Kang Haji

Kang Haji

6 posts in this topic

Bismillah

Assalamualaikum wrwb

Hallo Gan/Sis, salam kenal dari saya Kang Haji, selaku newbie di forum jalan-jalan ini. Mohon bimbingan dan arahannya ya supaya saya bisa menikmati indahnya hidup dengan travelling terutama menjelajahi keajaiban-keajaiban di Nusantara tercinta.

Selain itu, dalam akhir bulan ini saya sekeluarga berencana melakukan 1st touring Bdg-Yogya dengan kendaraan pribadi. Oleh karena itu, mohon bimbingan dan informasinya mengenai tip2 di perjalanan seperti tempat singgah/rest area, tempat wisata yang bisa dikunjungi sekalian lewat dan tentunya daera wisata yang wajib dikunjungi di Yogya.

 

Sekian dan Hanupis,

Kang Haji

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By Dewi Calico
      안녕하세요....
      Finally Incess Traveller ndeso tingkat pemula (jadi belom expert haha ) yang manjah ini come back nulis lagi.
      Im so sorry, 
      미안해 Baru balik lagi.
      Dan aku akan share sebuah sweet story about my Journey.
      Tentang sebuah Rumah yang sangat keren, cute, nice and eye catching.
      Serius ini aku ga sok lebay yak.
      Sunday yang cerah.
      Aku memulai perjalanan ke Rumah Paris.
      Rumah Paris ini berada di Jalan arah ParangTritis.
      Jadi gampang kalo mau nyari, pakai Google Map pun juga ketemu.
      Yaapp akhirnyaaaa.
      Parkir mobil dan memasuki rumah paris.
      This is a Rumah paris.
      Sebuah rumah kecil yang sangat manis di dominasi warns Biru pastel.
      Rumah ini terdiri dari dua Lantai.

      Inilah isi dari Rumah Paris.
      ** Bagian Depan

      ## Setelah Pintu Masuk

      :: Bagian Dalam






       
      ;; Bagian Lantai 2


       

       
       
      // Bagian Tangga


       
      %% Bagian Belakang



       
      Disini sudah dilengkapi dengan AC, Kulkas, Kompor, TV.
      Jadi sangat lengkap.
      Banyak spot bagus untuk berfoto manjjaahh.
      Berapa banyak biaya untuk bisa menikmati Rumah Paris ?
      -
      ** Untuk berfoto di bagian depan saja hanya membayar 10 K IDR (ada tulisan di depan rumah paris).
      ** Berfoto menggunakan HP full semua bagian membayar 25 K per person dengan jangka waktu selama 30 menit.
      So, harus pinter atur waktunya yaa biar maksimal foto di semua tempat.
      ** Untuk Cam sejenis DSLR maupun Mirrorless (jenis Cam besar gitu yaa) tarif nya beda lagi.
      ** Untuk menginap maupun sewa tempat juga ada tarif lainnya.
      Inilah rincian tarifnya:



      Apa sih yang Dewi rasakan di Rumah Paris ?
      -
      Yap, I'm so happy.
      Seru dan suka aja pokoknya dengan konsepnya yang sangat cute ini.
      Segala pernak pernik yang menghiasi itu bikin aku betah.
      Yang jelas sih yaaa disini bersih banget.
      Ber AC jadi tenang aja pas foto foto ga akan berkeringat, kecuali di luar yaa.
      Dan untuk dapat foto yang bagus sih yaa aku sarankan datang di siang hari biar cahaya nya itu pas.
      Jauh ga sih Rumah Paris, dan gimana cara kesana kalo pake kendaraan umum ?
      -
      Bisa pakai Taxi maupun Transport Online.
      Dari Jogja Kota kisaran 30 menit berkendara.
      Kalau misal nyetir sendiri dan ga tau arah bisa langsung pakai Google Maps.
      Gampang kok lokasinya.
      Dan inilah Alamatnya:
      -
      JL. PARANGTRITIS
      KM. 8,4 TIMBULHARJO
      SEWON, BANTUL, YOGYAKARTA 55186
      Contact:
      -
      WA: 089683799665
      BBM: 7ED1435D
      Telf: 0274-6463042
      Telf: 089683799665
      Email: paris.rumah@gmail.com
      Twitter, IG, FB: RumahParis


    • By Kang Haji
      Hai Gan/Sis,
      Mohon info dan masukkanya untuk dapat wisata 3H2M di Yogyakarta, mana saja tempat yang layak dikunjungi nya? Dan hotel yang representatif ke tempat wisata apa sajakah?
       
       
      Terimakasih
    • By Bambang Juwang
      Hi all, perkelakan sayaaa dari Yogyakarta untuk duniaaa....Have a great weekend!
    • By iid
      Halo semua, perkenalkam nama saya iid. Baru join hari ini di forum ini.

