val_3373

Pantai Gigi Hiu, Keindahan yang tersembunyi di Lampung

52 posts in this topic

Hai Jj'ers

Kali imi saya ingin membagikan pengalaman menjelajah Lampung selama 4 hari ( 13-16 April 2017) kemaren.  Selama ini Lampung hanya terkenal degan Pulau Pahawangnya, terus terang saya juga belum pernah ke Pahawang tetapi karena sudah banyak orang2 yang ke sana, ingin mencari sesuatu yang berbeda, akhirnya dipilihlah target utama trip kali ini yaitu Pantai Gigi Hiu yangterletak di daerah Kelumbayan, Tanggamus Lampung. Belum trlalu banyak orang pergi ke tempat ini dikarenakan akses jalan yang masih parahdan rusak. Akses jalan yang rusak tidak menyurutkan semangat untuk mendatangai tempat ini. Rencana dengan mobil pribadi dan kebetulan ada teman ngetrip yang bisa brgabung, maka saya bersama @Fu Cen serta suami dan anaknya ikut dalam trip ini. Kami berlima termasuk supir menuju ke Lampung

Berikut itinerary perjalanan kami :

Day 01. 13 April 2017 - Jakarta - Lampung

Jam 10 pgi kami start menuju Lampung dimulai dari Mepo Rumah Sakit awal Bross di Cikokol dengan kendaraan pribadi mobil terios. Jalanan lumayan lancar, tiba di pelabuhan mrah sekitar jam 11.45 langsung dapat kapal erry sehingga kami tidak perlu menunggu, beli tiket ferry seharga Rp 325ribu/mobil, mobil lsg masuk ke dalam ferry. Sekitar jam 12.15 Ferry berangkat menuju Pelabuhan Bakauhueni Lampung. Kami beruntungmendapat Ferry yang bagus dan sepi serasa milik pribadi hehehehhee. Begitu dduk, lagsung menyantap bekal yang sudah disiapkan oleh Fu cen dai rumah yaitu nasi liwet dan ayam taliwang.... hmmmmm sedap deh. Sekitar jam 2.55 sore akhirnya ferry kami merapat juga di Pelabuhan bakauhueni.... Lampung, We are coming....

 Kondisi jalan dari Bakauhueni menuju kota Bandarlampung agak rusak sehingga kendaraan tidak bisa melaju dengan kencang, kami tiba di Teluk Betung sekitar jam 5.30 langsung menuju hotel yang sudah kami booking sebelumnyayaitu Jazz Guest house seharga Rp 172ribu/kamar. Istirahat dan mandi sebentar setelah itu kami keluar hotel untuk makan malam dan mencari oleh2, karena hotel dekat dengan pusat oleh2 di lampung yaitu Yenyen yangterkenal itu. Sambil membeli oleh2, kami juga bertanya2 dimana gerangan lokasi Panta Gigi Hiu yang menjadi target utama kami itu berada. Selesai beli oleh2, kembali ke Hotel untuk beristirahat karena subuh2 kami akan brangkat ke Gigi Hiu

Day 02 14 April 2017 Teluk Betung-Gigi hiu

Jam 2 subuh kami berangkat menuju Kiluan karena untuk sampai ke Gigi Hiu kami harus ke Kiluan terlebih dahulu, jadi sekalian ingin melihat Lumba-Lumba yang berada di teluk Kiluan. Target harus sampai di Teluk Kiluan paling lambat jam 6 pagi jika ingin melihat lumba-lumba. Arah menuju Teluk Kiluan searah dengan yang menuju Ke Pahwang, patokan yag kami ambil taitu jalan menuju padang cermin, sesampai perempatan padang cermin ke kanan, kami mengambil arah yang ke kiri, ikuti saja jalan tersebut. Kondis jalan sampai ke pelabuhan Ketapang untuk menyebrang ke pahawang sudah cukup bagus dari ketapang masih lurus saja untuk menuju ke teluk kiluan.... masih ada beberapa ruas jalan yang rusak. semakin mendekati teluk Kiluan kondisi jalan lebih banyak yang rusak. Kita akan menemukan gerbang selamat datang di Kiluan yang berda di sebelah kiri, masuk ke dalam gerbang tersebut dan ikuti saja jalannya sampai menuju  ke arah pantai... jalanan sudah bagus karena sudah di cor beton, tetapi sayang masih kurangnya papan petunjuk untuk menuju lokasi penyewaan perahu di teluk kiluan.

Kami berhenti disembarang tempat karena tidak mengetahui arah dan lokasi yang dituju, kalo orang bilang traveller nekat... hahahahahaa tapi keberuntungan masih bersama kami, tempat kami berhenti teernyata slaha satu homestay di Teluk Kilian aitu Homestay "Pak Rusdi" kami tiba di teluk Kiluan jam 4.45 pagi dan hujanpun turun pada saat itu yang sempat menyurutkan semangat untuk melihat lumba-lumba. Kami nego harga untuk sewa jungkung jika ingin melihat lumba2. Sewa Jungkung Rp 300ribu/Jungkung. 1 jungkung max 3 org, karena kami berlima maka kami harus menyewa 2 jungkung. Sambil menunggu kami juga menanyakan bagaimana caranya jika ingin menuju ke pantai Gigi Hiu. dikarenakan akses jalan, kendaraan roda 4 belum bisa menuju ke sana. Untuk ke sana bisa dengan berjalan kaki atau sewa ojek sebesar Rp10ribu/ojek pp termasuk biaya masuk ke Gigi Hiu. Tepat jam 6 pagi, kami menuju ke Jungkung untuk berperahu melihat lumba2. Dari homestay kira2 memakan waktu 30 menit menuju lokasi pemburuan melihat lumba2. Tidak banyak yang berkunjung ke Kiluan pada saat itu, hanya 2 jungkung kami saja dan lumba2nya tidak banyak, tetapi Puji Tuhan kami masih bisa melihat lumba-lumba tersebut.DSC00214.thumb.JPG.2df2834c85005cc6f99abbc50f4ad241.JPG

setelah puas melihat lumba-lumba kami menuju Pulau Kelapa (Kiluan) untuk berphoto di pantaunya yang berpasir putih dan halus serta irnya yang sangat jernih dengan degrasi warna hijau tosca yang menyegarkan mata. DSC00239.thumb.JPG.998cc650c915d15fa0100e44996de970.JPGDSC00277.thumb.JPG.96f8241cf79a68dabead0eafdfc57e9d.JPG

