Sign in to follow this  
Tarmizi Arl

MENARIKNYA WISATA DI BULGARIA

3 posts in this topic

Nama Bulgaria sebagai negara destinasi wisata bagi orang Indonesia memang tidak begitu populer. Hal ini mungkin karena meskipun berada di Eropa, tetapi negara ini belum resmi bergabung sebagai anggota Schengen yang mana kita tahu bersama bahwa hanya dengan Satu Visa Schengen saja, turis sudah bisa masuk ke lebih dari 20 negara di Eropa.

Terlepas dari itu, sebenarnya Bulgaria sangat layak untuk dijadikan destinasi wisata. Apalagi negara ini berbatasan darat langsung dengan Turki sehingga kamu juga bisa menujunya menggunakan jalur darat baik bus atau kereta setelah berwisata ke Turki. Negara ini juga menyimpan banyak pesona baik alam maupun peninggalan sejarahnya.

Negara dengan nama ibukota yaitu Sofia ini memiliki sejarah panjang sejak masa ribuan tahun sebelum Masehi, masa pendiriannya di abad 7 Masehi, masa kekuasaan Kesultanan Ottoman, hingga masa modern. Potensi inilah yang menarik bagi Bulgaria untuk dijadikan target wisata. Apalagi untuk ukuran negara Eropa, Bulgaria termasuk yang berbiaya hidup terendah. Informasi umum seputar Bulgaria ini bisa kamu baca di artikel disini

Dari pada penasaran, Yuk, kita jelajahi sebagian pesona dari negara Balkan ini.

 

1.Surganya Pecinta Mawar

1a.jpg.0b446f53fe6c92dc8c6cfd7257cb4a73.jpg

Kebun Mawar di Kazanlak via shutterstock

Mau lihat kebun mawar yang luas dengan pemandangan alam pegunungan yang memanjakan mata?. Bulgaria adalah negara produsen mawar jenis damascena atau damaskus terbesar di dunia, bahkan 60 - 70 persen produksi minyak mawar dunia berasal dari negara satu ini. Karenanya Bulgaria mendapat julukan ‘Land of Roses’.

Populernya Mawar dengan jenis warna pink di Bulgaria, bahkan mendorong beberapa agen wisata untuk secara khusus membuka paket wisata kebun Mawar. Lokasi perkebunan mawar ialah disekitar lembah Pegunungan Balkan. Salah satu yang cukup terkenal ialah di daerah Kazanlak, sekitar 2-3 jam perjalanan dari Kota Sofia.

Kota beriklim sejuk ini tentu sangat memanjakan. Selain hamparan kebun mawar, juga karena pemandangan alamnya yang memukau. Fasilitas wisata juga tersedia dengan baik termasuk hotel atau penginapan.

Waktu terbaik untuk melihat mekarnya bunga Mawar tentu ialah saat musim semi yaitu Bulan Mei dan Juni. Saat inipula diadakan festival mawar yang sudah menjadi tradisi sejak tahun 1903. Dalam festival ini, perayaan mekarnya mawar menjadi atraksi utama dan termasuk prosesi panennya. Para petani mawar akan mengenakan pakaian tradisional, mereka menari, bernyanyi, dan melakukan parade sembari membawa mawar hasil panen.

 

1b.jpg.1f31e6fd6c7f9572720cebc2becbe542.jpg

Festival Mawar via www.kazanlak.bg

Tak hanya tentang mawar di kebunnya, di Kota Kazanlak juga ada Museum Mawar. Museum ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1967, namun yang ada saat ini adalah hasil perombakan dan perluasan hingga mencapai luas tanah 1200 meter persegi. Di museum ini terdapat lebih dari 1.000 hasil karya yang berkaitan dengan mawar. Selain itu sejarah, metode budidaya yang sudah ada sejak 300 tahun lalu, hingga proses produksi menjadi bagian yang dipamerkan. Pengunjung bahkan juga bisa mencoba sample harum dari aneka bunga mawar yang ada di sebuah ruang khusus.

