Sign in to follow this  
freaksthriller

Bertemu Korban yang Meninggal, Hipotermia dan Kesurupan Saat Mendaki Gunung

5 posts in this topic

IMG_20150603_122109_HDR%2B%25282%2529.jp

Bertemu Korban yang Meninggal, Hipotermia dan Kesurupan Saat Mendaki Gunung Gede Pangrango via Jalur Putri dan Turun lewat Jalur Cibodas

Pendakian kali ini menjadi pengalaman yg teramat berharga untuk kami, perjalanan  yang mengajarkan kami apa itu makna hidup , terutama menghadapi "Hipotermia, Kesurupan dan Kematian" yang sampai saat ini menjadi momok menakutkan bagi para pendaki gunung. Tidak sedikit kita mendengar berita meninggalnya seorang pendaki yang diakibatkan oleh Hipotermia.

Spoiler

IMG_20150602_085121.jpg

Tahun 2015 silam tepatnya tanggal 2 Juni, saya dan 5 orang teman lainnya mendaki gunung ini, sehari sebelumnya kita berenam berangkat dari Bandung menggunakan motor, sesampai di Cibodas kamipun menuju kantor TNGP dan mengurus SIMAKSI untuk pendakian esoknya, setelah itu kamipun melanjutkan perjalanan ke rumah temannya teman salah satu dari kita untuk beristirahat setelah lelah perjalanan dari Bandung.

Spoiler

IMG_20150601_134347_HDR.jpg

Singkat cerita, setelah semua siap sekitar pukul 7.30 pagi setelah packing ulang dan cek ulang perlengkapan kitapun menitipkan motor, mulai berjalan dan mencarter angkot untuk menuju ke basecamp yang terletak di Desa gunung putri, sesampai disana kitapun memulai perjalanan , setelah melewati pemukiman warga dan perkebunan  dengan medan yang menanjak, tidak lama kita sampai di Pos Perizinan, sekitar pukul 10.00 setelah pengecekan Simaksi dan pemeriksaan kamipun melanjutkan perjalanan, disinilah perjalanan sesungguhnya dimulai.

Spoiler

IMG_20150602_095244.jpg

Masih dengan medan yang sama melewati ladang perkebunan penduduk yang semakin menanjak dengan trek yang di dominasi oleh tanah merah, kitapun tidak luput beberapa kali istirahat, menyesuaikan dengan salah satu dari kita yang baru pertamakali mendaki, jadi kami berjalan cukup santai menikmati  perjalanan tanpa buru-buru.

Spoiler

IMG_20150602_103014-.jpgIMG_20150928_222751.jpg

Sekitar pukul 10:45 kitapun mulai memasuki hutan tropis yang dipenuhi pepohonan dan sampai di Pos 1 Legok Leunca sekitar pukul 11.22 kitapun beristirahat. Ketika itu ada beberapa petugas yang lewat dan salah satunya duduk beristirahat bersama kami setelah sedikit berbincang beliau memberitahukan bahwa di alun-alun Surya Kencana ada korban meninggal sejak kemarin sore yang katanya terkena Hipotermia, dan hari ini sedang di evakuasi . Beliau bercerita kalau disini memang cukup banyak korban yang meninggal, tapi yang dipublikasikan hanya beberapa. Beliau mengingatkan kami utk berhati-hati karena cuaca saat itu bisa mencapai 0 derajat celcius. Saat pertama mendengar diatas ada korban meninggal, tidak bisa dipungkiri ada sedikit perasaan gak karuan, “dalam hati: wah….ada korban meninggal?”

Spoiler

IMG_20150605_204857_1433512200351.jpg

Setelah beristirahat kitapun melanjutkan perjalanan, disini trek perjalanan semakin terjal menanjak, jarang sekali menemukan landainya. Disepanjang perjalanan entah kenapa suasana terasa hening, sepi, saat itu jarang sekali menjumpai pendaki lain, bisa dibilang hanya 1-2 tim pendaki yang turun, di pos 3 pun tidak ada yang berjualan, semakin kesini medan jalan semakin terjal dan curam, cukup menguras tenaga, kitapun semakin sering beristirahat bahkan waktu itu teman yang baru pertama kali naik gunung tadipun meminta kita berhenti hampir stiap 10 menit sekali, beruntungnya kita saling memahami kalau perjalanan ini memang untuk dinikmati.

Spoiler

IMG_20150602_103014---.jpgIMG_20150602_124056.jpg

 

Sekitar pukul 13:40 dari atas terdengar suara banyak orang yang sedang turun, kamipun menduga-duga jika itu tim evakuasi yang sedang membawa korban, beberapa saat kemudian ternyata benar 4 orang yang sedang menandu korban dan 4 orang lainnya yang saling membantu berjibaku melewati medan turun yang sangat curam, sesaat kamipun terdiam hanya bisa melihat sesosok mayat melewat tepat didepan mata dan berucap “Innalillahi Wainna Ilaihi Roji'un”…

Spoiler

IMG_20150605_210756-.jpg

Setelah itu kamipun melanjutkan perjalanan, suasana semakin hening meski kami tidak saling membicarakan seolah tidak terjadi apa-apa, tapi seolah pula kami mengerti perasaan masing-masing.
Berjalannya waktu kamipun sesekali bercanda untuk memecah keheningan itu, membuat kopi dari botol termos yg kami bawa dan nongkrong ditengah jalan sembari istirahat, karena memang sepi hampir tidak ada lagi pendaki yang kita temui. Sekitar 15 menit sebelum Surya Kencana hujan turun memaksa kita untuk memakai jas hujan, dan kebetulan trek sedikit landai kitapun mempercepat langkah, sekitar pukul 16:24 kitapun sampai di Surya Kencana.

Spoiler

IMG_20150602_162401.jpg

Tidak lama saat ditengah savanna  hujan semakin deras bahkan sangat lebat disertai angin yang kencang, dan kamipun berlari ketepian utk mencari tempat berteduh dan membuat shelter dari ponco. Meski demikian hampir smua pakaian yg kita pakai sekejap basah kuyup, sayapun hanya sempat mengganti  baju saja, kitapun mulai kedinginan dan sedikit mengigil ditambah perut sudah mulai terasa lapar,  Setelah -+40-50menitan hujanpun mulai reda, dan kamipun bergegas untuk melanjutkan perjalanan karena sudah tidak sabar ingin sesegera mungkin mendirikan tenda.

Baru saja keluar dari tepian tiba-tiba jauh ditengah savana ada seorang wanita  menggunakan payung berteriak dgn sangat keras meminta tolong, kamipun terkejut dan segera berlari menghampirinya. Ketika akan berlari menghampirinya, salah satu dari kita ada yang bercanda mengatakan “wah…kita juga ini butuh pertolongan, hehe” Yaaa…mengingat kita baru saja tiba sudah di guyur hujan yang sangat lebat, berjibaku membuat shelter, sebagian pakaian basah kuyup, kedinginan, ditambah kelaparan”

Sesampai ditengah savana itu ternyata mereka mendirikan 2 tenda terlihat 3 orang perempuan yg sedang histeris melihat 1 teman cowonya yg sedang mengalami kejang-kejang terkena hipotermia.  Kamipun bergegas utk membantu, saat itu mereka semua panik, terlihat kacau karena tenda dan hampir semua perlengkapan mereka basah. Kondisi korban saat itu terlihat sangat menggigil, susah bernafas, mata selalu melihat keatas serta anggota tubuhnya seperti mati rasa dan sering mengigau menyebut nama ayahnya yang sudah meninggal, sontak kakaknya pun histeris berteriak ketakutan, sambil menangis yang membuat suasana semakin panik pacar korban yang ikutan menangis mereka berdua sudah berfikir terlalu jauh membayangkan korban akan meninggal. Pertama kitapun mencoba utk menenangkan, tanpa disadari dengan inisiatifnya masing-masing kitapun terbagi menjadi 3 kelompok, dua orang dari kita mencoba utk menenangkan, dua orang lagi mendirikan tenda membuat air hangat dan mie instan untuk korban, dan dua orang lagi mencari bantuan, bilamana terjadi hal-hal yg diluar kehendak.

Spoiler

IMG_20150603_055921_HDR.jpg

Menurut dua orang yang sedang mencari  bantuan : Setelah berjalan cukup jauh akhirnya kita menemukan lokasi para pendaki yang mendirikan tenda, ketika kita menceritakan kejadiannya, kemudian salah satu dari mereka meneriakan “MAYDAY...! MAYDAY…! Serentak penghuni lain saling menyahut ada apa? Ada apa? Dia bilang ada yang terkena Hipo, kemudian terlihat beberapa orang menghampiri, tidak lama kitapun bergegas kembali membawa beberapa orang, saat itu langit mulai gelap dan setibanya di tkp terdengar dari dalam tenda bacaan doa-doa seperti yang sedang tahlilan, saya  pikir korban meninggal, dalam hati "Astagfirullah ya Allah... masa saya harus melihat ada korban jiwa lagi tepat didepan mata dalam satu waktu" dengan rasa gundah kitapun masuk kedalam tenda dan ternyata korban masih hidup bahkan membaik, malah sekarang kaka korban yang menjadi korban kesurupan.

