Sign in to follow this  
Followers 0
anna22

Winter in Japan : Last Destination

9 posts in this topic

_SAM0007.thumb.jpg.dc9834ba5b4acd87abd90460885a1cb0.jpg

Finally, FR terakhir mengenai perjalanan musim dingin di Jepang Feb 2017.

Sewaktu menyusun itin, pertamanya ingin ke Izu, Kawazu karena sudah mulai Sakura Festival. Ini kotanya dekat dari Tokyo, sekitar 2,5 jam berkereta dan tercover JR pass. Tapi mengingat saya pulang dari Kansai Airport, kok kayaknya capek yah bolak-balik. Jadi berpikir lagi, kira-kira tempat apa yang dekat dari Osaka dan tercover JR Pass. Akhirnya terpilihlah Hiroshima dan Miyajima Island. Kenapa kesana? Pertama memang penasaran dengan kota Hiroshima yang pernah dijatohi bom atom dan adanya keterkaitan sejarah dengan Indonesa. Kalo Miyajima Island dipilih karena deket sama Hiroshima dan terkenal dengan floating tori (baca:gerbang kuil yang terlihat seperti mengapung).

Salah satu pengalaman terbaik selama di Osaka adalah gw mendapatkan guesthouse yang oke banget hanya dengan 1500 yen/malam (female dorm). Namanya adalah Kintetsu Friendly Hostel yang dekat dengan Tennoji Subway dan JR station. Ini hostel bersih banget, modern, toilet dan shower room banyak, make up room luas dan sangat dekat dari stasiun dengan lingkungan yang nyaman karena berada di Tennoji Park dan Zoo. Sayang kurang punya waktu untuk eksplor...

Oke back to topic, di tanggal 14 feb hari terakhir yang bertepatan dengan hari valentine (pantesan kok banyak jualan coklat yaaa di sekitaran stasiun, baru sadar haha), gw pun keluyuran sendirian ke Hiroshima dan Miyajima. Jam 6 udah keluar hostel biar lgsg menuju Shin-Osaka JR stasion dan naik kereta shinkansen pagi ke Hiroshima. Belum reserved seat karena mikirnya lgsg aja di stasiun toh cuman jalan sendiri jadi pasti ada seat lah. Dan bener aja kereta pagi itu ga rame2 amat dan lebih banyak turis asing yang rame-rame. Gw liat ada beberapa grup gitu. Bukannya geer yaaaa..tapi sepanjang jalan gw berasa diliatin karena pake jilbab dan jalan sendirian haha

Selain naik shinkansen sebenarnya bisa juga menggunakan bus umum (seperti willer express dkk). Durasi perjalanan sekitar 1,5 jam tapi ga berasa sih. Pas nyampe Hiroshima Station (yang cukup luas juga), gw menyempatkan diri ke bagian reservasi untuk memilih tempat duduk kereta pulang. Setelah itu, langsung menuju information center buat nanya2 dan ngambil brosur. Oiya, kalo pakai JR pass, kamu bisa naik bus gratis lho untuk keliling Hiroshima. Ada dua rute, tinggal pilih mau yang mana. Pokoknya Hiroshima ga ribet lah. Kalo pakai JR pass, masuk bus dari pintu depan dan supir akan meminta kita menunjukkan jr pass kita lalu doi foto (iyaaa difoto pake pocket camera gitu).

Destinasi pertama gw adalah Peace Memorial Park, ada beberapa hal yang bisa dilihat yaitu A-Bomb Dome. Jadi ini sisa-sisa reruntuhan salah satu gedung yang pas bom atom dijatuhkan masih berdiri sampai saat ini. Terus juga adalah Children’s peace monument, ini dibangun untuk mengenang anak-anak yang menjadi korban bom. Lanjut jalan ada Hiroshima Peace Memorial Museum. Biaya masuknya cuman 200 yen. Disini ada benda-benda peninggalan atau saksi bisu dari tragedy bom atom dan juga foto2 yang sebenarnya membuat perasaan campur aduk antara haru, sedih, dan ngeri. Serunya di beberapa bagian, ada volunteer yang kebanyakan sudah nenek2 kakek2 bertugas menjelaskan benda2 atau gambar2 yang ada disana. Di salah satu foto yang lumayan besar, saat gw membaca deskripsinya, seorang nenek volunteer bertanya “Japanase?” dan gw jawab “No…no”. Dia nanya lagi “Where are you come from?” (iya volunteer ini jago bahasa Inggris untuk sekedar menjelaskan dan bercakap2 sederhana) gw pun bilang “Indonesia”…Nenek “Oooh..Indonesia…” dan dia pun mulai menjelaskan tentang foto tersebut. Ceritanya sedih banget pokoknya dengan suara si nenek yg lirih dan tanpa sadar gw menitikkan air mata (sumpah beneran). Ini sebenarnya jadi pemikiran gw sendiri sih..pada intinya Indonesia kan bisa menyatakan kemerdekaannya saat kedua kota di Jepang yaitu Hiroshima dan Nagasaki dibom. Jepang yang sedang panik membuat pertahanan di Indonesia melemah. Peluang inilah yang diambil bangsa Indonesia untuk kuat dan berani memerdekakan diri dari penjajahan Jepang. Tapi di sisi lain, korban bom atom ini menyisakan penderitaan yang luar biasa. Meski Jepang dengan cepat bangkit dan justru menjadi salah satu Negara maju. Yaah begitulah...

