kesepakatan saja dimana bertemunya.
      Setelah tiket aman, kalian bisa mencoba mencoba mendatangi beberapa tempat wisata di Pontianak seperti Tugu Khatulistiwa dan Keraton Kadriah.
       
       
      Tugu Khatulistiwa (kiri) dan Keraton Kadriah (kanan)
      (sumber gambar : www.flickr.com dan www.haikudeck.com)
       
      Tugu Khatulistiwa sendiri berada di Jl. Khatuliswa. Disini terdapat museum khatulistiwa yang banyak membahas tentang garis imajiner bumi. Termasuk sejarah tugu khatulistiwa ini sendiri. Sekedar info, waktu terbaik datang kesini kabarnya ialah pada 21-23 maret atau 21-23 september, karena saat itu matahari tepat lurus diatas khatulistiwa alias tak ada bayangan di sini.
      Sedangkan Keraton Kadriah berada di jalan Tritura. Sekitar 9 km dari Tugu. Keraton ini menjadi saksi keberadaan kesultanan Pontianak dengan aristektur khas rumah adat Pontianak.
       
      Selepas berkeliling Pontianak, malam hari segeralah menuju Terminal Antar Lintas Batas Negara (ALBN) yang berada di Jl.Trans kalimantan.
       

      Terminal Bus Antar negara, Pontianak
       
      Sesampainya di terminal ini mungkin kalian sedikit kaget karena Terminalnya cukup besar untuk ukuran terminal, bahkan sudah mirip bandara. Fasilitasnya juga lengkap ditambah dengan kondisi yang tidak begitu crowded membuat kita cukup nyaman berada di terminal internasional ini.
       
      Pukul 21.00 bus pun berangkat, dan kalian bisa menikmati perjalanan malam ini dengan cara terbaik yaitu istirahat.
       
      Hari 2
       
      Ketika azan Subuh Berkumandang, kami sampai di Entikong yang menjadi Perbatasan Indonesia-Malaysia. Disini kalian akan diminta untuk turun dari bus dan mengantri di loket buat Cap Paspor. Ya... sedikit memakan waktu sih, karena antrian ternyata cukup panjang.
      Pukul 06.00 Bus kembali berangkat, dan langsung menuju Ke Kuching selama 2,5 jam kedepan.
      Sesampainya di Kuching, kalian akan di drop di Kuching Sentral. Terminal ini juga terkesan sangat modern. Disini kalian bisa bebersih karena toiletnya yang laik guna. Diterminal ini ada beragam loket Armada Bus jika kalian hendak melanjutkan perjalanan ke berbagai kota di serawak, termasuk hingga ke Brunei. Dan ada juga money changer jika kebetulan belum sempat tukar uang ringgit dari indonesia.
       

      Kuching Sentral
       
      Keluar dari terminal, kalian akan menemui sebuah loket Taksi resmi. Pembayaran taksi semua diatur langsung di loket, jadi kalian tinggal sebutkan tujuan lengkap dan akan keluar tarif yang ada. Kebetulan kami menginap di Hostel Saramo di Jl.Abell, dan kami kena biaya RM30 (sekitar Rp105.000) untuk menuju hostelnya.
      Hostel ini kami pilih karena tarifnya yang murah dan dekat dengan Kuching waterfront. Untuk kamar double bed hanya seharga RM50/hari (sekitar Rp175.000,-), dengan fasilitas AC,TV, dan Wifi.
       

      Fasilitas di dalam kamar Hostel
       
      Setelah istirahat sejenak di Hostel, Pukul 13.00 Kami keluar untuk berkeliling kuching. Tujuan utama kami ialah Monumen Kuching / Cat Statue.
       
      1. Monumen Kuching
       
      Selama di Kuching, kalian akan menemui banyak kucing, namun hanya berupa patung-patung yang menghiasi sudut kota.
      Monumen Kuching yang berada di persimpangan Jalan Tunku Abdul Rahman menjadi Statue utama yang menjadi landmark kota ini. Lokasinya cukup dekat dari hostel kami. Monumen ini seperti melambangkan satu keluarga Kucing. Ayah, ibu, dan anak-anaknya. Nampak seperti keluarga bahagia. Namun mereka tidak ikut program KB kerana anaknya ada 7 (kalo gaksalah itung).
       

      Monument Kuching
      (sumber gambar : www.cuti.my)
       
      Lanjut kembali ke tujuan berikutnya. Kami lakukan semua trip hari ini dengan berjalan kaki, karena memang lokasinya tidak begitu berjauhan dan tentunya kalian dapat lebih menikmati beragam atraksi wisata disini.
       
      2. Pink Mosqe / Kuching City Mosque
       
      Kuching City Mosque ini merupakan masjid besar di Kuching, dan juga terkenal dengan sebutan Pink Mosque karena warna utama nya ialah merah muda. Sangat eyecatching dari kejauhan. Masjid yang didepannya ada pemakaman ini, berada di Jalan market. Untuk kalian yang Muslim, jangan sia-siakan untuk sholat di sini.
       

      Pink Mosque
      (sumber  gambar : www.slowtrav.com)
       
      Selepas ashar, kami melanjutkan perjalanan kaki kami kembali ke arah timur yaitu untuk menikmati Kuching waterfront. Ya... tentu saja untuk menikmati berjalan di pinggiran sungai seperti ini, sore hingga malam hari adalah waktu yang tepat.
       
      3. Kuching Waterfront
       
      Kuching waterfront layaknya seperti pusat wisata di sini. Bagaimana tidak, sepanjang sekitar 1 km pinggir sungai sarawak ini dijadikan jalur wisata yang tertata dengan baik. Terdapat pedagang seperti pedagang kaki lima di indonesia namun dalam versi rapi dan tertata. Mereka menjual beragam aksesoris untuk cindramata, pakaian, bahkan makanan/minuman. Mereka umumnya baru membuka lapak saat sore hingga tengah malam.
       
       
      waterfront
       
      Suasana waterfront ini semakin indah karena tepat disisi sebrangnya, terdapat bangunan Gedung Dewan Sarawak. Gedung berwarna emas ini menjadi latar yang sangat indah ketika kita bersantai di waterfront.
       