Ingin rasanya brlama-lama di pulau ini, tetapi kami diingatkan oleh Pak Rusi karena ingin menuju Gigi Hiu, maka harus segera kembali ke homestay. SEsampainya di homestay, kami berisitirahat sebentar sambil mengganti pakaian yang basah karena percikan air laut serta hujan, tepat jam 10 kami berlima naik ojel menuju Gigi Hiu. Belum ada bayangan mengenai kondisi jalan yang akan kami lalui. Dalam benak saya hanya kondisi jalan yang rusak saja ternyata akses untuk menuju ke gigi Hiu bukan hanya rusak tetapi cukup extreme. Motor harus melewati tanjakan dan turunan tajam yang cukup panjang dengan kondisi jalan yang masih bebatuan atau tanah merah saja, kondisi jalan cukup lcin dikarenakan semalam hujan. Bettambah lagi deh tantangan yang harus kami lewati.... pada saat itu semua orang menjadi sangat religius karena berdoa sepanjang perjalanan semoga motor tidak jatuh Kali ini saya benar2 pasrah mengandalkan keahlian abang ojek dalam mengendalikan motornya.... hahahahahahaa. Perjalanan dari teluk kiluan mnuju Gigi Hiu kira2 memerlukan waktu 1.5 jam dengan ojek (=/-5km) Jikakondisi jalan bagus mungkin hanya 45 menit. Perjalanan yang panjang dan menegangkan terbayarkan dengan keindahan alam yang terhampar di depan mata kami.... hanya 1 kata yang trucap "WOW". Sayang sekali tempat yang begitu indah tidak dikelola dengan baik oleh Pemda setempat. Jika akses jalan baik, kami percaya bahwa gigi hiu akan menjadi salah satu Icon pariisata di Lampung Dari tempat parkir untuk menuju gugusan karang2nya memerlukan waktu =/- 20 menit berjalan kaki. Segala keepenatan dan ketegangan yang dialami hilang dalam hitungan detik melihat keindahan Gigi Hiu. Sayang sekali ombak lg tinggi sehingga kmi tidak bisa menyebrang untuk masuk ke tengah2 gugusan karangnya. DSC00317.thumb.JPG.50d0dbdca8d80ec61ee11a69502d0db3.JPGDSC00333.thumb.JPG.70cffeae09c15295a5f3b97ef485cb84.JPG

Setelah puas menikmati keindahan Gigi Hiu, kami kembali ke homestay dan mengulang kembali ketegangan engan ojek hahahahaha ternyata pulang lebih menyeramkam daripada perginya, motor yang saya tumpangi sempat tergelincir karena tidak kuat menanjak. PujiTuhan tidak terjadi kecelakaan. Sampai  di Homestay jam 14.15, kami sudah disediakan makan siang oleh pak Rusdi berupa ikan goreng, tempe goreng, sayur asem dan sambal. Makan siang dihitung Rp 20ribu/org. Sebenarnya setelah makan siang yang telat, masih ada 1 tempat yang bisa dikunjungi di teluk kiluan yaitu pantai Laguna, dikarenakan kecapean karena ke Gigi hiu maka kami memutuskan untuk tidak ke sana. menggunakan waktu untuk berisitahat sambil meluruskan kaki yang pegal2 selama naik ojek. Jam 15.00 kami cabut dari Kiluan menuju Pringsewu dengan mengandalkan Gooegle map yang menuntun perjalanan kami. Tiba di Prinsewu jam di Regensy Hotel Pringsewu.jam 19.30. Harga kamar Rp 250ribu/kamar. Kami berisitiraht setelah perjalanan yang melelahkan.

Day 03: 15 April 2017  Pringsewu-Kota Agung

Selesai sarapan di hotel, tepat jam 8.00 kami menuju kota agung untuk melamjutkan perjalanan ke air terjun way Lalaan yang berada di Kota Agung dengan mengandalkan gooegle map kembali. Perjalanan dari hotel keWay Lalaan +- 1 jam perjalanan. Cukup mudah untuk mencapai air terjun ni karena berada tepat dipinggir jalan raya dari pringsewu menuju kota agung. HTM Rp 5ribu/org + parkir roda 4 Rp 5ribu Air terjun way lalaan mempunyai 2 air terjun aitu way lalaan 1 dan way lalaan2. Akses menuju ke way lalaan  sangat bagus sdh dibuatkan tangga dari semen . dari parkiran menuju air terjun way lalaan1 +- 10 menit. Dikarenakan musim hujan maka air di way lalaan keruh. menurut penjual warung2 di sana, jika musim kemarau, air di way lalaan sangat jernih.DSC00429.thumb.JPG.314e8e7d24eca2825ccda2301c5761b1.JPGDSC00454.thumb.JPG.61c9a66e495d608359d8cf807e73b54c.JPG

Setelah puas di way lalaan kami menuju Pantai Terbaya, hasil dari bertanya-tanya dengan ibu penjual makanan dan minuman di way lalaan. Pantai ini jugaa sangat mudah untuk dicapai karena tebat berada di pinggir jalan raya. dari way lalaan hanya sekitar 20 menit perjalanan dengan mobil. HTM Rp 7500/org parkir mobil Rp 12.500. 20170415_120738.thumb.jpg.5a21162d33dbe602fb08b7ba0cb153e2.jpgDSC00459.thumb.JPG.b79801d67a944cf7be4c1eac877b4e8e.JPG

Berdasarkan info dari pendududk setempat terdapat lagi salah satu tujuan wisata di darah Kota Agung yaitu Bendungan Batu Tegi . Jarak dari pantai terbaya ke batu Tegi sekitar 1.5 jam perjalanan, kali ini kami juga mengandalkan google ma untuk menuju ke sana. HTM Rp 3000/org. Biaya parkir sukarela. Ada2 tempat yang bisa kita kunjungi di Batu Tegi yaitu Demaga/Jetty dan Bendungannya. Di dermaga kita bisa berkeliling bendungan dengan menyewa prahu Rp 75ribu/perahu. Di sekitar danau yang terbentuk karena bendungan ii terdapat 2 air terjun yang bisa dikunjungi tetapi saat ii ditutup karena ada siswa SMA yang meninggal dunia tenggelam di ar terjun ersbut dan 1 lg air terjun yang aliran airnya sangat kecil langsung menju ke danau. Hanya air terjun ini daoat kami lihat dari perahu. Sayang sekali banyak sampah di sekitar air terjun tersebut yang mengurangi keindahannya.20170415_150332_001.thumb.jpg.f74482986690c94c789b92fe0969f1e2.jpgDSC00504.thumb.JPG.e305ebbcba0594290d2db7f968def1c6.JPG

Kotajuga bisa melihat bendungan ini dari atas di gardu pandang yang sudah disediakan, pemandangan dari atas sangat indah.

DSC00559.thumb.JPG.dd3431fc1c5bbe4a8aa2368e0f6d58fa.JPG

DSC00598.thumb.JPG.fe596c42c56d968e3ea4961a3fec2a85.JPG

Setelah puas di Batu tegi, kami kembali menuju kota Lampung untuk berisiirahat. Tiba di hotel Jazz Guest House sekitar jam 7.30 sebelumnya kami makan malam dengan menyantap Bakso J=Haji Son Sonny yangt terkenal di lampung. kata Fu Cen blm ke lampung kalo belum mencoba bakso Sony....

day 04 16 April 2017 Lampung-Jakarta

Setelah sarapan, kami kembali ke Jakarta tepat jam 8 pagi. Sebelumnya kami memuttuskan untuk ke tempat wisata yang dilalui dalam perjalanan pulang kami ke jakarta, akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Pulau Mengkudu dan Pantai Batu lapis yang beradadi Kalianda.. Kembali mengandalkan google map untuk sampai ke tempat ini. Kami harus menuju pantai kahay terlebih dahulu, dari pantai Kahay kemudian menyewa perahu untuk sampai ke Pulau mengkudu dan Batu Lapis. Sewa perahu Rp 30ribu/org ke dua spot wisataini. Perjalanan dari pabtai kahay ke batu lapis sekitar 15menit berperahu. Batu lapis merupakan pantai dengan batu karang yang berlapis-lapis sehingga di sebut dengan pantai batu Lapis. HTM Rp 5000/org

DSC00646.thumb.JPG.b83e09bb2ac904d08d3e12a4a5a8a8ef.JPGDSC00662.thumb.JPG.5f7c591270716fecc3b1c7fd6ef79ffd.JPG

Setelah puas di bayu lapis kami melanjtkan perjalanan dengan perahu ke Pulau mengkudu selama 10 menit. Pulaumengkudu merupakan 2 pulau yang terhubungkan dengan gugusan pasir putih yang terbentang menyambungkan dua pulau yang terpisah. Sauang sekali banyak sekali sampah di sekitar pulau sehingga keindahan air laut yang berwarna hijau tosca tertutup dengan sampah yang berserakan. Jika kita hendak mandi2 dan lama di pulau mengkudu maka Tukang perahu akan kembali ke Pantai kahay terlebih dahulu dan kembali setelah kita puas bermain. Tukang perahu akan meninggalkan no Hpnya untukk kita hubungi. Tetapi karena kondisi pantai yang kotor, maka kami meminta tukang perahu untuk menunggu sebentar saja.  HTM Rp 5000/org . setelah itu kami kembali ke pantai kahay melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta.....