Sebelum kesurupan kakak korban sering menangis histeris melihat kondisi adiknya, dan dua wanita lainnya meminta izin untuk mengganti pembalut di tenda kita dan kembali keluar, tidak lama kemudian terdengar teriakan histeris aneh dari kakak korban sembari tertawa-tawa dan dua wanita tadipun kembali ke tenda kita sambil menangis ketakutan, salah satu dari wanita itu berkata ada yang mengikuti mereka, dan wanita satunya lagi memberitahu bahwa dia memang bisa melihat makhluk halus.
Suasana semakin menegang karena kakak korban yang kesurupan itu semakin histeris menjerit-jerit, tertawa-tawa tidak karuan.  Untungnya salah satu dari kita ada yang bisa mengatasi kesurupan tersebut dibantu dengan teman-teman lainnya, setelah beberapa saat Syukur Alhamdulillah suasana semakin terkendali, kedua korban itu semakin membaik.

Saat kita sedang menarik nafas sembari santai dan ngopi, disekitar tenda mereka terlihat beberapa pembalut yg dibuang sembarangan. Mungkin itu salah satu penyebabnya "Wallahu A'lam"

Sayangnya kami tidak sempat mendokumentasikan kejadian itu. Jangankan utk memikirikannya, malah kitapun lupa untuk makan, padahal kita belum makan dari siang.

Setelah beberapa saat semua kembali normal, kita semua pindah ke lokasi tempat para pendaki lainnya mendirikan tenda, dan akhirnya kitapun dapat beristirahat total, meskipun salah satu dari kita masih ada yang terlihat pucat mukanya, dan sudah tidak betah ingin segera pulang. :D

 

Spoiler

 

IMG_20150927_132828.jpg

IMG_20150603_102921_HDR.jpg

 

Esoknya sekitar pukul 5.30 kitapun bangun sholat dan menikmati setiap keindahan alam yang Tuhan suguhkan, tidak henti-hentinya dalam hati berucap syukur. Ketika kita sedang duduk-duduk didepan tenda dan memasak terlihat dua orang cwo dan cwe dengan dingin lewat di depan kami, bukannya itu korban yang semalam terkena hipotermia dengan pacarnya? Kata salah seorang dari kita, dan kamipun saling memandang dengan tersenyum.
Setelah puas bersantai kitapun bergegas beres-beres dan packing untuk melanjutkan perjalanan pulang lewat jalur Cibodas, sekitar pukul 10.30 kita memulai perjalanan menuju Puncak Gunung Gede dengan trek yang di dominasi tanjakan curam kitapun sedikit menghelakan nafas :D , makin keatas medan yang ditempun semakin extrim, sekitar pukul 11:30 kitapun sampai di Puncak dan beristirahat.

Spoiler

IMG_20150603_122109_HDR+%25282%2529.jpg

Setelah puas waktupun menunjukan pukul 12.00 dan kami melanjutkan perjalanan menuju Kandang Badak, kitapun mengambil jalur disisi kanan untuk menghindari jalur terjalnya tanjakan setan. Saya akui jalur cibodas ini banyak destinasi wisata indah yang dilewati, ramai, dan tentunya lebih landai dibanding jalur gunung putri, tapi entah kenapa saya merasa jenuh, perjalanan menuju Cibodas ini terasa sangat amat lama.  Sekitar pukul 17.18 kitapun sampai di Pos Panyancangan, setelah istirahat sejenak kitapun melanjutkan perjalanan.

 

Spoiler

 

IMG_20150603_171923_HDR.jpg

IMG_20150603_172706_HDR.jpg

 

Dari sini jelanan mulai sepi… terasa hening ketika waktu menunjukan tepat pukul 18.00 ditengah perjalanan salah satu dari kita menyuruh kita semua untuk berhenti sejenak dan dia berkata "nanti jalannya berdua-dua jangan sampai melamun, dan terus fokus" setelah 5-10 menit kemudian kitapun melanjutkan perjalanan, hari sudah semakin gelap sementara kami belum sampai-sampai, mana jalanan sepi dan terasa hening dengan aroma mistis yang sedikit menyelimuti, entah hanya perasaan saja. Singkat cerita sekitar pukul 19.00/19.30an kitapun sampai di Terminal Cibodas dan perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan angkot menuju rumah temannya teman kita, sesampai disana kita beristirahat duduk-duduk diteras ngobrol-ngobrol, dan membahas banyak cerita mistis tentang Gunung Gede, termasuk yang tadi ketika kita berhenti tepat pukul 18.00 teng itu…ternyata oh ternyata… pantas saja!

Oh ya kebetulan temannya teman kita yang punya rumah memang tahu betul seluk-beluk Gunung Gede (toh rumah nya jg daerah situ) hehe… meski dia tidak ikut mendaki bersama kami. Setelah ngobrol dilanjutkan dengan makan bersama dan tidak lama setelah itu kami memutuskan untuk pulang ke Bandung pastinya menggunakan sepeda motor, tengah malam itu! Wow… Perfecto!

Syukur Alhamdulillah kita semua sampai kerumah masing-masing dengan selamat, dan itulah tujuan utama kita mendaki adalah bisa kembali ke rumah dengan selamat.

yang mau liat Videonya...

DISINI 

Semoga amal ibadah diterima disisiNYA! "Amin"
-02/06/15-
Sedikit beban yg harus kita syukuri...
1. Kematian
Perjalanan kemarin adlh perjalanan yg
mengajarkan kita apa itu makna kehidupan.
2. Hipotermia & Kesurupan
Sebaik2 manusia adalah org yg bermanfaat bagi org lain.

 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 4/19/2017 at 5:12 PM, deffa said:

wah pengalaman yang gak bisa di ungkapkan kata2 neh

bisa langsung 2 kejadian seperti itu salut. @freaksthriller

iya nih anehnya sepi pula, pdhal waktu itu klo ga salah lg hari libur 

On 4/21/2017 at 11:41 PM, Arif Irawan said:

keren ya viewnya, sempat ke cibodas tahun 2002 sendirian cuman bawa raincoat aja. pas ditutup juga gn gedenya. jadinya cuman main ke curug cibereumnya aja. 

iya lumayan keren gan..wah tahun 2002 udh lama banget ya.. :D

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 4/23/2017 at 9:16 AM, freaksthriller said:

iya nih anehnya sepi pula, pdhal waktu itu klo ga salah lg hari 

Yap aneh juga ya biasanya hari libur lumayan banyak yang daki

kemarin baru kejadian di Prau kesambar petir @freaksthriller

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Endar
      Flixbus dari Paris parkir dengan sempurna di area Sihlquai, dekat Zurich Central Station. Pagi itu udara masih dingin. Bagi orang Indonesia yang terbiasa dengan iklim tropis, udara dingin di Carparkplatz Sihlquai tetap menusuk tulang walaupun sudah memakai jaket tebal. Padahal sudah bulan Mei.
      Zurich, kota terbesar di Swiss yang berada di tepi danau Zurich dan dekat dengan pegunungan Alpen menjadikan Zurich kota yang memiliki panorama yang menakjubkan. Tidak heran dengan kondisi ekonomi, geografi dan tentunya fasilitas yang ada, Zurich dinobatkan menjadi kota dengan kualitas hidup terbaik di dunia tahun 2006 dan 2007.
      Satu hari di Zurich tidak menyurutkan semangat untuk menjelajah kota ini. Dengan waktu yang sempit maka hal yang dapat dilakukan adalah city tour. Banyak paket yang ditawarkan dengan berbagai variasi waktu, fasilitas dan tujuan. Transportasi yang digunakan untuk city tour adalah trolley wisata dengan design klasik ditunjang dengan audio dalam delapan bahasa. Ada Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Portugis, Rusia dan Spanyol.  Dalam waktu kurang lebih dua jam dengan biaya 35 – 40 franc, trolley akan melewati area bisnis, Bahnhofstrasse yang menjadi museum penting di Zurich, sudut kota tua Zurich, Fraumunster Church yang konon mulai dibangun tahun 1100 namun baru terlihat di abad 15 dan area perkotaan lainnya.
       

      Perjalanan city tour berhenti dua kali. Biasanya berhenti di area tepi danau Zurich di kawassan dermaga publik. Kedua di jalan Stadthausquai. Terdapat fasilitas toilet umum di setiap tempat pemberhentian, tempat makan atau penjualan souvenir. Di seberang jalan Stadthausquai dengan melewati jembatan di atas sungai Limmat terdapat jalan Limmatuquai yang banyak menjual souvernir di kios-kios kecil. Kawasan ini juga merupakan pusat bisnis dengan banyak bank, toko-toko eksklusif, restaurant dan pusat perbelanjaan.
      Bila tidak puas dengan city tour, terdapat tour dengan kapal pesiar yang akan berlayar di danau Zurich. Dengan kecantikannya, danau Zurich begitu menjadi daya pikat tersendiri. Tata kota dan pemanfaatan danau yang baik menambah nilai plus untuk kota Zurich. Di seputaran danau banyak terdapat pemukian yang menjadikan danau Zurich lebih hidup.  Pemanfaatan danau Zurich sebagai tempat berolahraga air seperti perahu layar, kano  didukung fasilitas yang memadai.
       