_SAM0007.thumb.jpg.dc9834ba5b4acd87abd90460885a1cb0.jpg

_SAM0023.thumb.jpg.6d8c92df07c77411e64b743b687aedcc.jpg_SAM0027.thumb.jpg.df1a777d46377a70202abf1547a00003.jpg20170214_105031.thumb.jpg.01d501af113daab2876365d4cb4eb01c.jpg20170214_110735.thumb.jpg.48f51bcb4714ca10836c22112355ecdc.jpg20170214_112105.thumb.jpg.4a529a7669ad665b051ebc8bdea428aa.jpg20170214_113507_Pano.thumb.jpg.9cab620a86e1e874c1f176dd15739f8e.jpg

Kalo yang suka wisata sejarah, wajib deh kesini. Nah tadinya gw berencana ke Hiroshima Castle tapiiiii karena udah siang, gw memilih lanjut ke Miyajima Island. Balik lagi ke Hiroshima Station untuk menuju Miyajimaguchi dengan naik JR sanyo line selama 30 menit (tercover JR pass). Setelah sampe, jalan sedikit menuju pelabuhan untuk naik ferry selama. Kalau bingung ikuti saja orang-orang karena pasti sebagian besar akan ke Miyajima Island.  Ada dua ferry, satu yang JR, satu lagi non JR. Tentu saja gw pilih yang JR biar tercover. Harganya sih sebetulnya lumayan murah yaitu 180 yen sekali jalan. Lamanya ferry menyebrangi laut sekitar 10 menit .

Selama ini disini, gw cuman sempet ke Itsukushima shrine dan melihat floating torii. Nah kalau lagi surut, kita bisa turun lho mendekati di gerbang kuil ini. Tapi sayang, pas gw kesana masih pasang lautnya. Apa yang gw lakukan disana menikmati pemandangan dan keluar masuk toko sama nyemil2. Ini surga jajan dan bahaya bagi pecinta jajan seperti gw hahaha… mana belom makan siang lagi. Sebenarnya masih banyak lho atraksi wisatanya di Miyajima tapi berhubung waktu terbatas dan kondisi fisik gw akibat jatoh masih belum baik, jadi gw pun memilih pulang kembali lagi ke Hiroshima Station.

_SAM0032.thumb.jpg.037af6d2f4105ae3b61d3e6e2d3c5045.jpg_SAM0037.thumb.jpg.53430ba482289e35a8755b59a25d21fd.jpg_SAM0065.thumb.jpg.1a4065d49709bf2546f5b3f57e691b4c.jpg_SAM0072.thumb.jpg.6e5f822846e858e70526a7be5362a711.jpg

20170214_135202.thumb.jpg.5255b2e9391e0c13bad57907ca487714.jpg20170214_142734.thumb.jpg.b7972949093f8a98c2734daba279a830.jpgcollage2.thumb.jpg.ce581ffb7df4afd286ea3a1786c7b4bd.jpg

Masih ada waktu 1 jam menunggu Shinkansen kembali ke Osaka, gw pun makan sore onigiri dan lagi2 diliatin orang2 pas nunggu di ruang tunggu yang sebagian besar orang Jepang. Kayaknya jarang banget liat orang Indo atau yang pake jilbab kayak gw. Yaah gw mah cuek aja sambil ngabisin 2 biji Onigiri.