 

2. Vitosha Boulevard, Kota Sofia

Seperti kebanyakan ibukota negara-negara di Eropa, Bulgaria juga punya ibukota yang menarik sebagai destinasi wisata. Di kota ini, ada banyak monumen, museum, dan bangunan tua lain yang bisa dijelajahi, selain juga suasana kotanya yang klasik sudah menjadi daya pikatnya tersendiri.

 

2.jpg.fa7640548671c97389551dcbfca6c938.jpg

Vitosha Boulevard, Photo by Stella via thousandwonders.net/stella

Kawasan Vitosha Boulevard contohnya adalah jalan yang paling favorit dikunjungi tidak hanya turis tapi juga warga lokal. Di commercial street dari St. Nedelya Square hingga South Park dengan lantai bata warna warni ini membentang jajaran pertokoan, restoran, dan cafe. Beragam merek dari yang kelas dunia hingga lokal bersaing memikat pengunjungnya. Tak salah jika jalan ini bahkan masuk dalam jajaran jalan komersil perdagangan termahal dunia. Apalagi penataan jalannya sangat rapih, menarik, atraktif, dan bersih, sehingga selalu membuat wisatawan betah menjelajahinya. Beberapa zona yaitu antara Patriarh Evtimii Blvd dan Jalan Alabin kini juga sudah direnovasi dan hanya boleh dilintasi oleh pejalan kaki saja.

 

3. Masjid Banya Bashi, Kota Sofia

Di Kota Sofia ini juga ada salah satu masjid tertua di Eropa peninggalan masa Kesultanan Ottoman yaitu Banya Bashi Mosque. Masjid yang berada di Jalan Maria Luisa ini menjadi satu-satunya Masjid di Sofia yang masih berperan sebagai rumah ibadah. Padahal di era Turki Usmani, setidaknya ada 70 masjid berdiri di kota ini.

 

3.thumb.jpg.9b2d10c11838f9115a24203dd6b68830.jpg

Banya Bashi Mosque via wikimedia.org

Jika dilihat, arsitektur masjid ini mirip dengan Masjid Biru di Istanbul, Turki, dan ternyata memang arsiteknya ialah orang yang sama yaitu Mimar Sinan. Pembangunan masjid ini berlangsung ditahun 1576 pada masa Kesultanan Utsmaniyah. Dengan arsitektur khas berupa kubah setengah lingkaran dan menara yang menjulang, masjid ini memiliki luasan area untuk menampung sekitar 700 jamaah. Tampak luar saja sudah cukup menawan, ternyata dibagian dalamnya juga tak kalah memukau dengan mozaik keramik bernuansa biru tua. Kaligrafi juga tak ketinggalan menghiasi bagian dinding dan membuatnya lebih terlihat artistik.

Tak jauh dari masjid, ada juga bangunan yang berbentuk unik beratap kubah. Ternyata itu adalah sebuah pemandian air panas. Diluarnya taman dengan air muncrat menjadi bagian yang membuatnya banyak dkunjungi warga untuk sekedar bersantai.

Tepat didepan masjid kalian juga bisa mampir ke sebuah pasar tradisional yang disebut Centralni Sofijski Chali oleh bahasa lokal. Pasar yang terbilang rapih dan bersih ini tak hanya menjual aneka barang keperluan harian seperti sayur, buah, daging, tetapi juga ada penjual kerajinan tangan khas.