      Transportasi di Zurich sangatlah mudah. Banyak kereta dan trem yang menjangkau hampir seluruh sudut kota. Bagi yang tinggal di Zurich dalam waktu yang singkat terdapat ZurichCARD yang merupakan paket transportasi trem, bus, kapal, kereta api dan sarana transportasi lainnya. Terdapat juga potongan harga atau bahkan tiket gratis bagi yang memiliki ZurichCARD. Namun perlu diketahui  di Zurich berlaku zona tariff sehingga tidak perlu membeli paket pada zona yang tidak dilalui. Stasiun Hauptbahnhof  (Zurich HB) menjadi pintu gerbang jika kita menggunakan kereta. Stasiun terbesar di Swiss yang juga menjadi salah satu stasiun tersibuk di dunia ini sangat lengkap. Sudah seperti pusat perbelanjaan, hampir semua kebutuhan dapat ditemukan disini. Pada waktu tertentu sering diadakan bazar makanan yang menual street food dengan harga miring.
       

      Biaya hidup di Zurich termasuk tinggi dibanding kota-kota besar lainnya di Eropa. Dengan mata uang Franc yang memiliki nilai berbeda dengan Euro, harga-harga makanan di Zurich bisa 1.5 kali lipat jika di rupiahkan. Untuk akomodasi juga termasuk tinggi, harga penginapan super standar berkisar IDR 500.000 belum termasuk sarapan.
      Perlu kejelian dalam menyusun itinerary jika memasuki Zurich ke salah satu kota tujuan. Yang menyukai wisata kota dengan suasana yang sepi dan nyaman, Zurich dapat menjadi pilihan. Namun bagi yang menyukai suasana alam, Zurich dapat menjadi trip satu hari yang berkesan.
       



    • By Endar
      Berkunjung ke Raja Ampat sudah menjadi impian banyak orang. Alam yang indah dengan pemandangan menakjubkan dari atas hingga bawah lautnya menjadikan Raja Ampat surga tersendiri bagi para traveler, diver dan juga photographer alam.
      Dengan gugusuan kepulauan di sebelah barat Kepala Burung Pulau Papua, Raja Ampat memiliki banyak pulau yang dapat dijadikan tempat menginap bila berkunjung kesana. Salah satunya pulau Arborek. Pulau kecil nan cantik ini  dapat ditempuh  kurang lebih satu jam dari Waisai, ibukota Raja Ampat.
      Banyak homestay atau penginapan di Arborek yang hampir semuanya pondok kayu beratapkan daun rumbia. Sebuah konsep ramah lingkungan yang menyatu dengan alam. Bahkan, beberapa homestay memberikan pengalaman tinggal di atas air. Kamar di homestay hanya terdapat kasur dan kelambu. Tidak ada kamar mandi privat, semuanya terpisah dan digunakan bersama-sama.

      Fasilitas di pulau Arborek sudah cukup memadai. Listrik menyala dari pukul enam sore hingga enam pagi, cukup untuk mengisi daya gadget-gadget kebutuhan traveling. Air sedikit agak asin dan tidak ada sumber air bersih disini tapi dapat digunakan untuk MCK.  Untuk sinyal agak sulit, hanya dapat menggunakan layanan SMS atau telepon dan itu pun harus berada di area dermaga jika ingin sinyal yang kuat.
      Waktu saya kesana terdapat dua dermaga. Satu lagi ditutup karena sepertinya dipergunakan khusus untuk kebutuhan salah satu homestay di Arborek. Jika pergi sendiri jangan lupa untuk mengisi buku tamu dan membaca dengan jelas aturan-aturan saat berkunjung kesini. Salah satunya,  kita tidak boleh melompat dari atas jetty, bahasa warga Arborek menyebut dermaga,  jika ingin snorkeling di sekitar dermaga Arborek.

      Menikmati pesona bawah laut di Arborek menjadi hal yang istimewa. Saat boat kita bersandar di dermaga, kita bisa melihat ikan-ikan langsung dari atas dermaga. Tentunya, air yang jernih menambah rasa tidak sabar  untuk masuk ke air. Feasibility yang bagus menjadikan kita bisa melihat jelas ikan dan terumbu karang. Jika beruntung kita bisa bertemu dengan schooling fish yang bahkan tidak terganggu dengan kehadiran manusia. Kipas laut, lili laut atau spons laut dapat kita temukan hidup sehat di tiang-tiang dermaga. Cobalah untuk snorkeling di sore hari,  sinar matahari sore akan menambah warna biota-biota laut lebih bersinar.


      Pulau Arborek tidak terlalu luas, kita dapat menikmati pesona matahari terbit dan terbenam di pulau ini. Sayang waktu saya disana pagi hari selalu mendung jadi tidak bisa menikmati matahari terbit dengan sempurna. Namun matahari terbenamnya begitu memesona. Kita dapat dengan santainya duduk di dermaga setelah snorkeling dan menikmati matahari terbenam. Setelah matahari masuk ke peraduannya, cakrawala seolah-olah menaburkan warna-warna sihir. Biru, jingga, kuning, ungu, hitam semuanya berpadu menunjukkan indahnya karya Pencipta.

      Kearifan lokal menjadikan pulau Arborek ini begitu bersahaja. Warga Arborek sepakat untuk menjaga pulau Arborek dan perairan di sekitarnya tetap lestari. Dibuatnya dua zona Kawasan Konservasi Laut Daerah menjadi bukti bagaimana warga Arborek begitu menjaga perairan mereka. Pada zona ini siapapun dilarang mengambil hasil laut. Jika kita ingin memancing, terdapat aturan tidak tertulis yang disepakati yaitu memancing diijinkan minimal 200 meter dari pinggir pantai. Jadi jika ingin memancing silakan dengan boat atau bersama perahu nelayan sampai dengan batas yang diijinkan.

      Tertarik bermalam di Arborek dan menikmati keindahannya?  Beberapa paket tour Raja Ampat menjadikan Arborek tempat bermalam. Jika berpergian sendiri, dengan kisaran IDR 350ribu sampai IDR 450ribu per orang kita sudah dapat bermalam di Arborek ditambah tiga kali makan per hari. Selain itu kita sudah bisa menejelajah Arborek di darat dan bawah lautnya.



    • By Endar
      Dinginnya pagi kota Purwokerto dan rasa lelah karena perjalanan di  bus Tangerang – Purwokerto tidak menyurutkan antusias saya untuk mendaki atap Jawa Tengah, gunung Slamet. Dengan ketinggian 3.428 mdpl, gunung yang masih aktif ini terletak di lima kabupaten, Brebes, Banyumas, Purbalingga, Tegal dan Pemalang. Terdapat beberapa jalur untuk mendaki yang dimulai dari kabupaten-kabupaten disekitar kaki gunung Slamet. Ada Guci dan Kaliwadas yang dimulai dari Brebes, Baturraden yang dimulai dari Purwokerto dan Brambangan yang dimulai dari Purbalingga. Saya sendiri memilih jalur Brambangan karena  sudah resmi dan paling banyak direkomendasikan.
      Kondisi cuaca di basecamp Brambangan saat itu mendung dengan kabut tipis, cuaca yang tepat untuk mendaki asal saja tidak hujan. Setelah menyusun kembali keril agar lebih nyaman dibawa dan mendaftar di basecamp, saya dan teman-teman siap untuk memulai pendakian. Jam tangan saya menunjukkan pukul 10.21 pagi saat melewati gerbang pendakian gunung Slamet. Di awal pendakian, saya disambut dengan suburnya tanah vulkanis Jawa yang ditanami sayuran khas dataran tinggi oleh penduduk sekitar. Senyum dan sapa ramah penduduk yang sedang bekerja juga menjadi penyejuk. Jalur Brambangan dimulai dengan jalan perkebunan warga yang lama kelamaan menjadi jalur setapak dengan suasana hutan khas gunung. Walaupun gunung Slamet berada di Jawa Tengah, kondisi hutannya lebih mirip dengan gunung-gunung di Jawa Barat. Jika gunung-gunung di Jawa Tengah lebih banyak hutan dengan pohon-pohon pendek dan padang rumput, Slamet berbeda. Hutan disini lebih diisi dengan pohon yang besar dan rimbun dan hampir tidak ditemukan padang rumput. Saya harus lebih berhati-hati karena perjalanan sedikit agak licin dan basah  oleh hujan tadi malam sehingga jika tidak tepat melangkah dan tidak berhati-hati akan sangat mudah terpeleset.
      Mendekati pos 1, saya bertemu dengan seorang bapak yang membawa tabung gas hijau, karung berisi semangka dan bahan-bahan jualan lainnya. Tidak terbayangkan besarnya usaha bapak itu mencari rejeki membawa beban begitu berat naik dan turun gunung. Namun dengan berat yang dibawa, bapak itu tetap menjawab dengan ramah saat disapa, suatu budaya yang saya sukai saat mendaki. Tidak lama setelah itu, saya tiba di pos 1 yang terdapat banyak pondok-pondok jajanan yang menjual 
      Mendoan – olahan tempe yang digoreng dengan tepung tapi tidak sampai kering khas Purwokerto dan sekitarnya, semangka dan minuman-minuman. Jika dalam kondisi ramai pendaki seperti saat ini maka pondok-pondok di pos-pos pendakian Slamet akan diisi oleh penjual-penjual.  Harganya pun tidak terlalu mahal jika kita bandingkan dengan usaha membawa barang jualan dari bawah. Suasana ini terjadi di beberapa pos hingga pos 7. Entah karena tersihir oleh warna merah semangka dan aroma mendoan, pada setiap pos saya berhenti untuk beristirahat dan jajan.
      Waktu menunjukkan pukul tiga sore. Saya hampir tiba di pos 4 menurut ucapan pendaki turun yang berpapasan dengan saya. Cuaca semakin mendung dan tidak lama setelah itu hujan datang, tidak deras. Saya bergegas menuju pos ke 4 dan memutuskan untuk bermalam disitu. Setelah tenda selesai didirikan saya beristirahat, memanjangkan kaki, melepas lelah sambil menikmati segarnya udara dan dingin hujan yang tidak terlalu deras. Setelah hujan reda saya menikmati secangkir teh hangat dan santap malam yang sederhana tapi terasa begitu nikmat. Damainya menikmati malam dengan suara serangga hutan dan batang pohon yang tertiup angin yang juga menjadi lagu pengantar tidur.

