ranselusang

Tempat Wajib Jika Kalian Mengunjungi Pulau Sumba

7 posts in this topic

Sebenarnya banyak tempat wisata bagus  yang ada di Indonesia,mulai dari laut,gunung,budaya,hingga cerita legenda di setiap daerahnya.Nah kali ini usang akan sedikit membagi Info tentang tempat wisata di Pulau Sumba yang bisa  jadi bahan tujuan wisata kalian.
Sebelum usang bahas,sudah ada yang tau dengan Pulau Sumba? Kali ini usang akan mengklarifikasi tentang keberadaan pulau tersebut.Kebanyakan orang salah mengartikan nama dan keberadaan Pulau Sumba dengan Pulau Sumba(wa).Jadi kalian harus benar benar fokus mendengar atau membaca lokasi pulau tersebut.
 
Lokasinya juga berbeda provinsi,jika Pulau Sumba(wa) berada di Nusa Tenggara Barat,dan Pulau Sumba terdapat di Provinsi Nusa Tenggara Timur.Jadi kalian sudah biasa membedakan dari keduanya bukan ? Ya, Pulau Sumba dan Pulau Sumba(wa) pakai kata wa.

 

Baiklah,sekarang usang akan membahas tempat yang recomended jika kalian mengunjungi Sumba.
 
1.Sumba Barat Daya
Letak Sumba Barat Daya sendiri berada di ujung Pulau Sumba,kota yang terdekat dan akses mudah jika kalian menggunakan pesawat adalah Waikabubak dan Waitabula.Di Sumba Barat Daya memliki banyak lokasi wisata namun,belum usang jelajahi semuanya.nah sekarang akan usang tulis satu per satu ya.


Pantai Mbawana - atau bisa juga di sebut Pantai Batu Bolong sendiri berada di daerah Sumba Barat Daya,lokasi yang berada di selatan.Jika kalian menuju ke pantai ini membutuhkan waktu sekitar kurang lebih 3 jam dari Sumba barat Waikabubak.Akses menuju ke Mbawana cukup menguras tenaga,karena di pertengahan kalian akan mendapati jalan yang tidak terlalu bagus dan berlubang.Jika kalian mengendarai motor mungkin bisa lebih efisien terhadap waktu.Tapi di pantai ini salah tempat untuk menikmati sunset indah di Sumba Barat Daya.biaya yang dibutuhkan disini adalah membayar parkir seikhlasnya kepada warga yang menjaga.Saran,jika mengunjungi pantai ini diusahakan lebih dari 2 orang,karena daerah yang masih sepi dan untuk berjaga jaga di perjalanan.

1.jpg.108aa9349ae5c415ebaa914df535974a.jpg2.jpg.bbd535d903e29319a2a07e772dcae515.jpg

 

Selain Mbawana,kalian juga bisa mengunjungi beberapa destinasi wisata di daerah Sumba Barat Daya selama 1 hari penuh.Seperti,Weekuri,Pantai Mandorak,dan Kampung Adat Ratenggaro karena kebetulan letak tempat wisata tersebut satu arah dan jaraknya tidak terlalu jauh.




Danau Weekuri/Weekuri Lagoon
Weekuri Danau ini sebenarnya bukan danau asli dengan air alami,melainkan terjadinya proses air laut yang masuk dari celah celah karang.Karena letak danau Weekuri sendiri berbatasan dengan laut lepas.Airnya sendiri berasa asin dan pasang surutnya mengikuti air laut yang masuk mengisinya.Namun sekarang Weekuri tidak seperti gambar diatas,karena sekarang sudah mempunyai papan loncat serta pondok pondok beton dan jalanan sudah mulus di semen.Berbeda dengan dulu yang masih melintasi jalan setapak dan masih rimbun.Biaya yang dikeluarkan saat mengunjungi wisata ini cukuplah murah,hanya membayar uang parkir kepada penjaganya dengan nominal yang wajar.

3.JPG.09096953c0efe04d940dd2ed9337d0ff.JPG

 

 

 

Pantai Mandorak - berjarak tidak jauh dengan Weekuri sekitar kurang lebih 15 menit menuju pantai ini.Pantai ini juga memiliki keunikan tersendiri,posisi pantai yang tersembunyi di antara karang yang membentuk seperti benteng layak menjadi destinasi kalian jika berkunjung ke Sumba Barat Daya.Di pantai ini terdapat sebuah vila kecil yang dimiliki oleh orang asing tapi ia memperbolehkan kita masuk untuk mengunjunginya.Biaya disini juga tidak terlalu besar,cukup dengan membayar parkir kepada penjaganya yang terdapat di pintu masuk. Pantai Mandorak - berjarak tidak jauh dengan Weekuri sekitar kurang lebih 15 menit menuju pantai ini.Pantai ini juga memiliki keunikan tersendiri,posisi pantai yang tersembunyi di antara karang yang membentuk seperti benteng layak menjadi destinasi kalian jika berkunjung ke Sumba Barat Daya.Di pantai ini terdapat sebuah vila kecil yang dimiliki oleh orang asing tapi ia memperbolehkan kita masuk untuk mengunjunginya.Biaya disini juga tidak terlalu besar,cukup dengan membayar parkir kepada penjaganya yang terdapat di pintu masuk.

4.jpg.c128e75a51226d6f47c66fd57182f68a.jpg

 

 

 

Kampung Adat Ratenggaro
Kampung ini memiliki keunikan pada rumah adat (Uma Kelada) dengan menara yang menjulang tinggi mencapai 15 meter, berbeda dengan rumah - rumah adat di kampung lainnya yang tinggi menaranya hanya mencapai 8 meter. Ratenggaro yang berarti Kubur Garo ini menjadi terkenal karena adanya 304 buah kubur batu dan 3 diantaranya berbentuk unik yang terletak dipinggir laut dan merupakan kuburan bersejarah. Masyarakat dikampung ini masih mempraktekkan tradisi Marapu dan adat istiadat peninggalan leluhur seperti kampung kampung lain pada umumnya yang ada di kabupaten Sumba Barat Daya.Lokasi Kampung adat Ratenggaro berdekatan dengan  kampung Wainyapu yang juga terletak di pinggir pantai dan muara sungai Waiha dengan bentangan pantai berpasir putih yang panjang.