      Gedung dewan sarawak
       
      Lampu-lampu jalan dan bangunan mulai menyala, yang artinya malam menjemput. Suasana waterfront pun akan semakin semarak dengan lampu-lampu nya dan mulai ramai dengan pengunjung. Begitupun Gedung Dewan Serawak yang terang menyala semakin menambah semarak suasana malam Kota Kuching.
       

       
      Suasana Malam waterfront
      (sumber  gambar : isadora)
       
      Untuk makan malam, kami memilih untuk meyebrangi sungai Sarawak ke Foodcourt yang ada di sebrang waterfront. Untuk menyebrang, kalian cukup membayar 5 sen saja untuk naik perahu per sekali jalan. Dalam waktu satu menit kita sudah sampai di sisi lain tepi sungai sarawak.
       

      Perahu Sungai sarawak
       
      4. Foodcourt Tepi Sungai
       
      Foodcourt ini pun menjadi penunjang konsep waterfront Kota kuching, karea lokasinya juga persis di tepi sungai. Dari sini, kalian bisa melihat pemandangan gedung-gedung bertingkat di Pusat kota Kuching.
       
      Di foodcourt ini, kalian akan menemui beragam counter makanan yang menjual beragam jenis makanan. Dari yang khas malaysia, hingga menu-menu dari bermacam negara, termasuk indonesia seperti mie kocok bandung.
      Harganya pun standar seperti harga foodcourt di mal mal indonesia, jadi jangan khawatir dengan biaya makan disini.

      Food court
      (sumber gambar : www.syarliz.blogspot.com)
       
      Sudah puas dan kenyang, kami pun kembali naik perahu dan berjalan kaki lagi menuju Hostel untuk beristirahat.
       
      Hari 3
       
                  Hari ketiga dapat kalian manfaatkan untuk menjelajahi kuching lebih dalam. Tujuan wisata utama kami di hari ketiga ini ialah Cat Museum. Tapi, ssebelum menuju sana, kami manfaatkan untuk singgah dulu ke Fort Margherita.
       
      Menuju Fort Magherita pukul 09.00, kami kembali menyebrang dengan perahu, karena benteng ini memang berada disisi utara Sungai sarawak. Selepas dari perahu, kalian akan berjalan kaki kearah barat sekitar setengah jam melalui jalan-jalan kecil perumahan.
       
      5. Fort Margherita
       
      Benteng yang dibangun tahun 1879 ini berada persis di timur Gedung Dewan. Lokasinya yang cukup terpencil, menjadikan benteng ini tidak banyak dikunjungi wisatawan. Selain itu memang benteng ini tidak begitu besar, dan tidak begitu banyak aktivitas yang bisa dilakukan selain untuk memuaskan hasrat berfoto ria.
       

      Fort Marghareta
      (sumber gambar : www.placeandsee.com)
       
       
      Perjalanan pun kami lanjutkan dengan harapan segera bertemu dengan jalan raya untuk mencari taksi. Namun ternyata cukup jauh jika berjalan kaki dari benteng ke jalan raya, sekitar 1,5 km. Jadi jika kalian tidak berminat berjalan kaki seperti kami, maka saya sarankan untuk menelpon taksi terlebih dahulu agar dijemput di Fort Margherita.
       
      Hampir setengah jam berjalan, sampailah kami di Sarawak State Government. Disini kami minta bantuan security untuk menelponkan kami taksi. Untungnya securitynya juga baik hati dan dengan senang hati mencarikan kami taksi.
      Setelah menanti,  taksi pun datang, dan membawaka kami ke Cat Museum dengan kesepekatan harga hanya RM20, cukup murah apalagi karena bisa share biaya sama teman trip.
       
      6. Cat Museum
       
      Muzium Kucing berada di atas perbukitan, sehingga kalian bisa melihat lanskap kota dari atas museum ini.
       

      Gedung Cat Museum
      (sumber gambar : www.comesarawak.blogspot.com)
       
      Tiket masuk nya GRATIS.. yakin? Hm... ternyata gak juga sih, karena jika kita bawa kamera hp kedalam maka kita kena biaya RM2, Camdig RM3, dan RM5 buat SLR . jadi ya tetep bayar itungannya karena kan sayang banget kalo masuk tapi gak foto-foto.
       
      Didalam Cat Museum ini jangan bayangkan ada kucing hidup kayak di pet shop. Museum ini berisi beragam hal tentang kucing seperti patung, lukisan, pernak pernik, dan beragam kisah dan sejarah kucing. Emang menarik? Bagi saya museum ini cukup menarik karena banyak hal baru yang akan kalian temui tentang kucing, apalagi setiap sisi dapat kalian manfaatkan untuk berselfie ria.
       

      Salah satu ruang di Museum Kucing
      (sumber gambar : www.sarawak.attractionmalaysia.com)
       
       
      Tak terasa, ternyata hampir 2 jam kami keliling museum ini. Selepas membeli oleh-oleh baju dan pernak pernik kucing yang dijual di museum ini, kami pun kembali ke Pusat kota. Lagi-lagi minta tolong security untuk menelpon taksi. Dan tujuan kami berikutnya ialah kawasan China Town
       
      7. China Town
       
      Selalu ada China town di kota-kota besar, termasuk Kuching yang multietnis ini. China Town di kota ini tidak begitu besar, namun cukup menjadi daya tarik wisata jika kalian berkesempatan datang ke Kuching.
       

      China Town
       
      Siang hari, kami putuskan untuk berkeliling Kuching dengan berjalan kaki kembali untuk menikmati bangunan-bangunan khas disini. Kotanya yang  kecil dan nyaman membuat kalian tak akan begitu lelah untuk berjalan kaki, apalagi objek wisata nya cukup berdekatan, seperti Klenteng Tua pek kong dan Chinesse History Museum.
       

      klenteng Tua pek kong
      (sumber gambar : www.sarawaktourism.com)
       
      8. Main Bazar
       
      Menjelang sore, kami sempatkan untuk mengunjungi Main bazar yang berada di sebrang jalan dari waterfront. Disini kalian bisa berbelanja souvenir khas sarawak. Selain itu terdapat juga kue khas Kek Lapis, atau kita biasa kenal dengan kue lapis.
       