      Esok hari saya bangun pukul tiga pagi untuk melanjutkan perjalan ke puncak, masih ada empat pos lagi sebelum puncak. Saya membawa kamera, air minum dengan botol 1.5L, camilan pengganjal perut sebagai amunisi saya dan perlengkapan yang dibutuhkan agar beban tidak berat dan tidak cepat letih. Dalam perjalanan pagi itu saya tidak banyak istirahat begitu juga teman-teman lainnya. Menjelang pos 8 sudah mulai jarang pepohonan. Saya putuskan untuk menunggu matahari terbit sebelum pos 8. Setelah mendapatkan posisi nyaman, saya mempersiapkan kamera untuk mengabadikan suasana matahari terbit. Tidak beberapasihir yang mencipatkan keindahan yang menghipnotis itu muncul. Warna merah, jingga, ungu, kuning dan biru berpadu. Kota di kaki gunung Slamet yang ditutupi kabut dan jajaran gunung Sindoro, Sumbing, Merapi, Merbabu dan Lawu menambah tegas suasana matahari terbit pagi itu. Sayang sekali awan agak tebal sehingga matahari hanya muncul sebentar lalu kembali bersembunyi di balik awan.

      Pos 8 adalah batas vegetasi. Dari pos 8 hingga puncak tidak akan ditemukan pohon-pohon hanya terdapat jalur pasir berbatu. Usaha untuk melangkah semakin besar sebanding dengan sudut kemiringan. Setelah terhenti beberapa kali, meghitung langkah satu demi satu lalu berhenti lagi, tibalah saya di puncak Slamet. Saya terduduk, bersyukur dan takjub dengan pemandangan yang begitu memesona. Ke arah barat  terlihat puncak Ciremai, ke arah timur akan terlihat deretan gunung-gunung di Jawa Tengah. Cuaca yang tadinya mendung menjadi cerah. Langit biru membalut alam menjadi batas pandangan dengan hitamnya dunia diluar bumi. Saya tidak turun ke area bibir kawah karena  perjalanan mendaki dan menurun yang cukup jauh.

      Perjalanan turun tidak semudah yang dibayangkan.  Dari puncak ke tenda tidak begitu sulit karena beban yang dibawa tidak begitu banyak. Namun setelah semua perlengkapan masuk ke keril saya harus  lebih menguatkan kaki dan menjaga keseimbangan. Saya tiba kembali di basecamp Brambangan sekitar pukul empat sore. Suasana basecamp tidak seramai kemarin. Seruput teh yang saya pesan menemani gemetarnya kaki. Saya berkata cukup untuk saat itu namun rindu muncul kembali esok harinya.
       
      Tambahan info biaya:
      - Transport Bus Tangerang-Purwokerto  vv  IDR 250.000
      - Sewa mobil Purwokerto - Brambangan vv IDR 600.000
      - SImaksi IDR 5.000 per orang
      - Logistik sesuai kebutuhan
       

    • By Apriyani Indrawati
      Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh penghuni forum jalan2.com hehe saya gabung udah setahun tapi baru buka lagi hari ini x_x
      Salam kenal untuk member baru semuanyaaa dan salam hormat untuk suhu yang ada di sini 
       
      Kembali ke judul.
      Awal bulan Juli, setelah lebaran tepatnya, saya dan keluarga jalan-jalan ke Batu, Malang, Jawa Timur. Salah satu tempat yang kami kunjungi adalah BNS (Batu Night Spectacular). Kami berangkat pukul 07.00 wib dari Semarang, dan sampai kira-kira pukul 19.00 wib. Karena sudah malam, akhirnya sebelum sampai penginapan, kita mampir dulu ke BNS. Awalnya nggak tahu apa itu BNS *kudet dan setelah masuk, ternyata semacam taman lampion.

       
      BNS tampak depan, tapi orang-orangnya tak nampak. Gapapaaah
      Dari depan aja udah kelihatan kan ya, banyak lampu-lampu lucu gitu.
      Untuk HTMnya per orang Rp 40.000,- untuk weekend dan Rp 30.000,- untuk weekday
      Jam buka:
      15.00 – 23.00 Senin – Kamis (Weekday)
      15.00 – 24.00 Jumat – Minggu (Weekend)



      Setelah masuk, beginilah sebagian potret tempatnya *abaikan orang-orangnya
      Lokasinya dekat dengan Jatim Park 1, Jatim Park 2, dan Museum Angkut. Mereka kayak bergerombol gituloh deket-deketan . Kalau mampir ke sana, jangan kaget dengan parkirannya semacam tempat hitz yang masih diserbu banyak pengunjung. Oya, selain lampion-lampion juga ada banyak permainan (tiket bayar sendiri, kecuali pakai tiket terusan) nggak lupa juga ada pertunjukan water dancing. Yang sayang anak, recomended deh tempatnya.  Yang lain juga boleh cobain hehe. Nggak makan banyak waktu kalau mau ke tempat-tempat itu. Tapi bagiku, jajanannya mahal-mahal wkwkw *kayakemak2rumpi* tapi udah biasa lah ya tempat wisata yang memang harga jajannya lebih mahal dari aslinya.
      Untuk lebih jelasnya, kalian bisa ke link ini http://www.batunightspectacular.co.id/
      Sekian.
      Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.
       