Sehabis dari Osaka, gw lgsg ke Shinsaibashi Shopping street untuk nyari oleh2 dan juga belanja2 (hehe). Dan gw baru sadar kalo winter itu toko2 lebih cepet tutupnya jadi jam 9. Tapi ada juga sih yg 24 jam kayak Don Quixote (supermarket lengkap mirip Mustafa di Singapura) dan Matsumoto Kiyoshi (drug store lengkap). Tapi gilaaa yaa padahal udah jam 10 malam, itu di Don Quixote masih rame aja, mana gang2nya sempit banget lagi dengan orang2 belanjaannya segambreng. Padahal gw cuman beli beberapa jenis kopi aja huh..tapi yaa kapan lagi dan harganya murah kalo disini.

20170214_204923_HDR.thumb.jpg.14d12c0420a8d5a060a2a4498c85e3a2.jpg

Oiya gw ga sempet jalan2 di daerah namba dan dotonburi ini karena udah pernah pas tahun 2015 ke Jepang..bahkan sampe bolak balik 2 kali ke daerah ini..jadi cuman numpan lewat aja deh kali ini. Jam 11 malem pun gw baru balik menuju Hostel..udah sepiii banget dan untungnya masih dapet kereta. Begitu nyampe hostel, lgsg tepar dan tidur. Packing besok subuh aja karena udah ga sanggup hahaha..

Yaaah sekian FR perjalanan Winter di Jepang ini…mohon maaf kalo ga seru atau kurang informatif atau fotonya2 ga bagus. Gw doakan teman2 yang niat ke Jepang semoga kesampaian dan teman2 yg ingin balik lagi ke Jepang juga tercapai hehe..

Kalo butuh informasi bisa dm ato komen lgsg disini yaa :)

“mata ne” (baca: sampai jumpa) ^^

 

 

collage.jpg

betmen and kyosash like this

Share this post


Link to post
Share on other sites

masih aja ada yang kasih makan rusa yah, padahal dilarang , btw nice share :rate  

Share this post


Link to post
Share on other sites

mantap FR jepangnya, semoga bisa menjadi panduan saya yang mau ke singapore........ lho :tersipu

sudah saya catat point2 penting, untuk next ke jepang

@anna22, bikin footer dong di profilenya, jadi kita bisa klik perjalanan ke jepangnya

Share this post


Link to post
Share on other sites
2 hours ago, kyosash said:

masih aja ada yang kasih makan rusa yah, padahal dilarang , btw nice share :rate  

Iya selalu ada yg ngasih makan..mungkin terlalu gemes hehe

Makasih sudah mampir baca @kyosash :senyum

Heny Suparno likes this

Share this post


Link to post
Share on other sites

untuk yang  suka sejarah destinasi ini oke, kyk ke vietnam tuh semua tournnya mewajibkan mampir di museum byk foto2 mengerikan gitu pas perang

57 minutes ago, betmen said:

mantap FR jepangnya, semoga bisa menjadi panduan saya yang mau ke singapore........ lho :tersipu

sudah saya catat point2 penting, untuk next ke jepang

@anna22, bikin footer dong di profilenya, jadi kita bisa klik perjalanan ke jepangnya

@betmen bikin footer foto gimana ya caranya? terakhir ak bikin fr krn takut ga mudeng jd tiap cerita apa ak ksh foto dibawahnya terus baru cerita lagi.

Pas mau upload kan pilih foto terus mau kasih footernya gmn?

Share this post


Link to post
Share on other sites
57 minutes ago, betmen said:

mantap FR jepangnya, semoga bisa menjadi panduan saya yang mau ke singapore........ lho :tersipu

sudah saya catat point2 penting, untuk next ke jepang

@anna22, bikin footer dong di profilenya, jadi kita bisa klik perjalanan ke jepangnya

Siiip mas @betmen tapi saya belum tau caranya nih gmn yah bikin footer..maklum masih newbie hahaha 

Nanti deh saya coba2...makasih yaa sudah mampir baca dan atas sarannya :senyum

Share this post


Link to post
Share on other sites

@anna22

maksudnya Signature kayak yang di postingan saya ini (dibawah), nanti kalau post kamu minimal 50, baru bisa bikin Signature, masuk ke Profil dan Edit Profil :) 

Share this post


Link to post
Share on other sites

@deffa oooh gituu..waah masih harus rajin posting kalo gitu hahaha..makasih mas infonya hehe

Share this post


Link to post
Share on other sites
12 hours ago, anna22 said:

@deffa oooh gituu..waah masih harus rajin posting kalo gitu hahaha..makasih mas infonya hehe

yap itu di bawah nama kamu ada jumlah posts nya sekaranng udah 31 dikit lagi @anna22