5.jpg.6cad4dedbff5cfd41eedc0a113f7eba2.jpg

 

 

 

 

2.Sumba Barat

Air terjun Lapoppu
Air terjun ini terletak di daerah Sumba Barat,lokasinya yang tidak jauh dari kota Waikabubak menjadi salah satu destinasi yang patut kalian kunjungi jika sedang berlibur di Sumba.Air yang berwarna biru tosca membuat siapa saja akan betah berlama lama untuk mandi dan menikmati suasana yang begitu tenang.akses menuju ke air terjun Lapoppu tidak terlalu sulit,perjalanan menggunakan motor ataupun mobil sekitar kurang lebih 1 jam dari Waikabubak Sumba Barat.Selain Air terjun Lapoppu,kalian juga bisa mengunjungi destinasi lainya dalam 1 hari seperti : Air terjun Matayangu,Pantai lai liang,Pantai kerewei,lapangan Pasola Lamboya

6.jpg.ab78aedce43f2db73ca8c15e90326303.jpg

 

 

 

 

 

Pantai Lailiang

Letaknya ada di Desa Baliloku, Kecamatan Wanokaka, Sumba Barat,kurang lebih sekitar 60 menit perjalanan dari Waikabubak.Kalian bisa menggunakan motor atau mobil untuk mencapai pantai ini. 
Kondisi jalan yang cukup sempit namun memiliki permukaan aspal yang halus membuat perjalanan ke pantai ini tenang dan lumayan sepi pengunjung.

Pantai ini diapit oleh dua tebing yang besar, pasirnya putih dan airnya masih bersih dari sampah. Ombaknya tidak terlalu besar sehingga bisa dipakai untuk bermain air di pesisirnya. 

Pantai ini sangat cocok untuk bersantai menikmati keindahan alam dengan suara ombak yang tiada henti. Pantai lailiang menyuguhkan gradasi warna langit dengan hisasan awan menggsungguh memanjakan mata bagi siapa saja yang datang.Sumba menyimpan banyak keindahan yang tersembunyi.
7.jpg.5ed8fb09740b2732fa2251ffa6828389.jpg
 
 
 

 

 

Pantai Kerewei
Pantai berpasir putih ini merupakan tempat penyelenggaraan upacara adat Kako Male, sesaat menjelang Pasola lamboya. Berlokasi di Kecamatan Lamboya. Kondisi jalan menuju lokasi berupa jalan aspal dengan kondisi baik. Moda transportasi umum yang. Tersedia menjangkau lokasi ini namun kebanyakan wisatawan lebih memilih jasa rentcar.
 
 
Belum tersedia warung makan di lokasi obyek wisata sehingga disarankan jika kalian akan mengunjungi pantai ini usahakan membawa makanan sendiri ya.hehe
Di lokasi pantai juga tidak ada fasilitas penginapan sehingga pengunjung sebaiknya menginap di pusat kota Waikabubak yang tersedia banyak pilihan fasilitas hotel yang ada di kota Waikabubak

 

8.jpg.747162c24d939294209fd590f388a5d5.jpg

 

 

 

 

 

3.Sumba Tengah
Jika kalian mengunjungi daerah Sumba Tengah kalian bisa mengunjungi beberapa tempat yang bisa jadi pilihan jika berkunjung ke Pulau Sumba.pertama tama kalian akan melewati Taman Nasional Tana Daru,disana terdapat savana yang cukup luas dan kalian bisa menikmati suasana alam terbuka dengan tenang.Setelah dari Taman Nasional sekitar 1 jam kalian akan bertemu pantai(pantai di Sumba Tengah belum usang kunjungi jadi tidak bisa kasih liat gambarnya)tapi jika kalian berada di Taman Nasional Tana Daru,kalian bisa melihat dari kejauhan bentuk pantai yang sepi dan jarang di kunjungi oleh wisatawan

 

9.jpg.aa58a1392a444593a40250f0cfa8a5ff.jpg

 

 

4.Sumba Timur
 
Nah di Sumba Timur ini ada beberapa tempat yang mungkin bisa kalian kunjungi dengan waktu yang lumayan.kenapa lumayan,karena jarak dari lokasi wisatanya cukup jauh dan berbeda arah makanya jika kalian berkunjung ke Sumba Timur alangkah baiknya menyediakan waktu beberapa hari tambahan jika ingin mendapatkan banyak tempat wisata di Sumba Timur.Tempat di Sumba Timur yang paling mudah di kunjungi adalah Wairinding.


Wairinding
Tidak sulit untuk mencapai Bukit Wairinding,dengan berjalan menaiki tanjakan tidak terlalu tinggi kalian sudah bisa menikmatinya bersama sahabat atau teman perjalanan.Selain itu masih ada beberap destinasi lagi yang bisa kalian kunjungi seperti Pantai Walakiri,Air terjung Waimarang,Air terjun Tanggedu,Tarimbang.Dari beberapa tempat wisata di Sumba Timur rata rata memakan waktu sekitar 2 sampai 3 jam perjalanan,itu waktu untuk jarak tempuh menuju ke air terjun dan beberapa tempat yang lainya.

ya bukit yang sangat hits  membuat siapapun orang akan terkesima melihat keindahanya.Akses dari kota Waingapu sendiri cukup gampang,dengan menggunakan motor kurang lebih 40 menit ke arah barat di jalan antar kota kalian sudah bisa mengunjunginya dengan patokan ada sebuah rumah yang berjualan terletak di tikungan tajam,nah di belakang rumah itu Wairinding berada.