      Main bazar
      (sumber gambar : www.airasia.com)
                 
      Malam hari terakhir di Kuching kami mencari tempat makan. Salah satu yang cukup terkenal ialah Top Spot Foodcourt. Foodcourt yang berada di atas gedung bertingkat ini, menjual beragam seafood yang menjadi andalannya. Namun dari segi biaya, dapat dikatakan cukup memasang harga yang tinggi disini. Jadi tidak disarankan untuk kalian yang mau berhemat. Tapi jangan khawatir, sebagaimana ibukota, untuk urusan makan malam, kalian tidak akan sulit mencarinya. Cobalah berkeliling main bazar dan sekitarnya, maka kalian tingal pilih rumah makan yang sesuai selera dan budget pastinya.
       
      Setelah perut terisi, kalian dapat manfaatkan sisa perjalanan dengan mengeskplor suasana malam Kota Kuching. Bangunan-bangunan tua disepanjang jalan dapat menjadi objek foto yang menarik karena sudah di tata dengan pencahayaan yang menarik.
       

      Old Court House
      (sumber gambar : isadora)
       
       
      Hari 4
       
                  Dihari terakhir di Kota Kuching ini, ada beberapa pilihan untuk kalian kembali ke tanah air. Seperti yang kami lakukan adalah mengambil penerbangan pagi tapi tidak langsung ke jakarta, melainkan ke Kuala Lumpur terlebih dahulu. Penerbangan ke Jakarta memang harus transit ke KLIA, dan untuk itulah kami memilih untuk memisahkan penerbangan. Penerbangan pagi jam 7 kami ambil agar jam 9 sudah sampai ke KL dan bisa berkeliling di KL hingga malam. Dan malam kalian bisa kembali ke Jakarta.
      Alternatif lain ialah kembali menggunakan bus pagi ke Pontianak. Atau jika memang tidak memiliki waktu, silahkan pilih penerbangan ke Jakarta dengan transit singkat di KLIA.
       

      Kuching Int Airport
      (sumber gambar : www.etawau.com)
       
       
      Begitulah Field report saya selama di Kuching, sebuah Kota yang sangat sesuai untuk kalian yang ingin menenangkan pikiran dari keriuhan kota besar seperti Jakarta.
      Happy Traveling !
    • By syahrulsiregar
      Persiapan
      Tiket
       
      Nah sebetulnya tiket dari GATF ini udah beli duluan sebelum insiden dibeliin tiket buat trip ke Sapporo kemarin. Alhamdulillah dapetnya open jaw tiket, masuk dari Tokyo keluar di Osaka. Karena kemaren udah kedinginan selama trip, kali ini berdoa supaya agak lebih anget dan sempet liat Sakura di hari2 terakhir d OSAKA karena tripnya masih maret 2-11.
      Udah sempet googling rute kereta dan memutuskan ga perlu beli JR pass karena perjalanan bakal searah pulang. Jadwal sakura dan bunga2 lain juga dipantau, plus cuaca dan suhu udara pastinya. Untuk liburan kali ini ga terlalu ambisius, jadi lebih santai dan ga padet.
      Gw pake willer untuk perjalanan dari Tokyo ke Kyoto, kebetulan lg diskon untuk kursi yang supergede. Jadi bisa hemat hotel semalem.
      Tiket USJ dan Disneysea juga udah dibeli di HIS, kebetulan deket kantor ada cabangnya.
      Beli Kansai pass buat selama di Kyoto dan Osaka.
      Pakaian
       
      Karena suhu diperkirakan masih aman rata-rata di 3 kota itu 10-15 derajat jadi kayaknya ga seheboh ke Sapporo yah. Tapi setelah ngobrol sama temen yang disana katanya suhu sih bisa segitu, tapi anginnya bisa nusuk banget, yang akhir nya membuat gw bawa semua perlengkapan ke Sapporo kemaren. Ternyata terbukti, pas disana, semuanya gw pake. Capek juga anginnya nusuk banget.
      Wifi
       
      Kalo Wifi gw pake Global Advance Communication total JPY6000 untuk 10 hari termasuk tax dan delivery. Dianter langsung ke kantor pos bandara. Tinggal ambil, dan balikin di kotak pos manapun. Jadi ga masalah walaupun ambilnya di Haneda dan balikin di Kansai. http://globaladvancedcomm.com/
      Penginapan
       
      Tokyo: Hostel Imano Tokyo Shinjuku.
      Hostel baru buka banget jadi masih bersih dan diskon pastinya. Memutuskan nginep di Shinjuku karena pengen jalan2 malem dan Shinjuku salah satu yang tetep rame walau udah malem.
      Kyoto: Piece hostel Kyoto
      Hostel terkenal di kalangan backpacker. Cuma beberapa menit dari stasiun Kyoto.
      Osaka: J-hoppers Osaka
       
       
      Apalagi yah, mmhh.. udah agak lama jadi udah gaak lupa juga…  nanti kalo ada pertanyaan, silakan di comment aja yah…
      Day1: CGK – HND
      Dapet flight malem (GA874) dan direct ke HND jadi pulang kantor masih sempet pulang bebersih dan berangkat ke bandara. Pesawat agak kosong. Mungkin karena belom peak season karena peralihan musim. Salju udah ngga ada, sakura belum mekar. Alhamdulillah bisa selonjoran dan minta snacknya yang semacam wrap gitu 2 biji. Bisa tidur nyenyak banget sampe dibangunin 2 jam sebelum landing, sarapan dibagikan.