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now
Sign in to follow this  
Followers 0

  • Similar Content

    • By Willy christian
      Haloo saya cari temen backpacker ke jepangg mungkin ada yg berminat? Untuk tanggal kita diskusi lagi nanti.. hub aku 0811162727
      terima kasih
    • By febys
      disini ada yang mau jalan2 ke jepang bulan januari/februari terserah tahun 2018 nanti??
    • By Melyy
      Hi, Semua...
      Salam kenal..
      Saya berencana untuk ke japang akhir tahun ini.
      8 hari disana, flight dari jakarta ke osaka, pulang dari tokyo.. Any recomendation untuk hotel/hostel, transport, dll?
      Thanks a lot :)
    • By Gabriella Vania Wijaya
      Jadi, sekitar sebulan-an lagi bakalan ke Jepang for the second time! (yang sebelumnya acara kuliah gitu hehe ..)
      Karena sibuk banget sama persiapan ujian akhir semester, plus papa mama baru pulang dari trip, jadi baru tadi bikin visa. padahal tinggal sebulan lagi berangkatnya 
      Nah, ini aku mau sharing tentang visa Japang yaa hehe
      Bikin visa Jepang itu gampang banget, isi form + lengkapin data-datanya, tinggal ikutin aja kayak post yang di share kak @deffa  
      Terus, buat kalian yang bakalan pakai AirBnb buat accommodation di Jepang, dont worry 
      Karena, sekarang its acceptable! jadi di bagian Accomodation tulis aja nama HOST, nomer telpnya, dan alamat tempat kalian tinggal, trus kasik keterangan kalau itu AirBnb 

       
      Terus, kok bisa dapet FREE Japan Visa?
      hehe, khusus buat MAHASISWA diploma / S1 / S2 FREE visa  dengan mentandatangani surat pernyataan hehe. 
      cuma perlu photocopy kartu tanda pelajar aja kok hehe, trus tanda tengan form 
      yuhuuu, lumayan lohh 