 

10.JPG.0faf22bc418029699fa2ff8dc4e75836.JPG

 

 

 

 

 

Pantai Walakiri

Pantai Walakiri adalah salah satu pantai indah di Sumba Timur dengan ciri khas pantai di Sumba yang cenderung tenang, landai dengan hamparan pasir putihnya. Berada tak jauh dari pusat Kota Waingapu yaitu sekitar 24 km dan dapat ditempuh sekitar 30 menit perjalanan, akses menuju Walakiri sangatlah mudah yaitu berada tak jauh dari jalan raya menuju arah Melolo.Kalian dapat menyewa motor/ mobil dari Waingapu untuk menuju ke Walakiri karena sedikit susah untuk mencari transportasi umum di kota di Sumba.
yang unik dengan hamparan pasir putih dihiasi susunan pohon kelapa yang melengkapi suasana tenang dan nyaman bagi para pengunjung berjalan menyusuri pantai.  pohon bakaucukup banyak dikunjung oleh wisatawan baik dari dalam kota maupun luar kota, tak ada tarif yang dikenakan oleh warga setempat untuk mengunjungi pantai indah ini,biaya seikhlasnya.Di tambah lagi setelah Mira Lesmana yang memproduseri film Pendekar Tongkat Emas memperkenalkan pantai Walakiri lewat akun instagramnya.Walakiri pun semakin banyak yang mengunjunginya.Walakiri memiliki
Walakiri ini terbilang pantai yang sangat unik dan merupakan spot yang paling tepat untuk menunggu matahari terbenam.karena sajian pohon bakaunya yang membentuk siluet dengan bentuk berkelak kelok seperti orang berdansa dibalut dengan grasi langit yang berwarna orange menjadi pembeda dari setiap pantai yang ada di Sumba.Jadi kapan kalian mau membuktikanya sendiri? eits,Jangan lupa siapkan kamera kalian untuk mengabadikan momen tersebut.
 

11.jpg.8e863adb0ead48ca7caa0c9b7e56b76e.jpg

 
 
 
 

 

 

Air Terjun Tanggedu

Perjalanan memakan waktu hampir 3 jam lamanya, Melewati jalan yang kosong hingga menaiki bukit yang indah, Kuda kuda liar berlarian bebas tanpa ada beban dan langit seakan akan berada di atas kepala karena hampir tidak ada satupun awan yang menghiasi hanya warna biru yang cerah sejauh mata memandang.
Kami pun sampai di tempat penyimpanan motor, karena kami harus trekking lagi sebelum sampai di air terjun. Trekking kurang lebih 1 jam melintasi savana dan perkampungan kecil yang berada disana menaiki bukit, turunan terjal dan melintasi sungai kecil.
 
Dan akhirnya kami sampai di air terjun, warna air biru tosca, air dari kanan dan kiri mengalir, dan batu berwarna putih yang menjadi lanskap indah terpampang di mata menikmati air terjun dengan duduk dan mengobrol adalah hal yang paling sering kami lakukan.

 

12.jpg.c919b272aadab1ce92c2f66e24c133ee.jpg

 

 

 

 

 

Pantai Tarimbang
 
Hamparan pasir putihnya yang begitu luas dan sangat halus dibalut kombinasi warna air laut yang biru menjadi suguhan yang sangat cantik dan mempesona siapapun yang mengununginya.Sekilas Pantai Tarimbang ini terlihat seperti sebuah teluk yang diapit oleh dua buah tebing di kedua sisinya.Bukan itu saja,pantai ini juga dikelilingi oleh perbukitan hijau yang membuat suasana di sekitar menjadi semakin lengkap keindahannya.
 
Akses Menuju Pantai Tarimbang Ada 2 alternatif untuk menuju Pantai Tarimbang yaitu via Sumba Barat (Waikabubak) atau dari Sumba Timur (Waingapu. Untuk keduanya baik Waikabubak dan Waingapu, sudah terdapat banyak maskapai penerbangan yang melayani penerbangan ke kedua kota ini dengan transit terlebih dahulu di Bali. Dari Bandar Udara Umbu Mehang Kunda, Waingapu, jarak Pantai Tarimbang sekitar 89 km. Bagi kalian yang memulai perjalanan dari Waingapu, sebelumnya dapat menyewa kendaraan baik motor ataupun mobil dikarenakan belum terdapatnya transportasi umum menuju kawasan Tarimbang.Apabila memulai perjalanan dari Waingapu maka tujuan kita adalah mengikuti jalur lintas Sumba menuju baratnya Sumba Waikabubak. Kurang lebih 10 km dari pusat Kota Waingapu pengunjung akan melintasi batas Waingapu yang ditandai dengan patung kuda di sisi kanan dan kiri jalannya. Perjalanan dari batas kota masih terbilang cukup jauh, Anda akan melintasi jalur trans Sumba yang beraspal halus namun berkelok-kelok seperti huruf “S”. Di tengah perjalanan Anda akan melewati kawasan Bukit Wairinding yang menandakan bahwa perjalanan cukup jauh sekitar 1/4 menuju pantai.Kira kira 50km jaraknya dari Waingapu terdapat sebuah pertigaan yang biasa disebut Simpang Praipaha. Dari simpang itu, perhatikan jalan ke kiri sesuai dengan papan petunjuk jalan yang bertuliskan Tarimbang.
 
 

13.jpg.b676b3e4318bc1023623eb6d835b1cfe.jpg

 
 
 
 
 
 

 

Sebenarnya masih banyak Destinasi yang bisa dikunjungi di Pulau Sumba,karena ini destinasi yang pernah usang kunjungi saat mengunjungi Sumba,semoga tempat wisata ini bisa berguna buat teman teman yang ingin berlibur dan bingung akan tempat wisata yang akan di kunjungi.
Untuk tempat penyewaan kendaraan,yang usang tau hanya mobil rental yang banyak tersedia,untuk penyewaan kendaraan motor masih sangat jarang.Kalau rental mobil biayanya sekitar dari Rp500.000 hingga 600.000 perhari(info terakhir februari 2017) saat menghadiri acara adat Pasola untuk yang kedua kalinya.Untuk biaya sewa motor sekitar Rp100.000-Rp150.000 perharinya.
 