       
       
      Day2: HND – Kawaguchiko
      Mendarat dengan lancer dan aman di HND. Imigrasi agak ramai, kayaknya peak hour ya mendarat jam 8an waktu sana. Karena udah pernah pake waiver waktu ke jepang sebelumnya jadi lebih tenang deh. Cuma ditanya mau ngapain, berapa lama, nginep dimana sama bakal keluar dari mana, trus langsung dicap deh. Oiya setelah lolos imigrasi, langsung menuju kantor pos buat ambil WIFI.
      Karena udah dapet sarapan di pesawat, langsung ngacir ke Shinjuku buat naik Highway Bus ke Kawaguchiko. Milih naik bus karena tinggal duduk dan ga ribet ganti2 kereta. Dari stasiun Shinjuku lumayan susah nyari si terminal karena kalo ngebayangin terminal ya keluarnya terminal kampong rambutan dll yah. Ternyata lebih kayak shuttle travel bandung cuman ini bus gitu. Letaknya agak di belakang gedung2 dan banyak toko2 elektronik. Jadi musti spare waktu lumayan sih karena stasiunnya juga kan gede banget.

       
       
      Nah karena kelamaan di jalan dan cari lokasinya, akhirnya dapet bus yang agak siangan sedangkan ga berencana nginep di kawaguchiko, jadi waktu explore kawaguchikonya berkurang deh. Sambil nunggu buka HP cek google maps di sekitar situ ada apa aja. Eh akhirnya nyamper taman2 deket situ. Dan ternyata deket sama gedung Tokyo Metropolitan Government Buliding yang atasnya bisa liat Tokyo dari ketinggian. Tapi ga sempet naik jadi cuma liat2 sekitarnya aja.

       

       
      Sempet beli kopi trus jalan ke taman. pas disana ada yang lg latian biola. aslik, angin sepoi2 sejuk, matahari anget, gemerisik daun, biola, sama kesendirian. pas banget.. (buat bunuh diri).

      30 menit sebelum schedule balik ke terminal dan naik pas waktunya. Busnya anget (penting!). Oiya ada kejadian lucu waktu naik bis ini. Jadi kan gw solo trip nih (I know, sad, right!) kebetulan kursi bisnya 2-2 gitu. Pas gw duduk, gw liat ada couple gitu naik, ternyata mereka kepisah duduknya. Yang cowok sebelahan ama kakek2, yang cewek sebelahan ama gw. Agar supaya ga nambah kesenduan perjalanan bis ini, dan supaya ada lope2 di udara sepanjang perjalanan nanti, gw tawarin buat tukeran ama si cowok. *im good, thank you*
       

       
      Oiya di luar suhunya sih 12C tapi anginnya lebih dingin lagi (ga kebayang suhu perasaan gw yah). Sepanjang perjalanan ketiduran. *pelor*. Kebangun pas udah deket dan orang2 heboh bediri motion si fuji. Alhamdulillah ga mendung jadi bisa liat Gunung Fuji dengan sangat jelas. Akhirnya turun di stasiun kawaguchiko. Dan anginnya super dingin. Sempet menggigil dan gemeretak gigi gw.
       

       
      Seperti yang udah banyak ditulis yah jadi busnya ada 2 jalur, yang merah dan hijau. Tapi karena gw ga punya terlalu banyak waktu, jadi memutuskan jalur yang lebih pendek. Kalo ga salah yang merah deh. Ikutan keliling si bus. Sempet turun di beberapa halte buat jalan2. Sepertinya emang bukan waktu yang tepat buat liburan yah, secara pemandangan memang lagi aneh. Belum semi banget tapi udah ga salju. Tapi enaknya kawaguchiko jadi sepi banget. Dan gunung Fujinya tampak jelas.
       


       
      Setelah keliling-keliling ga berasa udah mau malem, dan karena makin sepi, akhirnya memutuskan buat balik aja ke stasiun sambil nunggu bus terakhir ke Tokyo. Anginnya makin dingin dan stasiun makin sepi. Aslik serem banget di jalan kayak ga ada orang sama sekali, gelap, lalu kebayang hantu2 jepang di film2.
      Pas waktunya, si bus datang dan membawa kita balik ke Tokyo. Sampe Tokyo (Shinjuku) langsung jalan kaki ke penginapan Imano Tokyo, hostel baru buka banget waktu itu. Check in dan istirahat karena besok pagi rencana seharian ke Disneysea.
       
       
      Bersambung... ke 
       

    • By Gulali56
      Showa Memorial Park atau Showa Kinen Koen adalah taman yang terletak di kota Tachikawa sekitar sejam dari kota Tokyo. Taman ini dibangun tahun 1983 untuk menghormati 50tahun masa kekaisaran Showa atau Kaisar Hirohito. Taman ini sangat luas, yaitu sekitar 160hektar yang terdiri dari berbagai macam fasilitas olahraga, wahana permainan air, ruang alam terbuka, museum dan danau.
      Taman ini salah satu spot untuk menikmati sakura di musim semi, menikmati keindahan dedaunan menguning di musim gugur maupun winter illumination di musim salju .Untuk musim panas, ada tambahan wahana permainan Rainbow pool dengan tambahan biaya masuk.

      Taman ini memiliki beberapa pintu masuk, gerbang yang paling mudah diakses transportasi publik adalah gerbang Nishi-Tachikawa yang memiliki direct access ke pintu station Nishi-Tachikawa (JR Chuo Line) . Dan gerbang Tachikawa yang dapat diakses dengan 20menit jalan kaki dari Tachikawa Station. Gerbang yang kedua ini lebih populer karena memiliki view air mancur yang cantik.

      Berhubung saya kemari untuk memenuhi bucket list bersepeda di luar negeri (lebay alay) yang selalu gagal karena entah temen barengan gak bisa naik sepeda ataupun pas pergi sendiri saya nya gak pede sepedaan sendirian . Jadilah saya ke Nishi-Tachikawa gate untuk menghemat energi untuk jalan kaki , karena gerbang ini dekat dengan penyewaan sepeda.