      Hehehe sekiaann 
       
      for my article in english http://bit.ly/JapanVisaforFREE
       
    • By anna22

      Huaaaah…lumayan jauh yaa jarak antara FR yg sebelumnya dengan yg ini…maaafkan..maklum lg sibuk mencari pundi2 emas demi trip selanjutnya hahaha
      Baiklah..next destination adalah daerah Gifu, yaitu Takayama, Shirakawa-Go, dan Kanazawa. Dari Sapporo menggunakan pesawat Skymark Airlines menuju Chubu Airport (Nagoya). Oiya Skymark ini merupakan pesawat LCC yg memberikan bagasi 20 kg lho dan harganya masuk akal. Jam 11 siang sampai di Chubu Airport, pengambilan bagasi termasuk cepat dan langsung naik kereta khusus Airport-Nagoya Station, yang nantinya jalan sedikit ke JR Nagoya Station untuk naik Wide View Hida Train (tercover JR Pass). Karena gw pengen cepet sampe Takayama, gw naik kereta tanpa reservasi karena sudah ga ada waktu lagi. Setengah berlari sambil geret koper, gw masuk gerbong apa aja yang penting masuk dulu dan pas banget, begitu masuk lgsg deh pintu keretanya tutup. Ternyata keretanya penuh, bahkan sudah ada bbrp orang yang berdiri, gw pun ikut berdiri selama berapa lama???? 2 jam..pegel2 deh..eh tapi sebenarnya gak terlalu kesel sih…kenapa??? karena gw bisa liat pemandangan yang baguuuuus banget selama perjalanan. Makanya kenapa kereta ini dinamakan Wide View Hida karena jendelanya terbilang besar sehingga penumpang bisa menikmati pemandangan yang sebagian besar masih asri dan berupa pedesaan serta hutan dan bukit. Karena musim salju, disinilah pertama kali gw melihat salju turun (karena di Sapporo sama sekali ga pernah kena hujan salju). Intinya ga kerasa deh selama 2 jam. Nah pas di Gero Station, orang2 banyak yang turun, gw pun kebagian tempat duduk. Lumayan 30 menit lagi bisa menekukkan lutut, walaupun tulang ekor gw agak gak nyaman kalo nyender
      Menjelang sore, gw pun sampai Takayama disambut hujan salju yang makin lama makin deras. Sebelum menuju Guesthouse, menyempatkan diri ke terminal bus yang ada di sebelah stasiun untuk reservasi tiket bus besok ke shirakawa-go dan lusa dari shirakawa-go ke kanazawa. Petugasnya bilang kalo tiket bus ke shirakawa-go udah full untuk yang reservation. Tapi ada tiket open seating dimana kita bisa bebas naik yang jam berapa aja (dikasih jadwalnya, busnya ada per 2 jam) dan tinggal antri. Kalo penuh, berarti tunggu bis berikutnya. Abis beli tiket dan beli nasi instan sama cemilan, gw pun menuju J-Hoppers Takayama GH. Cuman jalan 5 menit sebenarnya kalau ga pake geret2 koper di atas tumpukan salju dan hujan2an salju. Begitu check-in, gw leyeh2 bentar dan memutuskan untuk ke kitchen karena laper. Masak mie instan deh, makan pakai nasi +abon ;p
      Pas lagi makan, ada cewek Jepang gitu panggil saja dia Daisy (emang ini beneran english name-nya), tadinya dia ngobrol sama salah satu guest (cowok, entahlah dari mana). Tapi tiba-tiba si Daisy ini ngajak ngobrol dengan bilang kalau dia sering lihat beberapa tamu dari Indonesia bawa abon. Ternyata Daisy itu adalah part time staff di GH ini untuk belajar Bahasa Inggris. Aslinya dia Suster di Rumah Sakit Takayama. Pantas aja dia nongkrong di kitchen dan ngajak ngobrol orang-orang. Di akhir percakapan, gw tawarin lah yaa si abon, dan dia bilang enak. Gw tawarin pula sambel sachet, yang akhirnya Daisy ngasih gw matcha latte sachet :)
      Oiya, pas check in, gw dikasih tau sama staf kalo ada winter illumination di Hida Folk Village. Akhirnya gw dan temen2 memutuskan kesana. Naik bus dari terminal bus yang sama dan disana sudah ada beberapa turis yang menunggu (dinginnya entah kenapa lebih dingin daripada Sapporo, rasanya pengen cepet2 naik ke dalam bus). Harga tiket bus one way adalah 210 yen. Sedangkan tiket masuk Hida Folk Villagenya 300 yen. Di dalam disediakan the panas dan sake panas. Gw nyoba teh panas karena kedinginan parah tapi rasanya aneh banget. Kami ga lama-lama disana karena takut ketinggalan bus terakhir dan temen2 gw pengen makan sedangkan resto2 gitu kebanyakan udah tutup jam 9. Apa sih Hida Folk Village itu, jadi ini semacam museum rumah-rumah tua (gassho-Zukuri House). Nah sewaktu winter, museum ini buka di malam hari dengan diberikan pencahayaan yang indah. Jadi kalo misalnya tidak sempat ke shirakawa-go, bisa deh kesini untuk mengetahui rumah2 gassho-zukuri yang memang khas banget.


      Malam ini adalah malam terakhir gw bersama teman-teman, karena besok kami punya rencana sendiri2. Besok dimulailah solo trip :)
      Sebelum gw berangkat ke Shirakawa-Go, gw menyempatkan diri jalan-jalan sekitar Takayama. Ternyata hari itu, salju pun masih turun dan terpaksa gw beli payung yang akhirnya menjadi salah satu aksesoris dalam berfoto hehe. Tadinya gw masih pengen keluyuran karena Takayama ini indah banget dan banyak jajanan hahaha…tapi hari sudah semakin siang dan gw ga mau terlalu sore/malam sampai di shirakawa-go.


      Akhirnya gw memutuskan naik bus jam 13.30. Sekitar jam 15.30 gw pun sampai di Shirakawa-go. Begitu turun lgsg menuju bagian informasi untuk lapor bahwa gw akan menginap di Furusato (salah satu gassho-zukuri house yang dijadikan penginapan) sambil bertanya arah jalannya. Ternyata rumahnya itu berada paling ujung desa ini, yang cukup jauh, kalo kata ibu petugasnya sih 15 menit jalan kaki hahaha. Si ibu ini berkali-kali bilang Ganbatte! yg artinya semangat yaa. Hari itu di shirakawa juga turun salju cukup lebat sehingga jalanan tertutup tumpukan salju dan menyulitkan gw saat menyeret koper jadi tambah berat. Sepanjang jalan gw diliatin sama turis2 karena mungkin jarang yang bawa koper dan menginap disana. Pantes aja si ibu petugas berkali-kali bilang ganbatte, karena Furusato ini lumayan jauh dan agak menanjak serta berada di jalan kecil. Akhirnya gw pun sampai dan disambut oleh bapak tua (ga tau namanya), yang ramah dan sedikit bisa berbahasa Inggris. Dia pun membantu mengangkat koper gw ke dalam kamar. Setelah itu, gw diajak berkeliling rumahnya dan memberitahu letak toilet (thanks god its modern toilet), kamar mandi, dan tempat minum tes/kopi. Sebenarnya, penginapan menyediakan makan malam dan sarapan. Namun karena di email reservasi gw menuliskan memiliki food restriction (halal, non alcohol, dll). Akhirnya penginapan memutuskan untuk tidak menyediakannya. Tentu saja harga yang diberikan hanya harga kamar (jadi sedikit lebih murah). Lalu, gw makan apa buat dinner, tentu saja pop mie+nasi instan+abon (lagi2).