Kalau usang sendiri saat berada di Sumba banyak menggunakan motor,karena kebetulan menginap di rumah keluarga angkat.Jadi untuk mengunungi tempat tempat wisata lebih enak dan cepat.heheheh
 
Untuk masalah penginapan,di seluruh daerah yang ada di Sumba sudah banyak penginapan yang tersedia.Harga yang ditawarkan cukup relatif,dari yang harga Rp150.000 hingga puluhan juta juga ada seperti Nihiwatu.haha ga punya duit kalau buat nginap disana hahah

Mungkin seperti itulah pembahasan Tempat Wajib Jika Kalian Mengunjungi Pulau Sumba.kurang lebihnya informasi tentang tempat wisata ini mohon dimaafkan ya.
Jika ada yang kurang mohon di komen ya,semoga pembahasan tentang tempat wisata di sumba ini bisa jadi referensi kalian jika mengujungi Pulau Sumba.

jangan lupa jika bermanfaat di share ya
Terima Kasih

perjalanan adalah pelajaran dan pergi untuk kembali pulang

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 4/27/2017 at 6:58 PM, deffa said:

di Bali ada tegenungan kan yang keren itu

Biasa aja tempatnya bro, efek foto aja kliatan buaaguss

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 4/30/2017 at 2:22 PM, noped said:

Biasa aja tempatnya bro, efek foto aja kliatan buaaguss

oh i see terus ada yang air terjun cantik yang harus lewati semacam gua itu lupa namanya di Bali juga

@noped

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By IVACANZA
      Private Trip Spesial untuk menjelajahi Sumba, negeri dengan kekayaan alam yang beragam dan budaya yang masih sangat kental. Di Sumba kamu akan dianjakan dengan pemandangan yang tidak kamu dapatkan di kota lain, Barisan bukit savana, Kuda-kuda liar berkejaran, Kampung Budaya, Pantai indah nan unik, juga kamu dapat menyaksikan langsung proses pembuatan kain tenun Sumba yang sangat terkenal.
      Tentukan Sendiri waktu dan jumlah temanmu ! Spesial Promo Lebih Murah dari Open Trip!
      Meeting point
      Bandara Tambolaka, Sumba Barat
      End Point
      Bandara Waingapu, Sumba Timur
      Harga
      4 orang : 2.400K /pax
      5 orang : 2.250K /pax
      6 orang : 2.150K /pax
      Recommendation Flight
      Bali – Tambolaka : Wings Air 10:20 – 11:45
      Waingapu – Bali : Nam Air 14:05 – 15:20/ Wings Air 11:40 - 13:15
      Itinerary
      Hari 1: Sumba Barat Daya (L, D)
      Peserta akan dijemput di Bandara Tambolaka (Sumba Barat), dan langsung makan siang.
      Setelah makan siang Trip akan dimulai, pertama peserta akan diajak ke Pantai Malando yaitu sebuah pantai dengan beberapa batu raksasa yang unik. Sekitar 2 jam perjalanan dari Bandara. Kemudian mengunjungi Tanjung Mareha, dari titik ini traveler bisa melihat Pantai Malando dan Pantai Bwanna dari ketinggian. Trekking menuju Pantai Bwana, Pantai yang unik dengan Batu bolong yang menjadi ciri khasnya, butuh trekking/jalan kaki sekitar 10-15 menit dari tempat parkir kendaraan. Menikmati sunset kemudian menuju ke Hotel untuk istirahat dan makan malam.
      Hari 2: Sumba Barat (B, L, D)
      Setelah sarapan peserta diajak menuju ke Pantai Mandorak, Pantai yang sangat indah diapit oleh dua buah tebing. Setelah dari Pantai Mandorak perjalanan dilanjutkan menuju Danau Weekuri, kamu bisa mengeksplore danau sebening Kristal dan berwarna biru cerah ini. Puas bermain di Danau Weekuri peserta akan diajak mengunjungi Kampung Ratenggaro, dan makan siang di Pantai Pero. Setelah makan siang perjalanan dilajutkan menuju air terjun Lapopu, air terjun yang menjadi landmark Sumba dengan airnya berwarna biru tosca, disini kamu bisa bermain-main menghabiskan waktu hingga sore. Puas Bermain di Air Terjun menuju penginapan, istirahat dan makan malam
      Hari 3: Sumba Barat – Sumba Timur (B, L, D)
      Pagi hari setelah sarapan, trip cukup panjang menuju ke wilayah Sumba Timur. Pertama peserta akan diajak mengunjungi Kampung Praijing, mengenal kehidupan masyarakat Sumba. Setelah itu melanjutkan perjalanan menuju Pantai Tarimbang, sebelumnya mampir ke Bukit Lailara untuk makan siang. Pantai Tarimbang adalah salah satu pantai cantik di Sumba dengan pasirnya putih dan halus. Bermain sejenak di Pantai Tarimbang kemudian melanjutkan perjalanan kembali mengunjungi Bukit Wairinding, Sebuah bukit dengan hamparan padang savana yang luas. Terakhir peserta akan diajak menuju ke Pantai yang sangat unik, yaitu Pantai Walakiri untuk menikmati Sunset. Kembali ke Hotel, istirahat dan makan malam.
      Hari 4: Sumba Timur (B)
      Setelah sarapan, perjalanan hari terakhir di Sumba peserta diajak untuk menimati sunrise di savanna puru kambera/ bukit mau hau, disini kamu bisa menyaksikan kuda liar yang sedang bermain di sana. Kembali ke Hotel untuk breakfast dan persiapan pulang. Sebelum Pulang peserta diajak menuju Kampung Kalu, pusat pengrajin kain tenun Sumba. Dan terakhir, peserta akan diantarkan menuju Bandara Waingapu. Trip berakhir. Semoga dapat berjumpa kembali !
      *Itinerary diatas tidak bersifat FIX, bisa berubah sewaktu-waktu menyesuaikan situasi dan kondisi
      (B = Breakfast, L = Lunch, D = Dinner)
      Include
      Mobil dan jasa antar-jemput sesuai rencana perjalanan.
      Pemandu wisata sekaligus sebagai supir
      Makanan sesuai yang tertera pada rencana perjalanan
      Akomodasi 1 malam di Waitabula (Sumba barat Daya) berbasis sharing
      Akomodasi 1 malam di Waikabubak (Sumba Barat) berbasis sharing
      Akomodasi 1 malam di Waingapu ( Sumba Timur) berbasis sharing
      Semua biaya masuk tempat wisata termasuk donasi sesuai program
      Air mineral selama tour
      Smile & unforgettable experience
      Exclude
      Transportasi menuju meeting point
      Pengeluaran Pribadi
      Asuransi Perjalanan
      Tip Guide
      Biaya optional tour (overtime / di luar itinerary yang sudah ada)
      Keterangan Tambahan
      Reservasi dilakukan selambat-lambatnya H-14 sebelum Trip.
      DP Minimal 50% paling lambat 2x24 jam setelah mendapatkan Booking Form dari
      IVACANZA, dan wajib melakukan pelunasan selambat-lambatnya H-7.
      Setiap peserta mengirimkan identitas dan bukti transfer pembayaran via whatsapp/email.
      Harga paket tour bisa berubah sewaktu-waktu bila ada perubahan dari penyedia fasilitas yang diterima peserta tour (harga kamar, mobil, speed boat, dll) dan ataupun kalo ada kenaikan BBM.
      Peserta dipastikan dalam keadaan kondisi tubuh yang baik.
      Trip dapat batal atau berubah jadwal sewaktu-waktu apabila terjadi cuaca buruk dan kejadian-kejadian tertentu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, hal ini demi kepentingan dan keamanan peserta serta kelancaran perjalanan.
      Apabila terjadi pembatalan dikarenakan adanya gangguan di kapal penyebrangan seperti: cuaca buruk, dan kapal over kuota, di kembalikan DP 100%
      Keterlambatan kepulangan dikarenakan adanya gangguan di kapal penyebrangan, cuaca buruk, dan kapal over kuota, biaya perpanjangan penginapan dan makan atau bentuk kerugian yang lain menjadi tanggungan peserta
       