DSC00687.thumb.JPG.d2484d8f7ba3ab2022075692685a4d53.JPGDSC00669.thumb.JPG.d3e411cfe92b617d69244e3e6044561f.JPG

Bye2 lampung..... Salam Jalan-jalan

 

 

 

 

IMG-20170415-WA0066.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites
10 minutes ago, kyosash said:

wah bagus2 nih view spot wisatanya,

mahal juga yah biaya naik ferrynya, itu bayarnya udah termasuk orang2 didalam mobil yah ?  

btw nice share :salut 

@kyosash   iya biaya ferry itu hitung permobil termasuk orang yang ada di dalamnya. kalau 1 org harganya juga segitu

Share this post


Link to post
Share on other sites
4 minutes ago, deffa said:

wih mantapp mba @val_3373 ini trip bareng @Maya Sartika bukan ya? 

@deffa   ngga bareng maya...... maya ke krakatau tgl 7-9 april kemaren

4 minutes ago, deffa said:

wih mantapp mba @val_3373 ini trip bareng @Maya Sartika bukan ya? 

@deffa   ngga bareng maya...... maya ke krakatau tgl 7-9 april kemaren

Share this post


Link to post
Share on other sites
3 hours ago, Dimas Alfarizi said:

mantap... way lalaan tuh air terjun 1 ke 2 lumayan gempor jalannya hahaa

mantap bgt deh trekkingnya... hahahaha

2 hours ago, deffa said:

oalah beda jurusan toh heheh :D 

@deffa..... beda dong... banyuwangi ajib bgt kl ke teluk ijonya....

Share this post


Link to post
Share on other sites
4 minutes ago, deffa said:

kemarin kemana aja mba di BWI saya mau coba kesana @val_3373

@deffa... kemaren ke pulau merah dan teluk ijo(green bay). teluk ijo keren bgt deh..... kl ngga kuat trekking kayak,aku bs naek perahu aja... Rp 35ribu pp

Share this post


Link to post
Share on other sites
11 minutes ago, val_3373 said:

@deffa... kemaren ke pulau merah dan teluk ijo(green bay). teluk ijo keren bgt deh..... kl ngga kuat trekking kayak,aku bs naek perahu aja... Rp 35ribu pp

oh iya aku dengar kalau ke Teluk Ijo harus nembus hutan ya @val_3373

Share this post


Link to post
Share on other sites
3 minutes ago, deffa said:

oh iya aku dengar kalau ke Teluk Ijo harus nembus hutan ya @val_3373

@deffa..

. iya nembus hutan.. setelah itu trekking 1.5km nanjak... lumayan deh .... tp slrg bs naek perahu jd ngga perlu trekking lg. siapin kendaraan yg prima aja krn jalqman yg nembus hutan msh jelek bgt

Share this post


Link to post
Share on other sites
4 minutes ago, val_3373 said:

@deffa..

. iya nembus hutan.. setelah itu trekking 1.5km nanjak... lumayan deh .... tp slrg bs naek perahu jd ngga perlu trekking lg. siapin kendaraan yg prima aja krn jalqman yg nembus hutan msh jelek bgt

siap thx info nya mba ditulis aja ceritanya biar jelas neh mba heheh @val_3373

Share this post


Link to post
Share on other sites
11 minutes ago, HarrisWang said:

:kesengsem

Sejuk sejuk sepoi, bisa ngegalau seharian :tersipu

@HarrisWang..... hahahaha gawat dong kl galau seharian

28 minutes ago, deffa said:

kalau gak salah si @aprisnando mau ke Europe juga tuh mungkin sama tanggal nya :D 

mungkin rutenya jg beda mod....

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By mariakuntarti
      Hari 1
      Perjalanan dimulai dari jakarta menuju KLIA (kuala lumpur ) naik Malindo air lalu pindah bandara dari KLIA ke KLIA2 untuk Naik Airasia menuju Changsha. Untuk pindah bandara dari KLIA - KLIA2 ada bus gratis yang bisa ditanyakan pada petugas bandara atau bisa juga naik kereta berbayar.
      Sampai di Changsha, karena terjadi delay sudah jam 12 malam lewat, lalu aku naik bus bandara  (Airport bus to Civil Aviation Hotel ) seharga CHY 15.5 / orang karena tujuan utamaku adalah stasiun kereta "Changsha Railway Station" . Dari pemberhentian airport bus Civil Aviation hotel menuju stasiun kereta cukup berjalan kaki saja.
      Rencana awal adalah aku akan menginap semalam di hotel sekitar stasiun tetapi karena pesawat delay dan ada kereta ke Zhangjiajie jam 04:30 pagi maka aku putuskan langsung ke stasiun untuk beli tiket kereta . Loket untuk beli tiket buka 24 jam, jadi setelah beli tiket aku istirahat di dalam ruang tunggu stasiun. Tiket yang aku dapatkan adalah tiket hardseat seharga CHY 83.5/ orang (untuk kelas tempat tidur sudah habis tiketnya)
      Note : siapkan pasport untuk beli tiket kereta, siapkan juga kertas dengan tulisan mandarin nama stasiun yang akan dituju untuk memudahkan pembelian tiket
      Dibawah ini adalah foto stasiun keretanya . Dari pemberhentian airport bus sudah kelihatan, jalan kaki juga dekat.
      satunya lagi adalah foto didalam stasiun kereta ..bagus dan megah.. tahun ini WC distasiun sudah tidak bau lho dan bersih


    • By Dantik
      Hari 1, 05 Mei 2018 : Athena
      Hari 2, 06 Mei 2018 : Roma Day 1
      Hari 3, 07 Mei 2018 : Venice
      Hari 4, 08 Mei 2018 : Roma Day 2
      Hari 5, 09 Mei 2018 : Roma Day 3
      Hari 6, 10 Mei 2018
      Setelah bermalam di Athena karena penerbangan kami ke Santorini transit di Athena beberapa jam, tibalah kami di Santorini. Perjalanan hanya sekitar 50 menit dari Athena ke Santorini.
      Setelah tiba di Santorini kami dijemput oleh staff penginapan kami, karena kami meminta extra layanan penjemputan. Kami menginap di Antonia Apartments, penginapan ini menyediakan layanan antar-jemput bandara dengan harga yang wajar yaitu 5 euro sekali jalan/orang. Mereka juga menawarkan paket one day tour dll.
      Antonia Apartments menurut kami penginapan yang recomended karena pelayanan yang memuaskan, bersih, nyaman dan yang terpenting adalah lokasi yang strategis. Dari sini tidaklah susah jika kita ingin mencari makan atau ke Terminal Bus Fira karena berada di tengah-tengah pusat Fira.

      Itinerary hari pertama kami di Santorini adalah berjalan kaki dari Fira ke Firostefani. Sebelumnya kami pergi ke Kamari Beach menggunakan bus umum dari Terminal Bus Fira. Rencana kami ingin menyewa kendaraan bermotor disini, sayang tidak bisa karena tidak mempunyai SIM Internasional maka tidak ada pilihan selain menggunakan Bus.