       
    • By anna22

      Finally, FR terakhir mengenai perjalanan musim dingin di Jepang Feb 2017.
      Sewaktu menyusun itin, pertamanya ingin ke Izu, Kawazu karena sudah mulai Sakura Festival. Ini kotanya dekat dari Tokyo, sekitar 2,5 jam berkereta dan tercover JR pass. Tapi mengingat saya pulang dari Kansai Airport, kok kayaknya capek yah bolak-balik. Jadi berpikir lagi, kira-kira tempat apa yang dekat dari Osaka dan tercover JR Pass. Akhirnya terpilihlah Hiroshima dan Miyajima Island. Kenapa kesana? Pertama memang penasaran dengan kota Hiroshima yang pernah dijatohi bom atom dan adanya keterkaitan sejarah dengan Indonesa. Kalo Miyajima Island dipilih karena deket sama Hiroshima dan terkenal dengan floating tori (baca:gerbang kuil yang terlihat seperti mengapung).
      Salah satu pengalaman terbaik selama di Osaka adalah gw mendapatkan guesthouse yang oke banget hanya dengan 1500 yen/malam (female dorm). Namanya adalah Kintetsu Friendly Hostel yang dekat dengan Tennoji Subway dan JR station. Ini hostel bersih banget, modern, toilet dan shower room banyak, make up room luas dan sangat dekat dari stasiun dengan lingkungan yang nyaman karena berada di Tennoji Park dan Zoo. Sayang kurang punya waktu untuk eksplor...
      Oke back to topic, di tanggal 14 feb hari terakhir yang bertepatan dengan hari valentine (pantesan kok banyak jualan coklat yaaa di sekitaran stasiun, baru sadar haha), gw pun keluyuran sendirian ke Hiroshima dan Miyajima. Jam 6 udah keluar hostel biar lgsg menuju Shin-Osaka JR stasion dan naik kereta shinkansen pagi ke Hiroshima. Belum reserved seat karena mikirnya lgsg aja di stasiun toh cuman jalan sendiri jadi pasti ada seat lah. Dan bener aja kereta pagi itu ga rame2 amat dan lebih banyak turis asing yang rame-rame. Gw liat ada beberapa grup gitu. Bukannya geer yaaaa..tapi sepanjang jalan gw berasa diliatin karena pake jilbab dan jalan sendirian haha
      Selain naik shinkansen sebenarnya bisa juga menggunakan bus umum (seperti willer express dkk). Durasi perjalanan sekitar 1,5 jam tapi ga berasa sih. Pas nyampe Hiroshima Station (yang cukup luas juga), gw menyempatkan diri ke bagian reservasi untuk memilih tempat duduk kereta pulang. Setelah itu, langsung menuju information center buat nanya2 dan ngambil brosur. Oiya, kalo pakai JR pass, kamu bisa naik bus gratis lho untuk keliling Hiroshima. Ada dua rute, tinggal pilih mau yang mana. Pokoknya Hiroshima ga ribet lah. Kalo pakai JR pass, masuk bus dari pintu depan dan supir akan meminta kita menunjukkan jr pass kita lalu doi foto (iyaaa difoto pake pocket camera gitu).
      Destinasi pertama gw adalah Peace Memorial Park, ada beberapa hal yang bisa dilihat yaitu A-Bomb Dome. Jadi ini sisa-sisa reruntuhan salah satu gedung yang pas bom atom dijatuhkan masih berdiri sampai saat ini. Terus juga adalah Children’s peace monument, ini dibangun untuk mengenang anak-anak yang menjadi korban bom. Lanjut jalan ada Hiroshima Peace Memorial Museum. Biaya masuknya cuman 200 yen. Disini ada benda-benda peninggalan atau saksi bisu dari tragedy bom atom dan juga foto2 yang sebenarnya membuat perasaan campur aduk antara haru, sedih, dan ngeri. Serunya di beberapa bagian, ada volunteer yang kebanyakan sudah nenek2 kakek2 bertugas menjelaskan benda2 atau gambar2 yang ada disana. Di salah satu foto yang lumayan besar, saat gw membaca deskripsinya, seorang nenek volunteer bertanya “Japanase?” dan gw jawab “No…no”. Dia nanya lagi “Where are you come from?” (iya volunteer ini jago bahasa Inggris untuk sekedar menjelaskan dan bercakap2 sederhana) gw pun bilang “Indonesia”…Nenek “Oooh..Indonesia…” dan dia pun mulai menjelaskan tentang foto tersebut. Ceritanya sedih banget pokoknya dengan suara si nenek yg lirih dan tanpa sadar gw menitikkan air mata (sumpah beneran). Ini sebenarnya jadi pemikiran gw sendiri sih..pada intinya Indonesia kan bisa menyatakan kemerdekaannya saat kedua kota di Jepang yaitu Hiroshima dan Nagasaki dibom. Jepang yang sedang panik membuat pertahanan di Indonesia melemah. Peluang inilah yang diambil bangsa Indonesia untuk kuat dan berani memerdekakan diri dari penjajahan Jepang. Tapi di sisi lain, korban bom atom ini menyisakan penderitaan yang luar biasa. Meski Jepang dengan cepat bangkit dan justru menjadi salah satu Negara maju. Yaah begitulah...


      Kalo yang suka wisata sejarah, wajib deh kesini. Nah tadinya gw berencana ke Hiroshima Castle tapiiiii karena udah siang, gw memilih lanjut ke Miyajima Island. Balik lagi ke Hiroshima Station untuk menuju Miyajimaguchi dengan naik JR sanyo line selama 30 menit (tercover JR pass). Setelah sampe, jalan sedikit menuju pelabuhan untuk naik ferry selama. Kalau bingung ikuti saja orang-orang karena pasti sebagian besar akan ke Miyajima Island.  Ada dua ferry, satu yang JR, satu lagi non JR. Tentu saja gw pilih yang JR biar tercover. Harganya sih sebetulnya lumayan murah yaitu 180 yen sekali jalan. Lamanya ferry menyebrangi laut sekitar 10 menit .
      Selama ini disini, gw cuman sempet ke Itsukushima shrine dan melihat floating torii. Nah kalau lagi surut, kita bisa turun lho mendekati di gerbang kuil ini. Tapi sayang, pas gw kesana masih pasang lautnya. Apa yang gw lakukan disana menikmati pemandangan dan keluar masuk toko sama nyemil2. Ini surga jajan dan bahaya bagi pecinta jajan seperti gw hahaha… mana belom makan siang lagi. Sebenarnya masih banyak lho atraksi wisatanya di Miyajima tapi berhubung waktu terbatas dan kondisi fisik gw akibat jatoh masih belum baik, jadi gw pun memilih pulang kembali lagi ke Hiroshima Station.

      Masih ada waktu 1 jam menunggu Shinkansen kembali ke Osaka, gw pun makan sore onigiri dan lagi2 diliatin orang2 pas nunggu di ruang tunggu yang sebagian besar orang Jepang. Kayaknya jarang banget liat orang Indo atau yang pake jilbab kayak gw. Yaah gw mah cuek aja sambil ngabisin 2 biji Onigiri.
      Sehabis dari Osaka, gw lgsg ke Shinsaibashi Shopping street untuk nyari oleh2 dan juga belanja2 (hehe). Dan gw baru sadar kalo winter itu toko2 lebih cepet tutupnya jadi jam 9. Tapi ada juga sih yg 24 jam kayak Don Quixote (supermarket lengkap mirip Mustafa di Singapura) dan Matsumoto Kiyoshi (drug store lengkap). Tapi gilaaa yaa padahal udah jam 10 malam, itu di Don Quixote masih rame aja, mana gang2nya sempit banget lagi dengan orang2 belanjaannya segambreng. Padahal gw cuman beli beberapa jenis kopi aja huh..tapi yaa kapan lagi dan harganya murah kalo disini.

      Oiya gw ga sempet jalan2 di daerah namba dan dotonburi ini karena udah pernah pas tahun 2015 ke Jepang..bahkan sampe bolak balik 2 kali ke daerah ini..jadi cuman numpan lewat aja deh kali ini. Jam 11 malem pun gw baru balik menuju Hostel..udah sepiii banget dan untungnya masih dapet kereta. Begitu nyampe hostel, lgsg tepar dan tidur. Packing besok subuh aja karena udah ga sanggup hahaha..
      Yaaah sekian FR perjalanan Winter di Jepang ini…mohon maaf kalo ga seru atau kurang informatif atau fotonya2 ga bagus. Gw doakan teman2 yang niat ke Jepang semoga kesampaian dan teman2 yg ingin balik lagi ke Jepang juga tercapai hehe..
      Kalo butuh informasi bisa dm ato komen lgsg disini yaa :)
      “mata ne” (baca: sampai jumpa) ^^
       
       

    • By silvia_win
      Day 1 Jakarta-Kuala Lumpur
      Tiba di Klia2 sudah malam, makan dulu di Marry Brown, setelah itu ngitar2 di klia2 untuk foto2 suasana new year. Lalu cari lokasi yg kosong untuk tidur2an di klia2.
       
       
      Day 2 Kuala Lumpur-Chiang Mai
      Dini hari kami berangkat ke Chiang Mai, di airport Chiang Mai pesan taxi airport ke hotel (thb 150).
      Sampai di hotel belum bisa check in (katanya waktu check in 14:00). Hotel Western House di area kota tua. (@thb750/malam, deposit thb 500).
      Nanya info tour ke Chiang Rai dll, staf hotel memberikan brosur2 dari tour di suruh pilih yang dikehendaki, lalu dia tel ke tournya untuk tanya available ngga (staf hotel minta bayaran thb 20 untuk ongkos tel).
      Setelah konfirmasi dan bayar tour untuk besok (@thb1000), waktu check in hotel masih lama.
      Kamipun mulai jalan kaki mengitar kota tua ke chang puak gate, wat chiang man, three king monumen, wat prasingh. Di dalam kota tua banyak vihara2 besar dan kecil, yang masing2 menpunyai dekorasi yang unik. Setelah selesai berkeliling pulang ke hotel beristirahat, malamnya beli makan di seberang chang puak gate (dekat hotel), di sini ada 7-11, toko2 dan street food.
       
       

      Day 3 Local tour
      Pagi kami dijemput untuk ikut tour naik van, peserta tour belasan orang.
      Mobil tour membawa kami keluar kota tua, di luar kota tua terlihat pemandangan seperti kota2 pada umumnya, berbeda dengan kota tua yang banyak viharanya dan monumen. Kota tua dikelilingi oleh tembok kota yang sudah tidak utuh lagi.
      Stop 1: sumber air panas, airnya disemprotkan ke atas seperti air mancur, asap mengepul dari sumber air panas. Pedagang menawarkan telur mentah, yg bisa direbus di dalam sumber air panas.
       

      Sumber air panas di sini tidak terlalu luas, hanya satu sumber air panas di depan daerah wisata, di dalamnya ada toko makanan dan souvenir.
      Stop 2 : White temple, bangunan vihara ini adalah sebuah karya seni yang indah dengan warna putih.
      Untuk masuk ke dalam vihara perlu melewati jembatan yang dibawahnya banyak tangan menjulur ke atas (seperti makhluk di alam neraka sedang meminta makanan).
      Dinding di dalam vihara (tidak boleh foto) ada lukisan imaginer yang indah ada superman, minion dll.
      Banguan toiletnya berwarna emas.
       