      Biaya masuk taman untuk dewasa adalah 410yen, anak dibawah 15thn : 80yen dan orang tua 210yen. Yang harus beli di semacam loket atm.
      Ini view dari Nishi-Tachikawa gate:


       
      Harga sewa sepeda di sini:
      Usia dibawah 16thn : sewa seharian 310yen, sewa 3jam 260yen dengan overtime 30yen/30menit
      Usia 16thn keatas: sewa seharian 520yen, sewa 3jam 410yen dengan overtime 70yen/30menit.

      Saya dan teman saya memilih sewa 3jam sebesar 410yen. Waktu 3jam disini cukup untuk bersepeda santai mengelilingi taman, foto spot di beberapa tempat, makan siang dan balik lagi ke spot awal. Tapi kalau memang bawa anak kecil , saya sarankan ambil yang sewa seharian, karena sayang banget tidak menikmati area bermain khusus anak yang sudah termasuk di biaya masuk taman. Untuk anak batita yang masih muat di kursi boncengan khusus anak kecil disini tidak ada tambahan biaya.
      Cara beli tiket nya menggunakan vending machine tapi jangan kuatir ada keterangan bahasa inggris nya walau minim. Saya klik tombol biru muda 820 yen (2tiket adult for rent up to 3hr) lalu masukan uang yang diminta. 
      Setelah beli tiket , kita bisa memilih berbagai jenis sepeda. Kasi tiket nya ke paman2 penjaga sepeda yang cuma bisa Inggris "3hour back here, 3hour back here".
       


      (oiya yang sepeda tandem ini berarti sewanya untuk 2orang dewasa, misal 2x410yen utk sewa 3jam)
      Saya pilih sepeda balap yang ada speed gear nya jadi bisa mengontrol berat ringan kayuhan. Semua sepeda ada keranjang sepedanya jadi bisa taro barang bawaan disitu.
      Yang unik dari sepeda disini, sudah ada built in gembok nya. Kunci bisa ditarik kalau posisi penguncinya sudah benar. Dan dikunci ada nomer sepeda yang juga tertempel di bagian keranjang sepeda in case lupa sepedanya yang mana.

      Di taman ini, aman buat yang rada oleng kalau bersepeda (kyk saya makanya pas di Amsterdam gak pede sewa sepeda), karena selain jalur nya khusus sepeda, arahnya pun searah. Tapi tetep sih harus hati-hati, apalagi ketemu turis yang berhenti seenak udel demi berfoto di spot kece atau ber-boomerang dulu di instastory (a.k.a saya dan teman saya).

      Berhubung jalur khusus sepeda (dan malas buka peta), terkadang kita jadi tidak tahu berada dimana, karena view pejalan kaki beda. Kunci nya harus 'aware' tiap kali ada spot parkir sepeda, artinya dibalik jalan itu ada objek wisata tertentu.

       
      Di dalam taman ini banyak food stall, minimarket  maupun vending machine di spot-spot tertentu,jadi jangan takut kelaparan pas meng-explore taman ini,  tapi kalau mau irit mending bawa bekal dan duduk-duduk dibangku taman ataupun berpiknik ria dilapangan rumput nya.




      (churros seharga 300yen) ~ pecinta churros 


      (yang gundukan putih ini semacam bounce ball gitu bahannya, sebenarnya khusus buat anak kecil tapi biasanya org dewasa ikutan naik untuk ngejagain batita nya) ada satu area bisa utk anak usia sd.


      (ala-ala Machu Pitcchu)

      (track sepeda )

      (yang merah itu plosotan , orang dewasa juga muat)
       
      Sekian hasil bersepeda 3jam di Showa Memorial Park. Gegara belagu gak pake jaket, malamnya saya masuk angin dan besoknya cuma muter2 sekitar hostel... 
      Jadi be prepare ya kalau berencana bersepeda disini.
      Saya jadi kangen pengen balik lagi habis nulis artikel ini. 
       
      Showa Memorial Park
      Address: 3173, Midoricho,Tachikawa-shi
      Open: 9:30 to 17:00 (March to October) , 9:30 to 18:00 (weekends and holidays between April and September) ,9:30 to 16:30 (November to February).
      Closed: December 31, January 1 and the 4th Monday of February and the following day
      Access: 20 min. walk from JR Tachikawa Station to the Tachikawa Gate. 0 min from JR Nishi-Tachikawa Station to Nishi-Tachikawa Gate.
      Admission: adult 410yen. Children: 80yen
      Website: http://www.showakinen-koen.jp/guide-english/facility-english/
       
       


    • By Gulali56
      Festival Tori no Ichi adalah festival yang dirayakan oleh rakyat Jepang setiap bulan November untuk mendoakan kesejahteraan dan keberuntungan untuk tahun depan. Biasanya dalam setahun, festival ini dirayakan 2 atau 3 kali berdasarkan perhitungan kalender China (tori = ayam). Untuk tahun 2017, Tori no Ichi jatuh pada tanggal 6, 18 dan 30 November.
      Di Tokyo sendiri, ada beberapa lokasi shrine dan temple yang cukup ramai merayakan festival ini. Yang paling ramai terletak di area Asakusa dan Shinjuku.
      Kebetulan tanggal 18 November 2017 kemarin saya menginap di Asakusa, sehingga dapat menikmati keramaian festival ini yang hanya beberapa menit dari lokasi hostel saya menginap.
      Parade di Asakusa sendiri mulai dari depan hotel Richmond yang bersebelahan dengan Don Quijote di Asakusa, bukan parade yang besar. Tapi cukup menarik di lihat. Parade nya dimulai tepat jam 11.45 sesuai jadwal yang ditempel di poster-poster.




      Selesai mengabadikan parade. Saya pun berjalan kaki menuju 2 lokasi Tori no Ichi di Asakusa, yang hanya berjarak 1.5km dari Don Quijote.
       
      1. Ootori Shrine | 鷲神社
      Address: 3-18-7 Senzoku, Taito, Tokyo
      Access: 15 min. walk from Tawaramachi Station on the Tokyo Metro Ginza Line, 7 min. walk from Iriya Station on the Tokyo Metro Hibiya Line

       
      2. Chokoku-ji Temple | 長国寺
      Address: 3-19-16 Senzoku, Taito, Tokyo
      Access: 10 min. walk from Iriya Station or Minowa Station on the Tokyo Metro Hibiya line

      Berdasarkan google maps seperti ini.