 

4. Gereja Alexander Nevski

 

4.jpg.7201671e77c9702be8bfd71f6183a535.jpg

Cathedral Alexander Nevski via holeinthedonut.com

Ini adalah salah satu ikon bagi Kota Sofia, sebuah katedral atau Gereja Ortodoks yang bernama Alexander Nevski. Tokoh yang dijadikan nama gereja ini ialah seorang raja atau tsar Rusia yang menyelamatkan Rusia dari serangan pasukan Swedia di tahun 1240. Pembangunan gereja ini di tahun 1904-1912 memang ditujukan untuk peringatan bagi 200 ribu tentara Rusia yang wafat kala itu. Dirancang oleh arsitek Alexander Pomerantsev, pengerjaan gereja ini juga melibatkan ahli dari Bulgaria sendiri, Ruisa, Hungaria, dan seniman serta arsitek dari negara Eropa lain.

Pantaslah jika gereja ini tampak sangat megah dan bernilai seni tinggi. Kubah keemasan dibagian puncak utamanya, dengan kubah-kubah lain disekitarnya, nampak gagah sebuah menara lonceng di salah satu bagian serta jajaran jendela dan pintu disisi sisi dinding. Secara umum arsitekturnya masih serupa dengan Hagia Sophia dan Blue Mosque di Turki.

Kemegahan tak hanya tampak dari luar, dibagian dalam gereja nampak bercahaya temaram sehingga membangkitkan nuansa sakral. Nuansa ini semakin kental karena lilin-lilin yang dinyalakan oleh para jemaat dalam berdoa. Menariknya lagi bagian dalam ini hanya ada beberapa kursi di pinggir atau bagian tengahnya hanya berupa ruang kosong. Hal ini karena saat misa, jemaat melakukaknnya dengan berdiri.

Bagian dalam gereja ini sendiri bisa dikunjungi wisatawan setiap hari dari jam 7 pagi sampai 6 sore secara gratis. Tapi sayangnya pengunjung tidak diperkenankan mengambil gambar atau video untuk bagian dalam gereja ini.  

 

5. Rila Monastery

Komplek biara satu ini juga menjadi destinasi utama wisata Bulgaria. Berlokasi di lereng Gunung Rila pada ketinggian lebih dari 1.100 mdpl menjadikan lokasi ini menjanjikan pemandangan yang luar biasa cantik. Karenanya juga wisatawan datang tidak sekedar untuk berkunjung ke biara bersejarak abad ke 10 ini tetapi juga untuk bersantai menikmati pemandangan alam khas pegunungan.

 

5a.thumb.jpg.f359219d8d960c8b35967b85a9502372.jpg

Tampak udara komplek Biara Rila via http://bulgaria-photos.info

Biara Rila menjadi situs Warisan  dunia UNESCO yang paling populer dan sangat direkomendasikan di Bulgaria. Untuk mencapainya, kalian bisa juga menggunakan transportasi umum berupa bus yang tersedia sekali dalam sehari dari Terminal Oval Kupel di Kota Sofia. Jadwal keberangkatannya ialah di jam 10:20 pagi, dan karena hanya satu-satunya, usahakan tiba jauh sebelum itu. Tarifnya sendiri ialah sekitar 11 Leva perorang sekali jalan dengan durasi perjalanan 2,5 jam. Jadwal bus pulang sendiri menuju Sofia ialah jam 3 sore, dengan kata lain jika menggunakan bus umum ini kamu disediakan waktu sekitar 2,5-3 jam untuk berkeliling. Terbilang waktu yang cukup karena memang kompleknya tidak begitu luas.

Sampai saat ini Rila Monastery masih dijadikan biara sehingga tidak semua bagian ruang bisa dimasuki wisatawan. Komplek ini sendiri dikelilingi oleh tembok sangat tinggi dan tebal sebagai pembatas. Warna merah bata, putih, dan hitam mendominasi bangunan dalam dengan motif-motif sederhananya. Bagian tertua yang ada saat ini ialah Menara Hrelyu. Bangunan ini dibangun pada abad ke 14 dan sekarang difungsikan menjadi kios souvenir.