      Stop 3 : Golden triangle, kami foto dulu di plang golden triangle yang ada peta negara Thailand, Laos dan Mynmar. Sebagian peserta naik perahu menyebrang sungai mekong ke Laos (katanya lihat sebuah pasar kecil di sana, jika ikut nyebrang ke Laos biaya tournya @thb1200). Kami makan di salah satu kedai makan di sepanjang sungai mekong, yang menu utamanya tom yam. Kami makan sambil menikmati pemandangan sungai mekong. Sebenarnya pemandangan sungai mekong tidak terlalu indah, air sungai berwarna kecoklatan tapi dari sini bisa melihat bangunan2 di seberang yang merupakan bangunan negara Laos jadi memberi nuansa yang istimewa.
      Setelah makan kami jalan ke sebuah vihara dengan patung Buddha keemasan di atas perahu. Sebelum sampai ke vihara ada dermaga, di mana banyak yang menawarkan untuk menyeberang ke Laos (dari sisi lain bukan dari tempat travel membawa peserta lain nyebrang).
       


      Vihara ini lumayan bagus, pemandangannya juga indah bisa melihat sungai mekong dari atas, dan juga ada teropong untuk melihat ke seberang.
      Stop 4: makan siang prasmanan, menunya lumayan banyak juda ada camilan thai.
      Stop 5: mengunjungi perkampungan suku leher panjang (suku Karen), di sini foto2 dengan suku leher panjang, yang memakai gelang di lehernya, yang terlihat hanya para wanitanya, semakin berumur gelang2 di lehernya makin banyak.
       

       
       
      Setelah ini perjalanan pulang ke chiang mai (+ 3 jam), mobil singgah sebentar di toko oleh2.
      Kami minta di drop di weekend night market.
       
      Pasar malam ini merupakan salah satu pasar malam yang terbaik yang pernah saya kunjungi, area pasar malamnya sangat luas, jalannya bercabang2, bingung juga mau jalan ke mana, lalu pilih jalanan yg tidak terlalu ramai. Beli camilan thai food yang disukai, keliling2 cuci mata dan belanja, di pasar malam ini tidak terlihat ada dagangan kaos, tas merek yang kw, tapi dagangannya adalah kaos, tas dll buatan kerajinan lokal. Di sepanjang jalan di area night market ada juga pemain musik tradisional yang menyanyi dan bermain musik (ngamen), ada juga seniman lukis yg menawarkan jasa lukis wajah, dan seniman lainnya yg menjajakan karya hand made yang dibuat di tempat.  
      Kemudian kami melewati Wat Chedi Luang yang ternyata halamannya ditempati pedagang pasar malam, walau bangunan dalam vihara sudah tutup, tapi di halaman ada patung Buddha dan pengujung sekalian sembahyang di sana, bangunan vihara yang cukup besar itu diterangi lampu memberi kesan megah dan indah, kami berkeliling di dalam dan duduk berisitirahat di taman.
      Setelah istirahat jalan keliling pasar malam lagi, sampai di sebuah ujung jalan waktu sudah malam, beli sedikit camilan lagi, lalu stop tuk tuk untuk pulang hotel. Tuk tuk thailand lebih luas dan nyaman dari bajaj di jakarta.  Tuk tuk berjalan melewati beberapa area yang masih merupakan area dari pasar malam,  yang ternyata dari hotel juga dekat pasar malam. Sampai di hotel sudah jam 11:30 malam.
       
       
      Day 4 Mengunjungi Wat Doi Suthep.
      Hari ini bangun agak siang, lalu keluar cari money changer tapi tidak ketemu, akhirnya tarik tunai atm saja (biaya adm thb 180), beli sarapan lalu pulang hotel.
      Check out hotel, titip bagasi di hotel.
      Ke terminal mangkal angkot di depan 7-11 (diseberang chang puak gate). Angkot jalan setelah penumpang penuh (@ thb 50). Doi Suthep adalah vihara yang terletak di atas bukit.
      Di sini naik lift ke atas. Di sini bisa melihat pemandangan kota chiang mai, viharanya cukup luas dan indah.
      Setelah berkeliling, kami naik pulang, sampai ke area kota penumpang angkot ini tinggal sedikit, kami pun charter supirnya untuk ke Arcade bus terminal untuk beli tiket bus ke Bangkok.
      Di terminal bus, kami ingin membeli tiket bus malam ke Bangkok, tapi berhubung masih liburan new year tiket dari semua operator bus sudah habis. (sebenarnya sudah mau beli kemarin, tapi staf hotel bilang terminalnya jauh dari hotel, dan sudah ditanyakan ke staf hotel apa bisa pesan di hotel, katanya ngga bisa mesti ke terminal, ngga apalah sedikit bumbu2 go show).
      Akhirnya kami beli tiket bus jam 7:30 pagi, juga tanya ke staf yg jual tiket hotel di sekitar sana yang bagus di mana. Kami berkeliling melihat beberapa hotel, hotel di sana lumayan murah harga 700 an sudah bisa dapat kamar yang bagus dan luas, ada juga model apartmen dengan sofa, tv, dapur dll.
      Tapi kami milih hotel yang seperti losmen saja, terlalu nyaman besok susah bangun pagi.
      Staf hotel di sini tidak seperti hotel sebelumnya tidak mengerti bhs inggris, jadi kami pun berkomunikasi dengan bahasa isyarat, awalnya staf hotel menunjuk angka 3 dengan jarinya (maksudnya thb 300), kemudian dia  menunjuk angka 4 dengan jarinya, yang mana maksudnya thb 300 untuk kamar non ac, thb 400 untuk kamar ac. Hotel ini seperti losmen, kamarnya cukup bersih lumayanlah buat 1 malam.
      Setelah booking hotel, kami mencharter tuk tuk untuk ke hotel western house ambil bagasi, supir tuk tuk seorang wanita muda yang bisa bicara bahasa inggris.
      Malam kami jalan2 ke star avenue (mall kecil di samping terminal).
       
       
      Day 5 Chiang Mai ke Bangkok
      Bus berangkat sesuai jadwal (thb 1700 utk 3 tiket). Di bus dibagikan air mineral, kopi, coca cola dan snack. Siang hari bus berhenti di tempat peristirahatan untuk makan siang, kami dibagikan voucher makan siang, jatahnya nasi+1lauk, jika mau tambah lauk bayar thb 10/lauk.
      Jam 6 sore bus sampai di terminal bus bangkok, kami antri taxi, tapi antrian panjang dan taxinya sedikit, lalu kami naik tuk tuk (thb 300), supir tuk tuk pasang harga mahal walau hotelnya ngga terlalu jauh, sudahlah antri taxi menghabiskan waktu.
      Check in hotel Bangkok 68 (thb 700/malam) dan beli makanan di resto di hotel, lalu bersiap2 explore kota bangkok. Dari bangkok jalan kaki ke MRT (cukup jauh juga + 10 menit), kami naik MRT+BTS ke taksin pier, dari sini naik free shuttle boat ke Asiatique. Shuttle boatnya sangat nyaman, mengarungi sungai Chao Praya yang pemandangan malamnya sangat indah, juga banyak boat dari hotel berbintang ataupun cruise yang hidir musik.
      Di Asiatique banyak resto2, toko2 juga ada arena permaian anak2, di sini tempat ngongkrong dan jalan2 yang asyik, kami makan KFC di sini lalu jalan2 dan menikmati pemandangan di sepanjang sungai.
      Setelah itu naik free shuttle bus (jadwal terakhir) ke halte taksin pear lagi.
      Banyak turis yg naik shuttle bus ini berhubung jadwal terakhir, semuanya antri beli tiket pulang ke tempatnya masing2, bule yang antri di depan kami mempersilahkan kami beli duluan, sambil melihat peta mereka bilang i want to make sure first. Setelah beli tiket kami pun naik BTS, tapi ternyata kami salah naik ke arah yg berlawanan, lalu kami turun ganti kereta. Saat kami mau ganti mrt ke hotel, ternyata stasiun mrt sudah tutup. Lalu kami menyetop taxi untuk pulang ke hotel, ternyata harga taxi tidak mahal malah lebih murah dari tiga tiket MRT. (mungkin sudah larut malam dan tidak macet)
       
       

      Day 6 Madame tussaud dan wat...
      Pagi ini, kami mau mengunjungi idola di Madame tussaud di Siam Discovery mall, berhubung harga taxi tidak terlalu mahal, langsung stop taxi saja dari hotel. Sampai di sini mallnya belum buka, kami tunggu di luar sambil lihat2 street food yang jual sarapan. Mallnya buka jam 10, kami pun masuk dan menuju madame tussaud (Beli tiket online @thb400). Di dalam Tussaud masih sepi, bisa foto sepuasnya berkali2.
      Siang hari kami ke wat emerald buddha (di samping grand palace, kami tidak masuk grand palace soalnya bayar tiket masuk , cukup lihat dari luar saja).
      Bangunan vihara ini bagus dan indah, merupakan vihara utama di bangkok yang di dalamnya ada patung Buddha dari Emerald.
      Dari sini naik tuk tuk ke pier untuk menyebrang ke wat arun, sampai di pier malas nyebrang (ternyata naik perahu kecil, dipikir perahunya mirip shuttle boat ke Asiatique). Setelah melihat2 sebentar wat arun yang berada di seberang sungai, kami naik taxi ke  wat traimit.
       