      Tidak susah mencari kedua lokasi yang merayakan festival ini, karena disekitar temple dan shrine akan digelar para penjual makanan, snack, dan permainan tradisional dan semakin dekat temple/shrine akan banyak kumpulan penjual Kumade.



      Inilah yang namanya Kumade, yang paling khas dari festival Tori no Ichi.

      Semacam jimat dari dekorasi bamboo untuk menarik keberuntungan dan kesejahteraan kita ditahun depan. Harganya dimulai dari 1,000 yen untuk ukuran sekecil tangan. Dan yang paling heboh bisa mencapai harga jutaan yen.  Kumade sendiri biasanya didekor sedemikian rupa dengan symbol-simbol penarik keberuntungan seperti Maneki neko (si kucing pembawa keberuntungan), Koban (koin oval emas), karung beras, topeng wanita yang melambangkan kebahagiaan dan kemakmuran, warna-warna terang dan kuning yang artinya pembawa keuntungan untuk bisnis, dll . Karena Kumade ini adalah buatan tangan, setiap penjual memiliki design yang berbeda-beda .

      Tradisi nya, setiap tahun orang-orang akan mengembalikan Kumade tahun lalu ke temple/shrine dan membeli Kumade baru untuk tahun depan. Dan tradisinya, Kumade yang baru harus lebih besar dan lebih mahal dari Kumade sebelumnya. Niscaya semakin besar Kumade nya, semakin besar keberuntungan yang didapat. Karena nya kalau mau ikutan beli, belilah dari yang kecil sehingga tahun depan bisa beli yang sedikit lebih besar dan begitu seterusnya.

      Salah satu yang menarik perhatian dalam membeli Kumade adalah Tejime. Yaitu ritual para penjual bertepuk tangan dan berseru-seru setiap kali Kumade terjual. Si pembeli pun ikutan bertepuk tangan mengikuti si penjual.  Ritual ini menandakan  Kumade telah sah dibeli dan diharapkan mendatangkan keberuntungan di tahun depan.
      Ketika pulang, Kumade pun harus dibawa menghadap ke depan agar semua keberuntungan ‘nempel’ ke si empunya Kumade.
      Puas mengitari shrine dan temple di Asakusa, saya pun mencoba ke lokasi berikutnya yaitu di Shinjuku.
      Shinjuku Hanazono Shrine | 花園神社
      Address: 5-17-3 Shinjuku, Tokyo
      Access: 3 min. walk from exit E2 of Shinjuku-sanchome Station on the Tokyo Metro Marunouchi and Fukutoshin lines or the Toei Shinjuku line. 7 min. walk from Shinjuku Station on the JR, Odakyu and Keio lines.


      Kalau saya perhatikan, Shinjuku ini lebih banyak pengunjung western nya. Dari segi besarnya shrine dan antrian orang-orang yang berdoa , lebih banyakan di Shinjuku ini. Hebatnya orang Jepang, antriannya sangat tertib dan dibantu oleh petugas yang memberhentikan antrian setiap kali antrian berada di perempatan jalan, baik jalan raya maupun jalan orang lalu lalang. Antrian ini bisa ber blok blok lho saking panjangnya.
      Tetapi kalau saya pribadi lebih suka jalan-jalan di shrine dan temple seputaran Asakusa, harga makanan pun lebih murah. Untuk waktu nya. Festival ini dimulai dari tengah malam sampai satu harian penuh. Antara siang dan malam, terus terang atmosfer nya beda-beda. Kalau malam, lampion di shrine dan temple akan menyala sehingga suasana semakin meriah. Berhubung (lagi2) kamera HP saya made in Taiwan pabrikan indo, tidak ada sinar matahari ya semakin challenge mengabadikannya. Jadi saya lebih prefer mendatangi festival ini disiang hari.
       