      INFO :
      Email : info@ivacanza.co
      Line : @kcu6105b
      WA : 081299.3673.26
    • By Endar
      Cerah berawan menyambut aku dan teman-temanku di bandara Tambolaka, Sumba Barat Daya. Bukan bandara besar jadi dengan cepat kami bisa bertemu Pak Harlan  yang sudah dua puluh tahun menjelajah jalan-jalan Sumba. Selama empat hari kedepan kami akan ditemani Pak Harlan di tanah Sumba.
       
      Sebelum ke tujuan pertama, kami mengisi perut terlebih dahulu. Kami tidak menemukan tempat makan khusus yang menjual makanan khas Sumba. Namun kami dapat memesan makanan spesial yang tidak ada di menu, sambal bunga pepaya tumis di Warungku tempat dimana kami santap siang.
      Jalan utama di Sumba sudah baik, tidak ada lubang-lubang. Hanya saja  jalan berliku-liku mengikuti kontur bukit. Untuk mencapai danau Weekuri sebagai tujuan pertama membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam dari Tambolaka karena jalan yang dilalui bukan jalan utama, jadi tidak semuanya mulus. Danau berair asin karena air laut yang terperangkap ini sungguh indah. Siang itu banyak pengunjung lokal karena hari libur nasional. Saya tidak mandi di danau tapi menikmati suasana danau dan deburan air laut yang menghantam dinding sebelah danau.

      Ke arah selatan kami pergi ke kampung adat Ratenggaro. Kubur-kubur batu seperti tugu selamat datang berbaris di pintu utama. Lestarinya agama adat Marapu juga menjadikan budaya megalitik ini tetap ada sampai sekarang. Kepercayaan akan roh orang yang sudah meninggal menjadi pengubung dengan Sang Pencipta menjadikan orang Sumba tidak bisa jauh dari kerabat yang telah meninggal maka dari itu kubur batu diletakkan di depan rumah atau perkampungan.

      Hari menjelang sore, bergegas kami melanjutkan perjalanan ke pantai Mawana atau Bawana. Setelah berjalan sepuluh menit di jalan setapak yang terjal kami diberikan keindahan alam yang luar biasa. Menikmati sunset di pantai Bawana bersama penduduk lokal yang memancing ikan.


      Besok pagi kami bertolak ke Sumba Timur. Jika di Sumba barat pohon hijau tinggi di pinggir jalan, Sumba Timur berbeda. Bukit-bukit dengan padang rumput berpohon perdu lebih mendominasi. Hal ini terlihat jelas di Bukit Wairinding. Walaupun matahari terik tapi udara tetap sejuk dan dengan gembiranya anak-anak sumba bermain di atas bukit segembira saya melihatnya. 

       
      Setelah melapor di hotel kami melanjutkan ke bukit Morinda. Di atas bukit itu ada rumah makan dan juga kamar jika ingin menginap. Pemandangan di bukit Morinda begitu memesona dengan bukit yang mengelilingi dan lembah subur di bawahnya, tidak mau pulang rasanya. Mama yang menjaga tempat makan sangat ramah dan dengan semangat mempelajari bahas Inggris sebagai penunjang berkomunikasi. 