       
      1. Kamari Beach

      Kamari Beach adalah pantai dengan pasir hitam, dibalik tebing yang tinggi itu terdapat Perisa Beach yang juga berpasir hitam.
      Setelah dari Kamari Beach kami kembali lagi ke Terminal Bus Fira, kemudian kami mulai berjalan kaki menuju Firostefani.
      2. Hypapante Cathedral

      Walking tour di Santorini bisa menjadi pilihan yang bagus jika kalian tidak menyewa kendaraan bermotor, atau yang hanya ingin menikmati Santorini dengan berjalan di sepanjang kaldera sambil melihat pemandangan laut. Tetapi medannya yang menanjak & menurun cukup menguras tenaga, pastikan kita selalu membawa minum. Tempat pertama yang kami lewati adalah Hypapante Cathedral.
      3. Donkey trail & walkway entrance/exit

      Bagi yang ingin hiking bisa mencoba donkey trail & walkway entrance/exit yaitu 588 anak tangga dengan zig-zag trails.
      4. Catholic Church

      Catholic Church yang berada di tepat sebelah cable car.
      5. Firostefani

      Firostefani adalah salah satu gereja yang paling banyak difoto dari Santorini.
      Inilah itinerary kami hari pertama di Santorini. 
    • By Awen
      Menjejakkan kaki di kaki Pengunungan Himalaya (Annapurna Base Camp 4130)
      “NAMASTE” Nepal 13-26 Jun 2018 
      Ini bukanlah mimpi tapi kenyataan buat seorang yang bukan pendaki dan bukan trekker. Bulan Juni bukanlah waktu terbaik untuk trekking karena sudah masuk di musim hujan. karena kami adalah kuli dan untuk cuti panjang sangat susah akhirnya memutuskan di Libur Lebaran  yang pastinya harga tiket lebih mahal. Jauh hari sudah cari tiket semua di otakatik mana yang kasih promo dan termurah, sebenarnya paling murah naik Malindo tapi karena ingin terbang di waktu hari masih terang akhirnya memutuskan menggunakan AA dan sampai beli kursi dekat jendela demi keinginan melihat jajaran Himalaya dari langit apa daya ternyata yang ada kabut.
       Rencana awal Routenya : Phokara ke Hille by Jeep -  baru start trekking menuju ke Poon hill lanjut ke ABC. di tengah jalan kami memutuskan ke ABC saja dan sisa hari akan kami gunakan keliling  kota  Phokara dan Khatmandu.
      13 Jun : Jakarta - Kualalumpur
      14 Jun : Kualalumpur – Khatmandu
       tiba di airport langsung menuju mesin  VOA, sangat mudah dan ada juga petugas yang memandu, kalau mau tukar uang jangan di dalam bandara karena ada biaya potongan atau tukar sedikit saja nanti kekurangannnya bisa tukar di tamel. Selesai Imigrasi langsung keluar cari taxi  menuju NTB (Nepal Tourism Board) urus ACAP dan TIMS selesai semua dari NTB jalan kaki sampai Thamel itung-itung  latihan, dan ternyata kota ini berdebu bangat,  mencari tempat makan jadi rada susah. sampai di hostel check in langsung keluar cari Pole dan liat2 sekitar Thamel.
      15 Jun : Khatmandu ke Phokara,
      naik bus brangkatnya jam 7 pagi,  mangkalnya di Jl.Kantipath  Persis di depan Yellow Pagoda Hotel, busnya banyak tinggal milih mau naik yg mana, tiba Phokara sekitar pukul 15:00, dari terminal bus jaki lagi menuju Hotel Diplomat check in dan ngobrol-ngobrol dengan pemiliknya atas saran bapaknya  kami merobah Route yang awal nya ke Poonhill menjadi Ke ABC Dan kami memesan Jeep di Hotel sampai ke Kimche dan diingatknan pagi  jam 6:00  sudah harus siap.
      16 Jun : Pagi Jam 6:00 Jeep sudah nongol depan hotel
      Perjalanan di mulai dari jalan lurus, lama2 meliuk-liuk  Sopir Jeep nya  baik awalnya kita ke Kimche tapi disaranin sama Pak Sopirnya sampai ke  Ke pemberhentian terakhir Jeep itu di MOTKIU dekat new bridge. Berhenti dulu di Birethanti TIMS Check Post & ACAP Check Post, lapor diri sah di catat tanggal masuknya  dan benar benar serius menanganinya. Ajung jempol. lanjut lagi naik Jeep kurang lebih 1,5 jam an dengan jalanan yang cukup menantang, ngeri ngeri sedap kata orang Medan Sopir disini wajib ahli dan lihai,  melebihi supir medan :-) . Tiba di MOTKIU @ 10:00 disini jeep banyak mangkal yang menunggu trekker yg sudah turun dan menuju ke Phokara, auranya makin semangat  ranselnya mulai Di gendong saking semangatnya 10kg kagak berasa wkwkwkwk.  target hari ini sampai Chomrong  ternyata lewat sampai Sinuwa.  Tangga-tangga yang mematikan itu terlewati sudah di temani hujan.
       Trekking berawal dari sini:       Motkiu - New Bridge - Jhinu - Chomrong - Sinuwa -------> Nginap
      17 Jun : Sinuwa – Bamboo - Dovan - Himalaya --------> Nginap
      Tiba di Himalaya di sambut hujan deras juga, pesan makan bersih2,   Naik ketempat tidur ritual pakai alat2 anti dingin dan minyak, conterpain Hari masih sore udah    sembunyi di bawah selimut. Makin malam mulai terasa keanehan, Kami tidak bisa memejamkan mata, adanya jadi stress sendiri, jadinya ngobrol dan Mencoba mengingat perjalanan satu hari ini ternyata kami waktu makan siang di Bambo. Minum black tea 1 pot bisa jadi mungkin karena itu atau gejala AMS yg hinggap.      
      18 Jun : Himalaya - Deurali - MBC -------> Nginap
      Untuk mengurangi beban barang2  yg tidak diperlukan ke atas kami titipkan di penginapan,  Deurali setengah perjalanan saya mulai mengalami mual, mencoba mengatur nafas dan  Mengalihkan rasa sakitnya dengan menghitung langkah 1, 2 , 3,…. Sampai akhirnya   Lihat tulisan MBC dan disini saya mengeluarkan air mata, bahagia liat plang tapi mualnya mulai nga karuan, mau mencapai plang itu liat ke atas masih banyak tangganya, teman jalan ku dah di atas sambil teriak nyemangati,  mulai menapaki tangganya tanpa liat kiri dan kanan akhirnya nyampe, sesat rasa sakit hilang karena rasa bahagia campur aduk hahaha, Sebenarnya masih cukup waktu untuk lanjut ke ABC tapi dengan pertimbangan rasa mual dan nafsu makan yg sudah mulai ngaco dan cuaca mulai mendung kami putuskan nginap di MBC. Sore hari pas jam makan pada teriak liat ada Sunset semua kabur ke luar pada cari kamera dari sini keliatan bias sinarnya hanya di ujung saja dan di rekam di otak. Yang stay di ABC pasti melihat dan menikmati keindahannya secara sempurna.
      19 Jun : MBC - ABC - MBC -  Deurali - Himalaya -----> Nginap
       Jam 3 pagi sudah bangun sarapan Sop Garlic dan Ginger tea untuk stamina Atas saran dari quide nya opung doli dan opung boru dari Korea, dan menolong kami penunjuk jalan awal di pagi subuh menuju ABC kurang lebih 2 jam an Pagi yang dingin  rasanya jari ku dah beku lupa bawa sarung tangan mmm rasakanlah jariku menderita. Akhirnya Liat Papan “Namaste Annapurna Base Camp 4130” –  teriak bahagia kegirangan dan berhasillllllll, Beberapa jam jalan keliling dan menikmati area Annapurna Base Camp baru turun lagi  ke MBC dengan  mual  nga hilang, akhirnya mabok…..Tiba di MBC rapi2 dan makan siang terus melanjutkan perjalanan  Rencana target sampai Dovan tapi akhirnya nginap Himalaya. Disini kami ramai karena bareng turun dengan teman teman  sebangsa dan setanah air  Indonesia yang ktemu di atas sambil ngobrol dengan cerita seru dan kocak kami semua  nginap di Himalaya
      20 Jun : Himalaya - Dovan - Bamboo - Chomrong ----------> nginap
      Setiap pagi selalu semangat energi masih penuh turunnya pengen lari-lari, Beban berkurang karena kita sewa porter 1 hari sampai Chomrong jadi jalannya lebih cepat          
      21 Jun : Chomrong - Jhinu - New Bridge - Motkiu - Phokara.
      Horeee jeepnya dah kliatan kita salaman semua dah sampai di Motkiu hahaha, makan siang lanjut naik jeep dan Lapor diri bahwa kita sudah keluar. Perjalanan trekking usai dengan bahagia dan selamat. Selama di perjalanan. Banyak ktemu orang dari berbagai  negara yg naik dan turun walaupun musim hujan, yg semuanya setiap berpapasan selalu saling sapa "Namaste" dan menyemangati.
      * Jadi berapa  lama kah waktu di butuhkan ke ABC ?
         Tergantung kecepatam jalan, stamina, cuaca,
      * kami 6 hari naik dan turun, sebelum sore dah berhenti karena takut kabut dan hujan
      Persiapannnya:
       -  Asuransi sangat penting buat jaga2 halhal yg tidak diinginkan.
          Kemarin disana ada dari Indonesia kena AMS tingkat serius dijemput Heli di Deurali untungnya pake asuransi klo nga? Sipastikan mihillll
       -  Obat-obatan, P3K minyak telon, kayu putih, conterpain, sun protection
       - Jacket anti dingin, anti hujan, anti badai sampai ber layer
       - Sepatu trekking, kaos kaki, sarung tangan, kupluk, buff, masker, Pole, Senter
       - Baju gunakan yg ringan gampang kering, kalau nga mau belang2  dan kulit gosong pakailah lengan panjang
      - HP, camera, klo nga nampang ntar dibilang hoax hehehe
      - makanan ringan mengganjal perut menambah energi, permen,
         Biayanya :
      - VOA usd 25 untuk 15 hari
      - TIMS 2000 / ACAP dah naik Jadi 2300
      - Bus Khatmandu - Phokara 700 / Phokara - Khatmandu 600
      - Jeep 2000 Return
      - Biaya makan dan penginapan  semakin naik semakin mahal , Lewat chomrong semua berbayar air panas buat mandi, wifi, air minum,  Yg berhubungan dengan charger an      Tidak menjual air mineral yg sdh dikemas, jadi bawa lah botol minum   di atas bisa diisi 1 ltr sekitar 100-110, airnya sejuk dan nikmat. Biaya makan dan nginap  selama 6         hari : 15,030 untuk 2 orang  Klo nginap di ABC akan lebih mahal lagi dan disana tidak  diperkenankan  untuk charger Hp, Camera, powerbank dll
      - Biaya porter kemarin dari Himalaya ke Chomrong Ransel 2000 / untuk 2 orang
      22 - 26  Juni kami keliling Phokara, Bhaktapur dan Khatmandu
       