5b.thumb.jpg.46195ac5c19973d9359f4719ec7871a2.jpg

 

Gereja utama via wikimedia.org

Di bagian tengah halaman depan ada juga gereja utama bernama ‘The Nativity of The Virgin’. Bangunan dengan lima kubah ini cantik juga dibagian dalamnya dengan lukisan dan ukiran memenuhi dinding hingga kebagian langit-langit kubah. Tapi sama seperti gereja Alexander Nevski, pengunjung dilarang memfoto dan video, termasuk barang bawaan juga harus dititipkan di petugas.

Ada juga sebuah museum dimana tersimpan berbagai alat upacara keagamaan gereja. Alat-alat ini ada yang terbuat dari perak hingga emas. Satu yang paling menjadi perhatian ialah sebuah salib mahakarya seorang pendeta bernama Raphael. Menjadikannya unik karena Salib berukuran 81x43 cm ini dihiasi dengan ukiran yang menceritakan 104 cerita religius serta 650 gambar super kecil. Saking detilnya, pengerjaan salib ini oleh sang pendeta memakan waktu hingga 12 tahun.

Menariknya lagi, pengunjung bisa menginap di dalam komplek biara ini. Tentunya hal ini menjadi pengalaman menarik jika kamu memang menyukai nuansa tenang berkabut khas pegunungan sehingga butuh waktu lebih lama disana. Jangan ketinggalan pula mencoba mengambil air di air mancur keran dekat parkiran, air nya jernih, segar, dan bisa diminum langsung sehingga banyak yang memasukkannya kedalam botol untuk dibawa pulang.

                              

6. Plovdiv

Plovdiv adalah kota terbesar kedua di Bulgaria setelah ibukota Sofia. Kota ini berjarak sekitar 150 km dari Sofia yang bisa ditempuh dengan kendaraan umum berupa bus ataupun kereta.

 

6a.jpg.e9fea4d160777e787d607143f898d774.jpg

Pedestrian di Knyaz Aleander I via myvacationitineraries.com

Plovdiv sendiri menarik menjadi destinasi wisata karena kota ini adalah sebuah kota peninggalan sejarah. Ada dua bagian kota yaitu kota modern dan kota tua. Kota modern atau kota baru di pusat kota menjadi kawasan komersil dengan bangunan-bangunan berarsitektur barock hingga modern. Menariknya sentuhan seni di Plodiv ini cukup kental dimana selain gedung-gedungnya yang dipercantik berwarna warni juga didukung dengan seniman yang banyak ditemui. Kamu bisa berkunjug ke Jalan Knyaz Alexander I untuk melihat Pemusik mengalunkan irama dijalananan, pelukis yang menjajakan karyanya di kios-kios, pemahat yang memamerkan patungnya, hingga penjual bunga yang mempercantik suasana.

Di Kota Plovidiv ini juga kamu bisa menyambangi sebuah masjid bernama Dzumaya yang nampaknya berukuran lebih luas dari Banya Bashi. Masjid yang dibangun pada abad 14-15 ini memiliki arsitektur khas Turki Usmani dengan dinding berupa bata merah berseling batu alam. Menara dengan atap runcingnya menjadi bagian yang paling mengingatkan dengan nuansa Turki. Tepat di dekat masjid ini, ada juga sisa peninggalan romawi kuno seperti sebuah amphiteater. Ternyata itu adalah stadion yang memang dibuat seolah berada di bawah permukaan tanah. Hanya sebagian yang baru tergali, sebagiannya lagi nampak masih berupa undakan tanah.

 

6b.jpg.464a6b45783e6bf0fe5041fc3d71a836.jpg

Roman Amphitheater via davidsbeenhere.com

Bergeser ke kawasan kota tua-nya yang hanya beberapa ratus meter dari Masjid Dzumaya. Sebuah amphiteater peninggalan romawi menjadi atraksi paling utama yang diburu. Amphiteater ini selain masih meninggalkan bangku tribun penontonnya, juga masih ada sisa reruntuhan bangunan dan pilar di bagian depannya. Karena lokasinya yang berada di perbukitan menjadikan pemandangan dari amphiteater ini pun sangat menarik. Jika kamu datang di musim panas, sempatkan pula menyaksikan konser dan opera yang biasa diadakan di amphiteater ini.