    • By Rawoniste
      Tanggal 20 Oktober kemaren saya explore sekitaran Banyuwangi. Tujuan utama snorkling di pulau menjangan. Gara2 baca FR nya mbak Ika, Saya jadi semangat. Tidak bisa berenang bukan alasan untuk tidak mencoba kan ? Hahahaha. Ini pertama kalinya saya mencoba snorkeling jadi ngeri2 sedap .
      Perjalanan Naik kereta api Hari kamis sore nyampe di statsiun Gubeng jam 6 pagi. Karena Jemputan ke Banyuwangi jam 11 malam, Saya exploration Surabaya dulu. Saya pun berangkat ke Pantai Kenjeran Naik Grab . Ternyata ini tempat sudah hilang pamor bersaing dengan tempat wisata lainnya. Padahal kalo saya bayangkan ketika habis di bangun, pastinya ramai sekali. Karena difasilitasi dgn baik oleh pengembang. Pantai nya emng tidak Ada indah2nya . Saya pun mulai menjelajah sudut2nya. Panasnya udara Surabaya tidak menyurutkan Saya untuk jalan2 disini. Cukup supprise jg, ternyata banyak kelenteng Dan bangunan nuansa china disini. Masih terawat Dan Masih dipake buat sembahyang . 
      Ada patung dewi kwan in persis di bibir pantai, tapi harus masuk kelenteng dulu. 
      Ada patung dewa china 4 muka, Ada jg bangunan gede yang seperti Pagoda (Saya jadi ingat, ini bangunan tempat menyekap siluman ular putih di film white snake ) 
      Lapaaar..... clingak clinguk sepanjang jalan banyak yg jusl Lontong kupang .Apaan itu ? Saya pun mendekat. Oh ternyata itu lontong yg diguyur dgn kuah butek kupang cilik (kerang) lumayan lah cuma 8k, sayapun pesen lontong balap jg 10k, sate kerang 8K
      Ada Atlantis land yang sepertinya tutup, jg Ada komplek waterboom yg sepertinya lagi renovasi jg. 
      Teman saya ngebet renang, geser sedikit ketemu kenjeran water park. Tiket cuma 10k 
      Cape main disini, Saya pun pesan grab lagi untuk pulang ke penginapan.  Karena hanya transit doang, Saya pun nyari yang semurah2 mungkin sekedar buat istirahat Dan Mandi sejenak  hahaha. Tidak salah transit di Loxy Inn jln Embong Kenongo. Karena meskipun murah cuma 135k kamar nya bersih, tidak kecium bau2. Kamar Mandi share tapi bersih Dan tidak bau jg. Free wifi Dan free kopi/teh sepuasnya . Ada dapur jg yg bisa dipake . Deket dengan Tunjungan Plaza tinggal jalan saja. 
      Mandi, istirahat sejenak, pesen go food karena udah males gerak lagi, jam 10 malam Saya cabut ke statsiun Gubeng sebagai titik mepo 
      Selama perjalanan Saya tidur saja di jok belakang , jauh jg surabaya-banyuwangi itu. Kurleb 7 jam 
      Itin nya ternyata tdk sesuai jadwal, tapi bodo amat karena cuma ngerubah kunjungan saja. 
      Kunjungan pertama adalah Taman Nasional Baluran Savanna Bekol. Keren kalo di kunjungi di musim kemarau karena rumput kering nya itu serasa afrika sekali. Ya disini bisa puas2in poto bagi penggemar selfie, tidak Ada yg bisa di explore lebih jauh Demi keamanan. Konon suka Ada macan jg. Cukup keren view nya !! 
      Disini disediakan pondok penginapan jg. 
      Ada yang unik dari Baluran ini, ketika di perjalanan yang sepanjang jalan kering kerontang,Ada spot yang sangat kontras ! Semua tumbuhan Dan pohon disana hijau lebat .hah ? Katanya dibawah tanah Ada aliran sungainya. Mini hutan inj disebut evergreen. Kalo dipoto via drone bakal kliatan kontras nya. 
      Puas poto2 disini Saya menuju ke watu dodol. Tempat untuk menyebrang ke pulau menjangan tsb. Horeeee...
      Kesiangan jg sebenarnya, karena jam 12an baru snorkling nya. Kebayang Kan panas nya. Tapi siapa takut semua pada semangat. Oles sunblock tebal2 tapi tetep hasilnya gosong hahahaha. 
      Byurrr...... Karena pemula Dan tidak bisa renang jg meskipun pake pelampung, Saya tidak bisa leluasa . Cuma "nangkuban" saja gak sampe nyelam. Mungkin suatu saat nanti saja dah . Kitapun pindah2 spot , Ada spot yg cukup ngeri karena ombaknya lumayan gede. Saya tidak berani turun .
      Puas snorkeling, Kita merapat ke pulau menjangan nga. Makan Siang disana. Dan tampak menjangan2 kluyuran bahkan Ada yang main di Pantai segala.
      Mari pulang..... Menjelang sore angin Makin kenceng Dan OMG ombak nya mulai gede. Sampe pada basah kuyup semuanya "disapu" ombak 
      Abis bersih2, istirahat .... Yey makan lagi! Entah kenapa selama trip in Saya males bgt buat makan, bawa cemilan dari rumah 90% dihabisin teman saya. Tapi beruntung sehat2 saja. 
      Jam 7an, Kitapun menuju penginepan . Diperjalanan guide ngajak berkunjung ke festival coffin Osing Kemiren, Saya ok saja karena percuma tidur jg, soalnya jam 11 malam udah harus bangun untuk hiking ke gunung ijen. 
      Berada di pinggiran ini festival rame sekali dgn pengunjung , Desa Osing dijadikan desa wisata budaya. Meskipun tidak sekeren desa penglipuran di Bali. Tapi jejak rumah traditional nya masih ada dempetan dgn rumah modern. 
      Peran serta masyarakat sangat tinggi, mereka gelar tikar, kursi Dan meja dikeluarkan sbg tempat nongkrong pengunjung. Kita tinggal nyari tempat kosong, duduk2 Dan tadaaaa..... Makanan langsung di sediakan tentunya kopi jg. Semuanya gratis. Saya cukup kaget jg waktu lihat cemilan2nya itu, lha di Bandung jg banyak yg seperti itu, Mana yg ciri khas nya ? Tidak Ada sama sekali! Cuma beda nama saja x yah. Ada lepeut,ciu,tape ketan,Dan yg gak saya tau namanya. Tapi semuanya tidak asing. Barulah tour leader Saya nyeletuk konon dulu Raja Pajajaran "menaklukan" wilayah ini , jadi budaya sundanya emng kental . Termasuk pakaian jg, emak2 msh Ada yg pake kebaya, laki2 pake pangsi hitam . Oh begitu.... 
      Beres ngopi gratis kita cabut penginapan Dan akan di jemput jam 11:30 .
      Lumayan lah tidur sejam sampe stel alarm 
      Di Mobil Saya berusaha lanjut tidur lagi, tapi ya begitulah 
      Nyampe Paltuding sbg titip pertama pendakian, udah rame banget Kaya pasar malam. Loket baru dibuka jam 2 malam. Jadi tidak boleh ada yg masuk termasuk para penambang belerang jg. 
      Minum teh hangat dulu, ke toliet dulu yg antriannya bikin kebabayan hahahaha.
      Hayuuu nanjak! 
      Eh buseet dari spot awal langsung nanjakkkkk tidak Ada yang datar samasekali. Ini baru ngeh kalo pas turun. Karena suasana gelap waktu naik Secara jam 2an hiking nya jadi tidak begitu nyata.(untung nya nanjak gel2an) 
      Jalannya lebarr Mobil jg bisa masuk udah seperti jalan raya saja, cuma tidak beraspal . Sepanjang jalan banyak yang nawarin ojek angkut , bkn ojek yg sebenarnya itu gerobak yg di dorong. Gak tau bayar berapa karena ada jg yg tidak kuat nanjak yg pada ahirnya Naik ojek tsb. Hiking kurleb 2 jam sampe lah pada ujung kawah, Saya pun turun ke bibir kawah tempat si api biru tersebut. Banyak yang urung turun karena mereka mikir naiknya gimana , takut tidak kuat . Jalan curam berbatu2, desekan Dan papasan jg dgn penambang belerang. Harus hati2 ! Yey ahirnya bisa lihat blue fire jg, rada kurang bagus karena tebalnya asap belerang mengaburkan warna birunya. Puas memandang blue fire, Saya pun cabut. Berangsur2 terang padahal baru jam 4an subuh tanpak birunya kawah samar2. (Kirain tdk Ada danau kawah nya) Saya pun ahirnya nunggu sampe terang buat take poto. 
      Kameran HP tidak berkutik ngambil gambar blue fire hahahaha. Biarin lah yang penting bisa lihat dgn Mata kepala sendiri. 
      Puas poto2 Saya pun turun buat pulang.
      Nyampe penginepan bersih2, packing Dan akan dijemput jam 10an. 
      Nyampe Surabaya jam 8an malam, Saya pun balik pengiepan loxy inn lagi . Pesen go food .... Tidur pulas banget. 
      Bangun tidur nyari sarapan, googling yg deket bubur 3 rasa, eh pas didatangin bubur nya Blum ready, pesen telor jg tdk Ada. Serius nig yg jualan ? 
      Karena jam kepulangan KA jam 7 malam, udah males jg keluyuran di luar yang panasnya bikin meleleh. Kita ngeMall saja di Tunjungan. Backpac Dan dus2 oleh2 dititip dulu di penginapan. Gede jg yah Tunjungan Plaza yang sekarang. Terakhir kesini Masih kecil. Karena Jalan di mall jg tetep kringetan, ahirnya ngadem saja di XXI nonton film Geostrom . Baru jam 3an ngapain lagi yah, pas jalan liat resto TaWan Dan yg kebayang Bubur nya itu. Kitapun mampir situ cuma pesen bubur 1 mangkok di bagi 2 plus teh doang Hahahahaha,  soalnya antara lapar ato ngak, numpag nongkrong doang sampe jam 5. 