       
      Wat traimit berada di sekitar china town Bangkok, adalah vihara dengan patung Buddha dari emas yang tingginya 3 m dan beratnya 5 ton.
       
       
      Dari Vihara kami berjalan ke china town melihat2 toko2 dan penjual makanan chinese food, jalanan ramai dan macet karena ada pasar di sana.
       
       
      Dari sini kami naik MRT ke Huai Khwang, di sini ada lokal night market, jualan baju, makanan, buah dll,  keliling sebentar dan beli makan malam lalu naik tuk tuk pulang hotel.
       

       


       Day 7 Bangkok-Jakarta
      Pagi hari pulang ke jakarta via singapura (berhubung tiket direct flight mahal ngga apalah transit singapura). Karena masih suasana new year maka kamipun menikmati dekorasi new year di bandara bangkok dan singapura.
    • By silvia_win
      Chaozhou, Shenzhen, Hongkong trip Jun 2015
      Perjalanan ke kampung halaman Chaozhou

       
      Day 1 Jakarta-Singapura
      Kami naik Jetstar Jakarta ke Chauzhou via sin. (Saat itu hanya ada Jetstar yang terbang sampai ke Chaozhou, sekarang Air Asia ada rute ke sana via KL airportnya adalah Jieyang/Shantou karena terletak antara jieyang dan shantou).  Dari Jakarta berangkat malam, sampai di singapura sudah larut malam.
      Makan malam lalu cari tempat tidur di snooze lounge terminal I (tidak nginap di hotel)

       
      Day 2 Singapura-Chaozhou
      Setelah sarapan, kami dari terminal I ke terminal II untuk daftar free singapura city tour untuk penumpang transit. Ternyata bagasi beroda tidak boleh di bawa, jadi mesti titip (biaya penitipan SGD 6.4 / 2 bagasi)
      Jam 9 dijemput tour guide untuk city tour, terlebih dulu proses imigrasi lalu keluar dan naik bus + 40 seats. Sepanjang jalan tour guide terus memperkenalkan singapura. Rute city tour: airport – merlion park (stop 20 menit), china town, india town, malay town(stop 30 menit), jam 11 bus bertolak kembali ke airport.
      Check in imigrasi, makan lalu bersiap2 boarding ke Chaozhou.
      Sampai di chaozhou sore, airport di chaozhou tidak terlalu besar, waktu itu cuma pesawat kami yang tiba, kami disuruh petugas cepat2 keluar imigrasi.
      Keluar imigrasi kami dijemput mobil yg dipesan sebelumnya. (Sebelumnya saya pesan hotel 3 malam di chaozhou+antar jemput dan hotel 2 malam di shenzhen @cny 1140, pesan di travel shenzhen, uangnya bisa bayar di china, lumayanlah no risk).
      Ternyata waktu kami tiba baru habis hujan, jadi cuaca cukup sejuk. Mobil membawa kami dari bandara ke kota, melewati sawah, rumah petani yang jalannya cukup mulus.  +1jam kami tiba di hotel Green Tree Inn, dapat kamar 4+3 untuk kami ber7. Kamar family room untuk 4 org cukup luas terdiri dari 2 kamar tidur dan 1 ruang keluarga dengan TV ukuran besar. (bayar deposit cny 300 utk 3 kamar).
      Di sebelah hotel ada supermarket Lotus, kami ke sini untuk makan malam dan melihat2.
      Masuk ke supermarket tas bawaan mesti dimasukkan ke tas lotus dan disegel, nanti dibuka saat bayar di kasir. Supermarket Lotus cukup besar dan lengkap seperti carrefour..


       
      Day 3 City tour
      Pagi sarapan di hotel dengan bubur + lauk, nasi goreng, mie goreng, kue, susu  kacang.
      Setelah itu kami mulai explore kota chaozhou dengan mobil charter.
      Stop I : di sebuah sungai yang ada pintu air, supir menunjuk ke seberang, katanya di sana lokasi kampung halaman yang akan dituju besok.
      Stop II: di sebuah viewpoin di mana jembatan guangji bisa dilihat dari jauh.
      Stop III: jembatan guangji, guangji gate tower, binjiang galery, chaozhou arch street.
      Ini adalah objek wisata utama kota chaozhou, jembatan guangji adalah salah satu jembatan kuno di tiongkok, jembatannya berbentuk paviliun yang tengahnya dihubungkan kapal yang bisa dibuka tutup, jembatan ini dibangun di atas sungai Han, di area ini terdapat pinjiang galeri koridor di sepanjang sungai Han, diseberangnya dikelilingi tembok dengan beberapa gate tower, di dalamnya ada guangzhou arch street (pedestarian shopping area dengan bangunan kuno).
      Area ini memadukan nuansa sungai Han, jembatan kuno dengan bangunan khas tiongkok memberi suasana sejuk dan santai, juga bisa belanja dan makan di toko2 di arch street.
      Banyak becak mangkal yang menawarkan untuk membawa berkeliling.
      Setelah menikmati pemandangan sepanjang sungai, kami berjalan ke arch street untuk melihat2, saat ini turun hujan, kami lalu mencari kedai makan dan memesan makanan, banyak yg excited maklum makanan kampung halaman rasa ori (selain mama mertua saya, yang lain pertama kali ke balik kampung)
      Setelah itu kami kembali ke jembatan guangji, waktu menunggu supir kami ditawarin becak untuk berkeliling @cny 10, anak2 gratis. Kamipun memesan 3 becak untuk ber7.
      Tadinya membayangi becak akan membawa kami berkeliling sungai Han sepanjang binjiang galeri, eh..., ternyata mereka membawa kami masuk ke dalam arch street melewati lorong2 kecil si dalam arch street akhirnya sampai di sebuah vihara kecil, di sana ada sebuah kedai kecil yang menjamu kami dengan  minuman khas (entah minuman dari apa lupa, rasanya asam manis), katanya banyak khasiatnya ada yg di awetkan 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun ( who know, asal ngecap gimana membuktikannya...), penjual terus menawari kami untuk membeli, kami pergi sembahyang sebentar, waktu kembali penjual lebih gigih lagi menawarkan, akhirnya ada peserta yang tanya harga satu toples, setelah ditimpang harganya cny 500 (wow...). Kubilang ke pedagangnya no money, pedagangnya bilang bisa pakai kartu kredit, kujawab no credit card. Akhirnya yang mau beli minta dikurangi cukup beli cny100 untuk minuman dari tanaman ...(lupa) umur 15 tahun...
      Becak membawa kami kembali ke jembatan guangji, supir sudah menunggu kami.
      Ternyata arch street dengan toko2 dan jalanan pedestrian yang bagus, dibelakangnya adalah rumah2 penduduk dengan lorong2 yg agak sempit.



       
      Stop  IV Kai Yuan temple, vihara ini masih satu area dengan arch street entah di sebelah mananya, daripada cari dengan jalan kaki, mending minta supir ngantar.Vihara ini cukup terkenal di kota chaozhou, kami masuk sembahyang dan istirahat.

       
      Stop 5 West lake Chaozhou
      Di pintu masuk, supir say hello ke yang jaga pintu, katanya bawa teman mau ke dalam lihat2. (sepertinya yg jaga pintu kenalannya). Mobil melewati jembatan yang menghubungkan danau dengan taman di dalamnya. West lake memberikan nuansa sejuk dengan perpaduan danau dan taman, di dalam taman ada pohon2, lampion, kuil, paviliun dll, secara keseluruhan mirip dengan taman2 lain di tiongkok pada umumnya, berbeda dengan jembatan guangji yang memberikan kesan istimewa karena berarsitek bangunan kuno. Di dalam taman agak sepi, entah karena weekday atau habis hujan. Kami menikmati suasana di west lake sampai hujan turun lagi, karena hujan supir membawa kami berkeliling dengan mobil, namun hujan turun semakin deras, kamipun minta kembali ke hotel untuk istirah, juga pesan kke supir mampir ke toko kue khas setempat buat beli camilan.
      Sampai di hotel baru jam 3 sore (karena lokasi tempat kami berkunjung hari ini tidak terlalu jauh dari hotel jadi tidak boros waktu).
      Sempat tidur sore bentar, malam lanjut shopping ke lotus.