      Setelah leyeh-leyeh 15 menit, gw memutuskan untuk keluar jalan-jalan. Padahal itu udah jam 5 sore dan sudah agak gelap serta udah sepi pengunjung. Rencananya gw mau ke shiroyama point untuk lihat pemandangan yang paling diari-cari orang kalau ke shirakawa-go. Sebenarnya ada shuttle bus, tapi karena sudah sore, saya pun terpaksa jalan kaki sekitar 20 menit (jalan lambat banget karena takut kepeleset). Jalan ini jalan setapak yang kiri kanannya pohon pinus tinggi serta agak menanjak. Walaupun dingin karena lumayan mendaki, gw sempet loh berasa keringetan dan gerah hahahaha. Akhirnya sampailah gw ke puncak ini, sayang karena udah sore menjelang malam dan juga hujan salju yang cukup deras, pemandangan desa shirakawa ini kurang terlihat jelas. Tapi gw cukup puas hehe. Setelah foto-foto dan selfie sana sini, gw pun memutuskan kembali turun karena sudah mulai gelap karena sepanjang jalan setapak itu tidak ada penerangan sama sekali dan juga karena gw jalan sendirian jadi takut kalau ada apa2. Di sepanjang jalan turun ternyata masih ada aja loh beberapa orang yang naik dan mereka selalu nanya “masih jauh ga sih???” Gw bilang aja “Deket kok..semangat yaaaah” padahal mah hmmm lumayan masih jauh hihiihi

      Sepanjang jalan pulang ke penginapan, gw cuman melihat beberapa orang yang sebagian besar penduduk desa. Memang bener yah..berasa beda ketika siang (banyak turis) dan malam (sepi tapi menyenangkan). Menurut gw sih ini pengalaman paling mantap selama di Jepang :)
      Begitu gw sampe Furusato, host gw menawarkan untuk mulai mempersiapkan kasur. Gw iyain aja karena sudah lelah dan pengen tiduran. Sebelum ini gw makan malem dulu. Di kamar sebelah terdengar tamu lain sedang makan malam yang disediakan oleh penginapan (jadi mupeng huhuhuhu). Oiya tidur disini berasa banget kayak di film2 Jepang, beralaskan tatami, menggunakan kasur dan selimut tebal serta pakai kimono (disediakan lho). Sumpah tebel banget selimutnya dan berasa berat dan hangat banget. Peraturan penginapan ini adalah kalau malam, penghangat ruangan harus dimatikan (katanya sih biar ga terjadi kebakaran). Dan malam ini gw pun tidur dengan nyenyak, meski muka gw kedinginan parah hahaha

      Keesokan harinya, pagi2 gw udah bersiap menuju Kanazawa karena gw akan naik bus pertama jam 8 pagi. Ini karena sebelum gw kembali ke Osaka melalui Kanazawa, pengen banget jalan2 sebentar disini. Sekitar 1,5 jam perjalanan, sampailah di Kanazawa. Lgsg nyari locker untuk menyimpan koper karena repot juga jalan-jalan sambil geret koper. Setelah itu, seperti biasa ke bagian informasi untuk minta brosur dan beli tiket bus terusan. Oiya tempat wisata di Kanazawa ini bisa dicapai dengan bus lokal. Jadi belilah The Hokutetsu Bus One Day Pass seharga 500 yen. Tadinya gw berencana ke 21st Century Museum of Contemporary Art, tapi berhubung hari Senin, tutup deh yaa. Lgsg aja menuju Kenroku-en Garden. Setelah itu jalan kaki menuju Omicho Market sambil nyari makan siang.