       
       
       

       


       
                         
       
       
        
    • By Ahook_
      Tanggal 9 Juni 2018.
      Trip Canada dimulai dari penerbangan Jakarta - Singapore, kemudian lanjut ke Xiamen dan berakhir di Vancouver. Bisa baca juga, butuh visa transit Cina jika lewat Xiamen. Perjalanan yang melelahkan. Belum lagi, setelah landed di Vancouver, harus ngemper semalam dulu di bandara untuk melanjutkan penerbangan ke Calgary besok paginya. Karena tujuan utama dari awal perjalanan ini adalah Waterton, terus harus melakukan perjalanan darat sekitar 3 jam. Jika ditotal, 48 jam deh, aku baru benar- benar tiba di tujuan.
      Oh ya, jika mau tukar uang Canada Dollar, lebih baik tukar dari Indonesia. Atau bayar pakai kartu kredit saja. Jangan pernah tukar di airport, rate macam leher kerasa digorok.

       
      Sekitar 2 minggu pertama di Canada, kami sewa mobil untuk mengitari Alberta sampai British Columbia. Kami itu bertiga, salah satunya, skydworld, satunya lagi, Henny. Pakai jasa rental mobil Avis. Ada GPS dalam mobil, jadi gampang banget mau kemana- mana. Hasil dari GPS selama pemakaian, akurat kok.  Overall sih okey. Setir di Canada itu gampang- gamapang susah sih. Setirnya ada disebelah kiri, dan aku pertama kalinya setir mobil dengan posisi setir sebelah kiri. Awalnya sih gugup dan gagok. Lama - kelamaan juga jadi biasa. Pastikan saja, mobil selalu berada dijalur sebelah kanan. Total harga sewa mobil sekitar 8 juta, sudah termasuk GPS dan asuransi. Sedangkan sepanjang perjalanan, bensin habis sekitar 3 juta.

      Setelah proses administrasi beres dan mobil sudah ditangan, kami langsung berangkat ke Waterton. Sepanjang perjalanan, menurutku agak menoton. Lansung saja, aku bandingkan dengan New Zealand, rasanya jauh lebih indah dan bagus, terutama dibagian Selatan New Zealand. Baru kerasa alamnya ketika sekitar 1 jam sebelum sampai Waterton. 
      Waterton.
      Begitu checked in, hal pertama yang dilakukan adalah tidur dan tidur sepuasnya. Tidur sampai besok pagi. Belum lagi, harus adaptasi perbedaan waktu antara Canada dengan Indonesia. Lelah. Fisik sempat drop tidak karuan selama 3 hari. Kecapekan. 

      Waterton itu termasuk National Park. Jadi berbayar. Kemaren itu kami bayar 31,2 CND untuk 2 orang dan 2 hari. Ada baiknya beli annual pass, karena bisa dipakai di seluruh National Park yang ada di Canada. Informasi ini kami peroleh dari Chris, seorang teman yang baik nan cantik, tapi setelah berada di Calgary. Kan, ketemunya sama Chris baru di Calgary.

      Waterton Lake view.
      Selama di Waterton, ya aku main- main disekitaran saja. Menikmati sungai di belakang hotel, menikmati air terjun mini, paling jauh, ya ke perbatasan US. Dan yang paling okey adalah main ke Prince of Wales Hotel. Viewnya langsung ke Lake Waterton, view-nya dapat banget. Sayangnya, tidak berkesempatan bermalam disana. Mahal, sudah pasti. Hahahahaha... Yang jadi highlight di Waterton, anginnya kencang banget. Terutama saat di Prince Of Wales Hotel, berdiri saja, macam bisa diseret angin. Ini serius. Dan otomatis, dingin.