      Belum puas sebenarnya bersantai di Morinda tapi karena waktu kami harus meninggalkan Morinda untuk mendapatkan pesona matahari terbenam di pantai Walakiri. Dalam perjalanan ke pantai Walakiri akan banyak kandang-kandang peternakan alam dengan pohon sebagai pagar. Kuda, sapi, babi, kerbau atau kambing tidak jarang kita temui di sepanjang jalan. Pantai Walakiri bukan pantai berpasir putih atau pantai dengan laut biru dengan banyak terumbu. Di pantai ini sedikit berlumpur dengan banyak pohon bakau tapi kondisi ini menjadikan pantai ini menjadi tempat yang tepat untuk menikmati matahari terbenam. 

      Waingapu bukan kota yang besar tapi lebih ramai di banding Tambolaka atau Waikabubak. Kota ini sudah memiliki bandara dan karena letaknya yang lebih dekat dengan Flores menjadikan pelabuhan di Waingapu lebih ramai. Malam itu dengan perut yang lapar kami mencoba makanan laut di pinggir pelabuhan. Bukan musim yang tepat memang sehingga hasil laut tidak begitu banyak. Hanya ada ikan dan cumi tapi kesegarannya tidak dapat dipungkiri. Bulan terang dengan sedikit awan mengurungkan niat kami untuk menikmati malam dengan langit penuh bintang di atas bukit pintu kedatangan kota Waingapu. Sebelum kembali ke hotel untuk beristirahat, kami berhenti di alun-alun Waingapu. Jangan lupa untuk menikmati STMJ disini.

      Pagi-pagi sebelum matahari terbit kami menuju ke Puru Kambera dimana padang rumput dan pantai berpadu bersama kuda-kuda yang dibiarkan bebas. Tidak ada matahari bulat pagi itu karena cuaca yang berawan tapi pemandangan di Puru Kambera sudah membuat suasana hatu kami pagi itu begitu bahagia. 

      Menjelang siang kami menuju pantai Tarimbang. Perjalanan ke Tarimbang memang agak lama karena jalan yang tidak bagus . Hal ini juga yang membuat pantai ini jarang dikunjungi. Tapi pemandangan dalam perjalanan seolah-olah menghilangkan waktu sehingga perjalanan tidak terasa lama. Hanya kami yang ada di pantai Tarimbang waktu itu. Sayangnya, indah pasir putih, deburan ombak dan birunya warna laut tidak dapat dibawa pulang. Hujan menemani kami dalam perjalanan kembali ke Tambolaka sehingga kami tidak bisa melihat matahari terbenam di bukit Lailara. 

      Hari terakhir di Sumba, saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke pasar tradisional. Tidak ada penjual makanan jadi atau oleh-oleh. Hanya ada sayuran dan kebutuhan sehari-hari. Saya membeli cabai yang sangat pedas yang saya bawa ke Jakarta dan alpukat. Dibanding harga di Ibukota, harga kebutuhan sehari-hari yang dihasilkan sendiri dari tanah Sumba tidak mahal.
      Sayangnya siang itu saya harus meninggalkan Sumba, tempat dimana matahari tidak perlu malu untuk menyinari alam dengan bukit-bukit sabana indah. Masih banyak tempat yang sangat indah di Sumba dan tanah ini akan kurindukan.

       
    • By Duwi Dianggoro

      Festival Pasola di Sumba biasanya di adakan di dua tempat yang berbeda dan diadakan satu kali dalam setahun. Yaitu di Lamboya di bulan Februari kemudian di Wanokaka sekitar bulan maret. Dalam konteks ritual, Pasola merupakan tradisi perang adat dimana dua kelompok penunggang kuda saling berhadapan, kejar mengejar seraya melempar lembing kayu ke arah lawan. 
      Jangan sampai menunggu tahun depan untuk melihat festival Pasola, gabung aja open tripnya sekarang :
      Open Trip Pasola Lamboya 5D4N 16-20 Feb 2017
      Itinerary
      D 1 : ARRIVE TAMBOLAKA-RUMAH BUDAYA-BUKIT WAIKAPULOTA-MANAGA ABA SUNSET
      D2 : WATU MALANDO-MAREHA-BWANNA-RATENGGARO-WEEKURI-MANDORAK SUNSET-WAIKABUBAK
      D3 : PASOLA-AIR TERJUN LAPOPU
      D4 : TARUNG/WAITABAR-PRAIJING-BUKIT RAKSASA TIDUR-WARINDING-WALAKIRI SUNSET
      D5 : SUNRISE BUKIT PERSAUDARAAN-KAMPUNG PRAILIU-AIRPORT
      Harga termasuk:
      • Mobil pribadi dan jasa antar-jemput sesuai rencana perjalanan.
      • Pemandu wisata sekaligus sebagai supir
      • Makanan sesuai yang tertera pada rencana perjalanan
      • Akomodasi 1 malam di Waitabula (Sumba barat Daya) berbasis sharing
      • Akomodasi 2 malam di Waikabubak (Sumba Barat) berbasis sharing
      • Akomodasi 1 malam di Waingapu (Sumba Timur) berbasis sharing
      • Semua biaya masuk tempat wisata termasuk donasi sesuai program
      • Air mineral selama tour
      • Marchandise “Explore Sumba T-Shirt” bebas tanpa syarat.
      • Smile ☺ & Unforgettable experience
      Harga Tidak Termasuk:
      • Tiket pesawat (bisa bantu book)
      • Asuransi perjalanan
      • Minuman bersoda, jus, & alkohol
      • Pengeluaran pribadi seperi tip ke guide/driver, laundry, biaya telepon, dll.
      • Biaya tambahan yang timbul di luar kendali seperti penundaan/pembatalan pesawat, bencana alam, dll. 
      • Segala sesuatu yang tidak tertulis pada bagian “Termasuk”
      LAST MINUTES OFFER!!!
      BURUAN!!!
      SEAT TERBATAS
      Hubungi kami segera untuk mendapatkan penawaran khusus!!!
      info@exploresumba.com
      WA : 082 247 012 343 (fast respond)
      www.exploresumba.com / www.jelajahsumba.com
      "The best way to know Sumba"
      EXPLORE SUMBA merupakan lokal tour operator yang berlokasi di Waikabubak-Sumba Barat.