       
      Day 4 mengunjungi famili
      Di sini kami ngobrol dan diajak melihat2 di sekeliling kampung, dijamu makan siang dan makan malam.
      Day 5 Chaozhou-Shenzhen
      Setelah sarapan, check out hotel dan diantar ke stasiun KA.
      Di sini terlebih dulu antri di loket untuk mencetak tiket yang telah dibeli sebelumnya, tiket kelas I @cny 120 beli lewat travel (kalau beli di loket @107.5). Kami menunggu di ruang tunggu, penumpang akan diinfo untuk masuk ke peron berdasarkan no kereta dan rute masing2 sekitar 15 menit sebelum keberangkatan, ternyata boarding per kereta menyebabkan tidak ada penumpang yang menumpuk di peron, penumpang langsung masuk ke kereta dan mencari tempat duduk masing2.
      Kelas 1 seatnya 2-2 (gerbong paling depan dan belakang saja)
      Kelas 2 seatnya 3-2
      Ada 1 gerbong resto tempat makan, banyak orang yang nongkrong di sini (entah mau makan atau karena tiket berdiri)
      Kereta berangkat tepat waktu dan berhenti di beberapa stasiun, setelah+ 2 jam kereta samapi di shenzhen, ini adalah KA express dgn kecepatan + 200 km/jam (kalau naik bus + 5jam)
      Dari stasiun naik taxi ke hotel(memang tidak charter mobil, karena mau ke taman wisata naik taxi atau mrt saja), taxinya mesti yg warna merah (yg boleh masuk ke downtown). Nginap di CAA holy sun hotel dekat lowu border.
      Sore jalan2 ke pusat perbelanjaan Lowu commercial city di dekat hotel,

       
      Day 6 Shenzhen tour
      Setelah sarapan di hotel, kami ke window of the world (WOW), taman wisata yg berisi miniatur bangunan terkenal dunia, sebagian naik taxi, sisanya naik metro (mrt), dipintu keluar metro di WOW, banyak calo tiket yg menawari tiket masuk WOW (sepertinya mereka beli online soalnya tiketnya hanya di print di kertas), iseng tanya harga @150 cny, beda 30 cny dengan di kounter, setelah dipikir sudahlah beli sini saja, beli 5 tiket karena 2 peserta lansia > 70 tahun, tiket masuk gratis cukup menunjukkan paspor. Penjualnya berbaik hati menuliskan no hp dan berpesan jika tiketnya bermasalah boleh telepon.
      Masuk ke dalam WOW, beli tiket tram untuk keliling WOW @cny20, tram berhenti dibeberapa tempat populer, penumpang boleh turun untuk berfoto atau melihat2, setelah selesai bisa menstop tram berikutnya untuk ke tempat berikutnya.
      Setelah berkeliling dengan tram kami malas mengitar karena cuaca rada panas, lalu kami mampir ke ice world yg ada di dalam WOW, berhubung indoor jadi tidak panas, di sini ada ice skating dan snow world untuk main salju, sebagian ada yang masuk dan main ke snow world.
      Dari WOW kami ke splendid china, sebagian naik taxi, sisanya naik metro. (sekalian cari2 ada calo tiket ngga, tapi ngga ketemu mungkin sudah sore)
      Tiket masuk @ 180 cny, lansia gratis. Splendid China berisi miniatur bangunan terkenal di China.
      Di dalam, kami ngitar bentar di area dekat pintu masuk, berhubung ada jadwal pertunjukkan tarian, kutemani yang lansia nonton biar sekalian duduk istirahat, yg lain berkeliling di splendid china.
      Ada beberapa pertunjukkan di sini, jadwal dan lokasi berbeda2, tarian yang kami tonton kali ini sangat bagus, bahkan menyertakan binatang2 seperti burung merak dll.
      Setelah selesai pertunjukkan, keluar dari lokasi pertunjukkan di lapangan sampingnya masih ada pertunjukkan kungfu shaolin, setelah selesai nonton, sebagian yang tadi keliling taman sudah kembali dan kami makan malam.
      Setelah makan malam kami menonton pertunjukkan pertunjukkan malam Dragron and Phoenix Dancing show, pertunjukkan ini merupakan acara puncak yang ditunggu pengunjung tempat wisata ini, bercerita ttg tiongkok masa lalu sampai sekarang, sebenarnya pertunjukkan ini sangat bagus tapi berhubung ramai dan tempat duduk tidak terlalu strategis, jadi merasa sepertinya pertunjukkan tarian sebelumnya lebih bagus (berhubung dapat tempat duduk strategis). Pertunjukkan ini juga menyertakan binatang2, kuda saat berperang bahkan menembakkan roket api dll, sapi, kambing dll untuk menceritakan masyarakat perternak dll.
      Setelah acara semua pengunjung berjalan ke pintu keluar karena taman wisata sudah tutup, tapi di dekat pintu wisata banyak kedai yang menjual pistol air, ember dll, ternyata masih ada acara perang air di suatu tempat di sana, sudahlah kami tidak berminat ikut.
      Dari sini kami naik 2 taxi pulang hotel. (sudah malam malas naik metro)  


       
      Day 7 Shenzhen – Hongkong
      Setelah sarapan, checkout hotel dan naik taxi ke lowu border mau nyebrang ke hongkong (walau dekat stop taxi saja, malas angkat koper).
      Setelah melewati imigrasi dan sampai ke Hongkong, cari loket untuk beli octopus card dulu (kartu untuk naik mrt, bus dll), yg lansia bisa beli octopus card untuk lansia harganya lebih murah.
      Lalu masuk naik kereta dari sini ke downtown, ada kelas1 dan kelas biasa, kelas 1 ada line khusus, harganya double, jadi kartu octopusnya di gesek 2 kali, biasanya kelas1 lebih lega karena penumpangnya tidak banyak.
      Kereta ini sampai East tsim sha shui, sebenarnya menurut mrt map bisa ganti mrt sampai hotel tapi berhubung repot pindah bawa2 koper, kami keluar stasiun, cari taxi ke hotel.
      Kami tinggal Best Western harbour view hotel (check in hotel di Hongkong lebih praktis tidak seperti di China mesti fotokopi paspor semuanya, di sini cukup kasih voucher booking langsung di kasih kunci kamar).
      Kemudian kami keluar makan siang, di sekitar hotel banyak resto.
      Lalu naik taxi ke victory peak tram terminal .
      Beli tiket 3 in 1 : tram one way + madame tussaud + sky terrace 3 in 1 @hkd 308, untuk lansia ada potongan harga, lupa berapa harga tiketnya.
      Kalau beli tiket 3 in 1 bisa langsung ke antrian depan di tram naik ke victory peak, yg pengunjung warga lokal mereka tidak antri beli tiket, tapi ngantri panjang buat naik tram pakai gesek kartu octopus untuk pembayaran.
      Di the peak kami main lama, belanja di toko souvenir, masuk tussaud (kecuali saya, saya hanya beli tiket tram, sudah pernah malas). Sambil menunggu yg lain main saya ngitar di sekitar the peak, ke bangunan peak galleria di sebelahnya, ada supermarket, trick eye museum, di atas top roof juga ada tempat melihat pemandangan (gratis cuma tidak 3600), setelah berkeliling saya beli tiket mau ke sky terrace, kupikir buat lihat pemandangan sambil menunggu yg lain selesai main di tussaud, saat naik eskalator ke atas, ketemu yg lain sudah turun dari sky terrace. Saya ke sky terrace, di sana super ramai, ngga sampai 10 menit saya pun keluar. Mending di top roof yg peak galleria deh gratis juga ngga terlalu ramai.
      Lalu kami ke peak galleria duduk2 dan membeli makan di Mac di, untuk makan di sana, langit dari sore berganti menjadi malam, pemandangan kota hongkong dengan lampu terlihat jelas dari sana.
      Kami duduk dan istirahat cukup lama lalu pulang, naik sebagian naik taxi, sisanya naik bus+mrt (dari mrt jalan ke hotel tidak jauh)

       
      Day 8 Hongkong-Jakarta
      Sarapan di hotel lalu check out.
      Tadinya mau naik shuttle bus gratis dari seberang hotel ke Hongkong express stasiun ( di sini bisa city check in beberapa airlines bisa check in 24 jam sebelumnya), tapi bus yang ditunggu ngga datang2, akhirnya kami naik taxi.
      Ternyata untuk check in ke airlines mesti bayar tiket kereta express ke airport @Hkd100, lah... kami tidak ada rencana mau naik kereta express beli tiket untuk apa, tapi juga dilema koper kalau ngga check in repot bawanya (mana staf check in china airlines kutunjukkan penumpang yg check in tidak masuk berdiri di luar, tidak mau kasih check in, katanya semuanya mesti ke dalam) , ternyata isi octopus card lalu slash masuk ke kounter check in dipotong hkd 100 sekali, lalu bisa keluar lagi, gantian yg masuk, berhubung belum ganti stasiun waktu slash keluar jadi saldo cuma di potong sekali, dan kami gantian masuk.
      Selesai check in, stasiun ini satu tempat dengan mrt, kami tidak naik kereta airport express, tapi ke mrt cari rute ke disney land, photo stop dan belanja boneka disney.
      Setelahnya naik mrt ke Tung Cung factory outlet, keluar dari mrt cari counter refund octopus card (7 kartu uangnya lumayan). Makan siang di sini lalu window shopping.    
       Dari sini naik taxi ke airport, bersiap2 pulang.