      Prince Of Wales Hotel.
      Kami menginap 2 malam di Bayshore Inn. Tidak ada sarapan gratis. Free wifi. Hotelnya cukup okey. Kamarnya lega dengan ranjang gede. Punya tv yang tidak pernah di-nyalain. Kamar mandi ada bathtub dan shower, pasti, ada air panas. Bersih. Pemandangan menyenangkan dari pintu belakang kamar, langsung sungai gitu. Arusnya deras banget, harusnya sih airnya dingin. Ada pemanas ruangan. Tidak menyediakan air minum botol, tidak seperti kebanyakan hotel di Asia. Jadi, semua hotel yang di Canada, harusnya seperti begini aturan mainnya.
      Sepanjang perjalanan di Canada, ( sepertinya ) aku tidak pernah beli air minum, kecuali juice dalam kemasan kotak. Minum, dari air kran loh. Yang buat aneh adalah housekeeping-nya, masak ya, bersihkan kamar setengah hati. Ranjang satunya diberesin, hasilnya 95 persen kelar. Satunya lagi, sama sekali tidak diberesin. Ada beberapa gelas plastik bekas pakai di atas meja juga tidak dibuang. Oneng juga si mbak- mbaknya. Asumsinya, mungkin tidak tempel beberapa Canada Dollar diatas tempat tidur kali ya. Parah! Hotel ini ada tempat parkir ya dan bebas parkir.

      Belakang kamar hotel.
      Kalau bingung mau main ke mana selama di Waterton, tinggal ke receptionist saja. Hahaha.. Aku pikir sih, 3 hari full adalah paling banyak. Tapi entahlah, kalau kamu suka, bisa saja stay lebih lama. Eittss, sebagai negara yang identik dengan beruang. Jadi saat berkeliaran di Waterton, harus waspada, bisa saja kamu ketemu beruang. Baca petunjuknya di penginapan kamu, trik menghadapi beruang itu gimana, ini serius.

      Sekitaran hotel.
      Kalau kamu suka camping, menurut Chris, jika tidak salah dengar, Waterton juga tempat orang- orang camping sih. Cuma, ada temannya, yang pegangin tendanya semalaman karena anginnya super kencang. Lah iya lah, wong aku tidur didalam kamar saja, suara gemuruh angin diluaran sana sudah macam lagi perang. 

      Air terjun.

      Border US- CANADA.
      Transit satu malam di Calgary. 
      Sebelum langsung ke Banff, kami menginap satu malam dulu di Calgary. Kami nginap di Nuvo Suites. Okey, penginapan ini termasuk salah satu yang terbaik sepanjang trip Canada. Terletak di tengah kota, sebenarnya, kalau tanpa mobil-pun mau kemana- mana juga bisa. Ada transportasi umum. 
      Soal Nuvo Suites, memang best. Lihat saja di foto. Bisa muat 4 orang. Ada dapur dalam kamar, jadinya kamu bisa masak- masak. Apalagi seberang, sudah ada grocery. Free wifi, free sarapan yang lumayan. Dapat slot parkir gratis, tapi di blok yang berbeda. Tidak terlalu jauh sih. Jalan kaki bisa sampai juga. Kamar mandi shower ada air panas. 

      Calgary view.
      Di Calgary, diajak Chris jalan- jalan. Main ke Factory outlet untuk menghabiskan isi dompet, terus makan eskrim di Village Ice Cream. Kata Chris, eskrim ini wajib loh, karena lokal banget. Dan benar saja, pas ke sana, ramai. Kemudian ke spot keren untuk lebih kota Calgary dari atas, aduh lupa namanya, cari di google lagi, kok gak muncul nama tempatnya. Tempatnya sih asik, pemandangan, tempat foto- foto-lah. Dan malam itu berakhir dengan makan bersama di salah satu restoran rekomendasi dari Chris juga. Intinya ya, si Chris, soal kuliner memang juara. 
      Memang, tidak banyak tempat yang didatangi selama di Calgary, sebagaimana sebuah kota. Keesokan harinya, setelah checked out, sudah bersiap menuju ke Banff. Nah tungguin postingan selanjutnya ya tentang Banff. 
      With Love,
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---
    • By Cayadi Budidarma
      DAY 4 TOYAMA - KYOTO
      Hari ini bangun agak siang , karena habis cape hari sebelumnya pulang sampai hotel jam 11 malam .
      Begitu bangun , siap-siap semua barang , dan langsung check out dari hotel. Langsung menuju TOYAMA station yang letaknya tidak jauh dari hotel kami menginap.
      Tiket shinkansen sudah ditangan , karena sudah reservasi dari malam sebelumnya , dan lagi-lagi saya harus reservasi ulang karena kami tiba di station 1 jam lebih awal dari schedule tiket. Dan memang di perbolehkan , jadi tanpa banyak basa-basi atau omelan dari pihak penjaga tiket counter , langsung kami menuju peron shinkansen yang menuju ke KYOTO.
       
       
      Seperti biasa , sesampainya di Kyoto Station , langsung saya buka google maps untuk mencari hotel yang sudah kami booking sebelumnya di agoda. Yaitu Hotel DAIWA ROYNET HOTEL KYOTO HACHIJOGUCHI selama 3 malam . Letaknya tak jauh ( 8 menit an jalan kaki ) dari exit Hachijoguchi Kyoto Station yang sangat besar. Ada banyak exit di KYOTO station ini , jadi sebelum mencari hotel sebaiknya cari tahu dulu exit mana yang terdekat dari hotel kalian.
      Seperti biasa titip koper , dan kami dapat kabar baik bahwa kamar kami di upgrade ke yang lebih besar...horeeee...thanks Daiwa Roynet Hachijoguchi !
      Hari pertama di kyoto , saya langsung menuju Kiyomizudera dengan naik bus nomor 101 dari depan Kyoto Station ( central exit ) , dan turun di GOJOZAKA. Semua perjalanan bus saya memakai pasmo card. Masuk dari pintu tengah , ketika turun lalu tap pasmo dan keluar dari depan . Dari GOJOZAKA bus stop , kami berjalan kaki mendaki ke kuil Kiyomizudera. Kami ambil jalur kiri untuk mendaki .
      Kuil Kiyomizudera berada paling atas , dan kita harus bayar tiket masuk untuk masuk ke dalamnya. Sayang kuil ini sedang dalam restorasi , jadi tertutup oleh kain dari luar. Jadi tidak terlalu amazing bagi saya penampakan luar dari kuil Kiyomizudera ini .

      Beberapa saat dari sana , kami turun berjalan sambil menikmati toko-toko di sepanjang perjalanan dan mencoba street food yang banyak dijajakan .
      Setelah dari kuil Kiyomizudera , kami berjalan kaki menuju GION , dan sampai GION sekitar jam 1730 . Masih terang . Di Japan jam 19 pun masih terang loh .... mulai gelap sekitar 1930 . Dan saat mulai agak gelap baru tampak beberapa GEISHA / MAIKO keluar berjalan cepat masuk / keluar dari salah satu tempat makan di sekitar GION.