    • By roesoeh
      Late post ya teman2 jalan2er.
      Karena saya tidak terlalu bisa menulis jadi kesempatan kali ini saya hanya melanjutkan posting ajakan backpackeran ke sumba bulan oktober 2016 kemaren dan sekedar share foto2.
      Akhirnya kesampaian juga ke NTT.
      Bagi teman2 yg butuh info bisa saya bantu sebisanya by WA 08125931315 karena saya jarang online forum.
      Pic 1 pantai mbwanna di kodi balaghar, sumba barat daya,NTT
      Pic 2 pantai walakiri di waingapu, sumba timur
      Pic 3 kampung adat rende di sumba timur
      Pic 4 danau (laguna) weekuri, kodi balaghar, sumba barat daya
      Pic 5 pantai mandorak, kodi balaghar, sumba barat daya.
      Pic 6 danau kelimutu, flores
      Pic 7 pantai tarimbang
       







    • By Usman KualaSimpang
      Hari itu memasuki hari ke-2 kami berpetualang di pulau Sumba. Kegiatan rekan-rekan dari Perhimpungan Burung Indonesia di kantor Anakalang, Sumba Tengah hari itu cukup santai. Keberadaan kami disini berkaitan dengan kerjasama Team INDONESIA EASTCAPADE Expedition untuk konservasi alam / pelestarian lingkungan dan kepedulian terhadap dunia pendidikan di daerah yang sulit dijangkau dengan Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia atau lebih dikenal dengan Burung Indonesia (BirdLife Indonesia Association) yang merupakan organisasi konservasi nasional yang berupaya melestarikan seluruh jenis burung di Indonesia dan habitatnya, dengan dukungan masyarakat.
      Diskusi kecil tadi malam bersama Om Anis; Koordinator Burung Indonesia Sumba, Om Joni dan Mbak Lina mengenai rencana kegiatan Team selama di Pulau Sumba menjadi acuan untuk kegiatan hari ini. Om Anis dan Om Joni akan menemani Team mengeksplorasi sebuah Kampung Adat yang cukup dikenal di bagian Sumba Barat Daya. Hanya sekedar tahu, namun belum satupun dari mereka yang pernah kesana. Kampung Sodan, di Lamboya Dete, Sumba Barat.


      Menempuh jarak lebih kurang 45 Km dari Anakalang, melewati Kota Waikabubak lalu mengarah ke barat daya, kami mulai memasuki sebuah kawasan perbukitan dengan kontur jalan yang naik-turun lengkap dengan tikungan tajam, tak lupa bentang alam Indah dan semak belukar di kiri-kanan jalan membuat perjalanan Team hari ini cukup menantang. Bonus matahari bersinar terik menjadikan petualangan ini sempurna.
      Memasuki desa Lamboya, jalan mulai rusak cukup parah. Menyeberangi sebuah sungai yang berair jernih dengan kedalaman 40 cm, mengalir deras membentang selebar 12 meter, untungnya sepeda motor kami tidak mengalami kendala melintasi sungai ini. Setelah melanjutkan perjalanan, kami mulai mewaspadai kondisi jalan yang mulai rusak parah. Kombinasi tanjakan terjal dan batu lepasan membuat perjalanan menuju Kampung Sodan sedikit terkendala. Team harus berhati-hati melintasi jalan menanjak dengan batuan lepasan yang menutup permukaan jalan, hingga akhirnya team tiba disebuah kaki bukit dengan ketinggian lebih kurang 80 meter dari tempat kami berdiri, dan Kampung Sodan Ada diatasnya.


      Kampung Sodan, sebagaimana kampung adat di Sumba yang masih asli, dibangun diatas ketinggian. Biasanya, bukit dengan jalan masuk terjal dan sulit didaki menjadi pilihan utama. Tujuannya, mempertahankan Kampung dari serangan musuh akan lebih mudah jika bertahan pada posisi strategis, dan pintu akses masuk kampung dibuat menjadi satu pintu. Dan inilah kampung Sodan. Team harus mendaki jalan dengan kemiringan nyaris 45⁰ menuju pintu masuk satu-satunya ke kampung Sodan Angka itu kami dapat setelah melihat pada Clinometer yang kami miliki .
      Dari informasi yang kami dapatkan, belum ada Team ekspedisi lain yang pernah menyentuh desa ini, mengingat jalan menuju Kampung Sodan ini yang tidak mudah. Bahkan, sangat jarang wisatawan yang mau mengunjungi kawasan ini, padahal daerah dataran tinggi lamboya Dete ini kaya akan keindahan alam dan khasanah budaya khas pulau Sumba yang tidak dimiliki oleh daerah lain.


       
      Masuk ke kampung Sodan, Om Joni yang asli suku Loli dan mampu berbahasa Sodan dengan baik, mengucapkan salam dalam bahasa setempat. Dan sebuah sahutan menggema dari arah kampung Sodan. Bapak Talo Goro, tetua Kampung Sodan sendiri yang menyahut seruan om Joni. Kami diterima di kampung ini. Alhamdulillah. Dan, sekali lagi jalan mendaki menuju rumah Bapak Talo Goro, harus kami lalui.
      Tiba di rumah Bapak Talo Goro, kami disuguhi sirih pinang sebagai salam dan tanda adat bahwa kami diterima dengan tangan terbuka. Tak lupa, kami juga menyerahkan sirih pinang yang kami bawakan untuk tanda niat baik kunjungan kami ke kampung ini. Dan selanjutnya, obrolan kami mengalir santai tapi tidak kehilangan arah. Sebatang rokok tembakau asli yang ditanam didepan rumah, dilinting dengan kulit jagung menjadi salam perkenalan dari Bapak Talo Goro dan menjadi simbol penerimaan dari beliau bahwa kami diterima dengan baik.