6c.thumb.jpg.e277c9f179b0de35a3fac9ffdeafdc78.jpg

 

Suasana Old city via wikipedia.org

Layaknya sebuah kota tua, atmosfernya hadir dari peninggalan bangunan yang ada, didukung pula dengan jalanan yang menggunakan batu sehingga nampak sangat klasik untuk difoto. Bangunan kuno yang ada umumnya berbahan kayu dan batu dengan arsitektur utama yaitu Turki Usmani. Beberapa rumah tua berdekorasi unik ini sekarang digunakan sebagai museum sehingga kamu bisa menjelajahinya lebih dalam.

 

7. Veliko Tarnovo

Berada di kawasan pegunungan utara dari Bulgaria, Veliko Tarnovo juga cukup direkomendasikan karena selain memiliki pemandangan alam juga karena peninggalan sejarahnya. Kota ini sempat menjadi ibukota dari kekaisaran Bulgaria kedua di tahun 1185 hingga 1396. Untuk menujunya bisa menggunakan kereta ataupun bus dengan lama perjalanan sekitar 3 - 4 jam jika dari Kota Sofia.

 

7.thumb.jpg.3df7a0a86f0eb8740346f8ee4a6d0c20.jpg

Benteng Tsarevets via pinterest.com

Tujuan menarik yang wajib didatangi ialah benteng yang berada diatas sebuah perbukitan. Bentang bak Tembok China ini dikenal dengan nama Tsarevets. Benteng ini menjadi peninggalan kekaisaran Bulgaria kedua dan pernah ditaklukkan lalu dibakar saat pendudukan pasukan Ottoman tahun 1393. Barulah di tahun 1930 dilakukan restorasi untuk memulihkan kondisi asli benteng tersebut dimana upaya ini dilakukan dalam rangka memperingati ulang tahun Bulgaria ke 1300 saat itu.

Sebagai sebuah benteng tua penuh sejarah, Tsarevets kini menjadi sebuah museum arkeologi. Kunjungan saat musim panas akan lebih menarik karena dibenteng ini akan dilengkapi dengan audiovisual dan pencahayaan yang menarik. Festival dan opera juga kerap dilakukan saat musim panas tersebut yaitu diantara bulan Juli hingga Agustus. Dibuka setiap hari dari jam 9 pagi hingga 7 petang, pengunjung dikenakan biaya sebesar 6 Leva untuk bisa masuk komplek benteng.

 

8. Varna

8.jpg.15948dfc22c2fab71dc7dfd3172fc52b.jpg

Pesisir Pantai Golden Resort di Varna via tourist-destinations.com

Selain punya situs sejarah, jangan lupakan bahwa Bulgaria berbatasan dengan Laut Hitam. Bergerak ke pesisir Timurnya, maka pesona alam berupa lautan dan pantai menjadi suguhannya. Salah satu kota yang punya suguhan pantai terbaik itu adalah Varna.

Kota terbesar ke tiga di Bulgaria ini memiliki garis pantai dengan pasir putihnya. Memandang Laut Hitam sembari bersantai dan berjemur adalah aktivitas favorit bagi pengunjung. Fasilitas pendukung wisata juga lengkap disana termasuk akomodasi seperti hotel yang dekat dengan pantai bahkan hotel berbintang yang menghadap langsung ke laut.

Tak hanya soal pantai, Varna juga terkenal sebagai pusat ekonomi, sosial, dan budaya yang besar sejak beribu tahun lalu. Kekayaan ini membuat Varna menjadi kota maju yang menarik. Banyak museum juga yang bisa menjadi alternatif selain menikmati suasana kotanya itu sendiri.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this