• agoda-hemat.png

Sign in to follow this  
Okky Kusuma

Barotrauma - Penyakit yang Senantiasa Menghantui Para Diver

10 posts in this topic

Okay...

Setelah sekian lama, ketemu lagi dengan saya Okky Kusuma tanpa 'H'.

Untuk pembukaan mari kita mengingat sejenak bahwa Indonesia adalah negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang di dunia, yaitu 95.181 km !!!! dimana 2/3 dari total luas negara Indonesia adalah lautan yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Hal itu yang membuat Indonesia kaya akan sumber daya alam bawah laut. Salah satunya adalah keindahan bawah laut yang membuat negara Indonesia menjadi salah satu negara tujuan wisata bahari. Ratus ribuan wisatawan baik dari manca negara atau domestik berlomba-lomba mengeksplore keindahan bawah laut. Membuat Diving menjadi salah satu kegiatan yang sangat diminati.

Diving...

Itu kata kuncinya. Kegiatan olah raga sekaligus wisata yang termasuk dalam golongan ekstrim. Tak sembarangan orang bisa melakukan kegiatan diving dan harus mengikuti pelatihan-pelatihan khusus sampai pada akhirnya ia bisa dapat melakukan kegiatan itu. Ancaman lingkungan adalah salah satunya. Karena manusia pada hakikatnya adalah makhluk darat yang tak bisa hidup dengan lingkungan bawah laut. Kehidupan di atas permukaan laut dan di bawah permukaan laut sangatlah berbeda. dua dunia dan dimensi yang berbeda.

Kali ini saya akan mencoba memaparkan penyakit yang selalu akan terjadi pada setiap diver apabila dia melakukan penyelaman tanpa pengetahuan yang cukup atau ketidak hati-hatian. Penyakit ini disebut Barotrauma. Dan sesuai dengan namanya, artinya adalah trauma yang terjadi pada organ tubuh yang diakibatkan oleh tekanan.

Tentunya besar tekanan antara lingkungan di bawah permukaan laut dengan di atas permukaan laut cukup berbeda.

Perbedaan tekanan ini diatur dan dirumuskan dalam Hukum Boyle

Boyles-Law.png.c68cb664e12b6c974e64ba8c76d29421.png

Dimana P itu adalah Tekanan (Preassure) dan V itu luas permukaan (Volume)

Mulai bingung ???

Okay, mungkin ini akan lebih gampang dimengerti...

boyles-142111F21A0508A9852.thumb.jpg.49fe274a37b47d38b5d691833d3a9cd4.jpg

 

Masih bingung ???

Okay... tahan sebentar. disimpan dulu sambil mencerna info terakhir mengenai hukum Boyle yang ditetapkan pada kedalaman laut. Yaitu, bahwasanya, setiap kita menyelam sedalam 33 Meter, maka tekanan akan meningkat sebanyak 1 Atm. Jadi kasarnya pada permukaan laut (dimana dihitung 0 meter) besar tekanan adalah 1 Atm, sedangkan pada kedalaman 33 Meter di bawah laut besar tekanan 2 atm.

Sampai disini masih pahamkan ???

Kita balik lagi ke Barotrauma dimana penyakit ini terjadi akibat adanya trauma pada organ tubuh akibat tekanan. Dan organ tubuh yang pertama kali kena adalah organ tubuh yang mengalami rongga. Yang paling sering adalah Telinga, Sinus, Paru-paru, dan pembuluh darah.

Sekarang kita fokus dulu ke paru-paru karena organ tubuh ini yang paling besar persentasenya mengalami trauma. Dan sebelum saya menjelaskan lebih lanjut, coba cermati gambar berikut ini untuk lebih gampang dalam membayangkannya.

58ef708cce1fb_NewPicture(4).png.1bed6c0ddbf635599858912e306138af.png

Sudah ???

Sekarang saya coba menjelaskan...

Paru-paru bekerja dengan mengembangkan-kempiskan dirinya. Dengan mengembangkan dirinya, maka udara akan masuk ke dalam paru-paru yang kemudian disalurkan keseluruh tubuh. Sebaliknya dengan mengempiskan dirinya, maka udara akan keluar dari paru-paru ke alam bebas.

Pada tekanan 1 Atm, paru-paru akan berkembang dengan sempurna (Kita menganaloginya dengan skala 5). Semakin tinggi tekanan, maka daya mengembang paru-paru akan terhambat. Menurut penelitian, daya kembang paru-paru akan berkurang 1/5nya setiap peningkatan 1 Atm. Jadi pada kedalaman 33 meter dimana tekanannya naik menjadi 2 atm, daya kembang paru-paru maksimal hanya sampai 4/5 dari total 5/5 (skala yang awalnya 5, menjadi 4).

Bisa dimengerti ???

Jadi apabila pada daya kembang di skala 5, oksigen dapat masuk sebanyak 10 buah. maka pada skala 4 (kedalaman 33 meter, tekanan 2 atm), oksigen dapat masuk hanya 8 buah. Tentunya ini yang membuat tubuh lama-lama akan mengalami kekurangan pasokan oksigen. Nah apa bila kita turun dengan perlahan-lahan, maka tubuh akan bisa beradaptasi dengan perubahan itu. Tapi apabila kita terlalu cepat turun, maka tubuh akan kaget dan tidak bisa beradaptasi dengan perubahan yang sangat cepat itu. Hal ini lah yang membuat tubuh mengalami hipoksia (keadaan kekurangan oksigen). Dan apabila organ otak mengalaminya, akan terjadi blackout (pingsan).

Bagaimana dengan saat kita naik ???

okay... bayangkan ketika kita meniup balon. Bila kita meniup balon dengan cepat, maka pengembangan balon akan sangat cepat. Pengembangan yang cepat ini akan membuat balon lebih gampang meledak dibanding pengembangan yang lambat.

Begitu juga dengan paru-paru.

Katakan saat ini kita berada di kedalaman 66 meter dengan tekanan 3 atm. Berarti saat ini, paru-paru kita hanya dapat mengembang 3/5nya saja (skala 3). Ketika kita naik dengan cepat, maka tekanan akan cepat pula berkurang. Dengan tekanan yang cepat berkurang maka daya mengembang paru-paru akan semakin cepat. Yang pada akhirnya akan menyebabkan paru-paru kita akan meledak karena paru-paru mengembang dengan begitu cepat (sama kayak balon tadi). Ketika paru-paru meledak, maka disebut pneumothorax.

Okay...

Sampai di sini dulu.

Ada pertanyaan ???

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 4/16/2017 at 2:50 PM, kyosash said:

Telinga yang mungkin sering terasa effectnya yah, btw Nice Info :salut 

karena telinga berhubungan langsung dengan dunia luar.

oleh karena itu salah satu solusinya adalah mengenakan ear plug

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 6/4/2017 at 6:27 AM, Okky Kusuma said:

karena telinga berhubungan langsung dengan dunia luar.

oleh karena itu salah satu solusinya adalah mengenakan ear plug

aduh mas, ini ngawur banget dan sangat berbahaya. Nggak boleh itu diving pakai earplug.

penjelasan diatas juga banyak kelirunya. Misalnya soal tekanan pada kedalaman tertentu, angkanya ngga bener.

Setiap kita 10 meteran ( angka tepatnya tergantung density air)menyelam maka tekanan bertambah 1 atm.

Coba deh hitung lagi berapa tekanan pada kedalaman 33 m ?

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this