      Berhubungan keterbatasan waktu, gw memutuskan kembali ke JR Kanazawa Stasiun karena jam 4 harus naik kereta menuju Osaka (sebelumnya udah reserve seat dan ini tercover JR pass). Yaaah selesailah sudah perjalanan gw disini..tinggal 2 hari lagi waktu gw di Jepang..hiks..next FR adalah Hiroshima dan Miyajima..see you :)
    • By Daniear
      Setelah melepas penat perjalanan tanpa putus dari Palu – Jakarta – Kuala Lumpur – Tokyo – Kyoto, hari kedua gue di Jepang dimulai. Seperti yang sudah diperkirakan, start hari kedua molor dari jadwal. Aslinya, sesuai rencana kami pingin jam 8 udah keluar dari penginapan, lanjut sarapan. Nyatanya?
      Jam 8.30 kami baru mulai jalan. Langit udah keliatan mendung. Duh, keknya bakal hujan. Telat dari jadwal tidak serta merta membuat kami segera bergegas. Kami justru tertarik buat foto di depan gang tempat penginapan Airbnb. Pas pagi gitu ternyata pemandangan rumah-rumahnya kece abis. Sebagai salah satu oleh-oleh yang mudah dikenang, kami foto-foto dulu.

      Jadwal sarapan kami skip. Rencana awal ke Kiyomizu kami swith dengan ke Arashiyama lebih dulu, karena lebih jauh. Gue mimpin perjalanan pagi itu ke stasiun Sanjo Keihan. Kami beli tiket seharga 210 yen untuk rute Sanjo Keihan ke Nijo. Dari Nijo gue pilih gunain fasilitas JR Pass, karena kebetulan ada kereta JR dari Nijo ke Saga Arashiyama.
      Pas turun di Nijo gue sempat bingung naik kereta lanjutan yang mana. Di tulisan ada kereta asing yang datang. Gue sebut asing karena nama kereta beda dengan yang ada di Hyperdia gue.  Daripada kesasar, gue bertanya pada 2 bidadari manis yang sedari tadi berdiri di depan gue.
      “Excuse me. Is it to SAGA ARASHIYAMA?”
      Dalam hitungan detik, 2 cewek depan gue langsung menoleh.
      KAWAIIII! Gilak, 2 cewek yang dari tadi cuman kelihatan rambutnya aja, ternyata manis-manis. Pantes aja pas berdiri di belakang mereka rasanya gue nemu arti kenyamanan, kesempurnaan cin … taaaaa. Ooo…oooowww #nyanyi
      Gue sengaja bertanya dengan menekankan kata Saga Arashiyama buat antisipasi kalau terjadi misskomunikasi kek kemari n sama sekumpulan aki-aki pas nyari penginapan. Tapi, kalau sama yang 2 ini, misal terjadi misskomunikasi, nggak papa juga sih, betah juga. Wkwkwkwk
      2 cewek kawai menjawab dengan antusias. “Yess! Yess!” sambil mengangguk dan tersenyum lebar. Makin kawaii deh.
      Akhirnya kami satu kereta dengan cewek-cewek tadi ke Saga Arashiyama. Perjalanan berlangsung kurang lebih 15 menit. Kami tiba di st Saga Arashiyama dan langsung disambut hujan! Horrayyyyy
      Karena konon hujan adalah lambang rezeki. Tapi kami sadar, kami nggak bawa payung. Zonk! Ditambah jacket yang gue pakai kali ini wool. Zonk kedua! Untungnya sepatu boots gue tahan air. Yes!
      Intensitas hujan masih gerimis ringan. Kami pun nekad jalan cepet ke arah yang dijelaskan oleh tourist information di stasiun.
      Di bawah langit mendung kami menyusuri jalan yang melewati rumah-rumah warga. Terdapat beberapa café, tempat makan, butik, bahkan toko buku di antara rumah-rumah. Seperti di Sanjo, jalanan di Arashiyama bersih banget.