      Kampung Sodan, yang belum tersentuh akses listrik dari PLN berada di 737.983 meter dari permukaan laut. Hawanya cukup sejuk. Kampung ini terdiri dari 33 rumah, yang semuanya masih asli, dibuat dari kayu Meyella dan yang dihuni oleh total 230 jiwa. Setiap rumah di Kampung Sodan dibangun dengan gotong royong dan kerjasama oleh 9 suku yang ada di satu Kampung Sodan. Suku-suku yang ada didalam Kampung Sodan adalah Anamalanta, Ubuteda, Modu, Weeyelu, Marapati, Ubukawau, Weisola, Weemati dan Weesagora, dimana Setiap suku, memiliki peran dan fungsi masing-masing didalam kehidupan keseharian kampung Sodan.

      Masyarakat Kampung Sodan menjaga dengan baik adat istiadat, budaya asli dan kearifan lokal yang menjadi kebaggaan masyarakat kampung ini. Termasuk kehidupan spiritual mereka yang memiliki keyakinan Merapu yang sekali setahun menyelenggarakan acara adat yang mereka sebut Po’du. Sebuah acara sakral yang berlangsung sebulan penuh pada waktu yang telah ditentukan dengan menjalankan ritual, mentaati setiap perintah tetua adat dan menjauhi segala pantangan dan larangan.



      Berada di ketinggian, pastinya cukup menyulitkan masyarakat untuk mendapatkan air. Benar saja. Sebelum adanya bantuan air dari Desa Nihiwatu di pesisir yang membangun aliran air hingga ke pelosok Sumba, masyarakat Kampung Sodan harus turun dari kampung menuruni tebing terjal hingga ke ketinggian 200 meter untuk mengambil air dari sumbernya. Sungguh sebuah tantangan. Tak butuh waktu lama, kami diajak untuk berkeliling kampung melihat kehidupan keseharian masyarakat kampung Sodan. Sungguh sebuah kesempatan berharga. Kami bisa melihat langsung kehidupan masyarakat Kampung Sodan yang masih asli, yang masih terjaga dengan baik. Luar biasa





    • By evichandrawati
      Hi Jalan2ers...
      Ada yang minat explore pulau Sumba *tanpa wa* NTT?? Rencananya saya pengen kesana tanggal 4-8 Mei 2016 (cuti cmn 1 hari, 5-6tgl merah) .. Berhubung pas Long Weekend dan penerbangan kesana Transit Bali, jadi pengen issue tiket selagi murah... Semakin deket, semakin mahal..
      Perkiraan cost 3jt kalo bisa 6 orang (nyontek dari OPR) tapi bisa lbh hemat karena semua cost di share bareng tanpa margin.
      Buat saat ini, belum bisa kasih rincian cost..
      Bayangan itin seperti ini *nyontek dari OPR*:

      Day 1: Sumba Barat Daya 
      Mepo di bandara Tambolaka,  dilanjutkan perjalanan  ke penginapan, check in dan langsung berangkat  menuju  ke Kampung Adat Ratenggaro. Kemudian dilanjutkan ke Pantai Pero, sunset. Kembali ke penginapan. 
      Day 2: Sumba Barat 
      Pagi berangkat menuju Pantai Mandorak dan dilanjutkan ke Danau Weekuri perjalanan sekitar 2 jam. Explore. Perjalanan dilanjutkan ke Sumba Barat. Check in hotel di Sumba Barat lanjut perjalanan ke Pantai Bwana dan tanjung Pantai Maladong, Explore. 
      Day 3: Sumba Barat – Sumba Tengah 
      Check out. Kemudian dilanjutkan perjalanan ke Waikelo sawah, explore. Setelah itu dilanjutkan explore Air Terjun Lapopu. Lnjut perjalanan ke Resort Peter Magic di Tarimbang, di tengah perjalanan mampir ke bukit Wailara, bukit cantik khas Sumba. 
      Day 4: Sumba Tengah – Sumba Timur (B, L, D)
      ExplorePantai Tarimbang hingga puas. Setelah puas explore perjalanan dilanjutkan ke Waingapu. Menikmati pemandangan Bukit Warinding Sumba Timur. Kemudian dilanjutkan ke pantai Walakiri untuk menikmati sunset. Check-in hotel di Sumba Timur.
      Day 5: Sumba Timur 
      Setelah sarapan di hotel, check out. Sebelum perjalanan ke bandara bisa berkunjung ke Kampung Adat Raja Prailiu,  lalu ke bandara Waingapu.
      Pulau Sumba mulai terkenal karena film Pendekar Tongkat Emas. Bisa di googling, pesona pulau Sumba ini sangat indah sekali. Pengalaman ke Sailing komodo bulang Agustus kemarin, view-view di NTT emang amazing banget... 
      Kontak saya 7C418D4D
      Foto-foto diambil dari IG yg pernah kesana... foto lain bisa liat di account IG tersebut... 






    • By evichandrawati
      Hallo....
      Salam kenal, saya evi. Saya mau tanya-tanya tentang Sumba nih, khususnya transportasi. Saya baru balik dari trip Flores-Lombok-Bali dan saya jatuh cinta sama namanya Nusa Tenggara. entah itu Timur atau Barat...  Rencananya saya mau balik kesana taun depan, mau ke Sumba lanjut ke Lombok lagi buat ke 3 gili baru. Saya cari-cari info, tapi masih jarang informasi tentang transportasi di Sumba. Yang orang Sumba atau pernah ke Sumba, mohon pencerahannya
      1.  Di Sumba banyak penyewaan motor gak? karena saya mau sendiri dan butuh transportasi murah.
      2. Dari Sumba ke Lombok ada penyebrangan regular gak?
      thanks sebelumnya
       
      Salam