    • By val_3373
      Hi Jalan2ers
       
      Kali ini ingin membagikan sedikit pengalaman sewaktu jalan2 ke Eropa bulan July 2017 kemaren, kalau dibuat dalam 1 FR puanjang banget deh hahahahaha karena aku pergi selama 21 hari..... Jadi kali ini aku ingin membagikan pengalaman saat ke Itali. Saat bicara tentang Itali, yang muncul pasti Roma, Venezia(Venice), Milan, Pisa tapi kali ini aku ngga akan membahas kota2 tersebut walaupun aku juga pergi ke sana. Aku ingin membagikan pengalamabn pada saat berkunjung ke Cinque Terre. Ada yang sudah pernah mendengar nama Cinque terre?
      Cinque Terrre adalah 5 desa yang berada di Itali Utara yang sangat indah yaitu Riomaggiore, Manarola. Corniglia ,Vernazza dan Monterosso. Sebenernya untuk ke Cinque Terre bisa dengan menggunakan kereta api melalui kota La Spezia, dikarenakan kami sudah menyewa mobil dari Roma untuk 5 hari selama di Itali jadi kami memtuskan untuk ke Cinque Terre dengan bawa mobill sendiri. Sangat tidakdisarankan untuk membawa monil sendiri karena jalanan yang sempit, terjal dan penh jurang. saat kami pergi saja kabut turun sangat cepat sehigga jarang pandang sangat terbatas, hampir tidak bisa melihat jalan sama sekali sedangkan samping kiri/kana adalah jurang yang terjal, huft lumayan spot jantung juga hahahahahaa. Selain itu spae parkir juga terbatas di tiap desa dan kita harus berjalan cukup jauh dari tempat parkiran ke tengah desanya. Jika naik kereta api bisa langsung sampai di tengah desa.
      Dikarenakan cuaca yang tidak mendukung, maka kami hanya bisa pergi ke 3 desa saja yaitu Monterosso, Vernazza dan Riomaggiore. Perlu stamina yang cukup baik untuk ke sini karena kita akan trekking naik turun  melewatin bangunan/rumah yang berwarna warni di sini.
       
      Monterosso adalah desa pertama yang kamikunjungi, daerahnya landai sehingga tidak terlalu menguras energi untuk ke sini. Lami hanya mengeluarkan uang sebesar Euro 15 untuk biaya parkir selama 2 jam di sini.

       
      2. Vernazza
      Perjalanan dari Monterosso ke Vrnazza dengan menggunakan mobil sekitar 30 menit dikarenakan jalanan yang sempit dan terjal serta kabut sudah mulai turun dan sangat pekat karena cuaca hujan gerimis saat itu.
      dari tempat parkir mobil, kita harus berjalan kaki selama 15 memit dengan jalanan yang menurun tajam... hahahaha perginya enak karena menurun pulangnya lumayan menanjak. Desa ini lumayan naik turun tidak seperti monterosso yang landai, sehingga lumayan menguras energi sehingga kami memutuskan untuk menikmatin makan siang di sini yaitu Pizza... hahahahhaa . Setelah kenyak, kami meneruskan perjalanan ke desa selanjutnya....

      3. Riomaggiore
      Dari Vernazza ke Riomaggiore memakan waktu sekitar 45 menit, kabut semakin tebal dan sudah mulai gelap sehingga kami sangat berhati2. Riomaggori lebih besar dibandingkan dengan 2 desa yang sebelumnya dan tersedia gedung untuk parkir mobil. desa ini sangat terjal sehingga trekkingnya lumayan menguras tenaga, naik turun melalui lorong2 sempit rumah2 warna warni

       
      dikarenakan cuaca yang tidak mendukung karena kabut di jalanan semakin tebal, maka kami memutuskan hanya berkunjung ke 3 desa saja.. jadi ada alasan untuk kembali berkunjung ke Cinque Terre... hehehehehee
      Salam jalan2...