      Rencananya saya mau jalan ke Jogja sama keluarga lewat jalur selatan, berangkat tgl 21 des 2014. Bawa anak kecil. Ini perjalanan pertama kami ke Jogja.

      mohon informasinya :
      1. Bagaimana kondisi jalur selatan yg terupdate ?
      2. Berangkay jam berapa untuk jkt jog dan sebaliknya ?
      3. Estimasi waktu tempuh untuk tgl 20 dec jkt jog dan 23 dec jog jkt
      4. Biasanya tgl diatas di kota jogjanya macet kah ? Dan jalan ke tempat wisatanya macetkah ?
      5. Tempat istirahat yg direkomendasikan di sepanjang jalur selatan ?

      Terima kasih banyak yaaaaa
    • By langlang bhuwana

      musim hujan membuat debit air bagus tuk rafting di progo atas lalu mantai di indrayanti, wiskul di alun2 selatan dan besoknya kita turun ke gua jomblang dgn kedalaman 60 meter bertemu cahaya surga yang sensasional.
       
      Rp. 1.765.000 (termasuk tiket KA)
      =================================
      jadwal : 18-19 jan'14 (sabtu-minggu) berangkat jumat malam
       
      hari 1 : meeting poin di stasiun tugu yogya, lanjut rafting di progo atas, mantai di indrayanti dan chek in penginapan. setelah bersih2 kita ke alun2 selatan keraton untuk wiskul dan menguji mitos beringin kembar.
       
      hari 2 : check out penginapan dan kita masuk gua jomblang lalu santai minum dawet dan dilanjutkan ke stasiun tugu dan trip berakhir
       
      film trip sebelumnya : https://www.facebook.com/photo.php?v=194257070762499
       
      sudah termasuk tiket kereta jkt-yk-jkt, penginapan, makan sehari 3x selama trip, transportasi minibus, guide, peralatan lengkap dan dokumentasi foto & film.
       
      info wa/sms : 0813 1585 6556
    • By Iskandar Alam
      TEMPO.CO, Yogyakarta --
       
         Pemerintah Kota Yogyakarta menyiapkan konsep wisata blusukan kampung bagi para pecinta kuliner khususnya jajanan bakpia di pusat oleh-oleh bakpia kampung Patuk, Dipoyudan, Kecamatan Ngampilan Yogyakarta.
       
      "Kami saat ini sedang menyiapkan semacam penunjuk jalan bagi wisatawan agar bisa menikmati blusukan di kampung perajin bakpia Yogyakarta lebih mudah dan nyaman," kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti saat mengumpulkan sejumlah perajin bakpia di Patuk Jumat 22 November 2013.
       
      Dalam pertemuan yang dihadiri sejumlah pengurus paguyuban perajin bakpia Patuk yang tergabung dalam Koperasi Sumekar itu, Haryadi menuturkan roadmap blusukan kampung bakpia ini diharapkan menjadi inovasi alternatif di tengah ketatnya persaingan bisnis bakpia saat ini.
       
      "Merek bakpia Patuk saat ini sudah menyebar ke berbagai daerah dan dengan mudah ditiru pengrajin lain di luar Patuk. Bahkan di luar Kota Yogya pun banyak perajin tetap menggunakan nama Patuk untuk produksinya," kata dia.
       
      Untuk membedakan dan tetap memiliki kekhasan di tengah persaingan bisnis bakpia itu, maka sentra bakpia Patuk perlu melalukan inovasi untuk menarik wisatawan datang langsung. "Misalnya dengan merasakan blusukan langsung dan melihat langsung proses pembuatan bakpia di perkampungan," kata dia.
       
      Konsep blusukan kampung bakpia ini selain memperkokoh eksistensi Patuk sebagai kampung bakpia juga membuat para perajin kecil di kawasan ini mendapat porsi kunjungan wisatawan yang selama ini belum tahu banyak soal produksi bakpia.
       
      "Wisatawan kebanyakan datang ke Patuk dan langsung menjumpai toko toko besar di pinggir jalan yang menyediakan bakpia. Padahal, bakpia itu sebenarnya juga diproduksi warga di dalam kampung, di balik toko toko besar itu," kata dia.
       
      Untuk merealisasikan langkah ini, pada Desember 2013 pemerintah akan memulai dengan membuat tetenger atau monumen bakpia di jalan pintu masuk kampung Patuk. Kemudian melakukan penataan jalan di perkampungan serta menyediakan sejumlah papan penunjuk menuju kampung pengrajin.
       
      Seorang perajin yang juga pengurus paguyuban pengrajin bakpia Patuk, Sumiyati menuturkan di kampung Patuk sendiri tercatat ada 120 merek bakpia. Merek itu dimiliki oleh sekitar 50 pengrajin. Setiap hari, di kampung Patuk sendiri produksi bakpia mencapai 100 ribu buah. Dengan masing-masing pengrajin menghasilkan sekitar 100 dus per hari.
       
      "Adanya blusukan kampung bakpia ini akan menjadi pembeda, soal bagaimana mendapatkan bakpia yang lebih memuaskan karena melihat langsung sambil jalan jalan,"