       
      Bagi saya GION tidak banyak hal menarik untuk dilihat , hanya saat-saat pada saat GEISHA / MAIKO saja menampakan diri , para touris terlihat heboh mengabadikan mereka, walau mereka tampaknya tidak perduli dan berjalan sangatcepat untuk menghindari para paparazi :) termasuk saya .
      Sepulangnya dari GION , kami berjalan kaki menuju GION Shirakawa untuk sekedar menghabiskan malam dan menikmati malam di KYOTO , dan kami cukup puas melihat aliran sungai yang indah dan bersih di daerah yang dipenuhi restoran-restoran ini. Dan setelahnya , kami berjalan kaki ke station subway terdekat dan kembali ke KYOTO station ( hotel )

       
       
      DAY 5  ARASHIYAMA ( KYOTO ) & PHILOSOPHER'S WALK
      Perjalanan hari ini ke Arashiyama . Naik kereta JR SAGANO , berhenti di SAGA ARASHIYAMA station. Exit station langsung belok kanan ke arah Togetsu bridge.
      Disebelah Saga Arashiyama ada Saga Torokko Station untuk naik SAGANO SCENIC RAILWAY. Saya memutuskan untuk langsung dulu ke Togetsu bridge. Berjalan melewati perumahan2 serta toko-toko , dan juga sempat melihat ada OWL cafe di lt2 salah satu gedung pertokoan .

       
      Tak lama sekitar 20 menitan kami sampai di togetsu bridge dan berfoto-foto dari pinggir sungai dan jembatan.Menurut saya Arashiyama ini sangat indah di sekitar togetsu bridge ini, sehingga saya dan keluarga agak lama menghabiskan waktu untuk sekedar duduk-duduk sambil menikmati cemilan2 dan udara sejuk di sana.

      Setelah puas nongkrong dan berfoto , kami lanjutkan menyeberangi jembatan togetsu dan langsung ke kanan untuk mendaki Iwatayama Monkey Forest dengan membeli tiket naik.
      Hiking sampai dengan tempat monyet tidak begitu susah, sekitar 20 menit jalan santai kita bisa sampai ke puncaknya . Disana kita bisa menikmati pemandangan Kyoto dari atas serta memberi makan monyet-monyet dari dalam rumah yang sudah disediakan dengan membeli pakan monyet di sana.

       
      Puas bermain di monkey forest sekitar 1 jam lebih kami kembali turun , dan sesampainya di bawah , pinggir sungai dekat togetsu bridge saya melihat ada yang menawarkan Hozugawa river cruise . Lalu saya putuskan untuk membeli tiket nya ...bagus menurut saya view nya jadi saya pikir ya sudah lah..sudah kepalang ke Arashiyama nikmati saja sebisa mungkin
      River cruise yang kami naik ini hanya sekitar 30 menit sd 1 jam , dan hanya menyusuri sungai yang tenang arusnya  dan berputar kembali ke tempat semula kita naik. Beda dengan River cruise yang jika kita naik dari Kameoka loh ya...Kalau dari Kameoka saya lihat lebih ekstrem dan menyusuri arus yang lumayan deras ( mirip-mirip arung jeram ) dan perjalanan sekitar 2 jam .
      Ini lebih seru keliataannya untuk teman-teman yang berjiwa adventure sebenarnya , namun karena saya beserta anak-anak kecil saya putuskan untuk naik yang arus nya tenang saja.
      Untuk harga tiketnya tentunya juga berbeda jauh antara keduanya.
      Di tengah perjalanan juga ada sebuah perahu yang menawarkan cemilan untuk kita yang sedang di dalam perahu..cukup unik.
      Pemandangan sekitar sungai juga cukup indah.
       
       

      Nah, sesudah kami turun perahu , kami lanjut ke arah hutan bambu yang sering kita lihat di FR di sini . Banyak turis di hutan bambu ini dibandingkan dengan spot lainnya . Menurut saya sih hutan bambu ini ya biasa saja ..namun karena begitu ngetop nya maka kami singgah juga hehehe.

       
      Jauh lebih bagus pemandangan sungai sekitar togetsu bridge dan river cruise.
       
      Lalu sekedar lewat sambil berjalan balik ke arah Saga Arashiyama station , kami pun akhirnya masuk ke Saga Torokko station, dan mencoba pula naik Sagano Scenic Railway.
      Menurut saya juga loh ya....view dari sagano train ini juga kalah dibandingkan sekitar sungai togetsu bridge, karena kereta begitu cepat berjalan dan keluar masuk terowongan . Jadi feel untuk menikmati nya belum sampai ON sudah masuk terowongan lagi. Itu aja kami dapat tempat di gerbong yang terbuka . FYI tempat duduk di gerbong terbuka ini terbatas ( hanya 1 gerbong ). Jika kita berada di gerbong tertutup akan lebih tidak enak lagi untuk menikmati pemandangan di luar .
      Mungkin jika kita pergi saat autumn atau sakura , sagano scenic railway ini akan terasa beda ( lebih bagus ) , namun jika saat summer seperti saya , harga tiket tidak sebanding dengan kepuasannya . Mending nongkrong di pinggir sungai togetsu bridge !
      Setelah sekitar 20 menit sampai di Kameoka Torokko Station.

       
      Keluar Kameoka Torokko station kita harus berjalan kaki menuju Umahori Station sekitar 15 menit. Ikuti saja penunjuk arah yang diberikan.
      Nah di sini pemandangan agak lumayan, dan berjalan kaki dari Kameoka ke Umahori JR station juga merupakan kenikmatan tersendiri ...

       
      Dari Umahori station ini kami langsung menuju Philosopher's walk. Start awal dari Nanenji Temple menyusuri full Philisopher path ke arah Ginkakuji temple agak jauh ternyata . Sekitar 1 jam rasanya jalan santai . Jalanan ini tidak begitu besar , menyusuri kali kecil ,dan di sekitarnya kiri kanan adalah komplek perumahan mewah orang Kyoto. Rumah nya besar-besar dengan taman bernuansa jepang dan beberapa mobil mewah seperti jaguar terparkir .
      Kami start sekitar jam 17 lewat dan sampai di ujung jalan ( GINKAKUJI sudah tutup saat itu ) sekitar jam 1830. Puas berjalan , kami mencari JR station terdekat dan ternyata sangat jauh
      Kami sudah mencoba ingin naik bus untuk kembali ke Kyoto station namun jadwal bus tercantum terakhir sekitar jam 1830 kalau tidak salah ..jadi sambil jalan santai dan menikmati pemandangan , kami berjalan melewati Kyoto University dan akhir nya menemukan JR station untuk kembali ke Kyoto station.


       

       
    • By Ahook_
      Tanggal 28 Oktober 2016
       
      Akhirnya, sampai juga di Brunei Darussalam. Iya Brunei, tidak salah.. Memang, ada beberapa teman yang sempat bingung, ketika tahu aku mau ke Brunei. Ngapain? Hehh… ngapain ya? Aku sendiri tidak paham. Hahaha… Ya datang sajalah, aku yakin pasti ada yang dilihat, apapun itu. Sudah aku bilang, traveling itu bukanlah tentang tujuannya, tetapi lebih ke prosesnya. 
       
      Tapi, hanya 1 sih, penasaran. Serius, karena penasaran. Brunei, negara kecil nan kaya raya itu, bagaimana sih isi dalamnya? Apakah sampai jalan raya juga terbuat dari emas? #inilebaybanget. Begitulah adanya, selain ingin memperjuangkan mimpi keliling ASEAN. Terwujud sudah… 

      Jalan utama di Bandar Seri Begawan.
      Okey, trip Brunei termasuk trip yang minim persiapan. Baru mulai mencari informasi 2 hari sebelum berangkat dari Jakarta. Parahnya, tidak terlalu ada review yang mengulas Brunei dan isinya. Adapun, lebih banyak mengulas tempat yang wajib dikunjungi.
       
      Tentang transportasi umum, ya memang, seperti yang aku baca dari travelblogger yang sudah menapakkan jejak kakinya ke sini dulu. Hampir semua memaparkan, transportasi Brunei masih kurang. Lebih baik datang ber-group sehingga bisa sharing cost untuk urusan tranportasi buat sewa mobil biar lebih mudah mau kemana- mana. 
       