      Setelah jalan sekitar sepuluh menit, kami tiba di pertigaan. Jika ke kiri, ke arah Tenryu-ji Temple dan sungai. Ke kanan ke Bamboo groove. Gue memutuskan ke Tenryuji dulu. Hujan turun lebih deras ketika itu. Setelah sempat foto-foto di depan pintu masuk, kami pun memutuskan untuk tidak masuk. Jadi baru foto di depannya saja kami sudah puas. Coba bayangkan, jauh-jauh ke Arashiyama, hujan pula, sampai di depan pintu Tenryu-ji malah nggak jadi masuk. Tapi, ya, mau gimana lagi, kami memang mudah puas dan mudah pula dipuaskan #eh

      Selanjutnya gue memimpin regu menuju bamboo groove. Hujan rintik-rintik masih terus mengguyur. Tapi gue nggak mau kalah sama semangkat para abang-abang penarik ricksaw alias becak manusia.
      Dan di bamboo groove itulah sepasang mataku beradu pandang dengan sepasang mata penuh keindahan. Senyum manis darinya langsung tersaji ketika tahu aku tengah menatapnya. Waktu serasa berjalan pelan dari detik ke detik. Semilir angina disertai titik air sama sekali tak membuatku mudah beralih pandangan.
      “Minta foto, Bang!” suara cempreng Krysna menyadarkanku. Bocah tengik itu menggodaku supaya gue ngajakin foto cewek barusan. Btw, cewek yang baru saja tersenyum padaku adalah cewek yang sama kutanya di stasiun tadi. Ternyata dia masih mengingatku.
      “Lu mau ngajakin mereka foto?” Tanya gue balik ke Krysna.
      Krysna menggeleng.
      Dasar cemen!
      Akhirnya gue pun memberanikan diri menghampiran 2 cewek kawaii asli Jepang itu. Dengan malu-malu tak tahu malu gue pun ngajakin foto bareng. Mereka pun tampak terkejut bahagia penuh suka cita pesta pora ketika menyambut ajakan gue. Kami pun ber-wefie ria beberapa jepret. Krysna ikutan. Baru akhirnya gue tending Krysna buat motion gue. Gue pun berpose di tengah dua cewek Jepang itu. Dan kejutannya, si cewek minta foto juga dengan kameranya. Ternyata diriku menarik juga *mengambil kesimpulan sepihak.
      Usai foto hatiku serasa melayang. Gue pun melompat-lompat menyusuri bamboo groove.


       
      The end
       
      Eh, eh, belum selesai. Meski bahagia belum berarti selesai, ya. Oke, lanjut.
      Setelah mengelilingi bamboo groove kami menuju restoran Yoshiya untuk makan siang. Hujan masih turun. Satu hal yang gue kagumi dari Jepang, masyarakatnya meski hujan tetap olahraga. Ini dibuktikan dengan beberapa kali gue nemuin orang Jepang lagi lari-lari nggak kenal cuaca. Mau mendung, hujan, siang, sore, tetep olahraga. Ganbatte!
      Yoshiya Muslim Restoran ada di tepi sungai terkenal di Arashiyama. Gue dapat rekomendasi restoran halal itu dari aplikasi Halal Navi dan Halal Gourmet Japan. Ada beberapa menu halal yang disediain. Semacam lunch set gitu. Enak, sih. Tapi sedikit lebih mahal kalau dibandingin sama bento Familymart (yaiyalah).

      Karena hujan yang makin deras, kami memutuskan balik ke penginapan di Sanjo dulu.
      ***
      Setelah ganti jaket yang tahan air dan bawa paying dari penginapan, kami lanjut jalan kaki menuju Kiyomizudera. Berdasarkan google maps sih, jarak jalan kaki kami sekitar 2 km menuju tkp. Lumayan jauh sih. Ditambah hujan. Tapi justru saat hujan itulah kami menemukan banyak keindahan. Tsaaah
      Sepatu Bobby dan Krysna ternyata nggak tahan air banget. Alhasil, agak basah-basahan lah ya.
      Dan di balik semua perjuangan itu, keindahan di mulai saat kami melewati Hokan-ji Temple dan Yasaka Shrine. Lanjut kami melihat betapa indahnya Sanen zaka dan Ninen zaka. Jadi intinya, Kiyomizudera hanya sebagai tambahan aja. Keindahannya dilahap abis di sepanjang jalan menuju dan dari sana. Indah banget nuansa kiri-kanan jalan yang dipenuhi bangunan-bagunan tradisional, baik café, toko, maupun rumah. Feel like … amazing!

      Yaudahlah, ya, bagian ini susah dideskripsikan dengan kata-kata. Lewat foto aja (meski sebagian nge-blur)









       
      Gue bikin post di blog juga nih : http://alfiandaniear.blogspot.co.id/2017/02/7-hal-yang-bikin-kamu-pingin-ke-jepang.html
      Panggil para idola:
      @deffa
      @Andrizki
      @Vara Deliasani
      @HarrisWang
      @Monfi
      @kyosash
      @twindry
      @Ikamarizka