      Transportasi umum di Brunei cuma ada bus, taxi sapu dan taxi. Selama trip di Brunei, aku mengandalkan bus. Sekali naik bayar 1 dollar, terserah, mau bayar pakai Dollar Brunei atau Dollar Singapore. ( Tidak tahu kenapa, mereka menerima Dollar Singapore, katanya sih, rate-nya sama). 
       
      Kuantitas bus di Brunei, jumlahnya sedikit, mungkin disesuaikan dengan jumlah penduduk yang ada. Untuk mendapatkan bus, kamu butuh energi besar dan kesabaran penuh dalam menunggu bus lewat. Kalau dari review-an, mereka sih, bilang, bisa menunggu 1 jam –an, tuh bus baru nongol. Karena murah, ya mau tidak mau, harus menunggu. Tidak ada pilihan. Kecuali kamu punya kerabat, atau naik taxi yang harganya selangit. 
       
      Dan aku, termasuk yang cukup beruntung. Tidak perlu mengunggu terlalu untuk sebuah bus. Dari airport, aku menghabiskan waktu 10 menit saja. Okey, kamu keluar dari pintu utama, kemudian jalan terus sampai diperbatasan trotoar, lalu belok kiri. Jalan sampai ke ujung, nah disana ada plang bertuliskan tempat tunggu bus. 
       
      Bayar 1 Dollar, kamu akan diantarkan ke Bandar Seri Begawan, pusat kotanya. Lama perjalanan sekitar 30 menit-an. Entah karena jumlah penduduk yang sedikit atau apa, sepanjang perjalanan, sepi banget. Mobil yang lalu lalang juga tidak banyak. Motor, malah tidak kelihatan sama sekali. Bus berhenti di setiap halte. Hampir setiap halte, tidak ada penumpang. 
       

      Bus 1 Dollar...
      Model bus-nya tidak mencerminkan kekayaan yang dimiliki Brunei. Hahaha… Parah sih tidak, ya cuma standart saja. Tempat duduknya yang alakadar. Informasi yang aku himpun, #jiaahhh… yang memakai bus di Brunei adalah pendatang, mereka yang datang merantau meninggalkan keluarga dikampung. Sedangkan, orang lokal Brunei, kesehariannya ya pakai mobil pribadi. Tidak heran. Bahkan setiap anggota keluarga, masing- masing punya mobilnya tersendiri. Begitupun, tidak macet. 
       
      Selama di Brunei, aku naik bus kemana- mana. Sekali lagi, tidak seperti yang dialami traveler lainnya, aku tidak perlu menunggu bus sampai berjam. Paling lama ya itu, 10 menitan. Pokoknya setiap kali naik, bayar 1 Dollar, kecuali aku ke Hotel Empire, bayar 2 Dollar. 

      Dalam bus...
      Setiap bus itu punya jalurnya. Tidak perlu khawatir, kalau lupa bus nomor berapa ke tujuan kamu, tinggal tanya saja sama petugas yang ada diterminal. Atau, biasanya, kan dari tempat penginapan ada informasinya juga. 
       
      Dari sekian kali aku naik bus, hanya sekali saja, supir dan kondekturnya pendatang dari Malaysia. Sisanya, orang Indonesia. Jadi, pendatang jumlahnya lumayan. Dan kebanyakan kerjanya ya sebagai supir dan kondektur bus, kerja di restoran ataupun tempat jualan lainnya. 

      Terminal Bus Bandar..
      Aku tidak punya pengalaman naik taxi sapu. Tapi jangan sesekali naik taxi deh. Mahal banget. Dan itu terjadi sama aku. Nyesek banget. Ternyata ada Car Free Day di Brunei. Di kasih tahu, kalau Sulthan hari ini dijadwalkan ikut CFD disekitaran Bandar. Alhasil, semua jalan di blok. Aku tidak bisa ke airport pagi- pagi. Tidak ada bus yang operasional. Mati gak loe? Tidak ada pilihan lain, terpaksa pakai banget naik taxi. Ada argo sih, tapi supir taxinya menawarkan 20 Dollars untuk sekali jalan. Buset gak tu. Pakai bus hanya 1 Dollar loh. Tawarlah, kemudian sepakat 15  Dollars. Sakit banget ketika mau bayar. Ya ampun, itu sudah biaya makan dan naik bus kemana – mana buat seharian, dan itupun sudah bisa makan enak loh. Parah..  

      Bus stop di Gadong..
      Oh ya, semua terminal bus ada di Bandar, sebutan untuk Bandar Seri Begawan. Semua bus akan bermuara ke situ, kalau kamu pergi dari objek wisata ke objek lainnya, ada kemungkinan, kamu harus kembali ke terminal Bandar kemudian pindah bus lainnya. 
       
      Tungguin postingan tentang Brunei-nya ya....!!!
       
      With Love,
       
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---semoga semua mahluk hidup berbahagia---
    • By Tarmizi Arl
      Hi...
      Buat kamu yang mau nyari alternatif wisata di Kuala Lumpur, kamu bisa pilih wisata ke Colmar Tropicale yang ada di kawasan Berjaya Hill.
      Colmar Tropicale ini adalah hotel/resort di Berjaya Hill, tapi buat kamu yang tidak menginap juga bisa berwisata sehari disana.
      Konsep Colmar Tropicale ini ialah miniatur dari pedesaan Colmar yang ada di Perancis, jadi kamu bisa merasakan sensasi berfoto ala-ala di  Perancis.
      .
      Nah untuk ke sana, kamu harus membeli tiket di Berjaya Times Square Mall, KL tepatnya di Lantai 8. Lokasinya berada di tempat spa, jadi kamu harus teliti mencari. Tapi didepannya ada kok tulisan Colmar Tropcale.

      Lokasi Membeli Tiket di Lantai 8 Berjaya Times Square Mall

      Jadwal buka
       
      Tarif tiketnya sebesar 60 RM untuk dewasa dan 55 RM untuk anak-anak. Tiket ini ialah untuk shuttle Bus PP dan tiket masuk di sana. Jadwal keberangkatannya dari Berjaya Times Square Mall ialahjam 9:30, 12:00, 18:00, dan 20:30. Sedangkan jadwal pulang dari Colmar ialah jam 08:00,10:45, 16:00, dan 19:30. Tapi perlu diingat karena memakai bus kecil yang berkapasitas hanya 10 orang, jadi lebih baik membeli tiket minimal 1 hari sebelumnya. Apalagi jika hari libur, tiket bahkan bisa habis 2 hari sebelum. Selain itu perhatikan juga jam buka lokasi yang menjual tiketnya ya seperti di foto.

      Tiket
      Lokasi keberangkatan Bus ialah di dekat lobby Berjaya Hotel

      Lokasi Shuttle Bus di Berjaya Times Square Hotel
       

      Shuttle Bus
       
      Perjalanan ke Colmar Tropicale hanya sekitar 1 jam. Perjalanan akan menempuh jalanan berkelok-kelok dan menanjak, jadi lebih baik makan dahulu agar tidak pusing.
      .
      Dan inilah dia suasana di Colmar Tropicale...

      .



      View dari atas menara

       
      Kalau lapar, bisa makan di resto2 yang ada disana, tarifnya masih oke sekitar 20-50 RM untuk makan berat.

      .
      Beli oleh-oleh juga bisa karena ada souvenir shop

       
      Selain itu, tiket tadi juga sudah termasuk untuk ke Taman Jepang. Lokasinya cukup jauh, jadi harus naik mobil wisata ini yang berangkat di jam-jam tertentu.